pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Diresmikan Walikota, Jalan Permindo Menjadi Kawasan Ramah Disabilitas

Written By Anonymous on 30 September, 2016 | September 30, 2016

PADANG – Jalan Permindo yang merupakan salah satu kawasan pusat bisnis di Kota Padang, telah diresmikan menjadi kawasan “Ramah Disabilitas”, Jumat (30/9). Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo meresmikannya bersama Wakil Walikota, H. Emzalmi disertai Unsur Forkopimda, DPRD Padang dengan diikuti pimpinan BUMN/BUMD, SKPD di lingkungan Pemko Padang serta pihak terkait lainnya. Dalam peresmian tersebut, juga dihadiri tamu spesial yakni, Programme Specialis Unesco Jakarta, Mr. Irakli Khodeli beserta staf di organisasi PBB tersebut.

Walikota menjelaskan, terkait pembangunan kawasan ramah disabilitas tersebut, telah dibangun trotoar selebar 4 meter dengan panjang 334 meter, dimulai dari Toko Sari Anggrek hingga bioskop Mulia. Karena masalah keterbatasan anggaran, tahun ini trotoar tersebut baru bisa dibangun satu sisi. Sementara sisinya yang lain direncanakan dibangun tahun 2017 nanti.

“Kawasan ramah disabilitas ini dibangun, sebagai wujud perhatian kita bersama untuk pemenuhan hak-hak bagi masyarakat kita yang menyandang disabilitas. Di samping itu juga dalam rangka menata kawasan tersebut menjadi pusat bisnis secara terbuka bagi masyarakat, dengan menciptakan kawasan yang indah, tertib, aman dan nyaman. Sehingga diyakini, akan membangkitkan pariwisata dan perekonomian Kota Padang ke depan,” sebut Mahyeldi kepada wartawan usai peresmian yang dilangsungkan di depan Hotel Rocky itu.

Dikatakan Mahyeldi, selain itu demi lebih kondusifnya kawasan tersebut Pemko juga menyediakan tempat beristirahat bagi para pejalan kaki sebanyak 22 unit bangku taman. Sementara agar menambah keindahan suasana pada malam harinya, juga dipasang lampu hias pedestrian sebanyak 33 buah yang dilengkapi 13 pot tanaman hias.

“Sementara untuk menjaga kebersihan di kawasan ini, kita disediakan16 tong sampah. Sehingga dengan itu telah mendukung upaya menjadikan Padang sebagi kota inklusif,” imbuhnya.

Kemudian kata Wako lagi, untuk menjadi kota inklusif beberapa faktor harus dipenuhi, seperti spasial, sosial dan ekonomi. Pemko berharap, semoga upaya ini didukung oleh pihak swasta dan stake holder kiranya dapat mendukung khususnya memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan kawasan ramah disabilitas ini. Semoga kepedulian kita semua terhadap pembangunan inklusi di Padang memberikan umpan balik bagi kita bersama. Lihat saja, dibangunnya trotoar di kawasan pusat bisnis ini diyakini akan dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Sehingga kawasan tersebut akan diketahui dan memancing minat banyak orang dan makin ramainya orang ke sini tentu ada perputaran roda ekonomi,” ujar Walikota Agamis ini mengakhiri.

Dengan resminya jalan Permindo menjadi kawasan ramah disabilitas, khusus bagi para Pedagang Kratif Lapangan (PKL) yang biasanya berjualan di kawasan Permindo telah bersedia membongkar sendiri bangunannya. PKL di kawasan ini pun sepakat membentuk koperasi dan berkomitmen setelah peresmian tidak berjualan lagi di atas jalan. Tapi pindah ke bahu jalan dengan menghadap ke trotoar yang berbatasan dengan jalan sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan di jalan dan lalu lintas orang di trotoar. Adapun dalam peresmian tersebut, para penyandang disabilitas yang dominan berusia anak-anak hingga remaja ini mampu memukau dan menghibur seluruh hadirin. Dimana terlihat dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, ternyata mereka memiliki kelebihan-kelebihan yang patut diapresiasi dan didukung dalam penyaluran bakatnya.

seumber: humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

Kunjungan Walikota Padang ke gubuk Sainem membuat keluarga terharu

Written By Anonymous on 29 September, 2016 | September 29, 2016

Sarnianto (58) anak ke empat dari Mbah Sainem (120) (klikata.com)
Padang (KLIKATA.COM) - Selama ini tak pernah terlintas dalam pikiran Sarnianto (58) anak ke empat dari empat saudara dari pasangan Sainem (120) dan Marijo (Alm.) Terkait kunjungan Walikota Padang Mahyeldi ke gubuk reotnya.

"Saya tak menyangka Pak Walikota Padang bisa menengok ibu saya yang sudah berumur 120 th ini," ujar Anto dengan mata berkaca - kaca. Dan saya selama ini hanya tahu Pak Walikota dari cerita orang - orang saja. Tapi,sekarang Walikota bisa hadir di dalam gubuk reot ini.

Ibu saya saat ini sudah berumur 120 tahun, lahir di Kedung Pati Kab.Magetan Prov.Jawa Timur. Sebagai seorang anak saya ingin sekali membahagiakan si mbah, tapi apa daya kondisi kehidupan kami jauh berkecukupan dan hanya pas buat makan sehari - hari saja.

Dengan hadirnya Pak Walikota kemaren ke gubuk saya membuat keluarga kami sangat terbantu sekali. Sekarang sudah ada kursi roda, kasur, lampu penerangan dan makanan.

"Saya sangat berterima kasih pada Pemko Padang telah memberikan bantuan pada keluarga kami. Saya mendoakan Pak Walikota sehat selalu dan terus memperhatikan Sainem - sainem lainya di luar sana yang hidupnya kurang beruntung," ujar Anto sambil menutup pembicaraan dengan menghapus air mata yang jatuh di pipinya.



posted by @Adimin

Walikota Padang Sambangi Gubuk Mbah Sainem

Walikota Padang saat berbincang dengan Mbah Sainem (120 tahun) dan Suniarto (59 tahun) di gubuk milik Sainem, Senin (26/09/2016) siang. (KLIKATA FOTO)
Padang, (KLIKATA.COM) - Setelah mendapatkan informasi terkait kehidupan Mbah Sainem seorang wanita lansia berusia 120 tahun, Walikota Padang beserta rombongan menyambangi gubuk milik Sainem di Kampung Kandis Teleng Simpang Ampek Aia Pacah Kota Padang, Senin (26/09) siang.

Mbah Sainem berasal dari Kedung Panji Kec. Lembeyan Kabupaten Magetan Jawa timur. Hidup dengan kondisi memprihatinkan, tinggal di gubuk berlantaikan tanah dengan luas bangunan 4x6 m . Kamar Sainem sangat sempit dan satu atap dengan kandang itik. Gubuk tempat tinggal Sainem hanya berjarak 4 km dari Balai Kota Padang yang megah.

Terkait permasalahan ini, Walikota Padang Mahyeldi mengungkapkan bahwa bantuan sosial khusus lansia telah ada anggaran rutinnya tiap tahun. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan sehari-hari yaitu makanan.

Mahyeldi yang turut didampingi oleh Lurah Aia Pacah, Camat koto Tangah dan Kepala Dinas Sosial Kota Padang berencana akan memberikan bantuan melalui BAZNAS dan Dinas Sosial berupa kasur, selimut, kursi roda, dan makanan.

Bukan hanya itu saja, Walikota Padang juga mempunyai niat untuk memperbaiki gubuk tempat tinggal sainem tetapi terkendala oleh kepemilikan lahan. Sebab, tanah tempat berdirinya gubuk tersebut bukanlah milik sainem melainkan milik salah satu warga Aia Pacah yang bersedia meminjamkan lahan kepadanya.

Kedatangan Walikota Padang ini mendapatkan sambut baik dari Suniarto, anak bungsu mbah sainem yang hidup bersama dengan mbah sainem di gubuk tersebut " keinginan saya tidak banyak, yang penting bagaimana si mbah bisa hidup layak, itu saja" jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengungkapkan harapannya terhadap kinerja lurah serta peran masyarakat sekitar agar mempertahankan kepedulian sosial.

" kita juga mengharapkan dari lurah untuk proaktif dalam meninjau evaluasi warganya dan juga mendorong, memotivasi masyarakat untuk peduli sesama dan peduli terhadap lingkungannya." 



posted by @Adimin

Indonesia Merindukan Politik Adiluhung

Written By Anonymous on 28 September, 2016 | September 28, 2016

Jakarta (28/9) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menilai rakyat Indonesia saat ini sangat merindukan politik adiluhung (high politic). Meski belum terwujud hingga sekarang ini, tapi jangan sampai timbul keraguan.
"Banyak yang rindu politik adiluhung (high politic) tapi ragu bisa mewujudkan. Tak apa, ragu dan rindu tanda masih ada harapan. Yang penting tidak putus asa!" kata Sohibul melalui akun Twitternya @msi_sohibuliman, Rabu (28/09/2016).
Kang Iman, demikian ia intim disapa, menganggap adanya politik tersebut praktis akan menghadirkan dinamika dan keharmonisan.
"Politik adiluhung itu niscaya agar hadir dinamika nan harmonis. Diawali oleh elit, rakyat mencontoh. Dari cara kompetisi sampai cara kelola kekuasaan!" ujar Kang Iman.
Politik adiluhung menurut Kang Iman sangat dinamis dan harmonis. Sebab, dalam politik tersebut berlomba hadirkan kebaikan dengan takaran rasional bukan emosional.
"Tak ada caci maki dan sumpah serapah!" cetus Kang Iman. [pks.id]

posted by @Adimin

Wako Mahyeldi Ajak Semua Lapisan Peduli Penyandang Disabilitas

PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengajak seluruh lapisan untuk peduli kepada penyandang disabilitas. Sebab, penyandang disabilitas setara dengan masyarakat lain tanpa dibeda-bedakan.

“Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban dan peranan yang setara demi mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas di segala bidang,” ujar Mahyeldi saat memberikan sambutan pada pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Walikota se-Indonesia ke-6 untuk Kota Inklusif di Hotel Mercure Padang, Selasa (27/9).

Lebih jauh dikatakan walikota, diperlukan pengakuan, penghormatan atas harkat dan martabat manusia yang melekat dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sehingga mendapatkan penerimaan penuh di segala lapisan masyarakat. Untuk pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas ini diperlukan sarana prasarana dan upaya yang lebih memadai, terpadu dan berkesinambungan dari para pemegang kebijakan, pemerintah dan aparaturnya serta dukungan masyarakat dan pihak swasta.

Selama ini keberadaan dan hak kaum disabilitas telah dikukuhkan ke dalam produk hukum. Indonesia telah memiliki Undang-Undang nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2011, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

"Di Minang, falsafah dan tradisi adat begitu kuat. Maka sejatinya dalam masyarakat Minangkabau tidak mengenal adanya perlakuan diskriminasi terhadap orang-orang dengan disabilitas,” papar Mahyeldi.

Di Kota Padang, upaya pemenuhan hak-hak kaum disabilitas terus dioptimalkan. Dari sisi legalitas, Pemko Padang bersama DPRD telah melahirkan Perda Kota Padang Nomor 3 Tahun 2015.

“Perhatian kepada disabilitas cukup besar di Kota Padang. Kita salut dengan langkah yang telah dilakukan Padang dengan menerbitkan Perda bagi kesejahteraan dan perhatian kepada kaum disabilitas,” terang Menteri Sosial RI yang diwakili Fungsional Analis Kebijakan Madya Kementerian Sosial, Eva Rahmi Kasim.

Sementara, Director and Representative UNESCO Office Jakarta, Shahbaz Khan menyebut bahwa pihaknya akan membantu pemerintah maupun masyarakat Indonesia dalam mewujudkan terlaksananya prinsip-prinsip yang dipromosikan oleh PBB mengenai hak-hak penyandang disabilitas.

“Diadopsinya UU 8/2016 oleh Pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk memperkuat usaha-usaha dan pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas,” tukasnya.

Dalam pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Walikota se-Indonesia ke-6 untuk Kota Inklusif di Hotel Mercure Padang itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemko Padang dan UNESCO mengenai “Inklusi Sosial bagi Penyandang Disabilitas”. Pertemuan itu dibuka Walikota Padang dan ditandai dengan pemukulan gong. Nampak hadir di acara tersebut diantaranya Direktur ILO Indonesia Mr Francesco Di’Ovidio, Direktur Eksekutif Apeksi Pusat yang diwakili Sri Indah Wabinastiti, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril, dan sejumlah pimpinan organisasi penyandang disabilitas lainnya. Selain itu juga tampak walikota dan bupati peserta seperti Walikota Banda Aceh, dan lainnya. Termasuk Ketua DPRD Kota Padang Erisman.[humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

PKS Padang Launching Pusat Khidmat di Pauh

Written By Anonymous on 26 September, 2016 | September 26, 2016


Pauh, ahad (25/9) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang kembali melaunching Pusat Khidmat PKS. Kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS kecamatan Pauh menjadi tempat ketiga pusat khidmat.

Di Padang ini pusat khidmat ketiga yang di resmikan DPD PKS Padang sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, setelah sebelumnya dua pusat khidmat PKS di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah di resmikan.

Dalam launching pusat khidmat tersebut beberapa kegiatan diadakan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Diawali dengan senam pagi bersama, pelayanan kesehatan gratis dan pelaitahan pembuatan barang kreatif dari barang bekas.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut. Mewakili PKS Padang di hadiri oleh Sekum PKS, Muharlion. Anggota DPRS FPKS Rahayu Purwanti dan juga tokoh masyarakat sekitar. Acara berlangsung dengan penuh khidmat. (Al)

foto-foto launching Pusat Khidmat PKS:

sekum DPD PKS Muharlion, S.Pd memberikan sambutan

foto bersama masyarakat usai launching pusat khidmat PKS

sekum PKS Muharlion dan Aleg DPRD Sumbar FPKS Rahayu Purwanti berdiskusi dengan masyarakat disela-sela acara launching pusat Khidmat

pelatihan memanfaatkan barang bekas menjadi barang bernilai ekonomi

layanan kesehatan gratis untuk masyarakat



posted by @Adimin

Digelar di Padang, Expo Potensi Desa 2016 Gerakkan UMKM

Written By Anonymous on 25 September, 2016 | September 25, 2016

PADANG – Iven pameran berskala nasional, Expo Potensi Desa 2016 di Kota Padang resmi digelar. Ajang pesta budaya, edukasi dan kreatif bagi desa-desa unggulan di seluruh Indonesia ini dihelat di GOR H. Agus Salim Padang, 23-25 September 2016. Sejumlah produk unggulan daerah, budaya lokal dan aneka hiburan masyarakat ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyambut baik diselenggarakannya Expo Potensi Desa 2016 di Kota Padang. Menurutnya, meski kegiatan ini digelar dalam rentang waktu cukup pendek, akan tetapi Kota Padang tetap bertekad menyukseskan kegiatan unggulan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI ini.

“Terimakasih atas kerjasama, meski dalam rentang waktu cukup singkat, kami bertekad menyukseskan kegiatan ini,” ujar Mahyeldi saat pembukaan Expo Potensi Desa 2016, Jumat (23/9) malam.

Mahyeldi menyebut, Expo Potensi Desa 2016 akan meningkatkan perekonomian tiap daerah peserta. Sebab, dalam pameran kali ini hampir seluruhnya diikuti UMKM masing-masing daerah peserta.

Mahyeldi menilai, UMKM memang perlu mendapat perhatian. Sebab UMKM sebagai penggerak ekonomi dasar suatu daerah. 
“Ekonomi Padang adalah UMKM. Ketika kita memberikan perhatian kepada UMKM, tentunya akan menggerakkan ekonomi dasar Kota Padang dan Sumatera Barat,” tutur Walikota Mahyeldi.

Di arena expo, berjejer 88 stand yang memamerkan berbagai produk daerah. Diantaranya 35 stand yang memamerkan produk UMKM Desa, kemudian 13 stand yang memamerkan program unggulan Kementerian, Pemprov dan SKPD Sumbar, Pemko Padang serta SKPPD dengan masing-masing 15 stand, Kabupaten di Sumbar/kota/nagari 12 Stand, Pelaku usaha dan perbankan 5 stand, dan pelaku pendidikan 5 stand. Dalam Expo Potensi Desa 2016 akan tampil grup band papan atas nasional dan daerah, diantaranya Wali Band, pedangdut Ikke Nurjanah, Firman Idol, Indah Nevertari, serta 40 band top daerah seperti Plus Band, Ratu Sikumbang, Modus Band dan grup musik lainnya.

"Expo Potensi Desa ini untuk mendukung pembangunan potensi daerah, promosi dan sosialisasi potensi desa, identifikasi program dan potensi unggulan daerah, serta merangsang terbangunnya produk unggulan di desa-desa berbasis potensi lokal," ujar Sekjen Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi Anwar Sanusi.

Dijelaskan Anwar Sanusi, Expo Potensi Desa 2016 bukan tujuan, melainkan sarana untuk mengangkat potensi daerah dan program unggulan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.
Pameran ini juga memberi wadah bagi daerah yang memiliki teknologi tepat guna dan program inovatif dalam memajukan desa. Di samping itu, daerah juga bisa mempromosikan produk unggulan daerah dan menarik untuk investasi.

Salah satu budaya lokal Sumatera Barat yang dipertunjukkan di arena Expo Potensi Desa 2016 adalah pencak silat. Seni beladiri khas Indonesia ini termasuk warisan budaya tak benda yang mengakar kuat dalam sendi-sendi budaya anak negeri di tanah Minangkabau, mulai dari pedesaan hingga nagari.
"Silat tak hanya bicara tentang kehebatan olah tanding, namun terlebih lagi bagaimana silat mampu merefleksikan kerendahan hati, kesopanan, dan kearifan dari seorang manusia,” ujar Irwan Prayitno, Gubernur Sumbar. [humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

Presiden PKS Turun Langsung Bantu Warga Garut

GARUT (24/9) -- Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman langsung turun meninjau daerah terdampak bencana banjir bandang di desa Lapang Paris Dalam, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Sabtu (24/9/2016) sore.

Sohibul Iman yang juga anggota DPR RI dari dapil Jabar XI kota Kabupaten Tasikmalaya dan Garut ini datang mengunjungi daerah yang ditimpa bencana banjir pada Rabu malam. Dipandu warga setempat, pria yang akrab dengan panggilan Kang Iman ini berkeliling menelusuri gang dan jalan yang dipenuhi lumpur akibat banjir.

Kang Iman juga sempat meninjau lokasi sekolah SMP N 3 yang sebagian bangunannya rusak terkena banjir. Dari dialognya dengan warga terdampak, diketahui bahwa kebutuhan warga saat ini adalah untuk rehabilitasi bangunan rumah dan isinya."Perabot dan meubel warga rusak dan sebagian hanyut terbawa air," ujar Ali salah seorang relawan di lokasi.

PKS telah mendirikan posko bencana yang dipusatkan di kantor DPD PKS Garut. Untuk relawan yang terjun di lapangan, PKS menurunkan lebih dari 200 orang relawan yang disebar di lokasi bencana seperti RSUD, sekolah, rumah ibadah dan perumahan warga.

"Alhamdulillah. Relawan PKS sangat membantu. Kami sangat berterimakasih atas bantuannya" ujar Haji Aang salah seorang warga kepada Presiden PKS. [pks.id]


posted by @Adimin

Kurikulum Pribadi Dibutuhkan Kader untuk Jadi Pembicara Andal

Written By Anonymous on 24 September, 2016 | September 24, 2016

Jakarta (24/9) - Seorang pembicara harus mengerti benar waktu yang tersedia dan apa tujuan yang dibicarakannya. Lima menit atau berapa menit itu tergantung pada pembicara. Yang kedua harus jujur. Untuk itu pembicara harus mengerti kurikulum pribadi (self curriculum) dalam pengembangan diri.
Hal tersebut dikatakan oleh trainer dan konsultan dari Trustco Jakarta BS. Wibowo, MARS. MM dalam Diklat Penokohan sesi 2 dengan tema Public Speaking dan Media Relation yang diadakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS.
"Jujur itu adalah harus instropeksi, man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu. Siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal penciptanya. Saya itu mau kayak apa, seperti apa scorenya. Antara now dan next inilah yang menjadi self-curriculum. Setiap kita punya kurikulum yang berbeda karena startnya berbeda-beda," kata Wibowo di Aula Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9).
Wibowo memaparkan tentang sepak terjang diri, ada yang jam terbangnya luar biasa, ada yang ikut seminar agar mendapat legal formal saja. Ada juga yang supaya mendapat sertifikat. Tapi ada pula yang pemula, nanti nunggu latihan saja.
"Oleh karena itu, saran saya kita harus bercermin dan yang paling bagus dalam pelajari pribadi adalah melakukan hal ini. Untuk mendapatkan best life dan kompetisi saat ini supaya targetnya tercapai. Tapi cerminnya harus jujur memakai cermin datar, jangan pakai cermin cembung atau cermin cekung. Apalagi kalau salah cermin, seakan penceramah yang hebat. Setelah bercermin, kita perlu mengidentikasi diri kita untuk proses pelatihan ini gampang dan cepat," ujarnya.
Wibowo meminta peserta untuk mengambil kertas dengan warna berbeda, lalu diminta menuliskan tentang potensi positif di satu kertas dan kekurangan atau kendala di kertas yang berbeda.
"Nanti ditempel kertas itu, supaya ketahuan. Diantara kondisi dan harapan inilah yang dinamakan kurikulum pribadi (self curriculum) untuk self learning dalam keseharian. Itu kuncinya. Orang profesional pernah berbuat kesalahan tetap saja ada rasa takut, grogi, cemas dan emosi. Tapi yang paling bagus adalah mengidentifikasi kelemahan dan segera merecovery ketika minder. Kuncinya adalah mengenali diri kita positif dan negatifnya, maka akan menemukan hal yang terbaik," kata Wibowo.
Dengan banyak berlatih, kata dia, merupakan kunci terpendek untuk mendapatkan kemahiran. Sebab, semakin diulang-ulang semakin lancar.
"Tak ada jalan lain kecuali dengan banyak berlatih. Setelah acara hari ini kita mulai berceramah dengan ilmu yang dulu tanpa ilmu berceramah dan memperbanyak jam terbang. Karena jam terbang tanpa ilmu hanya akan trial and error," gagasnya.
Diklat yang diadakan BPKK tersebut difasilitasi oleh Tim Trustco dan beberapa narasumber seperti Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal, Nani Handayani (Super Ustadzah) dan motivator yang juga Ketua Dapartemen Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan BPKK DPP Dwi Septiawati (Super Coach). Training yang mengandung 8 konten diantaranya tehnik menjadi MC, menguasai audiens, berbicara penuh wibawa, menjadi pembicara seminar, menjadi peserta aktif, membuat rilis dan tehnik wawancara di media serta membuat laporan kegiatan. Agenda itu diikuti oleh 60 tokoh perempuan PKS perwakilan wilayah Banjabar dan DKI Jakarta. [pks.id]

posted by @Adimin

BPKK Cetak Puluhan Kader Mahir Public Speaking

Jakarta (24/9) - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS menyelenggarakan Diklat Penokohan sesi 2 dengan muatan tema Public Speaking dan Media Relation. Hal tersebut diadakan sebagai bentuk keseriusan mencetak tokoh perempuan yang mampu berbicara dan mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat.

"Hakikatnya seorang dai memang harus semestinya bisa memberikan pengaruh kepada orang lain melalui kalimat yang dilontarkan. Kita diperintahkan untuk menyampaikan kalimat-kalimat yang ahsan yakni pada ajakan, misi dan konten yang disampaikan. Jika bicara public speaking, konten yang kita berikan harus sudah kita kuasai," kata Sekretaris BPKK Sri Kusnaeni di Aula Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9).

Selain itu, kata dia, kader perempuan harus mampu menyampaikan dengan kalimat yang mulia atau kalimat yang sopan. Artinya pilihan kata-kata yang disampaikan jangan sampai membuat audiens kita jadi tersinggung.

"Kita juga perlu menggunakan qaulan kariima, kalimat yang baik dan santun. Kalimat yang disampaikan harus disesuaikan dengan audiens yang kita hadapi baik dari tingkat pendidikannya atau latar belakang sosio-demografinya. Dan juga kalimat yang berbobot dan mengena yang memberikan bekas kepada audiens. Maka jangan lupakan bekal kekuatan maknawiyahnya karena pada dasarnya yang membukakan hati adalah Allah SWT. Kita pancarkan kecintaan kita kepada audiens," kata dia.

Sementara itu sebelumnya Ketua BPKK Wirianingsih mengatakan bahwa diklat ini merupakan kelanjutan dari Diklat Penokohan Sesi 1 berupa pengayaan tokoh perempuan terhadap wawasan kebangsaan dan kepemimpinan ini Agustus kemarin.

"Tujuannya untuk meningkatkan mobilitas sumber daya kader secara vertikal maupun horizontal ke berbagai sektor pengabdian, dan tertokohkannya sekurang-kurangnya 1000 kader yang berpengaruh di berbagai sektor pengabdian," kata Wiwi, demikian ia akrab disapa.

Diklat tersebut difasilitasi oleh Tim TRUSCO dan beberapa narasumber seperti Nani Handayani (Super Ustadzah) dan motivator yang juga Ketua Dapartemen Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan BPKK DPP Dwi Septiawati (Super Coach). Training yang mengandung 8 konten diantaranya tehnik menjadi MC, menguasai audiens, berbicara penuh wibawa, menjadi pembicara seminar, menjadi peserta aktif, membuat rilis dan tehnik wawancara di media serta membuat laporan kegiatan. Agenda itu diikuti oleh 60 tokoh perempuan PKS perwakilan wilayah Banjabar dan DKI Jakarta. [pks.id]


posted by @Adimin

DPR Minta Bencana di Garut dan Sumedang Ditangani Serius

Written By Anonymous on 23 September, 2016 | September 23, 2016

Jakarta (23/9) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis berharap persoalan banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan kabupaten Garut dan Sumedang, dapat ditangani secara serius. Sebab, hingga Kamis (22/9), jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 26 orang, hilang 18 orang, dan luka-luka sebanyak 433 orang.

Oleh karena itu, Iskan meminta lembaga-lembaga tanggap darurat seperti Badan SAR Nasional (BASARNAS) dan BPBD, juga TNI/Polri dapat berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk mengevakuasi korban secara cepat dan tepat.

“Pemerintah provinsi harus memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dan Badan SAR Nasional (Basarnas) berkordinasi untuk mendirikan posko dan memberikan bantuan segera kepada korban,” jelas Iskan di Jakarta, Jumat (23/9).

Bertambahnya jumlah korban meninggal, menurut Iskan mengindikasikan perlunya terus dilakukan pencarian korban yang belum ditemukan. 

“Perlu terus diintensifkan dalam mencari korban baik yang masih hidup maupun yang sudah tewas, karena berdasarkan laporan banjir dan longsor yang terjadi di kedua kabupaten itu termasuk besar,” jelas Legislator PKS ini.

Sementara terkait dana bantuan bencana, Iskan berharap prosesnya tidak dipersulit dalam hal pencairan. Sehingga, hal itu dapat segera disalurkan kepada korban bencana alam.

Iskan menambahkan, Komisi VIII dan pemerintah telah menyiapkan dana taktis (on call) yang berada di Kementerian Keuangan, dan dapat digunakan kapan pun jika terjadi bencana besar.

"Dalam pencarian dana, kalau perlu pemda mampu jemput bola dalam permohonan pencairan dana tanggap bencana, sehingga bisa segera disalurkan bagi ribuan pengungsi banjir bandang di Garut dan Sumedang. Selain itu, perlu juga segera dikordinasikan penyaluran dana bantuan yang datang dari masyarkat,” kata Iskan.

Sedikitnya, menurut Koordinator Humas dan Protokoler BASARNAS Provinsi Jawa Barat, Joshua Banjarnahor, terdapat 26 orang meninggal akibat bencana banjir bandang dan longsor, dimana 18 di antaranya perempuan dan 8 (delapan) laki-laki.

Banjir bandang dan longsor dipicu hujan intensitas tinggi sejak Selasa (20/9), pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Saat ini sebagaian banjir sudah surut. Meskipun demikian, menurut BNPB, bencana ini menunjukkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di hulu Sungai Cimanuk sudah rusak dan kritis. [pks.id]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger