pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Sumbar Kembali Raih WTP

Written By Anonymous on 17 May, 2014 | May 17, 2014

 

Padang – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghadiri acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat oleh BPK-RI dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumbar Ir. Yulteknil, MM di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa siang (13/5). Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota BPK RI , Wakil Gubernur Muslim Kasim, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Sumbar, Forkopinda, Sekdaprov, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Sumatera Barat serta kepala SKPD di lingkungnan Pemprov Sumatera Barat.

Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutanya menyampaikan, “Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2013 sebagaimana diharuskan oleh Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Pasal 33 Ayat (3), telah dilaksanakan Review oleh Inspektorat Provinsi Sumatera Barat sebelum diserahkan ke BPK-RI. Dari Tim Pemeriksa BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2013, berdasarkan Surat Tugas tanggal 26 April 2014.”

“Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD tahun 2013 telah kami siapkan berdasarkan audit BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2013 dan telah disampaikan kepada DPRD.”

Di tahun lalu ungkap Irwan Prayitno, kita telah mendapatkan Opini WTP dari BPK, untuk pertama kalinya Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendapatkan Opini WTP. Keberhasilan pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperoleh Opini WTP (wajar tanpa pengecualian) ini, karena komitmen kita bersama, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pimpinan serta Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Sepanjang tahun 2013 kita berusaha mempertahankan predikat opini WTP dengan mematuhi ketentuan yang ada, menyajikan laporan keuangan menurut standar akuntansi pemerintah serta menindaklanjuti temuan tahun sebelumnya. Paragraf penjelasan dalam opini BPK tahun lalu adalah mengenai aset lain-lain senilai satu trilyun empat puluh dua milyar rupiah lebih. Selama tahun 2013 Pemprov Sumbar menyelesaikan permasalahan tersebut secara bertahap dan telah berhasil mengurangi senilai empat ratus dua puluh sembilan milyar rupiah lebih, berupa: penghapusan aset, penghapusan pencatatan ganda, hibah kepada pihak ketiga dan reklasifikasi aset,” ujar Irwan.

“Penyelesaian masalah tersebut dilakukan sebagai implemenatasi rencana aksi penyelesaian tindak lanjut temuan BPK termasuk dengan melaksanakan sensus barang, dengan demikian Opini WTP dapat kita peroleh kembali hari ini,” ungkapnya

Gubernur Sumatera Barat juga mengatakan untuk pestasi tertinggi di bidang pengelolaan keuangan yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun 2013 ini berupa Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala SKPD beserta jajarannya yaitu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK), Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Barang, Kasubag Umum/Pengurus Barang, Pejabat/Panitia Pengadaan atas kerja keras selama ini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengahadapi satu tantangan berat di kedapan nanti, dalam pengelolaan Keuangan Daerah, yaitu : Penerapan Akuntasi Berbasis Akrual. Hal ini merupakan ketentuan yang sudah ditetepkan dalam Pasal 1 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Pasal 13 UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharaan Negara. Kemudian dijabarkan dalam PP Nomor 17 Tahun 2010. Pedoman Penerapan bagi Pemerintah Daerah, baru diatur dengan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013.

Dan akan mengambil langkah-langkah, 1. Menetapkan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2014 tanggal 24 Januari 2014, tentang Penyusutan Barang Milik Daerah berupa Aset Tetap. 2.Mengalokasikan anggaran untuk sosialisasi dan bintek PP 71 tahun 2010 baik untuk lingkungan SKPD Provinsi maupun Kabupaten/Kota, penyelenggaraannya sudah dilaksanakan 7 Aprilyang lalu untuk angkatan pertama dan 12 Mei kemaren untuk angkatan kedua.

3. Menyiapkan kebijakan akuntasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang Insya Allah diterbitkan bulan Mei ini, juga dengan sistem dan prosedurnya. 4. Sedangkan untuk update aplikasi komputer SIPKD berbasis akrual telah diminta bantuan kepada Dirjen Keuangan Daerah baik melaui surat resmi maupun secara langsung lisan.

“Dalam temuan BPK diungkapkan masih adanya kekosangan mengenai SDM yang berlatar belakang akuntasi pada 6 SKPD. Untuk itu kami akan melakukan mapping lagi dan menetapkan SDM yang berlatar belakang akuntasi secara merata pada seluruuh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2014 dengan Laporan Keuangan Besbasis Akrual sebagai uji coba,” ujar Irwan Prayitno. [humasprov//irwan-prayitno.com]


posted by @Adimin

Fokus kepada Keluarga, PKS Akan Adakan Konsolidasi Nasional

Written By Anonymous on 16 May, 2014 | May 16, 2014

Jakarta (16/5) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan akan menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) bagi perwakilan kader perempuan PKS dari setiap provinsi di Indonesia. Acara ini akan digelar selama tiga hari sejak Sabtu, 17 Mei hingga Senin, 19 Mei di Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan.

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan Anis Byarwati mengungkapkan perlunya PKS tetap konsisten memfokuskan diri kepada keluarga, perempuan, dan anak. Anis sendiri bersyukur selama Pemilu Legislatif 2014 lalu, seluruh pengurus, kader, dan simpatisan tetap menjadikan tema ketahanan keluarga sebagai salah satu tema kampanye. Dia menyatakan Konsolnas ini adalah kelanjutan dari fokus PKS terhadap keluarga tersebut.

“Berbagai kekerasan seksual pada anak, baik yang dilakukan oleh orang dewasa atau anak-anak sendiri, telah membuat kami sangat prihatin. Kasus-kasus tersebut menjadi lecutan keras bagi PKS bahwa mewujudkan keluarga Indonesia berkualitas adalah hal penting dan darurat,” ungkap Anis di DPP PKS.

Anis mengatakan, melalui pertemuan tersebut PKS ingin kembali mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang sudah berkeluarga, tentang kondisi masyarakat masa kini yang sangat membutuhkan kehadiran keluarga-keluarga yang kokoh dan saling menyayangi.

Untuk itu, dalam Konsolnas ini, PKS akan menyampaikan langkah-langkah konkrit dalam memperkuat keluarga kepada perwakilan dari setiap provinsi. Anis berharap 120 wakil kader perempuan tersebut dapat menyampaikan langkah-langkah tersebut kepada perempuan lain di provinsi masing-masing. Di antara para pemateri, termasuk di dalamnya Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin dan Presiden PKS Anis Matta.

“Kami ingin berbuat lebih banyak lagi untuk keluarga Indonesia. Bagi kami keluarga adalah pilar penting bagi terbentuknya sebuah negara. Terabaikannya perhatian negara, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sendiri terhadap upaya mengokohkan ketahanan keluarga, adalah bencana nasional. Oleh karena itu, pengokohan keluarga harus menjadi sentral perhatian semua elemen masyarakat,” papar Anis yang memiliki gelar doktor dalam ekonomi Islam dari Universitas Airlangga ini. [am/pkspadang/pks.or.id]

 
posted by @Adimin

Prabowo Temui Anis Matta, PKS Minta Cawapres Dibahas Bersama


Jakarta - Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Presiden PKS Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, kemarin siang, pukul 14.00 WIB. PKS menyampaikan ke Prabowo agar pembahasan keputusan cawapres ditetapkan melalui pembahasan bersama.

"Kan Pak Hatta Rajasa (Ketua Umum PAN) ingin diajukan menjadi cawapres. Sesuai dengan kesepakatan awal, pembahasan cawapres ataupun kementerian dibahas secara transparan dan terbuka bersama dengan semua mitra koalisi," tutur Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada detikcom, Kamis (15/5/2014).

Pembahasan soal cawapres dinilai PKS memang perlu dibahas bersama dulu dengan seluruh anggota koalisi. Mardani juga merujuk pada sikap yang ditunjukkan PPP bereaksi atas menguatnya isu Hatta Rajasa menjadi cawapres Prabowo.

"Kita sih berharap sesuai kesepakatan awal semuanya dibahas bersama. Karaena kemarin PPP juga sudah memberikan catatan," ujar Mardani.

Sebelumnya, Ketua DPP PPP Habil Marati menyatakan sikap tak terima jika Hatta dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo. Seharusnya, Gerindra duduk bersama dahulu sebelum menentukan cawapres. Prabowo sendiri sebenarnya belum mengumumkan siapa sesungguhnya cawapres dia meski belakangan kabar menguat Hatta-lah yang akan menjadi cawapresnya.

“Jadi memaknai koalisi tanpa syarat, jangan diartikan kita nggak berhak sama sekali membicarakan power sharing,” kata Habil Marati dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (14/5/2014). [abuhuz/pkssumut/pkspadang]



posted by @Adimin

Mardani: "Deklarasi Koalisi PKS Akan Dilakukan Pekan Ini"


Jakarta - Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Anis Matta telah mengadakan pertemuan di Kantor DPP PKS. PKS menyatakan akan mendeklarasikan arah koalisinya kepada Gerindra pada pekan ini.

"Pertemuan tadi membahas perkembangan koalisi dan persiapan deklarasi. Rencananya deklarasi koalisi PKS akan dilakukan pekan ini, sebelum pendaftaran capres-cawapres ke KPU," tutur Ketua DPP PKS Mardani Ali Serra kepada detikcom, Kamis (15/5/2014).

Mardani melanjutkan, pertemuan yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB juga dihadiri oleh Anis Matta, Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, dan Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, PKS ingin agar keputusan soal cawapres Prabowo bisa dibahas bersama dengan seluruh mitra koalisi.

"Meski dari awal PKS tak ingin transaksional, tetapi PKS menyatakan kalau Pak Prabowo melihat ada kader potensial, maka kita siap memberikan," tutur Mardani.

"Akhir Mei ini akan ketahuan satu namanya siapa. Akan ada konpres akhir Mei ini," kata Mardani. [abuhuz/pkssumut/pkspadang]


posted by @Adimin

Mensyukuri Nikmat Waktu


Oleh Aa Gym

Segala puji milik Allah Swt. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Saw.

"Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menetapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran." (QS. AI ‘Ashr [103]:1-3).

Saudaraku, waktu adalah karunia yang sangat berharga. Betapa pentingnya waktu hingga Allah Swt. bersumpah dalam AI Quran, “Wal 'Ashri (Demi waktu)", “Wadh Dhuha (Demi waktu dhuha)", "Wal Lail (Demi waktu malam)".

Waktu adalah modal yang sangat besar untuk hidup kita. Setiap orang di dunia ini mendapatkan modal yang sama yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Akan tetapi, mengapa kemudian ada orang yang sukses dan ada yang tertinggal, ada yang beruntung ada dan ada yang merugi?

Mari kita simak keteladanan yang ditunjukkan oleh suri teladan kita Rasulullah Saw., para sahabat dan generasi setelahnya. Rasulullah Saw. dalam tempo 23 tahun mampu membawa Islam menjadi peradaban besar di dunia, hingga sekarang dan masa yang akan datang. Insya Allah.

Beliau juga mengikuti 80 peperangan dalam kurun waktu 10 tahun dalam rangka membela Islam. Dalam waktu-waktu tersebut beliau juga sukses memberikan contoh bagaimana menyayangi sesama dan menjadi pemimpin yang adil lagi bijaksana.

Zaid bin Tsabit ra. bisa menguasai bahasa Parsi hanya dalam waktu dua bulan saja. Kemudian beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasulullah Saw. dan penghimpun ayat-ayat Al Quran dalam sebuah mushaf. Sedangkan Abu Hurairah ra. masuk Islam dalam usia 60 tahun, dan ketika wafat di usia 80 tahun beliau telah menghafal 5.374 hadits secara akurat. Beliau adalah sahabat yang paling banyak menghafal hadits.

Masih banyak contoh-contoh lainnya selain ketiga contoh tersebut di atas, contoh-contoh yang memperlihatkan bagaimana seseorang memanfaatkan waktunya sebaik mungkin. Sehingga tak heran jika dalam kehidupan sehari-hari kita melihat ada orang yang sukses dalam bisnisnya, ada juga yang tidak. Ada yang berprestasi di sekolahnya, ada juga yang tidak. Ada yang mampu menambah hafalan surat-surat dalam Al Quran, dan ada yang tetap saja malah berkurang karena lupa.

Mengapa hal itu terjadi? Tiada lain adalah karena waktu yang dimiliki manusia itu sama, namun cara menggunakannya yang berbeda. Ada yang menggunakannya sebaik mungkin. Ini adalah wujud rasa syukur atas nikmat waktu yang diberikan Allah Swt. Ada juga yang menggunakan waktu seenaknya saja, dan ini adalah wujud dari mengkufuri nikmat waktu. Sedangkan barangsiapa yang mengkufuri nikmat Allah, maka ia sama saja dengan mencelakai dirinya sendiri.

Karena Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya adzab-Ku amat pedih." (QS. Ibrahim [14]: 7).

Sedangkan Rasulullah Saw sudah mengingatkan kita bahwa nikmat waktu ini seringkali dilupakan oleh manusia. Dalam haditsnya beliau bersabda, “Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

Orang yang memanfaatkan waktu sebaik mungkin akan beruntung baik di dunia maupun di akhirat. Mengapa? Bayangkan, jika dalam perlombaan balap sepeda, si X berhasil mengayuh dua putaran setiap detik, sedangkan si Y satu putaran setiap detik. Maka, dengan meyakinkan si X yang akan menjadi juara, karena pada detik yang sama ia dapat berbuat lebih banyak daripada si Y. Ini baru dalam urusan dunia.

Bayangkan juga jika si X senantiasa menunaikan shalat di awal waktu, tidak ketinggalan ia menunaikan juga shalat sunnah dan tilawah. Ia juga menyempatkan diri menunaikan dhuha di waktu pagi dan tahajud di malam hari. Ia pun tetap bekerja normal sebagaimana manusia lainnya. Sedangkan si Y berleha-leha. Lebih banyak santai, belanja, nonton dan ngobrol tak karuan. Manakah yang akan beruntung di akhirat kelak? Tentulah si X.

Kerugian orang-orang yang lalai akan semakin bertambah karena waktu yang telah ia lewati tidak akan pernah kembali. Orang yang beruntung akan sangat bersyukur, dan orang yang rugi akan sangat menyesal. Sedangkan penyesalan tak akan mengubah keadaan.

Oleh karena itulah Rasulullah Saw. bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim).

Saudaraku,mari kita tafakuri hal ini. Renungkanlah bagaimana waktu yang sudah kita lalui. Sudahkah kita mengisinya dengan hal-hal bermanfaat sebagai wujud syukur kita kepada Allah Swt.? Ataukah malah sebaliknya, berlalu begitu saja secara sia-sia?

Renungkanlah dan waktu saat ini dan yang akan datang dengan mengkuatkan tekad bahwa kita akan mengisinya dengan hal-hal yang akan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung di dunia, juga di akhirat. Amiin ya Rabbal ‘Alamin.[*]

[inilah]



posted by @Adimin

Taujih Ketua Kaderisasi PKS: "Perolehan Suara Kita Adalah Rahmat Allah"


Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS Musyafa Ahmad Rahim, Lc., MA. mengingatkan semua kader untuk bersyukur menyikapi perolehan suara PKS dalam pemilu kali ini. Setiap perkataannya adalah pancaran keimanan, sehingga apabila suatu proyek besar telah selesai dilaksanakan, ia tidak mengatakan inilah hasil kerja saya, namun mengatakan keberhasilan ini adalah atas Rahmat Allah Swt.

Dalam acara Tausiah bersama kader Demak,Semarang dan Kendal di Balaikota Semarang Kamis (15/5) Ustad Musyafa menyampaikan, bahwa seorang kader harus memiliki prinsip bahwa hasil kerja dakwah bukanlah semata-mata karena kerja kerasnya, namun, hasil kerja dakwah merupakan Rahmat dari Allah swt. Sehingga tidak boleh masing-masing individu membanggakan dirinya karena kerja kerasnya. "Seorang kader dakwah tentu tidak akan mengatakan ini kerja saya, saya telah mendapat suara sekian dan lain sebagainya, sesunguhnya kontribusi kerja kader dalam pemenangan pemilu adalah sedikit, namun yang besar adalah Rahmat Allah" Ungkap Ustad Musyafa dalam taujihnya.

Ustad Musyafa mengajak mencontoh dari beberapa kisah para Nabi tentang sikap mereka setelah menyelesaikan proyek besar. "Nabi Zulqornain setelah menyelesaikan proyek besar pembangunan tembok yang tinggi dan kokoh untuk melindungi kaum dari ngangguan Ya-juj dan Ma-juj, Apa yang di katakan oleh Zulqornain?, Zulqornain mengatakan, ini adalah berkat rahmat Allah, bukan mengatakan ini kerja saya, padahal Zulqornainlah yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan itu, namun Zulqornain tidak membanggakan dirinya" Jelas Musyafa.

Ustad Musyafa juga mencontohkan bagaimana sikap Nabi Sulaiman setelah singgasana Bilqis berpindah dengan sangat cepat hanya dalam kedipan mata. "Saat singgasana itu tiba-tiba ada di samping Nabi Sulaiman, Beliau mengatakan,Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan ) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia, itulah yang di katakan Nabi Sulaiman dan di abadikan dalam surat An Naml ayat 38-40" Ungkap Musyafa.

Kerja kader adalah penting saat berikhtiar agar di berikan kemenangan, namun Allahlah penentu apakah ikhtiar yang dilakukan membuahkan hasil, Ustad Musyafa menekankan bahwa intervensi Allah dalam mengubah hati para pemilih mengubah pilihan hatinya untuk memilih PKS sangat besar, sehingga kita harus mensyukuri suara PKS dengan mengatakan semua hasil ini adalah karena Rahmat Allah bukan semata-mata hasil kerja kita. [pkssemarang]



posted by @Adimin

Gerindra: Komunikasi dengan PKS Selangkah Lebih Maju

Written By Anonymous on 15 May, 2014 | May 15, 2014


Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Suhardi mengatakan komunikasi dengan PKS sudah selangkah lebih maju. Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera secara bulat menyatakan dukungannya kepada bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Majelis Syuro PKS juga sudah aklamasi dukung Prabowo. Tunggu saja," ujarnya di Kantor DPP Partai Amanat Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2014).

Suhardi mengatakan, komunikasi politik yang tengah dibangun oleh PKS tak hanya membicarakan koalisi, melainkan membahas strategi pemenangan Prabowo dalam Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

Pada hari Jumat (16/5/2014) besok, kata dia, Gerindra akan mengundang mitra koalisinya, termasuk PKS.

Secara terpisah, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera membenarkan bahwa Majelis Syuro PKS mendukung Prabowo sebagai capres. Meski demikian, kata dia, PKS mengajukan agar pembahasan mengenai cawapres dibahas bersama mitra koalisi.

"Sementara kami masih terus pemantapan dengan Gerindra. Untuk cawapres kami tetap mengusulkan dibahas bersama," katanya.

Partai Keadilan Sejahtera masih berharap dapat mengusung bakal calon wakil presiden untuk mendampingi bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Harapan itu akan dipertegas dengan kontrak politik saat kedua partai secara resmi berkoalisi dalam menghadapi Pemilu Presiden 2014.[kompas/pksnongsa]



posted by @Adimin

Fahri Hamzah Peraih Suara Terbanyak untuk PKS


Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan perolehan suara seluruh parpol peserta Pemilu 2014 pada 9 Mei 2014 lalu. Dari perolehan suara tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memperoleh 8.480.204 (6,79%). Untuk itu, PKS berhasil mengantarkan 40 orang caleg untuk duduk di DPR RI Periode 2014 - 2019.

Dari 40 orang calon anggota DPR dari PKS tersebut, Fahri Hamzah yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapi) Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan peraih suara terbanyak dengan 125.083 suara. Disusul Hidayat Nur Wahid di posisi kedua dengan 119.267 suara dan Yudi Kotouky dari Dapil Papua di posisi ketiga dengan 102.371 suara.

Berikut 40 caleg DPR RI dari PKS yang duduk sebagai anggota DPR periode 2014-2019 beserta perolehan suaranya:

1. Nasir Djamil (62.400 suara)
2. Tifatul Sembiring (74.510 suara)
3. Iskan Qolba Lubis (40.763 suara)
4. Ansory Siregar (33.291 suara)
5. Refrizal (25.568 suara)
6. Hermanto (25.756 suara)
7. Chairul Anwar (51.700 suara)
8. Mustafa Kamal (35.857 suara)
9. Mohd Iqbal Romzi (38.652 suara)
10. Almuzammil Yusuf (43.974 suara)
11. Abdul Hakim (72.238 suara)
12. Ahmad Zainuddin (50.474 suara)
13. Hidayat Nur Wahid (119.267 suara)
14. Adang Daradjatun (27.164 suara)
15. Ledia Hanifa Amaliah (30.179 suara)
16. Ma'mur Hasanudin (31.854 suara)
17. Ecky Awal Mucharam (52.823 suara)
18. Yudi Widiana Adia (30.119 suara)
19. TB Soemanjaja (17.196 suara)
20. Mahfudz Abdurrahman (61.832 suara)
21. Sa'dudin (50.935 suara)
22. Mahfudz Siddiq (47.338 suara)
23. Nur Hasan Zaidi (36.517 suara)
24. Surahman Hidayat (68.380 suara)
25. Mohamad Sohibul Iman (42.553 suara)
26. H.M. Gamari (20.785 suara)
27. Hamid Noor Yasin (47.257 suara)
28. H. Abdul Kharis Almasyahri (34.320 suara)
29. Abdul Fikir (34.173 suara)
30. Sukamta (49.771 suara)
31. Sigit Sosiantomo (34.930 suara)
32. Rofi' Munawar (46.669 suara)
33. Zulkieflimansyah (38.966 suara)
34. Jazuli Juwaini (81.291 suara)
35. Fahri Hamzah (125.083 suara)
36. Habib Aboe Bakar Alhabsyi (66.206 suara)
37. Hadi Mulyadi (53.143 suara)
38. Tamsil Linrung (63.577 suara)
39. Andi Akmal Pasluddin (33.896 suara)
40. Muhammad Yudi Kotouky (102.371 suara)

[dtk/pksnongsa]



posted by @Adimin

Survey SMRC: Prabowo-Hatta 28%, Prabowo-Aher 32%


Calon Presiden dari Partai Gerindra membantah bila deklarasi koalisi Gerindra-PAN sekaligus mengusung Prabowo-Hatta Rajasa sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Sebab, pihaknya masih ingin mendapat koalisi lebih kuat. Walau demikian, dirinya tak menampik bila akan deklarasi seluruh koalisi pada pekan depan.

"Ini belum deklarasi. Karena masih ada proses. Kita masih merajut koalisi lebih kuat. Seperti PPP undang saya hari Jumat untuk menyerahkan hasil Rapimnas-nya. Dengan partai lain juga kita komunikasi," ujar Prabowo di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/5).

"Deklarasi (koalisi seluruh partai) minggu depan. Koalisi akan lebih kuat,"imbuhnya.

Sementara itu survei yang dilakukan SMRC (Syaiful Mujani Research Center) terhadap siapa pasangan calon wakil presiden yang tepat mendampingi Prabowo Subianto adalah sebagai berikut:

- Prabowo-Hatta 28,5 persen jika melawan Jokowi-JK

- Prabowo-Hatta 30,7 persen jika melawan Jokowi-Ryamizard Ryacudu

- Prabowo-Aher 32,8 persen jika melawan Jokowi-Mahfud MD

- Prabowo-Aher 32,4 persen jika melawan Jokowi-JK

- Prabowo-Aher 35,2 persen jika melawan Jokowi-Ryamizard Ryacudu

Dari hasil survei tersebut tampaknya Prabowo harus mempertimbangkan untuk mengusung cawapres dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Ahmad Heryawan (Aher) yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dengan berbagai penilaian.

Aher didukung oleh rakyat dari provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Disamping itu Aher juga telah berpengalaman memimpin Jabar selama dua periode dengan ratusan prestasi yang pernah diraihnya. Belum lagi dukungan dari mesin politik PKS.

Sebelumnya Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq juga telah mengingatkan Prabowo agar memutuskan siapa cawapresnya secara tepat dan cermat.

"Meski parpol koalisi menyatakan keputusan cawapres di tangan Prabowo sebagai capres, namun keputusan itu harus dilakukan dengan tepat dan cermat. Pasalnya jika salah dalam memilih cawapres, Prabowo bisa terancam kalah, bahkan pahitnya bisa kehilangan tiket capres," ujar Mahfudz Siddik, Selasa (13/5).

PKS mengapresiasi Prabowo yang pernah menyatakan bahwa soal cawapres akan dibicarakan bersama seluruh parpol koalisi. Dengan cara itu maka koalisi pendukung Prabowo bisa ikut menimbang dari berbagai aspek dan secara objektif menyeleksi sosok cawapres.

"Jika cara itu tidak ditempuh dan Prabowo ajukan capres yang taken for granted (suka nggak suka harus diterima), saya khawatir koalisi ini akan menabur masalah di awal," ungkap Mahfudz. [am/pkspadang/abuhuz/pksnongsa]


posted by @Adimin

Dahsyatnya 'Akhwat PKS Effect'


Semarang - Sekertaris Bidang Perempuan DPW PKS Jawa Tengah Dyah Woro Haswini mengatakan, bahwa keberhasilan PKS mempertahankan suara di pemilu 2014 kali ini adalah karena Akhwat Effect. Para Ibu telah berjuang habis-habisan di pemilu 2014 kali ini. Akhwat-akhwat PKS yang memiliki multi talenta warna tersediri di pemilu 2014.

Saat pemilu, Ibu-ibu PKS memiliki peran ganda, selain memiliki peran terhadap suami dan anaknya, mereka pun juga masih harus berjuang ikut terjun di masyarakat. "Para Ibu-ibu PKS mempunyai pengaruh yang dasyat kepada keluarga (suami dan anak) beserta lingkungan, Ibu Effect telah memberikan warna tersendiri bagi bertahannya suara PKS di pemilu 2014" ungkap Woro.

Woro memberikan bukti, bahwa para akhwat PKS berani turun ke lapangan tanpa takut-takut meskipun PKS sedang di terpa badai dan di pojokkan oleh berbagai media. "Kegiatan dan aksi ibu-ibu PKS tidak terpengaruh badai yang telah melanda PKS, kalaupun mereka harus tertatih-tatih mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk tetap bersama PKS" kata Woro.

Woro menambahkan kekuatan doa menjadi salah satu kekuatan penting dalam mengarungi pertarungan di medan dakwah, Doa para ibu-ibu PKS terijabahi karena mereka tak pernah lelah berdoa.

Pada saat pemilu 2014, program ibu-ibu PKS yang di gawangi oleh bidang perempuan terus berjalan tanpa terpengaruh badai yang melanda PKS. Ibu-ibu PKS ini memiliki prinsip, setiap kebaikan pasti suatu saat akan menuainya, semua perilaku dan kebaikan akan kembali pada pelakunya.
Dalam pemilu 2014, Caleg Perempuan memiliki kontribusi yang sangat baik. Di Kota Semarang, total suara caleg perempuan mencapai 22% dari total suara PKS Kota Semarang. [am/pkssemarang]



posted by @Adimin

Metamorfosa Dakwah | Oleh: Jumardi


Oleh: Jumardi
Alumni Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau

Kita mulai dengan renungan
Mengapa Metamorfosa?

Seorang syeikh dakwah yang terkenal tajam bashirohnya pernah mengatakan bahwa perubahan adalah sesuatu yang niscaya, "Bahkan ketika seluruh orang di dunia telah berkumpul hatinya sebaik Rasululah SAW sekalipun, perubahan kearah capaian-capaian yang lebih baik tetap perlu dilakukan", kata beliau. Sebab perubahan itu adalah spirit utama kehidupan. Sesuatu yang tidak berubah, seperti mengalami stagnasi kehidupan ataupun ruhnya telah mati suri. Rasulullah SAW mengatakan bahwa mereka yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarinnya, maka ia termasuk kalangan pecundang.

Dalam gerak langkah dakwah, ada banyak rintangan yang menghambat kemajuan. Yang dimaksud sebagai penghalang disini adalah cara pandang kita tentang dakwah. Begini, sebagai aktivis, para murabbi kita dulu telah mengajarkan bahwa dalam dakwah -dan Islam secara keseluruhan- ada hal-hal yang bersifat tsawabit dan ada yang tergolong mutaghayyirat. Hal-hal tsawabit ini adalah ketentuan yang baku, rigid, tidak boleh dipertentangkan. Tidak ada ruang diskusi di sana. Ada pula hal-hal yang mengandung prinsip murunnah, keleluasaan. Ia bisa berubah sesuai tuntutan zaman, tuntutan keadaan.

Kuunu Rabbaniyyin

Ketika kesadaran berdakwah dan berjama'ah sudah kembali menancap kokoh dihati kita, bergelora dan meluap-luap, sekaranglah saatnya berbenah diri. Menyiapkan sebanyak-banyaknya untuk mengarungi medan dakwah yang semakin hari terbentang semakin luas, menanam bibit kebaikan di setiap tanah kosong yang kita temui.

Imam Thabari menjelaskan berbagai pendapat ulama tentang pengertian rabbani, kemudian beliau menyimpulkan; pertama, Rabbani adalah mustawa atau level yang paling tinggi dari sekedar faqih (memahami agama) dan ‘alim (penguasaan ilmu dari kitab Allah{ali-Imran:79}). Kedua, Rabbani adalah sebuah kejeniusan tersendiri yang mampu menggabungkan antara al-fiqh dan al-'ilm dengan beberapa aspek vital lainnya, yaitu; (1) Al bashiroh bissiyasah, punya sense of politics yang tinggi. Melek Politik, (2) Al bashiroh bittadbir, wawasan manajerial yang memadai, (3) Al Qiyamah bi syu'un arra'iyyah wa ma yushlihuhum fi dunyahum wa dinihim. Pro-rakyat, yakni selalu melaksanakan dan menjalankan segala urusan rakyat dan segala hal yang membawa kemaslahatan mereka, baik dalam kehidupan dunia mereka apalagi kehidupan beragama.

'Alim merupakan syarat bagi seorang rabbani, mengingat kedudukan ilmu sangat penting dalam Islam. Al-‘Allamah DR.Yusuf Al- Qardhawy secara bijak mengklasifikasikan ilmu-ilmu yang kita perlukan dalam tuntutan zaman yang semakin berat ini. Yaitu; Ilmu Syariah, Ilmu Bahasa, Ilmu Sejarah, Ilmu Sosial, Sains dan Teknologi, dan Ilmu yang terkait realitas.

Syarat kedua setelah 'alim adalah Faqih (pengetahuan yang mendalam tentang agama). Kegiatan tafaqquh meliputi paling tidak sepuluh ruang lingkup; (1) Fiqh ahkam, (2) Fiqh dakwah, (3) fiqh amal jama'i, (4) fiqh muwazzanah (pertimbangan), (5) fiqh aulawiyat(Prioritas), (6) fiqh sunnah, (7) fiqh Taghyir (Perubahan), (8) Fiqh Tarikh (Sejarah), (9) Fiqh Waqi'(Kemampuan memahami realita), dan (10) Fiqh Ikhtilaf (perbedaan).

Setelah capaian itu tercapai semuanya, pada saat itulah perubahan (metamorfosa) itu akan nampak jelas. Hal ini dilakukan dengan; merekayasa metamorfosa itu, bercita-cita untuk itu, Tamaddun (peradaban), mengumpulkan aset, punya ide cemerlang, human resurces, we need 'duit' it, Eksekusi: mengalih ide ke amal nyata, kapitalisasi aset: menggagas peristiwa, merangkai cerita, dan amal sehat, kemudian diakhiri dengan do'a yang sempurna.

Belajar dari kisah para Nabi. Ada tiga setting dakwah yang bisa diambil dari kisah Ashabul Kahfi, nabi Musa, dan nabi Sulaiman. Dimana masa ashabul kahfi sebagai personifikasi dakwah, nabi Musa sebagai pribadi untuk umat, dan nabi Sulaiman sebagai dakwah super power.

Itulah metamorfosa dakwah dimana ashbul kahfi yang mempunyai keimanan yang kuat tapi lemah dan tak berdaya sehingga mereka harus pergi, menghindar dari kezaliman untuk menyelamatkan keimanan mereka. Kemudian datanglah nabi Musa as. dengan bekal keimanan dan keberanian yang kuat, tapi itu juga ternyata tidak bisa membuat Fir'aun takluk di tangannya karena tidak adanya kekuasaan yang mengokohkan kedudukannya. Akhirnya dengan keimanan, keberanian, dan kekuasaan nabi Sulaimanlah negeri-negeri dapat ditaklukan bertanda berjayanya Agama Allah pada masa itu.

Ketiga kisah yang termaktub dalam Alquran tersebut mengajarkan tentang Islam secara keseluruhan, integral. Dimana untuk mencapai kejayaan Islam ada tahap-tahap seperti itu. Dimulai dengan perenungan terhadap apa yang harus dilakukan. Kemudian menyiapkan diri priabadi muslim yang rabbani, yang berilmu dan memahami agamanya secara mendalam. Setelah itu, mengumpulkan kekuatan dengan menggabungkan pribadi rabbani itu kedalam wadah, ide, pemikiran, dan visi misi yang sama. Kemudian sama-sama berbuat dan beramal untuk mencapai kejayaan Islam yang diinginkan bersama tadi. Wallahu a'lam. [pkspiyungan]



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger