pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

PKS: Tidak Perlu Menunggu Reses untuk Bertemu Konstituen

Written By Anonymous on 11 October, 2015 | October 11, 2015



Tangerang (11/10) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyatakan tidak perlu menunggu jadwal reses masa sidang berjalan berakhir untuk bertemu masyarakat dan konstituen di daerah pemilihan (dapil). Demikian disampaikan Jazuli ketika mengadakan pelayanan kesehatan (yankes) untuk masyarakat kurang mampu di dapilnya Tangerang Raya, Banten, Sabtu (10/10).

"Pada hakikatnya seorang anggota dewan adalah pelayan rakyat. Tidak perlu menunggu reses untuk bertemu konstituen, sudah seharusnya ia melayani rakyat, kapanpun dan dimanapun," kata Jazuli.

Tepat pukul 10.00 WIB yankes yang kali ini menyambangi masyarakat Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang ini dimulai. Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, tampak dari antrian yang padat tapi tetap tertib.

Dalam sambutannya, Jazuli menyampaikan pada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menganjurkan agar olahraga secara rutin guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. "Kalau kita sehat, kita bisa menjadi manusia yang mampu berkarya positif dan bisa beribadah," kata Jazuli.

Kegiatan rutin yankes gratis ini dibantu oleh para kader PKS Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Kuta Baru didukung oleh 3 tenaga medis yang terdiri dari 1 dokter umum, 1 perawat, dan 1 apoteker ini berakhir menjelang siang.

Ia bertekad terus mengadakan yankes gratis secara rutin agar dapat menyentuh seluruh konstituen di dapilnya. Terlebih pada kesempatan kali ini melihat ada seorang perempuan lanjut usia (95 tahun) tetap bersemangat memeriksa kesehatan.

"Saya bertekad melaksaakan kegiatan ini secara rutin dan merata karena sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata Jazuli.

Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (tengah, berpeci hitam) bersama masyarakat yang mengikuti pelayanan kesehatan di Tangerang Raya, Banten, Sabtu (10/10). 

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Ketua DPW Papua Terpilih Targetkan Menang 80 Persen Pilkada

PAPUA (11/10) -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua terpilih, Kusmanto, menyebut PKS sudah menyatu dengan rakyat Papua. Kepercayaan masyarakat Papua terhadap PKS terus bertambah dari tiap pemilu.

Kusmanto menyebut sebagai bukti, kini PKS mendapat amanah 50 anggota dewan di tingkat kabupaten/kota se-Papua, tiga anggota DPR Papua dan satu anggota DPR RI. 

"Kita juga memiliki satu Ketua DPRD yaitu di DPRD Kabupaten Lanny Jaya, dan enam Wakil Ketua DPRD kabupaten/kota. Ini artinya PKS sudah bisa diterima dan sudah bisa menyatu dengan masyarakat Papua,” ungkap Kusmanto dalam sambutannya selepas ditetapkan sebagai Ketua DPW PKS Papua masa khidmat 2015-2020 pada Muswil ke-4 DPW PKS Papua di Hotel Sahid Papua, 10-11 Oktober 2015.

Kusmanto yakin dengan kepercayaan masyarakat Papua itu, PKS bisa meraih kemenangan 80 persen dari seluruh Pilkada yang digelar di Papua pada 9 Desember mendatang.

“Ada PR besar yang menjadi tanggung jawab kita bersama, Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Dari 11 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada, harapan kita bisa memenangkan 80 persennya. Jika ini tercapai akan berimbas besar pada perolehan kita di 2019 mendatang,” ungkap Kusmanto.

Dalam Musyawarah Wilayah ke-4 DPW PKS Papua, Kusmanto terpilih sebagai Ketua DPW PKS yang baru menggantikan Ichwanul Muslimin.


posted by @Adimin

Hidayat Nur Wahid: PKS di Papua Wujud Indonesia Banget!

PAPUA (11/10) -- Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Papua yang telah menerima dan bersedia berjuang bersama-sama dengan PKS.


“Terima kasih kepada masyarakat Papua atas penerimaan yang luar biasa kepada PKS bahkan bersedia berjuang bersama-sama dengan PKS, meskipun masyarakat Papua tahu PKS berasaskan Islam. Karena Islam yang kita pahami adalah Islam yang menghadirkan rahmat bagi seluruh alam, Islam yang membawa kepada kemajuan, membawa kepada segala kebaikan. Dan, itulah karakteristik dasar kita,” ungkap Hidayat dalam sambutan pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 PKS Papua di Hotel Sahid Papua, Sabtu (10/10/2015).

Hidayat menyebut penerimaan masyarakat terhadap PKS di Papua menjadi bukti bahwa PKS tidak eksklusif.“PKS di Papua ini wujud bahwa PKS Indonesia banget, PKS bisa diterima semua kalangan di negeri ini,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.

Pada kesempatan tersebut, Hidayat menyampaikan apresiasi atas perkembangan PKS di Papua.“Pada pemilu 1999 PKS di Papua belum dapat apa-apa, kini masyarakat Papua mengamanahkan 50 anggota DPRD kabupaten/kota, tiga anggota DPRD provinsi, dan satu DPR RI. Ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat Papua kepada PKS yang harus dijaga dan dipelihara. Dalam posisi penerimaan seperti ini, jangan pernah mengecewakan rakyat Papua,” kata Hidayat.
Lebih lanjut Hidayat memesankan agar pengurus dan kader PKS Papua mampu memerankan diri sebagai jembatan kebaikan bagi banyak pihak.

“Hadirnya kita harus menjadi jalan kebaikan bagi semua orang. Sebagai misal, dana otonomi khusus yang begitu besar, harus kita kawal agar benar-benar bisa menghasilkan Papua yang maju, Papua yang makmur, dan Papua yang sejahtera,” pesan Hidayat.

DPW PKS Papua menggelar Muswil ke-4 yang dilangsungkan di Hotel Sahid Papua di Jayapura pada 10-11 Oktober 2015. Pada pembukaan Muswil kali ini hadir Sekda Propinsi Papua Hery Dosenaen, Ketua DPR Papua Yunus Wonda, dan sejumlah pimpinan partai dan ormas di Papua.


posted by @Adimin

PKS Jawa Barat Target 20 Persen Suara pada 2019


BANDUNG (10/10) – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat mulai melakukan rotasi kepemimpinan wilayah dan menargetkan mampu memperoleh 20 persen suara pemilih pada pemilu 2019.

“Kepengurusan yang baru dilantik memiliki target 20 persen suara pada pemilu 2019 dan akan mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai kontributor kenaikan suara bagi PKS di level nasional,” kata Tate Qomarudin Ketua Wilayah Banjabar yang meliputi Banten, Jakarta dan Jawa Barat di acara pembukan Musyawarah Wilayah ke-4 DPW PKS Jawa Barat di Bandung, Sabtu (10/10/2015).

Tate yang juga mantan Ketua DPW PKS Jawa Barat mengingatkan bahwa upaya mencapai target itu bukan hanya bicara angka kursi tapi bagaimana meningkatkan fungsi pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan.

“Pengurus harus memastikan bahwa fungsi pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan harus dapat berjalan selama kepengurusan. Tiga fungsi ini yang akan dielaborasi dan diperluas di musyawarah kerja wilayah (mukerwil) beberapa waktu mendatang,” tambah Tate.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekankan bahwa membangun Jawa Barat harus melibatkan banyak pihak dan menjaga keharmonisan hubungan antara pemerintah provinsi dan DPRD.

“Banyak buktinya jika keharmonisan politik terjadi di Jawa Barat. Salah satunya adalah lancarnya pembahasan APBD dan Peraturan Daerah meski perdebatan juga tetap ada,” kata pria yang akrab disapa Aher ini di depan para peserta Musyawarah Wilayah.

Aher juga melaporkan bahwa saat ini Pemprov Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memperoleh penghargaan dengan jumlah terbanyak. Secara politik, Jawa Barat daerah paling dinamis. Tahun 1999 partai yang berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilu adalah PDIP, tahun 2004 Partai Golkar, tahun 2009 Partai Demokrat, dan tahun 2014 kembali direbut PDIP.

Pada acara Muswil ke-4 DPW PKS Jawa Barat tersebut hadir Ketua KPU Jawa Barat, Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat Ine Purnadewi sekaligus mewakili DPD PDIP Jawa Barat, Ketua DPD Partai Demokrat, Ketua DPW PPP, Ketua DPW PBB termasuk Ketua Partai Kristen Pembangunan. Juga hadir para pimpinan Ormas diantaranya Ketua MUI, Ketua Persis, Ketua PUI, Ketua PW Muhammadiyah Jabar, Ketua PW NU, dan segenap alim ulama.

Keterangan Foto: Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat berfoto bersama usai dilantik untuk masa khidmat 2015-2020.


posted by @Adimin

PKS Ajak Parpol Lain Perbaiki Kaderisasi untuk Hindari Politik Biaya Mahal

Written By Anonymous on 10 October, 2015 | October 10, 2015

BANDUNG (10/10) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengajak partai politik yang lain untuk membenahi sistem kaderisasi di partai masing-masing. Kaderisasi yang baik di dalam partai politik dapat mencegah politik biaya tinggi (high cost politics).
“Sistem kaderisasi yang bagus adalah modal dasar menghindari politik biaya tinggi. Perbaikan sistem kaderisasi ini merupakan syarat utama penerapan sistem proporsional tertutup agar dapat berjalan dengan baik,” kata Sohibul Iman di Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 PKS Dewan Pimpinan Wilayah (Jawa Barat) di Bandung, Sabtu (10/10/2015).
Sohibul Iman menekankan, perbaikan lanskap politik nasional harus dimulai dari internal partai politik dengan membangun sistem kaderisasi yang mampu menghasilkan pemimpin yang hebat.
“Sistem kaderisasi yang bagus akan meminimalisir hadirnya para penumpang gelap yang hanya datang menjelang momen politik lalu melakukan transaksi dengan pimpinan partai untuk mendapat nomor topi,” tegasnya. Mantan wakil ketua DPR ini juga mengungkapkan kegelisahan para politisi melihat kondisi perpolitikan nasional yang sudah terjerumus ke praktik politik biaya mahal.
“Tahun lalu hanya kami PKS dan PDIP yang memperjuangkan sistem proporsional tertutup. Tapi saya dengar langsung akhir-akhir ini, hampir semua partai politik kapok dengan praktik politik biaya tinggi,” ungkapnya.
Jika mengacu pada konstitusi kita, lanjut Sohibul Iman, seharusnya peserta pemilu itu adalah partai politik bukan orang per orang. Berbeda dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang memang berkompetisi sebagai masing-masing individu.
Rotasi Kepemimpinan
Pada kesempatan pidato politiknya, Sohibul Iman juga mengungkapkan salah satu rahasia mengapa proses pergantian kepemimpinan di PKS relatif lancar dan mulus tanpa gejolak.
“PKS itu telah menerapkan pola kepemimpinan 360 derajat yang artinya setiap kader berkontribusi tidak terkait pada posisi. Kami menerapkan sistem kepemimpinan yang berbasis pada peran dan fungsi. Jadi di manapun posisinya, setiap kader akan menjalankan fungsi kepemimpinannya,” ungkap Sohibul Iman.
Dalam PKS dikenal dua jalur kontribusi yakni jalur politik struktural dan kultural. Bagi yang tidak mendapat peran di struktur partai dakwah dapat mengembangkan diri di jalur dakwah kultural.
“Atas keyakinan tentang posisi jabatan dan posisi inilah yang membuat peralihan kekuasaan di PKS tidak banyak muncul gejolak. Meski tak punya jabatan struktural, para kader mampu mengembangkan diri di jalur kultural. Sama-sama mulianya. Lapangan kultural bahkan jauh lebih luas dibanding struktural,” jelas Iman.
Lanskap Ekonomi dan Sosial
Di ujung pidatonya, Sohibul Iman menggambarkan kondisi ekonomi nasional yang kurang menggembirakan sehingga perlu segera diwujudkannya kemandirian ekonomi.
“Tapi dalam kondisi sangat sulit ini PKS mengusulkan adanya bantuan dalam bentuk uang tunai. Ini memang bukan pilihan terbaik untuk meningkatkan daya beli rakyat. Tapi harga premium dan kenaikan harga listrik benar-benar telah membebani rakyat,” kata Sohibul Iman.
Selain lanskap ekonomi, doktor teknik lulusan Jepang ini juga mengingatkan ikatan sosial masyarakat juga perlu diperkuat sehingga masyarakat tidak gampang disulut oleh isu-isu SARA dan tak jelas.
Indonesia adalah sebuah negara yang telah terbukti berhasil selama 70 tahun menjaga kesatuan dan persatuan meski terdiri dari ratusan suku yang secara jumlah dan variasi budayanya sepadan dengan bangsa di daratan Eropa.
“Oleh karena itu saya mendorong para kader PKS untuk menjadi agen kohesi sosial di tengah masyarakat. Kader PKS harus mampu menjadi perekat anak-anak bangsa dan menghindari terjadinya gejolak yang merugikan masyarakat,” pungkas Iman.
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat menyampaikan pidato politiknya di Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 PKS Dewan Pimpinan Wilayah (Jawa Barat) di Bandung, Sabtu (10/10/2015).


posted by @Adimin

Laporan GALIBU, Munas PKS Dapat Sokongan dari 40 Ribu Kader dan Masyarakat

Jakarta (9/10) - Hasil laporan keuangan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lewat Gerakan Lima Puluh Ribu (Galibu) menunjukkan ada lebih dari 40 ribu kader dan masyarakat dari seluruh Indonesia ikut menyumbang. Temuan data tersebut menunjukkan dukungan besar akar rumput untuk kepemimpinan Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

“Setelah diurai ada 39.582 setoran dari kader seluruh Indonesia dan ada seribu kader dari Bogor menyetor secara kolektif. (Perolehan) Ini membanggakan karena menunjukkan rasa memiliki kader terhadap PKS sangat tinggi,” ujar Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Dedi Supriadi di kantor DPP PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum’at (9/10).

Lebih lanjut Dedi juga melaporkan bahwa Munas ke-4 PKS yang digelar di Cibubur dan Depok, Jawa Barat, awal September lalu menghabiskan dana hampir Rp 4 Milyar. Selain total dana Galibu yang mencapai Rp 2,48 Milyar, panitia juga menerima urunan dana dari Anggota DPR, DPRD tingkat I dan II PKS yang jumlahnya mencapai 1.217 orang di seluruh Indonesia.

“Jumlah urunan dari anggota dewan seluruh Indonesia ini mencapai Rp 1,3 milyar lebih. Seluruh panitia dan pengurus mengucapkan terima kasih kepada kader dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam Galibu,” kata Dedi yang juga Ketua Bidang Humas dan Dokumentasi saat Munas tersebut.

Penyampaiaan laporan keuangan kegiatan Munas ke publik, menurut Dedi, adalah bagian dari transparansi atas penggunaan dana masyarakat oleh partai politik. “PKS meminta partisipasi publik dalam bentuk dana, maka sudah sewajarnya kami juga memberi laporan pemanfaatan dana tersebut,” ujarnya lagi.

Ia berharap dengan tersampaikannya laporan keuangan tersebut, kepercayaan kader dan publik umumnya semakin tumbuh. Sehingga, masyarakat mau berpartisipasi lebih jauh untuk pemenangan PKS di kalender politik yang sebenarnya, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota Legislatif, Pemilu Presiden (Pilpres), dan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada).

Dedi juga mengundang pihak-pihak yang ingin mengetahui secara rinci pemasukan dan penggunaan dana Galibu dalam Munas ke-4 PKS untuk datang ke kantor PKS. “Kami siap menunjukkan rinciannya kepada siapapun yang membutuhkan,” pungkas Dedi.
 
Lihat Laporan Keuangan Munas ke-4 PKS, klik: http://www.pks.id/download
Keterangan Foto: Ketua Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi.
posted by @Adimin

Dua Solusi PKS Tekan Politik Biaya Tinggi

BANDUNG (9/10) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohihul Iman menyatakan perlu ada terobosan untuk menghindari jebakan politik biaya tinggi dan demokrasi prosedural.

“Perlu diadakan transformasi struktural agar sektor politik kita tidak centang perenang. Yang dipraktekkan bukan demokrasi substantif tapi lebih dominan demokrasi struktural dengan biaya politik yang sangat mahal,” kata Sohibul Iman dalam acara pembekalan anggota legislatif Jawa Barat di Bandung Jumat (9/10/2015).

Menurut Sohibul Iman, sistem proporsional tertutup bisa dipertimbangkan menjadi salah satu alternatif pilihan. “Tapi pelaksanaan sistem proporsional tertutup harus dipaketkan dengan sistem kaderisasi partai yang baik. Keduanya tak bisa dipisahkan,” tambahnya.

Sistem proporsional tertutup yang diterapkan tanpa adanya pengkaderan partai yang bagus hanya akan menghadirkan penyimpangan dan penyelewengan dalam bentuk yang baru. “Tanpa kaderisasi yang baik, sistem proporsional tertutup bisa dimanfaatkan oleh mereka yang suka menyogok pimpian partai agar mendapat nomor topi dalam urutan pemilu,” jelas Sohibul Iman.

Mantan Wakil Ketua DPR ini juga menambahkan, transformasi struktural di bidang politik harus diimbangi dengan upaya mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi dan mengoptimalkan bonus demografi yang akan terjadi beberapa tahun ke depan. Ikatan sosial masyarakat juga perlu diperkuat sehingga masyarakat tidak gampang disulut oleh isu-isu SARA dan tak jelas.

“Saya mendorong para kader PKS untuk menjadi agen kohesi sosial di tengah masyarakat. Kader PKS harus mampu menjadi perekat anak-anak bangsa dan menghindari terjadinya gejolak yang merugikan masyarakat,” ungkap Sohibul Iman.

Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga menekankan pentingnya politisi Islam untuk mendalami cara kerja pemerintahan dan negara yang lebih efektif sebagai respons dinamika yang terjadi di level lokal, nasional, maupun global.

“Politisi Muslim harus mempelajari cara kerja demokrasi dengan lebih baik dan secara bersamaan menyadari peran agama sebagai penyempurna cara kerja demokrasi dan negara. Memang banyak pekerjaan rumah untuk mengerjakan upaya ini agar mampu menghasilkan peradaban alternatif,” jelas Fahri.

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menyimak pertanyaan peserta pembekalan anggota legislatif Jawa Barat, di Bandung, Jumat (9/10).



posted by @Adimin

Fahri Hamzah Optimistis Tiga Paket Kebijakan Bisa Perbaiki Ekonomi Indonesia

Written By Anonymous on 09 October, 2015 | October 09, 2015



JAKARTA (9/10) – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengatakan bahwa tiga paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah membuktikan bahwa ada upaya serius untuk membenahi dan memulihkan kondisi ekonomi Tanah Air. Ia yakin, jika paket kebijakan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kegiatan usaha di Indonesia akan berjalan baik.

"Pemerintah sungguh-sungguh ingin mereformasi sistem penyelenggaran kegiatan usaha kita mulai dari perizinan, sampai soal keuangan dan sebagainya dan itu positif. Jadi paket-paket ini janji dari pemerintahan," ujar Fahri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan bahwa langkah pemerintah berikutnya adalah memastikan tiga paket kebijakan bisa terlaksana dengan baik di lapangan. Ia yakin jika kebijakan itu berjalan, kegiatan usaha akan lancar.

Fahri mengatakan bahwa pemerintah juga perlu memastikan iklim investasi di Indonesia terjamin dengan baik dan bisa memberikan keuntungan bagi segala pihak yang terlibat dalam investasi. Dengan kepastian tersebut, para investor akan dengan senang melakukan investasi di Indonesia.

"Uang itu sifatnya pengecut, dia tidak berani datang ke tempat yang tidak pasti. Satu tempat tidak pasti, dia pasti kabur ke tempat lain. Begitu pemerintah ciptakan suasana, pasti nyaman dan enak, uang akan datang dengan sendirinya," ujarnya.

Selain memastikan iklim investasi di Indonesia, Fahri juga menyarankan kepada pemerintah untuk menciptakan kepastian hukum. Ia menilai bahwa berbagai macam konflik yang terjadi di antara lembaga penegak hukum akan memunculkan kesan ketidakpastian hukum dan kekhawatiran bagi para investor.

"Ini yang saya takut dengan kekacauan hukum saat ini. Pemerintah perlu hentikan konflik di antara lembaga-lembaga hukum. Kalau tidak, uang itu tidak akan datang," kata dia.

Sebagai tambahan, Pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid III pada hari Rabu (7/10/2015). Paket ini melengkapi dua paket kebijakan ekonomi yang sudah diumumkan pada September 2015.



posted by @Adimin

Politisi PKS: Penting Menjaga Empat Pilar di Saat Krisis



GROBONGAN (9/10) – Krisis kekeringan tengah melanda hampir sebagian besar wilayah di Tanah Air saat ini. Beban yang dialami masyarakat semakin bertambah dengan naiknya harga bahan-bahan pokok akibat pelambatan ekonomi.

Menghadapi situsasi demikian, Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) MPR RI Gamari Sutrisno mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga Empat Pilar, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, Empat Pilar memang bukan 'obat mujarab' untuk menyelesaikan krisis. Namun dengan semangat dan kesadaran Empat Pilar itu, persatuan masyarakat dan ketertiban sosial akan tetap terjaga di tengah krisis.

Hal tersebut disampaikan Gamari saat menjawab pertanyaan sejumlah warga dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di daerah pemilihannya, Desa Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (8/10).

Anggota Komisi I DPR ini menjelaskan, di tengah situasi saat ini, sangat penting untuk memperkuat kembali nasionalisme kebangsaan. 

"Melalui sosialisasi Empat Pilar ini, MPR berharap terjadi penguatan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Meningkatnya empati terhadap kondisi sesama dan memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat," katanya mengutip dari rilis Humas PKS.

Menurut Gamari, krisis dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial akibat frustasi dan putus asa. Karena itu sikap saling menjaga, menasehati, menguatkan, dan kebersamaan sosial harus terus dijaga dalam situasi apapun.

Dia juga mengatakan, bukan hanya rakyat kecil yang harus menyadari Empat Pilar ini. Para penyelenggara negara sebagai pengambil kebijakan juga harus berpegang teguh pada Empat Pilar. Agar setiap kebijakan yang diputuskan tidak makin membebani masyarakat di tengah situasi sulit.

Ilustrasi Foto: Anggota Fraksi PKS MPR RI Gamari Sutrisno dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara di Komplek SDIT Mutiasa Hati Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (10/5/2015).



posted by @Adimin

Hidayat Nurwahid: PKS Tak Sepakat KPK Dibatasi 12 Tahun



JAKARTA (7/10) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sepakat pada usulan revisi UU No 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin keberadaan lembaga antikorupsi itu hanya sampai 12 tahun mendatang.

Sejumlah fraksi di DPR RI mengusulkan revisi UU KPK, tapi fraksi PKS menolak usulan revisi itu, kata Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (7/10).

Hidayat Nurwahid mengatakan hal itu ketika menerima kunjungan pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang akan menyelenggarakan sidang tanwir IMM di Manado, Sulawesi Utara, pada 28-31 Oktober 2015.

Dia menjelaskan pada usulan revisi UU KPK itu salah satu substansinya adalah membatasi keberadaan KPK hanya selama 12 tahun ke depan.

"Pertimbangannya, KPK adalah lembaga ad-hoc sehingga keberadaannya ada batas waktunya," katanya. Namun menurut Hidayat, KPK meskipun lembaga ad-hoc tapi tidak bisa dibatas keberadaannya hanya sampai 12 tahun ke depan.

Jika KPK dihapuskan, kata dia, maka lembaga penegakan hukum yang akan melakukan pemberantasan korupsi adalah kejaksaan dan kepolisian.

"Tidak ada jaminan kepolisian dan kejaksaan sudah independen dan profesional dalam memberantas korupsi pada 12 tahun mendatang," tegasnya.

Mantan Ketua Fraksi PKS DPR RI ini berharap, DPR RI lebih fokus bekerja pada legislasi. Menurut dia, KPK yang sudah bekerja secara independen dan profesional justru perlu dikuatkan kewenanganya.

"Yang perlu diperbaiki, adalah koordinasi antara KPK dengan kepolisian dan kejaksaan, bukannya malah menghapus KPK," katanya.



posted by @Adimin

Al Aqsa Memanas, Jokowi Diminta Lebih Serius Mendukung Palestina

JAKARTA (9/10). Komitmen Presiden Joko Widodo mendukung kemerdekaan Palestina diharapkan tidak sebatas pencitraan. Belajar dari Soekarno, dukungan pemerintahan Jokowi terhadap Palestina seharusnya lebih vokal dan nyata di dunia internasional. 

Menurut anggota Komisi I bidang luar negeri, Ahmad Zainuddin, satu tahun pemerintahan Jokowi selama ini belum menunjukkan komitmen nyata dukungan terhadap Palestina kecuali pernyataan politik dalam pidato kampanye dan Hari Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu. 

Zainuddin mencontohkan, beberapa minggu terakhir kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina meningkat, khususnya di Kompleks Al Aqsa di Yerusalem, Tepi Barat. Sudah lebih dari 200 orang terluka, 4 meninggal dan puluhan lainnya ditangkapi militer Israel. Kekerasan oleh militer Israel hingga hari ini masih berlangsung. Warga Palestina juga dibatasi untuk beribadah di masjid Al Aqsa. 

"Eskalasi ini bisa memicu gerakan intifada ketiga. Tapi tidak ada kecaman apapun dari pemerintah kita. Indonesia harus proaktif, berani menyeret Israel ke pengadilan internasional sebagai penjahat perang. Belajarlah dari Soekarno," jelas Zainuddin di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015). 

Anggota pengawas intelijen Komisi I DPR ini mendorong pemerintah agar lebih serius dalam memberi dukungan kepada Palestina. Misalnya dengan tetap mengalokasikan bantuan terhadap rakyat Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat. 

"Karena Indonesia ini bangsa besar. Kiprahnya dalam ketertiban dunia, perdamaian global, kemanusiaan semesta, pembelaan terhadap bangsa tertindas harus jelas, nyata dan dirasakan. Sesuai amanat UUD," tegas Zainuddin. 

Selain itu, politisi PKS dari daerah pemilihan DKI Jakarta I ini juga mengingatkan agar Jokowi mengusahakan pembelaan terhadap Palestina saat bertemu dengan Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, pada 26 Oktober mendatang. Jokowi, lanjut Zainuddin, harus berani mendesak Obama agar bersikap tegas terhadap anak emasnya, Israel. 

"Jika ingin solusi damai di Palestina, kuncinya ada di AS. Jokowi harus berani, berani seperti Soekarno," pungkasnya.


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger