Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 22, 2014
posted by @Adimin
[Movie Full] KAMPANYE PKS PECAH
Written By Anonymous on 22 March, 2014 | March 22, 2014
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN,
VID
March 21, 2014
posted by @Adimin
Menjual Capres PKS
Written By Anonymous on 21 March, 2014 | March 21, 2014
Sebagian kader PKS - dengan naluri manusiawinya - mungkin kecewa, atau geregetan, manakala di penghujung Januari lalu Majelis Syuro PKS tak kunjung mendeklarasikan seorang calon presiden definitif dari PKS untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Alih-alih, Majelis Syuro malah menetapkan lagi tiga kandidat capres setelah sebelumnya menggelar pemira internal yang menghasilkan lima besar nama tokoh internal yang diinginkan kader.
Bagi sebagian kader, kejelasan satu nama yang akan diusung sebagai capres sangat membantu agar bisa fokus menjual partai ini saat mereka berkunjung ke rumah-rumah warga. Penetapan satu nama membuat mereka bisa fokus mengeksplorasi prestasi dan daya jual dari tokoh itu. Kader PKS yang banyak diisi oleh orang kreatif akan lebih terarah memproduksi konten-konten menarik.
Sedangkan penetapan tiga nama, menurut mereka membuat masyarakat bingung dan menilai PKS tak tegas. Ada juga masyarakat yang resisten pada salah satu dari tiga nama itu. Akhirnya mereka malah menolak semuanya.
Faktor Elektabilitas
Beberapa survey memperlihatkan bahwa salah satu alasan para pemilih menentukan pilihannya pada partai politik pada pemilu legislatif mendatang adalah berdasarkan tokoh yang diusung sebagai capres. Jarang masyarakat yang memperhatikan program atau visi misi partai. Pengaruh individu masih dominan pada masyarakat kita.
Karena itu sudah sewajibnya PKS menawarkan sosok yang layak diangkat menjadi capres kepada masyarakat. Segala bentuk alasan pilihan harus dijajaki dan disediakan agar masyarakat berbondong-bondong memilih PKS dari jalan alasan apa pun.
Ada pengalaman menarik dari seorang pelaku direct selling pada saat PKS masih bernama Partai Keadilan. Pada masa itu, tahun 1999, mendekati pemilu pertama setelah reformasi, Fakultas Kedokteran UI menyelenggarakan debat calon presiden di Salemba, yang dihadiri oleh Amin Rais, Sri Bintang Pamungkas, Yusril Ihza Mahendra, dan calon dari PK: Didin Hafidhuddin. Dalam debat itu terjadi sedikit keributan kecil antara Yusril dan Amin Rais. Lalu Kiai Didin menengahi dengan kata-katanya yang bijak.
Rupanya hal itu terekam dalam ingatan masyarakat. Ketika kader PK datang ke rumah-rumah warga, mereka menjelaskan bahwa kiai Didin yang diusung oleh PK hadir pada debat capres kemarin. Sambutan warga rupanya positif. “Wah, kalau dia keliatannya bijak. Bagus itu orangnya.” Itu salah satu komentar warga. Masyarakat menjadi simpatik, dan closing pun mudah.
Berbekal pengalaman 99 lalu, rasanya masyarakat bisa digugah melalui rentetan 130 penghargaan kang Aher, atau testimony kekaguman tokoh nasional kepada Hidayat Nur Wahid, atau video orasi Anis Matta yang membahana. Buat mereka percaya PKS punya capres yang mumpuni, dan mereka akan mempertimbangkan memilih PKS.
Sisi Positif Penetapan Tiga Calon
Mungkin saja kader PKS yang kecewa karena penetapan tiga capres itu belum memahami ada sisi positifnya. Penetapan tiga calon ini sebenarnya bisa berdampak baik pada elektabilitas PKS asalkan dikelola dengan baik. Bagaimana mengelolanya?
Sebenarnya tiga capres yang ditawarkan PKS memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang menyandingkan jargon Cinta-Kerja-Harmoni pada karakter masing-masing capres. Anis Matta yang telah menelurkan buku “Biar Kuntumnya Mekar”, sebuah buku yang berisi nasihat rumah tangga, diidentikkan dengan karakter Cinta. Hidayat Nur Wahid, yang sosoknya diterima oleh berbagai kalangan umat beragama karena kesantunannya, diidentikkan dengan karakter Harmoni. Dan Ahmad Heryawan yang gemar mengoleksi berbagai penghargaan diidentikkan dengan karakter Kerja. Semuanya pas.
Anis Matta kita kenal jago orasi. Beliau memiliki retorika yang memukau. Hidayat Nur Wahid dikenal dengan sosok yang santun dan diterima oleh banyak kalangan. Berpengalaman memimpin lembaga tinggi negara yang merupakan modal menjadi presiden. Dan bersuku Jawa. Dan Ahmad Heryawan, adalah sosok yang sangat mudah dijual karena karya nyatanya.
Masing-masing capres ini pun memiliki pendukung fanatiknya di tubuh PKS. Dan PKS memiliki stok kader kreatif yang melimpah. Tampaknya, sebaran kader-kader kreatif yang menjadi pendukung masing-masing calon cukup merata. Mereka bisa saling berkompetisi memaksimalkan daya kreatifitasnya untuk mempopulerkan capres pilihan.
Mungkin saja ada masyarakat yang resisten dengan salah satu capres. Maka, tawarkanlah capres yang sesuai dengan kecenderungannya. Perkenalkan kelebihan-kelebihan capres yang sesuai hingga orang itu tertarik. Seperti kader PKS, masyarakat juga punya pilihan sendiri kepada capres PKS. Untuk warga Jawa Barat, tentu lebih dekat dengan kang Aher. Kepada masyarakat dari suku Jawa, tawarkan Hidayat Nur Wahid. Dan untuk kalangan intelek, bisa dijual ide-ide Anis Matta.
Majelis Syuro sengaja membuat kompetisi antar mereka. MS telah mengamanahkan agar masing-masing capres bekerja meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya. Kompetisi ini seperti sebuah pesta kecil yang bisa membuat orang menoleh – begitu yang diistilahkan Anis Matta. Saat masyarakat menoleh, maka masyarakat akan menyadari bahwa PKS memiliki stok kader berkapasitas pemimpin nasional.
Permasalahan PKS adalah ketokohan. Dan itu disadari oleh para kadernya. Selama ini mereka lebih suka menjual nama partai daripada nama tokoh. Tapi toh masyarakat belum bisa memisahkan individu dan institusi. Ketika ada individu yang bermasalah, tetap saja partai yang kena getahnya. Jadi, tokoh itu sangat menentukan. Popularitas seorang tokoh bisa mengangkat atau menurunkan institusi.
Oleh karena itu, dengan cara ini PKS mulai terbiasa menjual nama tokoh. Toh yang dijual adalah orang-orang berkapabilitas dan integritas semua. Sekali jual langsung tiga nama.
Zico Alviandri
*islamedia
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta: PKS Siap Memimpin Indonesia!
Written By Anonymous on 20 March, 2014 | March 20, 2014
Jakarta – Kesuksesan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadirkan sekitar 180 ribu kadernya saat hari pertama masa kampanye pada hari Minggu (16/3), di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menambah optimisme Anis Matta menghadapi pemilu 2014.
“Hari ini kita putihkan Jakarta, besok insya Allah kita putihkan Indonesia. Hari ini kita menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kita telah keluar dari badai dengan iman yang lebih kuat, tekad yang lebih kuat, dan insya Allah juga kesiapan untuk memimpin Indonesia,” katanya, mengacu pada warna atribut PKS yang didominasi warna putih.
Jika PKS berhasil memimpin Indonesia,Anis bercita-cita mewujudkan kehidupan masyarakat yang jauh lebih baik. Presiden PKS itu berharap setidaknya masyarakat Indonesia menjadi lebih baik pada tiga aspek, yaitu ekonomi, pendidikan, dan spiritual.
“Ketika PKS memimpin Indonesia, saya mencita-citakan keadaan masyarakat yang lebih baik dari saat ini. Saya membayangkan masyarakat Indonesia yang lebih soleh, lebih kaya, dan lebih pintar,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Anis mengajak seluruh kader dan relawan untuk memenangkan PKS di pemilu legislatif. Target tiga besar, menurut Anis, merupakan keniscayaan bagi PKS. Karena berdasarkan pemantauannya, tren suara PKS terus meningkat dari hari ke hari.
“Kita menargetkan PKS meraih tiga besar pada pemilu legislatif. Berdasarkan hasil survey, per hari ini, 57 kursi DPR RI yang dimiliki oleh PKS insya Allah bisa dipertahankan. Jadi mulai hari ini sampai pemilu legislatif nanti, fokusnya adalah menambah jumlah suara PKS,” jelasnya. [DLS/MFS/Anismatta.net]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2014
posted by @Adimin
Makna Tagline “Kobarkan Semangat Indonesia”
Jakarta – Usai berorasi di hadapan sekitar 180 ribu kader dan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada hari Minggu (16/3), di Gelora Bung Karno, Jakarta, Anis Matta menjelaskan makna tagline. Seperti terlihat pada apel siaga di seluruh Indonesia, PKS memang sering menggunakan tagline “Kobarkan Semangat Indonesia”.
“Kita ingin menangkap nilai utama yang bisa membuat kita kuat sebagai bangsa. PKS memang sengaja tidak menggunakan kata sifat untuk digabungkan dengan kata ‘Indonesia’ sebagaimana partai-partai lain. PKS mengambil intinya, yaitu ‘Semangat Indonesia’,” ungkapnya.
Dengan tagline itu, Anis berharap PKS bisa menang pada pemilu legislatif dengan mengusung nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia.
“Yang ingin kita munculkan dari tagline ‘Semangat Indonesia’ ini adalah semangat kebersamaan, semangat solidaritas, semangat cinta, kerja, dan harmoni. Konsepnya, karena PKS ingin memimpin Indonesia, maka kita ingin masuk ke lapisan masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Sebagai contoh bahwa PKS menerima keberagaman, Anis mengungkapkan bahwa di kampanye akbar ini PKS mengundang paduan suara gereja Spiritus Santos dari Ende, Nusa Tenggara Timur. “Mereka juga berkolaborasi dengan tim PKS dari berbagai daerah. Jadi, anggota PKS ini lengkap dari seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Selain Anis Matta, kampanye PKS yang berlangsung sekitar empat jam ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh PKS, seperti Ketua Majelis Syuro PKS KH. Hilmi Aminudin, Menteri Pertanian RI Suswono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Fahri Hamzah, Abu Bakar Al Habsy, dan sejumlah anggota DPR RI lainnya. [DLS/MFS/Anismatta.net]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2014
posted by @Adimin
Tak Punya Media, Ini Cara PKS Berkomunikasi dengan Pemilih
![]() |
| Foto: Hamid Murroghi |
JAKARTA - Besarnya liputan dan percakapan tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di hari pertama kampanye dijadikan modal untuk berkomunikasi dengan pemilih secara lebih intensif. Seperti diketahui lembaga monitoring Awesometrics merilis bahwa PKS merupakan partai paling populer pada kampanye perdana Pemilu 2014.
Peneliti Awesometrics Ridho Rahman mengatakan kampanye PKS pada Ahad 16 Maret lalu yang menghadirkan ratusan ribu orang telah menjadi pusat perhatian media.
Sekretaris Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi menyatakan popularitas PKS dalam pemberitaan di media dan dunia maya akan ditindaklanjuti dengan komunikasi intensif di lapangan.
"Kita tahu pemanfaat media sosial yang paling besar adalah pemilih pemula dan mereka yang lahir di atas tahun 1980-an. Nah, merekalah influencers (pemberi pengaruh) kepada masyarakat yang akan menyampaikan visi dan perjuangan PKS dari pintu ke pintu," kata Dedi dalam rilisnya kepada okezone, Rabu (19/3/2014).
PKS, tambah Dedi, memang tidak memiliki media publik yang bisa dimanfaatkan untuk publikasi partai secara massif sebagaimana beberapa partai peserta pemilu lain. Namun ia yakin, kini masyarakat punya pilihan media yang menjadi alternatif untuk mendapatkan data pembanding, yaitu media sosial.
"Contoh dalam kasus korupsi, ternyata terbukti PKS paling kecil jumlah kasus korupsi diantara partai-partai peserta pemilu 2014 lainnya,” ujar Dedi merujuk data yang dikeluarkan akun twitter @KPKWatch_RI.
Meski demikian, Dedi yang juga caleg DPRD DKI dari Jakarta Pusat ini, meyakinkan bahwa PKS tidak menoleransi kasus korupsi di partainya. Ia mengingatkan bahwa pada sedikit kasus dugaan korupsi, pejabat PKS terkait langsung mengundurkan diri.
"Kami hanya ingin masyarakat makin cerdas dalam memilih seraya berharap ekspose yang berimbang dari media," pungkas Dedi. [ahm/okezone]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2014
posted by @Adimin
Dide, Vokalis Hijau Daun Dukung PKS
Vokalis Grup Band Hijau Daun, Dide melalui akun twitternya @HD_Dide menyatakan dukungannya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
“Pks ,pks ,pks , terbersih dari yang terkotor … Bravo pks” begitulah isi salah satu tweet dari @HD_Dide
Dide juga meyakini kalau tahun ini adalah tahunnya PKS.
“Kali ini tahunnya PKS … O3 coblos pemimpin2 yang menjaga amanah saudaraku” ujarnya dalam salah satu kicauannya di twitter.
Bahkan ketika ditanyakan oleh salah seorang caleg dari PKS yang bernama Hermawan melalui akun twitternya @HermawanNo5, Dide menyatakan bahwa dia sudah dukung PKS dari tahun 1998, sejak jaman PK.
“Hati saya dr 98 PK trus ke PKS”@HermawanNo5: Vokalis hijau daun pilih PKS juga :D “@HD_Dide: Kali ini tahunnya PKS … O3 coblos” tulisnya.
Dide juga mendoakan caleg PKS tersebut agar selalu menjaga amanah rakyat.
“Semoga antum klo terpilih selalu menjaga amanah rakyat saudaraku hidup PKS”@HermawanNo5: Vokalis hijau daun pilih PKS juga :D” katanya.
Dan ketika ditanyakan oleh akun salah seorang simpatisan PKS melalui akunnya @simpatisanPKS, apakah ini (akun @HD_Dide – red) adalah benar akun vokalis Hijau Daun, Dide menjawabnya dengan mantap.
“Yap tq saudaraku”@simpatisanPKS: @HD_Dide ini beneran akun vokalis hijau daun? Ga percaya sebelum bikin video nyanyi “suara…ku milih PKS” urainya. [pkscibitung/tm]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 19, 2014
posted by @Adimin
Garin: PKS Memperlihatkan Kekuatan Massa Terorganisir
Written By Anonymous on 19 March, 2014 | March 19, 2014
Sineas Garin Nughroho melihat ada satu fakta yang tak bisa dipungkiri melihat geliat kampanye perdana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang dihadiri ratusan ribu massa, Minggu (16/3).
“Sebuah perlawanan diam-diam yang tersusun rapi setelah penurunan citra, menunjukan kekuatan massa terorganisir yang disusun kembali,” tegas Garin Nugroho kepada redaksi KABARLAIN.
Dalam pandangan Garin, dilema PKS, awalnya dihormati sebagai partai dengan pelayanan masyarakat yang kuat lewat organisasi kuat. Namun setelah berkuasa terlalu cepat berganti dengan politik panen dan kekuasaan, kehilangan citra.
“Maka dulu, meski organisasi berbasis agama tetap dihormati lawan karena pelayanan publiknya yang kuat dan hinga ranting kecil, sekarang harus merenungi ulang lima tahun lalu. Saya waktu itu ngajar di UI sudah mengisyaratkan hal itu,” tutur Garin.
PKS Partai Kader Terbaik
Kehadiran massa PKS yang membludak di GBK, memperlihatkan secara nyata, bahwa PKS adalah partai kader terbaik di antara beberapa partai peserta Pemilu 2014. Fakta kader terbaik diperlihatkan massa PKS yang memenuhi Selain seluruh tribun yang mencapai 120 ribu kursi, terlihat massa PKS juga memenuhi lapangan tanah merah.
Namun, panitia tetap melarang peserta masuk ke rumput hijau. Sementara di luar stadion, peserta yang tak tertampung di dalam juga terlihat cukup banyak.
Patuhnya kader PKS yang tak menyentuh rumput stadion GBK, memberi sinyal positif, bahwa kaderisasi yang dikerjakan PKS berjalan dengan benar dan lempang.
Presiden PKS, Anis Matta mampu menghipnotis kader PKS yang memenuhi GBK. “Saya mencium aroma kemenangan. Kita sudah lewati sebuah drama 1 tahun lalu, drama Nabi Yusuf. Ketika dia dimasukkan ke dalam sumur, sekarang kita sudah keluar dari sumur itu,” tukas Anis Matta.
(Krisdarefa Karim/KABARLAIN/muslimina)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 19, 2014
posted by @Adimin
PKS 'Putihkan' Media Sosial
JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mampu menyedot perhatian media massa pada kampanye perdana di Gelora Bung Karno, Ahad (16/3). Selain itu, pada awal kampanye itu PKS juga telah memutihkan media sosial Twitter dan Facebook.
Peneliti Awesometrics Ridho Rahman mengatakan di Facebook dan Twitter penyebutan 'Partai Keadilan Sejahtera' dengan jargon utama “PKSM3NANG” mendominasi media sosial pada Ahad (16/3). Mesin Awesometrics menghitung perolehan PKS sebanyak 63.542 kali penyebutan di dua ranah media sosial ini.
"Pesaing terdekatnya, PDI Perjuangan hanya meraih 10.315 dan Partai Golkar mengantongi 8.202 percakapan," kata Ridho dalam siaran persnya kepada Republika, Rabu (19/3).
Menilik interaksi di akun Twitter @pkspiyungan, akun influencer yang diduga berafiliasi dengan PKS, ada 13.652 percakapan, dan aktivitas tertinggi diperoleh dari retweet atas 222 kali kicauan @pkspiyungan. Jakarta, kata Ridho, sebagai salah satu lokasi strategis untuk merebut jumlah elektoral tinggi tampak dimanfaatkan dengan baik oleh PKS.
Momen hari pertama di Ibu Kota, menurut dia, seakan menjadi bukti kesiapan seluruh kader sekaligus melempar sinyalemen kepada parpol-parpol lain bahwa PKS siap all out alias habis-habisan untuk kembali dengan aksi 'pemutihan' di kota-kota berikutnya.
Jika PKS tetap konsisten dengan jumlah massa pada kampanye, ini akan menjadi pantauan yang menarik jika penyebutan di media massa dan media sosial pun tetap meraih angka tinggi. [Republika.co.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 18, 2014
posted by @Adimin
Inilah Sumber Dana Mobilisasi Massa PKS di Kampanye Perdana
Written By Anonymous on 18 March, 2014 | March 18, 2014
Jakarta (17/3) - Kampanye perdana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kemarin, Minggu (16/3) berhasil mencapai target dalam memadati SUGBK, Senayan, Jakarta. Ratusan ribu kader dan simpatisan berhasil memenuhi SUGBK di dalam hingga luar arena stadion.
Berkumpulnya kader dan simpatisan PKS yang hampir berjumlah 150 ribu orang itu tentu tidak memakan dana yang sedikit. Biaya yang digunakan untuk sewa bus, menyiapkan makan siang dan membuat perlengkapan kampanye seperti spanduk dan banner diungkapkan oleh Presiden PKS, Anis Matta berasal dari kantong-kantong kader dan simpatisan PKS sendiri.
"Dana kampanye konsepnya patungan, misalnya ada yang menanggung biaya bus, makan dan lain-lain," ungkap Anis di Jakarta.
Hal ini dibenarkan dengan pernyataan seorang kakek yang turut hadir di kampanye itu. Mukhtar (59), dengan memacu motor tuanya, pria yang sudah sepuh ini memiliki tekad yang kuat agar sampai di SUGBK untuk mengikuti kampanye perdana PKS. Tanpa diberi uang, Mukhtar membiayai sendiri keperluannya pergi ke SUGBK.
"Sejak selepas shubuh saya sudah siap-siap ke senayan, dua jam perjalanan dari rumah. Saya cinta PKS, Mas," katanya. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 17, 2014
posted by @Adimin
Pemimpin Tidak Merdeka, Seperti Menegakkan Benang Basah
Written By Sjam Deddy on 17 March, 2014 | March 17, 2014
pkspadang.com– Pemimpin berjiwa merdeka, pasti
menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Namun jika jiwanya tidak
merdeka, dia tidak akan tunduk aturan Allah. Demikian disampaikan
Sekertaris Jenderal (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda
Indonesia (MIUMI) Pusat, Bachtiar Nasir, mencermati fenomena
kepemimpinan saat ini.
“Tahajudnya bagus, umrohnya sering, suka bangun masjid. Tapi, kalau
jiwa-jiwa tidak merdeka, tunduk pada aturan yang bukan aturan Allah,
seperti menegakkan benang basah,”ucapnya di depan sekitar seribu jamaah
Majelis Tadabbur Quran (MaTaQu), Masjid Baitul Ihsan, Jakarta Pusat,
Sabtu, 15 Maret 2014.
Pimpinan Arrahman Quranic Learning Islamic Center (AQL) itu melihat
contoh sosok seorang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai pemilik
jiwa merdeka.
Perempuan yang pernah dinobatkan sebagai Wali Kota terbaik dunia asal
Indonesia itu berhasil menutup empat lokalisasi di Surabaya. Sepak
terjangnya selalu diukur dari keridhaan Allah. Kekhawatiran terhadap
pertanggung jawabannya kelak di akhirat, membuatnya menutup lokalisasi.
Itulah yang membuat proses penutupannya, ulas Bachtiar, relatif tidak
ada gejolak.
“Enak jadinya kalau sudah la ilaha illallah. Tapi ada yang
nentuin jilbab aja, bingung,”ucapnya mengomentari pernyataan petinggi
Kapolri yang masih tidak jelas mengambil sikap hal polisi wanita
(Polwan) dalam berjilbab.
Bachtiar juga melihat sosok pemimpin berjiwa merdeka di negeri
Malaysia. Menurutnya, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
pernah menyatakan, “Silahkan bawa masuk uang, asal jangan pernah bawa
Syiah masuk Malaysia!”. Menurutnya, sinyalemen ini menjadikan para
aparat pemerintahan di sana konsisten menghalau pertumbuhan aliran
sesat.
Tidak untuk Islam, Tinggalkan
Bachtiar menambahkan, jika saja Kapolri meluluskan keinginan para
Polwan menutup auratnya, maka kemenangan hakiki akan didapat. Dalam
setiap aturan Allah, terdapat hikmah yang berguna bagi makhluk
ciptaan-Nya. Aturan yang terdapat di Al-Quran, diberikan supaya jalan
hidup manusia tidak berbenturan dengan keberadaan ciptaan Allah lainnya.
“Seperti thawaf, kenapa Allah memerintahkan thawaf dengan menempatkan
Ka’bah di sisi kiri badan? Kalau Allah menempatkan Ka’bah di sebelah
kanan kita, pulang-pulang, banyak jamaah yang gila karena perputaran
sel-sel tubuh sesuai dengan thawaf,” ujar Ketua Lembaga Tadabbur Quran
Indonesia (LaTaQia) itu menjelaskan.
Sama halnya jika seorang pemimpin hanya tunduk pada kekuasaan manusia lainnya. Ia akan mengalami kerusakan orientasi kehidupan
“Dan kita, akan menjadi orang gila kalau kita tidak menuruti aturan
Allah yang telah menciptakan kita di dunia ini!”tukas lulusan
Universitas Islam Madinah itu.
Selanjutnya, Bachtiar menghimbau jamaah untuk tidak tergiur pada berbagai janji dan jargon kampanye peserta Pemilu 2014.
“Kalau sudah meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, kalaupun partai
Islam, tinggalkan! Yang tidak bekerja untuk Islam, tinggalkan! Yang ragu
bersama Islam, tinggalkan! Karena berjuang untuk hal seperti itu hanya
bekerja untuk pepesan kosong,”ucapnya tegas
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN



.png)



.png)
