Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
May 05, 2014
posted by @Adimin
Gerindra: Kami Setuju Platform PKS 99 Persen
Written By Anonymous on 05 May, 2014 | May 05, 2014
Komunikasi
Partai Gerindra dengan PKS makin intensif untuk membentuk koalisi di
pilpres. Waketum Gerindra Fadli Zon mengisyaratkan kemungkinan koalisi
dengan PKS makin dekat.
"Kalau sama PKS sudah ada silaturahmi dua hari lalu, soal latar belakang dan platform mereka itu saya setuju 99 persen saya setuju," ujar Fadli di sela-sela rilis survei SMRC tentang 'Koalisi Untuk Calon Presiden: Elite vs Massa Pemilih Partai' di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2014).
Fadli mengatakan Gerindra terbuka dengan kandidat capres dari PKS seperti HNW, Anis Matta dan Ahmad Herywan. "Dengan tiga kandidat yang diajukan PKS seperti HNW, Anis Matta, dan Aher pun tidak ada masalah," tuturnya.
Bahkan ketiga nama capres PKS itu disebut Fadli cukup memenuhi kriteria pendamping Prabowo. Namun memang saat ini keputusan mengenai koalisi masih belum ditentukan.
"Kalau dengan PKS saja sebenarnya kita sudah cukup kok, dengan PAN juga sudah cukup, apalagi dengan semuanya. Bisa lebih cukup lagi," imbuh Fadli.
Sementara soal penjakakan koalisi dengan PPP, Fadli mengatakan Gerindra tetap optimis bahwa PPP akan kembali mendukung Gerindra setelah Rapimnas.
"Dengan PPP kita juga tetap optimis. Mereka kan kemarin itu sudah islah, jadi ya kita hormati keputusan itu. Kita tak merasa dikhianati kok," pungkas Fadli.[detik/pksnongsa]
"Kalau sama PKS sudah ada silaturahmi dua hari lalu, soal latar belakang dan platform mereka itu saya setuju 99 persen saya setuju," ujar Fadli di sela-sela rilis survei SMRC tentang 'Koalisi Untuk Calon Presiden: Elite vs Massa Pemilih Partai' di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2014).
Fadli mengatakan Gerindra terbuka dengan kandidat capres dari PKS seperti HNW, Anis Matta dan Ahmad Herywan. "Dengan tiga kandidat yang diajukan PKS seperti HNW, Anis Matta, dan Aher pun tidak ada masalah," tuturnya.
Bahkan ketiga nama capres PKS itu disebut Fadli cukup memenuhi kriteria pendamping Prabowo. Namun memang saat ini keputusan mengenai koalisi masih belum ditentukan.
"Kalau dengan PKS saja sebenarnya kita sudah cukup kok, dengan PAN juga sudah cukup, apalagi dengan semuanya. Bisa lebih cukup lagi," imbuh Fadli.
Sementara soal penjakakan koalisi dengan PPP, Fadli mengatakan Gerindra tetap optimis bahwa PPP akan kembali mendukung Gerindra setelah Rapimnas.
"Dengan PPP kita juga tetap optimis. Mereka kan kemarin itu sudah islah, jadi ya kita hormati keputusan itu. Kita tak merasa dikhianati kok," pungkas Fadli.[detik/pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 04, 2014
posted by @Adimin
ODOJ Pecahkan Rekor Dunia
Written By Sjam Deddy on 04 May, 2014 | May 04, 2014
Komunitas One day One Juz
(ODOJ) hari ini, Ahad (4/5) menyelenggarakan Grand Launching komunitas
tersebut di Masjid Istiqlal, Jakarta. Lebih dari 30.000 anggota ODOJ
atau yang akrab disapa ODOJers menghadiri acara tersebut dan membaca
Al-Qur'an secara berjamaah.
Hal ini menarik perhatian Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk mencatatnya sebagai rekor baru.
"Saya belum pernah mendengar ada peristiwa sedahsyat ini di dunia," ujar Direktur MURI Jaya Suprana sebelum memberikan piagam rekor tersebut.
Dia mengatakan, awalnya dia akan memberikan rekor ini sebagai rekor Indonesia, akan tetapi setelah dia mengetahui bahwa peristiwa berkumpulnya puluhan ribu orang dan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama ini belum pernah terjadi di negara manapun, oleh karena itu Jaya Suprana memberikan rekor dunia untuk komunitas ODOJ ini.
"Dengan sangat menyesal, saya tidak bisa memberikan perisitiwa ini dengan rekor Indonesia, akan tetapi dengan rekor dunia," ujar Jaya yang disambut pekikan takbir oleh para jamaah.
Menurut Jaya, karena ODOJ ini merupakan gerakan dunia, maka diharapkan seluruh dunia mendukung gerakan ini.
Pada acara Grand Launching ODOJ tersebut juga dibacakan deklarasi ODOJ. Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi didaulat sebagai Duta ODOJ
Hal ini menarik perhatian Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk mencatatnya sebagai rekor baru.
"Saya belum pernah mendengar ada peristiwa sedahsyat ini di dunia," ujar Direktur MURI Jaya Suprana sebelum memberikan piagam rekor tersebut.
Dia mengatakan, awalnya dia akan memberikan rekor ini sebagai rekor Indonesia, akan tetapi setelah dia mengetahui bahwa peristiwa berkumpulnya puluhan ribu orang dan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama ini belum pernah terjadi di negara manapun, oleh karena itu Jaya Suprana memberikan rekor dunia untuk komunitas ODOJ ini.
"Dengan sangat menyesal, saya tidak bisa memberikan perisitiwa ini dengan rekor Indonesia, akan tetapi dengan rekor dunia," ujar Jaya yang disambut pekikan takbir oleh para jamaah.
Menurut Jaya, karena ODOJ ini merupakan gerakan dunia, maka diharapkan seluruh dunia mendukung gerakan ini.
Pada acara Grand Launching ODOJ tersebut juga dibacakan deklarasi ODOJ. Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi didaulat sebagai Duta ODOJ
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
May 04, 2014
Fahmi Irhamsyah
Pengamat Politik UNJ
Hari ini perlu juga rasanya kita berikan Applause pada satu partai yang menurut sebagian pengamat akan "gugur" dalam pemilu ini. Mereka adalah Partai Keadilan Sejahtera.
Dalam survey yang dilakukan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) selama tahun 2013 PKS diprediksi tidak akan lolos Parliamentary Threshold (PT) sebab dalam hasil survey SSS PKS hanya akan mencapai 3.15 %. Namun ternyata data Quick Count menunjukkan hasil yang berbeda jauh, PKS mendapatkan hasil sebesar 6.73%. Dengan margin eror sebesar 1.2 % bukan tidak mustahil angka 7% bisa dicapai oleh PKS. Dan ini berarti tidak terlalu jauh berbeda dengan perolehan PKS pada Pemilu 2009 sebesar 7.88% disaat PKS belum tertimpa masalah seperti saat ini.
Soliditas Kader
Menurut SSS menjelang pemilu 2014, penyebab PKS tidak akan lolos PT adalah karena permasalahan hukum yang menjerat mantan presiden mereka Luthfi Hasan Ishaq. Memang betul kasus yang menimpa LHI berdampak cukup signifikan pada PKS sebab persepsi publik yang selama ini memandang PKS sebagai Partai anak muda Islami yang Bersih harus terganggu akibat masalah tersebut.
Sejak kasus LHI muncul di media, berbagai kecaman dan pendapat pengamat yang menyatakan PKS akan selesai pada tahun ini dijawab dengan cerdas oleh Presiden PKS yang baru, saudara Anis Matta. Sebab dalam waktu bersamaan Anis Matta mampu memainkan perannya dengan luar biasa. Mundurnya Anis Matta dari kursi Wakil DPR dan fokus mengurusi Partai kiranya perlu diacungi jempol karena sikapnya berbanding terbalik dengan SBY yang menjadi ketua umum Demokrat disaat menjadi Presiden RI.
Tanpa tendensi apapun penulis merekomendasikan kepada DPR tahun 2014 ini untuk fokus juga mengatur tentang pejabat publik yang rangkap jabatan dengan menjadi ketua umum partai. Hal ini harus dilakukan agar demokrasi kita menjadi lebih matang sehingga fenomena pejabat yang cuti untuk mengurusi kampanye partai bisa diminimalisir.
Selama setahun belakangan ini Anis Matta fokus melakukan konsolidasi internal, upaya mengembalikan kepercayaan kader dilakukan dengan banyak melakukan kunjungan ke berbagai wilayah basis Massa PKS di dalam dan luar negeri. Hasilnya memang cukup mencengangkan. Berdasarkan berita dari detik pada 10 april 2014, PKS mendapatkan peringkat 2 setelah PDIP di 80 perwakilan luar negeri. Bahkan di negara-negara seperti Turki, Hongkong dan Mesir PKS menang mutlak.
Kekecawaan publik dengan PKS sejatinya tidak jauh berbeda dengan kekecewaan Publik pada Demokrat. Namun mengapa tingkat penurunannya berbeda? PKS pada 2009 mendapat 7.88% dan saat ini 6.73%, sedangkan Demokrat pada 2009 mendapat 20.85% sedangkan Quick Count menunjukkan 9.79%. Ada beberapa hipotesis sederhana yang ingin penulis ajukan untuk menjawab pertanyaan ini.
Pertama, Kematangan Organisasi. Tidak berlebihan kiranya jika banyak peneliti menyatakan PKS adalah organisasi pembelajar, fenomena ini bisa kita lihat dari cara PKS merespon penangkapan LHI. Jika Demokrat membutuhkan waktu cukup lama untuk menentukan Ketua Umum juga pengganti Anas, PKS ternyata dalam waktu singkat bisa mengganti posisi strategis Presiden Partai dan Sekjen nyaris tanpa gesekan di internal partai mereka.
Kedua, pengkaderan yang terorganisir dan konsisten. Dahulu PKI adalah Partai yang memiliki kaderisasi terbaik, kini PKS layak pula diberikan label tersebut. PKS telah berhasil membuktikan efektifitas kaderisasinya. Keberhasilan PKS memenuhi GBK pada hari pertama Kampanye serta kemenangan yang didapatkan di luar negeri kiranya mampu merepresentasikan keberhasilan Kaderisasi mereka. Pengkaderan yang terorganisir dan konsisten ini pula yang sejatinya menjadi salah satu stimulus kemunculan soliditas kader yang kini mereka sebut dengan Kader Effect.
Kini patut kiranya kita berikan Apresiasi Objektif pada PKS atas keberhasilan mereka melewati masalah dengan hasil paling tidak sama dengan Pemilu 2009. Meskipun demikian PKS tentunya harus kembali mengatur strategi untuk mempersiapkan Pemilu Presiden, sebab dengan perolehan suara yang jauh dari 20% tidak mungkin PKS bisa melaju sendiri.
[pyg]
posted by @Adimin
Applause untuk PKS
Fahmi Irhamsyah
Pengamat Politik UNJ
Hari ini perlu juga rasanya kita berikan Applause pada satu partai yang menurut sebagian pengamat akan "gugur" dalam pemilu ini. Mereka adalah Partai Keadilan Sejahtera.
Dalam survey yang dilakukan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) selama tahun 2013 PKS diprediksi tidak akan lolos Parliamentary Threshold (PT) sebab dalam hasil survey SSS PKS hanya akan mencapai 3.15 %. Namun ternyata data Quick Count menunjukkan hasil yang berbeda jauh, PKS mendapatkan hasil sebesar 6.73%. Dengan margin eror sebesar 1.2 % bukan tidak mustahil angka 7% bisa dicapai oleh PKS. Dan ini berarti tidak terlalu jauh berbeda dengan perolehan PKS pada Pemilu 2009 sebesar 7.88% disaat PKS belum tertimpa masalah seperti saat ini.
Soliditas Kader
Menurut SSS menjelang pemilu 2014, penyebab PKS tidak akan lolos PT adalah karena permasalahan hukum yang menjerat mantan presiden mereka Luthfi Hasan Ishaq. Memang betul kasus yang menimpa LHI berdampak cukup signifikan pada PKS sebab persepsi publik yang selama ini memandang PKS sebagai Partai anak muda Islami yang Bersih harus terganggu akibat masalah tersebut.
Sejak kasus LHI muncul di media, berbagai kecaman dan pendapat pengamat yang menyatakan PKS akan selesai pada tahun ini dijawab dengan cerdas oleh Presiden PKS yang baru, saudara Anis Matta. Sebab dalam waktu bersamaan Anis Matta mampu memainkan perannya dengan luar biasa. Mundurnya Anis Matta dari kursi Wakil DPR dan fokus mengurusi Partai kiranya perlu diacungi jempol karena sikapnya berbanding terbalik dengan SBY yang menjadi ketua umum Demokrat disaat menjadi Presiden RI.
Tanpa tendensi apapun penulis merekomendasikan kepada DPR tahun 2014 ini untuk fokus juga mengatur tentang pejabat publik yang rangkap jabatan dengan menjadi ketua umum partai. Hal ini harus dilakukan agar demokrasi kita menjadi lebih matang sehingga fenomena pejabat yang cuti untuk mengurusi kampanye partai bisa diminimalisir.
Selama setahun belakangan ini Anis Matta fokus melakukan konsolidasi internal, upaya mengembalikan kepercayaan kader dilakukan dengan banyak melakukan kunjungan ke berbagai wilayah basis Massa PKS di dalam dan luar negeri. Hasilnya memang cukup mencengangkan. Berdasarkan berita dari detik pada 10 april 2014, PKS mendapatkan peringkat 2 setelah PDIP di 80 perwakilan luar negeri. Bahkan di negara-negara seperti Turki, Hongkong dan Mesir PKS menang mutlak.
Kekecawaan publik dengan PKS sejatinya tidak jauh berbeda dengan kekecewaan Publik pada Demokrat. Namun mengapa tingkat penurunannya berbeda? PKS pada 2009 mendapat 7.88% dan saat ini 6.73%, sedangkan Demokrat pada 2009 mendapat 20.85% sedangkan Quick Count menunjukkan 9.79%. Ada beberapa hipotesis sederhana yang ingin penulis ajukan untuk menjawab pertanyaan ini.
Pertama, Kematangan Organisasi. Tidak berlebihan kiranya jika banyak peneliti menyatakan PKS adalah organisasi pembelajar, fenomena ini bisa kita lihat dari cara PKS merespon penangkapan LHI. Jika Demokrat membutuhkan waktu cukup lama untuk menentukan Ketua Umum juga pengganti Anas, PKS ternyata dalam waktu singkat bisa mengganti posisi strategis Presiden Partai dan Sekjen nyaris tanpa gesekan di internal partai mereka.
Kedua, pengkaderan yang terorganisir dan konsisten. Dahulu PKI adalah Partai yang memiliki kaderisasi terbaik, kini PKS layak pula diberikan label tersebut. PKS telah berhasil membuktikan efektifitas kaderisasinya. Keberhasilan PKS memenuhi GBK pada hari pertama Kampanye serta kemenangan yang didapatkan di luar negeri kiranya mampu merepresentasikan keberhasilan Kaderisasi mereka. Pengkaderan yang terorganisir dan konsisten ini pula yang sejatinya menjadi salah satu stimulus kemunculan soliditas kader yang kini mereka sebut dengan Kader Effect.
Kini patut kiranya kita berikan Apresiasi Objektif pada PKS atas keberhasilan mereka melewati masalah dengan hasil paling tidak sama dengan Pemilu 2009. Meskipun demikian PKS tentunya harus kembali mengatur strategi untuk mempersiapkan Pemilu Presiden, sebab dengan perolehan suara yang jauh dari 20% tidak mungkin PKS bisa melaju sendiri.
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 04, 2014
posted by @Adimin
"Kader Penjaga Eksistensi Dakwah" by @dedhi_suharto
Twit by @dedhi_suharto
(Penulis buku Keluarga Qur'ani)
Subuh pagi ini (Ahad, 4/5) masjid di tempatku dipenuhi anak-anak kecil. Usia 6-8 tahunan. Ada sekitar 8 orang mereka.
Dan bersama mereka seorang keturunan Arab yang lebih muda dariku. "Anak2 itu mabit semalam," katanya tersenyum.
Ia ikhwah yang bekerja dalam senyap. Tidak berkoar-koar atau sibuk menangkis serangan lawan. Ia bekerja dan bekerja.
Belum lama ia juga yang memanggul berkarung2 beras untuk acara sembako murah. Badannya yang gempal benar-benar berguna mengangkat beban.
Bila ada kematian atau orang kesusahan, ia yang pertama perhatian. Kadang ia mengajakku setengah memaksa. Begitulah hidupnya penuh amal.
Kadang kalau sedang berdua denganku ia bilang, "Mas, aku mau muroja'ah. Tolong disimak." Begitulah ikhwah ini penuh ruhiyyah dan semangat.
Interaksinya dengan Al Qur'an luar biasa. Bacaannya yang syahdu membuatku rindu untuk jadi makmumnya.
"Mas saja yang jadi imam," begitulah ia selalu berusaha menghormatiku. Jawabku, "Gak. Aku ingin mendengar bacaanmu. Kamu imamnya."
Saat aku makmum kepadanya, beberapa kali aku tak kuasa menahan tangis. Aku yang dulu mengajaknya tergabung dalam tarbiyyah ini.
Dan kini aku melihatnya tumbuh sebagai pribadi yang menarik. Bahkan dalam beberapa hal, aku kalah amal darinya.
Saat-saat serangan lawan mendera seperti saat ini, aku terbayang dengan kader-kader yang bekerja senyap sepertinya.
Tanpa kerja tetap, mereka tetap bekerja. Tetapi jiwa memberi mereka tak terkalahkan.
Kadang kalau saya sewa tenaganya untuk mengerjakan sesuatu dan kuupah, dikembalikannya sebagian upah. "Cukup segini saja, Mas," katanya.
Begitulah saya berharap banyak ikhwah yang bekerja senyap. Bekerja bukan karena "wani piro", tetapi "piro-piro wani." Berapa saja ok.
Bila ikhwah spt ini diteladani, saya yakin serangan kepada jamaah dan para qiyadah tidak berarti apa-apa. Dan jama'ah dakwah ini bertumbuh.
Tapi bila banyak ikhwah yang lebay, suka galau, maka tak perlu diserang pun, eksistensi jama'ah dakwah ini bisa terancam. [pyg]
(Penulis buku Keluarga Qur'ani)
Subuh pagi ini (Ahad, 4/5) masjid di tempatku dipenuhi anak-anak kecil. Usia 6-8 tahunan. Ada sekitar 8 orang mereka.
Dan bersama mereka seorang keturunan Arab yang lebih muda dariku. "Anak2 itu mabit semalam," katanya tersenyum.
Ia ikhwah yang bekerja dalam senyap. Tidak berkoar-koar atau sibuk menangkis serangan lawan. Ia bekerja dan bekerja.
Belum lama ia juga yang memanggul berkarung2 beras untuk acara sembako murah. Badannya yang gempal benar-benar berguna mengangkat beban.
Bila ada kematian atau orang kesusahan, ia yang pertama perhatian. Kadang ia mengajakku setengah memaksa. Begitulah hidupnya penuh amal.
Kadang kalau sedang berdua denganku ia bilang, "Mas, aku mau muroja'ah. Tolong disimak." Begitulah ikhwah ini penuh ruhiyyah dan semangat.
Interaksinya dengan Al Qur'an luar biasa. Bacaannya yang syahdu membuatku rindu untuk jadi makmumnya.
"Mas saja yang jadi imam," begitulah ia selalu berusaha menghormatiku. Jawabku, "Gak. Aku ingin mendengar bacaanmu. Kamu imamnya."
Saat aku makmum kepadanya, beberapa kali aku tak kuasa menahan tangis. Aku yang dulu mengajaknya tergabung dalam tarbiyyah ini.
Dan kini aku melihatnya tumbuh sebagai pribadi yang menarik. Bahkan dalam beberapa hal, aku kalah amal darinya.
Saat-saat serangan lawan mendera seperti saat ini, aku terbayang dengan kader-kader yang bekerja senyap sepertinya.
Tanpa kerja tetap, mereka tetap bekerja. Tetapi jiwa memberi mereka tak terkalahkan.
Kadang kalau saya sewa tenaganya untuk mengerjakan sesuatu dan kuupah, dikembalikannya sebagian upah. "Cukup segini saja, Mas," katanya.
Begitulah saya berharap banyak ikhwah yang bekerja senyap. Bekerja bukan karena "wani piro", tetapi "piro-piro wani." Berapa saja ok.
Bila ikhwah spt ini diteladani, saya yakin serangan kepada jamaah dan para qiyadah tidak berarti apa-apa. Dan jama'ah dakwah ini bertumbuh.
Tapi bila banyak ikhwah yang lebay, suka galau, maka tak perlu diserang pun, eksistensi jama'ah dakwah ini bisa terancam. [pyg]
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
May 03, 2014
posted by @Adimin
Presiden Pilihan Saya | Oleh: Asma Nadia
Written By Anonymous on 03 May, 2014 | May 03, 2014
Telah lima kali pemilihan umum sejak pertama menggunakan hak pilih, dan saya masih saja menunggu kehadirannya, Presiden Pilihan Saya. Mencari-cari sosoknya, di antara rasa bingung melihat para calon presiden datang dari satu partai ke partai lain sibuk melobi sana sini, tapi tidak satu pun yang benar-benar melobi rakyat Indonesia.
Padahal tren saat ini, masyarakat tidak selalu memilih presiden sesuai rekomendasi partai. Sangat mungkin seseorang mengusung partai tertentu di pemilu legislatif tapi memilih presiden yang dinominasikan partai lain.
Siapa pun mengerti, memilih presiden berarti menunjuk orang, bukan lembaga kepartaian lagi. Jadi kenapa para calon presiden itu lupa melobi rakyat Indonesia? Mereka bisa menyampaikan visi dan misi yang jelas, lalu bernegosiasi dengan rakyat.
Kalau cuma berjanji membuat Indonesia lebih maju, lebih makmur atau hukum lebih ditegakkan, buat saya itu hanya janji semu karena tidak ada indikatornya. Saya memilih calon presiden yang punya janji dan solusi konkret. Presiden yang menjamin tidak ada lagi lembaga atau institusi, baik di tingkat lokal maupun propinsi, pada level pemerintah maupun non pemerintah, yang melarang muslimah menutup aurat.
Saya memilih Presiden yang berani menjamin bahwa di masa kepemimpinannya tidak ada siswa atau mahasiswa yang menjadi korban bully para senior. Presiden yang memikirkan dengan matang penyelenggaraan UN. Dia yang menjamin tidak akan ada soal UN yang bocor, tidak ada soal UN yang keluar dari apa yang dipelajari siswa, bahkan berani menghapus UN jika “satu-satunya indikator” kelulusan siswa itu dianggap lebih sedikit memberi manfaat ketimbang pengorbanan yang dikeluarkan.
Saya memilih presiden yang berani menjamin nilai rupiah menguat dan tidak membiarkan dolar terus menari-nari di atas kelemahan rupiah kita.
Saya memilih Presiden yang menjamin bahwa TKI Indonesia di luar negeri akan dijamin kehormatan, keselamatan dan hak-hak kemanusiaannya.
Saya memilih presiden yang menjamin penegakan hukum yang tidak tebang pilih.
Saya memilih presiden yang menjamin bahwa setiap ruang publik menghargai ibadah shalat umat Islam dengan menyediakan mushola layak, yang mudah dijangkau dan bersih.
Saya memilih presiden yang menjamin anak-anak Indonesia bebas dari ancaman narkoba, minuman keras, pedofilia dan propaganda rokok.
Saya memilih presiden yang mau mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menyiapkan anak Indonesia berlaga di Piala Dunia di masa depan, mengembalikan kejayaan bulu tangkis dan memajukan dunia olah raga. Saya memilih presiden yang menjamin tidak ada lagi buku-buku, juga film lokal dan karya anak bangsa yang dibajak.
Saya memilih presiden yang berani menghapus tayangan yang mengandung pornografi dan kekerasan serta pembodohan baik di layar kaca atau di layar lebar.
Saya memilih presiden yang siap turun langsung ke daerah bencana untuk memastikan korban mendapat bantuan sebaik dan sesegera mungkin.
Saya memilih presiden yang siap mengucurkan dana untuk pengusaha kecil menengah. Presiden yang menyadari bahwa pondasi kokoh ekonomi bangsa tak cuma berada di tangan pengusaha kelas kakap, tapi juga berada di tangan para pengusaha kecil menengah ini. Saya memilih presiden yang ... yang... yang...
Ah, di manakah dirimu, Presiden Pilihan Saya? Di antara sosok-sosok berpakaian formal, lembar pidato penuh propaganda, serta senyum yang dihadirkan sesimpatik mungkin di media cetak dan layar televisi, saya masih mencarimu. Sosok yang akan menjamin, setidaknya sungguh-sungguh berusaha menjadi jawaban akan berbagai persoalan di tanah air. Jangan katakan penantian ini sia-sia. Saya percaya kau ada. Mohon, muncullah. [ROL/pkssumut]
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
May 03, 2014
posted by @Adimin
"Kaulah Mawar di Taman Kami, Merekahlah..." | By @Fahrihamzah
Kita harus tahu arti serangan musuh...
Kita harus punya peta pertarungan yang utuh..
Kita harus tahu makna serangan lawan...
Kita harus tahu daya rusak serangan lawan...
Kita harus tahu kekuatan riil kita...
Kita harus tahu kekuatan riil lawan...
Jangan terkecoh oleh jebakan..
Fokus pada target dan sasaran...
Jangan terganggu oleh riak...perhatikan gelombang...
Setiap bidak lawan yang bergerak...perhatikan yang tak bergerak...
Jangan terpancing oleh umpan palsu...
Perhatikan: gerakan lawan adalah karena gerakan kita...
Atau: gerakan kita karena gerakan lawan....
Ingat: rukun dari kekuatan kita berawal dari pemahaman...
Ingat: rukun dari barisan kita berakhir dengan kepercayaan...
Musuh boleh memecah orang lain tapi bukan kita...
Infiltrasi lawan boleh makin dalam tapi tidak kepada kita...
Jangan anggap remeh besarnya konspirasi meski tak harus dikatakan...
Waspadalah pada pujian...dan nikmatilah kritik dan serangan...
Terbiasa lah dalam keterbatasan agar kita hargai kecukupan...
Musuh menang bukan karena dia kuat tapi karena kita lemah...
Jangan lemah oleh cacian....
Jangan takut oleh ancaman...
Jangan kecewa oleh kegagalan....
Selalu awas dan waspada...
Kesempatan selalu ada...jika tiada, ciptakan...!
Aku ingin menggambarkan mu kawan..
Dengan kata2 yang indah....
Kaulah mawar di taman kami....
Merekah lah..
____
https://twitter.com/Fahrihamzah
Kita harus punya peta pertarungan yang utuh..
Kita harus tahu makna serangan lawan...
Kita harus tahu daya rusak serangan lawan...
Kita harus tahu kekuatan riil kita...
Kita harus tahu kekuatan riil lawan...
Jangan terkecoh oleh jebakan..
Fokus pada target dan sasaran...
Jangan terganggu oleh riak...perhatikan gelombang...
Setiap bidak lawan yang bergerak...perhatikan yang tak bergerak...
Jangan terpancing oleh umpan palsu...
Perhatikan: gerakan lawan adalah karena gerakan kita...
Atau: gerakan kita karena gerakan lawan....
Ingat: rukun dari kekuatan kita berawal dari pemahaman...
Ingat: rukun dari barisan kita berakhir dengan kepercayaan...
Musuh boleh memecah orang lain tapi bukan kita...
Infiltrasi lawan boleh makin dalam tapi tidak kepada kita...
Jangan anggap remeh besarnya konspirasi meski tak harus dikatakan...
Waspadalah pada pujian...dan nikmatilah kritik dan serangan...
Terbiasa lah dalam keterbatasan agar kita hargai kecukupan...
Musuh menang bukan karena dia kuat tapi karena kita lemah...
Jangan lemah oleh cacian....
Jangan takut oleh ancaman...
Jangan kecewa oleh kegagalan....
Selalu awas dan waspada...
Kesempatan selalu ada...jika tiada, ciptakan...!
Aku ingin menggambarkan mu kawan..
Dengan kata2 yang indah....
Kaulah mawar di taman kami....
Merekah lah..
____
https://twitter.com/Fahrihamzah
[pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 03, 2014
BDW
posted by @Adimin
#Ngeri Saya jadi kader PKS
Pernah kah kita
membayangkan hidup dalam kebersamaan para pejuang, #NGERI
Ketika dulu, awal
tarbiyah sempat dikatakan penganut aliran sesat, karena selalu diam diam karena
kuatir di awasi aparat #NGERI
Bayangkan sejak
tahun 70 an; sudah menjadi target untuk dibasmi dan digilas oleh aparat negara,
#NGERI
Begitupun ketika
menjadi partai yang bersih dan ‘beda’ dengan perjuangan partai lain, semua
merespon mencibir dan sinis, #NGERI
Bahkan kaderisasi
tarbiyah yang dianggap motor perubahan akhlak pada generasi muda, di lingkungan
rohis dan dakwah kampus; sempat dikatakan wadah perekrutan pelaku teroris,
#NGERI
Cuma karena
‘beda’ garis perjuangan di partai koalisi terkait penolakkan kenaikan harga
BBM, PKS sering di cap partai ‘pengkhianat’ dan ‘sok peduli’, #NGERI
Berapa banyak
kebijakan pemerintah pro rakyat dan pro syariah (seperti polwan jilbab) semua
ide awalnya dari PKS, #NGERI
Bahkan mantan
presiden PKS LHI harus ikhlas di buat settingan untuk di kriminalisasi KPK, iih
#NGERI
18 tahun masbro,
tuntutan jaksa karena PKS bukan ‘pemain’ dan broker kasus; yang bisa tawar
menawar tuntutan (seperti nazarrudin dan anggie), #NGERI
Siapapun harus
sadar tidak ada partai yang bersih dan peduli, kalau ‘beda’ ya harus siap di
kriminalisasi KPK agar bisa terkesan tidak bersih dan tidak peduli, iih #NGERI
Kader kadernya
mungkin terlalu solid dan terstruktur rapi, jadi bikin pusing pihak lain yang
iri dan dengki atas semakin baik dan semakin dicintai nya PKS, #NGERI
PKS itu partai
nomor satu yang ‘dibenci’ praktisi intelejen karena pola pikir kader PKS yang
militan dan mampu menarik perhatian masya- rakat; intelejen kuatir PKS bisa
makar dengan ideologi islamis, iiih #NGERI
Partai yang
paling anti kaum liberal (kaum JIL,sepilis dan syiah) ya cuma PKS, kader
kadernya terlalu militan melakukan aksi anti liberalisme dalam agama, #NGERI
PKS partai yang
tidak berteman dengan mafia dan makelar, makanya tidak mau negoisasi dan
kompromi ‘harga’ akhirnya dimusuhi dan dijauhi; #NGERI
#NGERI #NGERI
#NGERI kalo jadi orang PKS
Membela dengan
bukti bukti tapi dikatakan membela membabi buta alias doktrin buta, iih #NGERI
Semua serba di
bully; oh tapi memang kudu harus nyadar, PKS hitungan nya masih partai terbaik
saat ini maka pantas banyak pihak iri, iih #NGERI
Belajar ikhlas
dan sabar yang benar ya harus dengan masuk PKS; ingat sejak tahun 70 an sudah
menjadi segala target ambisius para aparat negara, iih #NGERI
Pokok nya saya
mah #NGERI kalo jadi orang PKS
Ngeri jatuh cinta
pada harokah/gerakan partai PKS ini
BDW
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN






