pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post
Showing posts with label EDITORIAL. Show all posts
Showing posts with label EDITORIAL. Show all posts

Pemko Padang Imbau ASN untuk Hentikan Aktivitas 30 Menit Sebelum Waktu Shalat Masuk

Written By Anonymous on 06 January, 2017 | January 06, 2017

PADANG (KBK) – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, SP mengimbau jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri di Lingkungan Kota Padang untuk menghentikan seluruh aktivis 30 menit sebelum waktu shalat Zuhur dan Ashar masuk.
Imbau itu dipublish oleh Humas Pemerintah Kota (Pemko) Padang di akun resmi media sosial humas Pemko Padang, Kamis (5/1/2017).
Isi imbauan tersebut sebagai berikut :
I M B A U A N
W A L I K O T A P A D A N G
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Diberitahukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, agar MENGHENTIKAN AKTIVITAS 30 menit sebelum masuk waktu Shalat Zuhur dan Shalat Ashar.
Khusus Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Bagian Umum Setdako agar mengumumkan imbauan ini melalui pengeras suara yang dimiliki.
Demikian imbauan ini agar dimaklumi.
Walikota Padang.
H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, SP

sumber: www.kbknews.id


posted by @Adimin

Mahyeldi Ansyarullah Masuk Daftar 10 Walikota Termasyhur 2016

Written By Anonymous on 01 January, 2017 | January 01, 2017

PADANG - 'Indonesia Indicator" telah merilis nama sejumlah kepala daerah yang termasyhur (terpopuler) selama 2016. Nama Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo masuk dalam daftar 10 walikota / bupati termasyhur sepanjang tahun 2016.

Data yang dirilis "Indonesia Indicator" berdasarkan survei pemberitaan di 1.443 media online di Indonesia selama 1 Januari hingga 5 Desember 2016.
Dalam daftar nama 10 walikota / bupati termasyhur itu, Walikota Padang berada di peringkat ketujuh. H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo diperbincangkan dalam 5.891 berita selama tahun 2016.

Sementara untuk posisi teratas ditempati Walikota Bandung Ridwan Kamil. Walikota yang akrab disapa Emil itu diperbincangkan dalam 21.486 pemberitaan, disusul Tri Rismaharini. Walikota Surabaya ini diberitakan sebanyak 18.195 berita dalam setahun.

Sedangkan posisi ketiga dihuni Walikota Makassar Danny Pomanto dengan 12.867 berita. Posisi keempat ditempati Walikota Bogor Bima dengan 8.158 berita.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mencatatkan namanya sebagai walikota termasyhur kelima dengan 7.286 berita.

Posisi keenam ditempati Walikota Medan Dzulmi Eldin dengan 6.377 berita. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan 4.951 berita, Wali Kota Rahmat Effendi dengan 4.251 berita, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan 3.889 berita.



posted by @Adimin

Wako Mahyeldi: Tahun Baru, Tidak ‘Telolet’ Tapi Salawat

Written By Anonymous on 30 December, 2016 | December 30, 2016

PADANG – Pergantian tahun masehi sudah di depan mata. Biasanya, pergantian tahun dirayakan dengan cara beragam. Ada yang merayakannya dengan membunyikan terompet, menyalakan kembang api dan lainnya.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo menilai sudah tidak saatnya pergantian tahun masehi dilakukan dengan perayaan dan menggelar kegiatan yang tidak bermanfaat. Karena itu Walikota Padang mengajak seluruh warga menjadikan pergantian tahun sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Saya sudah mengajak warga melalui baliho maupun spanduk bahwa tidak masanya lagi merayakan tahun baru masehi dengan hura-hura, minuman keras, membakar kembang api dan mercon. Sebaiknya pergantian tahun disi dengan kegiatan positif yang mendekatkan diri antar sesama serta kepada Allah SWT seperti zikir, salawat, ke masjid dan musala, dan sebagainya,” ujar Mahyeldi, kemarin.

Mahyeldi menilai, saat ini situasi dan kondisi negara termasuk ancaman kepada Indonesia dari pengaruh asing cukup besar. Karena itu kepedulian harus ditingkatkan dan pemerintah mesti serius menyikapinya.

“Kita mesti membangun kesolidan antar anak bangsa,” ucapnya.

Sementara itu sisi lain, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat Maulana Yusran menyebut bahwa tingkat hunian hotel terus meningkat di akhir tahun 2016 ini. Maulana melihat, kenaikan hunian hotel ini telah dimulai sejak sepekan sebelum Natal lalu.

“Kenaikannya mencapai 20 persen,” terangnya.

Maulana menilai, angka peningkatan hunian hotel tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Maulana menyebut, ini dipengaruhi karena telah tertatanya objek wisata di Sumatera Barat seperti Pantai Padang, Mandeh, Carocok, dan sebaganinya. 

“Sumatera Barat telah menjadi target para wisatawan untuk dikunjungi,” sebutnya.



posted by @Adimin

Ini Catatan Akhir Tahun Jokowi-JK di Bidang Ekonomi

Written By Anonymous on 22 November, 2016 | November 22, 2016

Jakarta (21/11) – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Refrizal memberikan catatan akhir tahun 2016 Pemerintahan Jokowi-JK, di bidang Perekonomian Indonesia. Dalam penilaian Refrizal, salah satu salah satu kelemahan pemerintah Jokowi adalah soal ketidakmampuannya mengubah struktur PDB Indonesia yang masih didominasi oleh peranan sektor konsumtif.
“Struktur PDB Indonesia di 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK masih tidak berubah. Peranan belanja rumah tangga masih sangat dominan. Bahkan sektor ekspor dan impor yang diharapkan dapat tumbuh dengan baik ternyata malah berperan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya,” jelas Refrizal di Jakarta, Senin (21/11).
Di sisi lain, peranan investasi langsung pada Triwulan III-2016 cenderung melambat, hanya 31,98 persen sedangkan pada Triwulan II-2016 mencapai 32,47 persen dan pada Triwulan III-2015 mencapai 32,36 persen.
“Data-Data tersebut mengonfirmasi bahwa masih banyak persoalan investasi di Indonesia. Meski pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan namun persoalan-persoalan mendasar belum terselesaikan. Beberapa diantaranya adalah masalah perizinan di daerah dan ketersediaan infrastruktur,” ungkap wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini.
Peringkat cost doing business Indonesiapapar Refrizal, sedikit membaik menjadi urutan ke 91 dari 106 negara. Hanya saja berbagai indikator masih jauh di bawah rata-rata negara Asia Pasifik, seperti memulai usaha. Sayangnya berbagai data yang digunakan dalam cost doing business hanya diwakili oleh Jakarta dan Surabaya, sehingga tidak mencerminkan kondisi Indonesia seutuhnya.
“Satu hal yang krusial hingga 30 September 2016, realisasi penerimaan negara baru mencapai Rp 1.081,9 triliun atau 60,6% dari target penerimaan pajak yang ditetapkan sesuai APBN-P 2016 sebesar Rp 1.786,2 triliun padahal pemerintah sudah menggulirkan program tax amnesty. Diharapkan dalam 3 (tiga) bulan tersisa kekurangan target penerimaan negara dapat tercapai,” tegas Refrizal.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan hanya 5,1 persen, sedangkan pertumbuhan perekonomian global tahun 2016 diperkirakan sebesar 3,1 persen. Isu-isu global seperti Brexit, permasalahan utang China, injeksi fiskal Jepang yang belum cukup berhasil, hingga terpilihnya presiden AS Donald Trump, membuat kondisi perekonomian global semakin tidak pasti, hal-hal ini membuat konsumen cenderung menahan belanja.
Padahal, struktur PDB Indonesia didominasi oleh peranan belanja rumah tangga. Untuk itu, ditengah ketidakpastian global, melambatnya realisasi investasi dan seretnya realisasi penerima negara diharapkan pemerintah dapat melakukan sinergi antar kelembagaan, termasuk  dengan BUMN.
“Untuk mendukung tercapainya target penerimaan negara, pemerintah harus saling bersinergi. Tidak tumpang tindih dalam mengeluarkan kebijakan dan memperkuat peran-peran pembangunan BUMN” jelas Refrizal.
Salah satu cermin tidak terkonsolidasi tim ekonomi pemerintah dengan baik adalah soal polemik revisi PP 52/2000 dan PP 53/2000 yang berkembang sejak Agustus 2016. Revisi PP 52/2000 dan PP 53/2000 ini disinyalir akan mengubah peta industri telekomunikasi di Indonesia salah satunya adalah karena diberlakukannya kewajiban network sharing dan diperbolehkannya frequency sharing antar operator.
“Salah satu contoh konsolidasi antar lembaga pemerintah yang lemah tercermin dalam revisi PP 52/2000 dan PP 53/2000. Revisi kedua PP ini akan menyebabkan potensi hilangnya pendapatan negara dalam 5 tahun kedepan sekitar Rp 100 triliun dan hilangnya pendapatan BUMN sebesar Rp 200 triliun. Apalagi disinyalir isi revisi PP ini bertentangan dengan UU di atasnya," papar Refrizal.
Apalagi pemerintah melalui jargon Nawacita nya menegaskan akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Revisi PP ini berpotensi menghambat pembangunan di daerah terpencil dan terluar.
“BUMN adalah salah satu agen pembangunan yang dapat mewujudkan visi-misi pemerintah. BUMN dapat berperan melakukan pembangunan didaerah-daerah terpencil dengan penugasan-penugasan. Untuk itu, pemerintah harus pula memperkuat peran BUMN dalam pembangunan dan memandangnya sebagai mitra,” tegas Refrizal.
Secara umum, Peraturan Pemerintah tidak boleh bertentangan dengan UU yang ada di atasnya. Revisi PP 52/2000 dan PP 53/2000 berpotensi bertentangan dengan UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi. [pks.id]

posted by @Adimin

Peringati Hari Pahlawan, Wako Mahyeldi Serukan Kebangkitan Bangsa Menuju 2035

Written By Anonymous on 11 November, 2016 | November 11, 2016

PADANG - Melalui momen peringatan Hari Pahlawan di tahun 2016 ini, Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyerukan agar seluruh masyarakat Kota Padang memaknai pengorbanan para pahlawan dan melanjutkan perjuangannya dengan mengisi kemerdekaan yang dirasakan sudah 71 tahun itu. Sehingga, melalui momen Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November itu juga dapat mempersiapkan pahlawan-pahlawan selanjutnya, apalagi menjelang tahun 2035 nanti Indonesia akan mendapatkan “Bonus Demografi” yaitunya bonus di dalam bidang kependudukan.

“Dengan Bonus Demografi ini, Indonesia nantinya akan menjadi negara muda yang mayoritas penduduknya adalah para pemuda dengan usia 15 sampai 64 tahun dengan jumlahnya diperkirakan 60 persen. Oleh sebab itu, ini adalah bonus atau kelebihan untuk Indonesia, karena pada saat yang sama nantinya beberapa negara-negara lain di dunia masih banyak terdapat penduduknya yang berusia tua,” terang Mahyeldi usai menjadi pembina upacara yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol Padang, Kamis (10/11) pagi.

Menurut Walikota, Bonus Demografi tersebut tentu saja menjadi suatu berkah, karena dapat menimbulkan melimpahnya jumlah penduduk usia kerja yang akan menguntungkan Indonesia dari sisi pembangunan. Sehingga dengan itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi serta berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

"Jadi, menjelang 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita punya kesempatan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan terhormat di hadapan bangsa-bangsa yang lain. Maka untuk itu, mari kita bersama-sama berikan perhatian kepada para pemuda hari ini, menguatkan potensi sumber daya manusia (SDM), mengkapitalisasi potensi mereka dan meningkatkan idealisme dan rasa nasionalisme. Sehingga itu, kepada seluruh masyarakat di Kota Padang mari rapatkan barisan dan satukan langkah demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih disegani,” seru Walikota.

Mahyeldi juga mengimbau, agar unsur pemerintah bersama seluruh elemen tokoh masyarakat di Kota Padang senantiasa melindungi generasi muda daripada hal-hal yang akan merusaknya. Diantaranya seperti bahaya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan berbagai perbuatan negatif lainnya. Di samping itu hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa juga harus disingkirkan.

"Melalui momen Hari Pahlawan ini mari kita satukan langkah demi negeri yang lebih bermartabat dan disegani oleh bangsa-bangsa lainnya. Ingat, pada 2035 nanti kesempatan emas bagi bangsa Indonesia melalui bonus demografi tersebut. Untuk itu kita jangan sampai lengah dan lupa dalam menyukseskannya” tukasnya.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dihadiri lengkap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, serta para pejuang veteran selaku pelaku sejarah perjuangan dan pembangunan bagi Ibukota Provinsi Sumatera Barat itu. 

sumber: FB humas dan Protokol Kota Padang


posted by @Adimin

Padang Sudah Menuju Kota Sehat dan Pintar

Written By Anonymous on 03 November, 2016 | November 03, 2016

PADANG – Kota Padang telah menuju kota pintar dan sehat. Hal ini diungkapkan Presiden Direktur PT Wahyu Promo Citra, Syukkur S saat menyampaikan laporan di depan seluruh peserta Indonesia Healthy City Confrence (IHCC) 2016 di Ballroom Grand Inna Muara Hotel Padang, Rabu (2/11).

“Kota Padang ditunjuk sebagai tuanrumah IHCC 2016 karena sudah menuju kota sehat dan pintar. Terbukti, pada tahun 2015 lalu mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI di Jakarta,” sebutnya.

Karena telah mendapat penghargaan “Swasti Saba Wistara” itulah akhirnya Padang ditunjuk sebagai tuanrumah IHCC 2016. Sebab, penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam penilaian kabupaten / kota sehat. Sembilan tatanan atau variabel sebagai kota sehat berhasil diwujudkan Padang.

“IHCC 2016 ini diikuti 300 peserta dari seluruh kabupaten / kota se-Indonesia, ungkapan terimakasih kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan beserta Pemerintah Kota Padang yang telah menyukseskan agenda dua tahunan ini,” kata Syukkur S.

Dalam acara itu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyampaikan paparan tentang “Padang Kota Sehat Kota Pintar” di depan seluruh undangan. Dikatakannya, dengan dijadikannya Kota Padang sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan konferensi dan pameran pembangunan Kota Sehat di Indonesia yang ke empat, secara bertahap dan bersinergi antara Pemerintah Kota Padang dan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan paritisipasi masyarakat, maka Pemko Padang akan mencoba untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan integrasi dan kebersamaan seluruh komponen daerah ini, mulai dari pemerintah provinsi, kota dan masyarakat terjalin baik. Setiap permasalahan-permasalahan dapat teratasi dan menuju ke arah yang lebih baik,” tukas Mahyeldi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebut bahwa setiap kabupaten / kota diharapkan memerhatikan kesehatan daerahnya. Sebab selama ini dalam catatannya, hanya sebanyak lima persen kepala daerah yang memerhatikan kesehatan dan pendidikan daerahnya. “Bagaimana mungkin anak-anak bisa sekolah jika tidak sehat,” papar Nasrul Abit.

Nasrul Abit berharap, bupati dan walikota yang telah masuk dalam kategori Kota Sehat dan smart city untuk dapat mengatur daerahnya dalam pembangunan selama jabatannya. Menurutnya, selama jabatan yang diemban walikota dan bupati betul-betul dapat mengatur tata kotanya untuk jangka panjang dalam rangka menciptakan Kota Sehat dan Kota Pintar.

“Di Sumatera Barat baru 14 kabupaten / kota yang telah masuk dalam kategori Kota Sehat dan Pintar. Untuk ke depannya sangat diperlukan adanya perencanaan pembangunan yang baik melalui tata ruang dan tata kota. Jangan dibiarkan kabupaten dan kota berjalan dan berkembang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan,” harapnya.

Pembukaan IHCC 2016 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Sumbar Narul Abit. Dalam acara IHCC 2016 selama dua hari itu hadir Menteri Kesehatan RI yang diwakili Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Imran Agus Nurdi. Selain itu juga hadir Walikota Kuching Y. Bhg. Datuk Haji Abang Abdul Wahap Bin Haji Abang Julai, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah III Ditjen Bina Bangda Kemendagri Eduard Sigalingging. Termasuk Ketua Umum APEKSI serta Dirut PT Semen Padang Benny Wendry, Ketua FKS Kota Padang Rukayah Anwar, sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemko Padang, dan lainnya.

sumber: humas dan protokol kota padang


posted by @Adimin

Walikota Padang Islamkan Dua Murid SD Blasteran India dan Belanda

Written By Anonymous on 15 October, 2016 | October 15, 2016

Wako Padang, Mahyeldi memimpin proses syahadat terhadap dua orang siswi SDN 27 Anak Air, Koto Tangah, Claudia (12) dan Agustin (8), Jumat (14/10/2016) di Masjid Agung Nurul Iman. (humas)
VALORAnews - Claudia dan Agustin berada di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, Jumat (14/10/2016). Dua kakak beradik ini duduk menunggu shalat Jumat selesai. Ini kali pertama Claudia dan Agustin berada di lingkungan masjid.
Saat di Masjid Agung Nurul Iman, mata keduanya tertuju kepada barisan shalat Jumat di dalam masjid. Mereka menyaksikan jamaah lelaki melakukan gerakkan shalat. Matanya tak lepas seakan merekam setiap gerakan shalat.
Usia dua kakak beradik ini hanya terpaut empat tahun. Claudia berumur 12 tahun. Sedangkan Agustin 8 tahun. Keduanya tercatat sebagai siswi kelas enam dan kelas dua Sekolah Dasar (SD) 27 Anak Air, Koto Tangah. Keduanya berdomisili di Lubuk Buaya di samping SMA 7.
Di dalam tubuh Claudia dan Agustin mengalir darah blasteran India dengan Belanda. Ayahnya, Roby merupakan keturunan Belanda. Sedangkan ibunya Cristina, keturunan India. Kedua orangtuanya merupakan penganut Katolik.
Pada Jumat siang itu, jadi hari bersejarah bagi Claudia dan Agustin. Dengan dituntun Walikota Padang H Mahyeldi Dt Marajo, keduanya mengucap dua kalimah syahadat di Masjid Agung Nurul Iman. Prosesi ini disaksikan Syekh Yusuf Ansiri (Komandan Kepolisian Kota Madinah) serta sejumlah jamaah masjid tersebut.
Keduanya dengan lancar melafazkan dua kalimat syahadat. Dewi, guru kelas Agustin di SDN 27 menyebut, bahwa beberapa waktu belakangan ini keduanya tidak lagi tinggal dengan kedua orangtuanya.
"Claudia dan Agustin tinggal dengan Omanya," terang Dewi.
Dewi menuturkan, Oma dari kedua kakak beradik tersebut telah lebih dulu menganut Islam. Karena berada dan tinggal di rumah Omanya, Claudia dan Agustin praktis mengikuti ajaran Islam. "Orangtuanya telah mengizinkan mereka masuk Islam dengan membuat surat pernyataan," terang Dewi.
Usai menuntun Claudia dan Agustin melafazkan dua kalimat syahadat, mata Mahyeldi tampak berkaca-kaca. Peristiwa ini cukup mengharukan baginya. "Alhamdulillah, dengan meningkatnya dakwah semakin meningkat pula keislaman masyarakat. Mudah-mudahan pembinaan terhadap mereka terus berlanjut di masa yang akan datang," tukas Mahyeldi.
sumber: www.valora.co.id


posted by @Adimin

Padang Raih APN 2016 Tingkat Sumbar

Written By Anonymous on 14 October, 2016 | October 14, 2016

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno foto bersama dengan Wawako Padang, Emzalmi dan Harneli Bahar (Ketua TP-PKK Padang), usai menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tingkat Sumatera Barat 2016, di Terminal Bareh Solok, Kota Solok, Kamis (13/10/2016). (humas)
VALORAnews - Pemerintah Kota Padang meraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tingkat Sumatera Barat 2016. Penghargaan diserahkan pada peringatan Hari Pangan Sedunia oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno kepada Wakil Walikota Padang, H Emzalmi di Terminal Bareh Solok, Kota Solok, Kamis (13/10/2016).

Penghargaan APN Tingkat Sumatera Barat 2016 yang diterima Kota Padang dengan kategori Pembina Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota. Padang meraih penghargaan ini bersama Sawahlunto dan Padang Pariaman. Tidak itu saja, WHB Kelurahan Flamboyan Baru juga mendapatkan penghargaan sebagai pelopor ketahanan pangan.

Emzalmi usai menerima penghargaan mengucapkan terimakasih tak terhingga, kepada seluruh warga Kota Padang. Terutama kepada para petani yang memanfaatkan lahan dengan baik. "Penghargaan ini cukup prestisius. Terimakasih kepada seluruh warga Padang dan seluruh pihak yang terkait," ungkap Emzalmi didampingi Ketua TP PKK Ny Harneli Mahyeldi, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang Syaiful Bahri, Kepala Dispernakbunhut Dian Fakri, dan Kabag Humas dan Protokol Mursalim.

Disebutkan Emzalmi, meski Kota Padang memiliki lahan terbatas, akan tetapi cukup banyak yang dilakukan. Padang mampu memanfaatkan lahan yang ada, terutama dengan menggunakan system polyback.

Diungkapkan, saat ini Padang mampu mengantisipasi inflasi. Hal yang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yakni mengumpulkan komponen seperti cabai, bawang merah dan beras.

"Meski kita memiliki enam ribu hektar lahan sawah, tetapi produksinya mampu kita usahakan. Ke depan produksi yang perlu ditingkatkan lagi," terang Emzalmi.

Sementara, Irwan Prayitno mengapresiasi langkah Kota Padang dalam mengantisipasi inflasi. Harga cabai yang terus melonjak, dapat diantisipasi dengan menggalakkan program tanam sejuta cabai.

"Kota dan kabupaten lain perlu mencontoh Kota Padang," sebut Irwan.

Sisi lain, Irwan menyebut, pemerintah memiliki kewajiban dalam menyediakan pangan, ketahanan pangan dan lainnya. Kemudian produksi pangan diharapkan diupayakan dari hulu ke hilir. "Termasuk mengatasi kendala seperti hama, irigasi, pupuk dan alat," terangnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat, Effendi menerangkan, pihaknya akan gencarkan Kawasan Rawang Pangan Lestari (KRPL) dengan memberikan bantuan ketahanan pangan buat daerah bermasalah pangan. Daerah miskin rawan pangan akan menjadi daerah mandiri pangan.

"Kita masukkan ke dalam RPJM lima tahun ke depan. Kita targetkan 32 nagari miskin dapat dibina," paparnya.

Effendi menuturkan bahwa pihaknya juga akan menggencarkan pangan lestari. Termasuk mengajak rumahtangga memanfaatkan lahan perkarangan untuk pangan.



posted by @Adimin

Petinggi KMP Gelar Silaturahim di Gedung DPP PKS

Written By Anonymous on 01 April, 2016 | April 01, 2016

JAKARTA (31/3) -- Petinggi Partai Koalisi Merah Putih (KMP) mengadakan silaturahim di Kantor DPP PKS, Jln TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2016) malam.

Nampak hadir dalam agenda yang dibalut suasana penuh keakraban itu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum PPP Djan Faridz. Kedatangan mereka disambut Ketua Majelis Syuro DPP PKS Salim Segaf Al Jufri dan Presiden DPP PKS Mohamad Sohibul Iman. 

Beberapa petinggi partai-partai KMP juga turut menghadiri jamuan makan malam di Aula Utama Gedung DPP PKS. Tampak yang hadir, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Politisi PPP Dimyati Natakusumah dan Wakil Ketua Umum PAN Didik J Rachbini.

Setelah melakukan jamuan makan malam, para petinggi partai KMP melanjutkan dengan diskusi seputar isu-isu aktual dengan suasana kekeluargaan. [pks.id]


posted by @Adimin

Kota Padang Kian Menawan, Mahyeldi - Emzalmi Wujudkan Impian Masyarakat

Written By Anonymous on 27 February, 2016 | February 27, 2016

PADANG - Pasangan Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo bersama Wakil Walikota, Emzalmi benar benar mewujudkan impian masyarakat Padang akan hadirnya kota yang bersih dan tertata. Berbagai terobosan tanpa kekerasan dilakukan dalam waktu singkat, sehingga membuat Padang dalam sekejap menjadi kian menawan. Keindahan yang selama ini tersembunyi kini mulai tersingkap (terkuak-red).

Buktinya, keindahan pantai Padang yang tertutup kios kios pedagang dan tenda tenda ceper, sekarang telah bisa dinikmati dengan bebas oleh masyarakat. Berkat pendekatan yang luar biasa dari walikota, pedagang yang selama ini berjualan di sana malah bersedia membongkar sendiri tempat mereka dan pindah ke tempat yang telah disediakan oleh Pemko Padang di LPC (Lapau Panjang Cimpago).

Kini tak ada lagi bangunan yang mengahalangi keindahan pantai Padang. Pengunjung bisa bermain pantai dan menikmati kuliner yang dijajakan pedagang di sana.

“Kita memiliki pemimpin kota yang luar biasa. Sekarang pengunjung menjadi ramai. Alhamdulillah, yang makan ke sini juga semakin ramai,” sebut Yeni (40), salah seorang pedagang makanan di Pantai Padang.

Dengan ramainya tingkat kunjungan, omzet pedagang juga menjadi meningkat. Perekonomian mereka menjadi semakin terangkat karena daya beli meningkat.

“Alhamdulillah untuk omset harian lumayan besar,”sebut Yeni.

Apresiasi yang sama juga dilontarkan sejumlah pedagang. Pembangunan kembali pasar pasca gempa dalam waktu dua tahun ternyata bukan sekedar isapan jempol belaka. Hal itu kini benar benar dibuktikan dengan hadirnya sejumlah bangunan baru di Pasar Raya dan pasar satelit.

Di Pasar Raya misalnya, kehadiran blok IV dan blok III, disambut haru oleh pedagang. Impian mereka untuk bisa menempati kios baru benar benar terwujud.

"Kami bersyukur Walikota menempati janji untuk membangun pasar kami kembali. Sekarang kami telah nyaman berjualan,”sebut Awal (40), Ketua pedagang ikan di Pasar Raya Padang.

Acungan jempol juga dilontarkan sejumlah masyarakat terhadap keberhasilan Walikota Padang dalam menata kawasan pasar Lubuk Buaya. Sejak pedagang dipindahkan ke lantai atas, kemacetan yang selalu mewarnai kawasan Lubuk Buaya, kini tidak terlihat lagi. Hal itu karena kendaraan yang biasanya parkir di badan jalan sudah parkir di dalam.

“Apa yang diperbuat Walikota Padang di Pasar Lubuk Buaya memang benar benar luar biasa. Besar harapan kita, Pemko juga melakukan hal yang sama di pasar pasar satelit lainnya, seperti Bandar Buat dan Pasar Pagi Parak Laweh yang juga selalu diwarnai kemacetan,”ujar Mardiana (45), warga Tabing Padang.

Sejalan dengan itu, pemerintah kota juga telah mampu mencairkan ketegangan antara pemilik tanah di sepanjang Bypass dengan Pemko. Sehingga, pengerjaan jalur II yang telah ditunggu-tunggu itu bisa terwujud. Walikota memberikan jaminan kepada warga bahwa tanah yang konsolidasinya belum tuntas tak akan dirugikan.

Pengamat kebijakan publik, Asrinaldi mengatakan, warga kota Padang patut memberi apresiasi kepada pemerintahan saat ini, karena telah berhasil membawa perobahan pada wajah kota jika dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Dan keberhasilan ini menurutnya perlu dilanjutkan ke bidang bidang yang lain. Seperti pelayanan publik dan masalah transportasi.

“Jika kita berjujur-jujur, wajah Padang memang sudah berubah sekarang. Dan itu perlu dilajutkan pula pada bidang-bidang lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Jika pelayanan publik di tingkat kelurahan, kecamatan dan di dinas bisa dibenahi, ia yakin, akan banyak lagi apresiasi yang dilayangkan pada Walikota Padang periode ini.

“Sebagai warga yang baik, tentu kita harus memberikan dukungan penuh pada pemerintah kota agar benar benar membenahi semua bidang,”sebutnya. [humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

Padang Menuju Kota Impian

Written By Anonymous on 03 February, 2016 | February 03, 2016

“Kita punya Walikota Hebat”

Padang, kota tua yang banyak di kenang orang akan romantisme masa lalunya, kini mulai berlari menjemput ketertinggalan. Kota ini bersolek, setelah lama tersuruk  di tengah nyaring derap pembangunan kota – kota lainnya. Adalah mahyeldi, sang Walikota sebagai penyebar virus pembangunan. Lewat tangannya, impian warga kota bengkuang akan Padang yang indah, perlahan terwujud.

Jika dulu, beberapa tahu lalu, Padang dikenal dengan kebisingannya. Ketidakteraturannya, serta tukang palak yang bejibun banyaknya, kini berbeda. Padang bukan lagi kota centang-prenan, yang diurus setengah hati. Padang sekarang menuju kota terintegrasi. Kota hebat, yang punya segala hal tentang kenyamanan dan ketertiban. Warganya juga sudah boleh menepuk dada, dengan apa yang telah tertoreh.

Lantas siapa yang patut diprestasi atas perubahan drastis ini? Banyak orang yang terlibat, bejibun banyaknya ikut serta dalam membangun. Tapi, tentu, Walikota Padang Mahyeldi, adalah orang pertama yang patut diapresiasi. Buya, adalah inisiator perubahan bersama wakilnya Emzalmi.

Tangan dingin Wako dinilai ampuh mengubah wajah kota. Seperti pembenahan yang dilakukan di kawasan pantai Padang. Kawasan itu kini berubah signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laut luas tampak dari jauh, orang berdagang ramai, pengunjung nyaman, tukang palak tak nampak. Semuanya teratur.

Semua bangunan rumah makan dan kios yang dibuat pedagang disepanjang pantai dibongkar dan dibersihkan. Bahkan saat ini Pemko sudah memiliki desain dan bakal menyulap kawasan itu menjadi kawasan pendestrian yang indah dan nyaman bagi pengunjung. “Salut kita dengan Wako. Berkat tangan dinginnya, beberapa sudut dari kota ini sudah mulai berubah secara signifikan. Ini perlu kita apresiasi, karena hasil kinerja Mahyeldi memang nyata,” sebut Anton (40), warga Veteran.

Perubahan signifikan dalam waktu dekat ini, terang dia adalah prestasi yang luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kharisma memimpin yang luar biasa juga. “Sebenarnya ilmunya tak ada. Ilmunya di Wako kita. Orang-orang itu (pedagang-red) mau nurut dan pindah karena memang komunikasi dan pendekatan yang dilakukan Wako dan jajarannya sekarang lebih mengena,” pujinya lagi. Ia berharap, Wako Padang tak hanya mampu membenahi pantai padang, tapi juga lokasi wisata lainnya di Kota Padang. Sehingga kota ini menjadi lebih hidup dan ramai.

Warga Purus, Syafii (52) mengatakan, perubahan yang signifikan ini adalah prestasi yang luar biasa dan telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan pada masyarakat Purus dan sekitarnya. Saat ini kawasan itu menjadi ramai oleh wisatawan.

“Selain warga Kota Padang, yang paling diuntungkan warga sini. Mereka berdagang dan bisa untung besar, karena pengunjung banyak,” sebutnya.

Apresiasi yang sama juga dilontarkan terhadap kinerja Wako yang berhasil menata Pasar Lubuk Buaya denga menaikkan pedagang ke lantai II. Selama ini, kawasan itu tampak sumpek dan rentan macet pada siang dan malam hari. Namun sekarang kemacetan semakin berkurang, karena pedagang sudah dipindahkan dan lantai bawah dipersiapkan menjadi lokasi parkir. “Mudah-mudahan pedagang itu tak turun lagi, sebut Beni (38) warga Lubuk Buaya.

Menurutnya, berhasilnya pemindahan pedagang tersebut adalah gambaran prestasi bagi Pemko. Bahkan jika Wako mau bekerja, kawasan Banda Buek juga sudah sangat dinanti masyarakat untuk dibenahi. Sehingga, kemacetan disana dapat ditekan. Dalam kondisi sekarang, terang dia, kawasan Padang-Solok adalah kawasan central sehingganya harus diamankan dan bebas dari kemacetan. “Kita yakin dengan tangan dinginnya Wako yang sekarangl kawasan Banda Buek juga bakal tertata dalam waktu dekat,” kata dia.

Pantai Padang, bila benar-benar bersih dari bangunan serta lapak pedagang, nantinya Pemko Padang mulai menata objek wisata yang satu ini. Rencananya, akan dibangun sea world dan aneka permainan lainnya di Pantai Padang. Sea World adalah area permainan air berupa aquarium besar yang bisa dimasuki pengunjung, menyerupai.

Tidak hanya membangun sea world, Pantai Padang juga menyajikan aneka permainan air bagi pengunjung. Bagi pengunjung yang ingin menikmati berbagai permainan air, nantinya kawasan Pantai Padang juga akan dilengkapi berbagai arena permainan berupa banana boat, jet ski, parasailing dan aneka permainan lainnya.

Tak hanya itu, nantinya, di seputaran Danau Cimpago (blok K LPC) juga akan dibangun panggung budaya. Panggung ini nantinya akan difungsikan untuk menggelar berbagai pertunjukan seni budaya Minangkabau. Untuk mempermudah pengunjung dari arah Veteran ke Pantai Padang, nantinya juga akan dibangun sebuah jembatan dari depan Hotel Mercure melintas diatas Danau Cimpago menuju kawasan pantai. Selanjutnya juga akan dibangun sarana parkir di sisi barat dan sisi timur Danau Cimpago. Disisi barat akan dibangun dengan memanfaatkan face yang ada. Sementara parkir sisi timur akan diwujudkan berupa gedung parkir yang representatif yang sekaligus berfungsi sebagai shelter bagi pengunjung.

“Ini Langkah Maju”

Pengamat sosial yang juga praktisi pendidikan Davip Maldian menilai penataan, keberhasilan pemerintah Kota Padang dalam menata Pantai Padang dan pasar merupakan langkah maju yang patut disyukuri masyarakat. Tinggal lagi peran serta masyarakat untuk ikut mendukung.

“Kita sangat mengapresiasi langkah maju yang dilakukan Pemko Padang saat ini. Kita tak menyangka Wako selaku top-leader di kota ini sudaj menunjukkan ketegasannya,” sebut Davip Maldian, selasa siang.

Namun upaya penataan ini, kata dia, tidak akan ada artinya jika tak didukung oleh perubahan mental dari masyarakat. Pemko menurutnya masih mempunyai tugas beratmerubah mindset masyarakat terutama di seputar lokasi pantai agar lebih ramah terhadap pengunjung. Untuk itu kedepan, Pemko harus bisa menertibkan prilaku main pada pedagang atau petugas juru parkir.

“Pengunjung itu biasanya mau bisa membayar beberapa saja, asal mereka tak merasa ditipu,” sebut sosok yang juga Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia ini.

Pemko Padang harus mampu menertibkan semua-harga makan yang ditawarkan di kawasan pantai sehingga pedagang tak merasa ditipu. “Kalau orang sudah merasa tertipu, dia tidak akan mau balik lagi,” sebutnya.

Begitu juga dengan keberhasilan Pemko Padang menata pasar Lubuk Buaya. Keberhasilan itu menurutnya juga bisa menular ke pasar-pasar lainnya.

Sumber: Harian Pos Metro Padang, Rabu 3 Februari 2016


posted by @Adimin

Pantai Padang Akan 'Rancak' Ini Rencana Pemko Padang Menyulapnya

Written By Anonymous on 02 February, 2016 | February 02, 2016

Maket Pantai Padang. (humas)
PADANG - Pantai Padang akan menjadi lokasi wisata menarik dan menyenangkan bagi keluarga. Seiring dengan rencana Pemerintah Kota Padang untuk menata dan membuat aneka permainan di Pantai Padang.

Bila Pantai Padang sudah benar-benar bersih dari bangunan serta lapak pedagang, nantinya Pemko Padang mulai menata objek wisata yang satu ini. Rencananya, Pemko Padang akan membangun "Sea World" dan aneka permainan lainnya di Pantai Padang. Hal ini dibenarkan Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo. "Dalam hal ini kita mengundang investor yang ingin menanamkan modalnya, kita akan memberikan kemudahan," ujarnya.

Bangunan "Sea World" itu sendiri dibangun di kawasan Jetty atau samping jembatan Purus. "Sea World" adalah area permainan air berupa aquarium besar yang bisa dimasuki pengunjung, menyerupai "Sea World" di Ancol. Jika terwujud, ini akan menjadi "Sea World" pertama di Sumatera.

Tidak hanya membangun "Sea World", Pantai Padang juga menyajikan aneka permainan air bagi pengunjung. Bagi pengunjung yang ingin menikmati berbagai permainan air, nantinya kawasan Pantai Padang juga akan dilengkapi berbagai arena permainan air berupa banana boat, jet ski, parasailing dan aneka permainan lainnya.

Tak hanya itu, nantinya, di seputaran Danau Cimpago (blok K LPC) juga akan dibangun sebuah panggung budaya. Panggung ini nantinya akan difungsikan untuk menggelar berbagai pertunjukan seni budaya Minangkabau.

Untuk mempermudah pengunjung dari arah Veteran ke Pantai Padang, nantinya juga akan dibangun sebuah jembatan dari depan hotel Mercure melintas di atas Danau Cimpago menuju kawasan pantai. Selanjutnya juga akan dibangun sarana parkir di sisi barat dan sisi timur Danau Cimpago. Di sisi barat akan dibangun dengan memanfaatkan face yang ada. Sementara parkir sisi timur akan diwujudkan berupa gedung parkir yang representatif yang sekaligus berfungsi sebagai shelter bagi pengunjung.

Guna menambah kenyaman pengunjung terutama dalam beribadah, di kawasan Purus juga akan dibangun dua mushalla. Yakni di kawasan Barat dan Timur. Mushalla akan dibangun lebih representatif sehingga nyaman.

sumber: humas dan protokol kota padang


posted by @Adimin

Dulu Semrawut, Setelah Dibenahi Pasar Lubuk Buaya, Kini Ramai dan Nyaman

Written By Anonymous on 31 January, 2016 | January 31, 2016

Pasar Lubuk Buaya Sekarang
PADANG - Tekad Pemerintah Kota Padang untuk membenahi pasar satelit mulai menampakkan hasil. Satu persatu pasar satelit ditata sehingga nyaman untuk dikunjungi.

Pasar Lubuk Buaya salah satunya. Pasar yang berada di ujung utara Kota Padang ini sebelumnya semrawut. Pedagang berkepusu di bagian depan pasar. Lokasi parkir bagi kendaraan pun telah dikuasai pedagang, sehingga tak ada tempat bagi pengendara memarkir kendaraannya. Begitu pula di trotoar depan pasar, telah dijubeli pedagang.

Namun itu dulu. Kini Pasar Lubuk Buaya sudah tak lagi begitu. Kondisi pasar telah jauh berubah. Terlebih setelah Dinas Pasar Kota Padang menata Pasar Lubuk Buaya. Lantai dua pasar ini kini telah mulai ditempati pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi parkir depan pasar dan di trotoar. Mereka mulai menghuni lantai II terhitung Jumat (29/1).

Sejak lantai II ditempati pedagang, suasana nyaman begitu terasa saat berbelanja di pasar ini. Kondisinya yang cukup bersih dan tertata membuat pengunjung tak lagi harus bergedincit dan terkena becek saat berbelanja.

Hal ini dibenarkan Rita, salah seorang pengunjung yang datang berbelanja ke Pasar Lubuk Buaya, kemarin. Menurutnya, Pasar Lubuk Buaya telah jauh berubah dan mulai nampak tertata.

"Pedagang lah manggaleh ka lantai duo baliak. Di muko pasa lah mulai lapang (Pedagang sudah kembali berjualan di lantai dua. Di depan pasar sudah mulai lapang)," ujar wanita beranak satu ini.

Ungkapan senada juga diutarakan Zulfi. Lelaki asal Kuranji yang kerap berbelanja di Pasar Lubuk Buaya ini mengapresiasi langkah dan upaya Pemko Padang membenahi Pasar Lubuk Buaya.

"Kalau sudah begini kondisinya, Pasar Lubuk Buaya nampak lapang. Salut untuk Pemko Padang yang mampu mengakomodir pedagang sehingga dapat tertata seperti sekarang," timpalnya.

Sementara, Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Endrizal menyebut aktifitas di lantai dua pascapindahnya pedagang terlihat ramai dan nyaman. Dia menyebut pedagang yang berjualan di lantai II sebanyak 201 PKL. Di lantai II terdapat 226 lapak bagi pedagang.

Endrizal mengatakan nantinya pedagang yang berada di sisi kiri dan kanan pasar juga akan naik ke lantai II. Ini dilakukan setelah tahap III dikembangkan. "Nanti seluruh pedagang akan naik sehingga pasar ini menjadi nyaman dikunjungi," ulasnya.

Endrizal juga mengapresiasi seluruh pedagang yang cukup kooperatif pada saat pemindahan ke lantai II. Dalam rencana pemindahan pedagang ketika itu, Pemko Padang terus menjalin komunikasi yang intens dengan seluruh pedagang. Sehingga pada saat pemindahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum melalui Kabid Bina Marga, Hendri Viton mengatakan, untuk lebih mempercantik, halaman depan Pasar Lubuk Buaya akan diaspal. Pengaspalan dilakukan Sabtu (30/1) pagi. Dinas PU menggunakan dana APBD 2016 dalam pengaspalan ini.

"Direncanakan semua selesai dalam kurun waktu tiga pekan ke depan," pungkasnya.

sumber: humas dan protokol Kota Padang


posted by @Adimin

Pelantikan Gubernur Sumbar Dijadwalkan Februari

Written By Anonymous on 28 January, 2016 | January 28, 2016

Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
Padang, (AntaraSumbar) - Sekretaris Daerah Sumatera Barat Ali Asmar menyampaikan pelantikan gubernur Sumbar terpilih dijadwalkan dilaksanakan pada pertengahan Februari 2016 oleh Presiden Joko Widodo.

" Kalau tidak ada kendala, karena sengketa di Mahkamah Konstitusi sudah selesai, pelantikan gubernur terpilih akan dilaksanakan pertengahan Februari," kata dia di Padang, Selasa.

Menurut dia soal jadwal tersebut sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat dan daerah hanya mengikuti saja.

"Harus ada gubernur definitif yang memimpin Sumbar, kalau penjabat sementara akan terkendala karena harus menjalankan tugas lain," ujarnya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar menetapkan pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit sebagai calon gubernur terpilih dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih pada 23 Januari 2016.

Irwan-Nasrul terpilih menjadi gubernur Sumbar periode 2016-2021 berdasarkan hasil rekapitulasi surat suara pada rapat pleno dengan perolehan 1.175.858 suara atau mengungguli pasangan nomor urut satu Muslim Kasim-Fauzi Bahar dengan perolehan 830.131 suara.

Ketua Bawaslu Sumbar Elly Yanti mengapresiasi kinerja KPU Sumbar yang telah berhasil sampai pada tahapan rapat pleno penetapan cagub terpilih.

"Selanjutnya demokrasi ini tentunya akan dilanjutkan dengan paripurna di DPRD Sumbar dan rakyat akan bersama-sama menanti konsep pelantikannya," katanya.

Calon Gubernur Sumbar terpilih Irwan Prayitno menyampaikan kemenangan yang diperolehnya adalah kemenangan masyarakat karena mereka diusung oleh masyarakat Sumbar dan tidak akan sampai pada tahapan penetapan calon terpilih tanpa dukungan tersebut.

"Penetapan KPU ini adalah penetapan rakyat dan kemenangan ini ialah kemenangan mereka pula," ujarnya.

Pilkada Gubernur Sumbar diikuti dua pasang calon yaitu Muslim Kasim-Fauzi Bahar dan Irwan Prayitno-Nasrul Abit yang digelar pada 9 Desember.

KPU Sumbar mencatat jumlah pemilih untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada serentak 9 Desember 2015 sebanyak 3.496.836 orang. [antarasumbar.com]


posted by @Adimin

MK Tolak Seluruh Gugatan Muslim Kasim-Fauzi Bahar

Written By Anonymous on 22 January, 2016 | January 22, 2016

Jakarta - Majelis hakim konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang diajukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar nomor urut 1, Drs. H. Muslim Kasim, Ak. MM dan Dr. Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat saat membacakan putusan di Gedung MK, Jumat (22/1/2016) siang.

Sidang tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB, sementara putusan dibacakan pada pukul 10.12 WIB.

Putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Arief Hidayat di Jakarta, Jumat, menyebut gugatan yang diajukan MK-Fauzi tidak dapat diterima, kata Wakil Gubernur terpilih, Nasrul Abit yang juga memantau jalannya persidangan di Jakarta dan melaporkannya kepada wartawan di Padang melalui telepon selularnya.

Nasrul Abit berharap dengan adanya keputusan MK, semua pihak kini bisa bahu membahu untuk pembangunan Sumatera Barat ke depan. 

"Ini adalah lembaga peradilan terkait sengketa hasil Pilkada. Dengan adanya keputusan ini, tentu saya berharap semua pihak kini bisa menyatu kembali untuk kepentingan Sumatera Barat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Irwan-Nasrul Abit Budi Syukur mengatakan, keputusan MK adalah keputusan yang adil dalam menyikapi proses demokrasi di Sumbar. Karena Pilkada Sumbar sudah berlangsung sesuai aturan yang berlaku. [minangkabaunews.com]



posted by @Adimin

Rapikan Kota, Langkah Wako Padang Disambut Warga

Written By Anonymous on 20 January, 2016 | January 20, 2016

PADANG –Keinginan Pemerintah Kota Padang untuk membenahi dan merapikan kota cukup didukung oleh masyarakat. Hal ini terlihat pada saat melakukan pembenahan di sejumlah kawasan seperti di By Pass, Pantai Padang dan lainnya.


Warga Kota Padang nampaknya telah cukup dewasa dan memahami apa yang diinginkan oleh Pemerintah Kota Padang. Karena semuanya ini bukan kepentingan walikota dan jajarannya semata, melainkan adalah mutlak untuk kepentingan masyarakat Kota Padang secara keseluruhan.

Pada saat akan dilakukan pembenahan bangunan liar di jalur dua By Pass, sebelumnya timbul riak-riak bahkan protes dari kalangan warga. Namun setelah disosialisasikan dan diberi pemahaman oleh Pemko, akhirnya pembenahan dan pembongkaran bangunan yang ada di pinggir kiri dan kanan jalur Bypass berjalan dengan mulus. Hingga sekarang, proyek pengerjaan jalur dua By Pass hampir setengah jalan.

Begitu juga pembenahan di kawasan batu grip Pantai Padang. Kendati sebelumnya sempat muncul semacam protes dari kalangan pedagang yang memiliki bangunan di atasnya, namun akhirnya pembenahan di batu grip Pantai Padang mulai dari Purus Tiga (depan Rusunawa) hingga ke Simpang Olo Ladang, berjalan lancar.

Untuk tahap berikutnya akan dibenahi pula kawasan Pantai Padang, mulai dari Simpang Olo Ladang hingga ke depan Lembaga Permasyarakatan (LP) Muaro. Sehingga Pantai Padang benar-benar dinyatakan bersih dari bangunan-bangunan yang berada di bibir pantai. Jika ini terwujud, maka masyarakat pengunjung Pantai Padang akan dapat dengan leluasa menikmati Pantai Padang dengan pandangan bebas ke samudera luas.

Masyarakat Kota Padang ternyata tidak seluruhnya yang tidak menginginkan Pantai Padang menjadi bersih. Rata-rata masyarakat ingin Pantai Padang bersih. Karena hal ini sangat berdampak kepada perekonomian warga yang bertempat tinggal di sana.

“Kami sabananyo lai sanang pantai ko barasiah jo aman, cuma salamo ko banyak nan alun paham jo program Pemko,” kata Ina, warga Purus, saat menyaksikan pembenahan Pantai Padang oleh Pemko Padang, Selasa (19/1).

Hal serupa juga dikatakan seorang pemuka masyarakat Purus, Mak Itam. Menurutnya, upaya Pemko untuk menata kawasan pantai cukup didukung. Apalagi penataan dan pembersihan itu didukung langsung oleh Sekdako Padang Nasir Ahmad.

“Pak Nasir Ahmad juga masyarakat Purus, sebagai pejabat tidak mungkin Pak Sekda tidak memikirkan kami,” ujar Mak Itam.

Di tempat terpisah, para pedagang juga banyak yang telah ikhlas membongkar sendiri bangunannya. Karena, di samping untuk keindahan dan kenyamanan Pantai Padang, para pedagang juga menyadari bahwa lokasi yang mereka tempati adalah tanah milik pemerintah.

"Lah bialah, awak kan lah lamo di siko mah, lah cukuik lo rasonyo,” kata Iwan, setengah berbisik kepada temannya.

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya Walikota Padang bersama jajarannya meninjau kondisi rumah-rumah warga yang ada di sekitar jalan Bandar Pulau Karam, Kecamatan Padang Barat. Dari hasil pemantauan Walikota, seringnya terjadi banjir di sekitar kawasan itu disebabkan banyak riol-riol yang mampet karena timbunan sedimen, di samping banyak yang tertutup oleh bangunan warga.

Pada hari itu, Walikota mewanti-wanti warga untuk memahami keadaan sebenarnya. Dan ternyata, keinginan Walikota disambut baik oleh warga. Rata-rata warga di sana sangat menginginkan kawasan mereka dibenahi sehingga terhindar dari banjir. Seperti diakui Lurah Kampuang Pondok, Jasmi. Menurut Lurah Jasmi, jumlah bangunan yang mesti ditertibkan di jalan Bandar Pulau Karam sebanyak 11 unit. Sembilan diantaranya rumah warga. Dan tiga lainnya yakni Poskamling, Pos Ronda milik Kelurahan Berok Nipah termasuk salah satu hotel.

"Pada umumnya pemilik bersedia membongkar sendiri bangunannya,” sebut Lurah.
Dikatakan Lurah, hingga saat ini dari sebelas bangunan itu, tujuh bangunan sudah dibongkar sendiri oleh warga. Sementara empat unit bangunan lain belum dibongkar, yakni milik Sandra dan Ria. Sedangkan dua lainnya Pos Ronda Berok Nipah serta hotel. Lurah berharap bangunan yang belum dibongkar itu akan dibongkar sendiri oleh warga sehingga riol bebas dari bangunan dan PKL.

Warga jalan Bandar Pulau Karam, Ajo menyebut bahwa dirinya mau saja membongkar bangunan, asalkan sama-sama dibongkar semua yang bermasalah.

“Awak namuah-namuah se nyo, asa lai samo-samo mambongka. Kami indak nio ribuik-ribuik,” tukasnya.

Salah seorang warga yang telah membongkar sendiri bangunannya, Elfinsyah mengakui bahwa dia memang telah salah selama ini.

“Awak iyo alah salah salamo ko, mambuek bangunan di ateh banda, makonyo kini awak sadar, awak bongka surang,” sebutnya.

[sumber: Humas dan Protokol Kota Padang]



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger