pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Budiman: Selama Ramadhan, Tutup Saja Tempat Hiburan

Written By Unknown on 10 July, 2013 | July 10, 2013

Budiman, S, Ag
PADANG — Pemko Padang telah mengeluarkan imbauan agar tempat hiburan dan tempat makan, boleh dibuka dengan catatan mengikuti aturan yang ada. Hanya saja, kalangan DPRD Padang meminta, demi kekhusukan umat beribadah, sebaiknya tempat hiburan malam ditutup total selama Ramadhan 1434 H ini.

Dalam imbauan yang dikeluarkan Walikota Padang, tempat hiburan boleh dibuka pada pukul 22.00-01.00 WIB. Sedangkan tempat makan diizinkan buka lewat dari pukul 17.00 WIB.

Wakil Ketua DPRD Padang Budiman, menyatakan, lebih baik Pemko Padang melarang saja tempat hiburan buka selama Ramadhan. Pasalnya, siapa yang bisa mengawasi operasionalnya nanti. Selain itu, dibukanya tempat hiburan malam tentu akan merusak kenyamanan dalam beribadah.

Dia menyatakan, pihaknya meminta hiburan malam ditutup. Tidak ada kaitannya dengan toleransi beragama. Menurutnya, jika dikaitkan dengan toleransi hidup beragama, selama ini di Padang atau Sumbar toleransi tersebut terlaksana dengan baik.

“Jadi, diharapkan juga ketika Ramadhan ini warga non muslim juga ikut menjaga kenyamanan dalam beribadah umat Islam. Saya kira Pemko Padang bisa mengeluarkan imbauan bahkan edaran agar bisa menutup saja tempat hiburan malam ini. Untuk tempat makan, mungkin masih bisa ditoleransi dibuka setelah pukul 17.00 WIB,” katanya.

Melihat saat ini, dengan imbauan yang dikeluarkan Pemko, diharapkan ketegasan dalam mengawasinya. Pasalnya, dengan membuka peluang buka tempat hiburan malam ini, tentu perlu disiapkan petugas untuk mengawasinya dengan ketat.

Bagi masyarakat non muslim, tentu bisa menahan diri untuk makan di rumah saja. “Jika lapar tentu bisa makan di rumah sendiri,” ulasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Sat Pol PP Padang Sugana, menjelaskan, telah mempersiapkan petugas untuk pengawasan ini. Di Sat Pol PP Padang, ada tiga pembagian waktu jam kerja. Pertama, pagi hari dengan empat pleton petugas, sore hari dengan tiga pleton, dan malam harinya dua pleton.

“Untuk tugas mengawasi khusus memang tidak ada, tapi petugas ini akan stand by dan menyisir lokasi yang dicurigakan,” imbuhnya.

Sugana menambahkan, pihaknya juga membutuhkan informasi dari masyarakat. Misalnya, ada tempat makan yang buka di siang hari, maka bisa langsung memberi informasi ke kantor. Peran masyarakat ini juga dibutuhkan agar tidak ada lokasi yang luput dari pengawasan petugas. [hariangsinggalang.co.id]


posted by @A.history

Puasa vs Laju Inflasi


Oleh: Irwan Prayitno Gubernur Sumbar

Kita tentu sedih dan sedikit tersentak dengan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok serta kebutuhan sehari-hari pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Harga barang-barang tersebut sontak meningkat tajam. Hal serupa sebenarnya selalu terjadi setiap tahun di saat menjelang memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Namun tahun ini porsinya lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena bersamaan dengan peristiwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Beban tersebut tentu makin dirasakan masyarakat, karena juga bersa­maan dengan datangnya tahun ajaran baru. Para orangtua harus mengeluarkan biaya ekstra untuk biaya anak masuk sekolah atau kuliah, mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Para orangtua juga harus menyisihkan sejumlah uang untuk beli buku, peralatan dan seragam sekolah.

Fenomena anomali tersebut memang selalu terjadi setiap tahun selama bulan Ramadhan (puasa). Di saat Allah me­ngan­jurkan kita untuk berpuasa, di saat kita hanya diperbolehkan makan dan minum di malam hari, justru pengeluaran keluarga di bulan puasa malah meningkat. Kaum ibu makin mengeluh, karena uang belanja sehari-hari tidak mencukupi untuk meme­nuhi kebutuhan sehari-hari se­lama bulan Ramadhan.

Apa yang terjadi? Berda­sarkan pengamatan lapangan, memang biasa terjadi penu­runan jumlah penjualan beras selama bu­lan Ramadhan, kare­na umum­nya masyarakat ber­puasa. Na­mun terjadi kenaikan untuk membeli bahan makanan lain. Anggaran lauk pauk justru me­ning­kat, anggaran untuk mem­beli “pabukoan” yang di hari-hari biasa tidak ada, di bulan puasa justru tinggi secara signifikan.

Maka makin pusinglah para ibu-ibu mengatur uang belanja dapurnya. Di sisi lain, otomatis berlaku hukum ekonomi. Jika permintaan meningkat, semen­tara persediaan barang terbatas, maka harga otomatis juga akan meningkat. Kondisi ini seperti bak kata pepatah: sudah jatuh ditimpa tangga. Harga barang-barang naik mengikuti kenaikan harga BBM, ditambah lagi de­ngan meningkatnya permintaan konsumen “menyambut” bulan puasa. Maka laju inflasi makin menjadi-jadi.

Lalu apa solusinya? Solusi yang termudah yang bisa kita lakukan saat ini adalah kembali ke konsep dasar puasa. Puasa kunci dasarnya adalah mengen­dalikan hawa napsu, mengen­dalikan sikap dan perilaku, serta meningkatkan ibadah. Dengan mengendalikan hawa nafsu, terutama makan dan minum, insya Allah kita bisa me­ngen­dalikan membengkaknya kebu­tuhan belanja di bulan puasa dan pada akhirnya mampu menekan gejolak harga pasar dan pada akhirnya mampu menekan laju inflasi.

Fenomena bulan puasa yang terjadi selama ini sebaiknya perlu dikoreksi. Puasa tidak lagi seka­dar mengurangi konsumsi beras, namun meningkatkan konsumsi bahan makanan lain yang harga jualnya justru jauh lebih tinggi. Kita bisa memilih bahan ma­kanan yang lebih murah, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi terutama energi yang di­butuhkan.

Kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya harta yang di­miliki dan banyak serta mewah­nya makanan yang kita makan. Banyak orang yang kaya raya dan hartanya berlimpah, tapi mereka tidak bahagia. Banyak juga orang yang menderita berbagai pe­nyakit, karena makan makanan serba mewah dan berlebihan. Di situlah letak pentingnya pengen­dalian diri, memperbanyak iba­dah (selama bulan puasa) yang membuat jiwa selalu merasa tenang dan tentram. Itulah hik­mah berpuasa.

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Allah akan menunjukkan berbagai jalan (subula) bagi orang-orang yang sabar dan bertakwa. (*)


Padang Ekspres 9 Juli 2013


posted by @A.history

Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Sambut Ramadhan dengan Sederhana

Written By Unknown on 09 July, 2013 | July 09, 2013


Padang (9/7) -- Kader Partai Keadian Sejahtera (PKS) yang juga Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Ali Asmar melakukan Apel Pagi dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Senin (8/7).

Irwan Prayitno mengajak jajaran pemerintah provinsi Sumbar dan seluruh warga Sumatera Barat agar menyambut Ramadhan dengan sikap sederhana.

Irwan juga mengingatkan 3 hal yang menjadi kebiasaan warga Sumatera Barat menjelang Ramadhan, yaitu ziarah, silaturrahim dan "Balimau". Ketiga hal ini dinilainya sebagai sesuatu yang baik, agar kita menyadari dan mau intropeksi diri sehingga dapat menjalani ibadah dengan baik dan khusyuk.

Terkait tradisi "Balimau", Gubernur menghimbau warga agar tidak menodainya dengan hal-hal yang tidak ada gunanya. "Marilah kita jauhkan diri dan keluarga kita dari kegiatan yang mubazir dan dilarang Allah SWT. Beribadah yang sungguh-sungguh, tulus ikhlas, dan tawakal tentunya akan menjadikan amalan Ibadah Puasa kita semakin baik," ajaknya.

Gubernur Irwan Prayitno menginformasikan bahwa selama bulan suci Ramadhan jadwal kerja hari Senin sampai Kamis masuk pukul 08.00 pulang pukul 15.00 WIB, kecuali hari Jum’at masuk pukul 08.15 pulang 15.30 WIB. Bagi pegawai perempuan diberi dispensasi pulang sebelum jam 15.00 untuk menyiapkan makan keluarga dalam berbuka puasa.

Menutup sambutannya, Irwan Prayitno menyampaikan pesan selamat menunaikan ibadah puasa, "Marhaban Ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1434 H, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayah Nya pada kita semua, Amin," tutupnya. [pks.or.id]

posted by @A.history

Orang Khusus Mursi, Ungkap Pra-Pasca Kudeta



Bagaimana gejolak jiwa dan ketegaran Mursi sebelum dan sesudah kudeta militer ? Hanya orang khusus dan terdekat saja yang bisa mengungkapkannya.

Dr Najla Mahmud, Istri sang Presiden, bercerita tentang hari-hari sebelum terjadinya kudeta militer. Sang istri berkata,”Di hari-hari yang penuh ujian, tatkala aku masuk ke dalam bilik, Kulihat beliau sedang sujud memohon pertolongan Allah. Dia tengah mengadukan hal dirinya dan negaranya, sambil menangis.

Apabila dia hendak tidur, tangisannya masih terdengar, walau dia sudah berada diatas katilnya. Sehingga basahnya umpama mandi.”

Untuk menghibur suaminya, sang istri berkata,”Wahai Mursi, niscaya Allah tak akan membiarkanmu dalam keadaan sedih, dan tidak membiarkanmu tanpa pertolongan dari Allah.”

Perlu diketahui saja, walau Mursi seorang Presiden, dia tinggal di rumah kontraka biasa saja, dia sendiri yang membayarnya bukan dari uang negara. Dia pun, belum pernah mengambil gajinya sejak menjabat.

Adakah Presiden yang seperti ini ?

Staff khusus Mursi mengungkapkan, pada saat kudeta akan terjadi, Menlu dan Dubes Amerika datang menghadap Mursi. Permintaan mereka, Mursi segera menanggalkan kepresidenannya atau tetap jadi presiden namun pedana mentri, kabinet dan pejabat penting diganti sesuai keinginan mereka. Namun Mursi menolak.

Akhirnya utusan tersebut berkata,”Telpon saya ketika kamu sudah dipenjara,”

Melihat gelagat ini, maka Mursi pun membuat pidato rahasia yang pidatonya diposting ke youtube. Ketika Mursi sudah ditangkap, maka postingan pidato Mursi baru tersebar luas di internet.

Dimana keberadaan Mursi sekarang ?

Secara valid belum ada yang tahu. Tetapi dari bocoran yang ada, sudah beberapa kali pihak militer mesir memintanya untuk segera mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden.

Mursi pun menolaknya, dengan berkata,” saya tidak akan menanggalkan kepercayaan yang sudah diberikan rakyat mesir. Lebih baik anda menembak saya dengan peluru daripada melakukan itu.”

Permintaan Mursi pada mereka yang menahannya hanya satu. Yaitu Meminta sajadah dan mushaf al-Qur’an saja.

Subhanallah, heroik dan penuh ketenangan….

Oleh : Nasrulloh Mu.

*http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/07/08/orang-khusus-mursi-ungkap-pra-pasca-kudeta-571943.html

posted by @Adimin

Keutamaan Ilmu


Abdullah bin Abbas adalah seorang anak muda yang selalu dibawa oleh Umar bin Khathab untuk mengikuti berbagai diskusi di majelis orang tua yang pernah mengikuti Perang Badar. Melihat ada anak muda yang selalu mengikuti majelis diskusinya, sebagian dari mereka seakan-akan tidak suka dengan kehadirannya.

Mereka berkata, “Mengapa pemuda ini masuk dalam kelompok kita, padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Mendengar pertanyaan itu, Umar pun menjawab, “Sesungguhnya ia adalah anak yang kalian ketahui, yakni anak yang lahir dari pendidikan Nabi Muhammad SAW dan merupakan sumber ilmu.

Pada suatu kesempatan, Umar memanggil Abdullah bin Abbas untuk menujukkan kelebihannya di hadapan mereka, lalu Umar berkata, “Apakah komentar kalian terhadap firman Allah SWT Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat (QS an-Nashr (110) : 1-3)?’’

Salah seorang dari mereka menjawab, “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah bila kita mendapat pertolongan dan kemenangan.” Sementara sahabat yang lain terdiam dan tidak berkata apa-apa. Lantas, Umar bertanya kepada Abdullah bin Abbas, “Apakah komentarmu pun seperti itu wahai Ibnu Abbas? Ibnu Abbas menjawab, “Tidak.”

Umar bertanya lagi, “Bagaimana komentarmu?” Ibnu Abbas menjawab, “Itu adalah saat kepergian Rasulullah yang diberitahukan oleh Allah kepada beliau. Mendengar jawaban itu, Umar bin Khathab berkata, “Saya tidak mengetahui pengertian ayat itu demikian kecuali dari apa yang kamu katakan.’’

Demikianlah ketinggian ilmu Abdullah bin Abbas, dengan ilmu mumpuni yang dimilikinya ia dilibatkan ke dalam lingkungan sahabat-sahabat yang sudah senior, para orang tua yang pernah ikut dalam perang badar, dari kalangan sahabat yang utama. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang bisa lebih utama dari teman-teman segenerasinya, bahkan melebihi para seniornya, karena pemahamannya yang baik dan ilmu pengetahuan yang luas.

Lebih daripada itu, Allah menjanjikan akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan sampai beberapa derajat, sebagaimana yang termaktub dalam Alquran surah al-Mujadilah (58) ayat 11, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’’

Dari sini, dapat kita pahami  mengapa Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu sejak dari buaian sampai ajal menjemputnya. Tujuannya, Islam hendak memuliakan umatnya dengan ilmu yang dimilikinya.

Untuk itu, janganlah kita merasa cukup dengan ilmu yang telah kita miliki dan jangan pula membatasi diri untuk mencari ilmu karena usia telah senja. Selama hayat dikandung badan hendaknya kita tidak berhenti untuk menuntut ilmu agar kita mendapat keutamaan dan kemuliaan di dunia maupun di akhirat kelak. "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS Thaha (20) ; 114).

Oleh Moch Hisyam      

posted by @Adimin

Berbenah Diri Sambut Bulan Suci Ramadhan



Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Puasa adalah perisai selama yang bersangkutan tidak merusak’. Lalu ada yang bertanya, ‘Dengan apa merusaknya?’ Jawab Rasulullah SAW. ‘Dengan berbohong atau bergunjing.” (Hadis Riwayat Abi Ubaidah RA)

Seluruh umat Islam akan menjalan ibadah puasa Ramadhan. Puasa di bulan Ramadhan memang ibadah yang paling banyak ditunggu-tunggu umat Islam. Karena itu, dalam beberapa hari ini, untaian kalimat Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan suci Ramadhan patut kita kumandangkan.

Marhaban ya Ramadhan sepatutnya bukan sekadar ucapan selamat datang yang terlontar dari mulut belaka. Sebab bulan yang penuh berkah ini sepatutnya disambut suka cita dan kebahagian hati yang diekspresikan, tetapi kebahagian hati yang diekspresikan dengan perubahan tindakan dan perilaku.

Maka Marhaban ya Ramadhan patut kita implementasikan dengan berbenah diri. Berbenah diri untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Ibadah puasa di bulan suci ini yang diwajibkan untuk orang-orang beriman di seluruh dunia bukan sekadar ibadah. Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lain. Sebab, puasa adalah ibadah ‘rahasia’. Artinya, orang itu berpuasa atau tidak hanyalah orang berpuasa itu sendiri dan Allah saja yang mengetahuinya.

Banyak nilai yang kita petik dalam ketika menjalankan ibadah puasa. Tidak sedikit literature dan referensi kajian tentang makna puasa yang mengatakan bahwa beragam nilai yang kita petik dari ibadah puasa di bulan Ramadhan seperti nilai sosial, kesehatan, spiritual hingga kepribadian.

Nilai sosial, perdamaian, kemanusiaan, semangat gotong royong, solidaritas, kebersamaan, persahabatan dan semangat prularisme. Ada pula manfaat lahiriah seperti pemulihan kesehatan (terutama perncernaan dan metabolisme), peningkatan intelektual, kemesraan dan keharmonisan keluarga, kasih sayang, pengelolaan hawa nafsu dan penyempurnaan nilai kepribadian lainnya.

Ada lagi aspek spiritualitas: puasa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, ketaqwaan dan penjernihan hati nurani dalam berdialog dengan al-Khaliq. Semuanya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa yang selayaknya tidak hanya kita pahami sebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita, namun menuntut implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Yang juga penting dalam menyambut bulan Ramadhan tentunya adalah bagaimana kita merancang langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya, seperti nilai-nilai kejujuran. Karena kejujuran saat ini merupakan suatu hal yang paling sulit di cari di negeri ini. Kejujuran menjadi dasar dari kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Kejujuran adalah prasyarat utama pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang berlandaskan prinsip saling percaya, kasih sayang, dan tolong menolong. Kejujuran adalah inti dari akhlak yang merupakan salah satu tujuan dari diutusnya Rasulullah oleh Allah SWT.

Seorang ulama menyatakan bahwa hakikat kejujuran ialah mengatakan sesuatu dengan jujur di tempat (situasi) yang tidak ada sesuatu pun yang menjadi penyelamat kecuali kedustaan.

Secara psikologis, kejujuran akan mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya seseorang yang tidak jujur pasti tega melakukan perbuatan serta menutupi kebenaran.

Ketidakjujuran akan selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya akan mengancam stabilitas sosial. Ketidakjujuran selalu akan melahirkan kepada ketidakadilan, disebabkan karena orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya saja.

Kejujuran juga akan melahirkan penghargaan terhadap hak hak orang lain. Sebab kejujuran sebagaimana yang telah kita uraikan diatas juga akan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap kebenaran, keadilan dan kedisiplinan. Namun kejujuran tidak akan datang begitu saja, tetapi harus diperjuangkan dengan sabar dan sungguh-sungguh. Seorang ulama menegaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membantu kita dalam mencoba meraih kejujuran.

Marhaban ya Ramadhan. Bulan penuh pengampunan itu akan datang dalam beberapa hari ke depan. Banyak tradisi bangsa ini dalam menyambut Ramadhan. Namun inti dari semua tradisi yang berkembang di Indonesia adalah kita diharuskan berbenah diri ketika menyambut bulan penuh kesucian ini. Perbuatan-perbuatan tercela, tidak terpuji, kebohongan, kemalasan dan perbuatan-perbuatan negatif yang (mungkin) kita telah lakukan sebelumnya harus segera ditinggalkan. Kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan jernih.    Terakhir, penulis hanya bisa mengatakan bahwa kita baru akan menang dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan jika kita mampu mengubah perilaku di dalam kehidupan keseharian kita. Dari yang tidak jujur menjadi jujur, dari yang serakah menjadi suka berbagi, dan dari yang sombong menjadi rendah hati.

Heri Ruslan

posted by @Adimin

Pelajaran berharga dari Kudeta Militer Terhadap Presiden Mursi



Inilah beberapa pelajaran berharga dari kudeta militer mesir terhadap Presiden Mohammad Mursi.

Pelajaran Pertama. Pertarungan abadi antara al haq dan al batil, serta junudul haq dan junudul batil.

Ikhwah fillah a’azzaniyallah wa iyyakum …


Ini adalah hakikat yang tidak terbantahkan, bahwa keduanya tidak akan pernah akur, kecuali hudnah dalam waktu yang sesaat.  Sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan, Bani Khuzaah yang pernah memberikan pertolongan kepada perjuangan Beliau pun akhirnya berkhianat hingga menghasilkan perang Khandaq. 


Basa basi yang mereka lakukan di hadapan Islamiyyun (aktifis muslim), hanyalah permen manis untuk melenakan kita agar terlupa atas kejahatan dan makar-makar mereka yang lalu, sekarang, dan akan datang. Maka, jangan pernah melupakan madah tarbiyah: “Ash Shiraa’ bainal haq wal baathil”

Pelajaran Kedua. Musuh-musuh da’wah bersatu walau mereka juga mengalami friksi.


Ikhwah fillah …


Ini pelajaran kedua, yang begitu terang benderang. Al Kufru millatu waahidahi. Apa pun baju dan merk mereka, walau mereka juga terjadi perpecahan, mereka mampu melupakan perselisihan di antara mereka sendiri demi menghalau musuh mereka bersama; aktifis muslim. Jika sudah selesai, maka mereka akan berselisih kembali.


Tahsabuhum jami’an wa quluubuhum syatta … kamu menyangka mereka bersatu padahal hati mereka berpecah belah.
Baik itu liberal, sekuler, zionis Yahudi, dan Salibis, baik di Indonesia, Mesir, AS, Uni Eropa, dan lainnya … sama saja!

Pelajaran Ketiga. Tidak padunya sesama aktifis muslim
Perhatikan nasihat Rabbani ini:


وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak bersatu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al Anfal: 73)

Sungguh disayangkan, ketika Presiden Muhammad Mursi dikudeta, justru Hizbun Nuur (Salafi), Raja Abdullah dari Arab Saudi, dan yang semisal mereka malah mendukung penggulingan itu, bahkan memberikan selamat kepada presiden baru.


Padahal ini bertentangan dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang melarang memberontak kepada pemimpin yang sah lagi shalih. Bukankah ini yang selalu mereka dengungkan, bahkan mereka menyebut khawarij bagi para pelaku bughat?

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

 وأما النصيحة لأئمة المسلمين فمعاونتهم على الحق وطاعتهم فيه وأمرهم به وتنبيهم وتذكيرهم برفق ولطف وإعلامهم بما غفلوا عنه ولم يبلغهم من حقوق المسلمين وترك الخروج عليهم وتألف قلوب الناس لطاعتهم قال الخطابي رحمه الله ومن النصيحة لهم الصلاة خلفهم والجهاد معهم وأداء الصدقات إليهم وترك الخروج بالسيف عليهم إذا ظهر منهم حيف أو سوء عشرة وأن لا يغروا بالثناء الكاذب عليهم وأن يدعى لهم بالصلاح وهذا كله على أن المراد بأئمة المسلمين الخلفاء وغيرهم ممن يقوم بأمور المسملين من أصحاب الولايات وهذا هو المشهور وحكاه أيضا الخطابي ثم قال وقد يتأول ذلك على الأئمة الذين هم علماء الدين وأن من نصيحتهم قبول ما رووه وتقليدهم في الأحكام وإحسان الظن بهم



“Ada pun nasihat untuk para imam kaum muslimin adalah: dengan membantu mereka di atas kebenaran, mentaati mereka,  memerintahkan mereka dengan ketaatan,  dan memperingatkan mereka dengan cara lembut dan santun,  memberitahu mereka ketika mereka melalaikan hak kaum muslimin, tidak memberontak,  dan menyatukan hati kaum muslimin untuk mentaatinya.  


Berkata Al Khathabi Rahimahullah: diantara bentuk nasihat untuk mereka adalah: shalat di belakang mereka, jihad bersama mereka, menunaikan zakat, tidak memberontak dan mengangkat senjata jika melihat adanya kezaliman pada mereka atau perilaku yang buruk, tidak  mempardayai mereka dengan pujian-pujian dusta,  dan mendoakan mereka dengan kebaikan. Semua ini nasihat bagi para imam kaum muslimin dalam pengertian para khalifah dan selain mereka yang mengurusan urusan kaum muslimin, dari kalangan para penguasa. Inilah yang masyhur. Ini juga dikatakan oleh Al Khathabi. Kemudian dia berkata: ada juga yang metakwil bahwa pemimpin di sini adalah para ulama, dan nasihat bagi mereka adalah dengan menerima  pandangan mereka, mengikuti mereka dalam masalah hukum, dan berbaik sangka kepada mereka.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/38-39)

Jangan sampai hanya karena presidennya dari Ikhwanul Muslimin, maka pemberontakan dan penggulingan adalah sah! Tidak peduli dia shalih atau tidak, berprestasi atau tidak, pokokya dari Ikhwan, maka boleh digulingkan …
Ada juga yang diam, tidak peduli, bahkan masih mencibir dan sinis karena Mursi adalah presiden terpilih melalui proses demokrasi yang kufur kata mereka … Wallahul Musta’an wa Ilahi Musytaka!

Pelajaran Keempat. Pentingnya kekuatan media

 
Di dalam negeri, kita dibombardir berita demonstrasi anti Mursi, seakan mereka mendominasi di sana. Padahal mereka –liberal, sekuler, dan salibis- adalah tirani minoritas. Bahkan memelintir berita adalah halal bagi mereka. Merubah hakikat peristiwa adalah biasa saja ….. walau itu zalim!


Fabaddalal ladziina zhalamuu qaulan ghairalladzi qiila lahum … dan orang-orang zalim itu merubah kata-kata yang tidak dikatakan kepada mereka ……


Sebaliknya, aksi dukungan untuk Mursi sepi pemberitaan. Mereka tidak tertarik memberitakannya, walau aksi dukungan tersebut jauh lebih besar. Kenapa mereka tidak tertarik? Apakah juga karena ideologi yang berbeda? Ini pun  juga  dialami oleh aktifis muslim di Indonesia.


Jika memang begitu, apakah belum cukup alasan bagi aktifis Islam untuk memiliki Media sendiri? Jangan satu, buatlah seribu …..! Kita memiliki banyak SDM dan kekayaan, dan mampu untuk itu, tapi maukah?

Pelajaran Kelima. Pentingnya  menda’wahi militer

 
Ya! Mereka adalah bagian dari mad’u kita. Bukan musuh, mereka punya moncong senjata kita punya fikrah. Paduan keduanya adalah kekuatan untuk menjaga agama dan teritori. Oleh karenanya Al Ustadz Hasan Al Banna pernah mengatakan bahwa di antara Syumuliatul Islam adalah Akhlaq wa Quwwah – akhlak dan kekuatan. Semua ini agar moncong mereka tidak diarahkan kepada aktifis muslim apalagi jamaah shalat. Melainkan kepada musuh-musuh Islam dan kaum muslimin.

Pelajaran Keenam. Sabar tiada henti

 
Inilah jalan da’wah, apa yang dialami oleh Ikhwanul Muslimin dengan berbagai sejarah panjang penyiksaan, penangkapan, pengusiran, dan pembunuhan yang mereka alami, baik di Mesir, atau di negara lain, dulu dan sekarang, adalah pengulangan apa yang dialami oleh Junudul Haq generasi pertama. Fa’tabiruu yaa ulil abshaaar!


Wallahu A’lam
Farid Nu'man Hasan

posted by @Adimin

Ketika Demokrasi Mesir Dikebiri Militer dan Kelompok Sekuler

Written By Unknown on 08 July, 2013 | July 08, 2013


Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri

Sebuah drama sedang dimainkan di Mesir. Aktornya: kaum sekuler, liberal, sosialis, dan fulul (orang-orang dari rezim mantan Presiden Husni Mubarak) yang berkolaborasi dengan militer. Lawan mainnya: Ikhwanul Muslimin dengan sayap politiknya, Partai Kebebasan dan Keadilan, yang didukung oleh sejumlah partai Islam. Lakon yang dimainkan: bagaimana menjatuhkan seorang presiden yang dipilih secara demokratis, lantaran memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam pemerintahannya.

Sedangkan jalan ceritanya: pemerintahan yang dipimpim presiden pilihan rakyat yang sedang didemo oleh kelompok oposisi. Lalu militer negara itu yang semestinya netral dalam menyikapi unjuk rasa dua kelompok penentang dan pendukung sang presiden, justru memihak kepada kelompok oposisi. Ending-nya, militer mengambil kekuasaan negara dan memenjarakan sang presiden.

Ending tersebut tentu sementara. Belum final. Karena, drama di atas bukan dimainkan di panggung theater atau gedung pertunjukan. Drama itu nyata terjadi dalam kehidupan rakyat Mesir sekarang ini. Dikatakan'ending sementara', lantaran para pendukung sang presiden sudah bertekad tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus melawan dalam waktu pendek, sedang, dan panjang, apapun risikonya.

Alasan mereka adalah yang dipertaruhkan adalah sebuah demokrasi. Sebuah kehendak rakyat yang setahun lalu memilih sang presiden dalam sebuah pemilu yang paling demokratis dalam perjalanan panjang negara itu. Negara yang sejak merdeka pada 1952 selalu dipimpin oleh militer yang memerintah secara otoriter dan diktator. Kini demokrasi yang baru berumur setahun itu kembali dikebiri oleh militer. Kehendak rakyat telah dirampok oleh mereka yang berkekuatan senjata, bekerja sama dengan kelompok oposisi yang kalah dalam pemilu.

Para pendukung sang presiden tentu tidak tinggal diam. Apalagi mereka -- sebagian besar adalah kader dan simpatisan Al Ikhwan (sebutan Ikhwanul Muslimin) - dikenal sangat militan. Mereka sejak lama, sekitar 80 tahun lebih berdirinya Al Ikhwan, sudah terbiasa dengan perjuangan terang-terangan (politik) maupun rahasia (bawah tanah). Terutama ketika Mesir diperintah rezim militer Jamal Abdul Nasir, Anwar Sadat, dan Husni Mubarak. Sejumlah tokohnya pernah dipenjara, termasuk Presiden Mursi sendiri. Bahkan pendiri Al Ikhwanul, Sheikh Hasan Al Banna, dan ideolognya, Sheikh Sayyid Qutub, menjadi syahid dibunuh oleh kaki tangan rezim penguasa.

Ketika angin revolusi rakyat menerjang sejumlah negara Arab (Al Rabi' Al 'Araby), Al Ikhwan bersama kekuatan rakyat lainnya menggelar unjuk rasa besar-besaran menentang rezim Presiden Mubarak yang telah berkuasan lebih dari 30 tahun. Mubarak akhirnya mengundurkan diri pada 11 Februari 2011. Kekuasaan pun diserahkan kepada Kepala Dewan Tertinggi Militer Jenderal Husein Tantawi.

Selama masa transisi kekuasaan militer, sejumlah pemilu pun digelar, dari pemilihan anggota parlemen (DPR/Malis Sya'b), anggota MPR (Majelis Syuro), pemilihan presiden hingga referendum amandemen Konstitusi Negara. Semua pemilu tersebut dimenangkan partai-partai Islam yang dimotori Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Al Ikhwan.

Bahkan ketika diselenggarakan pemilu presiden, tokoh-tokoh oposisi utama yang kini menggerakkan aksi unjuk rasa menentang kekuasaan Presiden Mursi - seperti Amr Musa, Hamdeen Sabbahi, dan Mohamad Al Baradai -- hanya mendapatkan suara kecil. Amr Musa dan Hamden Sabbahi malah tidak lolos pada putaran kedua pemilu presiden. Sedangkan Al Baradai tidak mencalonkan diri sejak awal karena tahu dirinya maupun partainya, Partai Dustur, tidak cukup populer di Mesir.

Rentetan kemenangan partai-partai Islam dalam sejumlah pemilu itu tentu saja membuat gerah kelompok-kelompok yang berideologi sekuler, liberal, sosialis, dan orang-orang dari rezim Husni Mubarak. Dua hari sebelum pemilihan presiden, Mahkamah Agung (MA) -- anggotanya diangkat semasa Presiden Mubarak - membubarkan parlemen dan MPR, serta mencabut larangan para pejabat tinggi era Mubarak untuk ikut pemilu presiden. Berbagai kelompok Islam menuduh keputusan MA sengaja dikeluarkan menjelang pemilu hanya untuk meloloskan Jenderal Ahmad Syafiq. Yang terakhir ini merupakan perdana menteri terakhir era Mubarak dan pernah menjabat Kepala Angkatan Udara Mesir.

Syafiq kemudian memang lolos dalam putaran kedua pemilu presiden bersama wakil dari partai Islam, Mohammad Mursi. Namun, meski didukung oleh kelompok sekuler, liberal, militer, dan orang-orang Mubarak, Ahmad Syafiq tetap kalah dalam pemilu. Yang terpilih menjadi presiden justru Mohammad Mursi.
Dengan latar belakang seperti itu tidak mengherankan bila kelompok-kelompok yang tidak menyukai kemengan partai-partai Islam kemudian bergabung dalam sebuah oposisi. Entah dengan nama Front Penyelamat Nasional, Tamarrud (pemberontak terhadap kekuasaan partai Islam), atau dengan nama lain. Termasuk dalam kelompok oposisi ini adalah militer. Apalagi setelah Presiden Mursi mengeluarkan dekrit yang mengembalikan fungsi dan peran militer hanya sebatas pertahanan negara alias kembali ke barak.

Kelompok-kelompok oposisi inilah yang dalam setahun kekuasaan Presiden Mursi terus mengganggu jalannya roda pemerintahan dengan berbagai bentuk. Dari unjuk rasa, mempengaruhi media, hingga pembiaran gangguan keamanan oleh polisi dan militer. Akibatnya, ekonomi Mesir terus memburuk dan kehidupan rakyat semakin sulit.

Kehidupan rakyat Mesir yang terus memburuk inilah yang kemudian dijadikan kesempatan untuk menjatuhkan Presiden Mursi dengan unjuk rasa besar-besaran. Unjuk rasa oposisi ini kemudian dibalas dengan demonstrasi yang juga besar-besaran oleh pendukung Mursi. Anehnya, ketika muncul unjuk rasa dua kelompok penentang dan pendukung Presiden Mursi, militer malah berbelok mendukung oposisi dengan mengkudeta kekuasaan sang presiden.

Drama perebutan kekuasaan yang sedang berlangsung di Mesir ini diprediksi tidak akan //happy ending.// Apalagi kelompok-kelompok Islam, terutama para kader dan simpatisan Al Ikhwan, telah bertekad akan terus melawan kudeta milter dan pemerintahan yang akan dibentuk, serta produk-produknya, termasuk rencana amandemen konstitusi negara. Dengan begitu bisa diperkirakan gejolak di Mesir akan terus berlanjut dan tidak diketahui bagaimana akan berakhir. [ROL]


posted by @A.history

Komnas HAM RI: Kudeta Mesir Kejahatan Kemanusiaan

AP/Maya Alleruzzo
JAKARTA -- Komnas HAM RI mengecam keras kudeta yang dilakukan militer terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi yang terpilih secara sah melalui mekanisme demokrasi. 

"Saya mengecam sikap Barat dan Parlemen Eropa karena tidak “tulus“ menyebut penggulingan itu sebagai kudeta," ujar Komisioner Komnas HAM RI, Maneger Nasution kepada ROL, Senin (8/7).

Maneger Nasution menilai Barat telah mengabaikan nilai-nilainya sendiri dengan tidak menyebut intervensi militer di Mesir sebagai kudeta. 

"Ini adalah tes ketulusan Barat dan Eropa telah gagal. Hemat saya kudeta itu adalah kejahatan kemanusiaan, pengkhiatan demokrasi, serta mengorbankan rakyat dan masa depan Mesir,'' ungkap Maneger Nasution. 

Pihaknya menilai kudeta militer yang dilakukan terhadap Presiden Mursi adalah kejahatan kemanusiaan dan sebagai pengkhianatan demokrasi terbesar abad ini. 

Menurutna, kudeta militer itu akan menjadi bencana bagi masa depan Mesir. Militer yang tampaknya “mundur” dari politik setelah lengsernya Husni Mubarak (Februari 2011) telah kembali melangkah ke arena kekuasaan. 

''Kudeta militer ini telah menjadi intervensi penghancuran politik negara Mesir yang baru saja menghirup udara demokrasi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade,'' paparnya.

Komnas HAM RI juga menyampaikan ucapan duka kemanusiaan atas jatuhnya korban 30 orang tewas dan lebih dari 1.000 cedera akibat dalam bentrokan pada Jumat. [ROL]


posted by @A.history

Mahyeldi: Pesantren Ramadhan Menjadi Pendidikan dgn Perspektif Budaya & Keagamaan

Padang - Lautan manusia memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Sabtu (6/7). Mereka adalah siswa Kota Padang yang tengah mengikuti pencanangan pesantren Ramadhan ke-9 tahun 2013. Pesantren tahun ini diikuti 149.888 siswa.

Wawako Padang Mahyeldi Ansharullah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Maigus Nasir, Kabag Kesra Al Amin, bersama pejabat Pemko, guru dan KNPI hadir dalam pencanangan tersebut. Kegiatan pesantren Ramdhan ke-9 yang digelar 13 Juli hingga 5 Agustus 2013 pada 1.073 masjid dan mushalla.

Mahyeldi mengatakan, pelaksanaan pesantren ramadhan menjadi pendidikan dengan perspektif budaya dan keagamaan. Tujuannya, membentuk generasi berakarakter dan berakhlakul kharimah. “Sebagai masyarakat Minangkabau yang religius, kita harus memperhatikan pendidikan dengan perspektif keagamaan dan budaya,” katanya.

Sementara, insentif untuk guru TPA tahun 2013 dianggarkan sebanyak Rp2,16 miliar. Sedangkan untuk guru MDA sebanyak Rp648 juta.

“Dengan dana yang disediakan tersebut tentu Pemko Padang berharap guru TPA dan MDA lebih termotivasi membimbing siswa agar terwujud generasi yang memahami Alquran dan bekal ilmu agama cukup. Sebab, bila ilmu agama mereka cukup maka akan lebih terarah dalam hidup dan mampu mengatasi segala cobaan,” jelasnya.

Suasana semakin semarak ketika para siswa meneriakan yel-yel sekolah mereka masing-masing. Tak itu saja, berbagai spanduk pun banyak dibawa para siswa sehingga membuat pencanangan pesantren Ramadhan semakin meriah. Performance dan yel-yel masing-masing sekolah dinilai dewan juri untuk mencari paling favorit.

Peresmian pencanangan pesantren Ramadhan tersebut ditandai dengan pemukulan beduk serta pembagian hadiah bagi pemenang lomba qasidah dan syahril Quran.

Pada tempat yang sama, Ketua DMI Kota Padang, Maigus Nasir mengatakan, pesantren Ramadhan ini diikuti oleh 149.888 pelajar SD, SLTP dan SLTA se Kota Padang, serta sebanyak 23.943 guru pendamping.

Peserta terbaik dalam pencanangan pesantren Ramadhan ini adalah SMA 3, SMP 24, SMP 31 Padang, SMP 1 dan SD 10 Aur Duri. Masing-masing mendapatkan hadiah 1 unit televisi 21 inch.

Pemenang lomba qasidah rebana dan lomba syahril Quran juga diumumkan pada kesempatan itu. Untuk lomba qasidah rebana juara I diraih Kecamatan Lubuk Kilangan, juara II Kecamatan Padang Selatan, juara III Kecamatan Kuranji. Kemudian untuk pemenang Syahril Quran, juara I Kecamatan Koto Tangah, juara II Nanggalo, juara III Padang Barat.

Maigus menambahkan, setiap tahun pelaksanaan pesantren Ramadhan ini selalu dievaluasi. Dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan kualitas dan program. [singgalang.co.id]


posted by @A.history

Ujian untuk Kejayaan Ikhwan


Oleh Ustadz Zulfi Akmal

Tanggapan guruku terhadap peristiwa yang terjadi di Mesir:


Jangan merasa sedih dan kecewa terhadap apa yang terjadi. Kondisi semacam ini mesti terjadi. Saya tidak ragu sedikitpun sebelumnya kalau Allah akan menurunkan bala' seperti ini.

Karena Islam ini tidak akan mungkin mengalami kejayaan (tamkin) di permukaan bumi sementara umatnya belum dibersihkan dan disaring (di-tamhish). Hati dan jiwa masih berpecah. Pemahaman dan persepsi terhadap cita-cita masih belum menyatu. Kemunafikan masih bertebaran. Dosa-dosa dan kesalahan tersembunyi barangkali masih banyak.

Kalau pertolongan diturunkan dalam kondisi begini, setiap orang akan mengakui bahwa merekalah pahlawan, merekalah yang berada dalam kebenaran, sehingga orang akan ragu tentang al-haq.

Untuk itu Allah perlu menurunkan ujian yang akan memperlihatkan siapa kita-kita ini sebenarnya. Ujian yang akan memisahkan dan mengelompokkan umat ini menjadi tiga kelompok saja. Pendukung kebenaran (ahlul haq), pendukung kebatilan (ahlul bathil) dan manusia yang tidak jelas pendirian (munafik).

ليميز الله الخبيث من الطيب

"Supaya Allah memisahkan golongan yang buruk dari yang baik...."

Saksikanlah pada hari ini, itu semua mulai terkuak. Kalau tidak ada kejadian ini apakah mungkin umat ini akan mengetahui siapa penjahat sebenarnya? Siapa munafik sesungguhnya? Dan siapa pendukung kebenaran hakiki?

Peristiwa-peristiwa ini berfungsi bagaikan memisahkan emas dari logam yang lain. Harus dipanaskan sampai titik semuanya mencair. Ketika sudah cair baru disiram dengan zat yang bisa memisahkan antara logam-logam itu. Maka ketika itu akan tinggallah emas murni dan tercampaklah yang bukan emas. Untuk itu semua butuh pengorbanan yang sangat menyakitkan.

Ketika sudah bersih barulah Allah menurunkan pertolongan-pertolongan yang luar biasa, yang akan membuat semua mata terbelalak. Di saat itu ahlul haq akan tersenyum gembira, dan ahlul batil akan menyesal. Tapi ingat, yang paling mencengangkan, hati dua golongan yang tercampak akan tetap dipenuhi kebencian sekalipun kebenaran sudah di depan mata, bahkan akan semakin parah, sampai mereka menyaksikan neraka dengan mata kepala sendiri.

Ananda, banyaklah mentadabburi al Qur'an dan sirah perjalanan dakwah para rasul. Kamu akan temui apa yang aku katakan di sana.



*https://www.facebook.com/zulfiakmal?hc_location=stream


posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger