pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Anis Matta: Real Count, Suara PKS Akan Lebih Tinggi Dibanding 2009

Written By Anonymous on 12 April, 2014 | April 12, 2014


Jakarta, GATRAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta optimistis perolehan suara partainya bisa melebihi 10% pada pemilihan legislatif kali ini. Hal tersebut mengacu kepada perhitungan real count yang dilakukan tim internal dimana untuk sementara angkanya mendekati 10%. "Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Tapi kami optimis Insya Allah perolehan suara dan kursi PKS Akan lebih tinggi dibanding pemilu 2009," ungkapnya dalam pesan singkat yang diterima wartawan Jumat, (11/4).

Dari hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, PKS hanya mampu memperoleh 7% suara. Namun hal itu tidak membuat Anis goyah. Menurutnya semua hal bisa terjadi hingga pengitungan Real Count selesai nantinya.

Dirinya pun tidak lupa memberikan sanjungan kepada kader dan simpatisan partai yang selalu mendukung visi dan misi dari PKS yang menjadikan partai ini tetap bisa eksis di dunia pilitik Indonesia. Maklum saja, belum lama ini partai Islam itu mendapatkan sorotan tajam lantaran mantan petingginya terkena kasus korupsi. "Kami sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, namun malah melecut kami untuk bekerja lebih keras," katanya. (*/WN/Gatra)





posted by @Adimin

"PKS Lega...." | Wawancara Hidayat Nurwahid


Jakarta – Partai Keadilan Sejatera (PKS) mendapatkan suara yang cukup mengejutkan di dalam hitung cepat pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014. PKS mendapat perolehan suara sebesar 7 persen.

Bekas Presiden PKS yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengaku lega dengan perolehan itu. Sebab selama ini survei menyebutkan suara PKS akan terpuruk.

Bagaimana rencana selanjutnya tentang perolehan suara PKS? Berikut wawancara Hidayat Nur Wahid dalam program Sarapan Pagi:

Anda kelihatannya agak lega ya?

Justru yang tidak lega itu rekan-rekan dari lembaga survei. Karena mereka semuanya memprediksi PKS tidak akan lebih dari 4 persen. Berkali-kali kami mengatakan bahwa kami sudah hafal dengan lembaga survei selalu salah memprediksi PKS terkait dengan pemilu dari 2004, 2009, 2014 terbukti salah lagi.

Memprediksi yang lain agak betul cuma memprediksi PKS yang susah diprediksi ya?

Saya berani mengatakan kalau mereka prediksi PKS selalu salah tapi kami enjoy saja. Tapi yang Anda sebutkan bahwa kami mengusulkan parliamentary threshold 3,5 persen sesungguhnya tidak begitu. Usulan kami rentang antara 3,5 persen sampai 4 persen kami siap saja tapi partai-partai lain menginginkan 3,5 persen.

Buat kami yang menarik adalah bahwa perolehan 6,7 persen dan kalau saja sisa suara ini kita bagi rata masih ada peluang PKS akan mendapatkan 8,5 persen dari hitung cepat ini. Sebetulnya apa yang terjadi di dalam partai? karena kita tahu pemberitaan media (seolah) banyak kasus yang menimpa kami.

Tidak banyak kasus, hanya ada satu kasus. Kalau Anda menyebut tentang kasus korupsi Anda akan tahu bahwa ternyata partai yang korupsinya paling banyak 1-3 bukan PKS, PKS adalah partai yang korupsinya paling sedikit. Kalau Anda kaitkan dengan data dari KPK yang terkait gratifikasi ternyata PKS adalah partai yang paling besar mengembalikan gratifikasi Rp 1,9 miliar dan ada partai-partai yang tidak pernah mengembalikan gratifikasi sama sekali padahal pasti mereka pernah menerima gratifikasi.

Jadi apa yang terjadi inilah sekali lagi saya katakan bahwa realita media, realita survei itu tidak sama dengan realita rakyat. Apa yang dihembuskan oleh media, diopinikan oleh media kemudian dibombardir oleh lembaga survei saya dari dulu selalu mengatakan bahwa realita yang memilih nanti adalah rakyat Indonesia bukan media dan lembaga survei.

Kembali terbukti bahwa rakyat telah memberikan kedaulatan, dari dulu saya selalu menyanggah bahwa seolah-olah PKS sudah terpuruk. Buktinya ada tiga kader PKS yang dimajukan sebagai calon gubernur 100 persen menang yaitu kader kami di Jawa Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara menang.

Peserta pilgub pasti lebih banyak daripada mereka yang menjadi sample dalam survei dan itu bagian dari realita sepanjang Februari 2013 sampai Maret 2014 itu ada tiga peristiwa pilgub dan ternyata PKS melalui kader-kadernya tetap dipercaya dan akhirnya dimenangkan. Jadi saya sepakat dengan Anda bahwa mungkin bisa sampai angka 9-10 persen. Jadi kalau kemudian ternyata capaian PKS adalah jauh di atas dari yang diperkirakan media dan lembaga survei, karena memang media dan lembaga survei salah membaca realita publik.

Strateginya apa?

Kita tidak perlu strategi yang aneh-aneh kok, itu karena kesalahan membaca media dan lembaga survei.

Kita melihat banyak aktivis PKS yang sangat agresif terutama di media sosial ya?

Kalau itu dari dulu kita sudah biasa. Anda tahu bahwa Cak Nur tahun 1998 ketika beliau menjadi ketua seleksi partai-partai beliau sangat kaget dengan fenomena hadirnya komunitas politik baru di Indonesia, anak-anak muda yang kemudian berhimpun dalam Partai Keadilan dan mereka sangat menguasai bidang teknologi dan informasi. Karena mereka tamatan dari universitas terkemuka di Eropa, Amerika, dan Australia. Tapi kemudian kenapa jadi begini sekali lagi menurut saya itu hanya karena media dan lembaga survei salah membaca tentang realita publik dan PKS.

Bagaimana kemudian langkah PKS untuk Pak Anis Matta?

Siapapun tahu bahwa Undang-undang Dasar menegaskan syarat untuk ikut dalam pencapresan syaratnya sangat jelas. Kita semua paham hal itu dan karenanya keputusan akhir daripada partai akan diputuskan oleh Majelis Syura PKS, Majelis Syura PKS pasti akan bersidang setelah definitif hasil pileg diketahui. Karena sejak dulu kami sangat realistis kalau misalnya PKS tidak mencapai di atas 10 persen ya tentu tidak mudah mencapreskan kadernya, tapi kalau kami bisa mendapatkan 13 persen pasti kader kami dicapreskan.

Jatah menteri pun tidak apa-apa ya?

Bukan masalah jatah menteri tidak apa-apa oposisi pun juga bisa. Karena Anda harus ingat bahwa PKS itu punya pengalaman di seluruh kelompok politik, pernah kami sendirian di luar kabinet menjadi oposisi ketika Ibu Megawati sebagai presiden. Kami sendiri di luar kabinet sementara seluruh partai berada di dalam kabinet dan enjoy saja tidak ada masalah.

Kami juga pernah diajak berkoalisi atau mendukung dari kelompok partai Islam ketika kami mendukung Pak Amien Rais sebagai capres tahun 2004. Kami juga pernah diajak koalisi oleh Pak SBY-JK, jadi apapun posisinya kami pernah berada dalam posisi itu.

Soal perolehan suara, sebenarnya kalau dibandingkan tahun 2009 tidak ada perkembangan atau pertambahan cukup signifikan dalam perolehan suara PKS. Artinya sebenarnya stagnan atau berkurang?

Iya tapi Anda harus perhatikan dulu riil suara sah pemilih berapa. Kan beda antara DPT dengan pemilih sah yang berapa golput, tidak sah bandingkan juga dengan 2009 setelah itu baru bisa kita bandingkan. Sekarang pun kita belum tahu persis perolehan suara PKS, berapa pula sesungguhnya suara yang sah pada tingkat nasional. Masih terlalu dini untuk bicarakan itu, bahkan di luar negeri yang tadinya DPT diperkirakan ada 2,2 juta suara, di Malaysia sekitar 212 ribu suara ternyata yang memilih tidak lebih dari 20 persen.

Jadi masih terlalu dini untuk menyebut suara PKS kali ini lebih rendah atau lebih tinggi. Karena kita harus melihat data riil tentang DPT berapa, suara sahnya berapa, kemudian dari suara sah itu PKS dapat berapa baru setelah itu kita bisa bicara apakah suara PKS naik atau turun. Tapi ada varian baru yang dicoba untuk kemudian PKS rontok yaitu kasusnya Pak Luthfi, pemberitaan media massa, dan survei yang begitu dahsyat itu tidak terjadi pada tahun 2004 dan 2009 tapi 2014 ini ada pengaruh atau tidak nanti kita lihat secara konkret dalam hasil pemilu akhir. Tapi yang jelas kalau quick count ini dijadikan rujukan ternyata upaya untuk membonsai PKS dengan kasus itu ternyata gagal.

Kawan yang kira-kira sehati dengan PKS kalau partai Islam sepertinya tidak cukup untuk menuju Juli misalnya menggandeng PPP dan PKB, kelihatannya yang paling mungkin adalah dengan partai nasionalis. Apakah itu dimungkinkan oleh PKS?

Pertama definisi partai Islam ini harus disepakati. Kalau dengan PKB berarti lebih dari 20 persen, karena kalau Anda lihat dari quick count sekarang ini PKB hampir 9 persen, PAN 7 persen, PKS 6 persen itu sudah lebih dari cukup. Jadi kalau Anda pakai logika quick count dan formula yang Anda tawarkan itu ternyata bisa gagal, ternyata partai Islam kalau mau berkoalisi bersama-sama melebihi 20 persen.

Kalau partai Islam yang sejalan dengan PKS bagaimana?

Kami dengan PAN, PKB, PPP semuanya sejalan. Kemudian tentang partai nasionalis dengan Golkar dan Demokrat tahun 2004 pada putaran kedua kami mendukung SBY-JK. Jadi apakah dengan kelompok mana kami punya latar belakang yang pernah kami kerjakan, bahkan kalau kami diputuskan untuk oposisi kami juga punya pengalaman itu. Jadi PKS mempunyai pengalaman yang lengkap karena partai politik yang punya pengalaman di dalam kekuasaan pernah dan selalu ingin berkoallisi bagi kami tidak masalah.

Jadi kalau di luar kekuasaan lagi siap ya?
Iya.


*http://portalkbr.com/berita/perbincangan/3205465_4215.html


posted by @Adimin

Antara Pemilu, PKS, Android dan Pahala

Written By Anonymous on 11 April, 2014 | April 11, 2014


Pemungutan suara sudah usai, quick count berlomba-lomba mencari pengaruh, partai-partai sedang dalam kondisi antara senang, was was dan siaga. Bahkan ada yang pasrah karena dianggap tidak bisa lagi menjadi kontestan pemilu 2019.

Komentar bertaburan dimana-mana, mulai dari sesumbar, syukur sampai koalisi. Ada yang menarik dari ungkapan presiden PKS HM Anis Matta, Lc terkait perolehan suara PKS dengan ungkapan bait kata "kader dan simpatisan effeck". Saya menganalisa dari realita dilapangan bahwa ungkapan itu 100% benar. Bagi saya terlalu luas untuk menjabarkan kalimat dari presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Saya akan menelaah dari tema diatas "Pemilu, PKS, Android dan Pahala".

Kalau saja setiap kader yang punya android menghitung, berapa kali ia sudah kirim berita via WA (Whatsapp), mungkin agak sulit mendapatkan jawaban yang pasti, yang jelas, sekian panjang kata yang memenuhi androidnya. Mulai dari info kampanye, mobilisasi massa, copas (copy paste) sampai sosialisasi cara pencoblosan pra pemilu. Belum lagi pasca pemilu dengan setumpuk berita baik dari struktur maupun luar.

Yang menarik adalah semua tidak terfokus pada berapa pulsa yang harus dikeluarkan, itu semua demi untuk dakwah, ya.. untuk dakwah dan partai dakwah. Memang hebat kader ini. Saya juga menganalisa kalau semua itu bukan sekedar ikatan emosi atau meramaikan pemilu, tapi lebih dari itu ada satu ikatan yang sangat kuat yaitu "ikatan ideologi", makanya banyak orang bilang kalau PKS adalah partai ideologi.

Partai ideologi adalah partai yang setiap aktivitasnya tidak sebatas dan tidak mencari keuntungan duniawi saja. Tidak hanya memandang dari apa yang akan dinilai oleh orang banyak terkait dengan menang dan kalah dalam pemilu. Partai ideologi menjadi motivasi bahwa setiap kader menjadikan aktivitasnya adalah ladang pahala yang akan menambah agro kebaikan serta langkat langkah menuju surga, karena surga tidak hanya didapat lewat masjid, musholla saja, tapi bisa didapat dimana mana termasuk pada aktivitas politik.

Kembali ke android, banyak hal yang bisa dihasilkan dari komunikasi ini, saking mudahnya mengoperasikan dengan fitur yang cukup lengkap, kader bisa share info baik ke seantero dunia dengan biaya pulsa yang lebih ringan. Akhirnya, kader punya satu lagi kapling surga, yang bernama android. Namun agar selalu waspada untuk selalu jaga niat, jaga info yang kontra produktif dari berita yang tidak valid sumbernya, jaga ukhuwah antara kader, karena perkataan bisa melukai dan juga jaga pulsa jangan sampai kosong.. he.. he.. he..

Selamat berjuang, terus semangat dalam memberikan yang terbaik, terus menjadi pioner dalam setiap kebaikan. Agar setiap kemenangan kita menjadi aktor, bukan menjadi komentator apalagi penonton. Ingat selalu ayat yang selalu menginspirasi dan memotivasi:

"hal jaza'ul ihsan illal ihsan" setiap kebaikan akan selalu dibalas dengan kebaikan. Wallahu a'lam. wassalam.[hs/www.pksciktim.org]

Oleh: Ustadz Adih Amin, Lc


posted by @Adimin

"Peta Politik, PKS dan Koalisi" by @Fahrihamzah



Twit @Fahrihamzah
(Kamis, 10/4/2014)

Berikut ini sekedar kelanjutan tulisan kemarin #HasilSementara

Hasil pemilu 2014 masih akan melahirkan banyak kejutan...

Karena Real count belum selesai dan karena jumlah kursi belum jelas..

Tapi yang nampak dahsyat adalah meratanya perolehan...

Akan lebih rata lagi perolehan kursi..

Partai tengah akan menggerogoti kursi 3 partai atas...

Ketergantungan kepada partai tengah sangat tinggi..

Akan banyak koalisi dan semrawut...3 atau empat pasang...

Tak akan ada koalisi besar sekali...

Kemungkinan akan jadi dua putaran...

Calon Presiden yang muncul sekitar empat:

Jokowi calon pertama jika PDIP tidak berubah rencana..

Prabowo calon kedua didukung Gerindra dan PPP...

Aburizal Bakrie kalau tidak disodok akan mulus dapatkan mitra...

Terakhir, apakah PD dan PAN akan pimpin koalisi?

Dan apakah PKB akan bisa keluar dari pelukan SBY?

Apakah Presiden SBY rela hanya nyodorin besannya?

Yang jelas, koalisi banyak dan pertandingan akan ketat..

Karena itu, Pemerintahan takkan stabil...koalisi hanya 20-an persen...

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana sikap PKS? Besok kita lanjut....


-to be continued-

*Penasaran kan? kan? tetaplah di web kesayangan anda ini... h3h3h3


posted by @Adimin

Pesan Ustadz Hilmi Aminuddin Untuk Seluruh Kader



Oleh Cahyadi Takariawan

Malam ini tadi, Kamis 10 April 2014 jam 23.00 usai rapat bersama TPN DPP PKS, saya bersama ikhwah berkesempatan silaturahim kepada Ketua Majelis Syura PKS, ustadz Hilmi Aminuddin, di MD Pasar Minggu.

Berikut pesan ustadz Hilmi Aminuddin malam ini :

1. Terus bekerja dan berkegiatan, khususnya utk penjagasn suara. Perjuangan belum selesai. Jangan lengah dan lalai. Jangan merasa Pemilu sudah usai.

2. Semua kader dan struktur terus waspada. Sudah banyak laporan kecurangan dimana-mana. Jangan dibiarkan kecurangan terjadi. Segera proses sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

3. Sampaikan apresiasi saya (ust Hilmi) kepada semua kader. Saya melihat kinerja kader pada Pemilu kali ini jauh lebih hebat daripada Pemilu sebelumnya. Semua bergerak dengan totalitas. Subhanallah.

Demikian inti pesan ustadz Hilmi malam ini.
 

posted by @Adimin

Anis Instruksikan Kader PKS Kawal Rekapitulasi Penghitungan Suara


Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menginstruksikan para kader dan simpatisan partainya mengawal dan mengawasi secara ketat rekapitulasi penghitungan suara yang saat ini berlangsung di tingkat Panitia Pemungutan Suara.

Rekapitulasi pada PPS rawan terjadinya kesalahan maupun penyimpangan. Oleh karena itu, seluruh struktur partai, kader, dan para caleg PKS harus ikut mengamankan suara sehingga penyimpangan dapat dicegah, kata Anis dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Semua bentuk kecurangan, kata Anis, harus segera dilaporkan agar pesta demokrasi yang sejauh initelah berjalan aman dan lancar tidak ternoda. Selain itu, dia menyinggung soal perolehan suara PKS berdasarkan sejumlah hitung cepat yang mencapai 7 persen, dirinya menyatakan optimistis angkanya bisa lebih tinggi.

Hal itu menurut dia berdasarkan perhitungan "real count" yang dilakukan tim internal PKS, untuk sementara angkanya mendekati 10 persen. Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Namun, pihaknya menyatakan optimistis insya Allah perolehan suara dan kursi PKS akan lebih tinggi daripada suara PKS pada Pemilu 2009.

Anis mengapresiasi soliditas kader, simpatisan, dan mesin partai yang bekerja maksimal sehingga berbagai prediksi tentang penurunan suara PKS terbantahkan. Menurut dia, prediksi yang menyebutkan penurunan suara PKS sering diungkapkan berbagai lembaga survei, tetapi hal itu malah membuat semangat kader untuk lebih bekerja keras membangun partai.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, justru melecut kader PKS untuk bekerja lebih keras. Berdasarkan tahapan pemilu 2014, rekap pada PPS akan berlangsung mulai dari 10--15 April, rekapitulasi nasional 26--6 Mei, dan penetapan hasil pemilu secara nasional 7--9 Mei. Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih nasional sampai kota/ kabupaten pada tanggal 11--18 Mei 2014.[ant/rol]


posted by @Adimin

"Saatnya Fokus Amankan Suara Sambil Tetap Menjaga Situasi" | By @anismatta

 

Menjelang tengah malam.. Saatnya melihat catatan hari ini..

Alhamdulillah, sehari setelah Pemilu, sy mendpt kabar kader2 #PKS tetap bekerja keras..

Para caleg, saksi, kader pendamping TPS, tim tabulasi di berbagai kota seantero nusantara belum istirahat sampai skrg..

Sejak awal persiapan, pasang atribut, kampanye, cabut atribut, pecoblosan, sampai penghitungan suara.. Semua adlh kerja keras..

Mari kita berdoa agar Allah mencatat semua kerja ini sebagai pahala..

Seperti saya sampaikan kemarin, kita harus terus menjaga suara kita.. Waspada.. Tapi jgn lupa tebarkan senyum damai..

Fokus!! Jangan terpancing isu, rumor, hoax.. Perlu memantau informasi tp jangan tenggelam dlm banjir informasi..

Bgtu jg soal koalisi.. Msh trlalu pagi utk bicara dgn siapa #PKS akn brkoalisi.. Mari tuntaskan thpn pnghtungan suara dl.. Tak perlu buru2..

Skrg tugas utama kita adlh menjaga hak kita: suara rakyat yg diberikan atas dasar kepercayaan.. Itu akan menjd bekal kita melangkah ke dpn..

Apa yg menjadi catatan penting dari pileg 2014 ini?? Kira2 tafsir sosialnya begini:

Pileg 2014 menandai berakhirnya era transisi demokrasi.. Kt memasuki demokrasi yg lbh stabil.. Tdk ada keluarbiasaan yg betul2 luar biasa..

Perolehan suara relatif flat dan terfragmentasi.. Hal2 yg selama ini seolah taken for granted menjd rumus kemenangan, ternyata tdk terjadi..

Pd 2004 msh ada keluarbiasaan, Demokrat 7% tp Pak SBY jd presiden.. Pd 2009, figur SBY mengerek perolehan PD..

Pd 2014, ekosistem politik sdh mampu melakukan containment.. Publik pun mmpu menyaring bombardir iklan & berita.. Tdk ada kekuatan dominan..

Efek figur yg sngt populer, pncitraan media, pmpinan parpol yg owner media, blnja iklan fantastis.. Smua itu kontribusiny proposional sj..

Semua hal itu tdk serta-merta menghasilkan kemenangan yg mudah..

Mesin partai, kader, figur, blanja iklan, kekuatan finansial, smua punya perannya masing2.. Racikan yg pas yg akn mmbuahkan hsl yg optimal..

Civil society semakin independent.. Tidak ada lagi "politik grosiran", dimana dukungan diraih dgn mempengaruhi pemimpin2 kelompok sosial..

Individu semakin menunjukkan jati dirinya.. Ingin berpartisipasi tp tidak ingin pesta demokrasi ini dibajak oleh oligarki elite..

Itu yg bisa kita baca dr maraknya ajakan utk tdk golput, sambil tetap "dgn galak" meminta pertgjwban dr partai politik..

Inilah fenomena masyarakat dlm gelombang ketiga sejarah Indonesia.. Masyarakat berubah..

Dlm konteks ini sy bersyukur dgn kinerja yg dicapai #PKS.. Di tngah terpaan badai, situasi pnh keterbatasan, kt punya satu kekuatan: kader!!

Kaderlah yg menggerakkan mesin partai, dgn semangat & kerja keras, bersama bergandeng tangan mempersembahkan yg terbaik..

#PKS telah menunjukkan jati dirinya sbg partai kader, bukan partai figur.. Mesin partai BERGERAK, bukan DIGERAKKAN..

Kalau perlu atribut "EFFECT" utk pencapaian kita hari ini, maka sy beri nama: KADER & SIMPATISAN EFFECT..

Krn merekalah, kepercayaan rakyat dpt kita raih.. Krn merekalah, #PKS tetap eksis di muka bumi Indonesia..

Cerita #PKS di 2014 adlh kisah ttg orang biasa yg melakukan hal2 luar biasa dgn cara yg tidak biasa..

Dr perspektif lain, #PKS mmenuhi syrt utk mnjd partai masa dpn: tdk trgntung figur,kaderisasi trs brjln, ttp bkrja bhkn diluar masa pemilu..

Krn itu sy ttp optimis & ingin menyebarluaskan optimisme sy kpd seluruh kader & simpatisan #PKS semua..

Skrg saatnya fokus: mengamankan suara, sambil ttp menjaga situasi agar kondusif..

Pd setiap suara yg kita raih, ada tetes keringat, doa dan senyum seluruh kader & simpatisan #PKS..

Pd setiap suara yg kita raih, ada harapan, kepercayaan dan doa rakyat Indonesia..

Sekali lagi, semoga Allah mencatat kerja keras kita semua sbg pahala..

Kobarkan semangat Indonesia!!


______
https://twitter.com/anismatta



posted by @Adimin

PKS: Kami Bertahan di Tengah Badai

Written By Anonymous on 10 April, 2014 | April 10, 2014


Partai Keadilan Sejahtera bisa berbangga dengan hasil hitung cepat atau quick count pemilu lagislatif, walau suara tidak terlalu tinggi. Namun, partai ini bersyukur karena bisa bertahan di tengah badai.

Dari hasil hitung cepat seperti Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), menempatkan PKS dengan suara 6.91%. Sementara hitung cepat Cyrus-CSIS 6.90%.

"Jadi menurut saya ada sejumlah keberkahan dari peta hasil hitung cepat Pileg 2014. Pertama, PKS mampu bertahan di tengah kesulitan," ujar Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq, dalam akun twitter miliknya @MahfudzSiddiq, Kamis (10/4/2014).

Awal 2013, PKS sempat diterpa persoalan yang rumit, setelah ditahannya Presiden partai saati itu Luthfi Hasan Ishaaq. Anis Matta yang menjabat Sekjen langsung diangkat menjadi Presiden partai.

Kasus korupsi impor daging sapi di Kementerian Pertanian, sempat membuat publik menghakimi PKS. Mahfudz mengatakan, selama kurun waktu satu tahun ke belakang, PKS sibuk konsolidasi internal. Sehingga capaian ini dianggap sudah maksimal.

"Perolehan suara PKS 2014 di angka 7-8% terjadi dlm situasi sulit dgn sebagian besar energi terpakai tuk konsolidasi internal," kata Mahfudz.

Kata Mahfudz, PKS bersyukur bisa meraih suara seperti hasil hitung cepat ini. "Jika itu terjadi artinya suara PKS 2014 tunjukkan mampu mempertahankan suara politiknya di 2009. Alhamdulillah, target minimal tercapai," katanya.

Hasil hitung cepat lembaga survei hampir sama, menempatkan PDI Perjuangan pada urutan pertama. Disusul Partai Golkar urutan kedua, dan Gerindra pada posisi ketiga. [inilah]


posted by @Adimin

"Catatan Menarik Hasil Pemilu 2014" | by @Fahrihamzah


Berikut ini catatan2 menarik soal ‪#‎HasilSementara‬ ‪#‎Pileg2014‬ :

Partai ternyata lolos semua. Atau hampir semua. Hanya PBB dan PKPI yang diprediksi gagal. 

Beda dengan analis yang mengancam PKS akan gagal lolos treshold. Alhamdulillah. Pada salah. 

Dan hasilnya relatif datar. Tipuan seolah akan ada partai yang besar sekali setelah pencapresan salah.

Tidak ada yang sangat besar. PDIP atau Golkar takkan bisa jalan sendiri. Belasan atau maksimal 20%. 

Koalisi yang terbentuk banyak. Bisa jadi 4 atau minimal 3. Capres akan ada Kuda hitam.

Kalau koalisi sempurna menciptakan 20% bisa-bisa capres ada 5 pasang. Seru sekali. 

Sementara itu, yang ngaku punya efek ternyata gak ngefek. Dan itu bisa jadi suram karena gak terbukti.

Yang orang lupa bahwa kursi dan suara beda. Suara besar tak berarti kursi (DPR) banyak. PKB kursinya kecil. 

PKB ambil kursi di basis NU (jatim) yang harganya mahal (1 kursi DPR utk propinsi Jatim butuh suara banyak, beda dengan wilayah lain spt luar jawa -red). Efeknya jika dikonversi ke kursi jadi kecil. 

Tahun 2009 suara PAN lebih besar dari PKS tapi kursinya lebih kecil 12 buah dari PKS.

Inilah hikmah dari 'strategi elektoral' yang selama ini kami lancarkan (PKS menyasar luar jawa, dll -red). Alhamdulillah. 

Saya belum bisa menyampaikan hasil riil ya. Tapi insya Allah akan menggembirakan kita semua. 

Yang mengharukan adalah bahwa ternyata kita solid bekerja dan berjuang bersama. 

Kader PKS dan seluruh masyarakat yang mendukungnya telah menunjukkan kelas dan ketangguhannya.

Telah kita tolak tertunduk dan kalah. Dan kita berani menatap masa depan dengan gagah. 

Permainan ini masih panjang. Jangan lengah dan jangan lupa diri. Tetap waspada. 

Semoga Allah terus beri kita tenaga. 


*Twit @Fahrihamzah (Rabu, 9/4/2014)



posted by @Adimin

"Kemenangan PKS" | Oleh Musyafa Ahmad Rahim


Musyafa Ahmad Rahim, Lc., MA.
Kabid Kaderisasi DPP PKS

PKS mempunyai konsep tersendiri tentang maksud kalah menang, semoga para kader bisa memahaminya dengan baik.

1. Setelah PKS dihantam secara dahsyat dan bertubi-tubi, target "lawan" adalah melumpuhkan daya juang kader PKS dan juga daya juang & kebanggaan anak keturunan biologisnya.

2. Mereka (para lawan) itu juga selalu menghembuskan terompet "PKS tamat"- "PKS tamat".

3. Lagi-lagi, yang ditarget dari hantaman dan hembusan itu adalah kader dan generasi biologisnya, supaya tidak ada lagi yang memperjuangkan visi misi seperti yang diusung oleh PKS!

4. Oleh karena itu, PKS memaknai "menang" dalam pemilu adalah sebagai berikut:

a. PKS menyebut diri menang jika para kadernya tetap semangat dan bahkan bertekad bulat untuk terus memperjuangkan visi misinya.

b. PKS menyebut diri menang jika anak keturunan biologis para kadernya tetap bangga bahwa orang tuanya adalah para pejuang, dan tumbuh dalam diri mereka semangat untuk mengikuti, menjaga dan melanjutkan perjuangan orang tuanya.

c. PKS menyebut diri menang jika eksistensinya masih bertahan, yaitu lolos PT (Parliamentary Treshold), yaitu batas petolehan 3.5% suara pemilu legislatif. Dan para kader dan anak keturunan biologisnya patut berbangga, sebab, setelah gempuran dahsyat, ternyata masih dapat mencapai perolehan antara 6.5% - 7.5%.

Oleh karena itu, wahai para kader dan anak-anak kader:

1. Perbanyak ucapan alhamdulillah wasy-syukru lillah atas kemenangan ini.

2. Tetaplah bangga dan semangat dalam memperjuangkan visi, misi, program dan aksi-aksi PKS, baik yang bersifat perseorangan maupun bersama-sama (jama'i).

3. Mari terus senandungkan syi'ar-syi'ar, idiom-idiom, mahfuzhat dan nasyid-nasyid perjuangan.

Semoga, dengan tetap terus berjuang, Allah SWT akan menambahkan anugrah-Nya kepada PKS dan para kadernya, amin.

[pyg]


posted by @Adimin

CSIS: Hasil Perolehan Suara PKS di Pileg Merupakan Berkah


Jakarta - Hasil hitung cepat Cyrus Network dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukan PKS meraih suara 6,8%, diatas perolehan Nadem dan Hanura. Suara yang diperoleh PKS dinilai merupakan berkah.

"Hasil PKS kali ini adalah berkah, karena terkait isu sebelumnya PKS (diperkirakan) hanya mampu berada di angka 3 persenan," kata Ketua Departemen Politik CSIS, Philip J Vermonte, seperti yang diberitakan detikcom.

Hal itu disampaikan Philip dalam konferensi pers pengumuman quick count, bertempat di Data Center Cyrus-CSIS, Gedung Pakerti, Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014) petang.

Selain itu, lanjut Philip, perolehan suara PKS masih bisa dikatrol karena partai pimpinan Anis Matta ini memiliki kader yang loyal dan basis pemilih tetap.

Di tempat terpisah, pengamat politik Indra J Piliang menyatakan perolehan suara PKS yang mampu mengalahkan Nadem dan Hanura adalah sesuatu yang luar biasa.

"PKS ngalahin Nasdem dan Hanura itu luar biasa. Berterima kasihlah kepada para kader di grassroots," ujarnya Indra akun twitternya.

5 Survei prediksi PKS bakal jeblok di 2014

Sebelum digelar Pemilu 9 April kemarin, banyak lembaga survei yang merilis hasil surveinya memprediksi PKS bakal jeblok dan bahkan tidak akan lolos Parlement Treshold sebesar 3,5%. Tercatat ada 5 lembaga survei yang menyatakan demikian:

1. Survei LSI : PKS 2,2 persen
2. Survei Kompas: PKS 2,5 persen
3. Survei SMRC: PKS 2,7 persen
4. Survei LSJ: PKS 2,6 persen 
5. Survei IRC: PKS 2,8 persen

(Prediksi survei diatas bisa dibaca selengkapnya di link INI dan INI.)


[pyg]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger