pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Irwan Prayitno: Organisasi Harus Tepat Ukuran Dan Fungsi

Written By Anonymous on 21 June, 2014 | June 21, 2014


Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan menjalankan sebuah organisasi harus tepat ukuran dan fungsi sehingga reformasi dan birokrasi berjalan sebagaimana tuntutan undang-undang.

"Kita butuh organisasi yang betul-betul dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik, tepat ukuran dan tepat fungsi, sehinga reformasi dan birokrasi berjalan sebagaimana tuntutan undang-undang," ujar Irwan saat melantik Forum Komunikasi keorganisasian Provinsi dan Kabupaten/kota se-Sumatra Barat sekaligus membuka Rapat Koordinasi Teknis Kelembagaan Kabupaten/Kota di hotel Pangeran City Padang, pada Rabu (18/6) lalu.

Pada kesempatan itu Irwan juga menyampaikan agar dapat menyempurnakan kebutuhan organisasi yang ada di daerah masing-masing.

“Tepat fungsi bagaimana suatu organisasi atau lembaga bisa menjalankan amanah sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya, jadi tepat fungsi itu bagaimana berjalan secara profesional," tegasnya.

Irwan juga berharap organisasi yang dibuat sesuai dengan kebutuhan. Sebuah struktur baru yang semestinya dibuat demi membantu tugas-tugas khusus dan sesuai dengan ukuran yaitu tepat fungsi, ukuran perbaikan Kelembagaan (organisasi).

"Organisasi sebagai salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam melakukan penyelenggaraan Reformasi Birokrasi. Penyelenggaraan organisasi paling tidak mempunyai tiga unsur, yaitu, adanya orang yang bekerja, adanya kerjasama dan adanya tujuan yang akan dicapai oleh organisasi tersebut," katanya.

Menurut Irwan yang merupakan kader PKS ini, dalam prilaku organisasi unsur pekerja dan kerjasama merupakan hal yang rutin terjadi sebagaimana mestinya perjalanan organisasi sebelumnya.

"Dalam reformasi birokrasi ini yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menentukan kejelasan titik akhir atau tujuan  apa  yang akan dicapai," jelasnya.

Tentunya, lanjut Irwan, pencapaian tujuan melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan. Selain pentingnya ketiga unsur tersebut, penciptaan lingkungan organisasi yang kondusif mutlak diperlukan dalam kesuksesan penyelenggaraan reformasi birokrasi.

"Hal ini dikarenakan organisasi merupakan sebagai suatu sistem terbuka yang berada di dalam sebuah lingkungan. Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan dan juga sebaliknya lingkungan akan mendorong perubahan pada organisasi. Begitu juga iklim organisasi yang tercipta dalam interaksi antar personil yang terlibat di dalamnya," ungkapnya.[pr/dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

20.000 Kader PKS DIY Door to Door Menangkan Prabowo-Hatta


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY telah menyiapkan seluruh sumber daya yang dimiliki guna mendukung agenda pemenangan pasangan Capres Prabowo-Hatta. Sejauh ini agenda konsolidasi internal telah tuntas dilakukan.

Menurut Sukamta, P.hD selaku Ketua DPW PKS DIY, selama 1 bulan semenjak deklarasi dukungan, PKS DIY telah menuntaskan agenda konsolidasi internal dengan kegiatan pemantapan struktur pemenangan hingga level kepengurusan DPRa (kelurahan) dan mensosialisasikan agenda pemenangan kepada seluruh kader PKS dalam agenda Apel Siaga Kader. Kami meyakini 100% kader PKS Solid menjadi mesin pemenangan Prabowo-Hatta.

Selanjutnya pasca agenda konsolidasi, PKS DIY saat ini telah menyiapkan 2 kegiatan utama pemenangan yaitu kampanye dan pengawalan suara. Untuk kampanye, PKS DIY telah memulai dengan memasang 1000 spanduk “Coblos Prabowo-Hatta”.

Tak cukup dengan spanduk sebagai media sosialiasi, guna lebih menguatkan tingkat keterpilihan Prabowo-Hatta, PKS DIY akan mengerahkan dua puluh ribu kader lakukan kampanye door to door. Ini adalah model kampanye selama ini menjadi ciri dan keunggulan PKS. Kami tentu berharap dukungan konkret ini akan menambah dukungan masyarakat kepada Prabowo-Hatta, jelas Sukamta. 

Sementara itu Zuhrif Hudaya selaku Sekum DPW PKS DIY menyampaikan, bahwa tidak kalah penting dari kampanye adalah kegiatan pengawalan suara. Sebagaimana telah diserukan oleh Tim Pusat bahwa untuk mengantisipasi kemungkinan kecurangan dalam proses pencoblosan hingga penghitungan suara akan dilakukan dengan Pola Saksi Berlapis. PKS DIY dalam hal ini akan membantu pengawalan suara secara penuh dengan menyiapkan saksi di 8348 TPS, 438 PPS, 78 PPK dan 6 saksi di KPU Kabupaten/Kota dan Propinsi. Kami telah berkomitmen bahwa PKS akan kawal suara secara ketat sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan dan jika ada kecurangan pasti akan tercatat/ terekam oleh saksi PKS untuk kemudian bisa ditindaklanjuti oleh Tim Advokasi.

Sebagai penutup, PKS DIY berharap kampanye Pilpres tidak dinodai dengan tindak kekerasan dan kampanye hitam (black campaign). Apalagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, sudah sepantasnya kampanye dilakukan dengan santun dan mendidik. [pkspiyungan]


posted by @Adimin

"Manuver Kepalsuan Akan Ditangkap" by @FahriHamzah #JokowiDisclaimer





Twit @Fahrihamzah

20/06/2014

    Temans,
    Hari ini, ada penyerahan LHP Pemda DKI.
    LHP adalah laporan hasil pemeriksaan BPK.
    Atas kepatuhan..
    
    Laporan itu,
    Seperti laporan pemeriksaan Pemerintah pusat,
    Diserahkan kepada LEgislatif, DPRD.
    
    Mari kita lihat,
    Apakah E-Government,
    Apakah e-procurement,
    Apakah e-budgeting,
    Dll itu...
    Nyata atau khayalan...
    
    Dalam kasus Solo,
    Jelas sudah bahwa,
    Jokowi itu pedagang,
    Bukan pemimpin,
    Dia hanya berkepentingan
    dagangannya laku.
    
    Maka semua hal,
    Dalam pemerintahan,
    Kepentingannya adalah peresmian
    (Masuk Media dapat nama)
    Selanjutnya #nggakMikir
    
    Dia merasa,
    Kalau sudah laku dan dapat untung selesai,
    Dia merasa,
    Kalau sudah peresmian selesai...
    (Otak dagang)
    
    Maka jangan heran,
    Yang kayak begini,
    Meninggalkan banyak masalah...
    Nampak di bukunya,
    Solo adalah bukti.
    
    DKI di depan mata kita,
    Kita melihat banyak masalah.
    Tapi ditutupi.
    Pencitraan kuat sekali.
    Industri media punya mau.
    
    Nah sepertinya,
    Industri media,
    Alat pencitraan ini,
    Sudah punya mau lain,
    Media berbalik,
    Terbelalak,
    ...
    
    Siapa yg bermain dengan media,
    Kalau dia tak memilikinya,
    Waspadalah,
    Sudah banyak korban...
    Jokowi contoh baru..
    
    Buat media sekarang,
    Lebih menarik mengungkap kepalsuan jokowi,
    Daripada sisi aslinya..
    Sebab tidak ada...
    
    Dicitrakan jujur,
    Tetapi kerap berbohong...
    
    Dicitrakan konsisten
    Tetapi kerap berubah....
    
    Dicitrakan sederhana,,
    Tapi hidupnya mewah...
    (Media ungkap harga tas isterinya CHANNEL...)
    
    Masih banyak lagi..
    Itulah kalau kita palsu...
    Mengerikan..
    
    Jadilah apa adanya..
    Prabowo tidak pernah sok miskin...
    Karena keluarganya dikaruniai harta...
    
    Tuhan juga bilang,
    Kalau kalian punya Rizki tunjukkanlah..
    Yg penting halal..
    
    Pencitraan melelahkan aktornya..
    Juga melelahkan Republik Indonesia...
    Inilah yang kita hadapi...
    
    Jokowi naik #esemka
    Datang ke jakarta..
    Dia tahu sebagai pedagang..
    Mobil itu mimpi kita..
    
    Esemka sebagai mimpi
    Bagi jokowi,,,
    Baik untuk ditumpangi...
    Bukan diwujudkan...
    
    Jokowi pandai menumpang di mimpi kita..
    Tak pandai mewujudkannya,,,
    
    Jokowi itu pemain sulap..
    Dia memakai kartu-kartu...
    
    Masuk jakarta
    Jokowi masih mau simsalabim..
    Kita hadang...
    
    Kita rakyat..
    Bukan penonton pertunjukan..
    
    Negara bukan seni pertunjukan..
    Negara adalah cita-cita kehidupan..
    
    Content from Twitter

    Negara adalah kehendak umum..
    Bukan mau satu-dua orang...
    
    Manuver kepalsuan akan ditangkap...
    Pencitraan akan diungkap..
    Warna asli akan disingkap...
    
    Kita hanya perlu keberanian bertanya..
    Setiap saat..
    Tentang hal-hal yang janggal..
    
    Menurut saya,
    Jokowi itu janggal,
    Dan biarlah BPK mengungkapkan..
    
    Karena negara adalah Pranata..
    Pemimpin bukan segalanya...
    
    Selamat bekerja...
    Jangan lupa jumatan..
    Bagi yg melaksanakan...



posted by @Adimin

"Harapan atau Hiburan?" | Kolom Anis Matta

Written By Anonymous on 20 June, 2014 | June 20, 2014


Harapan atau Hiburan?
(Oleh Anis Matta)


Pengujung transisi menuju demokrasi adalah situasi yang khas: ekspektasi akan hidup yang lebih baik kian membuncah tapi pada saat yang sama energi dan euforia– bahkan kesabaran–sudah menyurut.

Fase pungkas transisi, yaitu konsolidasi demokrasi, adalah jalan sepi yang ditempuh dengan ketekunan, bukan panggung ingar-bingar penuh deklamasi. Dalam tahap ini diperlukan pemimpin yang mampu menggerakkan sekaligus mendorong rakyat, agar mau melangkah lagi agar tujuan transisi, yaitu demokrasi yang sejati dapat tercapai. Itulah yang kini terjadi di Indonesia. Pemilu demokratis sudah tiga kali kita lewati dan kini kita tengah melaksanakan pemilu demokratis keempat dengan ekosistem politik yang jauh lebih stabil.

Kita telah berusaha merumuskan arah yang ingin dituju agar transisi ini tidak menjadi jalan berputar atau–malah lebih parah–berputar-putar tanpa arah. Tantangan itulah yang coba dijawab dalam Sidang Umum MPR dan proses amendemen UUD 1945 pasca-Reformasi. Kita berusaha untuk menulis kembali cetak biru dan mempertegas alasan kehadiran (raison d(raison detre) Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi semua warga bangsa yang berlindung dalam naungannya.

Dalam perjalanannya, cetak biru itu harus berdialektika dengan realitas dan ekspektasi yang terus berubah. Kini kita harus menjaga stamina agar negara dan warganya tidak kehabisan tenaga untuk menuntaskan transisi demokrasi karena janji perbaikan hidup sebagian belum terwujud.

Karena itu, kita harus bekerja bersama menuntaskan transisi demokrasi dan menghindarkan Indonesia dari jebakan transisi berkepanjangan (prolonged transition), di mana nilai dan sistem lama telah dihancurkan namun nilai dan sistem baru belum terbangun, atau belum mampu menghasilkan kehidupan lebih baik sebagaimana yang dijanjikan.

Jebakan transisi berkepanjangan ini membutuhkan pemimpin yang mampu memecah kebuntuan situasi sekaligus menjaga api harapan tetap menyala untuk mencapai garis tujuan.

Demokrasi “Media-Sentris”

Kita tengah berada di era “demokrasi melalui media” di mana media memegang peran penting dalam mentransmisikan pesan ke dan dari masyarakat. Media telah menghablurkan batas antara realitas yang kita alami sendiri dan realitas yang kita serap dari media. Hari ini orang yang tidak tinggal di Jakarta bisa bercerita tentang macetnya Jakarta akibat pengetahuan yang diserapnya dari media.

Ini juga yang mempengaruhi ruang politik kita. Media berperan sangat penting karena media tidak semata mempresentasi realitas, tetapi merepresentasi (mewakilkan hadirnya) realitas ke depan khalayak. Menurut ahli kajian media David Buckingham (2010), media tidaklah menawarkan jendela bening tembus pandang untuk melihat “dunia”, namun menghadirkan sebuah “dunia” dalam versi yang telah dimediasi.

Media bukan menyediakan kacamata atau teropong, tapi menghadirkan akuarium sehingga kita beranggapan bahwa akuarium itulah keseluruhan dunia ini. Yang terserak di luar akuarium dianggap tidak penting dan bermakna. Logika media (terutama televisi/ tv) adalah “menonton dan ditonton” dengan dikotomi peran pasif-aktif yang semakin kabur, terutama dalam konteks pemilihan umum.

Penonton yang selama ini dinilai pasif dan tidak berdaya, dalam politik menjadi berdaya karena dialah pemilik suara yang diperebutkan. Sementara, para tokoh politik yang diimajikan berkuasa, sebenarnya sedang memainkan pertunjukan yang naskahnya didiktekan oleh massa rakyat melalui survei opini publik. Dalam situasi “media-sentris” seperti ini, sangat mudah orang terjebak untuk menjadi penghibur bagi penonton.

Tokoh-tokoh politik menyajikan tontonan yang menyenangkan hati penontonnya, melalui suatu pertunjukan buatan. Apa yang dipertontonkan belakangan ini tentu berbeda makna dan motivasinya dengan, misalnya, kebiasaan Sri Sultan Hamengkubuwono IX keliling Yogyakarta pada malam hingga subuh. Pada suatu kesempatan beliau memberi tumpangan kepada seorang mbok pasar.

Ketika sampai di pasar, orang-orang memberi tahu mbok bahwa yang memberinya tumpangan adalah Ngarsa Dalem. Langsung mbok itu pingsan! Tidak ada media yang meliput, tapi cerita itu hidup sampai sekarang. Cerita yang otentik, nyata, bukan pertunjukan. Masyarakat umum mengetahuinya belasan tahun kemudian melalui buku Takhta Untuk Rakyat.

Karena dikendalikan dengan logika hiburan, bukan otentisitas, tokoh politik terjebak untuk menyederhanakan masalah dan cara penyelesaian masalah. Ini tak terelakkan karena dalam demokrasi media- sentris, durasi, jam tayang, prime time, sound byte menjadi indikator utama. Pesan pemimpin dikemas mirip iklan yang renyah dan berdimensi tunggal agar mudah diingat tanpa elaborasi yang mendalam.

Gagasan Pemimpin

Di tengah arus media-sentris itu, kita kekurangan kesempatan menelaah gagasan pemimpin secara mendalam. Ruang-ruang publik yang didominasi logika media dan budaya instan berpotensi melahirkan figur pemimpin penghibur yang membuat kita tertawa sejenak meskipun masalah tetap menggunung.

Pemimpin penghibur tidak mengajak penontonnya berkerut kening karena yang ditawarkan adalah keceriaan sesaat—tanpa memikirkan bagaimana besok atau lusa. Pemimpin penghibur tidak menawarkan masa depan karena yang penting baginya adalah hari ini. Pemimpin penghibur juga kerap khawatir penontonnya berpaling mencari tontonan lain yang lebih menghibur.

Mirip logika rating dalam industri sinetron. Indonesia tidak membutuhkan pemimpin penghibur atau pemimpin sinetron. Kita sudah melewati sejumlah krisis dan kini tengah bersiap untuk naik kelas dari negara skala menengah menjadi negara kuat dalam ukuran ekonomi dan pengaruh geopolitik.

Kondisi itu akan tercapai jika kita berhasil menuntaskan transisi demokrasi dan menghasilkan negarabangsa yang kuat dan demokratis. Yang dibutuhkan adalah pemimpin penyala harapan, bukan penyaji hiburan, bahwa hari esok yang lebih baik akan datang jika kita mau bekerja keras, bukan dengan tertawatawa sejenak.

Peran penting pemimpin adalah menciptakan “state of mind” atau situasi psikologis di dalam masyarakatnya dengan cara melahirkan dan mengartikulasikan tujuan yang menggerakkan orang dari kepentingan mereka sendiri menuju kepentingan bersama yang lebih tinggi. (JW Gardner, 1988).Kita membutuhkan lebih banyak ruang lagi untuk mendengarkan gagasan pemimpin untuk mendapat harapan, bukan hiburan.[]

*Koran SINDO (Opini, edisi 19/6/2014)




posted by @Adimin

Kaum Disabilitas Dukung Prabowo-Hatta


(19/06/2014) Memasuki pekan kedua masa kampanye, capres nomor urut 1, Prabowo Subianto memilih tidak berkampanye terbuka, dan melakukan pertemuan internal di Hambalang, Bogor. Sedangkan pasangannya cawapres Hatta Rajasa melakukan kampanye di langkat sumatera utara. Sementara, kaum disabilitas atau para penyandang cacat kemarin mendeklarasikan sikap mendukung pasangan nomor urut satu tersebut dalam pemilihan presiden. 

Kreasi yang dipertunjukkan para penyandang cacat ini merupakan rangkaian acara deklarasi dalam mendukung pasangan capres nomor urut 1, Prabowo Subianto - Hatta Radjasa di Jakarta kemarin. Keterbatasan fisik, rupanya tak menyurutkan para penyandang cacat dalam hiruk pikuk dunia politik menjelang pemilihan presiden. 

Dukungan kepada Prabowo Hatta dikemukakan kaum disabilitas karena dianggap memiliki kepedulian terhadap mereka. 

Sekitar seribu lebih kaum disabilitas yang memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta berharap, jika terpilih nanti pasangan nomor urut satu tersebut dapat lebih memperhatikan nasib kaum disabilitas dengan memperjuangkan undang - undang disabilitas, agar mereka dapat hidup layak. Pasalnya dari jutaan kaum disabilitas yang ada di indonesia saat ini, banyak yang kehidupannya masih memprihatinkan. Tak hanya sulit mencari lapangan pekerjaan , mereka bahkan belum memiliki akses fasilitas penunjang yang lengkap di tempat-tempat umum.[indosiar/dm/pksnongsa.org]


posted by @Adimin

Timses Prabowo-Hatta: Silakan Proses Hukum Transkip yang Beredar


Anggota tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Viva Yoga Mauladi menilai, beredarnya transkrip atau salinan pembicaraan yang diduga dilakukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan diduga Jaksa Agung Basrief Arief untuk mencari simpati masyarakat. Menurutnya, kubunya merasa tak melakukan kampanye hitam tersebut.

"Dalam political marketing segala cara dilakukan untuk raih dukungan. Kita bersikap apa adanya. Kita tidak merasa melakukan itu, silakan diproses hukum saja," tegas Viva di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Atas dugaan transkip tersebut, dia meminta Bawaslu bertindak. "Kalau etika media jadi bagian KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Pers, kalau pidana ya polisi gerak. Jangan masyarakat disuguhi hal-hal fitnah dan prasangka, sehingga ganggu proses demokrasi," sambung Viva.

Selain itu, politisi PAN ini juga menyarankan agar Basrief segera melapor ke Polri bila merasa dicemarkan nama baiknya."Masak tidak merasa tercemarkan dan tidak melaporkan," pungkas Viva.

Berikut transkrip pembicaraan yang diduga dilakukan Megawati dengan diduga Basrief Arief melalui saluran telepon sebagaimana selebaran yang disebarkan Progres 98:

Diduga Basrief: terima kasih bu, arahannya sudah saya terima, langsung saya rapatkan dengan teman-teman.

Diduga Mega: itu anu, sampeyan jangan khawatir, soal media saya serahkan ke Pak Surya, nanti beliau yang berusaha meredam.

Diduga Basrief: makasih bu, eskalasi pemberitaan beberapa hari ini agak naik, tapi alhamdulillah trennya mulai menurun. Tim kami sudah menghadap Pak Jokowi, meminta yang bersangkutan agar tidak terlalu reaktif ke media massa.

Diduga Mega: syukurlah kalau begitu, intinya jangan sampai masalah ini (kasus TransJakarta) melemahkan kita, bisa blunder hadapi pilpres, tolong diberi kepastian, soal teknis bicarakan langsung dengan Pak Trimedya dan Mas Todung, aku percaya sama sampeyan.

Diduga Basrief: tadi sore kami sudah berkoordinasi, Insya Allah semua berjalan lancar, mohon dukungan dan doanya bu, saya akan berusaha maksimal, Pak Trimedya juga sudah menjamin data-datanya.

Diduga Mega: amin, semua ini ujian, semoga tidak berlarut-larut, apa sih yang nggak dipolitisir, apalagi situasi kini makin dinamis, tapi saya percaya sampeyan dan kawan-kawan bisa meyakinkan ke media, saya percaya bisa diatasi, jangan kasus ini Pak Jokowi jadi terseret dan membuat agenda kita semua berantakan.

Diduga Basrief: Insya Allah saya usahakan, sekali lagi terima kasih kepercayaan ibu kepada saya dan teman-teman, kita komit kok bu, untuk urusan ini (kasus Transjakarta) saya pasang badan.[liputan6/dm/pksnongsa]



posted by @Adimin

AYO..!! PUTIHKAN GBK! HADIRI KAMPANYE AKBAR PRABOWO-HATTA AHAD BESOK


HADIRI KAMPANYE AKBAR PRABOWO-HATTA
AHAD 22 JUNI 2014 di GBK 
Pukul 11.00-16.00 
(SHOLAT DZUHUR & MAKAN DI GBK) 

ATRIBUT:
Memakai Baju/Jilbab putih.
Atribut PKS. 

TTd

Ust Tubagus Arif 
(Sekum DPW PKS DKI Jakarta )


posted by @Adimin

Pengamat LIPI: Kampanye Prabowo-Hatta Lebih Berhasil

Written By Anonymous on 19 June, 2014 | June 19, 2014


Pengamat Politik LIPI, Indria Samego, mengatakan kampanye yang dilakukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa lebih berhasil ketimbang pasangan Jako Widodo-Jusuf Kalla.

Indria mengatakan hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, mobilisasi pendukung pasangan Prabowo-Hatta lebih gencar dilakukan dan melibatkan banyak elemen masyarakat.

"Itu kan yang kelompok-kelompok pendukung entah organisasi masyarakat atau kepala daerah dimobilisasi," ujar Indria saat berbincang dengan VIVAnews.

Selain itu, pasangan ini diuntungkan dengan adanya dukungan dari keluarga kalangan militer. Inilah salah satu alasan elektabilitas pasangan ini terus naik.

Sementara itu, pola kampanye yang dilakukan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kata Indria, saat ini sudah mengalami kejenuhan. Menurutnya, jika ingin mempertahankan posisi, pasangan nomor urut dua ini harus memiliki terobosan baru.

"Saya kira perlu ada terobosan baru dari Anies Baswedan dan kawan-kawan supaya kampanyenya lebih menggigit. Bahwa mencitrakan Jokowi sebagai pemimpin sederhana sudah selesai," katanya.

Terlepas dari hal tersebut, Indria mengingatkan kedua pasang capres dan cawapres, bahwa masih ada sekitar 30-40 persen dari total pemilih yang belum menentukan pilihannya. Untuk itu, kedua pasang calon harus mampu menarik mereka jelang pencoblosan nanti.

"Segala kemungkinan masih bisa saja terjadi," kata dia. [ren/vivanews]


posted by @Adimin

Psikolog: Penampilan Prabowo Saat Debat, Cerminkan Sosok Negarawan

Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan capres nomor urut 2 Joko Widodo (kiri)

Jakarta – Penampilan calon presiden (capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto dalam debat capres, kemarin, dinilai mencerminkan kenegarawanan. Prabowo juga dianggap cenderung dapat merangkul semua pihak dan golongan.

“Seorang Presiden mutlak harus bisa merangkul semua pihak, visioner dan berpandangan makro. Prabowo menang mutlak dalam debat tadi malam,” kata psikolog politik dari Universitas Indonesia, Dewi Haroen di Jakarta, Senin (16/6).

Menurut dia, figur presiden harus berdiri di atas semua golongan dan kepentingan. “Presiden yang seperti itu biasanya tahu apa yang harus dikerjakan agar rakyat lebih sejahtera dan negara berjalan dengan baik. Presiden harus memperhatikan kepentingan semua golongan,” ujarnya.

Dia menyatakan, keunggulan Prabowo dibandingkan capres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) juga dapat terlihat dari sisi lain. Dia mencontohkan terkait penggunaan istilah "saya" dan "kita" oleh kedua capres.

Dia mengemukakan, Jokowi cenderung menggunakan saya, ketimbang kita. Sebaliknya kata-kata Prabowo malah jauh lebih banyak menggunakan kata kita.

“Keterbatasan pemahaman Jokowi menyebabkan dia memakai istilah ‘saya’ pada sesi visi dan misi. Sebab, dia bercerita tentang pengalamannya ketika jadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Padahal, visi misi harusnya merujuk pada sesuatu yang akan datang rencana yang akan dilakukan oleh kabinetnya. Bukan pengalaman Jokowi,” ucapnya.

Sementara dari sisi sikap dan gestur, menurut dia, jawaban Jokowi sering disampaikan dengan gagap. “Sebagai psikolog saya tahu bahwa jawaban gagap artinya yang bersangkutan ragu dan tak yakin pada jawabannya sendiri, “ katanya.

“Saya mencatat tiga kali dia tergagap antara lain ketika menjawab dua anak ketika menyoal BKKBN dan lima kali terhenti sejenak,” imbuhnya.

Sebaliknya, masih kata Dewi, intonasi suara Prabowo selalu bersemangat dan stabil. “ Bahasa tubuhnya menunjukkan dia fair, pribadi yang hangat dan spontan. Lihat saja ketika sampai soal ekonomi kreatif, Prabowo tak segan menghampiri Jokowi dan memeluknya. Itu menunjukkan kebesaran jiwanya. Itu pemimpin yang tepat untuk Indonesia,” pungkasnya. [beritasatu.com]


posted by @Adimin

Gubernur Sumbar : Sumbar Bersih untuk Selamatkan Lingkungan


Padang (17/6) – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Seluruh Dunia tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun ini mengangkat isu penyelematan ekosistem pesisir dari perubahan iklim. Pemerintah Sumbar juga mengangkat isu lokal, yaitu mengenai sampah dan menggiatkan gerakan Sumbar bersih dalam peringatan yang dilaksanakan pada Senin (16/6) di Taman Budaya, Padang.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan pesan Menteri Lingkungan Hidup serta mengajak masyarakat Sumbar berpartisipasi dalam gerakan Sumbar bersih. Turut hadir pula pada acara ini, Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, Ibu Ida Muslim Kasim, Kepala Bapedalda, Forkopimda Provinsi, dan SKPD Provinsi dan Kota Padang.

“Program gerakan Sumbar bersih ini merupakan agenda kegiatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat dan kalangan swasta untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga dengan kegiatan yang dilakukan ini, semakin meningkatkan kepedulian kita dalam menyelamatkan lingkungan melalui berbagai upaya bersama dan tindakan nyata dengan sasaran lokasi yang mencakup seluruh fasilitas puplik, seperti pembersihan Pantai Padang,” ungkap Irwan Prayitno dalam sambutannya.

“Seluruh pihak swasta baik perusahaan dan organisasi masyarakat, diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan. Guru-guru di sekolah dapat melakukan kegiatan bersih lingkungan sekolah yang bebas sampah dan menjaga lingkungan sekitar. Masyarakat juga diharapkan dapat membersihkan lingkungan, melalui gerakan Sumbar bersih yang akan dilakukan berlanjutan ini,” tambahnya.

Dalam peringatan tersebut, Kepala Bapedalda, Asrizal Asnan menambahkan hari lingkungan hidup dan gerakan Sumbar bersih yang dicanangkan Pemprov Sumbar bertujuan untuk terciptanya kebersihan lingkungan yang menyeluruh dan berkelanjutan, serta sehat melalui kegiatan pengolahan sampah dan sanitasi dilingkungan rumah tangga, lingkungan perkotaan dan fasilitas-fasilitas umum.

“Peringatan hari lingkungan hidup ini disejalankan dengan gerakan Sumbar bersih dalam bentuk goro massal yang dipusatkan di Pantai Padang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Padang,”kata Asrizal.

Selain mempromosikan gerakan Sumbar bersih, peringatan kali ini diisi pula dengan pemberian berbagai macam penghargaan lingkungan kepada daerah, sekolah, perusahaan dan rumah sakit di Sumbar, antara lain penghargaan penyusunan buku Status Lingkungan Hidup Daerah, terbaik pertama diraih Bupati Kabupaten Dharmasraya, terbaik kedua diraih Walikota kota Padang, dan terbaik ketiga diraih Bupati Kabupaten Agam. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Anis Matta Optimistis Prabowo-Hatta Menang di Sulsel


Makassar - Usai mendampingi Prabowo Subianto melakukan kampanye di Stadion Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/6) kemarin. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengungkapkan rasa optimisnya akan kemenangan pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 9 Juli mendatang.

"Luar biasa massa hari ini. Saya yakin Prabowo-Hatta bisa memenangkan pemilihan nanti. Prabowo-Hatta diusung oleh 6 partai, semua mesin partai bergerak kompak," ungkap pria kelahiran Bone itu.

Pada kesempatan lain, beberapa lembaga survei menyatakan tren Prabowo-Hatta terus melonjak. Lembaga Survei Nasional (LSN) melansir elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta unggul dari Jokowi-JK di Sulsel. Prabowo-Hatta mencapai 43,3 persen, sementara Jokowi-JK 42 persen.

Hasil survei yang dirilis Celebes Research Center (CRC) bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel juga menyebutkan bahwa pemilih pemula di Sulsel lebih menginginkan Prabowo menahkodai Indonesia. Survei terhadap responden berusia 17-35 tahun didapatkan hasil elektabilitas Prabowo sebesar 31 persen, sedangkan Jokowi 27 persen.

Tak hanya itu, dari survei Pol-Tracking Institute diperoleh hasil bahwa tren Prabowo-Hatta meningkat, sementara Jokowi-JK merosot selama dua bulan terakhir.

"Prabowo-Hatta terus naik. Pada Maret mendapatkan angka 27,9 persen dan Mei menjadi 41,1 persen. Pada Maret Jokowi-JK 54,9 persen, namun pada Mei menjadi 48,5 persen," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, saat memaparkan hasil surveinya di Morrissey Hotel Jakarta Selatan baru-baru ini. [Humas PKS Sulsel]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger