Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 19, 2013
Siapa masih punya Malu, tanda Dia masih Beriman !
Written By Sjam Deddy on 19 December, 2013 | December 19, 2013
SATU di
antara sebab utama terjadinya problem bahkan konflik di muka bumi ini
adalah karena tidak adanya rasa malu. Nihilnya rasa malu, menjadikan
manusia lebih buas dari buaya, lebih ganas dari singa dan lebih jahat
dari binatang buas lainnya.
Tetapi
tetap saja, rasa malu dianggap sebagai hal biasa. Sudah tidak banyak
lagi yang menyadari bahwa rasa malu sejatinya sangat menentukan segala
sesuatu, termasuk nasib suatu bangsa dan negara.
Seperti
apa yang belakangan ini marak terjadi, korupsi, ketidakadilan,
perselingkuhan, perampokan dan pembunuhan dan berbagai macam tindak
kemaksiatan, termasuk yang kini lagi populer di ibu kota negara dengan
istilah ‘cabe-cabean’, semua berawal dari tidak adanya rasa malu.
Malu
ini adalah satu bentuk akhlak yang paling penting dari setiap Muslim.
Akhlak yang sangat berpenaruh pada individu, keluarga, dan masyarakat.
Namun sayang, akhlak ini seakan-akan sudah asing dalam kehidupan.
Kini,
banyak berita di media yang isinya saling salah-menyalahkan, saling
berlomba untuk diakui yang terhebat, terdepan dan terpercaya. Bahkan ada
yang pamer aurat, cipika-cipiki dengan lawan jenis yang tidak halal.
Arti Malu
Dalam buku Akhlaq al-Mu’min
yang ditulis oleh Amru Muhammad Khalid, malu diartikan sebagai
terkendalinya jiwa. Yakni, ketidakmampuan seorang Muslim melakukan
perbuatan-perbuatan tercela atau sesuatu yang buruk. Dengan kata lain,
Muslim yang pemalu adalah Muslim yang tidak bisa melihat dirinya hina di
hadapan Allah Ta’ala, di hadapan manusia, atau di hadapan dirinya
sendiri.
Dengan
demikian, Muslim yang pemalu adalah Muslim yang mulia. Ia memuliakan
dirinya di hadapan Allah, di hadapan manusia, dan di hadapan dirinya
sendiri. Berarti, Muslim yang pemalu adalah Muslim yang benar-benar kuat
keimanannya, sehingga ia tidak melakukan kehinaan meski terhadap
dirinya sendiri, lebih-lebih kepada orang lain, apalagi kepada Allah
Ta’ala.
Kata haya’ yang artinya malu berasal dari kata ‘hayah’
yang artinya ‘Kehidupan.’ Karena itu kalau kita berkata, “Orang itu
malu,” berarti orang itu memiliki denyut kehidupan yang kuat, sehingga
ia benar-benar menjaga diri agar tidak terperosok dalam kehinaan.
Jadi,
tidak salah jika ada ungkapan seperti ini, “Manusia yang paling
sempurna hidupnya adalah manusia yang paling sempurna rasa malunya.”
Malu bukan Minder
Namun
demikian, masih banyak orang yang salah paham. Malu kadangkala dianggap
sebagai sifat rendah diri alias minder. Padahal, keduanya sangatlah
jauh berbeda. Menurut satu pendapat, minder diartikan sebagai
kebingungan yang muncul pada diri manusia sebagai akibat dari situasi
tertentu.
Lebih
dari itu, minder tidak berasal dari keimanan yang kuat. Ia justru lahir
dari sifat pengecut dan dari sifat takut. Karena pribadi yang minder
adalah pribadi yang lemah, yang tidak mengetahui nilai dirinya.
Sedangkan
malu, tidak bersumber dari sifat buruk seperti pengecut dan penakut.
Malu bersumber dari keimanan yang kuat, sehingga Muslim yang pemalu
adalah Muslim yang menjauhi segala bentuk kehinaan.
Bagian dari Iman
Rasulullah bersabda, “Iman mempunyai enam puluh lebih cabang. Dan malu adalah salah satu cabangnya.” (HR. Bukhari).
Mari
kita kaji secara logis, mengapa dari enam puluh cabang iman malu yang
beliau sampaikan? Berarti, malu adalah pengantar terbaik seorang Muslim
sampai pada 59 cabang iman lainnya. Mengapa?
Dengan
malu, seorang Muslim tidak akan berzina, menampakkan auratnya kepada
semua orang, mencuri apalagi korupsi. Bahkan dengan malu seorang Muslim
tidak akan menghina atau membicarakan aib saudaranya. Jadi, malu bisa
mencegah seorang Muslim dari berbuat jahat.
Kemudian, secara naqli, Rasulullah menjelaskan pada hadits yang lainnya. “Malu seluruhnya baik.” (HR. Muslim). Kemudian pada hadits lainnya lagi, “Malu selalu mendatangkan kebaikan.” (HR. Bukhari).
Dengan
demikian, maka malu adalah out put keimanan. Siapa yang keimanannya
baik maka rasa malunya akan sempurna. Atau, siapa yang malunya kuat,
maka imannya sempurna. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah, “Malu dan iman saling bertaut. Jika salah satunya diangkat, yang lainnya juga terangkat.” (HR. Hakim).
Jadi,
tidak salah jika ada ungkapan, “Milik siapa kebaikan, iman dan akhlak?”
Semuanya adalah milik Muslim yang memelihara rasa malu.
Tidakkah Kita Malu?
Suatu
ketika datang seorang lelaki kepada Ibrahim ibn Adham dan berkata,
“Wahai Imam, aku ingin bertaubat dan meninggalkan dosa. Tetapi,
tiba-tiba aku kembali berbuat dosa. Tunjukkan padaku sesuatu yang bisa
melindungiku hingga aku tidak lagi bermaksiat kepada Allah.”
Ibrahim ibn Adham pun menjawab, “Jika engkau ingin bermaksiat kepada Allah, jangan bermaksiat di bumi-Nya.”
Orang
itu pun bertanya, “Lalu di mana aku bisa bermaksiat, sementara seluruh
bumi ini adalah milik Allah?” Ibrahim ibn Adham pun menjawab, “Tidakkah
engkau malu seluruh bumi ini milik Allah tetapi engkau masih bermaksiat
di atasnya?”
“Jika
engkau ingin bermaksiat, jangan memakan rizki dari-Nya. Orang itu pun
bertanya, “Bagaimana aku bisa hidup?” Ibrahim bin Adham pun berkata,
“Tidakkah engkau malu memakan rizki dari-Nya, sementara engkau bermaksia
kepada-Nya?” “Tidakkah engkau malu bermaksiat kepada-Nya, sementara
Allah senantiasa bersamamu dan dekat denganmu?”
Lalu,
Ibrhamin ibn Adham melanjutkan, “Jika engkau tetap ingin bermaksiat,
maka apabila malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu,
katakan padanya, ‘Tunggu sampai aku bertaubat!’”
Orang
itu menjawab, “Adakah yang bisa melakukan itu?” Ibrahim berkata,
“Tidakkah engkau malu malaikat maut datang kepadamu dan mengambil ruhmu
sementara engkau dalam kondisi bermaksiat?”
Bercermin
dari kisah hikmah ini, tentu kita tidak punya ruang sesenti pun untuk
berbuat hina, kecuali Allah mengetahui. Sementara, setiap hari kita
memakan rizki dari-Nya, hidup di bumi-Nya dan menikmati seluruh
anugerah-Nya. Lantas, masihkah kita tidak malu kepada-Nya dengan tetap
bangga di atas salah dan dosa-dosa yang setiap jiwa pasti pernah
melakukannya?
Sekiranya
penduduk negeri ini benar-benar beriman, tentu mereka akan malu
bermaksiat kepada Allah. Dan, sekiranya penduduk negeri ini benar-benar
serius memelihara rasa malunya, tentu tidak akan terjadi segala bentuk
kerusakan moral, kerusuhan sosial, atau pun kehidupan bebas tanpa aturan.,
Dan seandainya rasa malu itu masih ada pada para pemimpin negeri ini, tentunya negeri ini akan terbebas dengan penyakit bangsa yang amat memalukan yaitu KORUPSI.....
posted by @Adimin
Label:
MUHASABAH,
OASE,
TOPIK PILIHAN
December 14, 2013
Rol
posted by @Adimin
Manajemen Pengendalian Diri
Written By Sjam Deddy on 14 December, 2013 | December 14, 2013
Pada suatu hari Khalid bin al-Walid, Bilal bin Rabah, Abu Dzarr
al-Ghifari, dan Abdurrahman bin 'Auf berdiskusi mengenai strategi
perang.
Diskusi yang tidak dihadiri Nabi Muhammad SAW ini meruncing, karena masing-masing tidak dapat mengendalikan diri, saling emosi dan ngotot mempertahankan pendapatnya. Usulan Abu Dzarr dinilai salah oleh Bilal.
Abu Dzarr tidak terima dan menyatakan: "Hai Negro, engkau telah berani menyalahkan pendapatku!". Bilal pun marah dan bersumpah akan mengadukan penghinaan Abu Dzarr itu kepada Nabi SAW.
Bilal kemudian meninggalkan tempat menuju rumah Nabi SAW. “Wahai Rasulullah, aku baru saja menerima perlakuan diskrimitif dari Abu Dzarr. Aku dibilang negro,” tutur Bilal kepada Nabi SAW. Seketika wajah Nabi SAW tampak memerah mendengar pengaduan itu.
Berita pengaduan ini pun akhirnya sampai kepada Abu Dzarr, sehingga ia bergegas menemui Nabi SAW di masjid Nabawi. "Wahai Abu Dzarr, engkau telah melakukan diskriminasi dengan menghina ibunya (Bilal). Sungguh dalam dirimu masih tertanam sifat jahiliyah," kata Nabi kepadanya.
Mendengar nasehat Nabi SAW tersebut Abu Dzarr menangis, dan memohon kepada Nabi SAW agar memintakan ampun kepada Allah SWT. Ia menyesali tindakan diskriminatifnya. Ia berjanji di hadapan Nabi SAW untuk tidak mengulanginya, dan segera memohon maaf kepada Bilal.
Setelah itu, Abu Dzarr keluar dari masjid menemui Bilal sambil merangkak menempelkan pipinya di tanah. "Wahai Bilal, aku tidak akan mengangkat pipiku sebelum aku mencium kakimu. Engkau sungguh mulia, akulah orang yang terhina," seru Abu Dzarr sambil sesunggukan.
Melihat sikap penyesalan Abu Dzarr, Bilal pun menitikkan air mata, lalu mengulurkan tangannya kepada tangan Abu Dzarr agar berdiri. Keduanya kemudian berpelukan dan saling menangis: menyesali apa yang telah terjadi.
Kisah tersebut sarat dengan pesan moral mengenai pentingnya manajemen pengendalian diri, terutama berinteraksi dengan sesama dan dalam situasi penuh perbedaan pendapat.
Sebab, jika tidak dikelola dan dikendalikan dengan baik, seseorang akan mudah marah. Marah yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan akal sehat dan cenderung bertindak bodoh: menghina, diskriminasi, caci maki, anarki, dan sebagainya.
Karena itu, ketika ada seseorang menemui dan meminta wasiatnya, Nabi SAW menyatakan: "Janganlah engkau marah". Orang itu mengulangi lagi permintaannya sampai beberapa kali, Nabi SAW tetap menjawab sama: "Jangan marah!" (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Ketidakmampuan mengendalikan diri berupa kemarahan itu ibarat bara api yang menyala dalam hati. Jika tidak dipadamkan, maka bara itu akan membakar dan menjerumuskan orang yang marah itu dalam kenistaan dan kehinaan.
Manajemen pengendalian diri dapat diaktualisasikan dengan beberapa tuntutan Nabi SAW berikut. Pertama, ketika mulai emosi dalam menghadapi suatu masalah atau kondisi, ucapkanlah a'udzu billahi minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).
Kedua, sabda Nabi SAW: "Apabila salah seorang di antara kamu marah, segeralah berwudhu karena marah itu ibarat api." (HR Abu Daud). "Marah itu karena setan, sedangkan setan itu diciptakan dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Karena itu, jika engkau marah, berwudhulah." (HR Abu Daud).
Ketiga, menurut riwayat Abu Hurairah, jika Nabi SAW marah dalam posisi berdiri, beliau lalu duduk. Ketika marah dalam posisi duduk, beliau kemudian berbaring, maka hilanglah marahnya." (HR. Ahmad dan at-Turmudzi).
Keempat, seperti dilakukan oleh Abu Dzarr, segerahlah beristighfar kepada Allah dan memohon maaf kepada yang dimarahi atau dihina, agar bara emosi itu padam, dan pengendalian diri menjadi lebih stabil, tenang, dan menjadi pribadi yang menyenangkan.
Kelima, pembiasaan puasa sunnah untuk lebih dapat mengendalikan diri, menstabilkan emosi, dan meredam gejolak nafsu amarah yang berlebihan. Karena puasa merupakan salah satu solusi pengendalian diri yang paling efektif. Wallahu a’lam bish-shawab!
Diskusi yang tidak dihadiri Nabi Muhammad SAW ini meruncing, karena masing-masing tidak dapat mengendalikan diri, saling emosi dan ngotot mempertahankan pendapatnya. Usulan Abu Dzarr dinilai salah oleh Bilal.
Abu Dzarr tidak terima dan menyatakan: "Hai Negro, engkau telah berani menyalahkan pendapatku!". Bilal pun marah dan bersumpah akan mengadukan penghinaan Abu Dzarr itu kepada Nabi SAW.
Bilal kemudian meninggalkan tempat menuju rumah Nabi SAW. “Wahai Rasulullah, aku baru saja menerima perlakuan diskrimitif dari Abu Dzarr. Aku dibilang negro,” tutur Bilal kepada Nabi SAW. Seketika wajah Nabi SAW tampak memerah mendengar pengaduan itu.
Berita pengaduan ini pun akhirnya sampai kepada Abu Dzarr, sehingga ia bergegas menemui Nabi SAW di masjid Nabawi. "Wahai Abu Dzarr, engkau telah melakukan diskriminasi dengan menghina ibunya (Bilal). Sungguh dalam dirimu masih tertanam sifat jahiliyah," kata Nabi kepadanya.
Mendengar nasehat Nabi SAW tersebut Abu Dzarr menangis, dan memohon kepada Nabi SAW agar memintakan ampun kepada Allah SWT. Ia menyesali tindakan diskriminatifnya. Ia berjanji di hadapan Nabi SAW untuk tidak mengulanginya, dan segera memohon maaf kepada Bilal.
Setelah itu, Abu Dzarr keluar dari masjid menemui Bilal sambil merangkak menempelkan pipinya di tanah. "Wahai Bilal, aku tidak akan mengangkat pipiku sebelum aku mencium kakimu. Engkau sungguh mulia, akulah orang yang terhina," seru Abu Dzarr sambil sesunggukan.
Melihat sikap penyesalan Abu Dzarr, Bilal pun menitikkan air mata, lalu mengulurkan tangannya kepada tangan Abu Dzarr agar berdiri. Keduanya kemudian berpelukan dan saling menangis: menyesali apa yang telah terjadi.
Kisah tersebut sarat dengan pesan moral mengenai pentingnya manajemen pengendalian diri, terutama berinteraksi dengan sesama dan dalam situasi penuh perbedaan pendapat.
Sebab, jika tidak dikelola dan dikendalikan dengan baik, seseorang akan mudah marah. Marah yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan akal sehat dan cenderung bertindak bodoh: menghina, diskriminasi, caci maki, anarki, dan sebagainya.
Karena itu, ketika ada seseorang menemui dan meminta wasiatnya, Nabi SAW menyatakan: "Janganlah engkau marah". Orang itu mengulangi lagi permintaannya sampai beberapa kali, Nabi SAW tetap menjawab sama: "Jangan marah!" (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Ketidakmampuan mengendalikan diri berupa kemarahan itu ibarat bara api yang menyala dalam hati. Jika tidak dipadamkan, maka bara itu akan membakar dan menjerumuskan orang yang marah itu dalam kenistaan dan kehinaan.
Manajemen pengendalian diri dapat diaktualisasikan dengan beberapa tuntutan Nabi SAW berikut. Pertama, ketika mulai emosi dalam menghadapi suatu masalah atau kondisi, ucapkanlah a'udzu billahi minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).
Kedua, sabda Nabi SAW: "Apabila salah seorang di antara kamu marah, segeralah berwudhu karena marah itu ibarat api." (HR Abu Daud). "Marah itu karena setan, sedangkan setan itu diciptakan dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Karena itu, jika engkau marah, berwudhulah." (HR Abu Daud).
Ketiga, menurut riwayat Abu Hurairah, jika Nabi SAW marah dalam posisi berdiri, beliau lalu duduk. Ketika marah dalam posisi duduk, beliau kemudian berbaring, maka hilanglah marahnya." (HR. Ahmad dan at-Turmudzi).
Keempat, seperti dilakukan oleh Abu Dzarr, segerahlah beristighfar kepada Allah dan memohon maaf kepada yang dimarahi atau dihina, agar bara emosi itu padam, dan pengendalian diri menjadi lebih stabil, tenang, dan menjadi pribadi yang menyenangkan.
Kelima, pembiasaan puasa sunnah untuk lebih dapat mengendalikan diri, menstabilkan emosi, dan meredam gejolak nafsu amarah yang berlebihan. Karena puasa merupakan salah satu solusi pengendalian diri yang paling efektif. Wallahu a’lam bish-shawab!
Rol
posted by @Adimin
Label:
MUHASABAH,
TOPIK PILIHAN
December 13, 2013
Sumber : http://padangtoday.com/today/detail/51720
posted by @Adimin
Mahyeldi-Emzalmi dominasi Polling
Written By Sjam Deddy on 13 December, 2013 | December 13, 2013
Pasangan
Cawako Padang, Mahyeldi - Emzalmi mendominasi perolehan suara sebesar
61,65 persen, unggul dibandingkan Desri Ayunda - James Hellyward sebesar
38,35 persen. Perolehan tersebut didapatkan pada Selasa malam (10/12).
Ini bukanlah hasil sebenarnya, hanya sekedar polling di Padangtoday.com. Mahyeldi - Emzalmi, pasangan nomor urut 10 dan Desri Ayunda - James Hellyward, pasangan nomor 3, merupakan pemenang pada putaran petama Pilwako Padang. Kedua pasangan tokoh masyarakat tersebut, mengunguli delapan pasangan calon lainnya dan berhak masuk pada putaran kedua, karena tidak ada satupun yang perolehan suaranya mencapai 30 %, berdasarkan hasil sidang pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Padang.
Hasil polling tidaklah tetap, terus berpacu dan berubah, seiring dengan besarnya dukungan pasangan calon pada Pilwako Padang putaran kedua itu. Polling ini dibuat padangtoday untuk ikut meningkatkan jumlah pemilih pada putaran kedua nantinya. Sistem polling dibuat sedikit ketat, jadi pengunjung tidak bisa melakukan klik banyak-banyak pada pasangan calon yang disukainnya.
"Setiap komputer, berdasarkan nomor internet protocol (ip), hanya dibolehkan melakukan satu kali klik pilihan per harinya," kata Ade Putra Prima Suhendri (Apps), Manager Divisi IT padangtoday.com. Sedangkan jumlah klik perharinya bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang melakukan pilihan. Sistem polling diharapkan mampu membantu KPU Padang dan pasangan calon, untuk mensosialisasikan Pilwako Padang pada putaran kedua, tandas Abenk, panggilan Tandri Eka Putra Pemred padangtoday.(*)
Ini bukanlah hasil sebenarnya, hanya sekedar polling di Padangtoday.com. Mahyeldi - Emzalmi, pasangan nomor urut 10 dan Desri Ayunda - James Hellyward, pasangan nomor 3, merupakan pemenang pada putaran petama Pilwako Padang. Kedua pasangan tokoh masyarakat tersebut, mengunguli delapan pasangan calon lainnya dan berhak masuk pada putaran kedua, karena tidak ada satupun yang perolehan suaranya mencapai 30 %, berdasarkan hasil sidang pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Padang.
Hasil polling tidaklah tetap, terus berpacu dan berubah, seiring dengan besarnya dukungan pasangan calon pada Pilwako Padang putaran kedua itu. Polling ini dibuat padangtoday untuk ikut meningkatkan jumlah pemilih pada putaran kedua nantinya. Sistem polling dibuat sedikit ketat, jadi pengunjung tidak bisa melakukan klik banyak-banyak pada pasangan calon yang disukainnya.
"Setiap komputer, berdasarkan nomor internet protocol (ip), hanya dibolehkan melakukan satu kali klik pilihan per harinya," kata Ade Putra Prima Suhendri (Apps), Manager Divisi IT padangtoday.com. Sedangkan jumlah klik perharinya bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang melakukan pilihan. Sistem polling diharapkan mampu membantu KPU Padang dan pasangan calon, untuk mensosialisasikan Pilwako Padang pada putaran kedua, tandas Abenk, panggilan Tandri Eka Putra Pemred padangtoday.(*)
Sumber : http://padangtoday.com/today/detail/51720
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 10, 2013
posted by @Adimin
Warga Muhammadiyah Pilih Mahyeldi-Emzalmi, untuk Pilkada putaran II
Written By Sjam Deddy on 10 December, 2013 | December 10, 2013
Pengurus berikut
kader Muhammadiyah se-Kota Padang, mendukung pasangan calon nomor urut 10,
Mahyeldi-Emzalmi sebagai kepala daerah Kota Padang pada pemilu kepala daerah
(pilkada) putaran II nanti. Muhammadiyah tak sekedar mendukung, tapi ikut
memperjuangkan paslon yang diusung PKS-PPP ini.
“Di Muhammadiyah, setiap
anggotanya merdeka untuk menggunakan hak pilih, baik itu di pemilu maupun
pilkada. Tak ad aturan yang mewajibkan, kader Muhammadiyah juga harus memilih
calon dengan latar belakang Muhammadiyah pula,” ungkap Wakil Ketua PD
Muhammadiyah Padang, H. Mansyur Anwar, di Puti Bungsu Room Edotel SMK 6 Padang,
sabtu (7/11) lalu.
Pernyataan ini disampaikan
Mansyur Anwar, saat deklarasi dukungan PD Muhammadiyah Padang kepada pasangan
calon (Paslon) Mahyeldi-Emzalmi. Hadir dalam kesempatan itu, pengurus dan
pimpinan Muhammadiyah dari 11 kecamatan di Kota Padang dan sejumlah badan
otonom serta organisasi perempuannya.
Juga hadir Muharlion, ketua
Tim Pemenangan Mahyeldi-Emzalmi. Pengurus PKS Padang dan Sumbar juga tampak di
deklarasi itu, seperti Muhidi (ketua DPD PKS Padang), Budiman Dt Malano Garang
(pengurus DPW PKS Sumbar), Nursalim (pengurus DPD PKS Padang) dan lainnya.
Dikesempatan itu, PD
Muhammadiyah Padang juga menyatakan peryataan sikap yang ditujukan kepada warga
Muhammadiyah, penyelenggra pemilu (KPU dan Panwaslu beserta jajaran di
bawahnya-red) serta warga Padang secara umumnya.
“Al Quran menghajarkan, memilih pemimpin yang paling baik itu adalah
orang yang paling paham agama. Hal itu ada pada pasangan Mahyeldi-Emzalmi. Karenanya,
memilih Mahyeldi-Emzalmi adalah pilihan yang tepat bagi warga Muhammadiyah di
Pilkada putaran II nanti,” kata Mansyur yang juga mengingatkanpenyelenggara, melaksanakan
pilkada secara jujur, fair dan
berkeadilan.
Sementara, pengurus Aisyiah
Ampang, Andrina Rosa mengungkapkan, Mahyeldi adalah seoarang penasehat PD
Muhammadiyah. Dua partai yang mengusung mereka, juga partai yang komit
memperjuangkan amar ma’ruf nahi munkar
sebagaimana juga jadi cita-cita
perjuangan Muhammadiyah. “mari kita perjuangkan Mahyeldi-Emzalmi untuk menang
pada pilkada putaran II nanti,” ajak Andriana Rosa.
Selain itu, pengurus Aisyiah
Pampangan, Basnimar meminta Mahyeldi, jangan berat sebelah jika nantinya
dipercaya masyarakat sebagai pemimpin Kota Padang. Maksud berta sebelah itu,
terangnya, jika kader PKS atau PPP (partai pengusung-red) yang menghubungi
mudah diterima, sementara organisasi lain prosedurnya berbelit.
“Ingat analogi perbedaan
antara pilakada dan pil KB yang sudah banyak jadi pembicaraan beberapa waktu
terakhir,” terang basnimar, disambut tawa peserta deklarasi.
Dukungan dari pengurus dan
kader Muhammadiyah se-Kota Padang ini, diapresiasi Mahyeldi. Tapi, dia
mengingatkan, menjaga persatuan dan kesatuan juga jauh lebih penting, selama
pelaksanaan pesta demokrasi ini. “Agenda pilkada maupun pemilu, selain memilih
pemimpin tapi juga sebagai arena latihan bagi kita untuk menjaga kekompakan,”
terangnya.
Menjawab pertanyaan agar tidak
membeda-bedakan, Mahyeldi menyebut, hal itu tidak dilakukannya selama menjabat
wakil walikota pada lima tahun terakhit. Insya
Allah, tidak akan ada perlakuan berbeda kepada masyarakat. Pemimpin itu
seharusnya melayani,” terangnya.
Di kesempatan emas itu,
Mahyeldi juga memaparkan visinya, “Mewujudkan Padang Sebagai Kota Pendidikan,
Perdagangan dan Pariwisata Yang Sejahtera, Religius dan Berbudaya.” Visi ini
dijabarkan kedalam enam misi yaitu, mewujudkan pendidikan yang berkualitas
untuk menghasilkan SDM yang beriman, kreatif dan berdaya saing serta menjadikan
Kota Padang sebagai pusat perdagangan wilayah Barat Sumatera.
Kemuadian, menjadikan Kota
Padang sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan berkesan, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan, menciptakan Kota
Padang yang aman, bersih, asri, tertib bersahabat dan menghargai kearifan lokal
dan Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani.
Visi-misi itu lalu rirangkum
dalam 10 program unggulan (10 M) yaitu melaksanakan pengaspalan dan betonisasi
jalan lingkungan, perbaikan trotoar serta pengendalian banjir dan genangan air.
Menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan keagamaan, seni
budaya dan Olahraga yang lebih berkualitas, Gratis pendidikan SD, SMP, SMA dan
SMK Negeri serta pemberian beasiswa bagi semua pelajar/mahasiswa berprestasi
dari keluarga miskin.
Menyediakan terminal angkutan
kota dan terminal bus dalam dua tahun serta penataan transportasi kota yang
lebih baik. Merehap 1.000 unit rumah tidak layak huni per tahun dan pelayanan
kesehatan gratis di Puskesmas/RSUD serta ambulan gratis bagi warga miskin. Membangu
Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan Revisitalisasi pasar-pasar pembantu.
Kemudian, meningkatkan dana
operasional kecamatan, kelurahan, RW dan RT serta guru TPQ/TQA/MDA menjadi 200
persen, memberikan satunan kematian Rp 1 juta bagi warga Kota Padang, mendorong
pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM serta pemeberdayaan masyarakat petani dan
nelayan.
Selanjutnya, merevitalisasi
objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan
ramah dan menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS.
“Semoga sepuluh program
unggulan diatas akan menjadi lebih sempurna dengan memilih nomor urut 10,
Mahyeldi-Emzalmi. Semoga Kota Padang semakin Sejahtera, Religius dan Berbudaya,”
kata Mahyeldi dalam acara yang berakhir jelang magrib itu. (ADV)
Pos Metro Padang
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
December 09, 2013
posted by @Adimin
Berbagi Duka Dengan Santunan Rp 1 Juta
Written By Sjam Deddy on 09 December, 2013 | December 09, 2013
Pada 2014, Mahyeldi Ansharullah akan
menggulirkan program santunan kematian Rp 1 juta bagi setiap warga Kota
Padang. Santunan ini menjadi salah satu unggulan dalam sepuluh program
pasangan Mahyeldi-Emzalmi.
Namun, muncul pertanyaan di warga kota, bagaimana
merealisasikan program tersebut. Bantuan Rp 1 juta merupakan nilai yang
tak sedikit.
Kalau mengukur santunan itu dari jumlah penduduk Kota
Padang yang mencapai 833.562 jiwa, tentu angka Rp 1 juta menjadi sangat
besar. Apalagi kalau misalnya mempersepsikan, sepersepuluh saja warga
Padang meninggal, tentu santunannya membengkak beratus miliaran. Namun,
tak logis kalau mengasumsikan angka kematian di Kota Padang itu mencapai
sepersepuluh jumlah penduduk.
Mahyeldi menjelaskan, setiap tahun rata-rata angka
kematian di Kota Padang mencapai 1.600 jiwa. Ketika setiap warga yang
tertimpa musibah diberi santunan Rp 1 juta, maka jumlahnya pertahun tak
lebih Rp 1,6 miliar. Melalui pos anggaran bantuan saja menurut Mahyeldi,
santunan itu bisa diwujudkan. "APBD Kota Padang mencapai Rp 1,2
triliun. Jadi, kita bisa mengalokasikan anggaran Rp 1,6 miliar itu
pertahun," ujar Mahyeldi.
Program santunan kematian Rp 1 juta itu merupakan bentuk
berbagi terhadap sesama. Mahyeldi dalam banyak kesempatan selalu intens
untuk mengunjungi warga kota yang tertimpa kemalangan.
Seperti diungkapkan tokoh masyarakat Pauh-Kuranji,
Armalis, setiap kali mendapat kabar ada warga Kota Padang yang tertimpa
musibah, Mahyeldi pasti akan melayat ke rumah warga tersebut.
"Saya lihat sendiri ketika selesai mengikuti kegiatan di
suatu tempat, ketika Mahyeldi mendapat kabar ada warga yang kemalangan,
sebisa mungkin ia akan mampir," ujar Armalis beberapa waktu lalu.
Mahyeldi diakui Armalis merupakan sosok yang dekat dengan
rakyat. Selain itu, ia dikenal rendah diri, walau posisinya sebagai
salah seorang pejabat di Kota Padang. Sebagai Wakil Walikota Padang,
Mahyeldi menurut Armalis tetap rendah hati. Ia mudah berinteraksi dengan
warga kota dari lapisan mana pun.
Sosok yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat
mendorong Mahyeldi menggulirkan program yang langsung menyentuh rakyat,
terutama dari kalangan kecil. Program santunan kematian yang akan
digulirkan mendapat sambutan antusias dari warga Padang.
"Iko program yang menyentuh kami rakyat ketek. Santuna Rp
1 juta memang bukan angka yang besar. Tapi, taraso awak punyo apak,"
ujar salah seorang warga Kota Padang ketika berdialog dengan Mahyeldi.
Dari Rakyat Kecil
Program menyentuh rakyat kecil yang digagas Mahyeldi
terinspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri. Ia mengisahkan, terlahir
dari keluarga ekonomi kecil. Ayahnya hanya seorang tukang angkat di
Pasar. Dengan kesulitan ekonomi, sang ayah masih tetap memperjuangkan
pendidikan anak-anaknya.
Mahyeldi sampai mengenyam pendidikan di perguruan tinggi
dan menjadi sarjana di bidang Pertanian. Untuk membantu biaya
pendidikannya itu, ia tak segan menjadi garin di Masjid dan Mushalla.
"Saya merasakan betul arti penting pendidikan. Karena itu, jangna sampai
ada anak-anak di Kota Padang yang tak bisa mengenyam pendidikan karena
kemiskinan," ujar dia.
Mahyeldi juga akan menggulirkan program pendidikan gratis
bagi anak-anak di Kota Padang, dari jenjang SD sampa SLTA. Pendidikan
itu benar-benar gratis tanpa pungutan apapun. Ia juga menggiatkan
sanggar belajar agar setiap anak yang putus sekolah bisa mengikuti
program paket belajar, apakah Paket A, B atau C.
"Jangan ada anak-anak kita yang tak punya ijazah," tambah Mahyeldi.
Selain itu, Mahyeldi juga mgenggulirkan program kesehatan
bagi warga Kota Padang. Diharapkan warga kota ini bisa mendapatkan
layanan kesehatan. Tak ada lagi yang tak mendapat layanan kesehatan
karena ketiadaan biaya. (adv)
Harian Singgalang
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 06, 2013
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang diminta siap siaga memasuki bulan Desember tahun 2013 ini. Pasalnya, cuaca buruk mulai terjadi di Kota Padang.
posted by @Adimin
Mahyeldi Minta BPBD Tetap Waspada Bencana Banjir
Written By Sjam Deddy on 06 December, 2013 | December 06, 2013
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang diminta siap siaga memasuki bulan Desember tahun 2013 ini. Pasalnya, cuaca buruk mulai terjadi di Kota Padang.
Dikatakan
Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Maradjo BPBD harus lebih proaktif
dan siap bekerja saat cuaca buruk terjadi seperti saat ini.
"Jangan
meleng atau kurang antisipatif sedikit saja, kemudian akhirnya dampak
yang terjadi justru sangat besar dan merugikan. Makanya saya ingatkan
untuk waspada dini," kata Mahyeldi usai Acara peresmian pemakaian Kantor
Camat Kuranji, Rabu, (4/12)
Tak
hanya mengingatkan BPBD, Wakil Walikota Padang ini sendiri meminta
kepada masyarakat juga sadar diri terkait dengan cuaca buruk yang
terjadi akhir-akhir ini.
Menurutnya,
masyarakat jangan tunggu pemerintah melakukan evakuasi, tetapi harus
lebih dulu menyadari dampak yang akan terjadi, sehingga jika melihat ada
gejala bakal terjadi bencana, bisa langsung lebih dulu mengungsi.
Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang diminta siap siaga
memasuki bulan Desember tahun 2013 ini. Pasalnya, cuaca buruk mulai
terjadi di Kota Padang.
Dikatakan Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Maradjo BPBD harus lebih proaktif dan siap bekerja saat cuaca buruk terjadi seperti saat ini.
"Jangan meleng atau kurang antisipatif sedikit saja, kemudian akhirnya dampak yang terjadi justru sangat besar dan merugikan. Makanya saya ingatkan untuk waspada dini," kata Mahyeldi usai Acara peresmian pemakaian Kantor Camat Kuranji, Rabu, (4/12)
Tak hanya mengingatkan BPBD, Wakil Walikota Padang ini sendiri meminta kepada masyarakat juga sadar diri terkait dengan cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini.
Menurutnya, masyarakat jangan tunggu pemerintah melakukan evakuasi, tetapi harus lebih dulu menyadari dampak yang akan terjadi, sehingga jika melihat ada gejala bakal terjadi bencana, bisa langsung lebih dulu mengungsi.
"Intinya disini kita harus saling waspada," kata Mahyeldi kembali - See more at: http://minangkabaunews.com/artikel-4331-mahyeldi-minta-bpbd-tetap-waspada-bencana-banjir.html#sthash.NwiL5YWy.dpuf
Dikatakan Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Maradjo BPBD harus lebih proaktif dan siap bekerja saat cuaca buruk terjadi seperti saat ini.
"Jangan meleng atau kurang antisipatif sedikit saja, kemudian akhirnya dampak yang terjadi justru sangat besar dan merugikan. Makanya saya ingatkan untuk waspada dini," kata Mahyeldi usai Acara peresmian pemakaian Kantor Camat Kuranji, Rabu, (4/12)
Tak hanya mengingatkan BPBD, Wakil Walikota Padang ini sendiri meminta kepada masyarakat juga sadar diri terkait dengan cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini.
Menurutnya, masyarakat jangan tunggu pemerintah melakukan evakuasi, tetapi harus lebih dulu menyadari dampak yang akan terjadi, sehingga jika melihat ada gejala bakal terjadi bencana, bisa langsung lebih dulu mengungsi.
"Intinya disini kita harus saling waspada," kata Mahyeldi kembali - See more at: http://minangkabaunews.com/artikel-4331-mahyeldi-minta-bpbd-tetap-waspada-bencana-banjir.html#sthash.NwiL5YWy.dpuf
minangkabaunews
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
December 04, 2013
minangkabaunews
posted by @Adimin
Ribuan Pendukung Siap Hantarkan Mahyeldi Jadi Walikota Padang
Written By Sjam Deddy on 04 December, 2013 | December 04, 2013
Sekitar
10 ribu masa pendukung Mahyeldi dan Emzalmi (Mahyeldi) hadir dalam
acara silahturrahmi di Rumah makan Palapa Jalan Bay Pass di depan SPBU Korong Gadang Kecamatan Kuranji Padang, hari hujan tak mengalangi niat
para masa mahyeldi untuk hadir yang datang dari segala unsur lampisan
masyarakat, Bundo Kanduang, Ormas-orams dan tokoh-tokoh masyarakat Kota
Padang, Minggu (1/12).
Acara tatap muka dan silahturrahmi ini di sponsori H. Almin Bachtiar
salah seorang pengusaha Kapal Tengker di tanah air ibu pertiwi dan
bahkan usahanya sudah berkembang di dunia Internasional,
Beliau sosok seorang darmawan yang dapat di andalkan, pemurah, penyayang
dan suka memberikan bantuan terhadap siapapun orangnya. Begitu juga
dengan Armailis seorang tokoh masyarakat Kota Padang yang ikut
mencalonkan diri pada putaran pertama, gagal untuk masuk pada putaran
kedua, berpasangan dengan Maigus Nasir, sedangkan maigus Nasir bergabung
dengan Deje. nampaknya pasangan satu paket ini tidak dapat bergabung
dan bersatu pada putaran kedua dalam menentukan pilihannya.
Almin Bachtiar katakan mari kita berikan semangat dan motivasi
sesungguhnya kepada Mahyeldi dalam putaran kedua 18 Desember 2013, siapa
lagi yang akan dapat mengangkat derajat Saudara kita yang harapkan,
kalau tidak kita semuanya, maka itu saya ajak dan himbau seluruh warga
Kota Padang jangan sampai tidak memilih pemimpin terbaik di atas yang
baik.
Satu suara sangat berarti buat kita semuanya dan menentukan nasib kota
ini kedepannya, berikanlah suara itu kepada Mahyeldi, Mahyeldi sosok
pemimpin Jenius dan enerjik serta sudah perpengalaman, teruji
kemampuannya, di bidang pembangunan dan kemasyarakatan.
Di samping itu, orangnya jujur, piawai, terbuka dan sangat mudah di ajak
bicara apa saja, tentu kita berharap pasangan Mahyeldi ini di Izinkan
Allah nantinya menjadi Walikota dan Wakilwali Padang untuk 5 tahun
kedepannya, ujar Datuk Rajo Sikumbang Sumatera Barat.
Di samping itu, H.Almin bachtiar yang di dampingi Armailis dan beberapa
tokoh masyarakat, katakan kami siap memberikan dukungan sepenuhnya baik
moril dan materil sampai pelantikan pasangan ini menjadi Walikota dan
Wakil Walikota Padang untuk priode 2014-2019.
Selanjutnya Mahyeldi di dampingi Emzalmi mengucapkan ribuan terima kasih
yang tak terhingga atas kehadiran masa pendukung Mahyeldi yang luar
biasa banyaknya, terutama sekali kepada orang tua kita H. Almin Bachtiar
dan Armailis telah mempersiapkan tempat dengan baik senyaman mungkin .
Walaupun hari hujan tak mengalangi niat masa mahyeldi untuk hadir dalam
acara silahturrahmi sesama pendukung Mahyeldi di rumah makan Palapa
milik Armalis. Dengan rasa senang dan terharu, Mahyeldi tak banyak
bicara dalam kesempatan ini, Beliau hanya berpesan untuk selalu menjaga
keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Dalam hitungan
hari,tanggal 18 Desember 2013 nanti adalah waktu penentuan buat kita
bersama, apa kita sukses atau tidaknya. Sukses kami adalah sukses kita
semuanya dan suksesnya warga Kota Padang dalam menentukan pilihannya,
ujar Mahyeldi.
Jadi, acara silahturrahmi ini sangat penting sekali dalam mengambil
sikap dan keputusan diri pribadi kita semua, baik yang belum sempat
hadir dalam acara hari ini, kita akan terus lakukan silahturrahmi agar
kedekatan antara sesama kita lebih terasa dan menyatu dalam satu
pilihan, ujar Mahyeldi mengakhirinya.
minangkabaunews
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 29, 2013
Beberapa nama yang muncul mungkin udah tidak asing lagi baik dikalangan internal maupun dikalangan eksternal seperti M. Anis Matta (Presiden PKS), Hidayat Nur Wahid (Mantan Ketua MPR), Fahri Hamzah (Aleg DPR), Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) dan tokoh tokoh lainnya.
Kata pepatah, Manusia yang baik biasanya berasal dari manusia yang baik pula. Dan untuk membuktikannya mari kita sama sama tunggu hasil dari pemira.
posted by @Adimin
Pemilihan Raya di DPD PKS Padang
Written By Sjam Deddy on 29 November, 2013 | November 29, 2013
pkspadang.com : Sesuai dengan arahan dari DPP PKS bahwa PKS akan mengusung Capres dikalangan internal PKS sendiri maka untuk itu DPD PKS Padang mengadakan pemilihan raya yang dilaksanakan pada hari Jum;at 29 Nopember 2013 di DPD.
Seluruh kader beramai ramai memberikan suaranya untuk bersama sama aktif dalam menjalankan amanah dakwah ini. DPP PKS sendiri telah mengusung 22 tokoh internal PKS yang sejak didirikannya, ke 22 tokoh ini sudah sangat dikenal oleh kader kader PKS maupun oleh publik.
Beberapa nama yang muncul mungkin udah tidak asing lagi baik dikalangan internal maupun dikalangan eksternal seperti M. Anis Matta (Presiden PKS), Hidayat Nur Wahid (Mantan Ketua MPR), Fahri Hamzah (Aleg DPR), Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) dan tokoh tokoh lainnya.
Dengan berlangsungnya Pemira ini, diharapkan muncul tokoh tokoh bangsa yang nantinya akan membawa perubahan pada bangsa dan negara menjadi ke arah yang jauh lebih baik, seperti yang selama ini dibuktikan oleh PKS.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH
November 26, 2013
posted by @Adimin
Inilah Pasukan Yang Paling Ditakuti Di Dunia
Written By Sjam Deddy on 26 November, 2013 | November 26, 2013
Era kini mungkin tak banyak yang mengenal Yanissari. Lebih populer
istilah "knight templar" ataupun "three muskeeter". Padahal, di abad
pertengahan lalu, pasukan Yanissari inilah yang sangat ditakuti dunia.
Pasukan Salib luluhlantak tatkala berhadapan dengan tentara Yanissari.
Kisahnya terjadi tatkala Kesultanan Utsmaniyah menguasai separuh belahan
dunia di abad pertengahan lalu.
Yanissari adalah sebutan untuk kelompok pasukan elit Utsmaniyah. Pasukan ini dibentuk kali pertama kala Murad I menjadi Sultan Ustamaniyah. Menurut Felix Siauw, penulis buku "Muhammad Al Fatih 1453", pasukan elit dalam Islam sebenarnya sudah dibentuk sejak era Utsman bin Affan menjadi Khalifah, di abad 7 Masehi lalu. "Utsmaniyah kemudian mengembangkan lagi pasukan elit seperti yang dilakukan Khalifah Utsman, itulah Yanissari itu," tuturnya kepada Mahkamah, beberapa waktu lalu.
Roger Crowly, penulis buku "1453 Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Islam", sempat menggambarkan ringkas tentang keperkasaan Yanissari. Peneliti asal Inggris itu menggambarkan pasukan Yanissari sempat membikin merinding tentara Kristen yang mempertahankan Konstantinopel, ibukota Romawi, tatkala diserbu oleh pasukan Utsmaniyah. Pasukan itu, tulis Crowly lagi, seperti tak takut kematian, memiliki keahlian beladiri yang sangat tinggi, berperang seperti singa padang pasir.
Crowly juga menggambarkan proses perekrutan pasukan Yanissari yang sangat ketat. "Bila ayahnya adalah anggota Yanissari, maka anaknya kemudian menjadi Yanissari, tanpa diketahui siapapun. Hanya sultan yang mengetahuinya," tutur Crowly lagi. Begitu kehebatan pasukan khusus ini.
Di era Utsmaniyah menguasai dunia, memang warga Eropa sekalipun berlomba-lomba agar anaknya bisa masuk menjadi pasukan Yanissari. Ini digambarkan terang oleh sejarahwan Yunani, Dimitri Kitsikis. Dalam bukunya, Turk Yunan Imparatorlugu, Dimitri melukiskan banyak keluarga Kristen yang bernafsu memasukkan anak laki-lakinya menjadi pasukan Yanissari. Karena dengan bergabung menjadi Yanissari, menurut Dimitri lagi, bisa memberikan kemajuan keluarganya secara sosial.
Dimitri melukiskan lagi, kala Yunani di bawah kekuasaan Utsmaniyah, lulusan Yanissari kemungkinan besar diangkat menjadi Wazir Agung, Gubernur Jenderal dan pejabat teras Utsmaniyah lainnya. Tak heran banyak warga yang ingin anaknya bergabung dengan Yanissari.
Dalam gambaran Crowly lagi, kala berperang, pasukan Yanissari inilah penggedor tembok terakhir Konstantinopel. "Mereka sangat terlatih, tidak pernah ada pasukan Kristen seperti pasukan itu," papar Crowly lagi. Pasukan Yanissari ini memang sangat disegani. Crowly menceritakan, pasukan itu bisa tidur di padang pasir, kemudian bangun dan langsung siap berperang. Begitulah dahsyatnya.
Felix juga menuturkan, selain dibekali kemampuan tempur tingkat tinggi, pasukan Yanissari juga sangat unggul dari sisi keimanan. "Ketika Sultan Al Fatih berhasil menjebol Konstantinopel, dia langsung mengumpulkan seluruh prajurit Yanissari di Masjid Hagia Sophia untuk melaksanakan sholat berjamaah pertama kalinya. Mereka memilih siapa yang layak menjadi imam," kisah Felix lagi. Hampir seluruh pasukan Yanissari, tutur Felix lagi, tak pernah meninggalkan sholat lima waktu dan sholat sunnat. "Mereka sangat Islami sekali," pungkasnya.
Tak heran, Lord Kinross, peneliti asal Inggris dalam bukunya The Ottoman Centuries: The Rise and the Fall of Turkish Empire, tak kuasa untuk melukiskan tentang rahasia keperkasaan pasukan Utsmani. Dia mengutip seorang pengembara bernama Bertrand de Broquiere yang melukiskan,"Pasukan Utsmani sangat cepat gerakannya. Seratus pasukan Kristen akan jauh lebih gaduh dari sepuluh ribu pasukan Utsmani tatkala diperintah untuk bergerak. Tatkala genderang perang telah ditabuh, maka dengan segera mereka akan bergerak, mereka tidak berhenti melangkah hingga komando dikeluarkan. Mereka adalah pasukan yang terlatih. Dalam semalam mereka mampu melakukan tiga kali lipat perjalanan yang dilakukan musuh-musuhnya orang-orang Kristen".
Di kesultanan Utsmaniyah, pasukan Yanisari ini juga berperan sebagai pasukan pengawal Sultan. Pasukan Yanissari inilah yang kemudian ditiru Barat. Di abad 18, beberapa negara Barat membentuk Musketeer, pasukan pengawal Presiden atau Raja. Keahlian pasukan Yanissari ini juga yang kemudian diadopsi oleh CIA, FBI, Mossad, dan lembaga intelijen lainnya.
Yanissari adalah sebutan untuk kelompok pasukan elit Utsmaniyah. Pasukan ini dibentuk kali pertama kala Murad I menjadi Sultan Ustamaniyah. Menurut Felix Siauw, penulis buku "Muhammad Al Fatih 1453", pasukan elit dalam Islam sebenarnya sudah dibentuk sejak era Utsman bin Affan menjadi Khalifah, di abad 7 Masehi lalu. "Utsmaniyah kemudian mengembangkan lagi pasukan elit seperti yang dilakukan Khalifah Utsman, itulah Yanissari itu," tuturnya kepada Mahkamah, beberapa waktu lalu.
Roger Crowly, penulis buku "1453 Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Islam", sempat menggambarkan ringkas tentang keperkasaan Yanissari. Peneliti asal Inggris itu menggambarkan pasukan Yanissari sempat membikin merinding tentara Kristen yang mempertahankan Konstantinopel, ibukota Romawi, tatkala diserbu oleh pasukan Utsmaniyah. Pasukan itu, tulis Crowly lagi, seperti tak takut kematian, memiliki keahlian beladiri yang sangat tinggi, berperang seperti singa padang pasir.
Crowly juga menggambarkan proses perekrutan pasukan Yanissari yang sangat ketat. "Bila ayahnya adalah anggota Yanissari, maka anaknya kemudian menjadi Yanissari, tanpa diketahui siapapun. Hanya sultan yang mengetahuinya," tutur Crowly lagi. Begitu kehebatan pasukan khusus ini.
Di era Utsmaniyah menguasai dunia, memang warga Eropa sekalipun berlomba-lomba agar anaknya bisa masuk menjadi pasukan Yanissari. Ini digambarkan terang oleh sejarahwan Yunani, Dimitri Kitsikis. Dalam bukunya, Turk Yunan Imparatorlugu, Dimitri melukiskan banyak keluarga Kristen yang bernafsu memasukkan anak laki-lakinya menjadi pasukan Yanissari. Karena dengan bergabung menjadi Yanissari, menurut Dimitri lagi, bisa memberikan kemajuan keluarganya secara sosial.
Dimitri melukiskan lagi, kala Yunani di bawah kekuasaan Utsmaniyah, lulusan Yanissari kemungkinan besar diangkat menjadi Wazir Agung, Gubernur Jenderal dan pejabat teras Utsmaniyah lainnya. Tak heran banyak warga yang ingin anaknya bergabung dengan Yanissari.
Dalam gambaran Crowly lagi, kala berperang, pasukan Yanissari inilah penggedor tembok terakhir Konstantinopel. "Mereka sangat terlatih, tidak pernah ada pasukan Kristen seperti pasukan itu," papar Crowly lagi. Pasukan Yanissari ini memang sangat disegani. Crowly menceritakan, pasukan itu bisa tidur di padang pasir, kemudian bangun dan langsung siap berperang. Begitulah dahsyatnya.
Felix juga menuturkan, selain dibekali kemampuan tempur tingkat tinggi, pasukan Yanissari juga sangat unggul dari sisi keimanan. "Ketika Sultan Al Fatih berhasil menjebol Konstantinopel, dia langsung mengumpulkan seluruh prajurit Yanissari di Masjid Hagia Sophia untuk melaksanakan sholat berjamaah pertama kalinya. Mereka memilih siapa yang layak menjadi imam," kisah Felix lagi. Hampir seluruh pasukan Yanissari, tutur Felix lagi, tak pernah meninggalkan sholat lima waktu dan sholat sunnat. "Mereka sangat Islami sekali," pungkasnya.
Tak heran, Lord Kinross, peneliti asal Inggris dalam bukunya The Ottoman Centuries: The Rise and the Fall of Turkish Empire, tak kuasa untuk melukiskan tentang rahasia keperkasaan pasukan Utsmani. Dia mengutip seorang pengembara bernama Bertrand de Broquiere yang melukiskan,"Pasukan Utsmani sangat cepat gerakannya. Seratus pasukan Kristen akan jauh lebih gaduh dari sepuluh ribu pasukan Utsmani tatkala diperintah untuk bergerak. Tatkala genderang perang telah ditabuh, maka dengan segera mereka akan bergerak, mereka tidak berhenti melangkah hingga komando dikeluarkan. Mereka adalah pasukan yang terlatih. Dalam semalam mereka mampu melakukan tiga kali lipat perjalanan yang dilakukan musuh-musuhnya orang-orang Kristen".
Di kesultanan Utsmaniyah, pasukan Yanisari ini juga berperan sebagai pasukan pengawal Sultan. Pasukan Yanissari inilah yang kemudian ditiru Barat. Di abad 18, beberapa negara Barat membentuk Musketeer, pasukan pengawal Presiden atau Raja. Keahlian pasukan Yanissari ini juga yang kemudian diadopsi oleh CIA, FBI, Mossad, dan lembaga intelijen lainnya.
posted by @Adimin
Label:
Sejarah,
TOPIK PILIHAN
November 26, 2013
posted by @Adimin
Akbar Tanjung: Anis Matta Sukses Pimpin PKS
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung mengakui bahwa
sosok muda Anis Matta telah sukses memimpin salah satu partai Islam di
Indonesia yang terus berkembang, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Hal tersebut disampaikan oleh mantan Ketua DPR RI ini saat menyampaikan arahan di depan ribuan mahasiswa Universitas Diponegoro dalam agenda Dialog Kebangsaan mencari pemimpin Indonesia, Senin (25/11/2013).
Menurut Akbar, sosok Anis Matta telah mampu meletakkan konsep dasar nasionalisme dan visi kebangsaan di partainya. "Sejak PKS berdiri, sebenarnya pak Anis sudah menjadi pemimpin, karena waktu itu siapapun presidennya sekjennya adalah Anis matta," ujarnya.
Lebih lanjut Akbar yang juga tokoh senior perpolitikan nasional ini menilai bahwa dirinya mengapresiasi munculnya banyak tokoh yang memiliki kapasitas untuk memimpin Indonesia seperti Anis Matta.
Agenda dialog kebangsaan ini digelar oleh Badan Eksekutif mahasiswa Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Lembaga Pol-Tracking Institute pimpinan pengamat politik Hanta Yudha. Dalam kesempatan tersebut Hanta Yudha yang juga mantan Presiden Mahasiswa ini menjadi moderator untuk ketiga pembicara, yakni Akbar Tanjung, Anis Matta dan Endriartono Sutarto.
Hal tersebut disampaikan oleh mantan Ketua DPR RI ini saat menyampaikan arahan di depan ribuan mahasiswa Universitas Diponegoro dalam agenda Dialog Kebangsaan mencari pemimpin Indonesia, Senin (25/11/2013).
Menurut Akbar, sosok Anis Matta telah mampu meletakkan konsep dasar nasionalisme dan visi kebangsaan di partainya. "Sejak PKS berdiri, sebenarnya pak Anis sudah menjadi pemimpin, karena waktu itu siapapun presidennya sekjennya adalah Anis matta," ujarnya.
Lebih lanjut Akbar yang juga tokoh senior perpolitikan nasional ini menilai bahwa dirinya mengapresiasi munculnya banyak tokoh yang memiliki kapasitas untuk memimpin Indonesia seperti Anis Matta.
Agenda dialog kebangsaan ini digelar oleh Badan Eksekutif mahasiswa Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Lembaga Pol-Tracking Institute pimpinan pengamat politik Hanta Yudha. Dalam kesempatan tersebut Hanta Yudha yang juga mantan Presiden Mahasiswa ini menjadi moderator untuk ketiga pembicara, yakni Akbar Tanjung, Anis Matta dan Endriartono Sutarto.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 23, 2013
posted by @Adimin
Mengapa Suami Cenderung Tidak Romantis di Mata Istri ?
Written By Sjam Deddy on 23 November, 2013 | November 23, 2013
Banyak istri mengeluhkan suami yang kehilangan romantisme. Dulu saat
masih masa pacaran, tampak sisi romantisme yang membuat mereka
berinteraksi secara intim dan mesra. Demikian pula saat pengantin baru,
sisi-sisi romantisme masih dirasakan. Namun seiring perjalanan waktu,
istri mulai mengeluhkan sikap suami yang cenderung pasif dan kehilangan
romantisme. Interaksi dan komunikasi setelah berumah tangga semakin lama
semakin mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas.
“Mengapa engkau tidak pernah lagi memuji dan merayuku? Dulu engkau
bisa berlaku romantis, sekarang sudah tidak bisa lagi”, keluh Mia kepada
Bayu, suaminya.
“Kita sudah tambah tua, anak sudah besar, apa iya disuruh seperti
anak muda pacaran yang suka merayu…. Ingat Ma, kita sudah tidak muda
lagi…”, jawab Bayu.
“Apakah pasangan umur empat puluhan seperti kita sudah tidak layak
untuk romantis lagi Pa? Kita ini belum terlalu tua…” sergah Mia tidak
mau mengalah.
Apakah yang terjadi pada Bayu dan Mia? Sebenarnya ini bukan soal
“salah siapa”, namun hanya persoalan perbedaan khas antara dunia
laki-laki dan dunia perempuan. Mereka saling tidak memahami ada yang
berbeda di antara suami dan istri, sehingga menimbulkan suasana saling
heran bahkan saling menyalahkan satu dengan yang lain.
Apa yang Terjadi Pada Suami?
Secara umum, laki-laki cenderung memiliki “zona nyaman” dalam suatu
hubungan. Sebelum memiliki istri, ia berusaha mendapatkan istri yang
ideal menurut standar kelelakiannya, dan untuk itu ia rela melakukan
apapun demi mendapatkan calon pendamping hidupnya. Seorang lelaki
berusaha mengejar dan mendapatkan perempuan yang menarik dan membuatnya
tergila-gila, yang diharapkan menjadi istri. Ia melakukan berbagai usaha
agar bisa mendapatkan perempuan tersebut, walau kadang harus bersaing
dengan banyak lelaki lain.
Namun setelah memiliki istri, laki-laki mulai memasuki zona nyaman.
Ia merasa aman, tidak perlu mengejar atau melakukan usaha untuk
mendapatkan pendamping hidup, karena sudah ada di sampingnya. Ketika
sudah memasuki zona nyaman dalam hubungan, laki-laki merasa bisa fokus
pada hal lain dalam hidupnya tanpa harus memusingkan lagi urusan mencari
pendamping hidup. Ia bisa fokus pada karier, pekerjaan, organisasi,
hobi, dan lain sebagainya, dan yakin bahwa istri juga nyaman berada di
sampingnya.
Pada beberapa kalangan suami, ketika sedang berduaan dengan istri,
tidak masalah bila dia asyik membaca koran, menonton berita di TV atau
bekerja di laptop, dan istrinya pun asyik membaca buku atau memainkan
blackberry. Saling sibuk dan asyik mengerjakan urusan masing-masing,
adalah sebuah kedamaian dan kebahagiaan tersendiri bagi beberapa
kalangan laki-laki. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Maka laki-laki
terkesan berubah menjadi lebih cuek setelah menikah, padahal itu artinya
dia sudah merasa nyaman dan stabil dengan istrinya.
Sikap seperti inilah yang oleh kebanyakan istri disebut sebagai tidak
romantis dan tidak peduli. Di mata istri, suami kehilangan romantisme
setelah berumah tangga, apalagi ketika sudah menempuh masa yang panjang.
Padahal suami merasa tidak ada yang berubah dari dirinya. Bahkan dia
merasa sudah sedemikian nyaman hidup berumah tangga, dan heran mengapa
sang istri masih mencari-cari kekurangannya.
Apa yang Terjadi pada Istri?
Di sisi lain, perempuan memerlukan “perhatian yang konsisten” dalam
suatu hubungan. Istri ingin diperlakukan secara romantis, sedikit
dicemburui, dirayu, dipuji, butuh bermesraan, dan lain sebagainya.
Apalagi bila sebelum menikah dulu si laki-laki sudah tampak romantis,
maka perempuan memiliki ekspektasi yang tinggi bahwa suaminya akan
semakin romantis setelah menikah. Banyak perempuan menginginkan romance
dan drama dalam suatu hubungan, dia ingin melihat suaminya berusaha
membahagiakan dirinya. Bahkan cukup dengan melihat usahanya saja,
perempuan sudah merasa bahagia. Karena itu, ketika sedang berduaan,
wanita akan mengeluh bila suaminya asyik bekerja di laptop atau
memainkan blackberry tanpa mempedulikannya.
Ketika istri sedang berduaan dengan suami di rumah dan melihat suami
sibuk melakukan aktivitas di komputer atau handphone, istri akan
berpikir, “Mengapa aku dicuekin begini? Sudah dia super sibuk, jarang di
rumah, begitu di rumah malah asyik dengan aktivitasnya sendiri. Mungkin
dia sudah tidak sayang lagi padaku….” Padahal yang ada di dalam pikiran
suami adalah, “Ada kamu di sini saja, aku sudah senang. Sekarang aku
bisa beraktivitas dengan tenang….”
Istri berpikir, “Kenapa asyik dengan laptop atau handphone saat
berduaan dengan aku? Kamu kan bisa melakukan itu saat di kantor. Mengapa
engkau tidak peduli kepadaku?” Sementara suami berpikir, “Kenapa harus
nungguin aku yang lagi kerja di laptop? Kamu kan bisa mengerjakan hal
lain, nonton TV, baca koran atau baca buku atau apapunlah yang
menyenangkanmu…”
Apabila berulang kali mengalami kejadian seperti ini, istri akan
mulai mengeluh pada suami. Lama kelamaan keluhan ini berubah menjadi
tuntutan. Tanggapan suami biasanya tersinggung dan membela diri, karena
merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Istri menuduh suami tidak peka,
tidak romantis dan tidak pengertian, sedangkan suami menuduh istri
banyak menuntut dan mencari-cari masalah. Akibatnya pertengkaran pun
terjadi dan saling menyalahkan satu sama lain. Hanya karena keduanya
tidak mengerti kebutuhan pasangannya, dan tidak tahu apa yang harus
dilakukan.
Saling Memahami, Saling Kompromi
Dalam kejadian seperti yang dialami oleh Mia dan Bayu di atas,
sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan. Keduanya hanya perlu dilatih
dan dibiasakan untuk saling mengerti, saling memahami dan saling
kompromi. Bila Mia dan Bayu sudah mengerti apa yang dibutuhkan
pasangannya, maka solusinya menjadi mudah mereka dapatkan. Yang
diperlukan adalah kesediaan suami dan istri untuk selalu berusaha
memahami pasangan, dan kemudian menentukan titik kompromi yang paling
mungkin atas perbedaan yang terjadi di antara mereka.
Para istri harus mengerti kecenderungan umum laki-laki dalam
mengapresiasi sebuah hubungan, demikian pula para suami harus mengerti
kecenderungan umum perempuan. Mereka berdua akan lebih mudah
menyesuaikan diri, karena mengerti mengapa perbedaan sudut pandang ini
bisa terjadi. Kompromi lebih mungkin dilakukan antara suami dengan
istri, apabila keduanya sudah saling memahami dengan baik keinginan
pasangannya.
Contoh kompromi itu adalah, suami dan istri menyediakan waktu-waktu
khusus untuk tidak boleh ada gangguan dalam hubungan. Misalnya hari
tertentu atau jam tertentu, suami dan istri tidak disibukkan oleh
pekerjaan dan aktivitas masing-masing. Bisa duduk, bercengkerama,
bercanda berdua dengan leluasa. Tanpa diganggu handphone, blackberry,
laptop, koran, majalah, TV dan lain sebagainya. Waktu-waktu yang
istimewa dan spesial, di mana mereka bisa leluasa mengobrol dan
memperbincangkan apa saja tanpa diganggu oleh kesibukan masing-masing.
Oleh : Cahyadi Takariawan
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
TOPIK PILIHAN








