Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 07, 2013
Simpatiku buat PKS
Written By @Adimin on 07 March, 2013 | March 07, 2013
Awalnya saya hanya seorang yang
apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar
yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian
Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak
kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain
singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih
dikalangan teman2 ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai
bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan
partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi
saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap
satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian
partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena
belum kebagian. Jadi apa istimewanya ?
Makanya ketika ketua PKS
ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa
karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua
itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari
segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya
pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media2 menjadikan
berita itu seakan2 sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot.
Apanya yang menarik ? Apa yang luar biasa ?
Karena itu mungkin
saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang
PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari
dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu
berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak
hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat
negatif sampai positif saya dapatkan.
Banyak berita dan artikel
yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang
memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul
pertanyaan ? masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat
sekaligus sangat baik ? Rasanya mustahil.
Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam
ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan
yang saya baca :
1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas
hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh
kelompok lain yang terusik karena keberadaannya
Kedua dugaan
itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar
biasa seperti sebagian komentar2 yang melecehkan dan menghujat maka
harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi
keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV.
Ternyata
tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi
kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs2 di
Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya
islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa
dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan
dengan raksasa seperti kompas, tempo, detik dll. Situs selain dua yang
saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa
diperhitungkan, sangat acak-acakan. Diantara media yang mapan, mungkin
hanya republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti
bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin
PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media
propaganda yang sangat bagus.
Akhirnya saya coba uji dugaan
saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh
kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir
berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya
potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya
simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.
Akhirnya
menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari
PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata
dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita2 tentang
kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan
masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan.
Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh2
masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh2 yang sama sekali
tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS
tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati.
Sebagai
orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa
menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya
berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.
Oleh: Sri Winarni
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 05, 2013
posted by Adimin
DPD PKS Kota Padang melaksanakan Rakerda
Written By @Adimin on 05 March, 2013 | March 05, 2013
DPD PKS Kota Padang mengadakan Rakerda pada hari Ahad 3 Maret 2013 bertempat di Aula SMK 6 Padang. Mengingat tahun ini adalah tahun yang sangat krusial karena memasuki tahun politik.
Telah kita ketahui bersama bahwa tahun 2013 adalah tahun politik, tahun dilaksanakannya pemilu kada untuk kota Padang, dimana PKS kota Padang sudah melaunching kadernya yaitu Ust. Mahyeldi, SP untuk maju menjadi kandidat calon walikota Padang periode 2013-2018.
Rakerda kali ini diikuti oleh Pengurus inti DPD beserta Ketua dan sekretaris bidang sekaligus seluruh pengurus inti dari unsur DPC. Dalam paparannya, ketua DPD PKS Kota Padang Ust Drs. Muhidi, MM mengarahkan bahwa seluruh komponen pemenangan pemilu kada dan pemilu legislatif harus bersinergi agar lebih efektif dan efisien, mengingat pemilu kada yang dilaksanakan terlebih dahulu bisa dijadikan indikator pada pemilu legislatif tahun 2014.
Komponen-komponen pemenangan seperti struktur, BCAD, dan tim sukses harus mengacu kepada empat poin arahan dalam program unggulan yang telah dirumuskan oleh tim pemenangan pemilu melalui grup diskusi, tim konsultan dan masukan masukan dari internal partai maupun masukan dari eksternal.
Selanjutnya Ust Drs. Muhidi, MM membakar motivasi peserta rekerda agar senantiasa bersemangat dalam menjalankan program-program pemenangan karena semua kerja kerja tersebut bukan hanya sebagai bentuk pemenagn politik ansich tetapi sekaligus sebagai pemenangan dakwah ke depan sehingga cita cita kita semua meraih surga bisa tercapai....insyaALLAH
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 04, 2013
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
posted by Adimin
PKS Mewabah! Kurang dari 3 jam, 578 warga Pangkalpinang bergabung PKS
Written By @Adimin on 04 March, 2013 | March 04, 2013
PANGKALPINANG
- Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di
Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari
150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang
berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik
bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda
LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung
dengan dalam Partai Dakwah ini.
LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu
program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut
Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar
bertujuan untuk
- Mengokohkan kematangan pemikiran kader
- Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
- Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
- Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan
Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ mempunyai
pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung.
"Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan
memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah.
Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka
Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3
bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari
peserta LT3Besar.
Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat
DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi
DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara
rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS,"
lanjutnya
Realitas Yang Terbalik
Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana
operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan
terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini
terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan
5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader
PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah
khususnya di Pangkalpinang.
578 Formulir KTA kurang dari 3 jam
Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah
terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk
bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi
beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh
panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00
WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan
siang.
Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil
mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini
terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia.
Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan
terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga
merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi
terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk
766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat :
480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri
:).
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
PANGKALPINANG
- Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di
Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari
150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang
berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik
bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda
LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung
dengan dalam Partai Dakwah ini.
LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu
program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut
Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar
bertujuan untuk
- Mengokohkan kematangan pemikiran kader
- Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
- Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
- Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan
Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ mempunyai
pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung.
"Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan
memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah.
Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka
Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3
bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari
peserta LT3Besar.
Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat
DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi
DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara
rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS,"
lanjutnya
Realitas Yang Terbalik
Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana
operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan
terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini
terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan
5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader
PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah
khususnya di Pangkalpinang.
578 Formulir KTA kurang dari 3 jam
Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah
terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk
bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi
beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh
panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00
WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan
siang.
Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil
mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini
terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia.
Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan
terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga
merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi
terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk
766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat :
480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri
:).
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
PANGKALPINANG - Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi
Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret
2013 ini diikuti oleh lebih dari 150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini,
PKS Pangkalpinang berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat
politik bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam
agenda LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung
dengan dalam Partai Dakwah ini.
LT3Besar
ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu program
unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut Ketua Bidang
Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar bertujuan untuk
- Mengokohkan kematangan pemikiran kader
- Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
- Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
- Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir
juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan Thalib. Beliau
menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ mempunyai pengaruh besar dalam
menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung. "Dakwah ini Milik Allah,
bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan memenangkannya hanyalah Allah.
Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah. Mari kita ulang kembali kemenangan PKS
di Bangka Barat (Bupati Bangka Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader
PKS) di kota Pangkalpinang 3 bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut
dengan Takbir dari peserta LT3Besar.
Agenda
LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat DPRa (Dewan
Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi DPD Pangkalpinang
menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan
berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS," lanjutnya
Realitas
Yang Terbalik
Jika
dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana operasional untuk
memenangkan partainya, namun realita ini seakan terbalik jika kita melihat PKS.
Buktinya dalam agenda LT3Besar ini terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00
ditambah 10 ringgit Malaysia dan 5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin
membuktikan bahwa kader PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk
memenangan dakwah khususnya di Pangkalpinang.
578
Formulir KTA kurang dari 3 jam
Satu
agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah terjun ke
masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk bergabung dengan
PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan
diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta hanya diberi
waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00 WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong
dengan waktu sholat dan makan siang.
Alhamdulillah
dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil mengajak 573 warga
pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini terlihat dari rekapitulasi
hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia. Jumlah ini masih sedikit
dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD
PKS Pangkalpinang yang juga merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa
untuk RTD Propinsi terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten
Bangka Induk 766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka
Barat : 480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya
sendiri :).
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita
March 01, 2013
Inilah Bapak Robot Dunia Islam
Written By @Adimin on 01 March, 2013 | March 01, 2013
Anda tentu terkagum-kagum dengan
kemajuan teknologi robot yang semakin hari semakin canggih. Buah
kreativitas para ilmuan ini telah banyak membantu pekerjaan manusia,
terutama untuk hal-hal yang cukup berisiko bagi keselamatan jiwa.
Kekaguman
Anda saat ini atas teknologi robot, tentu cukup beralasan di zaman yang
serba canggih saat ini. Namun, tahukan Anda bahwa sejak abad ke-13
dunia Islam sudah mengenal kemajuan teknologi robot. Sebuah mesin robot
telah tercipta dari tangan seorang ilmuan muslim cerdas, bernama Abu
al-’Iz Ibn Isma’il ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206). Ia berasal dari
Utara Mesopotamia, kawasan utara Irak dan timur laut Syiria. Al Jazari
juga mampu menciptakan robot yang mirip manusia.
Ia juga
menulis Kitab Fí ma’rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu
Mekanik) tahun 1206, di mana dia menjelaskan lima puluh peralatan
mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya.
Kemampuan menciptakan robot yang dimiliki Al Jazari lebih dulu unggul dibandingkan tokoh barat, Leonardo Da Vinci yang baru
merancang pembuatan robot pada 1478. Karena itulah, Al Jazari pun
dijuluki sebagai “Bapak Robot”
Salah satu mesin robot
terkenal buatan Al Jazari adalah mesin yang berbentuk sebuah perahu.
Perahu itu terapung di sebuah danau dan ditumpangi empat robot pemain
musik.
Masing-masing robot pemain musik punya tugas penting.
Ada yang berperan sebagai penabuh drum sebanyak dua orang. Ada juga yang
meniup harpa dan suling. Canggih!
Mereka semua itu diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam acara jamuan minum.
Sebagai
robot pemain musik, tentu saja, mereka pun ahli menghasilkan suara
musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum ciptaannya, dapat
memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain
musik seperti manusia sungguhan!
Nah, penemuan penting lainnya
dari ilmuwan yang bernama lengkap Ibnu Al Jazari adalah pencuci tangan
otomatis. Keran yang otomatis keluar air tanpa harus diputar, berkat
penemuan bapak robot inilah cara kerja keran otmatis itu ada hingga saat
ini.
Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu
juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet moderen. Robot ini
berbentuk seorang wanita yang berdiridengan sebuah baskom terisi air.
(tribun)
posted by Adimin
Label:
Ilmu dan Islam,
Saint,
TOKOH
March 01, 2013
Etika kepada ALLAH
Sulit membayangkan anak-anak didik kita saat ini untuk dapat beretika
dengan Allah SWT, jika dalam keseharian mereka meninggalkan etika
kepada sesama dan kedua orang tuanya.
Anak-anak kita dewasa ini memandang orang tua sebagai kawan, partner dan sahabat. Bersamaan dengan itu pula, dalam diri mereka tidak tumbuh pemahaman bagaimana seharusnya mereka beretika terhadap kedua orang tuanya dan sesama manusia.
Sekilas kita memperoleh kemajuan dalam mendidik anak dengan cara modern ini, karena mereka dapat bersikap egaliter, setaraf dengan orang tua, kritis dan meniadakan sikap ewuh pakewuh. Namun jika kita tidak mengajarkan kepada mereka, bagaimana seharusnya mereka beretika dengan sesama dan orang tua, maka tidak mustahil mereka akan tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang arogan, materialistis, dan tidak berbudi luhur.
Jika mereka tidak tahu bagaimana seyogyanya diri mereka beretika terhadap orang tuanya, maka mereka juga tidak akan tahu mengenai apa yang harus dilakukannya pada saat orang tua mereka meninggal dunia. Mereka bahkan tidak akan mengerti bagaimana beretika dengan Tuhan mereka.
Beradab dan beretika baik terhadap Allah SWT adalah perilaku para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Mereka memiliki pandangan bahwa Allah SWT adalah eksistensi dasar dan utama dalam kehidupan di dunia ini, sebab segala wujud di dunia ini berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 156). Ia adalah eksistensi yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher setiap manusia (QS. Qaaf: 16), hanya saja ia ghaib yang eksistensinya terepresentasi dalam diri dan lingkungan sekitar kita. Maka ia ada dan niscaya keberadaan-Nya.
Perhatikanlah etika dialog Isa AS pada saat Allah menegaskannya bahwa Tuhan hanya satu:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab: "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulan Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku (Isa) tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Ma'idah: 116).
Perhatikan pula etika Ibrahim AS dalam menyatakan pengakuan kekuasaan Allah SWT atas dirinya:
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang member petunjuk kepadaku, dan Yang member makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara': 78-80).
Dua kenyataan tersebut menunjukkan bahwa Allah berada di sekitar kehidupan keseharian manusia. Ia tidak jauh, eksis, dan memengaruhi kehidupan manusia. Perhatikan juga etika Rasulullah SAW kepada-Nya pada saat Aisyah menanyakan mengapa beliau masih beribadah dengan sekuat tenaga, padahal dosanya telah dijamin akan diampuni Allah SWT:
Dari Aisyah RA berkata: Adalah Rasul SAW, apabila beliau mendirikan salat, maka beliau melakukannya hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah berkata: “Wahai Rasul, kenapa engkau lakukan yang demikian ini, padahal Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan yang akan datang?" Rasulullah SAW menjawab: "Wahai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang (pandai) bersyukur?” (HR. Bukhari).
Beretika kepada Allah SWT dengan demikian merupakan keniscayaan dan representasi kedalaman iman seseorang, bahkan Allah lebih berhak menjadi representasi etika manusia. Maka jika dalam shalat, orang tua saleh mengarahkan kepada anaknya untuk memakai pakaian terbaiknya, arahan tersebut sesungguhnya merupakan etika kepada Allah, sekaligus pengejawantahan perintah Allah (QS. Al-A'raf: 31) agar kita menggunakan pakaian bagus kita pada waktu menghadap-Nya, sebab Dia lebih berhak daripada manusia. Wallahu A'lam.
Anak-anak kita dewasa ini memandang orang tua sebagai kawan, partner dan sahabat. Bersamaan dengan itu pula, dalam diri mereka tidak tumbuh pemahaman bagaimana seharusnya mereka beretika terhadap kedua orang tuanya dan sesama manusia.
Sekilas kita memperoleh kemajuan dalam mendidik anak dengan cara modern ini, karena mereka dapat bersikap egaliter, setaraf dengan orang tua, kritis dan meniadakan sikap ewuh pakewuh. Namun jika kita tidak mengajarkan kepada mereka, bagaimana seharusnya mereka beretika dengan sesama dan orang tua, maka tidak mustahil mereka akan tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang arogan, materialistis, dan tidak berbudi luhur.
Jika mereka tidak tahu bagaimana seyogyanya diri mereka beretika terhadap orang tuanya, maka mereka juga tidak akan tahu mengenai apa yang harus dilakukannya pada saat orang tua mereka meninggal dunia. Mereka bahkan tidak akan mengerti bagaimana beretika dengan Tuhan mereka.
Beradab dan beretika baik terhadap Allah SWT adalah perilaku para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Mereka memiliki pandangan bahwa Allah SWT adalah eksistensi dasar dan utama dalam kehidupan di dunia ini, sebab segala wujud di dunia ini berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 156). Ia adalah eksistensi yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher setiap manusia (QS. Qaaf: 16), hanya saja ia ghaib yang eksistensinya terepresentasi dalam diri dan lingkungan sekitar kita. Maka ia ada dan niscaya keberadaan-Nya.
Perhatikanlah etika dialog Isa AS pada saat Allah menegaskannya bahwa Tuhan hanya satu:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab: "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulan Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku (Isa) tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Ma'idah: 116).
Perhatikan pula etika Ibrahim AS dalam menyatakan pengakuan kekuasaan Allah SWT atas dirinya:
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang member petunjuk kepadaku, dan Yang member makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara': 78-80).
Dua kenyataan tersebut menunjukkan bahwa Allah berada di sekitar kehidupan keseharian manusia. Ia tidak jauh, eksis, dan memengaruhi kehidupan manusia. Perhatikan juga etika Rasulullah SAW kepada-Nya pada saat Aisyah menanyakan mengapa beliau masih beribadah dengan sekuat tenaga, padahal dosanya telah dijamin akan diampuni Allah SWT:
Dari Aisyah RA berkata: Adalah Rasul SAW, apabila beliau mendirikan salat, maka beliau melakukannya hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah berkata: “Wahai Rasul, kenapa engkau lakukan yang demikian ini, padahal Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan yang akan datang?" Rasulullah SAW menjawab: "Wahai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang (pandai) bersyukur?” (HR. Bukhari).
Beretika kepada Allah SWT dengan demikian merupakan keniscayaan dan representasi kedalaman iman seseorang, bahkan Allah lebih berhak menjadi representasi etika manusia. Maka jika dalam shalat, orang tua saleh mengarahkan kepada anaknya untuk memakai pakaian terbaiknya, arahan tersebut sesungguhnya merupakan etika kepada Allah, sekaligus pengejawantahan perintah Allah (QS. Al-A'raf: 31) agar kita menggunakan pakaian bagus kita pada waktu menghadap-Nya, sebab Dia lebih berhak daripada manusia. Wallahu A'lam.
Oleh Dr Muhammad Hariyadi MA
sumber : republika
posted by Adimin
Label:
MUHASABAH
March 01, 2013
Seorang hamba tidak pantas membanggakan
amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan
usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan
amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Mahakaya, tidak butuh kepada
makhluk-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam
badrul tamam
posted by Adimin
Hati hati !!! Jangan Tertipu dengan Amalmu
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah,
Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu
'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Tujuan diciptakan manusia untuk
beribadah kepada Allah Ta'ala semata. ibadah ini dikerjakan sampai nyawa
berpisah dari badan. Dalam pelaksanaannya dituntun yang terbaik, ahsanu amala.
Yakni dengan benar-benar menjaga keikhlasan dan benar dalam
pelaksanaan. Setelah itu ia berharap kepada Allah dengan sungguh-sungguh
agar diterima.
Namun jangan kita lengah, karena syetan
tetap akan menggoda kita supaya ibadah tersebut rusak. Salah satunya
adalah dengan menanamkan rasa bangga diri, kekaguman dan bangga dengan
amal tersebut. Merasa bahwa ia telah menunaikan hak Allah dengan
sempurna. Kesombongan boleh jadi ikut tertanam, sehingga ia melihat
dirinya yang paling baik sementara ibadah orang lain banyak kekurangan.
Sikap orang shalih penghuni surga tidak
demikian. Mereka sungguh-sungguh dalam ibadah kepada dan takut
kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Bahkan, lebih dari itu, ia
beranggapan amalnya tidak pantas diterima oleh Allah. Banyak cacat dan
kekurangan dalam ibadah yang mereka tegakkan sehingga istighfar
senantiasa terucap dari lisan mereka. Allah Ta’ala berfirman tentang
mereka,
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
"Dan orang-orang yang memberikan apa
yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu
bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mukminun: 60)
Aisyah Radliyallaahu 'Anha berkata, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tentang ayat ini, apakah mereka orang-orang yang minum khamer, pezina, dan pencuri? Beliau menjawab, “Tidak,
wahai putri al-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa,
menunaikan shalat dan shadaqah namun mereka takut kalau amalnya tidak
diterima.” (HR. Muslim, kitab al Imarah, bab Man Qatala li al-Riya wa al-Sum’ah Istahaqqa al-Naar, no. 1905)
Allah menyebutkan beberapa sifat penghuni surga dari orang-orang muttaqin,
إِنَّ
الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِنَ
اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil
mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat
baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 15-18)
Ibnu Katsir menyebutkan penafsiran
sebagian ulama terhadap ayat terakhir, "Mereka shalat malam dan
mengakhirkan (melanjutkannya,-red) istighfar sampaia waktu sahur
(menjelang shubuh)." Jadi mereka itu adalah orang-orang yang mengisi
hidupnya dengan kebaikan. Mereka banyak amal dengan harta dan fisik
mereka. Tapi dipenghujung malam, selepas mengerjakan shalat malam yang
panjang, mereka memohon ampun atas dosa dan kesalahan.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Puas dengan
ketaatan yang telah dilakukan adalah di antara tanda kegelapan hati dan
ketololan. Keraguan dan kekhawatiran dalam hati bahwa amalnya tidak
diterima harus disertai dengan mengucapkan istighfar setelah melakukan
ketaatan. Hal ini karena dirinya menyadari bahwa ia telah banyak
melakukan dosa-dosa dan banyak meninggalkan perintah-Nya."
Allah telah memerintahkan kepada para
hujjaj untuk mengucapkan istighfar setelah mereka rampung dari
melaksanakan ibadah haji. Hal ini sebagai penyempurna dan kemuliaan.
Allah Ta’ala berfirman:
فَإِذَا
أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ
الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ
لَمِنَ الضَّالِّينَ ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Maka apabila kamu telah bertolak
dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah
(dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan
sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang
sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang
banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah: 198-199)
Syaikh al-Sa'di rahimahullah mengatakan,
"Beginilah seharusnya yang dilakukan hamba, setiap selesai dari
melaksanakan ibadah dia beristighfar (meminta ampun) kepada Allah atas
kealpaan dan bersyukur kepada Allah atas taufiq-Nya. Tidak seperti orang
yang melihat dirinya telah menyempurnakan ibadah dan berbangga di
hadapan Tuhannya."
Dalam surat lain Allah menjelaskan,
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
"(Yaitu) orang-orang yang sabar,
yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah),
dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)
Imam al-Hasan menjelaskan ayat ini,
bahwa mereka adalah orang-orang yang lama dalam menjalankan shalat
sampai menjelang waktu sahur (akhir malam) kemudian mereka duduk dengan
mengucapkan istighfar (meminta ampunan) kepada Allah.
Dalam hadits shahih dijelaskan bahwa ketika Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam selesai mengucapkan salam dari shalatnya, maka beliau mengucapkan istighfar tiga kali. (HR. Muslim dari Tsauban)
Jangan Bersandar Pada Amal
Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap
bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan,
kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala. Orang yang melakukan
amal ibadah tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka tidak
tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah
amalnya bernilai keikhlasan atau tidak. Oleh karena itu, mereka
dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar
karena Allah Mahapengumpun dan Mahapenyayang.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
لَنْ
يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ
بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا
"Sungguh amal seseorang tidak akan
memasukkannya ke dalam surga." Mereka bertanya, "tidak pula engkau ya
Rasulallah?" Beliau menjawab, "Tidak pula saya. Hanya saja Allah
meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar
(beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan
dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)." (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik al-Bukhari)
Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk
surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah Dia
memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya.
Karenanya, dia wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada
Allah.
Tidak layak dia bersandar kepada amalnya
untuk menggapai keselamatan dan mendapatkan derajat tinggi di surga.
Karena tidaklah dia sanggup beramal kecuali dengan taufiq Allah,
meninggalkan maksiat dengan perlindungan Allah, dan semua itu berkat
rahmat dan karunia-Nya.
badrul tamam
posted by Adimin
Label:
OASE
February 27, 2013
posted by Adimin
Kejahatan REZIM MEDIA !!!
Written By @Adimin on 27 February, 2013 | February 27, 2013
- Mungkin kalau kuasa media saat ini sudah ada sebelum kemerdekaan, belum tentu kita bisa merdeka.
- Meminjam Baudrillard, media sudah lakukan strategi fatal. Membunuh karakter orang yang belum terbukti bersalah.
- Kejahatan media itu bersifat imun, jahat tapi memiliki kekebalan sosial, karena masyarakat terlanjur candu dengan isi media.
- Kejahatan media itu mirip zat berbahaya dalam mie instan atau rokok, legal dijual, dinikmati secara sah dan masif hingga susah dilawan.
- Kejahatan media itu mirip tato dalam tubuh, awalnya identitas pelaku kriminal perlahan berubah menjadi identitas penikmat seni.
- Kejahatan media itu seperti kerjaan tukang pijet, orang bisa tertidur karena dipijet... Media juga bisa bikin publik tertidur.
- Kejahatan media itu mirip kerja rentenir, awalnya seperti orang baik berikan pinjaman tapi akhirnya bisa mematikan mencekik leher.
- Kejahatan media itu sistematis dan terorganisir. Pelakunya tidak sadar sedang berperan jadi penjahat karena mereka sudah merasa nikmat.
- Kejahatan media itu sangat nyata tapi bersembunyi dibalik topeng kebebasan pers, kebebasan menyampaikan pendapat/ekspresi.
- Kejahatan media itu sah karena dibenarkan oleh hukum dan diterima oleh masyarakat.
- Kejahatan media itu legal karena diatur oleh peraturan. Tidak ada yang bisa melawannya, sekalipun peraturan itu diubah.
- Kejahatan media itu bisa merubah orang saleh menjadi orang salah, mampu merubah tuntunan jadi tontonan.
- Kejahatan media itu seperti dokter yang membawa jarum suntik berisi racun dan siap menyuntik tubuh publik yang tidak berdaya.
- Kejahatan media itu seperti komplotan antar geng, antar mereka bisa saling serang tapi juga bisa menyatu jika identitasnya terganggu.
- Kejahatan media itu seperti kompas rusak, bisa menyesatkan dan menjerumuskan.
- Kejahatan media itu seperti kerja dukun yang memberi mantra, jika dipercaya bisa berbahaya.
- Kejahatan media itu seperti pekerja salon kecantikan, menipu dengan memoles keburukan wajah.
- Kejahatan media itu seperti dokter spesialis bedah, bisa masuk membedah jantung pemirsa.
- Kejahatan media itu seperti junkfood, makanan cepat saji, mengenyangkan tetapi tidak menyehatkan.
- Kejahatan media itu seperti kerja tentara memburu musuh negara, bisa mengepung rumah siapa saja. Siang malam mereka bertahan disana.
- Kejahatan media itu seperti penjaja narkoba, bikin pemirsa kecanduan tidak terkira.
- Kejahatan media itu bahkan bisa menggantikan kedudukan ulama, tanpa fatwa dapat diikuti siapa saja.
- Kejahatan media itu seperti mafia Italia, bisa mengatur skor sepak bola.
- Kejahatan media itu seperti calo tiket KA, terus mencari mangsa padahal tidak kemana-mana.
- Kejahatan media itu seperti pembunuh berdarah dingin, sambil tersenyum tapi dapat mematikan karakter orang.
- Kejahatan media itu tidak bisa dituntut karena medialah penuntut sesungguhnya.
- Kejahatan media itu tidak bisa disidik karena medialah penyidik sesungguhnya.
- Kejahatan media itu tidak bisa digugat, karena medialah penggugat sesungguhnya.
- Kejahatan media tidak bisa dipenjara karena medialah penjara yang sesungguhnya.
- Kejahatan media tidak bisa direkayasa sebab medialah sang maha rekayasa sesungguhnya..
- Kejahatan media tidak bisa diperiksa, karena media paling suka memeriksa. Siapa saja bisa diperiksa media.
- Kejahatan media adalah imperium simulakra dari berbagai produksi hiper-realitas. Tidak ada yang bisa keluar jika sudah masuk dalam jeratnya.
- Karena media maha kuasa tidak bisa digeledah dan diperiksa, maka publiklah yang harus dibangun kesadarannya.
by @Iswandisyah
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 25, 2013
Sayang tokoh yang disurvei belum seberapa, karena yang muncul memang baru sedikit. Survei melibatkan 800 responden dengan margin error 3,5 persen. Mahyeldi teratas karena ia wakil walikota saat ini. Posisi dua Andre karena ia sudah memasang baliho pada banyak tempat. Akan halnya Michel juga demikian. Posisi ini bisa berubah, jika tokoh lain gesit mensosialisasikan diri.
Mereka tidak punya kepentingan serta pesanan dari calon manapun terkait hasil survei. Hasil survei yang dirilis Sabtu (23/2) itu, Mahyeldi Ansharullah masih memiliki elektabilitas paling tinggi.
“Kita lakukan pada beberapa daerah untuk menunjukan hasil kerja kita independen,” sebut Direktur Liberte Institut, Indrayadi didampingi Koordinator Surveyor, Yendra Saputra, saat jumpa pers di rumah makan Lubuk Idai, Sabtu (23/2) Khatib Sulaiman.
Hasilnya, pada pertanyaan seandainya pemilukada dilaksanakan pada hari ini, siapa walikota yang akan bapak/ibu pilih?
Selain tiga nama di atas ada nama mantan Wakil Walikota Padang, Yusman Kasim yang yang mendapat 11,8 persen suara. Lalu, anggota DPD RI Afrizal yang juga ketua DPC Gerindra Kota Padang yang mendapat 4,1 persen. Indrayadi menjelaskan, jika dilihat dari popularitas calon walikota, Mahyeldi dikenal oleh 67,9 persen responden, Yusman Kasim 56,3 persen, dan Andre Rosiade 53,5 persen, sedangkan M Ichlas El Qudsi 43,7 persen. Sedangkan tingkat akseptabilitas, Mahyeldi disukai 35 persen responden, Yusman Kasim 25,8 persen, Andre Rosiade 24 persen, dan M Ichlas El Qudsi 21,9 persen.
Cawako
Sedangkan jika dilihat dari popularitas, 29,8 persen responden mengenal Maigus Nasir, Firdaus Ilyas 27,4 persen, Syafril Basyir 23,5 persen, dan Feriyanto Gani 19,4 persen.
“Jika dilihat akseptabilitas, maka yang disukai atau diterima masyarakat Maigus Nasir 15 persen, Firdaus Ilyas 10,02 persen, dan Syafril Basyir juga 10,2 persen,” papar Indra.
Kata Indra, alasan utama masyarakat memilih walikota dan wakil walikota dekat dengan masyarakat 21,6 persen, bersih dan jujur 11,9 persen, berikutnya berpengalaman, berwibawa dan kharismatik, serta sering muncul di media massa.
Indrayadi memprediksi, calon yang paling kuat persaingannya antara Mahyeldi Ansharullah, Andre Rosiade, dan M Ichlas El Qudsi.
Menurutnya, dengan kondisi sekarang, diperkirakan Andre Rosiade akan mampu menyalip Mahyeldi dalam beberapa bulan ke depan. “Survei dilakukan sebelum tsunami politik mengguncang PKS yang akan mengusung Mahyeldi. Ditambah 51 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja pasangan walikota dan wakil walikota sekarang,” ujar alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ini. Dalam survei itu juga ditanyakan persepsi masyarakat tentang partai politik. Indrayadi menyebutkan, walau kasus parpol di tingkat pusat sangat banyak, sepertinya tidak begitu mempengaruhi pemilih di Padang. Buktinya, Partai Demokrat masih dipilih oleh 19,7 persen pemilih, Golkar 14,7 persen, PAN, 14,5 persen, PKS 12,5 persen.
Sedangkan massa Partai Golkar yang jumlahnya 14,7 persen, 3,4 persen memberikan suara pada Yusman Kasim, 2,8 persen pada Andre Rosiade, 2,3 persen di antaranya memberikan suara pada Mahyeldi, dan 1,9 persen pada M Ichlas El Qudsi.
Sementara, PKS masih didominasi oleh pendukung Mahyeldi. Buktinya, 7 persen dari 12,5 persen massa PKS memberikan suara pada Mahyeldi Ansharullah, 2 persen pada Andre Rosiade, dan 1,1 persen pada M Ichlas El Qudsi.
“Dari hasil survei kami, Mahyeldi Ansharullah turun perlahan-lahan, Andre Rosiade terus naik, dan M Ichlas El Qudsi naik perlahan-lahan. Begitu juga dengan Yusman Kasim. Artinya, persaingan ketat terjadi antara Mahyeldi, Andre Rosiade, M Ichlas El Qudsi, dan Yusman Kasim,” ulasnya.
Koordinator Surveyor, Yendra Saputra menambahkan, agar suara para calon ini bisa naik, calon wakil wali kota yang mendampingi mereka sangat menentukan. “Jika cawawako mendukung, maka suaranya akan naik. Jika salah pilih bisa kacau,” jelasnya. Dia mengingatkan agar para calon untuk tidak coba-coba menggunakan money politic. Sebab, perilaku pemilih di Sunbar sudah cerdas. Sebab, 48,9 persen responden akan menerima uang cawako namun memilih sesuai nuraninya. Sedangkan 44,6 persen akan menolak. “Hanya 5,5 persen yang akan menerima dan memilih orang yang memberinya,” ulasnya.
Yendra menjelaskan, survei ini dilaksanakan dengan metodologi multi stage random sampling, dengan cara wawancara tatap muka langsung hingga tingkat RW di 11 Kecamatan di Padang. “Responden 800 orang yang mewakili semua kelompok masyarakat, mulai dari jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, dan usia. Tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin error 3,5 persen,” ulas Yendra.
Mahyeldi paling Unggul
Written By @Adimin on 25 February, 2013 | February 25, 2013
PADANG — Mendekati masa pemilihan
walikota Padang, incumbent masih mengungguli nama baru. Meski begitu,
pendatang baru berhasil meraih hati pemilih.
Hal itu terungkap dari hasil survei yang
dilakukan Lembaga Survei Liberte Institute pada 23-26 Januari pada 11
Kecamatan di Padang. Lembaga yang melakukan survei diisi mahasiwa
pascasarjana Universitas Andalas. Ini survei mereka yang kedua.
Sayang tokoh yang disurvei belum seberapa, karena yang muncul memang baru sedikit. Survei melibatkan 800 responden dengan margin error 3,5 persen. Mahyeldi teratas karena ia wakil walikota saat ini. Posisi dua Andre karena ia sudah memasang baliho pada banyak tempat. Akan halnya Michel juga demikian. Posisi ini bisa berubah, jika tokoh lain gesit mensosialisasikan diri.
Mereka tidak punya kepentingan serta pesanan dari calon manapun terkait hasil survei. Hasil survei yang dirilis Sabtu (23/2) itu, Mahyeldi Ansharullah masih memiliki elektabilitas paling tinggi.
“Kita lakukan pada beberapa daerah untuk menunjukan hasil kerja kita independen,” sebut Direktur Liberte Institut, Indrayadi didampingi Koordinator Surveyor, Yendra Saputra, saat jumpa pers di rumah makan Lubuk Idai, Sabtu (23/2) Khatib Sulaiman.
Hasilnya, pada pertanyaan seandainya pemilukada dilaksanakan pada hari ini, siapa walikota yang akan bapak/ibu pilih?
Ternyata 20,6 persen memilih Mahyeldi.
Walaupun begitu Andre Rosiade yang merupakan tokoh baru muncul berhasil
meraih simpati masyarakat. Andre meraih suara 20,2 persen. Sedangkan di
urutan tiga ada nama anggota DPR Ri asal Sumbar, M. Ichlas el Qudsi yang
dipercaya oleh 12,1 persen.
Selain tiga nama di atas ada nama mantan Wakil Walikota Padang, Yusman Kasim yang yang mendapat 11,8 persen suara. Lalu, anggota DPD RI Afrizal yang juga ketua DPC Gerindra Kota Padang yang mendapat 4,1 persen. Indrayadi menjelaskan, jika dilihat dari popularitas calon walikota, Mahyeldi dikenal oleh 67,9 persen responden, Yusman Kasim 56,3 persen, dan Andre Rosiade 53,5 persen, sedangkan M Ichlas El Qudsi 43,7 persen. Sedangkan tingkat akseptabilitas, Mahyeldi disukai 35 persen responden, Yusman Kasim 25,8 persen, Andre Rosiade 24 persen, dan M Ichlas El Qudsi 21,9 persen.
Cawako
Indrayadi menjelaskan, selain walikota, Liberte Institute juga
melaksanakan survei untuk mengetahui elektabilitas calon wakil wali
kota. Dari survei itu diketahui, jika pemilukada dilaksanakan pada saat
survei, maka 14,1 persen warga akan memilih Maigus Nasir. Kemudian,
10,02 persen memilih Firdaus Ilyas, dan 7,3 persen memilih Yendril.
Sedangkan jika dilihat dari popularitas, 29,8 persen responden mengenal Maigus Nasir, Firdaus Ilyas 27,4 persen, Syafril Basyir 23,5 persen, dan Feriyanto Gani 19,4 persen.
“Jika dilihat akseptabilitas, maka yang disukai atau diterima masyarakat Maigus Nasir 15 persen, Firdaus Ilyas 10,02 persen, dan Syafril Basyir juga 10,2 persen,” papar Indra.
Kata Indra, alasan utama masyarakat memilih walikota dan wakil walikota dekat dengan masyarakat 21,6 persen, bersih dan jujur 11,9 persen, berikutnya berpengalaman, berwibawa dan kharismatik, serta sering muncul di media massa.
Indrayadi memprediksi, calon yang paling kuat persaingannya antara Mahyeldi Ansharullah, Andre Rosiade, dan M Ichlas El Qudsi.
Menurutnya, dengan kondisi sekarang, diperkirakan Andre Rosiade akan mampu menyalip Mahyeldi dalam beberapa bulan ke depan. “Survei dilakukan sebelum tsunami politik mengguncang PKS yang akan mengusung Mahyeldi. Ditambah 51 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja pasangan walikota dan wakil walikota sekarang,” ujar alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ini. Dalam survei itu juga ditanyakan persepsi masyarakat tentang partai politik. Indrayadi menyebutkan, walau kasus parpol di tingkat pusat sangat banyak, sepertinya tidak begitu mempengaruhi pemilih di Padang. Buktinya, Partai Demokrat masih dipilih oleh 19,7 persen pemilih, Golkar 14,7 persen, PAN, 14,5 persen, PKS 12,5 persen.
“Dari 19,7 persen massa Demokrat itu, 3,9 persen memilih Andre Rosiade,
2,8 persen Yultekhnil, 2,8 persen Mahyeldi, dan 2,6 persen Yusmas Kasim.
Sedangkan dari 14,5 persen massa PAN, 4,3 persen memilih M Ichlas
Elqudsi, 2,3 persen Andre Rosiade, 1,4 persen Yultekhnil, dan 1,7 persen
Yusman Kasim,” papar Indra.
Sedangkan massa Partai Golkar yang jumlahnya 14,7 persen, 3,4 persen memberikan suara pada Yusman Kasim, 2,8 persen pada Andre Rosiade, 2,3 persen di antaranya memberikan suara pada Mahyeldi, dan 1,9 persen pada M Ichlas El Qudsi.
Sementara, PKS masih didominasi oleh pendukung Mahyeldi. Buktinya, 7 persen dari 12,5 persen massa PKS memberikan suara pada Mahyeldi Ansharullah, 2 persen pada Andre Rosiade, dan 1,1 persen pada M Ichlas El Qudsi.
“Dari hasil survei kami, Mahyeldi Ansharullah turun perlahan-lahan, Andre Rosiade terus naik, dan M Ichlas El Qudsi naik perlahan-lahan. Begitu juga dengan Yusman Kasim. Artinya, persaingan ketat terjadi antara Mahyeldi, Andre Rosiade, M Ichlas El Qudsi, dan Yusman Kasim,” ulasnya.
Koordinator Surveyor, Yendra Saputra menambahkan, agar suara para calon ini bisa naik, calon wakil wali kota yang mendampingi mereka sangat menentukan. “Jika cawawako mendukung, maka suaranya akan naik. Jika salah pilih bisa kacau,” jelasnya. Dia mengingatkan agar para calon untuk tidak coba-coba menggunakan money politic. Sebab, perilaku pemilih di Sunbar sudah cerdas. Sebab, 48,9 persen responden akan menerima uang cawako namun memilih sesuai nuraninya. Sedangkan 44,6 persen akan menolak. “Hanya 5,5 persen yang akan menerima dan memilih orang yang memberinya,” ulasnya.
Yendra menjelaskan, survei ini dilaksanakan dengan metodologi multi stage random sampling, dengan cara wawancara tatap muka langsung hingga tingkat RW di 11 Kecamatan di Padang. “Responden 800 orang yang mewakili semua kelompok masyarakat, mulai dari jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, dan usia. Tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin error 3,5 persen,” ulas Yendra.
sumber : harian Singgalang
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 25, 2013
sumber : republikadotcom
posted by Adimin
PKS: Suara Resmi Aher Pasti Lebih Besar dari Quick Count
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa sudah memprediksi Ahmad Heryawan (Aher) akan menang dalam perhitungan cepat (quick count).
Meski pun begitu, partai ini merasa tetap perlu untuk menunggu hasil
perhitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Keyakinan kami penghitungan hasil versi KPU perolehan suara Aher bisa lebih besar dari hasil quick count," kata Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq, Ahad (24/2).
Sampai saat ini, calon incumbent yang berpasangan dengan
Deddy Mizwar tersebut masih unggul dalam penghitungan cepat pemilihan
Gubernur Jawa Barat. Pasangan yang diusung PKS tersebut berhasil
memimpin sementara dengan perolehan 31,58 persen.
Tak hanya itu, lanjut Mahfudz, PKS juga menargetkan untuk memenangi
pemilukada Jawa Barat dalam satu putara. Ia tidak memandang target itu
lantaran efisiensi biaya penyelenggaraan pemilukada.
Melainkan sebagai bukti kalau masyarakat Jawa Barat masih tetap mendukung Aher dan PKS.
"Apalagi mengingat selama masa kampanye serangan politik dan kampanye
hitam terhadap pasangan Aher-Demiz dan PKS sangat kuat," pungkas Ketua
Komisi I DPR tersebut
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN











