Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 12, 2016
posted by @Adimin
Prabowo: Aktivis Islam Harus Warnai Politik
Written By Anonymous on 12 January, 2016 | January 12, 2016
Depok (12/1) -- Sosok ketua umum sekaligus ketua dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memang selalu menarik perhatian. Kehadirannya dalam acara Rakornas PKS 2016 Selasa (12/1) juga sangat spesial. Karena ia rela menunda keberangkatan ke Eropa untuk perjalanan bisnisnya.
“Kedatangan Pak Prabowo dalam Rakornas PKS kali ini harus kita apresiasi. Beliau sampai rela menunda penerbangan ke Eropa, hanya untuk bisa bertemu kita semua disini,” jelas Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam sambutannya,
Kedatangan mantan danjen Kopassus dalam Rakornas PKS ini dalam rangka mengisi Leadership Talk. Berbicara lebih dari satu jam didepan 800-an peserta Rakornas PKS, Prabowo mengungkapan pada seluruh kader PKS agar tidak perlu ragu dalam berpolitik. Menurutnya aktivis Islam harus berpolitik untuk mewarnai kehidupan bangsa menuju arah lebih baik.
“Kemerdekaan Indonesia ini terwujud juga karena banyaknya pengorbanan para ulama dan pejuang Islam. Jadi saya pikir tak jadi masalah untuk aktivis Islam terus terjun dalam dunia politik,” tegasnya.
Prabowo juga mengungkapkan kekagumannya pada sosok Sholahudin Al Ayyubi.“Saya pernah membaaca dua biografi, Sholahudin Al Ayyubi dan Richard The Lion Heart. Keduanya adalah musuh dalam perang salib. Walau begitu, keduanya saling menghormati,” jelasnya.
Kekaguman Prabowo pada sosok pembebas Jerussalem tersebut terutama karena kebesaran hati pahlawan besar Islam itu saat melihat Richard jatuh dari kudanya dalam peperangan.
“Sholahudin seketika meminta anak buahnya menjauh dari Raja Richard. Dikirimnyalah seekor kuda untuk digunakan sang penguasa Britania Raya itu,” terangnya.
Prabowo menjelaskan lebih jauh bahwa pemimpin besar harus mampu memberikan contoh pada para anak buahnya. Selain itu juga harus dihormati oleh musuh-musuhnya.
“Sholahudin memberikan kita pelajaran bahwa seorang panglima, musuh sekalipun harus dihormati dan kalau harus kalah, panglima musuh harus kalah dengan terhormat,” jelas Prabowo.
Pidato Prabowo dikahiri dengan standing applaus dari seluruh peserta yang hadir di Aula Hotel Bumi Wiyata Depok, disertai dengan pekik takbir dan merdeka. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 12, 2016
posted by @Adimin
Taujih Hilmi Aminuddin di Rakornas: Kader PKS Harus Selalu Berkonsolidasi
Depok (12/1) – Ketua Majelis Syuro PKS periode 2010-2015 KH Hilmi Aminuddin menyampaikan taujih (amanat) dalam Rakornas PKS di Depok, Jawa Barat. Dalam taujihnya, Hilmi menekankan tiga aspek konsolidasi menuju kemenangan dakwah.
Rakornas PKS digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat. Sebanyak 800 peserta dari unsur pimpinan pusat hingga daerah hadir dalam Rakornas yang digelar dua hari tersebut.
“Tanpa motivasi dan tujuan untuk menegakkan kalimat Allah, sangat sulit mempersatukan aneka ragam Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan, bahkan faktor budayanya, yang tersebar dari 17 ribu pulau yang ada di Indonesia. Tapi, alhamdulillah, dengan kesatuan tekad kita bisa menyatukannya,” jelas Hilmi, Selasa (12/1/2016).
Amanat pertama, kata Hilmi, hendaknya para kader PKS senantiasa melakukan konsolidasi motivasi. Motivasi yang ditekankan oleh Hilmi adalah kesadaran untuk memilih dakwah sebagai jalan perjuangan. Jika dari awal, kader PKS tidak dengan kesadaran atau tidak berani untuk memilih hal tersebut, bukan tidak mungkin akan terjadi split personality di kemudian hari.
“Kesadaran motivasi untuk memilih jalan dakwah haruslah dibuktikan dengan pengorbanan besar, yaitu pengorbanan waktu, harta, tenaga, bahkan jiwa,” jelas Hilmi.
Amanat kedua, hendaknya para kader PKS melakukan konsolidasi orientasi, yaitu hanya menjadikan Allah dalam setiap amal di segala bidang. Sehingga, orientasi inilah yang pada gilirannya akan melahirkan semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot).
“Kejelasan orientasi Alloh SWT seperti digambarkan pada ayat ‘walikulli wijhatun huwa muwalliiha’. Setiap orang harus punya orientasi dalam mencapai sesuatu. Setelah jelas orientasi, barulah fastabiqul khoirot,” tambah Hilmi.
Amanat ketiga, konsolidasi integrasi. Hilmi menekankan poin ini sebagaimana prinsip dari ajaran Islam, yaitu totalitas dan menyeluruh (syammil mutakammil). Maksudnya, agar setiap potensi sumber daya manusia yang ada di PKS dapat teringrasikan demi tegaknya Islam.
“Apakah itu, generasi tua, generasi muda, ikhwan (putra), akhwat (putri) harus terintegrasi dalam satu kesatuan yang utuh. Jangan sampai yang satu tidak merasa ada hubungan dengan yang lain,” pesan Hilmi.
Ulama lulusan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini berharap dengan adanya Rakornas ini tiga konsolidasi tersebbut dapat tercapai. Setelah tercapai, kader-kader PKS haruslah segera melakukan urusan kebaikan lainnya.
Jika kamu selesai satu urusan, maka segera lah selesaikan urusan lain. Kita berjamaah karena Allah untuk Allah, bahkan bisa melebihi apa yang diperkirakan. Faidzaa faroghta fan shob wa ilaa robbika farghob,” tutup Hilmi. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS periode 2010-2015 KH Hilmi Aminuddin
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 12, 2016
posted by @Adimin
Pidato di Rakornas PKS, Prabowo: Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo
Depok (12/1) - Forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Depok kali ini ada yang berbeda. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto didaulat menjadi pembicara tunggal dalam sesi Leadership Talk di hadapan peserta Rakornas.
Mantan Danjen Kopassus tersebut menyampaikan tiga hal prinsip utama dalam menjalankan kepemimpinan. Tiga prinsip itu didapatnya dari Presiden Suharto saat dirinya masih aktif sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Saat saya masih aktif di tentara, dan akan ditugaskan ke daerah operasi, saya pernah dipanggil Presiden Suharto. Dipanggil presiden yang juga jenderal bintang empat, saya berpikir akan diberi sangu (bekal). Apalagi beliau juga mertua. Tenyata pertemuan tidak sampai lima menit. Presiden hanya berpesan Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo. Jadi ini 'sangu' untuk saya," ujar Prabowo dalam Leadership Talk di ajang Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016).
Prabowo mengungkapkan tiga hal tersebut hingga saat ini masih dipakai sebagai prinsip dalam menjalankan amanah kepemimpinan di berbagai bidang. Ojo Lali, lanjut Prabowo, berarti jangan lupa terhadap ajaran-ajaran yang pernah diterima dalam hidup, baik ajaran agama, militer, sosial budaya, maupun ajaran dari orang tua.
Ojo dumeh, lanjut Prabowo, berarti jangan sombong dalam kehidupan. Dalam organisasi, seorang pemimpin harus selalu berada di depan dan memberikan teladan kepemimpinan. Pemimpin harus mampu mengayomi yang dipimpinnya.
Ojo Ngoyo, berarti jangan memaksa hal-hal yang di luar kemampuan. Menurut Prabowo, pemimpin harus bekerja keras dan maksimal dalam berusaha sebaik mungkin mencapai target-target dan menerima apapun hasilnya.
"Pelajaran tiga kalimat dari Pak Harto itu nilainya sangat sulit untuk dikuantifikasi. Sampai sekarang di bidang militer, bisnis, dan politik saya pakai sebagai alat kepemimpinan saya. Saya tidak lupa dengan ajaran-ajaran yang saya terima, tidak sombong dan tidak memaksakan diri. Selalu berusaha yang terbaik dan menerima apapun hasilnya tanpa harus memaksakan diri," cetusnya.
Prabowo pun mendapat tepuk tangan meriah dari 800 peserta Rakornas PKS selepas memberikan pidatonya selama lebih dari satu jam.
Rakornas dihadiri pimpinan pusat PKS antara lain Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro Periode 2010-2015 KH Hilmi Aminuddin, Sekjen Taufik Ridho, Ketua MPP Suharna Surapranata, Ketua DSP Surahman Hidayat, Ketua FPKS DPR RI Jazuli Juwaini, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman bersama Prabowo Subianto.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 12, 2016
posted by @Adimin
Sohibul Iman: Kemenangan PKS Tertinggi di Pilkada Serentak
Depok (12/1) - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengapresiasi keberhasilan partainya dalam Pillada serentak pada 9 Desember 2015 lalu. PKS meraih kemenangan tertinggi dibandingkan dengan partai lain.
“Alhamdulillah PKS menjadi partai dengan persentase kemenangan tertinggi di pilkada 2015, lebih dari 50 %," ujar Sohibul Iman dalam sambutan pembukaan Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016).
Rakornas PKS dihadiri lebih dari 800 ketua bidang/badan struktur pimpinan PKS dari tingkat pusat hingga daerah. Dari Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS hadir Sekjen Taufik Ridho, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat dan Ketua MPP Suharna Surapranata. Hadir juga Wakil Ketua DPR yang juga kader PKS Fahri Hamzah dan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.
Menurut Sohibul Iman, raihan kemenangan PKS dalam Pilkada serentak lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan sekitar 40 %. Kesuksesan besar PKS dalam Pilkada serentak 2015, lanjut mantan wakil ketua DPR ini, menjadi modal baik untuk Pilkada serentak berikutnya tahun depan.
Dia menambahkan, keberhasilan PKS tersebut menjawab dugaan banyak pihak yang menilai PKS tak akan mencapai kesuksesan di pilkada dan hanya menempati posisi keempat.
"Ini juga menjawab keraguan. Walau diluar kabinet, PKS berhasil meraih kemenangan besar di pilkada 2015. Ini tanda yang bagus, persiapan bagi PKS untuk bersiap menyambut pilkada 2017 di bulan februari,” tegas Sohibul Iman.
Dalam Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015 lalu, PKS mendukung dan mengusung pasangan calon kepala daerah di 173 Pilkada. Dari jumlah itu, paslon yang didukung PKS menang di 88 Pilkada, atau sekitar 50,9 %. Persentase ini melampaui keberhasilan partai-partai lain yang rata-rata mencapai kemenangan di bawah 50 %. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di pembukaan Rakornas.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 12, 2016
posted by @Adimin
Wahdah Islamiyah Dituduh Teroris, Hidayat: Media Jangan Perlemah Demokrasi
Jakarta (11/1) – Anggota Komisi Agama DPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan tuduhan terorisme kepada Ormas Islam Wahdah Islamiyah yang dilakukan oleh salah satu media televisi nasional hendaknya tidak malah memperlemah demokrasi (fitnah).
Pasalnya, sebagai pilar keempat demokrasi, media seharusnya menghadirkan kredibilitas tinggi dan menjaga kejujuran dalam menyampaikan berita agar dapat menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara bertanggung jawab.
“Kita semua pasti ingat, media itu pilar keempat demokrasi. Karenanya, media harus bisa menghadirkan kredibilitas tinggi, jujur dalam pemberitaan, hingga dapat dipercaya orang. Kalau media malah menghasilkan berita yang berujung pada fitnah, pada akhirnya orang tidak akan percaya pada demokrasi,” jelas Hidayat dalam Konferensi Pers bersama puluhan tokoh agama dan politik di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin (11/1).
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini juga mengingatkan kalau media tidak mampu menghadirkan kepercayaan kepada sistem demokrasi, maka masyarakat akan memilih jalan terorisme. “Itu pasti suatu hal yang kita tolak. Posisi kita adalah anti-terorisme, termasuk kita menolak teror dari media sekalipun,” tegas Hidayat.
Dengan demikian, Hidayat berharap media televisi tersebut segera mengkoreksi dan meminta maaf atas tuduhan terorisme kepada Wahdah Islamiyah, khususnya kepada Ketua Umumnya yaitu Muhammad Zaitun Rasmi. “Dan juga beri waktu kepada Pak Zaitun untuk berikan klarifikasi secara terbuka. Saya kira itu adalah koreksi yang moderat dan bertanggung jawab,” papar Wakil Ketua MPR RI ini.
Selain Hidayat, dukungan terhadap Ormas Islam Wahdah Islamiyah juga hadir dari Bachtiar Natsir (MIUMI), Yusuf Mansyur, Iqbal Parewangi (Anggota DPD dari Sulawesi Selatan), Syafei Antonio (Cendekiawan Muslim), Adhyaksa Dault (Mantan Menpora RI), dan Cholil Nafis (Nahdhatul Ulama). [pks.id]
Keterangan Foto: Anggota Komisi Agama DPR RI Hidayat Nur Wahid
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 11, 2016
posted by @Adimin
Turunkan Program Strategis, PKS Gelar Rakornas
Written By Anonymous on 11 January, 2016 | January 11, 2016
Jakarta (11/1) -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2015) hingga Rabu (13/1/2015).
Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Dedi Supriadi menerangkan ajang Rakornas adalah proses menurunkan program strategis partai ke tingkat provinsi.
"Rakornas adalah ajang sosialisasi kebijakan dan program strategis untuk menguatkan konsolidasi internal sampai level provinsi," kata Dedi di Kantor DPP PKS, Jln Simatupang, Jakarta, Senin (11/1/2015).
Rakornas PKS, papar Dedi, akan dihadiri oleh 800 peserta dari unsur DPP hingga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS seluruh Indonesia. "Kita libatkan pengurus DPW sampai level bidang agar target program bisa langsung diserap secara teknis oleh wilayah," ujar Dedi.
Dedi menambahkan, Rakornas PKS akan konsisten mengetengahkan tema "Berkhidmat untuk Rakyat". Tema ini, ujar Dedi, untuk mengokohkan reputasi dan citra PKS sebagai partai dakwah. "Dengan senantiasa berkhidmat untuk rakyat," papar dia.
Salah satu rangkaian acara Rakornas PKS 2016, ujarnya, adalah mendengarkan arahan Ketua Majelis Syuro PKS Periode 2010-2015, KH Hilmi Aminuddin. "Selain itu peserta rencananya akan disuguhi pengalaman kepemimpinan di acara Leadership Tallk dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto," kata Dedi menjelaskan.
Sementara hasil-hasil Rakornas PKS 2016 yang relevan untuk publik, tutur Dedi, akan disampaikan dalam konferensi pers pascapenutupan Rakornas di hari kedua.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 11, 2016
posted by @Adimin
Presiden PKS Terima Kunjungan Delegasi Parpol dari Timor Leste
Jakarta (11/1) - Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima kunjungan delegasi partai politik dari Aliansi Blok Persatuan Rakyat atau Bloku Unidade Popular (BUP) Timor Leste, di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (11/1) pagi.
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman didampingi Ketua BPPLN Taufik Ramlan Wijaya menyambut hangat kehadiran para delegasi dari BUP.
"Kami sangat senang sekali dengan kehadiran delegasi Timor Leste. Saya kira kita bisa berbagi pengalaman antara Indonesia dan Timor Leste. Untuk peningkatan pemahaman kita, sebab masing-masing punya pengalaman unik," kata Sohibul Iman.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, Sohibul Iman mengatakan PKS banyak mendapatkan informasi dan pelajaran berharga dari delegasi Timor Leste.
"Dalam kerangka kerja sama capacity building, tentu kami perlu banyak belajar sama Timor Leste. Seperti pengelolaan pendapatan dari migas, dimana tidak seluruhnya dipakai untuk APBN, tapi sekitar 30% disimpan untuk generasi mendatang. Saya kira ini patut dicontoh Indonesia."
Sementara itu, Wakil Ketua Umum BUP, Ermenegildo Lopes Kupa, mengapresiasi atas sambutan hangat PKS.
"Sangat berterima kasih bisa silaturahim dengan PKS. Apalagi langsung ditemui oleh Presidennya. Satu hal yang luar biasa, " kata Ermenegildo, ramah.
Sebagai partai kaum muda, kata Ermenegildo, PKS yang favorit konstituennya dari kaum muda.
"Maka dari itu, kami dari partai politik, salah satu Aliansi Blok Persatuan Rakyat mengajak kerja sama dengan partai-partai politik di Indonesia termasuk PKS," pungkasnya.
Di akhir pertemuan kedua pihak saling bertukar cinderamata. Sohibul mendapat syal khas Timor Leste, yang langsung diselendangkan oleh Ermenegildo kepada Sohibul Iman. Sementara Ermenegildo menerima plakat PKS. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman bersama Wakil Ketua Umum BUP, Ermenegildo Lopes Kupa.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 11, 2016
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi seluruh manusia, agar diketahui siapakah yang paling baik amalnya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad Rasulullah Saw, beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
posted by @Adimin
Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera Tentang Penegakan Disiplin Organisasi dan Menjaga Soliditas Internal
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi seluruh manusia, agar diketahui siapakah yang paling baik amalnya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad Rasulullah Saw, beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak kehadirannya pertama kali di hadapan publik telah menegaskan diri sebagai Partai Dakwah. Karena itu, upaya menebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan esensi perjuangan yang terus dilestarikan. Proses perbaikan harus dimulai dari diri sendiri, dengan penuh kesadaran, tanpa tekanan atau desakan pihak lain. Kader yang mendapat amanah sebagai Pimpinan dan Pengurus di tingkat Pusat, Wilayah dan Daerah menjadi contoh upaya perbaikan kepada seluruh kader di tingkat Cabang dan Ranting. Maka, jadilah kita orang pertama yang melakukan evaluasi dan perbaikan diri sendiri sebelum mengajak orang lain memperbaiki diri mereka.
Selain itu, masyarakat menyaksikan karakter utama PKS sebagai partai kader yang bertumpu pada modal sumber daya insani. Kekuatan utama PKS bukan pada jumlah suara dan amanah kekuasaan yang dijalankan, bukan pula aset fisik dan material, melainkan pada kader dan simpatisan yang memegang komitmen berlandaskan kepahaman terhadap nilai-nilai universal Islam, keikhlasan dan kesiapan beramal dalam berbagai lapangan pengabdian. Amal yang berkesinambungan itu menuntut kesungguhan dan pengorbanan; dan selanjutnya diperkokoh dengan ketaatan, keteguhan dan totalitas kerja, hingga membuahkan persaudaraan dan kesetiaan terhadap Pimpinan serta sesama saudara seperjuangan.
Saudara-saudaraku seiman dan seperjuangan,
PKS telah mengalami berbagai ujian dari periode ke periode, baik ujian yang bersifat internal maupun tantangan eksternal. Alhamdulillah, bi ‘aunillahi ta’ala, segenap ujian dan tantangan itu dapat dilalui, sehingga PKS semakin matang menapaki jalan perjuangan. Namun, sebagai kumpulan manusia, PKS menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki, terutama dalam hal: penguatan ideologi Partai dan paradigma dakwah, penegakan disiplin organisasi, dan pembangunan basis sosial yang lebih mengakar. Dalam Rencana Strategis PKS (2015-2020), ketiga faktor itu merupakan fondasi bagi tata kelola partai yang baik (Good Political Party Governance). Inilah ijtihad kolektif saat ini untuk menyempurnakan tugas Kepeloporan (dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan kepentingan umat/bangsa) serta mewujudkan visi Peradaban.
PKS telah mengalami berbagai ujian dari periode ke periode, baik ujian yang bersifat internal maupun tantangan eksternal. Alhamdulillah, bi ‘aunillahi ta’ala, segenap ujian dan tantangan itu dapat dilalui, sehingga PKS semakin matang menapaki jalan perjuangan. Namun, sebagai kumpulan manusia, PKS menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki, terutama dalam hal: penguatan ideologi Partai dan paradigma dakwah, penegakan disiplin organisasi, dan pembangunan basis sosial yang lebih mengakar. Dalam Rencana Strategis PKS (2015-2020), ketiga faktor itu merupakan fondasi bagi tata kelola partai yang baik (Good Political Party Governance). Inilah ijtihad kolektif saat ini untuk menyempurnakan tugas Kepeloporan (dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan kepentingan umat/bangsa) serta mewujudkan visi Peradaban.
Proses penegakan disiplin dalam organisasi PKS adalah hal yang wajar dan normal sebagaimana terjadi di partai atau organisasi manapun. Jika PKS tidak melakukan penegakan disiplin dan perbaikan internal, maka identitas sebagai partai dakwah dan partai kader akan gugur secara otomatis.
Untuk itu, kepada seluruh Kader dan Simpatisan PKS di semua lini dan jenjang organisasi diinstruksikan untuk:
1. Menjaga soliditas Partai dengan semangat persaudaraan dan menyerahkan proses penegakan disiplin organisasi berdasarkan peraturan yang berlaku;
2. Merujuk informasi resmi tentang sikap dan kebijakan Pimpinan Partai dari sumber terpercaya melalui jalur struktural, dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
3. Membaca dan memahami kembali Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan segenap peraturan Partai serta produk kebijakan yang pernah dikeluarkan Partai.
4. Memusatkan perhatian dan energi untuk menjalankan amanah yang telah diberikan dalam sektor pengabdian apapun, seraya menghindari perdebatan dan pergunjingan yang tidak memberikan manfaat.
1. Menjaga soliditas Partai dengan semangat persaudaraan dan menyerahkan proses penegakan disiplin organisasi berdasarkan peraturan yang berlaku;
2. Merujuk informasi resmi tentang sikap dan kebijakan Pimpinan Partai dari sumber terpercaya melalui jalur struktural, dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
3. Membaca dan memahami kembali Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan segenap peraturan Partai serta produk kebijakan yang pernah dikeluarkan Partai.
4. Memusatkan perhatian dan energi untuk menjalankan amanah yang telah diberikan dalam sektor pengabdian apapun, seraya menghindari perdebatan dan pergunjingan yang tidak memberikan manfaat.
Demikianlah, Bayan ini disusun dan disebarkan kepada seluruh Kader dan Simpatisan PKS untuk dipahami dan dijalankan sebaik-baiknya. Semoga Allah Ta’ala memelihara kejernihan akal dan hati sanubari kita, sehingga tetap bersaudara dalam kondisi lapang atau penuh tantangan.
Billahi fii sabilil haq,
Wassalamu’alaikum wa warahmatullahi wa barakatuh.
Wassalamu’alaikum wa warahmatullahi wa barakatuh.
Jakarta, 11 Januari 2016
Bidang Kaderisasi
DPP Partai Keadilan Sejahtera
DPP Partai Keadilan Sejahtera
Amang Syafruddin, Lc.
Ketua
Ketua
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 11, 2016
posted by @Adimin
Cara PKS Kelola Dana Partai
Depok (9/1) - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengungkapkan biaya yang dihabiskan partainya saat menggelar musyawarah nasional (munas) di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
"Munas kami kemarin hampir mendekati Rp4 miliar," kata Mardani, dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu 9 Januari 2016.
Mardani mengatakan, keuangan partainya terdiri dari beberapa sumber pemasukan, termasuk iuran anggota, dana dari negara serta sumbangan tidak mengikat.
Dia menyebutkan, sebagian keuangan partainya dibiayai dari iuran para kadernya yang saat ini menempati jabatan di legislatif, baik itu DPR pusat, provinsi hingga daerah.
Menurut dia, potongan dana bagi setiap kader bervariasi. "Kalau anggota DPR pusat sudah ada ketentuan, Rp25 juta per bulan," kata Mardani.
Dia menyatakan, para kader partai tidak merasa keberatan dengan adanya iuran tersebut.
"Kalau di PKS karena kami bekerja bukan dasar kemampuan individu, yang kerja keras kader, semua menyadari harus memberi pada partai agar partai bisa lakukan kaderisasi," ujar dia.
Secara terpisah, Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar Andi Harianto Sinulingga mengamini angka ideal dalam menyelenggarakan munas adalah sekitar Rp4 miliar.
Namun, dia mengungkapkan, biaya yang bisa dihabiskan partainya untuk menggelar munas bisa lebih besar daripada PKS. Bahkan hingga berkali-kali lipat.
"Kalau dalam kepala saya, munas bisa dilakukan idealnya Rp4 miliar, di Golkar angka itu enggak ada, bisa 5 kali lipat," kata dia.
Sumber: Viva.co.id
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 09, 2016
posted by @Adimin
Pemko Padang Jembatani Penempatan Pedagang
Written By Anonymous on 09 January, 2016 | January 09, 2016
PADANG – Pemerintah Kota Padang tidak lepas tangan terhadap pedagang yang akan dipindahkan dari batu grip Pantai Padang. Pemko Padang justru telah memberikan opsi lokasi bagi pedagang yang dipindahkan.
Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengatakan terdapat beberapa titik yang bisa dijadikan lokasi untuk berjualan bagi pedagang yang selama ini menghuni batu grip di sepanjang jalan Samudera. Lokasi itu antara lain di kompleks Ajendam Bukit Barisan di jalan Samudera.
“Pemko tentunya hanya memfasilitasi pedagang. Seluruh pedagang silahkan untuk negosiasi dengan Korem, karena Danrem sudah membuka peluang untuk itu,” ujar Walikota, Kamis (7/1).
Tidak hanya di Ajendam Bukit Barisan, Walikota menyebut masih banyak lokasi lain sebagai tempat baru bagi pedagang. Seperti di tanah milik Pemko di ujung Muaro Lasak.
“Silahkan untuk pindah ke sana, tetapi tentunya sesuai dengan aturan mainnya,” ujar Walikota.
Apabila pedagang bersikeras juga menempati batu grip, artinya pedagang sudah keluar dari perjanjian sebelumnya. Dimana, ketika Pemko membutuhkan, pedagang bersedia keluar dari lokasi tersebut.
“Saat ini Pemko sedang melakukan penataan kawasan pantai tersebut, kalau kawasan ini tertata pengunjung akan banyak datang. Keuntungannya tentu untuk pedagang juga,” sebut Walikota.
Sementara itu, dibantunya pedagang di kawasan Cimpago, menurut Walikota karena seluruh pedagang di lokasi itu merupakan pedagang kecil. Sementara yang berjualan di batu grip termasuk pedagang beromzet besar.
“Tidak mungkin kita bantu membangunkan LPC untuk mereka,” katanya.
Pemko Padang tidak bermaksud untuk mematikan usaha pedagang. Justru jika tidak tertata akan mematikan usaha mereka sendiri. Pengunjung enggan datang.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Padang saat ini tengah bergiat untuk membenahi Pantai Padang. Seluruh batu grip di Pantai Padang akan disterilkan dari pedagang yang menggalas di lokasi itu. Pembenahan Pantai Padang ini juga harapan seluruh masyarakat Kota Padang. [humas dan protokol kota padang]
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
TOPIK PILIHAN
January 09, 2016
posted by @Adimin
Transkrip Lengkap Tausiyah Ust. Salim Segaf Al-Jufri
Bismillahirahmaniraahim
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Alhamdulillah wa syukurillah lahaula wa la quwata illah billah
Para habaib, para ulama, para tokoh ulama, para pimpinan ormas, para tokoh masyarakat, Dewan Pimpinan Tingkat Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), para anggota dewan dari PKS yang hadir, Ketua Fraksi, Wakil Ketua Majelis Syuro, Ustadz Fadil dan Tengku Zulkarnain yang memberikan arahan yang cukup menyentuh sekali.
Malam hari ini kita dipertemukan dalam suatu acara untuk memperkuat cinta kita terhadap Baginda Rasulullah SAW. Pada dasarnya maulid itu juga intinya shalawat pada Rasul, mendengarkan biografi Rasululah SAW, yang kita baca ini (Simtudduror), ini ditulis oleh Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein bin Hadafsi, dia lahir kira-kira 200 tahun yang lalu.
Ada beberapa buku tentang maulidul Rasul banyak tersebar di masyarakat kita. Malam ini kita ambil salah satu pilihan ini. Kalau kita lihat sejarah ini luar biasa. Bayangkan di rumahnya itu setiap hari antara 800-900 tamunya. Bahkan dia mengatakan kalau melihat tamunya 5000 itu seperti 5 orang. Rumah tangga kita, bukan yang di sini yang di luar-luar, tamu 5 orang seperti tamu 50. Tapi bukan antum-antum di sini, 50 seperti berapa 500.
Kebahagiaan ibu-ibu kalau dikasih tahu suaminya 'malam ini ada tamu, kenapa mendadak? Kok nggak diberitahu? Yang namanya tamu ya mendadak'.
Bahkan banyak para sholihin itu, dia tidak akan makan siang kecuali sampai di rumahnya jelas tidak ada tamu. Kalau dulu-dulu yang tinggal dekat stasiun kereta api itu menunggu sampai penumpang kereta api turun semua, jelas tidak ada tamu, baru dia makan. Sungguh karena rumahnya terbuka. Ini setiap hari, antara 800 sampai 900 orang. Dilahirkan di Kota Seun terjadi panceklik 3 bulan itu, dia jamin semua. Kalau ditanya fundraisingnya darimana, ini bahasa yang keren sekarang. Kenyataannnya hati di Tangan Allah SWT. Kalau perjuangan itu muncul, semua itupun siap tarkiyah.
Saya sering mengatakan di dalam pertemuan PKS ini, pertanyaan sederhana: kira-kira Allah SWT butuh fundraising dari manusia? Rasul butuh nggak dari sahabat untuk membiayai perjuangan? Nggak butuh. Dia diback-up penuh oleh Allah SWT. Perlu ndak untuk memenangkan dakwah ini dimunculkan sekian ratus, sekian ribu orang, tidak butuh juga. Allah memenangkan Rasul sendiri pun , selesai. Tapi karena kasih sayang Allah dan rahmatNya, serta rahmat baginda Rasulullah SAW, beliau mengatakan siapa yang akan berinfak untuk perjuangan. Muncul sahabat mengatakan, aku ya Rasulullah sekian persen dari hartaku. Umar bin Khatab ra. 50 persen, Sayyidinna Abu Bakar Siddiq aku serahkan seluruh hartaku untuk perjuangan, wahai Rasulullah SAW. Kita aja, lalu untuk istri dan anak apa? Kalau diberikan semuanya , aku tinggalkan untuk istri dan anak-anakku beserta keluargaku, Allah dan Rasul-Nya. Perjuangan. Dan itu akan berjalan sepanjang masa.
Kemarin pagi, di empang Bogor. Saya menceritakan di musim panas, suatu saat Sayyidinna Abu Bakar Siddiq di siang hari. Setelah sholat Dzuhur, ada di jalan, muncul Umar bin Khatab, Sayyidina Umar ra. mengatakan, "Kok siang-siang kemari ada apa? Ngantuk, lapar dari kemarin belum makan".
Terus Sayyidina Abu Bakar tanya sama Sayyidina Umar, "Wa anta?"
"Lapar juga."
Muncul Baginda Rasulullah SAW dari kejauhan, "Kenapa kalian berdua ada di sini?"
"Lapar."
Rasul mengatakan, "Ana juga begitu, dari pagi belum makan."
Mereka-mereka bukan dari keluarga miskin, yang dimiliki diberikan untuk umat semuanya, itsar mendahulukan kepentingan umat bahkan beliau mengatakan, "Saqiyl qawmi akhirum (yang memberikan minuman manusia terakhir), baru dia mau minum."
Lalu baginda Rasul mengatakan, "Kita ke rumah Abu Ayyub Al-Ansori,"
Abu Ayub itu ketika Rasul sampai ke kota Madinah, 7 bulan tinggal di situ. Sudah disiapkan. Rumahnya dua tingkat, Rasulullah disiapkan di atas. Nggak mungkin Abu Ayub di atas, Rasulullah di bawah, mustahil. Tapi tamu begitu banyak, Rasul mengatakan, "Biarkanlah aku di bawah. Kasihan kamu naik turun."
Sudah Abu Ayub di atas tapi dia cari posisi yang tidak mungkin di atas Rasul. Cari pinggir sana, pinggir sini. Yang penting masuk. Di ketuk pintunya, yang membukakan istrinya, "Ahlan biik Rasululillah SAW. Selamat datang untuk baginda Rasul dan Sahabat Rasul."
Ditanya, "Mana suami kamu?"
Rumahnya itu ada kebun kurma, dipanggil datang terburu-buru. Dibawakan ruthob untuk Rasulullah. Sambil memotong, "Tunggulah setengah jam sampai selesai,"
Kemudian Rasulullah memberikan saran, "Potong yang biasalah jangan terlalu yang gemuk sekali kambingnya."
Istrinya membuat roti. Sudah selesai membuat roti, daging pun sudah datang. Kemudian sebelum makan, Rasul mengambil sepotong roti dan daging, beliau berkata kepada Abu Ayub Al Absori, "Antarkan untuk anakku Fatimah sudah berminggu-minggu dia tidak makan seperti ini."
Kebayang tidak? Dia tidak akan makan, ingat dengan putrinya, antarkanlah. Sudah lama dia tidak merasakan ini. Tapi beliau Rasululah SAW , tidak ada yang menyiapkan begitu kecuali dibalas. Beberapa hari dia akan balas kemudian dengan lebih daripada itu.
Saya ingatkan di sini bahwa yang namanya perjuangan itu dengan kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Masing-masing kita punya kelebihan. Yang hartanya lebih tinggalkan saja, yang ilmunya lebih tinggal ilmu, yang tenaganya tinggal tenaga, yang akhlaknya, yang masing-masing kita mempunyai nilai plus. Itulah yang disarankan oleh Ustd. Zulkarnaen.
Nilai plus itu kita saling melengkapi untuk membangun negeri ini. Tidak akan terjadi perubahan di dalam negeri ini kalau kita tidak bangkit semuanya kecuali saling melengkapi. Kalau kita yang di Partai Keadilan Sejahtera bagian dari umat dan tidak bisa dipisahkan dari umat tapi banyak dari ormas, tokoh masyarakat , para asatizah kalau kita saling melengkapi menjadi sesuatu kekuatan yang luar biasa.
Saya sering mengatakan umat ini kal jasadil, seperti tubuh. Tubuh manusia itu ada kepala, ada tangan, ada kaki, ada semuanya. Kalau saya tanya mana yang paling hebat. Mungkin semua mengatakan kepala. Kemudian pertanyaan selanjutnya, kepala itu hebat jika sendirian, bayangkan kalau kepala tidak ada kaki, dada dan tangan. Hebat atau menakutkan? Apalagi kepalanya tadi tidak mata , tidak ada hidung? Lari juga orang. Terus yang hebat? Semua hebat. Bahkan yang paling bawah itu, yang memikul beban, mungkin dialah yang paling mulia di sisi Allah SWT. Tidak ada satu titik ditubuh kita ini kecuali memiliki kehebatan. Bagaimana Allah ciptakan pada manusia itu sendiri.
Dimana pun posisi kita dalam pertemuan ini, kita semua hebat. Kita semua punya nilai dan posisi yang sangat strategis untuk perjuangan tersebut. Dan Baginda Rasulullah SAW dengan yang tua, muda, anak-anak ada Malik usia 10 tahun sudah diberikan tugas dari Rasululah SAW, diberikan tugas. Yang namanya anak usia 10, 11 , ibunya datang kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah semua penduduk Madinah gembira kepadamu. Mereka ingin memberikan apa yang mereka miliki. Saya tidak memiliki apa-apa, Ya Rasul. Ayah dari anak sudah meninggal , yang saya inginkan terimalah anak saya menjadi khadimmu Ya Rasul SAW."
Hampir 13 tahun Anas, kalau kita baca sejarah Anas bin Malik dia mengatakan, "Yang paling aku inginkan kelak kemudian di Padang Mahsyar, aku cari Baginda Rasulullah SAW, sambil aku katakan, 'Ya Rasul. Akulah khadimmu di dunia'."
Dan beliau mengatakan, "Aku tidak pernah melihat keindahan melebihi keindahan sepanjang ini bersamamu membawakan air wudhu. Mereka yang berdamping itu , merasakan saat itu mereka sudah dalam surga."
Kebayang nggak? Yang setiap malam itu membawakan air wudhu Rasulullah berwudhu.
Setahun, dua tahun sampai bertahun-tahun. Kerjanya itu saja setiap malam. Kemudian Baginda Rasulullah bertanya kepadanya, "Wahai saudaraku, apa yang kau inginkan sekarang? Insya Allah akan saya doakan."
Mikir dia, dan kemudian dia mengatakan, "Aku ingin satu Ya Rasulullah? Apa yang kamu inginkan? Aku sungguh beruntung di dunia ini mendampingimu selalu Ya Rasululah. Yang aku inginkan satu, as'aluka fil jannah, aku memintamu Ya Rasul sebagaimana aku mendampingimu di dunia ini , aku ingin mendampingimu kelak di surga kelak di akhirat. Kenapa hal itu yang kau inginkan Ya Rabiah? Kalau aku cari dunia pun, dunia pasti akan banyak. Mau dapat uang 1 milyar, 10 milyar dapat istana, ujung-ujungnya juga mati. Warisan 200 milyar, ada yang meninggal, siapa yang menikmati, ya sudah selesai. Ahli warisnya. Tapi kalau mendampingimu sungguh suatu keberuntungan. Apa kata baginda Rasulullah SAW, yang kamu ingin akan terwujud, perbanyaklah sujud pada Allah SWT."
Para pecinta Rasulullah SAW, hidup ini yang kita cari adalah keberkahan. Kalau seluruh langkah kita, kehidupan dalam rumah tangga, dalam sehari-hari, Allah berikan keberkahan dan itulah yang paling kita nikmati. Keberkahan itu tidak mesti uang banyak, bisa mencelakakan bahkan bisa menghancurkan seseorang.
Kadang sakit pun berkah, asal kita berbaik sangka kepada Sang Khaliq. Sakit menjadikan dia semakin taat. Dibuat sulit rejeki agar dia taat. Diperbanyak rejekinya pun dia untuk taat kepada Allah. Aku tergantung prasangka hambaKu.
Kalau kita ini pulang masing-masing memperbaiki hati kita, membuat hati ini semakin bersih, seperti yang sering Rasulullah SAW yang sampaikan di suatu majelis, lewat satu sahabat, hari berikutnya muncul lagi dia, ini sahabat sudah bertanya siapa dia, apa kelebihannya, sampai ketiga kali lewat seseorang dari penghuni surga, akhirnya salah seorang sahabat mau tahu, pura-pura bertamu.
Kalau bertamu sunahnya berapa hari? Tiga hari. Kalau lebih tiga hari mukim.
Hari pertama diperhatiin, malammnya biasa-biasa juga. Ini dipikir dari sholat Isya sampai Subuh sholat terus, tidak juga, tidur biasa. Sampai tiga hari ya kurang lebih, bahwa tamu ini ada beberapa nilai plus yang dimiliki. Akhirnya bertanya ada nggak sesuatu amal yang kau lakukan di luar ini? Jawabnya biasa aja tidak ada yang lain. Tetapi di pikirannya, orang surga banyakmemperbincangkannya. Sudah nggak ada jawaban lagi akhirnya pulang.
"Saya itu setiap hari bangun dari tidur, tidak ada sifat benci untuk umat Islam."
Abu Dzon-dzon ini melihat orang banyak bersedekah tapi dia nggak punya duit, akhirnya dia meratap, Ya Allah aku bersedekah dengan kehormatanku. Artinya kalau oranng mencaci aku, aku maafkan. Kalau orang lain menjelek -jelekkan dia dapat fulus. Cuma tidak cash. Orang mencaciku menjelekanku ,kalau orang sering memaafkan kesalahan orang lain, Allah akan maafkan kesalahan orang tersebut.
Suatu malam Rasulullah bertanya kepada Abu Dzon-dzon, "Allah menerima sedekahmu. Orang bersedakah dengan uang sedangkan dia bersedakah dengan kehormatannya. Orang mencaci , dia maafkan, orang menjelekkkan dia maafkan.
Kalau pulang dari acara ini, kita mendapatkan terjadi perubahan dalam karakter kita. Perubahan dari budi pekerti kita. Kita tidak akan marah kecuali karena Allah. Karena cinta kepada Allah
Yang istrinya emosi pun, ndak perlu dengan emosi. Ada beberapa contoh dalam ketahanan keluarga. Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling baik dengan keluarga. Dan itu akan mengadakan dauroh-dauroh semacam itu. Biasanya para eksekutif dan orang-orang yang Allah berikan rejeki lebih belum tentu keluarganya sakinah mawadah warahmah. Saya masih ingat dalam Mukernas PKS, ketika suami datang istri mematikan lampu, suami tanya kenapa dimatikan lampu, cahaya mukamu menerangi ruangan ini. Bawakan kopi atau teh, nggak ada gula, celupkan tanganmu kesitu Insya Allah akan manis.
Jadi sebenarnya kehidupan itu tinggal bagaimana kita mewarnai. Tapi hati-hati satu kata juga bisa lebih jauh dari bintang di langit. Dan dengan kata-kata bisa bikin dekat suami dan istri. Pergunakan bahasa-bahasa indah. Jadi hidup ini jangan bayak beban, banyak senyum.
Saya terus terang bertemu dengan orang yang pendidikannya rendah. Tapi selalu yang keluar dari mulutnya Alhamdulillah. Dan tidak pernah putus. Belum tentu ilmu yan semakin banyak menjadikan tunduk pada Allah SWT.
Sekali lagi yang kita cari adalah Allah memberikan keberkahan untuk kita, untuk keluarga kita, untuk saudara-saudara kita, untuk bangsa, untuk umat, untuk negeri yang sama-sama kita cintai ini.
Kita dinantikan untuk melakukan perubahan besar di negeri ini. 70 tahun merdeka. Antum lihat jumlah kemiskinan pun bukan semakin berkurang tapi bertambah, Beda dengan Korea Selatan, 15 Agustus 1945, kita 17 Agustus 1945. Kita lihat bagaimana Korea Selatan sekarang. Tidak hanya dinamika bangsa ini, saudara kita di Timur Tengah bunuh-bunuhan. Konstitusi kita memerintahkan untuk kita turut andil untuk ketertiban dan perdamaain dunia. Dan belum dilakasanakan juga. 16 juta penduduk Suriah, 11 juta mengungsi.
Antum lihat bagaimana mereka di Eropa Timur yang ditendang, yang dihina, mereka adalah saudara-saudara kita. Apa yang akan kita akan katakan di depan Allah SWT jika ditanya masalah ini? Big brother muslim terbesar di dunia. Tidak ada satu alasan pun yang bisa diungkapkan , oh kita sibuk , rupiah lagi melemah, dollar lagi naik, itu tidak alasan semua. Bangsa-bangsa lain juga punya masalah tapi muncul di dunia. Jumlah yang besar ini punya peluang untuk memimpin dunia Islam. Sekarang yang muncul Turki. Coba lihat. yang sekian ratusan bahkan milyaran manusia mendoakan Turki untuk berbuat baik. Pengungsi ditampung. Diberikan kemudahan. Allah berikan kemudahan.
Saya ketika menjadi Menteri Sosial, berharap mempunyai kemah untuk pengungsi, dapur umum, merah putih berkibar kita buktikan kita siap untuk umat Islam. Tapi tidak ada political win. Yang muncul adalah saudara-saudara kita dari lembaga-lembaga sosial, mereka luar biasa berbuat. Negara tidak adil. Itu sesuatu yang riil. Kita ingin ke depan ingin semakin bagus dan semakin bagus untuk umat dan bangsa ini. Insya Allah dengan Maulid Nabi Saw, keberkahan Baginda Rasulullah, kecintaan kita yang tulus dari hati yang paling dalam melebihi segala-galanya kecintaan kepada Allah. Agar bangsa dan seluruh yang kita miliki akan berdampak yang sangat bagus untuk umat Islam.
Menjadikan Baginda Rasulullah sebagai teladan dan menjadikan bangsa dan negeri ini selalu bertasbih. Negeri yang selalu beristghfar. Negeri yang selalu bersyukur. Negara yang selalu patuh kepada ajaran-ajaran yang dibawa Baginda Rasulullah. Jadikan kita menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur. Aamiin.
sumber: pks.idposted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH




