pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Survei PDB: Elektabilitas Prabowo Terus Naik, Jokowi Turun

Written By Anonymous on 11 June, 2014 | June 11, 2014


JAKARTA – Survei terbaru yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) mengungkap, elektabilitas (tingkat keterpilihan) capres Joko Widodo terus menurun. Pesaingnya justru sebaliknya. Apa alasannya?

Peneliti senior PDB Agus Herta S pun membeberkan alasan penurunan elektabilitas Jokowi. Hal itu diungkapkannya dalam jumpa pers Hasil Survei Capres 2014 oleh PDB di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/6).

Menurut Agus, Jokowi terlalu sering mun cul di berbagai media sejak setahun lalu. Ia menilai bahwa hal itu menyebabkan masyarakat mengalami kejenuhan.

“Fenomena Jokowi Effect itu muncul setahun yang lalu, sudah diangkat media berpuluh-puluh kali. Sehingga masyarakat mengalami kejenuhan, karena sisi yang diang kat dari sosok Jokowi itu adalah sisi yang itu-itu saja. Tidak ada sisi baru yang diangkat oleh media,” ungkapnya pada detikcom.

Dijelaskan Agus, hal berbeda justru terjadi kepada Prabowo. Kemunculan pasangan cawapres Hatta Rajasa itu dianggap pas karena membawa angin segar di saat Jokowi Effect melempem.

“Walaupun ia sudah mempersiapkan sejak lama, tetapi Prabowo muncul ke media dengan style yang baru, dengan visi yang baru. Dia berbeda dengan Jokowi. Ini yang kemudian sedikit menguntungkan kubu Prabowo. Sehingga Jokowi Effect kebaruannya sudah hilang, masyarakat mulai jenuh pada Jokowi,” paparnya.

Agus mewanti-wanti Jokowi dan tim suksesnya agar memikirkan cara menghentikan penurunan elektabilitas itu.

“Kalau melihat tren seperti ini dan tidak diantisipasi oleh timnya (Jokowi), maka tidak menutup kemungkinan Prabowo-Hatta bisa menyalip,” tandas nya. [hariansinggalang.co.id]


posted by @Adimin

[Survei] Prabowo-Hatta Menang Dua Kali Lipat di Bandung


Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ungguli pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Kota Bandung. Hal ini berdasarkan survei PDB yang dilakukan sejak tanggal 26 Mei hingga 1 Juni 2014 di tujuh kota dari tujuh provinsi.

Peneliti senior PDB, Agus Herta mengatakan, dari hasil itu pihaknya mendapati kalau calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Hatta unggul dua kali lipat dari pesaingnya Jokowi-JK.

"Prabowo-Hatta mendapatkan tingkat elektabilitas 30,9% sedangkan Jokowi-JK hanya 16,0%," ujar Agus saat Rilis Survei PDB dengan tema Peta Persaingan Capres di Kota-Kota Besar di Jakarta, seperti diberitakan inilah.com, Selasa (10/6/2014)

Ia melanjutkan, kemenangan ini karena pendukung Prabowo-Hatta terdapat dari partai yang tergabung dalam koalisi Merah Putih mempunyai identitas partai yang kuat.

"Ada 2 partai pendukung Prabowo-Hatta yang mempunya kader paling loyal, yaitu Gerindra dan PKS ini yang mempengaruhi tingginya elektabiltas Prabowo-Hatta di Bandung," kata dia.

Agus menuturkan, selain identitas partai dengan kader yang loyal, tingginya elektabilitas Prabowo-Hatta juga didorong dari keberhasilan kepala daerah Jawa Barat dan Bandung dalam mempengaruhi pemilihnya.

Survei ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka dengan jumlah responden 2.688 orang dan margin of error 5% di 7 kota besar dari 7 provinsi, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan dan Makassar.

Responden survei ini juga adalah pasangan suami dan istri sebagai pengambil keputusan yang berasal dari keluarga kelas menengah.[dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

"Prabowo Mengajarkan Kita Sikap Ksatria" | By @Fahrihamzah


Jadi bukan @Prabowo08 yang menyerang balik....kita lah...karena kita tahu...ada yang curang kepadanya...

Debat kemarin adalah bukti...ia tidak menyerang...padahal peluru ditangan-nya banyak..

Kita tahu pikirannya, melampaui individu...melampaui benci...dia tahu mau orang...dia tahu...dia harus bertahan.

Rasanya @Prabowo08 jauh lebih tahu diri dan tahu menempatkan diri. Untuk itu dia lebih pantas.

Dia mengucapkan terima kasih lebih dahulu kepada orang yang paling banyak memakan jasanya.

Dia menghormati Jokowi karena bagaimana pun dia telah menjadi lawan tanding. Ini ksatria.

Dalam demokrasi, kita tak boleh mengambil personal semua hal. Ini urusan publik sekarang.

Orang2 meragukan kebaikan hatinya dari wajah yang jarang tersenyum.

Orang lupa, bahwa dia alumni pasukan elite yang tugasnya bukan tertawa tetapi menyerang lawan.

Tapi, dibalik keraguan orang itu ia menunjukkan sesuatu yang datang dari dalam bahwa bersikap adil itu Standard.

Orang2 melihatnya memberi hormat kepada orang yang mengkhianatinya dan juga memusuhinya.

Dia secara spontan memberikan pujian kepada lawannya. Meski ia tahu bahwa ada yang tidak jujur.

Prabowo mengajarkan kita sikap ksatria. Menghormati pertandingan sebagai pertandingan.

Dia telah bersumpah di depan publik bahwa dia akan menghormati keputusan rakyat.

"Jika Pak jokowi-JK dipilih rakyat, maka kami akan menghormati dan setia kepada bangsa dan negara", janjinya.

Maka apa lagi yang kalian takuti dari Prabowo?, kebaikan hatinya yang spontan karena keluar dari dalam.

Saya mencemaskan soal lain..Karena @Prabowo08 terlalu mengerti apa yang akan ia lakukan bagi negara ini.

Pesta pora akan dihentikan. Jual murah dan percaloan sumber daya alam akan dihentikan.

Dan apa boleh buat...dominasi asing dalam ekonomi akan sedikit banyak berkurang..

Aku tidak kiri...aku bisa mengerti kalau Prabowo kiri karena bapaknya pendiri
PSI...

Tapi lebih baik kiri yang cerdas daripada yang sok kiri tapi menjual aset negara dengan harga murah..

Prabowo mudah sekali ditarik ke tengah karena dia moderat dan akalnya cerdas....

Prabowo telah membuktikan... Kariernya yang cepat.. Militer Bisnis Lalu.. Politik yang semuanya sukses...

Dia balik sukses-suksesnya ada akal sehat.. Militer memerlukan kedisiplinan.. Bisnis memerlukan pragmatisme.. Akhirnya..

Politik Masa Prabowo akan membawa kita.. Pada masa renaisans.... Indonesia yang dinamis..

_____
https://twitter.com/Fahrihamzah



posted by @Adimin

Prabowo-Hatta Ingin Kabinet Profesional dan Tanpa Korupsi



Jakarta (9/6) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia nomor urut satu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memaparkan rencana kabinet menteri yang akan dibentuk mendatang. Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014 di Balai Sarbini, Jakarta Pusat.

Prabowo mengungkapkan rencana tersebut saat menjawab pertanyaan dari Calon Wakil Presiden nomor 2 Jusuf Kalla tentang bagaimana cara Prabowo-Hatta membalas budi kepada mitra-mitra koalisi pendukung mereka. Menjawab pertanyaan tersebut, Prabowo menjamin menteri-menteri yang akan dipilih tidak akan menggunakan dana negara untuk korupsi.

“Yang kita lakukan adalah kita harus tegas kepada mitra kita. Saya katakan dengan tidak merongrong anggaran negara, inilah syarat saya. Semua anggaran negara harus kembali kepada rakyat hingga satu Rupiahnya!” ungkap Prabowo pada debat yang ditayangkan oleh televisi ke seluruh Indonesia tersebut.

Prabowo juga mengungkapkan kepercayaannya kepada kader-kader partai pendukung dalam Koalisi Merah Putih dalam mengisi bangku kabinet mendatang. 

“Saya yakin di semua partai masih ada kader-kader terbaiknya, masih ada patriot-patriot yang mau bekerja untuk bangsanya. Saat kita memimpin pemerintahan, kita bekerja untuk rakyat,” papar Prabowo.

Setelah Prabowo mengungkapkan pendapatnya, Hatta Rajasa menjelaskan lebih lanjut, kabinet yang akan terbentuk mendatang adalah kabinet yang terdiri dari menteri-menteri yang memiliki kemampuan profesional.

“Ada dua hal yang akan kita lakukan, membentuk kabinet ahli atau zaaken kabinet dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pemilu selama ini,” ungkap Hatta. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Prabowo Akan Cegah Korupsi dengan Kekayaan Indonesia





Jakarta (10/6) - Korupsi yang sampai hari ini belum terselesaikan merupakan dampak sistemik dari rendahnya kualitas hidup aparatur Negara. Kondisi tersebut terjadi karena Negara kekurangan pemasukan akibat dari hilangnya sumber daya Indonesia ke luar negeri. Negara harus memastikan sumber daya di Indonesia masuk ke dalam negeri sehingga dapat meningkatkan pemasukan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan aparatur negara dan mengurangi korupsi, demikian papar Calon Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Debat Capres dan Cawapres 2014 pada Senin (9/6) malam.

"Ini semua adalah akibat dari banyaknya kebocoran-kebocoran kekayaan nasional yang diakibatkan oleh masalah sistemik. Akhirnya tidak ada sumber daya yang cukup untuk menjamin kualitas hidup para aparatur Negara. Artinya, korupsi terjadi karena pejabat takut akan masa depan mereka, gaji, dan masa pensiun nanti,” papar Prabowo di Balai Sarbini yang menjadi lokasi Debat.

Prabowo menambahkan bahwa penghasilan yang diterima oleh aparatur Negara seringkali tidak sebanding dengan tanggung jawab yang diemban. Di sisi lain sumber daya ekonomi yang terus keluar dari Indonesia berdampak langsung pada minimnya jaminan kualitas hidup aparatur Negara.

“Kita lihat sekarang gaji kepala daerah seperti bupati. Gaji per bulan yang didapat kalah jauh dari biaya kampanye yang dikeluarkan. Gaji seorang menteri saat ini sekitar 16 juta, namun tanggung-jawabnya sangat besar. Permasalahan lainnya, membiarkan sumber daya ekonomi kita keluar dari bangsa kita sendiri. Untuk itulah kita harus menjamin kualitas hidup aparatur negara, seperti pegawai dan pejabat, “ tambahnya. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Stop Kampanye Hitam | Oleh: Irwan Prayitno

Written By Anonymous on 10 June, 2014 | June 10, 2014

Tak ada satupun manusia yang sempurna. Manusia justru lengkap dan sempurna dengan segala kelemahannya. Juga tak ada manusia yang tak pernah salah atau khilaf. Karena khilaf adalah sifat manusia. Setiap manusia memiliki berbagai kesalahan yang bisa jadi hal itu merupakan aib bagi dirinya. Jumlah kesalahan tersebut dan besar kecilnya tergantung kepada pribadi masing-masing.

Anehnya, ada segelintir orang yang suka mengungkit-ungkit kesalahan atau aib orang lain. Lalu dengan bangga ia menceritakan atau menggembar-gemborkan aib tersebut kepada orang lain. Ia laksana kampanye bercerita kesana-kemari menceritakan aib saudaranya itu, seolah-olah ia adalah orang yang paling bersih, paling hebat, suci, tak pernah salah.

Seringkali cerita tersebut diberi “bumbu-bumbu penyedap” sehingga melenceng dari realita sebenarnya. Malah lebih parah lagi cerita tersebut hanyalah karangan belaka, fiktif dan dibuat-buat. Cerita tersebut dikarang akibat sakit hati atau untuk kepentingan tertentu guna menjatuhkan atau membunuh karakter seseorang . Dalam Islam hal ini disebut dengan istilah fitnah dan ghibah. Di zaman canggih seperti saat ini prilaku fitnah dan ghibah makin dahsyat. Melalui jaringan internet, di stitus-situs media sosial, prilaku tersebut merajalela saat ini. Jika dulu fitnah dan ghibah beredar dengan cara dari mulut ke mulut dan areal penyebarannya hanya sebatas lingkungan tetangga. 

Kini fenomena yang terjadi sungguh luar biasa, fitnah dan ghibah disebarkan melalui internet. Sekali tebar jangkauannya bisa menggapai seluruh pelosok dunia. Dalam hitungan detik fitnah tersebar ke ratusan juta orang dan seluruh pelosok dunia tanpa mengenal batas wilayah.

Dalam dunia politik prilaku tersebut dikenal dengan istilah black campaign (kampanye hitam). Jika kita lihat di media-media sosial aksi kampanye hitam marak luar biasa. Berbagai topik diangkat untuk menyerang dan menjatuhkan seseorang.

Suatu ketika muncul pernyataan yang mengungkapkan kelemahan dan aib capres A. Tak lama kemudian muncul pula informasi yang mengungkap aib capres B yang tak kalah serunya. Tentu saja tak kan berhenti sampai di situ. Perang kampanye hitam akan terus muncul balas berbalas dan makin meruncing. 

Tak jelas lagi apakah informasi tersebut benar atau salah. Siapa saja bisa menyampaikan informasi apa saja, tak peduli apakah informasi itu benar atau salah. Informasi yang tidak jelas benar atau salahnya itu lalu dibagikan lagi (di sharing) ke ratusan ribu atau jutaan orang lainnya dan begitu seterusnya berulang-ulang. 

Dalam hitungan detik informasi tersebut telah dibagikan lagi ke ribuan atau jutaan orang lainnya. Sekali lagi tak peduli apakah informasi tersebut merupakan sebuah fakta atau cuma sekedar isapan jempol belaka.

Di Indonesia dalam Pilpres tahun 2014 ini kampanye hitam yang juga tak jelas benar atau salahnya juga marak digunakan untuk saling menjatuhkan dan membunuh karakter masing-masing capres. Paadahal ftnah dan ghibah jelas sekali diterangkan dalam agama bahwa prilaku tersebut sangat tercela. Dalam Islam orang yang melakukan ghibah diumpamakan sama dengan orang yang memakan daging saudaranya sendiri. 

Banyak pengalaman membuktikan bahwa fitnah memang bisa berdampak sangat buruk dan bisa berakibat fatal. Dalam kehidupan sehari-sehari kita sudah sering merasakan dampak buruk fitnah. Suami istri bisa bercerai akibat fitnah Perkelahian antar kampung juga bisa terpicu akibat fitnah. Dua negara bisa berperang, juga gara-gara fitnah.

Jika kita tinjau kembali ke belakang, pemilihan presiden yang kita lakukan dengan susah payah, menghabiskan uang dan tenaga yang tak terhitung jumlahnya, tujuannya adalah untuk mendapatkan pimpinan tertinggi negara yang mampu membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Pemimpin yang mampu memperbaiki nasib bangsa ini menjadi lebih sejahtera, aman dan bermartabat.

Jika kita menginginkan kebaikan, maka harus dilakukan dengan cara-cara yang baik pula. Tidak akan mungkin cara-cara yang salah akan menghasilkan kebaikan. Tidaklah mungkin dengan teknik kampanye hitam, saling mencela dan menjatuhkan, menyebar fitnah dan informasi yang salah, kita mendapatkan pemimpin yang baik dan benar.

Karena itu mari kita lakukan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini dengan niat yang baik dan cara-cara baik dan benar pula, cara-cara yang diredhai Allah SWT. Insya Allah kita akan diberi petunjuk dan pemimpin yang baik yang mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik akan kita dapatkan.

Stop kampanye hitam, mari kita gali, temukan dan sebarkan informasi yang benar, baik dan menyejukkan. Kita luruskan niat memilih pemimpin untuk masa depan bangsa dan negara yang lebih baik dengan cara-cara yang baik dan benar. Insya Allah, Tuhan akan menunjukkan jalannya dan menunjukkan pilihan yang terbaik untuk kita. [hariansinggalang.co.id]


posted by Adimin

Catatan Singkat Debat Capres 9 Juni 2014



Jokowi – Jusuf Kalla di awal debat bagus. Setelahnya, akibat kecenderungan menyindir dan menyerang lawan, jadi kurang mencakup banyak hal dan kurang terstruktur. Prabowo – Hatta yang di awal tegang, selanjutnya lebih tenang. Meski masih konsep, pernyataan2 Prabowo –Hatta lebih mencakup banyak hal dan lebih terstruktur.
 
Tentang Kebinekaan dua kubu menjawab dengan baik, meski jawaban Prabowo tentang bagaimana mengatasi diskriminasi dan kekerasan2 SARA dan HAM lebih clear dan lengkap.

Tentang kepastian Hukum, tentang transparansi dan pemerintahan yang ramping dan bersih, kedua kubu sama baiknya meski dengan angel berbeda.

Serangan Jusuf Kalla pada Prabowo tentang penyelesaian pelanggaran HAM sangat menguntungkan kubu Prabowo. Prabowo menjawab tudingan yang selama ini selalu ditujukan padanya dengan cakatan dan lugas. Dia tidak menjawab apakah dia pelanggar HAM atau tidak, tapi dia memberikan clue atau membukakan pintu bagi Komnas HAM untuk membukanya.

#Dari dua kubu, hanya kubu Prabowo – Hatta yang berani berbicara tentang adanya masalah dalam UUD. Tentang dampak nihilnya UUD 1945 (ALSI), tentang dampak Pemilu Liberal yang mahal dan melahirkan money politic & tentang SDA Indonesia yang mayoritas dikuasai Asing dan berdampak pada kemiskinan dan demokrasi.

Catatan di atas adalah pendapat saya. Boleh setuju, boleh tidak. Bagi yang tidak GOLPUT, selamat menentukan pilihan.


Ratna Sarumpaet




posted by @Adimin

Mereka Bicara . . . . . .





Mereka bicara jangan SARA, ketika dimana mana mereka melakukan SARA dengan kentara

Mereka bicara jangan diskriminasi, ketika iklan mereka justru menampilkan diskriminasi

Mereka bicara kasih, ketika dibelahan lain mereka membantai orang yang berlainan dengan mereka tanpa kasih

Mereka bicara keadilan, ketika ditempat lain mereka melakukan berbagai kedzaliman

Mereka bicara HAM, ketika mereka terlalu banyak melakukan pelanggaran HAM.

Ini realita dan fakta . . . . . . . .

Jangan begitu kawan, sesungguhnya dunia ini bermata bagi orang orang yang peka

Jangan begitu kawan karena ucapan anda akan disaksikan dunia

Kawan, Mari berdemokrasi secara jantan sehingga hilang semua dugaan


Oleh : Asdeddy Syam
 





posted by @Adimin

Diserang JK, Prabowo Dapat Simpati Publik


Debat Capres-Cawapres perdana yang digelar tadi malam (9/6) sedikit panas ketika cawapres Jusuf Kalla “menyerang” Prabowo Subianto mengenai isu HAM, isu yang memang sejak awal selalu digunakan kubu Jokowi-JK untuk menyudutkan Prabowo.

Prabowo arif dengan apa yang disasar JK. “Saya paham kemana arah pertanyaan ini,” ujar Prabowo.

“Saya adalah orang yang paling keras berjuang soal HAM di negeri ini. Saya sekian puluh tahun adalah abdi Negara yang membela hak asasi manusia. Kami melawan kelompok radikal yang mengancam keselamatan nega­ra,” imbuh Prabowo.

Prabowo menjelaskan, dulu sebagai prajurit, dirinya sudah berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Untuk selanjutnya, kata Prabowo, terserah bagaimana pimpinan mem­berikan penilaian.

Walau mendapat serangan, Prabowo tidak melakukan serangan balik pada hal-hal masa lalu capres-cawapres lain tapi fokus pada visi masa depan Indonesia.

"Kita tidak menyerang, tidak merendahkan orang," ujar Mahfud MD, Ketua Timses Prabowo-Hatta, usai acara debat.

Menurutnya, Prabowo tidak ingin membalas dengan pertanyaan yang juga menyerang masa lalu seseorang. Hal ini menunjukkan sikap seorang negarawan.

Memang, serangan JK malah dinilai oleh pengamat politik justru menjadi 'bumerang' dan menguntungkan Prabowo.

"Prabowo malah bisa dapat simpati ketika terlalu dicecar seperti tadi..," kata pengamat politik Yunarto Wijaya lewat akun twitternya.


Publik juga lebih memuji sikap Prabowo-Hatta dan menilai kurang simpatik pada Jokowi-JK.

"Bangga saya dengan jawaban prabowo soal HAM, Semoga niat JK untuk menyudutkan lawan tak di ulangi lagi," ujar akun @Suara_Demokrasi. 

"Prabowo-Hatta konsisten berdebat konsep & substansi. Jokowi-JK tidak bisa bersabar dan lakukan personal attack pada Prabowo," tulis pengguna twitter @BamzTeHa

"Ini debat visi dan misi. Bukan nyerang sisi pribadi," komentar lain akun @bangganagara.

"Pertanyaan @Pak_JK yg menyerang pribadi pak @Prabowo08 membuktikan kubu mana yg suka melakukan black campaign," ujar pemilik akun @giofedi. 

"Emang pemimpin yg tegas itu ngebela kebenaran, ga ada waktu buat ngejatohin yg laen," tulis @ojaaaaann.

"Beda dgn pasangan Jokowi- JK terlihat kali berniat menyerang pasangan prabowo- hatta. Salut buat sikap santun prabowo- hatta," demikian komentar @bang_delvin.

"Seorang Pemimpin yg benar, tidak akan menyerang lawan. Bahkan menghormati lawan. Menyerang lawan, adlh tindakkan org yg berjiwa "kerdil"," ujar @AbimanyuAbiputr.

"Serangan JK dan @jokowi_do2 nilai plus buat Prabowo, orang sekampung langsung mencibir dan tahu siapa JK," komen @tohir7.

Akun @haikal_hassan berkomentar cukup panjang:

"HAM bisa diselesaikan dengan pendidikan. Tepat! @Prabowo08 Cerdas! Elegant! Walau diserang sm mr.oportunis kala."

"Kala sdh menyerang. Tdk etis dan berniat bernafsu menjatuhkan. Untung @Prabowo08 tdk terpancing. Sudahlah kala, jualan barang basi!"

"Kala harusnya ditanya @Prabowo08 : dulu bilang kalo jokowi mimpin, hancurlah negara ini, kok skrg dukung? Beda tipis strategi & munafik"

"Orang tua bahkan kakek spt kala, tidak pantas berbuat dmkn. Menyerang dihadapan ratusan juta rakyat. Semoga @Prabowo08 tetap bijak wibawa"

"Bandingkan 2 pertnyaan ttg [pemekaran wilayah -yg ditanyakan Prabowo] dgn [isu pelanggaran ham] yg 1 isu kenegaraan yg 1ny lg isu menjurus subjektif," tulis @pa2nkOz.

"Selain serangan dari jk, saya eneg bget lht jokowi yg selalu membanggakan dirinya, menyindir pak prabowo, dan menyudutkan pak prabowo. tidak sesuai dgn tema yg di usung. seprti anak kecil." (Sukma Rudin -fb) 

"BISA saja Prabowo nanya janji 5 tahun Jokowi spt halnya JK nanya soal HAM. Tapi Prabowo paham bhw dirinya bukan pembully yg santun," ujar @MustofaNahra.

"Dgn pertanyaan pak Jk soal HAM, pak Prabowo memanfaatkan kesempatan untuk menjelaskan hal peristiwa yg sebenarnya. Masyarakat jadi paham dan bersimpati for number 1." (Torik Imanurdin -fb)


[dari berbagai sumber, dihimpun oleh admin @pkspiyungan]


posted by @Adimin

Pengamat: Debat "Beda Kelas", Prabowo Lebih Unggul


JAKARTA - Pengamat Politik Taufik Bahaudin mengatakan bahwa dalam debat capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) kandidat presiden Prabowo Subianto terlihat jauh lebih strategis dan konseptual. Sedangkan untuk Joko Widodo lebih pada managerial.

"Sehingga kelas keduanya berbeda," kata Taufik, Senin (9/6/2014) malam.

Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham menyebut dalam debat capres Prabowo jauh lebih pro rakyat. "Jokowi mengunakan politik anggaran. Nantinya yang dirugikan adalah rakyat, karena jika kelak ada ketidaksepahaman antara pusat dan daerah maka tidak akan ada pembangunan," kata Idrus.

Sedangkan Prabowo, menurut Idrus, berangkat dari programnya dulu yang memang dibutuhkan untuk rakyat. Dalam debat kandidat presiden, sinergi antara pusat dan daerah adalah salah satu permasalahan dalam pembangunan bangsa. Masing-masing Calon Presiden (Capres) memiliki cara penyelesaian yang berbeda untuk hal itu.

Prabowo mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah program pembangunan harus memprioritaskan kebutuhan rakyat. Maka pembangunan itu dipastikan akan berjalan. "Bangun infrastruktur jalan-jalan desa, bangun jalan raya, ketersediaan air bersih. Saya kok yakin kalau itu untuk rakyat maka semua akan berjalan," kata Prabowo Subianto.

Prabowo mengatakan, dengan begitu maka kepala daerah pasti akan menyetujui program pembangunan dari pusat.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan, pembangunan ke depan harus bisa memberikan jaminan pada rakyat tentang kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Untuk pangan misalnya bagaimana menciptakan pangan yang murah.

Kemandirian pangan, kata Prabowo akan membawa efek berkelanjutan. Sebab devisa akan menjadi bertambah kuat. Selama ini devisa tergerus impor pangan cukup besar. Dengan menghemat devisa, investasi bisa lebih besar, roda perekonomian berputar dan pertahanan negara bisa menjadi kuat.

"Kami ingin membuat rakyat sejahtera yang cukup pangan, sandang dan papan, berdiri di atas kaki sendiri. Rakyat yang tenang menghadapi masa depan," kata Prabowo.

Untuk mengejar ke arah tersebut Prabowo mengatakan ada prioritas pembangunan. Yaitu ketahanan pangan, ketersedian energi, infrastruktur dan reformasi birokrasi. Dengan manajemen berorientasi sasaran.

Sementara Joko Widodo dalam upaya mensinergikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah dengan mengguakan politik anggaran. "Gampang sekali itu, pakai saja politik anggaran. Dengan begitu daerah pasti akan menurut dengan pusat saya jamin 100 persen," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, hal tersebut akan efektif dengan menggunakan sistem IT. "Tinggal panggil programer kita bisa lihat bagiamana anggaran di sana, bagaimana angaran di sini, serahkan saja pada programer," kata Jokowi. [tribunnews]


posted by @Adimin

Piskolog UI: Penampilan Prabowo-Hatta Bagus, Jokowi-JK Naik Turun


Psikologi dari Universitas Indonesia (UI), Dewi Harun menilai,  secara keseluruhan penampilan awal Prabowo-Hatta di debat visi dan misi capres dan cawapres bagus. Namun, diakhir-akhir terlihat agak menurun.

Sementara, capres dan cawapres, Jokowi dan JK lebih banyak naik turun. Pembicaraan banyak diambil alih oleh JK. “(Jokowi-JK) Awal bagus, di tengah kedodoran, terakhir mulai bangkit lagi,” ujar Dewi Harun, seperti diberitakan depoknews.com, Senin (9/6).

Ia menuturkan dari segi penyampaian visi dan misi. Prabowo-Hatta lebih konseptual dan visioner. Sementara Jokowi dan JK lebih ke arah operasional mengenai ke depan. “Konkret akan tetapi butuh strateginya,” katanya.

Menurutnya, penyampaian visi dan misi Jokowi dan JK bagi masyarakat umum lebih berpengharapan. Masalah-masalah akan beres oleh mereka. Seolah, Jokowi dan JK bisa memecahkan masalah secara langsung.

Namun, itu bisa menjadi berbahaya karena masalah negara tidak sesederhana yang dibayangkan.  “Dia menyebutkan e-goverment bisa dua minggu selesai, administrasi negara itu gak bisa gitu,” ungkapnya.

Dewi mengatakan termasuk mengenai politik anggaran di pusat itu akan berapa lama. Karena, Jakarta saja  anggarannya tidak terserap. “Gimana kalau semua satu pintu, 33 provinsi, berapa kota/kab, terlalu disederhanakan terlalu mudah. Bisa bumerang bagi mereka,” katanya.[dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger