pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Mahyeldi: Lahan Dianggurkan Dikenakan Pajak Tinggi

Written By Anonymous on 09 March, 2015 | March 09, 2015


PADANG - Lahan masyarakat yang dianggurkan di Kota Padang bakal dikenakan pajak tinggi, sebaliknya lahan yang dimanfaatkan dengan menanami palawija dan tanaman muda lainnya dimurahkan.

Hal ini dikatakan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah saat pencanangan pemanfaatan lahan tidur masyarakat dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan ini dipusatkan di RT V Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (7/3). Dihadiri Anggota DPRD Kota Padang, Muspida, Pimpinan SKPD terkait, para camat serta perwakilan kelompok tani.

Mahyeldi mengatakan, Pemerintah Kota Padang sedang merancang Peraturan Walikota terkait pemanfaatan lahan tidur.

"Kita ingin lahan kosong yang ada dapat dimanfaatkan untuk pertanian agar keberadaan lahan tersebut tidak menjadi sumber penyakit," kata Mahyeldi.

Menurut Walikota Padang yang Sarjana Pertanian itu, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk pertanian, sama dengan mendukung program ketahanan pangan. Sekaligus mengurangi sumber - sumber penyakit yang berasal dari lahan kosong. Sebab, lahan kosong biasanya menjadi sarang nyamuk dan hewan kecil yang berbahaya lainnya.

Dalam pemanfaatan lahan tidur masyarakat ini, untuk Kecamatan Padang Utara sendiri dipelopori oleh kelompok tani Beringin Sakti. Kelompok ini akan mengolah lahan - lahan kosong yang masih banyak terdapat di Kelurahan Lolong Belanti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Kota Padang Heryanto Rustam menyatakan akan menyediakan berbagai jenis bibit tanaman palawija serta tanaman cepat berbuah lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

"Kita akan berikan bantuan bibit bagi masyarakat yang mengolah lahan tidur," kata Heryanto.

Sedangkan untuk pembinaan masyarakat kelompok tani, pihak Kodim 0312 Padang juga bersedia menurunkan penyuluh yang terlatih dalam bercocok tanam. Terutama dalam teknik menanam dan pemeliharaan tanaman hingga pemupukan. [Humas dan Protokol Kota Padang]


posted by @Adimin

Atraktif Dalam Berdakwah

Written By Sjam Deddy on 08 March, 2015 | March 08, 2015

 Bekal yang terpenting dari semuanya adalah, seorang pendakwah harus sesuai ucapan dan perbuatannya


MENJADI seorang Muslim yang baik bukanlah semata-mata hanya taat shalat, puasa, zakat, haji, dan melimpahnya jumlah hitungan tasbih. Tetapi tak kalah pentingnya adalah sejauh mana manfaatnya kepada orang lain.

Kesalehan individu harus dibarengi dengan koreksi terhadap kesalahan orang lain karena bencana bukan hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang tidak saleh saja.

Dalam Al-Quran Surat Al- ‘Ashr [103]:1-3) dijelaskan dengan gamblang bahwa, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan kesabaran.” Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah besabda, “Manusia bergantung kepada Allah, yang lebih dicintai-Nya adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya.”

Jadi Muslim yang baik, beruntung dan tidak buntung adalah, mereka yang melengkapi perbuatan baiknya dengan keimanan, kesabaran, dan selalu nasihat-menasihati dalam menunjukkan kebenaran ajaran Islam serta kesabaran dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Dengan itu, seorang Muslim dapat bermanfaat kepada Muslim lainnya, makin berkualitas nasihat yang kita sampaikan, makin tinggi pula nilainya di sisi Allah.

Makin menarik metode dalam memberikan nasihat, makin ramai pula peminat nasihat, dan tentunya amal kita juga makin meningkat.

Siapa yang menunjukkan satu perbuatan baik kepada orang lain, niscaya ia akan turut mendapatkan pahala sebagaimana yang melakukakannya, tidak berkurang sedkit pun, dan barang siapa yang menunjukkan jalan kesesatan, niscaya dosanya persis dengan orang yang mekakukan dosa itu tak kurang sedikit pun. Demikian Nabi bersabda.


Dakwah Atraktif

Islam sebagai agama misi mengharuskan ada segolongan orang yang melakukan kerja-kerja dakwah secara profesional dan atraktif, sehingga umat mendapat pencerahan dan bimbingan sesuai apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersama para sahabatnya: amar ma’ruf nahi munkar.

Orang yang terlibat dalam dakwah adalah manusia pilihan yang menjadi pewaris para nabi (waratsatul anbiya’). Karena sentuhan para dai sehingga agama ini tetap eksis di muka bumi. Untuk itulah, para dai perlu bekal yang cukup sebelum terjun dalam masyarakat luas, bukan hanya sekadar memiliki satu-dua buku kumpulan khutbah Jum’at lalu terjun bebas berdakwah tanpa ilmu yang memadai dan pengetahuan tentang metodologi dakwah yang mumpuni. Kita tidak butuh dai yang fakir materi dan miskin metode.

Penguasaan materi adalah hal mutlak yang harus dimiliki seorang dai, dalam ajaran Islam, ada tiga perkara inti yang harus diketahui setiap Muslim, yaitu ‘ilmu ushuluddin, atau landasan ajaran agama (tauhid), ‘ulum as-syariah, atau ilmu yang berhubungan dengan tata cara beribadah (kepada Allah) dengan baik dan benar, serta ilmu muamalat, termasuk di dalamnya adab berinteraksi sesama makhluk Allah di muka bumi yang sebagian ulama menamai at-tashawwuf wal akhlaq.

Jika para rasul mendapatkan materi dari Allah melalui wahyu, maka manusia biasa seperti kita harus mendapatkan ilmu dengan cara belajar dan membaca. Para dai harus memiliki keilmuan yang syumul (komprehensif) sehingga dakwahnya selain kaya materi juga harus selalu situasional. Tidak mesti benar-benar ahli dalam satu bidang, tetapi minimal harus tau bidang-bidang tertentu yang sering menjadi tema pembahasan. Penceramah tidak mesti seorang pakar hadis untuk mengutif sebuah hadis, tapi ia harus tau kedudukan sebuah hadis dan cara menerangkan  (matan) isinya  dengan benar.

Ketika para dai banyak membaca, maka mereka akan sanggup memimpin umat Islam. Jika umat Islam membaca lebih banyak lagi, maka mereka akan memimpin peradaban umat manusia. Sungguh sebuah ironi, karena faktanya: orang-orang Barat (Kristen) banyak membaca, sedang umat Islam sedikit membaca! Selain itu, kita belajar untuk membaca, sedang Barat membaca untuk belajar.

Selain materi, penguasaan metode berdakwah juga tak kalah pentingnya. Dalam ilmu komunikasi kita kenal “Fannul Khithobah” seni berpidato. Ilmu ini juga tak kalah pentingnya, karena seorang orator kendati menguasai materi sebanyak apa pun, namun jika terserang ‘demam  panggung’ semuanya akan sia-sia. Atau seorang dai yang tidak tau metode dakwah sehingga para jamaah salah paham dan berbalik memusuhinya, ini jauh lebih fatal.


Tak Memburu Kemewahan Dunia

Hisham Altalib, dalam “Training Guide for Islamic Workers, 1991” menulis sebuah cerita tentang seorang ustad yang mahir mendidik para santrinya untuk berdakwah. Enam bulan teori –pembekalan materi—dan tiga bulan untuk praktik-lapangan. Seorang siswa yang percaya diri telah menyelesaikan bagian teori merasa bahwa dia akan dapat mengerjakan praktiknya sendiri. Sang ustad mengingatkan, tapi tidak digubris. Dia telah memilih sebuah desa nun jauh untuk melakukan praktik dakwahnya sendiri. Pada hari Jumat pertama di desa itu, seorang imam gadungan menyampaikan satu khutbah yang penuh dengan kebohongan tentang Allah dan Rasul-Nya.

Santri tersebut berdiri dan berteriak dengan lantang, ‘Imam itu pembohong! Allah dan Rasul-Nya tidak mengatakan demikian!’ Sang Imam pun menjawab, ‘Pemuda itu kafir dan harus dihukum!’ Para hadirin shalat jumat bersatu menyerang santri itu secara membabi buta.

Ia pun kembali pada ustad dengan balutan dan tulang yang remuk (babak belur). Ustad berkata padanya, ‘Akan kutunjukkan padamu praktik dakwah yang baik dan atraktif.’

Jumat selanjutnya, mereka pergi ke masjid yang sama dengan imam yang sama menyampaikan khutbah serupa. Setelah mendengar khutbah, sang ustad berdiri dan berkata, ‘Imam kalian adalah lelaki penghuni surga. Setiap orang yang mengambil rambut dari jenggutnya akan mendapatkan surga!’

Seketika,  para jamaah Jumat menyerang janggut sang imam dan setiap orang menarik satu rambut dari jenggutnya sampai gundul, darah pun bercucuran. Ustad lalu membisikkan kata-kata kepada Imam gadungan, ‘Akankah Anda berhenti berbohong tentang Allah dan Rasul-Nya? Atau Engkau ingin hukuman tambahan?’ Sang imam mengaku salah dan bertobat. Santri itu menyadari kekeliruannya, dan memohon pada ustad agar diberi waktu tambahan tiga bulan untuk praktik berdakwah. Teori dan praktik  dua adalah kutub yang beda.

Bekal yang terpenting dari semuanya adalah, seorang pendakwah harus sesuai ucapan dan perbuatannya. Tidak lazim membahas tema fadhilatul ju’ keutamaan berlapar-lapar sementara dia sendiri tidak pernah kelaparan; menekankan keutamaan shalat berjamaah sementara ia hanya berjamaah di hari Jumat; menekankan keutamaan berpoligami sementara dirinya belum punya istri walau hanya satu. Inilah yang dimaksud dalam Al-Quran (QS. 61:2), lima taquluna ma la taf’alun, Mengapa kamu katakan sesuatu yang tidak kamu laksanakan?

Hingga saat ini, umat Islam masih tetap memandang bahwa para dai adalah harapan, cita-cita, dan penyelamat bangsa dan umat, mereka adalah agent of change.

Salah satu ciri kian dekatnya hari kiamat adalah, jika para dai ramai-ramai menetap di kota untuk memburu kemewahan dunia, dan pada saat yang sama para misionaris berramai-ramai masuk kampung untuk menyelamatkan ‘domba-domba’ sesat.  

Wallahu a’lam!

Penulis adalah pemerhari pendidikan Islam dan aktivis dakwah


posted by @Adimin

Silaturahim Wako Padang bersama Struktur DPD dan DPC PKS


pkspadang.com :  Dalam rangka menyerap masukan dari seluruh elemen yang ada dalam masyarakat, baik dari masyarakat umum maupun dari kader PKS sendiri maka, setiap bulan pada pekan pertama DPD PKS Padang mendapat kehormatan bersilaturahim dgn walikota Padang. Kegiatan ini dilakukan pada hari kamis setelah ashar.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh struktur DPD dan DPC PKS se kota Padang. Mahyeldi selaku Walikota menyambut baik adanya acara ini.

Pada pertemuan perdana rombongan tim DPD dan DPC di kepalai oleh Ustad Arwim, wakil ketua DPD.


Kegiatan ini di harapkan terus bertahan kedepannya. Mahyeldi menceritakan perkembangan dan pelaksanaan program pemko Padang. Ia berharap dengan pertemuan ini terjadi sinergi antara program yg telah di rencanakan dengan keinginan masyarakat dan kader secara keseluruhan, sehingga program program tersebut setidaknya bisa memenuhi keinginan masyarakat kota Padang.

Pada sesi tanya jawab, banyak pertanyaan yg muncul dari baik dari perwakilan DPD maupun dari Ketua ketua DPC. Pertanyaan yang di lontarkan terkait dengn penerapan program di lapangan, serta berbagai keluhan dari masyarakat.

Semua pertanyaan di respon baik oleh walikota, beliau sangat senang mendapat laporan secara langsung dari kader kader PKS.

salahsatu contoh program yang banyak mendapatkan pertanyaan adalah tentang dana kematian, karena adanya surat adaran dari presiden melalui kemendagri yang menyatakan tidak ada bansos. sehingga program tersebut berdasarkan undang undang dengan sangat terpaksa tidak bisa terlaksana padahal sudah di anggarkan sebesar 2 milyar.

Semoga pertemuan tersebut bisa dijadikan ajang Wattawa shoibil haq watawa showbishsabr.


posted by @Adimin

Mahyeldi: Jika Ingin Cimpago Bersih, Jangan Buang Limbah ke Drainase

Written By Anonymous on 07 March, 2015 | March 07, 2015


PADANG - Sampah yang kerap merusak pemandangan di permukaan Danau Cimpago, Purus ternyata juga menjadi keluhan warga setempat. Disamping menyebabkan air danau buatan tersebut berair hitam pekat juga menimbulkan bau yang tak sedap.

"Ini memang perlu penanganan segera. Sebab danau buatan ini bukan untuk penampung limbah melainkan penampung air hujan dan hilir dari drainase yang ada di kawasan Purus dan Olo,” kata Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah saat berdialog dengan warga usai shalat Jumat di Masjid Nurul Anhar, Purus, Kecamatan Padang Barat, Jumat (6/3).


Menurut Mahyeldi, Pemerintah Kota Padang telah melakukan pembersihan drainase melalui gerakan gotong royong yang dimotori Camat, Muspika dan anggota DPRD beberapa waktu lalu. Juga melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dikerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan drainase, serta pengangkutan sampah dan sedimen oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

"Jika masih ada sampah yang dibuang ke saluran air, apalagi membuang limbah, maka masyarakat harus diingatkan tentang dampak dari perbuatan tersebut," ujar Walikota Mahyeldi dalam kegiatan yang disebut Jumat Keliling ini. Dimana beberapa pimpinan SKPD, Camat dan Lurah juga turut hadir.

Ia menambahkan, terutama limbah dari Rusunawa (Rumah Susun Sewa) Purus akan dicari alternatif pembuangannya, agar tidak langsung ke Danau Cimpago.

"Jika ingin Danau Cimpago bersih, jangan buang sampah ke drainase. Masyarakat harus bersama - sama menjaga kebersihannya," tukas Wako.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Muswendri Evites menyebutkan, selain melakukan pembersihan dan pengerukan drainase di kawasan Purus, dari Balai Sungai juga akan melakukan pembersihan danau tersebut agar dapat maksimal menampung air pasang dari laut.

"Dengan demikian air pasang tidak lagi menyebabkan banjir di pemukiman warga,” imbuhnya.

Untuk menunjang pariwisata, di sekitar kawasan Danau Cimpago akan dibuat pedistrian. "Nantinya pedistrian ini dapat dinikmati pengunjung pantai. Didukung pula dengan keberadaan Lapau Panjang Cimpago tempat pengunjung menikmati minuman dan makanan sambil melihat ke danau dan pemandangan pantai," ungkapnya.

Hal ini menjawab pertanyaan warga, Suardi (47) yang disampaikan dalam dialog tersebut.

”Kami ingin Pemerintah Kota Padang dapat mengatasi hal ini. Bagaimana Danau Cimpago ini bebas dari sampah agar airnya jernih sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik wisata,” kata Suardi. [Humas dan Protokol Kota Padang]


posted by @Adimin

Aleg PKS Bantah Maki Ahok Usai Rapat Mediasi

Written By Anonymous on 06 March, 2015 | March 06, 2015



Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah telah memaki Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok usai rapat mediasi antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta bersama Kementerian Dalam Negeri.

"Di pagi ini kita dikagetkan dg tuduhan yang keji & fitnah. Alhamdulillah lisan ini masih terjaga & tidak mengucapkan spt hal yang dituduhkan," ujar Arif melalui akun Twitter @Tubagus_Arif, Jumat (6/3/2015).

Arif juga menambahkan sebuah tautan video yang diunggah ke Youtube dan mengajak teman-temannya untuk menebak.

"Hehe...teman2 kita main tebak2an aja ya....coba cari baju yg saya pakai. sy kasih clue cek bagian akhir.https://t.co/fXCNSKj3FR," katanya.

Arif bersyukur teman-temannya banyak yang mempercayai bahwa memang bukan dia yang mengeluarkan kata-kata tidak sopan itu.

"Alhamdulillah, lebih banyak yang percaya saya tak keluarkan kata2 itu. Jaga hati, fokus ke substansi. Video dari angle manapun tak menemukan siapa sebenarnya yang mengucapkan kata2 itu, saat rapat mediasi kemarin," bebernya.

Arif juga mengajak untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta dan mulai membangun agar warga tak terabaikan.

"Sekali lagi jaga hati, fokus ke substansi tanpa fitnah sana-sini..Yuk Jum'atan," ujar Arif mengakhiri.

Untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan video klarifikasi tentang siapa yang memaki Ahok tersebut melalui tautan berikut ini http://youtu.be/MRb6H4140xs

(*)


posted by @Adimin

Fahri Protes Menlu Australia Terkait Usulan Barter Duo 'Bali Nine'


Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprotes usulan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop yang ingin membarter dua terpidana mati Bali Nine dengan tiga warga Indonesia yang ditahan di negeri Kangguru tersebut.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, pemerintah harus menunjukkan pada dunia bahwa hukum Indonesia adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan dan tidak patut untuk dilakukan pertukaran tahanan.

"Apa kepentingan besar (berantas narkoba) di Indonesia saja, kepentingan paling besar apa? Kepentingan kita menunjukkan ke dunia, kita tidak main-main soal narkoba," tegas Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, seperti dilansir okezone, Kamis (5/3/2015).

Fahri menambahkan, dunia harus mengetahui bahwa Indonesia sangat menentang peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Hukuman mati bagi bandar narkotika tidak bisa ditawar lagi, tujuanya agar memberikan efek jera.

"Kita ini negara yang ketat soal narkoba, ada banyak negara yang tidak ketat aturannya. Ini peringatan bahwa soal narkoba Indonesia tidak bisa main-main," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah Australia memang terus berusaha menyelamatkan nyawa terpidana mati duo ‘Bali Nine’, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Salah satu usaha terakhir mereka adalah dengan melakukan penukaran tahanan asal Indonesia ke Pemerintah Indonesia.

Saat ini terdapat tiga warga Indonesia yang ditahan di Negeri Kanguru terkait kasus narkoba. Mereka adalah adalah Kristito Mandagi, Saud Siregar, dan Ismunandar.[
*/pksnongsa]



posted by @Adimin

HNW Dukung Pembentukan Komnas Disabilitas Indonesia



Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (HNW) mendukung pembentukan Komisi Nasional Disabilitas Indonesia (Komnas DI). Komisi ini penting keberadaannya untuk membela dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Dukungan tersebut disampaikan Hidayat saat mengunjungi Yayasan Mitra Netra di kawasan Lebakbulus, Jakarta Selatan, Senin (4/3) sore.

Dalam kesempatan kunjungannya, Hidayat berdialog dengan para pengurus yayasan serta meninjau sarana dan prasarana yang dimiliki yayasan, yang telah banyak membantu, melatih, mendidik, serta merehabilitasi para tuna netra. Selain itu, yayasan yang didirikan oleh Bambang Basuki sejak tahun 1992 tersebut juga banyak menerbitkan buku-buku dengan tulisan Braile, termasuk Al Quran Braile.

Hidayat, yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, mengatakan bahwa ia akan berusaha mengajak Anggota Komisi VIII DPR RI lainnya, bukan saja mendukung pembentukan Komas DI, tetapi juga memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Penyandang Disabilitas yang mengakomodasi kepentingan penyandang disabilitas.

“Saya akan mengajak teman-teman di Komisi VIII DPR untuk mendukung pembentukan Komnas Disabiltas Indonesia, serta memperjuangkan RUU Penyandang Disabilitas menjadi Undang-Undang,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, RUU Penyadang Disabilitas sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2015. “Semoga dalam masa sidang tahun ini pembahasan RUU Penyandang Disabilitas dapat diselesaikan,” lanjut Hidayat.

Hidayat juga menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi kepada Yayasan Mitra Netra yang telah membantu memberdayakan para penyandang tuna netra di tanah air dengan berbagai aktivitasnya, meski dengan segala keterbatasannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki menyampaikan perlunya pemerintah turun tangan membantu pendanaan yayasan. Menurut Bambang, selama ini pendanaan untuk aktivitas yayasan banyak dibantu oleh negara-negara Uni Eropa, terutama Belanda. Namun sejak Eropa mengalami krisis dan Indonesia masuk dalam Kelompok Negara G-20, bantuan dana dari Uni Eropa praktis berhenti.

“Karena Eropa krisis, kemudian sebagai Negara G-20 kita tidak lagi masuk priotas negara yang harus dibantu, maka bantuan dana berhenti. Akibatnya kami terpaksa harus memberhentikan 13 orang instruktur yang selama ini menjadi andalan yayasan,” terang Bambang.

Karenanya Bambang berharap dengan posisinya saat ini Hidayat dapat menyampaikan kepada pemerintah agar memperhatikan yayasan-yayasan yang membantu memberdayakan penyandang disabilitas, termasuk Yayasan Mitra Netra.

Menanggapi hal ini, Hidayat berjanji akan menyampaikannya kepada pemerintah. Ia juga akan mengajak pihak-pihak lainnya di luar pemerintah untuk ikut membantu aktivitas yayasan yang mengurusi para penyandang disabilitas. [pks.or.id]



posted by @Adimin

Mahfudz Siddiq: Jangan Jadikan Eksekusi Mati untuk Kampanye Popularitas


JAKARTA (4/3) - Pemerintah Australia harus bijak menyikapi eksekusi mati duo Bali Nine. Sebab ini murni soal penegakan hukum dalam kondisi peredaran narkoba yang sudah kritis di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Komisi I, Mahfud Siddiq, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 4/3).

"Jangan sampai di masa pemerintahan Perdana Menteri Tonny Abbott justru hubungan bilateral Australia-Indonesia menjadi rusak dan terputus karena sikap berlebihan dan tidak bijak," kata Mahfudz yang juga Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di saat yang sama, lanjut Mahfudz, pihak pemerintah Indonesia pun harus bijak dalam proses penegakan hukum tanpa harus demonstratif. 

"Yang penting kalem tapi tegas. Jauhkan pendekatan kampanye popularitas karena ini punya sensitivitas diplomatik," demikian Mahfudz. [http://www.rmol.co]


posted by @Adimin

Lagi, Wako Mahyeldi 'Gerilya' ke SKPD


PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah kembali 'bergerilya' ke beberapa kantor - kantor SKPD melakukan inspeksi dadakan. Yang disasar kali ini, Dinas Kelautan dan Perikanan, juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang kantornya bersebelahan di Jalan Samudera, Kamis (4/3).

Mahyeldi mendapati 22 orang pegawai di Dinas Kelautan dan Perikanan tidak mengenakan atribut lengkap seperti pin KORPRI dan pin "Saya Anti Sogok". Diantaranya pun masih ada yang terlambat. Sedangkan di Dinas Pariwisata yang mendapat giliran disidak berikutnya, Walikota mengabsen seluruh pegawai. Hasilnya, kehadiran pegawai lengkap di dinas ini.


"Saya tidak ingin lagi melihat pegawai bermalas - malasan, apalagi pada jam dinas. Kita dituntut untuk serius dalam mengawal program - program yang sudah digulirkan," ujar Mahyeldi.

Wako menambahkan, terlebih saat ini Pemko Padang sedang mengunggulkan pariwisata sebagai primadona serta program kelautan dalam mempersiapkan diri untuk tuan rumah KTT Menlu negara - negara Indian Ocean Rim Association (IORA).

"Kembali saya tegaskan, tidak boleh terlambat, berlambat - lambat, memperlambat apalagi menghambat," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Walikota Padang didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asnel yang kemudian ditugaskan untuk memberikan stresing kepada pegawai yang terlambat dan tidak memakai atribut lengkap. [Humas dan Protokol Kota Padang]


posted by @Adimin

Fragmen Kehidupan, Dimana Kita Berhenti?

Written By Anonymous on 05 March, 2015 | March 05, 2015



Oleh: Nandang Burhanudin

Fase-fase hidup kita selalu dihiasi fragmen. Ada yang keren beken. Ada yang busuk bak ayam tiren. Semua merenda sebuah cerita, apakah kita menjadi pemenang kehidupan atau pecundang.

Sebagai misal. Jika berbicara seputar Erdogan. Tak habis-habisnya terpapar keajaiban-keajaiban menakjubkan. Di tengah kehidupan yang penuh dusta dan angkara murka. Erdogan seolah menjadi oase harapan. Bahwa tak semua pemimpin dunia ini urakan.

Namun beda halnya dengan As-Sisi di Mesir atau Jokowi di Indonesia. Fragmen-fragmen kehidupan yang ditampilkan, selalu membuat sesak dada tak berkesudahan. As-Sisi melebihi malaikat maut. Datang mengancam siapapun yang berusaha unjuk tangan. Sedangkan Jokowi melebihi penyakit Aids. Membuat siapapapun dag-dig-dug berkepanjangan.

Dalam skala personal. Kita dihadapkan fenomena seorang LHI. Manusia terpidana 18 tahun, atas tuduhan penyuapan yang belum terjadi. Aroma hukuman berbau politis dan konspirasi. Namun Mahasuci Allah. Dalam penjara itulah, LHI menjadi manusia yang tengah dibersihkan, luar dalam.

Bandingkan dengan Abraham Samad. Ia sendiri yang blak-blakan membuka rekaman telpon LHI dengan wanita yang ternyata sah secara negara dan agama sebagai istrinya. Tapi tak lama kemudian, AS meraih predikat lebih mengenaskan. Sebagai penikmat wanita yang justru bukan istrinya.

Di titik ini saya memahami. Setiap dosa itu ada limit, ada batas maksimal. Boleh jadi, banyak yang mengira saya adalah orang baik atau orang shalih. Tapi pada dasarnya, Allah masih menutupi aib diri yang penuh borok dan bobrok ini. Pun di sisi lain, ada orang yang kita vonis sebagai manusia bejat dan jahat. Tapi ternyata, karena kejahatan dan kebejatannya itu, ia mengakrabkan diri dengan taubat.

Kawan! Tak ada kebahagiaan selain kita berada dalam gerbong perjuangan bersama Islam. Tidak pernah berhenti saat kita terhempas atau terjerumus dosa, sebesar apapun itu. Pun tidak pernah bangga dengan taat dan ibadah, sebesar apapun itu. Karena kita tak tahu, di halte mana tempat penghentian kita saat wafat. Kita hanya berusaha, agar Allah mewafatkan kita dalam husnul khatimah.

Mari berdoa, agar diri kita atau anak keturunan kita ada yang mirip dengan Erdogan atau Mursi di saat hidup atau seperti Syaikh Ahmad Yasin dari Palestina, Syaikh Hasan Al-Banna dari Mesir, Syaikh Omar Mokhtar dari Libya, Buya Hamka dan M. Natsir dari Indonesia saat wafat.



posted by @Adimin

Penambahan Wewenang Kepala Staf Kepresidenan Terlalu Berlebihan


BEKASI - Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 26/2015 tentang Kepala Staf Kepresidenan, menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, tidak terkecuali Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.

Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Luhut B Panjaitan mendukung komunikasi politik dan pengelolaan isu-isu strategis kepresidenan sesuai Perpres No. 190/2014 tentang Unit Kantor Presiden. Kini dengan Perpres yang baru, Kepala Staf Kepresidenan dapat ikut mengendalikan program prioritas.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPR RI, Saduddin menilai penambahan wewenang Kepala Staf Kepresidenan terlalu berlebihan dan bisa menimbulkan tumpang tindih dengan lembaga lain yang sudah ada di bawah lingkup kepresidenan.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, yang mengevaluasi Menteri adalah Presiden, atau bisa juga kewenangan tersebut didelegasikan kepada Wapres,” ungkap Saduddin saat ditemui di kediamannya, Bekasi, Rabu (4/3).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengatakan apabila penambahan kewenangan tersebut tidak memungkinkan, maka Presiden dapat menugaskan Menteri Koordinator (Menko) atau Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) dan juga Sekretaris Kabinet (Sekkab) untuk bisa mengambil peran, sesuai UU Kementerian.

“Staf Kepresidenan tidak diatur dalam UU Kementerian, maka harusnya jangan mengambil alih wewenang lembaga yang sudah ada, tetapi seharusnya menjadi sub-ordinat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Saad itu menilai penambahan kewenangan merupakan pemborosan dalam penyelenggaraan pemerintahan, karena peran lembaga yang ada menjadi tidak optimal. Terlebih lagi, kata Saad, hal tersebut menimbulkan kesan adanya politik akomodatif terhadap pihak-pihak yang dinilai sebagai Tim Sukses Presiden, untuk bisa memberikan akses yang lebih luas dalam mengatur jalannya pemerintahan.

Sebagaimana diketahui, kementerian atau lembaga setingkat kementerian di lingkungan Presiden terdiri dari Mensekneg, Sekkab, Staf Kepresidenan, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Pengawasan Keuangan Pemerintah (BPKP). [pks.or.id]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger