Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 20, 2016
posted by @Adimin
Kongkow Bareng Sohibul Iman, Wartawan Ngobrol Milad PKS Hingga Isu Nasional
Written By Anonymous on 20 April, 2016 | April 20, 2016
Jakarta (19/4) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman kongkow bareng sejumlah wartawan media nasional di Markaz Dakwah (MD) Building, DPP PKS, Jakarta, Selasa ( 19/4/2016). Berbagai isu nasional diperbincangkan dalam pertemuan yang digelar penuh keakraban tersebut, termasuk rencana PKS menggelar hajatan besar Miladnya ke 18, pada 20- 24 April mendatang.
Sohibul Iman mengatakan, dalam usianya yang sejalan dengan usia reformasi, PKS ingin lebih meneguhkan jati diri sebagai partai dakwah yang kokoh dalam melayani umat, bangsa dan negara.
"Disadari sepanjang 18 tahun perjalanan, PKS berusaha memberi banyak kontribusi dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Kami menyadari masih ada kekurangan, karena itu PKS ingin meneguhkan jati diri dalam berkhidmat untuk rakyat," ujar pria yang akrab disapa Kang Iman itu.
Politisi asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini mengungkapkan beberapa kontribusi yang telah disumbangkan PKS di bidang legislasi seperti terlibat dalam inisiasi UU Sisdiknas, UU Pornografi, dan UU Kewirausahaan. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, lanjut Kang Iman, kader-kader PKS di berbagai daerah ikut membantu pemerintah dalam advokasi korban bencana alam.
"Ini hanya sedikit yang bisa dilakukan PKS. Ke depan, PKS sudah menyusun beragam program pelayanan untuk rakyat, salah satunya pusat-pusat khidmat PKS di berbagai daerah," jelasnya.
Sebagai rangkaian Milad ke 18, Kang Iman menuturkan, PKS menggelar sejumlah kegiatan di antaranya Lomba Nasional Kitab Kuning yang saat ini sedang berlangsung. Menyambut Hari Kartini juga akan digelar Simposium Perempuan Nasional 20 April di DPR RI, Sekolah Kepemimpinan Partai pada 20-23 April dan Ramah Tamah dengan Nelayan pada 23 April.
Sementara pada puncak milad 24 April berbagai agenda akan digelar sejak pagi. Diantaranya gerak jalan dan peluncuran Pusat Khidmat PKS bersama kader PKS, Final Lomba Kitab Kuning dan ditutup Leadership Talk.
"Dalam puncak milad nanti, kami mengundang Profesor BJ Habibie untuk memberikan nasihat kepemimpinan. Juga PKS akan menganugerahkan PKS Award kepada kader, simpatisan ataupun masyarakat umum yang berperan terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat," pungkas Kang Iman. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 20, 2016
*sumber www.pks.id
posted by @Adimin
Kartini dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Jepara
Inspirasi Memajukan Potensi Lokal
RA Kartini yang selama ini banyak dikenal sebagai tokoh yang peduli pendidikan, ternyata juga seorang perempuan yang berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga masyarakat Jepara kala itu. Saat usianya enam belas tahun, bersama adiknya Rukmini dan Kardinah, Kartini mengirimkan beberapa karya seninya dalam Pameran Nasional Karya Wanita (Nationale Tentoonstelling voor Vrownarbeid) yang diselenggarakan di Den Haag tahun 1898. Dalam pameran itu, Kartini mengirim karyanya berupa dua buah lukisan pemandangan alam berbingkai kayu ukiran, hiasan dinding bunga tulip, hiasan dinding bergambar burung dari kain satin dalam bingkai bambu, lukisan kaca, sembilan buah kerang besar yang dilukis aneka pemandangan, enam buah bambu berukir dan alat batik serta tulisan proses pembatikan. Karya seni Kartini dan adik-adiknya ini mendapat perhatian khusus dari Sri Ratu Wilhelmina dan Ibu Suri Ratu Emma. Bahkan kepada Ketua Panitia, Ny. Lucardie, keduanya minta dibacakan surat pengantar dari Kartini. Kejadian ini ditulis dalam surat kabar De Rotterdamse Courant tanggal 30 Agustus 1898 (Hadi Priyanto, 2014:32-33).
Keberhasilan dalam pameran tersebut mendorong sekaligus menginspirasi Kartini dalam upaya membantu perajin yang ada di Jepara untuk meningkatkan penghasilannya. Pada masa itu, seni ukir memang mulai berkembang namun hanya sebatas seni kerajinan tangan, belum dikerjakan dengan tujuan komersial sehingga belum begitu berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Diantara banyak desa yang banyak perajin ukirnya, Kartini memilih perajin yang berada di daerah Belakang Gunung, sebuah kampung artis yang terletak di belakang Benteng Portugis, di atas bukit. Penduduk Belakang Gunungkebanyakan adalah para pengukir, pandai besi dan pemahat kulit. Kampung ini secara tradisional merupakan kampung artis namun mereka sangat miskin. Bagi Kartini, keahlian ini tidak boleh dibiarkan merana (Pramoedya, 2010:189). Menurutnya, daerah Belakang Gunung memiliki banyak perajin yang karya-karyanya tergolong indah namun mereka tetap miskin dan tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan reyot. Penghasilan perajin yang rendah ini disebabkan harga jual yang rendah dan kadang harga ditentukan oleh pembeli yang kebetulan datang ke kawasan tersebut.
Kartini memulai upaya pemberdayaan ekonomi bagi para perajin ukir tersebut. Dengan dukungan ayah dan saudaranya, ia menampung duabelas perajin (akhirnya bertambah menjadi lima puluh orang karena pesanan bertambah banyak) yang diberi tempat di belakang rumah kadipaten dan dibimbing oleh Singowiryo. Para perajin itu diminta membuat barang berukuran kecil seperti peti rokok, tempat jahitan, meja kecil dan lainnya. Setelah jadi, Kartini menjual barang-barang ini ke Batavia dan Semarang dengan harga cukup tinggi dibanding harga jual di Jepara. Setelah dipotong biaya pengiriman dan bahan baku, uang hasil penjualan ini diberikan kepada para perajin.
Usaha pemberdayaan para perajin ukir ini terus berkembang. Salah satu bentuk promosi yang Kartini lakukan selain menjual, adalah dengan mengirim barang-barang itu sebagai cinderamata kepada teman-temannya yang orang Belanda, baik yang ada di Semarang, Batavia maupun yang ada di Belanda. Karena mutunya cukup bagus, pesananpun berdatangan. Bahkan saat itu barang-barang yang dibuat tidak hanya yang berukuran kecil tapi mulai berkembang pada perkakas ukir seperti kursi pengantin, meja, tempat tidur dan kursi tamu. Disini Kartini mulai terlibat dalam mendesain ukiran. Motif yang disukainya adalah motif Lunglungan Bunga dan menjadi motif yang digemari masyarakat. Motif ciptaan Kartini ini kemudian menjadi salah satu motif khas asli Jepara.
Usaha Kartini membuahkan hasil. Ukir kayu Jepara mulai dikenal luas tidak hanya di pasar lokal namun juga di pasar internasional. Ia seringkali menulis di surat kabar yang ada di Hindia Belanda dan surat kabar yang ada di Belanda tentang keindahan seni ukir Jepara, yang dengan tulisan itu banyak orang kagum akan keindahan seni ukir Jepara. Berkat tulisan-tulisan tersebut, sebuah lembaga perdagangan yang dipimpin oleh Ny. N. van Zuylen Tromp (didirikan tahun 1899 setelah acara Pameran Karya Wanita di Den Haag), bernama Oost en West,mengajak Kartini untuk bermitra dagang (Hadi Priyanto, 2014:37). Demikianlah, Kartini telah merintis jalan bagi terbukanya pasar baru bagi seni ukir Jepara.
Ukiran Jepara Go International
Kerja keras Kartini memberdayakan ekonomi masyarakat Jepara melalui kerajinan ukiran kayu membuahkan hasil. Ia mulai membangun hubungan dagang dengan Oost en West yang baru membuka cabang di Batavia. Oost en Westbertujuan untuk mengembangkan dan memasarkan hasil kerajinan masyarakat bumiputera. Bahkan pada tahun 1903, Oost en West mendirikan sebuah perusahaan di Den Haag yang diberi nama Boeatan yang secara khusus menangani bisnis kerajinan.
Hubungan perdagangan ini mudah dibangun karena nama RA Kartini sudah dikenal, terutama setelah Kartini mengikutkan karyanya pada Pameran Nasional Karya Wanita (Nationale Tentoonstelling voor Vrownarbeid) tahun 1898 di Den Haag. Kartini dengan tekun membersamai dan mengawasi para perajin ukir dari Belakang Gunung yang mulai dipesan Oost en West.
Kartini menuliskan kegembiraannya pada Eddy Abendanon, putra J.H. Abendanon, pada tanggal 15 Agustus 1902 ketika Oost en West banyak memesan barang ukiran untuk keperluan pesta sinterklas.
“Hore untuk kesenian dan kerajinan rakyat kami! Hari depanmu pasti akan gemilang! Aku tak dapat mengatakan betapa girang dan bahagia aku. Kami mengagumi rakyat kami. Kami bangga atas mereka. Rakyat kami yang kurang dikenal, karena itu juga kurang dihargai……. Hari depan Jepara sekarang terjamin….. Tuan Zimmermann memuji setinggi langit hasil karya arsitek dari rakyat berkulit coklat yang sering dihina. Seniman-seniman kami mendapatkan pesanan dari Oost en West untuk sinterklas. Sekarang seniman-seniman kami dapat melaksanakan ide-ide mereka yang sangat bagus-bagus. Dapat menjelmakan gagasan-gagasan yang puitis dalam bentuk-bentuk yang indah, garis-garis yang ramping, berombak-ombak, berkelok-kelok dalam pancawarna yang cemerlang.”
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Usaha Mikro Kerajinan Rakyat
Kartini mengatakan dalam suratnya kepada Ny. R.M. Abendanon tertanggal 9 Maret 1903:
“Kami sudah menerima kabar. Beberapa hari lagi kulit penyu itu sudah ada disini, dan akan dibawa pandai emas ke Solo. Senang sekali bahwa sekarang sudah ada tiga cabang kerajinan seni yang sedang berkembang di tempat kelahiran saya. Dan kami sedang berikhtiar mencari kerajinan lain yang akan kami galakkan”(Rahayu Amatullah, 2016).
Demikianlah Kartini tak pernah berhenti bekerja untuk rakyat. Pikiran beliau tak lelah menganalisa, mencari ide-ide untuk membuat rakyat Jepara khususnya menjadi lebih sejahtera. Dan Kartini menjalaninya dengan segenap ketelatenan dalam pembinaan. Beliau melanjutkan dalam suratnya: “Mereka sekarang tahu, mengerti bahwa maksud kami ialah memakmurkan mereka sendiri. Mereka maklum akan keuntungannya sendiri, dan mereka menghargai usaha kami dengan membantu secara gembira dan rajin. Semuanya yang kami kerjakan bagi mereka akan sia-sia saja bila mereka tidak mengerti, bahwa kami bermaksud baik bagi mereka dan kesejahteraan merekalah yang kami tuju…… Alangkah senangnya melihat, bagaimana cabang kerajinan tadi benar-benar mulai hidup. Perempuan tukang dringin [kerajinan sabuk sutera bersulam benang emas, pen.] mulai bekerja besar-besaran. Bahkan di kampung sekitar kampung Melayu orang Bumiputera juga mengerjakan hal itu…”
Dari penggal paragraf surat diatas kita memahami bahwa Kartini melakukan pemberdayaan masyarakat. Beliau bekerja tekun melakukan pembinaan dan pendampingan kelompok-kelompok perajin di beberapa kampung dan bukan hanya kerajinan seni ukir kayu. Ketelatenan pendampingan itu beliau maksudkan agar pada akhirnya para perajin dapat mandiri.
Kartini bahkan memikirkan pengkaderan perajin sebagaimana yang disampaikan kepada Ny. Abendanon:
“Tukang emas sudah bertambah banyak pembantu dan murid-muridnya. Dan ada pula anak-anak yang minta dididk menjadi tukang ukir kayu. Ada satu hal yang lebih-lebih menggirangkan hati saya benar. Diantara murid-murid itu ada satu anak kota, juga bukan anak dari Belakang Gunung, desa tukang ukir kayu. Murid-murid lain kami yang mencarinya, tetapi yang seorang datang dari kota itu datang sendiri minta turut belajar. Itulah yang kami kehendaki. Itulah tanda yang mengggembirakan, menyenangkan hati! Syukur, beribu-ribu syukur!” (Rahayu Amatullah, 2016).
Kartini memang seorang pemimpin yang natural sekaligus visioner, yang berorientasi pada kepentingan rakyat banyak, bukan kepentingan pribadinya.
Dra Wirianingsih, Msi
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS
--------------------
Daftar Pustaka:
- Hadi Priyanto, dkk, Mozaik Seni Ukir Jepara (Pemkab Jepara: Lembaga Pelestari Seni Ukir, Batik dan Tenun Jepara)
- Pramoedya Ananta Toer, Panggil Aku Kartini Saja (Lentera Dipantara 2010)
- Rahayu Amatullah, Kartini: Jejak Sebuah Jatidiri (Granada Publishing House 2016)
*sumber www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 19, 2016
posted by @Adimin
Wawako Padang : Terminal Sementara Bus AKDP Dioperasionalkan Akhir 2016
Written By Anonymous on 19 April, 2016 | April 19, 2016
PADANG – Menunggu adanya terminal yang representatif di Kota Padang, Pemko Padang menyikapinya dengan membangun terminal sementara bagi Bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Padang, Emzalmi sewaktu diwawancarai wartawan setelah menjadi pembina apel pagi di jajaran Dishubkominfo di halaman kantor setempat, Senin (18/4).
Wawako menjelaskan, terminal tersebut berada di bekas kantor DKK Jalan Diponegoro yang merupakan aset Pemko Padang seluas lebih kurang 2000 m3. Rencananya disana akan dibangun terminal khusus bagi Bus Pariwisata dengan menggunakan APBD Kota Padang tahun 2016 sebesar Rp 400 Juta.
“Bentuk yang dibangun berupa pelataran saja karena sifatnya sementara. Yang penting adalah, bagaimana mengusahakan agar bus AKDP kembali masuk ke jantung Kota Padang. Sehingga dengan demikian, Pasar Raya Padang akan kembali menggeliat dan terminal bayangan bisa diberantas. Semoga pembangunannya selesai paling lambat akhir 2016 ini dan bisa dioperasionalkan,” terang Wawako didampingi Kepala Dishubkominfo, Rudi Rinaldi.
Emzalmi menambahkan, dengan dibangunnya terminal AKDP tersebut tentunya bisa menjadi solusi terhadap masalah terminal bayangan yang selama ini terdapat di beberapa titik di Kota Padang.
“Insya Allah keberadaan terminal ini akan mampu menaikkan roda perekonomian masyarakat nantinya. Selain itu juga untuk mengantisipasi bus-bus yang ngetem seperti di depan Kampus UNP, simpang Lubuak Bagaluang dan simpang Gaung. Selama ini telah menimbulkan keresahan bagi semua orang karena menimbulkan kemacetan,” sebut Wawako. [humas dan protokol kota padang]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH
April 19, 2016
posted by @Adimin
Sistem Pembayaran BPJS Tidak Sesuai Keinginan Masyarakat
Bandung (18/4) – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Adang Sudrajat menilai Sistem Pembayaran yang dikelola oleh BPJS selama ini tidak sesuai dengan yang diinginkan masyarakat.
Sebab, sistem pembayaran BPJS pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selama ini mengunakan Sistem Kapitasi dengan jalan membayar tetap berdasarkan jumlah peserta terdaftar. Dampaknya, Sistem Jaminan Kesehatan tersebut memiliki banyak efek negatif kepada masyarakat.
“Banyak kenyataan Sistem Pembayaran BPJS ini tidak sesuai dengan yang diinginkan. Ada beberapa efek negatif yang membuat langkah mundur pada jaminan sosial bidang kesehatan di negara ini,” jelas Adang di sela-sela Sosialisasi Kegiatan MPR, di Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (17/4).
Menurut Adang, beberapa aspek negatif akibat sistem pembayaran BPJS tersebut, yaitu, pertama FKTP menjadikan peserta yang berobat sebagai biaya atau beban (cost). Sehingga, hal ini akan membayar dokter dengan harga yang murah.
“Akibatnya, dokter bekerja tidak dengan hatinya. Pasien akan kapok berobat karena rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan, atau FKTP akan dengan cepat merujuk pasien ke fasilitas kesehatan di atasnya,” jelas dokter bidang Avasinologi alumnus Unpad Bandung ini.
Kedua, menurut Adang, dengan murahnya biaya dokter tersebut, berdampak pada membengkaknya biaya yang harus dibayar ke mitra. Sebab, rujukan yang diberikan FKTP tidak sesuai.
“Ketiga, jika hal itu terjadi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Tinggi (FKTT) akan menyebabkan over load, dampaknya akan menurunkan kualitas pelayanan,” tambah anggota Komisi Bidang Kesehatan DPR RI ini.
Oleh karena itu, Adang lebih memilih jika FKTP diterapkan lebih pada aspek preventif (pencegahan) dan promotif (dukungan) dalam upaya sebelum datangnya penyakit.
“Kami berharap, Dewan Pengawas BPJS yang sudah terbentuk mampu mengevaluasi setiap saat Sistem Jaminan Kesehatan BPJS ini. Sistem Kesehatan ini merupakan vital bagi ketahanan bangsa, yang sama pentingnya dengan Sistem Ketahanan Pangan Negara,” jelas Adang. [pks.id]
Keterangan Foto: Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Adang Sudrajat
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 18, 2016
posted by @Adimin
Lomba Baca Kitab Kuning PKS Sumbar Digelar
Written By Anonymous on 18 April, 2016 | April 18, 2016
Padang – Dalam rangka memperingati milad PKS ke-18, DPW PKS Sumbar menggelar lomba baca kitab kuning. Lomba ini berskala nasional yang dilaksanakan di 14 provinsi. Dan kemudian nantinya akan ada peserta utusan Sumbar yang mewakili mengikuti lomba tingkat nasional di Jakarta.
Menurut Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar, lomba baca kitab kuning ini dalam rangka menghidupkan budaya membaca kitab kuning sebagai salah satu literatur untuk referensi tentang Islam.
Di babak penyisihan yang diikuti 56 orang, dibagi ke dalam 2 kelompok sehingga masing-masing kelompok berjumlah 28 orang. Nanti akan muncul 3 pemenang per kelompok yang ikut ke babak final. Babak final diikuti oleh 6 orang.
Kriteria dan persentase penilaian dari lomba ini adalah: 1. Membaca matan/kalimat yang ditetapkan 40 persen. 2. Menerjemahkan bacaan 30 persen. 3. Menjelaskan kandungan 30 persen.
Sedangkan pemenang lomba ini adalah Muhammad Sa'id yang meraih juara 1 dari MTI Pasia Ampek Angkek Agam. Juara 2 diraih Elva Mahmudi dari Ponpes Nurul Yaqin Padang Pariaman. Dan juara 3 diraih oleh M. Husnul Mubarak dari Ponpes Andalusia Solok Selatan. [sumbar.pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 18, 2016
posted by @Adimin
MSI: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Harus Perbanyak Pelatihan dan SMK
Kalimantan Tengah (18/4) - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan tentang salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah dengan perbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Selain perhatian tentang pendidikan lanjutan, pemerintah juga harus memperbanyak SMK untuk mencetak tenaga terlatih siap pakai untuk dunia kerja. Selain itu juga memperbanyak dan memfasilitasi pelatihan (training) di dalam maupun luar negeri," papar Sohibul dalam Seminar Nasional Mewujudkan Pendidikan Nasional yang Berkemajuan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (16/4/2016).
Semua itu menurutnya merupakan rangkaian upaya dalam meningkatkan kualitas SDM yang memiliki produktivitas tinggi.
Dihadapan ratusan siswa dan mahasiswa palangkaraya, Sohibul Iman, yang juga merupakan Presiden PKS, juga mendorong para siswa dan mahasiswa untuk semakin semangat mencari ilmu ke luar negeri.
"Beasiswa yang tersedia sekarang sudah banyak. Kalian hanya perlu mempergunakan gadget untuk mencari informasi yang sudah banyak tersedia," ujar kang Iman.
Ketika ditanya tentang kemudahan menjalankan kehidupan beragama di luar negeri, Sohibul mengajak agar tidak perlu takut dengan kondisi tersebut di luar negeri.
"Budaya saling menghargai kehidupan beragama sangat baik diluar negeri. Tinggal kita juga belajar untuk berperilaku yang sama dengan saling menghargai" pungkasnya.
Diketahui, selain Mohamad Sohibul Iman, seminar ini juga dihadiri direktur Kyungdong University Prof. John Lee dari Korea Selatan. [pks.id]
Keterangan Foto: Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS Mohamad Sohibul Iman
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 17, 2016
posted by @Adimin
Direvitalisasi, Pasar Raya Padang Berkonsep Religi
Written By Anonymous on 17 April, 2016 | April 17, 2016
PADANG - Di sela-sela membenahi Pantai Padang, Pemerintah Kota Padang juga terus membenahi Pasar Raya Padang. Dengan revitalisasi Pasar Raya, diharapkan nantinya pengunjung akan merasa aman, nyaman, tertib dan bersih saat berbelanja.
Wakil Walikota Padang, Emzalmi menekankan, konsep revitalisasi Pasar Raya lebih diarahkan kepada religius. Dimana nantinya bangunan Pasar Raya akan terhubung dengan Masjid Taqwa Muhammadiyah.
"Dalam perencanaannya, nanti atap bangunan Pasar Raya seperti orang sedang sujud," ujar Emzalmi kemarin ini.
Dimaksudkan Emzalmi, nantinya pembangunan Pasar Raya terutama di fase satu hingga fase tujuh akan satu koridor dengan masjid. Sehingga saat waktu shalat tiba, seluruh pengunjung dan pemilik toko menunaikan shalat secara berjamaah.
"Kita jadikan koridor tersebut sebagai tempat shalat bagi pengunjung dan pemilik toko. Jadi ketika waktu shalat tiba, toko ditutup dan semuanya melakukan shalat berjamaah," terang Wawako.
Tujuan dibangunnya Pasar Raya dengan konsep religi dimaksudkan agar seluruh pengunjung dan pemilik toko termotivasi untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak hanya mementingkan duniawi, tetapi juga akhirat.
"Dengan konsep ini kita mempunyai identitas dan menggambarkan religi," sebut Emzalmi.
Seperti diketahui, saat ini Inpres I, II, dan III tengah dikerjakan. Dipastikan Inpres II dan IV selesai pada tahun 2016 ini. "Sedangkan Inpres III dikerjakan secara multiyears," ungkap Wawako.
Apabila semua Pasar Inpres itu selesai, seluruh pedagang yang berjualan memakan badan jalan di Pasar Raya akan dipindahkan. Diharapkan pada akhir tahun ini Pasar Raya tertata rapi dan nyaman untuk dikunjungi.
Sejalan dengan rencana pembangunan Pasar Raya berkonsep religi, Pemerintah Kota Padang terus memberantas penyakit masyarakat. Begitu juga maksiat terselubung di Pasar Raya Padang.
Salon di kawasan Padang Theatre yang ditenggarai dijadikan tempat untuk melakukan asusila disegel pihak Dinas Pasar kemarin ini. Usai melakukan penyegelan, Pemko Padang akan memanggil pemilik salon dan kafe di kawasan tersebut. Pemanggilan ini untuk membahas kelanjutan beroperasinya kegiatan mereka di kawasan itu.
Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Endrizal menyebut penyegelan beberapa salon dan kafe itu karena dilanggarnya kesepakatan pada 17 September 2015 lalu. Dimana pemilik salon dan kafe sepakat tidak ada lagi praktik asusila di lokasi itu.
Namun pada Kamis (14/4) lalu, ketika pihak Dinas Pasar melakukan pengecekan ke lokasi, ditemukan satu pasangan yang melakukan tindakan asusila.
"Setelah Jumat siang, 26 salon dan dua kafe disegel, kami tetap akan memberikan solusi karena tidak semua pemilik salon dan kafe yang melanggar kesepakatan," kata Endrizal. [humas dan protokol kota padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 17, 2016
posted by @Adimin
6 Pesan Sohibul Iman untuk Kader PKS
Palangkaraya (17/4) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyampaikan enam pesan politik kepada seluruh kadernya. Salah satunya, Sohibul Iman mengingatkan politik PKS adalah melayani rakyat.
"Pertama, luruskan niat. Mari kita tanyakan pada hati untuk apa kita berpartai politik? Untuk pribadi ataukah untuk berkhidmat kepada bangsa dan negara? Kita berpolitik untuk memberikan sumbangsih bagi ummat bangsa dan negara," ujar Sohibul Iman saat membuka Rakorwil DPW PKS Kalimantan Tengah di Palangkaraya, Sabtu (16/4/2016).
Dia mengatakan, PKS berpolitik untuk berkontribusi agar masyarakat bisa lebih sejahtera ke depan. Jabatan menurutnya, adalah mandat bukanlah kemuliaan karena kehebatan individu.
Kedua, lanjut Sohibul Iman, meneguhkan sikap. "Sikap untuk tidak akan melakukan sesuatu yang tidak terpuji. Kader PKS harus taat hukum dan taat ajaran agama," imbuhnya.
Menurut mantan rektor Universitas Paramadina ini, sikap tersebut adalah bentuk dua kesadaran. Kesadaran yuridis berdasarkan hukum positif RI dan kesadaran etis atas nilai nilai islam. Terlebih kader yang menjabat sebagai pejabat publik.
"Ketiga, mari bersungguh sungguh berjuang. Kita berpolitik atas kesadaran dan tanpa paksaan. Maka kita harus bekerja dengan bersungguh sungguh dan profesional," jelas dia.
Khususnya kepada anggota legislatif PKS, Sohibul Iman menekankan, jalankan seluruh fungsi legislatif dengan menjadi pionir fungsi kedewanan secara optimal.
Keempat, loyal kepada kebijakan dan arahan partai. Menurut Sohibul Iman, setiap tindakan adalah sesuai dengan arahan partai. Tindakan berdasarkan hasil syuro agar mendapatkan keberkahan.
"Tidak bergerak atas kehendak sendiri saja. Mulai hari ini kita disiplin dan loyal atas kebijakan dan arahan partai," tegas Sohibul Iman.
Kelima, pesan doktor jebolan Jepang ini, kader dan pengurus PKS harus menjaga kedekatan antara pimpinan, kader dan konstituen.
"Semakin kita mendapatkan amanah, maka semakin kita didorong untuk semakin dekat dengan kader dan konstituen. Jangan kecewakan mereka!" tegasnya.
Keenam, kader dan pengurus harus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita bangun rumah besar ini bersama sama. Karena PKS tidak bisa melakukan semua sendiri. Kita membangun dengan bekerjasama dengan semua pihak," pungkas Sohibul Iman. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 16, 2016
posted by @Adimin
Hafal Alquran, Bebas Pilih Sekolah di Padang
Written By Anonymous on 16 April, 2016 | April 16, 2016
PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyatakan siswa penghafal Alquran dapat bebas memilih sekolah sesuai keinginannya.
“Siswa yang mampu hafal 1 juz, 3 juz dan 5 juz Alquran dapat masuk ke sekolah sesuai jenjang kelanjutannya,” katanya di Padang, Sabtu.
Dia menyebutkan pihaknya telah memiliki kebijakan, siswa SD yang hafal 1 Juz Alquran akan dibebaskan untuk masuk SMP mana pun yang ada di Padang.
Sedangkan siswa SMP yang hafal 3 Juz dibebaskan memilih sekolah menengah diantara jumlah yang ada. Dan siswa SMA yang hafal 5 Juz diberi kesempatan masuk secara khusus ke universitas seperti yang dilakukan Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, tambahnya.
“Siswa penghafal Alquran dijamin memiliki tingkat kepintaran dan kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak akan ada kerugian bagi sekolah penerimanya,” ujarnya.
Untuk itu, dia mengapresiasi bagi sekolah atau perguruan tinggi di Padang yang telah menggalakkan program hafal Alquran bagi siswa atau mahasiswa.
Seperti yang dilakukan oleh SMA 2 Padang, kata dia perlu dicontoh oleh sekolah lainnya.
Sebab dengan begitu sekolah tersebut telah melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusianya, sebutnya.(*/lek)
Sumber: hariansinggalang.co.id, 16 April 2016
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 15, 2016
posted by @Adimin
Lebihi Target, Lomba Baca Kitab Kuning PKS Tembus 1.174 Peserta
Written By Anonymous on 15 April, 2016 | April 15, 2016
Jakarta (15/4) – Ketua Panitia Pelaksana Pusat Lomba Baca Kitab Kuning Partai Keadilan sejahtera (PKS) Mahmud Mahfudz bersyukur jumlah pendaftar lomba mencapai 1.171 peserta, lebih dari target yaitu 1000 peserta.
“Alhamdulillah, hingga hari penutupan tanggal 12 April kemarin, jumlah pendaftar mencapai 1.174 orang, dengan Jawa Barat sebagai provinsi terbanyak yang diikuti banyak peserta,” jelas Mahmud saat meninjau pelaksanaan Lomba Baca Kitab Kuning PKS di DPW PKS DKI Jakarta, Kamis (14/4).
Data yang masuk ke panitia lomba menyebutkan bahwa 30 peserta berasal dari Provinsi Aceh, 42 peserta berasal dari Provinsi Sumatera Barat, 34 peserta berasal dari Provinsi Lampung, 47 peserta berasal dari Provinsi DKI Jakarta, 84 peserta berasal dari Provinsi Banten, 389 peserta berasal dari Provinsi Jawa Barat, 120 peserta berasal dari Provinsi Jawa Tengah, 45 peserta berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 102 peserta berasal dari Provinsi Jawa Timur, 78 peserta berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 91 peserta berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, 40 peserta berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, 40 peserta berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah, dan 29 peserta berasal dari Provinsi Gorontalo.
“Babak penyisihan tingkat kabupaten dan kota, dimulai sejak 10 April kemarin. Hari ini, Kamis, babak penyisihan tingkat provinsi di DKI dan Jawa Barat. Dan puncaknya, grand final tanggal 24 April di Kantor DPP PKS MD Building Jalan Simatupang, Jakarta Selatan,” tambah Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dua periode, dari tahun 2004 hingga tahun 2014 ini.
Latar belakang kenapa adanya lomba ini, lanjutnya, adalah karena melihat fenomena umat Islam yang mulai menjauh atau alergi terhadap kitab-kitab yang berbahasa arab, khususnya Kitab Kuning, yang ada di pesantren.
"Kalau tidak dilestarikan, maka perlahan-lahan umat Islam, khususnya generasi muda tidak mengenal dan bahkan tidak mencintai khazanah warisan ulama ini,” jelas Pembimbing Umrah salah satu lembaga travel ini.
Oleh karena itu, Mahmud berharap dengan adanya lomba ini akan semakin menegaskan kontribusi pesantren kepada bangsa dan negara, khususnya menjaga tradisi intelektual agama di kalangan generasi muda.
“Agar jangan sampai pesantren selalu dianggap kampungan, tidak maju, tidak moderat, dan sebagainya. Kita ingin umat Islam kembali termotivasi belajar langsung dari rujukan ulamanya,” tambah alumnus Ponpes Tebuireng, Jawa Timur, ini
Diketahui, Lomba Baca Kitab Kuning PKS adalah salah satu rangkaian acara dalam menyambut Milad PKS ke-18 pada 24 April 2016. Juara pertama dari babak final lomba ini adalah Umrah senilai 25 juta rupiah, juara kedua mendapat 20 juta rupiah, juara ketiga mendapat 15 juta rupiah. Sedangkan juara harapan I, II, dan III, berturut-turut mendapat 10 juta rupiah, 7,5 juta rupiah, dan 5 juta rupiah. [pks.id]
Keterangan Foto: Pemenang 1 Baca Kitab Kuning PKS Tingkat DPW
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 15, 2016
posted by @Adimin
Perahu Dinilai Bukan Hunian yang Layak untuk Korban Penggusuran
Jakarta (15/4) -- Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmy Alaydroes mengatakan bahwa penggusuran pemukiman Pasar Ikan dan Luar Batang menorehkan luka yang dalam bagi para penduduknya karena kini mereka tinggal di perahu.
“Perahu bukan rumah. Dan perahu juga bukan hunian yang layak baik ditinjau dari sudut kesehatan, pendidikan, sosial, keamanan, apalagi keselamatan. Setiap saat bahaya mengancam. Membiarkan sekelompok warga untuk tinggal di perahu, mengabaikan nasib mereka adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi oleh pemerintah yang seharusnya melindungi dan mensejahterakan rakyatnya,” ucap Fahmy di Jakarta, Jumat (15/4).
Fahmy menilai Gubernur Ahok terlalu kasar dengan mengusir mereka atas alasan penertiban dan pembangunan kota Jakarta. Perlakuan dan pendekatannya kepada penduduk miskin yang mukim di ibukota menimbulkan kegeraman dari berbagai pihak.
“Betapa tidak, saat yang bersamaan dia memberikan akses dan kemudahan izin pengembangan bagi kelompok-kelompok pengembang swasta yang kaya raya,” imbuh Fahmy.
Nuansa keberpihakan dan ketidakadilan, katanya, nampak jelas terlihat. Apalagi gebrakan Ahok mengusir penduduk miskin juga dilakukan dengan melibatkan ratusan personil polisi dan TNI dengan perlengkapan yang 'menakutkan' dan 'mengancam' penduduk. Nampak Ahok sedang 'memerangi' rakyatnya sendiri.
“Penertiban dan pembangunan wilayah kumuh Jakarta adalah kewajiban Pemda DKI. Kita sepakat dan mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah-langkah pemerintah dalam hal ini. Semua pihak akan mendukung, asal dilakukan dengan cara dan pendekatan yang bijak dan memperlakukan rakyat dengan cara yang baik dan berkeadilan,” ujar Fahmy.
Fahmy mengingatkan bahwa mereka adalah rakyat Jakarta, yang berhak mendapat perlindungan dan pelayanan yang layak. Seharusnya Pemerintah DKI memperlakukan mereka dengan bijak, memberikan fasilitas tempat tinggal yang layak di wilayah tersebut. Jangan sampai terkesan adanya kebijakan mengusir dan menyingkirkan rakyat miskin tetapi kemudian memberikan kesempatan yg seluas luasnya kepada mereka yang kaya raya.
“Pihak terkait terutama DPRD DKI harus memperjuangkan kepentingan masyarakat yang tergusur dn hidup terlunta-lunta agar mereka mendapatkan hak-haknya kembali,” ucap Fahmy. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmy Alaydroes
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN









