Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
October 13, 2015
posted by @Adimin
Soal UU KPK, Sikap PKS Dinilai Sudah Selaras dengan Rakyat
Written By Anonymous on 13 October, 2015 | October 13, 2015
SEMARANG (12/10) - Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak revisi UU KPK mendapat apresiasi positif. Sikap tegas tersebut diharapkan konsisten.
"Sikap PKS saat ini terkait KPK sudah selaras dengan apa yang diinginkan rakyat. Harapan saya, PKS di bawah komando Pak Sohibul Iman bisa terus mempertahankan," ujar Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Amir Mahmud saat menerima Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di SM Tower, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10).
Dalam pertemuan yang juga dihadiri CEO Suara Merdeka Grup Kukrit Suryo Wicaksono itu, Sohibul Iman mengatakan PKS saat ini sedang melakukan konsolidasi, baik internal maupun dengan masyarakat.
"Alhamdulillah, untuk proses suksesi PKS diberikan kemudahan dengan tidak banyak konflik. Sehingga konsolidasi dari pusat ke daerah Insya Allah lebih mudah dilakukan," terangnya.
Sohibul Iman melanjutkan, PKS di beberapa provinsi telah menggelar pemilihan struktur DPTW dan dilanjutkan dengan DPTD di setiap kota/kabupaten. Menurut mantan rektor Paramadina ini, konsolidasi di PKS bisa dilihat dari pemilihan struktur yang lebih luwes dan lancar.
"Kita ingin partai politik kembali dicintai oleh masyarakat. Apalagi satu-satunya saluran pencalonan presiden adalah partai politik. Karena itu PKS juga mengajak agar semua partai selalu dekat dengan masyarakat," jelasnya.
PKS Gaul
CEO Suara Merdeka Grup, Kukrit Suryo Wicaksono dalam pertemuan itu mengapresiasi positif sikap kader PKS di Jateng. Menurut dia, kader PKS cukup gaul. Harapannya PKS bisa mempertahankan dan terus menjadi partai yang gaul.
"Sejauh saya di Semarang ini, para pimpinan PKS luwes berkomunikasi dan bagi saya pribadi sangat gaul, penting ini untuk terus dijaga," jelas pria yang juga Ketua KADIN Jawa Tengah.
Keterangan Foto: CEO Suara Merdeka Grup Kukrit Suryo Wicaksono (kanan, depan) saat menerima kunjungan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri, batik biru) di kantor Harian Suara Merdeka, Kota Semarang, Senin (12/10). Foto - Muhammad Hilal (Relawan PKS Foto)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 13, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS: Tanamkan Islam Moderat Cegah Radikalisme Sejak Dini
SEMARANG (12/10) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menegaskan kembali jati diri partainya sebagai partai Islam. Islam yang menjadi dasar perjuangan PKS adalah Islam yang moderat.
Hal itu disampaikan Sohibul Iman dalam Seminar Kebangsaan Fraksi PKS MPR RI bertema 'Deradikalisasi Melalui Imunisasi Ideologi' di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10).
"Kepada seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PKS saya tegaskan kembali bahwa nilai-nilai Islam yang dianut oleh PKS adalah Islam washatiyah atau pertengahan. Islam yang membangun keseimbangan bersama seluruh komponen bangsa," jelas Sohibul Iman.
Oleh karenanya, mantan rektor Universitas Paramadina tersebut mengatakan, pentingnya imunisasi ideologi. "Kita perkuat ideologi kebangsaan kita, tapi bukan dengan pemaksaan seperti saat Orde Baru dulu. Karena itu kami lebih memilih imunisasi ideologi, agar kita semua 'imun'," cetusnya.
Mantan wakil ketua DPR RI ini juga menekankan pentingnya upaya meredam potensi radikalisme sejak dini. "Kita harus terus senantiasa menanamkan nilai-nilai Islam moderat. Insya Allah kita bisa cegah radikalisme sejak dini," imbuh Sohibul Iman.
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat menyampaikan pandangannya dalam Seminar Kebangsaan Fraksi PKS MPR RI bertema 'Deradikalisasi Melalui Imunisasi Ideologi' di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10). Foto - Muhammad Hilal (Relawan PKS Foto)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 13, 2015
posted by @Adimin
Ini Visi PKS untuk Indonesia
SEMARANG (12/10) - Kondisi ekonomi dan politik Tanah Air setelah jatuhnya Orde Baru dinilai semakin menurun dan memprihatinkan. Banyak kalangan yang prihatin dengan perkembangan bangsa saat ini.
Karena itu, keberadaan PKS dalam konstelasi politik di Indonesia adalah sebagai bagian dari upaya kontributif bagi penyelesaian masalah kebangsaan. Hal itu selaras dengan visi PKS menuju ke arah yang lebih baik dalam kerangka Indonesia yang baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat menyampaikan arahannya dalam temu kader PKS se-Kota Semarang, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya, Semarang, Ahad (11/10) malam.
Menurut Sohibul Iman, saat ingat visi mulia tersebut, maka akan selalu termotivasi karena cita-cita tersebut mulia, sehingga cara dan prosesnya pun harus mulia. “Tak boleh tujuan mulia tersebut dicapai dengan cara yang tidak mulia,” ujar Sohibul Iman.
Lebih lanjut, Sohibul Iman menyampaikan bahwa tujuan PKS menang adalah bukan berapa besar persentase suara yang diraih, tapi untuk visi yang agung, yakni baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur.
“Negeri baldatun thoyibatun adalah negeri yang sejahtera, dimana setiap kebutuhan pokok rakyatnya terpenuhi,” jelasnya.
Untuk mencapai visi agung tersebut, mantan wakil ketua DPR ini mengatakan, saat ini PKS akan mengaplikasikan empat spirit dalam aktivitas kepartaian dan dakwah masyarakat. Empat spirit tersebut adalah mengokohkan jati diri sebagai partai dakwah dan partai kader.
“Selain itu, mari kita bangun kebersamaan, baik di internal maupun eksternal, menciptakan ekosistem kader yang baik agar merasa nyaman, dan yang terakhir adalah kita harus menerapakan good party goverment agar partai ini semakin baik,” pungkasnya.
Agenda temu kader PKS yang diikuti tak kurang dari dua ribu kader ini juga dihadiri para tokoh PKS di tingkat nasional dan wilayah, seperti Untung Wahono (Anggota Majelis Syuro PKS), A Fikri Faqih (Ketua DPW PKS Jateng), Ahmadi (Wakil Ketua DPRD Jateng), Agung Budi Margono (Wakil Ketua DPRD Kota Semarang), dan Zuber Safawi yang akan maju menjadi calon wakil wali kota Semarang dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 9 Desember 2015 mendatang.
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat menyampaikan arahannya dalam temu kader PKS se-Kota Semarang, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya, Semarang, Ahad (11/10) malam.
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 13, 2015
posted by @Adimin
PKS akan Ajukan Capres Sendiri
MANOKWARI (12/10) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengajukan calon sendiri dalam pemilihan presiden tahun 2019 mendatang. Mengenai siapa tokoh yang akan diajukan menunggu perkembangan sampai waktunya tepat baru akan diumumkan.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengungkapkan hal itu dalam orasi politiknya pada acara pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Papua Barat, Ahad (11/10) di Manokwari, Papua Barat.
"Calonnya bisa siapa saja. Kalau Presiden PKS Sohibul Iman dicalonkan dia juga akan siap," tandas Hidayat, yang juga Wakil Ketua MPR RI.
Agar bisa mengajukan calon sendiri, lanjut Hidayat, PKS menargetkan menjadi partai papan atas dengan target perolehan suara di atas 10 persen dalam pemilu legislatif 2019 mendatang.
"Kader PKS di seluruh Indonesia akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut," imbuh Hidayat.
Hidayat menjelaskan, kerja-kerja kader PKS akan melingkupi kerja-kerja pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan kepada masyarakat luas. Kader-kader PKS mulai tingkat bawah sampai atas harus terus membersamai masyarakat.
"Dan PKS pun siap bekerjasama dengan berbagai komponen masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan budaya sepanjang untuk kepentingan umat dan bangsa," terang Hidayat.
Keterangan Foto: Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyampaikan orasi politik pada acara pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Papua Barat, Ahad (11/10) di Manokwari, Papua Barat.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 12, 2015
posted by @Adimin
PKS Tegaskan Lagi Usulan Revisi UU KPK Baiknya dari Pemerintah
Written By Anonymous on 12 October, 2015 | October 12, 2015
JOGJAKARTA (10/10) - Inisiatif revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya datang dari pemerintah. Hal ini agar proses pembahasannya lebih konstruktif dan efektif.
Hal itu ditegaskan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman di sela-sela menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 DPW PKS Jogjakarta, Sabtu (10/10).
“Pemerintah memiliki sumber daya yang cukup untuk mengonsolidasikan lembaga-lembaga penegak hukum menyusun usulan perbaikan UU KPK. Usulan yang konkrit lalu disampaikan ke DPR untuk kemudian diproses menjadi amandemen yang konstruktif,” kata Sohibul Iman saat ditanya wartawan terkait amandemen UU KPK.
Dia menambahkan, perbaikan undang-undang yang mengatur lembaga antirasuah yang telah berjalan selama 15 tahun ini merupakan keniscayaan. Namun poin utamanya adalah perbaikan itu harus memperkuat penegakan pemberantasan korupsi, bukan sebaliknya.
“Proses usulan amandemen UU KPK seperti yang kemarin tidak akan menghasilkan usulan yang konstruktif. Saat itu DPR diminta menandatangani usulan yang belum dibahas sebelumnya,” tambah Sohibul Iman.
Jika dipaksakan usulan revisi UU KPK berasal dari DPR, lanjut mantan wakil ketua DPR ini, maka prosesnya akan lebih panjang. PKS juga menilai draf usulan yang saat ini telah beredar disusun secara tergesa-gesa dan diperkirakan hanya akan menghasilkan usulan yang prematur.
“PKS melihat usulan amandemen UU yang ada justru melemahkan dan bukan menguatkan KPK,” tegas Sohibul Iman.
Partai Papan Atas
Proses regenerasi mesin politik yang terjadi di DPW Jogjakarta makin menegaskan target PKS untuk beranjak dari posisi papan tengah. Dari sebelumnya memperoleh 7 persen suara pada pemilu 2014 menuju partai papan atas dengan perolehan di atas 10 persen suara pemilih nasional.
“Jogjakarta, Insya Allah akan memberi sumbangan suara untuk mencapai target di tingkat nasional. Saat ini PKS Jogjakarta sudah mampu menyumbang 11 persen suara pada pemilu 2014, saya kira tahun 2019 akan lebih besar lagi,” kata Sohibul Iman.
Selama dua pekan terakhir, PKS terus memanaskan mesin politiknya dengan menggelar secara serentak musyawarah wilayah di semua provinsi hingga akhir bulan Oktober. Rencananya pada 3-6 November 2015 akan digelar musyawarah kerja nasional (mukernas) yang akan dihadiri oleh semua pengurus baru dari tingkat pusat hingga wilayah.
Pada acara Muswil ke-4 tersebut juga dilantik kepengurusan DPTW (Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah) PKS Jogjakarta periode 2015-2020, yakni:
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW): Arif Budiono
Sekretaris MPW: Nandar Wirono
Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW): Ahmad Chudori
Sekretaris DSW: Agus Sofwan
Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW): M Darul falah
Wakil Ketua Umum DPW: Agus Mashudi
Sekretaris Umum DPW: Dwi Budi Utomo
Bendahara Umum DPW: Huda Tri Yudiana
Ketua Bidang Kaderisasi DPW: Muhamad Rosyidin
Acara Muswil DPW Jogjakarta menyuguhkan sejumlah kegiatan bersama rakyat, di antaranya pementasan Wayang Kampung Sebelah yang berisi sindiran politik, disajikan dalam bentuk guyonan segar. Pada Ahad (11/10) pagi juga digelar kegiatan fun bike dengan sejumlah door prize berupa aneka ragam sepeda bermerek.
Saat ini PKS mengusung tagline “Berkhidmat untuk Rakyat” dengan tetap memperkuat nilai-nilai bersih, peduli, dan profesional.
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (tengah) didampingi Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta (kanan) dan Sigit Soesiantomo (kiri) saat konferensi pers Muswil ke-4 DPW PKS Jogjakarta, Sabtu (10/10).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 12, 2015
posted by @Adimin
HNW Ingatkan Bahaya Keluar dari Falsafah Berbangsa
JAYAPURA (11/10) - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang digalakkan oleh MPR RI mempunyai tujuan agar rakyat Indonesia terus membangun komitmen bersama dalam berbangsa dan bernegara.
“Harapan dari kegiatan sosialisasi empat pilar ini ialah agar seluruh warga bangsa termasuk yang di Papua ini komitmen berbangsa dan bernegaranya selalu tersegarkan, sebagaimana disampaikan oleh para founding father kita,” ungkap Hidayat di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (10/10/2015).
Menurut Hidayat, salah satu komitmen kita ialah memahami empat pilar berbangsa dan bernegara lantas mengamalkannya. "Pahami konstitusi kita, Pancasila kita, UUD kita, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika untuk kemudian diimplementasikan supaya punya kontribusi bagi perbaikan Indonesia ke depan,” sambung Hidayat.
Hidayat mengungkapkan banyak faktor destruktif yang muncul karena keluar dari falsafah berbangsa dan bernegara.
“Sosialisasi ini penting dilakukan mengingat selama ini banyak orang yang keluar dari falsafah bangsa kita yang menjadi penyebab terjadinya berbagai kejahatan, seperti kejahatan pada anak-anak, pada keluarga, pada perempuan, menghadirkan begitu banyak perilaku kriminal, perilaku menyimpang. Dan ini perlu dikoreksi,” kata legislator dari PKS ini.
Hidayat menyampaikan untuk melakukan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini, banyak bentuk kegiatan telah dilakukan oleh MPR RI.
“Kegiatan sosialisasi juga dilakukan dalam bentuk outbond mahasiswa, cerdas cermat untuk anak sekolah, ada juga melalui teleconferencedengan para dosen, dengan para pejabat, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Menurut Hidayat, penerapan nilai-nilai dari empat pilar akan bisa menjadi solusi atas berbagai penyimpangan yang terjadi.
“Kalau kita kokoh dan kuat dalam hal penerapan empat pilar berbangsa dan bernegara ini, bisa menjadi jawaban untuk mengoreksi berbagai penyimpangan yang ada,” pungkasnya.
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 12, 2015
posted by @Adimin
HNW: Berikan Hak Orang Papua, Cara Efektif Papua Nyaman Bersama NKRI
PAPUA (11/10) - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengingatkan pemerintah untuk terus melaksanakan kewajibannya terhadap masyarakat Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia.
“Kami selalu mengingatkan kepada pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya terhadap masyarakat Papua agar tetap nyaman berada di dalam negara Indonesia. Semua hak-haknya diberikan, otonomi khusus direalisasikan, termasuk juga anggaran-anggarannya direalisasikan," papar Hidayat di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Wilayah ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Papua di Hotel Sahid Papua, Sabtu (10/10/2015).
Hidayat mengingatkan agar semua komitmen dari pemerintah pusat itu dijaga dan dilaksanakan, sehingga dana besar dari otonomi khusus itu untuk memajukan Papua dan menghadirkan segala kebaikan bagi Papua.
Terkait dengan janji-janji pemerintah terhadap masyarakat Papua, Hidayat memaklumi jika ada masyarakat Papua yang berusaha menagihnya.
“Kami memaklumi kalau warga Papua yang mengingatkan Pak Jokowi tentang janji-janjinya bagi Papua untuk kemudian bisa dilaksanakan, karena itu sudah menjadi bagian dari janji presiden saat kampanye dulu, yang layak untuk diingatkan agar direalisasikan,” kata Hidayat.
Menurut Hidayat, realisasi dari janji-janji Presiden terhadap Papua tersebut adalah cara untuk tetap menjadikan Papua bagian tak terpisahkan dari Indonesia.
“Realisasi janji-janji Presiden itu merupakan bagian dari cara efektif untuk menghadirkan Papua tetap bersama Indonesia,” tambahnya.
Hidayat juga mengingatkan kepada pemerintah di daerah agar kewenangan yang diberikan pemerintah pusat dijalankan dengan baik.
“Kemudian ketika negara sudah merespons dengan memberikan sejumlah hal bagi Papua, ada otonomi khusus, ada anggaran khusus. Harapannya ialah agar anggaran dan kewenangan yang sudah diberikan dilaksanakan dengan amanah, dengan maksimal, sehingga menghadirkan pembangunan terus-menerus yang akan meningkatkan kualitas kehidupan yang terus membaik di Papua ini,” tutup Hidayat.
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (tengah, duduk batik merah) bersama kader PKS Papua di Jayapura, Sabtu (10/10/2015).
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 11, 2015
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
PKS: Tidak Perlu Menunggu Reses untuk Bertemu Konstituen
Written By Anonymous on 11 October, 2015 | October 11, 2015

Tangerang (11/10) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyatakan tidak perlu menunggu jadwal reses masa sidang berjalan berakhir untuk bertemu masyarakat dan konstituen di daerah pemilihan (dapil). Demikian disampaikan Jazuli ketika mengadakan pelayanan kesehatan (yankes) untuk masyarakat kurang mampu di dapilnya Tangerang Raya, Banten, Sabtu (10/10).
"Pada hakikatnya seorang anggota dewan adalah pelayan rakyat. Tidak perlu menunggu reses untuk bertemu konstituen, sudah seharusnya ia melayani rakyat, kapanpun dan dimanapun," kata Jazuli.
Tepat pukul 10.00 WIB yankes yang kali ini menyambangi masyarakat Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang ini dimulai. Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, tampak dari antrian yang padat tapi tetap tertib.
Dalam sambutannya, Jazuli menyampaikan pada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menganjurkan agar olahraga secara rutin guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. "Kalau kita sehat, kita bisa menjadi manusia yang mampu berkarya positif dan bisa beribadah," kata Jazuli.
Kegiatan rutin yankes gratis ini dibantu oleh para kader PKS Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Kuta Baru didukung oleh 3 tenaga medis yang terdiri dari 1 dokter umum, 1 perawat, dan 1 apoteker ini berakhir menjelang siang.
Ia bertekad terus mengadakan yankes gratis secara rutin agar dapat menyentuh seluruh konstituen di dapilnya. Terlebih pada kesempatan kali ini melihat ada seorang perempuan lanjut usia (95 tahun) tetap bersemangat memeriksa kesehatan.
"Saya bertekad melaksaakan kegiatan ini secara rutin dan merata karena sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata Jazuli.
Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (tengah, berpeci hitam) bersama masyarakat yang mengikuti pelayanan kesehatan di Tangerang Raya, Banten, Sabtu (10/10).
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 11, 2015
posted by @Adimin
Ketua DPW Papua Terpilih Targetkan Menang 80 Persen Pilkada
PAPUA (11/10) -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua terpilih, Kusmanto, menyebut PKS sudah menyatu dengan rakyat Papua. Kepercayaan masyarakat Papua terhadap PKS terus bertambah dari tiap pemilu.
Kusmanto menyebut sebagai bukti, kini PKS mendapat amanah 50 anggota dewan di tingkat kabupaten/kota se-Papua, tiga anggota DPR Papua dan satu anggota DPR RI.
"Kita juga memiliki satu Ketua DPRD yaitu di DPRD Kabupaten Lanny Jaya, dan enam Wakil Ketua DPRD kabupaten/kota. Ini artinya PKS sudah bisa diterima dan sudah bisa menyatu dengan masyarakat Papua,” ungkap Kusmanto dalam sambutannya selepas ditetapkan sebagai Ketua DPW PKS Papua masa khidmat 2015-2020 pada Muswil ke-4 DPW PKS Papua di Hotel Sahid Papua, 10-11 Oktober 2015.
Kusmanto yakin dengan kepercayaan masyarakat Papua itu, PKS bisa meraih kemenangan 80 persen dari seluruh Pilkada yang digelar di Papua pada 9 Desember mendatang.
“Ada PR besar yang menjadi tanggung jawab kita bersama, Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Dari 11 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada, harapan kita bisa memenangkan 80 persennya. Jika ini tercapai akan berimbas besar pada perolehan kita di 2019 mendatang,” ungkap Kusmanto.
Dalam Musyawarah Wilayah ke-4 DPW PKS Papua, Kusmanto terpilih sebagai Ketua DPW PKS yang baru menggantikan Ichwanul Muslimin.
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 11, 2015
posted by @Adimin
Hidayat Nur Wahid: PKS di Papua Wujud Indonesia Banget!
PAPUA (11/10) -- Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Papua yang telah menerima dan bersedia berjuang bersama-sama dengan PKS.
“Terima kasih kepada masyarakat Papua atas penerimaan yang luar biasa kepada PKS bahkan bersedia berjuang bersama-sama dengan PKS, meskipun masyarakat Papua tahu PKS berasaskan Islam. Karena Islam yang kita pahami adalah Islam yang menghadirkan rahmat bagi seluruh alam, Islam yang membawa kepada kemajuan, membawa kepada segala kebaikan. Dan, itulah karakteristik dasar kita,” ungkap Hidayat dalam sambutan pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 PKS Papua di Hotel Sahid Papua, Sabtu (10/10/2015).
Hidayat menyebut penerimaan masyarakat terhadap PKS di Papua menjadi bukti bahwa PKS tidak eksklusif.“PKS di Papua ini wujud bahwa PKS Indonesia banget, PKS bisa diterima semua kalangan di negeri ini,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.
Pada kesempatan tersebut, Hidayat menyampaikan apresiasi atas perkembangan PKS di Papua.“Pada pemilu 1999 PKS di Papua belum dapat apa-apa, kini masyarakat Papua mengamanahkan 50 anggota DPRD kabupaten/kota, tiga anggota DPRD provinsi, dan satu DPR RI. Ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat Papua kepada PKS yang harus dijaga dan dipelihara. Dalam posisi penerimaan seperti ini, jangan pernah mengecewakan rakyat Papua,” kata Hidayat.
Lebih lanjut Hidayat memesankan agar pengurus dan kader PKS Papua mampu memerankan diri sebagai jembatan kebaikan bagi banyak pihak.
“Hadirnya kita harus menjadi jalan kebaikan bagi semua orang. Sebagai misal, dana otonomi khusus yang begitu besar, harus kita kawal agar benar-benar bisa menghasilkan Papua yang maju, Papua yang makmur, dan Papua yang sejahtera,” pesan Hidayat.
DPW PKS Papua menggelar Muswil ke-4 yang dilangsungkan di Hotel Sahid Papua di Jayapura pada 10-11 Oktober 2015. Pada pembukaan Muswil kali ini hadir Sekda Propinsi Papua Hery Dosenaen, Ketua DPR Papua Yunus Wonda, dan sejumlah pimpinan partai dan ormas di Papua.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 11, 2015
posted by @Adimin
PKS Jawa Barat Target 20 Persen Suara pada 2019
BANDUNG (10/10) – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat mulai melakukan rotasi kepemimpinan wilayah dan menargetkan mampu memperoleh 20 persen suara pemilih pada pemilu 2019.
“Kepengurusan yang baru dilantik memiliki target 20 persen suara pada pemilu 2019 dan akan mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai kontributor kenaikan suara bagi PKS di level nasional,” kata Tate Qomarudin Ketua Wilayah Banjabar yang meliputi Banten, Jakarta dan Jawa Barat di acara pembukan Musyawarah Wilayah ke-4 DPW PKS Jawa Barat di Bandung, Sabtu (10/10/2015).
Tate yang juga mantan Ketua DPW PKS Jawa Barat mengingatkan bahwa upaya mencapai target itu bukan hanya bicara angka kursi tapi bagaimana meningkatkan fungsi pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan.
“Pengurus harus memastikan bahwa fungsi pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan harus dapat berjalan selama kepengurusan. Tiga fungsi ini yang akan dielaborasi dan diperluas di musyawarah kerja wilayah (mukerwil) beberapa waktu mendatang,” tambah Tate.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekankan bahwa membangun Jawa Barat harus melibatkan banyak pihak dan menjaga keharmonisan hubungan antara pemerintah provinsi dan DPRD.
“Banyak buktinya jika keharmonisan politik terjadi di Jawa Barat. Salah satunya adalah lancarnya pembahasan APBD dan Peraturan Daerah meski perdebatan juga tetap ada,” kata pria yang akrab disapa Aher ini di depan para peserta Musyawarah Wilayah.
Aher juga melaporkan bahwa saat ini Pemprov Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memperoleh penghargaan dengan jumlah terbanyak. Secara politik, Jawa Barat daerah paling dinamis. Tahun 1999 partai yang berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilu adalah PDIP, tahun 2004 Partai Golkar, tahun 2009 Partai Demokrat, dan tahun 2014 kembali direbut PDIP.
Pada acara Muswil ke-4 DPW PKS Jawa Barat tersebut hadir Ketua KPU Jawa Barat, Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat Ine Purnadewi sekaligus mewakili DPD PDIP Jawa Barat, Ketua DPD Partai Demokrat, Ketua DPW PPP, Ketua DPW PBB termasuk Ketua Partai Kristen Pembangunan. Juga hadir para pimpinan Ormas diantaranya Ketua MUI, Ketua Persis, Ketua PUI, Ketua PW Muhammadiyah Jabar, Ketua PW NU, dan segenap alim ulama.
Keterangan Foto: Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat berfoto bersama usai dilantik untuk masa khidmat 2015-2020.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN








