pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Perempuan-Perempuan yang Dibanggakan Allah - 2

Written By Anonymous on 19 December, 2015 | December 19, 2015

Beberapa  sosok ibu yang  dijelaskan Al-Qur'an, sehingga  harus menjadi guru besar, bagi setiap muslim dan muslimah yang mencintai Al-Qur'an adalah sebagai berikut:
1. Asiyah binti Muzahim
Perempuan muslimah yang akhirnya hayatnya mati syahid di jalan Allah ini, sangat layak untuk beralasan untuk tidak berdakwah dan  berjihad serta memperbaikii mayarakatnya yang super rusak karena kemusyrikannya dengan menuhankan Fir’aun, seperti yang telah Allah SWT rekam dalam surah At-Tahrim ayat 11. Sangat layak kalau saja ia berlasan dengan alasan-alasan berikut ini;
  • Suami yang sangat tidak kondusif, tidak saja musuh bebuyutan bagi dakwah, namun juga sebagai orang yang kafir dan mengaku sebagai Tuhan. Namun tidak menyusutkan semangatnya untuk berdakwah dan memperbaik masyarakat dengan mengajaknya beriman kepada Nabi Musa AS dan bertauhid kepada Allah, walupun taruhannya nyawa. Dan terbukti, akhirnya syahidah karena dibunuh suaminya sendiri, sebagai gantinya rumah di Surga Allah.
  • Lingkungan kehidupan yang tidak kondusif, karena semua takut akan mata-mata Fir’aun yang kapan saja melihat ada yang melakukan gerakan melawan sistem kehidupan yang dibangun Fir’aun, maka akan segera diculik dan dibunuh. Sehingga Asiyah bersama orang-orang beriman yang lain, yang tinggal di istana, melakukan dakwah sirriyah yang sangat rapih, sehingga tidak sedkit, mereka yang beriman kepada Allah.
  • Negara yang sangat tidak kondusif sistemnya, kondisi masyarakatnya dan lain-lainnya. Cukup kuat bagi Asiyah untuk menyerah dan beralasan, tidak berbuat islahul ummah (perbaikan masyarakat) dalam kondisi seperti ini.
Namun karena keyakinnannya dengan pertolongan Allah bagi siapa saja yang menolong agama Allah, sebesar apa pun halangannya, tetap Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan Allah. Dan hamba itu adalah seorang perempuan yang sering disebut makhluk yang lemah, lembut tidak berdaya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Asiyah binti Muzahim. Maka bermimpilah ibu di zaman ini menjadi Asiyah binti Muzahim abad ini, niscaya Allah akan menolong hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
2. Maryam binti Imran
Saat semangat-semangatnya dalam intensif  beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, sampai-sampai Allah memilihnya menjadi perempuan yang paling unggul dan disucikan. Tiba-tiba Allah memintanya untuk berperan dalam islahul ummmah, betapa pun masyarakatnya nanti  akan sangat menentangnya dan memeranginya. Proses peran tersebut dimulai dari peristiwa-peristiwa berikut;
  • Tiba-tiba Allah mengutus malaikat yang menemuinya untuk memberikan kabar gembira, bahwa sebentar lagi ia akan hamil.
  • Perempuan mana yang tidak kaget luar biasa, yang biasa disebut perempuan yang paling salihah, tiba-tiba hamil tanpa suami.
  • Sebagai manusia berjuta perasaan menggelayut dalam dirinya, mulai dari ingin  mati sebelum peristiwa ini terjadi, perjuangan saat melahirkan, berpuasa tidak berbicara kepada siapa pun. Bacalah Al Qur’an surat Maryam, niscaya kita akan marasakan bagaimana kesabaran yang sangat dalam, dari seorang perempuan yang biasa disebut mahkluk yang lemah tidak berdaya, namun beliau kuat dan tegar menghadapi ujian Allah sebagai sarana perbaikan umat.
Perjalanan waktu akhirnya membuktikan. Isa yang dilahirkan tumbuh menjadi seorang anak yang sangat berbakti kepada ibunya, berakhlak mulia, menegakkan sholat dan menunaikan zakat sepanjang hidupnya. Maka Allah SWT sebut, seperti inilah kehidupan yang selamat dan penuh berkah seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 10 sampai 19.
Selamat hari Ibu, jadilah dambaan umat dan perempuan yang dibanggakan Allah SWT dan Rasulullah SAW, karena Anda adalah pelopor berkhidmat untuk rakyat, bangsa, dan negara.

Baca Sebelumnya: Perempuan-Perempuan yang Dibanggakan Allah
sumber: pks.id


posted by @Adimin

Perempuan-Perempuan yang Dibanggakan Allah

Oleh: Eka Safitri, Deputi Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga Bidang Perempuan dan Ketahan Keluarga (BPKK) PKS DKI Jakarta
Pada zaman seperti ini, di mana Al-Qur'an masih dijauhi oleh umat, Islam belum merata menjadi pedoman hidup bagi umat manusia, bahkan yang sudah ber-KTP Islam, dan kehidupan dunia menjadi dambaan umumnya manusia, karena tidak paham dan tidak tertarik dengan kehidupan akhirat. Jika ditanya sosok perempuan seperti apakah yang menjadi dambaan dalam menjalani hidup ini, maka bisa dipastikan sumbernya atau referensinya  adalah televisi, koran, majalah, dan lain-lain. Hasilnya adalah perempuan dambaan itu hanyalah perempuan-perempuan yang sukses dalam kehidupan dunianya, mereka itu adalah para artis, selebiritis, entertainer, dan lain sebagainya. Menjadi sangat wajar jika pemikiran umat seperti ini, karena yang diakrabi bukan Al-Qur'an atau petunjuk Rasulullah SAW berupa sunnahnya dan kehidupan salafussalih yang mulia. Karena wirid hariannya bukan lagi Al-Qur'an, namun perkembangan kehidupan ahluddunya lah yang selalu dipantau dan dinanti-nanti. Fa laa haula wa lla quwwata illa billah.
Disinilah pentingnya tulisan-tulisan seperti ini, betapa pun kecil perannya, dibanding dengan derasnya arus sumber informasi yang selalu menginformasikan kehidupan dunia dan perhiasannya. Namun Allah Maha Tahu niat hamba-hamba-Nya yang selalu optimis dalam merubah kehidupan umat betapapun kecil daya dukungnya. Dengan keyakinan keberkahan dari setiap amal yang diridhai Allah, maka insya Allah tulisan sederhana ini, mampu memberi pencerahan kepada umat, agar menjadikan tokoh-tokoh perempuan dalam Al-Qur'an lah yang harus menjadi panutan kehidupan yang sangat singkat ini, dan mereka yang  seharusnya menjadi dambaan dan panutan dalam kehidupan ini.
Al-Qur'an Memuliakan Perempuan
Cukuplah seorang perempuan itu menjadi seorang Ibu, maka dirinya  adalah sosok manusia yang sangat dimuliakan oleh Al-Qur'an dan Rasulullah SAW. Hal ini karena jasa dan perannya yang spektakuler dalam membesarkan generasi yang Allah titipkan kepadanya  yang akan menjadi cikal bakal terbentuk suatu generasi yang salih menuju peradaban, yang akan membahagiakan semua manusia. Semua tokoh-tokoh besar di negeri ini dan di tempat lain, sungguh tidak terlepas dari peran wanita sebagai seorang ibu. Allah berfirman :
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14 )
Agar seorang ibu bersemangat membesarkan generasi yang dilahirkan, maka seorang anak harus menghargai dan menjunjung setinggi-tingginya ibu yang telah melahirkannya. Seorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Siapakah orang yang paling berhak mendapat perlakukan yang sebaik-baiknya? Rasulullah SAW menjawab; Ibumu, siapa lagi ya Rasulullah? Ibumu. Siapa lagi Ya Rasulullah? Ibu mu”.
Begitulah Rasulullah menempatkan posisi seorang ibu dalam kehidupan keluarga. Alangkah ruginya perempuan muslimah yang tidak merasakan penghargaan ini dalam kehidupan keluarganya, hanya karena kurang memahami konsep rabbani ini. Seorang penyair Syauqi mengatakan, ”Ibu adalah bagaikan lembaga pendidikan, jika dipersiapkan dengan baik, maka kan menghasilkan generasi yang berkualitas”.
Sepatutnya para ibu muslimah belajar dari ibu Imam Syafiii, setelah melahirkan bayinya yang kelak menjadi ulama besar bernama Imam Asya Syafii di Gaza Palestina. Beliau berjuang, menempuh jarak yang jauh mengembara ke tanah suci Makkah, untuk menyiapkan lingkungan yang lebih baik untuk putranya, agar tumbuh menjadi anak yang berkualitas, setelah kurang lebih tujuh tahun, beliau pindah ke Al Madinah, agar anaknya menimba ilmu dari guru besarnya Imam Malik rahimahullah. Inilah peran minimal seorang ibu untuk keluarga.
Namun jika seorang ibu muslimah menjadikan ibu-ibu berprestasi besar menjadi acuan hidupnya, maka Al-Qur'an dan sirah Rasulullah SAW lah yang pantas menjadi panduan hidup yang sangat visualis untuk diteladani dan diterjemahkan dalam realita kehidupan. Dengan semangat dan kesungguhan yang besar, sejarah akan terus berulang dalam kehidupan zaman ini. Namun jika kita membacanya dengan penuh pesimis, alih-alih ingin menerapkannya, membaca dan mengkajinya pun kita sudah merasa keberatan.

Baca Selanjutnya: Perempuan-Perempuan yang Dibanggakan Allah - 2

sumber: pks.id


posted by @Adimin

Ini Tantangan Ekonomi Indonesia 2016

Written By Anonymous on 18 December, 2015 | December 18, 2015

JAKARTA (18/12) – Bidang Ekonomi, Industri, dan Teknologi serta Lingkungan Hidup (Ekuintek-LH) DPP PKS menilai perekonomian Indonesia akan mengalami tantangan serius di tahun 2016.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Bidang Ekuintek-LH DPP PKS, Handi Risza Idri dalam Seminar “Evaluasi Paket Kebijakan Ekonomi dan Outlook Ekonomi Indonesia 2016” di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).

“Pertama, tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan yang masih tinggi. Triwulan III perekonomian nasional menunjukkan angka kemiskinan pengangguran meningkat, termasuk kesenjangan wilayah semakin lebar. Gini ratio juga semakin meningkat. Sehingga, agak aneh juga saat pendapatan nasional meningkat, tapi distribusinya tidak adil ke semua level masyarakat,” jelas doktor Bidang Ekonomi Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Kedua, menurut Handi, adanya pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi lemah, dan daya saing rendah. Ukurannya, dapat dilihat dari Global Competitiveness Index serta Human Development Index, yang masih sangat rendah. “Jadi, ini pekerjaan besar yang tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah karena terbatasnya pendapatan nasional,” jelas Handi.

Ketiga, sektor keuangan berjalan sendiri terpisah dengan sektor riil. Menurut Handi, antara Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia sering terlihat tidak harmonis dalam kebijakan. “Sebagai contoh, pemerintah ingin menggalakkan sektor riil. Tetapi Bank Indonesia masih saja melakukan pendapatan suku bunga tinggi. Jadi, apa yang bisa diharapkan dari pedagang kecil untuk meminjam uang tapi tidak mampu bayar? Muncul masalah baru,” tambah Handi.

Handi menambahkan yang keempat, kerusakan lingkungan hidup sangat menonjol akibat eksploitasi secara berlebihan.

“Solusinya adalah harus dilakukan secara bertahap. Polanya reformasi struktural. DPR tentu punya kewenangan dalam membahas undang-undang yang membenahi masalah ini. Tentu jika aturannya semakin jelas, perekonomian masyarakat semakin tumbuh dan berkembang,” jelas Handi.

Selain Handi, hadir pula narasumber lainnya yang memberikan pemaparan, seperti Hidayat Amir (Kemenkeu), Fadhil Hasan (INDEF), dan Rifki Ismail (Bank Indonesia). [pks.id]

Keterangan Foto: Sekretaris Bidang Ekuintek-LH DPP PKS, Handi Risza Idri menyampaikan pandangan dalam Seminar “Evaluasi Paket Kebijakan Ekonomi dan Outlook Ekonomi Indonesia 2016” di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Hari Ibu, PKS Sapa Warga Rutan Pondok Bambu

JAKARTA (17/12) – Menyambut Hari Ibu Nasional, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyapa ibu-ibu warga binaan Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (17/12).

Dalam acara yang diberi tema "Ibu Aku Merindukanmu" tersebut Ketua BPKK Wirianingsih menyapa warga binaan dan berbagi motivasi.

"Allah mengajarkan sikap optimistis pada kita. Matahari tidak akan muncul tanpa melewati gelapnya malam. Kalo kita optimistis dan berprasangka baik pada Allah, maka Allah juga akan menolong kita," ujar perempuan yang akrab disapa Wiwi tersebut.

Mantan Anggota DPR RI tersebut juga mengajak agar ibu-ibu warga binaan Rutan Pondok Bambu dapat mengambil hikmah selama menjalani pembinaan ini.

"Yang paling penting adalah kita dapat mengambil hikmah, karena bisa jadi ibu-ibu ada di sini karena Allah sayang, mau mencegah ibu-ibu dari kesalahan yang mungkin bisa dilakukan di luar," papar Wiwi.

Wiwi pun mendapat curhat dari warga binaan. Diantaranya mereka bertanya tentang cara mendidik anak meskipun tidak bersama mereka. Wiwi menerangkan meskipun tak bisa bertemu, namun seorang Ibu tetap bisa mendoakan dan memotivasi sang anak.

"Kuatkan saat mereka berkunjung dan selalu doakan," kata Wiwi.

Keterangan Foto: Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS mengunjungi ibu-ibu warga binaan Rutan Pondok Bambu, Kamis (17/12). Acara bertemakan "Ibu Aku Merindukanmu" tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ibu Nasional. (Tiarin/RPF).

[sumber: kabarpks.com]


posted by @Adimin

PKS Dukung Peningkatan Pembinaan di Rutan Perempuan

JAKARTA (17/12) – Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Wirianingsih memuji program pembinaan yang dilakukan di Rutan Pondok Bambu.

"Saya merasa senang sekali melihat pembinaan di sini. Membuat warga binaan yang sebelumnya tidak punya keterampilan menjadi terampil, yang sudah punya keterampilan menjadi terarah," ujar Wirianingsih saat berkeliling Rutan Pondok Bambu, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Kalapas Kelas 2A Pondok Bambu, Sri Susilarti menjelaskan ada beragam program pembinaan yang dilakukan di rutan khusus perempuan ini. Diantaranya membuat kerajinan akrilik, menjahit, dan tata boga.

Salah satu warga terbina, April, yang tengah membuat kue merasa bersyukur dengan adanya beragam kegiatan pembinaan yang diadakan di rutan tersebut.

"Seneng banget saya mendapat ketrampilan, tadinya saya ngga bisa bikin apa-apa. Alhamdulillah, sekarang bisa bikin kue. Semoga saya nggak salah pergaulan lagi ya, Bu. Doain biar saya cepet pulang," curhat April kepada Wirianingsih yang memuji kue buatannya.

Meski mengapresiasi kegiatan pembinaan yang sudah dilakukan di Rutan Pondok Bambu, namun mantan Anggota DPR RI tersebut meminta pemerintah untuk terus meningkatkan pembinaan.

"Sekarang ini biaya pembinaan per tahunnya baru 35 juta. Padahal banyak sekali agenda pembinaan yang dilakukan di sini. Saya sangat berharap pembinaan terus ditingkatkan, karena inilah yang akan menjadi bekal mereka setelah keluar dari sini," ujar Wirianingsih.

Ada tiga pilar dalam lembaga permasyarakatan, yakni warga binaan, petugas, dan masyarakat. "Jadi masyarakat punya tanggung jawab untuk ikut membina. Insya Allah PKS sebagai partai dakwah siap memberikan pembinaan dalam unsur keagamaan," kata perempuan yang akrab disapa Wiwi ini.

Selain menyoroti tentang masalah pembinaan, Wirianingsih pun menyoroti hak seorang Ibu untuk selalu bersama anaknya.

"Di sini saya lihat, Alhamdulillah Ibu bisa satu kamar dengan anaknya yang masih bayi. Semoga di rutan lainnya hal ini juga bisa diterapkan, karena di mana pun Ibu tetap berperan untuk menjadi pusat pendidikan anak," terang Wirianingsih. [kabarpks.com]

Keterangan Foto: Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS Wirianingsih sedang mencoba kue buatan salah satu warga binaan Rutan Pondok Bambu, Kamis (17/12). 


posted by @Adimin

Indonesia Negara Berdaulat, Freeport Harus Patuh UU Minerba

Jakarta (17/12) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Iskan Qolba Lubis menegaskan PT Freeport Indonesia (PTFI) harus mematuhi UU Minerba. Demikian disampaikan Iskan dalam Diskusi Publik dan Pernyataan Sikap "Tegakkan Kedaulatan Negara di Tambang Freeport" di Ruang GBHN Nusantara V MPRI RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).

“Kita ini negara berdaulat. Freeport harus mematuhi UU Minerba,” kata Iskan.

Anggota Dewan dari) Sumatera Utara II ini juga mengatakan PKS mendukung terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) Freeport dan mengajukan Hak Angket kepada pemerintah. Ia juga mendukung pemeriksaan oknum pejabat pemerintah yang manipulatif dan bersekongkol dengan Freeport.

“PKS setuju Pansus Freeport, akan kita buktikan dan buka selebar-lebarnya. PKS siap memperjuangkannya, agar kita tak punya beban sejarah,” kata Iskan.

Dengan berlakunya UU Minerba No. 4 Tahun 2009, PTFI berkewajiban menyesuaikan seluruh ketentuan dalam Kontrak Karya (KK) dengan ketentuan yang ada dalam UU Minerba. Pelaksanaan penyesuaian ketentuan KK ini berlangsung dalam proses renegosiasi kontrak yang antara lain difokuskan pada penentuan luas wilayah, kewajiban divestasi, kewajiban penggunaan produk dalam negeri, peningkatan penerimaan negara, kewajiban smelting dalam negeri dan penetapan periode kontrak. Namun meskipun proses renegosiasi telah berlangsung lebih dari 5 tahun, PTFI tetap menolak mematuhi perintah UU Minerba No. 4 Tahun 2009.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Ibuku, Inspirasiku

oleh Lisa Epriani

"Kamu sudah yakin mau berjilbab, Nak?" tanya Ibu ketika nonton tv.

"Iya Bu, niat ini sudah bulat...Bismillah."

Pertanyaan sekitar lima belas tahun ini tak pernah aku lupa, karena ini awal aku memantapkan hati untuk menggapai hidayah-Nya. Ibu sempat melarang karena khawatir aku labil, hingga tak bertahan lama memakai pakaian takwa ini. Walaupun tak setuju Ibu tetap membelikanku beberapa pakaian juga jilbab. Jilbab yang Ibu berikan masih aku simpan dan sesekali aku kenakan.

Ujian itu datang, setengah tahun setelah aku memantapkan hati untuk berjilbab. Allah memanggil Ibuku dalam proses persalinan. Ibu syahid dalam berjuang melahirkan adik keduaku, di usia 38 tahun. Bukan hanya Ibu tapi calon adikku belum sempat lagi melihat dunia.

Ujian ini membuatku hampir saja melepas kembali pakaian takwa ini. Aku menyebutnya ujian kemantapan hati. Aku merasa Allah tak adil, di saat aku bersungguh-sungguh tapi justru dikoyak oleh ujian ini. Tapi perkataan dan nasehat-nasehat Ibu kembali terngiang, bahwa Allah sesungguhnya memberi ujian sepaket dengan solusinya. Tapi apalah daya terpuruk tetap saja aku dan adikku rasakan, kami ditinggal Ibu masih dalam keadaan labil. Begitulah, aku memutuskan untuk tetap mengenakan jilbab dan terus berproses memperbaiki diri, mengenakan jilbab yang lebih sesuai syariat. Aku yang terbiasa berpakaian menyerupai laki-laki mulai berproses mengenakan gamis, rok dan jilbab yang lebih panjang menutupi dada.

Jika aku melepas jilbab, justru aku kalah dalam melewati ujian ini. Aku yakin Allah Maha Baik dan tak pernah membiarkan hambanya sendirian, selalu dijaga dan dilindungi. Alhamdulillah setelah kepergian Ibunda sekitar empat belas tahun lalu hingga sekarang akupun tetap istiqomah dengan jilbabku, begitupun adikku yang sudah menikah dan memiliki dua orang anak laki-laki sekarang juga telah menggunakan pakaian takwa. Yaa Rabb jaga kami agar senantiasa istiqomah, jangan Kau lepaskan hidayah ini dari kami. Aamiin.

Keyakinan Berhijab

Aku memakai hijab saat kuliah semester dua, berteman dengan orang-orang shalih dan shalihah membuatku terus belajar tentang Islam dan mengetahui mengapa seorang muslimah berhijab dan bahwa sesungguhnhya Allah menyayangi muslimah dengan hijab.

Perintah Allah seperti yang dituangkan dalam Al-Qur'an surat An-Nur (24) ayat 31 yang artinya: 

"Dan katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra meraka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."

Begitupula perintah Allah yang ada dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab (33) ayat 59 yang artinya: 

"Wahai Nabi Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutup jilbabnya (jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, wajah dan dada) ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak digangu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang."

Dua ayat tersebut adalah panduan yang melekat mengapa seorang muslimah dan khususnya aku mengapa menggunakan jilbab. Jadi tidak hanya melaksanakan tanpa ilmu.

“Kecupan Terakhir untuk Ibu”

Awal 2003, aku wisuda, masuk jadi salah satu lulusan terbaik dengan IPK 3,53. Janganlah pernah ragu akan pertolongan Allah. Jika kita senantiasa berdakwah dalam mensyiarkan agama-Nya, maka urusan dunia semoga dimudahkan-Nya. Dan aku membuktikannya, di tengah keterpurukan saat ditinggal Ibu. Kondisi keuangan yang tidak baik, hidup mandiri berdua dengan adik di Ibukota, karena setahun setelah Ibu meninggal ayah kembali ke kampung halamannya. Tak ada yang sulit jika Allah menghendaki.

Akhirnya bisa punya notebook sendiri di tahun 2012, menyalurkan hobi dan meraih impian semoga lebih dimudahkan. Selama ini aku sering ikut lomba menulis, pernah kirim naskah pakai mesin tik manual atau ke rental komputer, walau sering kali naskah tak dimuat. Tapi seperti itulah kegagalan bukan menjadi penghalang untuk berhenti berkarya.

Salah satu anggota di group WA (WhatsApp) ternyata penggemar aktris cantik berjilbab Oki Setiana Dewi (OSD).

"Ada lomba menulis di blog OSD, temanya tentang kepergian orang-orang tercinta, deadlinesatu minggu lagi, ikutan yuk." Begitu salah satu isi chat Dewi.

"Wah, makasih infonya Dewi." Ini kesempatan yang tak boleh dilewatkan buatku.

Tema kepergian aku tulis dalam sebuah cerpen, tulisan tentang kepergian Ibu. Hampir saja aku tak jadi mengirimkan cerpen ini. Karena hampir tak selesai mengerjakannya, penuh kenangan dan diiringi oleh basah di pipi dalam menulisnya. Tapi adikku yang juga membaca hasilnya, turut menyemangati.

"Ayo selesaikan kak, kamu bisa. Kisah kita pasti bisa jadi pelajaran  dan semoga bermanfaat, menang atau kalah belakangan," ujar Hanum menyemangatiku.

Naskah selesai dan terkirim dua jam sebelum lomba ditutup, kebiasaan ide mengalir di akhirdeadline.

Ternyata seminggu kemudian diumumkan di blog OSD sebagai 40 kisah terbaik, tidak menyangka. Hingga terakhir bisa juara dengan tiga yang terbaik. Cerpen yang aku beri judul "Kecupan Terakhir untuk Ibu" dan inspirasi dari kisah Ibuku sendiri ternyata bisa menggugah, Alhamdulillah.

Terima kasih Ibu, engkau telah menjadi inspirasiku.

Ilustrasi: Istimewa.


posted by @Adimin

Tujuh Paket Kebijakan Tidak Signifikan Perbaiki Ekonomi Indonesia

Written By Anonymous on 17 December, 2015 | December 17, 2015

Jakarta (17/12) – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menilai tujuh paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tidak signifikan untuk mendorong perbaikan perekonomian Indonesia. 

Oleh karena, menurut Jazuli, paket kebijakan ekonomi tersebut berdimensi jangka panjang, khususnya pada persoalan deregulasi dan debirokratisasi. 

Jazuli menyampaikan hal ini di sela-sela Seminar Refleksi Akhir Tahun “Evaluasi Paket Kebijakan dan Outlook Ekonomi Indonesia” di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

“Padahal, kebijakan-kebijakan maraton yang telah dikeluarkan ituharus terjawab secara cepat atas kondisi yang terjadi. Untuk itu, perlu kiranya mengevaluasi efektivitas dari sejumlah paket kebijakan ekonomi ini,” jelas Jazuli.

Jazuli menyoroti, salah satu persoalan yang harus dijawab cepat oleh pemerintah adalah melonjaknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan persentase penduduk miskin. Menurut Jazuli, data BPS per Agustus 2015 menunjukkan TPT melonjak dari 5,94 persen menjadi 6,18 persen pada periode yang sama tahun lalu (yoy). Bahkan selama setahun terakhir, angka pengangguran mengalami peningkatan sebesar 320 ribu jiwa.

“Oleh karena itu, Fraksi PKS berupaya untuk menyelesaikan persoalan ekonomi ini dengan cara menerima masukan dari banyak pakar yang kompeten di bidangnya masing-masing,” jelas Legislator dari daerah pemilihan Banten ini.

Seminar Refleksi Akhir Tahun “Evaluasi Paket Kebijakan dan Outlook Ekonomi Indonesia” menghadirkan beberapa narasumber, baik dari kalangan pemerintah maupun lembaga riset ekonomi. Diantaranya, Fadhil Hasan (Ekonom Senior INDEF), Handi Risza Idris (Bidang Ekuintek-LH DPP PKS), Hidayat Amir (Peneliti Senior BKF Kementerian Keuangan), dan Rifki Ismail (Peneliti Senior Bank Indonesia). [kabarpks.com]


posted by @Adimin

PKS: "Tak Ada Pencopotan Fahri Hamzah"


JAKARTA - DPP PKS membantah kabar yang menyebut Fahri Hamzah diminta mundur menyusul langkah Setya Novanto. Sekjen DPP PKS Taufik Ridlo memastikan, PKS berketetapan untuk tetap memastikan posisi Fahri Hamzah di pimpinan DPR.

"Setahu saya enggak ada pencopotan Fahri Hamzah dari jabatannya. Namanya juga berita, kadang tak benar," katanya, Kamis (17/12).

Taufik menegaskan, hingga saat ini tak ada informasi demikian di internal PKS. Ia bahkan meminta sejumlah pihak untuk memastikan siapa yang menghembuskan rumor perintah pencopotan tersebut.

"Intinya tak ada pencopotan Fahri Hamzah dari PKS," ujarnya menegaskan. [ROL]


posted by @Adimin

Lagi, PKS Raih Apresiasi Keterbukaan Informasi

JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus berkomitmen untuk menjadi partai yang mendukung keterbukaan informasi bagi publik. Komitmen PKS ini mendapat apresiasi Keterbukaan Informasi kategori partai politik oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (15/12).

Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Dedi Supriadi mengatakan, PKS sudah mendapatkan apresiasi yang sama dua tahun berturut-turut. "Apresiasi Keterbukaan Informasi merupakan raihan lembaga baik pemerintah, dunia usaha maupun partai politik yang dianggap mampu memberikan informasi kepada masyarakat dengan baik," katanya, Selasa, (16/12).

Apresiasi yang merupakan inisiatif KIP ini dilakukan di Istana Negara dan diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Dedi Supriadi, yang mewakili pimpinan partai menerima apresiasi tersebut.

"Ini prestasi yang laik disyukuri, disamping menjadi cambuk untuk lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya. Dengan atau tanpa apresiasi dari KIP, PKS berkomitmen untuk menerapkan good party governance (tata kelola partai yang baik)," kata Dedi.

Salah satu wujudnya, terang dia, memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang visi, misi, jajaran pengurus, program, dan kegiatan partai. Partai politik juga wajib memberikan informasi kepada publik karena parpol mendapatkan dana dari APBN yang sumbernya dari masyarakat.

"Berapapun dana yang kami dapat dari masyarakat selalu mendapat audit dari pihak berwenang, dan terbuka untuk diakses publik," terang Dedi. [ROL]


posted by @Adimin

Hari Ibu, PKS Gelar Lomba Selfie Bareng Ibunda Tersayang

Selfie Bareng Ibu Tersayang Dapat Smartwatch Cantik, Ikutan Yuk!

JAKARTA (16/12) - Menjelang Hari Ibu pada 22 Desember mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar sejumlah kegiatan. Salah satunya foto selfie dengan ibunda tersayang.

Koordinator Humas Rangkaian Acara "Pemaknaan Hari Ibu” Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Widiana mengatakan, PKS menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ibu.

Widiana menyebutkan diantaranya Lomba Selfie Bareng Ibunda, kunjungan muhibah ke Lapas Wanita di Pondok Bambu Jakarta Timur, serta Talkshow Penguatan Peran Ibu.

"Ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat, khususnya lagi anak-anak kita akan kasih sayang dan pengorbanan Ibunda," ujar Widiana di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Widiana mengatakan, PKS sangat memberi perhatian besar terhadap masalah ketahanan keluarga Indonesia. Pilar ketahanan keluarga salah satunya adalah keberadaan Ibu. Karena itu, mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas Ibu harus menjadi program utama semua pihak pemangku kepentingan.

"PKS menjadikan program ini sebagai prioritas. Menjadikan Ibu sebagai pilar rumah tangga dan masyarakat. Ibu harus mendapatkan penghargaan yang layak," ucapnya.

Widiana mengatakan, kegiatan-kegiatan yang digelar PKS ini hanya sebagai cara untuk mendorong agar masyarakat terus mengingat jasa orang tuanya sehingga memberi penghargaan kasih sayang yang berarti. Tidak hanya terbatas pada Hari Ibu. [kabarpks.com]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger