pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Netty Heryawan: Ibu Berperan Bentuk Karakter Antikorupsi

Written By Anonymous on 11 December, 2015 | December 11, 2015

BANDUNG (11/12) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan seorang Ibu dinilai dapat berperan penting dalam membentuk karakter antikorupsi pada anak-anak. Ibu berperan dalam tumbuh kembang karakter jujur anak di dalam keluarga.

"Berdayakan kaum perempuan, karena seorang ibu dapat membentuk karakter antikorupsi dari rumah," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan di Bandung, Jumat (11/12).

Pernyataan tersebut disampaikan pada acara "Deklarasi Dukungan Tenaga Lini Lapangan KB dalam Menyosialisasikan Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga". Acara tersebut diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Bandung, Jawa Barat.

Netty yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menambahkan tugas seorang Ibu adalah mendidik anak-anak agar jauh dari budaya korupsi. "Ajarkan anak kejujuran, kesederhanaan dan kemandirian," katanya.

Dia juga menambahkan, seorang ibu juga harus bersikap sederhana di rumah agar tidak terjebak menjadi pendorong seorang suami untuk korupsi.

"Misalkan mengeluhkan kepada suami tentang kondisi barang-barang di rumah yang sudah jelek, meminta emas-emasan dan lain sebagainya sehingga mendorong suami untuk korupsi," katanya.

Dia menambahkan, para perempuan harus sepakat untuk memerangi korupsi hingga ke akarnya. "Mari kita bangun karakter antikorupsi mulai dari keluarga," katanya. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan.

posted by @Adimin

Hukum Islam Harus Mewarnai Hukum Nasional

JAKARTA (10/12) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil mengatakan Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Hal tersebut disampaikan Nasir dalam Halaqah Nasional Kontribusi Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum Nasional yang diselenggarakan Fraksi PPP MPR RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/12).

"Kita bersyukur jumlah Umat Islam mayoritas di Indonesia dan ingin menerapkan Syariat Islam sebagai jalan hidup. Karenanya suatu hal yang wajar kalau ada tuntutan agar Hukum Islam mampu mewarnai pembentukan perundang-undangan di Indonesia," kata Nasir.

Politisi PKS ini menyatakan butuh perjuangan ekstra keras apabila ingin Hukum Islam terakomodir dalam hukum nasional.

"Aceh saja butuh perjuangan lebih dari setengah abad agar dapat memperoleh pengakuan secara legal formal dalam penerapan Hukum Syariat Islam di Aceh, itupun butuh keseriusan lebih dalam penerapannya. Selain itu juga banyak kelompok penentangnya, yang menganggap penerapan Syariat Islam bertentangan dengan semangat Pancasila dan NKRI," kata Nasir.

Anggota DPR dari Aceh ini berpendapat pewarnaan Hukum Islam dalam hukum nasional tidak menggunakan embel-embel syariah. Bukan berarti salah, namun karena sensitif sering kali malah terganjal dalam perdebatan yang tidak subtansial.

"Penggunaan embel-embel syariah sudah membuat banyak orang ketakutan. Karenanya sebagai agama yangrahmatan lil alamin, maka hukum Islam harus mampu menunjukkan sisi humanisme dan kemaslahatan yang ditonjolkan," kata Nasir.

Ia juga menilai pewarnaan Hukum Islam terhadap hukum nasional menggunakan pendekatan revolusi fungsional. Setiap elemen bangsa baik yang memiliki jabatan ataupun Umat Islam pada umumnya menjalankan fungsi dakwah untuk menampilkan produk-produk Hukum Islam sehingga dapat menjadi budaya di masyarakat dan dapat pula masuk ke dalam ranah kebijakan yang strategis untuk umat.

"Kita mestinya memaksimalkan kebijakan yang sudah terwarnai oleh Hukum Islam. Karenanya kita meminta pemerintah dalam hal ini eksekutif dapat benar-benar menjalankan hal tersebut dengan baik dan optimal. Seperti UU Jaminan Produk Halal, UU Perkawinan, UU Peradilan Islam, dan lain-lain," kata Nasir.

Politisi PKS tersebut mengatakan kalau Presiden Jokowi punya sensitivitas tinggi akan aspirasi umat, pastinya akan meminta jajarannya untuk lebih serius menindaklanjuti penerapan kebijakan-kebijakan yang Islami.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

PKS Apresiasi Pelaksanaan Pilkada Sumbar Berjalan Baik

Calon Gubernur Sumbar Irwan Prayitno-Nasrul Abid.
Padang - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wilayah Dakwah Sumatera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hermanto mengapresiasi pelaksanaan pilkada gubernur yang dinilai berjalan dengan baik dan kondusif.

"Perbedaan yang terjadi selama pilkada merupakan sesuatu yang wajar dan dapat diselesaikan dengan filosofi pilkada "bandunsanak" (kekeluargaan)," kata Hermanto di Padang, Kamis.

Ia menyampaikan hal itu dalam pemaparan rekapitulasi formulir C1 oleh tim pemenangan pasangan calon gubernur Irwan Prayitno-Nasrul Abit di posko pemenangan.

Menurut dia gubernur dan wakil gubernur terpilih agar melanjutkan pembangunan yang menyejahterakan masyarakat baik fisik dan spiritual.

Pada sisi lain ia menyampaikan kendati berdasarkan hasil hitung cepat dan rekapitulasi suara tingkat TPS pasangan Irwan-Nasrul menang, namun mari menunggu hasil resmi KPU.

Kemenangan Irwan-Nasrul adalah kemenangan rakyat Sumbar yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat, ujar dia.

Ia berpesan usai pilkada mari hapus semua perbedaan dan saatnya bersatu membangun Sumbar yang lebih baik.

Sebelumnya berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit memenangi pilkada gubernur dengan persentase 59,04 persen.

"Berdasarkan hasil hitung cepat dari 400 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menjadi sampel, dari 100 persen data yang masuk persentase perolehan suara Irwan-Nasrul 59,04 persen dan Muslim Kasim-Fauzi Bahar 40.96 persen," kata Supervisi LSI Hamdan Akbar.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Irwan-Nasrul , M Yasin mengatakan berdasarkan hasil rekapitulasi formulir C1 yang dihimpun saksi pada tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) pihaknya memenangi pilkada pada 18 kabupaten dan kota.

Yasin menyebutkan berdasarkan hasil rekap C1 total perolehan suara pasangan Irwan-Nasrul 1.111.512 atau 58,78 persen dan pasangan Muslim-Fauzi 779.615 atau 41,22 persen dengan total suara sah mencapai 1.891.127.

Perolehan suara tertinggi Irwan-Nasrul berada di kota Padangpanjang dengan total suara 11.695 atau 72 persen dan pasangan Muslim-Fauzi 4.472 atau 27,66 persen, kata dia.

Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan pihaknya melakukan pemindaian formulir C1 yang merupakan hasil perhitungan suara di tingkat TPS sebagai salah satu bentuk transparansi.

Hasil pindaian akan diunggah ke website KPU agar dapat diakses oleh masyarakat menggunakan aplikasi yang disebut Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng), kata dia.

Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek mengatakan pelaksanaan Pilgub di daerah itu saat ini berjalan lancar tanpa kendala yang menonjol.

Namun untuk hasil data yang sah tetap berasal dari KPU, karena itu semua pihak mari menunggu hasil resmi, kata dia.

Pilkada Gubernur Sumbar diikuti dua pasang calon yaitu Muslim Kasim-Fauzi Bahar yang diusung Partai Nasdem, PDI Perjuangan, PAN dan Partai Hanura serta pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit yang diusung PKS dan Partai Gerindra.

KPU Sumbar mencatat jumlah pemilih untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada serentak 9 Desember 2015 sebanyak 3.496.836 orang. [antarasumbar.com]


posted by @Adimin

Cagub Pemenang: Tidak Ada Mutasi Pejabat Besar-Besaran

Padang - Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) yang sementara unggul dalam hitung cepat Irwan Prayitno menyatakan tidak akan melakukan mutasi pejabat besar-besaran jika nanti ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub).

"Saya telah buktikan sewaktu menang dari petahana pada 2010. Semua pejabat yang telah ditunjuk sebelumnya, tidak pernah saya ganti, kecuali bermasalah baik secara kinerja maupun ada temuan Inspektorat," katanya di Padang, Kamis.

Menurutnya, pejabat yang diganti karena bermasalah itu tidak banyak jumlahnya dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Lima tahun ke depan, saya juga tidak akan melakukan mutasi pejabat besar-besaran seperti lima tahun lalu," katanya.

Meski demikian, menurut ia, bukan berarti tidak akan ada mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar nantinya.

"Pejabat yang diganti, tentu yang bermasalah dan melanggar aturan. Terhadap yang melanggar tentu harus diambil tindakan. Saya juga sudah tahu siapa saja pejabat itu," kata dia.

Namun, fokus utama untuk penggantian pejabat itu menurutnya adalah persoalan kinerja agar lebih objektif.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Sumbar Jayadisman mengatakan, untuk mengisi jabatan pejabat eselon II saat ini disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor 13 tahun 2014, yaitu melalui seleksi terbuka.

Saat ini menurut dia, ada sejumlah jabatan eselon II di Pemprov Sumbar yang sedang dalam proses seleksi terbuka tersebut. [antarasumbar.com]


posted by @Adimin

HNW: Negara dan Agama Tidak Dapat Dipisahkan

JAKARTA (10/12) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan agama dan negara tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Demikian disampaikan Hidayat dalam acara Halaqoh Nasional "Kontribusi Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum Nasional" yang diselenggarakan atas kerjasama Fraksi PPP MPR RI dan Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/12).

“Relasi negara dan agama di Indonesia sangat kuat, nilai-nilai ketuhanan selalu hadir dalam UU kita. Dalam pancasila, dalam UUD 1945, juga dalam produk hukum lainnya kita dapat melihat peran agama yang signifikan,” kata Hidayat.

Pancasila versi 1 Juni, 22 Juni, maupun 18 Agustus 1945, semuanya tetap menyebutkan sila tentang Ketuhanan. Pancasila 1 Juni, sila kelima berbunyi “Ketuhanan Yang Berkeadaban”. Pancasila 22 Juni, sila pertama berbunyi “Ketuhanan Dengan Kewajiban Melaksanakan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya”. Pancasila 18 Agustus, sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

“Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang tidak bisa dipisahkan antara keindonesiaan dengan keagamaan kita,” lanjut Hidayat.

Berbagai permasalahan bangsa, menurut politisi PKS ini mengingatkan kita untuk kembali kepada nilai-nilai agama yang termanifestasikan dalam hukum positif.

“Kemensos menyatakan negara kita darurat anak, buruh berteriak negara kita darurat buruh, KPK mengkampanyekan darurat korupsi. Agama mengajarkan kita untuk melindungi anak, membayar upah buruh dengan layak sebelum keringatnya kering, dan mengutuk keras suap-menyuap,” terang Hidayat.

Walaupun keadaan bangsa Indonesia serba darurat, Hidayat mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimis.

“Keadaan yang serba darurat ini jangan disimpulkan menjadi Indonesia negara darurat. Kita semua harus melaksanakan amanah reformasi dan memberikan solusi bagi permasalahan rakyat,” pungkas Hidayat. [pks.id]


posted by @Adimin

Final Realcount Tim, Indra-Farhan 53,6 % Irwan-Chairulnas 46,6 %

Written By Anonymous on 10 December, 2015 | December 10, 2015

AGAM – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Agam, Indra Catri-Trinda Farhan Satria hampir dipastikan memenangkan Pilbup. Pasangan ini menang tipis dari sang rival Irwan Fikri-Chairunas.

Data realcount yang dihimpun dari dokumen C1 para saksi dari PKS yang sudah masuk 100 persen, Kamis (10/12) pagi memenangkan pasangan no urut 2 ini. Indra-Farhan memperoleh 94.389 suara atau 53,6 persen. Sementara Irwan Fikri-Chairunas memperoleh 81.781 suara atau 46,4 persen.

Calon Wakil Bupati Trinda Farhan menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat. “Tabulasi C1 tim PKS untul Pilbup sudah final. Terima kasih atas dukungan masyarakat,” ujar Farhan.

Farhan menyampaikan syukur atas kemenangan di Agam. Namun, ia menolak klaim kemenangan karena menunggu perhitungan suara oleh KPU. Ia pun menekankan kepada tim dan saksi tetap menjaga perolehan suara sampai ke kecamatan dan kabupaten. [hariansinggalang]


posted by @Adimin

Inilah Hasil Quick Count Pilgub Sumbar Versi Tim IP-NA

PADANG - Hasil penghitungan cepat atau quick count internal yang dilakukan tim pasangan cagub Sumbar nomor urut 2, Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA), menujukkan pasangan itu unggul dengan perolehan suara 60,51 persen.

Sedangkan pasangan Muslim Kasim dan Fauzi Bahar memperoleh 39,54 persen. Hasil itu merupakan perolehan sementara di mana total suara yang masuk sudah mencapai 84,5 persen.

Sementara saingannya, cagub-cawagub urut nomor 1, Muslim Kasim dan Fauzi Bahar (MK-FB), memperoleh 39,54 persen.

"Partisipasi pemilu saat ini hanya 57,60 persen dan yang masuk 84,50 persen. Dataerror 1 persen, untuk sampel ada 440," papar Irwan Prayitno di pokso relawan, Jalan Rokan, Gor Agus Salim Padang, Rabu (9/12/2015).

Dari hasil penghitungan cepat, tim ini membagi 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat menjadi sembilan zona. Berikut hasilnya:

1. Padang MK-FB 33,28 persen dan IP-NA 66,72 persen,

2. Padang Panjang dan Tanah Datar MK-FB 34,10 dan IP-NA 65,90 persen,

3. Pasaman dan Pasaman Barat MK-FB 41,55 dan IP-NA 58,45 persen,

4. Agam dan Bukittinggi MK-FB 42,50 persen dan IP-NA 57,50 persen,

5. Dharmasraya, Sawahlunto, dan Sijunjun MK-FB 39,99 persen dan IP-NA 60,01 persen,

6. Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan MK-FB 35,22 persen dan IP-NA 64,78 persen,

7. Solok dan Solok Selatan MK-FB 42,69 persen dan IP-NA 57,31 persen,

8. Limapuluh Kota dan Payakumbuh MK-FB memperoleh 40,80 persen dan IP-NA 59,20 persen,

9. dan Padang Pariaman dan Pariaman MK FB 57,79 persen dan IP-NA 42,21 persen.

"Ini bukan pidato kemenangan saya, ini adalah hitungan cepat. Kami tahu diri bahwa hasil final itu adalah dari keputusan KPU Sumatera Barat dan untuk real count-nya akan diumumkan besok,” pungkas Irwan. [okezone.com]


posted by @Adimin

Hitung Cepat LSI Pilkada Sumbar, Irwan Prayitno-Nasrul Abit Unggul


Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kiri) yang berpasangan dengan Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abid (kanan) berfoto bersama saat mendaftar sebagai calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumbar di KPU Sumbar, Padang, Senin (27/7).

PADANG - Hasil sementara hitung cepat LSI di Pilkada Sumatera Barat pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur nomor urut 2 Irwan Prayitno-Nasrul Abit sementara unggul.

Ketua Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi menyampaikan hingga pukul 15.50 WIB, suara yang masuk dalam perhitungan cepat sudah mencapai 88,75 persen. "Dari total suara tersebut, Irwan Prayitno-Nasrul Abit unggul 59,15 persen," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12).

Perolehan pasangan yang diusung oleh PKS ini unggul atas pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar yang memperoleh 40,69 persen. Pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit diusung dua partai, yakni PKS dan Partai Gerindra. 

Selain unggul sementara dalam hitung cepat LSI, pasangan calon Irwan Prayitno-Nasrul Abit juga unggul dalam perhitungan cepat versi Charta Politika. 

Hingga pukul 16.00 WIB, perhitungan cepat Charta Politika sudah mencapai 92,67 persen.
 
Pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit unggul 61,9 persen, sementara pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar mendapat 38,1 persen. [ROL]


posted by @Adimin

Kader PKS Unggul di Sejumlah Pilkada, Salim Segaf: Jaga Kepercayaan Rakyat

JAKARTA (9/12) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri berpesan kader-kader PKS harus menjaga kepercayaan rakyat Indonesia.

Salim menyampaikan hal ini terkait raihan suara PKS dalam Pilkada 2015.

Kader maupun calon yang didukung PKS unggul di sejumlah wilayah, seperti Provinsi Sumatera Barat, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan.

“Penyaluran suara warga menandai kepercayaan kepada calon kepala daerah dan partai politik yang mengusungnya. Kader PKS harus menjaganya,” pesan Salim di Kantor DPP PKS, Jln TB Simatupang No 82 Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Menurut Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu, proses Pilkada 2015 berjalan lancar. Ia berharap hasil Pilkada dapat bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Alhamdulillah, Pilkada serentak 2015 berjalan aman dan lancar. Semoga berdampak positif bagi kesejahteraan warga. Kader PKS harus kawal,” ujarnya.

Pelaksanaan demokrasi di Indonesia, tambah Salim, memang belum berjalan sempurna. Partai politik pun masih banyak kekurangan. Namun, Habib Salim menegaskan kader-kader PKS menggunakan parpol sebagai sarana perbaikan.

“Semua tahu demokrasi belum sempurna, buatan manusia. Kader PKS berpikir, bertindak positif, dan terus memperbaiki sistem. Struggle from within. Parpol juga buatan manusia, banyak kelemahan. Kader PKS gunakan parpol sebagai sarana perbaikan,” tutupnya. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri (tengah) saat melakukan video conference dengan pengurus PKS di daerah dalam rangka pengawal penghitungan suara Pilkada 2015.

posted by @Adimin

Pantau Penghitungan, DPTP PKS Video Conference dengan Kader di Daerah

Written By Anonymous on 09 December, 2015 | December 09, 2015

JAKARTA (9/12) – Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan video conference dengan pimpinan PKS di daerah. Dialog dilakukan untuk memantau proses penghitungan suara yang masih berlangsung di daerah.

Video conference digelar di Kantor DPP PKS, MD Building Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (9/12/2015). Hadir dalam video conference pimpinan DPTP antara lain Ketua Majelis Syuro (MS) Salim Segaf Al Jufri, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat, dan Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman.

"Apa kabar antum di sana, ikhwah Kalimantan Selatan? Kita lakukan video conference supaya suasana kemenangan ini bisa kita rasakan bersama. Bagaimana kondisi penghitungan suara di sana sampai detik ini?" sapa Sohibul Iman.

"Untuk sementara ini, Pilkada di Kalimantan Selatan, kita maju mengusung di Kota Banjarmasin. Tabulasi kita sementara, kita menang 54 persen. Kandidat kedua 33 persen dan yang ketiga 10 persen," ujar Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kalimantan Selatan Muhammad Ja'far.

Ja'far mengatakan, berdasarkan tabulasi internal dimungkinkan pasangan calon yang diusung PKS menang di 4 Pilkada dari 7 Pilkada yang diikuti di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Hidayat Nurwahid mengatakan kemenangan-kemenangan yang diraih di sejumlah Pilkada berdasarkan penghitungan cepat sementara, harus disyukuri.

"Harus antum syukuri dan antum jaga sampai benar-benar menjadi kemenangan hakiki, karena ini masih kemenangan sementara. Berikutnya agar kemenangan membawa berkah bagi kita semua. Kemenangan ini masih harus diamankan, karena masih banyak ranjau-ranjau dihadapan sampai pada hasil resmi," pesan politisi yang juga Wakil Ketua MPR ini.

Selain berdialog dengan pimpinan PKS di Kalimantan Selatan, pimpinan DPTP juga berdialog dengan pimpinan PKS di Medan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Barat. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) Salim Segaf Al Jufri, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat, dan Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman melakukan video conference dengan pimpinan PKS di daerah (9/12) dalam rangka memantau Pilkada.

posted by @Adimin

Quick Count Unggulkan Irwan Prayitno-Nasrul Abit

PADANG (9/12) - Pasangan calon gubernur Sumatra Barat nomor urut 2 Irwan Prayitno-Nasrul Abit sementara unggul dalam perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh lembaga survei LSI.

Hingga pukul 15.50 WIB, suara yang masuk dalam perhitungan cepat sudah mencapai 88,75 persen. Dari total suara tersebut, Irwan Prayitno-Nasrul Abit unggul 59,15 persen.

Perolehan pasangan yang diusung oleh ini unggul atas pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar yang memperoleh 40,69 persen.

Pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit yang diusung PKS dan Partai Gerindra tersebut juga unggul dalam perhitungan cepat versi Charta Politika.

Hingga pukul 16.00 WIB, perhitungan cepat Charta Politika sudah mencapai 92,67 persen. Pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit unggul 61,9 persen, sementara pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar mendapat 38,1 persen. [pks.id]

Keterangan Foto: Pasangan calon gubernur Sumatra Barat nomor urut 2 Irwan Prayitno-Nasrul Abit.

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger