Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 18, 2013
Salam Indonesia Maju,
FATIH
sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/03/18/tangkap-anis-matta-543751.html
posted by Adimin
Tangkap Anis Matta
Written By @Adimin on 18 March, 2013 | March 18, 2013
Saya menyarankan agar Anis Matta segera ditangkap. Oleh siapa? Oleh para
kader PKS. Lho???! Ya. Saya menyarankan kepada para kader PKS agar
menangkap pikiran-pikiran dahsyat Anis Matta. Kalau perlu, semua
aksi-aksi leadershipnya juga ditangkap.
Karena pikiran-pikirannya, kebijakan-kebijakannya sebagai pimpinan
partai, dan aksi-aksi kepemimpinannya, itu semua bisa dijadikan catatan
sejarah dan referensi empirik bagi perjalanan partai kalian, perjalanan
perpolitikan di Indonesia, bahkan perpolitikan dunia. Hal itu juga bisa
menjadi pendidikan politik sekaligus budaya untuk bangsa besar Indonesia
ini. Jarang-jarang lho ada orang yang punya itikad baik untuk memajukan
negeri ini, juga memiliki kapasitas keilmuan yang luar biasa, sekaligus
juga punya otoritas menggerakkan mesin partai yang cukup besar. Dan
orang itu ada di partai kalian.
Saya melihat akhir-akhir ini Anis Matta seperti bintang yang sedang
bersinar terang. Terlebih setelah dia berhasil menahkodai bahtera yang
bernama PKS ini keluar dari badai dengan memenangkan beberapa pilkada
dalam waktu yang berdekatan. Track record-nya masih bersih (dan
mudah-mudahan tetap bersih), walaupun ada upaya-upaya untuk membuatnya
terlihat kotor (biasalah, politik di Indonesia masih kaya’ gini) tapi
buktinya tidak terbukti. Yang penting bagi kalian, jangan membalas
kejahatan dengan kejahatan, tunjukkan kalau cara berpolitik yang santun
itu ada pada kalian (santun kan bukan berarti lemah, justru orang kuat
lah yang santunnya terlihat indah).
Setelah menonton beberapa video rekaman pidatonya yang diupload di
Youtube, saya pribadi juga tertarik dengan pikiran-pikirannya Anis
Matta. Sayang sekali kalau pikiran-pikirannya (yang menurut saya dahsyat
ini) dan aksi-aksi kepemimpinannya menguap begitu saja di udara tanpa
ada perekaman. Oleh karenanya ada beberapa saran yang bisa saya
sampaikan kepada kalian para kader PKS:
1. Catatlah semua isi
pidato/ceramah/khutbah/seminar/talkshow/dialog/wawancara yang
disampaikan oleh Anis Matta. Saya memperhatikan, Anis Matta kalau bicara
jarang memegang naskah (dan ini salah satu kelebihan Anis Matta dalam
public speaking), oleh karenanya mencatat mutlak kalian lakukan sebagai
upaya perekaman pemikirannya. Bukankah Ali bin Abi Thalib pernah
berujar: “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Tapi saya yakin tidak
semua kalian bisa selalu bersama Anis Matta setiap hari. Padahal dalam
kapasitasnya sebagai presiden partai, saya yakin hampir setiap hari dia
harus berbicara (dalam konteks public speaking). Lalu siapa kah yang
berkewajiban mencatat semua pemikirannya itu? Saya pikir ini tugas
asisten pribadinya Pak Anis. Saya harap asisten pribadinya Pak Anis juga
adalah seorang yang haus ilmu. Dan semua yang dicatat itu, alangkah
bagusnya kalau dibuat menjadi buku. Dengan konten yang penuh ilmu saya
yakin buku kumpulan ceramah itu akan menjadi buku yang menarik. Namun
bagi kalian yang hadir atau sempat mengikuti pembicaraannya, alangkah
baiknya juga mencatatnya.
2. Kalau catatan itu hasilnya adalah teks, maka dengan menggunakan
fasilitas teknologi saat ini, kalian juga bisa mengarsipkan
pidato/ceramah/khutbah/seminar/talkshow/dialog/wawancara beliau dalam
bentuk file video dan atau audio. Dan ini mutlak dilakukan agar kita
juga bisa mengetahui gestur pembicara saat ia menyampaikan pemikirannya
(yang tidak bisa dilakukan oleh hanya sekedar teks). Alangkah eloknya
kalau file itu kemudian diupload ke Youtube agar bisa dinikmati oleh
masyarakat Indonesia secara luas. Toh Anis Matta sekarang bukan hanya
sekedar milik PKS, tapi juga milik bangsa Indonesia. Malah sebenarnya
dengan cara tersebut, justru menjadi sarana marketing yang menurut saya
sangat baik. (Sssst…., ini rahasia, banyak lho yang tersentuh dan
tergerak hatinya untuk bergabung setelah mendengar ceramah-ceramahnya
Anis Matta).
3. Alangkah bagusnya kalau website pribadinya Anis Matta diberdayakan.
Saya tidak tahu apakah Anis Matta memiliki website pribadi. Tapi menurut
saya, sangat sayang sekali kalau seorang Anis Matta tidak memiliki
website pribadi (atau website-nya ada tapi tidak terkelola). Saya pikir
harus ada tim yang mengelola website-nya. Nah, di website ini lah
catatan-catatan yang ditulis seperti pada poin (1) itu, dan rekaman
video dan atau audio seperti pada poin (2) itu disimpan, ditampilkan dan
disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Saya pikir orang-orang PKS adalah
orang-orang yang cerdas yang tidak akan terjebak pada pengkultusan
pribadi. Dan peduli amat dengan kata-kata orang lain yang nantinya
bilang PKS sudah mengkultuskan pribadi seseorang. Toh yang tahu dengan
hati kalian adalah kalian sendiri kan? Toh juga saat ini,
pemimpin-pemimpin dunia, tokoh-tokoh internasional maupun nasional,
bahkan orang-orang yang sedang mencoba melakukan penokohan dirinya juga
punya website pribadi. Kenapa PKS yang notabene salah satu kadernya
bahkan menjadi Menkominfo tidak menggunakan leverage internet untuk
menokohkan seseorang yang potensial ini, yang memang pantas untuk
memiliki website pribadi ini. Lagipula, organisasi yang orang-orangnya
memiliki kebanggaan terhadap pemimpinnya itu jauh lebih sehat dan
produktif daripada organisasi yang orang-orangnya malah menjatuhkan
pemimpinnya sendiri. Dengan website pribadi Anis Matta yang berkonten
demikian (yang bukan hanya berisi sekedar berita kunjungan dan
kegiatan), saya rasa itu akan menjadi salah satu website yang
benar-benar berisi, mendidik, informatif, menarik, bermanfaat, dan
marketable tentunya. (Kepengen sih nambahin kata-kata “enak dibaca dan
perlu”, tapi sudah terlanjur jadi jargon salah satu majalah, hehe ^_^)
4. Kalau toh website pribadinya belum ada, atau sudah ada tapi belum
terkelola, atau tetap dikelola tapi tidak update, atau pun juga ternyata
sudah update (intinya mau ada atau tidak sekalipun), tetaplah kalian
para kader PKS menayangkan catatan dan file video atau audio itu via
internet. Saya salut sekali dengan website PKSPiyungan (dikelola oleh
kader PKS Kecamatan Piyungan) yang menjadi salah satu dari 500 website
teratas di Indonesia dimana kontennya berisi hal-hal yang berhubungan
dengan PKS. Namun saya pikir, website khusus yang berisi hal-hal yang
berhubungan dengan Anis Matta itu sangat bagus sekali kalau ada, karena
akan banyak sekali konten yang bisa dimuat di situ. Akun jejaring sosial
para kader PKS juga bisa menjadi sarana penyebaran pemikiran dan
rekaman-rekaman beliau.
5. Upaya-upaya “penangkapan” seperti yang saya jelaskan pada poin-poin
sebelumnya, sebenarnya juga merupakan salah satu alat kontrol untuk Anis
Matta agar ia tetap berada pada track yang benar. Kita semua tahu tentu
akan menjadi beban moral tersendiri bagi seseorang yang pembicaraannya
dicatat atau direkam dan kemudian diketahui oleh masyarakat luas.
Menjadi orang baik itu penting, tetapi konsisten untuk tetap baik itu
jauh lebih penting. Dan saya harap Anis Matta tetap konsisten bahkan
ketika mungkin takdir sejarah mengantarkannya berada pada posisi yang
lebih dari saat ini. Semoga dengan upaya-upaya “penangkapan” ini,
menjadi semacam alat kontrol buat Anis Matta agar tetap on the right
track. Jujur saja, Indonesia masih kekurangan pemimpin yang memberikan
keteladanan secara utuh. Sehingga menurut saya, sedari sekarang perlu
juga dibuat rancangan biografi beliau, agar kalian para kader PKS itu
berfikir dari akhir (thinking from the end). “Orang ini akhirnya akan
menjadi apa sih?”, itu yang perlu difikirkan dan dibentuk. Hanya
orang-orang besar lah yang biografinya menarik untuk dibaca dan
menginspirasi pembacanya.
Itu mungkin beberapa saran dari saya buat kalian para kader PKS. Sekali
lagi, sangat disayangkan kalau bangsa Indonesia (terlebih khusus kalian
para kader PKS) tidak memanfaatkan anugerah tuhan yang dititipkan pada
seorang Anis Matta ini. So, sebarkanlah dan lihat apa yang terjadi!
***
End note: Tulisan ini saya buat untuk memprovokasi para kader PKS
atau siapa pun untuk menangkap dan menyebarkan catatan atau rekaman
dari penyampaian-penyampaian Anis Matta. Sebenarnya tujuan saya sih
pragmatis aja: agar saya yang sekarang berada nun jauh di wilayah timur
Indonesia ini bisa juga menikmati pemikiran-pemikiran beliau.
Saya juga memohon maaf jika ada yang kecewa dengan pemilihan judul
tulisan ini yang mungkin tidak sesuai dengan harapan hati. Kepada yang
kecewa saya hanya berpesan, mari kita bangun budaya perpolitikan yang
santun. Masyarakat Indonesia harus diselamatkan dari perpolitikan ala
zaman purba. Kalau dengan memaki, mencaci, dan memfitnah itu bisa
membuat negara ini maju maka mungkin kita perlu membuat kementrian
khusus yang menangani itu (mungkin namanya bisa Departemen Fitnah kali,
hehe ^_^). Pada kenyataannya justru dengan sikap-sikap keji seperti itu
membuat pikiran dan mental bangsa kita diliputi aura negatif,
mendisorientasikan fokus bangsa dari hal-hal prioritas dan manfaat,
membuat konta produktif serta melemahkan semangat bangsa untuk maju.
Kemajuan suatu bangsa bukan hanya sekedar peran dan tanggung jawab
pemimpinnya saja, tapi lebih banyak berasal dari rakyatnya (ya,
kita-kita ini). Bukankah hanya sedikit orang yang bisa jadi pemimpin,
dan sisanya yang banyak disebut rakyat (yang dipimpin)? Sungguh sangat
naif apabila kemudian kita mengharapkan kemajuan negara kita hanya
sekedar kepada satu dua orang di istana sana, lalu kita cuma berpangku
tangan. Kalau ada sekumpulan orang yang punya itikad baik untuk
memajukan negeri ini ya apa salahnya kalau kita support. Kalaupun kita
berbeda cara atau sarana dengan mereka ya jangan saling menjatuhkan lah,
toh keinginan kita sama kok: sama-sama ingin agar Indonesia ini lebih
baik lagi. Iya kan?
Salam Indonesia Maju,
FATIH
sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/03/18/tangkap-anis-matta-543751.html
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2013
Terimakasih telah membaca semoga bermanfaat.
Bang Sadi Rangkuti
sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/03/15/kalau-boleh-jujur-pks-partai-terbaik-saat-ini-543107.html
posted by Adimin
Kalau Boleh Jujur PKS Partai Terbaik Saat ini
Written By @Adimin on 16 March, 2013 | March 16, 2013
Tahun 2013 adalah tahun politik, dimana sepertinya semua hal halal
dilakukan oleh partai politik. Kita lihat saja banyak kader partai yang
pindah ke partai lain dengan harapan karir politik lebih baik dari
sebelumnya. Banyak orang sebut ini kutu loncat dan ada juga yang
menyebut kuda liar, wah kuda liar.. hmmm, kuda liar ini kalau ditanya
kenapa pindah jawabannya sederhana ini permintaan konstituen di daerah,
ada yang bilang demi rakyat apapun akan saya lakukan ..benar gak ya demi
rakyat?? atau hanya sekedar mempertahankan eksistensi dan syahwat
politiknya.
Ada lagi yang lebih mengerikan dengan bermodalkan kekayaan dan kuasanya
sebagai pemilik media dia menyerang lawan-lawan politiknya dengan media
yang ada. Baik media cetak, radio, online, televisi atau semua media
yang dia kuasai..tetapi tentang hancur dan bobroknya nya partainya
jangan harap akan ada satu beritapun muncul dimedianya,yang muncul hanya
kebaikan-kebaikan partainya saja.
Ada juga kabarnya golongan penguasa yang bermain dibalik layar dengan
kekuasaannya yang membuat situasi di negeri ini kacau balau memanfaatkan
kekuasaannya sehingga bermain-main sesuka hatinya, bahkan sekelas KPK
pun yang konon, kata-katanya bagai firman tuhan yang tak pernah salah,
bisa di atur. Terlihat jelas di mata rakyat walaupun rakyat jelata
seperti saya jika rekan separtainya jadi tersangka tidak langsung
ditahan. Sebut saja Anas Urbaningrum sampai saat ini tidak ditahan dan
juga Andi Malarangeng tersangka yang bebas kemanapun mereka suka, tidak
ada kehawatiran buat KPK mereka menghilangkan barang bukti…opss kita
tidak sedang membahas mereka.
Begitulah politik bahkan terkadang kita bingung yang mana politikus yang
bisa diandalkan untuk membawa negeri ini jadi negeri yang makmur dan
rakyat sejahtera, mana yang tidak. Di awal tahun 2013 ICW pernah merilis
partai yang tidak tersandung korupsi tahun 2012 ada dua partai yaitu
PKS dan Hanura, setelah saya membaca tentang ini, saya tertarik membahas
PKS. Kenapa? karena PKS adalah partai islam terbesar di Indonesia yang
pada tahun 2014 ini bernomor 3, dan juga PKS adalah partai yang kadernya
selalu saya jumpai di mesjid-mesjid, baik subuh atau bahkan solat
tahajjud sekalipun sering mereka lakukan dan saya menemukan mereka di
mesjid, yang ketiga PKS menurut saya fenomenal karena pergantian
presiden tidak lebih dari 2×24 jam.
PKS … mendengar kata PKS atau Partai Keadilan Sejahtera kita sudah bisa
membayangkan bahwa kita akan berjumpa dengan orang orang sederhana,
partainya anak-anak muda yang cerdas, optimis, tertib dan pastinya
soleh/ah dan anggun. Partai yang dewasa, pekerja keras, optimis,
pandangan jauh ke depan dan yang paling saya sukai ikhlas, bersih dan
professional.
Saya sempat buat judul partai terbaik saat ini, setelah saya mengamati
dan mengikuti berita-berita dan perkembangannya serta pertemuan
sehari-hari dengan berbagai organisasi dan partai-partai saya bisa
simpulkan bahwa kalau saya jujur PKS lah yang terbaik saat ini.
Dulu saya tidak begitu peduli dengan partai-partai, tapi dengan situasi
saat ini PKS dizolimi sementara mereka adalah orang-orang baik, hati
saya mengatakan saya tidak boleh diam walaupun saya tidak pernah belajar
tulis menulis saya akan tulis yang ada di pikiran saya.
Ada beberapa hal yang membuat saya mengatakan PKS partai terbaik saat
ini setelah saya banyak bicara dengan orang-orang partai dan mengamati
politik Indonesia saat ini :
1. Kader yang solid
Kita bisa lihat kader PKS itu solid, apapun yang terjadi di partainya
mereka lebih percaya pada pimpinan mereka, isu korupsi dan fitnah yang
dilancarkan lawan politik kepada pimpinan mereka, mereka hanya
menanggapi dengan biasa-biasa. Bahkan isu ini membuat mereka makin
semangat bekerja dan berdakwah, mereka menyebut membangunkan macan
tidur. Macan-macan tidur PKS sekarang telah bangun, mereka saling
menyemangati bekerja untuk partai, yang anehnya tanpa bayaran. Kemudian
mereka tidak satu orangpun yang menyalahkan pimpinannya, atau saling
tidak percaya bahkan ingin keluar dari PKS tapi makin solid. Ada isu
makin solid.. terbukti setelah kasus LHI, mereka memenangkan pemilihan
gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara, yang kedua-duanya adalah kader
PKS.
2. Bekerja tanpa bayaran
Saya menyaksikan kader PKS itu bekerja ikhlas tanpa mengharapkan
bayaran. Mereka bekerja tanpa dibayar. Memasang spanduk, baliho, stiker
PKS, dan semua alat peraga partai tidak ada yang dibayar. Mereka direct
seling mendatangi rumah ke rumah dan silaturrahim tidak ada yang di
bayar. Mereka membantu warga yang kebanjiran dan kebakaran tanpa
bayaran. Kalau ada kader partai seperti ini inilah yang saya sebut
partai terbaik. Secara logika tidak ada yang mau bekerja tanpa dibayar.
Saya pernah bertanya pada kader PKS kalian kan siang malam masang baliho
dan nempel stiker berapa kalian dibayar? Mereka jawab kami tidak mau
dibayar, bahkan mereka yang mengeluarkan uang untuk beli tali dan kawat
pengikat jika diperlukan. Saya tanya: jadi bayarnya kapan? mereka
menjawab nanti di sorga. Wuihh…hebatnya partai mana yang bisa seperti
ini hanya PKS.
3. Tujuan mereka mulia
Mereka mengatakan kami ini sebenarnya dakwah cuma caranya berbeda. Cara
kami adalah mendudukkan orang-orang sholeh di pusat-pusat kekuasaan.
Jadi kalau orang soleh duduk di pusat kekuasaan maka ia akan peduli
dengan rakyat karena dia duduk bukan kerena bayar dan punya banyak uang.
Dan yang paling penting tidak akan korupsi karena mereka tau bekerja
adalah ibadah, seperti dalam sholat “sesungguhnya solatku, ibadahku,
hidupku dan matika hanya untuk Alloh Tuhan seru sekalian alam”. Kalau
kita solat subuh tidak mungkin kita korupsi 1 rokaat, menjadi satu
rokaat. Mereka pun dalam bekerja seperti itu. Kalau ada isu mereka
korupsi, 99% saya tidak percaya, dan saya hanya menganggap itu ulah
lawan politik saja.
***
Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membuat partai ini menjadi partai
terbaik saat ini tapi kalau mau tahu lebih lanjut jumpai aja kader-kader
PKS yang ada di dekat rumah anda nanti bisa dijelaskan atau lebih
jelasnya gabung aja dulu barang setahun dua tahun nanti tahu sendiri.
Cara gabungnya gampang kok datangi aja kader PKS atau kantor PKS di
kelurahan atau kecamatan atau kantor PKS yang mana saja yang ada di
daerah anda nanti akan diikutkan mengaji. Syaratnya cuma mengaji,
kalaupun gak pandai ngaji gak apa-apa nanti mereka ajari, karena banyak
juga di sana yang belum pandai ngaji …tapi itu yang baru-baru hehehe…
Terimakasih telah membaca semoga bermanfaat.
Bang Sadi Rangkuti
sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/03/15/kalau-boleh-jujur-pks-partai-terbaik-saat-ini-543107.html
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 13, 2013
Pencitraan Vs Kenyataan
Written By @Adimin on 13 March, 2013 | March 13, 2013
- Dalam dunia kita yg sekarang, citra mulai menjadi persoalan lain dan kenyataan soal lain lagi...
- Dalam dunia kita yang sekarang, bahkan "image is more important then the reality".
- Pribadi hidup dalam kepalsuan dan bangsa atau ummat manusia diseret dalam kepalsuan..
- Pada kasus orang2 atau lembaga yg terlalu populer kita menemukan ironi...ada banyak yg borok tersembunyi...
- Masalahnya, popularitasnya mengharuskan mereka harus menyimpan kebusukan demi popularitas yg sdh kadung...
- Utamanya pada bangsa2 berkembang atau terbelakang.dimana nama besar dan orang besar tak boleh salah.
- Kebusukan akan disimpan menjadi beban kita semua...tiba2 kita kecewa luar biasa dan menjadi amarah..
- Karena itu, citra juga adalah sejenis tirani jika ia didapatkan melalui PR DAN MANAJEMEN PENCITRAAN, semacam penipuan.
- Sehingga dalam kepalsuan, nama baik kita dapatkan dari menutupi kebobrokan kita..kadang dengan mengorbankan orang lain.
- Popularitas itu hanya akan bertahan pada pribadi terbuka dan berbuat apa adanya..persetan kata orang...
- Demokrasi percaya pada lembaga publik terbuka...karena kalau kita benar apa yang kita takutkan...
- Maka jika demokrasi kita menguat, maka yg asli akan betahan mengkilap dan yg palsu akan terbakar musnah.
- Tapi demokrasi kita belum kuat, kepalsuan masih mendapat tempat...Seperti laporan ilmuan soasial kanada itu?
- Kepada lembaga pemberantas teroris, adakah sikap anda anti teror atau lembaga dibuat untuk restu negara lain?
- Adakah anda otentik seorang pejuang untuk membangun sistem anti korupsi atau anda cari tangga popularitas?
- Adakah anda memberantas kemiskinan atau kau bahkan mempertahankannya sebagai komoditimu?
- Semua pertanyaan itu layak diajukan atas semua masalah yg tidak selesai...
- Terlalu banyak tepuk tangan dan decak kagum tetapi terlalu sedikit penyelesaian masalah.
- Terlalu banyak kampanye dan pencitraan tapi masalah bertambah banyak dan merajalela...
- Kita menyaksikan festival puja puji di layar kaca setiap hari ditengah kegetiran tumpukan masalah.
- Ini semua kepalsuan yg berawal dari kepalsuan pribadi kita sebagai pemimpin. Kritik kita anggap mengerikan.
- Kita mulai kecanduan tepuk tangan dan tepuk tangan mulai menjadi lebih penting dari persoalannya.
- Jangan2 ini penyakit suatu generasi dan jika ia, mari kita tinggalkan mereka.
- Kita harus mulai dengan yang asli dan mengubur kepalsuan.
- Selamat tinggal kepalsuan.
- Dalam dunia kita yang sekarang, bahkan "image is more important then the reality".
- Pribadi hidup dalam kepalsuan dan bangsa atau ummat manusia diseret dalam kepalsuan..
- Pada kasus orang2 atau lembaga yg terlalu populer kita menemukan ironi...ada banyak yg borok tersembunyi...
- Masalahnya, popularitasnya mengharuskan mereka harus menyimpan kebusukan demi popularitas yg sdh kadung...
- Utamanya pada bangsa2 berkembang atau terbelakang.dimana nama besar dan orang besar tak boleh salah.
- Kebusukan akan disimpan menjadi beban kita semua...tiba2 kita kecewa luar biasa dan menjadi amarah..
- Karena itu, citra juga adalah sejenis tirani jika ia didapatkan melalui PR DAN MANAJEMEN PENCITRAAN, semacam penipuan.
- Sehingga dalam kepalsuan, nama baik kita dapatkan dari menutupi kebobrokan kita..kadang dengan mengorbankan orang lain.
- Popularitas itu hanya akan bertahan pada pribadi terbuka dan berbuat apa adanya..persetan kata orang...
- Demokrasi percaya pada lembaga publik terbuka...karena kalau kita benar apa yang kita takutkan...
- Maka jika demokrasi kita menguat, maka yg asli akan betahan mengkilap dan yg palsu akan terbakar musnah.
- Tapi demokrasi kita belum kuat, kepalsuan masih mendapat tempat...Seperti laporan ilmuan soasial kanada itu?
- Kepada lembaga pemberantas teroris, adakah sikap anda anti teror atau lembaga dibuat untuk restu negara lain?
- Adakah anda otentik seorang pejuang untuk membangun sistem anti korupsi atau anda cari tangga popularitas?
- Adakah anda memberantas kemiskinan atau kau bahkan mempertahankannya sebagai komoditimu?
- Semua pertanyaan itu layak diajukan atas semua masalah yg tidak selesai...
- Terlalu banyak tepuk tangan dan decak kagum tetapi terlalu sedikit penyelesaian masalah.
- Terlalu banyak kampanye dan pencitraan tapi masalah bertambah banyak dan merajalela...
- Kita menyaksikan festival puja puji di layar kaca setiap hari ditengah kegetiran tumpukan masalah.
- Ini semua kepalsuan yg berawal dari kepalsuan pribadi kita sebagai pemimpin. Kritik kita anggap mengerikan.
- Kita mulai kecanduan tepuk tangan dan tepuk tangan mulai menjadi lebih penting dari persoalannya.
- Jangan2 ini penyakit suatu generasi dan jika ia, mari kita tinggalkan mereka.
- Kita harus mulai dengan yang asli dan mengubur kepalsuan.
- Selamat tinggal kepalsuan.
kultwit @fahrihamzah
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita
March 13, 2013
Nagaya Muni
Saya PNS bukan PKS
Nagaya Muni
Saya PNS bukan PKS. Ya, itulah saya. Aktivitas saya lebih banyak
urusan kantor. Berangkat pagi pulang petang. Penghasilan masih pas-pasan. Kalau
pas butuh pas ada uang. Walapun PNS saya bukan PNS kebanyakan. Saya
nggak suka hal-hal yang fiktif. Saya nggak suka kuitansi fiktif,
pertanggungjawaban fiktif, lembur fiktif. Tapi saya suka cerita-cerita
fiktif macam Kho Ping Ho, sejak SMP saya sudah baca cerita fiktif Kho
Ping Ho puluhan judul sudah saya baca. itu mungkin satu-satunya hal
FIKTIF yang saya sukai. Karena saya nggak suka lembur fiktif, kuitansi
fiktif dll. saya sempat di benci oleh teman-teman saya.
O ya selain tidak suka hal-hal fiktif yang sudah saya sebut di atas saya
juga berani menolak amplop (ada isinya lho). Saya geli sekali lihat
atasan saya keki. Itulah momen ketika pertama kali saya menolak amplop
dari atasan saya. Ya waktu itu saya menjadi staf administrasi di suatu
instansi. Saat itu ada pembahasan anggaran yang melibatkan kementerian
dan Lembaga. Ya memang budaya amplop masih berkibar waktu itu. Tapi saya
berani menolak. Hebat gak saya! Kalau orang lain mungkin berpikir itu
HEBAT. Tapi saya biasa saja. Karena saya berusaha untuk jujur. Waktu
jaman kuliahpun saya sangat menentang budaya contek menyontek.
Saya PNS bukan PKS, tapi saya suka PKS. karena saya lihat PKS sangat
berupaya keras untuk jujur. Ingat nggak dulu ketika Pemilu pertama
setelah reformasi tahun 1999. Ada anggota KPU dari Partai Keadilan yang
menolak suap. Kalau nggak salah namanya Mustafa Kamal. Kayaknya sekarang
masih jadi anggora DPR dari fraksi PKS. Coba saja gogling nama tersebut
di era tahun 1999. Namanya cukup harum diperbincangkan orang karena
kejujurannya. Saya kira masih banyak aleg dari PK maupun PKS sekarang
yang masih berupaya untuk jujur. Kalau dari partai lain saya nggak tahu.
Ada yang jujur mungkin, tapi yang brengsek kayaknya lebih banyak.
Saya PNS bukan PKS, tapi saya seneng lihat PKS. Lihat saja aksi-aksinya
sepanjang tahun. Mulai tingkat RT sampai tingkat nasional aksi-aksi
mereka 99,99% bermanfaat buat rakyat. Ada baksos, pengobatan gratis,
kerja bakti, santunan, bea siswa, ngajarin anak-anak sampai nenek-nenek
membaca Al Qur’an sampai pada aksi-aksi solidaritas untuk bangsa lain
yang tertindas dan seabrek aktifitas positif lainnya. Maka tak heran
banyak yang suka sama partai ini walaupun ada juga yang nggak suka. Tapi
itu lebih karena syirik dan nggak tahu saja. Tapi bagi PKS itu nggak
penting. Karena bagi mereka kerja lebih diutamakan. Baik diliput atau
nggak. Disanjung atau singgung. Di sambut atau di sambit. Nggak Majalah.
Saya berkata demikian karena saya berteman dengan orang-orang PKS.
Saya deket dengan mereka karena saya se ide dengan mereka. Saya tahu
banyak tentang mereka. Tidak seperti para pengamat dan komentator yang
asal bunyi dengan nada minor kalau sudah menyangkut tentang PKS. Saran
saya sebelum berkomentar tentang PKS kenalilah dulu orang-orang PKS.
Cobalah bertamu ke rumah salah seorang kader PKS.
Saya PNS bukan PKS, tapi saya dukung PKS. Saya dukung PKS mengelola
negeri ini. Negeri yang sejak berdirinya sudah salah kelola. Berilah
kesempatan kepada PKS untuk mengelola negara ini. Kalau yang lain sudah
terbukti. Terbukti gagal. Gagal Total. Gagal maning-gagal maning. Lihat
saja berapa utang negara ini yang tiap tahun bukannya berkurang malah
tambah menggunung. Ini saja sudah membuktikan negara ini sudah salah
kelola. Berilah kesempatan kepada PKS. Nggak usah lama-lama. Satu
periode saja. Pasti anda akan ketagihan. Beri kesempatan dengan memilih
nomor 3 di 2014 nanti. Nggak ada untungnya golput. Memang sih nggak ada
juga ruginya.
Saya PNS bukan PKS, tapi saya ingin PKS melayani negeri ini. Karena sudah
terbukti yang lain nggak bisa melayani. Yang ada hanyalah nafsu untuk
mengangkangi negeri ini seolah-olah negara ini milik neneknya saja.
Ketika Parpol lain sudah menjadi Dinasti, PKS tetap konsisten dengan
jiwa melayani. Siapa sih yang mau jadi pelayan kecuali PKS.
Saya PNS bukan PKS, tapi saya setuju dengan ide-ide PKS.
sumber :http://www.pkstuban.com/2013/03/saya-pns-bukan-pks.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+duniapks+%28Dunia+PKS%29
sumber :http://www.pkstuban.com/2013/03/saya-pns-bukan-pks.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+duniapks+%28Dunia+PKS%29
posted by Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
March 11, 2013
Sebaliknya, dengan takaran yang sesuai untuk tubuh, kopi memberikan manfaat yang tidak kalah hebatnya bagi kesehatan. Dikutip dari LiveStrong, setidaknya ada 10 manfaat kopi bagi tubuh:
9 Alasan Minum Kopi Baik untuk Kesehatan
Written By @Adimin on 11 March, 2013 | March 11, 2013
Melewati hari dengan mengonsumsi kopi sudah menjadi kebiasaan banyak
orang. Minuman ini punya sisi buruk dan baik bagi kesehatan. Orang yang terlalu maniak minum kopi dimungkinkan mengalami peningkatan hormon kortisol
akibat banyaknya kafein yang masuk tubuh. Ketika hormon stres ini
bekerja, seseorang dapat mengalami tekanan pikiran, gelisah, dan bisa
juga mudah marah. Kopi juga menyebabkan tekanan darah naik sehingga berbahaya jika diminum tanpa kontrol.
Sebaliknya, dengan takaran yang sesuai untuk tubuh, kopi memberikan manfaat yang tidak kalah hebatnya bagi kesehatan. Dikutip dari LiveStrong, setidaknya ada 10 manfaat kopi bagi tubuh:
- Mencegah batu empedu. Penelitian di Harvard University tahun 2002 menyimpulkan, meminum empat cangkir sehari membuat seseorang mengalami penurunan risiko terkena batu empedu hingga 25persen pada pria.
- Mencegah depresi. Dengan minum 2-3 cangkir kopi per hari dapat menurunkan kemungkinan depresi sampai 15 persen. Saat minum empat cangkir, risiko dpresi turun 20 persen. Demikian menurut studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine pada tahun 2011 lalu. Namun, disarankan tidak lebih banyak dari takaran tersebut.
- Kopi membantu meningkatkan kemampuan memori jangka pendek dan panjang. Dengan minum dua cangkir kopi berkafein per hari, manfaat tersebut bisa dirasakan. Demikian hasil studi Masyarakat Radiologi Amerika Utara di tahun 2005. Selain itu, kopi membantu mencegah penyakit Alzheimer.
- Risiko diabetes menurun karena minum kopi. Dengan empat cangkir kopi per hari menurunkan risiko diabetes sampai separuhnya. Penyebabnya adalah senyawa kopi dapat menghalangi kerja hIAPP, yaitu suatu polipeptida yang menghasilkan serat protein abnormal pencetus diabetes tipe 2.
- Mencegahbeberapa jenis kanker. Studi di Swedia pada 2008 menemukan kaitan mengonsumsi kopi dengan penurunan risiko beberapa kanker yang terkait estrogen, obesitas , dan insulin. Jenis kanker tersebut yaitu kanker payudara, prostat, endometrium, dan hati.
- Meningkatkan proses metabolisme tubuh sehingga dapat menurunkan atau mempertahankan berat badan. Pada studi di tahun 2006 dikatakan, asam cholorogenic pada kopi bisa mengurangi penyerapan glukosa.
- Mencegah penyakit Parkinson. Penyakit yang ditandai gemetarnya bagian tubuh ini bisa dicegah hingga 25 persennya dengan minum 2-3 cangkir kopi per hari menurut sebuha studi di tahun 2010.
- Kopi juga punya kandungan antioksidan tinggi. Risat yang dilakukan Hardvard University mengungkap bahwa kopi punya antioksidan lebih tinggi dari kebanyakan sayuran dan buah-buahan.
- Mencegah penyakit asam urat. Studi di tahun 2007 mengungkapkan, mereka yang minum enam cangkir kopi sehari dapat menjadi alasan seseorang memiliki risiko terkena asam urat lebih rendah hingga 60 persen.
Dari berbagai sumber
posted by Adimin
Label:
Kesehatan
March 11, 2013
Rahasia Manfaat Kedelai Bagi Kesehatan
Kedelai adalah keluarga
kacang yang sangat bermanfaat. Kedelai juga mudah Anda dapatkan dengan
berbagai bentuk seperti tempe, jajanan sampai susu. Kedelai memiliki
manfaat yang sangat baik untuk tubuh kita. Susu kedelai adalah salah
satu manfaat.
Berikut manfaat kedelai bagi kesehatan :
Berikut manfaat kedelai bagi kesehatan :
- Kedelai sebagai Antioksidan
- Mengurangi resiko terkena osteoporosis
- Sebagai Zat Pembangun
- Menjaga Berat Badan
- Mencegah Kanker
- Mengurangi Gejala Menopouse
- Meringankan Diabetes
- Mencegah Atherosclerosis
posted by Adimin
Label:
Kesehatan
March 09, 2013
Tipu Daya Dunia
Written By @Adimin on 09 March, 2013 | March 09, 2013
Alkisah, seekor rusa sedang melihat bayangannya dari sebuah sungai
yang jernih airnya. Dia melihat tanduknya yang kokoh dan kuat. Bercabang
dengan begitu indahnya. Sangat gagah. Menunjukkan status sosial yang
bergengsi di kehidupan belantara.
Sang rusa beralih melihat tubuhnya. Tubuh yang atletis. Sangat serasi dengan tanduk yang menghiasi kepalanya. Rusa tersenyum. Namun sesaat kemudian senyumnya lenyap. Dia menyadari bayangan kaki yang muncul di permukaan sungai sangat tidak sepadan dengan tanduk dan tubuhnya. Sangat kecil. Senyumnya berubah rutukan. Tidak semestinya kakinya kecil seperti ini.
Tiba-tiba datanglah seekor harimau yang siap memangsa rusa. Rusa dengan gesit berlari. Kakinya yang kecil memudahkan dia untuk bergerak dengan lincah. Harimau jauh tertinggal. Rusa lega, dia selamat dari terkaman harimau.
Sang rusa beralih melihat tubuhnya. Tubuh yang atletis. Sangat serasi dengan tanduk yang menghiasi kepalanya. Rusa tersenyum. Namun sesaat kemudian senyumnya lenyap. Dia menyadari bayangan kaki yang muncul di permukaan sungai sangat tidak sepadan dengan tanduk dan tubuhnya. Sangat kecil. Senyumnya berubah rutukan. Tidak semestinya kakinya kecil seperti ini.
Tiba-tiba datanglah seekor harimau yang siap memangsa rusa. Rusa dengan gesit berlari. Kakinya yang kecil memudahkan dia untuk bergerak dengan lincah. Harimau jauh tertinggal. Rusa lega, dia selamat dari terkaman harimau.
Namun, secara tak sengaja tanduk indahnya tersangkut di ranting pohon
yang menjuntai. Sekuat tenaga dia berusaha melepaskan diri. Namun
gagal. Rusa menyerah, tanduk indahnya masih tersangkut. Sementara
harimau sudah tepat dihadapannya. Segera menerkam rusa. (Abu Aufa
Abdillah, Tamsil : 14)
Tragis. Kaki kecil rusa yang dia remehkan ternyata menyelamatkannya dari harimau. Namun justru tanduk kebanggaannya yang membuat celaka. Demikianlah tamsil sederhana dari kehidupan dunia ini. Tanduk indah rusa ibarat dunia. Penuh dengan keindahan yang menyilaukan mata. Harta, tahta, popularitas menjadi mutlak untuk diperjuangkan.
Tragis. Kaki kecil rusa yang dia remehkan ternyata menyelamatkannya dari harimau. Namun justru tanduk kebanggaannya yang membuat celaka. Demikianlah tamsil sederhana dari kehidupan dunia ini. Tanduk indah rusa ibarat dunia. Penuh dengan keindahan yang menyilaukan mata. Harta, tahta, popularitas menjadi mutlak untuk diperjuangkan.
Semakin banyak harta, tinggi kedudukan semakin banggalah manusia. Tak
sedikit pula manusia yang memperjuangkan dunia dengan merugikan kawan
dan sahabatnya. Menyingkirkan siapapun yang menghalangi. Padahal,
kemegahan dunia sama sekali tak membantu manusia dalam kehidupan hakiki.
Kehidupan akhirat.
Sementara kaki kecil rusa adalah ibarat ibadah manusia. Ibadah yang seringkali kita remehkan dan terlupakan. Sama sekali bukan prioritas. Namun itulah yang sesungguhnya menyelamatkan manusia di hari perhitungan amal.”(Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”(QS. Asy-Syu’araa’: 88-89). Dalam Kitab Tafsir Qurthubi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang dipenuhi dengan dzikr (mengingat Allah) dan terbebas dari tipu daya dunia.
Alquran telah banyak mengingatkan manusia untuk waspada dengan kehidupan dunia. Salah satunya dalam QS Al-Hadid : 20. ”Ketahuiah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak….” Di akhir ayat tersebut Allah berfirman,”Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Maka, manakah yang akan lebih kita perjuangkan? Dunia dengan segala tipu daya yang mencelakakan. Atau akhirat yang lebih baik dan kekal (QS Al-A’laa : 17). Tentu dengan ibadah dan amal sholeh yang sebanyak-banyaknya.
Dengan berjuang mengejar akhirat maka dengan sendirinya dunia yang akan berlari mengejar kita. Itulah janji Allah.”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”(QS. Asy-Syuura : 20)
Sementara kaki kecil rusa adalah ibarat ibadah manusia. Ibadah yang seringkali kita remehkan dan terlupakan. Sama sekali bukan prioritas. Namun itulah yang sesungguhnya menyelamatkan manusia di hari perhitungan amal.”(Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”(QS. Asy-Syu’araa’: 88-89). Dalam Kitab Tafsir Qurthubi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang dipenuhi dengan dzikr (mengingat Allah) dan terbebas dari tipu daya dunia.
Alquran telah banyak mengingatkan manusia untuk waspada dengan kehidupan dunia. Salah satunya dalam QS Al-Hadid : 20. ”Ketahuiah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak….” Di akhir ayat tersebut Allah berfirman,”Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Maka, manakah yang akan lebih kita perjuangkan? Dunia dengan segala tipu daya yang mencelakakan. Atau akhirat yang lebih baik dan kekal (QS Al-A’laa : 17). Tentu dengan ibadah dan amal sholeh yang sebanyak-banyaknya.
Dengan berjuang mengejar akhirat maka dengan sendirinya dunia yang akan berlari mengejar kita. Itulah janji Allah.”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”(QS. Asy-Syuura : 20)
Oleh Soraya Khoirunnisa Halim
posted by Adimin
Label:
OASE
March 09, 2013
PKS Menang, Media Besar Malu Hingga Membungkam Informasi
Beginilah jadinya ketika PKS
(Partai Keadilan Sejahtera) memenangkan pertempuran dalam pertarungan
politiknya di beberapa pilkada (Jabar-Sumut, red). Terasa sangat jelas
ketidakproporsionalan beberapa media, bahkan sekelas media besar.
Sepertinya
memang ada agenda para pemilik media besar untuk membungkam informasi
kemenangan PKS. Dibeberapa media bahkan tidak ada sama sekali tema
mengenai Pilkada Sumut, bisa dilihat di Jawa Post pada hari Jum'at
tanggal 8 Maret 2013. Kita tidak menemukan berita didalamnya yang
memberitakan kemenangan PKS di Sumut. Padahal pilkada Sumut dilaksanakan
pada tanggal 7 Maret 2013 (kemarin).
Ada indikasi para media mencoba untuk memboikot berbagai informasi mengenai kemenangan PKS.
Dibeberapa
TV yang memfokuskan diri untuk menyiarkan berita dan pemilu pun kita
hampir tidak benar-benar melihat ulasan yang jelas mengenai kemenangan
PKs di Sumut.
Media dipencundangi PKS, hingga PKS diboikot oleh
berbagai media karena mereka (mungkin) malu memberitakan kemenangan PKS
lantaran mereka sering memberitakan mengenai "detik-detik runtuhnya
PKS", yang malah PKS tidak runtuh hingga semakin membesar dan
memenangkan Pilkada di Jabar dan Sumut.
Dua kader inti PKS
ditempatkan untuk menduduki posisi Gubernur, di Jabar dan Sumut. Hingga
keduanya telah memenangkan pertarungan politik pada daerah
masing-masing.
Sebelumnya mereka ramai-ramai memprediksi
kehancuran PKS, media ramai mengundang para pengamat politik supaya
didengar "wejangan dukun" politiknya, yang menggembar-gemborkan PKS akan
hancur dan kalah, diawali dengan kekalahan di Pilgub Jabar.
Ternyata,
para "dukun politik" itu masih belum mampu menerawang jauh mengenai
PKS, mereka ternyata benar-benar masih belum mengenal PKS secara
keseluruhan. Bahkan tak jarang para pengamat politik itu ternyata
mengambil informasi melalui dukun terhandal didunia, Google.
Para
pengamat politik mencari-cari celah untuk bisa menganalisa mengenai
PKS, menganalisa kasus daging sapi, menganalisa ustad LHI, menganalisa
Ahmad Fathanah. Semua dianalisa, hingga akhirnya dihasilkan analisa bahwa berbagai kasus yang mendera PKS akan menjadi awal kehancuran PKS.
Media
senang, ramai, bahkan tak jarang media rame-rame menyebut "Partai
Korupsi Sapi", hingga pembawa acara berita (Metro TV) pun menyebut orang
yang dihormati di PKS, Ustad LHI dengan sebutan Sapi.
PKS di
bully media dengan berbagai kasus-kasus yang dideranya. Dikait-kaitkan
dengan berbagai kasus hingga tak jarang difitnah oleh media.
Hingga
akhirnya Allah Azzawajallah mendengar doa-doa kader PKS, mendengar
permintaan tobat berjamaah. Dan mendengarkan doa-doa seluruh kader PKS
yang merasa teraniayah oleh bullying era baru, yaitu media bul-bul.
Kita
tidak akan menemukan berita PKS yang seintensif akan membahas
kemenangan PKS oleh berbagai media. Karena media sudah tidak ingin lagi
kecolongan, atas ulah petinggi PKS yang malah menjadi penyulut kobaran
api besar.
Ibarat kampanye dan acara motivasi gratis, para
media kaget dengan pemberitaan mereka terhadap PKS malah menyulut
semangat para kader PKS dipelosok daerah. Media secara otomatis
memberitakan kobaran api semangat yang terus membesar dari para
kader-kader PKS.
Para media benar-benar kecolongan, media tidak
ingin hal itu terjadi lagi. Dan beberapa media malu, malu,
semalu-malunya karena ramalan para jago dukun politiknya SALAH TELAK!!!
Hingga mereka meredam dan membungkam kemenangan demi kemenangan yang
didapatkan oleh PKS karena tentunya hal ini bisa membuat semakin
semangatnya kader PKS untuk terus berjuang memenangkan PKS.
Ibarat
kemenangan perang, propaganda media yang mengabarkan kemenangan para
tentara, bisa semakin menambah semangat juang dan tekat yang terus
membara.
Walaupun begitu, meskipun media telah melakukan boikot
berita terhadap PKS. Kader-kader PKS akan terus bekerja, mesin politik
PKS akan terus bergerak, bahkan dengan semangat yang terus bergejolak
tinggi untuk terus mendukung dan memenangkan PKS.
Ingatlah para
kader PKS, Allah Azzawajallah telah berfirman: "yaitu seperti tanaman
yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat
lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu
menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan
hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah
menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang
saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS Al Fath 29)
Oleh: Abu Jaisy
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 08, 2013
Catatan Kaki buat PKS
Written By @Adimin on 08 March, 2013 | March 08, 2013
Sehari setelah mantan Presiden PKS ditahan, iseng saya bertanya
tanggapan teman sekantor-seorang kader PKS-tentang peristiwa ini.
“Fitnah akhir zaman. Kebenaran pasti menemukan jalannya,” begitu ucapnya
yakin. Padahal, jawaban ini terucap beberapa hari sebelum pidato
berapi-api Presiden Baru PKS, Anis Matta yang menyakini fitnah besar dan
konspirasi tengah manghantam partai dakwah ini. “Ini baru partai kader
yang solid” ucap saya dalam hati. Saya tidak perlu bertanya ke kader PKS
yang lain, karena jawabannya pasti sama.
Mungkin di lingkungan kita, baik kantor
maupun rumah sangat mudah mengidentifikasi keberadaan kader-kader partai
berlambang bulan sabit kembar dan padi ini. Mereka hadir di
tengah-tengah kita dan tanpa ragu menunjukkan identitasnya. Bahkan
bangga. Hal yang jarang atau mungkin tidak akan ditemui oleh kader-kader
partai lain. Coba Anda yang pekerja kantoran atau mahasiswa, apakah ada
teman-teman Anda yang terang-terangan baik verbal maupun nonverbal
mengatakan dirinya itu kader Demokrat, PDIP, PPP, apalagi Hanura? Saya
yakin tidak ada. Kalaupun ada, segelintir.
PKS adalah partai kader. Partai yang
dibangun di atas pemilih yang riil. Pemilih yang benar-benar ada, bukan
diada-adakan. Partai yang dengan sungguh mencetak kader dan
pemilih-pemilih yang militan. Jangan harap ini bisa ditemukan pada
partai-patai lain, termasuk partai pemenang pemilu. Inilah satu-satunya
partai yang mampu merengkuh banyak keluarga-keluarga di Indonesia
menjadi pemilihnya. Jamak kita dengar omongan di masyarakat kalau
keluarga si A atau si B itu PKS. Ini berarti mulai dari ayah, ibu,
anak-anak dan mungkin bayi yang masih dalam kandungan adalah milik
partai ini. Partai ini bukan hanya punya kader yang tetap, tetapi juga
punya banyak calon-calon kader di masa mendatang.
Jadi jangan heran, badai korupsi yang
menghantam PKS tidak akan punya pengaruh banyak terhadap militansi
kader. ‘Cobaan memalukan’ ini malah memperkuat mereka, menambah rapat
barisan mereka. Dua bukti baru saja terpampang. Dua jagoan mereka menang
beruntun di Pilkada Jabar dan Sumut dengan suara yang cukup
menyakinkan. Nada-nada optimisme para pengamat kalau PKS akan habis
adalah suatu tanda kedangkalan berpikir dan bentuk ketidakpahaman
seperti apa sebenarnya partai ini. Adalah salah besar mengganggap partai
ini sama dengan kebanyakan partai lainnya yang di bangun di atas
pondasi yang rapuh sehingga akan terberai walai badai hanya menyapu.
Fenomena PKS mengingatkan kita pada
partai-partai pemenang Pemilu 1955. Saat itu, orang sangat mudah
dikenali afiliasi politiknya. Tidak harus mengernyitkan dahi untuk tahu
si A kader PNI, Si B aktivitis Masyumi, atau si C anggota PKI. Rakyat
pada masa itu bangga berpartai dan tidak mudah pindah hati ke partai
lain. Diantara partai besar saat itu, PKI adalah partai yang paling
fenomenal. Bagaimana tidak, partai yang dicap ‘pengkhianat’ karena
memproklamirkan berdirinya negara baru, Negera Republik Soviet Indonesia
di Madiun (September 1948), tepat di saat bangsa ini sedang dihimpit
Perjanjian Renville. PKI dianggap ‘menggunting dalam lipatan, menusuk
dari belakang’ karena melemahkan perjuangan dengan mengadu
kesatuan-kesatuan di dalam tentara nasional. Pemberontakan yang dapat
ditumpas ini membuat nasib PKI diujung tanduk. Semua kebencian rakyat
tercurah kepada partai Muso ini.
Tetapi siapa sangka, tujuh tahun
kemudian, partai ini dipuja banyak rakyat miskin Indonesia. Perolehan
suaranya mengejutkan. Kerja keras dan strategi cerdas membuatnya menjadi
pemenang keempat setelah PNI, Masyumi, dan NU. Militansi kader-kadernya
ternyata tidak redup walau dihantam prahara yang sangat serius,
pemberontakan terhadap negara.
Jargon yang mereka tiupkan bahwa PKI
adalah partai-nya rakyat, PNI partainya priayi, Masyumi dan NU partainya
santri, bukan sekedar propaganda. PKI hadir di tengah-tengah masyarakat
miskin. Kader-kadernya turun langsung membangun jembatan dan irigasi di
desa-desa. Bahkan jika ada yang kehilangan sapi, kambing, bahkan ayam,
rakyat memilih melaporkannya ke posko-posko partai ini dari pada ke
polisi. Jika PNI, Masyumi, dan NU identik dengan partai massa dari pada
partai kader, maka PKI adalah keduanya. Dia tidak hanya mampu mencetak
kader-kader yang pintar tetapi juga mampu merengkuh rakyat menjadi
pemilih setia dan mengarahkan mereka berjuang bersama menuju Indonesia
tanpa kelas. Partai ini membentengi kader dan pemilihnya untuk tahan
terhadap agitasi dan ancaman partai lain.
Memang seperti itulah idealnya sebuah
partai politik dibangun. Partai yang mampu mencetak banyak orang yang
awalnya acuh kepada kesusahan rakyat menjadi peduli dan ikhlas berjuang
melalui partai untuk kemajuan bangsa, bukan semata mengejar kekuasaan.
Partai yang melahirkan ‘agitator-agitator’ ulung yang mampu memengaruhi
rakyat agar terus berpikir dan bertindak memajukan negara ini. Partai
seperti ini tetap akan terus bertahan, tidak akan tergilas zaman walau
diterjang badai sekencang apapun. Tetapi, partai seperti ini juga
sekejap akan ambruk jika ternyata keringat dan perjuangan para kader di
tingkat akar rumput dikhianati demi birahi para elite-nya. Seperti PKI
yang hancur lebur bersama keblingernya sebagian pimpinannya.
posted by Adimin
Label:
SEPUTAR PKS
March 07, 2013
Simpatiku buat PKS
Written By @Adimin on 07 March, 2013 | March 07, 2013
Awalnya saya hanya seorang yang
apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar
yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian
Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak
kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain
singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih
dikalangan teman2 ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai
bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan
partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi
saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap
satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian
partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena
belum kebagian. Jadi apa istimewanya ?
Makanya ketika ketua PKS
ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa
karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua
itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari
segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya
pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media2 menjadikan
berita itu seakan2 sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot.
Apanya yang menarik ? Apa yang luar biasa ?
Karena itu mungkin
saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang
PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari
dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu
berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak
hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat
negatif sampai positif saya dapatkan.
Banyak berita dan artikel
yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang
memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul
pertanyaan ? masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat
sekaligus sangat baik ? Rasanya mustahil.
Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam
ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan
yang saya baca :
1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas
hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh
kelompok lain yang terusik karena keberadaannya
Kedua dugaan
itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar
biasa seperti sebagian komentar2 yang melecehkan dan menghujat maka
harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi
keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV.
Ternyata
tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi
kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs2 di
Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya
islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa
dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan
dengan raksasa seperti kompas, tempo, detik dll. Situs selain dua yang
saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa
diperhitungkan, sangat acak-acakan. Diantara media yang mapan, mungkin
hanya republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti
bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin
PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media
propaganda yang sangat bagus.
Akhirnya saya coba uji dugaan
saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh
kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir
berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya
potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya
simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.
Akhirnya
menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari
PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata
dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita2 tentang
kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan
masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan.
Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh2
masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh2 yang sama sekali
tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS
tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati.
Sebagai
orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa
menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya
berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.
Oleh: Sri Winarni
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN







