pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

PKS: Suara Demokrat tak Akan Solid Dukung Pilkada Langsung

Written By Anonymous on 24 September, 2014 | September 24, 2014



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini peta dukungan terhadap Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) nantinya tidak akan condong mendukung pilkada langsung. PKS meyakini akan ada fraksi yang terpecah jika pengambilan keputusan dilakukan melalui voting.

Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid menyebut, Fraksi Partai Demokrat tidak akan solid mendukung pilkada langsung sesuai keputusan DPP Demokrat. 

"Kami akan buktikan, apakah hitungannya lima (fraksi) dan empat (fraksi), atau 4,5 (fraksi) dan 4,5 (fraksi), atau berapa. Jadi, sekalipun ada keputusan fraksi, tetapi kan voting ini dilakukan individu-individu sehingga akan berbeda," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dikutip kompas.com, Selasa (23/9).

Hidayat menganggap, Partai Demokrat masih condong memilih pilkada lewat DPRD meskipun Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mendukung pilkada langsung. (Baca: Syarief Hasan Tegaskan Demokrat Dukung Pilkada Langsung)

"Ini termasuk Pak Khatibul Umam karena sejak awal yang usulkan pilkada tidak langsung itu Partai Demokrat sendiri," ungkap Hidayat.

Untuk PKS, Hidayat memperkirakan sebanyak 50 anggota dari 57 anggota F-PKS akan hadir saat pengambilan keputusan pada 25 September mendatang. Sejumlah anggota F-PKS berhalangan hadir lantaran tengah menjalankan tugas sebagai pengawas haji di Arab Saudi.

"Kalau untuk yang di daerah, mereka sudah dipastikan untuk menyesuaikan agenda di sini. Suara kami solid," ucap mantan Presiden PKS itu.

PKS, menurut dia, akan tetap mendukung pilkada melalui DPRD. Pasalnya, PKS mengaku mendapat dukungan dari banyak ormas Islam yang menolak cara bahwa rakyat memilih kepala daerahnya.[dm]



posted by @Adimin

PKS akan Tagih Janji Jokowi

Written By Anonymous on 23 September, 2014 | September 23, 2014


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin membulatkan tekad untuk memperkokoh Koalisi Merah Putih. Antara lain dilakukan dengan menggelar silaturahmi anggota legislatif nasional (silatnas) pada Ahad (20/9). 

Konsolidasi tersebut dilakukan kader PKS di parlemen, dari mulai tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

"Tidak ada upaya untuk keluar dari koalisi. Kami membangun kesepahaman di tingkat nasional. Karena selama ini selalu di tingkat pusat," tutur Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Mustafa Kamal kepada ROL, Senin (22/9).

Ia mengatakan, silatnas bersifat sebagai konsolidasi internal dan orientasi yang membuat kesepakatan awal untuk kinerja ke depan. Selama pertemuan tersebut tidak ada pikiran dari seluruh peserta yang hadir untuk tergoda dengan tawaran dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi). 

Bahkan, menurut Mustafa, para anggota legislatif PKS akan bersikap konstruktif dan kritis terhadap pemerintahan. Meski pun, tetap dilakukan dalam kadar yang proporsional.

Mustafa menegaskan, sikap proporsional itu tak akan membuat daya kontrol terhadap pemerintah menjadi hambar. 

PKS, katanya, telah memiliki pengalaman berada di dalam pemerintahan. Karenanya, partai akan mengontrol jalannya pemerintahan dengan sangat detail. 

Ia menambahkan, PKS akan mendukung apa pun program yang memang perlu dilanjutkan. Namun, juga mengkritisi program yang harus dibenahi atau janji Jokowi yang belum dilaksanakan. 

"PKS akan menagih janji. Bersikap kritis bukan berarti bersikap negatif, melainkan mendorong pemerintahan itu supaya berprestasi," paparnya.[dm]


posted by @Adimin

HNW : PKS Solid Mendukung Pilkada lewat DPRD


Jakarta (22/9) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa PKS solid mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal ini disampaikan Hidayat ketika menerima perwakilan-perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam di ruang rapat pleno FPKS DPR RI, Gedung Nusantara I lantai 3, Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/9).

"PKS solid mendukung pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Koalisi Merah Putih dan PKS didalamnya solid mendukung pilkada lewat DPRD. Hal ini sesuai dengan konstitusi negara, nilai-nilai luhur budi pekerti bangsa kita, dan ajaran-ajaran Islam," tegas Hidayat.

Hidayat yang juga menjabat Ketua Badan Kebijakan Publik (BKP) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS menganggap Pilkada langsung pada kenyataannya justru menjadi pemicu konflik horisontal di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa money politics yang marak ketika pilkada tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.

"Pilkada langsung pada perkembangannya menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat Indonesia yang sebenarnya rukun dan cinta damai. Selain itu pilkada langsung juga marak dengan money politics. Pilkada langsung lebih banyak mudharat-dampak negatifnya daripada maslahat-manfaatnya," papar Hidayat.

Saat ini ada empat kader PKS yang menjabat sebagai gubernur di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Maluku Utara. Selain itu ada banyak kader PKS yang menjabat sebagai kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Walaupun demikian PKS tetap komit mendukung pilkada lewat DPRD. "Kami mendukung pilkada lewat DPRD bukan karena hasrat kekuasaan, terapi kami ingin memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya rakyat," pungkas Hidayat. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Taujih Anis Matta Pada Silagnas PKS


Pada kesempatan SILAGNAS PKS minggu (21/9), Presiden PKS Anis matta memberikan sambutan di hadapan seluruh anggota legislatif PKS se-Indonesia di hotel Sahid Jakarta.
Berikut ringkasan cuplikan sambutan dari Anis Matta.

Minimal ada 3 kata kunci dalam platform perjuangan PKS;

1. Islam (yg kita fahami bahwa Islam kita adalah; keterbukaan / inklusif dan moderasi/moderat.. dan dalam kontek ini kita harus memahami dan memakai 3 fiqh sekaligus; fiqh nash / teks, fiqh waqi dan fiqh nizar yaitu bagaimana menurun tekstual dalam kehidupan dan ketiga hal ini harus ada dan bersamaan

2. Demokrasi .
Tahun-tahun kedepan demokrasi kita terbelah menjadi 2 (sebelumnya 3; kiri, kanan dan tengah) sekarang konservatif dan liberalisme..

3. Konstitusi.
Konstitusi ini harus kita fahami sebagai sebuah kesepakatan bersama dalam bernegara.

Dan kata kunci dalam menuju kepemimpinan nasional adalah KAPASITAS; dan ini mnjadi salah satu tantangan politik kita kedepan. Jangan pernah tergoda untuk memimpin kalau kita tidak memiliki kapasitas ini ikhwah sekalian..

Jalan yang kita pilih haruslah jalan natural. Kita harus nemimpin republik ini dengan kapasitas kita dan kita harus yakin bahwa kalau kita belum memimpin itu artinya menurut Allah kita belum mampu dan memiliki kapasitas..

Nauzubillah..jangan sampai kita diberi kepemimpinan oleh Allah untuk kemudian dihempaskan.

Tugas besar kita kedepan adalah membangun rill power. Ini yang saya maksud kapasitas dan konten dari kapasitas ini: ide, orang dan sumber daya.. jika ini terintegrasi dengan benar maka insyallah kita layak memimpin

Kapasitas ini baik secara personal maupun secara kolektif. Cara natural inilah yang kita inginkan memimpin secara natural, dengan cara kita sendiri dengan kapasitas kita, bukan krna cara-cara mudah, gampang, cepat tapi RAPUH ... karena kepemimpinan yang akan kita rebut itu nanti akan KITA WARISKAN kepada  generasi kita selanjutnya. AlllahuAkbar!!

Ikhwah sekalian
selain ilmu pngetahuan wawasan, bahasa,  kemampuan orang-orang (pemimpin) berpengaruh pertama kali juga karena gelombang inner personalnya sehingga kapasitas ini - juga menyangkut body care - jangan dianggap ini remeh. Ini bagian dari Saqofahtus Sihhaah dalam manhaj kita.

Bagian lain adalah meningkatkan pengetahuan untuk memengaruhi orang lain, psikologi memengaruhi orang lain terutama dalam level kebijakan

Bagian lain yg perlu kita kuatkan dan saya sangat garis bawahi adalah persoalan kedisplinan struktural (!!)

Kita menghargai kebebasan individu tapi pada saat yang sama kita harus memegang teguh keutuhan struktural kita. Keutuhan jamaah kita dan itu kata kuncinya ikhwah skalian adalah Kedisplinan (!) Boleh berbeda di dalam. Silahkan berdebat sekencang-kencangnya didalam, tapi keluar SATU SUARA..!!!


Yang terakhir yang saya ingin garis bawahi adalah dalam posisi kita kedepan.. saya tegaskan bahwa dalam komposisi politik ke depan kita dalam posisi: OPOSISI.

Dan antum jangan sedih kita oposisi. Karena kita dulu juga pernah oposisi

Antum bayangkan dulu kita hanya punya 7 kursi di DPR tapi kita dengan tegap berdiri: bahwa kami oposisi!

Bedanya saat ini bahwa kita tidak sendiri tapi bersama kawan-kawan yg lain dan bahkan jumlah oposisi kali ini lebih banyak

Tapi jangan pula antum merasa bahwa kita lebih enak beroposisi dan ini bukan pilihan resiko yang kita ambil..karena apa karena sebenarnya tujuan kita adalah MEMIMPIN!

Sinyal penting ini yang ingin kita perlihatkan kepada kawan-kawan koalisi adalah kita bagaimana berteman yang baik dengan kontribusi ide-ide, wawasan dan KESETIAAN

Yang perlu kita perbaiki terus adalah komunikasi yang baik dan tau menempatkan diri. Inilah nilai-nilai yg ingin kita tunjukkan dalam koalisi.

Saya percaya ini semua nanti insyaAllah menjadi tangga yang besar dalam berbangsa dan bernegara kedepannya.

Saya percayakan kepada antum semua. Buatlah tahun-tahun kedepan menjadi tahun-tahun indah bagi Partai Keadilan Sejahtera.

kabarpks

posted by @Adimin

Anis: Kader PKS Tak Perlu Sedih Karena Oposisi

Written By Anonymous on 22 September, 2014 | September 22, 2014


Presiden PKS Anis Matta meminta kepada para kader supaya tidak sedih karena posisi PKS yang berada di luar pemerintahan. Pasalnya hal ini sudah pernah PKS alami, ketika dipimpin olehHidayat Nur Wahid.

Hal itu diungkapkan Anis dalam Silaturahim Anggota Legislatif Nasional "Konsolidasi Dan Pengokohan Dakwah Parlemen Untuk Pemenangan Pemilu 2019" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (21/9). 

"Saya ingin menyampaikan peran kita dalam koalisi. Kita sekarang dalam oposisi. Jangan sedih karena kita dalam oposisi," kata Anis.



Anis menyatakan oposisi PKS saat ini lebih ringan dibandingkan di era Hidayat Nur Wahid. Sebab, PKS memiliki banyak rekan dalam oposisi. 

"Kita sekarang tidak sendiri, kita punya kawan banyak dalam oposisi. Jumlahnya bahkan lebih banyak dari yang tidak oposisi. Harusnya relatif lebih ringan dari saat masa Pak Hidayat," tandas Anis.

Anis Matta juga menyampaikan rasa syukurnya karena partainya masih bisa bertahan menghadapi segala ujian yang menerjang mereka. 

"Yang kita syukuri kapal kita tidak tenggelam di tengah badai. Ada banyak goncangan, penumpang banyak yang mabuk, tapi antum yang hadir di sini survive. Insya Allah kapal yang kita perjuangkan ini bisa lampaui perjuangan di samudera yang lebih luas," kata Anis.

Dalam kesempatan ini, Anis menyampaikan ucapan terima kasih kepada para anggota legislatif terpilih. Sebab mereka mampu melewati perjuangan berat untuk terpilih. 

"Saya ingin ucapkan terima kasih karena kita lampaui perjuangan berat bukan cuma karena sistem yang kita alami, dalam 1,5 tahun perjuangan kita lebih berat," ujar Anis.

Oleh karena perjuangan berat itu, Anis mengungkapkan kader yang bisa terpilih menjadi anggota legislatif harus bersyukur kepada Allah. "Karena bisa bertahan di tengah badai," tandasnya.

Dalam acara Silagnas, hadir anggota legislatif terpilih, baik itu yang berada di tingkat DPR maupunDPRD. Selain itu ada juga petinggi PKS di antaranya Fahri Hamzah, Taufik Ridho, dan Hidayat Nur Wahid.[dm/jpnn]


posted by @Adimin

Anis: PKS Akan Jadi World Class Political Party



Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta membangkitkan semangat seluruh kader yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia.

Anis Mata meyakini PKS akan menjadi Partai Politik kelas dunia. Tapi hal itu hanya bisa terjadi jika seluruh kader PKS mengembangkan kapasitas dan kemampuan, serta kedisiplinannya.

"Yang harus kita lakukan sekarang adalah terus mengembangkan kapasitas dan pada akhirnya kita pantas memimpin negara. Dengan terus meningkatkan kapasitas, PKS bukan hanya akan pantas memimpin negeri ini, namun partai ini akan menjadi world class political party," tegas Anis Matta dalam Silaturahmi Anggota Legislatif Nasional (Silagnas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta (21/9/2014).

Lebih lanjut dia katakan, kader PKS yang duduk sebagai anggota legislatif ada lebih dari 1200 orang dari tingkat DPRD kabupaten/kota hingga DPR RI. Itu adalah suatu kenyataan yang patut disyukuri.

Bahkan menurutnya, hal ini adalah fase baru dalam kehidupan anggota legislatif PKS. Yakni, Fase di mana kader PKS bisa memperluas jangkauan dakwahnya.

"Kita sikapi fenomena ini dengan rasa syukur, semoga ke depannya kader-kader PKS bisa berkontribusi lebih banyak bagi negeri ini," ujar Anis.

Lebih lanjut terkait isu koalisi, Anis menganggap posisi PKS sebagai partai oposisi sebagai sebuah resiko perjuangan. Ia menambahkan bahwa tradisi menjadi partai oposisi bukan hal baru di partainya. 

"Sekarang kita menjadi oposisi dan jangan pernah bersedih karena kita oposisi. Ketika Hidayat Nur Wahid menjadi Presiden PKS dan jumlah kita di parlemen hanya 7 orang, kita pernah menjadi oposisi. Menjadi oposisi adalah risiko perjuangan," pungkas Anis.

Dalam kesempatan ini pula PKS mengokohkan visi dakwah parlemen kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia. Sebagai partai berazas Islam, anggota legislatif (DPR dan DPRD) PKS diharapkan mampu menjalankan fungsi kedewanan sebagai alat untuk menyampaikan dakwah bagi kebaikan dan mencegah kerusakan bagi umat dan bangsa Indonesia.

Untuk itulah PKS menggelar acara Silagnas yang dihadiri  anggota DPR/D dari total 1.217 kader PKS yang duduk di lembaga legislatif mulai tingkat DPR (40 anggota), DPRD tingkat I (160 anggota) dan DPRD tingkat 2 (1.017 anggota)

posted by @Adimin

Inilah Pesan Anis Matta Kepada Anggota Dewan PKS


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan Silaturahmi Anggota Legislatif Nasional (Silagnas). Acara ini dihadiri oleh calon anggota legislatif PKS yang lolos ke parlemen untuk periode 2014-2019.

Silagnas ini dihadiri Presiden PKS, Anis Matta, Sekjen PKS Taufik Ridho, Hidayat Nurwahid, dan politisi PKS lainnya. Selaku presiden PKS, Anis mengucapkan selamat kepada calon anggota legislatif yang lolos ke parlemen.

"Anda (calon anggota parlemen), ini mewakili wajah PKS dan buatlah warna dengan Partai Keadilan Sejahtera,"ujar Anis di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, seperti dikutip tribunnew, Minggu (21/9).

Anis menyatakan kebanggaannya kepada calon anggota parlemen karena diisi oleh banyak kalangan perempuan, kader muda di bawah umur 25 tahun, kader yang telah berjuang di beberapa kali pemilihan legislatif.

Dalam pidatonya Anis memberikan arahan kepada calon anggota legislatif tentang fokus perjuangan parlemen kepada 1.200 orang. Anis meminta seluruh calon anggota parlemen untuk membuat kebijakan yang prorakyat. 

Selain itu, Anis juga mengingatkan kepada seluruh calon anggota DPR yang baru menghadapi fenomena politik global. Pada saat yang sama, pengganti Lutfi Hassan Ishaaq ini tegaskan posisi PKS sebagai oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. 

"Kita tak pernah minta jabatan," katanya.[dm/am]


posted by @Adimin

Anis Matta: Kapal Kita Tak Tenggelam Dalam Badai


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta memuji konsistensi partainya yang tetap dapat berjuang dalam perpolitikan Indonesia. Anis menyebut, dalam beberapa tahun belakangan, PKS tak luput dari berbagai persoalan yang membuat stabilitas partai tergoncang.

"PKS pernah menghadapi goncangan. Penumpangnya banyak yang mabuk. Tapi, kita harus bangga karena kapal kita tidak tenggelam dalam badai," kata Anis saat berpidato di hadapan 1.200 anggota legislatif terpilih PKS di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (21/9/2014).

Anis juga membanggakan perjuangan kader-kader PKS yang dapat duduk di parlemen sebanyak 1.200 orang. Sebab, menghadapi pemilu dalam situasi badai, menurut Anis, bukanlah hal yang mudah, apalagi dilakukan tanpa meminta bantuan pihak lain.

"Dalam situasi badai, kita tetap bisa melaluinya. Hasilnya adalah Anda-anda (1.200 anggota legislatif) ini," ujar Anis.

Ia tak menyebutkan maksud dari "badai" yang menyerang partainya itu. Namun, seperti yang diketahui, PKS sempat diguncang dengan kasus yang melibatkan pimpinan mereka, yaitu Lutfi Hasan Ishak yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus impor daging.

Anis juga bertekad untuk membawa PKS untuk terus berjuang meskipun akan berada di luar pemerintahan. "Berjuang dalam politik Islam tidak harus menjadi penguasa," ujar dia. [kompas]


posted by @Adimin

Aleg PKS Teguhkan Komitmen dengan Tandatangani Pakta Integritas


Jakarta (21/9) - Ketua Badan Kebijakan Publik (BKP) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memimpin penandatanganan pakta integritas anggota DPR/D pada Silaturahmi Anggota Legislatif Nasional (Silagnas) PKS yang diselenggarakan di Jakarta (21/9). Pakta Integritas, ujar Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR ini, mewajibkan anggota DPR/D dari PKS untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat, serta menghindarkan diri dari perilaku korupsi.

"Sebenarnya soal tersebut sudah diatur, namun pakta integritas ini untuk menegaskan kembali komitmen anggota dewan PKS untuk bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat dan tidak korup. Kami ingin anggota dewan dari PKS menjadi teladan dalam berparlemen," kata Hidayat.

PKS mengokohkan visi dakwah parlemen kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia. Sebagai partai berazas Islam, anggota legislatif (DPR dan DPRD) PKS diharapkan mampu menjalankan fungsi kedewanan sebagai alat untuk menyampaikan dakwah bagi kebaikan dan mencegah kerusakan bagi umat dan bangsa Indonesia. Untuk itulah PKS menggelar acara Silaturahim Anggota Legislatif Nasional (Silagnas) yang dihadiri anggota DPR/D dari total 1.217 kader PKS yang duduk di lembaga legislatif mulai tingkat DPR (40 anggota), DPRD tingkat I (160 anggota) dan DPRD tingkat II (1.017 anggota). [pks.or.id]


posted by @Adimin

PKS Menguat, Ini Tanda Kader dan Struktur Semakin Kokoh

Written By Anonymous on 21 September, 2014 | September 21, 2014


JAKARTA - Anggota legislatif (aleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan anak-anak panah yang dilesatkan oleh tali dan busur panah dalam membawa visi dakwah ke parlemen. Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Mustafa Kamal dalam sambutannya di acara Silaturrahim Aleg Nasional (Silagnas) PKS di Jakarta, Sabtu (20/9).

"Kita yang hadir ini adalah mata panah dari sebauh anak panah, mata panah yang melesat, ditakdirkan oleh Allah berhasil menjadi aleg terpilih, dan kita diikat oleh tali dan busur panah, yaitu para kader PKS diseluruh Indonesia," ujarnya. Aleg PKS, lanjut Mustafa harus bisa membawa visi dakwah ke parlemen, karena aleg adalah kepanjangan tangan dari para tali dan busur panah.

Dalam sambutannya, Mustafa tak lupa mengajak para peserta Silagnas PKS untuk bersyukur, karena ditengah-tengah prediksi para pengamat dan lembaga survey yang telah meramalkan PKS akan mendapatkan prosentase kecil, bahkan hanya sekitar 3 persen dalam perolehan pemilihan legislatif (pileg) April lalu, akan tetapi PKS mampu meningkatkan elektabilitasnya, bahkan pileg 2014 ini merupakan yang terbesar dalam sejarah PKS.

"Perolehan kursi meningkat di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), sedangkan Yogyakarta bertahan. Contohnya di Jatim, di tingkat kabupaten dan Kota PKS drastis naik hingga 28 kursi," ungkap legislator dari PKS ini. PKS juga, tambah Mustafa telah memiliki wakil dari ujung timur Indonesia yaitu Papua.

"Oleh karena itu, saya mohon sebagai bukti rasa syukur mari sama-sama kita ucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir, dan Innalillaahi wa inna ilaihi rojiuun krn mendapat amanah yang berat," serunya disambut dengan ucapan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir oleh seluruh peserta Silagnas.

Mustafa mengaku pernah mengatakan bahwa PKS akan mengawal dan menjaga kesatuan bangsa sampai wilayah terluar batas Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada aleg dari partai lain. "Ini terbukti dengan terpilihnya aleg PKS dari papua, maka saya tidak perlu meralat ucapan saya itu, dan saat ini posisi PKS menguat, ini tanda kader dan struktur kita semakin kokoh," pungkasnya. [pks.or.id]

posted by @Adimin

Kader PKS tidak Boleh Meninggalkan Tradisi Intelektual


Indonesia adalah negara yang lahir dari sebuah tradisi intelektual. Oleh karena itu, kaderPKS sebagai anak bangsa tidak boleh meninggalkannya. Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Kebijakan Publik Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (BKP DPP PKS) Mustafa Kamal pada acara Silaturahmi Anggota Legislatif (Silagnas) PKS di Jakarta (20/9).

"Politik pada dasarnya berakar dari tradisi intelektual. Dari tradisi ini muncul ide mengenai negara dan bagaimana membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Oleh karena itu jangan pernah kader PKS meninggalkan tradisi intelektual," tegas Kamal.


Kamal menjabarkan pemikiran-pemikiran yang membentuk bangsa ini. Pada tahun 1927 HOS Tjokroaminoto menulis "Islam dan Sosialisme". Buku ini menginspirasi Soekarno untuk menulis "Islam, Sosialisme, dan Nasionalisme". Pemikiran Soekarno ini dikritisi Natsir dalam karyanya "Kapita Selekta". Tiga arus pemikiran inilah yang membentuk konstitusi Indonesia yaitu keislaman, kerakyatan, dan kebangsaan.

"PKS memiliki identitas yang sama dengan identitas bangsa kita yaitu keislaman, kerakyatan, dan kebangsaan. Oleh karena itu anggota legislatif (aleg) PKS harus cakap secara intelektual dalam melaksanakan tugas-tugasnya," ujar Kamal.

Acara bertajuk "Konsolidasi dan pengokohan dakwah parlemen untuk pemenangan pemilu 2019" ini diselenggarakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (20-21 September 2014), di Hotel Sahid, Jakarta dan dihadiri lebih dari dari seribu anggota DPR/D dari total 1.217 kader PKS yang duduk di lembaga legislatif mulai tingkat DPR (40 anggota), DPRD tingkat I (160 anggota) dan DPRD tingkat 2 (1.017 anggota).[dm]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger