Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
September 30, 2015
posted by @Adimin
Semangat Pemerintah Tingkatkan Keamanan Laut Harus Didukung
Written By Anonymous on 30 September, 2015 | September 30, 2015
JAKARTA (29/9) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta mengatakan rencana pemerintah membeli kapal selam Kelas Kilo dari Rusia harus didukung. Ini juga terlihat dari usulan anggaran tambahan TNI sebesar Rp 35 triliun, dimana usulan anggaran tambahan untuk TNI AL sekitar Rp 14,5 triliun.
"Anggaran tambahan untuk TNI AL nominalnya terbesar dibandingkan TNI AD dan TNI AU. Indonesia ini negara maritim, 70 persen wilayahnya adalah laut, jadi memang keamanan di laut harus diprioritaskan," katanya, Selasa, (29/9).
Hal ini perlu didukung agar Indonesia memiliki kekuatan pertahanan di laut yang mumpuni dan disegani. Apalagi kapal selam Kelas Kilo dari Rusia paling canggih untuk saat ini.
"Jadi ini pasti impian TNI AL untuk memilikinya. Sama seperti pesawat Sukhoi SU-35 yang jadi mimpinya TNI AU."
Ia mengatakan, memiliki alutsista canggih seperti ini tentu bisa menggentarkan negara-negara tetangga. "Jadi kita bisa disegani di lautan, apalagi sebentar lagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN," ujarnya.
Konflik Tiongkok Selatan, terang dia, saat ini juga seperti bom waktu. Pertahanan dan keamanan di laut menjadi mendesak untuk dipenuhi.
“Saya berharap pemerintah sudah berpikir matang dan cermat tentang rencana pembelian kapal selam Kelas Kilo ini. Termasuk yang harus dipastikan adalah soal ukurannya apakah sesuai untuk wilayah laut Indonesia, terlalu besar atau tidak?" ujarnya.
Termasuk juga soal perawatan. Perlu dipastikan suku cadang mudah didapat. "Jangan sampai kita beli alutsista yang kurang cocok untuk kebutuhan pertahanan laut kita dan tak berguna," jelasnya.
Keterangan Foto: Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta.
Sumber: http://nasional.republika.co.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
Sumber: http://nasional.news.viva.co.id
posted by @Adimin
Indonesia Diminta Terlibat dalam Investigasi Tragedi Mina
Written By Anonymous on 29 September, 2015 | September 29, 2015
JAKARTA (29/9) - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Sidiq mengatakan Indonesia tak perlu mengikuti langkah politik negara lain yang menyudutkan Pemerintah Arab Saudi terkait tragedi Mina. Namun, Indonesia harus mempunyai sikap yang jelas untuk bisa ikut dalam proses investigasi tragedi Mina, sehingga pemerintah Arab Saudi memahami kenapa Indonesia harus dilibatkan dalam investigasi.
"Indonesia tidak perlu menghujat Saudi. Namun pihak Saudi harus cepat tangani kasus crane dan Mina secara transparan," katanya kepada VIVA.co.id melalui sambungan telepon, Selasa, 29 September 2015.
Mahfudz mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri untuk segera mengusulkan pembentukan Tim Pencari Fakta Gabungan pada Pemerintah Arab Saudi. Tim ini akan bekerja secara indipenden mencari penyebab terjadinya tragedi Mina.
"Yang diperlukan adalah kesadaran dan kemauan politik Pemerintah Saudi untuk mulai melibatkan negara-negara muslim dengan jumlah jemaah haji yang relatif besar dalam pengelolaan haji," katanya menambahkan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, bisa saja Pemerintah Indonesia atau negara lain tidak dilibatkan langsung dalam proses investigasi oleh Arab Saudi. Namun, Pemerintah Indonesia harus mengupayakan, minimal Indonesia terlibat dalam proses perencanaan dan supervisi investigasi.
"Ini semua dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dan pengamanan haji ke depan."
Keterangan Foto: Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Sidiq.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
posted by @Adimin
Mendesak, RUU Penyandang Disabilitas Perlu Segera Disahkan
Jakarta (29/9) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohd Iqbal Ramzi mengatakan, untuk menjamin pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyandang Disabilitas yang sedang dibahas di DPR penting untuk segera diselesaikan.
Iqbal menjelaskan, bahwa semangat penyusunan RUU Penyandang disabilitas berbeda dengan Undang-Undang (UU) No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. “UU No. 4 Tahun 1997 disusun berdasar pada charity based, sementara RUU Penyandang Disabilitas lebih berdasar pada pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” kata Iqbal di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9).
Menurutnya, negara harus hadir secara maksimal dalam upaya memberikan perlindungan dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Sebagai wujud kehadiran negara, lanjut Iqbal, maka perlu dibentuk sebuah badan atau komisi nasional bagi penyandang disabilitas.
“Di samping itu, negara juga perlu menyediakan fasilitator untuk penyandang disabilitas dalam menghadapi kasus hukum, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku,” ujar legislator dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II itu.
Iqbal mengemukakan, dalam RUU Penyandang disabilitas juga terdapat kewajiban Pemerintah maupun swasta untuk memberikan akomodasi yang layak (reasonable accomodation) kepada penyandang disabilitas pada berbagai fasilitas publik, pendidikan, kesehatan, pengadilandan fasilitas lainnya.
Selain itu, ungkap Iqbal, sebagai wujud pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, Pemerintah diharapkan memberikan konsesi berupa potongan harga kepada penyandang disabilitas.
“Misalnya untuk transportasi, rekreasi, tagihan listrik, pajak kendaraan, parker, dan lain-lain. Di sisi lain, Pemerintah pun memberikan insentif bagi pihak swasta yang memberikan keringanan bagi penyandang disabilitas berupa keringanan pajak,” papar Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Penyandang Disabilitas itu.
Lebih jauh Iqbal menjelaskan, RUU Penyandang Disabilitas juga merupakan wujud tindak lanjut dari komitmen negara Indonesia dalam merealisasikan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Nomor A/61/106 mengenai Konvensi tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas yang sebelumnya telah mengundangkan hasil konvensi dalam UU No 19 tahun 2011.
Keterangan Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Mohd Iqbal Ramzi (tengah).
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
Kenalkan PKS ke Masyarakat, PKS Pauh Gelar Acara Silaturahim Bersama Warga
Padang – Dewan Pengurus Cabang
(DPC) Partai Kadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Pauh gelar silaturahim pengurus bersama
warga, sabtu (26/9). Kegiatan tersebut di gelar dalam rangka Open House kantor baru DPC PKS Kecamatan
Pauh.
Ketua DPC PKS Pauh, Afriadi
mengatakan Kantor DPC PKS Pauh yang terletak di Jalan Pisang ini lokasinya
tepat di tengah pemukiman warga, untuk itu dalam rangka memperkenalkan PKS,
pengurus bersilaturahim dengan masyarakat sekitar dengan menghadirkan seluruh
Ketua DPRa PKS di Kecamatan Pauh.
Acara yang belangsung dari pagi hingga menjelang siang ini berjalan penuh keakraban. Di akhir acara seluruh pengurus dan masyarakat menikmati soto sambil menonton pemutaran film dokumenter
kegiatan DPC PKS Pauh.
posted by @Adimin
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
posted by @Adimin
DPR Minta Aparat Ungkap Kasus Pengeroyokan Siswa di Aceh
Seulimum Aceh (29/9) - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil meminta pihak kepolisian mengungkap kasus kematian seorang siswi kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Keunaloi, Seulimum, Aceh, Nurul Fatimah (11), yang diduga tewas akibat pengeroyokan yang dilakukan sejumlah siswa di sekolah tersebut, Rabu (16/9) lalu.
“Saya berharap agar kasus ini terungkap secara terang benderang, dan saya minta pihak kepolisian bekerja secara objektif dan transparan sehingga ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat terutama pihak sekolah, agar kejadian seperti ini bisa diantisipasi dan tidak terjadi lagi,” kata Nasir Djamil, disela lawatannya ke rumah korban di Desa Gampong Keunaloi, Seulimum Aceh Besar (28/9).
Selain itu, Anggota Komisi III DPR RI itu juga menyayangkan lambatnya respon sekolah maupun aparat kepolisian mengetahui kejadian kekerasan yang menimpa Nurul. Seharusnya, lanjut Nasir, pihak sekolah lebih responsif atas kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah yang menimpa anak muridnya. "Dan segera melaporkan kejadian ke kepolisian," ujar Nasir.
Lebih lanjut Nasir mengemukakan, dalam kasus kekerasan maupun kekerasan seksual terhadap anak, korban cenderung diam dan keluarga tidak berani melaporkan ke aparat penegak hukum. Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota, ujar Nasir, perlu segera melakukan review terhadap aturan-aturan perlindungan anak, terutama melindungi anak dari kekerasan, baik yang dilakukan oleh guru maupun sesama siswa.
"Sehingga terbangun sistem respon cepat terhadap kasus-kasus seperti ini," imbuh legislator dari daerah pemilihan Aceh itu.
Namun demikian, Nasir mengingatkan aparat penegak hukum untuk memperhatikan hak-hak anak dan model penjatuhan sanksi dalam proses peradilan anak sesuai ketentuan Pasal 3 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Karena pelaku masih di bawah umur, lanjut Nasir, sehingga model penjatuhan sanksi perlu dipertimbangkan oleh aparat penegak hukum.
"Bisa berupa penjatuhan sanksi tindakan sebagaimana ketentuan Pasal 82 SPPA, sanksi pidana sebagaimana ketentuan Pasal 71 SPPA, atau diikutsertakan dalam program pembinaan dan pembimbingan di instansi pemerintah sesuai ketentuan Pasal 21 SPPA," ungkap Nasir.
Untuk itu, Nasir mendorong pemerintah untuk menggiatkan kembali masyarakat sadar hukum yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat, sehingga ketika menjadi korban masyarakat tidak merasa sendiri.
“Perlu ditumbuhkan kembali gerakan sadar hukum di masyarakat, selain itu dibutuhkan pembelajaran pendidikan damai bagi siswa di sekolah, sehingga lingkungan sekolah dan ruang kelas itu menjadi tempat yang nyaman, anti kekerasan, serta anti pelecehan bagi siswa,” pungkas Nasir.
Dalam lawatan tersebut, turut mendampingi Nasir, Kasatreskrim Polres Aceh Besar AKP Mahfudz, Kapolsek Seulimum H.Y Lubis, Danramil Seulimum, serta Kepala Badan Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Besar, Affandi.
Keterangan Foto: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil (kiri) mengunjungi orang tua Nurul Fatimah (11) di Desa Gampong Keunaloi, Seulimum Aceh Besar, Senin (28/9). Nurul Fatimah merupakan siswi kelas VI MIN Keunaloi, Seulimum, Aceh, yang diduga tewas akibat pengeroyokan oleh sejumlah siswa di sekolah tersebut pada Rabu (16/9).
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
Sumber: Humas PKS Kampar
posted by @Adimin
Tapung Masuk Daerah Tercepat Pertumbuhan PKS
TAPUNG (27/9) – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar, Darmis menyebut wilayah Tapung merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan kader PKS tercepat.
“Wilayah Tapung, Tapung Hilir, dan Tapung Hulu ini termasuk wilayah subur, pertumbuhan kader PKS di sini termasuk salah satu yang tercepat,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan Pemilihan Umum Internal (PUI) di TPS Tapung Raya, Sabtu (27/9).
Karenanya, ia meminta kepada semua yang ada di kecamatan tersebut untuk terus melakukan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat. “Perbanyak silaturahim dengan seluruh lapisan masyarakat, dan tampil di depan saat masyarakat membutuhkan,” tambahnya.
Wilayah Kecamatan Tapung, Tapung Hilir, dan Tapung Hulu memang sangat luas. Dalam Pemilu lalu, meski dari dapil ini belum berhasil menempatkan kadernya di DPRD, namun perolehan suara PKS meningkat dari Pemilu sebelumnya.
Keterangan Foto: Ketua DPD PKS Kampar, Darmis.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
posted by @Adimin
Sebagai Tuanrumah IORA, Padang Punya Banyak Kelebihan
Jakarta – Kota Padang akan menjadi tuanrumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Luar Negeri negara-negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA). Kesiapan Padang sebagai tuanrumah dipaparkan Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo di depan pemirsa televisi iNews TV, Jumat (25/9) siang.
Talkshow yang disiarkan langsung dari stasiun televisi iNews TV di Jakarta, selain Walikota Padang, juga ikut hadir Yuri Oktavian Thamrin, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri sebagai pembicara. Yuri Oktavian memaparkan kenapa Padang dipilih sebagai tuanrumah IORA kali ini.
“Padang punya banyak kelebihan,” katanya kepada Ivo, presenter talkshow tersebut dan kepada seluruh pemirsa televisi iNews TV.
Dikatakan Padang punya banyak kelebihan karena sejak dahulunya Padang telah menjadi pintu gerbang di Sumatera bagian Barat. Pintu gerbang perekonomian dan mampu memproduksi cukup banyak hasil pertanian.
“Yang jelas Padang punya banyak hasil produksi yang terus diekspor ke luar melalui pelabuhan Teluk Bayur, sehingga dengan ditunjuknya Padang sebagai tuanrumah IORA ini menjadi poin penting bagi Padang dan daerah sekitarnya,” kata Yuri.
Sementara itu Walikota Padang sangat berterimakasih kepada Kementerian Luar Negeri yang telah menunjuk Padang sebagai tuanrumah IORA. Dukungan cukup besar kepada Kota Padang sangat memotivasi Padang untuk menyukseskan agenda tersebut.
“Terimakasih atas dukungan pemerintah pusat kepada kami untuk mempercayai dan mendukung penuh Padang sebagai tuanrumah IORA,” kata Mahyeldi.
Dikatakan Wako, sebelum IORA digelar, Padang telah lebih dahulu membentuk Indonesia-Indian Ocean Local Government Forum (IIOLGF). Dalam pertemuan kabupaten dan kota di Indonesia yang berada di sepanjang Samudera Hindia itu tercapai kesepakatan bersama yang nantinya akan dipaparkan kepada pemerintah pusat dengan harapan dapat disampaikan saat pelaksanaan IORA nanti.
“Sebagai ‘pemanas’ IORA, kami telah membentuk dan menggelar pertemuan dengan kabupaten/kota di sepanjang Samudera Hindia pada awal September lalu. Ketika itu sebanyak 70 kepala daerah kabupaten/kota hadir di Padang. Dan Alhamdulillah kita sudah membentuk kepengurusan IIOLGF tersebut,” kata Mahyeldi.
Di akhir talkshow, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Yuri Oktavian berharap Padang sukses menjadi tuanrumah dan membawa harum nama bangsa di mata dunia. Ivo, presenter iNews TV juga turut mendoakan semoga pelaksanaan IORA dapat berlangsung sukses di Padang. [Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2015
posted by @Adimin
Kecerdasan Spiritual Penting Ditanamkan pada Anak Sejak Dini

Pekalongan (28/9) - Islamic Parenting dalam lingkungan keluarga sangat penting. Sebab pendidikan Islami yang diberikan orang tua dapat membentuk kecerdasan emosi dan spiritual anak.
"Pentingnya penanaman kecerdasan spiritual pada anak secara dini, anak kelak diharapkan akan memiliki kemampuan menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain disekitarnya," kata Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bidpuan KK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wirianingsih.
Hal itu disampaikan Wirianingsih, saat menjadi pembicara di acara seminar kesehatan anak yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), di Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (27/9).
Wirianingsih berharap, ke depannya akan muncul kesadaran baru di masyarakat bahwa spritualitas dan agama menjadi dua faktor yang saling mendukung.
"Spiritualitas memberi jawaban keberadaan dan kesadaran, dan agama memberikan jawaban apa yang harus dan tidak dikerjakan seseorang," papar ibu dari 10 anak penghafal Alquran itu.
Seminar yang bertajuk "Holistic Care: Optimalisasi Perancang Tenaga Kesehatan dan Masyarakat dalam Mewujudkan Generasi Berlian" itu dipadati 480 peserta yang terdiri dari bidan, perawat, dokter, dan orang tua. Usai seminar, politisi perempuan PKS yang pernah duduk di Komisi IX DPR RI itu, menghadiri silaturahim dengan masyarakat dan pengurus bidpuan PKS Kota Pekalongan. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bidpuan KK) DPP PKS Wirianingsih saat menjadi pembicara di acara seminar kesehatan anak yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), di Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (27/9).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 28, 2015
posted by @Adimin
Legislator PKS Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ke Pelosok
Written By Anonymous on 28 September, 2015 | September 28, 2015
BOGOR (28/9) – Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI Tb. Soemandjaja Rukmandis menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor pada Sabtu (26/9). Desa tersebut merupakan salah satu daerah yang jarang memperoleh informasi ikhwal persoalan ketatanegaraan.
"Sekarang ini banyak yang sudah melupakan dasar negara kita, Pancasila. Lebih banyak memikirkan bagaimana kita makan hari ini,'' ujar Soenmandjaja yang juga bercerita mengenai banyak kepala desa di sebuah wilayah kabupaten di luar Jawa, yang tidak hafal Pancasila.
Pada kesempatan itu, Soemandjaja menjelaskan makna sila-sila Pancasila. "Musuh Pancasila adalah ideologi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti komunisme dan liberalisme. Oleh karenanya, nilai-nilai tersebut sejauh mungkin harus kita hindari,’’ paparnya di hadapan peserta yang mayoritas kalangan muda tersebut.
Menurut Ketua Fraksi PKS MPR RI tersebut, perubahan-perubahan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, baik substansi, latar belakang, maupun implikasinya, belum menjangkau dan dipahami oleh seluruh elemen masyarakat.
‘’Di sinilah arti penting sosialisasi yang dimaksudkan sebagai upaya pembelajaran bagi masyarakat, yaitu untuk memperoleh pengetahuan yang memadai tentang konstitusi, serta dinamika ketatanegaraan. Agar masyarakat semakin siap menjawab tantangan-tantangan ke depan,’’ lanjutnya.
Lebih jauh, Soemandjaja mengingatkan bahwa Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan pilar kebangsaan yang menjadi penyangga keutuhan bangsa Indonesia.
“Pilar-pilar bangsa tersebut lahir melalui empat peristiwa bersejarah yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Penetapan Pancasila pada 1 Juni 1945, Proklamasi pada 17 Agustus 1945, dan pengesahan UUD 1945. Atas empat pristiwa tersebut lahirlah NKRI yang menjadikan kita sebagai bangsa yang besar,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi pilar-pilar kebangsaan ini secara rutin dilakukan Tb. Soemandjaja di wilayah Bogor. Sosialisasi ini merupakan tanggung jawabnya sebagai legislator dari Partai Keadilan Sejahtera kepada konstituen di daerah pemilihannya, Kabupaten Bogor. Hampir semua pelosok Kabupaten Bogor telah tersentuh kehadirannya, mulai dari Kecamatan Sukajaya di Barat Bogor, hingga Tanjungsari di Timur Kabupaten Bogor.
Keterangan Foto: Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI Tb. Soemandjaja Rukmandis (kiri) saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor pada Sabtu (26/9).
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 26, 2015
posted by @Adimin
Negara OKI Perlu Dilibatkan dalam Investigasi Tragedi Mina
Written By Anonymous on 26 September, 2015 | September 26, 2015
JAKARTA (25/9) - Langkah Pemerintah Arab Saudi membentuk tim investigasi tragedi Mina diapresiasi kalangan DPR, terutama dari partai berbasis Islam.
Fraksi PKS, lewat anggotanya Hidayat Nur Wahid menyatakan mendukung keputusan itu. Apalagi kalau dalan tim investigasi itu melibatkan negara-negara Islam (OKI).
"Tentu sangat mendukung keputusan pihak Saudi Arabia yang segera membentuk tim investigasi. Mereka harus bekerja serius untuk mengungkap apa sesungguhnya penyebab tragedi Mina," kata Hidayat Nur Wahid, kepada wartawan di gedung DPR, Jumat (25/9).
Anggota Komisi VIII DPR ini mengatakan sejauh ini pihaknya mengetahui kalau penyebab tewasnya 717 jemaah haji dan 800 menderita luka, karena adanya desakan dari jemaah yang berbalik arah. Bahkan dikabarkan ada jalur yang ditutup.
"Saya berharap tim investigasi itu bekerja secara nasional. Syukur kalau tim investigasi itu melibatkan negara OKI," ujar mantan presiden PKS ini.
Keterlibatan negara OKI dalam tim tersebut menurut dia sangat wajar karena warganya menjadi korban. Dalam tim itu, Hidayat berpandangan perlu dilibatkan pihak independen.
"Dengan demikian bisa diketahui secara pasti penyebab tragedi tersebut dan mencari solusi supaya hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari," demikian ujar Wakil Ketua MPR RI itu. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 26, 2015
posted by @Adimin
Jiwa Kepeloporan dan Semangat Berkorban
Khutbah Idul Adha 1436 H
Jiwa Kepeloporan dan Semangat Berkorban :
Refleksi Kisah Nabi Ibrahim dan Keluarga Bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
Oleh: Mohamad Sohibul Iman, Ph.D
Maasyirol Muslimin, jamaah Shalat Iedul Adha yang dimuliakan Allah
Pada hari ini sebagian besar ummat Islam melantunkan Takbir, Tahlil, dan Tahmid menandakan pelaksanaan Iedul Qurban atau Iedul Adha di tempat masing-masing. Dan jutaan ummat Islam yang mampu secara moril dan materil sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Langit membahana karena lantunan Takbir, Tahlil, dan Tahmid, dan bumi bergetar karena pergerakan jamaah haji. Dan nanti selepas Shalat Ied ditambah selama hari-hari tasyrik(11-13 Dzulhijjah) kita akan melaksanakan pemotongan hewan qurban. Semua itu kita maksudkan sebagai bentuk ketaatan dan pengabdian kita kepada Sang Pencipta, Allah swt, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial kita, yang pada akhirnya demi menggapai keluhuran penciptaan kita sebagai hamba dan khalifah Allah di dunia ini.
Tiap kali Iedul Adha atau Iedul Qurban datang kita selalu mendengar kisah tentang perjuangan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Kisah itu demikian seringnya kita dengar sehingga hampir tidak ada seorang pun di antara kaum muslimin yang tidak mengetahui kisah tersebut. Kisah Nabi Ibrahim adalah kisah perjuangan sebuah keluarga pejuang yang sangat gigih dan penuh dedikasi. Kisah pribadi dan keluarga yang diisi dengan aneka pengorbanan.
Perjuangan dan pengorbanan tersebut akhirnya mengantarkan Ibrahim dan keluarganya sebagai sosok fenomenal yang namanya diabadikan dalam sejarah manusia. Bahkan jejak-jejak perjuangan dan pengorbanan mereka diperingati, dirayakan, ditelusuri, dan dihayati lewat ibadah haji dan peringatan Iedul Qurban.
Al Quran sendiri menggambarkan sosok Ibrahim sebagai Imam bagi sekalian ummat manusia karena keberhasilannya melaksanakan beragam perintah dan cobaan dari Allah SWT sebagaimana tertuang dalam Surat Al Baqarah ayat 124:
“Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (beragam perintah/ujian) lalu dia melaksanakannya dengan sempurna, lalu Allah berfirman: Sesunguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: Dan juga dari anak cucuku? Allah berfirman: janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang dhalim”
Seperti sudah kita ketahui bersama beragam perintah Allah dan ujian yang diterima Nabi Ibrahim diantaranya adalah ketika beliau harus berhadapan dengan Raja Namrud dan rakyatnya yang tidak mengakui ajaran Tauhid sehingga beliau harus menghadapi hukuman dibakar hidup-hidup. Tapi dengan keyakinan yang kuat beliau bertahan dalam keyakinannya dan akhirnya Allah berikan pertolongan sehingga api tidak mampu membakar dirinya.
“Kami (Allah) berfirman: wahai api, jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.” (Q.S. Al Anbiya ayat 69).
Allahu Akbar 3x, walillahilhamd
Walaupun raja dan masyarakatnya mengingkari ajaran Tauhid tapi Nabi Ibrahim tetap gigih memelopori gerakan Tauhid dengan segala resikonya. Inilah satu keteladanan dalam kepeloporan melakukan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat. Tentu saja jiwa kepeloporan ini tidak akan pernah tegak bila tidak dilandasi kesiapan untuk berkorban. Memang Nabi Ibrahim sudah memiliki jiwa kepeloporan dan jiwa berkorban sejak masa mudanya.
Spirit kepeloporan dan jiwa berkorban terus ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau diminta Allah SWT untuk mengungsikan dan merelakan istri dan anaknya yang masih bayi di suatu tempat yang belum ada penghuninya. Apalagi kemudian ketika anak beranjak dewasa ternyata beliau diperintahkan untuk menyembelih putra tercintanya tersebut. Dan beliau melaksanakan semua perintah tersebut dengan baik dan sempurna.
Bersamaan dengan pemenuhan semua perintah tersebut ternyata selalu datang pertolongan Allah SWT. Putera tercinta yang hendak disembelih ternyata diganti Allah dengan seekor kambing yang sehat. Dan tanah gersang yang tidak berpenghuni tempat istri dan anaknya itu diungsikan dan ditempatkan ternyata menjadi tanah yang memberikan beragam kemamkmuran hingga hari ini. Dan bahkan dijadikan tanah suci ummat Islam yang setiap saat didatangi jamaah haji dan umrah.
Subhanallah, buah dari jiwa kepeloporan dan jiwa berkorban membuahkan berkah yang luar biasa dalam jangka panjang bahkan menghadirkan beragam kekaguman seperti air zam zam yang tidak pernah kering walau digunakan oleh jamaah haji dan umrah setiap saat. Ini menjadi daya Tarik kajian tersendiri bagi para ilmuwan dunia.
Allahu Akbar 3x, walillahilhamd
Dalam kehidupan kita hari ini seharusnya kita dapat meneladani spirit kepeloporan dan jiwa berkorban Nabi Ibrahim dan keluarganya. Terlebih di zaman yang semakin materialistis, segala hal cenderung dinilai dengan ukuran materi, serta cenderung mengutamakan kepentingan pribadi, spirit kepeloporan dalam melakukan kebaikan dan kehendak untuk berkorban harus makin digelorakan.
Banyak di antara kita yang tidak mau melakukan kebaikan atau mentaati satu aturan hanya karena melihat orang lain tidak melakukannya. Kita tidak mau tertib di jalan raya, hanya karena orang lain juga ugal-ugalan. Kita tidak mau buang sampah pada tempatnya hanya karena orang lain juga buang sampah sembarangan. Kita tidak mau bekerja keras di kantor hanya karena orang lain juga leha-leha. Kita tidak mau menolak suap dan lain-lain hanya karena tahu bahwa orang lain juga banyak yang menikmati suap. Kita tidak mau belajar optimal sebagai pelajar dan mahasiswa hanya karena melihat bahwa belajar malas pun kenyataannya lulus.
Ada ilmuwan muslim yang mensinyalir bahwa rendahnya spirit kepeloporan dan jiwa berkorban ummat Islam disebabkan pemahaman yang keliru tentang makna hidup berjamaah. Karena merasa berjamaah, ummat Islam cenderung menjadikan segala urusan kebaikan sebagai fardlu kifayah (kewajiban kolektif): kalaupun saya tidak melakukannya, toh ada orang lain yang melakukannya. Pikiran seperti ini hinggap di semua kaum muslimin sehingga semua urusan kebaikan menjadi terbengkalai, tidak ada yang mengerjakan. Sungguh tragis.
Sebaliknya di masyarakat yang individualis, yang sering kita anggap masyarakat yang buruk, ternyata mereka memiliki pemikiran yang bagus terkait kerja-kerja kebaikan kolektif. Mereka selalu berfikiran kalau bukan saya yg tertib di jalan raya, lalu siapa lagi yang akan mentaati aturan lalu lintas? Kalau bukan saya yg bekerja dengan baik di kantor, lalu siapa yang akan kita harapkan? Dan seterusnya. Bisa dikatakan justru mereka memiliki sikap menjadikan segala kebaikan sebagai fardhu ain atau kewajiban pribadi masing-masing. Itulah mengapa di negara-negara yang individualis justru spirit kepeloporan dan jiwa berkorban malah tinggi. Akibatnya ketertiban dan keteraturan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara relatif lebih baik.
Allahu Akbar 3x, walillahilhamd
Jamaah Shalat Iedul Adha yang mengharap ridha Allah
Marilah kita sebagai kaum yang beriman, yang memiliki nilai-nilai ajaran yang luhur dalam kebaikan-kebaikan untuk meningkatkan spirit kepeloporan dan jiwa berkorban.
- Mari tingkatkan keimanan kita kepada Allah SWT sebagai landasan motivasi dan penguat agar kita dapat istiqomah dalam melakukan kebaikan-kebaikan.
- Yakinlah bahwa tidak ada ruginya kita melakukan kebaikan-kebaikan di tengah lalainya orang lain mengerjakan kebaikan-kebaikan. Kita harus percaya segala kebaikan yang kita lakukan akan berbuah kebaikan pula baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain, baik saat ini maupun di masa mendatang.
“Tiadalah satu kebaikan yang kita kerjakan kecuali akan berbuah kebaikan pula”.
Bahkan dalam ajaran Islam, kebaikan akan berbalas 10x bahkan lebih:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan maka akan mendapat balasan sepuluh kali lipat, dan barang siapa yang melakukan keburukan maka baginya sebesar keburukan itu dan dia tidak akan didhzolimi.” (Q.S. Al An’am ayat 160).
- Milikilah prinsip kepeloporan seperti ini:
Jika ada seribu orang yang melakukan kebaikan maka aku salah satunya
Jika ada seratus orang yang melakukan kebaikan maka aku ada di garis depan
Jika ada sepuluh orang yang melakukan kebaikan maka akulah pemimpinnya
Jika hanya satu orang yang melakukan kebaikan maka itulah aku
Allahu Akbar 3x, walillahilhamd
Jamaah Shalat Iedul Adha yang mengharap ridha Allah
Sebagai penutup marilah berdoa kepada Allah SWT.
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa
Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN