Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 27, 2014
Sang perempuan pun siap membantu untuk memuluskan langkah mereka untuk mengenapkan agama mereka.
semga kita mengambil sedikit manfaat dari sepotong cerita ini...
forbes
posted by @Adimin
Sepotong Cerita Buat Bujanghidin dan Bujangidah
Written By Sjam Deddy on 27 January, 2014 | January 27, 2014
Alkisah, ada sepasang anak muda yang telah berkomitmen
dengan agamanya. Setelah menjalani proses ta'aruf mereka telah merasakan siap
untuk menuju jenjang yang lebih terhormat. yaitu Lamaran (khitbah).
Sang lelaki harus menghadapi lelaki lain, yakni ayah dari wanita tersebut. Hal inilah yang mejadi tantangan yang sesungguhnya bagi lelaki tersebut. Akan tetapi, walaupun semua itu lebih berat dari pada aktivitas2 yang pernah ia jalani selama menjadi aktivis dakwah di kampusnya dulu. Ia tetap maju karena semua ini menyangkut masa depannya.
Sang lelaki harus menghadapi lelaki lain, yakni ayah dari wanita tersebut. Hal inilah yang mejadi tantangan yang sesungguhnya bagi lelaki tersebut. Akan tetapi, walaupun semua itu lebih berat dari pada aktivitas2 yang pernah ia jalani selama menjadi aktivis dakwah di kampusnya dulu. Ia tetap maju karena semua ini menyangkut masa depannya.
Sang perempuan pun siap membantu untuk memuluskan langkah mereka untuk mengenapkan agama mereka.
Maka, pada suatu pagi di ruang tamu suatu rumah . Ada
seorang anak muda dan seorang lelaki setengah baya yang sedang berdiskusi
tentang suatu perkara. berikut cuplikannya :
"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya
sang lelaki setengah baya.
"Iya, Pak," jawab sang muda.
"Apakah engkau telah mengenal anak ku dalam2 ?"
tanya si bapak..
"Ia pak, sangat mengenalnya." jawab sang anak muda,
"kalau begitu lamaran mu kutolak !!!!
Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya kan? Tidak
bisa.!, Aku
mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!" balas sang
setengah baya.
Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya
hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."
"Lamaranmu kutolak. Itu seperti membeli kucing dalam
karung kan? aku tak
mau. karena kau akan gampang menceraikan anakku karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya
dengan lebih keras.
Ini situasi yang amat sulit bagi sang pemuda. Sang
perempuan pun mencoba membantu sang lelaki muda.
Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."
"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah
baya.
"Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi
di Kampus,bahkan digedung dewan pak" jawab sang muda dengan percaya diri.
"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan
marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk
mendemo rumahku ini kan?"
"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuman
kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat, susah
sekali lho pak"
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau
ngatur isterimu, keluargamu, piye tho?"
Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja
lho."
"Jadi kamu sudah bekerja?" tanya sang lelaki
setengah baya
"Iya Pak. Saya bekerja sebagai tenaga marketing.
Keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk jualan produk saya Pak."
"Lamaranmu kutolak! Kalau kamu keliling dan
jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu
nanti"
"Mmmmhh....anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang.
Wong produknya saja nggak terlalu laku."
"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan
apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?"
sang anak pun terus berusaha membantu, "Ayah, yang penting kan ia bisa
membayar maharnya."
"Rencananya maharmu apa?" tanya sang ayah
"Seperangkat alat shalat Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf
sekali!"
"Tapi saya siapkan juga emas setengah kilogram dan uang
limapuluh juta Pak." balas sang pemuda
"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan
menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan
caraku."
Bisikan, dari sang perempuan, "Dia jago IT lho
Pak"
"Apa kamu bisa , internet?" tanya sang ayah
"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir
setiap hari lho Pak saya nge-net biar gak mati gaya"
"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok
tiap hari didunia maya. Menghabiskan anggaran tuk internet dan nggak ngurus
anak istrimu di dunia nyata."
"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak." tandas sang pemuda
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Friendster, Facebook, Blog,
Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu ahh"
sang bapak pun terus membombardir sang pemuda dengan
pertanyaan2..
"Kamu merasa ganteng ya?"
"Nggak Pak. Biasa saja kok"
"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum
melamar anakku yang cantik ini."
"Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang
naksir saya lho Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal
selingkuh!"
Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, lalu menatap
sang muda yang sudah menyerah pasrah.
"Nak, Bagaimana
kondisi sholatmu dan apakah ada
yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Sunnah?"
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu
yang berharga.
Soal ini pun ia menyerah agak putus asa, jawabnya, "Pak kalau sholat insyaALLAH saya
senantiasa berusaha tepat waktu dan gak pernah tinggal (dan dengan sedikit
suara berat dan mendesah), Pak.. dari
tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek
saja. Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula." dan juga beberapa hadist dari kitab Riyadus Shalihin
Sang setengah baya tersenyum
"Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih
hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih
tertatih." komentar sang setengah baya
Maka mata sang lelaki muda pun ikut berkaca-kaca rasa bahagia..........
Perjalanan kehidupan pun berlanjut... hehehehe (kalau
calon mertuanya ustadz habislah pemuda itu.... ^_^)
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu
tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang (An-Nahl QS 16:18)
semga kita mengambil sedikit manfaat dari sepotong cerita ini...
forbes
posted by @Adimin
Label:
HUMOR,
TOPIK PILIHAN
January 25, 2014
[Islamedia]
posted by @Adimin
Anggota TNI: Kami Sering Jumpai Relawan PKS di Setiap Daerah Bencana
Written By Sjam Deddy on 25 January, 2014 | January 25, 2014
Diceritakn oleh Chandra, ketika berdiskusi dengan Andi (nama
samaran) relawan banjir dari TNI Brigif Zeni Cijantung di lokasi bencana
banjir Tebet:
"Bodoh saja elit elit itu memperdebatkan atribut, setiap bencana yang dibutuhkan adalah pertolongan cepat dan tanggap.
Ini negeri rawan bencana, dibutuhkan skema Relawan semesta, kita semua
harus siap jadi relawan. atribut sebagai tanda bahwa jika terjadi
kekeliruan evakuasi bisa dievalusi, dan ada penanggung jawabnya.
Saya lihat standart relawan PKS sudah sesuai dengan standar relawan nasional seperti basarnas atau BNPB.
Jika dengan atribut relawan, maka identifikasi relawan dan korban akan
cepat bisa dipisahkan di daerah bencana. korban bisa langsung
identifikasi kepada siapa minta bantuan, itu salah satu tanda dan fungsi
atribut.
Yang
dibutuhkan korban bencana adalah reaksi cepat bantuan. Anda bayangkan
jika seluruh parpol membuat pasukan relawan seperti PKS, maka jumlah korban yang banyak dan daerah yang luas akan lebih cepat ditangani. Relawan dari ormas dan parpol sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah, TNI dan Polri.
jadi
kalau masih ada elite yang mempermasalahkan atribut, berarti dia tidak
punya jiwa relawan sama sekali dan tidak paham bahwa negeri ini rawan
bencana."
saya bersama pasukan Zeni sering diturunkan di semua jenis
bencana, yang saya temukan tim relawan adalah dari TNI/Polri, Basarnas,
BNPB, dan PKS. dan tidak bisa kami pungkiri, di daerah bencana kami
sering bekerjasama dengan PKS.
[Islamedia]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 24, 2014
posted by @Adimin
Sosok Alm KH Sahal Mahfudz di Mata Hidayat Nur Wahid
Written By Anonymous on 24 January, 2014 | January 24, 2014
JAKARTA -- KH Sahal Mahfudh sudah berpulang ke rahmatullah pada Jumat (24/1) pagi. Indonesia merasa kehilangan dengan salah satu tokohnya yang dinilai mencerminkan ulama lintas generasi.
''Ya beliau sosok yang mudah bergaul dengan kaum muda,'' kata anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, Jumat (24/1).
Hidayat mengakui memiliki kesan tersendiri terhadap sikap dan prinsip yang dipegang kuat oleh almarhum. Ia pernah berjumlah dengan almarhum Sahal dalam berbagai ragam kesempatan.
Menurut Hidayat, almarhum Sahal merupakan ulama yang rendah hati, sederhana, berpandangan luas, dan mumpuni di bidang keilmuan fiqih. Almarhum Sahal dianggap sebagai seseorang yang memiliki keteguhan dalam memegang prinsip.
''Tapi yang paling utama, almarhum itu sangat ramah dan sangat peduli dengan masalah keumatan dan kebangsaan. Tapi, akhirnya beliau kembali kepada allah, karena allah cinta beliau, semoga amal baiknya diterima,'' kata dia.
*http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/01/24/mzvo77-sosok-alm-kh-sahal-mahfudz-di-mata-hidayat-nur-wahid
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 23, 2014
Jangan Golput
Written By Sjam Deddy on 23 January, 2014 | January 23, 2014
>
posted by amin
Umat Islam WAJIB memilih Partai Islam.
--------------- atau ------------------------
Umat Islam SUNAH memilih Partai Islam.
--------------- atau ------------------------
# Siapa yang akan memimpin Umat jika Partai Islam
Kalah ???
Serukan Kaum Muslimin Untuk Condong Partai Islam
di Pemilu 2014 Buat sebagian ikhwan kami yang masih NGOTOT GOLPUT kami ingin
bertanya;
Apakah golput menyelesaikan masalah ?
Apakah dengan Golput hasil pemilu akan batal ?
Apakah dengan Golput, Otomatis Syariah Islam akan
tegak ?
Apakah Golput menjadikan Indonesia lebih baik ?
Yang terpenting, Siapa yang bertanggung jawab,
Kalau kita Golput, Negara akan jatuh ke tangan penguasa Sekuler, Anti Islam,
Bahkan mungkin Non Muslim akan memimpin negara ?
Maka jangan kalian rajin mengkritik dan
menyalahkan seorangpun disaat kalian Golput KECUALI diri kalian sendiri.
Lihatlah yang sudah di hasilkan oleh para
pemimpin sekuler: Memerangi Pejuang Islam, Pelegalan miras, Prostitusi,
Narkoba, Korupsi dsb.
Th 2014 adalah tahun penuh dengan kelicikan dan
operasi intelijen. Jangan pernah mudah percaya media sekuler yang berusaha
menyerang dan menjatuhkan Partai Islam. Karena Tidak ada satu Ormas, Harakah
atau Partai Islam yang sempurna dan tidak punya cacat cela.
Hargai perjuangan mereka menurut ijtihadnya. Paling tidak ada perwakilan kaum muslimin di parlemen
ataupun eksekutif meskipun TIDAK MUNGKIN SEMPURNA, Tapi bisa
meringankan perjuangan kita.
Sudah Saatnya menyongsong persatuan ! Sudahi
Perdebatan antar Harakah dan Ormas Islam yang TIDAK AKAN PERNAH DAN TIDAK AKAN
MUNGKIN MENEMUI TITIK TEMU.
Musuh sudah bersatu mendukung KOTAK-KOTAK, Kenapa
kaum muslimin masih bersemangat Ber KOTAK-KOTAK dan Rela di KOTAK-KOTAK ?
Kewajiban kita hanya Berjuang dan TERUS BERJUANG,
Biarkan Kehendak Allah yang memberikan Kita
Kemenangan.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'iin, Wa waffaqona Ila ma Yuhibbu wa
Yardho. Tetes Darah Dan Peluh HANYALAH untuk ALLAH, Islam dan kaum Muslimin. Sebarkan !!!
posted by amin
Label:
TOPIK PILIHAN,
VID
January 23, 2014
posted by @Adimin
Temui Ical di Bakrie Tower, Anis Matta: Bertemu Supaya Tidak Tegang
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta hari ini bertandang ke kantor Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Bakrie Tower Epicentrum, Jakarta.
Anis yang datang ditemani anggota DPR RI Fahri Hamzah dan rombongan diterima langsung oleh Aburizal dan sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.
“Ini silaturahim biasa. Saya dulu suka ceramah di kantor beliau, di rumah beliau jadi lama enggak ketemu ngobrol-ngobrol kita. Sambil bicara masalah politik secara umum, karena mau Pemilu supaya kita jangan terlalu tegang mau Pemilu,” ujar Anis saat memberikan keterangan pers bersama Aburizal usai pertemuan, Rabu(22/1/2014).
Anis melanjutkan silaturahmi yang mereka lakukan bermanfaat untuk meredakan ketegangan dalam Pemilu.
“Jadi lebih bagus kita ini mencoba membangun kompetisi yang santai, tidak terlalu tegang, sehingga kita perlu banyak silaturahim. Itu saja intinya,” kata Anis.
Senada dengan Anis, Aburizal juga mengatakan bahwa silaturahmi tersebut untuk menghindari permusuhan akibat ketatnya persaingan.
Ketika ditanya mengenai koalisi pada Pemilu 2014, pria yang akrab disapa Ical tersebut menegaskan peluang itu selalu ada.
“Koalisi selalu bisa, tapi belum bicara kesitu. (Pertemuan tadi) Membicarakan masalah bangsa politik, ya sambil makan-makan. Jangan sampai bersaing terus musuh-musuhan,” ucap Ical santai.
Pertemuan tersebut sendiri berlangsung hampir dua jam dan dilaksanakan secara tertutup. Rencananya, pertemuan serupa juga akan dilaksanakan di masa yang akan datang.
*http://www.anismatta.net/2014/01/22/temui-ical-di-bakrie-tower-anis-matta-bertemu-supaya-tidak-tegang/
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 23, 2014
posted by @Adimin
Resep Hidup Enak Ala Anis Matta
Depok – Anis Matta berbagi resep kehidupan. Yang dibaginya kali ini adalah cara membuat hidup agar lebih enak untuk dijalani. Resep itu dibagikan pada acara Silaturahim Tokoh dan Relawan PKS Se-Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, Senin (20/1), di Hotel Bumi Wiyata (Hall), Depok, Jawa Barat.
“Hidup kita akan jauh lebih enak, kalau banyak orang menjadi saudara kita. Hidup kita semakin susah, kalau banyak orang menjadi musuh kita,” katanya.
Untuk memperbanyak saudara, maka kegiatan silaturahim perlu ditingkatkan. Caranya adalah dengan bertemu langsung dengan masyarakat. Menurut Anis, tidak ada cara yang lebih efektif dari berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
Anis, yang saat ini mengemban amanah sebagai presiden PKS, kemudian mengingatkan tentang hakikat kekuasaan. Ia juga meminta kader dan simpatisan PKS terus menciptakan harmoni di masyarakat.
“Kekuasaan itu tidak ada artinya, kecuali ia digunakan sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah. Maka janganlah memandang kekuasaan sebagai tujuan akhir yang malah menyebabkan permusuhan. Pandanglah kekuasaan sebagai alat untuk menghadirkan kesejahteraan dan kebahagiaan di tengah-tengah masyarakat,” jelas pria kelahiran Makasar 45 tahun yang lalu ini.
Dalam acara yang mengambil tema “Menyambut Gelombang Ketiga Indonesia” ini, hadir juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, Wakil Walikota Bekasi Ahmad Saikhu, Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho, Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate Komarudin, Ketua DPD PKS Kota Depok M. Supariyono, dan seluruh anggota legislatif fraksi PKS DPRD Depok. (DLS/MFS)
*http://www.anismatta.net/2014/01/20/resep-hidup-enak-ala-anis-matta/
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 23, 2014
Saat Presiden Menjadi Supir
Depok – Ada kejadian unik usai acara Silaturahim Tokoh dan Relawan PKS Se-Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, Senin (20/1), di Hotel Bumi Wiyata (Hall), Depok, Jawa Barat. Setelah melayani permintaan berfoto bersama dan wawancara, Anis Matta berjalan menuju mobilnya. Tanpa payung, meski malam itu sedang hujan. Beberapa peserta silaturahim terlihat menyejajari langkahnya.
Kehebohan terjadi saat Anis memasuki mobil. Ternyata ia tidak duduk di ruang penumpang, melainkan di ruang kemudi. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyetir mobilnya sendiri.
Tidak ada penjelasan resmi tentang tingkah Anis itu. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah yang duduk di bangku penumpang, sempat berkelakar, “ini yang di depan sopir, yang di belakang bos nya!”. Sedangkan Anis hanya tersenyum membalas pandangan heran awak media yang meliput. Sambil melambaikan tangan, Anis menginjak pedal gas. Mobil yang ia kemudikan perlahan menuju antrian untuk keluar dari area parkir.
Pada acara yang dihadiri ribuan kader dan simpatisan PKS itu, Anis menekankan pentingnya melayani masyarakat. Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan PKS untuk menjadi otak, hati, dan tulang punggung Indonesia. Dalam acara itu, hadir juga Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, Wakil Walikota Bekasi Ahmad Saikhu, Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho, Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate Komarudin, Ketua DPD PKS Kota Depok M. Supariyono, dan seluruh anggota legislatif fraksi PKS DPRD Depok. (DLS/MFS)
*http://www.anismatta.net/2014/01/21/saat-presiden-menjadi-supir/
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 22, 2014
Seorang agen dakwah harus bisa menunjukkan wajah Allah yang pengasih dan penyayang
hdy
posted by @Adimin
Berdakwah dengan cinta . . . . . .
Written By Sjam Deddy on 22 January, 2014 | January 22, 2014
Seorang agen dakwah harus bisa menunjukkan wajah Allah yang pengasih dan penyayang
“Kamu! Bisa nggak sih dibilangin. Kamu itu
perempuan. Kenapa sih pulangnya malam? Kan sudah Abang bilang, jangan
lewat Maghrib sampai rumah!,” demikian hardik lelaki itu dengan nada
tinggi pada adik bungsunya.
Lelaki berusia awal 20 tahun itu bersiap mendaratkan pukulan.
Tangannya sudah terangkat siap menampar sembari menahan sedu sedan
emosi.
Di hadapannya meringkuk gadis 11 tahun disudut ruangan. Dengan alasan
Kerja Kelompok bersama teman sekelas, sang adik berjanji pulang sebelum
shalat Maghrib. Ternyata, jam sembilan malam, Ia sampai di rumah.
Dengan suara bergetar, gadis remaja itu berkata: “Kenapa, sih Abang
kasar banget sama aku? Kalau sama binaannya, bisa senyum. Kalau sama
adik sendiri, kasar. Aku ini adik Abang,”tutur gadis itu sembari terisak
penuh cemas dan takut.
Pria itu tertegun. Ucapan sang adik sangat menohoknya. Ia baru
menyadari kekasarannya selama ini. Jika salah seorang adiknya terlihat
akrab dengan lawan jenis, maka ultimatum keras disampaikannya.
Jika ada di antara adik lelakinya tidak shalat berjamaah di masjid,
maka rentetan ayat al Qur’an dibacakannya. Jika Sinetron mampu menarik
perhatian ketimbang mengaji, serta merta hadits bertebaran dalam
ucapannya.
Bertahun-tahun bersikap seperti itu, membuat sosoknya ditakuti. Pria
itu menjelma seperti “polisi syariah” di rumah. Ia dipatuhi karena
ditakuti.
Mengingat itu semua, pelan-pelan tangannya diturunkan. Hatinya galau. Kata-katanya tersendat. Tidak tahu lagi mau bicara apa.
Pria itu tergesa masuk kamar kemudian membanting pintu. Protes adik kecilnya seakan membangunkannya dari tidur panjang.
Selama seminggu, Ia tidak bertegur sapa. Pria yang dituakan oleh adik-adiknya itu, lebih banyak mengurung diri di kamar.
“Saya merenung. Iya ya, kenapa kalau sama binaan, saya bisa berwajah
baik walaupun sebenarnya kesal. Seminggu setelah itu saya minta maaf
pada adik saya,”ujarnya.
Inilah sepenggal kisah Bendri Jaisyurrahman, saat menceritakan
pengalaman nya di depan peserta “Silaturahmi Akbar (Silakbar) Kerohanian
Islam (Rohis) se-Jakarta Timur” di AQL Islamic Center, Jakarta, beberapa
waktu lalu.
Sejak SMU, Bendri sudah menjadi Mentor di Rohis berbagai sekolah di
Jakarta. Di mata anak didiknya, Bendri dikenal sebagai Kakak Mentor yang
ramah dan memahami persoalan remaja. Tapi di depan adik-adik
kandungnya, ia yang tak kenal kompromi dalam urusan agama, justru
dirasakan begitu kasar oleh adiknya.
Dengan cinta
Kesadaran itu membuat aktivis Yayasan Sahabat Ayah itu menyesal. Demi
menebus kesalahannya sebelumnya, Bendri berbanting setir dalam
mem- praktikkan dakwah. Pernah ia mengajak adik kecilnya menonton
“Petualangan Sherina”, film yang saat itu sedang ramai diputar di
bioskop. Sejak itu ia juga berusaha lebih dekat dengan adik-adiknya.
“Semua saya lakukan tanpa mengeluarkan ayat-ayat al-Qur’an satu pun,”ujarnya.
Ia ingin agar kedekatan dengan sang adik terbangun. Sampai akhirnya
adiknya merasa nyaman untuk bercerita, barulah Ia giring untuk menaati
Allah dan Rasulnya.
“Bang, besok kan aku ulang tahun. Aku mau deh, kalo Abang beliin
gamis yang dipakai sama teman-teman Abang waktu Abang ceramah,”ucap
Mardiyah Wafa Syahidah, adik bungsu yang kemudian beranjak remaja.
Bendri tidak menyangka di usianya yang masih belia, 14 tahun, adiknya punya keinginan berabaya.
Sejak menerima kado dari sang kakak, dalam setiap kesempatan, gadis manis itu mengenakan abaya atas kesadaran sendiri.
Berdakwah dengan cinta menjadi prinsip Bendri sejak itu. Ia menyadari
akan lebih mudah menggiring seseorang menuju cahaya Islam ketika
pikirannya sudah terikat.
Selulus SMU, Mardhiyah mengaku siap menikah. Pada Bendri, Ia mempercayakan proses ta’arufnya.
“Semua pernikahan adik-adik saya, saya yang mencarikan calonnya. Mereka percaya pada saya,”ucapnya.
Mardhiyah menjadi satu-satunya mahasiswa Sastra Arab UI yang telah menikah dan memiliki anak ketika awal perkuliahan.
Mahasiswa lulusan terbaik Sastra Arab UI, 2011, itu menyebut nama Bendri pada kata sambutan dalam wisudanya.
“Abang adalah orang yang pertama kali mengenalkan Islam dengan penuh cinta,”ungkapnya penuh haru di depan ratusan mahasiswa.
Bendri menjelaskan, seorang agen dakwah harus bisa menunjukkan wajah Allah yang pengasih dan penyayang.
“Jika hanya kekerasan yang ditampilkan, maka objek dakwah kita
menafsirkan Islam sebagai agama yang galak,”tutur alumni STID DI Al
Hikmah dan Ma’had Utsman Bin Affan, Jakarta itu.
Pria yang banyak mengisi kajian keislaman remaja tersebut
mengungkapkan ada dua kemungkinan respon yang ditunjukkan objek dakwah
jika cara penyampaian nasihat tidak memperhatikan unsur fight or flight (melawan atau kabur).
Contohnya ketika anak-anak bercengkrama di masjid. Mereka seringkali
ditolak, diusir dari Masjid karena dianggap bikin berisik, tidak nyaman,
merasa dianggap ‘warga kelas dua’.
“Berbeda dengan penjaga Warnet, PS, atau Game Online yang selalu
ramah dengan anak-anak. Anak-anak ditanya kabar hari itu dan
dipersilahkan main dengan senang hati,”ungkapnya.
Hasilnya, masjid dipandang sebagai lokasi angker sedangkan lokasi PS dan game online sebagai rumah kedua mereka
hdy
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
TOPIK PILIHAN







