pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kampanye Damai, Caleg Lain Dangdutan, Caleg PKS Baca Al-Qur'an

Written By Anonymous on 16 March, 2014 | March 16, 2014


Sejak Pukul 09.00 WIB Puluhan Mobil dengan atribut berbagai partai politik memadati Balai Kota Padang di Air Pacah, Ahad (15/3)

Puluhan mobil yang hadir lengkap dengan atribut-atribut seluruh partai politik peserta pemilu 2014 untuk melaksanakan kirab dan juga deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPU Kota Padang.

Acara kirab dan juga deklarasi Kampanye damai ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.

Ada yang menarik dalam suasana kampanye damai di Kota Padang, yaitu ketika para caleg dan simpatisan dari berbagai partai politik hanyut dalam joget bersama artis daerah menjelang pembukaan deklarasi kampanye damai.

Terdapat partai yang tidak nampak satupun calegnya ikut serta berjoget mengikuti lantunan musik, partai yang dimaksud adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Uniknya disaat para caleg dan simpatisan partai lainnya asik berjoget, para caleg dari PKS justru membuka al-Qur'an dan membacanya.

Sebagian ada yang membaca Al-Qur'an berukuran kecil yang muat dibawa di saku dan ada juga yang membaca Al-Qur'an melalui aplikasi di smartphone masing-masing.

Hal itu mereka lakukan untuk mengisi waktu sebelum seluruh peserta Kirab hadir di lokasi acara dan juga kampanye damai di resmikan. [Han/Kasurau]


posted by @Adimin

MAHYELDI EMZALMI menangkan pilkada Kota Padang putaran kedua

Written By Sjam Deddy on 11 March, 2014 | March 11, 2014


pkspadang.com : Alhamdulillah, hasil rapat pleno KPU kota Padang, terkait rekapitulasi suara pilkada kota Padang. KPU menetapkan pasangan no 10 MAHYELDI-EMZALMI memenangkan pilkada kota Padang putaran kedua dengan perolehan suara pasangan No 3 147.166 suara dan pasangan No 10 MAHYELDI-EMZALMI 148.864 suara.

Meskipun dengan berbagai macam keberatan yang diajukan oleh saksi pasangan no 3. Tetapi KPU Kota padang tetap menetapkan (dengan berbagai pertimbangan) bahwa pemenang pilkada putaran kedua ini adalah pasangan no 10 MAHYELDI-EMZALMI






posted by @Adimin

Logika Kampungan PKS

Written By Anonymous on 06 March, 2014 | March 06, 2014


Sudah beberapa malam ini, aku pulang cukup larut malam. Setelah pulang kerja, langsung nongkrong dengan warga. Mendatangi pusat-pusat tongkrongan warga di perkampungan hanya untuk sekedar ngobrol atau ketemu saja.

Dari nongkrong-nongkrong inilah, aku menemukan bagaimana mereka tetap dan terus bersama PKS. Logika-logika yang bisa saya simpulkan adalah sebagi berikut :

1. Siapapun calegnya yang penting PKS
Mereka memandang PKS secara institusi dan sistem. Bagi mereka siapapun calegnya, mereka tidak pernah peduli, karena dengan sistem kaderisasi yang kuat di PKS maka kapabelitas dan kompetensi caleg akan sama kualitasnya.

2. Melihat caleg bukan PKSnya
Mereka tertarik pada PKS bukan karena PKSnya, tetapi karena melihat calegnya. Bisa jadi karena caleg tersebut memberikan kontribusi positif personal kepada mereka. Bisa jadi karena adanya hubungan darah, pertemanan, emosi dan kesama-kesamaan lainnya.

3. Melihat kontribusi PKS
Mereka tertarik dengan PKS karena kiprah para kadernya dilingkungan mereka. Keaktifan kader PKS dalam berkontribusi dimasyarakat, seperti baksos, pendidikan anak usia dini, dan pengajian.

4. Dilibatkan dalam kegiatan PKS
Mereka tetap bersama PKS karena sering dilibatkan dalam acara dan kegiatan PKS. Juga, dilibatkan menjadi saksi, pengurus tingkat RT, RW dan Desa. Jadi seksi repot seperti pemasangan bendera, pamlet juga direct selling. Semakin banyak melibatkan mereka dalam PKS makan akan semakin banyak yang bergabung dan bersama PKS

5. Memperhatikan Media
Walau bombarding pemberitaan negatif ke PKS cukup gencar sejak kasus LHI, ternyata beberapa warga justru menjadi semakin terbuka. Kepenasaran mereka terhadap kasus LHI di TV, termasuk acara Lawyer Club di TV One juga kasus-kasus korupsi yang melanda partai-partai lain, mereka berkesimpulan bahwa PKS secara trak record masih memiliki rekam jejak yang lebih baik dari partai-partai lain.

6. Kinerja Kepala Daerah
Beruntung berada di wilayah yang Gubernurnya dari PKS. Saat ngobrol dengan mereka, banyak obrolan capaian-capaian positif yang dilakukan Ahmad Heriyawan sebagai Gubernur Jawa Barat.
Bagi kader Posyandu, saat ini Aher berhasil membangun Posyandu hampir di setiap RW, support honor dan fasilitas cukup baik. Bagi warga miskin, progaram listrik gratis, beda rumah cukup populer.

Bagi warga umumnya, pertambahan jumlah kelas sekolah, program infrastrukur Desa menjadi bahan obrolan warga tentang kesuksesan Aher.

7. Banyaknya atribut PKS
Rajinnya kader-kader PKS melakukan pemasangan atribut PKS cukup berpengaruh kepada opini warga kampung. Beberapa warga biasanya memilih berdasarkan arah angin yang sedang ramai. Bila atributnya banyak, banyak warga yang berfikir bahwa pendukungnya pun akan banyak.

Dengan logika takut kalah dan takut sendirian, biasanya beberapa warga yang berkarater seperti ini akan memilih PKS.

8. Kepribadian kader PKS
Walau tinggal dikampung, umumnya kader PKS memiliki ciri khas yang unik. Lebih berpendidikan, bisa mengelola keluarga dengan baik, bisa mendidik anak-anaknya. Dengan fenomena ini, biasanya menjadi acuan mereka bagaimana gambaran besar PKS dengan melihat bagaimana cara kader PKS mengelola keluarganya.

Sebenarnya masih banyak yang terekam dari obrolan bersama warga di desa saya. Semoga ini bisa menjadi bekal kemenangan PKS.


*by Nasrulloh Mu
(Kompasiana)


posted by @Adimin

Dikeroyok Semua Partai, Pasangan PKS-PPP Menangkan Pilkada Kota Padang


Hitungan riil (real count) dan hitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga memperlihatkan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yaitu Mahyeldi dan Emzalmi memenangkan putaran kedua Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Padang yang diselenggarakan Rabu (5/3).

Menurut hitungan riil sementara Kesbangpol Kota Padang, Mahyeldi-Emzalmi memperoleh 148.777 suara atau 50,23%. Sementara Pasangan Desri Ayunda dan James Helliward, pasangan independen yang pada Pilkada putaran 2 didukung oleh hampir semua partai lainnya memperoleh 147.399 suara atau 49,77%.

Hitungan cepat yang dilakukan Padang TV bekerja sama dengan lembaga survei MIKA Consultant, juga menunjukkan keunggulan pasangan Mahyeldi-Emzalmi. Dalam hitungan televisi yang masuk Jawa Pos Grup ini, Mahyeldi-Emzalmi memperoleh 50,77%. Sedangkan pasangan Desri-James mendapat 49,23%.

Sementara itu hitungan riil yang dilakukan Tim Sukses Mahyeldi-Emzalmi atau PKS Kota Padang juga tidak jauh berbeda. Dalam hitungan riil PKS Kota Padang, Mahyeldi-Emzalmi memperoleh 148.997 suara atau 50,29 persen. Sedangkan lawannya memperoleh 147.270 suara atau 49,71 persen.

Menurut Ketua Timses Mahyeldi-Emzami, Murhalion, perhitungan riil yang dilakukan pihaknya berbasis Formulir C1, yakni perolehan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Berdasar hitungan riil kami, pasangan Mahyeldi-Emzalmi unggul 1.727 suara,” kata Murhalion dalam jumpa pers yang dilakukan Rabu (5/3) pukul. 21.00 wib malam usai merekap data dari Formulir C1. 

Dalam kesempatan itu, Murhalion menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Kota Padang dan penyelenggara Pilkada yang telah mensukseskan Pilkada dengan suasana yang kondusif. Muharlion juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pasangan Desri-James.

“Kemenangan Mahyeldi-Emzami adalah kemenangan seluruh masyarakat Kota Padang. Karenanya kami mengimbau kepada pihak kepolisian, panitia penyelengggara ditingkat kelurahan, kecamatan dan kota , rekan-rekan wartawan media masa, serta masyarakat luas agar sama-sama menjaga kondisi keamanan, mengawal penghitungan suara sampai akhir, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Murhalion.

Kemenangan Mahyeldi-Emzami merupakan kemenangan yang kedua kalinya dalam Pilkada Kota Padang. Pada putaran pertama pasangan ini memperoleh 92.218 suara atau 29,46%. Sementara Desri Ayunda-James Hellyward memperoleh 59.845 suara atau 19,11%.


posted by @Adimin

MAHYELDI MENANGKAN PILKADA PADANG

Written By Sjam Deddy on 05 March, 2014 | March 05, 2014

 

Setelah masyarakat/warga kota Padang menggunakan hak pilihnya sejak tadi pagi, dan penyelenggara Pilkada ditingkat TPS juga sudah bekerja secara maksimal. Tim Mahyeldi-Emzalmi telah melakukan penghitungan  secara quic count dan real count berbasis C1. Berdasarkan hasil penghitungan tersebut didapatkan data Kandidat nomor 3 (Deje) mendapatkan suara  sebanayak 147.270 suara /49,71%  dan Mahem mendapatkan suara  sebanyak 148.997 suara /50,29%

Dengan telah selesainya penghitungan tersebut, maka izinkanlah kami menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua warga kota Padang dan semua penyeleggara pilkada putaran kedua ini. Besarnya suara yang diberikan kepada kami adalah bukti nyata keinginan masyarakat yang sesuai/cocok dengan harapan dan program yang kami tawarkan. Maka sejatinya kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat warga kota. Adapun kami tidak lebih dari orang-orang yang diberikan amanah tapi pada akhirnya menjadi pelayan bagi   semua masyarakat dan warga kota. Oleh karenanya kami menghimbau kepada  pihak kepolisian, panitia penyelengggara ditingkat keurahan, kecamatan dan kota , rekan-rekan wartawan  media masa dan elektonik serta masyarakat luas, agar kiranya  sama-sama menjaga kondisi keamanan,  mengawal penghintungan suara sampai akhir, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Kami Mahyeldi-Emzalmi juga menyadari bahwa amanah ini sangatlah berat, tetapi kami meyakini bahwa dengan  semangat kebersamaan, kita bisa bangkit dan memperbaiki Kota Padang sesuai dengan Visi dan Misi serta program yang kami usung. Mohon kami dikawal, berikan masukan dan jangan sungkan untuk menegur kami, jika ada kekeliruan dan pelanggaran  yang kami lakukan.

Kepada saudara kami Desri Ayunda dan Jammes Hellyward kami juga mengucapkan apresiasi dan penghargaan  yang setinggi-tingginya. Tanpa keterlibatan saudara berdua dan tim, tentunya Pilkada yang kita laksanakan akan terasa hambar. Kamipun juga menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua warga kota, jika dalam proses kampanye sebelumnya terdapat kekhilafan dan kelalaian kami dalam menjaring aspirasi dan masukan masyarakat. Kepada Tim Mahem, relawan, simpul simpul masa di semua kini, kami juga juga menghimbau untuk tidak lengah, tuntaskan kerja-kerja kita yang masih terbengkalai dan jangan sampai lupa diri, apalagi merasa sudah menang, sehingga yang muncul eforia dan pelanggaran. Kita semua adalah badunsanak, kemenangan kita adalah kemenangan warga kota Padang, maka yang perlu kita lakukan adalah bersyukur kepada Allah, karena sudah terpilih pemimpin kota Padang untuk 5 tahun kedepan dengan proses yang damai dan lancar.

Selamat untuk warga kota Padang, tim Mahem, Deje, Penyelenggara Pemilu dan  kita semua.  Dari sini kita mulai pembangunan, mewujudkan kota Padang yang lebih baik, untuk kesejahteraan kita semua, kita kejar ketertinggalan  dengan  semangat kebersamaan.

Mahyeldi - Emzalmi           
        
 


posted by @Adimin

Mahyeldi: Saya Wakafkan Diri untuk Membangun Kota Padang


Hasil (sementara, belum resmi KPU) Pilkada Kota Padang yang digelar hari ini (Rabu, 5/3/2014) menempatkan pasangan Mahyeldi-Emzalmi yang diusung PKS dan PPP unggul dengan perolehan suara 50,23% (real count 100% data C1 yang dihimpun Satuan Kerja Kesbangpol Kota Padang).

H. Mahyeldi Ansharullah, SP. Dt. Marajo merupakan salah satu kader senior PKS di Sumatera Barat. Bahkan pernah menjabat sebagai Ketua DPW PKS Sumatera Barat.

Terlahir dari keluarga sederhana, pria kelahiran Bukittinggi 25 Desember 1966 ini sama sekali tidak menduga akan menjadi seorang pemimpin penting. Ia pun bertekad untuk mewakafkan dirinya untuk menjadi pelayan bagi masyarakat kota Padang.

"Sebelum mencalonkan diri jadi calon walikota Padang bersama pak Emzalmi, saya sudah sebutkan pada orangtua dan keluarga, bahwa saya akan menjadi pelayan masyarakat, sekaligus saya sudah mewakafkan diri saya berjuang untuk membangun kota Padang ini apabila saya terpilih jadi walikota nanti," ucap mantan Wakil Walikota Padang ini sebelum hari H pelaksanaan pilkada putaran dua.

Hasil Binaan Irwan Prayitno

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno punya kesan tersendiri dengan Mahyeldi. la mengaku pertama kali kenal dan bertemu dengan Mahyeldi saat masih bersekolah di SMA Negeri 1 Bukittinggi sekitar 1980. Waktu itu Irwan yang berstatus mahasiswa pulang kampung dan menggelar pesantren kilat untuk pelajar SLTA dimana Mahyeldi menjadi salah satu pesertanya. Sejak saat itu Mahyeldi rajin mengikuti kegiatan pembinaan keislaman yang digelar rutin.

Kiprah Mahyeldi


1. Wawako Padang (2009-2014)
2. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (2004-2009)
3. Ketua BNK Kota Padang (2009-Sekarang )
4. Ketua ICMI Kota Padang ( 2010-sekarang)
5. Ketua PSP Padang (2010-sekarang )
6. Penasehat BIKERS Kota Padang (2012-Sekarang)
7. Ketua Kakus Lingkungan DPRD Se SUMBAR (2004-2009)
8. Penggagas Koperasi Jasa Keuangan Syariah ( KJKS) Kota Padang dan Majelis Pembimbing Daerah
9. Pramuka Kwarda Kota Padang (2009- Sekarang )
10. Penasehat Alumni Fakultas Pertanian (AFTA) SUMBAR (2012- Sekarang )
11. Penasehat Asosiasi Sekolah Sepak Bola (SSB) Sekota Padang (2013-Sekarang )
12. Alumni LEMHANAS 2012
13. Pengurus LKAAM Sumatera Barat
 
[pyg]

posted by @Adimin

Hasil Real Count Pilkada Padang, Mahyeldi-Emzalmi Menang


Berdasarkan Data dari Satuan Kerja Kesbangpol Kota Padang, dari total suara 11 kecamatan yang dikumpulkan oleh kesbangpol kota Padang berdasarkan data C1 dari semua TPS, pasangan Mahyeldi-Emzalmi yang diusung PKS dan PPP unggul dengan perolehan suara148.691 (50,23%). Sedang pasangan Desri Ayunda-James Helyward memperoleh suara 147.312 (49,77%).

Demikian rilis dari akun twitter @PROVINSISUMBAR sore ini, Rabu (5/3/2014).

Sedangkan hasil akhir Quick Count yang dilakukan oleh MIKA consultant politic yang disiarkan Padang TV, Mahyeldi-Emzalmi menang dengan perolehan suara 50,77%, sedang Desri Ayunda-James Helyward 49,23%, sampling error 1%.

Sebagaimana diketahui, Putaran kedua pilkada kota Padang berlangsung hari ini, Rabu (5/3/2014). Putaran kedua pilkada ini digelar karena pada putaran pertama beberapa waktu lalu, dari sepuluh pasangan tidak ada satu pasangan pun yang meraih suara 30%. Dua pasangan yang terbanyak meraih suara berhak mengikuti putaran kedua.

Dalam putaran pertama, pasangan Mayheldi-Emzalmi meraih 92.218 suara (29,46%), sementara Desri Ayunda-James Helyward memperoleh 59.845 suara (19,11%). [pyg]
 

posted by @Adimin

"Jangan Pilih PKS !" Ketika Haters Jadi Lovers

Written By Anonymous on 04 March, 2014 | March 04, 2014


Oleh: Mustofa B. Nahrawardaya

Jangan Pilih PKS !

AJAKAN ini sudah saya dengar dari tetangga, kerabat, teman kerja, hingga tukang ojek, sejak 2004 silam. Alhasil, saya pun akhirnya menjadi orang yang paling benci dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera). 

Pada tahun itu, kesibukan kerja saya hanya berkutat antara Surabaya-Jakarta, dan sesekali ke Klaten -- menengok orangtua dan tiga kakak saya yang memang ada di kota tanah kelahiran saya itu.

Apalagi kalau sedang di Klaten, maka ajakan menghindari Partai yang logonya didominasi warna putih, hitam dan kuning ini semakin kencang. Bahkan nyaris tidak saya lihat bendera PKS selama saya di pedalaman Klaten.

Sepanjang perjalanan dan perkampungan, pada setiap menjelang Pemilu, yang banyak saya lihat adalah bendera berwarna merah, khas dengan kepala bantengnya.

Ajakan semacam itu, bertambah santer ketika di pojok-pojok kampung saya banyak anak-anak muda pengangguran nongkrong sambil main kartu. 

Merekalah  penyambung ajakan yang paling dahsyat yang menyebar luaskan ajakan tersebut kepada anak-anak muda lainnya. Anak muda yang tidak tahu menahu seperti saya, banyak yang ikut-ikutan. Siapa anak-anak muda ini?

Anak-anak muda ini adalah lulusan SD hingga SMA yang tidak bisa bekerja, dan menunggu "kode" dari saudara-saudaranya di Jakarta yang rata-rata bekerja secara turun temurun sebagai penjual es puter dan tukang bangunan.

Gerombolan ini sudah ada sejak saya kecil. Biasanya, setelah Idul Fitri atau setelah Lebaran, mereka akan diajak ke Jakarta untuk menjadi penjual es puter dan juga tukang bangunan seperti senior-senior mereka.

Yang sering terjadi, para pemuda ini jika pulang ke kampung saat menjelang Lebaran, bukannya menjadi teladan yang baik, namun sebagian dari mereka malah mengajarkan kepada para pengangguran di kampung untuk nongkrong dan main kartu.

Bahkan sebagian lagi tidak punya rasa malu melakukan aksi mabuk-mabukan semalaman di dekat masjid. Botol-botol miras bergelimpangan saat pagi harinya. Kegiatan ini sudah saya lihat sejak saya kecil.

Untungnya, kata orang kampung saya agak  berbeda dengan remaja kebanyakan. Sejak SD saya memang merasa  tidak nyaman berkelompok dengan mereka. Saya lebih suka angon wedhus (memelihara kambing) di ladang, atau ikut orangtua menggarap tanam-tanaman ladang serta mengurusi kebun kelapa serta menjualnya hasilnya di pasar kota. Bersama kakak-kakak serta Bapak, biasanya sehabis subuh kami bersama berangkat ke pasar kota untuk mengantar kelapa-kelapa dan hasil ladang setiap harinya mengggunakan sepeda ontel tua. Keluarga kami adalah petani kelapa.

Botol Miras Bergelimpangan di Dekat Masjid

Saya tidak tahu. Apakah mungkin ada kesengajaan dari orangtua kami untuk menghabiskan waktu-waktu bersama mereka agar tidak bertemu dengan teman-teman yang suka nongkrong di dekat masjid kampung tersebut.

Saya sendiri tahu adanya botol miras bergelimpangan di dekat masjid, juga karena aktifitas orangtua yang kebanyakan di masjid, maka mau tidak mau saya juga terbawa kebiasaannya dengan mengikutinya ke masjid setiap masuk waktu shalat.

Kebetulan kebun-kebun milik keluarga berada di sekitaran masjid sehingga saat panen kelapa dan istirahat dan shalat menuju masjid, selalu melewati tumpukan botol-botol yang sudah kosong isinya itu.

Saya tidak ingat, apakah orangtua memasukkan saya di SMP Muhammadiyah 1 setelah lulus SD, juga karena adanya rasa khawatir orangtua akan bertemunya saya dengan anak-anak kampung  tersebut.

Yang jelas setelah lulus SD, saya dimasukkan ke Sekolah Muhammadiyah favorit di Klaten, dan saya tidak berani bertanya. Saat saya kecil, memang masih banyak yang meyakini bahwa sekolah tinggi juga susah mencari pekerjaan.

Oleh karena itu,  kata mereka, daripada percuma sekolah biasanya para tetangga memilih "menyekolahkan" anak-anak mereka ke Jakarta sebagai penjual es puter dan tukang bangunan.  Jarang yang sekolah tinggi. Kalaupun ada, kebanyakan hanya sampai SMP. Kalau beruntung, ada yang sekolah di SMA/STM/SMEA.

Dari ratusan keluarga, hanya beberapa yang mau menyekolahkan anaknya hingga ke Perguruan Tinggi. Salahsatunya keluarga saya.  Setelah SMP Muhammadiyah 1 Klaten, saya pun akhirnya meneruskan "ngaji" ke SMA Muhammadiyah 1 Klaten.

Di sekolah ini, selain menjadi Ketua OSIS, saya juga terpilih sebagai Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Klaten dalam Musyda (Musyawarah Daerah) IPM Klaten.

Sayangnya, saya harus meninggalkan kota kelahiran saya ini, karena harus meneruskan kuliah
dan bekerja Surabaya-Jakarta lebih dari 20 tahun lamanya sampai saat ini.

Tahun 2006, saya bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah dan belasan tokoh lain ikut membidani lahirnya pengajian terbatas berlokasi di samping rumah dinas Gubernur DKI, yang hanya diikuti oleh kalangan wartawan, artis, pengusaha, serta profesi unik lainnya misalnya pelawak, budayawan, dan lain sebagainya. Dari komunitas ini, tanpa diduga, saya akhirnya justru lebih banyak bertemu tokoh-tokoh yang ngefans PKS. Diam-diam, sebagian artis-artis yang ikut pengajian ternyata banyak ngefans ke PKS. Hebatnya, mereka tidak terganggu oleh propaganda anti PKS yang tetap ada di mana-mana. Termasuk dari saya.

Akan tetapi jika melihat kehidupan para artis yang ngefans ke PKS, saya akhirnya jadi penasaran, kenapa mereka mau saja aktif dan membantu aktifitas parpol itu, bahkan mau menjadi ikon beberapa programnya? Di beberapa televisi, saat itu memang banyak iklan sosial dari PKS, dan sebagian artis yang nongol di TV tersebut adalah kawan-kawan saya di pengajian. Meski begitu, saya tetap saja membenci.

Rancu, Sok Kerja dan Terlalu Percaya Diri

Partai ini menurut saya, banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang rancu, sok kerja, dan terlalu percaya diri. Boleh saya bilang, overacting, Bagaimana tidak? Di mana-mana mereka sok bangga mengenakan atribut PKS. Shalat pakai kaos PKS. Orang ngaji, kaos PKS. Orang gotong-royong, kaos PKS.

Bahkan sepakbola juga pakai kaos PKS. Anehnya, para PKS lovers itu tampaknya tidak risih mengenakan kaosnya meski tidak dalam masa kampanye. Kondisi itu jelas berbeda jauh misalnya, ketika saya tanyakan kepada warga yang katanya hanya mengenakan kaos pemberian Partai lain, sekedar kalau hanya mendekati kampanye saja. Kondisi itu jelas menambah kebencian saja. Saya pikir, PKS lovers ini terlalu fanatik.

"Sialnya", beberapa kali kegiatan sosial yang saya lakukan di pinggiran Jakarta serta beberapa kota kecil di daerah bersama komunitas, malah saya selalu bertemu dengan relawan PKS di lokasi. Setiap penyerahan bantuan, di sana banyak relawan PKS bersama warga.

Pemandangan ini jelas menjengkelkan. Karena saya pikir kegiatan sosial ini jadi mirip ditunggangi Parpol, maka kemudian saya mencoba mencari lokasi lain yang tidak ada relawan PKS-nya. Sayang, tak pernah menemukan. Dalam hati saya, kenapa semua tujuan kegiatan sosial saya, selalu bertemu dengan relawan PKS?

Bahkan para artis yang ikut kegiatan sosial juga heran, kenapa lokasi-lokasi yang saya sendiri memilihnya--dipilih oleh pembenci PKS, ternyata akhirnya juga di sanalah berkumpul para relawan PKS. Saya menyerah. Saya menyerah.  Pokoknya menyerahkan bantuan ya diserahkan saja. Gak peduli mau ada PKS atau tidak. Saya akui, nyaris saya tak bisa menghindari dari para relawan PKS yang bangga dengan kaos lengan panjangnya itu.

Benci Jadi Cinta

Tahun 2007, ketika banjir besar melanda Jakarta, titik kebencian saya kepada PKS mencapai titik kulminasinya. Maaf, lebih tepatnya, mulai surut. Saat itu, rumah keluarga kami di Jakarta Barat tenggelam. Lagi-lagi, relawan PKS memenuhi sudut perumahan. Perahu karet, perahu darurat, baju bekas dan bantuan makanan, banyak disuplai oleh mereka.

Yang membedakan dari yang lain, relawan-relawan ini begitu santun dan cepat dalam mengambil tindakan, dan tahu harus melakukan apa ketika melihat korban bergelantungan di teras-teras rumah, ketika korban ingin menyelamatkan harta bendanya. Persis apa yang dilakukan petugas penyelamat di film Titanic, para relawan itu berteriak-teriak ke semua rumah, memastikan apakah ada korban yang perlu ditolong...

Ajakan itu, malah membalik kebencian saya menjadi cinta. Betapa hebatnya...

*) Mustofa B. Nahrawardaya, saat ini menjadi Caleg PKS DPR RI Jateng V

___
sumber: http://www.tribunnews.com/tribunners/2014/03/04/jangan-pilih-pks

posted by @Adimin

Anis Matta dan Ridwan Kamil Unjuk Kelihaian Dribble dan Shoot


Bandung – Setelah berorasi pada Apel Siaga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung, Minggu (2/3), di Bikasoga, Buah Batu, Bandung, Anis Matta menyempatkan diri untuk melihat-lihat keadaan Kota Bandung. Presiden PKS itu ingin merasakan secara langsung aura perbaikan Kota Bandung, yang juga dikenal dengan sebutan Kota Kembang, setelah dipimpin oleh Ridwan Kamil.

Salah satu yang dikunjungi oleh Anis adalah Taman Musik yang baru diresmikan pada Sabtu (1/3). Di taman ini, Anis melihat Kang Emil, begitu Ridwan Kamil akrab disebut, yang sedang memegang bola basket. Menyadari Kedatangan sosok yang digadang-gadang sebagai capres PKS, Kang Emil tersenyum, lalu mengajaknya bermain basket.

“Ayo, Pres! Ayo, cari keringat,” ajak Kang Emil, sambil memantul-mantulkan bola basket, sesaat setelah menyalami Anis Matta.

Dipanas-panasi seperti itu, Anis yang berusia 45 tahun itu tertawa lebar. Ia kemudian menggulung tangan kemejanya. “Karena kita masih muda, mainnya jangan setengah lapangan. Kita main satu lapangan full aja, ya. Supaya lebih seru, lebih asyik,” Anis meladeni.

Mereka bermain bersama anak-anak muda yang kebetulan sedang berkumpul di taman itu. Anis Matta dan Ridwan Kamil satu tim. Permainan berlangsung seru. Kedua tim saling menyerang.

Baik Anis maupun Kang Emil sama-sama bersemangat mencetak angka untuk timnya. Mereka berkali-kali melakukan dribble dan shoot. Kerja sama yang apik itu akhirnya membuahkan hasil, Kang Emil mencetak angka.

Usai main basket, Anis Matta mengungkap pertemuan pertamanya dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil. “Saya memang sudah lama kenal Kang Emil. Dulu, tahun ’98, saya pernah keliling Amerika untuk ceramah. Di New York, saya bertemu beliau,” kenangnya.

Ketika ditanya tentang tujuan bermain basket bersama Ridwan Kamil, Anis menanggapi santai.

“Ini kan pertemuan dua teman lama. Jadi kami silaturahim biasa, main basket bersama-sama. Tapi secara umum, kami di PKS memang melakukan gerakan silaturahim secara massif, termasuk para capres PKS,” tuturnya, sambil tersenyum. [DLS/MFS/Anismatta.net]


posted by @Adimin

Anis Matta: Pemilu 2014, PKS Urutan Ke-2


Presiden PKS Anis Matta mengatakan ada kejutan besar pada Pemilu 2014 yang akan datang karena berdasarkan survei internal, PKS akan memperoleh 40-60 persen suara dengan menggabungkan pemilih yang belum menetapkan pilihan dan pemilih yang memiliki pilihan namun mungkin berubah.

Anis menuturkan bahwa kurang lebih satu pekan yang lalu, dia bermimpi. Mimpi yang baik dan dia suka menceritakannya. Oleh sebab itu, dengan penuh keyakinan dia menceritakan mimpinya.

"Saya bermimpi mengenai hasil pemilu 2014 dimana PKS menempati posisi ke-2 terbesar di Indonesia, dengan perolehan suara sebesar 19 %," ujar Anis Matta saat berorasi pada Apel Siaga PKS Bandung, Ahad (2/3) lalu.

Namun, Anis tidak menyebutkan partai apa yang berada di posisi pertama, karena hanya berbeda 1 %. 

"Dua hari yang lalu, saya menerima hasil survei dari daerah pemilihan (dapil) 4 di Jawa Tengah, yang menyatakan bahwa PKS menduduki posisi ke-2 di sana," kata Anis yang disambut takbir oleh hadirin.

Anis Matta juga menceritakan mengenai peristiwa Nabi Nuh dan banjir bandang. Beliau mengibaratkan PKS layaknya bahtera (kapal) Nabi Nuh, yang akan siap menampung suara masyarakat dalam banjir bandang pemilu 2014, yaitu suara dari masyarakat yang belum menetapkan pilihan dan masyarakat yang telah memiliki pilihan namun masih mungkin berubah-ubah.

Acara Apel Siaga PKS Bandung yang mengambil tempat di GOR Bikasoga ini dihadiri ribuan kader PKS sehingga gedung tersebut menjadi penuh sesak hingga keluar ruangan.

Dengan mengambil tema Bandung Juara, PKS menargetkan posisi pertama dalam pemilu 9 April 2014 di Kota Bandung. Turut hadir Sekretaris Jenderal PKS, Taufik Ridho, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Tate Qomaruddin, serta sederetan Calon Anggota Legislatif untuk DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota dari daerah pemilihan Bandung dan sekitarnya. [df/dm/anismatta.net]


posted by @Adimin

Ledia Hanifa: Biaya Haji tahun 2014 Turun

Komisi VIII DPR RI menyepakati bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) tahun 1435 atau tahun 2014 ini turun sekitar 300 USD. Penurunan BPIH ini disebutkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa karena beberapa komponen BPIH bisa diefisienkan.

“Dalam setiap rapat pembahasan BPIH, kami selalu menekankan kepada pemerintah bagaimana caranya bisa membuat efisiensi biaya haji ini tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jamaah. Itu sebabnya kami juga selalu mendorong pemerintah untuk lebih kuat dalam melakukan negosiasi soal biaya-biaya terkait pihak ketiga seperti biaya penerbangan, sewa pemondokan juga catering,” ujar politisi PKS ini dalam rilis-nya ke redaksi hidayatullah.com.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengusulkan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) tahun 2014 menjadi 50 juta rupiah dan berencana menaikkan biaya awal setoran haji, pada akhirnya pembahasan BPIH tahun 2014 antara pemerintah dengan

Bila tahun lalu BPIH ditetapkan pada angka USD3,527 (asumsi 1 USD=9600 rupiah) maka pada tahun ini BPIH ditetapkan menjadi 3219 USD dengan asumsi 1 USD= Rp. 10.500 yang akan digunakan untuk alokasi biaya tiket penerbangan, pemondokan di Makkah dan living allowance selama berhaji bagi jamaah.

Selain itu, masih ada kabar baik berikutnya bagi jamaah haji Indonesia. Mulai tahun ini biaya Dam bagi pelaku haji tamattu (yang selama ini dipilih sebagian besar jamaah haji asal Indonesia) kini termasuk dalam biaya yang dicover komponen biaya indirect cost.

“Dana bagi hasil uang setoran jamaah yang terkumpul selama ini kan sangat besar. Karena bersumber dari kumpulan uang jamaah sudah semestinya pemanfaatan bagi hasil uang setoran jamaah ini juga harus dimaksimalkan untuk kembali sebesar-besarnya kepada jamaah lagi. Maka kami juga menyepakati bahwa mulai tahun ini, bagi hasil uang setoran jamaah yang biasa kita sebut sebagai komponen indirect cost, dipergunakan diantaranya untuk transportasi, pemondokan di madinah, konsumsi di madinah dan armina serta untuk bayar dam haji tamattu,” jelas Ledia.

Dengan demikian kini jamaah haji tak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk membayar Dam yang kisarannya bisa mencapai angka SAR 475 atau sekitar 1juta 400 ribu rupiah.

Pengelolaannya pun berbeda. Bila pada tahun-tahun lalu jamaah mengeluarkan uang sendiri dan mencari hewan sendiri maka kini, biaya Dam diserahkan secara kolektif kepada Islamic Development Bank untuk kemudian pemotongan hewannya dikelola pula secara kolektif.

“Tentu saja jamaah diuntungkan karena selain tidak harus keluar biaya tambahan, tidak pusing mencari hewan sendiri sistem ini juga akan menghindari jamaah dari kemungkinan dikelabui oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang selama ini kerap menimpa jamaah Indonesia. Misalnya mendapat hewan sembelihan yang tak cukup syarat atau bahkan uang diterima tapi hewan tak disembelih,” kata Ledia lagi. [hidayatullah]



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger