Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 22, 2012
Oleh karena itu, IM-Salafy dan Poros Koalisi Kekuatan Islam bersepakat:
posted by Adimin
Fakta Bicara : Referendum Mesir, Bukti Kokohnya Mursi
Written By @Adimin on 22 December, 2012 | December 22, 2012
By: Nandang Burhanudin
***
Moursi-IM-Salafy-dan koalisi kekuatan Islam bisa "sedikit bernafas lega"
atas hasil referendum yang mengatakan 56,53 % rakyat menerima
"Amandemen Konstitusi" dan 43,47 % menolak. Sebaliknya kaum
Liberal-Sekuler yang didukung minoritas Koptic dan Muslim ambigu,
semakin "kebingungan" dan memikirkan langkah strategis agar kemenangan
kaum Islamiyun bisa dijegal di fase kedua referendum, juga pada
pemilihan anggota DPR dua bulan yang akan datang.
Selain menunjukkan kokohnya koalisi kekuatan Islam, suksesnya referendum
yang diraih kaum Islamiyun menjadi pertanda nyata semakin kuatnya
elektabilitas dan ketokohan Dr. Moursi, terutama di provinsi-provinsi
yang pada Pilpres pertengahan tahun 2012 tidak memilih Moursi.
catatan (ed):Di Propinsi Sharkiyyah menang 65,9 % padahal waktu pilpres kemarin Morsi kalah.
Juga di Propinsi Daqahliya (Manshurah); 55.1% Yes dan 44.9% No | dimana putaran 2 pilpres, Mursi kalah di propinsi ini.Anas Akram Syair (IM) mengatakan: "Sekarang (referendum tahap I) ibarat pertandingan tandang dan kita (pro) menang, apalagi nanti pertandingan kandang".Referendum tahap 1 diadakan di provinsi yang rata-rata menjadi lumbung suara Shafiq ketika Pilpres. Khususnya Cairo.Referendum tahap 2 (Sabtu, 22/12) akan berbeda dg tahap 1. Tahap 2 akan diadakan di provinsi-provinsi yg menjadi kantong suara kalangan Islamis.Referendum tahap 1 ibarat kemenangan 'tandang' 0-1 bagi mereka yg mengatakan "Iya". Kemenangan 'kandang' di tahap 2 akan lebih besar. Insya Allah.
(12 dari 18 propinsi yg akan bertarung pd putaran ke 2,merupakan basis gerakan islam)
Jika di Gel. 1 yg berkata "Iya" 56,53% dan "Tidak" 43,47%. Diperkirakan di Gel. 2 persentase "Iya" akan meningkat dan "Tidak" akan berkurang.
Sedangkan angka 43 % penolakan terhadap amandemen Konstitusi membuktikan
bahwa realitas masyarakat Mesir belum sepenuhnya FUTUH dan ini menuntut
kerja keras aktivis Islam (IM+SALAFY) untuk semakin gencar berdakwah
dengan langkah nyata, massif, dan terukur. Mengingat angka 41 % memberi
tanda adanya tiga kelompok besar rakyat Mesir yang:
1. Pro rezim Mubarak, yang merindukan era Mubarak kembali berkuasa.
Ini dimotori oleh para pejabat, kroni-kroni Mubarak, birokrasi, dan
aparat yang banyak menikmati hak-hak privilage. Bukti-bukti nyata sangat
mudah ditemukan, misalnya aparat polisi yang dimotori beberapa perwira
tinggi, pamen, dan perwira di lapangan yang cenderung memihak oposisi.
Dimana mereka MEMBIARKAN aksi anarkisme terhadap Syaikh Mahlawi,
pengepungan jamaah di masjid Asy-Syuhada Alexandria, penghancuran 28
kantor IM dan markaz-markaz Dakwah milik Salafy, pengeroyokan terhadap
wartawan koran FJP (afiliasi ke partai FJP-IM), dan anarkisme kepada
para pengikut Syaikh Hazim Ismail (pemimpin salafy Mesir). Namun pihak
aparat begitu CEPAT dan GALAK saat ada pengrusakan kantor Partai Wafd
(sekuler) dengan menuduh pelakunya adalah pengikuti Syaikh Hazim Ismail.
2. Kaum Oportunis yang menunggangi eksponen Revolusi 25 Januari.
Mereka diwakili kaum kaya dan borju, yang tidak menampakkan diri
MENENTANG Moursi, namun diam-diam mendanai aksi anti Moursi. Tidak ada
alasannya, selain alasan ekonomi dan kepentingan bisnis.
3. Kaum yang terkena propaganda.
Termasuk salah satunya adalah Kristen Koptic. Padahal Moursi dengan
keneragawanannya telah memberikan 9 jatah kursi di MPR Mesir (5 Kristen
Ortodox, 2 Kristen Protestan, 2 Kristen Katholik), 1 di Wakil Presiden, 3
di Kementrian, dan dalam draft Konstitusi yang diamandemen, Kristen
menjadi agama samawi minoritas yang dilindungi keberadaan dan
keberlangsungannya oleh negara. Tapi, Kristen Koptik terkecoh propaganda
hingga akhirnya tak sedikit Betrix, Pendeta, yang terhasut. Kebencian
terus menerus dihembuskan, bahkan Majalah Rozer Yousef milik Koptik
menyebut Moursi sebagai "FIR'AUN BERJANGGUT".
Termasuk yang terkena propaganda adalah umat Islam yang pikirannya
menerapkan Wahyu Ilahi, namun kakinya tidak berpijak di bumi. Seperti
mengawang. TIdak di langit tidak di bumi. Di saat seluruh elemen Muslim
lain berjibaku melawan koalisi SEkuler-Liberal, tipe muslim demikian
lebih memilih GOLPUT dan sibuk SENDIRI dengan konferensi-konferensi dan
seminar-seminar. Alhamdulillah, jumlah mereka tak terlalu signifikan.
Hingga tidak menggenapkan tidak juga mengganjilkan.
Di titik ini, kematangan dakwah IM+Salafy dan faksi-faksi Islam lain
dituntut. Benar yang dikatakan Asy-Syahid Hasan Al-Banna, "Tugas sebagai
dai bukan mencaci maki gubuk-gubuk akidah yang reyot dan usang. Tugas
kita bukan menjelek-jelekkan keadaan dan sistemnya yang usang. Namun
tugas kita adalah mendirikan istana akidah yang megah. Agar
mereka-mereka bisa masuk ke dalamnya dengan sukarela, dan gubuk-gubuk
akidah mereka yang reyot dan usang akan hancur oleh mereka sendiri,
bukan oleh kita."
Oleh karena itu, IM-Salafy dan Poros Koalisi Kekuatan Islam bersepakat:
- Bekerja sungguh-sungguh untuk menjadi pengawal Konstitusi dan produk-produknya yang konstitusional.
- Memberikan suara "YA" atas amandemen konstitusi agar Mesir mengakhiri masa turbulensi, fokus membangun negeri, dan memfungsikan kembali lembaga-lembaga negara.
- Melawan dengan TEGAS dan BERANI setiap aksi diktator yang anarkis dan merusak, baik merusak akhlak ataupun politik dengan cara-cara yang santun namun tetap tegas.
- Mengetuk hati-hati dari jiwa-jiwa yang masih memiliki nurani untuk turun menyelamatkan bangsa mesir menuju bangsa Terhormat, MERDEKA, ADIL, dan SEJAHTERA.
- Membuka DIALOG kepada seluruh parpol-elemen-tokoh-dan suku di Mesir untuk mencari solusi dari setiap perbedaan demi kesuksesan revolusi.
- Mendukung kebersihan hukum dan keberanian menindak setiap perilaku jahat yang merusak ketenteraman dan keadilan rakyat Mesir.
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
December 21, 2012
1. KH A. Fannan Hasib – Fadhilah Budiono (PKS-PBR-PPNUI) / 31,44 %
2. KH Achmad Yahya – HM Faidol Mubarrak (Independen) / 3,06 %
3. Noer Tjahja – Heri Purnomo (PKB,Golkar dan PD) --ini pasangan incumbent-- / 16,93 %
4. Haryono Abdul Bari – Hamiduddin Iskhak (Gerindra, PKNU dan partai non parlemen) / 16,81 %
5. KH Faisol Muqoddas – Tryandi Husnul (Independen) / 0,82 %
6. Hermanto Subaidi - KH Jakfar Sodiq (PPP, PDP, dan Pakar Pangan) / 30,94 %
Koalisi PKS-PBR-PPNUI Menang di Pilkada Sampang Madura
Written By @Adimin on 21 December, 2012 | December 21, 2012
SAMPANG – Pasangan bakal calon
bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacabup) Sampang, KH A.
Fannan Hasib dan Fadhilah Budiono ditetapkan sebagai pemenang Pilkada
Sampang, periode 2013 – 2018 mendatang.
Penetapan Al-Falah (singkatan dari A.Fannan-Fadhilah) ini dilakukan KPU
Sampang setelah merekapitulasi hasil perhitungan suara di KPU Kabupaten
Sampang, di kantor Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI), Jl
Rajawali, Sampang, Senin (17/12/2012).
Pasangan yang diusung oleh koalisi PKS-PBR-PPNUI ini memperoleh jumlah suara sebesar 163.483 atau 31,44 %.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang yang berlangsung pada 12
Desember 2012 (12-12-12) ini diikuti oleh enam pasangan calon Bupati dan
Wakil Bupati :
1. KH A. Fannan Hasib – Fadhilah Budiono (PKS-PBR-PPNUI) / 31,44 %
2. KH Achmad Yahya – HM Faidol Mubarrak (Independen) / 3,06 %
3. Noer Tjahja – Heri Purnomo (PKB,Golkar dan PD) --ini pasangan incumbent-- / 16,93 %
4. Haryono Abdul Bari – Hamiduddin Iskhak (Gerindra, PKNU dan partai non parlemen) / 16,81 %
5. KH Faisol Muqoddas – Tryandi Husnul (Independen) / 0,82 %
6. Hermanto Subaidi - KH Jakfar Sodiq (PPP, PDP, dan Pakar Pangan) / 30,94 %
Penetapan Fannan-Fadhilah sebagai pemenang ini disambut gembira
pendukungnya. Bahkan ada melakukan cukur gundul di halaman pendopo
wabup, sebagai bentuk wujud syukur.
“Kemenangan ini merupakan karunia Allah kepada kami. Kami mengucapkan
Allhamdulillah, mudah-mudahan membawa Sampang ke depan lebih baik,” kata
Fannan Hasib, saat ditemui wartawan.
Sedang calon wakil Bupati terpilih Fadhilah Budiono menyatakan mereka
ingin menjadi hodamul ummah atau pelayan rakyat dan pemimpin agamis,
yang mengerti watak masyarakat Madura, khususnya rakyat Sampang.
“Kami bukan minta dilayani masyarakat, tapi kami yang akan melayani
masyarakat semampu kami. Karena itu, kami yakin sosok pemimpin pelayan
masyarakat yang diinginkan rakyat Sampang,” ujarnya.
Selain itu, ia ingin memperbaiki tatanan pemerintahan yang dinilai sudah
melenceng dari aturan, karena hanya diukur dengan uang. Sehingga perlu
dibenahi dengan serius agar menjadi lebih baik dan bermafaat bagi
Sampang ke depan dan masyarakatnya.
pkspiyungan
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita
December 06, 2012
posted by Adimin
AS dan Zionis Dibelakang Demo Anti Mursi?
Written By @Adimin on 06 December, 2012 | December 06, 2012
NNM News memberitakan, pada saat ini (4/12), Presiden Moursi dievakuasi
dari Istana kepresidenan setelah para demonstran berhasil mengepung dan
memasuki area istana.
Menurut sumber-sumber rahasia, Kedubes AS di Kairo menjadi donatur rahasia bagi para koordinator demonstran secara rahasia.
Dalam kawat diplomatik yang bocor tersebut dinyatakan, nama-nama yang
mendapatkan suplai dana secara langsung adalah: 3 mantan Capres (Amr
Musa, Elbaradai, dan Syafiq yang dikalahkan Moursi) dan partai-partai
yang menikmati privilage di era Mubarak. Targetnya: menjalankan agenda
Amerika dan Zionis Israel untuk menyingkirkan suara mayoritas kaum
Islamis (IM dan Salafy).
Bahkan, Elbaradai dengan penuh percaya diri mengancam akan memilih
kekerasan dan menyulut konflik jika Presiden Moursi tidak membatalkan
dektrit Presiden tentang UU.
Sungguh, 5 bulan Moursi memerintah, jebakan-jebakan batman silih berganti. Moursi adalah presiden di negara yang:
1. Tidak ada UU.
2. Tidak ada DPR.
3. TIdak ada MPR.
4. Memerintah negara yang birokrasi-militer-aparat adalah antek-antek Mubarak.
5. Memerintah negara yang terus menerus diawasi Israel dan AS.
Di sisi lain, Moursi dan IM terus menerus dituduh sebagai antek AS,
budak Barat, bahkan oleh HT Internasional disebut Mubarak yang
berjanggut. Karena menurut HT, Moursi tidak menjalankan syariat-tidak
membatalkan perjanjian Camp David-tidak mengirim tentara ke Israel-dan
Moursi dituduh menjalankan demokrasi.
Sungguh, teramat berat amanah yang diemban Presiden Moursi. Diserang
dari LUAR dan dirongrong dari DALAM. Tujuan dari semua serangan adalah:
melanggengkan hegemoni Irael (Zionis) dan AS-Barat (Salibis).
Musuh-musuh Islam paham betul, ketika IM-Salafy bersatu, maka 2/3
kekuatan Islam menjadi penguasa mutlak di Mesir. Saat kaum Islamis
berkuasa di dunia nyata, dan berhasil meraih simpati rakyat, maka tak
ubahnya menjadi "tanda bahaya" yang akan mewabah ke wilayah Timteng dan
negeri-negeri Islam pada umumnya.
AS dan Zionis sangat takut terhadap Islam yang diamalkan. Tapi keduanya
tidak akan pernah takut pada Islam yang hanya di tataran teori.
Bagi AS dan Zionis, negara yang berpenduduk muslim dan sukses dalam hal
ekonomi, stabil dalam politik, unggul dalam SDM lebih menakutkan
daripada teori KHILAFAH. Di titik ini, mengapa AS dan Zionis berusaha
sekeras mungkin membendung dan merusak tampilan Islam dan Muslim yang
berkuasa. Tapi membiarkan konferensi-konferensi Khilafah dan
diskusi-diskusi Syariah. Karena mereka paham, kekuasaan sekecil apapun
yang berbau Islam itu jauh lebih berbahaya dari teori kekuasaan global
yang hanya selesai di tataran makalah dan orasi.
Kita doakan, semoga Moursi-IM-Salafy sukses menjalakan amanah ini.
"Mesir ini kepalanya bangsa Arab dan umat Islam. Jika kepalanya kuat, umat ikut kuat" (Khalid Misyal, Hamas)
posted by Adimin
Label:
NEWS,
TOPIK PILIHAN
December 05, 2012
Dua Umar dan Gempa Bumi
Written By @Adimin on 05 December, 2012 | December 05, 2012
Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan
kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang
saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan
berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah
(buatlah Allah ridha kepada kalian)!"
Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"
Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.
Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.
Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''
Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."
"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15). Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."
"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."
Jika saja kedua Umar ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras, inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu
Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"
Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.
Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.
Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''
Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."
"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15). Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."
"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."
Jika saja kedua Umar ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras, inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu
sumber : cyber sabili
posted by Adimin
November 27, 2012
Kebanggan dunia & Akherat
Written By @Adimin on 27 November, 2012 | November 27, 2012
Malam itu saya dan istri
sedang mampir di sebuah warung es kelapa di pinggir jalan. Di sana
terlihat seorang pria tengah menikmati es kelapa.
Pemilik warung itu adalah sepasang suami-istri asal Medan yang saya duga dari logat bicaranya. Kami berdua memesan es kelapa.
Tak lama kemudian, datang seorang bocah berusia sekitar tujuh tahun. Ia lalu mencium tangan pemilik warung, yang ternyata adalah orang tua si bocah. Dari pakaiannya terlihat kalau bocah ini baru usai mengaji karena memakai baju koko dan peci.
Pria pembeli yang datang sebelum kami membuka pembicaraan. “Itu anak bapak, ya?" kata dia kepada pemilik warung es kelapa.
Bapak pemilik warung itu pun membenarkannya. Ia kemudian menyapa si bocah. "Habis pulang ngaji ya, Nak?" Bocah itu mengangguk. "Ngajinya sudah sampai surah apa?" tanya pria tadi. Bocah itu menjawab bahwa ia sudah mengaji hingga Surah al-Mulk.
Mendengar jawaban bocah itu, saya dan istri mulai tertarik dan pasang telinga. Kami melihat mimik bangga yang tersirat di wajah si pemilik warung itu. Pria ini kembali melanjutkan pertanyaan. “Apakah kamu hafal Surah al-Mulk?"
Anak itu kembali mengangguk. Maka, mulailah pria ini menguji hafalan si bocah. Pria itu membaca penggalan awal ayat ke-16 dari Surah al-Mulk dan meminta bocah tersebut untuk melanjutkannya. Bocah itu membaca dengan fasih ayat ke-16 itu hingga selesai.
Saya dan istri terpesona dengan hafalan anak itu. Kedua orang tuanya tampak bangga atas hafalan anaknya. “Subhanallah... boleh saya minta kamu baca satu ayat lagi?” pinta pria tadi.
Anak itu pun tanpa sungkan membaca kelanjutan ayat ke-17. Dan, tatkala ayat ke-17 usai dibaca oleh sang bocah, kami semua bertasbih memuji Allah SWT dengan suara yang lebih keras.
Si pria ini pun kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah uang untuk si bocah. "Aku ingin memberi hadiah untukmu karena kamu sudah hafal Surah al-Mulk.”
Bocah itu pun dengan senang hati menerimanya. Si pria ini setengah bercanda kepada kedua orang tua si bocah. "Kalau anaknya hafal Surah al-Mulk, pasti kedua orang tuanya lebih banyak lagi hafalannya?!" ujar pria itu.
"Wah, boro-boro hafal, Pak. Baca Alquran saja kami tidak bisa,” jawab ayah si bocah. Namun demikian, pria ini tetap memberikan semangat kepada kedua orang tuanya bahwa sang anak akan menjadi perisai keduanya kelak di akhirat nanti.
Saya pun dan istri bangkit dari duduk untuk membayar es kelapa yang telah kami minum. Pria pembeli tadi berkata saat melihat kami bangkit. "Maaf Pak... Bu..., izinkan saya mentraktir kalian berdua. Saya amat bahagia malam ini," ujarnya.
Kami berdua lalu menyampaikan terima kasih kepadanya sebelum berpamitan. Sesaat akan meninggalkan warung itu, saya menyaksikan kedua orang tua itu mengelus kepala si bocah. Di sana tersirat kebanggaan dari keduanya akan kemampuan anaknya.
Anak itu telah membuat ayahnya bangga di hadapan makhluk saat di dunia. Dan saya yakin, anak ini juga telah membuat bangga kedua orang tuanya di hadapan Allah sebab hafalan Alquran yang dimilikinya. Subhanallah.
Pemilik warung itu adalah sepasang suami-istri asal Medan yang saya duga dari logat bicaranya. Kami berdua memesan es kelapa.
Tak lama kemudian, datang seorang bocah berusia sekitar tujuh tahun. Ia lalu mencium tangan pemilik warung, yang ternyata adalah orang tua si bocah. Dari pakaiannya terlihat kalau bocah ini baru usai mengaji karena memakai baju koko dan peci.
Pria pembeli yang datang sebelum kami membuka pembicaraan. “Itu anak bapak, ya?" kata dia kepada pemilik warung es kelapa.
Bapak pemilik warung itu pun membenarkannya. Ia kemudian menyapa si bocah. "Habis pulang ngaji ya, Nak?" Bocah itu mengangguk. "Ngajinya sudah sampai surah apa?" tanya pria tadi. Bocah itu menjawab bahwa ia sudah mengaji hingga Surah al-Mulk.
Mendengar jawaban bocah itu, saya dan istri mulai tertarik dan pasang telinga. Kami melihat mimik bangga yang tersirat di wajah si pemilik warung itu. Pria ini kembali melanjutkan pertanyaan. “Apakah kamu hafal Surah al-Mulk?"
Anak itu kembali mengangguk. Maka, mulailah pria ini menguji hafalan si bocah. Pria itu membaca penggalan awal ayat ke-16 dari Surah al-Mulk dan meminta bocah tersebut untuk melanjutkannya. Bocah itu membaca dengan fasih ayat ke-16 itu hingga selesai.
Saya dan istri terpesona dengan hafalan anak itu. Kedua orang tuanya tampak bangga atas hafalan anaknya. “Subhanallah... boleh saya minta kamu baca satu ayat lagi?” pinta pria tadi.
Anak itu pun tanpa sungkan membaca kelanjutan ayat ke-17. Dan, tatkala ayat ke-17 usai dibaca oleh sang bocah, kami semua bertasbih memuji Allah SWT dengan suara yang lebih keras.
Si pria ini pun kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah uang untuk si bocah. "Aku ingin memberi hadiah untukmu karena kamu sudah hafal Surah al-Mulk.”
Bocah itu pun dengan senang hati menerimanya. Si pria ini setengah bercanda kepada kedua orang tua si bocah. "Kalau anaknya hafal Surah al-Mulk, pasti kedua orang tuanya lebih banyak lagi hafalannya?!" ujar pria itu.
"Wah, boro-boro hafal, Pak. Baca Alquran saja kami tidak bisa,” jawab ayah si bocah. Namun demikian, pria ini tetap memberikan semangat kepada kedua orang tuanya bahwa sang anak akan menjadi perisai keduanya kelak di akhirat nanti.
Saya pun dan istri bangkit dari duduk untuk membayar es kelapa yang telah kami minum. Pria pembeli tadi berkata saat melihat kami bangkit. "Maaf Pak... Bu..., izinkan saya mentraktir kalian berdua. Saya amat bahagia malam ini," ujarnya.
Kami berdua lalu menyampaikan terima kasih kepadanya sebelum berpamitan. Sesaat akan meninggalkan warung itu, saya menyaksikan kedua orang tua itu mengelus kepala si bocah. Di sana tersirat kebanggaan dari keduanya akan kemampuan anaknya.
Anak itu telah membuat ayahnya bangga di hadapan makhluk saat di dunia. Dan saya yakin, anak ini juga telah membuat bangga kedua orang tuanya di hadapan Allah sebab hafalan Alquran yang dimilikinya. Subhanallah.
Oleh: Bobby Herwibowo
posted by Adimin
Label:
HIKMAH
November 26, 2012
Hubungan Kiamat Dengan Ka'bah
Written By @Adimin on 26 November, 2012 | November 26, 2012
Sesungguhnya rumah yang pertama
dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah)
yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (QS. Ali Imran: 96)
Kita mungkin pernah bertanya kenapa
harus solat menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, Ini
juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :
- Ketika mempelajari Kaidah
Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak
berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas
akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas
ditunjukkan oleh Arah Jempol.
- Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar
harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak
boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.
- Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat
- Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
- Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi
Perenungan Sintesa :
- Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.
- Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.
- Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).
Kesimpulan
- Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin
- Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).
- Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.
- Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya
Ini sekedar renungan dan analisa ,
semoga saja mampu memotivasi kita dan para Pakar untuk memicu
pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan
menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan
tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada
Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi,
tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan
sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist
bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat…
Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka’bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :
- Ka’bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkan nya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti)
- Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)
- Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan
- Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama.
- Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan Pentium 2 dan pentium 4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Allah Disempurnakan dari umat Ibrahim, Musa hingga Muhammad saw, Nabi Isa menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Muhammad menyempurnakan keduanya Dengan Al Qur’an. Hingga Kalian mengerti bahwa kita dulu adalah umat yang satu.
posted by Adimin
Label:
Ilmu dan Islam
November 26, 2012
Buku Harian Sang Pramugrari yang Mengharukan
Seorang ayah tua yang datang dari desa, membopong sekantung ketela merah
kering menempuh jarak jauh pergi menjenguk anaknya yang sedang kuliah
di Beijing, tindak tanduknya selama di pesawat telah membuat seorang
pramugari yang baik hati menjadi terenyuh. Pramugari tersebut menuliskan
rasa harunya itu ke dalam buku harian dan disebar luaskan di internet,
“Buku Harian Sang Pramugari” ini dengan cepat telah membuat puluhan ribu
Netter terharu…
Saya adalah seorang pramugari biasa
dari Eastern Airlines, karena masa kerja saya belum lama, jadi belum
menjumpai masalah besar yang tidak bisa dilupakan, setiap hari terlewati
dengan hal-hal kecil yaitu menuangkan air dan menyuguhkan teh. Tidak
ada kegairahan dalam bekerja, sangatlah hambar. Tapi hari ini, tanggal 7
Juni, saya telah menjumpai suatu kejadian yang merubah pemikiran saya
terhadap pekerjaan dan pandangan hidup.
Hari ini kami melakukan
penerbangan dari Shanghai ke Beijing, penumpang saat itu sangat banyak,
satu unit pesawat terisi penuh. Di antara rombongan orang yang naik
pesawat ada seorang paman tua dari desa yang tidak menarik perhatian,
dia membopong satu karung goni besar di punggungnya, dengan membawa
aroma tanah yang khas dari pedesaan.
Saat itu saya sedang berada di
depan pintu pesawat untuk menyambut para tamu, pikiran pertama yang
menghampiri saya saat itu adalah masyarakat sekarang ini sudah sangat
makmur, bahkan seorang paman tua dari desa pun memiliki uang untuk naik
pesawat, sungguh royal.
Ketika pesawat sudah mulai
terbang datar, kami mulai menuangkan air, hingga tiba di baris kursi ke
20-an, terlihat paman tua tersebut, dia duduk dengan sangat hati-hati,
tegak tidak bergerak sama sekali, karung goninya juga tidak diletakkan
di tempat bagasi bawaan, tingkah si paman tua itu menggendong karung
goni besar sekilas seperti rak penyangga bola dunia (globe), tegak
seperti patung.
Saat ditanya mau minum apa,
dengan gugup dia menggoyang-goyangkan tangannya dan berkata tidak mau.
Saat hendak dibantu untuk menyimpan karungnya di tempat bagasi dia juga
menolak. Terpaksa kami biarkan dia menggendong karung tersebut. Beberapa
saat kemudian tiba waktunya untuk membagikan makanan, kami mendapatkan
bahwa dia masih duduk dengan tegak dan tidak bergerak sama sekali,
kelihatannya sangat gelisah, saat diberi nasi, dia tetap saja
menggoyangkan tangannya menolak tanda tidak mau.
Karenanya kepala pramugari
datang menghampirinya dengan ramah menanyakan apakah dia sedang sakit.
Dengan suara lirih dia berkata ingin ke toilet tapi dia tidak tahu
apakah boleh berkeliaran di dalam pesawat, dia takut merusak
barang-barang yang ada di dalam pesawat.
Kami memberitahu dia tidak ada
masalah dan menyuruh seorang pramugara mengantarkannya ke toilet. Saat
menambahkan air untuk kedua kalinya, kami mendapati dirinya sedang
mengamati penumpang lain minum air sambil terus menerus menjilat-jilat
bibirnya sendiri, karenanya kami lantas menuangkan secangkir teh hangat
dan kami letakkan di atas mejanya tanpa bertanya kepadanya.
Siapa sangka tindakan kami ini
membuat ia sangat ketakutan dan berkali-kali ia mengatakan tidak perlu,
kami pun berkata kepadanya minumlah jika sudah haus. Mendengar demikian
dia melakukan tindakan yang jauh lebih mengejutkan lagi, buru-buru dia
mengambil segenggam uang dari balik bajunya, semuanya berupa uang koin
satu sen-an, dan disodorkan kepada kami. Kami mengatakan kepadanya bahwa
minuman ini gratis, dia tidak percaya. Dia sepanjang perjalanan
beberapa kali ia masuk ke rumah orang untuk meminta air minum tetapi
tidak pernah diberi, bahkan selalu diusir dengan penuh kebencian.
Akhirnya kami baru mengetahui
ternyata demi menghemat uang, sepanjang perjalanannya ia sebisa mungkin
tidak naik kendaraan dan memaksakan diri berjalan kaki hingga mencapai
kota terdekat dengan bandara, barulah dia naik taksi ke bandara, bekal
uangnya tidak banyak, maka dia hanya bisa meminta air minum dari depot
ke depot sepanjang perjalanan yang dilewatinya. Sayang sekali dia sering
sekali diusir pergi, orang-orang menganggapnya pengemis.
Kami menasihatinya selama
beberapa waktu lamanya hingga akhirnya dia mau mempercayai kami, duduk,
lalu perlahan-lahan meminum tehnya. Kami menanyakan apakah dia lapar,
maukah memakan nasi, dia masih tetap saja mengatakan tidak mau. Dia
bercerita bahwa ia memiliki 2 orang putra, keduanya bisa diandalkan dan
sangat berguna, keduanya diterima di perguruan tinggi, yang bungsu
sekarang kuliah di semester 6, sedangkan si sulung telah bekerja.
Kali ini dia ke Beijing
menjenguk anak bungsunya yang sedang kuliah. Karena anak sulung sudah
bekerja bermaksud menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersamanya
di kota, akan tetapi kedua orang tuanya tidak terbiasa, mereka hanya
menetap beberapa waktu lamanya lalu kembali lagi ke desa.
Kali ini karena anak sulungnya
tidak ingin sang ayah susah payah naik angkutan, maka dibelikanlah tiket
pesawat khusus bagi ayahnya dan bermaksud menemani ayahnya untuk
berangkat bersama dengan pesawat karena sang ayah tidak pernah menumpang
pesawat sebelumnya, ia sangat khawatir ayahnya tidak mengenali jalan.
Akan tetapi ayahnya mati-matian tidak mau naik pesawat karena
beranggapan bahwa hal tersebut adalah suatu pemborosan.
Akhirnya setelah bisa dinasihati
sang ayah tetap bersikukuh untuk berangkat sendirian, tidak mau anaknya
memboroskan uang untuk membeli selembar tiket lagi.
Dia membopong sekarung ketela
merah kering yang diberikan pada anak bungsunya. Ketika pemeriksaan
sebelum naik ke pesawat, petugas mengatakan bahwa karungnya itu terlalu
besar, dan memintanya agar karung itu dimasukkan ke bagasi, namun dia
mati-matian menolak, dia bilang takut ketelanya hancur, jika hancur anak
bungsunya tidak mau makan lagi. Kami memberitahu dia bahwa barang
bawaannya aman jika disimpan disitu, dia berdiri dengan waspada dalam
waktu lama, kemudian baru diletakkannya dengan hati-hati.
Selama dalam perjalanan di
pesawat kami sangat rajin menuangkan air minum untuknya, dan dia selalu
dengan sopan mengucapkan terima kasih. Tapi dia masih bersikukuh tidak
mau makan. Walaupun kami tahu perut si paman tua sudah sangat lapar.
Sampai menjelang pesawat akan mendarat, dia dengan sangat berhati-hati
menanyakan kepada kami apakah kami bisa memberikan sebuah kantongan
kepadanya, yang akan digunakan untuk membungkus nasi jatahnya tersebut
untuk dia bawa pergi.
Dia bilang selama ini dia tidak
pernah mendapatkan makanan yang begitu enak, dan dia akan bawakan
makanan itu untuk diberikan kepada anak bungsunya. Kami semua sangat
terkejut. Bagi kami nasi yang kami lihat setiap hari ini, ternyata
begitu berharganya bagi seorang kakek tua yang datang dari desa ini.
Dia sendiri enggan untuk makan,
dia menahan lapar, demi untuk disisakan bagi anaknya. Oleh karena itu,
seluruh makanan yang sisa yang tidak terbagikan kami bungkus semuanya
untuk diberikan kepadanya agar dibawa. Lagi-lagi dia menolak dengan
penuh kepanikan, dia bilang dia hanya mau mengambil jatahnya saja, dia
tidak mau mengambil keuntungan dari orang lain. Kami kembali dibuat
terharu oleh paman tua ini.
Meskipun bukan suatu hal yang besar, akan tetapi bagi saya ini adalah suatu pelajaran yang sangat mendalam.
Tadinya saya berpikir bahwa
kejadian ini sudah selesai sampai disini saja, siapa tahu setelah para
tamu lainnya sudah turun dari pesawat, tinggallah paman tua itu seorang
diri, kami membantunya membawakan karung goninya sampai ke pintu keluar,
saat kami akan membantunya menaikkan karung goni tersebut ke
punggungnya, mendadak paman tua itu melakukan suatu tindakan yang tak
akan pernah saya lupakan seumur hidup: dia berlutut di atas tanah, lalu
dengan air mata berlinang dia bersujud kepada kami dan mengatakan,
“Kalian semua sungguh adalah orang-orang yang baik, kami orang desa
sehari hanya bisa makan nasi satu kali, selama ini kami belum pernah
minum air yang begitu manis, tidak pernah melihat nasi yang begitu
bagus, hari ini kalian bukan saja tidak membenci dan menjauhi saya,
malah dengan ramah melayani saya, sungguh saya tidak tahu bagaimana
harus berterima kasih kepada kalian, saya hanya bisa berharap kalian
orang-orang yang baik suatu hari nanti akan mendapatkan balasan yang
baik”.
Sambil tetap berlutut, sambil
berkata seperti itu, sambil menangis, kami semua buru-buru memapahnya
untuk berdiri, sambil tiada hentinya menasihatinya dan menyerahkannya
kepada seorang penjaga yang bertugas untuk membantunya, setelah itu kami
baru kembali ke pesawat untuk melanjutkan pekerjaan kami.
Terus terang saja, selama 5
tahun saya bekerja, di dalam pesawat saya telah menemui berbagai macam
penumpang, ada yang tidak beradab, ada yang main pukul, juga ada yang
berbuat onar tanpa alas an, tapi kami tidak pernah menjumpai orang yang
berlutut kepada kami, terus terang kami juga tidak melakukan hal yang
khusus kepadanya, hanya menuangkan air agak sering untuk beliau, hal ini
telah membuat seseorang yang telah berumur 70 tahun lebih berlutut
untuk berterima kasih kepada kami, lagi pula melihat dia memanggul satu
karung ketela merah kering, dia sendiri rela tidak makan dan menahan
lapar demi membawakan anaknya nasi yang dibagikan di pesawat, juga tidak
mau menerima nasi jatah milik orang lain yang bukan menjadi miliknya,
tidak serakah, saya sungguh merasakan penyesalan yang amat mendalam,
lain kali saya harus bisa belajar berterima kasih, belajar membalas budi
orang lain.
Adalah paman tua ini yang telah mengajarkan kepada saya, bagaimana saya harus hidup dengan penuh kebajikan dan kejujuran. (The Epoch Times)
by Adimin
Label:
INSPIRASI
November 20, 2012
Anak Palestina : Al-Qossam Akan Habisi Yahudi
Written By @Adimin on 20 November, 2012 | November 20, 2012
Sejumlah bocah Palestina di Jalur Gaza terlihat berkeliaran di jalanan.
Mereka bermain perang-perangan di luar rumahnya, meski langit Gaza
tengah dikepung oleh jet tempur F-16 dan pesawat pengebom tak berawak
milik Israel.
"Kami tidak takut dengan bom Yahudi. Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) akan menghabisinya hari ini," ujar salah satu bocah Palestina Sharif al-Ewad sambil tersenyum, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/11/2012).
Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah Palestina yang cukup padat penduduknya. Sekira 1,7 warga Gaza adalah remaja yang usianya masih di bawah 18 tahun. Namun karakter mereka cukup keras karena mereka dibesarkan di lingkungan perang.
Salah seorang psikiater Hasan Zeyada mengatakan, banyak bocah-bocah Palestina mengalami trauma. Selain itu, mereka turut mengalami gangguan tidur, mimpi buruk, dan terkadang mereka terbangun dalam keadaan mengompol.
Ketika perang berlangsung, sekolah-sekolah di Gaza terpaksa diliburkan. Sejumlah bocah justru terlihat cukup senang karena mereka terbebas dari PRnya di sekolah. Namun beberapa bocah lainnya kecewa karena mereka bosan di rumah.
Pasukan Israel menarik diri dari wilayah tersebut pada 2005 silam, namun fraksi Hamas di Gaza tetap menolak untuk mengakui Israel. Perang misil antara kelompok bersenjata di Gaza dan Israel juga terus berlangsung. Bahkan serangan dari Gaza dihantam dengan bombardir udara.
Operasi militer yang cukup besar dilakukan Israel pada Rabu kemarin dengan tujuan untuk menghentikan serangan. Namun serangan itu justru menewaskan warga sipil, terutama bocah-bocah yang tidak berdosa itu.
Terkadang, bocah-bocah Gaza juga sering mengutarakan kekecewaannya atas perlakuan komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka mengecam Israel yang tidak mengakui perbuatannya, menyerang warga sipil. Bocah-bocah itupun mendambakan kehidupan normal selayaknya warga lain di belahan dunia ini.(okez)
"Kami tidak takut dengan bom Yahudi. Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) akan menghabisinya hari ini," ujar salah satu bocah Palestina Sharif al-Ewad sambil tersenyum, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/11/2012).
Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah Palestina yang cukup padat penduduknya. Sekira 1,7 warga Gaza adalah remaja yang usianya masih di bawah 18 tahun. Namun karakter mereka cukup keras karena mereka dibesarkan di lingkungan perang.
Salah seorang psikiater Hasan Zeyada mengatakan, banyak bocah-bocah Palestina mengalami trauma. Selain itu, mereka turut mengalami gangguan tidur, mimpi buruk, dan terkadang mereka terbangun dalam keadaan mengompol.
Ketika perang berlangsung, sekolah-sekolah di Gaza terpaksa diliburkan. Sejumlah bocah justru terlihat cukup senang karena mereka terbebas dari PRnya di sekolah. Namun beberapa bocah lainnya kecewa karena mereka bosan di rumah.
Pasukan Israel menarik diri dari wilayah tersebut pada 2005 silam, namun fraksi Hamas di Gaza tetap menolak untuk mengakui Israel. Perang misil antara kelompok bersenjata di Gaza dan Israel juga terus berlangsung. Bahkan serangan dari Gaza dihantam dengan bombardir udara.
Operasi militer yang cukup besar dilakukan Israel pada Rabu kemarin dengan tujuan untuk menghentikan serangan. Namun serangan itu justru menewaskan warga sipil, terutama bocah-bocah yang tidak berdosa itu.
Terkadang, bocah-bocah Gaza juga sering mengutarakan kekecewaannya atas perlakuan komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka mengecam Israel yang tidak mengakui perbuatannya, menyerang warga sipil. Bocah-bocah itupun mendambakan kehidupan normal selayaknya warga lain di belahan dunia ini.(okez)
posted by Adimin
Label:
Alam Islami,
Bingkai Berita,
Dunia Islam,
SLIDER
November 08, 2012
posted by Adimin
Nampak Kuat Tapi Sebenarnya Lemah
Written By Sjam Deddy on 08 November, 2012 | November 08, 2012
Langit diatas tiba tiba saja
mendung. Dunia seolah berhenti sementara. Saat lelaki yang bernama Tegar itu
ternyata tak setegar namanya. Kepribadiannya nampak sempurna, bacaan tilawahnya
indah, menjaga pandangan serta aktif dalam aktivitas dakwah. Itulah cerita masa
lalunya. Kini Tegar tak pernah muncul lagi dalam kafilah dakwah, sekalinya
terlihat ia langsung pergi menghindar. Apa yang sebenarnya terjadi??
Dibalik kesempurnaan yang nampak
dari dzahirnya, ada penyakit bathin yang pandai disembunyikannya. Penyakita inilah
yang tak pernah nampak darinya. Dibalik keshalihannya, ada kemunafikan yang
terpendam. Tegar menjadi orang yang sholih saat berjamaah namun menjadi manusia
lalai saat seorang diri. Dibalik sikapnya yang selalu menundukan pandangan,
ternyata ada seorang wanita yang bernama kekasih dihatinya. Tegar tengah memadu
kasih dengan seorang wanita yang jelas itu adalah sebuah bentuk kelemahan iman
dalam hatinya, karena tak mampu menahan gejolak hasrat dalam hati, sedangkan
Tegar tahu, bahwa pacaran dalam Islam adalah terlarang bagi muslim yang taat.
Sejak gerak tersembunyinya
terbogkar, Tegar kian menjauh dan menghilang. Tegar yang semula nampak kuat
ternyata lemah sebenarnya. Nampak seolah ahli ibadah, nyatanya hanyalah ahli
maksiat yang pandai mengumpat.
Kasus yang lain tak kalah
memprihatinkan. Seorang ustadz begitu indah menyamapaikan ceramah di khalayak
umum, tiap kata yang mengalir dari mulutnya seolah membius perhatian seluruh
jamaáh. Ustadz itu begitu pandai memberi tausiyah, begitu lancar dan fasih
menyampaikan dakwahnya. Tapi sayang, setelah meninggalkan mimbar, ustadz itu
telah lupa dengan apa yang ia sampaikan sendiri kepada jamaáhnya. Ia pandai
menyampaiakan namun tak pandai mengamalkan. Orang yang dipanggil ustadz itu
menyampaikan kewajiban menutup aurat bagi muslim yang sudah baligh dengan
begitu indah dan mengena, esoknya ia bersantai dihalaman rumahnya hanya dengan
menggunakan celana pendek yang tak menutupi batas auratnya yakni lutut. Ustadz itu
tak sehebat dipanggung umum, ia teramat rapuh dengan dirinya sendiri.
Ustadz-ustadz yang lain
tak kalah
hebatnya memeberi tausiyah, termasuk para pejuang dakwah ini. Lantang
menasihati
saudaranya yang tengah melemah semangatnya atau tengah rusak ruhiyahnya,
ia
sendiri sebenarnya rapuh hanya saja tersembunyi rapih kerapuhannya.
Kenyataannya
ia sendiri lebih banyak menonton televisi ketimbang tilawah atau saling
mengulang
hafalan dirumah. Ia nampak kuat dimata saudaranya, namun sebenarnya ia
sadar
akan kerapuhan dirinya. ia sadar bahwa ruhinyah tengah ringkih, bahwa
hubungannya sedang tak baik dengan Rabb nya. akhirnya iapun menjadi
aktivis yang bermalas-malasan dalam dakwah.
Sederetan kasus lain pun tak
kalah heboh dari dua kasus diatas, ada manusia yang nampak hebat namun
sebenarnya ia lemah dari segala sisi. Ada pula manusia nampak tahu segalanya
namun sebenarnya ia hanyalah manusia yang sok tahu. Semuanya terlihat kuat namun
sebenarnya rapuh.
Ini adalah penyakit yang
harus
segera diobati. Mendiamkannya akan menjalar merusak seluruh organ tubuh
yang akan
membuatnya lumpuh. Tak jujur pada diri sendiri hanyalah menyisakan
penderitaan
bathin yang tak akan hilang selamanya kecuali jika bangkit menyadari
kekeliruan
diri. kejujuran yang bijaksana adalah, saat sadar dirinya tak sekuat apa
yang dilihat orang, ia bangkit untuk memperbaikinya. kembali menjadi
insan pemburu cinta-Nya yang tak pernah punah. memaksa diri untuk segera
kembali ke jalan-Nya dan melawan kemalasan yang tengah memeranginya.
itulah kejujuran yang bijaksana.
Siapa saja bisa membohongi
siapapun, siapa saja bisa nampak terlihat hebat dan kuat di mata manusia. Namun
Allah, Tuhan yang tak pernah tidur sangat tahu siapa manusia yang nampak kuat
itu. Kebususkan apa yang tersembunyi di hatinya. Prilaku apa yang ia perbuat
kala ia sendiri. DIA tahu semuanya tentang hamba-Nya.
Bagi seorang aktivis dakwah, nampak
kuat lahir dan bathin adalah sebuah keharusan. Tak ada kata yang disampaikan
kepada orang lain kecuali telah melaksanakannya. Tak ada perbedaan kualitas
ibadah baik dalam keadaan sendiri maupun berjamaáh.
Ikhwan yang benar selalu
menempatkan Allah di hatinya. Manakala syetan mengganggunya untuk bermaksiat,
ia tersadar ada Allah yang selalu mengawasinya. wallahuálam
posted by Adimin
October 31, 2012
posted by Adimin
Dialog Messi dengan Tuhan
Written By @Adimin on 31 October, 2012 | October 31, 2012
Messi bertanya kepada Tuhan,"Tuhan, kapan Argentina bisa menjadi juara dunia?"
Tuhan menjawab,"Empat tahun lagi." Messi pun menangis.
Selanjutnya Park Ji Sung bertanya kepada Tuhan,"Kapan Korea Selatan bisa menjadi juara dunia?" dan dijawab Tuhan,"Dua belas tahun lagi." Park Ji Sung pun menangis.
Drogba ikut bertanya kepada Tuhan,"Kapan Pantai Gading bisa menjadi juara dunia?"
Tuhan menjawab,"Dua puluh empat tahun lagi." Drogba pun menangis.
Bambang Pamungkas juga tidak mau kalah. Dia pun bertanya kepada Tuhan,"Kapan Indonesia bisa menjadi juara dunia?"
Tuhan menjawab,"Empat tahun lagi." Messi pun menangis.
Selanjutnya Park Ji Sung bertanya kepada Tuhan,"Kapan Korea Selatan bisa menjadi juara dunia?" dan dijawab Tuhan,"Dua belas tahun lagi." Park Ji Sung pun menangis.
Drogba ikut bertanya kepada Tuhan,"Kapan Pantai Gading bisa menjadi juara dunia?"
Tuhan menjawab,"Dua puluh empat tahun lagi." Drogba pun menangis.
Bambang Pamungkas juga tidak mau kalah. Dia pun bertanya kepada Tuhan,"Kapan Indonesia bisa menjadi juara dunia?"
Dan Tuhan pun menangis.
Label:
HUMOR
October 23, 2012
posted by Adimin
Gebyar Pos EKA Bidang Perempuan PKS Kota Padang
Written By @Adimin on 23 October, 2012 | October 23, 2012
Bidang perempuan DPD PKS
padang menggelar acara Silaturahim dan Gebyar POS EKA se-kota Padang. Kegiatan
ini di laksanakan pada hari minggu 21 oktober 2012 bertempat di GOR kompleks
Yayasan Adzkia taratak paneh kota padang.
Ketua Bid. Puan PKS kota
padang Rona Rossa, SS mengatakan” kegiatan ini adalah kegiatan puncak dari
beberapa rangkaian kegiatan Bid. Puan PKS kota Padang. POS EKA merupakan program nasional
dari DPP PKS. Saat ini untuk kota padang sendiri POS EKA yang sudah berdiri
sebanyak 78 POS EKA dari 11 kecamatan yang ada di Kota padang.
“Dalam rangkaian kegiatan ini
selain silaturahim ibu-ibu POS EKA dan lomba, Bid. Puan PKS Padang juga akan
memberikan penghargaan kepada POS EKA Unggulan dan Bid. Puan berprestasi.
Mengenai POS EKA unggulan Bid. Puan PKS Padang sudah melakukan penilaian
kelapangan ke POS EKA yang menjadi Finalis. Penilaian ini di lakukan satu
minggu menjelang acara puncak hari ini. Alhamdulillah kegiatan hari ini bisa
berjalan dengan lancar, peserta yang hadir cukup banyak sekitar 500 orang
ibu-ibu dari 11 kecamatan di kota padang memadati GOR ini, tambah beliau.”
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno hadir dalam
kesempatan ini dan sekaligus membuka acara, selain itu juga hadir Ketua DPW PKS
SUMBAR Trinda Farhan Satria, Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi A, Ketua DPD PKS
Padang Muhidi, MM dan beserta undangan lainnya.
Gubernur, Ketua DPW dan Ketua DPD PKS Padang seusai pembukaan berkesempatan
melihat product-product yang di buat oleh ibu-ibu POS EKA seperti Sulaman,
Makanan, serta bunga yang di rangkai oleh Ibu-ibu POS EKA.
POS EKA adalah sebuah
kegiatan pelayanan dan pendayagunaan masyarakat berbasis Ekonomi yang di kelola
oleh struktur bidang perempuan dan kader serta simpatisan Partai Keadilan
Sejahtera di seluruh wilayah indonesia. Tujuan dan sasaran dari kegiatan ini
adalah :
- Menigkatkan kesadaran perempuan akan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarganya
- Meningkatkan peluang usaha, kerja dan penghasilan keluarga
- Menigkatkan peran dan partisipasi keluarga dalam mewujudkan keluarga sejahtera
- Tercapainya penigkatan kesejahteraan keluarga indonesia
Akhir kata kegiatan gebyar pos Eka
diakhiri dengan lelang hasil kerajianan tangan anggota pos Eka DPD Kota Padang
dan pada kesempatan ini Gubernur Sumbar Irwan Prayitno termasuk salahsatu pejabat yang dengan senang
hati membeli hasil kerajinan tangan dari ibu ibu pos eka.
posted by Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
SLIDER

















