pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Alhamdulillah, Bantuan Mulai Berdatangan di Posko PKS Solok Selatan

Written By Anonymous on 10 February, 2016 | February 10, 2016

Posko PKS Solok Selatan
Padang aro (9/2) - Sejumlah bantuan dari masyarakat mulai berdatangan untuk para korban banjir dan tanah longsor Solok Selatan. Posko PKS Berkhidmat yang dipusatkan di Lawe, Muaralabuh, di rumah Patoni, Ketua Kaderisasi PKS Solsel, menerima sumbangan dari masyarakat, Anggota Dewan dan bahkan lembaga kemanusiaan nasional PKPU dan ACT (Aksi Cepat Tanggap)

Saat ini hujan sudah reda, meski begitu kondisi pasca banjir menyisakan permasalahan baru. Bahkan di beberapa tempat lumpur menumpuk tinggi hingga hampir satu meter. Toko-toko masih tutup, hanya satu dua yang sudah buka. Sementara masyarakat belum bisa memasak makanan sendiri di rumah-rumah mereka yang sampai saat ditutupi lumpur.

Bantuan yang telah masuk berupa bahan makanan dan obatan-obatan. Ada juga bantuan spontan dari beberapa orang donatur berupa uang, ayam untuk dimasak, dan peralatan yang dibutuhkan untuk evakuasi. Selain sumbangan dari masyarakat sekitar, donasi juga datang dari Dr. Hermanto (Anggota DPR RI asal PKS). Mochlasin, Ssi. Apt, (Anggota DPRD Propinsi asal PKS). Selain mengirim dana untuk posko PKS, beliau juga mengirimkan bahan makanan dan beberapa minuman botol ke posko Pekonina. Alhamdulillah pak Mochlasin tadi pagi juga berkesempatan meninjau lokasi longsor di Pekonina.

Pagi tadi di Posko juga hadir Wakil Bupati Solsel periode 2005-2010 pak Nurfirmanwansyah beserta Ibu Daslinar. Mereka membawa bantuan berbagai macam bahan makanan mulai dari mie instan, telur, makanan ringan, minyak goreng, air mineral sampai ikan kaleng. Plus uang tunai Rp 5 juta dari DPW PKS Sumbar.

Bantuan lain juga datang dari lembaga kemanusiaan nasional ACT dan PKPU, berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan obat-obatan. mereka sudah melihat ke lokasi banjir dan tadi juga sudah koordinasi dengan posko dan berencana akan melakukan pengobatan gratis besok.

Namun begitu saat ini masyarakat masih tetap memerlukan bantuan makanan, air bersih, pakaian, selimut dan obatan-obatan.

REKENING DONASI

Silahkan kirim bantuan Anda ke
* BRI 5545 UNIT MUARALABUH NO REK: 5545-01-014394-53-3 a.n DPD PKS SOLSEL.. Atau 
* BRI a.n Upik Wahyuni NO REK 5545-0100-6604-538


sumber: Andra Febi Ketua DPD PKS Solsel


posted by @Adimin

Masyarakat Solok Selatan Butuh Uluran Tangan Kita Semua

Written By Anonymous on 09 February, 2016 | February 09, 2016

Solsel (9/2) - Pasca banjir besar dan tanah longsor, kondisi masyarakat begitu menyedihkan. Sangat diharapkan bantuan sanak saudara semua dimanapun berada.

Sedikit saya berikan gambaran pagi ini (masih banyak daerah lain yang kondisinya lebih parah)

Di RPC Kec. SBH ada keluarga yang kehilangan semua harta bendanya. Rumah, sawah, kebun dan semua hanyut.

Di kampuang tarandam, hampir seluruh rumah masyarakat terendam banjir. Mereka butuh makan. Dari kemariñ belum tersentuh nasi. Mereka tidak bisa memasak karena bahan-bahan yang ada kena banjir.

Posko PKS Solsel Berkhidmat pagi ini akan turun di dua lokasi tersebut, yaitu ke warga Batang Labuah, dan sebagian lagi ke kampuang tarandam.

Ayooo... kuatkan lagi infak-infak terbaik kita, salurkan langsung ke posko PKS Solsel Berkhidmat (rumah ustadz Patoni/ Ka. Bid Kaderisasi DPD PKS Solsel), atau

REKENING DONASI

Bagi yang mau donasi bisa disalurkan ke: Kantor BRI 5545 Unit Muaralabuh Solok. No rek 5545-01-014394-53-3 a.n. DPD PKS SOLSEL atau 554501006604538. Bank Rakyat Indonesia a.n. Upik Wahyuni.

[sumbar.pks.id]


posted by @Adimin

PKS Solok Selatan Buka Dapur Umum Untuk Korban Banjir

dapur umum DPD PKS Solok Selatan
Padang Aro (8/2) - Kader PKS Solok Selatan bergerak cepat membantu korban banjir dan tanah longsor yg terjadi mulai subuh tadi, di beberapa tempat di Kabupaten Solok Selatan. Salah satu upaya yang dilakukan kader selain ikut membantu di lokasi banjir adalah membuat dapur umum. Dapur umum ini dikelola oleh sekitar 20 orang kader dan relawan-relawan. Lokasinya di Lawe, Muara Labuh Kec. Sei Pagu, rumah ketua Bidang Kaderisasi Pak Patoni.

“Keadaan ini yang menyemangati kami harus segera memberikan bantuan. Kami berpikir, yang penting bagaimana caranya warga di daerah bencana tidak kelaparan dan sedikit mengurangi ketegangan,“ kata Effendi Muharram, Ketua DPD PKS Solok Selatan, yang langsung turun tangan ke lokasi bencana. "Dapur umum PKS ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kena banjir karena di rumah mereka tdk bisa lagi memasak makanan. Ini bantuan pertama yang kita lakukan, selanjutnya mereka butuh pakaian dan selimut", tambahnya.

Tim masak terdiri dari 20 orang kader perempuan PKS. Ada yang memang berlatar belakang pengusaha katering, juga guru TK-SD dan ibu rumah tangga, dipimpin langsung oleh Bunda Upik Wahyuni, istri Pak Patoni.

“PKS mohon maaf belum bisa mengkover semua korban banjir. Syukurnya, bantuan dari para kader, simpatisan dan masyarakat luas terus mengalir. Bahkan tadi Ketua DPD PKS Kota Padang Ust Gufron sangat antusias membantu. Beliau tadi menanyakan rekening donasi dan menelpon para alumni Univ Andalas untuk memberikan bantuannya,” lanjut Effendi Muharram.

REKENING DONASI

Bagi yang mau donasi, bantuan donasi bisa disalurkan ke: Kantor BRI 5545 Unit Muaralabuh Solok. No rek 5545-01-014394-53-3 a.n. DPD PKS SOLSEL atau 554501006604538. Bank Rakyat Indonesia a.n. Upik Wahyuni


Sumber: FB Andra Febi/Effendi Muharam


posted by @Adimin

Walikota: Benahi Objek Wisata, Masyarakat Tak Boleh Tersingkirkan

Written By Anonymous on 08 February, 2016 | February 08, 2016

PADANG - Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang merupakan destinasi wisata unggulan yang kini dirancang Pemerintah Kota Padang. Sejumlah kawasan dibenahi, seperti Pantai Padang, Muaro, Gunung Padang, kota lama dan Pantai Air Manis.

Untuk membenahi KWT itu, Pemko Padang tak ingin masyarakat yang selama ini mencari penghidupan di objek wisata itu tersingkirkan. Namun Walikota Padang justru ingin masyarakat yang ada di sana terkena dampak positif dari pembenahan tersebut.


"Dalam membenahi kawasan itu harus memberikan dampak ke masyarakat sekitar, tak boleh disingkirkan," kata H. Mahyeldi Dt Marajo saat diwawancarai, Minggu (7/2).

Seperti pembenahan Pantai Padang, pedagang kaki lima yang berjualan difasilitasi Pemko Padang dengan menyediakan gerobak yang representatif. Sekitar 1000 gerobak disiapkan.

Bahkan justru kini, agar kebersihan pantai terjaga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melibatkan masyarakat sekitar.

"Mereka diberi insentif dan menjadi tambahan pendapatan bagi mereka," ungkap Walikota.

Pedagang lain yang telah menempati Lapau Panjang Cimpago (LPC) justru telah lebih dahulu mendapat perhatian Pemko Padang. Pedagang di sini dibekali dengan pelatihan-pelatihan, sehingga dagangan yang mereka jual lebih variatif lagi.

Diakui Walikota, keberhasilan pembenahan Pantai Padang sebenarnya diluar perkiraannya. Namun setelah disampaikan kepada warga tentang maksud dan tujuan pembenahan tersebut, akhirnya warga mau membongkar sendiri bangunannya.

"Ini membuktikan warga Padang itu baik-baik semua dan suka dengan pembangunan," ujar Mahyeldi.

Walikota berharap, masyarakat Kota Padang tetap mendukung upaya pembangunan yang dilakukan Pemko Padang. Sebab, pembangunan akan dapat berjalan cepat jika didukung seluruh masyarakat.

"Mohon dukungan, baik dalam bentuk kritik, solusi maupun ide," tukas Walikota.

sumber: humas dan protokol kota padang


posted by @Adimin

Hermanto Ingatkan Kader, Pentingnya Menyusun Perencanaan Dakwah

Written By Anonymous on 07 February, 2016 | February 07, 2016

MEDAN - Hermanto mengingatkan pentingnya menyusun perencanaan dakwah. Hal ini diungkapkannya dalam acara Rakorwil Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut, Sabtu (6/2/16) di Hotel Grand Kanaya Medan. 

Beliau mengungkapkan, saat menyusun rencana dakwah, maupun rencana kerja Partai Keadilan Sejahtera didasarkan pada 2 hal; sunah kauliyah dan sunah kauniyah. “Kedua sunah ini melekat pada kehidupan sehari-hari kita,” ujar Hermanto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Wilda Sumbagut.

Menurutnya, dalam konsep perencanaan modern ada 5 hal yang menjadi dasar menyusun perencanaan dakwah. “Pertama, sebuah perencanaan harus memiliki visi dan misi. Kedua, sebuah perencanaan harus mengandung unsur structure dan resources. Ketiga, harus ada target. Keempat, sebuah rencana kerja yang kita susun itu haruslah memiliki speed rentang waktu. Kemudian yang terakhir, sebuah perencanaan itu haruslah dukungan operasional.” ungkap Hermanto. 

“Contoh sebut saja dukungan financial. Jadi apapun kerja kita di dunia ini, baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan harus ada dukungan financial,” ujarnya menambahkan.

Jadi keberhasilah dakwah dapat dilihat dari perencanaan yang kita lakukan. Semakin matang merencanakan kerja dakwah, maka tingkat keberhasilan dakwah akan semakin besar.

Acara rakorwil ini dilaksanakan 6-7 Februari 2016 dan diikuti sekitar 274 peserta yang terdiri dari 103 orang pengurus DPW PKS Sumut dan 171 petinggi DPD PKS se-Sumut. Hadir dalam kesempatan ini Ketua DPP PKS Wilda Sumbagut Hermanto, Musyrif Sumatera Utara, Anshory Siregar yang juga anggota DPR RI dapil Sumut III dan Iskan Qolba Lubis anggota DPR RI dapil Sumut II. [sak/sumut.pks.id]


posted by @Adimin

Hermanto: Jangan Salah Mengimplementasikan Kerja Dakwah

MEDAN - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilda Sumbagut, Hermanto mengingatkan agar jangan sampai salah mengimplementasikan kerja-kerja dakwah, karena hal ini dapat menyebabkan dikotomi. Hal ini diungkapkannya saat rakorwil DPW PKS Sumatera Utara, Sabtu (6/2/16) di Hotel Grand Kanaya Medan.

Hermanto menyinggung terkait Visi PKS. Visi PKS saat ini adalah mewujudkan partai dakwah yang kokoh dalam berkhidmat pada umat, bangsa dan negara. Kata umat dan bangsa menjadi satu kesatuan dalam partai dakwah ini. 

“Jangan sampai mengimplementasikan kerja dakwah kita terjadi dikotomi, hingga membuat split pelayanan. Sehingga membuat pelayanan kita menjadi berbeda. Umat dan bangsa dalam visi Partai Keadilan Sejahtera adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ini telah ditetapkan dalam rapat Majelis Syura,” ungkapnya.

Apalagi menurutnya, di Sumatera Utara ini banyak sekali ditemukan kemajemukan, baik itu suku, agama, adat istiadat, dll. “Sedangkan didaerah tertentu kita PKS sangat minim. Sehingga dalam konteks umat dan bangsa ini, itu adalah bagian penting dari target dakwah kita,” ujarnya.

Dari visi ini diturunkan lagi menjadi empat misi; pertama, berupa kontribusi partai terhadap penetapan kebijakan publik yang berpihak kepada umat, bangsa. “Jadi jelas, harus ada kontribusi kita pada kebijakan public. Baik itu dilevel nasional, provinsi maupun daerah.”

Kedua, meningkatkan peran partai pelopor, melayani, pemberdayaan dan pembelaan. Jadi kita harus memiliki peran diberbagai level di masyarakat. Karena sebenarnya kita juga berhadapan dengan berbagai permasalahan itu. 

“Mulai dari masalah keluarga, sakit, pendidikan. Disitu kita harus menunjukan jati diri kita sebagai pelayan, pemberdayaan dan juga melakukan pembelaan. Karena itu adalah bagian dari usaha kita untuk mencapai dan mewujudkan visi kita,” ujar Hermanto.

Hal ini senada dengan kata sambutan yang disampaikan Ketua DPW PKS Sumut, Muhammad Hafez, “kegiatan sosial yang kita lakukan dapat membantu dan menghilangkan kesulitan yang dirasakan masyarakat. Mudah=mudahan dengan kerja sosial PKS ini, dapat membuka hati masyarakat dan membuka turunnya pertolongan dari Allah.”

Selanjutnya yang ketiga, misi PKS adalah mengokohkan soliditas partai untuk berfungsi memberikan edukasi, advokasi kepimpinan partai dan adregasi ideologi. Hingga dengan kokohnya partai, PKS bisa memberikan edukasi. Seperti yang kita ketahui, bahwa pendidikan masyarakat kita masih dibawah rata-rata. Apalagi Indonesia sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). 

“Kita harus punya peran disitu. Indonesia ini penduduknya 245 juta. Kalau kita tidak berperan disitu, kita hanyalah sebagai pasar. Dan kenyataannya demikian. Produk-produk negara asing membanjiri. Oleh karena itu, dalam misi yang ketiga ini kita harus menunjukan bahwa kita adalah sebagai bangsa yang menghasilkan produk sendiri. Baik dalam kebijakan politik maupun ekonomi dan bisnis,” Ungkap Hermanto.

Dan yang terakhir, keempat, meningkatkan kekokohan PKS dalam hal menunjukan integritas, profesionalitas, aksesmibilitas, dan kepemimpinan. “Empat misi ini menjadi pedoman dalam kita menjalankan amanah," ujarnya.

Diakhir sambutannya, Hermanto menaruh harapan besar, di Sumatera Utara ini akan lahir keajaiban dakwah. "Jika Allah berkenan calon presiden kita dari sini. Jangan terlalu bersedih! Bersedih boleh saja, tapi jangan terlalu lama larut dalam kesedihan. Optimis!" ungkapnya menutup sambutan sekaligus arahan. [sak/sumutpks.id]


posted by @Adimin

Hadapi Bahaya LGBT, PKS Undang Pakar Cari Solusi

JAKARTA (4/2)-- Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) belakangan menjadi wacana hangat di masyarakat. Bukan sekadar perbicangan, tapi fenomena perilaku penyimpangan seksual tersebut dinilai sudah masuk ke tahap ancaman terhadap generasi.

Menghadapi bahaya LGBT, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS mengundang sejumlah pakar dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema 'Penyimpangan Seksual, Implikasi dan Solusinya' di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (4/2/2016). 
Pakar-pakar yang diundang dari bidang syariah, medis, psikologi sosial hingga hukum untuk membahas dan merumuskan solusi bersama.

Ketua Departemen Kajian Anak dan Perempuan BPKK, Sri Rahayu mengatakan, FGD yang digelar merupakan bentuk kepedulian PKS terhadap permasalahan yang cukup krusial terkait isu penyimpangan orientasi seksual yang beberapa pekan terakhir ini menghangat.

“Kami yakin respons-respons reaktif tidak akan cukup efektif untuk meminimalisir dampak-dampak destruktif terkait penyimpangan seksual yang sekarang sedang hangat diperbincangkan," ujar Sri.
Sri memaparkan, penelaahan yang dilakukan bersifat menyeluruh minimal dari empat aspek yaitu aspek syariah, psikologis, medis dan hukum. Empat aspek itu menurutnya cukup memadai sebagai landasan perumusan langkah-langkah sistematis yang dibutuhkan dalam menghadapi bahaya penyimpangan seksual.

Narasumber yang hadir antara lain Dr Saiful Bahri yang mengkaji tinjauan penyimpangan orientasi seksual dalam pandangan hukum Islam, Handoyo Prihatanto, MH dari aspek hukum, baik hukum internasional maupun hukum positif, serta dr Ambun Suri, MARS dan Rahmi Dahnan M.Psi dari aspek medis dan psikologis.

FGD yang juga melibatkan perwakilan lembaga sosial masyarakat serta organisasi pemuda ini, diharapkan mampu memberikan cara pandang yang sama dalam menyikapi isu terkait, sehingga solusi konstruktif dalam rangka berkhidmat untuk bangsa dan negara bisa dilaksanakan secara sistematis dan bertanggungjawab.


posted by @Adimin

Saat Abdul Ghofur Memeluk Presidennya

Lombok Barat (6/2)- Berapa lama menjadi kader partai? Jika pertanyaan itu yang diajukan, mungkin banyak yang dapat menjawab; sejak partai berdiri, sejak umi-abi mengajak kampanye, sejak kuliah dan lain-lain.

Jika pertanyaan diubah, pernahkah anda menjadi Ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa)? dan berapa lama? Mungkin anda perlu dengar cerita tentang sosok Abdul Ghofur dari Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sabtu pagi (6/2) Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menggowes sepeda di jalan lingkar luar Kota Mataram, NTB. Selain olahraga bersama kader-kader yang hobi bersepeda, ada satu tujuan lain Sohibul Iman pagi itu. Ia mendengar dari pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) bahwa ada seorang kader yang kini tergolek lemah di pembaringan rumahnya. Pak Abdul Ghofur (60 tahun) namanya..

Setelah perjalanan sekitar tujuh kilometer dari Kantor DPW PKS NTB di Jalan Lingkar Selatan, tibalah Presiden PKS, Ketua Wilda Bali-Nusa Tenggara Sugeng Susilo, Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi dan jajaran pengurus DPW, DSW dan MPW, di rumah Pak Abdul Ghofur. “Assalaamu’alaikum..” sapa Sohibul Iman saat masuk ke kamar berukuran 2x2 meter dan mendapati Pak Abdul Ghofur tengah duduk bersila menanti kehadiran orang nomor satu di DPP PKS tersebut.

Tangis Pak Abdul Ghofur pun pecah, seraya memeluk pemimpin yang mungkin tidak setahun sekali mampir di rumahnya yang sederhana itu. Presiden PKS Sohibul Iman mendoakan kader yang usianya jauh lebih tua darinya dengan tetap tidak melepaskan pelukannya.

Isak Pak Abdul Ghofur tidak terdengar sebagai rintihan atas sakit yang dideritanya. Tangisan tersebut lebih terlihat sebagai tangis bahagia seorang kader yang juga Ketua DPRa Desa Rumak, Lombok Barat itu. Selang beberapa saat setelah Sohibul Iman menanyakan kondisinya, ia mulai bisa tersenyum, bahkan tertawa. Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi dan segenap pengurus ikut menghiburnya.

Apa yang istimewa dari Pak Abdul Ghofur ini? Sehari-hari ia hanyalah seorang penjual kopiah atau kupluk haji. Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi, mengabarkan keistimewan kader satu ini. Pak Abdul Ghafur adalah Ketua DPRa Desa Rumak, sejak partai ini berdiri, bahkan sejak PKS masih bernama Partai Keadilan!

Kini hampir 18 tahun penuh Pak Abdul Ghafur memegang amanah sebagai Ketua DPRa. Sementara kader-kader lainnya melakukan mobilitas vertikal maupun horizontal, ia tetap setia di rumahnya yang di halamannya masih terpampang plang Kantor DPRa Desa Rumak.

Hati dan pikiran seperti apa yang membuat ia setia pada dakwah ini, pada posisi yang sama, sebagai pengayom kader di struktur resmi terbawah partai dakwah ini selama 18 tahun? Hanya Allah SWT yang mampu membalas kesetiaan dan kebajikan Pak Abdul Ghofur. [pks.id]


posted by @Adimin

Sohibul Iman Hadiri Rakorwil PKS NTB

Written By Anonymous on 06 February, 2016 | February 06, 2016

Mataram (5/2) -- Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman akan hadir dan membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Rakorwil diselenggarakan di Kota Mataram, NTB, pada Sabtu-Ahad, 6-7 Februari 2016.

Rakorwil diselenggarakan untuk menurunkan program kerja di tingkat Wilayah (Provinsi) dan Daerah (Kota/Kabupaten). Rencananya, pembukaan Rakorwil akan diadakan pada Sabtu (6/2) pagi di Aula Kantor DPW PKS Prov. NTB di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Mataram.

Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi saat menyambut kedatangan Presiden PKS di Bandara Internasional Lombok, menyatakan kebahagiannya bahwa NTB terpilih menjadi salah satu provinsi yang Rakorwilnya dibuka oleh presiden partai. "Segenap kader PKS di NTB sangat rindu bertemu langsung dengan beliau, karena ini adalah kehadiran pertama Pak Sohibul Iman sebagai Presiden PKS," ujar Abdul Hadi.

Abdul Hadi menyatakan optimismenya bahwa target peningkatan jumlah kader maupun perolehan suara di NTB dapat meningkat di kepengurusan periode tahun 2015-2020. "Dengan kerja-kerja ikhlas, ihsan dan semangat kebersamaan, insyaAllah PKS NTB makin dapat mewarnai NTB dengan kebajikan-kebajikan lagi," tutur kader PKS yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Prov NTB ini.

Peserta Rakorwil PKS NTB berjumlah 500 orang yang terdiri dari pimpinan di tingkat DPW dan pimpinan dari 10 DPD Kota/Kabupaten se-NTB.

Sebelum pembukaan Rakorwil, Presiden PKS bersama segenap pengurus dan kader NTB akan melakukan gowes sepeda dari Jalan Lingkar Selatan hingga sekitar Bandara. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman 

posted by @Adimin

PKS Dorong Pertamina Kelola Minyak Sebagaimana Pasal 33 UUD 1945

Jakarta (4/2) -- Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis mendorong agar Pertamina memiliki kewenangan lebih untuk mengolah minyak mentah, mulai dari pengolahan di hulu hingga ke hilir, untuk konsumsi domestik.

Pasalnya, pemerintah saat ini, menurut Iskan, masih belum mampu melaksanakan industri dalam skala besar dengan mengatasnamakan negara.

“Jika kita konsisten dengan UUD 1945 Pasal 33, maka Pertamina bisa mewakili negara untuk melakukan produksi minyak. Bahkan, bisa mendapatkan lebih banyak modal, baik dari Surat Utang Negara (SUN) atau dari luar negeri,” papar Iskan dalam acaraFocus Group Discussion (FGD) "Fenomena Kejatuhan Harga Minyak Dunia; Menyingkap Harga BBM Pro Rakyat" di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kamis (4/2).

Iskan menilai, salah satu alasan harga BBM di Indonesia cukup tinggi adalah karena di level industri (hulu), Pertamina tidak mampu mengolah minyak mentah sendiri. Selama ini, tambah Iskan, SKK Migas yang melaksanakan tugas tersebut dengan kontrak dengan perusahaan asing.

Karena itu, Iskan berharap struktur pengelolaan migas di Indonesia harus lebih sederhana, dengan cara menggabungkan BPH Migas ke dalam Dirjen Migas.

“BPH Migas itu digabungkan saja ke Dirjen Migas Kementerian ESDM. Sedangkan untuk hulu, SKK Migas tidak perlu lagi, tugasnya langsung saja diberikan ke Pertamina,” papar Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Fraksi PKS ini.

Oleh karena itu, Iskan berharap pengelolaan sumber daya alam, khususnya minyak, di tanah air dapat kembali ke Pasal 33 UUD 1945. Bahwa, seharusnya, Pertamina berhak mengelola sumber daya negara sepenuhnya.

“Yang paling penting, kekayaan kita di bawah bumi dan di bawah laut, harus diinventarisasi sebagai aset negara. Negara bisa mendapatkan dana yang besar, kalau negara memberikan wewenang ke Pertamina khusus,”jelas Legislator PKS dari Dapil Sumatera Utara II ini.

Diketahui, FGD ini turut menghadirkan beberapa pemapar, seperti Enny Sri Hartati (INDEF), Wianda Pusponegoro (Vice President Corporate Communication Pertamina), dan Wiraatmaja Puja (Dirjen Kementerian ESDM). [pks.id]

Keterangan Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis

posted by @Adimin

Soal Perhitungan Harga BBM, Fraksi PKS Desak Pemerintah Transparan

Jakarta (4/2) -- Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini meminta pemerintah membuka secara transparan perhitungan harga pokok Bahan Bakar Minyak (BBM) di saat harga minyak mentah dunia terus menurun belakangan ini.

Menurut Jazuli, akibat dari tidak transparansi ini pemerintah mengabaikan kewajibannya untuk mengevaluasi harga BBM (Premium dan Pertamax) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.4/2015.

“Harga minyak dunia sudah turun. Malaysia saja menjual BBM setara Pertamax Plus dengan harga yang kalau dikurskan sekitar 5.600 Rupiah”, ungkap Jazuli sebelum penyelenggaran Focus Group Discussion (FGD) “Fenomena Kejatuhan Harga Minyak Dunia: Menyingkap Harga BBM Pro-Rakyat” di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kamis (4/2) kemarin.

Diketahui, Pada bulan Januari 2016, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup di level US$31,41 per barel, turun US$1,75, atau 5,28 persen dibanding bulan sebelumnya. Minyak jenis Brent jatuh sebesar US$1,99 menjadi US$31,56 per barel, ini adalah level terendah sejak April 2004.

Oleh karena itu, Jazuli menegaskan pemerintah perlu konsisten dengan penyesuaian harga minyak dunia.

“Pemerintah di awal periode 2014-2019 memutuskan untuk tidak menentukan harga BBM yang tetap, namun harganya berdasarkan kajian terhadap harga minyak dunia, dengan evaluasi per 3 bulan. Kini ketika harganya turun, pemerintah perlu buktikan konsistensinya,” papar Jazuli.

Dalam FGD ini pula, sekaligus dirilis hasil kajian Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) Fraksi PKS DPR RI tentang Perhitungan Biaya Pokok BBM.

“Fraksi PKS memiliki kajian, seharusnya harga pokok Premium sebesar Rp. 5.700. Tapi, pemerintah memiliki perhitungan sendiri sebesar Rp. 6.900. Jadi, ada selisih yang belum dibuka secara transparan kepada publik," ujar Jazuli

FGD yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 ini, akan menghadirkan beberapa pemapar, yaitu Direktur INDEF Enny Sri Hartati, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wiraatmaja Puja, dan Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini saat menyampaikan keynote speech di FGD

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger