Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
May 02, 2015
posted by @Adimin
PKS: Inilah Wawasan Nasionalisme dan Kebangsaan Kami!
Written By Anonymous on 02 May, 2015 | May 02, 2015
Sebenarnya, soal nasionalisme atau kebangsaan, di PKS biasa kita bahas, bahkan pada pembinaan kader-kader tingkat pemula. Istilah kita kader tamhidiyah. Di tingkat pemula saja pasti diajari tentang doktrin-doktrin masalah cinta. Yaitu cinta yang dibingkai oleh batas-batas geografis ataupun cinta yang dibatasi oleh batas demografis.
Dari sudut pandang kami, yang mudah-mudahan insya Allah ini adalah sudut pandang Islam, nasionalisme atau kebangsaan itu adalah suatu hal yang fitri. Kata orang Malaysia, “yang semula jadi”, dan bersifat universal. Karena cinta kepada bangsa, kepada tanah air itu pasti ada pada makhluk yang bernyawa.
Bahkan Al-Qur’an pun karena sifatnya fitrah, memberikan isyarat-isyarat yang tegas tentang hal itu. Umpamanya ketika kita harus berbuat kebaikan, kata Allah SWT dalam Al-Qur’an,
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya…” (Q.S. Al-Isra’: 26)
Sudah tentu ‘kerabat dekat’ ini bukan hanya kedekatan dalam kaitan darah keturunan. Tapi bisa juga kedekatan geografis-demografis. Jadi menunaikan hak-hak kekerabatan itu, kita dituntut untuk melaksanakannya sebagai perintah Allah.
Begitu juga ayat lain menyebutkan, ketika kita berdakwah, memberi peringatan, beramar ma’ruf nahi munkar, yang didahulukan harus orang yang dekat dulu. Allah SWT berfirman,
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Q.S. Asy-Syu’ara: 214).
Dan, keluarga dekat kita adalah keluarga besar bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, beliau sangat merindukan untuk kembali ke Makkah. Kerinduan ini dijawab langsung oleh wahyu Allah SWT,
“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (Makkah)…”(Q.S. Al-Qashash: 85)
Jadi, kecintaan kepada tanah air, kepada bangsa, itu adalah fitrah. Atas dasar ini maka doktrin-doktrin seperti itu, yaitu kecintaan kepada tanah air, kepada bangsa—kita tanamkan pada masa tamhidiyah atau masa kader pemula.
Walaupun begitu, kita tidak menginginkan nasionalisme dan kebangsaan yang super dalam pengertian yang meremehkan, mendiskriditkan, dan merendahkan bangsa lain, atau menyepelekan negeri-negeri lain. Karena semangat kebersamaan dan kerjasama dalam kehidupan nasionalisme dan kebangsaan ini kita kembangkan secara lebih luas dalam konteks semangat kebersamaan dan semangat kerjasama dalam kehidupan kemanusiaan secara global internasional.
Kalau dalam pergaulan internasional itu kita tidak mempunyai basis bingkai kebangsaan dan ketanah-airan, maka kita tidak begitu dihargai. Cenderung dianggap pengungsi, cenderung dianggap wabah yang patut dikasihani. Sehingga tidak bisa tampil dengan mengangkat kepala. Tapi ketika kita tampil mewakili bangsa Indonesia, negara Indonesia, yang luasnya seluas Eropa Barat dan Timur, ketika kita tampil di forum internasional dengan memiliki basis bingkai kebangsaan dan ketanah-airan, niscaya ada kebanggaan dan kita pun dihargai.
Jadi, saya ingin menggaris bawahi, bahwa nasionalisme dan kebangsaan bagi kami adalah sangat fitrah, ‘semula jadi’ dan universal. Sehingga tidak harus menjadi sesuatu yang sangat complicated dan sulit. Masalah ini sudah selesai, karena itu bagian dari fitrah.
Kebersamaan dalam Merespon Arus Perubahan
Kita menghadapi arus perubahan yang terus menerus. Terutama dipacu dan dipicu oleh arus informasi secara global yang demikian deras. Perubahan mendorong kita untuk merespon bahkan mengantisipasi.
Sebetulnya perubahan itu adalah keniscayaan. Ada istilah dalam bahasa Arab, “Dawamul haal minal muhaal.”, artinya, “Keadaan yang tetap itu adalah sesuatu yang mustahil.”
Jadi memang selalu berubah, dan kita diharapkan mampu menjadi agen-agen perubahan. Agar jangan tergerus oleh perubahan yang didorong oleh hegemoni pihak-pihak asing. Tapi perubahan yang dilakukan oleh bangsa sendiri. Dalam merespon arus perubahan itu sudah barang tentu kita tidak mungkin sendirian. Sebab perubahan ini pasti dialami oleh semua komponen bangsa. Oleh karena itu merespon perubahan harus berdasarkan semangat kebersamaan dan semangat kerjasama dari segenap komponen bangsa.
Agar kebersamaan itu bisa terjalin, maka forum-forum dialog, berkomunikasi dan bermusyawarah harus semakin digalakkan. Untuk memudahkan dialog, berkomunikasi dan musyawarah, kita harus mempunyai ijabiyatur ru’yah atau positive thinking antara satu dengan yang lain.
Semua kita punya potensi positif—dan inilah yang harus kita gali, kita bangun, kita jalin, kita koordinasikan dan kita konsolidasikan. Potensi positif yang dimiliki oleh segenap komponen bangsa inilah yang harus kita himpun. Maka modal dasarnya adalah positif thinking. Jangan ada pandangan minor dan mendeskriditkan satu sama lain.
Insya Allah kalau kita sering musyawarah, sering bertemu, sering berembuk, kita bisa melahirkan al-khittah adz-dzakiyah, atau smart planning, perencanaan yang cerdas. Perencanaan yang cerdas yang sudah menghimpun daya inovasi bangsa ini, daya kreatif bangsa ini dan semangat kebersamaan bangsa ini, serta semangat kerjasama bangsa ini. Sehingga perencanaan kita Insya Allah menjadi perencanaan yang cerdas, sebab merupakan hasil urunan, urun rembuk dari seluruh komponen bangsa.
Yang ketiga harus ditindak lanjuti dengan al-a’maal al-qawiyyah (kerja keras). Insya Allah dengan tiga hal ini: positive thinking, smart planning, dan hard working—kita bisa selalu merespon perubahan. Walaupun perubahan itu sulit, didorong juga arus globalisasi, tapi dengan semangat kebersamaan, pandangan positif antara satu dengan yang lain, termasuk juga kepada aspek-aspek perubahan yang datang dari luar, kita bisa meramu dalam perencanaan kita yang cerdas, smart planning. Setelah smart planning, kita bekerja keras untuk merespon arus perubahan dan arus globalisasi. Sehingga bangsa Indonesia akan terus berjaya dalam merespon perubahan dan globalisasi. Tidak menjadi bangsa yang ketakutan melihat perubahan, ketakutan melihat globalisasi. Tapi justeru Insya Allah kita menjadi bangsa yang maju, bisa mewarnai arus perubahan dan arus globalisasi.
Menjadi Bangsa yang Unggul
Sudah tentu, untuk bisa mewarnai arus perubahan dan arus globalisasi, kita harus menjadi bangsa yang unggul. Apalagi bangsa ini secara geografis dan demografis adalah bangsa yang besar. Wilayahnya luas, populasinya besar. Sehingga jika bangsa ini berpegang teguh kepada nilai-nilai yang berakar pada budaya bangsa yaitu bangsa yang religius, insya Allah kita akan mempunyai winning value, nilai yang unggul, yang menang dalam menghadapi arus globalisasi dan arus perubahan apa pun.
Yang kedua, nilai-nilai itu harus dijabarkan dalam bentuk konsep, yang disusun bersama oleh komponen-komponen bangsa. Sehingga kita mempunyai winning concept, konsep yang unggul, yang pantas menang dalam pergaulan internasional.
Yang ketiga, kita juga harus unggul dalam sistem (winning system). Kalau bicara sistem, harus terkait dengan kerja dan kinerja, terkait dengan performa, terkait dengan regulasi, terkait dengan pengaturan-pengaturan, terkait dengan pembagian tugas, terkait dengan sistem komunikasi dan kerja sama antar komponen bangsa. Sistem inilah yang harus kita wujudkan. Sistem yang laik menang dalam pergaulan internasional, winning system.
Yang keempat, kita juga harus menjadi bangsa yang satu dan terpadu. Dengan kesatuan dan keterpaduan bangsa ini, kita bisa menjadi winning team dalam pergaulan antar bangsa. Satu tim. Ketika kita tampil di mana pun adalah merasa mewakili bangsa dan didukung oleh seluruh bangsa dan juga melaksanakan program-program bangsa dan misi-misi bangsa. Agar bangsa ini menjadi satu tim.
Walaupun kita berpartai-partai, saya lihat partai-partai ini hanya sebuah lembaga penataan potensi bangsa. Karena potensi bangsa besar ini tidak mungkin diurus oleh satu partai. Partai apapun tidak bisa sendiri mengurus bangsa ini. Tapi kita juga harus berbagi. Menata potensi bangsa ini, mengelola potensi bangsa ini, dan mengarahkan potensi bangsa ini. Yang kemudian secara sistematis kita padukan, kita konsolidasikan, kita koordinasikan, dan kita mobilisasikan untuk mencapai sebesar-besarnya mashlahat bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Yang kelima, sudah tentu target-target pencapaian perjuangan bangsa ini sangat banyak. Tapi kita harus ambil skala prioritas, mana yang didahulukan.Harus ada winning goal. Dimana seluruh komponen bangsa serentak mencapai kesatuan pencapaian prioritas. Tentu ini perlu ada kesepakatan bersama, sering berkomunikasi, sering bermusyawarah, sering duduk bersama. Agar skala prioritas target-target perjuangan bangsa Indonesia ini bisa kita sepakati tahap demi tahap, sebagai winning goal, atau tujuan yang akan kita unggulkan dan kita menangkan dalam prospek perjuangan bangsa.
Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan memperjelas dan bisa menjawab pertanyaan tentang nasionalisme atau kebangsaan dalam benak, pikiran kader-kader PKS. Ini bisa dibilang merupakan jawaban resmi dari PKS.
Dari sudut pandang kami, yang mudah-mudahan insya Allah ini adalah sudut pandang Islam, nasionalisme atau kebangsaan itu adalah suatu hal yang fitri. Kata orang Malaysia, “yang semula jadi”, dan bersifat universal. Karena cinta kepada bangsa, kepada tanah air itu pasti ada pada makhluk yang bernyawa.
Bahkan Al-Qur’an pun karena sifatnya fitrah, memberikan isyarat-isyarat yang tegas tentang hal itu. Umpamanya ketika kita harus berbuat kebaikan, kata Allah SWT dalam Al-Qur’an,
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya…” (Q.S. Al-Isra’: 26)
Sudah tentu ‘kerabat dekat’ ini bukan hanya kedekatan dalam kaitan darah keturunan. Tapi bisa juga kedekatan geografis-demografis. Jadi menunaikan hak-hak kekerabatan itu, kita dituntut untuk melaksanakannya sebagai perintah Allah.
Begitu juga ayat lain menyebutkan, ketika kita berdakwah, memberi peringatan, beramar ma’ruf nahi munkar, yang didahulukan harus orang yang dekat dulu. Allah SWT berfirman,
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Q.S. Asy-Syu’ara: 214).
Dan, keluarga dekat kita adalah keluarga besar bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, beliau sangat merindukan untuk kembali ke Makkah. Kerinduan ini dijawab langsung oleh wahyu Allah SWT,
إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ
“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (Makkah)…”(Q.S. Al-Qashash: 85)
Jadi, kecintaan kepada tanah air, kepada bangsa, itu adalah fitrah. Atas dasar ini maka doktrin-doktrin seperti itu, yaitu kecintaan kepada tanah air, kepada bangsa—kita tanamkan pada masa tamhidiyah atau masa kader pemula.
Walaupun begitu, kita tidak menginginkan nasionalisme dan kebangsaan yang super dalam pengertian yang meremehkan, mendiskriditkan, dan merendahkan bangsa lain, atau menyepelekan negeri-negeri lain. Karena semangat kebersamaan dan kerjasama dalam kehidupan nasionalisme dan kebangsaan ini kita kembangkan secara lebih luas dalam konteks semangat kebersamaan dan semangat kerjasama dalam kehidupan kemanusiaan secara global internasional.
Kalau dalam pergaulan internasional itu kita tidak mempunyai basis bingkai kebangsaan dan ketanah-airan, maka kita tidak begitu dihargai. Cenderung dianggap pengungsi, cenderung dianggap wabah yang patut dikasihani. Sehingga tidak bisa tampil dengan mengangkat kepala. Tapi ketika kita tampil mewakili bangsa Indonesia, negara Indonesia, yang luasnya seluas Eropa Barat dan Timur, ketika kita tampil di forum internasional dengan memiliki basis bingkai kebangsaan dan ketanah-airan, niscaya ada kebanggaan dan kita pun dihargai.
Jadi, saya ingin menggaris bawahi, bahwa nasionalisme dan kebangsaan bagi kami adalah sangat fitrah, ‘semula jadi’ dan universal. Sehingga tidak harus menjadi sesuatu yang sangat complicated dan sulit. Masalah ini sudah selesai, karena itu bagian dari fitrah.
Kebersamaan dalam Merespon Arus Perubahan
Kita menghadapi arus perubahan yang terus menerus. Terutama dipacu dan dipicu oleh arus informasi secara global yang demikian deras. Perubahan mendorong kita untuk merespon bahkan mengantisipasi.
Sebetulnya perubahan itu adalah keniscayaan. Ada istilah dalam bahasa Arab, “Dawamul haal minal muhaal.”, artinya, “Keadaan yang tetap itu adalah sesuatu yang mustahil.”
Jadi memang selalu berubah, dan kita diharapkan mampu menjadi agen-agen perubahan. Agar jangan tergerus oleh perubahan yang didorong oleh hegemoni pihak-pihak asing. Tapi perubahan yang dilakukan oleh bangsa sendiri. Dalam merespon arus perubahan itu sudah barang tentu kita tidak mungkin sendirian. Sebab perubahan ini pasti dialami oleh semua komponen bangsa. Oleh karena itu merespon perubahan harus berdasarkan semangat kebersamaan dan semangat kerjasama dari segenap komponen bangsa.
Agar kebersamaan itu bisa terjalin, maka forum-forum dialog, berkomunikasi dan bermusyawarah harus semakin digalakkan. Untuk memudahkan dialog, berkomunikasi dan musyawarah, kita harus mempunyai ijabiyatur ru’yah atau positive thinking antara satu dengan yang lain.
Semua kita punya potensi positif—dan inilah yang harus kita gali, kita bangun, kita jalin, kita koordinasikan dan kita konsolidasikan. Potensi positif yang dimiliki oleh segenap komponen bangsa inilah yang harus kita himpun. Maka modal dasarnya adalah positif thinking. Jangan ada pandangan minor dan mendeskriditkan satu sama lain.
Insya Allah kalau kita sering musyawarah, sering bertemu, sering berembuk, kita bisa melahirkan al-khittah adz-dzakiyah, atau smart planning, perencanaan yang cerdas. Perencanaan yang cerdas yang sudah menghimpun daya inovasi bangsa ini, daya kreatif bangsa ini dan semangat kebersamaan bangsa ini, serta semangat kerjasama bangsa ini. Sehingga perencanaan kita Insya Allah menjadi perencanaan yang cerdas, sebab merupakan hasil urunan, urun rembuk dari seluruh komponen bangsa.
Yang ketiga harus ditindak lanjuti dengan al-a’maal al-qawiyyah (kerja keras). Insya Allah dengan tiga hal ini: positive thinking, smart planning, dan hard working—kita bisa selalu merespon perubahan. Walaupun perubahan itu sulit, didorong juga arus globalisasi, tapi dengan semangat kebersamaan, pandangan positif antara satu dengan yang lain, termasuk juga kepada aspek-aspek perubahan yang datang dari luar, kita bisa meramu dalam perencanaan kita yang cerdas, smart planning. Setelah smart planning, kita bekerja keras untuk merespon arus perubahan dan arus globalisasi. Sehingga bangsa Indonesia akan terus berjaya dalam merespon perubahan dan globalisasi. Tidak menjadi bangsa yang ketakutan melihat perubahan, ketakutan melihat globalisasi. Tapi justeru Insya Allah kita menjadi bangsa yang maju, bisa mewarnai arus perubahan dan arus globalisasi.
Menjadi Bangsa yang Unggul
Sudah tentu, untuk bisa mewarnai arus perubahan dan arus globalisasi, kita harus menjadi bangsa yang unggul. Apalagi bangsa ini secara geografis dan demografis adalah bangsa yang besar. Wilayahnya luas, populasinya besar. Sehingga jika bangsa ini berpegang teguh kepada nilai-nilai yang berakar pada budaya bangsa yaitu bangsa yang religius, insya Allah kita akan mempunyai winning value, nilai yang unggul, yang menang dalam menghadapi arus globalisasi dan arus perubahan apa pun.
Yang kedua, nilai-nilai itu harus dijabarkan dalam bentuk konsep, yang disusun bersama oleh komponen-komponen bangsa. Sehingga kita mempunyai winning concept, konsep yang unggul, yang pantas menang dalam pergaulan internasional.
Yang ketiga, kita juga harus unggul dalam sistem (winning system). Kalau bicara sistem, harus terkait dengan kerja dan kinerja, terkait dengan performa, terkait dengan regulasi, terkait dengan pengaturan-pengaturan, terkait dengan pembagian tugas, terkait dengan sistem komunikasi dan kerja sama antar komponen bangsa. Sistem inilah yang harus kita wujudkan. Sistem yang laik menang dalam pergaulan internasional, winning system.
Yang keempat, kita juga harus menjadi bangsa yang satu dan terpadu. Dengan kesatuan dan keterpaduan bangsa ini, kita bisa menjadi winning team dalam pergaulan antar bangsa. Satu tim. Ketika kita tampil di mana pun adalah merasa mewakili bangsa dan didukung oleh seluruh bangsa dan juga melaksanakan program-program bangsa dan misi-misi bangsa. Agar bangsa ini menjadi satu tim.
Walaupun kita berpartai-partai, saya lihat partai-partai ini hanya sebuah lembaga penataan potensi bangsa. Karena potensi bangsa besar ini tidak mungkin diurus oleh satu partai. Partai apapun tidak bisa sendiri mengurus bangsa ini. Tapi kita juga harus berbagi. Menata potensi bangsa ini, mengelola potensi bangsa ini, dan mengarahkan potensi bangsa ini. Yang kemudian secara sistematis kita padukan, kita konsolidasikan, kita koordinasikan, dan kita mobilisasikan untuk mencapai sebesar-besarnya mashlahat bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Yang kelima, sudah tentu target-target pencapaian perjuangan bangsa ini sangat banyak. Tapi kita harus ambil skala prioritas, mana yang didahulukan.Harus ada winning goal. Dimana seluruh komponen bangsa serentak mencapai kesatuan pencapaian prioritas. Tentu ini perlu ada kesepakatan bersama, sering berkomunikasi, sering bermusyawarah, sering duduk bersama. Agar skala prioritas target-target perjuangan bangsa Indonesia ini bisa kita sepakati tahap demi tahap, sebagai winning goal, atau tujuan yang akan kita unggulkan dan kita menangkan dalam prospek perjuangan bangsa.
Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan memperjelas dan bisa menjawab pertanyaan tentang nasionalisme atau kebangsaan dalam benak, pikiran kader-kader PKS. Ini bisa dibilang merupakan jawaban resmi dari PKS.
KH. Hilmi Aminudin
Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
[pkskelapadua]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 01, 2015
posted by @Adimin
PKS Terus Kawal Kesejahteraan Buruh
Written By Anonymous on 01 May, 2015 | May 01, 2015

JAKARTA (1/5) – Ketua Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Martri Agung mengaku bersyukur karena Indonesia saat ini telah menetapkan Hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei sebagai Hari Besar Nasional. Karena Martri menilai, buruh merupakan elemen yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia, sehingga kesejahteraannya harus selalu dijaga.
“Buruh merupakan salah satu stakeholder dalam pembangunan atau perekonomian Indonesia. Tidak mungkin ekonomi bergerak tanpa adanya buruh. Jadi itu salah satu fakta, mau tidak mau Indonesia akan bangkit dan maju ketika buruhnya pun sejahtera. Ketika kesejahteraan buruh terjaga, mereka bekerja jadi lebih tenang, lebih aman, sehingga akhirnya produktifitas kerja pun meningkat” ungkap Martri saat ditemui di Gedung DPP PKS, Rabu (29/4).
Dari awal pembentukannya, PKS memang sudah fokus terhadap isu perburuhan. Hal tersebut terbukti dengan adanya bidang khusus bagi buruh beserta dengan tani dan nelayan. Dalam bidang tersebut, para Kader PKS fokus memberikan pembinaan dan program-program terkait dengan perburuhan bersama dengan serikat pekerja maupun federasi dan konfederasi pekerja di Indonesia.
PKS, ujar Martri, selalu mendukung elemen buruh dalam melakukan advokasi. Tak hanya lewat agenda pengawalan langsung, PKS pun turut serta dalam mengawal perundang-undangan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
“Bersama dengan federasi dan konfederasi, Departemen Buruh DPP PKS beserta anggota legislatif baik tingkat DPR RI maupun DPRD Provinsi/Kabupaten selalu melakukan komunikasi dengan organisasi-organisasi atau serikat pekerja dalam membahas peraturan perundangan. Baik di tingkat pusat sebagai Undang-Undang maupun di tingkat daerah dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yang terkait dengan tenaga kerja atau buruh,” jelas Martri.
Martri menambahkan untuk gerakan di Hari Buruh tahun ini, PKS akan turun bersama rekan-rekan buruh menyuarakan tuntutannya diantaranya pemberlakuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) secara konsisten dan transparan terkait jaminan kesehatan dan jaminan pensiun serta pembubaran pengadilan hubungan industrial yang justru merugikan buruh.
Lebih lanjut Martri pun menuturkan ada beberapa isu tentang perburuhan yang sedang dikawal PKS lewat Komisi IX DPR RI, yakni revisi Undang-Undang Nomor 39 tentang Tenaga Kerja Luar Negeri, pembubaran peradilan perselisihan industrial, serta penolakan upah murah.
Tak lupa Martri pun berpesan kepada rekan-rekan buruh yang akan melakukan aksi hari ini, agar senantiasa menjaga ketertibannya terutama di pusat-pusat keramaian.
“Karena sebenarnya masyarakat akan simpati kepada gerakan kita, ketika kita bisa menjaga ketertiban dan kenyamanan khalayak luas,” pungkasnya.
Keterangan foto: Muhammad Martri Agung, Ketua Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan DPP PKS.
[kabarpks.com]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 01, 2015
Ketika tejadi bisikan nafsu syahwat baik oleh Yusuf maupun oleh istri raja, Zulaekha, dan hampir terjadi perbuatan dosa. Tapi Allah buktikan kekuasaannya sehingga akhirnya nabi Yusuf tersadar dan akhirnya terhindar dari dosa tersebut.
posted by @Adimin
BELAJAR DARI AKHLAK NABI YUSUF AS | Oleh: Mulyadi Muslim, Lc, M.A

Ketika tejadi bisikan nafsu syahwat baik oleh Yusuf maupun oleh istri raja, Zulaekha, dan hampir terjadi perbuatan dosa. Tapi Allah buktikan kekuasaannya sehingga akhirnya nabi Yusuf tersadar dan akhirnya terhindar dari dosa tersebut.
Hal ini juga dijelaskan olehistri raja, hampir terjadinya perbuatan maksiat itu adalah keinginan istri raja itu sendiri. Ketika kebenaran perbuatan itu diketahui oleh raja dan munculnya desas desus bahwa telah terjadi fitnah yang luar biasa ditengah kerajaan akhirnya raja memutuskan istrinya harus beristigfar dan menetapkan bahwa yusuf dipenjara.
Ketika yusuf menerima penjara untuk mengamankan dirinya, dia mengatakan “wahai Tuhanku, penjara sebenarnya lebih aku sukai”. Ini membuktikan bahwa menjaga kehormatan jauh lebih utama bukan disanjung oleh perempuan yang menginginkannya.
Saat dipenjara, Nabi Yusuf tidak lupa dengan misinya, bahwa ia adalah nabi, sehingga ketika ada 2 pelayan kerajaan yang sama-sama dipenjara menyampaikan mimpi mereka. Diantara mereka ada yang menyampaikan bahwa ia membawa roti di atas kepalanya dan roiti itu di patuk burung. Yang satu lagi mengatakan ia bermimpi memeras anggur dan mereka berdua meminta menjelaskan apa takwil dari mimpi-mimpi tersebut.
Nabi Yusuf tidak langsung memberikan rincian dari takwil mimpi tersebut, tapi Nabi Yusuf mengajak mereka berdua kepada Rabb yang menciptakan dunia serta isinya. Sehingga Nabi yusuf mengatakan “manakah yang lebih baik Tuhan yang bermacam-macam atau Allah SWT? (QS Yusuf : 39).
Baru kemudian Yusuf menjelaskan tentang takwil mimpi kedua pelayan tersebut. Orang yang memeras anggur ternyata tetap jadi pelayan raja, adapun orang yang membawa roti di atas kepalanya dan dipatuk burung ternyata ia akan disalib.
Maka pelajaran akhlak yang diajarkan allah melalui nabi Yusuf adalah
- Manusia dari awal penciptaannya adalah mengabdi. QS Adz Dzariyat : 56.
- Kita harus posisikan diri dengan potensi kita.Barangkali ada orang yang menyanjung kita, tetap saja semua itu harus dipandang objektif, sebagaimana Yusuf ditawarkan raja bermacam-macam, namun ia Cuma memilih bendaharawan negara karna menurutnya hanya itu bidang yang mampu dilakukannya.
Pelajaran akhlak berikutnya yang dapat kita pelajari dari Yusuf adalah:
- Seorang muslim yang baik tidak memiliki rasa dendam dan sakit hati
- Seorang muslim mesti tawadhu/rendah hati kepada siapapun
Dalam perjalanan kisah Nabi Yusuf kita ketahui bahwa yang menjerumuskan Yusuf ke dalam sumur adalah saudara-saudaranya sendiri. Lalu ketika Allah takdirkan di Mesir datang musim paceklik dan Yusuf adalah bendaharawan kerajaan saat itu yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam sejarah dikatakan bahwa saudara-saudara nabi Yusuf ini d perintahkan orang tuanya unuk datang ke Mesir agar mendapatkan bantuandari kerajaan. Dan saudaranya-saudaranya ini akhirnya bertemu dengan Yusuf, namun pada tahap awal mereka tidak menyadari bahwa yang memberikan bantuan itu adalah saudaranya sendiri. Pada tahapan berikutnya saudara-saudaranya datang dan nabi Yusuf membuat siasat bagaimana saudara kandungnya yang paling kecil yang bernama Bunyamin bisa tertahan di Mesir.
Dalam ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa Yusuf memerintahkan kepada anggotanya untuk memasukkan semacam surat untuk menghitung/menimbang barang kedalam karung Bunyamin (Kisah ini diceritakan dalam QS Yusuf : 66-76).
Sampai pada akhirnya Yusuf mengatakan bagaimana kalau seandainya barang yg hilang itu ditemukan pada salah satu saudara2mu? Salah seorang dari saudara Yusuf mengatakan siapa yang ada dalam karungnya barang yang hilang itu, maka dialah yang bertanggung jawab (QS Yusuf : 75).
Maka di mulailah pencarian, digeledah semua karung-karung yang ada dan akhirnya ditemukan pada karung nya Bunyamin. Saudara nabi Yusuf yang lain berkata “Jika ia mencuri maka sesungguhnya saudaranya dulu pernah mencuri”. Ungkapan ini sebenarnya menyakitkan hati Yusuf. Tanpa di sadari saudaranya yang lain, sebenarnya ia menuduh yusuf menfitnah. Dulu di awal Yusuf di buang ke dalam sumur, pelakunya adalah mereka juga. Sekarang ia menuduh Yusuf melakukan pencurian.
Dan ini lah hikmah yang bisa kita ambil, bahwa seperti apapun perlakuan orang lain terhadap kita, jangan sesekali menyimpan rasa dendam. (*)
Label:
Dunia Islam,
HIKMAH,
TOPIK PILIHAN
April 30, 2015
Ternyata Tidur Nyenyak, Cerdaskan Otak
Written By dBisnis on 30 April, 2015 | April 30, 2015
Otak mampu menyimpan memori yang hampir terlupakan melalui waktu malam.
Dan ketika diperlukan dari otak untuk mengingat sesuatu yang awalnya
diingat dalam kondisi tidak stabil
Semakin banyak ilmuwan menyingkap banyak penemuan
semakin mudah kita temukan kebenaran Al-Quran dan Islam. Rupanya, ilmuwan
menyingkap rahasia tidur.
Penemuan paling penting dalam masalah ini adalah ketika
mereka memperoleh informasi tentang adanya aktifitas besar otak manusia di saat
sedang tidur. Mereka menyimpulkan, manusia bisa memanfaatkan waktu tidurnya
untuk mempelajari banyak hal baru.
Para ilmuwan di Institut Max Planck Jerman mendalami
masalah cara penyimpanan informasi serta meaknisme kerja otak manusia. Hasil
penelitian yang disebarkan di Majalah Nature
Neuroscience, November 2006, itu membuka jendela mengetahui
bagaimana cara belajar dan mengingat yang dimiliki manusia karena mereka
mendapatkan fakta bahwa otak manusia bekerja aktif saat tidur.
Temuan menyebutkan bahwa ada berbagai informasi yang
tersimpan dalam suatu area otak, yang disebut hippocampus, di mana informasi itu
tersimpan hanya dalam waktu singkat. Tapi Hippocampus
lalu bergerak dalam beberapa hari, khususnya saat tidur nyenyak, hingga
sampai lapisan luar otak di area yang disebut neocortex. Neocortex kemudian menjadi tempat
penyimpanan informasi dalam waktu panjang atau lama.
Ilmuwan Thomas Hahn, Mayank Mehta, Bert Saknamnn,
menyimpulkan pentingnya tidur untuk aktifitas belajar dan mengingat, karena
mereka menyaksikan bagaimana aktifitas besar yang dilakukan sel syaraf saat
seseorang dalam kondisi tidur.
Kajian Amerika menegaskan bahwa tidur nyenyak
menyedikitkan masalah over obesitas terutama untuk anak-anak. Dalam penelitian
yang dilakukan di Universitas Evanston di Elinwi Snile, disebutkan setiap jam
tambahan akan menyedikitkan problema berat badan berlebih dan kegemukan.
“Sedikit tidur berpengaruh pada hormon yang memunculkan
rasa lapar, khususnya untuk anak-anak,” ujar Emily Snile pakar yang juga
memimpin tim penelitian ini mengatakan.
Memperkuat Daya Ingat
Kelompok yang paling mengambil manfaat dari penelitian
ini adalah para pelajar, dan sudah tentu para penghafal Al Quran. Para pelajar
yang kerap mengatakan bahwa mereka mudah lupa informasi yang telah mereka
pelajari di malam ujian. Mereka lalu memilih antara tidur atau menambah jam
waktu mengulang pelajaran. Para peneliti menemukan bahwa tidur sangat membantu
menciptakan perubahan yang diinginkan terkait hubungan dengan sel-sel syaraf
dan otak. Adanya hubungan-hubungan ini, memainkan peran penting dalam
meningkatkan kemampuan otak untuk mengontrol sikap, belajar dan memperkuat daya
ingat.
Berdasarkan hal itu, para peneliti percaya bahwa hasil
penelitian mereka
memberi bukti kuat bahwa tidur membantu pikiran untuk
melakukan pekerjaan dengan baik, dan mengubah pengalaman ke dalam memori, serta
menunjukkan pentingnya metode ini dalam persiapan menghadapi ujian. Selain itu,
mereka juga menyingkap hasil temuan lain yang mengkaitkan adanya perubahan
dalam otak yang berhubungan dengan tidur nyenyak, itu melebihi tidur ringan.
Penemuan ini lalu mendorong para peneliti untuk menjawab
pertanyaan yang rumit: Mengapa kita tidur?
Ini merupakan gambar salah satu sel saraf listrik di
daerah otak yang bertanggung jawab untuk penyimpanan memori yang disebut
hippocampus dan kurva merah menunjukkan aktivitas listrik di wilayah tersebut.
Sedangkan kurva biru adalah aktivitas listrik di lapisan luar otak saat yang
sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa informasi baru yang diperoleh seseorang
pertama kali disimpan di bagian otak yang disebut “Hippocampus”. Pada akhir
hari, otak tidak menghapus informasi ini dan melupakannya, tetapi informasi itu
akan dipanggil kembali dan disimpan di dalam otak. (Max Planck Institute for
Medical Research)
Profesor Michael Strykr dari Universitas California
mengatakan, ”Jika seorang pelajar mengulang pelajarannya dengan baik hingga ia
kelelahan lalu tidur, maka otak akan terus bekerja saat tidur dengan cara
yang sama! Di sini kita mengingat ayat Allah yang agung, yang mengingatkan kita
tentang hal ini sejak zaman tak satupun manusia di bumi ini mengetahui pentingnya
dan keajaiban tidur.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;
وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah tidurmu
di waktu malam
dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
mendengarkan.”(QS:
Ar Ruum: 23)
Memantapkan Memori yang Terhapus
Sementara itu peneliti dari Universitas Chicago
menegaskan bahwa ada sejumlah fakta yang dilupakan orang saat melewati hari
yang sibuk mungkin akan mengingat kembali apa yang ia kerjakan jika ia
tidur setelah itu dalam kondisi baik.
Para peneliti meminta relawan untuk mengingat kata-kata
sederhana, dan menemukan bahwa banyak memori mereka gagal menyimpan informasi
kata-kata itu di sore harinya. Tapi keesokan harinya mereka bisa tidur dengan
nyenyak dan mampu mengingat kembali informasi yang telah mereka ingat dengan
sangat lebih baik.
Ini berarti bahwa otak mampu menyimpan memori yang
hampir terlupakan melalui waktu malam. Dan ketika diperlukan dari otak untuk
mengingat sesuatu yang awalnya diingat dalam kondisi tidak stabil, yang berarti
sudah dilupakan oleh orang yang bersangkutan, lalu pada tahap tertentu, otak
menempatkan kembali informasi itu secara lebih stabil dan konsisten. Tapi para
peneliti percaya bahwa adalah mungkin untuk kembali ke memori ketidakstabilan
menjadi stabil lagi ketika diperlukan. Ini berarti bahwa ingatan dapat
termodifikasi dan tersimpan lagi ketika berhadapan dengan pengalaman baru.
Masalah ini mungkin menjadikan orang terkejut. Tapi, apakah alam ini yang
sistemnya merancang sistem yang tepat untuk tidur? Apakah keadaan malam yang
gelap, yang membuat makhluk hidup cenderung untuk tidur, karena tahu bila tidur
berguna untuknya?
Kita tidak memiliki jawaban. Allah Subhanahu Wata’ala
menyebutkan;
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
”Dan dalam diri kalian, apakah
kalian tidak memikirkan.” (QS:
Adz Dzariyat : 21)
Mengembangkan Potensi dan
Keterampilan
Terkait dengan masalah tidur, para peneliti kini juga
mendapatkan banyak fakta ilmiah lain. Misalnya, mereka mengatakan bahwa
tidur nyaman, yang dilakukan dengan konsisten, bisa membina dan mengembangkan
skill individu, bakat dan keterampilan, khususnya yang berkaitan dengan
revitalisasi memori otak dan juga menstimulasi pengembalian memori untuk
mengingat apa yang terjadi di masa lalu, bahkan mengingat kembali pemandangan.
Perangkat gambar diambil scan resonansi magnetik. Kita
melihat dalam gambar sebelah kiri otak tertidur pada awal tidur dan tidak
muncul dalam aktifitas apapun. Setelah ia mendengar informasi saat tidur,
informasi itu direspon oleh otak dan otak mulai aktif (lihat area merah di
sebelah kanan). Di sini para ilmuwan menegaskan bahwa otak bekerja selama tidur
dan menerima informasi lalu menyimpannya. Karenanya, saya menyarankan siapapun
yang ingin menghafal Al Quran dengan memanfaatkan teori atau metode
mendengarkan Al Quran di saat tidur
Menurut Dr Stefan Fischer, pemimpin tim penelitian:
Tidur berguna bahkan sangat diperlukan untuk mencapai tingkat keterampilan yang
lebih baik.
”Studi baru menegaskan pentingnya tidur dalam kehidupan
manusia dan adalah salah pendapat orang yang mengatakan bahwa tidur hanyalah
aktifitas sia-sia dan membuang-buang waktu,” ujar Neal Standley.
Allah subhanahu Wata’ala berfirman;
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
”Dialah yang menjadikan untukmu
malam (sebagai) pakaian, dan
tidur untuk istirahat,
dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (QS. Al Furqan : 47)
Ayat ini diturunkan di zaman tak ada orang yang meneliti
tentang tidur, dan kebanyakan orang mengangap bahwa tidur hanyalah kebiasaan
yang tak berguna.
Tapi hanya Al Quran yang telah membicarakan hal ini,
dengan menjadikan tidur sebagai salah satu keajaiban dan salah satu bukti
kekuasaan Allah Subhanahu Wata’a. Inilah salah satu kemukjizatan Al-Quran.
Sebelum ini, para ilmuwan Jerman juga tertarik meneliti
fenomena tidur. Mereka mencoba mengambil kesimpulan dari eksperimen yang mereka
lakukan. Mereka mengatakan, perubahan pada otak mempengaruhi kreatifitas dan
pengembangan kemampuan dalam proses yang dinamakan gelombang lambat (slow waves), saat
seseorang tidur nyenyak dan terjadi selama empat jam pertama dari siklus tidur.
Penelitian Jerman juga menjelaskan, daya ingat yang akan hilang bersamaan
dengan pertambahan usia yang terkait dengan adanya gangguan dan kondisi
kurang tidur, khususnya tidur nyenyak yang sangat diperlukan untuk proses
mempertajam memori, demikian dikutip kaheel7.com.
posted by @Adimin
Label:
Kesehatan,
TOPIK PILIHAN
April 30, 2015
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Respon Aspirasi Pedagang Inpres II

PADANG - Keinginan ratusan pedagang Pasar Inpres II yang meminta agar mendapat hak berdagang di lantai I direspon Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah. Selasa (28/4) malam kemarin, pedagang yang mengatasnamakan dirinya Himpunan Pedagang Pasar Inpres (HIPPI) II akhirnya bertemu Wako Padang.
Sebelumnya, pada sore harinya ratusan pedagang itu menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Padang dan diterima langsung Ketua DPRD, Erisman. Dan pada malam harinya sekitar pukul 20.45 Wib, Wako Padang mengundang 20 perwakilan pedagang tersebut ke kediaman untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Dalam pertemuan itu pada prinsipnya Wako Mahyeldi setuju untuk memfasilitasi aspirasi mereka. Terkait hal itu, Wako menugaskan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran kerjanya untuk melakukan pertemuan teknis untuk membahas keinginan pedagang.
Rabu (29/4), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait bersama konsultan mengadakan pertemuan di Kantor Disperindagtamben. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Padang, Dian Wijaya menjelaskan permintaan pedagang untuk berdagang di lantai satu Pasar Inpres II akan dicarikan titik temu. “Mudah-mudahan ada titik temu tanpa mengurangi dan menyalahi aturan tentang pembangunan pasar itu sendiri,” kata Dian.
Dian mengatakan, untuk memfasilitasi hal itu memang dibutuhkan perhitungan yang konkrit dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pasar, Bagian Pembangunan, konsultan, Disperindagtamben dan lainnya. Apalagi menurutnya, di lantai I Inpres II itu sesuai rencana peruntukkannya hanya bagi 144 pedagang saja. Sementara pedagang menginginkan 379 pedagang di lantai I itu. “Kalau kita paksakan 379 itu berdagang di lantai I tentu lahan berdagang menjadi sempit. Suasana jual beli juga tidak nyaman, sempit dan sumpek. Namun kita akan tinjau ulang dan lihat sisi teknis sebuah pasar yang sehat, nyaman dan bersih,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pasar Hendrizal Azhar mengatakan sejak dulunya pembangunan Pasar Inpres II secara formal dan hukumnya sudah ada legalitas. Meski ada keinginan pedagang untuk mengubah bentuk desain tentunya mesti merujuk atau mereview ke desain lama milik Pemko, apakah nanti bisa ditune-in kan dengan desain yang dibuat pedagang.
Setelah dilakukan pertemuan, tim Pemko Padang serta konsultan dan didampingi para pedagang melakukan kunjungan ke Pasar Inpres II untuk mencocokkan kondisi pasar sesuai dengan desain versi Pemko dengan versi pedagang. Walikota Mahyeldi menginginkan seluruh pedagang Pasar Inpres II hadir saat kunjungan itu, sehingga nantinya dapat dilihat kesesuaian kondisi di lapangan dengan desain gambar yang ada.
Teks foto: Wako Padang, H. Mahyeldi Ansharullah menerima perwakilan pedagang Pasar Inpres II di kediaman Wako di A. Yani, Selasa (28/4) malam.
[Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 29, 2015
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menerapkan standar ganda terhadap hukuman mati.
Ia mempertanyakan mengapa PBB mendesak pemerintah Indonesia membatalkan eksekusi mati terpidana kasus Narkoba, sementara jika ada WNI yang dieksekusi di luar negeri PBB diam saja.
"PBB menerapkan standar ganda, karena mereka diam terkait nyawa warga negara Indonesia yang dihukum mati di luar Indonesia," tegasnya, Selasa (28/4).
Fahri mengatakan banyak WNI dihukum mati di negara kuat seperti Arab Saudi, namun negara-negara barat yang banyak tergabung di PBB takut mengadvokasi. Di sisi lain, menurut dia, PBB hanya diam ketika melihat ribuan politisi, wartawan dan aktivis politik Mesir di hukum mati karena hanya berbeda pendapat.
"Mana perlindungan dan sikap politik PBB karena mereka diam ketika menyangkut kepentingannya sendiri," katanya.
Dia menegaskan PBB dan negara lain jangan mengajari bangsa Indonesia soal kemanusiaan dan keadilan karena pada hakikatnya mereka tidak adil. Menurut dia, setiap negara tidak bisa disamakan dalam perkembangannya. Hal itu terkait dorongan negara lain dan PBB agar Indonesia meratifikasi hukuman mati.
"Ada yang sudah meratifikasi karena telah siap namun ada yang belum. Hukum kan hanya sebagai cara mendisiplinkan masyarakat," katanya.
Politikus PKS itu mempersilakan tiap negara dan lembaga memiliki sikap sendiri terkait hukuman mati. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang tetap melaksanakan eksekusi mati merupakan sinyal kepada seluruh negara bahwa Indonesia tidak main-main memberantas narkoba.
"Kita boleh saling memaafkan untuk urusan lain, namun terkait narkoba karena korbannya anak Indonesia, kita tidak bisa memaafkan," katanya.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon mendesak Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk menghentikan hukuman mati.
Desakan dari Ban Ki-moon itu disampaikan oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric. Menurut dia, Ban Kim moon sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi soal hal itu.
Kejaksaan Agung pada tahap pertama eksekusi mati telah mengeksekusi mati 6 terpidana pada 18 Januari 2015. Keenam orang tersebut, yakni Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brasil), Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI), Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), dan Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda).
Pada eksekusi tahap kedua, mengeksekusi mati sembilan orang, yaitu Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran (WN Australia), Andrew Chan (WN Australia), Martin Anderson (WN Ghana), Raheem Agbaje (WN Nigeria), Zainal Abidin (WN Indonesia), Rodrigo Gularte (WN Brasil), Sylvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria), dan Okwudili Oyatanze (WN Nigeria). Akan tetapi pada detik-detik terakhir eksekusi yang dilakukan tadi malam, eksekusi mati terhadap Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina) ditunda. [ROL]
posted by @Adimin
PKS: Mengapa PBB Diam Saja Jika Ada WNI Dihukum Mati
Written By Anonymous on 29 April, 2015 | April 29, 2015
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menerapkan standar ganda terhadap hukuman mati.
Ia mempertanyakan mengapa PBB mendesak pemerintah Indonesia membatalkan eksekusi mati terpidana kasus Narkoba, sementara jika ada WNI yang dieksekusi di luar negeri PBB diam saja.
"PBB menerapkan standar ganda, karena mereka diam terkait nyawa warga negara Indonesia yang dihukum mati di luar Indonesia," tegasnya, Selasa (28/4).
Fahri mengatakan banyak WNI dihukum mati di negara kuat seperti Arab Saudi, namun negara-negara barat yang banyak tergabung di PBB takut mengadvokasi. Di sisi lain, menurut dia, PBB hanya diam ketika melihat ribuan politisi, wartawan dan aktivis politik Mesir di hukum mati karena hanya berbeda pendapat.
"Mana perlindungan dan sikap politik PBB karena mereka diam ketika menyangkut kepentingannya sendiri," katanya.
Dia menegaskan PBB dan negara lain jangan mengajari bangsa Indonesia soal kemanusiaan dan keadilan karena pada hakikatnya mereka tidak adil. Menurut dia, setiap negara tidak bisa disamakan dalam perkembangannya. Hal itu terkait dorongan negara lain dan PBB agar Indonesia meratifikasi hukuman mati.
"Ada yang sudah meratifikasi karena telah siap namun ada yang belum. Hukum kan hanya sebagai cara mendisiplinkan masyarakat," katanya.
Politikus PKS itu mempersilakan tiap negara dan lembaga memiliki sikap sendiri terkait hukuman mati. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang tetap melaksanakan eksekusi mati merupakan sinyal kepada seluruh negara bahwa Indonesia tidak main-main memberantas narkoba.
"Kita boleh saling memaafkan untuk urusan lain, namun terkait narkoba karena korbannya anak Indonesia, kita tidak bisa memaafkan," katanya.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon mendesak Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk menghentikan hukuman mati.
Desakan dari Ban Ki-moon itu disampaikan oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric. Menurut dia, Ban Kim moon sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi soal hal itu.
Kejaksaan Agung pada tahap pertama eksekusi mati telah mengeksekusi mati 6 terpidana pada 18 Januari 2015. Keenam orang tersebut, yakni Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brasil), Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI), Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), dan Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda).
Pada eksekusi tahap kedua, mengeksekusi mati sembilan orang, yaitu Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran (WN Australia), Andrew Chan (WN Australia), Martin Anderson (WN Ghana), Raheem Agbaje (WN Nigeria), Zainal Abidin (WN Indonesia), Rodrigo Gularte (WN Brasil), Sylvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria), dan Okwudili Oyatanze (WN Nigeria). Akan tetapi pada detik-detik terakhir eksekusi yang dilakukan tadi malam, eksekusi mati terhadap Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina) ditunda. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 27, 2015
posted by @Adimin
Bidpuan PKS Padang Latih IRT Membuat Puding Layak Jual
Written By Anonymous on 27 April, 2015 | April 27, 2015

Padang - Puding adalah salah satu hidangan pencuci mulut yang
terkenal di dunia. Citarasanya yang segar dengan tekstur yang lembut membuat
puding selalu disukai semua orang. Puding juga bisa sebagai usaha yang bisa
menghasilkan uang bagi ibu-ibu rumah tangga karena membuatnya terbilang cukup
mudah.
Salah satu puding tersebut adalah jelly art, meski terbilang mudah membuatnya, namun butuh
keseriusan, keuletan dan kreatifitas agar Jelly art bisa layak di jual
dipasaran.
Ahad (26/4) Bidang perempuan (Bidpuan) PKS mengangkatkan kegiatan
pelatihan Jelly Art tersebut. Pesertanya
adalah utusan pengurus Pos Ekonomi Ketahanan Keluarga (EKA) dari seluruh
kecamatan di Padang.
Ibu-ibu Pos EKA di latih membuat Jelly Art yang layak jual. Bidpuan PKS melihat peluang usaha ini
sangat menjanjikan dan bisa menghasilkan omset yang besar.
Ketua panitia acara Srinoputri mengatakan, kegiatan ini sebagai modal
bagi Pos EKA di Kecamatan untuk bisa menjadi penggerak bersama kelompoknya
menjalankan usaha ini secara bersama.
“Acara hari ini sebagai modal bagi ibu-ibu Pos EKA di Kecamatan
untuk bisa menjadi penggerak bersama kelompoknya,” katanya.
“Jika ibu-ibu serius, usaha ini bisa menghasilkan omset yang besar,”
lanjutnya.
Sri juga menambahkan selain untuk usaha kelompok Pos EKA, Ibu-ibu
yang mengikuti pelatihan ini juga sebagai instruktur untuk mengajarkan kepada
masyarakat dalam pembuatan jelly art. [humas PKS Padang]
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 27, 2015
asd (Humas PKS Padang)
Kokohkan Dakwah Dengan Forum Silaturahim
pkspadang.com : Tegaknya
dakwah ini hanya bisa eksis dan berkelanjutan jika orang-orang yang terlibat
didalamnya bersungguh sungguh dalam melibatkan orang-orang yang peduli dengan
kelang- sungan dakwah ini. Untuk itu sudah menjadi sebuah keniscayaan suatu
komunitas dakwah harus memikirkan dan membuat suatu pola kaderisasi agar
regenerasi para pemikul beban dakwah ini bisa berkelanjutan.
Sadar dengan pentingnya hal
tersebut maka DPD PKS Padang mengadakan Forum Silaturahim (Forsil) untuk para
simpatisan di aula SMK 6 Padang pada hari Ahad 26 April 2015, dengan tema “Kajian
Islam Intensif”. Dalam acara tersebut disampaikan beberapa materi dasar
pemahaman Islam yang syumul /menyeluruh dan kompreshensif, dengan ustadz ustadz
yang pakar di bidangnya, diantaranya Ust. Dzul Adli, Lc Ust. Ulyadi Yasmar, Lc MA,
dan Ust. Muharlion, Spd.
Peserta yang berjumlah sekitar lima puluhan orang
begitu semangat mengikuti jalannya acara. Apalagi dengan orasi dari pemateri
yang begitu bersemangat dan menggelegar mengobarkan kesadaran audience untuk bersama
sama meneruskan jalan dakwah dan senantiasa tetap istiqomah dijalan ini.
Tidak hanya saat penyampaian materi, para peserta terlihat bersemangat, begitu juga saat sesi diskusi tanya jawab, para peserta begitu antusias terlibat diskusi dengan nara sumber.
Dengan adanya Forsil ini diharapkan akan tumbuh dai dai yang sadar akan kewajibannya pada Islam dan ummat, sehingga tegaknya Islam di muka bumi bukan hanya sekedar utopia, semoga..................
asd (Humas PKS Padang)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN






