pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

PKS Padang Berbuka Bersama Warga Sekitar

Written By Anonymous on 18 June, 2016 | June 18, 2016

Padang, Jati Baru (17/6) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang menggelar acara berbuka bersama di Kis Mangunsarkoro kantor DPD PKS Padang jalan anggur no 34B, jumat (17/6). Kegiatan ini dalam rangka menyambung silaturahim pengurus partai dengan warga sekitar.

Dalam sambutannya ketua DPD PKS Padang Gufron, SS mengatakan ucapan terimakasih kepada warga sekitar karena PKS sudah di terima dengan baik di tengah masyarakat. 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat karena PKS sudah di terima dengan baik disini, keberadaan kantor PKS tak terasa sudah lebih dari 4 tahun,” katanya.

“hari ini kami mengundang bapak dan ibu hadir disini dalam acara berbuka bersama tujuannya adalah kami (PKS) ingin lebih dekat lagi dengan masyarakat,” lanjut gufron.

“Saya mewakili pengurus yang lain juga meminta maaf jika selama kantor PKS berada disini ada mengganggu bagi masyarakat, kami siap menerima masukan dari bapak ibu semua,” tambahnya.

Acara berbuka bersama juga di hadiri oleh tokoh masyarakat, dalam sambutanya Pak Aspar tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan rasa senang dan bahagia kantor PKS berada disini.

“kami merasa senang semenjak kantor PKS berada disini, yang kami membuat senang adalah semenjak adanya kantor PKS disini masjid kami selalu ramai setiap sholat lima waktu,” katanya.

Pas Aspar juga mendoakan agar PKS selalu kompak dan berharap terus berbuat untuk masyarakat.

“saya mewakili tokoh masyarakat disini mendoakan agara PKS selalu kompak dan juga terus berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ujar Pak Aspar.



posted by @Adimin

One Day No Rice Sajian Spesial Mukernas PKS

Written By Anonymous on 03 November, 2015 | November 03, 2015

DEPOK (3/11) – Walikota Depok, Jawa Barat Nur Mahmudi Ismail mengajak seluruh peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menyosialisasikan secara massif Gerakan One Day No Rice (ODNR) di daerahnya masing-masing.

Demikian disampaikan Nur Mahmudi saat meninjau pelaksanaan Mukernas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (3/11).

“Kami sudah mengajak agar makan siangnya tidak pakai nasi dan tidak pakai terigu. Ayo kita ajak di daerah masing-masing untuk memperbaiki pola makannya, juga memberdayakan ekonomi para petaninya,” tegas mantan Menteri Kehutan era Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Nur Mahmudi menjelaskan dengan adanya keterlibatan kader-kader PKS di daerah untuk menggerakkan program ini, maka akan membuka kesempatan kerja sampai 70 juta orang, membangkitkan perekonomian Indonesia hingga 332 triliun, dan membuka lahan-lahan pertanian/perkebunan sampai 4,8 juta hektar.

“Ini adalah sebuah gerakan implementasi untuk mewujudkan ketahanan pangan kemandirian pangan dan kedaulatan pangan di Indonesia,” tambah Nur Mahmudi.

Para peserta Mukernas PKS yang datang dari seluruh Indonesia nampak menikmati sajian makan siang dari olahan jagung. Dengan sederhana seluruh peserta menikmati makan siang dengan lesehan. [pks.id]

Keterangan Foto: Para peserta Mukernas PKS duduk lesehan menyantap nasi kebuli dari jagung menyambut one day no rice yang sudah rutin dilakukan di Kota Depok.

posted by @Adimin

PKS: Putusan MK Soal Calon Tunggal Objektif

Written By Anonymous on 01 October, 2015 | October 01, 2015



JAKARTA (30/9) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaeni menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal calon tunggal dalam Pilkada adalah baik dan objektif.

"Putusan MK itu secara konstitusi memiliki kekuatan hukum sehingga pemilihan terhadap calon tunggal akan dilaksanakan pada pelaksanaan Pilkada serentak," katanya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Jazuli, putusan MK itu baik dan objektif, karena meskipun calonnya hanya tunggal, dapat terpilih atau tidak. Pemilihan terhadap calon tunggal, kata dia, opsinya adalah ada setuju atau tidak setuju terhadap calon tunggal tersebut.

"Jika pemilih yang memilih setuju lebih banyak maka calon tunggal terpilih. Sebaliknya, jika pemilih yang memilih tidak setuju lebih banyak maka calon tunggal itu tidak terpilih," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menambahkan, jika calon tunggal tidak terpilih, maka kepala daerah di daerah tersebut untuk sementara akan dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) kepala daerah sampai pada Pilkada serentak berikutnya.

Menurutnya, KPU menjadwalkan Pilkada serentak berikutnya akan diselenggarakan pada 2017. Ada tiga daerah yang calon kepala daerahnya tunggal yakni, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).



posted by @Adimin

I’tikaf, Menemukan Kesejatian Diri

Written By Anonymous on 09 July, 2015 | July 09, 2015

Diambil dari Buku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Anis Matta - Keajaiban I’tikaf (Menemukan Kesejatian Diri)
Kita sudah relatif jauh berjalan. Banyak yang sudah kita lihat dan yang kita raih. Tapi banyak yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara-suara gaduh yang memekakkan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu, dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret. Dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita berhenti sejenak disini! Ber’itikaf. Kita memerlukan saat-saat itu: saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; saat dimana kita melepaskan sejenak beban kehidupan yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.

Kita memerlukan saat-saat seperti itu, karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; melihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang telah kita lalui; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita telah berubah.

I’tikaf kita butuhkan untuk dua keperluan. Pertama, untuk memantau keseimbangan antara berbagai perubahan pada lingkungan strategis dengan kondisi internal dakwah serta laju pertumbuhannya. Yang ingin dicapai dari upaya ini adalah memperbarui dan mempertajam orientasi kita; melakukan penyelarasan dan penyeimbangan berkesinambungan antara kapasitas internal dakwah, peluang yang disediakan lingkungan eksternal, dan target-target yang dapat kita raih.

Kedua, untuk mengisi ulang hati kita dengan energi baru sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat padanya selama menapaki jalan dakwah. Yang ingin kita raih adalah memperbarui komitmen dan janji setia kita kepada Allah SWT bahwa kita akan tetap tegar menghadapi semua tantangan; bahwa yang kita harap dari semua ini hanyalah ridha-Nya.

Karena itu, i’tikaf harus menjadi tradisi yang semakin kita butuhkan ketika perjalanan hidup sudah semakin jauh. Tradisi i’tikaf ini harus kita lakukan dalam dua tingkatan; individu atau jamaah. Pada tingkatan individu, tradisi ini dikukuhkan melalui kebiasaan merenungi, menghayati, dan menyelami telaga akal kita untuk menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, dan aktual di samping kebiasaan muhasabah, memperbarui niat, menguatkan kesadaran dan motivasi, serta memelihara kesinambungan semangat jihad.

Kalau ada pemaknaan yang aplikatif terhadap hakikat kekhusyukan yang disebutkan Al-Qur’an, maka ini salah satunya. Penghentian seperti inilah yang mewariskan kemampuan berpikir strategis, penghayatan emosional yang menyatu secara kuat dengan kesadaran dan keterarahan yang senantiasa terjaga di sepanjang jalan dakwah yang berliku dan curam.

Maka, Allah SWT mengatakan, “Belumkah datang saat bagi orang-orang beriman untuk mengkhusyukan hati dalam mengingat Allah dan dalam (menjalankan) kebenaran yang diturunkan. Dan bahwa hendaklah mereka tidak menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Alkitab sebelumnya (dimana) ketika jarak antara mereka (dengan sang rasul) telah jauh, maka hati-hati mereka jadi keras, dan banyak dari mereka jadi fasik.” (QS Al Hadid: 16).

Di masa Islam, Allah mensyariatkan i’tikaf sepuluh hari terakhir pada setiap Bulan Ramadhan. Begini pula akhirnya kita memahami mengapa majelis-majelis kecil para sahabat Rasulullah SAW di masjid atau di rumah-rumah berubah menjadi wacana merawat kesinambungan iman dan semangat jihad. Maka ucapan mereka, kata Ali bin Abi Thalib, adalah dzikir, dan diam mereka adalah perenungan.

Tradisi inilah yang hilang di antara kita, sehingga diam kita berubah jadi imajinasi yang liar, ucapan kita kehilangan arah dan makna. Maka, dakwah kehilangan semua yang ia butuhkan berupa pikiran-pikiran baru yang matang dan brilian, kesadaran yang senantiasa melahirkan kepekaan, dan semangat jihad yang tak pernah padam di sepanjang jalan dakwah yang jauh dan berliku. [pks.id]

posted by @Adimin

Hilmi Aminuddin: Bulan Ramadhan, Bulan Kaum Dhuafa

Written By Anonymous on 10 June, 2015 | June 10, 2015


JAKARTA (9/6) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin mengingatkan seluruh kader PKS untuk memberikan perhatian lebih kepada kaum dhuafa pada Bulan Ramadhan 1436 H. Hal ini disampaikan tokoh yang akrab disapa Ustadz Hilmi tersebut pada Konsolidasi dan Tarhib Ramadhan PKS di Jakarta, Selasa (9/6).

“Syahrul Ramadhan (Bulan Ramadhan) adalah bulan untuk mengingatkan simpati kita kepada kaum dhuafa, terutama yang ada di bangsa ini. Oleh karena Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk melihat segala kebutuhan kita dalam memulihkan kondisi (recovery), baik diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.

Menurut Ustadz Hilmi, pemulihan kondisi harus dimulai dari kaum dhuafa. Jangan sampai titik dhuafa terabaikan yang justru menjadi sumber kelemahan bagi diri sendiri dan masyarakat, karena muncul masalah dalam hal kesejahteraan.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP PKS, Mardani Ali Sera menjelaskan konsolidasi kali ini mengangkat tema 'Meraih Sukses Rekrutmen Kader dan Pilkada Serentak 2015'.

“Ada dua tema yang dibahas pada konsolidasi kali ini antara lain soal penjaringan kader baru dan kesiapan PKS pada Pilkada serentak di 271 Daerah Tingkat (Dati), baik Dati I (provinsi) maupun Dati II (kabupaten/kota),” jelas Mardani.

Konsolidasi diikuti oleh pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), serta Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia. Hadir pada kesempatan itu Presiden PKS Anis Matta, Ketua DSP Surahman Hidayat, Ketua MPP Untung Wahono, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, serta para anggota dewan lain. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. 

posted by @Adimin

Suara Caleg PKS Ini Kalahkan Menteri dan Ketua Harian Parpol

Written By Anonymous on 01 May, 2014 | May 01, 2014


Hasil pleno di KPUD Cianjur dan Kota Bogor resmi dikeluarkan. Dari sejumlah nama yang bakal melenggang ke Senayan dari daerah pemilihan Jawa Barat III itu diantaranya adalah politisi incumbent PKS Ecky Awal Mucharam.

Ecky mengutip beritasatu.com dipastikan melaju kembali ke kursi DPR RI setelah mendapat suara sebanyak 52 ribu yang diperolehnya dari Dapil Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

Bahkan yang mengejutkan raihan suara politisi muda PKS ini mengungguli perolehan suara Menteri Koperasi dan UKM yang juga ketua harian partai Demokrat Syarif Hassan yang hanya berhasil meraih 31 ribu lebih suara.

Perolehan suara Syarif juga kalah dari caleg Caleg Partai Golkar Deding Ishak yang memperoleh 33 ribu lebih suara. Diantara nama Caleg yang lolos selain Ecky ialah Eka Sastra (Golkar), Rieke Dyah.P (PDIP), Ahmad Reza Patria (Gerindra), Erik Satria (Hanura), Joko Purwanto (PPP) dan Neng Eem Marhamah Zulfah Hiz (PKB).

Sebelumnya pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat tanggal 19 April 1969 silam ini merupakan Anggota DPR RI Komisi XI yang juga menjabat Wakil Sekretaris Fraksi PKS. Selain itu Ecky juga terdaftar sebagai anggota Bamus dan Banggar.[feb/pks-kotabekasi]


posted by @Adimin

Kampanye di Jatim, Presiden PKS Akan Cek Suara, Ada Apa?

Written By Anonymous on 29 March, 2014 | March 29, 2014

Presiden PKS Anis Matta berorasi di depan puluhan ribu massa PKS di lapangan Imam Bonjol Padang, selasa (25/3) lalu.
SURABAYA-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta akan mengecek suara partainya di Jawa Timur melalui kampanye akbar dengan menghadirkan sekitar 35 ribu massa di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (30/3).


"Presiden PKS sebagai juru kampanye nasional datang bersama calon legislator DPR RI dapil Jatim I, Sigit Sosiantomo," ujar Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjunianto kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Selain berorasi, pada kampanye tersebut akan ditampilkan hiburan rakyat dan hiburan religius yang mengandung nilai pendidikan.

"Kami ingin kampanye tidak saja jadi ajang meraih simpati masyarakat untuk memilih PKS dalam Pemilu nanti. Tapi juga wahana hiburan masyarakat yang beretika dan mendidik. Bukan hanya tontonan, tapi tuntunan," katanya.

Politisi yang juga seorang dokter hewan tersebut menjelaskan, ada tiga muatan penting yang dicapai melalui kampanye kali ini, yakni sebagai sarana menjaga semangat juang kader PKS, tempat bersilaturahim antarkader serta menjadi pembelajaran politik kader dan masyarakat luas.

"Kampanye ini sekaligus sebagai ajang menyapa sebanyak mungkin masyarakat sehingga lebih mengenal dan akan memilih PKS pada Pemilu 9 April mendatang," kata caleg DPRD Jatim dapil I itu.

Di lain pihak, berdasarkan survei internal partai tingkat wilayah dengan lembaga survei pusat hasilnya tidak jauh berbeda. Untuk posisi DPR RI diprediksi memperoleh 10-12 kursi. "Sama dengan DPRD Provinsi Jatim yang diperkirakan meraih 10-12 kursi. Sedangkan, untuk DPRD tingkat kabupaten/kota sifatnya variabel," kata Hamy.

Sementara itu, ketika disinggung tentang pencalonan presiden dari PKS, partainya masih menetapkan tiga nama yakni Anis Matta, Ahmad Heryawan (Aher) dan Hidayat Nur Wahid (HNW). Ketiganya telah mendapat tugas berkampanye terpisah sebagai bagian dari strategi untuk memenuhi target perolehan kursi di semua tingkatan.

"Kang Aher konsentrasi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, HNW di Jawa dan Anis Matta di Jawa Timur dan mewakili Indonesia bagian timur. Kalau skenario ini berhasil maka berikutnya diserahkan ke majelis syuro partai," kata dia. [ROL]

posted by @Adimin

Insaf Bertaubat | by @tifsembiring

Written By Unknown on 15 July, 2013 | July 15, 2013


Oleh: Tifatul Sembiring

"Tiap anak cucu Adam pernah berbuat dosa, dan sebaik-baik orang berdosa itu, dia bertaubat" ~ HR. Turmudzi.

Al-Insan (manusia) berasal dari kata nis-yan(lupa), dan manusia punya salah satu sifat mudah lupa, sehingga harus diingatkan berulang kali.

Ini terungkap dari kisah Nabi Adam as, setelah terlanjur mendekati pohon khuldi, "Dan sungguh Kami sudah pesankan kepada Adam dahulu".Fanasiy, lalu ia lupa. Nasiy dari kata nis-yan, artinya lupa. QS 20:115.

Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa atau kesalahan, catat: tidak ada manusia yang suci dan sempurna. Dosa ini bisa kepada Allah swt, dosa kepada manusia atau dosa kepada alam, termasuk hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Dosa kepada Allah swt, bisa berupa kelalaian dalam beribadah, bisa dalam bentuk kesombongan, berprasangka buruk, keingkaran seperti berzina, dan yang paling tinggi adalah mempersekutukan-Nya (sirik).

Dosa kepada manusia dapat berupa durhaka kepada orangtua, membunuh orang, menzhalimi orang, berbohong atau menipu, memfitnah, bergunjing, mengumpat dan sebagainya.

Dosa kepadaa alam berupa merusak lingkungan, menebangi pohon sembarangan sehingga mengakibatkan bencana, menyiksa binatang, tidak memberi makan binatang peliharan dan sebagainya.

Akan tetapi yang lebih penting adalah, apakah setelah terlanjur berbuat dosa, kemudian kita insaf lalu bertaubat kepada Allah swt. Atau jika bentuknya dosa kepada manusia, maka tentunya kita harus meminta maaf. Hal ini sikap dasar dan ciri dari orang-orang yang bertaqwa (QS 3:135).

Jadi, memang tidak ada ayat yang mengatakan bahwa manusia itu suci, akan tetapi yang termaktub adalah manusia yang membersihkan dirinya. Allah swt mencintai al-mutathahhiriin, orang yang membersihkan diri. Dan tidak ada ayat yang mengatakan Allah mencintai at-thaahiriin, orang yang bersih. Karena memang tidak ada yang bersih sama sekali.

Taubat maknanya, kembali ke jalan Allah. Jadi ada tiga langkah memperbaiki kesalahan diri, pertama insaf, kedua taubat dan ketiga adalah istighfar. Tentunya setelah itu, jangan mengulangi lagi dosa tersebut.

Selagi kita berada pada bulan Ramadhan, bulan mulia, dimana Allah swt menerima taubat setiap hamba, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya. Perbanyaklah taubat dan istighfar. Karena Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba, sebelum ruhnya sampai di yugharghir, tenggorokan.

Sesungguhnya Allah Mengampuni segala dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Siapa yang suka buah kelapa
Letak di panci dengan manisan
Siapa manusia paling celaka
Tak diampuni di bulan Ramadhan.

[http://ramadhan.antaranews.com]


posted by @A.history

Pengendalian Diri | by @tifsembiring

Written By Unknown on 14 July, 2013 | July 14, 2013


Oleh: Tifatul Sembiring

"Mereka –orang taqwa itu- mampu menahan emosi dan pemaaf kepada manusia" ~ QS Ali-Imran: 134

Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan sabar itu balasannya: syurga. Jiwa ini dilatih selama sebulan penuh, sehingga diharapkan selanjutnya, kita lebih mampu mengendalikan diri dalam berinteraksi, baik dengan keluarga, masyarakat maupun bernegara.

Seorang beriman dilatih untuk senantiasa bersabar terhadap tiga hal.

Pertama, sabar dalam ketaatan. Tentunya dalam rangka taat kepada Allah swt. Dalam menunaikan shalat, menjalankan puasa, membayarkan zakat, menunaikan ibadah haji, berbakti kepada orangtua, mencari dan memberi nafkah keluarga, berbuat baik kepada fakir miskin, kepada tetangga dan seterusnya. Ini semua butuh kesabaran, pasti tidak mudah menjalankannya. Hanya karena motivasi iman kepada Allah swt sajalah yang membuat seseorang kuat dan tangguh untuk tetap istiqomah. 

Kedua, sabar menghindari maksiat. Di tengah kehidupan modern saat ini, tentu banyak sekali godaan-godaan untuk berbuat maksiat bagi orang-orang yang beriman. Apakah wujudnya harta yang tidak halal, godaan lawan jenis yang cantik atau ganteng, godaan kekuasaan yang kerap membuat seseorang terlena. Andai saja, seseorang tidak memiliki kekuatan kesabaran terhadap rangsangan dan godaan tersebut, maka tentu hidupnya akan mudah terpesongkan dari jalan yang lurus.

Ketiga, sabar ketika mendapat musibah. Perhatikanlah, bagaimana sikap seseorang, ketika tiba-tiba mendapat musibah, bagaimana reaksi mereka. Ketika seseorang yang sangat dicintai, tiba-tiba meninggal dunia. Ketika rumah indah yang dimiliki hangus terbakar, ketika jabatan yang dirintis puluhan tahun, tiba-tiba harus dilepaskan. Berbagai bentuk penyikapan diungkapkan. Ada yang histeris, ada yang sampai gila, bunuh diri dan sebagainya.
Padahal semua ini hanyalah hiasan dunia. Seorang beriman tentu hanya akan berucap: Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, sesungguhnya milik Allah swt akan kembali kepada-Nya.

Pada bulan Ramadhan ini kesabaran itu kita asah, sehingga jiwa taqwa, yaitu mampu mengendalikan diri, terwujud dalam diri kita.

Siapa ingin mawar merekah
Petiklah setangkai ditepi rawa
Siapa mampu menahan amarah
Itulah tanda orang bertaqwa

[http://ramadhan.antaranews.com]


posted by @A.history

"Semangat Ramadhan Kader PKS" | by Cahyadi Takariawan




Oleh Cahyadi Takariawan
***

Wulan Romadhon ojo mung ongap angop, ngontak ngantuk, kethap kethip, tura turu, tingak tinguk, leda lede wae...

Semangaaaaaatttt !!! Kampanye, tandem, temu warga, rabthul am, silaturahim.....


"Semangat Ramadhan"

Dalam sejarah Islam, Bulan Ramadhan banyak diwarnai dengan beragam peristiwa kejayaan dan kegemilangan. Prestasi besar yang bisa diraih umat Islam generasi pertama, banyak diukir dan terjadi pada bulan Ramadhan. Di dalam buku “Ramadhaniyat” karangan Muhammad Sa’id Mursy dan Qosim Abdullah, dijelaskan di antara prestasi gemilang yang terjadi pada bulan Ramadhan itu:


1 Ramadhan 587 H

Penghancuran dan penguasaan kota Askalan, yang merupakan pintu masuk menuju kota Al Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin al Ayyubi.

3 Ramadhan 825 H

Aksi pengepungan kota Konstantine oleh Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah di dalam rangka menaklukannya di dalam naungan Islam.

5 Ramadhan 362 H

Sultan Al Mu’iz Lidinillah Al Fatimi memasuki negara Mesir setelah beliau mengirim pasukan sebanyak 100.000 tentara, dibawah pimpinan panglima Jauhar ash Shiqili bulan Sya’ban 358 H tanpa perlawanan.

6 Ramadhan 223 H

Sultan Al Mu’tasdim seorang khalifah ‘Abasiyah, mengadakan pengepungan terhadap kota ‘Umuriyah’ yang merupakan benteng pertahan terkuat kerajaan Benzantiniyyah di Asia kecil.

7 Ramadhan 361 H

Peletakan pondasi pertama pendirian Mesjid al Azhar. Pada tahun 378 H fungsi mesjid berubah menjadi Universitas.

9 Ramadhan 222 H

Panglima al Afsyiin salah satu panglima perang Khalifah Abasiyah Al Mu’tasim bin Harun Ar Rasyid menaklukan kota Albadz.

17 Ramadhan 2 H

Pada hari ini kaum muslimin dibawah pimpinan Nabi Muhammad s.a.w., berhasil mengalahkan pihak musyrikin di dalam perang Badar. Terhitung 70 mati dan 70 tertawan dari pihak kaum musyrikin.

19 Ramadhan 1213 H

Pada hari ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya, melakukan ekspansi ke Mesir di Giza, usaha ini mengalami kegagalan.

20 Ramadhan 8 H

Rasulullah s.a.w. keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum muhajirin dan Anshor menuju Mekkah, untuk membebaskan mereka dari kemusyrikan.

21 Ramadhan sebelum Hijriyah

‘Uzlah atau upaya pengasingan diri Rasululah s.a.w. pada saat beliau mendekati usia 40 tahun di gua Hira gunung Rahmah, sekitar dua mil dari kota Mekkah. ‘Uzlah yang menandai perubahan mendasar di dalam perjuangan Rasulullah s.a.w. ke depan.

25 Ramadhan 658 H

Perang Ain Jalut yang terjadi antara kaum muslimin dan tartar, perang besar di dalam sejarah Islam. Kaum tartar mampu menguasai banyak daerah Islam dan menjatuhkan Khilafah Abbasiah. Peperangan berakhir dengan kemenangan kaum muslimin.

28 Ramadhan 92 H

Kisah kemenangan kaum muslimin pada hari ini, dimulai dengan persiapan Musa bin Nashir dengan pasukan dari Arab dan Barbar, yang jumlahnya mencapai 7 ribu tentara di bawah kepemimpinan Thoriq bin Ziyad untuk menaklukkan wilayah Andalus.

Demikian berbagai prestasi umat Islam pada generasi awal, yang banyak dilakukan pada bulan Ramadhan. Puasa, tidak menjadi halangan berarti di dalam mengukir sejarah dan peradaban umat Islam masa silam.

[pkspiyungan]


posted by @A.history

Ramadhan Bulan Pembentukan Karakter | Oleh: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

Written By Unknown on 11 July, 2013 | July 11, 2013

Pernahkah kita memperhatikan tingkah laku hewan ternak? Ayam, misalnya. Hanya butuh waktu beberapa hari saja melatihnya. Maka ia segera tahu dimana kandang yang harus dia tuju, dan segera setiap sore tanpa diperintah lagi dia akan pulang dan masuk ke kandangnya.

Mereka juga tahu dimana tempat makannya. Mereka juga tahu memilih makanan yang baik dan bermanfaat bagi tubuh mereka dan menghindari makanan yang akan mencelakakan mereka.

Banyak contoh-contoh hewan yang memperlihatkan kepatuhannya dengan memberikan latihan pembiasaan terhahap mereka. Burung beo misalnya, setelah dilatih, ia segera bisa mengucapkan salam kepada setiap ada tamu yang datang. Beo juga senang dan tak lupa mengucapkan kata selamat pagi kepada tuannya saat memberinya makan setiap pagi.

Kucing juga demikian, ia tidak akan buang kotoran sembarangan setelah dilatih, dan selalu menimbun kotorannya dengan tanah. Hal itu selalu ia lakukan dengan teratur. Begitu juga anjing, kuda, burung merpati, gajah, ikan lumba-lumba dan banyak lagi contoh hewan lain yang bisa dilatih dengan cara pembiasaan dan kebiasaan itu selalu melekat dalam diri mereka dan takkan pernah mereka lupakan selamanya.

Mungkin itu pula yang diinginkan Allah kepada manusia di bulan Ramadhan. Puasa melatih dan membiasakan manusia menahan lapar dan dahaga di siang hari selama sebulan penuh. Seharusnya kebiasaan itu bisa melatih manusia agar tidak makan dan minum secara berlebihan, melatih manusia untuk mengendalikan nafsu makannya secara berlebihan. Kita tahu bahwa makan berlebihan dan tidak terkendali akan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, asam urat, jantung koroner dan lain-lainnya.

Puasa juga melatih manusia untuk menjaga sikap dan perbuatan dan perkataan mereka agar melakukan hal-hal yang baik. Sikap dan perbuatan yang baik tentu memberikan nilai tambah yang baik bagi orang lain. Menjaga ucapan dan perkataan yang baik tentu saja menyenangkan bagi orang lain tidak menimbulkan sakit hati dan tidak merugikan orang lain. Sebaliknya sikap tersebut menimbulkan simpati kepada mereka pelakunya. Subhanallah, sungguh mulia agama Islam. Allah sebagai Khaliq Maha Tahu dengan apa yang terbaik untuk umatnya.

Kesimpulannya, jika dalam bulan Ramadhan, selama sebulan penuh kita benar-benar berlatih untuk mengendalikan makan-minum, hawa nafsu, maka di akhir Ramadhan dan seterusnya seharusnya sudah terlihat hasil dan perubahannya. Jika selama sebulan penuh kita berlatih untuk melakukan shalat, termasuk shalat malam (qiyamulail), seharusnya di akhir Ramadhan seharusnya ada perubahan dan perbaikan. Bulan selanjutnya seharusnya ada perubahan, kita seharusnya sudah terbiasa melakukan shalat wajib, shalat sunat serta shalat malam. Jika hewan bisa dilatih dan dibiasakan seharusnya manusia sebagai makhluk yang paling mulia dan dilengkapi dengan akal dan fikiran bisa melakukannya secara lebih baik.

Jika selama bulan Ramadhan kita melatih sikap dan perkataan yang baik secara serius dan sungguh-sungguh, maka setelah berlatih sebulan penuh seharusnya sikap tersebut terus tertanam dalam diri kita dan mejadi perilaku sehari-hari. Selanjutnya jika terus dibina dan terus diperbaiki maka ia akan menjadi karakter kita seumur hidup.

Jika semua perubahan dan perbaikan itu tidak kita peroleh dan tidak kita upayakan selama bulan Ramdhan, maka benar apa yang dikuatirkan Nabi Muhammad SAW akan jadi kenyataan: “tidak ada yang dapat mereka peroleh setelah selama bulan penuh berpuasa kecuali sekedar merasakan haus dan lapar”. Sungguh sayang dan rugi jika kesempatan “berlatih” sekali setahun tersebut tidak kita manfaatkan sebaik mungkin. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi tersebut. Amin…

[Haluan 9 Juli 2013]


posted by @A.history

Ramadhan Bulan Cinta, PKS Gelar Pasar Rakyat Nasional

Jakarta - Bulan Ramadhan 1434 H disambut gempita seluruh elemen bangsa Indonesia. Tak luput Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut menyemarakkan Ramadhan dengan pelbagai kegiatan.

Mengambil tema ‘Ramadhan Bulan Cinta’, PKS ingin menjadikan bulan suci ini sebagai bulan perbaikan dan kepedulian kepada sesama.

“Tahun ini tahun cinta kepada Al-Quran,” ungkap Ahmad Zainuddin, Lc Ketua Bidang Pembangunan Umat (BPU) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Rabu (10/7)

Zainuddin menghimbau kepada kader PKS untuk memanfaatkan keistimewaan bulan Ramadhan. Kader PKS dan keluarga harus memaksimalkan bulan istimewa ini dengan banyak ibadah kepada Allah SWT.

Anggota Komisi X DPR RI ini juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ibadah baik ibadah kepada Sang Pencipta maupun ibadah sosial. “Saling tolong menolong serta meningkatkan kesabaran dalam menghadapi beban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainuddin mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi beban bagi warga karena diikuti kenaikan harga sembako. Kenaikan ini diprediksi akan terjadi hingga menjelang lebaran. Untuk itu PKS akan menggelar program nasional pasar rakyat dan pembagian ta’jil kepada pengguna jalan di seluruh Indonesia selama Ramadhan.

Selain itu silaturahim ke tokoh-tokoh nasional menjadi agenda untuk memperkokoh ukhuwah. “Sementara program lokal kami serahkan ke struktur daerah yang lebih mengerti kondisi wilayah,” tukasnya. [dakwatuna]

posted by @A.history

Puasa Mencegah Korupsi | Oleh: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

Written By Unknown on 10 July, 2013 | July 10, 2013


Menyimak berita utama yang menghiasi berbagai media massa belakangan ini ternyata korupsi masih merupakan masalah besar dan mengkuatirkan di negara kita. Tema isu marak dibahas dan mencuat dimana-mana, baik di daerah maupun di tingkat pusat, saling tuding menuding hingga tak jelas lagi mana yang benar-benar terjadi dan mana yang sekedar fitnah dan intrik politik. 

Seseorang dikatakan korupsi jika hak yang dia ambil melebihi dari hak yang seharusnya dia terima. Sedangkan korupsi timbul akibat keinginan (wants) seseorang jauh melebihi kebutuhannya (needs). Kenapa seseorang terlibat korupsi, kenapa seseorang mengumbar hasrat keinginannya (wants) melebihi dari kebutuhannya? Jawabannya adalah karena mereka tak mampu mengendalikan diri dan hawa nafsunya. Gaya hidup yang berlebihan membuat orang tergoda untuk menimbun harta dengan cara apapun.

Jika demikian masalahnya, maka puasa (shaum) bisa dijadikan salah satu terapi pencegahan dini kasus korupsi. Misi utama puasa adalah mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, merasakan penderitaan orang lain yang kelaparan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Godaan hawa nafsu memang merupakan godaan paling berat bagi manusia. Gaya hidup yang makin metropolis dan serba instan membuat manusia sering tergoda. Kebutuhan dan kemampuan mereka hanya untuk membeli mobil kijang, tetapi keinginan mereka adalah mobil merek Hummer. Karena tak mampu mengendalikan hawa nafsu, mereka lalu menghalalkan segala cara. Maka terjadilah korupsi.

Seperti diungkapkan Nabi Muhammad SAW, banyak perang besar yang telah dilalui beliau bersama para sahabat, termasuk perang badar. Tapi sebenarnya perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu.

Puasa adalah salah satu wadah latihan untuk perang melawan hawa nafsu. Saat puasa kita dilatih untuk mengekang hawa nafsu, untuk tidak makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa dari imsak sampai waktu buka. Selain itu kita juga dianjurkan melakukan amal ibadah seperti shalat malam, tadarus, berzakat, dll. Untuk memperkokoh benteng keimanan.

Jika ibadah puasa dilakukan dengan baik dan benar insya Allah mampu mencegah kita dari tindakan korupsi. Puasa adalah madrasah, puasa adalah bulan untuk berlatih untuk menahan hawa nafsu, mengendalikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selamat melaksanakan ibadah puasa dan memasuki bulan Ramadhan 1434H, bulan penuh rahmat dan berkah. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah, semoga kita dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan kembali fitrah di bulan Syawal mendatang. Mari kita jadikan bulan Ramadhan untuk instropeksi diri, serta bertekad untuk menjadi lebih baik di masa datang.

Posmetro Padang 10 Juli 2013


posted by @A.history

Keutamaan Ilmu

Written By PKS Men on 09 July, 2013 | July 09, 2013


Abdullah bin Abbas adalah seorang anak muda yang selalu dibawa oleh Umar bin Khathab untuk mengikuti berbagai diskusi di majelis orang tua yang pernah mengikuti Perang Badar. Melihat ada anak muda yang selalu mengikuti majelis diskusinya, sebagian dari mereka seakan-akan tidak suka dengan kehadirannya.

Mereka berkata, “Mengapa pemuda ini masuk dalam kelompok kita, padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Mendengar pertanyaan itu, Umar pun menjawab, “Sesungguhnya ia adalah anak yang kalian ketahui, yakni anak yang lahir dari pendidikan Nabi Muhammad SAW dan merupakan sumber ilmu.

Pada suatu kesempatan, Umar memanggil Abdullah bin Abbas untuk menujukkan kelebihannya di hadapan mereka, lalu Umar berkata, “Apakah komentar kalian terhadap firman Allah SWT Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat (QS an-Nashr (110) : 1-3)?’’

Salah seorang dari mereka menjawab, “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah bila kita mendapat pertolongan dan kemenangan.” Sementara sahabat yang lain terdiam dan tidak berkata apa-apa. Lantas, Umar bertanya kepada Abdullah bin Abbas, “Apakah komentarmu pun seperti itu wahai Ibnu Abbas? Ibnu Abbas menjawab, “Tidak.”

Umar bertanya lagi, “Bagaimana komentarmu?” Ibnu Abbas menjawab, “Itu adalah saat kepergian Rasulullah yang diberitahukan oleh Allah kepada beliau. Mendengar jawaban itu, Umar bin Khathab berkata, “Saya tidak mengetahui pengertian ayat itu demikian kecuali dari apa yang kamu katakan.’’

Demikianlah ketinggian ilmu Abdullah bin Abbas, dengan ilmu mumpuni yang dimilikinya ia dilibatkan ke dalam lingkungan sahabat-sahabat yang sudah senior, para orang tua yang pernah ikut dalam perang badar, dari kalangan sahabat yang utama. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang bisa lebih utama dari teman-teman segenerasinya, bahkan melebihi para seniornya, karena pemahamannya yang baik dan ilmu pengetahuan yang luas.

Lebih daripada itu, Allah menjanjikan akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan sampai beberapa derajat, sebagaimana yang termaktub dalam Alquran surah al-Mujadilah (58) ayat 11, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’’

Dari sini, dapat kita pahami  mengapa Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu sejak dari buaian sampai ajal menjemputnya. Tujuannya, Islam hendak memuliakan umatnya dengan ilmu yang dimilikinya.

Untuk itu, janganlah kita merasa cukup dengan ilmu yang telah kita miliki dan jangan pula membatasi diri untuk mencari ilmu karena usia telah senja. Selama hayat dikandung badan hendaknya kita tidak berhenti untuk menuntut ilmu agar kita mendapat keutamaan dan kemuliaan di dunia maupun di akhirat kelak. "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS Thaha (20) ; 114).

Oleh Moch Hisyam      

posted by @Adimin

Berbenah Diri Sambut Bulan Suci Ramadhan



Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Puasa adalah perisai selama yang bersangkutan tidak merusak’. Lalu ada yang bertanya, ‘Dengan apa merusaknya?’ Jawab Rasulullah SAW. ‘Dengan berbohong atau bergunjing.” (Hadis Riwayat Abi Ubaidah RA)

Seluruh umat Islam akan menjalan ibadah puasa Ramadhan. Puasa di bulan Ramadhan memang ibadah yang paling banyak ditunggu-tunggu umat Islam. Karena itu, dalam beberapa hari ini, untaian kalimat Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan suci Ramadhan patut kita kumandangkan.

Marhaban ya Ramadhan sepatutnya bukan sekadar ucapan selamat datang yang terlontar dari mulut belaka. Sebab bulan yang penuh berkah ini sepatutnya disambut suka cita dan kebahagian hati yang diekspresikan, tetapi kebahagian hati yang diekspresikan dengan perubahan tindakan dan perilaku.

Maka Marhaban ya Ramadhan patut kita implementasikan dengan berbenah diri. Berbenah diri untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Ibadah puasa di bulan suci ini yang diwajibkan untuk orang-orang beriman di seluruh dunia bukan sekadar ibadah. Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lain. Sebab, puasa adalah ibadah ‘rahasia’. Artinya, orang itu berpuasa atau tidak hanyalah orang berpuasa itu sendiri dan Allah saja yang mengetahuinya.

Banyak nilai yang kita petik dalam ketika menjalankan ibadah puasa. Tidak sedikit literature dan referensi kajian tentang makna puasa yang mengatakan bahwa beragam nilai yang kita petik dari ibadah puasa di bulan Ramadhan seperti nilai sosial, kesehatan, spiritual hingga kepribadian.

Nilai sosial, perdamaian, kemanusiaan, semangat gotong royong, solidaritas, kebersamaan, persahabatan dan semangat prularisme. Ada pula manfaat lahiriah seperti pemulihan kesehatan (terutama perncernaan dan metabolisme), peningkatan intelektual, kemesraan dan keharmonisan keluarga, kasih sayang, pengelolaan hawa nafsu dan penyempurnaan nilai kepribadian lainnya.

Ada lagi aspek spiritualitas: puasa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, ketaqwaan dan penjernihan hati nurani dalam berdialog dengan al-Khaliq. Semuanya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa yang selayaknya tidak hanya kita pahami sebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita, namun menuntut implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Yang juga penting dalam menyambut bulan Ramadhan tentunya adalah bagaimana kita merancang langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya, seperti nilai-nilai kejujuran. Karena kejujuran saat ini merupakan suatu hal yang paling sulit di cari di negeri ini. Kejujuran menjadi dasar dari kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Kejujuran adalah prasyarat utama pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang berlandaskan prinsip saling percaya, kasih sayang, dan tolong menolong. Kejujuran adalah inti dari akhlak yang merupakan salah satu tujuan dari diutusnya Rasulullah oleh Allah SWT.

Seorang ulama menyatakan bahwa hakikat kejujuran ialah mengatakan sesuatu dengan jujur di tempat (situasi) yang tidak ada sesuatu pun yang menjadi penyelamat kecuali kedustaan.

Secara psikologis, kejujuran akan mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya seseorang yang tidak jujur pasti tega melakukan perbuatan serta menutupi kebenaran.

Ketidakjujuran akan selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya akan mengancam stabilitas sosial. Ketidakjujuran selalu akan melahirkan kepada ketidakadilan, disebabkan karena orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya saja.

Kejujuran juga akan melahirkan penghargaan terhadap hak hak orang lain. Sebab kejujuran sebagaimana yang telah kita uraikan diatas juga akan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap kebenaran, keadilan dan kedisiplinan. Namun kejujuran tidak akan datang begitu saja, tetapi harus diperjuangkan dengan sabar dan sungguh-sungguh. Seorang ulama menegaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membantu kita dalam mencoba meraih kejujuran.

Marhaban ya Ramadhan. Bulan penuh pengampunan itu akan datang dalam beberapa hari ke depan. Banyak tradisi bangsa ini dalam menyambut Ramadhan. Namun inti dari semua tradisi yang berkembang di Indonesia adalah kita diharuskan berbenah diri ketika menyambut bulan penuh kesucian ini. Perbuatan-perbuatan tercela, tidak terpuji, kebohongan, kemalasan dan perbuatan-perbuatan negatif yang (mungkin) kita telah lakukan sebelumnya harus segera ditinggalkan. Kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan jernih.    Terakhir, penulis hanya bisa mengatakan bahwa kita baru akan menang dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan jika kita mampu mengubah perilaku di dalam kehidupan keseharian kita. Dari yang tidak jujur menjadi jujur, dari yang serakah menjadi suka berbagi, dan dari yang sombong menjadi rendah hati.

Heri Ruslan

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger