Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 24, 2015
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Serius Sambut Regulasi BPJS Syari'ah
Written By Anonymous on 24 November, 2015 | November 24, 2015
JAKARTA (24/11) – Anggota Komisi IX DPR RI Chairul Anwar meminta pemerintah untuk semakin serius menyambut regulasi jaminan sosial kesehatan berupa BPJS Kesehatan Syari’ah. Chairul menyampaikan hal ini di Jakarta, Selasa (24/11).
“Keberadaan BPJS Kesehatan Syari’ah selain memberikan dampak positif pada alternatif perbaikan, juga akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam berpartisipasi mengikuti program nasional jaminan sosial yang dikelola pemerintah ini,” ucap Chairul.
Politisi PKS dari daerah pemilihan Riau I ini mengatakan, saat ini sebagian masyarakat yang beragama Islam ragu dan gamang pada program BPJS , baik yang sudah mendaftar maupun yang belum. Keraguan ini terbukti membawa dampak, secara politis menjadi gaduh dan secara partisipasi menjadi tidak optimal.
“Pemerintah harus yakin, bahwa BPJS Kesehatan Syari’ah ini harus dapat disahkan sesuai jadwal akhir tahun 2015,” pinta dia.
Selanjutnya Chairul meminta pemerintah untuk mengoptimalkan persiapan instrumen regulasi dan fisik jelang pengesahan BPJS Syari’ah. Sehingga terhindar pada kamuflase baju syari’ah, yaitu bertolak belakang pada penerapannya.
Menurut Chairul, SDM pengelola harus memiliki kemampuan dan kompetensi tinggi dalam memahami hal-hal dasar terkait BPJS Syari’ah. Sehingga masyarakat benar-benar mendapat pelayanan yang memuaskan.
“Saya sangat yakin, jika BPJS Syari’ah ini diterapkan sesuai aturan, maka akan membawa banyak kemaslahatan untuk rakyat,” pungkas Chairul. [pka.id]
Keterangan Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Chairul Anwar.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RIposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 24, 2015
posted by @Adimin
Implementasi Kebijakan Soal Guru Masih Kedodoran
JAKARTA (23/11) - Hari Guru Nasional yang diperingati tiap 25 November masih menyisakan berbagai masalah. Salah satunya, menurut Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmy Alaydroes adalah implementasi kebijakan terkait guru yang belum rapi.
“Kebijakan yang berpihak akan melahirkan guru-guru yang layak. Sebaliknya, kebijakan yang abai akan melahirkan guru-guru yang lalai,” kata Fahmy di Kantor DPP PKS, Jln TB Simatupang No 82 Jakarta, Senin (23/11/2015).
Fahmy mengkritisi implementasi amanat UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, terutama program sertifikasi yang harus diikuti semua guru di Indonesia. Menurutnya, implementasi kebijakan di lapangan kedodoran. Banyak oknum yang menyalahgunakan kepentingan dan menggampangkannya.
“Kebijakan meningkatkan kemampuan guru melalui program sertifikasi adalah kebijakan dengan niat dan maksud mulia. Negara telah mengerahkan sumberdaya dana dan upaya yang sangat luar biasa. Hanya saja masih banyak tangan yang 'bermain-main' dan menggampangkan,” tukasnya.
Berdasarkan hasil penelitian World Bank, lanjut Fahmy, guru-guru yang telah melalui sertifikasi belum menunjukkan peningkatan kapasitas yang memadai.
Penelitian ini diperkuat dengan data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) per 2014 yang menunjukkan 43,3 persen guru di Indonesia memiliki skor di bawah 60 dari total skor 100.
“Kebijakan yang niat dan maksudnya mulia, telah dikebiri sejak dini. Pihak-pihak tertentu hanya mengejar keuntungan materi dan bermain-main pada tataran administratif saja. Berarti segala pengerahan sumber daya dan upaya jadi mubazir,” kritiknya.
Fahmy pun mendesak pengawalan dan pengawasan atas implementasi kebijakan berjalan efektif. Ia mendorong semua pihak berperan mengawasi jalannya kebijakan pemerintah terkait Guru dan bidang pendidikan.
“Peran semua pihak sangat diperlukan, terutama para anggota dewan yang terhormat, yang bertugas dan digaji untuk mengawasi jalannya kebijakan pemerintah. Saatnya kita semua harus bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas demi meningkatkan harkat dan martabat guru,” pesannya. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmy Alaydroes.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 24, 2015
posted by @Adimin
Mahfudz Siddiq: Heli Kepresidenan Masih Bagus Belum Perlu Ganti Baru
JAKARTA (23/11) – Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyoroti kebijakan pemerintah yang hendak membeli helikopter super mewah Agusta Westland AW-101 yang digunakan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebab menurutnya, helikopter Super Puma yang sebelumnya digunakan Jokowi masih mumpuni untuk digunakan.
"Heli Kepresidenan (Super Puma) kondisinya masih bagus. Meski sudah 10 tahun, lifetime pemakaiannya masih cukup panjang," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Senin 23 November 2015.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, daripada membeli helikopter dari luar negeri, lebih baik memaksimalkan produk dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dikatakan Mahfudz, mampu membuat helikopter yang mampu bersaing dengan asing.
"Kalau mendesak helikopter kepresidenan baru, lebih baik memprioritaskan dalam negeri. PT DI punya kemampuan buat helikopter VVIP. Wong kita bisa kok," ujar dia.
Selain itu Mahfudz menyebutkan, helikopter kepresidenan sebelumnya juga jarang digunakan. Menurutnya, saat blusukan pun Presiden Jokowi tidak menggunakan helikopter.
"Blusukan juga tidak sering pakai helikopter. Nanti bingung parkirnya," ujar Mahfudz.
Presiden Jokowi dikabarkan akan memiliki helikopter super mewah Agusta Westland AW-101. Rencananya, heli canggih buatan perusahaan joint venture Inggris-Italia tersebut tiba pada April 2016. Selain untuk Presiden Jokowi, heli yang didatangkan TNI Angkatan Udara (AU) itu juga diperuntukkan untuk tamu VVIP.
Keterangan Foto: Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq.
Sumber: http://news.liputan6.composted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 24, 2015
posted by @Adimin
Profesi Guru Harus Dimuliakan
JAKARTA (23/11) – Kejayaan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada integritas dan kapabilitas para pemimpinnya, tetapi juga para guru. Para calon pemimpin dibina, dididik oleh guru melalui serangkaian pendidikan yang mampu membangun karakter kepemimpinan yang baik.
“Guru merupakan tulang punggung kejayaan bangsa. Guru yang baik, bangsa akan berjaya. Guru yang buruk, bangsa akan terpuruk,” kata Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmy Alaydroes di Kantor DPP PKS, Jln TB Simatupang No 82 Jakarta, Senin (23/11/2015).
Fahmy menegaskan Islam sangat memuliakan posisi guru. Mengutip pesan Imam Al-Ghazali, Fahmy mengibaratkan guru seperti matahari yang menyinari bumi, bermanfaat bagi dirinya juga orang lain. Guru patut dimuliakan karena berilmu, beramal, dan mengajarkannya. “Guru merupakan siraj (pelita) segala zaman," paparnya.
Orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmuannya. Andaikata dunia ini tidak ada guru, niscaya manusia seperti binatang. "Sebab mendidik adalah upaya mengeluarkan manusia dari sifat kebinatangan kepada sifat insaniyah dan ilahiyah,” ujarnya.
Menurut Fahmy, guru harus pintar dan bertakwa karena ia tidak hanya menjadikan murid-muridnya cerdas, tetapi juga bertakwa. Ia menyebut tugas mendidik merupakan amanah mulia yang maha berat. Sehingga, semua pihak harus mendukung penyiapan keberadaan Guru.
“Guru itu harus dihormati dan dimuliakan karena tugas guru melanjutkan tugas para Nabi dan Rasul. Semua pihak, terutama pemerintah mesti memberikan dukungan yang cukup bagi pengembangan pendidikan guru. Profesi guru harus menjadi profesi yang bermartabat, terhormat, dihargai, dan dimuliakan berbagai pihak,” tukasnya.
Fahmy pun mendorong pemerintah dan seluruh kalangan untuk bersinergi menyiapkan program yang efektif membina guru. Ia mendesak pemerintah lebih optimal mengawal dan mendampingi tugas-tugas guru dalam mendidik.
“Masyarakat dan swasta dapat menghargai dan memuliakan para guru dengan memberikan berbagai kemudahan buat mereka. Sedangkan parlemen merumuskan Undang-Undang, menyiapkan anggaran yang cukup untuk pembinaan guru,” tutupnya. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmy Alaydroes.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 23, 2015
posted by @Adimin
Prabowo: Saya Berutang kepada Masyarakat Sumbar
Written By Anonymous on 23 November, 2015 | November 23, 2015
| Prabowo saat menghadiri kampanye IP-NA di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (22/11). (Al Amin/Relawan PKS Foto) |
PADANG – Kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di tengah massa yang menyemut saat kampanye Irwan Prayitno-Nasrul Abit, Minggu (22/11) di Lapangan Imam Bonjol Padang memberi catatan mengharukan. Capres penantang Jokowi itu terharu karena dukungan masyarakat Sumbar kepada dirinya tetap besar.
Prabowo dalam Pilpres lalu menang telak di Sumbar. Kemenangan itu menurutnya tak kan pernah dilupakanya. “Saya merasa berutang kepada rakyat Sumbar. Saya selalu berpikir bagaimana membalasnya,” ujar Prabowo disambut riuh ribuan massa.
Prabowo hadir dalam kampanye akbar IP-NA yang diusung PKS dan Gerindra. Prabowo hadir bersama Sekjen Gerindra Fadli Zon. Sementara dari PKS hadir presiden Shohibul Iman dan Hidayat Nurwahid.
Berpidato dengan gaya orasi, Prabowo ternyata luluh juga ketika diajak bergoyang ‘SMS’ oleh artis Minang, Ria Amelia. Ia pun membacakan beberapa pantun.
Urang Minang merantau ke Jakarta, di tanah abang langsung berdagang, kalau tuan tuan berkuasa, jangan jadi malin kundang. Begitu pantun khusus untuk IP-NA sebagai dukungan Prabowo terhadap pasangan itu memimpin Sumbar lima tahun ke depan.
Prabowo pun menyebutkan alasan kembali memilih Irwan Prayitno. Menurutnya, kepemimpinannya di Sumbar lima tahun lalu sudah sangat baik. Ditambah, sekarang ia berduet dengan Nasrul Abit yang sukses memimpin Pesisir Selatan selama dua periode.
Prabowo mengaku mendukung IP-NA karena percaya kepada keduaanya.”Di Indonesia banyak pemimpin pintar janji. Janji setinggi gunung, janji indah, ketika dipilih, janji dilupakan. Irwan Prayitno tak kan seperti itu,” sebut Prabowo.
Prabowo pun menitip pesan kepada IP-NA untuk menyejahterakan Ranah Minang. Sumbar lima tahun ke depan akan jadi teladan bagi Indonesia,” tambah Prabowo.
sumber: hariansinggalang.co.id
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 23, 2015
posted by @Adimin
Kampanye Pilgub di Sumbar, Prabowo: Irwan Prayitno Teruji dan Terbukti
PADANG (22/11) - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat mengapresiasi prestasi Irwan Prayitno selama menjabat Gubernur Sumatera Barat. Menurut Prabowo, kepemimpinan Irwan sudah terbukti dan teruji.
"Kepemimpinan Irwan Prayitno sudah teruji dan terbukti. Tidak seperti kebanyakan pemimpin lain yang hanya mampu mengumbar janji. Saya yakin pasangan IP-NA nomor dua akan kembali amanah dan mengabdi pada rakyat," kata Prabowo.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam orasi kampanye terbuka pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) jelang Pilkada Sumatera Barat, di lapangan KH Imam Bonjol, Padang, Ahad (22/11/2015). Dalam pilkada serentak 9 Desember mendatang, PKS berkoalisi dengan Gerindra mengusung Irwan Prayitno- Nasrul Abit.
Menurut Prabowo, kebanyakan para pemimpin saat ini hanya pandai mengumbar janji namun tidak fokus mewujudkan janjinya menyejahterakan rakyat setelah menjabat. Dengan rekam jejak prestasi yang ditorehkan Irwan Prayitno, Prabowo yakin duet Irwan-Nasrul akan menang dalam pilkada dan mampu mewujudkan janji menyejahterakan masyarakat.
Di mata Prabowo, masyarakat Sumatera Barat punya tempat tersendiri. Sebab pada Pemilu Presiden 2014, Sumatera Barat menyumbang perolehan suara terbanyak untuk Prabowo dan Partai Gerindra pada pemilu legislatif.
"Di depan saya puluhan ribu orang berdiri di tengah terik matahari namun penuh semangat, disiplin, santun, sopan, gembira itulah yang kita inginkan dalam berpolitik. Keinginan memperbaiki kehidupan rakyat. Bukan mencari kekuasaan dan memperkaya diri," lanjut Prabowo berapi-api.
Mantan Danjen Kopassus itu juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Sumbar yang merupakan gudangnya orang pintar dan tokoh besar. Sejumlah tokoh nasional lahir di Tanah Minang di antaranya proklamator RI Bung Hatta, Perdana Menteri pertama Sutan Syahrir, tokoh diplomasi KH Agus Salim, KH M Natsir, Buya Hamka, dan sejumlah pujangga seperti Sutan Takdir Alisjahbana dan Chairil Anwar.
Orasi Prabowo dilanjutkan dengan pernyataan tegas bahwa pemimpin itu jika semakin dipercaya rakyat harus semakin bekerja keras untuk rakyat. Tugas pemimpin adalah membuat orang kecil senyum dengan gembira.
"Kita bukan ingin mewujudkan negara yang dibangun di atas kedzaliman dan angkara. Kita ingin jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT", tegas Prabowo.
Di ujung orasi, Prabowo menuturkan pantun:
Orang minang merantau ke Jakarta
Ke Tanah Abang langsung berdagang
Kalau tuan nanti berkuasa
Jangan jadi malin kundang
Hadir dan juga turut beorasi adalah Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar, calon gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Tampak hadir Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.
Keterangan Foto: Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat orasi kampanye terbuka pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) jelang Pilkada Sumatera Barat, di lapangan KH Imam Bonjol, Padang, Ahad (22/11/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 23, 2015
posted by @Adimin
Indonesia Berterima Kasih pada Sumbar
PADANG (22/11) - Tanah Minang memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan kebangsaan di Indonesia. Dari bumi Minangkabau ini lahir tokoh-tokoh besar nasional yang sumbangsihnya begitu besar kepada bangsa dan negara.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal itu dalam acara dialog kebangsaan dan temu tokoh masyarakat Kota Padang, Ahad (22/11) di Padang, Sumatera Barat.
"Kita harus berterima kasih kepada KH Agus Salim, Safruddin Prawiranegara, M Yamin, dan tokoh- tokoh besar yang telah menyelamatkan negara dari cengkeraman penjajahan hingga Indonesia masih ada sampai hari ini," urai Hidayat.
Hidayat mencontohkan aksi heroik Safruddin Prawira negara yang mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi. Saat itu, lanjut Hidayat, semua pemimpin pemerintahan RI ditangkap penjajah Belanda sehingga muncul kekosongan pemerintahan.
"Safruddin langsung mengambil alih pemerintahan dengan mendirikan PDRI. Tanpa itu Indonesia tidak akan ada sampai hari ini," tandas Hidayat.
Ke depan, Hidayat mengharapkan Sumatera Barat dapat melahirkan kembali tokoh-tokoh nasional. Menurut Hidayat ini bisa dilakukan masyarakat Sumbar dengan memilih pemimpin-pemimpin yang jujur, memiliki integritas, kapasitas, dan moral yang tinggi.
Karena itu Hidayat berharap, masyarakat di Sumbar tidak menjual suara yang dimilikinya dalam Pilkada serentak Desember 2015 mendatang. "Rakyat adalah pemiliki kedaulatan. Jangan jual kedaulatan itu kepada pemimpin yang menggunakan politik uang untuk mencapai tujuan," imbau Hidayat. [pks.id]
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat mengisi acara dialog kebangsaan dan temu tokoh masyarakat Kota Padang, Ahad (22/11) di Padang, Sumatera Barat.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 22, 2015
posted by @Adimin
Sohibul Iman: Kepala Daerah dari PKS Jangan Kecewakan Rakyat
Written By Anonymous on 22 November, 2015 | November 22, 2015
PADANG (22/11) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengingatkan para calon kepala daerah yang diusung PKS agar tidak mengecewakan rakyat jika terpilih pada Pilkada 9 Desember mendatang.
"Sekarang saya kobarkan semangat kader untuk berjuang secara serius dan antusias memenangkan pilkada, tapi saya ingatkan jika nanti terpilih, para kepala daerah tidak mengecewakan rakyat dan kader," kata Sohibul Iman di GOR Adzkia Padang Sumatera Barat, Ahad (22/11/2015).
Sohibul Iman menjabarkan poin pertama yang diingatkan adalah menjaga kerukunan antara kepala daerah dan wakilnya saat menjalankan amanahnya.
"Tidak rukunnya kepala daerah dan wakilnya itu menyakiti hati rakyat dan kader. Para kader PKS yang dipercaya rakyat jadi kepala daerah harus menjaga kerukunan ini," ujar Sohibul Iman menegaskan.
Mantan Wakil Ketua DPR itu juga mengingatkan kader PKS untuk ikhlas mewakafkan kadernya yang dipercaya rakyat untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih luas.
"Jika kader PKS terpilih kembali jadi Gubernur Sumbar atau Wakil Wali Kota Agam, mereka tidak lagi hanya memperjuangkan kepentingan kader Sumbar dan Agam saja. Kader harus rela pemimpinnya kita wakafkan bagi rakyat," kata Sohibul Iman.
Selanjutnya doktor teknologi lulusan Jepang itu juga menambahkan para pejabat publik tidak boleh memutuskan komunikasi dengan kader dan simpatisan yang selama ini telah mendukung dan mengusungnya.
"Tapi yang lebih penting adalah para kepala daerah yang terpilih nanti tetap mau dinasehati dan diingatkan oleh struktur partai. Sementara struktur partai juga harus punya cara yang pas untuk memberi nasehat dan peringatan pada kepala daerah," pungkas Sohibul Iman.
Hadir dalam acara temu kader PKS se-Sumatera Barat itu Ketua DPW PKS Sumatera Barat KH Irsyad Syafar, Ketua Wilayah Dakwah (Wilda) Sumatera Bagian Utara Dr Hermanto, Wakil Ketua Wilda Sumatera Bagian Utara H Ghozali, dan sejumlah pimpinan DPW PKS Sumbar.
Pada pilkada 9 Desember mendatang, PKS menerjunkan lima sosok kader terbaik di Sumatera Barat. Diantaranya Calon Gubernur Sumatera Barat Prof Irwan Prayitno, Calon Wakil Wali Kota Kabupaten Agam Trianda Farhan, Calon Wakil Bupati Tanah Datar Sulthani, Calon Wakil Wali Kota Bukit Tinggi Marfendi, dan Calon Wakil Wali Kota Solok Alfauzi Bote. [pks.id]
Keterangan Foto: (dari kiri ke kanan) Dr Hermanto Ketua Wilda Sumbagut, Presiden PKS Dr Mohamad Sohibul Iman, dan Ketua DPW Sumbar KH Irsyad Syafar.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 22, 2015
posted by @Adimin
Sohibul Iman: Semua Kader Harus Aktif Menangkan Pasangan PKS di Pilkada
DEPOK (21/11) -- Pilkada serentak tahap pertama akan digelar kurang dari tiga pekan lagi. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menegaskan setiap kader PKS harus terlibat aktif memenangkan pasangan yang diusung dan didukung PKS dalam pilkada.
Hal itu disampaikan Sohibul Iman dalam istighostah kubro yang digelar PKS kota Depok di Auditorium Budi Utomo Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2015). Sekitar 5 ribu kader dan simpatisan PKS memenuhi istighotsah tersebut.
"Tidak ada alasan kader tidak terlibat aktif dalam proses pemenangan Pilkada ini," ujar Sohibul Iman.
Sohibul menekankan agar kemenangan dalam Pilkada nanti dilakukan dengan cara yang bermartabat dan penuh keberkahan. Seluruh elemen yang memenangkan pasangan Idris-Pradi harus memastikan semua langkah yang diambil tak mencederai tatanan nilai.
"Mulai dari dana pastikan yang berkah, kader harus iuran dari kantong sendiri untuk pemenangan Pilkada," sebut Sohibul.
Tim pemenangan dan kader juga wajib menjauhi cara-cara yang tidak bermartabat seperti fitnah dan black campaign ."Kampanye terbaik adalah menunjukkan segala kebaikan calon kita," paparnya.
"Mulai hari ini dengan seluruh kemampuan kita berikan untuk pemenangan Idris-Pradi," kata Sohibul menambahkan.
Terkait Pilkada Depok, Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu mengatakan, sarung yang dipakai pasangan Idris-Pradi mencerminkan jika pembangunan Depok sudah mencapai kemajuan. Jangan sampai, tutur Syaikhu, sarung yang sudah indah itu diurai kembali menjadi benang karena kemenangan di Depok tidak dilanjutkan.
"Yang kita lakukan adalah bekerja seoptimal mungkin, tuntas dan terus berharap pertolongan Allah SWT," sebut Syaikhu.
Istighosah kali ini pun digelar agar pertolongan Allah SWT turun bagi kemenangan partai dakwah di Kota Depok.
"Kita memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan lewat kedekatan kita pada-Nya," kata dia.
Syaikhu berharap, mudah-mudahan hati warga Depok luluh dan bisa berjuang bersama untuk memenangkan pasangan Idris-Pradi 9 Desember mendatang. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 22, 2015
posted by @Adimin
Sohibul Iman Minta Pemerintah Tuntaskan Pendidikan Dasar Gratis
JAKARTA -- Anggota Komisi X DPR RI, Mohamad Sohibul Iman meminta pemerintah menuntaskan kewajiban pendidikan dasar gratis sembilan tahun.
Sohibul menegaskan amanat UUD 1945 menyebutkan jika pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar dari SD hingga SMP.
"Wajib belajar dalam konstitusi kita sembilan tahun yang wajib dibiayai pemerintah," papar Sohibul Iman dalam pertemuan dengan Kepala Sekolah Terpadu se-Indonesia, Sabtu (21/11/2015).
Sohibul mengkritik, wajib belajar sembilan tahun dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya gratis. "Istilahnya gratis tapi bayar," kata dia.
Saat kewajiban pendidikan dasar sembilan tahun belum sepenuhnya teralisasi tuntas, pemerintah sudah menjanjikan pendidikan gratis hingga SMA dan sederajat.
"Bagi saya itu mustahil. Melaksanakan amanah sembilan tahun saja belum tuntas," ujar Sohibul menegaskan.
Mantan rektor Universitas Paramadina ini lantas mencontohkan bagaimana sistem pendidikan dasar di Jepang. Pemerintah benar-benar membebaskan seluruh biaya sekolah sampai tingkat SMP sederajat.
"Di sana pulang dari daftar sekolah langsung bawa peralatan sekolah dari alas kaki sampai tutup kepala. Semuanya gratis. Kalau sekolah full day diberi makan," kata pria yang meraih gelar doktor di Jepang itu.
Sohibul melanjutkan jika negara benar-benar menggratiskan semua biaya sekolah dasar, maka orang tua akan punya tanggung jawab menyekolahkan anaknya hingga level perguruan tinggi.
"Ibaratnya dari kecil sampai SMP sudah diberi sama negara, maka orang tua berkewajiban menyekolahkan anaknya di level tinggi," terang dia. [pks.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 20, 2015
posted by @Adimin
Regulasi Kementerian Kesehatan dan BPJS Harus Berbenah Total
Written By Anonymous on 20 November, 2015 | November 20, 2015
BANDUNG (20/11) – Anggota MPR RI dokter Adang Sudrajat memandang permasalahan kesehatan yang selalu dihadapi hampir seluruh masyarakat Indonesia memerlukan perbaikan dan pembenahan lembaga-lembaga, bukan hanya BPJS tapi juga Kementerian Kesehatan.
“Undang-undang BPJS telah terimplementasi hampir mendekati 2 tahun, namun masalah yang memberatkan rakyat hampir terjadi di setiap level dengan kasus yang berulang. Ini harus kita rombak dan perbaiki demi kenyamanan dan kebahagiaan rakyat Indonesia,” ungkap Adang saat melakukan sosialisasi MPR RI di Aula Desa Rancakasumba, Kampung Babakan, Kabupaten Bandung, Jumat (20/11).
Dalam sosialisasi yang dihadiri sekitar 200 orang anggota komunitas Pekerja Sosial Masyarakat tersebut, Adang menjelaskan berbagai akar masalah yang menyebabkan regulasi kesehatan yang digawangi Kementerian Kesehatan dan BPJS hingga saat ini masih buruk.
“Yang pertama adalah lambatnya respons Kementerian Kesehatan dan BPJS ketika memberikan pelayanan pada masyarakat. Dan jika ada respons, kebanyakan hanya kasus tertentu dan sistemik,” ujar pria yang juga Anggota Komisi IX DPR RI tersebut.
Permasalahan lain menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini adalah pada pembiayaan yang digulirkan pemerintah direspons sedemikian antusias sehingga mengakibatkan defisit pada kualitas pelayanan dan sarana yang ada.
“Defisit pelayanan ini dikarenakan pada PKM (Pelayanan Kesehatan Masyarakat), 90% beroperasi part timer, dalam arti tidak beroperasional 24 jam. Sarana kesehatan lanjutan yang selama ini ada, tidak memadai dari sisi jumlah maupun distribusi Rumah Sakit tingkat pertama,” lanjut Adang.
Rumah Sakit Regional maupun Rumah Sakit Utama, menurut Adang cenderung tidak bertambah baik kuantitas maupun kualitas yang hingga saat ini tidak ada perencanaan secara sistematik pada upaya peningkatannya.
“Kenapa BPJS harus banyak berbenah, karena hingga saat ini, BPJS tidak mengoptimalkan kemitraan dengan klinik swasta yang sebagiannya sudah beroperasi 24 jam, sehingga dengan keanggotaan seadanya, mengakibatkan operasional klinik defisit. Keadaan ini telah mengorbankan marwah seorang dokter yang membuat kehidupannya tidak layak dan bermartabat,” pungkas dokter Adang Sudrajat. [pks.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN









