Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 31, 2016
posted by @Adimin
Sejahterakan Petani Tidak Cukup dengan Alat Pertanian
Written By Anonymous on 31 March, 2016 | March 31, 2016
Jakarta (31/3) - Pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang menyeluruh. Memenuhi kesejahteraan petani tidak cukup dengan hanya memberi fasilitas alat pertanian.
"Tetapi tidak cukup hanya alatnya saja. Kebijakan pertanian semestinya menyeluruh," ucap Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani, dan Nelayan DPP PKS Ledia Hanifa dikantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No 82, Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Ledia memberikan lima saran terkait bagaimana pemerintah seharusnya fokus dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
"Pertama, kebijakan irigasi yang bekerja sama antara KemenPU dan Kementan dalam pembangunan dan revitalisasi dam/waduk, irigasi primer, sekunder dan tersier sehingga terjamin keberlangsungan ketersediaan air," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya luas lahan pertanian perlu diperhatikan oleh pemerintah. Minimal seorang petani menggarap 2 hektar sawah dan dijamin ketersediaan pupuknya.
"Tidak hanya itu, pemerintah juga harus menetapkan harga gabah yang berpihak pada petani dan memotong jalur distribusi hasil pertanian sehingga selisih harga di petani dengan di pasaran tidak terlalu besar," ujar Ledia.
Ledia juga menyarankan pemerintah untuk mulai memikirkan asuransi pertanian yang terjangkau preminya tapi benar-benar memberikan perlindungan kepada petani.
Sebagai perbandingan, menurutnya Indonesia dapat belajar kepada negara yang punya kelebihan dalam pengelolaan pertanian.
"Tidak ada negara yang secara utuh sempurna, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Namun, untuk Jepang bagus dalam mekanisasi, litbang, dan pengolahan pasca panen," pungkas Ledia. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani, dan Nelayan DPP PKS Ledia Hanifa
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 30, 2016
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Tempuh Jalur Lobi Selamatkan 10 Sandera WNI
Written By Anonymous on 30 March, 2016 | March 30, 2016
Jakarta (30/3) - Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP PKS Almuzzamil Yusuf meminta pemerintah menempuh jalur lobi untuk menyelamatkan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf.
"Pemerintah harus tempuh upaya lobi untuk selamatkan 10 sandera. Baik dengan cara lobi langsung, maupun via perantara," ujar Almuzzamil di DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta,Rabu (30/3/2016).
Menurutnya, kasus penyanderaan 10 WNI itu harus dicari tahu motifnya oleh Badan Intelijen Negara dan Kementerian Luar Negeri, apakah murni motif ekonomi atau terdapat motif lainnya.
"Harus dicari tahu apa motif penyanderaan tersebut. Murni motif ekonomi, atau ada motif lainnya. Yang jelas, keselamatan sandera harus menjadi pertimbangan prioritas," ungkap Almuzzamil yang juga anggota Komisi IV DPR RI ini.
Almuzzamil juga menuturkan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi negara untuk terus menjaga warganya agar tidak bepergian atau mendatangi daerah/wilayah tertentu yang berbahaya secara keamanan.
Diketahui, kronologi pembajakan bermula ketika 10 WNI dalam Tugboat Brahma 12 menarik kapal Tongkang dengan muatan batu bara berlayar ke Filipina. Karena beratnya muatan, kapal akhirnya berjalan lambat dan dihadang oleh kawanan perompak Abu Sayyaf. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Polhukam Almuzzamil Yusuf
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 30, 2016
posted by @Adimin
Politisi PKS Optimistis TNI Mampu Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf
Jakarta (30/3) -- Langkah cepat pemerintah Indonesia merespons penyanderaan 10 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan patut diapresiasi.
Anggota Komisi I DPR RI bidang pertahanan dan luar negeri, Ahmad Zainuddin yakin dan optimistis pemerintah mampu mengatasi kasus panyanderaan tersebut dan membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dalam keadaan selamat.
"Saya melihat koordinasi Kemenlu, TNI dan BIN juga Polri sudah baik. Dengan pengalaman dan strategi yang baik, saya yakin TNI bisa mengatasinya dan membebaskan 10 WNI yang disandera. Dulu TNI sukses bebaskan WNI di Somalia," ujar Zainuddin di Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Menurut Zainuddin, TNI tentunya sudah memiliki strategi efektif baik persuasif maupun ofensif yang bisa digunakan dalam operasi pembebasan ini.
Namun demikian, politisi PKS ini lebih lanjut mengatakan, selain dari pentingnya operasi pembebasan WNI dari Abu Sayyaf, ada dua hal yang patut menjadi perhatian utama bagi pemerintah di masa akan datang. Pertama, kata dia, penyanderaan ini merupakan efek dari tidak terselesaikannya masalah regional di Filipina Selatan, yaitu separatisme dan terorisme. Dua isu non-tradisional ini menjadi pekerjaan rumah ASEAN yang harus diselesaikan.
"Jangan sampai Laut Sulu jadi seperti tanduk Afrika yang rawan pembajakan oleh milisi Somalia. Negara-negara ASEAN sepertinya harus mereview code of conduct dan ASEAN Way. Ini masih dalam wilayah ASEAN, lho! ASEAN sudah men-declare komitmen Masyarakat Keamanan ASEAN sebagai pilar ASEAN Community. Mengapa ini bisa terjadi? Siapa yang jamin kasus ini tidak berulang di masa depan jika masalah Filipina Selatan tidak selesai," cetusnya.
Kedua, menurut Zainuddin, penguatan sistem keamanan maritim (Maritime Security System) Indonesia sudah menjadi keharusan yang harus segera diwujudkan. Sebab lautan Asia Tenggara sebagian besar berada dalam wilayah kedaulatan dan pengawasan otoritas pemerintah Indonesia. Berbagai kejahatan lintas negara (trans-national crimes) terjadi di lautan.
Menurut politisi dapil Jakarta Timur ini, pembajakan dan penyanderaan kapal Indonesia dapat terhindar jika pertahanan keamanan di perbatasan laut serta sistem keamanan maritim Indonesia terbangun baik.
"Keamanan laut Asia Tenggara cukup bergantung kepada sistem keamanan maritim Indonesia. Karena kita yang terbesar di regional," pungkasnya. [pks.id]
Keterangan Foto: Anggota Komisi I DPR RI bidang pertahanan dan luar negeri, Ahmad Zainuddin
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 30, 2016
posted by @Adimin
6 Pertimbangan Fraksi PKS Setuju UU ITE Direvisi
Jakarta (29/3) -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah sepakat menyetujui revisi atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil menjelaskan, persetujuan revisi UU tersebut didasari oleh beberapa pertimbangan.
Pertimbangan pertama, kata Nasir Djamil yakni perlunya ditinjau kembali pasal 27 ayat 3 terkait dengan delik pencemaran nama baik. Hal itu merujuk kepada rumusan Convention on Cyber Crime Budapest tahun 2001 yang tertuang dalam European Treaty Series (ETS) Number 185. Di mana, delik pencemaran nama baik tidak termasuk dalam penggolongan cyber crime. Lalu, delik pencemaran nama baik itu sendiri telah diatur dalam KUHP.
"Pertimbangan selanjutnya yakni perlunya pengurangan ancaman pidana di dalam UU ini sehingga lebih memberikan prinsip keadilan dan kebermanfaatan dalam kontrol sosial kepada masyarakat," tambahnya di hadapan ratusan konstituen saat menggelar reses di Aceh Besar.
Lebih lanjut politikus yang sudah tiga periode terpilih menjadi wakil rakyat ini mengatakan, pasal 31 UU ITE disebutkan intersepsi untuk penegakan hukum dalam lingkup informasi dan transaksi elektronik diatur dengan peraturan pemerintah. "Padahal putusan MK tahun 2006 menyatakan bahwa persoalan intersepsi harus diatur UU," imbuhnya.
Dasar pertimbangan lainnya, lanjut pria yang akrab disapa Ustad Endje ini yakni isu-isu strategis seperti pengambilan data oleh asing yang belum terakomodasi di UU ITE, perlunya dibuat aturan yang memperketat para pekerja Asing di bidang IT, lalu mirroring ke luar negeri juga wajib diatur.
Hal yang menjadi pertimbangan adalah ketentuan alasan pemaaf dalam RKUHP, pertanggungjawaban korporasi, perihal perubahan dan penyesuaian pidana, pengaturan pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus.
Terakhir, beber Nasir Djamil, terkait pasal penghinaan presiden. Kata Nasir Djamil, aturan terkait penghinaan presiden menimbulkan perdebatan di masyarakat karena dianggap bertentangan dengan putusan MK yang telah mencabut pasal ini melalui judicial review tahun 2006.
"Pemerintah menganggap bahwa pasal ini berusaha menjaga martabat presiden sebagai kepala negara," pungkasnya.
Keterangan Foto: Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil
Sumber: rmol.coposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 29, 2016
posted by @Adimin
Hadapi MEA, Hidayat Minta Bangsa Indonesia Tidak Minder
Written By Anonymous on 29 March, 2016 | March 29, 2016
Jakarta (29/3) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai Bangsa Indonesia seharusnya tidak mengalami rendah diri (inferiority complex) saat menghadapi negara asing dalam konteks global.
Demikian disampaikan Hidayat saat menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan Nasional di Gedung Pascasarjana Universitas UHAMKA yang diselenggarakan oleh DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Senin lalu (28/3).
"Rendah diri berbeda dengan rendah hati. Seharusnya sikap menghormati bangsa lain tidak menjadikan kita bangsa yang minder dengan warga asing. Justru hadirnya MEA harus kita sikapi secara positif," jelas Hidayat.
Hidayat menambahkan bangsa Indonesia dari awal telah berdimensi global. Hal itu ditunjukkan dengan masuknya beberapa pemikiran dari Timur Tengah yang dibawa oleh beberapa pahlawan atau ulama di Indonesia.
"Misalnya, Hasyim Asyhari dan Ahmad Dahlan yang membawa pemikiran saat melaksanakan Haji di Arab Saudi. Pengalamannya saat di luar itulah yang menginspirasinya berdakwah dan membebaskan tanah air dari para penjajah," jelas Legislato PKS dari Dapil Jakarta II ini.
Oleh karena itu, Hidayat meminta sinergitas pemerintah dengan pengusaha (private sector) perlu ditingkatkan. Agar, kualitas pendidikan di tanah air menjadi lebih baik, terutama dalam bersaing di dunia global.
"Sinergitas inilah yang akan melahirkan nilai tambah (added value) dalam dunia pendidikan kita. Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri. Kita tidak ingin para pengusaha hanya memanfaatkan warga sebagai TKI tanpa ada intervensi dari pemerintah, terlebih saat adanya MEA seperti saat ini," jelas Anggota Komisi Bidang Sosial DPR RI ini.
Hadir sebagai narasumber lainnya Agus Triyanto (Direktur Perencanaan Kemenakertrans) dan Abdul Rahman A. Ghani (Direktur Pascasarjana UHAMKA). [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 29, 2016
posted by @Adimin
Presiden PKS Kecam Bom Bunuh Diri di Lahore
Jakarta (29/3) -- Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Mohamad Sohibul Iman mengecam aksi bom bunuh diri di Lahore, Pakistan yang menyebabkan sedikitnya 65 korban jiwa dan lebih dari 300 orang terluka.
Sohibul Iman menyebut siapapun pelakunya, tindakan membunuh warga sipil tak bisa dibenarkan. "Tindakan membunuh warga sipil tak bisa diterima oleh nilai-nilai manapun," kata Sohibul Iman di DPP PKS, Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Pria yang akrab disapa Kang Iman ini juga mengucapkan duka cita kepada para korban dan negara Pakistan atas kejadian tersebut. "Keluarga besar PKS turut berbela sungkawa atas tragedi di Lahore," papar Kang Iman.
Negara, papar Kang Iman, tidak boleh kalah dan takut dengan tindakan teror yang menyasar warga sipil. Kang Iman meminta dunia meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya serangan teror ke fasilitas umum dan menyerang warga sipil.
Sebelum ini, ujar Sohibul Iman, tindakan teror juga telah menjadi tragedi kemanusian di beberapa negata lain seperti Perancis dan Belgia. Ia menyebutkan, PKS mengutuk berbagai bentuk teror tersebut dan meminta dunia memberi perhatian dan kewaspadaan lebih agar kejadian serupa tak terulang dimanapun. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Mohamad Sohibul Iman
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 28, 2016
posted by @Adimin
PKS: Percuma Pepustakaan Besar Tanpa Budaya Baca
Written By Anonymous on 28 March, 2016 | March 28, 2016
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera menolak rencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membangun perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai pembangunan perpustakaan itu akan sia-sia.
Dia ragu anggota DPR akan memanfaatkan perpustakaan itu setelah selesai dibangun nanti. Perpustakaan yang ada saat ini pun sepi dari kunjungan anggota Dewan.
"Sejauh mana anggota DPR ke perpustakaan? Saya yakin jawabannya Wallahualam. Kalau dibuat terbesar juga percuma, sementara tidak dibangun budaya baca," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2016).
Anggota Komisi VIII DPR ini juga pesimistis bahwa rencana pembangunan perpustakaan ini akan disetujui oleh rakyat. Sebab, saat ini DPR belum bisa menunjukkan kinerja yang maksimal.
Seharusnya, kata dia, DPR meningkatkan dulu kinerjanya, baru meminta berbagai fasilitas.
"Saya khawatir yang akan mengisi perpustakaan nanti bukan anggota DPR, tetapi rekan-rekan staf ahli," tambah hidayat.
Hidayat yakin masih banyak cara lain untuk meningkatkan kinerja DPR selain dengan membangun perpustakaan mewah. Misalnya, kata dia, anggota DPR bisa memanfaatkan berbagai buku elektronik yang saat ini sudah banyak tersedia di internet.
Setelah kinerja DPR terbukti meningkat dan rakyat merasa puas, bolehlah DPR meminta fasilitas perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara.
"Kalau kemudian kinerja benar-benar dirasakan rakyat, saya kira rakyat juga akan mengerti," ucap Hidayat.
Wacana pembangunan perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara muncul setelah Ketua DPR Ade Komarudin menerima sejumlah cendekiawan dan budayawan di Kompleks Parlemen, Selasa (22/3/2016).
Ade Komarudin meyakini bahwa kebijakan moratorium pembangunan gedung baru tidak akan berlaku untuk proyek gedung baru DPR. Urusan anggaran tidak menjadi masalah karena, menurut dia, DPR dapat memodifikasi anggaran pembangunan gedung baru sebesar Rp 570 miliar yang sudah dialokasikan di APBN 2016.
Gedung baru itu direncanakan terdiri dari perpustakaan umum terbesar se-Asia Tenggara serta ruang kerja bagi anggota DPR dan tenaga ahli.
Ada sekitar 600.000 koleksi buku yang akan disimpan di perpustakaan tersebut. Itu akan melebihi perpustakaan terbesar di Asia Tenggara saat ini, National Library of Singapore, yang memiliki 500.000 koleksi buku.
Keterangan Foto: Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid
Sumber: Kompas.composted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 28, 2016
posted by @Adimin
Menkumham Harus Evaluasi Lapas Secara Integral
Jakarta (28/3) - Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP PKS Almuzzamil Yusuf meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengevaluasi lembaga pemasyarakatan (lapas) secara integral. Evaluasi ini dilakukan menyusul kericuhan di Lapas Malabero, Bengkulu ketika diadakan razia dadakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu.
"Evaluasi lapas harus integral dilakukan Kemenkumham. Sehingga solusinya pun akan integral. Termasuk pembenahan regulasi, SDM Lapas, pola kerjasama dengan instansi terkait seperti BNN dan aparat keamanan," ujar Almuzzamil di kantor DPP PKS, Jl. TB Simatupang, no.82, Jakarta, Senin (28/3/2016).
Almuzzamil menuturkan bahwa solusi penanggulangan peredaran narkotika di Lapas harus memiliki terobosan-terobosan baru dengan merujuk kepada negara lain yang berhasil menuntaskan permasalahan narkoba.
"Terobosan-terobosan kebijakan perlu dilakukan dengan belajar kepada negara-negara tetangga yang mungkin lebih baik dalam mengelola Lapas," ujarnya.
Menurutnya, tidak ada solusi yang instan atas permasalahan ini. Terlebih, kasus kebakaran dan kericuhan di Lapas sudah berulang kali terjadi di berbagai daerah, karena Lapas pada umumnya kelebihan muatan dari para napi.
"Karena memang masalah Lapas masalah yang kompleks. Kebakaran dan kericuhan lapas juga sudah berulang terjadi karena lapas umumnya memang over-capacity para napi, terutama napi narkoba," pungkas Almuzzamil.
Sebelumnya diketahui, pada Ahad (27/3/2016) lalu terjadi kericuhan dari semua penghuni Lapas saat petugas BNNP Bengkulu datang, disusul dengan kebakaran yang menewaskan 5 tahanan. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP PKS Almuzzamil Yusuf
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 27, 2016
posted by @Adimin
Muharlion: Tunai Memperjuangkan Hak Rakyat
Written By Anonymous on 27 March, 2016 | March 27, 2016
Yon. Begitu panggilan akrab Muharlion, S.Pd. Mungkin bagi masyarkat kota Padang nama ini tak asing lagi terdengar di telinga. Ya, dia adalah public figure. Anggota DPRD Padang jabatannya sekarang.
Sebagai wakil rakyat, tentu Yon tak main-main dengan jabatan yang dipercayakan rakyat ini kepadanya. Dia betul-betul bertekad mengawal hak rakyat di Padang ini. ‘Memperjuangkan serta mensejahterakan masyarakat’ menjadi mottonya sebagai perpanjangan tangan rakyat ini.
“Saya dipilih oleh masyarakat, tentu saya bertanggung jawab kepada masyarakat. Ini bukiti keprcayaan masyarakat kepada saya. Saya tentu buktikan pula kepada masyarakat dengan mengawal hak-hak mereka,” sebut Yon saat ditemui POSMETRO di Padang kemarin.
Ternyata, kepercayaan masyarakat itu dapat terjaga oleh Yon. Bisa dikatakan dia berhasil mengawal kepentingan dan hak masyarakat. Buktinya, setelah menduduki gedung bundar di Jalan Sawahan itu pada 2009-2014, kini ia kembali duduki kursi dewan itu. Dia dipercayakan lagi oleh masyarakat sebagai perpanjangan mulut mereka periode 2014-2019.
Kalau ditanya pengalaman hidupnya, Muharlion yang diutus dari Partai Keadilan Sejahetera (PKS) tentu telah banyak merasakan asam garam. Dan ternyata, di balik kesuksekannya saat ini, dia punya cerita mengharukan pada masa kecilnya.
Buktinya, pria kelahiran 30 Januari 1978 ini, semasa hidupnya, tidak banyak yang ia dapati di usia kecil, layaknya anak-anak lain. Sabab Yon hidup dan tumbuh dalam kelurga sederhana. Kedua orantuanya hanya bekerja sebagai petani di kampung.
Namun, itu tak membuat ia putus asa untuk meraih kesuksesan. Dari kecil dia sudah ditanamkan oleh orangtuanya hidup mandiri. Semasa hidupnya sejak menduduki dunia pendidikan pada madrasah aliyah ia tinggal sehari-hari di masjid.
Di tempat ia tinggal, pekerjaan itu ia jalani. Menjadi guru TPA dan imam masjid kesehariaannya. Semasa hidupnya ia juga pernah memberikan tausyiah agama di sejumlah masjid dan mushalla kepada jamaah hingga ia menimba ilmu pengetahuan di perguruan tinggi.
Yon yang berasal dari Nagari Tanjung Emas, Batusangkar Tanah Datar ini, menamatkan sekolah dasar Inpres pada 2001. Setelah itu pria ini melanjutkan pendidikan ke MTS Negeri Tanjung Emas pada tahun 1993. Setelah tamat, dia lnjutkan menimba ilmu ke MAN 2 Batusangkar hingga 1996.
Tak hanya sampai disana, ia kembali melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Negeri Padang (UNP). Saat kuliah, dia juga menyambil sebagai guru TPA serta imam masjid itu. Profesi itu ia jalani hingga menamatkan Fakultas Teknik, Jurusan Teknologi Elektro pada 2001.
Semntara, awal karirnya menjadi anggota DPRD Padang, dahulunya sejak ia menjadi pengajar di SMK Dhuafa serta SMK 10 Padang. Karena ia sangat dekat dengan masyarakat serta berpengalaman, dia dipilih serta berhasil duduk menjadi anggota DPRD Padang pada 2009-2014.
Yon anak bungsun dari tiga bersaudara ini berkomitmen mempergunakan hidup degan sebaik-baiknya, karena hidup hanya datang satu kali. Dalam aktivitas sebagai anggota komisi IV DPRD Padang yang membidangi kesejahteraan rakyat, ia memiliki tekad mensejahterakan masyarakat dengann memprioritaskan pendidikan yang berkualitas.
Dengan harapan, tidak ada anak-anak yang putus sekolah, kesehatan masyrakat yang prima, dengan akses pelayanan yang baik dan maksimal, serta fasilitas tenaga harus profesional dibidangnya serta tersedia dan penigkatan kesejahteraan masyarakat.
Di bali kesuksesan yang ia raih, ternyata ada seseorang wanita yang selalu memberikan semangat pada setiap aktivitasnya. Dia adalah istrinya yang selalu mendampinginya setiap pekerjaanya sebagai anggota DPRD Padang di gedung Bundar Sawahan. Istrinya bernama Woro Sufeni Widiastuti, S.Si, Apt yang bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan bagian BP4 Sumatera Barat. Ia telah dikaruniai empat orang anak. Diantaranya Ahmad Musyaffa, Qonita Mardiyah, Dhayaul Husna dan Zahida Qalbinadzifah.
sumber: harian POSMETRO Padang, Minggu 27 Maret 2016
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
KIPRAH KAMI,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 25, 2016
posted by @Adimin
Refrizal Serap Aspirasi Hingga Larut Malam
Written By Anonymous on 25 March, 2016 | March 25, 2016
Agam (25/3) - Padatnya agenda pada masa reses kali ini, benar-benar dimanfaatkan oleh Anggota DPR RI Fraksi PKS Refrizal untuk menyerap keluhan dari masyarakat di Daerah Pemilihannya, Sumatera Barat II, hingga larut malam, pukul 22.41.
Hal itu sebagaimana yang dilakukan oleh Refrizal saat silaturahim kepada sekitar 50 (lima puluh) orang masyarakat di Dusun Lariang, Kelurahan Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Kamis (24/3).
Keluhan yang diterima oleh Anggota Komisi VI ini salah satunya datang dari Ketua Masjid At-Taqwa, Muslim Mardi.
Sebagai tokoh masyarakat, dirinya berkeluh bahwa pembangunan jalan di daerahnya saat ini masih terisolir karena belum mendapatkan perhatian lebih dari pemerintahan setempat, khususnya jalan yang menghubungkan antara Agam dan Pasaman.
"Saat pilkada gubernur kemarin, daerah ini meraih 220 suara untuk pemenangan Irwan Prayitno dari PKS. Oleh karena itu, kami berharap PKS dapat memenuhi janjinya, baik yang di pusat maupun di daerah,"jelas Muslim.
Selain pembangunan fisik, Muslim juga berharap Refrizal dapat memberikan perhatian untuk peningkatan pemahaman keagamaan, khususnya kepada 60 (enam puluh) santri yang belajar dan menghapal Al-Quran.
Menanggapi hal itu, Refrizal menjelaskan bahwa tidak semuanya pembangunan jalan dapat dibantu oleh anggota DPR. Sebab, hanya yang terkategori Jalan Nasional yang dapat diperjuangkan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat.
"Contoh jalan nasional misalnya adalah jalan yang menghubungkan antara propinsi Sumatera Barat dengan Bengkulu. Kalau yang menghubungkan antara kabupaten Agam dengan Pasaman, maka ituJ menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," jelas Refrizal.
Refrizal mempersilahkan masyarakat di Agam untuk terus mengawasi aspirasi yang telah disampaikan tersebut.
"Kami akan sampaikan baik kepada pemerintah daerah yang kami usung, juga kepada menteri yang terkait. Kalau perlu hadir ke kantor Fraksi PKS, karena kami ada Hari Aspirasi yang diselenggarakan setiap Hari Selasa," jelas Refrizal.
Sebelum beranjak pulang, di akhir silaturahim, masyarakat memeluk Refrizal, menumpahkan air mata seraya mendoakan agar tetap bekerja, Berkhidmat untuk Rakyat. [pks.id]
Keterangan Foto: Anggota DPR RI Fraksi PKS Refrizal
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 25, 2016
posted by @Adimin
Penghijauan Komplek Perumahan, Muhidi: Pohon Produktif Lebih Bermanfaat
Wakil Ketua DPRD Padang, H Muhidi mendukung penuh berbagai langkah yang dilakukan warga Perum Mitra Utama II Banuaran dalam mewujudkan visi jadi Kampung Budaya. Politisi PKS ini berjanji, akan selalu men-support setiap kegiatan yang bermanfaat.
"Kita akan selalu memberikan dukungan terhadap hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Termasuk, hal yang dilakukan warga Mitra Utama II Banuaran. Mereka membuat sasaran silat di Masjid Al Quwait untuk membina fisik dan akhlak generasi muda. Sementara, untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan asri, mereka melakukan penghijauan dengan penanaman bibit produktif," ujar Muhidi, beberapa saat lalu.
Hal senada dikatakan anggota Komisi II DPRD Padang, Masrul. Menurutnya, pada komplek perumahan, penghijauan harusnya memang dengan bibit produktif. Karena, selain berfungsi sebagai pohon pelindung juga bermanfaat bagi masyarakat. Malahan, diharapkan pohon pelindung itu juga memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.
"Mestinya, dinas terkait lebih menfokuskan bibit pohon pelindung yang bernilai ekonomis untuk masyarakat. Selain memberikan kesejukan, buahnya juga bisa bermanfaat. Masyarakat tentu akan memelihara pohon tersebut, karena hasilnya bisa mereka dapatkan," ujarnya.
Ketua RT 04/RW XI Kelurahan Banuaran, Saribulih mengatakan, wacana menjadikan Perum Mitra Utama II sebagai Kampung Budaya, merupakan keinginan dari masyarakat perumahan tersebut. Langkah awal yang telah dilakukan, dengan memberikan pinjaman tanpa bunga pada warga, untuk membuat produk makanan tradisional. Selanjutnya, membentuk sasaran silat yang sudah berjalan dua bulan.
"Hari ini kita menanam bibit tumbuhan produktif, yakni 100 batang Matoa, 60 batang Sirsak, 5 batang Limau Purut dan 1 batang Mangga. Semua bibit merupakan bantuan Pemko Padang melalui Disperhutbun," ungkapnya.
"Pada jalan utama perumahan ini, akan dibuat taman dan alhamdulillah kita juga mendapat bantuan bambu dari salah seorang warga Banuaran yang merupakan Jamaah tetap Masjid Al Quwait," ujar Saribulih.
Dia menambahkan, masyarakat respek dengan penghijauan dan pembuatan taman ini. Malahan, usai melakukan penanaman bibit, mereka tanpa kenal lelah secara bersama bergoro, menebang bambu dan pancang dari kedondong. [valora.co.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN









