pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Pelajaran tentang Ikhlas & Riya

Written By @Adimin on 21 March, 2013 | March 21, 2013



Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya allah yang Maha Suci dan Maha tinggi pada hari qiyamat turun kepada para hamba untuk mengadili mereka, dan setiap umat itu berlutut. Orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang mengumpulkan (hafal) al Quran, orang yang terbunuh di jalan Allah dan orang yang berharta banyak. 

Allah berfirman: kepada Qari’: “bukankan AKU ajarkan kepadamu sesuatu yang AKU turunkan kepada utusanKU?” ia menjawab: “Ya, wahai tuhanku”. DIA berfirman: “Apakah yang kamu amalkan dalam apa yang kamu ketahui?”. Ia menjawab: “Saya selalu melaksanakannya tengah malam dan tengah hari”. Allah berfirman kepadanya: “Kamu berdusta”. Malaikatpun berkata kepadanya: “Kamu berdusta”. Allah berfirman: “Namun kamu menghendaki untuk dikatakan: “Sesungguhnya fulan itu qari’, hal itu telah diucapkan”

Orang yang berharta didatangkan, lalu Allah berfirman kepadanya: “Bukankan AKU telah memberi kelapangan kepadamu sehingga AKU tidak membiarkan kamu membutuhkan kepada seseorang?” Ia berkata: “Ya, wahai Tuhanku”. DIA berfirman “Apakah yang kamu kerjakan dalam harta yang AKU berikan kepadamu?” Ia menjawab: “Saya bersilaturahmi dan bersedekah”.Allah berfirman: “Kamu berdusta”. Malaikatpun berkata kepadanya: “Kamu berdusta”. Allah Ta’ala berfirman: “Tapi kamu ingin dikatakan: “Fulan itu dermawan, dan itu telah diucapkan”.

Orang yang terbunuh di jalan Allah didatangkan, lalu Allah berfirman kepadanya: “karena apakah kamu terbunuh?’ Ia menjawab: “Saya diperintah untuk berjuang di jalanMU, maka saya berperang hingga saya terbunuh:. Allah Ta’ala berfirman kepadanya: “Kamu berdusta”. Malaikatpun berkata kepadanya; “Kamu berdusta”. Allah berfirman: “Tetapi kamu berkeinginan untuk dikatakan: “Fulan itu pemberani, dan itu telah diucapkan”.
Kemudian rasulullah menepuk dua lututku seraya bersabda: “Wahai Abu Hurairah, tiga orang itulah makhluk Allah yang pertama kali dibakar oleh api neraka pada hari Qiyamat”

Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dalam Shahihnya bab Riya’ dan Sum’ah

KAJIAN :

1. Riya'
Sabda Rasulullah SAW: "Sesuatu yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: “ Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?” Beliau bersabda: “Riya”. Allah Ta’ala akan berfirman kepada mereka pada hari dibalasnya para hamba atas amal-amal perbuatan mereka: “Pergilah kamu kepada orang2 yang kamu pameri sewaktu di dunia, maka lihatlah apakah kamu dapat memperoleh suatu kebaikan dari mereka.”
Dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi SAW bersabda: Artinya: Allah Ta’ala berfirman: “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu syirik. Aku tidak membutuhkan amal yang didalamnya terkandung persekutuan kepada selain Aku. Barang siapa yang mengerjakan suatu amal perbuatan yang di dalamnya terkandung persekutuan selain Aku, maka Aku lepas daripadanya”

Riya’ adalah perbuatan buruk/tercela, riya’ dalam ibadah sama saja dengan menertawakan Allah SWT. Hakikat riya’ adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan ibadat dan perbuatan-perbuatan yg baik. Riya’ adalah syirik tersembunyi.

Waki’ menceritakan dari Sufyan Ats-Tsauri dari seseorang yang mendengar Muhahid berkata:
Artinya: Ada seseorang datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya akau bershadaqah dengan sesuatu shadaqah, kemudian dengan shadaqah itu saya mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala dan saya juga ingin dikatakan orang yang baik (oleh orang lain):, kemudian turunlah ayat,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Artinya: “Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya” (QS: Al Kahfi, 18: 110)

Maksudnya hendaklah ikhlas karena Allah dalam beramal, jangan sekali-kali mengharap sesuatu selain kepada Allah yang akan menyebabkan pahala amalan tsb pupus/hilang. Sebagaimana firman Allah, 

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

artinya : “Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS. Al Furqan 25: 23)

Mengapa Allah menghapus pahala amal karena riya’ tidak lain karena amal yang disertai riya’ itu pada dasarnya mempersekutukan sekaligus menipu Allah SWT. Orang-orang seperti inilah sebenarnya yang tertipu karena menyangka perbuatan mereka berpahala di sisi Allah SWT sebagaimana firmannya dalam Al-Quran :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ

artinya: "Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah,tapi Allah lah yang menipu mereka.” (QS An Nisa’ 4:142)

Allah menipu mereka maksudnya Allah akan membatalkan / menghilangkan pahala amal karena riya’.

Dalam sebuah atsar diriwayatkan bahwa Umar ra melihat seorang laki-laki menundukkan tengkuknya. Umar berkata: Hai pemilik tengkuk, angkatlah tengkukmu, karena khusyu’ itu tidak di dalam tengkuk, tapi khusyu’ itu di dalam hati

Sayyidina Ali ra berkata, tanda orang riya’ itu ada 3: Malas bila sendirian, tangkas bila banyak orang, menambah amal bila dipuji dan berkurang bila dicela

2.Lawan dari Riya’ adalah Ikhlas.
Ikhlas hakekatnya adalah rahasia antara kita dengan Allah SWT. Menujukan seluruh amal Amar Ma’ruf Nahi Munkar Lillaahita’ala
Tanda orang yang ikhlas dalam beramal adalah tidak ingin amalannya dipuji oleh orang lain.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-quran:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

artinya: "Mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan agama kepadaNya." (Al Bayyinah: 5)
Amal yang sedikit tapi ikhlas lebih baik daripada amal yang banyak tapi disertai riya’ / tidak ikhlas kepada Allah, sebab amal yang sedikit tetapi ikhlas itu akan dilipatgandakan oleh Allah atas kemurahanNya seperti dalam Firman Allah :

إِنَّ اللَّهَ لا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

artinya: ‘Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesaar zarrah. Dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah pun), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar di sisiNya.” (QS. An Nisa’, 4:40)

Oleh karenanya hendaklah kita selalu memulai setiap amalan dengan niat yang benar, ikhlas semata karena Allah dan mengharapkan keridhaan dan pahala hanya dari Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu (tergantung) dengan niatnya, dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”

posted by Adimin

Belajar Mengakui Kesalahan


Abi Hurairah (semoga Allah meridoinya) berkata, telah bersabda Rasulullah Saw, Barangsiapa pernah melakukan kezaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatannya maupun sesuatu yang lain, maka hendaklah dia minta dihalalkan darinya hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berguna lagi (hari kiamat). (Kelak) jika dia mempunyai amal saleh, akan diambil darinya seukuran kezalimannya. Dan jika dia tidak mempunyai kebaikan (lagi), akan diambil dari keburukan saudaranya (yang dizalimi) kemudian dibebankan padanya.(H.R. Al-Bukhari) Rasulullah Saw. mengajari kita untuk berani mengakui kesalahan.

Ini adalah tindak lanjut dari sikap takut membawa dosa kezaliman saat berjumpa dengan Allah. Kita dianjurkan untuk memiliki sikap berani mengakui kesalahan dan kemudian meminta maaf. Dalam hadits di atas, Rasulullah Saw. memerintahkan, “Barangsiapa pernah melakukan kezaliman terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatannya maupun sesuatu yang lain, maka hendaklah dia minta dihalalkan darinya hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berguna lagi (hari kiamat).”

Kezaliman tidak hanya dilakukan oleh seorang penguasa kepada rakyatnya atau seorang pemimpin kepada bawahannya. Setiap orang mempunyai celah untuk melakukan kezaliman kepada sesamanya.

Kezaliman bisa dilakukan oleh lidah atau tangan. Kata-kata yang menyakitkan, menistakan, memprovokasi, dan mengklaim hanya dirinya yang berjasa (dan menggap orang lain tidak punya kebaikan) adalah kezaliman. Tangan yang menyengsarakan, menghilangkan hak orang lain, serta meruskan adalah kezaliman.

Muslim sejati adalah orang yang tidak pernah menzalimi orang lain, baik dengan lidah maupun dengan tangannya sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Orang muslim (sejati) adalah orang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari (gangguan) lidah dan tangannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Manusia bukanlah malaikat. Siapa pun bisa melakukan kesalahan kepada sesamanya. Jika hal itu terjadi, sikap terbaik yang diajarkan Rasulullah Saw. adalah segera meminta maaf. Itulah yang dilakukan Abu Badzar terhadap Bilal (semoga Allah meridoi mereka) dalam kisah berikut.

Pada suatu hari, Abu Dzar Al-Ghifari terlibat percekcokan dengan Bilal. Karena kesal, Abu Dzar berkata, “Engkau juga menyalahkanku wahai anak perempuan hitam?” Mendengar dirinya disebut dengan anak perempuan hitam, Bilal tersinggung, sedih, dan marah. Ia kemudian melaporkan hal itu kepada Rasulullah Saw. Beliau kemudian menasihati Abu Dzar, “Hai Abu Dzar, benarkah engkau mencela Bilal dengan (menghinakan) ibunya? Sungguh dalam dirimu ada perilaku jahiliyah.”

Mendengar nasihat Rasulullah Saw. itu, Abu Dzar tersadar dari kesalahannya. Segera ia menemui Bilal. Abu Dzar kemudian meletakkan pipinya di tanah seraya mengatakan, “Aku tidak akan mengangkat pipiku dari tanah hingga kau injak pipiku ini agar engkau memaafkanku.” Namun Bilal tidak memanfaatkan momentum ini untuk membalas dendam. Bilal malah berkata, “Berdirilah engkau, aku sudah memaafkanmu.” Begitulah Abu Dzar dengan mudah dan berani mengakui kesalahan yang ia lakukan bukan dengan sengaja untuk menghinakan Bilal.

Sikap seperti itulah yang seharusnya ada pada diri kita saat kita berinterkasi dengan pihak lain, terutama orang-orang terdekat kita seperti suami, isteri, anak, orangtua, saudara, dan seterusnya. Orang yang tidak belajar mengakui kesalahan tidak akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Memang, untuk belajar mengakui kesalahan, seseorang membutuhkan jenak-jenak untuk untuk melakukan perenungan. Dia harus bisa menyisihkan waktu untuk melepas berbagai kesibukan seraya merenungkan berbagai ucapan atau tindakan saat berinteraksi dengan pihak lain.

Kalau saja kita mengikuti nafsu, selalu ada pihak lain yang bisa disalahkan dalam hal apa pun. Misalnya ketika seorang anak disuruh membeli satu barang oleh ibunya dan ternyata ia pulang dengan membawa barang lain yang tidak disuruh, maka cara yang paling mudah (yang merupakan cara nafsu alias cara egois) adalah menyalahkan si anak dengan berbagai tuduhan.

“Tidak dengar, tidak perhatian. Nakal!” Mungkin kalimat itu yang akan meluncur dari mulut seorang ibu yang egois. Tidakkah kita berfikir, “Jangan-jangan, perintah saya tadi memang tidak jelas sehingga ditangkap oleh si anak secara samar atau ditangkap dengan persepsi lain.”

Pikiran serupa hendaknya diterapkan ketika orang lain merespon atau bereaksi negatif terhadap ucapan atau tindakan kita. Mungkin orang itu memang salah merespon ucapan kita. Tapi tidak mustahil juga memang kitalah yang salah. Tanpa kita sadari, mungkin kalimat yang kita ucapkan direspon sebagai kalimat yang melecehkan atau menyinggung perasaannya.

Ini adalah salah satu wujud kebenaran sabda Rasulullah Saw., “Orang mukmin itu cermin bagi saudaranya.” Bukankah cermin hanya akan memantulkan bayangan benda yang ada di hadapannya?

Dalam kondisi seperti ini, segeralah meminta maaf. Ini adalah cara yang bijak dan tepat. Katakanlah bahwa sebetulnya substansi yang kita maksud tidak terutarakan dengan tepat. Boleh jadi kita terkesan mengutarakan substansi kalimat dengan emosional atau mendikte.

Maka bukanlah pada tempatnya jika kita ngotot dengan dalih bahwa yang kita sampaikan adalah benar. Boleh jadi itu benar tapi kita seharusnya minta maaf karena menyampaikan keinginan dengan cara-cara yang tidak benar.

Al-Quran mengajarkan kepada kita, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (lurus, tepat), niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71)

Kata sadiida dalam ayat di atas berasal dari kata sadaad yang artinya lurus atau tepat. Bukankah kata-kata yang bagus adalah bagian dari ketakwaan? Perintah mengucapkan kata-kata yang lurus atau tepat setelah perintah takwa sungguh merupakan isyarat tentang betapa pentingnya dan hebatnya peran kata-kata dalam kehidupan serang muslim.

Bahkan ayat selanjutnya menegaskan bahwa dengan takwa serta kata-kata yang lurus dan tepat itu segala pekerjaan dan amal kita akan menjadi baik dan beres.

Sedemikian pentingnya urusan kata-kata ini sehingga kita dianjutkan untuk menggunakan pikiran jernih saat mendapatkan masukan, koreksi, ataupun nasihat dan bukannya sibuk mencari pembelaan. Pakailah rumus “Jangan-jangan dia memang benar” atau “Barangkali nasihat dia ada gunanya.”

Mencari-cari alasan bela diri untuk sekedar menampakkan bahwa diri tidak bersalah tidaklah menguntungkan sama sekali. Cara demikian tidaklah mengubah hakikat sesuatu. Contohlah cara yang dipraktikan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabatnya dengan tidak sungkan dan berani minta maaf.

Wallahu a’lam. 

Note : Jangan merasa terhina atau direndahkan jika dinasihati atau dikritik.

sumber : islamed


posted by Adimin

Menganggap Diri Suci

Written By @Adimin on 20 March, 2013 | March 20, 2013


Sering kita mendengar orang menceritakan kebaikan dirinya atau bahkan mungkin pelakunya adalah diri kita sendiri. Apakah ini tindakan terpuji atau tercela?

Orang yang menceritakan tentang kebaikan dirinya bisa jadi karena ingin menceritakan nikmat Allah yang ia peroleh dan untuk memotivasi orang lain agar mengikutinya maka ini merupakan tujuan terpuji. Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan terhadap nikmat Rabbmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)" (Surah Adh Dhuha 11)

Ada juga orang yang menceritakan kebaikan dirinya untuk maslahat agama seperti amar makruf nahi mungkar, memberi nasehat, menghindarkan dari suatu kerugian atau bahaya, untuk meyakinkan bahwa ia mampu menunaikan amanat yang akan ia tunaikan maka hal ini merupakan perbuatan terpuji.

Seperti Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Saya yang paling mengenal Allah diantara kalian dan saya orang yang paling bertakwa diantara kalian…"

Jika ia menceritakan kebaikan dan memuji dirinya karena menganggap diri suci dan pamer kepada orang lain untuk kebanggaan maka perbuatan ini berbahaya karena dapat mengakibatkan terhapusnya amal kebaikan tersebut.

Allah berfirman yang artinya, "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa" (Surah An Najm 32)

Menganggap diri suci dan bersih termasuk penyakit hati yang berbahaya. Ia akan memuji diri dan menganggapnya lebih baik dari orang lain, timbul kesombongan yang mengakibatkan akan menolak kebenaran dan merendahkan manusia.

Jika ada orang memuji orang lain, ia tidak suka dan sempit dadanya, bahkan ia menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain. Penyakit ini sering diderita oleh para pejabat, orang-orang kaya, pemuka masyarakat, ilmuwan/kaum intelektual, kaum ningrat/berdarah biru dan lainnya.

Penyakit yang berbahaya ini mungkin pula menjangkiti ulama, ustadz, mubaligh, khatib, atau dai/aktivis dakwah jika mereka tidak menjaga hati. Penyakit ini dimiliki iblis dan Fir'aun.

Allah berfirman menceritakan tentang ucapan Iblis yang artinya, "… (Iblis) menjawab, 'Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia, Engkau ciptakan dari tanah." (Surah Al A'raaf 12) dan ucapan Fir'aun yang artinya, "Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini…" (Surah Azzukhruf 52)

Orang mukmin berakhlak mulia, ia rendah hati, menganggap orang lain lebih baik darinya. Ia sibuk mengingat-ingat dan menghitung-hitung aib serta kekurangan dirinya guna mengevaluasi dan memperbaikinya.

Ia tidak sibuk dengan aib orang lain, jika ia dapatkan aib dari saudaranya maka ia sayang dan cinta kepadanya menginginkan kebaikan saudaranya sehingga ia tidak mendiamkannya tetapi memperbaikinya dan meluruskannya dengan cara yang baik dan bijaksana. Ia selalu mendoakan kebaikan untuk saudaranya.

Jika kita dapatkan sahabat radhiallahu anhum, tabi'in dan orang-orang shalih memuji diri mereka sendiri dengan menyebutkan keutamaan amal mereka, maka kita bersangka baik, mereka sedang menyebutkan nikmat Allah sebagai rasa syukur dan bermaksud memotivasi bukan kesombongan.

Kita harus selalu memperbaiki hati agar selamat dari penyakit sombong, ujub, hasad, riya, bersangka buruk, gila hormat dan penyakit hati lainnya.

Bersihkan hati kita dengan mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, hiasi hati kita dengan rendah hati, cinta kepada Allah, takut adzab-Nya, berharap akan rahmat-Nya dan akhlak mulia lainnya.

Fariq Gasim

posted by Adimin

Kaya miskin adalah Ketentuan, Takwa adalah Pilihan




وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ



”Dan Dia-lah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah  di bumi dan Dia meninggikan sebahagian diantara kamu di atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS:Al-An’am [6]:165).


SEORANG anak bertanya kepada ibunya; “Mak, mengapa kita miskin?” Dengan perasaan yang mendalam sang ibu menjawab: “Nak, hidup ini seperti jalan-jalan di dalam Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan. Siapa yang membawa tiga coklat, ia akan membayar se-harga tiga coklat, siapa yang hanya membawa satu coklat, iapun membayar satu coklat,  sementara orang miskin tidak kebagian coklat itu nak. Oleh sebab itu, di pintu kasir ia tidak diperiksa. Orang miskin nanti, akan cepat pemeriksaannya di hari kiamat sedangkan orang kaya, akan lambat pemeriksaannya.”

Anak itupun terdiam mendengar jawaban sang ibu.  Meskipun analogi lewat cerita di atas tidak seluruhnya benar-karena proses hisab tetap mempertimbangkan tingkat keshalehan masing-masing, tapi paling tidak menghadirkan satu pesan kepada kita, bahwa orang yang diberikan nikmat dalam bentuk harta oleh Allah Subhanahu Wata’ala., akan dimintai pertanggungjawaban secara khusus; bagaimana mereka mendapatkannya dan kemana atau untuk apa mereka belanjakan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Tidaklah bergeser kaki seorang hamba (menuju batas shiratal mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR:Tirmidzi Ad-Darimi).

Terkait khusus dengan pembicaraan tentang sikap kita terhadap harta, ada satu hal penting yang harus senantiasa kita perhatikan, yaitu agar kita memiliki kehati-hatian yang tinggi. Kita harus senantiasa memupuk dan menyuburkan rasa takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Bahwa ketika kita mendapatkannya dari sumber yang haram, meskipun tujuannya untuk kebenaran, maka tidak layak bagi kita kecuali api neraka.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu  megah-megahkan di dunia itu.” (QS: At-Takaatsur [102]: 7).

Ibnu Abbas ra dan Ibnu Jarir At Thabari menjelaskan ayat di atas, bahwa bukan hanya nikmat dalam bentuk harta saja yang akan ditanya dan dimintai peranggungjawaban dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala, akan tetapi semua nikmat yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada kita, akan ditanya untuk apa kita pergunakan.
Karena itu, seyogyanya dari sejak dini kita menanamkan kehati-hatian kepada diri dan keluarga kita dalam masalah halal-haram, agar kita tidak termasuk yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,  “Nanti akan datang suatu masa, dimasa itu manusia tidak peduli dari mana harta itu diperolehnya, apakah dari sumber yang halal ataukah dari sumber yang haram.” (HR: Bukhari).


Kaya adalah takdir bukan pilihan
Apapun keadaan kita di dunia ini, maka itu adalah ketentuan Allah Subhanahu Wata’ala, yang harus kita syukuri dan mau tidak mau  harus dijalani. Meskipun diberikan kebebasan oleh Allah Subhanahu Wata’ala., untuk berusaha merubah keadaan kita, akan tetapi hasil akhirnya ternyata tidak membawa perubahan, maka itulah ketentuan yang telah digariskan oleh Allah Subhanahu Wata’ala., dan harus kita syukuri sebagai karunia darinya.

Allah Subhanahu Wata’ala, berfirman;
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا 
  آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan Dia-lah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah  di bumi dan Dia meninggikan sebahagian diantara kamu di atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS:Al-An’am [5]:165).

Jelaslah bahwa keadaan (miskin-kaya), bukanlah pilihan daripada manusia, akan tetapi memang kehendak dari Allah Subhanahu Wata’ala., dengan tujuan untuk menguji yang kaya-dengan harta, popularitas dan segudang ke-sukses-annya yang lain, sejauh mana ia rendah hati dihadapan manusia dan seberapa ikhlas ia mendermakan hartanya di jalan Allah Subhanahu Wata’ala. Dan si-miskin, sampai titik mana ia bersabar dengan keterbatasan yang dimilikinya dan sejauh mana ia tetap berbaik sangka kepada Allah Subhanahu Wata’ala, di tengah setumpuk kesusahan, penderitaan yang sengaja dikirimkan oleh Allah untuknya. Itulah sikap manusia seharusnya dalam merespon nikmat dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Walaupun sudah dijelaskan bahwa dua keadaan itu merupakan ketentuan dari Allah Subhanahu Wata’ala, akan tetapi kebanyakan  manusia tidak memahami hal tersebut. Sehingga mereka berasumsi tanpa didasari ke-iman-an kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Hal ini digambarkan oleh Allah dalam firman-Nya;

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: ‘Tuhanku telah memuliakanku’. Dan apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: ‘Tuhanku menghinakanku.”(QS:  Al-Fajr:15-16).

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu Wata’ala juga menggambarkan sikap manusia dalam merespon keadaan yang diberikan kepadanya; “Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: ‘Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku’. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.” (QS: Az-Zumar: 49).

Di abad-abad terdahulu orang banyak terjerumus pada paham eksistensialisme yang mengusung konsep ‘innamal ‘iisyu fii bahiimatul ladzdzati’ (bahwa kepuasaan adalah di atas segala-galanya),  itulah sebabnya mereka menumpuk-numpuk materi demi kepuasan semata.

Secara psikologi, kita lebih siap menerima kesuksesan, ketimbang mengadapi kegagalan, kita lebih  sanggup dan percaya diri menjadi orang kaya, ketimbang diuji dengan kondisi ke-miskinan. Coba kita berkaca pada seorang anak yang bernama Mark. Ia adalah salah satu finalis dalam sebuah ajang balap mobil mainan. Diantara keempat peserta yang masuk final itu, mobil Mark lah yang paling tak sempurna, beberapa anak menyangsikan kekuatan mobilnya untuk berpacu dengan mobil lainnya.

Namun Mark bangga dengan mobil hasil modifikasinya sendiri itu. Tibalah saat yang dinantikan, setiap anak bersiap di garis start. Namun, sesaat sebelum lomba dimulai ia memanjatkan doa dengan mata terpejam, bibir berkomat-kamit dan wajah tertunduk ke bawah. Lalu, semenit kemudian ia berkata ‘iya, aku siap! Perlombaanpun berjalan seru dihiasi tepukan tangan dan sorak-sorai yang meriah dari para penonton, tali lintasan finish pun terlambai dan yang memenagkan perlombaan itu adalah Mark. Saat pembagian pialapun  tiba, sebelum piala diserahkan, ketua panitia bertanya kepada Mark, “tadi kamu berdoa untuk diberikan kemenangan bukan?” “Tadi saya memang berdoa pak, tapi bukan untuk diberikan kemenangan, melainkan supaya Tuhan tidak membuatku menangis dan bersedih jika aku kalah.” Begitu bijaksananya Mark ketika memanjatkan doa kepada Tuhan.

Mungkin, telah banyak doa yang kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, agar Allah mengabulkan setiap keinginan kita, mungkin juga kita terlalu sering bermohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala untuk menjadikan kita orang nomor satu dilingkungan kita, mungkin terlalu sering juga kita berdoa agar kiranya Allah Subhanahu Wata’ala memindahkan batu ujian yang menghadang di depan mata. Bukankah yang kita butuhkan bimbingan-Nya saat kejayaan itu kita raih? Juga panduan dari-Nya yang kita butuhkan dalam hidup di dunia ini?

Sikap Terhadap Nikmat Allah 


Seorang mukmin sejati keadaan itu tidaklah menjadi alasan untuk jatuh tersungkur meratapi nasibnya atau membusungkan dada membanggakan dirinya, karena ia sadar bahwa itu adalah ketentuan dari Allah Subhanahu Wata’ala, yang harus disyukuri, yang ia cari sesungguhnya dalam kehidupan adalah ‘nilai’. Ia akan berusaha bagaiamana dengan keadaan itu mengantarkannya pada ‘nilai’ yang  dapat membuatnya berharga dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

Adalah Umar Bin Khattab ra, salah seorang sahabat nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam., yang dianugerahi kekayaan. Dalam buku “Fiqh Ekonomi” fakta sejarah membuktikan bahwa Umar memiliki 70.000 ladang pertanian, yang kalau dihargakan pada masa itu, maka perladang pertanian seharga 160 juta, dan kalau dijumlah 70.000X160 juta, maka kekayaan Umar= 11,2 Triliun. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah usaha.

Tapi, demikian kayanya Umar, ia tetap zuhud dan tidak tertipu denga dunia. Kehidupan konsumsinya menggunakan jalan-jalan syariah dan kehidupan produksinya juga memakai sistem syariah. Ia sangat yakin apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, “Barang siapa yang himmah (tujuan)nya adalah negeri akhirat, Allah akan mengoptimalkan kekuatannya, dan menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dengan hina. Namun, barangsiapa yang niatnya hanya mencari dunia, maka Allah Subhanahu Wata’ala akan menceraiberaikan urusan dunianya dan menjadikan ke-fakir-an diantara kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak akan menghampirinya kecuali hanya sebesar apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad, Baihaqi, Ad-Darimi).

 Wallahu a’lam bish-shawab.

*/Penulis, dr Hamdi Syahril,


posted by Adimin

9 Penemuan Ilmuwan Islam yang Mempengaruhi Peradaban

Written By @Adimin on 19 March, 2013 | March 19, 2013



Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan Muslim. Proyek 1001 Muslim Inventions kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan, demikian dikutip dari inilah.com.
“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani, ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim Al Hassani.
Dalam sebuah pameran 1001 Muslim Inventions, diketahui banyak penemuan ilmuan Muslim yang sangat bermanfaat dalam pembangunan peradaban manusia. Inilah 9 penemuan muslim yang luar biasa tersebut.

1. Operasi Bedah
Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai referensi medis selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemu, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat jepit pembedahan.










2. Kopi
Saat ini warga dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropa, kopi dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia.

3. Mesin Terbang
Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.


4. Universitas
Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima Al Firhi mendirikan sebuah universitas tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan Universitas Al Qarawiyyin dan terus beroperasi hingga 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang Al Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di dunia.


5. Aljabar
Kata aljabar berasal dari judul kitab matematikawan terkenal Persia abad ke-9 Kitab Al Jabr Wal Mugabala, yang diterjemahkan ke dalam buku The Book of Reasoning and Balancing. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Matematikawan lainnya Al Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang bisa menjadi kekuatan.

6. Optik
Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari dunia muslm, ujar Hassani. Diantara tahun 1.000 Ibn Al Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.


7. Musik
Musisi muslim memiliki dampak signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyang biola. Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.

8. Sikat Gigi
Menurut Profesor Salim Al Hassani, Nabi Muhammad mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern.

9. Engkol
Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al Jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini.



posted by Adimin

Optimalisasi Dakwah via Facebook



Dakwah facebook,  sudah tak asing di telinga kita. Bahkan saya dan Anda mungkin sudah merasa berada di dalam istilah “dakwah facebook”.

Aktivitas dakwah memang seharusnya sudah menjadi keniscayaan bagi seorang mukmin dalam setiap aspek kehidupannya. Menyeru kepada kebenaran, mencegah kepada kemunkaran serta beriman kepada Allah layaknya ummat terbaik yang telah dipilih oleh Allah dalam Al-Quran, begitulah seharusnya seorang mukmin. Dan facebook sebagai bagian dari kehidupan sosial masa kini tentu saja seharusnya tak luput tersentuh oleh aktifitas dakwah, sebab di dalamnya berisi manusia-manusia yang notabene objek dakwah.

Semangat berdakwah lewat facebook memang oke, namun dari segi keberhasilan mencapai objek dakwah ternyata belum tentu sukses. Dakwah di facebook biasanya hanya menyasar lingkaran yang itu-itu saja, yang sepemahaman, yang saling menyetujui pendapat. Alhasil orang-orang yang masih dangkal pemahamnnya tentang Islam dan masih enggan untuk berislam secara sempurna pun tak tersentuh, apalagi mereka yang belum menjadi muslim.

Lantas apakah dakwah facebook harus terbatas kepada orang-orang yang sepemahaman, sefikroh, seilmu? Tidak salah memang mendakwahi atau saling mengingatkan kepada orang-orang yang sudah paham, yang sudah rajin mencari ilmu sendiri. Namun akankah pemahaman Islam akan berkembang kepada seluruh ummat dengan cara dakwah seperti ini. Apa bedanya dengan sebuah sekte eksklusif yang menyelamatkan golongannya sendiri ke surga, lantas menimpakan neraka kepada orang-orang di luar golongannya?

Jika aktivis dakwah facebook sekalian merasa bahwa ternyata apa yang terjadi memang benar seperti itu adanya, hanya berdakwah kepada rekan-rekan da’i yang sepemahaman, maka berubahlah mulai sekarang. Mari kita ubah metode dakwah facebook kita.

Berikut ini sedikit tips untuk mengoptimalisasi dakwah facebook Anda. Tidak harus dilakukan memang, jika Anda bisa ingin bertahan dengan cara dakwah Anda yang sekarang dengan cakupan yang terbatas. Akan lebih bagus juga jika Anda dapat menambahkan tips-tips dakwah Anda sendiri.

Jangan pilih-pilih teman

Jagat maya adalah dunia yang luas, luasnya sama dengan seluruh penduduk bumi yang mengaksesnya. Jadi jangan batasi dakwah kita dalam sempitnya organisasi dan keluarga kita – kecuali jika memang tujuannya hanya diperuntukkan bagi komunitas tertentu.

Maka approvelah sebanyak mungkin permintaan pertemanan, baik teman sepemikiran ataupun yang berseberangan. Jika kawan baru Anda ternyata hobi menulis status yang “tidak baik”, anggap saja sebagai aspirasi, toh manusia berbahasa sesuai dengan lingkungannya. Jika Anda takut dengan status-status yang “kurang baik” dari teman-teman baru Anda akan mengotori wall Anda, cukup sembunyikan saja, jangan putuskan hubungan pertemanan Anda. Tapi lebih disarankan untuk tidak menyembunyikannya, sebab guru harus selalu mendengarkan muridnya, terlebih jika mereka bertanya.

Semoga dengan demikian, dakwah Anda akan semakin bermanfaat, paling tidak sebagai sebuah informasi baru bagi orang-orang yang belum terlalu memahami Islam.

Manusiawilah!

Banyak aktifis dakwah facebook dalam kesehariannya selalu memposting ayat-ayat Al Quran atau hadist-hadist. Dengan alasan tak ingin berbicara sia-sia, ia hanya menampilkan firman-firman dan sabda-sabda saja di wallnya. Beruntunglah ada iklan dari online shop yang begitu rajin mengetagnya, sehingga wallnya sedikit bervariasi.
Saudaraku, siapakah sebenarnya Anda ini? Jangan-jangan Anda adalah sebuah software yang secara otomatis memposting ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits!? Tak lelahkah mengetik ayat yang sangat panjang sampai muncul tulisan “read more”? Orangpun malas untuk mengkliknya. Itu baru sekali, lha kalau berkali-kali?

Sebab Anda berdakwah kepada sesama manusia, maka manusiawilah! Biarkan teman-teman facebook Anda tahu, bahwa Anda adalah seorang manusia. Anda melakukan pekerjaan seperti manusia lainnya, Anda menghadapi masalah seperti yang lain, maka buatlah status tentang itu, namun yang berwarna islam, beraroma dakwah.

“Sudah dhuha, shower dulu ah… Allahumma inni a’udzubika minal khubusi wal khobaa’its,” ini contoh sederhana status manusiawi, seperti yang biasa oleh dilakukan orang-orang lain, namun tetap diwarnai.
Tentu saja tak salah mengeluarkan amunisi kata-kata mutiara dari hadits dan Qur’an, serta kata-kata indah lainnya, namun tidak harus terus-menerus. Warnai dengan warna manusia yang anda miliki.

Setiap orang memiliki masalah, solutiflah!

Jika Anda sudah menjadi da’i yang beruntung, maka siaplah untuk mendapatkan hadiah berupa pertanyaan. Pertanyan itu perlu jawaban, jika Anda sebagai da’i tidak mau menjawab, mungkin saja sang penanya akan bertanya ke tempat yang salah.

Maka jawablah sesuai dengan kondisi si penanya, jawaban tidak harus selalu ideal atau saklek. Misalnya ada seorang remaja puteri yang dilarang orangtuanya memakai jilbab, jangan suruh ia untuk melawan orangtuanya, apalagi menghujat, berikan solusi yang kreatif. Jika anda tak mampu menjawab, coba browsing segera (ingat, internet bukan melulu facebook, maka manfaatkanlah!), dan berikan link jawaban yang kira-kira tepat dengan kondisi sang penanya.

Kebanyakan teman-teman facebook anda berasal dari sumber yang sama, teman dari teman, teman dari keluarga, atau istilah facebooknya “mutual friends”. Artinya ada kemungkinan masalah yang dihadapi sama. Maka tak ada salahnya anda membagikan jawaban Anda dalam sebuah catatan, tentu saja tanpa menyebutkan identitas sang penanya.

Jika Anda tak ditanya, maka anda bisa melihat status-status “galau” di wall Anda. Status-status itu sebenarnya adalah masalah yang tak ditanyakan. Anda juga bisa membuat catatan solutif tentang itu, dan bagikan.

Semoga kita bisa memperluas lingkaran dakwah kita, serta menyebarkan Islam seluas-luasnya di dunia maya untuk semua, bukan hanya golongan yang sepaham dengan kita.

Wallahua’lam bisshowwab

posted by Adimin

Tangkap Anis Matta

Written By @Adimin on 18 March, 2013 | March 18, 2013



Saya menyarankan agar Anis Matta segera ditangkap. Oleh siapa? Oleh para kader PKS. Lho???! Ya. Saya menyarankan kepada para kader PKS agar menangkap pikiran-pikiran dahsyat Anis Matta. Kalau perlu, semua aksi-aksi leadershipnya juga ditangkap. 

Karena pikiran-pikirannya, kebijakan-kebijakannya sebagai pimpinan partai, dan aksi-aksi kepemimpinannya, itu semua bisa dijadikan catatan sejarah dan referensi empirik bagi perjalanan partai kalian, perjalanan perpolitikan di Indonesia, bahkan perpolitikan dunia. Hal itu juga bisa menjadi pendidikan politik sekaligus budaya untuk bangsa besar Indonesia ini. Jarang-jarang lho ada orang yang punya itikad baik untuk memajukan negeri ini, juga memiliki kapasitas keilmuan yang luar biasa, sekaligus juga punya otoritas menggerakkan mesin partai yang cukup besar. Dan orang itu ada di partai kalian.

Saya melihat akhir-akhir ini Anis Matta seperti bintang yang sedang bersinar terang. Terlebih setelah dia berhasil menahkodai bahtera yang bernama PKS ini keluar dari badai dengan memenangkan beberapa pilkada dalam waktu yang berdekatan. Track record-nya masih bersih (dan mudah-mudahan tetap bersih), walaupun ada upaya-upaya untuk membuatnya terlihat kotor (biasalah, politik di Indonesia masih kaya’ gini) tapi buktinya tidak terbukti. Yang penting bagi kalian, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tunjukkan kalau cara berpolitik yang santun itu ada pada kalian (santun kan bukan berarti lemah, justru orang kuat lah yang santunnya terlihat indah).

Setelah menonton beberapa video rekaman pidatonya yang diupload di Youtube, saya pribadi juga tertarik dengan pikiran-pikirannya Anis Matta. Sayang sekali kalau pikiran-pikirannya (yang menurut saya dahsyat ini) dan aksi-aksi kepemimpinannya menguap begitu saja di udara tanpa ada perekaman. Oleh karenanya ada beberapa saran yang bisa saya sampaikan kepada kalian para kader PKS:

1. Catatlah semua isi pidato/ceramah/khutbah/seminar/talkshow/dialog/wawancara yang disampaikan oleh Anis Matta. Saya memperhatikan, Anis Matta kalau bicara jarang memegang naskah (dan ini salah satu kelebihan Anis Matta dalam public speaking), oleh karenanya mencatat mutlak kalian lakukan sebagai upaya perekaman pemikirannya. Bukankah Ali bin Abi Thalib pernah berujar: “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Tapi saya yakin tidak semua kalian bisa selalu bersama Anis Matta setiap hari. Padahal dalam kapasitasnya sebagai presiden partai, saya yakin hampir setiap hari dia harus berbicara (dalam konteks public speaking). Lalu siapa kah yang berkewajiban mencatat semua pemikirannya itu? Saya pikir ini tugas asisten pribadinya Pak Anis. Saya harap asisten pribadinya Pak Anis juga adalah seorang yang haus ilmu. Dan semua yang dicatat itu, alangkah bagusnya kalau dibuat menjadi buku. Dengan konten yang penuh ilmu saya yakin buku kumpulan ceramah itu akan menjadi buku yang menarik. Namun bagi kalian yang hadir atau sempat mengikuti pembicaraannya, alangkah baiknya juga mencatatnya.

2. Kalau catatan itu hasilnya adalah teks, maka dengan menggunakan fasilitas teknologi saat ini, kalian juga bisa mengarsipkan pidato/ceramah/khutbah/seminar/talkshow/dialog/wawancara beliau dalam bentuk file video dan atau audio. Dan ini mutlak dilakukan agar kita juga bisa mengetahui gestur pembicara saat ia menyampaikan pemikirannya (yang tidak bisa dilakukan oleh hanya sekedar teks). Alangkah eloknya kalau file itu kemudian diupload ke Youtube agar bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara luas. Toh Anis Matta sekarang bukan hanya sekedar milik PKS, tapi juga milik bangsa Indonesia. Malah sebenarnya dengan cara tersebut, justru menjadi sarana marketing yang menurut saya sangat baik. (Sssst…., ini rahasia, banyak lho yang tersentuh dan tergerak hatinya untuk bergabung setelah mendengar ceramah-ceramahnya Anis Matta).

3. Alangkah bagusnya kalau website pribadinya Anis Matta diberdayakan. Saya tidak tahu apakah Anis Matta memiliki website pribadi. Tapi menurut saya, sangat sayang sekali kalau seorang Anis Matta tidak memiliki website pribadi (atau website-nya ada tapi tidak terkelola). Saya pikir harus ada tim yang mengelola website-nya. Nah, di website ini lah catatan-catatan yang ditulis seperti pada poin (1) itu, dan rekaman video dan atau audio seperti pada poin (2) itu disimpan, ditampilkan dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Saya pikir orang-orang PKS adalah orang-orang yang cerdas yang tidak akan terjebak pada pengkultusan pribadi. Dan peduli amat dengan kata-kata orang lain yang nantinya bilang PKS sudah mengkultuskan pribadi seseorang. Toh yang tahu dengan hati kalian adalah kalian sendiri kan? Toh juga saat ini, pemimpin-pemimpin dunia, tokoh-tokoh internasional maupun nasional, bahkan orang-orang yang sedang mencoba melakukan penokohan dirinya juga punya website pribadi. Kenapa PKS yang notabene salah satu kadernya bahkan menjadi Menkominfo tidak menggunakan leverage internet untuk menokohkan seseorang yang potensial ini, yang memang pantas untuk memiliki website pribadi ini. Lagipula, organisasi yang orang-orangnya memiliki kebanggaan terhadap pemimpinnya itu jauh lebih sehat dan produktif daripada organisasi yang orang-orangnya malah menjatuhkan pemimpinnya sendiri. Dengan website pribadi Anis Matta yang berkonten demikian (yang bukan hanya berisi sekedar berita kunjungan dan kegiatan), saya rasa itu akan menjadi salah satu website yang benar-benar berisi, mendidik, informatif, menarik, bermanfaat, dan marketable tentunya. (Kepengen sih nambahin kata-kata “enak dibaca dan perlu”, tapi sudah terlanjur jadi jargon salah satu majalah, hehe ^_^)

4. Kalau toh website pribadinya belum ada, atau sudah ada tapi belum terkelola, atau tetap dikelola tapi tidak update, atau pun juga ternyata sudah update (intinya mau ada atau tidak sekalipun), tetaplah kalian para kader PKS menayangkan catatan dan file video atau audio itu via internet. Saya salut sekali dengan website PKSPiyungan (dikelola oleh kader PKS Kecamatan Piyungan) yang menjadi salah satu dari 500 website teratas di Indonesia dimana kontennya berisi hal-hal yang berhubungan dengan PKS. Namun saya pikir, website khusus yang berisi hal-hal yang berhubungan dengan Anis Matta itu sangat bagus sekali kalau ada, karena akan banyak sekali konten yang bisa dimuat di situ. Akun jejaring sosial para kader PKS juga bisa menjadi sarana penyebaran pemikiran dan rekaman-rekaman beliau.

5. Upaya-upaya “penangkapan” seperti yang saya jelaskan pada poin-poin sebelumnya, sebenarnya juga merupakan salah satu alat kontrol untuk Anis Matta agar ia tetap berada pada track yang benar. Kita semua tahu tentu akan menjadi beban moral tersendiri bagi seseorang yang pembicaraannya dicatat atau direkam dan kemudian diketahui oleh masyarakat luas. Menjadi orang baik itu penting, tetapi konsisten untuk tetap baik itu jauh lebih penting. Dan saya harap Anis Matta tetap konsisten bahkan ketika mungkin takdir sejarah mengantarkannya berada pada posisi yang lebih dari saat ini. Semoga dengan upaya-upaya “penangkapan” ini, menjadi semacam alat kontrol buat Anis Matta agar tetap on the right track. Jujur saja, Indonesia masih kekurangan pemimpin yang memberikan keteladanan secara utuh. Sehingga menurut saya, sedari sekarang perlu juga dibuat rancangan biografi beliau, agar kalian para kader PKS itu berfikir dari akhir (thinking from the end). “Orang ini akhirnya akan menjadi apa sih?”, itu yang perlu difikirkan dan dibentuk. Hanya orang-orang besar lah yang biografinya menarik untuk dibaca dan menginspirasi pembacanya.

Itu mungkin beberapa saran dari saya buat kalian para kader PKS. Sekali lagi, sangat disayangkan kalau bangsa Indonesia (terlebih khusus kalian para kader PKS) tidak memanfaatkan anugerah tuhan yang dititipkan pada seorang Anis Matta ini. So, sebarkanlah dan lihat apa yang terjadi!

***

End note: Tulisan ini saya buat untuk memprovokasi para kader PKS atau siapa pun untuk menangkap dan menyebarkan catatan atau rekaman dari penyampaian-penyampaian Anis Matta. Sebenarnya tujuan saya sih pragmatis aja: agar saya yang sekarang berada nun jauh di wilayah timur Indonesia ini bisa juga menikmati pemikiran-pemikiran beliau.

Saya juga memohon maaf jika ada yang kecewa dengan pemilihan judul tulisan ini yang mungkin tidak sesuai dengan harapan hati. Kepada yang kecewa saya hanya berpesan, mari kita bangun budaya perpolitikan yang santun. Masyarakat Indonesia harus diselamatkan dari perpolitikan ala zaman purba. Kalau dengan memaki, mencaci, dan memfitnah itu bisa membuat negara ini maju maka mungkin kita perlu membuat kementrian khusus yang menangani itu (mungkin namanya bisa Departemen Fitnah kali, hehe ^_^). Pada kenyataannya justru dengan sikap-sikap keji seperti itu membuat pikiran dan mental bangsa kita diliputi aura negatif, mendisorientasikan fokus bangsa dari hal-hal prioritas dan manfaat, membuat konta produktif serta melemahkan semangat bangsa untuk maju. Kemajuan suatu bangsa bukan hanya sekedar peran dan tanggung jawab pemimpinnya saja, tapi lebih banyak berasal dari rakyatnya (ya, kita-kita ini). Bukankah hanya sedikit orang yang bisa jadi pemimpin, dan sisanya yang banyak disebut rakyat (yang dipimpin)? Sungguh sangat naif apabila kemudian kita mengharapkan kemajuan negara kita hanya sekedar kepada satu dua orang di istana sana, lalu kita cuma berpangku tangan. Kalau ada sekumpulan orang yang punya itikad baik untuk memajukan negeri ini ya apa salahnya kalau kita support. Kalaupun kita berbeda cara atau sarana dengan mereka ya jangan saling menjatuhkan lah, toh keinginan kita sama kok: sama-sama ingin agar Indonesia ini lebih baik lagi. Iya kan?

Salam Indonesia Maju,


FATIH

sumber :  http://politik.kompasiana.com/2013/03/18/tangkap-anis-matta-543751.html


posted by Adimin

Kalau Boleh Jujur PKS Partai Terbaik Saat ini

Written By @Adimin on 16 March, 2013 | March 16, 2013


Tahun 2013 adalah tahun politik, dimana sepertinya semua hal halal dilakukan oleh partai politik. Kita lihat saja banyak kader partai yang pindah ke partai lain dengan harapan karir politik lebih baik dari sebelumnya. Banyak orang sebut ini kutu loncat dan ada juga yang menyebut kuda liar, wah kuda liar.. hmmm, kuda liar ini kalau ditanya kenapa pindah jawabannya sederhana ini permintaan konstituen di daerah, ada yang bilang demi rakyat apapun akan saya lakukan ..benar gak ya demi rakyat?? atau hanya sekedar mempertahankan eksistensi dan syahwat politiknya.

Ada lagi yang lebih mengerikan dengan bermodalkan kekayaan dan kuasanya sebagai pemilik media dia menyerang lawan-lawan politiknya dengan media yang ada. Baik media cetak, radio, online, televisi atau semua media yang dia kuasai..tetapi tentang hancur dan bobroknya nya partainya jangan harap akan ada satu beritapun muncul dimedianya,yang muncul hanya kebaikan-kebaikan partainya saja.

Ada juga kabarnya golongan penguasa yang bermain dibalik layar dengan kekuasaannya yang membuat situasi di negeri ini kacau balau memanfaatkan kekuasaannya sehingga bermain-main sesuka hatinya, bahkan sekelas KPK pun yang konon, kata-katanya bagai firman tuhan yang tak pernah salah, bisa di atur. Terlihat jelas di mata rakyat walaupun rakyat jelata seperti saya jika rekan separtainya jadi tersangka tidak langsung ditahan. Sebut saja Anas Urbaningrum sampai saat ini tidak ditahan dan juga Andi Malarangeng tersangka yang bebas kemanapun mereka suka, tidak ada kehawatiran buat KPK mereka menghilangkan barang bukti…opss kita tidak sedang membahas mereka.

Begitulah politik bahkan terkadang kita bingung yang mana politikus yang bisa diandalkan untuk membawa negeri ini jadi negeri yang makmur dan rakyat sejahtera, mana yang tidak. Di awal tahun 2013 ICW pernah merilis partai yang tidak tersandung korupsi tahun 2012 ada dua partai yaitu PKS dan Hanura, setelah saya membaca tentang ini, saya tertarik membahas PKS. Kenapa? karena PKS adalah partai islam terbesar di Indonesia yang pada tahun 2014 ini bernomor 3, dan juga PKS adalah partai yang kadernya selalu saya jumpai di mesjid-mesjid, baik subuh atau bahkan solat tahajjud sekalipun sering mereka lakukan dan saya menemukan mereka di mesjid, yang ketiga PKS menurut saya fenomenal karena pergantian presiden tidak lebih dari 2×24 jam.

PKS … mendengar kata PKS atau Partai Keadilan Sejahtera kita sudah bisa membayangkan bahwa kita akan berjumpa dengan orang orang sederhana, partainya anak-anak muda yang cerdas, optimis, tertib dan pastinya soleh/ah dan anggun. Partai yang dewasa, pekerja keras, optimis, pandangan jauh ke depan dan yang paling saya sukai ikhlas, bersih dan professional.

Saya sempat buat judul partai terbaik saat ini, setelah saya mengamati dan mengikuti berita-berita dan perkembangannya serta pertemuan sehari-hari dengan berbagai organisasi dan partai-partai saya bisa simpulkan bahwa kalau saya jujur PKS lah yang terbaik saat ini.

Dulu saya tidak begitu peduli dengan partai-partai, tapi dengan situasi saat ini PKS dizolimi sementara mereka adalah orang-orang baik, hati saya mengatakan saya tidak boleh diam walaupun saya tidak pernah belajar tulis menulis saya akan tulis yang ada di pikiran saya.

Ada beberapa hal yang membuat saya mengatakan PKS partai terbaik saat ini setelah saya banyak bicara dengan orang-orang partai dan mengamati politik Indonesia saat ini :

1. Kader yang solid

Kita bisa lihat kader PKS itu solid, apapun yang terjadi di partainya mereka lebih percaya pada pimpinan mereka, isu korupsi dan fitnah yang dilancarkan lawan politik kepada pimpinan mereka, mereka hanya menanggapi dengan biasa-biasa. Bahkan isu ini membuat mereka makin semangat bekerja dan berdakwah, mereka menyebut membangunkan macan tidur. Macan-macan tidur PKS sekarang telah bangun, mereka saling menyemangati bekerja untuk partai, yang anehnya tanpa bayaran. Kemudian mereka tidak satu orangpun yang menyalahkan pimpinannya, atau saling tidak percaya bahkan ingin keluar dari PKS tapi makin solid. Ada isu makin solid.. terbukti setelah kasus LHI, mereka memenangkan pemilihan gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara, yang kedua-duanya adalah kader PKS.

2. Bekerja tanpa bayaran

Saya menyaksikan kader PKS itu bekerja ikhlas tanpa mengharapkan bayaran. Mereka bekerja tanpa dibayar. Memasang spanduk, baliho, stiker PKS, dan semua alat peraga partai tidak ada yang dibayar. Mereka direct seling mendatangi rumah ke rumah dan silaturrahim tidak ada yang di bayar. Mereka membantu warga yang kebanjiran dan kebakaran tanpa bayaran. Kalau ada kader partai seperti ini inilah yang saya sebut partai terbaik. Secara logika tidak ada yang mau bekerja tanpa dibayar. Saya pernah bertanya pada kader PKS kalian kan siang malam masang baliho dan nempel stiker berapa kalian dibayar? Mereka jawab kami tidak mau dibayar, bahkan mereka yang mengeluarkan uang untuk beli tali dan kawat pengikat jika diperlukan. Saya tanya: jadi bayarnya kapan? mereka menjawab nanti di sorga. Wuihh…hebatnya partai mana yang bisa seperti ini hanya PKS.

3. Tujuan mereka mulia

Mereka mengatakan kami ini sebenarnya dakwah cuma caranya berbeda. Cara kami adalah mendudukkan orang-orang sholeh di pusat-pusat kekuasaan. Jadi kalau orang soleh duduk di pusat kekuasaan maka ia akan peduli dengan rakyat karena dia duduk bukan kerena bayar dan punya banyak uang. Dan yang paling penting tidak akan korupsi karena mereka tau bekerja adalah ibadah, seperti dalam sholat “sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matika hanya untuk Alloh Tuhan seru sekalian alam”. Kalau kita solat subuh tidak mungkin kita korupsi 1 rokaat, menjadi satu rokaat. Mereka pun dalam bekerja seperti itu. Kalau ada isu mereka korupsi, 99% saya tidak percaya, dan saya hanya menganggap itu ulah lawan politik saja.

***

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membuat partai ini menjadi partai terbaik saat ini tapi kalau mau tahu lebih lanjut jumpai aja kader-kader PKS yang ada di dekat rumah anda nanti bisa dijelaskan atau lebih jelasnya gabung aja dulu barang setahun dua tahun nanti tahu sendiri. Cara gabungnya gampang kok datangi aja kader PKS atau kantor PKS di kelurahan atau kecamatan atau kantor PKS yang mana saja yang ada di daerah anda nanti akan diikutkan mengaji. Syaratnya cuma mengaji, kalaupun gak pandai ngaji gak apa-apa nanti mereka ajari, karena banyak juga di sana yang belum pandai ngaji …tapi itu yang baru-baru hehehe…

Terimakasih telah membaca semoga bermanfaat.

Bang Sadi Rangkuti


sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/03/15/kalau-boleh-jujur-pks-partai-terbaik-saat-ini-543107.html


posted by Adimin

Pencitraan Vs Kenyataan

Written By @Adimin on 13 March, 2013 | March 13, 2013

 

- Dalam dunia kita yg sekarang, citra mulai menjadi persoalan lain dan kenyataan soal lain lagi...
- Dalam dunia kita yang sekarang, bahkan "image is more important then the reality".

- Pribadi hidup dalam kepalsuan dan bangsa atau ummat manusia diseret dalam kepalsuan..

- Pada kasus orang2 atau lembaga yg terlalu populer kita menemukan ironi...ada banyak yg borok tersembunyi...

- Masalahnya, popularitasnya mengharuskan mereka harus menyimpan kebusukan demi popularitas yg sdh kadung...

- Utamanya pada bangsa2 berkembang atau terbelakang.dimana nama besar dan orang besar tak boleh salah.

- Kebusukan akan disimpan menjadi beban kita semua...tiba2 kita kecewa luar biasa dan menjadi amarah..

- Karena itu, citra juga adalah sejenis tirani jika ia didapatkan melalui PR DAN MANAJEMEN PENCITRAAN, semacam penipuan.

- Sehingga dalam kepalsuan, nama baik kita dapatkan dari menutupi kebobrokan kita..kadang dengan mengorbankan orang lain.

- Popularitas itu hanya akan bertahan pada pribadi terbuka dan berbuat apa adanya..persetan kata orang...

- Demokrasi percaya pada lembaga publik terbuka...karena kalau kita benar apa yang kita takutkan...

- Maka jika demokrasi kita menguat, maka yg asli akan betahan mengkilap dan yg palsu akan terbakar musnah.

- Tapi demokrasi kita belum kuat, kepalsuan masih mendapat tempat...Seperti laporan ilmuan soasial kanada itu?

- Kepada lembaga pemberantas teroris, adakah sikap anda anti teror atau lembaga dibuat untuk restu negara lain?

- Adakah anda otentik seorang pejuang untuk membangun sistem anti korupsi atau anda cari tangga popularitas?

- Adakah anda memberantas kemiskinan atau kau bahkan mempertahankannya sebagai komoditimu?

- Semua pertanyaan itu layak diajukan atas semua masalah yg tidak selesai...

- Terlalu banyak tepuk tangan dan decak kagum tetapi terlalu sedikit penyelesaian masalah.

- Terlalu banyak kampanye dan pencitraan tapi masalah bertambah banyak dan merajalela...

- Kita menyaksikan festival puja puji di layar kaca setiap hari ditengah kegetiran tumpukan masalah.

- Ini semua kepalsuan yg berawal dari kepalsuan pribadi kita sebagai pemimpin. Kritik kita anggap mengerikan.

- Kita mulai kecanduan tepuk tangan dan tepuk tangan mulai menjadi lebih penting dari persoalannya.

- Jangan2 ini penyakit suatu generasi dan jika ia, mari kita tinggalkan mereka.

- Kita harus mulai dengan yang asli dan mengubur kepalsuan.

- Selamat tinggal kepalsuan.

kultwit @fahrihamzah 

posted by Adimin

Saya PNS bukan PKS

 

Nagaya Muni

Saya PNS bukan PKS. Ya, itulah saya. Aktivitas saya lebih banyak urusan kantor. Berangkat pagi pulang petang. Penghasilan masih pas-pasan. Kalau pas butuh pas ada uang. Walapun PNS saya bukan PNS kebanyakan. Saya nggak suka hal-hal yang fiktif. Saya nggak suka kuitansi fiktif, pertanggungjawaban fiktif, lembur fiktif. Tapi saya suka cerita-cerita fiktif macam Kho Ping Ho, sejak SMP saya sudah baca cerita fiktif Kho Ping Ho puluhan judul sudah saya baca. itu mungkin satu-satunya hal FIKTIF yang saya sukai. Karena saya nggak suka lembur fiktif, kuitansi fiktif dll. saya sempat di benci oleh teman-teman saya.

O ya selain tidak suka hal-hal fiktif yang sudah saya sebut di atas saya juga berani menolak amplop (ada isinya lho). Saya geli sekali lihat atasan saya keki. Itulah momen ketika pertama kali saya menolak amplop dari atasan saya. Ya waktu itu saya menjadi staf administrasi di suatu instansi. Saat itu ada pembahasan anggaran yang melibatkan kementerian dan Lembaga. Ya memang budaya amplop masih berkibar waktu itu. Tapi saya berani menolak. Hebat gak saya! Kalau orang lain mungkin berpikir itu HEBAT. Tapi saya biasa saja. Karena  saya berusaha untuk jujur. Waktu jaman kuliahpun saya sangat menentang budaya contek menyontek.

Saya PNS bukan PKS, tapi saya suka PKS. karena saya lihat PKS sangat berupaya keras untuk jujur. Ingat nggak dulu ketika Pemilu pertama setelah reformasi tahun 1999. Ada anggota KPU dari Partai Keadilan yang menolak suap. Kalau nggak salah namanya Mustafa Kamal. Kayaknya sekarang masih jadi anggora DPR dari fraksi PKS. Coba saja gogling nama tersebut di era tahun 1999. Namanya cukup harum diperbincangkan orang karena kejujurannya. Saya kira masih banyak aleg dari PK maupun PKS sekarang yang masih berupaya untuk jujur. Kalau dari partai lain saya nggak tahu. Ada yang jujur mungkin, tapi yang brengsek kayaknya lebih banyak.

Saya PNS bukan PKS, tapi saya seneng lihat PKS. Lihat saja aksi-aksinya sepanjang tahun. Mulai tingkat RT sampai tingkat nasional aksi-aksi mereka 99,99% bermanfaat buat rakyat. Ada baksos, pengobatan gratis, kerja bakti, santunan, bea siswa, ngajarin anak-anak sampai nenek-nenek membaca Al Qur’an sampai pada aksi-aksi solidaritas untuk bangsa lain yang tertindas dan seabrek aktifitas positif lainnya. Maka tak heran banyak yang suka sama partai ini walaupun ada juga yang nggak suka. Tapi itu lebih karena syirik dan nggak tahu saja. Tapi bagi PKS itu nggak penting. Karena bagi mereka kerja lebih diutamakan. Baik diliput atau nggak. Disanjung atau singgung. Di sambut atau di sambit. Nggak Majalah.  Saya berkata demikian karena saya berteman dengan orang-orang PKS. Saya deket dengan mereka karena saya se ide dengan mereka. Saya tahu banyak tentang mereka. Tidak seperti para pengamat dan komentator yang asal bunyi dengan nada minor kalau sudah menyangkut tentang PKS. Saran saya sebelum berkomentar tentang PKS kenalilah dulu orang-orang PKS. Cobalah bertamu ke rumah salah seorang kader PKS.

Saya PNS bukan PKS, tapi saya dukung PKS. Saya dukung PKS mengelola negeri ini. Negeri yang sejak berdirinya sudah salah kelola. Berilah kesempatan kepada PKS untuk mengelola negara ini. Kalau yang lain sudah terbukti. Terbukti gagal. Gagal Total. Gagal maning-gagal maning. Lihat saja berapa utang negara ini yang tiap tahun bukannya berkurang malah tambah menggunung. Ini saja sudah membuktikan negara ini sudah salah kelola. Berilah kesempatan kepada PKS. Nggak usah lama-lama. Satu periode saja. Pasti anda akan ketagihan. Beri kesempatan dengan memilih nomor 3 di 2014 nanti. Nggak ada untungnya golput. Memang sih nggak ada juga ruginya.

Saya PNS bukan PKS, tapi saya ingin PKS melayani negeri ini. Karena sudah terbukti yang lain nggak bisa melayani. Yang ada hanyalah nafsu untuk mengangkangi negeri ini seolah-olah negara ini milik neneknya saja. Ketika Parpol lain sudah menjadi Dinasti, PKS tetap konsisten dengan jiwa melayani. Siapa sih yang mau jadi pelayan kecuali PKS.

Saya PNS bukan PKS, tapi saya setuju dengan ide-ide PKS.

sumber :http://www.pkstuban.com/2013/03/saya-pns-bukan-pks.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+duniapks+%28Dunia+PKS%29

posted by Adimin

Bedah Rumah PKS Padang





posted by Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger