Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 27, 2014
posted by @Adimin
Menjemput Dua Kemenangan di Bulan Ramadhan
Written By Anonymous on 27 June, 2014 | June 27, 2014
Alhamdulillah bulan Ramadhan Mubarok datang kembali. Ramadhan selalu membawa kemenangan bagi orang-orang beriman. Ramadhan adalah bulan puasa (Syahrus Siyam), bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an), bulan ampunan dan taubah (Syahrul Maghfirah wat Taubah) bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul Muwaasaah), bulan pembinaan (Syahrut Tarbiyah), bulan kesabaran (Syahru Shabr), bulan jihad (Syahrul Jihad) dan bulan kemenangan (Syahrun Nashr). Oleh karenanya umat muslim harus meningkatkan ibadah, dhara’ah, mujahadah dan munasharah di bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan pada tahun 1435 H ini umat muslim mendapat kesempatan untuk meraih dua bentuk kemenangan, yaitu kemenangan dalam jihad ibadah Ramadhan (al-intishor fil-jihad ar-ramadhani) dan kemenangan dalam jihad politik pemilihan presiden (al-intishor fil – jihad as-siyasi lil-intikhobi ar-riyasi ). Dan untuk meraih dua bentuk kemenangan tersebut, maka umat muslim di Indonesia harus menempuh tiga jalan, yaitu :
1. Ad-Dhara’ah ( berdo’a dengan penuh ketundukan dan kekhusyuan kepada Allah).
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana do’a-do’a orang beriman yang berpuasa dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah 186).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ: دَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَة
ُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ "
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda ,”Tiga do’a yang akan dikabulkan: do’a orang yang berpuasa, do’a orang yang dizhalimi dan do’a musafir” (HR At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)
Umat muslim harus berdo’a memohon kemenangan kepada Allah Ta’ala, sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memohon kemenangan menjelang perang Badar dan itu terjadi di bulan Ramadhan. Oleh karena itu orang-orang beriman harus berdo’a kepada Allah, memohon kemenangan dalam perjuangan pemilihan presiden yang akan dilaksankan pada 9 Juli nanti.
2. Mujahadah (bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadhan)
Umat muslim di bulan Ramadhan ini harus mujahadah dalam beribadah puasa, melaksanakan amaliyah Ramadhan seperti tilawah Al-Qur’an, Tarawih, shilaturahim, sedekah dll. Untuk meraih hidayah, ketaqwaan dan kemenangan umat muslim juga harus mujahadah. Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-Ankabuut 69).
3. Munasharoh (melakukan dukungan, pembelaan dan perjuangan) terhadap permasalahan umat dan dalam pemilihan presiden.
Umat muslim di bulan Ramadhan ini harus bersatu membela dan mendukung segala permasalahan umat, seperti pemberantasan korupsi, penenutupan lokalisasi, membantu orang yang terzhalimi dan memenangkan calon presiden pilihan mayoritas partai Islam, ormas Islam dan umat Islam. Allah Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدامَكُمْ
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad 7).
Semoga dua kemenangan tersebut betul-betul diraih umat muslim Indonesia sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera dengan mendapat ridha Allah.[dm/DSP PKS]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 27, 2014
posted by @Adimin
Aktivis Mahasiswa Massifkan Gerakan Pemenangan Prabowo-Hatta
Hari ini (Kamis/ 26 Juni 2014), puluhan aktivis mahasiswa alumni KAMMI dari berbagai lintas generasi telah selesai merampungkan rapat konsolidasi guna mengevaluasi situasi nasional terkini, termasuk hasil survey Pilpres, sekaligus merampungkan beberapa program yang akan menjadi salah satu tulang punggung pemenangan Prabowo-Hatta. Para alumni petinggi KAMMI tersebut telah membuat tim kecil untuk melakukan pembagian kerja pada seluruh alumni KAMMI dari seluruh Indonesia.
Para alumni KAMMI memang sedari awal lebih condong untuk memberikan dukungan dan berjuang secara total bersama Prabowo-Hatta. Disamping karena ikatan sejarah dimana mereka secara pribadi-pribadi telah berkomunikasi secara intens dengan Prabowo dan Hatta sejak awal pasca Reformasi untuk membicarakan Indonesia masa depan pada saat itu, kohesifitas itu juga terbangun karena mereka merasa se-visi dengan Prabowo yang menyuarakan "lawan neo-kolonialisme dan neo-liberalisme", para alumni KAMMI ini juga melihat bahwa visi KAMMI tentang Indonesia yang madani, mandiri dan berdaulat ini juga telah menjadi garis utama perjuangan Prabowo-Hatta.
Bambang Prayitno, mantan Ketua PP KAMMI Teritorial Kalimantan, salah satu inisiator dan humas pertemuan, mengatakan bahwa mantan-mantan petinggi KAMMI yang berkumpul sejak hari Rabu hingga Kamis ini telah membentuk kepanitiaan kecil yang bertugas untuk; 1. Memassifkan gerakan pemenangan Prabowo-Hatta di seluruh pelosok nusantara, dan; 2. Membuat program advokasi suara Prabowo-Hatta 3. Membagi pola kerja gerakan berdasarkan peta suara dan basis
"Kita akan kumpulkan seluruh perwakilan tiap provinsi di Jakarta dalam pekan ini. Agenda konsolidasi ini diharapkan akan menghasilkan agenda jaringan advokasi pilpres dan relawan pemantau pilpres. Kita sudah berkomunikasi dan mendapatkan hasil menggembirakan bahwa elemen lain yang kami ajak, dari unsur mahasiswa, remaja masjid, aktivis pemuda islam, pemuda aktivis buruh-tani dan pemuda lintas partai ternyata mau bergabung di jaringan ini" sambungnya
Sementara Rahmantoha Budiarto, salah satu dari beberapa mantan Ketua Umum KAMMI Pusat yang hadir, mengatakan, bahwa tidak bisa dipungkiri, KAMMI adalah tulang punggung reformasi yang alumni-alumninya membawa tanggungjawab moral agar Indonesia bangkit menjadi negara besar yang maju ekonominya dan di segani di dunia. "Prabowo selalu mengatakan, kemakmuran adalah kunci kedaulatan dan kehormatan sebuah negara. Ini adalah kalimat visoner raksasa dari seorang pemimpin. Saya merangkumnya dalam dua kata; kedaulatan dan kemandirian. Dan ini luarbiasa sekali. Dimana setelah Soekarno, kita akhirnya mendapati lagi sosok (calon) Presiden yang kata-katanya menjadi suara yang menggema ke telinga rakyat, lalu dengan gagahnya kita bisa menegakkan kepala kita.
"Saya termasuk yang mendorong terus agar Prabowo dan program pemerintahannya nanti menjadi antitesa neo-liberalisme dan neo-kolonialisme, yang diam-diam menjalar di seluruh Nusantara terutama dalam hal pengelolaan ekonomi dan penguasaan SDA. Saya berharap tema besar kemandirian dan kedaulatan tidak hanya menjadi sekedar slogan sesaat, tapi ini harus di breakdown dalam program-program kerakyatan yang lebih menyentuh langsung ke kehidupan rakyat. Ini titik tolak kebangkitan Indonesia Abad 21. Tema besar itu harus menjadi semangat kita, anak-anak muda Indonesia. Makanya jaringan gerakan ini kami namai Gerakan Muda Indonesia Bangkit" tambahnya
"Adapun bentuk massifikasi gerakan yang akan dilakukan dengan cepat oleh jaringan kami, salah satunya dengan membuat diskusi di 40 kampus terkemuka di Indonesia. Dengan menghadirkan Ketua BEM, tokoh kampus, tokoh gerakan lokal dan unsur pimpinan pusat jaringan yang akan mengambil tema "Quo Vadis Kedaulatan dan Kemandirian Indonesia". Ini jadi tema besar kita yang kita harapkan bisa menjadi pemantik kesadaran kolektif kaum intelektual dan rakyat akan pentingnya memilih yang benar pada Pilpres kali ini. Program lainnya masih banyak, tapi tentunya itu akan dibicarakan pada saat konsolidasi akhir. Karena kita memang akan melihat kebutuhan program terkait peta suara terakhir di wilayah tersebut," pungkasnya. [pkspiyungan]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2014
posted by @Adimin
Perempuan PKS Ajak Prabowo-Hatta Berjuang dengan Tulus
Jakarta (26/6) – Bidang Perempuan Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (Bidpuan DPP PKS) mengadakan Deklarasi Dukungan Perempuan PKS kepada Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Prabowo-Hatta di Kantor DPP PKS pada Kamis (26/6).
“Perempuan PKS sudah bergerak dan akan terus bergerak untuk Prabowo-Hatta. Hari ini hanyalah gong. Pendeklarasian ini penting, karena lebih dari setengah anggota PKS itu perempuan,” ungkap Ketua Bidpuan PKS Anis Byarwati di halaman depan Kantor DPP PKS.
“Perempuan PKS hanya ingin sampaikan kepada Pak Prabowo dan Pak Hatta untuk berjuang dengan tulus. Kita akan dukung. Tak peduli sedikit atau banyak dukungan, kalau Allah bersama kita, kita akan menang,” ungkap Anis yang juga doktor ekonomi Islam tersebut.
Dalam kesempatan ini, turut hadir juga Ketua Perempuan Okke Rajasa dan tokoh-tokoh perempuan di Jabodetabek. Okke menyampaikan yel-yel dengan penuh percaya diri, “Pendukung Prabowo-Hatta, kalau bukan sekarang, kapan lagi! Kalau bukan Prabowo-Hatta, tidak ada lagi! Prabowo presidenku, Indonesia bangkit!”
“Setiap partai politik di Koalisi Merah Putih memiliki jaringan-jaringan yang tersebar di masyarakat. Jaringan-jaringan ini merupakan suatu kekuatan, potensi dan peran untuk pembangunan bangsa, karena perempuan adalahagent of change, key person di masyarakatnya. Sudah waktunya perempuan mengambil peran, berikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia,” ungkap Okke yang juga dokter gigi.
Anis mengungkapkan alasan perempuan PKS mendukung Prabowo-Hatta adalah pada visi dan misi mereka tentang perkembangan anak, keluarga, dan industri kreatif muslimah. Deklarasi dukungan ini diakhiri dengan pelepasan balon ke angkasa.
Pada hari sebelumnya, Rabu (25/6) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat ibu-ibu rumah tangga menggelar deklarasi dukungan kepada Prabowo-Hatta yang dipimpin oleh Ketua Pengembangan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Netty Heryawan. Mereka yang hadir meliputi perempuan dari partai Koalisi Merah Putih dan dari organisasi masyarakat perempuan, termasuk Salimah (Persaudaraan Muslimah), SI (Serikat Islam), KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia), dan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). [pks.or.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 26, 2014
Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Hidayat Nurwahid menyatakan sosok calon Presiden Prabowo Subianto merupakan orang yang rela demi kedaulatan Bangsa Indonesia.
"Sosok rela mati di medan tempur, ini bukan teori," katanya saat kampanye di Lapangan Madugondo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).
Dikatakannya, Prabowo berpengalaman di medan tempur saat Timor Timur kemudian berjuang dari serbuan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hidayat menyatakan kalau pemimpin kita lemah maka pihak luar akan semena-mena terhadap Indonesia.
Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada sejengkal pun wilayah Indonesia akan lepas karena kita mencintai Tanah Air. "Tidak setitik jengkal pun (wilayah) Indonesia akan lepas," katanya dalam acara debat capres
Kendati demikian, kata dia, bukan berarti dirinya tidak mau berhubungan dengan negara luar. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya. (ant//ugo/okezone)
*http://pemilu.okezone.com/read/2014/06/26/568/1004461/hidayat-prabowo-rela-mati-demi-nkri
posted by @Adimin
Hidayat: Prabowo Rela Mati Demi NKRI
Written By Anonymous on 26 June, 2014 | June 26, 2014
Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Hidayat Nurwahid menyatakan sosok calon Presiden Prabowo Subianto merupakan orang yang rela demi kedaulatan Bangsa Indonesia.
"Sosok rela mati di medan tempur, ini bukan teori," katanya saat kampanye di Lapangan Madugondo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).
Dikatakannya, Prabowo berpengalaman di medan tempur saat Timor Timur kemudian berjuang dari serbuan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hidayat menyatakan kalau pemimpin kita lemah maka pihak luar akan semena-mena terhadap Indonesia.
Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada sejengkal pun wilayah Indonesia akan lepas karena kita mencintai Tanah Air. "Tidak setitik jengkal pun (wilayah) Indonesia akan lepas," katanya dalam acara debat capres
Kendati demikian, kata dia, bukan berarti dirinya tidak mau berhubungan dengan negara luar. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya. (ant//ugo/okezone)
*http://pemilu.okezone.com/read/2014/06/26/568/1004461/hidayat-prabowo-rela-mati-demi-nkri
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 26, 2014
posted by @Adimin
F-PKS Bekerja Siang Malam Revisi UU Perlindungan Anak
Permasalahan anak yang ada di Indoneisa kian hari kian memprihatinkan. Dari segi hukum pun regulasi yang ada belum ideal. Karena itulah perlu segera dilakukan revisi Undang-undang Perlindungan Anak (UU PA). Hal ini disampaikan oleh para nara sumber pada Diskusi Publik dengan tema “Urgensi Revisi Undang-Undang Perlindungan Anak Demi Keselamatan Anak Indonesia” yang diselenggarakan oleh Poksi (kelompok komisi) VIII F-PKS DPR RI pada Rabu, 25 Juni 2014 di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan.
Ade Barkah, Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus nara sumber diskusi tersebut, menyatakan, "Permasalahan anak di Indonesia demikian memprihatinkan. Tidak hanya soal kekerasan seksual seperti yang terjadi pada kasus-kasus terakhir seperti JIS, Emon, dll. Namun juga soal kekerasan fisik dan psikis. Pada satu sisi ada kelemahan hukum di sini. Regulasi yang ada, yaitu UU Perlindungan Anak, belum secara tuntas mengatur tentang perlindungan anak. Sebagai contoh adalah hukuman bagi pelaku kekerasan terhadap anak masih sangat ringan, yaitu berkisar 3-15 tahun penjara. Perlu ada hukum yang memberi efek jera. Inilah salah 1 sisi mengapa sangat mendesak dilakukan revisi UU PA. Memang, revisi UU PA ini tidak masuk ke dalam Prolegnas, tapi dengan upaya teman-teman di DPR, alhamdulillah, revisi UU PA ini sudah masuk sebagai Prolegnas. Tapi waktu yg diberikan sangat singkat dan sempit. Waktu yg tersisa untuk menyelesaikan revisi ini hanya sekitar 2 pekan lagi (sebelum reses). Oleh karena itu, kami FPKS bersama Komisi VIII DPR RI siap untuk kerja siang-malam demi selesainya revisi UU Perlindungan Anak ini."
Sementara itu, Ledia Hanifa, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, selaku keynote speaker, menyatakan, "Perlu dilakukannya revisi UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ini bukan hanya dikarenakan mencuatnya kasus kekerasan terhadap anak seperti JIS. Sebetulnya, tahun 2012, Komisi 8 DPR RI sudah mendorong agar revisi UU ini masuk ke Prolegnas. Namun saat itu Baleg tidak menyetujui usul tersebut. Sekarang, kasus-kasus seperti JIS menjadi momentum bagi DPR untuk merevisinya. Alhamdulillah, revisi ini sudah ditetapkan masuk dalam Prolegnas pada rapat Paripurna 18 Juni 2014 lalu."
Asrorun Ni'am, Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) yang juga menjadi nara sumber pada diskusi ini, mengibaratkan ditetapkannya revisi UU PA ini masuk Prolegnas seperti main bola, "Ibarat main bola, dengan masuknya Revisi UU PA ini tinggal menendang bola supaya goal. Ya kita harapkan revisi ini selesai sehingga tidak perlu estafet ke periode DPR yang baru karena dikhawatirkan pembahasan revisi UU PA ini akan dimulai lagi dari nol.” "
Ade Barkah, anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini, menambahkan, "Ada beberapa hal penting yang harus diubah dari substansi UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pertama, kelembagaan perlindungan anak. Lembaga apa yg secara penuh dapat melaksanakan fungsi perlindungan anak. BKKBN juga terbatas fungsinya. KPAI juga hanya berfungsi sebatas mengawasi dan memberi masukan. Kedua, harus diatur dan diperbanyak upaya preventif dalam hal perlindungan anak. Usaha preventif (pencegahan) ini dapat meminimalisasi dana yang dikeluarkan daripada jika harus menghukum nantinya. Hal lainnya adalah soal kejelasan tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, koordinasi antar lembaga perlindungan anak, perlindungan dan rehabilitasi korban, alat bukti di pengadilan dan hukuman bagi pelaku kejahatan kepada anak yang perlu diperberat."
Terkait dengan kelembagaan, seperti yang disinggung oleh Ade Barkah di atas, Asrorun Ni’am juga menambahkan, “Ada 1 hal yang penting saya cermati adalah soal kelembagaan tentang perlindungan anak ini. KPAI sebagai komisi yang membidangi perlindungan anak ibarat tentara dengan seragam lengkap plus senjata canggih, tapi tidak ada pelurunya. Dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 disebutkan bahwa tugas KPAI adalah melakukan sosialisasi dan memberikan laporan serta masukan tentang perlindungan anak. Sebatas itu.”
Sementara itu. AKBP Dwi Kornansiwaty, Kanit II/PPA Subdit III Dit Tipidum Bareskrim Polri, menyatakan bahwa sebetulnya pada prinsipnya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ini sudah bagus dan lengkap, namun pada beberapa pasal perlu dijelaskan secara rinci, khususnya pada penjelasan pasal per pasal. Sehingga tidak membuat masyarakat memiliki penafsiran sendiri-sendiri. Termasuk juga perlu dilakukan pemberatan ancaman pidana terhadap pelaku kekerasan terhadap anak. Selain perlu direvisi, UU ini juga sangat perlu untuk disosialisakan sampai tingkat paling bawah sehingga masyarakat lebih paham tentang perlindungan anak.
Heru Susetyo, pakar hukum Universitas Indonesia, juga menambahkan bahwa perlunya pasal dalam revisi UU perlindungan anak ini yang mengatur tentang pornografi anak dan sanksi pidana untuk pornografi anak. Selain itu perlu juga ada sanksi pidana untuk anak yang dipaksa menikah di bawah umur (bagi keluarga atau pria/wanita dewasa yg menikahinya). [pkspiyungan]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 25, 2014
posted by @Adimin
Ini Alasan Mengapa PKS Dipercaya Urus Saksi Prabowo-Hatta
Written By Anonymous on 25 June, 2014 | June 25, 2014
Partai-partai Koalisi Merah Putih memercayakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk bertanggungjawab dalam pengamanan suara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa di pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang. Kader-kader PKS diakui sebagai kader yang gigih dan diyakini dapat mengawal suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Semua pihak sudah mengakui militansi kader PKS, dan seluruh level ketua TPS di tingkat daerah, kelurahan dan kecamatan juga sudah mengakuinya," kata Direktur Saksi dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Jazuli Juwaeni, di sela-sela acara Konsolidasi Nasional Koordinator Saksi di Jakarta, Selasa (24/6).
Jazuli mengatakan bahwa keputusan ini adalah permintaan dari calon presiden (capres) Prabowo Subianto. "Tapi yang lebih penting lagi terkait dengan saksi diamanahkan kepada PKS sebenarnya juga permintaan capres sendiri," ungkapnya.
Selain permintaan dari Prabowo, Jazuli menambahkan bahwa PKS selalu berargumen dengan data-data yang sangat kuat ketika terjadi perselisihan penghitungan. "Pak Mahfud MD menjadi saksi hidup, waktu beliau menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)," tambahnya.
Jazuli juga menyakini bahwa tugas yang diberikan kepada 684.599 saksi dari PKS ini akan dijalani dengan baik. Ia selaku Direktur Saksi dan Data Timkamnas yakin betul amanah ini bisa dijalankan dengan baik. "Teman-teman dan kader-kader PKS semuanya adalah orang-orang yang amanah, jujur, memiliki dedikasi, militansi yang kuat, dan semangat yang tidak pernah padam," ujarnya.
PKS, menurut Jazuli, akan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki untuk kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. "Potensi kami pertama kader, kedua struktur dan ketiga lembaga publik dengan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.
Selanjutnya, tambah Jazuli, PKS akan berkoordinasi dengan partai lain di koalisi tatkala di tingkat TPS-TPS tertentu dimana tidak ada kader PKS yang bisa dijadikan saksi. "Tetapi sistem dan komando serta imam dari tahapan saksi ini dari PKS," jelasnya.
Acara Konsolidasi Nasional Koordinator Saksi pasangan Prabowo-Hatta digelar sejak Senin (23/6) siang hingga Selasa (24/6). Acara dibuka oleh Ketua Timkamnas Prabowo-Hatta, Mahfud MD serta dihadiri juga oleh pimpinan partai-partai koalisi seperti Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Assegaf, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi, Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid dan beberapa petinggi DPP PKS lainnya.[pr/dm/pksnongsa]
"Semua pihak sudah mengakui militansi kader PKS, dan seluruh level ketua TPS di tingkat daerah, kelurahan dan kecamatan juga sudah mengakuinya," kata Direktur Saksi dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Jazuli Juwaeni, di sela-sela acara Konsolidasi Nasional Koordinator Saksi di Jakarta, Selasa (24/6).
Jazuli mengatakan bahwa keputusan ini adalah permintaan dari calon presiden (capres) Prabowo Subianto. "Tapi yang lebih penting lagi terkait dengan saksi diamanahkan kepada PKS sebenarnya juga permintaan capres sendiri," ungkapnya.
Selain permintaan dari Prabowo, Jazuli menambahkan bahwa PKS selalu berargumen dengan data-data yang sangat kuat ketika terjadi perselisihan penghitungan. "Pak Mahfud MD menjadi saksi hidup, waktu beliau menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)," tambahnya.
Jazuli juga menyakini bahwa tugas yang diberikan kepada 684.599 saksi dari PKS ini akan dijalani dengan baik. Ia selaku Direktur Saksi dan Data Timkamnas yakin betul amanah ini bisa dijalankan dengan baik. "Teman-teman dan kader-kader PKS semuanya adalah orang-orang yang amanah, jujur, memiliki dedikasi, militansi yang kuat, dan semangat yang tidak pernah padam," ujarnya.
PKS, menurut Jazuli, akan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki untuk kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. "Potensi kami pertama kader, kedua struktur dan ketiga lembaga publik dengan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.
Selanjutnya, tambah Jazuli, PKS akan berkoordinasi dengan partai lain di koalisi tatkala di tingkat TPS-TPS tertentu dimana tidak ada kader PKS yang bisa dijadikan saksi. "Tetapi sistem dan komando serta imam dari tahapan saksi ini dari PKS," jelasnya.
Acara Konsolidasi Nasional Koordinator Saksi pasangan Prabowo-Hatta digelar sejak Senin (23/6) siang hingga Selasa (24/6). Acara dibuka oleh Ketua Timkamnas Prabowo-Hatta, Mahfud MD serta dihadiri juga oleh pimpinan partai-partai koalisi seperti Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Assegaf, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi, Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid dan beberapa petinggi DPP PKS lainnya.[pr/dm/pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 25, 2014
posted by @Adimin
Irwan Prayitno: Sumbar Siap Bangun Desa dengan Dana Pemerintah Pusat
Pasaman Barat (24/6) - Permasalahan krusial yang dominan dihadapi pemerintah mulai dari pusat sampai daerah adalah kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah telah banyak mengambil langkah dalam mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya melalui kebijakan dan strategi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masayarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd).
"Kita patut berbangga dan berterima kasih kepada PNPM Mpd karena dengan kehadirannya telah membantu masyarakat dalam berbagai sektor, seperti pembangunan sarana dan prasarana, seperti Pusat Kesehatan Nagari (Puskeri), jembatan untuk memudahkan akses, irigasi untuk peningkatan produk pertanian, pembangunan taman kanak-kanak atau PAUD, simpan pinjam khusus kelompok perempuan dan lain sebagainya," ungkap Gubernur Irwan Prayitno pada Pembukaan Jambore PKK XI dan Jambore PNPM Mandiri Perdesaan VI Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014, Senin (23/6) di Padang Tujuh, Pasaman Barat.
Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus pada Provinsi Sumatera Barat sejak tahun 2007. Dibuktikan pada tahun 2014 Sumbar telah dialokasikan dana bantuan langsung masyarakat untuk tiga kegiatan yakni kegiatan PNPM-MPd reguler sebesar 268 Miliar Rupiah dan PNPM-MPd Integrasi 24 Miliar Rupiah serta PNPM MP3KI sebesar 8.849 Miliar Rupiah.
Selain itu sudah banyak prestasi yang diukir oleh PNPM itu sendiri tercatat Provinsi Sumatera Barat meraih SIKOMPAK AWARD (penghargaan tertinggi PNPM-MPd) selama tiga tahun berturut-turut dan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, sedangkan SIKOMPAK AWARD tingkat Kabupaten diraih oleh Kabupaten Sijunjung yang diserahkan langsung oleh Mendagri.
"Namun yang penting kita yakini adalah hakekat pembangunan bukanlah semata memaksimalkan pertumbuhan pendapatan, tetapi memaksimalkan kemampuan produktif sumberdaya manusia" pangkas Gubernur.
Acara ini dibuka dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumatera Barat, dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat berupa uang, paket, serta bibit tanaman dan ikan. [pks.or.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 25, 2014
posted by @Adimin
PKS Kerahkan 684.599 Saksi TPS untuk Kawal Suara Prabowo-Hatta
JAKARTA - Tim Prabowo-Hatta menunjuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengawal pemungutan suara di tiap TPS seluruh Indonesia pada 9 Juli nanti. PKS ditunjuk karena dinilai punya kader militan yang mampu mengawal pemungutan suara di ratusan ribu TPS sampai hasil akhir di KPU.
Direktur Saksi dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Jazuli Juwaini mengatakan, Prabowo sendiri yang menugaskan PKS untuk bertanggung jawab dalam hal mengawal pemungutan suara. Pihaknya pun berkomitmen akan menjaga suara Prabowo-Hatta di TPS sampai rekapitulasi KPU.
"Semua pihak sudah mengakui militansi kader PKS, dan seluruh level ketua TPS di tingkat daerah, kelurahan dan kecamatan juga sudah mengakuinya," kata Jazuli di sela-sela acara Konsolidasi Nasional Koordinator Saksi disampaikan melalui rilis kepada merdeka.com, Selasa (24/6).
Jazuli menuturkan, Prabowo meminta PKS karena melihat partai pimpinan Anis Matta ini selalu berargumen dengan data-data yang sangat kuat ketika terjadi perselisihan penghitungan. "Pak Mahfud MD menjadi saksi hidup, waktu beliau menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)," tambahnya.
Jazuli juga menyakini bahwa tugas yang diberikan kepada 684.599 saksi dari PKS ini akan dijalani dengan baik. Ia selaku Direktur Saksi dan Data Timkamnas yakin betul amanah ini bisa dijalankan dengan baik.
"Teman-teman dan kader-kader PKS semuanya adalah orang-orang yang amanah, jujur, memiliki dedikasi, militansi yang kuat, dan semangat yang tidak pernah padam," ujarnya.
PKS, menurut Jazuli, akan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki untuk kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. "Potensi kami pertama kader, kedua struktur dan ketiga lembaga publik dengan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.
Acara Konsolidasi Nasional Koordinator Saksi pasangan Prabowo-Hatta digelar sejak Senin (23/6) siang hingga Selasa (24/6). Acara dibuka oleh Ketua Timkamnas Prabowo-Hatta, Mahfud MD serta dihadiri juga oleh pimpinan partai-partai koalisi seperti Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi, Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid dan beberapa petinggi DPP PKS lainnya. [merdeka]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 25, 2014
Berikut video Arahan Presiden PKS Anis Matta dalam Konsolidasi Nasional Saksi Prabowo-Hatta.
LINK video: http://www.youtube.com/watch?v=AVjVbhet6fE
Arahan Presiden PKS Konsolidasi Nasional Saksi Prabowo-Hatta
Berikut video Arahan Presiden PKS Anis Matta dalam Konsolidasi Nasional Saksi Prabowo-Hatta.
LINK video: http://www.youtube.com/watch?v=AVjVbhet6fE
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN,
VID
June 25, 2014
menjelang pilpres banyak survey beredar, yang menang no 1, atau yang menang no 2
saya percaya setiap tim ses itu pasti pegang survey yang benar menunjukkan realita
kalau saya lihat beberapa survey yang riil, no 2 itu memang tinggi, lalu kemudian menurun, no 1 ini rendah, lalu kemudian menaik
lalu bagaimana kalau kita gak pegang data dan ingin tahu kebenaran survey yang kita pegang
atau kebenaran survey yang kita dengar
saya biasanya mengkalibrasi dengan bertanya secara kualitatif
metode kualitatif itu metode yang dipelajari di setiap disiplin ilmu sosial dan humaniora
metode ini bagus untuk mendapatkan data pada fenomena yang unik dan istimewa
namun yang paling menarik bagi saya untuk metode kualitatif adalah dia bisa dipakai untuk mengkalibrasi data kuantitatif seperti survey
cara saya adalah mengambil beberapa orang dengan karakteristik unik, misalnya untuk kelas bawah saya ambil supir taksi dan tukang jualan
supir taksi itu menggambarkan orang kelas menengah bawah dengan kualitas melek informasi yang tinggi
kalau tukang jualan saya ambil tukang bakso, atau yang suka mangkal di pinggir jalan
itu menggambarkan kelas bawah dengan tingkat interaksi yang tinggi, tukang ngobrol, dan tukang nguping obrolan orang
lalu saya tanya merek pilih siapa bang di pilpres ini
jawaban mereka menarik, kalau supir taksi rata rata awalnya pilih jokowi lalu pilih prabowo
kalau tukang jualan, khususnya tukang bakso dan berasal dari jawa, terus terang milih jokowi
saat ditanya kenapa, supir taksi rata rata gak puas dengan performance jokowi dan beralih ke prabowo
saat ditanya kenapa, tukang bakso bilang saya pdip pak, saya pilih jokowi
yang menarik, supir taksi mempromosikan prabowo ke saya
tukang bakso tidak mempromosikan jokowi ke saya, lalu saya tes, pak saya dulu simpati ke jokowi, tapi sekarang saya ke prabowo
saya lihat mukanya langsung ragu
oke, lalu saya tanya ke teman teman perempuan, yang pasang ava 2, stand on the right side
kamu pilih jokowi? jawabannya ya pak tapi bila ada tambahan data saya bisa berubah
kok berubah? bukannya yang pasang ava 2 sudah pasti ke jokowi
dia balik bertanya, bapak ke siapa? saya tes dengan bilang singkat prabowo
sekitar 3 hari kemudian ia mengganti ava 2 nya dengan ava lain, saya belum tanya lagi, kenapa avanya berubah
saya kemudian tanya ke teman perempuan yang lain, saya ambil sampel, perempuan muda, melek informasi dan gaul di media sosial
saya tanya kamu pilih siapa? cenderung ke jokowi tapi masih bisa berubah
lalu saya sampaikan ke dia, ada hal menarik yang saya dapatkan dari tanya jawab ini
kalau orang sudah milih prabowo, dia punya kencederungan tetap, kalau milih jokowi, ada kemungkinan berubah
dan dia mengiyakan hal itu
nah itu kesimpulan sementara pertama saya; kalau orang milih prabowo, dia cenderung tetap, kalau milih jokowi cenderung bisa berubah
saya lihat ini sesuai dengan survey riil yang saya ketahui
jadi bisa jadi bila waktunya cukup, jokowi tersalip oleh prabowo, catatan garis tebal bila waktunya cukup
lalu saya diskusi dengan teman-teman, yang saya ambil sampel yang aktivis dakwah atau minimal ada semangat keislaman
sebagian besar mereka milih prabowo, dan dengan suka rela mempromosikan prabowo
kemudian saya cek ke teman teman saya yang aktivis gereja, rata rata milih jokowi
namun saya tak elaborasi gereja apa, karena sepengetahuan saya gereja cukup banyak payungnya
tapi yang menarik salah satu yang terlontar saat ditanya kenapa milih jokowi, ada ucapan karena tak suka dengan fpi
kenapa tak suka dengan fpi, karena mereka fpi dipersepsikan sebagai tukang menyerang agama lain (baca non islam)
kesimpulan sementara kedua saya adalah sentimen agama kuat dalam pilpres kali ini
saya menduga itu menjadi alasan capres yang memakai isu agama atau mengambil isu yang menarik bagi pemeluk agama tertentu
yang saya ingin tahu dan ini belum saya gali lebih dalam, apakah debat capres punya pengaruh terhadap pemilih di pilpres kali ini?
kalau di luar negeri, sudah pernah saya share, debat capres atau interaksi capres dalam pemberitaan punya pengaruh pada pemilih
kalau menyimak serunya tl saat debat capres, dugaan saya pasti punya pengaruh
cuma saya ingin tahu apakah pengaruh itu sampai kepada perbincangan dan menjadi arus, ini yg sedang saya dalami
kalau di sumbar, ada seloroh yang menurut saya banyak benarnya, kalau anda mau tahu siapa yang menang dalam pemilihan, cek kedai kopi
sudah putus pemenangnya di kedai kopi, sebelum di bilik suara
hal yang berlaku juga di aceh, kuping kedai kopi, simak obrolan mereka, anda tahu siapa yang menjadi pemenang
nah kesimpulan sementara saya yang ketiga; untuk tahu benarkah survey yang menang si anu atau si anu
cek saja obrolan orang, kalau level bawah, cek ke warung indomie, tempat supir taksi, tempat supir angkot, warkop dsb
level terpelajar, cek kampus
level menengah atas, cek kafe kafe, atau mal, atau obrolan orang di bioskop atau grup wa
perempuan tanya saja ke teman teman anda yang perempuan, mulai dari yg baru milih, sudah nikah, bekerja dsb
gak perlu sampelnya seketat metodologi survey, tapi kalau sering simak obrolan, kamu bisa tahu siapa yg bakal menang
nah itu tiga kesimpulan sementara saya soal kalibrasi survey, semoga manfaat
_____
http://chirpstory.com/li/215134?page=1
posted by @Adimin
"Cek Ricek Berita Hasil Survey" | By @UdaIrfan
menjelang pilpres banyak survey beredar, yang menang no 1, atau yang menang no 2
saya percaya setiap tim ses itu pasti pegang survey yang benar menunjukkan realita
kalau saya lihat beberapa survey yang riil, no 2 itu memang tinggi, lalu kemudian menurun, no 1 ini rendah, lalu kemudian menaik
lalu bagaimana kalau kita gak pegang data dan ingin tahu kebenaran survey yang kita pegang
atau kebenaran survey yang kita dengar
saya biasanya mengkalibrasi dengan bertanya secara kualitatif
metode kualitatif itu metode yang dipelajari di setiap disiplin ilmu sosial dan humaniora
metode ini bagus untuk mendapatkan data pada fenomena yang unik dan istimewa
namun yang paling menarik bagi saya untuk metode kualitatif adalah dia bisa dipakai untuk mengkalibrasi data kuantitatif seperti survey
cara saya adalah mengambil beberapa orang dengan karakteristik unik, misalnya untuk kelas bawah saya ambil supir taksi dan tukang jualan
supir taksi itu menggambarkan orang kelas menengah bawah dengan kualitas melek informasi yang tinggi
kalau tukang jualan saya ambil tukang bakso, atau yang suka mangkal di pinggir jalan
itu menggambarkan kelas bawah dengan tingkat interaksi yang tinggi, tukang ngobrol, dan tukang nguping obrolan orang
lalu saya tanya merek pilih siapa bang di pilpres ini
jawaban mereka menarik, kalau supir taksi rata rata awalnya pilih jokowi lalu pilih prabowo
kalau tukang jualan, khususnya tukang bakso dan berasal dari jawa, terus terang milih jokowi
saat ditanya kenapa, supir taksi rata rata gak puas dengan performance jokowi dan beralih ke prabowo
saat ditanya kenapa, tukang bakso bilang saya pdip pak, saya pilih jokowi
yang menarik, supir taksi mempromosikan prabowo ke saya
tukang bakso tidak mempromosikan jokowi ke saya, lalu saya tes, pak saya dulu simpati ke jokowi, tapi sekarang saya ke prabowo
saya lihat mukanya langsung ragu
oke, lalu saya tanya ke teman teman perempuan, yang pasang ava 2, stand on the right side
kamu pilih jokowi? jawabannya ya pak tapi bila ada tambahan data saya bisa berubah
kok berubah? bukannya yang pasang ava 2 sudah pasti ke jokowi
dia balik bertanya, bapak ke siapa? saya tes dengan bilang singkat prabowo
sekitar 3 hari kemudian ia mengganti ava 2 nya dengan ava lain, saya belum tanya lagi, kenapa avanya berubah
saya kemudian tanya ke teman perempuan yang lain, saya ambil sampel, perempuan muda, melek informasi dan gaul di media sosial
saya tanya kamu pilih siapa? cenderung ke jokowi tapi masih bisa berubah
lalu saya sampaikan ke dia, ada hal menarik yang saya dapatkan dari tanya jawab ini
kalau orang sudah milih prabowo, dia punya kencederungan tetap, kalau milih jokowi, ada kemungkinan berubah
dan dia mengiyakan hal itu
nah itu kesimpulan sementara pertama saya; kalau orang milih prabowo, dia cenderung tetap, kalau milih jokowi cenderung bisa berubah
saya lihat ini sesuai dengan survey riil yang saya ketahui
jadi bisa jadi bila waktunya cukup, jokowi tersalip oleh prabowo, catatan garis tebal bila waktunya cukup
lalu saya diskusi dengan teman-teman, yang saya ambil sampel yang aktivis dakwah atau minimal ada semangat keislaman
sebagian besar mereka milih prabowo, dan dengan suka rela mempromosikan prabowo
kemudian saya cek ke teman teman saya yang aktivis gereja, rata rata milih jokowi
namun saya tak elaborasi gereja apa, karena sepengetahuan saya gereja cukup banyak payungnya
tapi yang menarik salah satu yang terlontar saat ditanya kenapa milih jokowi, ada ucapan karena tak suka dengan fpi
kenapa tak suka dengan fpi, karena mereka fpi dipersepsikan sebagai tukang menyerang agama lain (baca non islam)
kesimpulan sementara kedua saya adalah sentimen agama kuat dalam pilpres kali ini
saya menduga itu menjadi alasan capres yang memakai isu agama atau mengambil isu yang menarik bagi pemeluk agama tertentu
yang saya ingin tahu dan ini belum saya gali lebih dalam, apakah debat capres punya pengaruh terhadap pemilih di pilpres kali ini?
kalau di luar negeri, sudah pernah saya share, debat capres atau interaksi capres dalam pemberitaan punya pengaruh pada pemilih
kalau menyimak serunya tl saat debat capres, dugaan saya pasti punya pengaruh
cuma saya ingin tahu apakah pengaruh itu sampai kepada perbincangan dan menjadi arus, ini yg sedang saya dalami
kalau di sumbar, ada seloroh yang menurut saya banyak benarnya, kalau anda mau tahu siapa yang menang dalam pemilihan, cek kedai kopi
sudah putus pemenangnya di kedai kopi, sebelum di bilik suara
hal yang berlaku juga di aceh, kuping kedai kopi, simak obrolan mereka, anda tahu siapa yang menjadi pemenang
nah kesimpulan sementara saya yang ketiga; untuk tahu benarkah survey yang menang si anu atau si anu
cek saja obrolan orang, kalau level bawah, cek ke warung indomie, tempat supir taksi, tempat supir angkot, warkop dsb
level terpelajar, cek kampus
level menengah atas, cek kafe kafe, atau mal, atau obrolan orang di bioskop atau grup wa
perempuan tanya saja ke teman teman anda yang perempuan, mulai dari yg baru milih, sudah nikah, bekerja dsb
gak perlu sampelnya seketat metodologi survey, tapi kalau sering simak obrolan, kamu bisa tahu siapa yg bakal menang
nah itu tiga kesimpulan sementara saya soal kalibrasi survey, semoga manfaat
_____
http://chirpstory.com/li/215134?page=1
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 25, 2014
posted by @Adimin
Nama Prabowo Menggema di Jabal Rahmah
MAKKAH - Aura pesta demokrasi di Indonesia sampai juga ke Jabal Rahmah di Padang Arafah, Makkah. Pekik suara dukungan Prabowo-Hatta menggema di lokasi bersuanya Adam dan Hawa.
"Hidup Prabowo-Hatta, Allahu Akbar," pekik hampir seratusan ulama dari berbagai penjuru nusantara yang tengah berada di Makkah, Senin (23/6/2014) waktu setempat.
Ekspresi spontan para ulama di atas merupakan bentuk peneguhan komitmen dukungan terhadap Prabowo-Hatta.
"Kita saat ini berada di Jabal Rahmah tempat mustajabah, setelah dari Madinah ziarah ke makam nabi, berdoa berharap syafaat rasul agar Prabowo-Hatta terpilih. Kemudian kita qiyamul lail di Nabawi lalu ke Makkah ibadah umroh. Di makam Ibrahim, Hijr Ismail, Shofa dan Marwah bahkan qoiyamul lail khusus untuk doakan Prabowo-Hatta. Mudah-mudahan semua diijabah," tutur Sekretaris Majelis Dzikir Prabowo-Hatta Rajasa, H. Utun Tarunajaya.
Sebelum ke Jabal Rahmah usai melakoni ritual umroh, jamaah terlebih dulu berkeliling Kota Makkah. Rombongan mendatangi Jabal Tsur, Gua Hiro, Mina, Mudzalifah, Jabal Nur, serta Masjid Ja'ronah.
Ikhtiar spiritual secara maraton ini sengaja dilakoni jemaah umroh yang diberangkatkan H Haris Thohir lantaran keyakinan bahwa Prabowo-Hatta sosok terbaik bagi bangsa.
"Prabowo-Hatta cerminan keinginan kita, tokoh-tokoh ulama yang hadir. Mulai dari Sabang sampai Merauke semua sepaham dan satu hati dengan Prabowo-Hatta. Kita harapkan kemajuan buat bangsa dan kepentingan umat islam karena negeri ini dibangun syuhada," ulas H Utun diamini para jemaah.
Tak hanya berdoa, H Utun juga menegaskan para ulama ini juga akan menjadi ujung tombang menggalang suara di daerah masing-masing.
Acara peneguhan komitmen dukungan di Jabal Rahmah sempat mencuri perhatian para jamaah umroh dari berbagai penjuru dunia. Selain karena atribut Prabowo-Hatta, massa juga meneriakkan yel yel dukungan.
"Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan Prabowo siapa lagi," seru para jamaah dengan berapi-api.
Acara lantas ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk kemenangan Prabowo-Hatta. [viva]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN








