pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Bila PKS Menang Di 2014 | by @FahriHamzah

Written By Sjam Deddy on 30 January, 2014 | January 30, 2014



Tiba saatnya kita terus yakin bahwa usaha kita takkan sia2 ..Rakyat toh akan memilih hanya 12 partai di pusat...

MALUKU UTARA ini contoh...Sebab kecurangannya sangat gila. ..Toh Alhamdulillah PKS menang. #PKS2014Menang

Di atas kuasa orang dan uang ada kuasa Tuhan. DAN DIA TAK PERNAH TIDUR. #PKS2014MENANG

Uang tak boleh pernah menjadi sebab semangat kita bergelora atau memudar. PKS partai yg percaya diri. #PKS2014MENANG

Justru PKS harus mendidik mereka yang menganggap bahwa partai harus punya konglomerat karena itu sesat. #PKS2014MENANG

Seperti sekarang, demokrasi politik Indonesia agak menyedihkan. Karena gagal memahami peran uang dalam politik.#PKS2014MENANG

Ada kecenderungan personalisasi keuangan politik dari hulu sampai hilir. #PKS2014MENANG

Aturan kampanye kita di hulu sungguh memprihatinkan karena KPU mengatur kompetisi individu yg ketat. #PKS2014MENANG

Tapi ketika kompetisi ketat, KPU juga melarang Caleg menerima sumbangan sehingga politik jadi masalah pribadi.#PKS2014MENANG

Hari2 ini para Caleg yang pas2an mulai menjual hartanya atau mencari donatur gelap. #PKS2014MENANG

Inilah yang saya sebut sebagai personalisasi politik. Padahal politik tak pernah boleh jadi private. #PKS2014MENANG

Politik pada awalnya adalah persoalan publik. Karenanya partai politik adalah tangga menuju negara. #PKS2014MENANG

Jika kita tidak membersihkan politik dari soal private maka korupsi sedang diternakkan dalam politik. #PKS2014MENANG

Inilah akar korupsi yang tak pernah mau ditinjau oleh hampir semua orang. Padahal bencana korupsi kita awalnya ini.#PKS2014MENANG

Itu yang sering saya katakan bahwa pemberantasan korupsi tak memerlukan polisi dan jaksa tapi akal besar. #PKS2014MENANG

Polisi dan jaksa KPK atau hakim tak bisa berantas korupsi yang bisa adalah para pemikir sistem. #PKS2014MENANG

Tahukah anda kenapa banyak pejabat terjebak melakukan fund rising? Pertama2 kembali modal. #PKS2014MENANG

Personalisasi pembiayaan korupsi adalah alasan utama para pejabat ingin kembalikan modal kampanye. #PKS2014MENANG

Solusi masalah ini sdh jelas...hanya kita gak mau mengambilnya sebagai solusi. #PKS2014MENANG

Tepatnya kalau PKS menang, solusi akan diterapkan secara komprehensif. #PKS2014MENANG

Tentu banyak perangkat yang harus dibangun dalam menjaring korupsi dalam sistem. Tunggu tgl mainnya. #PKS2014MENANG

Tapi yang mencemaskan adalah kecenderungan parpol dibiayai oleh satu orang/konglomerat #PKS2014MENANG

Bahkan ada konglomerat mendirikan partai dengan membayar Caleg nya. ..Seperti beternak burung perkutut. #PKS2014MENANG

Report nya oleh publik dianggap itu yang benar bahkan heroism. ..padahal itu kesesatan yang nyata. #PKS2014MENANG

Sekarang coba urut...nama2 partai maka pasti ada konglomerat atau raja media di belakangnya. #PKS2014MENANG

Dan kehadiran konglomerat dianggap solusi atas sulitnya parpol mencari sumber pembiayaan. #PKS2014MENANG

Dalam diskusi tentang pembiayaan saksi juga demikian...dengan gagahnya partai konglomerat ini menyalahkan. #PKS2014MENANG

Mereka bilang "gak usah bikin partai kalau gak sanggup biaya saksi", ini sesatnya luar biasa. #PKS2014MENANG

Personalisasi dan kesesatan publik inilah yang menjadi akar suburnya masalah etika di Indonesia. #PKS2014MENANG

Mulai di hulu politik hingga di hilir. ..sejak dipilih sampai akhirnya mengelola kekuasaannya. #PKS2014MENANG

Orang2 kita tidak percaya sistem dan lebih senang show sendiri daripada menegakkan wibawa sistem dan institusi. #PKS2014MENANG

Jadi akar korupsi politik adalah personalisasi. Maka rahasia inilah yg dipecahkan oleh semua negara.#PKS2014MENANG

Maka kalau kita survey 10 negara terbaik Index Persepsi Korupsinya, soal uang politik inilah kuncinya. #PKS2014MENANG

Siapa yang berani mengatur keuangan politik secara tuntas maka korupsi hilang. #PKS2014MENANG

Kalau PKS jadi presiden, maka Paket Keuangan Politik akan di-perpu pada 100 hari pertama. #PKS2014MENANG

Kalau hanya menang di DPR maka kita bisa punya voting lebih besar untuk memaksakan agenda ini. #PKS2014MENANG

Intinya pemberantasan korupsi sederhana. ..asal ada keberanian mengatur secara tuntas...lubangnya tutup! #PKS2014MENANG

Sekarang ini kayak kapal bocor...kita sibuk buang air yg masuk kapal tapi bocor tak pernah ditutup...#PKS2014MENANG

Malah ada kecenderungan bocor ditambah banyak supaya kelihatan makin "sibuk" membuang air yg masuk kapal..#PKS2014MENANG

Mari kota akhiri kegilaan ini di pemilu 9 April 2014 nanti. #PKS2014MENANG


posted by @Adimin

Tiga Gubernur PKS Berprestasi dan Hafidz


Seorang kepala daerah adalah sosok yang harus menjadi teladan dan penuh pengabdian didaerah yang dipimpinnya. Kerja-kerja nya harus terlihat dan merakyat sehingga dicintai masyarakat. Seorang pemimpin tidak hanya harus mengandalkan gelar intelektual saja tapi juga moral dan spiritual. Pemimpin tidak boleh dikenal hanya karena popularitas dimedia tapi harus dikenal karena kerjanya yang nyata. 

Di Indonesia ada beberapa kepala daerah seorang Gubernur yang bisa dijadikan teladan sebagai pemimpin idaman. Selain cerdas dan tangkas juga religius, berprestasi dan yang lebih hebatnya mereka penghapal Alquran (hafidz). 

Ketaatan mereka dengan agama dan kedekatan mereka dengan tuhan membuat mereka bisa bekerja secara amanah. Ada beberapa sosok kepala daerah Gubernur yang merupakan penghafal Alquran. Berikut ini kepala daerah berprestasi yang juga penghapal Alquran di antaranya : 

1.Gatot Pujo Nugroho, ST (Gubernur Sumatera Utara) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
2.Prof. H. Dr. Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
3.H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 

Nama-nama diatas ini adalah sosok kepala daerah Gubernur penghapal Alquran yang berprestasi atas kepemimpinanya. Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc adalah sosok paling prestisius dan membanggakan. Dengan berbagai prestasi dan pernghargaan yang diterimanya. Total sudah 132 penghargaan yang diterimanya dalam berbagai bidang sejak menjabat dari tahun 2008. Gatot Pujo Nugroho, ST juga beberapa kali mendapat penghargaan atas prestasinya memimpin Sumatera Utara. 

Begitupun Prof. H. Dr. Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat selama 3 tahun 75 penghargaan yang sudah diterimanya. Sebanyak 22 penghargaan diraih ditahun 2011, berikutnya 33 penghargaan di tahun 2012, dan 20 penghargaan di tahun 2013. Penghargaan yang diraih mulai dari Penghargaan Ketahanan Pangan Nasional 2010, penghargaan Pelaksanaan Penerapan e-KTP Terbaik (9 Kab/Kota tahun 2011), Anugerah Parahita Ekapraya (Komitmen Gubernur untuk Pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Penghargaan Provinsi Terbaik Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil tahun 2013 dan lainnya. [swaranews.com]


posted by @Adimin

DPR : Pemerintah Harus Segera Membenahi Tata Niaga Pangan

Jakarta (29/1). Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ecky Awal Mucharam mengatakan, agar pemerintah segera membenahi tata niaga kita saat ini apalagi disaat kondisi Indonesia yang mengalami kondisi darurat bencana seperti saat ini. Ecky mengatakan saat ini harga-harga pangan sudah mulai melonjak naik dan semakin memberatkan semua masyarakat. Karena tugas Negara lah yang harus menjamin stabilitas pangan.

“Pemerintah selalu tidak pernah belajar, permasalahan kita selalu saja berulang. Saat ini dengan alasan gagal panen, kondisi banjir, pasokan meningkat, musimnya berubah, distribusi tersendat, kondisi alam sedang tidak bersahabat, bahkan masuk musim lebaran sekalipun. Telah menyebabkan beberapa harga-harga bahan pangan mulai melonjak. Kondisi-kondisi tersebut merupakan kondisi yang sudah mampu kita prediksi sebetulnya saat ini. Mengingat Indonesia merupakan Negara rawan bencana,“ujar Ecky.

“Kita sudah tahu Indonesia rawan bencana. Musimnya saat ini berubah-ubah. Indonesia memang sebagai Negara ketiga di dunia yang rawan bencana setelah Jepang dan Cina. Kita harus belajar dari mereka bagaimana menjaga stabilitas harga pangan. Kedua Negara tersbut mampu menstabilkan harga-harga pangan. Di dua negara tersebut, tidak ada alasan untuk menaikkan harga pangan seperti kita Indonesia yang mengikuti kondisi cuaca dan lain-lainnya. Karena di kita, pada kondisi-kondisi darurat dan menjelang lebaran ituh, harga-harga bahan pangan selalu melonjak naik seakan-akan memang tidak ada tindakan yang preventif dari pemerintah, “kata Ecky.

Ecky mencontohkan di negara Korea saja misalnya, kalau terjadi inflasi kenaikkan harga-harga dimasyarakat tidak melebihi inflasi. Jika terjadi kenaikkan yang tidak wajar, disana itu dikenakan hukuman denda. Karena termasuk bagian dari korupsinya para pengusaha atau pihak yang berwenang. Bisa dipenjara kalau disana itu. Harga paling bisa naik itu maksimalnya sama dengan inflasi. Berbeda dengan Indonesia. Gaji para Pegawai Negeri naik harga-harga naik, lebaran naik, ketemu kondisi iklim yang tidak bagus harga naik, UMR naik harga naik. Ecky juga mengatakan kalo sudah naik harga tidak akan turun lagi. Yang ada malah naik terus. Kenaikkan harga-harga di Indonesia ini bisa mengalami kenaikkan sampai lima kali. Kenaikkan-kenaikkan harga yang ada saat ini sudah sangat tidak wajar. Kenaikkan gaji hanya satu kali setahun, namun harga barang bisa berkali-kali saat ini.

Ecky mengatakan hal ini sudah berdampak dan akan berdampak luas dengan daya beli masyarakat kita. Kalau sekedar penyesuaian mungkin masih dianggap wajar, namun ini sudah berkali-kali.

“Tolonglah pemerintah segera memperhatikan dan tegas terhadap persoalan ini. Kontrol pemerintah harus segera diperkuat dan perlu dibenahi tata niaga kita di Indonesia. Para pelaku sering memengambil keuntungan dengan masalah yang ada. Harus ada terobosan melindungi masyarakat atau konsumen terutama, agar masyarakat tidak selalu dirugikan dan diberatkan. Ada masalah dengan tata niaga kita. Karena goncangan kenaikkan harga yang ada akan sangat memberatkan masyarakat, “tutup Ecky. [FPKS]


posted by @Adimin

Publik Mengapresiasi Kerja Relawan PKS

 
Ketua DPP PKS Bidang Humas, Mardani Ali Sera mengatakan seluruh kepala daerah dari Partai Keadilan Sejahtera siap berkoordinasi dan berbagi pengalaman dalam menangani bencana di daerahnya masing-masing.

"Kepala Daerah PKS di seluruh Indonesia terpanggil untuk berkoordinasi dan berbagi pengalaman dalam menangani bencana." ujar Mardani kepada Pks Cibitung pada Rabu (29/1) sore.

Dalam acara Konsolidasi Kader Kepala Daerah se-Indonesia di Hotel Sahid hari ini, PKS mengapresiasi hasil kerja Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang berhasil menangani banjir relatif lebih baik dibanding daerah lain.

Mardani juga menyampaikan hasil survey terhadap PKS yang jauh lebih baik paska banjir. Hal ini disebabkan karena publik mengapresiasi hasil kerja kader, pejabat publik dan caleg PKS dalam menangani banjir.

"Hasil survey paska banjir alhamdulillah persepsi masyakarat tentang PKS jauh membaik," kata pria yang dicalonkan kembali oleh PKS untuk menjadi angota dewan dari daerah pemilihan Kabupaten Purwakarta, Karawang dan Bekasi.

"Semangat kader dan struktur serta pejabat publik dan caleg PKS menangani banjir alhamdulillah diapresiasi publik," urainya menutup perbincangan.

posted by @Adimin

PKS Ingatkan Kapolri Soal Netralitas di Pemilu

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang belum lama ini datang ke Aceh untuk memberikan motivasi bagi anggotanya di lapangan.

Sebagai anggota DPR daerah pemilihan Aceh, kedatangan Kapolri diharapkan dapat mempersatukan, memberikan semangat dan motivasi anggotanya. Apalagi, di Tanah Rencong itu ada partai politik lokal yang akan mengikuti Pemilu 2014.

"Kami berterimakasih, semangat ini penting bagi personil di lapangan, khususnya dalam menghadapi pemilu. Juga antisipasi timbulnya kekerasan di Aceh," kata Nasir saat rapar kerja Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Gedung DPR, Rabu (29/1).

Namun, untuk Pemilu secara nasional, Nasir mengingatkan agar Polri bisa menjaga netralitasnya. Ini karena setiap isu yang berkembang menjadi sensitif di masyarakat. Walaupun Polri sudah menjalankan pola dan tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), namun karena ada tanda-tanda tertentu publik menyikapinya berbeda.

Perkataan Nasri Jamil ini merujuk pada kunjungan Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ke Aceh beberapa waktu lalu. "Waktu Presiden ke Sinabung, ada kop biru, tas biru, tenda biru, itu bisa dipersepsikan macam-macam. Kami harapkan Polri bisa menjaga netralitasnya agar tidak muncul tafsir yang justru membuat situasi Polri sulit," tegasnya. (jpnn)

 posted by @Adimin

Fahri Hamzah Tegaskan Somasi SBY Tidak Terkait PKS

Written By Anonymous on 29 January, 2014 | January 29, 2014


JAKARTA -- Fahri Hamzah menegaskan somasi yang dilayangkan kuasa hukum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terkait dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Wasekjen PKS itu mengatakan somasi tersebut merupakan urusan pribadinya.

"Engga ada hubungan dengan PKS ini pribadi hanya terkait saya di komisi hukum," kata Fahri di Gedung DPR, Selasa (28/1/2014).

Fahri mempermasalahkan somasi yang dilayangkan pengacara SBY, sebab mereka meminta klarifikasi yang bersifat pribadi. Fahri mengkritik pengacara SBY menggunakan cara-cara negara untuk mengklarifikasi hal pribadi. "Kalau soal pribadi jangan pakai cara negara, kalau mau pribadi saya juga akan buka hal pribadi," tuturnya.

Fahri mengatakan selama ini tidak memiliki masalah dengan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Bahkan, Fahri mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan putra bungsu SBY itu. "Saya cuma ketemu di lift DPR, itu hanya salaman doang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Tim Advokat dan Konsultan Hukum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga melayangkan surat undangan klarifikasi kepada Fahri Hamzah.

Surat tersebut dilayangkan terkait pernyataan Fahri Hamzah dalam sebuah media nasional yang terbit pada 15 Januari 2014. Dalam artikel yang berjudul 'Segera Periksa Ibas', Fahri mengatakan bahwa 'Dalam kasus Hambalang, sudah jelas banyak terdakwa yang menyebut Ibas menerima uang dari proyek tersebut, namun hingga kini, tidak ada pemanggilan KPK. [Tribunews]


posted by @Adimin

PKS Ingin Pecah Kebuntuan Politik


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan ingin memecah kebuntuan politik nasional. Hal itu ia lakukan dengan membangun komunikasi intens dengan semua pimpinan partai politik peserta pemilu.

Anis menuturkan, beberapa waktu lalu dirinya telah menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie. Selanjutnya, ia mengagendakan untuk menemui Ketua Umum DPP Hanura Wiranto, dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Dengan bang Ical kan saya dekat. Pertemuan-pertemuan ini enggak harus berujung dengan koalisi, yang penting mau memecah kebuntuan dulu," kata Anis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Anis menjelaskan, kondisi politik nasional saat ini semakin tegang seiring semakin dekatnya waktu pemilihan umum legislatif. Padahal menurut dia, pemilu dapat berjalan lebih santai dan baik karena kalah dan menang merupakan hal biasa dalam sebuah pertarungan.

"Kita harus mengubah politik dari permainan yang berbahaya menjadi permainan atraktif yang lucu, seru, tapi tak membahayakan. Ini akan meningkatkan kedewasaan kita dalam berdemokrasi," ujarnya.

Pada hari ini, Anis datang ke ruang Fraksi PKS di DPR. Ia memimpin langsung konsolidasi dengan anggota Fraksi PKS terkait pemenangan di pileg 2014. Saat ini, PKS memiliki 57 kursi di Parlemen. Di pileg 2014, PKS menargetkan masuk tiga besar dengan perolehan lebih dari 100 kursi di parlemen. [kompas.com]


posted by @Adimin

Upps..!!! Relawan PKS Tertangkap Sedang Beraksi di Tengah Banjir

Hujan deras yang terjadi mengakibat terjadinya banjir di beberapa titik di Jakarta dan jawa barat hari ini. Di beberapa titik banjir relawan PKS tertangkap kamera sedang turun di tengah banjir yang terjadi. Relawan PKS selalu sigap membantu masyarakat.

Berikut beberapa foto relawan PKS yang tertangkap kamera TV One saat turun di tengah banjir.





posted by @Adimin

Anis Matta: PKS Merasa Lebih Dekat dengan NU dan Muhammadiyah


JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan terus membangun komunikasi politik secara intensif dengan ormas Islam di Indonesia. PKS merasa tidak pernah memiliki persoalan dengan ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Hubungan kami sedang baik-baiknya dengan ormas-ormas Islam," kata Presiden PKS, Anis Matta di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (28/1).

Belakangan ini, Anis rajin sowan ke tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU di sejumlah daerah, terutama Jawa Timur. Dari hasil sowan itu dia melihat tidak ada resistensi dari Muhammadiyah mau pun NU terhadap PKS. "Kami diterima dengan baik," ujarnya.

Saat ini PKS melihat tokoh Islam di Indonesia sudah lebih dewasa. Para tokoh itu misalnya tidak lagi termakan rumor yang berbau sektarian seperti PKS anti-tahlilan dan maulidan. "Banyak tokoh nadhliyin yang menyatakan soal kabar-kabar itu sudah selesai. Tidak ada persoalan," katanya.

Anis mengaku punya kedekatan pribadi dengan Muhammadiyah dan NU. Kedekatan ini terbangun lewat jenjang pendidikan yang dijalani Anis saat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. 

Anis menyatakan saat SD dia bersekolah di madrasah NU. Sedangkan saat SMP dan SMA dia bersekolah di pendidikan Muhammadiyah. "Secara kultural kami akrab," ujarnya.

Anis juga menceritakan pengalaman PKS mengikuti tahlilan wafatnya KH Sahal Mahfud di kantor MUI. Menurutnya kehadiran dalam acara tahlilan itu menunjukan bahwa PKS tidak mempersoalkan tradisi tahlil yang dilakukan warga nadhliyin. [ROL]

posted by @Adimin

Hidup Mati Pilih PKS

Cerita ini bukan narasi, bukan juga non fiksi tapi reaksi. Reaksi seorang warga Samarinda Seberang, yang 100% bukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bukan juga partisan. Dia hanya seorang warga yang tinggal di kawasan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, dan kebetulan sedang bertamu di rumah yang saya datangi. Saya sendiri saat itu sedang bersilaturahmi dengan pemilik rumah, di Jalan Hasan Basri (eks Jalan Merak), Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (26/1) siang lalu.

Awalnya agak cangung. Bukan karena tamu tadi seorang pria dan saya perempuan. Namun rokok di tangannya benar-benar membuat saya kurang nyaman berada di sekitarnya. Apa mau dikata, pintu sudah dibuka dan saya tidak mungkin buru-buru pergi tanpa dapat kepastian, apakah keluarga yang saya datangi ini menerima PKS di tengah-tengah keluarganya atau tidak.

Dengan perasaan campur aduk, saya membuka percakapan dengan sang empunya rumah. Di tengah obrolan kami, tiba-tiba dia ikut nimbrung. Akhirnya dari sana saya tahu tamu tersebut bernama Rusli. Dari logat bicaranya saya bisa menebak kalau ia bersuku Bugis.

“Saya tinggal di Simpang Pasir Palaran,” katanya memperkenalkan diri.

Lama kelamaan saya merasa nyaman berbincang dengan Rusli dan keluarga, yang baru saya kenal beberapa menit yang lalu. Bahkan kami terlibat obrolan panjang, sampai akhirnya dia membanding-bandingkan PKS dan partai lain.

Bagi-Bagi Duit
“Ada caleg dari Partai X (sensor), masuk ke daerah saya dan mau bagi-bagi uang Rp 250 ribu per orang. Dia minta agar dipilih,” kata Rusli dengan sesekali menghisap rokok di tangannya.
Bukannya menerima tawaran tersebut, Rusli justru melarang warga menerima uang itu. Sebab suara yang akan diberikan warga pada Pemilu Legislatif (Pileg) April tahun ini, dinilai terlalu murah jika dibandingkan nasib mereka lima tahun mendatang. Sebaliknya, Rusli menilai pemberian itu sebagai bentuk sogok dan merendahkan harga diri warga.

“Jangan mau pilih caleg yang ngasih uang dimana-mana. Setelah terpilih mereka bakal setengah mati balikin modal yang sudah dibagiin, termasuk menghalalkan segala cara,” ujar Rusli.

Harus Milih PKS
Rusli pun berpesan kepada saya dan kader-kader PKS yang lain agar rajin turun ke masyarakat dan mendengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu jualan wajah di baliho. Asalkan sering menemui warga dan bersilaturahmi, Rusli yakin PKS akan mendapat banyak dukungan suara. 

“Masyarakat itu maunya di dengar keluhannya. Kalau masyarakat puas, mereka pasti nyoblos PKS. Seperti saya, pokoknya saya hidup mati pilih PKS lah biar bisa nyapres(mencalonkan presiden) sendiri,” lanjutnya.

Agak eskstrem sebenarnya mendengar penuturan Rusli. Namun rupanya ada yang lebih ekstrem, yakni seluruh warga yang menyewa rumah kontrakannya harus memilih PKS. Kalau tidak pilih PKS, Rusli akan minta warga mencari tempat kontrakan yang lain. 

“Gak usah nyewa kalau gak pilih PKS,” ucapnya bernada canda.

Semakin jauh dia bercerita, semakin penasaran saya dibuatnya. Karena itu, saya tanya siapa orang di PKS yang dia sukai. Tanpa ragu Rusli mengatakan dia suka Ustadz Hadi Mulyadi. Katanya, Ustaz Hadi, panggilan akrab Hadi Mulyadi, mirip Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Tifatul Sembiring. 

“Ramah dan humoris. Tipe pemimpin idaman deh. Masyarakat itu maunya pemimpin yang Islami, paham agama dan malu berbuat dosa. Ini sepertinya yang punya cuma PKS,” ungkapnya serius.

Yang membuat Rusli benar-benar salut dengan PKS dan politisi-politisinya, ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dinaikkan. PKS dinilai benar-benar pro pada rakyat dengan tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, dan tidak takut dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal SBY bisa kapan saja mencopot mentri yang sekarang menjabat di kabinetnya. 

“Salut, PKS tidak takut jabatannya dicopot,” tambahnya.

Pertemuan dengan Rusli benar-benar membuatku bangga, berada dalam barisan dakwah bersama PKS. Apalagi keluarga yang saya datangi termasuk Rusli menyatakan menyambut PKS dan siap memilih PKS. Karena itu, saya sangat yakin masih banyak Rusli-Rusli yang lain, yang punya pandangan cerdas meski tampak seperti orang awam di luar sana.

“Terus berjuang”


Itulah kata penutup pertemuan itu yang benar-benar membuat air mataku hampir tumpah. Saya melihat ada segudang harapan warga terhadap PKS. Harapan yang selama ini tumpul akibat kelakuan para pemimpin negeri ini yang tidak amanah. “Doakan dan dukung kami. Insya Allah bersama PKS, harapan warga akan terwujud,” terangku lalu pamit dan salam. 

[Kiriman dari Nastarita]

posted by @Adimin

Aneh! Banjir Datang Lagi, Warga Malah Lapor PKS


JAKARTA - Selasa dini hari (29/1) hujan cukup deras mengguyur wilayah Lubang Buaya menyisakan gerimis hingga pagi hari. Sembari menunggu gerimis reda, Saya panaskan sepeda motor bersiap berangkat kerja. Khawatir jalanan banjir Saya sempatkan bertanya ke grup whatsapp DPRa PKS Lubang Buaya;

"Semalam hujan deras, ada yang tahu kondisi molek pagi ini?".

Kebetulan rumah Saya berada jauh dari molek, padahal setiap berangkat kerja Saya harus melalui jembatan yang sering meluap tersebut. Alhamdulillah, beberapa saat kemudian Pak Ari menanggapi;

"Molek aman"

Saya tahu setiap pagi beliau juga melalui jembatan molek untuk mengantar anak-anaknya sekolah.

Molek sebenarnya adalah nama jembatan diatas kali sunter, dinamakan molek karena didekatnya ada perumahan bernama Molek Raya Housing. Jembatan molek selama ini menjadi patokan warga Lubang Buaya, jika molek meluap maka wilayah Rw.3 dan Rw.12 pasti banjir.

Setelah hujan reda, Saya pun berangkat kerja. Syukurlah molek tidak banjir pagi itu hanya arus kalinya saja yang lumayan deras. Baru saja sampai tempat kerja, tetiba grup whatsapp DPRa PKS kembali ramai. Rupanya penyebabnya dimulai dari pesan masuk dari Pak Lutfi;

"Pak ari sy dapat sms dari ibu RT 1 RW 12, mereka kebanjiran lagi.."

Kemudian tak lama berselang Abu Ali menimpali;

"info buyung : rt02 dan rt 03 juga banjir lagi seperti hari senin yang lalu".

Rupanya beberapa kader mendapat SMS dari warga yang melaporkan rumah mereka mendadak kebanjiran. Mulai dari simpatisan sampai Bu RT ramai-ramai melaporkan kondisi wilayahnya ke kader PKS. Beberapa kader yang berdekatan dengan lokasi yang dimaksud pun kemudian langsung memberikan update kondisi di lapangan. Ternyata benar, wilayah yang 2 pekan lalu terendam kembali kebanjiran lagi. Dari informasi warga diketahui, banjir datang tiba-tiba sekitar jam 7 s.d jam 9 pagi tadi.

Beberapa rumah yang terendam kosong, karena penghuninya sudah pergi beraktifitas. Warga yang mengungsi pun tidak sempat mengamankan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi termasuk kompor untuk memasak.

Menanggapi laporan dari warga, Ketua DPRa pun dengan sigap langsung memberi instruksi untuk mengumpulkan nasi bungkus masing-masing 5 tiap kader dan segera menghidupkan posko banjir kembali.

Cepatnya laporan yang Kami terima dari warga menginsyaratkan bahwa warga percaya pada kesigapan PKS yang selama ini selalu turun membantu mereka dalam setiap musibah. (ss/pks-lubangbuaya)


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger