Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
October 04, 2014
posted by @Adimin
PKS: Beda Waktu Lebaran, Jangan Korbankan Ukhuwah
Written By Anonymous on 04 October, 2014 | October 04, 2014
Jakarta (3/10)- Umat Islam di Indonesia dapat berlebaran Idul Adha, baik hari Sabtu (4/10) seperti ditetapkan oleh ormas Muhammadiyah ataupun hari Ahad (5/10) sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Meski demikian, umat Islam jangan mengorbankan ukhuwah atau rasa persaudaraan hanya karena perbedaan waktu lebaran tersebut. Demikian disampaikan Ketua Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DSP PKS) KH Surahman Hidayat di Jakarta, hari ini (3/10).
Menurut Surahman, perbedaan waktu Idul Adha sama seperti penetapan Hari Raya Idul Fitri yang seringkali tidak sama. "Hal ini disebabkan terdapat dua metode penetapan kalender hijriyah di Indonesia, yaitu berdasarkan ru’yatul hilal (melihat bulan secara langsung) dan hisab (perhitungan ilmiah)," ujar Surahman yang juga anggota DPR ini.
Surahman menekankan bahwa umat Islam di Indonesia bisa berlebaran sesuai keyakinan, baik itu dengan pertimbangan ilmiah maupun tabaiyah (mengikuti). "Kalau kaitannya dengan PKS, ya sebagai partai politik Islam dengan ribuan kader seluruh Indonesia, harus menunjukkan sikap atau memberikan imbauan yang jelas kepada para kader. Dan sejak dahulu PKS selalu menekankan pada proyeksi persatuan wihdatul ummah (persatuan umat)," jelas Surahman.
Berkaitan dengan sikap PKS dan imbauan bagi para kadernya, Surahman menyatakan bahwa sebaiknya para kader menyesuaikan diri dengan kondisi di sekitarnya. Meskipun berbeda tanggal pelaksanaan sholat, namun Dewan Syariah PKS, ujar Surahman, menyatakan Shaum Arafah dilakukan pada hari Jumat (3/10) bertepatan dengan wuquf jamaah haji di Arafah.
Surahman juga mengingatkan tentang semangat perjuangan yang dibawa para kader dalam kaitannya dengan isu sosial politik saat ini. Idul Adha, tuturnya, merupakan momen bagi umat Islam mengenang dan meneladani amalan Nabi Ibrahim AS. yang dikenal sebagai nabi yang sangat patuh kepada Allah SWT. "Beliau selalu sami’na wa ato’na, bahkan ikhlas (akan) menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS, karena Allah SWT. Sebagai umat Islam di Indonesia dan kader PKS, kita harus meneladani kepatuhan Nabi Ibrahim AS kepada Allah," pesannya di akhir wawancara. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 04, 2014
posted by @Adimin
Irwan Prayitno Targetkan 2015 Sumbar Bebas Buta Aksara
Muaro Sijunjung - Provinsi Sumatera Barat menargetkan masyarakatnya bebas dari buta aksara pada tahun 2015. Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, pada acara puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-49 tingkat Provinsi Sumbar, di Gedung Pancasila, Kota Muaro Sijunjung, Sumbar, Kamis (2/10).
"Empat bupati (Sijunjung, Solok, Solok Selatan dan Pesisir Selatan ) telah berhasil menurunkan angka buta aksara masyarakat secara signifikan, pada tahun 2014 ini tinggal 25.741 orang, turun sekitar 0,5 persen dari jumlah tahun 2010 yaitu 87.852 orang, kita berharap dapat kita tuntaskan pada tahun 2015 nol persen," kata Gubernur yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Kendati demikian, Irwan juga menyadari sulitnya geografi, tempat tinggal penduduk diperbukitan dan lain-lain di Sumatera Barat yang kadang sulit dijangkau oleh para tutor dan pendidik menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya target tersebut.
Irwan menuturkan, bahwa negara-negara maju saat ini telah berhasil menol persenkan buta aksara penduduk sesuai dengan tuntutan UNESCO. Oleh karena itu mau tidak mau, tambahnya, Pemprov Sumbar bersama bupati dan walikota se-Sumbar akan melakukan upaya menol persenkan buta aksara pada tahun 2015. "Ini tanggungjawab dan kerjanya pemerintah," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Irwan memberi apresiasi kepada Bupati Sijunjung dan Bupati Solok yang telah turut memberikan perhatian dan melibatkan masyarakat lansia dalam kegiatan pembangunan. "Ini sesuatu yang baik dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan. Walaupun dalam ketentuan yang berumur 61 keatas tidak dianggap lagi masuk dalam penilaian penuntasan buta aksara," paparnya.
Irwan juga meminta jangan sampai usia lansia dianggap sudah tidak produktif lagi. "Jadi tetap kita perhatikan secara baik karena mereka tetap manusia. Karena tidak ada batasan umur dekat dengan bau tanah, karena kita melihat kenyataan usia tidak jamin, jika dipanggil Allah SWT," jelasnya.
Dia menambahkan, selain kondisi geografis masyarakat juga dipengaruhi oleh sikap budaya dibeberapa daerah seperti anggapan tidak perlunya anak bersekolah, dan anggapan 'sudah pandai mengaji ya sudah', mereka kemudian disibukan oleh kerja mencari nafkah hidup. Akan tetapi, Irwan meminta bupati dan walikota se-Sumbar tetap optimis.
"Dengan program jemput bola ke daerah tersebut dengan pendidikan formal maupun non formal. Mudah-mudahan pengorban para tutor, tetap tekun dalam menuntaskan buta aksara di Sumatera Barat bisa nol persen," pungkasnya.
Kegiatan yang bertajuk “Aksara Membangun Peradaban dan Keunggulan Pembangunan Berkelanjutan di Sijunjung” ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan pameran hasil karya pendidikan buta aksara. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 03, 2014
posted by @Adimin
Kembali ke Jalan yang Benar
Written By Sjam Deddy on 03 October, 2014 | October 03, 2014
Perjuangan yang suci membutuhkan energi iman sejati. Iman tersebut tak
terkontaminasi dengan kesyirikan meski hanya sebesar biji sawi. Iman
yang terus menggelora, tak bisa padam hanya dengan bujukan konspirasi
harta, wanita, ataupun takhta.
Tak ada lawan yang paling hebat untuk mengalahkan perjuangan suci, kecuali kemaksiatan dan dosa. Meriam dan bom atom dengan izin Allah tak akan bisa memadamkan gerakan masif yang bersumber dari kekuatan iman. Sebaliknya, dengan iman nuklir bisa sama sekali tak berbunyi, api tak membakar, laut terbelah menjadi jalan raya. Akhirnya, budak beriman bisa menjadi naik sekelas perdana menteri, sementara tuannya yang tetap kafir bisa jatuh terhina.
Suatu gerakan perbaikan yang terjebak hanya sibuk dengan sarana dan prasarana bendawi, tak akan bisa sampai pada tujuan yang dicita-citakan. Kalau toh sampai pada puncak kekuasaan, mereka tidak akan menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya yang digantikan. Baju berubah, tapi sesungguhnya jiwa raga yang memakainya tetap sama.
Ingatkah kita? Ujian pertama yang diumumkan Thalut kepada pasukannya, yakni sungai. "Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sungai. Barang siapa yang meminumnya maka ia bukan golonganku dan barang siapa tiada meminumnya maka ia adalah golonganku, kecuali yang menciduk secidukan dengan tangannya." (al-Baqarah [2]: 249).
Di tengah situasi yang banyak ujian dan fitnah seperti ini, energi iman harus terus ditingkatkan. Kalau sudah banyak yang berguguran, baik karena judi, minuman keras atau ekstasi, hingga korupsi maka itu tak boleh membuat patah semangat dan putus asa. Perjuangan suci tetap tak boleh terhenti. Meski harus memulai dari awal bak menanam biji kembali. Atau, menggigit akar pohon (keimanan) seorang diri.
Maka, kembalilah ke jalan yang benar. Jalan yang bersumber dari iman yang suci. Inilah seruan abadi yang selalu relevan.Tak hanya sekarang, tapi semenjak dulu hingga matahari tak terbit lagi. Seruan ini pun umum. Secara individual baik yang sudah beriman maupun yang masih ingkar. Tanpa kembali ke jalan yang benar, siapa pun dan golongan dengan bendera apa pun pasti akan kandas mengenaskan.
Iklan di TV setiap hari tak akan ada arti. Road show mengitari bumi yang dibungkus dengan kover safari dakwah pun tak akan jauh beda dengan panggung sulap. Banyak memang penggemarnya, tapi itu hanyalah seperti buih.
"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)." (as-Sajadah [32]: 21). Wallahu a’lam.
Tak ada lawan yang paling hebat untuk mengalahkan perjuangan suci, kecuali kemaksiatan dan dosa. Meriam dan bom atom dengan izin Allah tak akan bisa memadamkan gerakan masif yang bersumber dari kekuatan iman. Sebaliknya, dengan iman nuklir bisa sama sekali tak berbunyi, api tak membakar, laut terbelah menjadi jalan raya. Akhirnya, budak beriman bisa menjadi naik sekelas perdana menteri, sementara tuannya yang tetap kafir bisa jatuh terhina.
Suatu gerakan perbaikan yang terjebak hanya sibuk dengan sarana dan prasarana bendawi, tak akan bisa sampai pada tujuan yang dicita-citakan. Kalau toh sampai pada puncak kekuasaan, mereka tidak akan menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya yang digantikan. Baju berubah, tapi sesungguhnya jiwa raga yang memakainya tetap sama.
Ingatkah kita? Ujian pertama yang diumumkan Thalut kepada pasukannya, yakni sungai. "Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sungai. Barang siapa yang meminumnya maka ia bukan golonganku dan barang siapa tiada meminumnya maka ia adalah golonganku, kecuali yang menciduk secidukan dengan tangannya." (al-Baqarah [2]: 249).
Di tengah situasi yang banyak ujian dan fitnah seperti ini, energi iman harus terus ditingkatkan. Kalau sudah banyak yang berguguran, baik karena judi, minuman keras atau ekstasi, hingga korupsi maka itu tak boleh membuat patah semangat dan putus asa. Perjuangan suci tetap tak boleh terhenti. Meski harus memulai dari awal bak menanam biji kembali. Atau, menggigit akar pohon (keimanan) seorang diri.
Maka, kembalilah ke jalan yang benar. Jalan yang bersumber dari iman yang suci. Inilah seruan abadi yang selalu relevan.Tak hanya sekarang, tapi semenjak dulu hingga matahari tak terbit lagi. Seruan ini pun umum. Secara individual baik yang sudah beriman maupun yang masih ingkar. Tanpa kembali ke jalan yang benar, siapa pun dan golongan dengan bendera apa pun pasti akan kandas mengenaskan.
Iklan di TV setiap hari tak akan ada arti. Road show mengitari bumi yang dibungkus dengan kover safari dakwah pun tak akan jauh beda dengan panggung sulap. Banyak memang penggemarnya, tapi itu hanyalah seperti buih.
"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)." (as-Sajadah [32]: 21). Wallahu a’lam.
M. Syamlan
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
October 03, 2014
posted by @Adimin
Hikmah Ibadah Kurban
Ibadah Kurban memiliki pesan moral yang sangat dalam. Seperti pesan
yang terkandung dalam makna bahasanya. Qurb atau qurbân berarti “dekat”
dengan imbuhan ân (alif dan nun) yang mengandung arti “kesempurnaan”,
sehingga qurbân yang diindonesiakan dengan “kurban” berarti “kedekatan
yang sempurna”. Kata Qurbân berulang tiga kali dalam al-Qur’an, yaitu
pada QS.Ali Imran/3: 183, al-Ma’idah/5: 27, dan al-Ahqaf/46: 28.
Jadi, kurban adalah penyembelihan binatang tertentu yang dilakukan
pada hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya (hari tasyrik), yakni pada
tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang bertujuan untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT.
Dalam ilmu fiqh, kurban juga disebut udhḫiyah (karena dilaksanakan
dalam suasana Idul Adha) juga berasal dari kata dahwah atau dhuhaa
(waktu matahari sedang naik di pagi hari), karena biasanya penyembelihan
hewan qurban dilaksanakan pada waktu duha. Dari kata dahwah atau duhaa
tersebut diambil kata daahiyah yang bentuk jamaknya udhḫiyah.
Adapun di antara hikmahnya adalah
Pertama, sebagai bukti nyata
ekspresi syukur, “Supaya merek amenyebut nama Allah atas apa yang Allah
karuniakan kepada mereka berupa binatang ternak….” (QS. al-Hajj, 22 :
34);
Kedua, bukti sebagai hamba bertaqwa, “Daging daging qurban dan
darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi
ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya…” (QS al-Hajj, 22 :37)
Ketiga, terakuinya sebagai umat Rasulullah Saw, “Barang siapa yang
mempunyai keluasan (harta) dan tidak mau berqurban, maka janganlah
mendekati tempat shalat kami!” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, Ad
Daruquthni dan Al Baihaqi).
Keempat, meraih ampunan dosa, ”Fatimah,
berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu
diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa dosa yang kamu
lakukan...” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)
Kelima, berpahala besar, "Pada setiap lembar bulunya itu kita
memperoleh satu kebaikan," (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Keenam, mendapat
kesaksian yang indah dari hewan Qurban kita kelak, “Sesungguhnya ia
(hewan qurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku dan
bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban akan jatuh pada sebuah
tempat di dekat Allah sebelum darah mengalir menyentuh tanah. Maka
berbahagialah jiwa dengannya". (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al
Hakim).
SubhanaAllah demikian besar keutamaan ibadah kurban ini
wahai ikhwah! Semoga Allah beri keluasan rejeki kepada kita untuk
memenuhinya dan menerima amal ibadah kurban kita. Aamiin.
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
October 02, 2014
posted by @Adimin
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR dari PKS
Written By Anonymous on 02 October, 2014 | October 02, 2014
Jakarta (2/10)- Waktu subuh telah hampir tiba saat Ketua dan 4 Wakil Ketua DPR terpilih diambil sumpahjabatannya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Keempat pimpinan tersebut adalah Setya Novanto, Ketua DPR yang berasal dari Fraksi Partai Golkar, dan dengan empat Wakil Ketua, masing-masing Fadli Zon (Fraksi Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), Taufik Kurniawan (Fraksi PAN) dan Fahri Hamzah (Fraksi PKS).
Benar, itu adalah Fahri Hamzah yang selama ini dikenal publik sebagai anggota dewan yang kerap menyuarakan hal kritis terkait kasus century yang merugikan negara dan rakyat puluhan triliun rupiah. Ia juga yang dengan gigih melawan adanya lembaga negara yang superbody dan anti pengawasan, serta Fahri juga yang memperjuangkan agar BPK eksis sebagai lembaga akuntabilitas negara yang kredibel dan dipercaya rakyat.
Bagaimana profil seorang Fahri Hamzah?
Berikut profil ringkas suami dari dokter bedah Farida Briani dan ayah dari putra kembar tersebut:
Fahri Hamzah mulai dikenal publik sejak reformasi bergulir, awal 1998. Laki-laki kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 Nopember 1971 ini adalah deklarator dan ketua umum pertama organisasi gerakan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Saat itu Fahri Hamzah menjadi sorotan media karena berbagai aksi yang dipimpinnya dan wacana yang dilontarkan guna menurunkan rezim yang berkuasa. Sebagai intelektual muda, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) ini banyak terlibat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan sejak menjadi mahasiswa. Ia pernah aktif sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat dan berbagai kegiatan lainnya.
Berbagai pengalaman dan keahliannya didedikasikan bagi lembaga legislatif di tingkat pusat sejak tahun 2004. Lewat PKS, Fahri Hamzah terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili daerah kelahirannya, NTB. Fahri Hamzah pertama kali bertugas di Komisi VI yang menangani masalah Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi/UKM, dan BUMN. Inilah yang membuat ia makin memahami masalah di sektor riil umumnya dan masalah seputar BUMN khususnya.
Selanjutnya ia pernah merasakan menjadi anggota Komisi III, sebelum menjadi Wakil Ketua di Komisi yang membawahi masalah Hukum dan HAM pada tahun 2009. Fahri Hamzah juga pernah menjadi anggota Komisi VII dimana ia menekankan pentingnya kedaulatan energi nasional. Banyaknya perusahaan asing yang mengelola hulu migas dinilai menyebabkan tersedotnya sumber daya alam Indonesia ke negara lain.
Selain pernah menjadi anggota Badan Kehormatan DPR, Fahri juga sempat mencicipi menjadi anggota BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara). Di BAKN, ia memberikan perhatian besar terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK setiap tahun. Fahri Hamzah menekankan perlunya tindak lanjut yang memadai terhadap laporan-laporan BPK.
Disela aktivitas sebagai anggota Dewan, Fahri juga gemar menulis dalam berbagai artikel dan buku. Hingga kini telah terbit beberapa buku karyanya dengan judul “Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat”, “Negara, Pasar dan Rakyat”, “Kemana Ujung Century”, dan “Demokrasi, Transisi, Korupsi” yang diterbitkan melalui Yayasan Faham Indonesia (YFI).
Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang rasional, mengedepan argumentasi yang kuat dan selalu siap dengan segala risiko atas sikap dan pilihan politiknya bersama PKS. [pks.or.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 02, 2014
posted by @Adimin
Koalisi Merah Putih Pimpin DPR
Jakarta (2/10)- Koalisi Merah Putih (KMP) akan pimpin lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk lima tahun kedepan. Enam partai politik yang lima diantaranya menjadi tulang punggung pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilihan presiden lalu. Keenam partai, yang melalui fraksinya masing-masing mengajukan paket pimpinan yang sama adalah: Partai Golkar (PG), Partai Gerindra, Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sidang paripurna yang berjalan alot akhirnya menentukan pimpinan lembaga wakil rakyat tersebut pada pukul 02.45wib, Kamis (2/10). Pimpinan sidang sementara DPR yang ditentukan sesuai tata tertib yaitu dari anggota yang tertua dan termuda, yaitu Popong Otje Djundjunan dan Ade Rezki Pratama, menetapkan pimpinan DPR terpilih yang diusulkan oleh keenam fraksi tersebut. Para pimpinan terpilih adalah : Setya Novanto dari Fraksi PG sebagai Ketua, selanjutnya berturut-turut sebagai Wakil Ketua DPR, yaitu: Fadli Zon (Fraksi Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi PD), Taufik Kurniawan (Fraksi PAN) dan Fahri Hamzah (Fraksi PKS).
Sidang paripurna sempat diwarnai hujan interupsi yang utamanya dilakukan oleh anggota-anggota dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi Nasdem dan Fraksi Hanura. Namun dengan terus berpatokan pada tata tertib sidang dan hasil rapat konsultasi pimpinan Fraksi, Popong dan Ade yang memimpin sementara sidang tersebut, akhirnya mampu menyelesaikan agenda sidang hingga pelantikan pimpinan DPR terpilih.
Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan, terpilihnya pimpinan dari partai-partai yang tergabung di KMP menunjukkan solidnya partai-partai tersebut. Menurutnya, upaya untuk menggoyang partai-partai KMP juga tidak kecil. “Alhamdulillah, keinginan untuk menjadikan DPR sebagai lembaga penyeimbang kekuasaan bisa terwujud dengan konfigurasi pimpinan DPR terpilih ini,” ujar Hidayat.
Menurutnya, penting bagi pemerintah memiliki mitra di lembaga perwakilan rakyat yang dapat mengkritisi program-program yang prorakyat. Ia juga tidak setuju bila DPR selalu menjadi lembaga stempel kebijakan-kebijakan yang diinginkan oleh lembaga eksekutif. “Mudah-mudahan dengan adanya keseimbangan antara eksekutif dan legislatif akan didapatkan kebijakan yang terbaik buat rakyat, karena inti keberadaan kedua lembaga tersebut adalah untuk kepentingan rakyat seluas-luasnya,” pungkasnya. [pks.or.id]
Label:
TOPIK PILIHAN
September 30, 2014
Ibu dan anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Keadaan keduanya sihat walafiat,tidak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan tawaf dengan hati dan niat yang ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. "Labbaiq Allahumma labbaiq, aku datang memenuhi seruanmu ya Allah".
Hasan berbisik kearah ibunya, "Ummi undzur ila Ka'bah (Ibu, lihatlah itu Ka'bah)." Hasan menunjukkan bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya hanya terdiam tanpa ada reaksi apa-apa. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.
Hasan kembali membisikkan kearah ibunya. Ia kelihatan bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya jelas kelihatan kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak dapat melihat apapun selain kegelapan. Beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi tetap sama, hanya kegelapan yang terpancar diruangan matanya.
Padahal, sebelum ini tidak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yang lalu dia masih melihat segalanya dengan jelas, tetapi apabila memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gelita. Tujuh kali Hasan bersimpuh di hadapan Allah memohon keampunan untuk ibunya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharapkan rahmatnya. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesarannya, merasakan kuasanya dan mendapat rahmatnya.
Hasan tidak berputus asa, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, ibunya akan dapat merasakan anugerahnya,dapat menatap Ka'bah kelak. Hasan berniat akan membawa ibunya menunaikan haji pada tahun hadapan. Ternyata kejadian itu berulang lagi. Ibunya kembali dibutakan dihadapan Ka'bah, sehingga tidak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan simbol perpaduan umat Islam. Wanita itu tidak dapat melihat Ka'bah. Hasan tidak berputus asa. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya. Anehnya, ibunya tetap tidak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang kelihatan di matanya hanyalah permandangan yang gelap gelita.
Begitulah keajaiban yang terlaku pada diri Sarah. Kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji. Hasan merasa penasaran, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di hadapan Ka'bah.. Padahal,setiap kali berada jauh dari Ka'bah, penglihatannya kembali normal. Dia tertanya-tanya, apakah ibunya melakukan kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ? Apa yang telah dilakukan ibunya,sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan bermain di dalam dirinya. Akhirnya diputuskan untuk mencari seorang ulama yang mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah ini.
Beberapa hari kemudian ia terdengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesolehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Akhirnya Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksudkan itu. Ia pun menceritakan masalah yang menimpa ibunya kepada ulama yang soleh itu.. Ulama itu mendengar segala cerita Hasan dengan teliti, kemudian meminta agar ibu Hasan menelefonnya. Hasan pun segera kembali ke negaranya. Setibanya di tanah kelahirannya, dia meminta ibunya itu menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut.
Ibunya memenuhi permintaan anaknya itu. Ia pun menelefon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah mengingatkan kembali,mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa silam, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah itu. Sarah diminta untuk bersikap terbuka dan menceritakan secara jujur,apa yang telah dilakukannya."Kamu hendaklah berterus-terang kepada saya, karena masalah kamu ini bukan masalah sepele," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian dia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, ulama itu masih tidak mendapat kabar dari Sarah.
Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelefon. "Ustaz, waktu masih muda,saya bekerja sebagai jururawat dihospital," cerita Sarah akhirnya. "Oh, bagus..... Pekerjaan jururawat adalah pekerjaan yang mulia," potong ulama itu.. "Tapi saya mencari uang yang banyak dengan berbagai-bagai cara, tidak peduli,apakah cara saya itu halal atau haram,"ungkapnya terus terang. Ulama itu terkejut.. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
"Disana....." sambung Sarah lagi," Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak lelaki padahal bayi yang dilahirkannya adalah perempuan, dengan imbuhan uang yang banyak, saya akan tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka."
Ulama tersebut sangat terkejut mendengar penjelasan dari Sarah. "Astagfirullah. ....." betapa teganya wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak, bayangkan.. betapa banyak keluarga yang telah dirusakkannya, sehingga tidak terkira banyaknya. Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting. Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi. "Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah. "Cuma itu ?"tanya ulama terperanjat.
"Tahukah anda bahawa perbuatan anda itu adalah satu dosa yang sangat besar, betapa banyak keluarga yang sudah anda hancurkan!" ucap ulama dengan nada tinggi."Lalu apa lagi yang kamu kerjakan?" tanya ulama itu lagi sedikit kesal. "Di hospital juga, saya melakukan tugas memandikan orang mati."
"Suatu hari, ada seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai-bagai barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa kali ini benda-benda itu tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda itu tetap keluar. Saya coba lagi berulang-ulang. Akhirnya, perasaan geram saya memuncak, saya masukkan benda itu dan terus saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan." Mendengar pertuturan Sarah yang mendatar dan tanpa rasa berdosa, ulama itu berteriak marah. "Cuma itu yang kamu lakukan ? " Masya Allah....!!! Saya tidak dapat membantu kamu. Saya angkat tangan".
Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama itu tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Ia berharap Sarah telah bertaubat di atas segala perbuatan yang telah di lakukannya. Ia berharap Allah akan mengampuni segala dosa-dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah akan datang kepadanya. Karena sudah lama tidak mendengar berita dari Sarah, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di Mesir.
Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan khabar Sarah, ternyata khabar duka yang diterima ulama itu. "Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelefon ustadz," ujar Hasan. Ulama itu terkejut mendengar khabar tersebut. "Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?" tanya ulama itu.
Hasan pun akhirnya bercerita : Setelah menelfon ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Setelah tanah sudah digali, ketika hendak dimasukkan jenazah ke dalam liang atas izin Allah, tanah itu rapat kembali hingga tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi yang lain pula untuk digali. Peristiwa itu berulang lagi. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahawa tanah itu kembali rapat.
Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayat. Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus-asa karena pekerjaan mereka tak juga selesai. Siang pun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib,tidak ada satu pun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja di atas hamparan tanah kering kerontang..
Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak sampai hati meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya, "Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!" kata orang itu.
Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Selepas itu menggali liang dan kemudian mengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau jangan menoleh ke belakang, sampai kau tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu. Hasan mengangguk,kemudian ia meninggalkan jenazah ibunya. Belum jauh ia dari kubur ibunya, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang akan terjadi dengan jenazah ibunya.
Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belumpun habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langkah seribu, dia pun bergegas meninggalkan tempat itu. Demikian yang diceritakan oleh Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku,bahwa separuh wajahnya yang terkena api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar.
Ulama itu mendengar semua cerita yang diluahkan oleh Hasan. Dia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan hilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali memberitahu ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitamannya hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya,akan diampuni oleh Allah SWT.
. (permaidani)
posted by @Adimin
7 Kali Naik Haji Tak Lihat Ka'bah
Written By Sjam Deddy on 30 September, 2014 | September 30, 2014
Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya,Hasan (bukan nama
sebenar) mengajak ibunya yaitu Sarah (juga bukan nama sebenar) mengerjakan
ibadah haji. Ibu mana yang tidak senang hati dengan ajakan anaknya itu. Sebagai
seorang muslim yang mampu dari segi keuangan,mereka memang berkewajiban
menunaikan ibadah Haji. Segala kelengkapan sudah disiapkan.
Ibu dan anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Keadaan keduanya sihat walafiat,tidak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan tawaf dengan hati dan niat yang ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. "Labbaiq Allahumma labbaiq, aku datang memenuhi seruanmu ya Allah".
Hasan berbisik kearah ibunya, "Ummi undzur ila Ka'bah (Ibu, lihatlah itu Ka'bah)." Hasan menunjukkan bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya hanya terdiam tanpa ada reaksi apa-apa. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.
Hasan kembali membisikkan kearah ibunya. Ia kelihatan bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya jelas kelihatan kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak dapat melihat apapun selain kegelapan. Beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi tetap sama, hanya kegelapan yang terpancar diruangan matanya.
Padahal, sebelum ini tidak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yang lalu dia masih melihat segalanya dengan jelas, tetapi apabila memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gelita. Tujuh kali Hasan bersimpuh di hadapan Allah memohon keampunan untuk ibunya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharapkan rahmatnya. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesarannya, merasakan kuasanya dan mendapat rahmatnya.
Hasan tidak berputus asa, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, ibunya akan dapat merasakan anugerahnya,dapat menatap Ka'bah kelak. Hasan berniat akan membawa ibunya menunaikan haji pada tahun hadapan. Ternyata kejadian itu berulang lagi. Ibunya kembali dibutakan dihadapan Ka'bah, sehingga tidak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan simbol perpaduan umat Islam. Wanita itu tidak dapat melihat Ka'bah. Hasan tidak berputus asa. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya. Anehnya, ibunya tetap tidak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang kelihatan di matanya hanyalah permandangan yang gelap gelita.
Begitulah keajaiban yang terlaku pada diri Sarah. Kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji. Hasan merasa penasaran, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di hadapan Ka'bah.. Padahal,setiap kali berada jauh dari Ka'bah, penglihatannya kembali normal. Dia tertanya-tanya, apakah ibunya melakukan kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ? Apa yang telah dilakukan ibunya,sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan bermain di dalam dirinya. Akhirnya diputuskan untuk mencari seorang ulama yang mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah ini.
Beberapa hari kemudian ia terdengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesolehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Akhirnya Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksudkan itu. Ia pun menceritakan masalah yang menimpa ibunya kepada ulama yang soleh itu.. Ulama itu mendengar segala cerita Hasan dengan teliti, kemudian meminta agar ibu Hasan menelefonnya. Hasan pun segera kembali ke negaranya. Setibanya di tanah kelahirannya, dia meminta ibunya itu menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut.
Ibunya memenuhi permintaan anaknya itu. Ia pun menelefon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah mengingatkan kembali,mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa silam, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah itu. Sarah diminta untuk bersikap terbuka dan menceritakan secara jujur,apa yang telah dilakukannya."Kamu hendaklah berterus-terang kepada saya, karena masalah kamu ini bukan masalah sepele," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian dia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, ulama itu masih tidak mendapat kabar dari Sarah.
Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelefon. "Ustaz, waktu masih muda,saya bekerja sebagai jururawat dihospital," cerita Sarah akhirnya. "Oh, bagus..... Pekerjaan jururawat adalah pekerjaan yang mulia," potong ulama itu.. "Tapi saya mencari uang yang banyak dengan berbagai-bagai cara, tidak peduli,apakah cara saya itu halal atau haram,"ungkapnya terus terang. Ulama itu terkejut.. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
"Disana....." sambung Sarah lagi," Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak lelaki padahal bayi yang dilahirkannya adalah perempuan, dengan imbuhan uang yang banyak, saya akan tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka."
Ulama tersebut sangat terkejut mendengar penjelasan dari Sarah. "Astagfirullah. ....." betapa teganya wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak, bayangkan.. betapa banyak keluarga yang telah dirusakkannya, sehingga tidak terkira banyaknya. Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting. Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi. "Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah. "Cuma itu ?"tanya ulama terperanjat.
"Tahukah anda bahawa perbuatan anda itu adalah satu dosa yang sangat besar, betapa banyak keluarga yang sudah anda hancurkan!" ucap ulama dengan nada tinggi."Lalu apa lagi yang kamu kerjakan?" tanya ulama itu lagi sedikit kesal. "Di hospital juga, saya melakukan tugas memandikan orang mati."
"Oh bagus,itu juga pekerjaan yang mulia," kata ulama.
"Ya,tetapi saya mandikan orang mati itu karena saya bekerjasama dengan
ahli sihir.."
Maksudnya?" tanya ulama itu tidak seakan tidak mengerti. "Apa yang saya maksudkan adalah menyengsarakan orang, baik membuatnya sakit ataupun mati, segala peralatan sihir itu hendaklah ditanam ke dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."
Maksudnya?" tanya ulama itu tidak seakan tidak mengerti. "Apa yang saya maksudkan adalah menyengsarakan orang, baik membuatnya sakit ataupun mati, segala peralatan sihir itu hendaklah ditanam ke dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."
"Suatu hari, ada seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai-bagai barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa kali ini benda-benda itu tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda itu tetap keluar. Saya coba lagi berulang-ulang. Akhirnya, perasaan geram saya memuncak, saya masukkan benda itu dan terus saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan." Mendengar pertuturan Sarah yang mendatar dan tanpa rasa berdosa, ulama itu berteriak marah. "Cuma itu yang kamu lakukan ? " Masya Allah....!!! Saya tidak dapat membantu kamu. Saya angkat tangan".
Ulama itu sangat terkejut setelah mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah
terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia seperti itu, apalagi dia adalah seorang wanita, yang memiliki nurani
begitu kejam dan keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya
ulama itu berkata, "Kamu hendaklah memohon ampun kepada Allah,
karena hanya dialah saja yang dapat mengampuni segala dosa-dosa
kamu."
Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama itu tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Ia berharap Sarah telah bertaubat di atas segala perbuatan yang telah di lakukannya. Ia berharap Allah akan mengampuni segala dosa-dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah akan datang kepadanya. Karena sudah lama tidak mendengar berita dari Sarah, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di Mesir.
Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan khabar Sarah, ternyata khabar duka yang diterima ulama itu. "Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelefon ustadz," ujar Hasan. Ulama itu terkejut mendengar khabar tersebut. "Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?" tanya ulama itu.
Hasan pun akhirnya bercerita : Setelah menelfon ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Setelah tanah sudah digali, ketika hendak dimasukkan jenazah ke dalam liang atas izin Allah, tanah itu rapat kembali hingga tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi yang lain pula untuk digali. Peristiwa itu berulang lagi. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahawa tanah itu kembali rapat.
Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayat. Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus-asa karena pekerjaan mereka tak juga selesai. Siang pun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib,tidak ada satu pun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja di atas hamparan tanah kering kerontang..
Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak sampai hati meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya, "Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!" kata orang itu.
Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Selepas itu menggali liang dan kemudian mengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau jangan menoleh ke belakang, sampai kau tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu. Hasan mengangguk,kemudian ia meninggalkan jenazah ibunya. Belum jauh ia dari kubur ibunya, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang akan terjadi dengan jenazah ibunya.
Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belumpun habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langkah seribu, dia pun bergegas meninggalkan tempat itu. Demikian yang diceritakan oleh Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku,bahwa separuh wajahnya yang terkena api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar.
Ulama itu mendengar semua cerita yang diluahkan oleh Hasan. Dia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan hilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali memberitahu ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitamannya hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya,akan diampuni oleh Allah SWT.
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
September 30, 2014
Dikutip dari majalah As-sunnah
Tanggung jawab kita sebagai seorang muslim yang berdomisili di negeri bermayoritas non muslim saya rasa berbeda kadarnya dengan teman-teman kita di tanah air. Rasanya ingin sekali meluruskan beberapa persepsi-persepsi yang salah baik yang dimiliki oleh born muslim, maupun oleh non muslim tentang agama ini. Sayangnya saya tidak selalu punya kemampuan untuk itu.
Islam sangat sempurna. Sungguh!
Belum percaya? Masa?
Ayo kenalan dulu jika begitu....
Ustadz bilang, jika ada keraguan tentang agama ini, tanyakanlah pada ulama yang benar-benar paham dan kompeten. Don’t doubt Islam, but doubt your knowledge. Islam adalah the way of life yang sangat sempurna. Tapi tidak demikian halnya dengan orang-orangnya. Apa yang dilakukan oleh seorang muslim, tidak berarti demikianlah yang diajarkan dalam Islam. Apa yang berbau arab, tidak menjamin bahwa itu tuntutan agama Islam. Jika ada yang merusak tempat-tempat umum atas nama Islam, justru kita harus mempertanyakan lagi tentang pemahamannya. Kecuali orang-orang yang berjuang mempertahankan keutuhan bangsa dan negerinya. Itu lain persoalan.
Bahkan Rasululllah, sosok paling mulia ini, masih menjalin silaturahmi dengan orang yang setiap hari melempari beliau dengan kotoran. Sungguh! Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya untuk men-dzalimi orang lain di sekitarnya.
Kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat non muslim, bukanlah untuk mengislamkan orang-orang di sekitar kita, menyuruh mereka masuk Islam dan keluar dari agamanya. Sama sekali tidak. Tapi kewajiban kita adalah untuk ber 'akhlakul kharimah', berakhlak mulia, merepresentasikan nilai-nilai Islam dalam segala aspek kehidupan kita. Bahkan jika ada saudara kita yang beralih agama dari Islam, kewajiban kita adalah meluruskan kembali hal-hal yang telah ia salah pahami tentang dien ini, bukan memaksanya kembali ke Islam. Itu dilakukan atas dasar cinta padanya karena Allah semata.
Lalu tunggu apalagi? Mari masuki Islam secara kaffah mulai hari ini. Kita tunjukkan indahnya Islam kepada lingkungan kita.
Islam sangat indah. Sungguh!
Belum percaya?
Mari belajar bersama-sama....
Salah satu fenomena yang sangat mengkhawatirkan dalam waktu dekat ini adalah Valentine's Day. Saya tidak akan membahas tentang bid'ah dalam perayaan ini, ataupun tentang asal usul budaya ini. Kejelasannya mutlak dan hukumnya jelas. Haram! Referensi tentang hal ini dari kacamata Islam bertebaran banyak sekali di internet.
Telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam, bahwa beliau bersabda. "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka".
Valentine's day termasuk jenis yang disebutkan tadi, maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat, bahkan seharusnya meninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan Rasul-Nya serta untuk menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah dan siksa-Nya. Lain dari itu, diharamkan atas setiap muslim untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan, baik itu berupa makanan, minuman, penjualan, pembelian, produk, hadiah, surat, iklan dan sebagainya, karena semua ini termasuk tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta maksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sementara Allah Swt telah berfirman, "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya." [Al-Maidah: 2]
Saya hanya menyayangkan bahwa kita sebagai muslim mungkin lupa bahwa Islam sesungguhnya punya konsep yang jauh lebih indah tentang yang namanya "kasih sayang". Yaitu kehadiran kita di dunia ini sebagai Rahmatan Lil 'Alamin. Rahmat untuk seluruh alam. Subhanallah, indah sekali. Tidak ada hubungannya dengan tanggal-tanggal tertentu.
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (Dari kitab shahih Muslim, yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik)
"Apabila seseorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengatakan rasa cintanya kepadanya" (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Pengekspresiannya pun tidak terbatas untuk sosok tertentu, apalagi yang jelas-jelas bukan muhrimnya. Sifatnya luas. Untuk seluruh alam. Seluruh mahkluk. Kapan saja. Di mana saja. Tidak terbataskan oleh simbol-simbol hadiah. Cintanya melangit. Disukai Allah dan dipuji oleh manusia-manusia langit. Halal. Syar'i. Tidak terbungkus oleh pembenaran-pembenaran duniawi. Cinta yang tidak akan pernah berbuah kecewa. Patah hati, sebab sumbernya manusia yang banyak lupa. Karena mimbarnya adalah cahaya ilahi dan sifatnya abadi. Subhanallah. Adakah konsep yang lebih indah dari ini? Katakan, adakah konsep yang lebih indah dari ini?
posted by @Adimin
Islam Memang Indah
"Tolong katakan, jika menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan bagian
iman, bagaimana mungkin Islam memerintahkan pemeluknya untuk mengganggu orang
lain, melakukan teror, pembunuhan, pengrusakan dan peledakan?"
Dikutip dari majalah As-sunnah
Tanggung jawab kita sebagai seorang muslim yang berdomisili di negeri bermayoritas non muslim saya rasa berbeda kadarnya dengan teman-teman kita di tanah air. Rasanya ingin sekali meluruskan beberapa persepsi-persepsi yang salah baik yang dimiliki oleh born muslim, maupun oleh non muslim tentang agama ini. Sayangnya saya tidak selalu punya kemampuan untuk itu.
Islam sangat sempurna. Sungguh!
Belum percaya? Masa?
Ayo kenalan dulu jika begitu....
Ustadz bilang, jika ada keraguan tentang agama ini, tanyakanlah pada ulama yang benar-benar paham dan kompeten. Don’t doubt Islam, but doubt your knowledge. Islam adalah the way of life yang sangat sempurna. Tapi tidak demikian halnya dengan orang-orangnya. Apa yang dilakukan oleh seorang muslim, tidak berarti demikianlah yang diajarkan dalam Islam. Apa yang berbau arab, tidak menjamin bahwa itu tuntutan agama Islam. Jika ada yang merusak tempat-tempat umum atas nama Islam, justru kita harus mempertanyakan lagi tentang pemahamannya. Kecuali orang-orang yang berjuang mempertahankan keutuhan bangsa dan negerinya. Itu lain persoalan.
Bahkan Rasululllah, sosok paling mulia ini, masih menjalin silaturahmi dengan orang yang setiap hari melempari beliau dengan kotoran. Sungguh! Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya untuk men-dzalimi orang lain di sekitarnya.
Kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat non muslim, bukanlah untuk mengislamkan orang-orang di sekitar kita, menyuruh mereka masuk Islam dan keluar dari agamanya. Sama sekali tidak. Tapi kewajiban kita adalah untuk ber 'akhlakul kharimah', berakhlak mulia, merepresentasikan nilai-nilai Islam dalam segala aspek kehidupan kita. Bahkan jika ada saudara kita yang beralih agama dari Islam, kewajiban kita adalah meluruskan kembali hal-hal yang telah ia salah pahami tentang dien ini, bukan memaksanya kembali ke Islam. Itu dilakukan atas dasar cinta padanya karena Allah semata.
Lalu tunggu apalagi? Mari masuki Islam secara kaffah mulai hari ini. Kita tunjukkan indahnya Islam kepada lingkungan kita.
Islam sangat indah. Sungguh!
Belum percaya?
Mari belajar bersama-sama....
Salah satu fenomena yang sangat mengkhawatirkan dalam waktu dekat ini adalah Valentine's Day. Saya tidak akan membahas tentang bid'ah dalam perayaan ini, ataupun tentang asal usul budaya ini. Kejelasannya mutlak dan hukumnya jelas. Haram! Referensi tentang hal ini dari kacamata Islam bertebaran banyak sekali di internet.
Telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam, bahwa beliau bersabda. "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka".
Valentine's day termasuk jenis yang disebutkan tadi, maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat, bahkan seharusnya meninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan Rasul-Nya serta untuk menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah dan siksa-Nya. Lain dari itu, diharamkan atas setiap muslim untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan, baik itu berupa makanan, minuman, penjualan, pembelian, produk, hadiah, surat, iklan dan sebagainya, karena semua ini termasuk tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta maksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sementara Allah Swt telah berfirman, "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya." [Al-Maidah: 2]
Saya hanya menyayangkan bahwa kita sebagai muslim mungkin lupa bahwa Islam sesungguhnya punya konsep yang jauh lebih indah tentang yang namanya "kasih sayang". Yaitu kehadiran kita di dunia ini sebagai Rahmatan Lil 'Alamin. Rahmat untuk seluruh alam. Subhanallah, indah sekali. Tidak ada hubungannya dengan tanggal-tanggal tertentu.
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (Dari kitab shahih Muslim, yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik)
"Apabila seseorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengatakan rasa cintanya kepadanya" (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Pengekspresiannya pun tidak terbatas untuk sosok tertentu, apalagi yang jelas-jelas bukan muhrimnya. Sifatnya luas. Untuk seluruh alam. Seluruh mahkluk. Kapan saja. Di mana saja. Tidak terbataskan oleh simbol-simbol hadiah. Cintanya melangit. Disukai Allah dan dipuji oleh manusia-manusia langit. Halal. Syar'i. Tidak terbungkus oleh pembenaran-pembenaran duniawi. Cinta yang tidak akan pernah berbuah kecewa. Patah hati, sebab sumbernya manusia yang banyak lupa. Karena mimbarnya adalah cahaya ilahi dan sifatnya abadi. Subhanallah. Adakah konsep yang lebih indah dari ini? Katakan, adakah konsep yang lebih indah dari ini?
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2014
posted by @Adimin
HNW: Wali Kota di DKI Jakarta Juga Hanya Ditunjuk
Written By Sjam Deddy on 29 September, 2014 | September 29, 2014
Ketua Fraksi Partai keadilan (PKS) Hidayat Nur Wahid mempertanyakan
sikap pihak-pihak yang mempersoalkan pilkada melalui DPRD, tetapi tidak
pernah mempersoalkan penunjukkan wali kota di DKI Jakarta yang juga
hanya ditunjuk.
"Di DKI Jakarta, wali kota juga tidak pernah dipilih secara langsung, tapi melalui penunjukkan. Kenapa di DKI Jakarta (pemilihannya) tidak dipersoalkan oleh LSM-LSM?" kata Hidayat kepada Republika Online (ROL), Ahad (28/9).
Tidak hanya di DKI Jakarta saja, lanjut Hidayat, di Daerah Istimewa Yogyakarta juga tidak pernah dilakukan pemilihan langsung untuk Gubernur DIY. "Itu artinya setiap daerah memiliki pendekatan tersendiri," kata Hidayat.
Hidayat menolak jika disebutkan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dianggap melanggar UUD. Menurutnya, pemilihan secara langsung hanya dilakukan untuk memilih presiden, DPR, dan DPRD. Sementara pemilihan kepala daerah bisa dilakukan dengan pendekatan yang tidak melanggar UUD 1945.
"Jadi bukan karena (kepala daerah) tidak dipilih langsung berarti sebuah kemunduran. Berarti mereka tidak benar dalam membaca konstitusi," ungkap dia. Kedaulatan ada di tangan rakyat dilaksanakan sesuai UUD dan dikonstitusi.
"Di DKI Jakarta, wali kota juga tidak pernah dipilih secara langsung, tapi melalui penunjukkan. Kenapa di DKI Jakarta (pemilihannya) tidak dipersoalkan oleh LSM-LSM?" kata Hidayat kepada Republika Online (ROL), Ahad (28/9).
Tidak hanya di DKI Jakarta saja, lanjut Hidayat, di Daerah Istimewa Yogyakarta juga tidak pernah dilakukan pemilihan langsung untuk Gubernur DIY. "Itu artinya setiap daerah memiliki pendekatan tersendiri," kata Hidayat.
Hidayat menolak jika disebutkan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dianggap melanggar UUD. Menurutnya, pemilihan secara langsung hanya dilakukan untuk memilih presiden, DPR, dan DPRD. Sementara pemilihan kepala daerah bisa dilakukan dengan pendekatan yang tidak melanggar UUD 1945.
"Jadi bukan karena (kepala daerah) tidak dipilih langsung berarti sebuah kemunduran. Berarti mereka tidak benar dalam membaca konstitusi," ungkap dia. Kedaulatan ada di tangan rakyat dilaksanakan sesuai UUD dan dikonstitusi.
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2014
posted by @Adimin
Ketua MUI: Umat Islam Harus Dibekali Politik dan Ekonomi
JAKARTA - Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Ridwan mengatakan siapapun
warga Indonesia mempunyai hak sama untuk memimpin, termasuk Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok. Alasannya konstitusi kita tidak melarangnya.
Hanya saja semua ada resikonya. Karena itu, Kiai Cholil mengingatkan, jika memang Ahok terpilih menjadi kepala daerah Jakarta, umat muslim juga harus siap-siap menerima ganjarannya.
Lebih khusus, ia mengajak umat Islam lebih peduli dengan dunia politik. Pesantren, majelis ta’lim, dan lembaga Islam menurutnya masih sibuk pada urusan masing-masing.
“Lembaga pendidikan Islam hanya ngaji sendiri. Tidak untuk kepentingan umat banyak,” demikian kritik Kiai Cholil Ridwan saat menjadi pembicara taklim “Taqarrab Ilallah“ di Masjid Baiturahman, Menteng Atas, Jakarta.
Ia juga menyarankan agar lembaga-lembaga Islam segera berbenah diri, sadar dan memperhatikan dunia politik.
“Masukkan kesadaran politik,” tambahnya.
Dengan begitu umat Islam akan segera bangkit dari keterpurukan di dalam kekosongan pemimpin yang selama ini jauh dari kata proporsional. Jika perlu, ia mengatakan setiap khatib yang berkhutbah di masjid-masjid dibekali pemahaman politik dan aspek ekonomi agar umat Islam segera memegang kekuasaan.
“Jika perlu bekali khatib bicara politik dan ekonomi agar Islam ikut memegang kekuasaan,” katanya.
Namun ia memberi catatan. Agar pemimpin Islam yang proporsional hadir, umat Islam di seluruh Indonesia mendukung penuh. Bukan justru dengan berpikir su’uzdan
Hanya saja semua ada resikonya. Karena itu, Kiai Cholil mengingatkan, jika memang Ahok terpilih menjadi kepala daerah Jakarta, umat muslim juga harus siap-siap menerima ganjarannya.
Lebih khusus, ia mengajak umat Islam lebih peduli dengan dunia politik. Pesantren, majelis ta’lim, dan lembaga Islam menurutnya masih sibuk pada urusan masing-masing.
“Lembaga pendidikan Islam hanya ngaji sendiri. Tidak untuk kepentingan umat banyak,” demikian kritik Kiai Cholil Ridwan saat menjadi pembicara taklim “Taqarrab Ilallah“ di Masjid Baiturahman, Menteng Atas, Jakarta.
Ia juga menyarankan agar lembaga-lembaga Islam segera berbenah diri, sadar dan memperhatikan dunia politik.
“Masukkan kesadaran politik,” tambahnya.
Dengan begitu umat Islam akan segera bangkit dari keterpurukan di dalam kekosongan pemimpin yang selama ini jauh dari kata proporsional. Jika perlu, ia mengatakan setiap khatib yang berkhutbah di masjid-masjid dibekali pemahaman politik dan aspek ekonomi agar umat Islam segera memegang kekuasaan.
“Jika perlu bekali khatib bicara politik dan ekonomi agar Islam ikut memegang kekuasaan,” katanya.
Namun ia memberi catatan. Agar pemimpin Islam yang proporsional hadir, umat Islam di seluruh Indonesia mendukung penuh. Bukan justru dengan berpikir su’uzdan
posted by @Adimin
Label:
Dunia Islam,
TOPIK PILIHAN





