pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kampanye di Jatim, Presiden PKS Akan Cek Suara, Ada Apa?

Written By Anonymous on 29 March, 2014 | March 29, 2014

Presiden PKS Anis Matta berorasi di depan puluhan ribu massa PKS di lapangan Imam Bonjol Padang, selasa (25/3) lalu.
SURABAYA-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta akan mengecek suara partainya di Jawa Timur melalui kampanye akbar dengan menghadirkan sekitar 35 ribu massa di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (30/3).


"Presiden PKS sebagai juru kampanye nasional datang bersama calon legislator DPR RI dapil Jatim I, Sigit Sosiantomo," ujar Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjunianto kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Selain berorasi, pada kampanye tersebut akan ditampilkan hiburan rakyat dan hiburan religius yang mengandung nilai pendidikan.

"Kami ingin kampanye tidak saja jadi ajang meraih simpati masyarakat untuk memilih PKS dalam Pemilu nanti. Tapi juga wahana hiburan masyarakat yang beretika dan mendidik. Bukan hanya tontonan, tapi tuntunan," katanya.

Politisi yang juga seorang dokter hewan tersebut menjelaskan, ada tiga muatan penting yang dicapai melalui kampanye kali ini, yakni sebagai sarana menjaga semangat juang kader PKS, tempat bersilaturahim antarkader serta menjadi pembelajaran politik kader dan masyarakat luas.

"Kampanye ini sekaligus sebagai ajang menyapa sebanyak mungkin masyarakat sehingga lebih mengenal dan akan memilih PKS pada Pemilu 9 April mendatang," kata caleg DPRD Jatim dapil I itu.

Di lain pihak, berdasarkan survei internal partai tingkat wilayah dengan lembaga survei pusat hasilnya tidak jauh berbeda. Untuk posisi DPR RI diprediksi memperoleh 10-12 kursi. "Sama dengan DPRD Provinsi Jatim yang diperkirakan meraih 10-12 kursi. Sedangkan, untuk DPRD tingkat kabupaten/kota sifatnya variabel," kata Hamy.

Sementara itu, ketika disinggung tentang pencalonan presiden dari PKS, partainya masih menetapkan tiga nama yakni Anis Matta, Ahmad Heryawan (Aher) dan Hidayat Nur Wahid (HNW). Ketiganya telah mendapat tugas berkampanye terpisah sebagai bagian dari strategi untuk memenuhi target perolehan kursi di semua tingkatan.

"Kang Aher konsentrasi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, HNW di Jawa dan Anis Matta di Jawa Timur dan mewakili Indonesia bagian timur. Kalau skenario ini berhasil maka berikutnya diserahkan ke majelis syuro partai," kata dia. [ROL]

posted by @Adimin

survei Politicawave: Dua calon legislatif PKS teratas di twitter


Jakarta - Dua calon legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, dan Fahri Hamzah, tertinggi dalam kategori jumlah pengikut dan jumlah perbincangan (mention) di media sosial twitter, berdasarkan survei Politicawave.

Sembiring meraih pengikut terbanyak yakni 732.015 pengikut, seperti dikutip dari keterangan pers Politicawave di Jakarta, Sabtu. Hamzah menjadi yang paling banyak diperbincangkan atau disebut (mention) yakni 1.509 kali.

"Politicawave menganalisa data di twitter sejak masa kampanye resmi dimulai 16 Maret hingga 23 Maret," kata Pendiri Politicawave, Yose Rizal.

Di belakang Sembiring, terdapat calon legislatif Dapil DKI Jakarta III Partai Demokrat, Farhat Abbas, dengan 571.000 pengikut. Kemudian, caleg Dapil Jateng III Ulil Abshar Abdalla dari Demokrat (350.000 pengikut), caleg Dapil Jateng VII Demokrat, Edhie Baskoro Yudoyono (286.000 pengikut) dan caleg Dapil Jatim VI PDIP, Pramono Anung (263.000 pengikut).

Kemudian, untuk caleg yang paling banyak disebut dan berada di bawah Fahri adalah caleg Dapil Jateng III Ulil Abshar Abdalla (Demokrat/1.509 sebutan), caleg Dapil DKI Jakarta II Hidayat Nur Wahid (PKS/1.168 sebutan), Dapil DKI Jakarta III Farhat Abbas (Demokrat/1.048 sebutan) dan Caleg Dapil Jabar 1 Yusnan Solihin (Gerindra/896).

Mengenai parpol yang calegnya paling banyak memiliki akun media sosial adalah Nasdem dengan 559 caleg, Golkar (560 caleg), PAN (560 caleg), PDIP (560 caleg), dan PKS (492 Caleg), Gerindra (557 caleg), Demokrat (560 caleg), PKB (558 caleg), Hanura (558 cakeg), PPP (548 caleg), PKPI (556 caleg) dan PBB (540 caleg). [Antara]


posted by @Adimin

Jaga Kesehatan Tetap Prima, Anis Matta: Kuncinya Rajin Berolahraga



Balikpapan – Untuk menjaga staminanya tetap prima, Anis Matta punya cara tersendiri. Seperti Jumat (28/3) pagi ini, bukannya istirahat setelah berhari-hari kampanye di berbagai daerah, presiden PKS itu memilih untuk berolah raga bersama wartawan di Pantai Kemala, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sebelum pertandingan dimulai, Anis menunjukkan optimismenya. “Kita mau mencetak tiga gol. Kalau sudah tiga gol, kita ulang lagi dari nol,” candanya.

Tim dibagi dua, kubu presiden versus wartawan. Pertandingan pun dimulai. Anis tampak bersemangat menggiring bola. Gerakannya yang lincah menjadi modal utama untuk menjalankan tugas sebagai striker.

Pertandingan baru berjalan tiga menit, Anis sudah mendapat peluang. Sayang, tendangan kaki kanannya masih melebar ke sisi kanan gawang.

Beberapa peluang hadir kemudian, namun belum berhasil dikonversi menjadi gol. “Bermain di pasir ternyata berbeda, ya. Kita baru bawa bola, sudah terpeleset di pasir,” kata Anis, yang saat ini berusia 45 tahun, lalu tertawa.

Pada pertandingan ini, Sekjen PKS Taufik Ridho mencatatkan namanya sebagai pencetak gol untuk kubu presiden. Ketika para pemain sudah berkeringat dan skor pertandingan menunjukkan angka 3-2 untuk kemenangan tim presiden, kedua tim sepakat untuk menghentikan pertandingan. Ah, benar-benar pertandingan “jalanan” khas anak muda! [DLS/MFS]



posted by @Adimin

Fotonya Bimbim Slank Dipakai Kampanye : "Bimbim marah-marah? itu berita gak bener"



Slank: Sejak 1991, Atribut Kami Sering Dibawa dalam Kampanye


JAKARTA, KOMPAS.com -- Bimbim, drummer band Slank, mengatakan bahwa atribut-atribut Slank sudah sering dibawa dalam kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) sejak 1991. Hal itu disampaikannya berkait dengan beredarnya foto hasil manipulasi yang memperlihatkan ia seolah mengajak para penggemar Slank atau Slankers mendukung partai politik tertentu.

"Dari (kampanye) Pemilu 1991, bendera Slank, foto Slank, suka dibawa partai. Foto Kaka dibawa partai, buat gue itu enggak masalah. Jadi, kalau ada berita Bimbim marah-marah (karena foto, bendera, atau atribut-atribut lain dari Slank dibawa dalam kampanye), itu enggak bener," kata pemilik nama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini dalam wawancara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (28/3/2014).

"Kalau foto Kaka, bendera Slank, atau foto Bang Iwan Fals dibawa dalam kampanye, itu sering ya. Kan banyak juga Slanker yang ikutan kampanye," imbuhnya.

Di luar masalah atribut-atribut Slank dibawa dalam kampanye Pemilu, Bimbim berharap para Slanker tetap menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2014.

"Kalau kita nyoblos, kita bisa protes, bahkan bisa ngejatuhin mereka (kalau pemimpin terpilih tak bertugas dengan baik dan benar). Kecuali kalau enggaknyoblos, jangan protes," pesan Bimbim.

sumber: KOMPAS



posted by @Adimin

Anis Matta Akan Mengindonesiakan Budaya Berdagang

Written By Anonymous on 28 March, 2014 | March 28, 2014


Disetiap daerah yang didatanginya, Anis Matta pasti selalu mempunyai materi kampanye yang khusus dan sesuai dengan daerah tersebut. Di lapangan Imam Bondjol, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Anis Matta dalam orasinya juga menyampaikan bahwa salah satu kunci kesuskesan ada pada berdagang, dan Anis Matta sangat salut dengan jiwa berdagang yang dimiliki oleh orang-orang Minang.

“Kalau mau makmur dan sejahtera ya berdagang. Kelak kalau saya diamanahkan jadi Presiden, salah satu program saya adalah mengindonesiakan kultur budaya Minang yaitu berdagang. “Orang Minang itu kaya raya karena hobi berdagang,” ucap Anis Matta penuh semangat.

Selain itu, Anis juga mengajak para simpatisan untuk ‘memutihkan’ istana. ”Istana ini sudah pernah merasakan merah, sudah pernah rasa kuning, sudah pernah rasa biru. Yang belum apa?” tanya Anis sambil kepada belasan ribu peserta kampanye, di lapangan Imam Bonjol, Padang, Sumbar, Selasa (25/3/2014).

“Putih!!!” teriak massa dengan antusias.


[Anismatta.net]

posted by @Adimin

Anis Matta: 3 Ciri Orang Indonesia Jika Dipimpin PKS


Menurut Presiden PKS Anis Matta, ada 3 ciri yang akan kelihatan pada wajah orang-orang atau masyarakat Indonesia jika dipimpin oleh PKS. Hal ini diungkapkan Anis Matta dalam orasinya pada kampanye PKS di Medan, Rabu (26/3) kemarin.

"Ada yang bertanya jika Indonesia dipimpin oleh PKS akan seperti apa wajah orang Indonesia. Saya bilang nanti kalau Indonesia dipimpin PKS, orang Indonesia itu akan punya 3 ciri. Ciri yang pertama adalah, orang Indonesia insya Allah lebih sholeh," ujar Anis didepan puluhan ribu kader dan simpatisan PKS.

Selanjutnya ciri yang kedua menurut Anis Matta adalah orang Indonesia insya Allah lebih pintar.

"Dan yang ketiga adalah, orang Indonesia insya Allah lebih kaya. Sholeh, Pintar, Kaya. Kalau kita bolak-balik Pintar, Kaya, Sholeh. Jadi apa itu," tanya Anis pada hadirin. Semua hadirin serentak menjawab," jadi PKS".

Anis menambahkan bahwa ketiga ciri tersebut telah ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul "Gelombang Ketiga Indonesia". 

Anis juga mengatakan bahwa Istana pernah mengalami berbagai warna.

"Istana kita sudah pernah rasa merah, sudah pernah rasa biru, dan sudah pernah rasa kuning. Yang belum pernah rasa putih. Insya Allah sekarang saatnya istana rasa putih," katanya.[dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

Ketiga Anak Anis Matta: Ingin Ikut Abi, Berdakwah dan Berpolitik


Balikpapan- Tiga anak laki-laki Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hazem Anis Matta, Ayman dan Roid ikut berkampanye dengan ayahnya ke beberapa kota. 

Ketiganya ingin mengikuti Abi, panggilan terhadap Anis Matta menjadi seorang politisi dan ingin membesarkan PKS untuk masa yang akan datang. 

"Saya ikut Abi (panggilan Anis Matta) karena saya ingin mengikuti jejak Abi, ingin jadi politisi," kata Ayman (16 tahun) saat bincang-bincang dengan ANTARA News, di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Ayman mengikuti Anis Matta berkampanye mulai dari kota Bingkuang (Padang), Medan dan Balikpapan. 

Bahkan Ayman meminta izin kepada sekolahnya guna mengikuti ayahnya berkampanye. 

"Saya tahu seperti apa kampanye partai politik itu. Saya mengenal dunia politik lebih jauh," katanya. 

Tak jauh beda dengan Ayman, Hazem yang bercita-cita sebagai pemikir itu menyatakan, dirinya akan mempergunakan ide dan pemikirannya untuk PKS. 

"Mudah-mudahan, dengan menjadi pemikir, saya bisa memberikan yang baik kepada PKS," kata Hazem (17 tahun) itu. 

Sedangkan bagi Roid, menjadi politisi sama artinya menjadi dakwah dengan menyampaikan kebenaran melalui sebuah organisasi. 

"Alasan saya menjadi politisi karena saya bisa berdakwah. Berdakwah tidak hanya di masjid-masjid, tapi melalui partai politik, juga bisa berdakwah," ungkap Roid. [antara]


posted by @Adimin

Bertemu di Padang, Anis Mampir ke Pesawat Pribadi Surya Paloh

Written By Anonymous on 27 March, 2014 | March 27, 2014


Jakarta - Presiden PKS Anis Matta dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sama-sama berkampanye di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (25/3) kemarin. Keduanya sempat bertemu dan berbincang di Tanah Minang.

Pantauan di ruang VIP Bandara Minangkabau, Padang, Sumbar, Anis lebih dulu datang dengan mobil Camry hitam B 1200 KAA sekitar pukul 09.20 WIB. Menyusul Paloh yang datang pukul 10.08 WIB.

Paloh lebih dulu bertemu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Irwan yang dari PKS memang sejak kemarin menemani Anis berkampanye di Padang. Suasana yang cair dan hangat diperlihatkan keduanya.

Anis tak kunjung keluar ruangan VIP hingga akhirnya tak bertemu Paloh yang keburu menuju pesawat pribadinya yang berlogo NasDem. Paloh tidak berlama-lama, hanya sekitar 15 menit dan langsung masuk ke pesawat Lineage 1000 itu.

Anis lalu keluar ruangan VIP mengikuti Paloh. Dia naik ke atas pesawat menemui Bos Media Group itu. Keduanya sempat berbincang hangat sekitar 20 menit ditemani Gubernur Sumbar di kabin mewah pesawat Nasdem itu.

"Ngobrol yang umum-umum saja. Beliau mengapresiasi PKS dan juga PKS mengapresiasi NasDem sebagai partai baru," kata Anis usai keluar dari pesawat.

Kedua petinggi partai itu memang sedang berada di Tanah Minang dalam rangka kampanye. Selasa (25/3) kemarin, Anis berorasi di lapangan Imam Bondjol sedangkan Paloh memimpin kampanye di Stadion Haji Agus Salim.

Keduanya pun tak sempat bersua karena hari ini, Anis melanjutkan kampanye ke Medan, Sumatera Utara. Sementara, Paloh bertolak ke Solo, Jawa Tengah. [dtk]



posted by @Adimin

PKS Rapopo


PKS JAKARTA - "PKS rapopo" merupakan istilah yang berasal dari bahasa Jawa, yang artinya "PKS tidak apa-apa". Istilah ini sangat pas saat banyaknya serangan terhadap PKS dalam beberapa pekan terakhir ini.

Bagusnya memang kader dan para pimpinan PKS tidak menggubris dan tidak mempermasalahkan serangan-serangan tersebut. Menurut PKS, rakyat Indonesia saat ini sudah cerdas dimana black campaign tidak akan mudah diterima begitu saja.Mau bully silakan, mau ngejek silakan, masyarakat sudah mengerti dan bisa menyaring mana yang benar dan mana yang tidak benar. Mau dukung PKS silahkan, kalaupun tidak dukung … PKS akan tetap memperjuangkan aspirasi anda, PKS rapopo.

PKS mengaku telah sering menerima serangan-serangan negatif dan bully di media maya maupun media massa. Namun PKS bukanlah partai baru, PKS telah beberapa kali maju pada pentas pemilu dan menang di banyak pilkada.

Harus dipahami bahwa sekarang sudah masuk minggu-minggu politik. Serangannya kadang terasa terorganisasi, namun PKS sudah sangat sering diserang maupun dicemooh. Sekali lagi PKS rapopo. [pkspancoran]


posted by @Adimin

[Foto] PKS Sumbar Putihkan Lapangan Imam Bonjol










posted by @Adimin

Gaya Anis Matta

Anis Matta saat berorasi di depa puluhan ribu massa PKS di lapangan Imam Bonjol Padang, selasa (25/3).


Oleh: KHAIRUL JASMI / 
Pemimpin Redaksi Harian Singgalang

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta tampil gaul dalam kampanye akbar di Imam Bonjol, Padang, dua hari lalu. Enjoy, ringan dan penuh riang, mungkin juga penuh cinta. Presiden partai termuda itu, memberi ciri, PKS mulai membuka diri, bukan eksklusif lagi.

Gaya Anis Matta saat di Imam Bonjol yang memakai jeans, baju kaos dan sepatu runcing, seperti sedang meliuk ke dunia kelas menengah perkotaan. Di Indonesia kelas menengah saat ini berjumlah 150 juta orang. PKS rupa-rupanya hendak meneguk minuman segar dari “samudera biru” di mana pasar bukan direbut, tapi diciptakan. Karena itu Anis yakin, partai ini akan meraih 4 kursi untuk DPR dari Sumatera Barat. Soal tercapai atau tidak, itu urusan lain.

Di daerah ini, kader PKS, Gubernur Irwan Prayitno, juga lebih renyah. Main drum, menyanyi dan piawai maracak motor balap. Satu sisi seperti aneh, tapi dilihat dari sudut lain justru membuat galinggaman anak-anak muda untuk memacu prestasinya di bidang tersebut. Tentu ada juga yang tak suka.

Waktu kampanye di Imam Bonjol, gubernur memakai kacamata hitam, pake celana jins. Saya suka gaya seperti itu, sebab tidak lagi mengurung diri. Ada niat dari PKS untuk berubah dan lebih menjangkau massa yang lebih luas. Apa memang mau berubah atau tidak, hanya PKS yang tahu dan kelak rakyat akan menyaksikan janji perubahan itu terlaksana atau tidak.

Seperti kata Anis Matta, PKS terbuka bagi siapa saja. Bagi saya ini menarik, jauh lebih menarik ketika partai ini memutihkan Gelora Bung Karno dan di sana mars PKS dibawakan paduan suara dari Gereja Ende, NTT. Disebutkan juga, PKS ingin menguasai Indonesia dan sekarang berusaha menjadi tiga besar. Perspektif PKS ini, seharusnya menjadi bahan kajian bagi partai lain, sebab sudah diumumkannya. Jika partai lain “tidur” maka impian PKS akan terwujud. Satu hal kelebihan PKS yang suka atau tidak langkahnya terukur, karena memang diukur. Partai ini, percaya pada hasil survei, sebuah instrumen di dunia modern.

Ketika kampanye akbar di Imam Bonjol, menurut laporan reporter hadir 50 ribu massa. Materi kampanye pun mengarah pada era baru. Ini merupakan kampanye akbar pertama dan terbesar di musim pemilu 2014 ini, entah kalau ada pada hari-hari menjelang 9 April, mari sama-sama kita lihat. Sejauh itu, baru PKS yang berani masuk ke Imam Bonjol. Partai yang satu ini memang aneh, sebab terjilapak oleh Luthi Hasan Ishaaq, ternyata tidak berkelukuran, malah bangkit. Ini yang oleh Anis disebut gerakan PKS terilhami oleh kisah Kapal Nabi Nuh.

Anis Matta yang 46 tahun, Irwan yang 50 tahun, Mahyeldi yang 47 tahun, merupakan anak muda yang kini menjadi ikon PKS. Di Sumbar, Irwan pun menjadi ikon, karena dia gubernur, sama dengan Ahmad Heryawan di Jawa Barat. Persoalannya adalah apakah PKS bisa membuktikan dirinya tidak ekseklusif?

Saya masih ingat ketika partai ini baru lahir, semua media Jakarta memuji dan kemudian PKS hanyut dalam pujian itu. Lalu muncullah berbagai persoalan yang kemudian merusak citra PKS. Hal serupa juga menimpa semua partai. Bedanya, PKS mencoba cepat bangkit dan mengibarkan kembali benderanya.

Dengan gaya Anis Matta dan Irwan, saya melihat PKS mulai berubah, sesuatu yang mengejutkan sebenarnya. Tapi itu pilihan, karena itu harus dijalani. Hasilnya akan jelas setelah 9 April.

Kita lihat saja. 

[Singgalang.co.id]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger