Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
May 08, 2014
Atas keberhasilan itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan beberapa pembangunan infrastruktur strategis di Sumbar.
“Menteri PU segera menindaklanjutinya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur 2014-216,” kata Gubernur Irwan Prayitno yang dihubungi Singgalang tadi malam, usai pertemuan dengan Djoko Kirmanto, membahas upaya percepatan prioritas pembangunan infrastruktur, Selasa (6/5) di Jakarta.
Makanya, di Sumbar pembangunan berbagai sarana infrastruktur tetap menjadi perhatian pemprov bersama pemkab/kota dari tahun ke tahun. Apalagi masih banyak sarana infrastruktur yang perlu dibenahi dan dilengkapi hingga dibangun baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah.
“Pembangunan infrastuktur itu sangat berkorelasi dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Pemprov bersama pemkabupaten/kota terus berusaha dan berjuang bagaimana menggaet pendanaan dari pusat. Tentu dibarengi dengan usulan program-program strategis,” jelas Irwan.
Menurutnya, kalau hanya mengandalkan dana provinsi saja tidak cukup. Jumlahnya terbatas. Begitu pula pendanaan kabupaten/kota. Apalagi untuk membangun berbagai infrastruktur itu butuh biaya yang tidak sedikit. Solusinya, dana pusat harus digaet ke daerah. Berbagai program strategis diusulkan.
Dalam pertemuan itu, Menteri PU sangat merespon usulan gubernur. Para Dirjen di Kementerian PU pun menandai sejumlah program strategis tersebut untuk ditindaklanjuti pula.
“Mudah-mudahan ada yang dianggarkan dalam APBN perubahan tahun ini. Begitu juga dimasukkan pula dalam APBN 2015 dan 2016,” kata Irwan yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Ali Musri dan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim, Suprapto.
Beberapa pembangunan infratsruktur yang menjadi prioritas percepatan pembangunan meliputi, percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Antara lain, Jalan dari Bypass menuju Duku-Sicincin-Balingka, Pembangunan jalan terowongan Ngarai Sianok-Jembatan Ngarai Sianok hingga melintas Bukittinggi (jalan alternatif).
Untuk jalan, panjangnya mencapai 76 kilometer. Kemudian 1,1 kilometer untuk pembangunan terowongan dan 0,49 kilometer untuk pembangunan jembatan. Total keseluruhan dana pembangunannya mencapai Rp2 triliun.
Khusus untuk pembangunan Terowongan Ngarai Sianok, panjangnya 1,1 km, lebar 11 meter dan tinggi 11 meter, perkiraan biaya Rp1,2 triliun. Selain terowongan juga dibangun jembatan Ngarai Sianok Tipe Cable Stayed bentang 2×450 meter (490 meter) dengan lebar 22 meter. Perkiraan biayanya Rp800 miliar.
“Pembangunan jalan dan terowongan ini bertujuan guna menghindari beberapa titik kemacetan di Lubuk Alung, Sicincin, Silaing, Padang Panjang-Koto Baru dan Padang Luar,” harap Irwan.
Selanjutnya, percepatan pembangunan Jalan Pantai Nipah menuju Pantai Padang hingga ke BIM yang membutuhkan dana Rp470 miliar. Juga ada pembangunan Jalan Padang Aro-Sungai Dareh-Batas Jambi, dengan dana Rp370 miliar.
Lalu, Pembangunan Jalan Teluk Bayur-Tarusan-Pasar Baru-Alahan Panjang-Kiliran Jao (Rp950 miliar), pembangunan Jalan Lingkar Timur, Padang (Rp16 miliar), pembangunan Jalan Lingkar Barat, Padang Panjang (Rp70 miliar).
Sedangkan, prioritas percepatan pembangunan juga termasuk pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), meliputi pembangunan pengendalian banjir Batang Kuranji. Pembangunan pengendalian banjir di Batang Kuranji ini meliputi bagian tengah; dari Bendung Gunung Nago hingga Bendung PDAM Gunung Pangilun, Padang. Dananya Rp50 miliar.
Kemudian, percepatan pembangunan pengendalian banjir Batang Maransi, di Kota Padang dengan dana yang dibutuhkan Rp120 miliar. Lalu pengamanan Pantai Sasak, Pasaman Barat (Rp30 miliar).
posted by @Adimin
Infrastruktur Sumbar Terbaik di Indonesia
Written By Anonymous on 08 May, 2014 | May 08, 2014
JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menilai infrastruktur Sumbar terbaik di Indonesia. Bahkan menjadi provinsi terbaik dalam pelayanan infrastruktur dalam menunjang kesejahteraan masyarakat.
Atas keberhasilan itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan beberapa pembangunan infrastruktur strategis di Sumbar.
“Menteri PU segera menindaklanjutinya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur 2014-216,” kata Gubernur Irwan Prayitno yang dihubungi Singgalang tadi malam, usai pertemuan dengan Djoko Kirmanto, membahas upaya percepatan prioritas pembangunan infrastruktur, Selasa (6/5) di Jakarta.
Makanya, di Sumbar pembangunan berbagai sarana infrastruktur tetap menjadi perhatian pemprov bersama pemkab/kota dari tahun ke tahun. Apalagi masih banyak sarana infrastruktur yang perlu dibenahi dan dilengkapi hingga dibangun baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah.
“Pembangunan infrastuktur itu sangat berkorelasi dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Pemprov bersama pemkabupaten/kota terus berusaha dan berjuang bagaimana menggaet pendanaan dari pusat. Tentu dibarengi dengan usulan program-program strategis,” jelas Irwan.
Menurutnya, kalau hanya mengandalkan dana provinsi saja tidak cukup. Jumlahnya terbatas. Begitu pula pendanaan kabupaten/kota. Apalagi untuk membangun berbagai infrastruktur itu butuh biaya yang tidak sedikit. Solusinya, dana pusat harus digaet ke daerah. Berbagai program strategis diusulkan.
Dalam pertemuan itu, Menteri PU sangat merespon usulan gubernur. Para Dirjen di Kementerian PU pun menandai sejumlah program strategis tersebut untuk ditindaklanjuti pula.
“Mudah-mudahan ada yang dianggarkan dalam APBN perubahan tahun ini. Begitu juga dimasukkan pula dalam APBN 2015 dan 2016,” kata Irwan yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Ali Musri dan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim, Suprapto.
Beberapa pembangunan infratsruktur yang menjadi prioritas percepatan pembangunan meliputi, percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Antara lain, Jalan dari Bypass menuju Duku-Sicincin-Balingka, Pembangunan jalan terowongan Ngarai Sianok-Jembatan Ngarai Sianok hingga melintas Bukittinggi (jalan alternatif).
Untuk jalan, panjangnya mencapai 76 kilometer. Kemudian 1,1 kilometer untuk pembangunan terowongan dan 0,49 kilometer untuk pembangunan jembatan. Total keseluruhan dana pembangunannya mencapai Rp2 triliun.
Khusus untuk pembangunan Terowongan Ngarai Sianok, panjangnya 1,1 km, lebar 11 meter dan tinggi 11 meter, perkiraan biaya Rp1,2 triliun. Selain terowongan juga dibangun jembatan Ngarai Sianok Tipe Cable Stayed bentang 2×450 meter (490 meter) dengan lebar 22 meter. Perkiraan biayanya Rp800 miliar.
“Pembangunan jalan dan terowongan ini bertujuan guna menghindari beberapa titik kemacetan di Lubuk Alung, Sicincin, Silaing, Padang Panjang-Koto Baru dan Padang Luar,” harap Irwan.
Selanjutnya, percepatan pembangunan Jalan Pantai Nipah menuju Pantai Padang hingga ke BIM yang membutuhkan dana Rp470 miliar. Juga ada pembangunan Jalan Padang Aro-Sungai Dareh-Batas Jambi, dengan dana Rp370 miliar.
Lalu, Pembangunan Jalan Teluk Bayur-Tarusan-Pasar Baru-Alahan Panjang-Kiliran Jao (Rp950 miliar), pembangunan Jalan Lingkar Timur, Padang (Rp16 miliar), pembangunan Jalan Lingkar Barat, Padang Panjang (Rp70 miliar).
Sedangkan, prioritas percepatan pembangunan juga termasuk pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), meliputi pembangunan pengendalian banjir Batang Kuranji. Pembangunan pengendalian banjir di Batang Kuranji ini meliputi bagian tengah; dari Bendung Gunung Nago hingga Bendung PDAM Gunung Pangilun, Padang. Dananya Rp50 miliar.
Kemudian, percepatan pembangunan pengendalian banjir Batang Maransi, di Kota Padang dengan dana yang dibutuhkan Rp120 miliar. Lalu pengamanan Pantai Sasak, Pasaman Barat (Rp30 miliar).
[Singgalang 7 Mei 2014/http://irwan-prayitno.com]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 08, 2014
posted by @Adimin
Fraksi PKS DPR Mendatang dari Aceh sampai Papua
Jakarta (7/5) - Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2014-2019 akan diisi oleh wakil rakyat dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Papua. Hal ini diketahui setelah PKS memastikan satu kursi DPR RI didapat dari Papua berdasarkan Rapat Pleno KPU Papua yang selesai Rabu (7/5) pukul 11 Waktu Indonesia Timur (WIT).
Kabar ini disambut gembira Ketua Fraksi PKS saat ini, Hidayat Nur Wahid usai rapat internal Fraksi PKS pada Rabu (7/5) siang di Kompleks DPR - MPR. "Alhamdulillah, wakil PKS yang merata dari berbagai provinsi akan memudahkan PKS menyerap aspirasi dan keinginan rakyat. PKS akan semakin dekat dengan rakyat di seluruh Indonesia," tutur mantan Ketua MPR periode 2004-2009 tersebut.
Dihubungi saat berada di Jayapura, Wakil Ketua Bidang Wilayah Dakwah (Wilda) Indonesia Timur Aidil Heryana menyampaikan kabar, PKS berhasil meraih satu kursi dengan 159 ribu suara untuk DPR RI. PKS juga berhasil menempatkan tiga wakil di DPR Papua dan juga 64 anggota legislatif untuk berbagai DPRD Tingkat II di provinsi paling timur Indonesia tersebut.
“Kinerja PKS di Papua sangat memuaskan dalam mewujudkan kursi DPR dari Papua yang diinginkan sejak lama. Soliditas di internal PKS membuat seluruh kader dapat bekerja dengan lancar dan enjoy. Papua adalah etalase di Indonesia timur, kami bersyukur dapat pecah telur di sini," ungkap Aidil mengomentari pertama kalinya PKS mengirimkan wakil dari Papua ke DPR RI. [pks.or.id]
Kabar ini disambut gembira Ketua Fraksi PKS saat ini, Hidayat Nur Wahid usai rapat internal Fraksi PKS pada Rabu (7/5) siang di Kompleks DPR - MPR. "Alhamdulillah, wakil PKS yang merata dari berbagai provinsi akan memudahkan PKS menyerap aspirasi dan keinginan rakyat. PKS akan semakin dekat dengan rakyat di seluruh Indonesia," tutur mantan Ketua MPR periode 2004-2009 tersebut.
Dihubungi saat berada di Jayapura, Wakil Ketua Bidang Wilayah Dakwah (Wilda) Indonesia Timur Aidil Heryana menyampaikan kabar, PKS berhasil meraih satu kursi dengan 159 ribu suara untuk DPR RI. PKS juga berhasil menempatkan tiga wakil di DPR Papua dan juga 64 anggota legislatif untuk berbagai DPRD Tingkat II di provinsi paling timur Indonesia tersebut.
“Kinerja PKS di Papua sangat memuaskan dalam mewujudkan kursi DPR dari Papua yang diinginkan sejak lama. Soliditas di internal PKS membuat seluruh kader dapat bekerja dengan lancar dan enjoy. Papua adalah etalase di Indonesia timur, kami bersyukur dapat pecah telur di sini," ungkap Aidil mengomentari pertama kalinya PKS mengirimkan wakil dari Papua ke DPR RI. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 08, 2014
posted by @Adimin
HNW: Deklarasi Koalisi PKS Pekan Ini
JAKARTA - Satu per satu partai politik mulai menunjukkan kecenderungan
arah koalisi menghadapi pilpres 9 Juli nanti. Kemarin (7/5) sejumlah
elite PKS kompak mengungkapkan bahwa partainya semakin merapat ke Partai
Gerindra.
Anggota Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan, berdasar perkembangan komunikasi politik yang telah dilakukan, Gerindra 99 persen menyetujui platform dan agenda PKS untuk Indonesia ke depan.
"Mudah-mudahan minggu ini bisa dideklarasikan," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (7/5).
Dia menegaskan, mitra koalisi PKS harus memperhatikan isu-isu tertentu. Di antaranya, isu perlindungan anak, kontrak karya perusahaan internasional, dan menjadikan Indonesia ke depan lebih baik. "Sebab, rakyat sudah muak dengan hanya bagi-bagi kekuasaan," bebernya.
Menyangkut isu HAM yang kerap dialamatkan ke Prabowo Subianto sebagai capres yang siap diusung Gerindra, Hidayat menyatakan, poin tersebut termasuk yang diklarifikasi langsung kepada yang bersangkutan.
Mantan presiden PKS itu menegaskan, kasus penculikan aktivis pada masa awal reformasi lalu sudah dipertanggungjawabkan. Yaitu, dengan adanya peradilan militer kepada sejumlah perwira militer. Prabowo pun akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai panglima Komando Strategi Angkatan Darat.
Meski demikian, ketua fraksi PKS itu juga merasa ada nuansa politis di balik pemunculan isu tersebut. Dia menyindir tentang tidak munculnya secara masif isu yang sama ketika Prabowo maju sebagai cawapres Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009. "Saat itu PDIP kan Megawati (yang) menggandeng Prabowo, nggak dipermasalahkan tuh. Tidak ada juga yang menganulir," katanya.
Lalu, bagaimana wacana koalisi keempat bersama Partai Demokrat? Hidayat mengungkapkan, sebagai partai yang merupakan bagian koalisi pemerintahan bersama partai yang dikomandani Susilo Bambang Yudhoyono tersebut pada periode 2004-2009 dan 2009-2014, PKS tentu juga telah menjalin komunikasi. Namun, lanjut dia, Demokrat hingga saat ini masih memiliki keterbatasan manuver karena punya PR konvensi capres yang baru segera diselesaikan. "Apa pun itu, kita tidak bisa menunggu dan melewatkan potensi positif," ujarnya.
Dia lantas menjelaskan bahwa peta koalisi sudah dapat dilihat setelah rekapitulasi suara di KPU yang seharusnya diumumkan 9 Mei 2014. Di sisi lain, Demokrat diperkirakan baru mengumumkan pemenang konvensi sekitar pertengahan Mei. "Kami PKS tidak mau grusa-grusu. Kami serius melihat perkembangan yang ada. Tapi, ya sulit menunggu yang lain. Peta koalisi sudah terbayang," tandasnya.
Partai Gerindra berencana melakukan koalisi tenda besar. Selain PKS, Partai Gerindra melakukan pendekatan ke Partai Golkar, PAN, Partai Hanura, dan PPP.
Terpisah, Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah juga menegaskan bahwa partainya memang sudah semakin dekat berkoalisi dengan partai berlambang kepala burung Garuda tersebut. Dia menyatakan, partainya merasa nyaman berkoalisi dengan Gerindra lebih karena figur Prabowo.
"Beliau (Prabowo, Red) berpikiran maju dan cepat. Saya sebel dengan orang yang enggak jelas. Prabowo tidak seperti itu. Prabowo tak pakai topeng, riil, tidak diputar-puter," kata Fahri.
Dia menambahkan, PKS juga merasa dekat dengan Prabowo karena keterbukaan yang bersangkutan dalam mengajak partainya membicarakan koalisi dan sejumlah masalah lain.
"Enaknya dengan Prabowo, segalanya dimusyawarahkan, diletakkan di atas meja, dan dibicarakan bersama-sama dan dengan baik-baik. Ini bagus untuk pemerintahan ke depan karena bisa membahas kompleksitas negara," tandasnya. [dyn/c2/jppn]
Anggota Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan, berdasar perkembangan komunikasi politik yang telah dilakukan, Gerindra 99 persen menyetujui platform dan agenda PKS untuk Indonesia ke depan.
"Mudah-mudahan minggu ini bisa dideklarasikan," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (7/5).
Dia menegaskan, mitra koalisi PKS harus memperhatikan isu-isu tertentu. Di antaranya, isu perlindungan anak, kontrak karya perusahaan internasional, dan menjadikan Indonesia ke depan lebih baik. "Sebab, rakyat sudah muak dengan hanya bagi-bagi kekuasaan," bebernya.
Menyangkut isu HAM yang kerap dialamatkan ke Prabowo Subianto sebagai capres yang siap diusung Gerindra, Hidayat menyatakan, poin tersebut termasuk yang diklarifikasi langsung kepada yang bersangkutan.
Mantan presiden PKS itu menegaskan, kasus penculikan aktivis pada masa awal reformasi lalu sudah dipertanggungjawabkan. Yaitu, dengan adanya peradilan militer kepada sejumlah perwira militer. Prabowo pun akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai panglima Komando Strategi Angkatan Darat.
Meski demikian, ketua fraksi PKS itu juga merasa ada nuansa politis di balik pemunculan isu tersebut. Dia menyindir tentang tidak munculnya secara masif isu yang sama ketika Prabowo maju sebagai cawapres Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009. "Saat itu PDIP kan Megawati (yang) menggandeng Prabowo, nggak dipermasalahkan tuh. Tidak ada juga yang menganulir," katanya.
Lalu, bagaimana wacana koalisi keempat bersama Partai Demokrat? Hidayat mengungkapkan, sebagai partai yang merupakan bagian koalisi pemerintahan bersama partai yang dikomandani Susilo Bambang Yudhoyono tersebut pada periode 2004-2009 dan 2009-2014, PKS tentu juga telah menjalin komunikasi. Namun, lanjut dia, Demokrat hingga saat ini masih memiliki keterbatasan manuver karena punya PR konvensi capres yang baru segera diselesaikan. "Apa pun itu, kita tidak bisa menunggu dan melewatkan potensi positif," ujarnya.
Dia lantas menjelaskan bahwa peta koalisi sudah dapat dilihat setelah rekapitulasi suara di KPU yang seharusnya diumumkan 9 Mei 2014. Di sisi lain, Demokrat diperkirakan baru mengumumkan pemenang konvensi sekitar pertengahan Mei. "Kami PKS tidak mau grusa-grusu. Kami serius melihat perkembangan yang ada. Tapi, ya sulit menunggu yang lain. Peta koalisi sudah terbayang," tandasnya.
Partai Gerindra berencana melakukan koalisi tenda besar. Selain PKS, Partai Gerindra melakukan pendekatan ke Partai Golkar, PAN, Partai Hanura, dan PPP.
Terpisah, Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah juga menegaskan bahwa partainya memang sudah semakin dekat berkoalisi dengan partai berlambang kepala burung Garuda tersebut. Dia menyatakan, partainya merasa nyaman berkoalisi dengan Gerindra lebih karena figur Prabowo.
"Beliau (Prabowo, Red) berpikiran maju dan cepat. Saya sebel dengan orang yang enggak jelas. Prabowo tidak seperti itu. Prabowo tak pakai topeng, riil, tidak diputar-puter," kata Fahri.
Dia menambahkan, PKS juga merasa dekat dengan Prabowo karena keterbukaan yang bersangkutan dalam mengajak partainya membicarakan koalisi dan sejumlah masalah lain.
"Enaknya dengan Prabowo, segalanya dimusyawarahkan, diletakkan di atas meja, dan dibicarakan bersama-sama dan dengan baik-baik. Ini bagus untuk pemerintahan ke depan karena bisa membahas kompleksitas negara," tandasnya. [dyn/c2/jppn]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 07, 2014
posted by @Adimin
PKS Akan Segera Deklarasi Dukung Prabowo
Written By Anonymous on 07 May, 2014 | May 07, 2014
Isu pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang dituduhkan kepada bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, tak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mundur dalam rencana koalisi dengan Partai Gerindra. PKS bahkan menyatakan akan mendeklarasikan koalisinya bersama Gerindra pada akhir pekan ini.
"Kami memang tidak meridhoi soal politik culik menculik, tapi saya tidak menuduh Prabowo terlibat, artinya vonis sudah dijatuhkan. Jadi komunikasi kami berjalan begitu saja," ujar Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Menurut Hidayat, untuk kasus penculikan, sebenarnya sudah dipertanggungjawabkan dengan adanya peradilan militer yang diberikan kepada sejumlah perwira militer. Prabowo pun akhirnya dicopot dari jabatannya, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat.
Namun, Hidayat mengakui secara politis, kasus ini terus dikaitkan. Anehnya, kata Hidayat, saat Prabowo maju sebagai calon wakil presiden bersama Megawati Soekarnoputri, isu ini tak menjadi bahan pembicaraan.
"Tahun 2009, PDI-P kan Megawati menggandeng Prabowo nggak dipermasalahkan tuh. Nggak ada juga yang menganulir," kata Hidayat.
Terkait dengan koalisi bersama Gerindra, Hidayat menuturkan, PKS sudah merespons ajakan formal Gerindra. "Gerindra sudah 99 persen menyetujui. Mudah-mudahan minggu ini bisa dideklarasikan," ucap anggota Komisi VIII DPR itu.
Partai Gerindra berencana melakukan koalisi tenda besar. Selain PKS, Partai Gerindra juga melakukan pendekatan ke Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [kompas]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 07, 2014
posted by @Adimin
Inilah Nama-nama Aleg PKS Yang Lolos ke Senayan 2014-2019
Perolehan KURSI PKS Capai 8,2 % ( 45 kursi) di DPR RI. Siapa dan Dapil mana saja yang sudah dipastikan/ diprediksi lolos
- Aceh : 1 kursi a/n . M. Nasir Jamil
- Sumut : 3 kursi. ( Tifatul sembiring, Iskan Qalba Lubis dan Ansori Siregar)
- Sumbar : 2 kursi ( Refrizal dan Hermanto)
- Riau : 1 kursi (Chairul Anwar)
- Sumsel : 2 kursi ( Mustafa Kemal dan Iqbal Romzy)
- Lampung : 2 kursi (Al Muzammil Yusuf dan ?????????)
- DKI : 3 kursi ( HNW, Ahmad z, dan Adang D)
- JABAR : 11 kursi (Ledia H, Ma'mur H, Ecky A, Yudi W. A, TB Soenmadjaja, Mahfud A, Sa'aduddin, Mahfuzh Siddik, Nur Hasan Zadi,Surahman H, M. Sohibul Iman)
- JATENG : 4 kursi (M. Gamari, Hamid N Y, Abdul H M, Abdul Fikri)
- Banten : 2 kursi ( Zulkieflimansyah dan Jazuli)
- Djogjakarta : 1 kursi (Sukamta)
- JATIM : 5 kursi (Sigit Sosiantomo, dst ?????)
- NTB : 1 kursi ( Fahri Hamzah)
- KALTIM : 1 kursi (Hadi Mulyadi)
- KALSEL (Habib Bakar Al Habsyie)
- SULSEL : 2 kursi ( Tamsil Limrung dan Akmal P)
- SUlawwesi Tenggara : 1 kursi (La Pili)
- Maluku Utara : 1 kursi
- Papua : 1 kursi ( Aidil Heryana)
[http://4pri.blogspot.com/2014/04/anggota-dpr-ri-pks-2014-2019-11-kursi.html]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 07, 2014
posted by @Adimin
Politisasi Mutasi
Polemik
yang terjadi dua minggu terakhir berkaitan dengan mutasi beberapa pejabat di
lingkungan pemko Padang, semestinya harus dilihat dalam berbagai sudut pandang,
tidak bisa dengan memakai kaca mata kuda dengan hanya menampilkan logika formal
dengan mengesampingkan fakta fakta yang menyertainya, termasuk perjalanan
proses Pilkada Kota Padang 2014 kemarin yang mengusung dua kandidat, Pasangan
MAHEM dan DEJE. Diakui atau tidak pasti ada keberpihakan orang2 pemko kepada salahsatu calon.
Hakekatnya
seorang PNS harusnya bersikap netral terhadap proses politik dimanapun mereka
bekerja. Sehingga kondisi dilingkungan PNS tidak ikut terseret dalam carut
marut politik setempat, sehingga menumbuhkan kondisi yang kondusif di dunia
kepegawaian terkhusus para abdi negara.
Ketika
seorang PNS atau pejabat ikut terseret proses dan arus politik disekitarnya,
berarti dia bersedia dan sanggup untuk menerima resiko yang berbanding lurus
dengan keberpihakannya pada proses politik yang ada. Dan hal ini adalah lumrah
dan alamiah terlebih lagi dalam dunia politik.
Ketika
masyarakat mencium bahwa dalam proses mutasi yang terjadi ada aroma politik,
masyarakat harus adil pula menilai apa yang terjadi dalam proses politik
sebelumnya. Ketika pejabat terpilih (berandai andai) yang tentunya mempunyai
visi dan misi yang harus dijalankan oleh seluruh perangkat pemko maka mau tidak
mau pejabat yang bersangkutan berhak untuk merapikan barisan untuk mencapai
misi tersebut, yang pastinya di iringi dengan kebijakan2 strategis termasuk
mutasi, maka wajar wajar saja hal itu dilakukan.
Apalagi
apa yang dilakukan oleh Pj Wako Erizal dengan melakukan mutasi di lingkungan
pemko tidak bertentangan secara hukum.
PP
49 Tahun 2008 mengatur penjabat kepala daerah atau pelaksana tugas kepala
daerah yang dilarang untuk melakukan mutasi pegawai adalah penjabat yang
memenuhi lima kondisi ini.
Pertama, apabila penjabat tersebut diangkat karena kepala daerah diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD, apabila dinyatakan melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan.
Kedua bila penjabat kepala daerah diangkat karena kepala daerah dan wakil kepala daerah diberhentikan Sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, dan/atau tindak pidana terhadap keamanan negara.
Ketiga, penjabat kepala daerah yang diangkat dalam hal kepala daerah dan wakil kepala daerah berhenti atau diberhentikan secara bersamaan dalam masa jabatannya.
Keempat, penjabat yang diangkat untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah karena mengundurkan diri untuk mencalonkan/dicalonkan menjadi calon kepala daerah/wakil kepala daerah,
Kelima, penjabat yang diangkat karena kepala daerah yang diangkat dari wakil kepala daerah yang menggantikan kepala daerah yang mengundurkan diri untuk mencalonkan/dicalonkan sebagai calon kepala daerah/wakil kepala daerah.
Pertama, apabila penjabat tersebut diangkat karena kepala daerah diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD, apabila dinyatakan melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan.
Kedua bila penjabat kepala daerah diangkat karena kepala daerah dan wakil kepala daerah diberhentikan Sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, dan/atau tindak pidana terhadap keamanan negara.
Ketiga, penjabat kepala daerah yang diangkat dalam hal kepala daerah dan wakil kepala daerah berhenti atau diberhentikan secara bersamaan dalam masa jabatannya.
Keempat, penjabat yang diangkat untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah karena mengundurkan diri untuk mencalonkan/dicalonkan menjadi calon kepala daerah/wakil kepala daerah,
Kelima, penjabat yang diangkat karena kepala daerah yang diangkat dari wakil kepala daerah yang menggantikan kepala daerah yang mengundurkan diri untuk mencalonkan/dicalonkan sebagai calon kepala daerah/wakil kepala daerah.
Dari
lima kondisi di atas, tidak satu pun terpenuhi pada pengangkatan Erizal sebagai
Penjabat Wali Kota Padang. Erizal diangkat karena terjadinya kekosongan jabatan
wali kota dan wakil wali kota yang telah habis masa jabatannya, sehingga
kekosongan jabatan tersebut terjadi bukan karena walikota dan wakil wali kota
berhenti atau diberhentikan. Artinya, sehingga alasan dan terminologi
“berhenti” atau “diberhentikan” tidaklah tepat digunakan untuk mengukur
legalitas dan kewenangan Erizal sebagai Penjabat Wali Kota Padang.
Mutasi
adalah salah satu bagian dari Manajemen PNS sebagaimana diatur dalam UU
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pasal 73 UU ini mengatur
bahwa setiap PNS dapat dimutasi tugas dan/atau lokasi dalam 1 (satu)
instansi daerah yang dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.
Jadi, PP 49 Tahun 2008 dan PP 53 Tahun 2010 tidak dapat dijadikan dasar hukum
untuk menjustifikasi bahwa mutasi adalah tidak sah.
Dengan
kata lain, mutasi yang dilakukan Penjabat Wali Kota Padang dijalankan tidaklah
bertentangan dengan kedua peraturan pemerintah tersebut. Dan satu lagi keanehan
yang terjadi, ketika Fauzi Bahar melakukan mutasi bahkan sampai dua kali,
mengapa tidak ada yang bereaksi sedemikian rupa, sehingga sah sah saja
banyak juga yang menilai bahwa mereka yang protes itu juga termasuk politisasi
bukan semata mata pertimbangan obyektif profesional.
Jadi sebenarnya siapa yang mempolitisasi Mutasi . . . . . .?????
Jadi sebenarnya siapa yang mempolitisasi Mutasi . . . . . .?????
Asdeddy Syam, ST
posted by @Adimin
Label:
Analisis,
TOPIK PILIHAN
May 07, 2014
Cara Sederhana untuk Bahagia
Semoga kita tak terpedaya oleh persepsi kita sendiri. Sungguh, kebenaran
itu bukan bergantung pada persepsi kita. Baik dan buruk juga bukan
bergantung kepada persepsi kita
M. Fauzhil Adhim
posted by @Adimin
BETAPA dekat kebahagiaan bagi
mereka yang menetapi do’a ini:
“اَللَّهُمَّ قَنِّعْــنِيْ بِـمَا
رَزَقْــــتَــنِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَاخْلُفْ عَلَى كُـلِّ غَائِـبَةٍ
لِيْ بِـخَيْرٍ”
“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qana’ah
(merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah engkau rezeqikan kepadaku,
dan berikanlah barakah kepadaku di dalamnya, dan jadikanlah bagiku semua yang
hilang dariku dengan yang lebih baik.” (HR Al Hakim)
Mengingat sejenak sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi
wa sallam,
“قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقُ كَفَا فًا، وَ
قَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ
“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri,
dilimpahi rezeqi yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap
apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan
Al-Baghawi).
Betapa sederhanya kebahagiaan. Ingatlah sejenak
bagaimana Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bergurat pipinya karena alas
tidur kasar. Hari ini betapa banyak yang memiliki tempat tidur mewah, tapi
hampir-hampir tak pernah ia rasai tidur yang nikmat. Betapa berbeda.
Tengoklah Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam.
Betapa sederhana makannya. Tak menuntut syarat yang berat, justru jadikan makan
lebih nikmat. Sungguh, ketika engkau tak meninggikan syarat terhadap apa yang
engkau reguk dari dunia ini, semakin mudah engkau rasai kebahagiaan. Dan apakah
yang lebih berharga daripada ganti yang lebih baik; ganti yang lebih membawa
kebaikan atas apa-apa yang terlepas dari kita?
Maka do’a riwayat Al-Hakim (beliau
menshahihkannya) yang dicontohkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam
ini merupakan kunci agar kita mampu bersikap secara tepat terhadap dunia:
qana’ah terhadap rezeqi dari-Nya, barakah atas rezeqi yang kita terima dan ganti
yang lebih baik (bukan lebih banyak) atas apa-apa yang terlepas dari kita.
Sungguh, rezeki yang tak barakah, amat jauh dari kebaikan.
Jika tiga hal ini ada pada kita, maka semoga
lisan kita mampu memanjatkan do’a yang menyempurnakan pembersihan jiwa kita.
Semoga.
Do’a itu (semoga kita dapat menghayati
sepenuh kesungguhan.) adalah:
اَللَّهُمَّ إنِّي أعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَ
الْحَزَنِ،وَ الْعَجْزِ وَ الْكَسَلِ،وَالْبُخْلِ وَ الْجُبْنِ،وَضَلَعِ الدَّيْنِ
وَ غَلبَةِالرِّجَالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
(bahaya) rasa gundah gulana dan kesedihan, (rasa) lemah dan malas, (rasa)
bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penguasaan orang lain.”
Inilah do’a yang memohon pertolongan Allah Ta’ala
agar kita mampu mengalahkan hasrat untuk mengistirahatkan badan di saat ada
kebaikan yang seharusnya kita kerjakan; memohon kekuatan untuk TIDAK berpelit
dalam mengulurkan rezeki kepada orang lain; serta kelapangan hati untuk memberi
kan jasa kita yang membawa kebaikan.
Maka, jika engkau berkeinginan untuk
berkelimpahan rezeki agar waktu istirahatmu lebih banyak dan engkau dapat
bersantai-santai kapan pun engkau mau, sesungguhnya engkau telah mengingkari
do’a yang dituntunkan oleh Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam ini. Dan jika
engkau pergi ke sana kemari untuk menyeru manusia agar bersegera perkaya diri
sehingga dapat bermalas-malasan, sadarilah bahwa mereka sedang mengajak manusia
untuk menjauh dari sunnah dan menghindar dari kebaikan. Padahal bersama sunnah
ada barakah.
Semoga kita terhindar dari ghurur (terkelabui)
disebabkan angan-angan kita sendiri. Marilah kita memanjatkan do’a kepada Allah
Ta’ala:
“اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا
التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ”
“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar
itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah
kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu
menjauhinya.”
Semoga kita tak terpedaya oleh persepsi kita
sendiri. Sungguh, kebenaran itu bukan bergantung pada persepsi kita. Baik dan
buruk juga bukan bergantung kepada persepsi kita. Bukan bergantung pada cara
pandang kita. Hari ini, ketika banyak manusia menyerukan bahwa yang paling
penting adalah persepsi kita tentang sesuatu, marilah kita ingat kembali do’a
ini. Di masa yang semakin jauh dari kehidupan Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa
sallam ini, semoga Allah Ta’ala limpahi kita hidayah agar tidak mudah takjub
pada kebanyakan perkataan manusia yang terlepas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah
Ash-Shahihah.
Lisan kita berdo’a. Hati kita berharap. Tapi,
apakah kita pun merenungkan maknanya?*
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
OASE,
TOPIK PILIHAN
May 06, 2014
posted by @Adimin
Warsito, Penemu Alat Mengobati Kanker Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual
Written By Sjam Deddy on 06 May, 2014 | May 06, 2014
Direktur Eksekutif CTech Laboratories Edwar Technology, Dr. Warsito
Purwo Taruno, M.Eng menyabet penghargaan Anugerah Nasional Hak Kekayaan
Intelektual (HKI) tahun 2014, untuk kategori inventor, dari Direktorat
Jendral HKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
“Saya berharap pemerintah terus berupaya melindungi karya-karya inovasi anak bangsa di berbagai bidang, dan menciptakan ruang agar karya-karya tersebut bisa ikut berkompetisi pada pasar yang saat ini didominasi oleh produk-produk luar.” Kata Warsito seperti dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.
Warsito yang juga menjabat sebagai ketua umum Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia (MITI) itu juga menyampaikan bahwa regulasi yang ada di Indonesia belum cukup kondusif, untuk membuat hasil riset dan produk inovasi anak bangsa bisa diserap oleh pasar dalam negeri sekalipun.
Salah satu penemuan Warsito adalah prototip untuk teknologi kapasitansi listrik berbasis medan listrik pada tahun 2004. Ia dan lembaga yang dipimpinnya telah berkolaborasi dengan universitas dan institusi terkemuka dunia untuk penelitian dan pengembangan, termasuk NASA, Departemen Energi Amerika Serikat dan Kyoto Universiy.
Saat ini penelitian yang dikembangkan Warsito fokus pada ECVT untuk diagnosis kanker dan ECCT untuk terapi kanker.
Sebelumnya Warsito juga telah menerima beberapa penghargaan atas risetnya dari berbagai kementerian seperti Anugrah Iptek 18 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa 2013 dari Kementrian Riset dan Teknologi, Penghargaan Rintisan Teknologi Industri 2010 dari Kementerian Perindustrian, dan Anugrah Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2009 dari Kementerian Pendidikan Nasional.
“Saya berharap pemerintah terus berupaya melindungi karya-karya inovasi anak bangsa di berbagai bidang, dan menciptakan ruang agar karya-karya tersebut bisa ikut berkompetisi pada pasar yang saat ini didominasi oleh produk-produk luar.” Kata Warsito seperti dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.
Warsito yang juga menjabat sebagai ketua umum Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia (MITI) itu juga menyampaikan bahwa regulasi yang ada di Indonesia belum cukup kondusif, untuk membuat hasil riset dan produk inovasi anak bangsa bisa diserap oleh pasar dalam negeri sekalipun.
Salah satu penemuan Warsito adalah prototip untuk teknologi kapasitansi listrik berbasis medan listrik pada tahun 2004. Ia dan lembaga yang dipimpinnya telah berkolaborasi dengan universitas dan institusi terkemuka dunia untuk penelitian dan pengembangan, termasuk NASA, Departemen Energi Amerika Serikat dan Kyoto Universiy.
Saat ini penelitian yang dikembangkan Warsito fokus pada ECVT untuk diagnosis kanker dan ECCT untuk terapi kanker.
Sebelumnya Warsito juga telah menerima beberapa penghargaan atas risetnya dari berbagai kementerian seperti Anugrah Iptek 18 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa 2013 dari Kementrian Riset dan Teknologi, Penghargaan Rintisan Teknologi Industri 2010 dari Kementerian Perindustrian, dan Anugrah Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2009 dari Kementerian Pendidikan Nasional.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
May 06, 2014
Kisah nyata ini terjadi pada suatu pagi, di penghujung April. Adik dan Kakak diantar oleh Umminya ke sekolah seperti biasa. Sembari mengisi waktu luang dalam perjalanan, mereka bertiga pun mengobrol.
Adik : "Mi, korupsi itu apa?" tanya si adek memulai obrolan.
Kakak : "Korupsi itu mencuri. Iyakan, Mi?" sela si kakak.
Adik : "Mi, kata Bu Guruku semua partai korupsi termasuk PKS. Betul, Mi?" tanya si adek lagi.
Kakak : "Gak mungkinlah orang PKS korupsi. Kan liqo tiap minggu yah, Mi?!," sela si kakak lagi.
Adik : "Betul. Ibu Guruku bilang gitu!"
Kakak : "Kamu salah dengar kali, semua partai korupsi kecuali PKS. Itu kali yang Ibu bilang. Iya
kan, Mi?"
Adik : "Iyalah, Kak. Makanya aku nanya Ummi. PKS gak ada yang korupsi kata aku ke teman aku"
Kakak : "Umi kok diam aja dari tadi. Ditanya malah senyum!!??"
Umi : "Alhamdulillah... kan sudah dijawab ama binaan Ummi dan kader sejati"
Adik : "Siapa, Mi? Oh... Kakak yah? Aku orang PKS juga kan, Mi?"
Kakak : "Ya... iyalah. Ummi sama Abi kan PKS. Jadi kita anaknya PKS"
Ummi : "Alhamdulillah... jazakumullah khairan, Kakak sama Adek. Kakak sama Adek adalah
murobby Ummi yang pertama".
Obrolan itu berhenti sejenak karena anak-anak sudah sampai ke sekolah. Sang Bunda yang dipanggil dengan Ummi pun berlalu.
Dalam relung hati terdalam, Sang Bunda menghayati obrolan kedua anaknya tadi. Hingga tibalah pada sebuah kesimpulan;
"Kenapa masih ada kader yang tidak percaya pada qiyadah? Kenapa masih saja ada sebagian orang yang terus melancarkan fitnah atas Ustadz Luthfi? Sementara para prajurit kecilku begitu percaya akan jamaah ini?"
Sang Bunda tertunduk. Jauh di relung sanubari ia berdo'a;
"Ya Allah, bebaskan para qiyadah kami dari segala fitnah. Kuatkan dan sehatkanlah mereka, serta lindungilah keluarganya. Lancarkanlah segala urusan mereka, jagalah mereka karena Engkau tidak tidur dan Maha Kuat Penjagaannya. Aamiin..."
Oleh: Wina Susanti
Penulis saat ini berdomisili di Kota Duri, Riau. Berprofesi mulia sebagai ibu rumah tangga serta da'iyah.
[pkssumut.or.id]
posted by @Adimin
Semua Partai Korupsi Kecuali PKS..! "Aku Orang PKS Juga 'Kan, Mi?"
Kisah nyata ini terjadi pada suatu pagi, di penghujung April. Adik dan Kakak diantar oleh Umminya ke sekolah seperti biasa. Sembari mengisi waktu luang dalam perjalanan, mereka bertiga pun mengobrol.
Adik : "Mi, korupsi itu apa?" tanya si adek memulai obrolan.
Kakak : "Korupsi itu mencuri. Iyakan, Mi?" sela si kakak.
Adik : "Mi, kata Bu Guruku semua partai korupsi termasuk PKS. Betul, Mi?" tanya si adek lagi.
Kakak : "Gak mungkinlah orang PKS korupsi. Kan liqo tiap minggu yah, Mi?!," sela si kakak lagi.
Adik : "Betul. Ibu Guruku bilang gitu!"
Kakak : "Kamu salah dengar kali, semua partai korupsi kecuali PKS. Itu kali yang Ibu bilang. Iya
kan, Mi?"
Adik : "Iyalah, Kak. Makanya aku nanya Ummi. PKS gak ada yang korupsi kata aku ke teman aku"
Kakak : "Umi kok diam aja dari tadi. Ditanya malah senyum!!??"
Umi : "Alhamdulillah... kan sudah dijawab ama binaan Ummi dan kader sejati"
Adik : "Siapa, Mi? Oh... Kakak yah? Aku orang PKS juga kan, Mi?"
Kakak : "Ya... iyalah. Ummi sama Abi kan PKS. Jadi kita anaknya PKS"
Ummi : "Alhamdulillah... jazakumullah khairan, Kakak sama Adek. Kakak sama Adek adalah
murobby Ummi yang pertama".
Obrolan itu berhenti sejenak karena anak-anak sudah sampai ke sekolah. Sang Bunda yang dipanggil dengan Ummi pun berlalu.
Dalam relung hati terdalam, Sang Bunda menghayati obrolan kedua anaknya tadi. Hingga tibalah pada sebuah kesimpulan;
"Kenapa masih ada kader yang tidak percaya pada qiyadah? Kenapa masih saja ada sebagian orang yang terus melancarkan fitnah atas Ustadz Luthfi? Sementara para prajurit kecilku begitu percaya akan jamaah ini?"
Sang Bunda tertunduk. Jauh di relung sanubari ia berdo'a;
"Ya Allah, bebaskan para qiyadah kami dari segala fitnah. Kuatkan dan sehatkanlah mereka, serta lindungilah keluarganya. Lancarkanlah segala urusan mereka, jagalah mereka karena Engkau tidak tidur dan Maha Kuat Penjagaannya. Aamiin..."
Oleh: Wina Susanti
Penulis saat ini berdomisili di Kota Duri, Riau. Berprofesi mulia sebagai ibu rumah tangga serta da'iyah.
[pkssumut.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 06, 2014
posted by @Adimin
Kader PKS Dilantik Jadi Gubernur Maluku Utara
Sofifi (5/5)- Seorang lagi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat kepercayaan menjadi Gubernur/Kepala Daerah. KH Abdul Ghani Kasuba, Lc., Senin (5/5) secara resmi dilantik sebagai Gubernur Provinsi Maluku Utara masa jabatan periode 2014-2019.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melantik Abdul Gani Kasuba dan pasangannya Ir. Hi. Muhammad Nashir T, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Malut dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD di Ibukota provinsi tersebut, Sofifi.
Pelantikan yang disaksikan oleh beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dan Gubernur Jawa Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo ini berlangsung khidmat dan penuh dukungan dari para undangan.
Abdul Gani dilantik oleh Mendagri atas dasar Keputusan Presiden yang dikeluarkan tanggal 14 April 2014 yang memberhentikan PJ Gubernur Malut Tanribali Lamo dan mengangkat Abdul Ghani Kasuba-M. Nasir Thaib sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Malut.
Gani Kasuba adalah kader PKS yang sebelumnya sempat menjadi anggota Fraksi PKS DPRRI periode 2004-2009 dan juga Wakil Gubernur Malut periode 2008-2013. Dukungan dari rakyat Malut terlihat dari tak henti-hentinya tepuk tangan para undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat Malut. [pks.or.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 06, 2014
posted by @Adimin
Uang dan Politik | Oleh : Irwan Prayitno Gubernur Sumbar
Aktivis dan juga anggota tim pemenangan pemilu sebuah partai politik dalam suatu acara evaluasi pelaksanaan Pileg (Pemilu Legislatif) tahun 2014 dengan nada kecewa menceritakan pengalamannya dalam penggalangan masyarakat. “Sudah tiga tahun masyarakat suatu kompleks kami bina dan kami dampingi,” ujarnya.
Berbagai kebutuhan mereka telah difasilitasi. Keluhan mereka didengar dan dicarikan jalan keluarnya, berbagai metode pencerahan juga sudah dibeberkan untuk memberi motivasi.
Mereka sudah seperti keluarga sendiri. “Rasanya tak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak memilih kita dan partai kita saat pelaksanaan pileg,” ujarnya.
Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Setelah penghitungan suara, ternyata hasilnya jauh meleset. Masyarakat di kompleks tersebut seperti telah sepakat, justru beramai-ramai beralih memilih partai lain. Konon penyebabnya adalah aksi “serangan fajar.” Ibarat kata pepatah; “Hilang paneh satahun dek hujan sadarok”. Upaya pembinaan yang dilakukan selama 3 tahun sirna begitu saja oleh aksi semalam.
Selidik punya selidik, konon di kompleks itu sudah terjadi gerakan “serangan fajar”. Semua tutup mulut, tak ada bukti fisik yang terlihat, bersih seolah-olah tak terjadi apa-apa. Tapi, itulah kenyataan yang ditemukan saat perhitungan suara, pemenangnya adalah partai lain yang selama ini tak pernah muncul di sana. Perjuangan kami selama 3 tahun menjadi sia-sia. Hanya bisik-bisik dari mulut ke mulut yang bisa menjawab penyebab peristiwa luar biasa itu.
Nyatanya hal serupa juga terjadi di berbagai tempat dan di berbagai pelosok negeri. Kita bisa lihat beritanya muncul di berbagai media.
Di beberapa tempat masyarakat menuntut agar dilakukan pemilu ulang, sebagian lainnya terpaksa diam karena tidak menemukan bukti fisik yang bisa dijadikan bukti perkara.
Sebagian lainnya terpaksa mengurut dada dan mengikhlaskan apa pun yang terjadi. Tuhan pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi dan beliau akan membalasnya dengan hukuman yang setimpal.
Namun ada juga tim lain yang menyatakan dan menemukan fakta bahwa uang bukanlah segalanya. Di daerah yang ia dampingi, masyarakat tetap pada komitmennya. Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan selama bertahun-tahun tak berujung sia-sia. Mereka memang menjadi sahabat, mereka memang menjadi saudara, sehati, seiya sekata. Mereka cenderung tak menanyakan apa yang bisa mereka peroleh, tapi menanyakan apa yang bisa kita lakukan dan kerjakan bersama. Apa yang bisa dilakukan bersama untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Uang sepertinya adalah prioritas urutan nomor sekian.
Pada kenyataannya di lapangan, pemilu dan uang memang tak bisa dipisahkan. Untuk melakukan sosialisasi, butuh uang. Untuk beli gula dan kopi atau beli nasi bungkus saat sosialisasi juga butuh uang. Mencetak kartu nama, banner, spanduk atau baliho, dan berbagai atribut kampanye pasti juga butuh uang. Membantu perbaikan masjid, sekolah, jalan atau saluran air dan lain-lain, juga pasti butuh uang. Tak jarang masyarakat minta ini, minta itu sebagai prasyarat sosialisasi. Apalagi jika ditambah pula dengan memasang iklan di media massa.
Siap menjadi caleg, artinya harus siap pula dengan dana pendukung. Semua butuh modal, besar atau kecilnya tergantung pola mana yang akan dipakai.
Dalam kondisi wajar-wajar saja, tentu tak jadi masalah. Namun jika menggunakan metode serangan fajar atau membeli suara, tentu ini merupakan tindakan yang salah dan melanggar aturan.
Begitu juga dengan cara-cara lain seperti penggelembungan suara, manipulasi suara dan sebagainya yang menghalalkan segala cara. Akibatnya dana yang dibutuhkan tentu menjadi makin membengkak dan niatnya pasti sudah tidak benar lagi.
Segala sesuatu yang dilakukan dengan cara yang baik dan benar, tentu hasilnya akan baik dan benar pula. Namun jika sesuatu dilakukan dengan cara-cara yang salah, pastilah hasilnya juga salah dan tidak membawa kebaikan.
Sesuatu yang dilakukan dengan cara-cara haram, apa pun alasannya, pastilah hasilnya haram juga. Seseorang terpilih menjadi anggota legislatif atau kepala daerah (bupati/wali kota) dengan cara-cara yang salah tentu tidak akan membawa berkah bagi dirinya, maupun bagi masyarakat sekitarnya.
Umumnya masyarakat kita jika ditanya pemimpin seperti apakah yang mereka inginkan, pastilah mereka menjawab pemimpin yang diinginkan adalah pemimpin yang jujur, amanah, berakhlak mulia, tidak korupsi, peduli kepada masyarakat, kreatif, inovatif dan seterusnya.
Apakah tidak aneh, jika kita berharap kebaikan, tetapi dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik dan benar? Apakah tindakan kita sudah betul, menerima hanya secuil uang dengan menggadaikan masa depan 5 tahun mendatang atau bahkan bisa jadi berdampak sepanjang masa? Apakah dengan cara-cara seperti itu kita bisa mendapatkan pemimpin yang jujur, amanah, peduli dan sebagainya?
Cara-cara yang baik akan menghasilkan kebaikan, cara yang haram akan menghasilkan yang haram pula, jauh dari berkah.
Pemilu sebagai bagian dari perangkat demokrasi bertujuan untuk menggalang aspirasi dan peran serta masyarakat untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang nantinya bertugas dan bertanggung jawab memikirkan dan membawa dan memikirkan masa depan bangsa agar lebih maju, lebih baik, lebih sejahtera dan bermartabat.
Seharusnya kita semua peduli dengan hal itu, malah harus ikut bertanggung jawab memastikan bahwa pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang dipilih benar-benar yang terbaik, amanah, peduli, pekerja keras dan berakhlak mulia.
Jika kita menginginkan masa depan dan kehidupan yang lebih baik seharusnya cara-cara yang tidak terpuji tersebut tidak terulang lagi.
Semoga apa yang telah berlalu menjadi pelajaran bagi kita bersama untuk dievaluasi dan diperbaiki di masa datang dan semoga Tuhan melindungi kita semua. Amin... [http://padangekspres.co.id/]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN








.png)
