Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
October 07, 2016
posted by @Adimin
Agar Dipilih, Parpol Pertaruhkan Reputasi
Written By Anonymous on 07 October, 2016 | October 07, 2016
Jakarta (7/10)- Partai politik (Parpol) dalam setiap aksi dan kebijakannya melakukan pertaruhan reputasi agar dipilih oleh rakyat. Seiring dengan makin tingginya tingkat pendidikan masyarakat, maka rakyat akan secara rasional memilih parpol berdasarkan rekam jejak dan reputasi parpol tersebut.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Dedi Supriadi menjelang hajatan PKS Public Relations (PR) Summit di Jakarta, 7-10 Oktober 2016.
Dedi meyakini publik makin cerdas. Masyarakat akan semakin mudah melihat di era teknologi informasi yang makin maju mana parpol yang keputusan politiknya banyak tidak berpihak kepada rakyat dan mana parpol yang konsisten membantu rakyat."Begitu banyak medium baru yang digunakan masyarakat untuk saling berbagi dan mencatat kiprah parpol," ujarnya.
Alasan itulah yang melatarbelakangi PR Summit yang digelar PKS pada tahun 2016 dengan mengusung tema "Menyambut Era Media Baru". Dedi menerangkan PKS PR Summit akan menghadirkan pengurus bidang humas PKS dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan memberikan Studium General tentang pemanfaatan media baru bagi pembangunan reputasi pada hari pertama PKS PR Summit, Jumat (7/10/2016).
Peserta PR Summit, papar Dedi, juga akan mendengarkan paparan dari pemimpin redaksi media nasional. Ia berharap ikatan yang kuat antara media dan PKS khususnya akan semakin kokoh dengan semangat keterbukaan. "Parpol dan media adalah pilar demokrasi yang saling melengkapi satu sama lain," ujar Dedi.
PKS PR Summit akan ditutup dengan arahan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Pada hari terakhir, peserta dan komunitas humas PKS dari seluruh Indonesia akan mengikuti coaching clinic kehumasan. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 07, 2016
posted by @Adimin
Ceramah di Pengajian PKS, Tokoh NU Bicara Persatuan Umat
Jakarta (7/10) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pengajian rutin bulanan di kantor DPP PKS tadi malam. Salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) mendapat kehormatan memberi ceramah dalam pengajian tersebut.
Dalam pengajian rutin bulanan yang digelar setiap Kamis pertama tersebut, Dr KH Shohibul Faroji Azmatkhan yang juga salah seorang pengurus di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan pentingnya upaya persatuan umat Islam terus dilakukan. Khususnya, lanjut dia, persatuan umat Islam dalam aspek politik.
"Jika kita berpolitik meninggalkan kitab (Alquran), sama dengan tidak ada ruhnya. Jadi mari kita berpikir yang menyatukan, bukan yang membeda-bedakan. Kita tidak bisa merubah orang menjadi A, tapi harus menghormati keberagaman. Kita harus berpikir terlebih dahulu tentang Islam dulu, baru kepentingan kelompok," ujar Shohibul dalam pengajian bulanan tersebut di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016) malam.
Lebih lanjut Shohibul mengatakan, ada persamaan antara Hasan Al Banna dengan KH Hasyim Asyhari dalam gerakan dakwah. Yang membedakan keduanya, menurut dia, adalah teritorial dakwah kedua gerakan.
"Secara sejarah PKS ini larinya ke Masyumi. Gerak dakwah Hasan Al Banna dengan Hasyim Asyhari sama, hanya bedanya teritorialnya saja. Maka menjadi aneh sekarang ketika kita lupa dengan ukhuwah, dengan semangat Islam dan umat, hanya karena melihat siapa partainya sama kelompoknya," cetusnya.
Soal politik, Shohibul mengatakan umat Islam memiliki kewajiban syariat untuk memilih partai Islam dibanding partai sekuler.
"Membela partai Islam hukumnya wajib. Selama masih ada pilihan partai Islam, pilih partai Islam. Jika ada dua partai Islam, maka pilih yang paling dekat dengan syariat," imbuh Shohibul.
Pengajian yang dilaksanakan selepas Shalat Isya itu berjalan hingga pukul 22.00 WIB. Pimpinan dan pengurus DPP PKS serta masyarakat umum memenuhi ruangan aula tempat kegiatan tersebut hingga selesai. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 07, 2016
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Perintahkan Tutup Pasar Malam Berbau Judi
PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo memerintahkan untuk menutup pasar malam yang beraroma judi. Pasar malam yang hampir ada di setiap kecamatan itu benar-benar meresahkan warga.
Selain menutup aktifitas pasar malam tersebut, Walikota Padang juga mencabut seluruh izin pengelolaannya. Pasar malam berdalih adu ketangkasan berhadiah rokok itu ternyata ada insert yang harus dibayarkan.
“Pasar malam tidak boleh lagi beroperasi atau ditutup. Cabut semua izinnya. Ini jelas-jelas perjudian, bukan indikasi lagi,” kata Walikota Mahyeldi di Rumah Dinasnya Jalan Ahmad Yani Padang, Selasa (4/10).
Ketegasan Walikota Padang tersebut menjawab keresahan warga yang sampai ke telinganya. Mahyeldi pun mengaku telah banyak menerima laporan dari berbagai tokoh-tokoh masyarakat dan LSM soal pasar malam yang beromset ratusan juta per-malam tersebut.
Keputusan tegas yang diambil Walikota Mahyeldi, agar masyarakat Kota Padang tidak rusak. Karena aktivitas pasar malam itu tidak hanya dijadikan sarana untuk bermain judi, dikhawatirkan dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.
“Saya juga mendapatkan laporan bahwa dicurigai pasar malam digunakan sebagai tempat transaksi narkoba,” ucap Mahyeldi.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Walikota Padang Emzalmi, bahwa pasar malam tersebut harus ditutup. Karena tidak ada untungnya bagi Pemerintah Kota Padang, malah akan banyak mendatangkan keresahan. Karena pasar malam yang beroperasi telah menyalahi aturan keramaian yang diberikan pihak kepolisian.
“Pasar malam harus ditutup, karena banyak mendatangkan mudaratnya,” ucap Emzalmi.
Sementara itu Kepala Kesbangpol Eri Sendjaya mengaku akan memanggil semua pengelola pasar malam. Pihaknya terlebih dahulu memberitahukan mengenai duduk permasalahan akan ditutupnya pasar malam. Karena tidak semua pasar malam yang terindikasi untuk praktik perjudian.
Untuk izin pasar malam yang masih berlaku maka tidak akan ada perpanjangan lagi. Sedangkan untuk yang baru akan membuat izin tidak akan ada lagi karena sudah ada komitmen untuk tidak memberikan izin baru.
“Khusus untuk permainan ketangkasan akan ditutup. Izin baru untuk membuka pasar malam tidak akan dikeluarkan lagi,” ucap Eri.
Eri menyatakan hampir di seluruh pasar malam mengadakan permainan ketangkasan yang mengarah kepada perjudian. Karena pengelola sudah mempunyai berbagai cara agar apa yang mereka lakukan tidak terindikasi judi
“Kesulitan di lapangan karena banyaknya pengelola yang menggunakan berbagai cara untuk tidak termasuk ke arah perjudian. Namun dengan bukti yang kami milik berupa foto para peserta yang menyimpan uangnya di bawah meja maka para pengelola pun tidak bisa berkelit kembali,” ucap Eri.
sumber: humas dan protokol kota padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 06, 2016
posted by @Adimin
Sohibul: Platform PKS Sejalan dengan Konstitusi
Written By Anonymous on 06 October, 2016 | October 06, 2016
![]() |
| Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman Seminar Kebangsaan MPR RI tentang Partai Politik di Indonesia di Gedung Ukumearek Asso, Wamena, Papua, Kamis (6/10/2016) |
Wamena (6/10) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman didapuk sebagai pembicara dalam Seminar Kebangsaan MPR RI tentang Partai Politik di Indonesia di Gedung Ukumearek Asso, Wamena, Papua, Kamis (6/10/2016).
Acara dihadiri oleh anggota DPRD di Papua, para kepala daerah, dan calon-calon kepala daerah yang didukung PK S pada Pilkada 2017.
Hadir juga Wakil MPR RI PKS Almuzammil Yusuf, Anggota DPR RI PKS dari Papua M Yudi Kotouki, anggota DPR RI Adang Sudrajat, Ketua DPP PKS Wilda Indonesia Timur dan Wasekjen PKS Abdul Hakim.
Sohibul Iman menjelaskan Indonesia telah menetapkan UUD 1945 sebagai dasar konstitusi negara. PKS, papar Sohibul, sebagai entitas partai politik di Indonesia memiliki platform yang sama dengan pembukaan UUD 1945.
Pertama, terang dia, parpol adalah sarana untuk mendidik masyarakat. "PKS meyakini masyarakat yang cerdas maka akan semakin memperkuat aspirasi rakyat," terang Sohibul.
Kedua, parpol harus menjadi tempat tertampungnya aspirasi, pemikiran, gagasan dari masyarakat untuk diperjuangkan. Ketiga, parpol harus menjadi wahana lahirnya calon calon pemimpin bangsa baik di level lokal maupun nasional. "PKS sangat berkomitmen terkait kaderisasi kepemimpinan ini. Kita punya program Training Orientasi Partai (TOP) dan Sekolah Kepemimpinan Partai empat level," kata dia.
Keempat, parpol harus menjadi medium terciptanya iklim yang kondusif dan perekat berbagai perbedaan. Sohibul mencontohkan saat dirinya mengumumkan kandidat Pilgub DKI bersama Gerindra, ia titipkan pesan bahwa semua pihak harus hadirkan politik yang sejuk, tidak memicu semangat permusuhan. "Apalagi zaman media sosial seperti sekarang, mudah sekali memantik sikap saling bermusuhan," ujarnya.
Sohibul menekankan jika peran parpol itu dijalankan dengan konsekuen dan konsisten, kredibilitas parpol di mata masyarakat akan terbangun. "Dan PKS harus mampu menjadi pelopor untuk itu. Semoga PKS bisa mampu memenuhi harapa rakyat Indonsia, dan secara khusus rakyat Papua, InsyAllah," tutup Sohibul. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 06, 2016
posted by @Adimin
Respon Keluhan Warga, Wako Mahyeldi Datangi Disdukcapil
PADANG – Keluhan warga terkait pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang kerap sampai ke telinga Walikota Padang. Merespon keluhan itu, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo langsung mendatangi kantor yang terletak di bekas SMA 1 jalan Sudirman, Kamis (6/10).
Di sini Walikota Mahyeldi melihat langsung sistem pelayanan administrasi kependudukan. Mulai dari pembuatan KTP, Kartu Keluarga, dan sebagainya. Walikota menanyakan langsung proses hingga selesainya sebuah item administrasi kependudukan tersebut.
Tidak itu saja, walikota juga menanyakan urusan setiap warga yang ditemui.
“Maurus apo Buk? (Mengurus apa Buk?),” tanya Mahyeldi.
Warga yang ditanya pun menjawab bahwa dirinya sedang mengurus KTP. Si Ibu memang sempat mengeluhkan lamanya pengurusan KTP tersebut. Walikota kemudian menuntun warga tersebut berurusan.
Usai meninjau DIsdukcapil, Walikota Padang menyebut bahwa dirinya datang ke kantor tersebut adalah untuk memastikan pelayanan. Menurut Walikota Mahyeldi, hampir sebagian warga yang berurusan dapat terlayani dengan baik. Namun begitu, Walikota Padang sangat berharap agar Disdukcapil lebih meningkatkan konsistensi waktu pelayanan administrasi kependudukan warga.
Selain itu Walikota Padang juga menyinggung tidak adanya bukti atau tanda warga yang sedang berurusan. Disdukcapil diharapkan menyiapkan secarik kertas sebagai pegangan bagi warga yang berurusan dan tanda tersebut dibawa pulang.
“Hal ini yang selalu dikomplain warga. Jadi setiap yang berurusan di setiap loket harus ada tanda kapan urusan dan kapan selesainya,” sebut Mahyeldi didampingi Kabag Humas dan Protokol Mursalim.
Sementara itu Kepala Disdukcapil Kota Padang Wedistar mengatakan bahwa sejak beberapa waktu belakangan ini jumlah warga yang berurusan cukup membeludak. Dalam sehari sebanyak lebih kurang 400 warga berurusan di kantornya. Wedistar menyebut bahwa pihaknya akan terus menyempurnakan pelayanan kepada warga yang berurusan. “Kita akan jawab pada November nanti dengan sistem pelayanan tiga menit,” tegasnya.
sumber: humas dan protokol kota padang
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 03, 2016
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Uji Dua Wisudawan Hafidz Alquran
Written By Anonymous on 03 October, 2016 | October 03, 2016
PADANG - Pondok pesantren (Ponpes) Darul Hijrah kembali mewisuda santriwan yang menimba ilmu di pesantren yang berada di Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Kali ini, dua santriwan diwisuda setelah khatam Alquran atau menamatkan bacaan 30 juz.
Menariknya, wisuda kali ini disaksikan langsung oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, di Ponpes tersebut, Minggu (2/10). Bahkan Walikota Padang juga sempat menguji dan meluruskan bacaan kedua santriwan yang diwisuda.
Dua santriwan yang diwisuda pada hari itu yakni Hasyim Muhammad Ash Shiddiqi Alhafidz yang berusia 15 tahun. Serta Muhammad Ihsan Alhafidz (15 tahun).
Hasyim menyelesaikan hafalan 30 juz selama 1 tahun 9 bulan. Sedangkan Ihsan menyelesaikan hafalan 2 tahun 7 bulan. Mereka menyelesaikan bacaan Alquran tanpa mushaf 30 juz selama 7 jam.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo berkesempatan pula untuk menguji sambung ayat santriwan yang akan di wisuda. Bacaan walikota pun terdengar bagus.
Walikota Mahyeldi dalam sambutannya menyebut bahwa dirinya sangat berharap akan terus bertambah penghafal Alquran di Kota Padang. Dengan banyaknya penghafal Alquran, nantinya Padang akan menjadi kota penghafal Alquran. "Apalagi saat ini di setiap sekolah umum sudah ada Tahfidz Qurannya," tutur walikota.
sumber: humas dan protokol kota padang
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 30, 2016
posted by @Adimin
Diresmikan Walikota, Jalan Permindo Menjadi Kawasan Ramah Disabilitas
Written By Anonymous on 30 September, 2016 | September 30, 2016
PADANG – Jalan Permindo yang merupakan salah satu kawasan pusat bisnis di Kota Padang, telah diresmikan menjadi kawasan “Ramah Disabilitas”, Jumat (30/9). Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo meresmikannya bersama Wakil Walikota, H. Emzalmi disertai Unsur Forkopimda, DPRD Padang dengan diikuti pimpinan BUMN/BUMD, SKPD di lingkungan Pemko Padang serta pihak terkait lainnya. Dalam peresmian tersebut, juga dihadiri tamu spesial yakni, Programme Specialis Unesco Jakarta, Mr. Irakli Khodeli beserta staf di organisasi PBB tersebut.
Walikota menjelaskan, terkait pembangunan kawasan ramah disabilitas tersebut, telah dibangun trotoar selebar 4 meter dengan panjang 334 meter, dimulai dari Toko Sari Anggrek hingga bioskop Mulia. Karena masalah keterbatasan anggaran, tahun ini trotoar tersebut baru bisa dibangun satu sisi. Sementara sisinya yang lain direncanakan dibangun tahun 2017 nanti.
“Kawasan ramah disabilitas ini dibangun, sebagai wujud perhatian kita bersama untuk pemenuhan hak-hak bagi masyarakat kita yang menyandang disabilitas. Di samping itu juga dalam rangka menata kawasan tersebut menjadi pusat bisnis secara terbuka bagi masyarakat, dengan menciptakan kawasan yang indah, tertib, aman dan nyaman. Sehingga diyakini, akan membangkitkan pariwisata dan perekonomian Kota Padang ke depan,” sebut Mahyeldi kepada wartawan usai peresmian yang dilangsungkan di depan Hotel Rocky itu.
Dikatakan Mahyeldi, selain itu demi lebih kondusifnya kawasan tersebut Pemko juga menyediakan tempat beristirahat bagi para pejalan kaki sebanyak 22 unit bangku taman. Sementara agar menambah keindahan suasana pada malam harinya, juga dipasang lampu hias pedestrian sebanyak 33 buah yang dilengkapi 13 pot tanaman hias.
“Sementara untuk menjaga kebersihan di kawasan ini, kita disediakan16 tong sampah. Sehingga dengan itu telah mendukung upaya menjadikan Padang sebagi kota inklusif,” imbuhnya.
Kemudian kata Wako lagi, untuk menjadi kota inklusif beberapa faktor harus dipenuhi, seperti spasial, sosial dan ekonomi. Pemko berharap, semoga upaya ini didukung oleh pihak swasta dan stake holder kiranya dapat mendukung khususnya memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan kawasan ramah disabilitas ini. Semoga kepedulian kita semua terhadap pembangunan inklusi di Padang memberikan umpan balik bagi kita bersama. Lihat saja, dibangunnya trotoar di kawasan pusat bisnis ini diyakini akan dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Sehingga kawasan tersebut akan diketahui dan memancing minat banyak orang dan makin ramainya orang ke sini tentu ada perputaran roda ekonomi,” ujar Walikota Agamis ini mengakhiri.
Dengan resminya jalan Permindo menjadi kawasan ramah disabilitas, khusus bagi para Pedagang Kratif Lapangan (PKL) yang biasanya berjualan di kawasan Permindo telah bersedia membongkar sendiri bangunannya. PKL di kawasan ini pun sepakat membentuk koperasi dan berkomitmen setelah peresmian tidak berjualan lagi di atas jalan. Tapi pindah ke bahu jalan dengan menghadap ke trotoar yang berbatasan dengan jalan sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan di jalan dan lalu lintas orang di trotoar. Adapun dalam peresmian tersebut, para penyandang disabilitas yang dominan berusia anak-anak hingga remaja ini mampu memukau dan menghibur seluruh hadirin. Dimana terlihat dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, ternyata mereka memiliki kelebihan-kelebihan yang patut diapresiasi dan didukung dalam penyaluran bakatnya.
seumber: humas dan protokol kota padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2016
Kunjungan Walikota Padang ke gubuk Sainem membuat keluarga terharu
Written By Anonymous on 29 September, 2016 | September 29, 2016
![]() |
| Sarnianto (58) anak ke empat dari Mbah Sainem (120) (klikata.com) |
Padang (KLIKATA.COM) - Selama ini tak pernah terlintas dalam pikiran Sarnianto (58) anak ke empat dari empat saudara dari pasangan Sainem (120) dan Marijo (Alm.) Terkait kunjungan Walikota Padang Mahyeldi ke gubuk reotnya.
"Saya tak menyangka Pak Walikota Padang bisa menengok ibu saya yang sudah berumur 120 th ini," ujar Anto dengan mata berkaca - kaca. Dan saya selama ini hanya tahu Pak Walikota dari cerita orang - orang saja. Tapi,sekarang Walikota bisa hadir di dalam gubuk reot ini.
Ibu saya saat ini sudah berumur 120 tahun, lahir di Kedung Pati Kab.Magetan Prov.Jawa Timur. Sebagai seorang anak saya ingin sekali membahagiakan si mbah, tapi apa daya kondisi kehidupan kami jauh berkecukupan dan hanya pas buat makan sehari - hari saja.
Dengan hadirnya Pak Walikota kemaren ke gubuk saya membuat keluarga kami sangat terbantu sekali. Sekarang sudah ada kursi roda, kasur, lampu penerangan dan makanan.
"Saya sangat berterima kasih pada Pemko Padang telah memberikan bantuan pada keluarga kami. Saya mendoakan Pak Walikota sehat selalu dan terus memperhatikan Sainem - sainem lainya di luar sana yang hidupnya kurang beruntung," ujar Anto sambil menutup pembicaraan dengan menghapus air mata yang jatuh di pipinya.
sumber: news.klikata.com
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 29, 2016
Walikota Padang Sambangi Gubuk Mbah Sainem
![]() |
| Walikota Padang saat berbincang dengan Mbah Sainem (120 tahun) dan Suniarto (59 tahun) di gubuk milik Sainem, Senin (26/09/2016) siang. (KLIKATA FOTO) |
Padang, (KLIKATA.COM) - Setelah mendapatkan informasi terkait kehidupan Mbah Sainem seorang wanita lansia berusia 120 tahun, Walikota Padang beserta rombongan menyambangi gubuk milik Sainem di Kampung Kandis Teleng Simpang Ampek Aia Pacah Kota Padang, Senin (26/09) siang.
Mbah Sainem berasal dari Kedung Panji Kec. Lembeyan Kabupaten Magetan Jawa timur. Hidup dengan kondisi memprihatinkan, tinggal di gubuk berlantaikan tanah dengan luas bangunan 4x6 m . Kamar Sainem sangat sempit dan satu atap dengan kandang itik. Gubuk tempat tinggal Sainem hanya berjarak 4 km dari Balai Kota Padang yang megah.
Terkait permasalahan ini, Walikota Padang Mahyeldi mengungkapkan bahwa bantuan sosial khusus lansia telah ada anggaran rutinnya tiap tahun. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan sehari-hari yaitu makanan.
Mahyeldi yang turut didampingi oleh Lurah Aia Pacah, Camat koto Tangah dan Kepala Dinas Sosial Kota Padang berencana akan memberikan bantuan melalui BAZNAS dan Dinas Sosial berupa kasur, selimut, kursi roda, dan makanan.
Bukan hanya itu saja, Walikota Padang juga mempunyai niat untuk memperbaiki gubuk tempat tinggal sainem tetapi terkendala oleh kepemilikan lahan. Sebab, tanah tempat berdirinya gubuk tersebut bukanlah milik sainem melainkan milik salah satu warga Aia Pacah yang bersedia meminjamkan lahan kepadanya.
Kedatangan Walikota Padang ini mendapatkan sambut baik dari Suniarto, anak bungsu mbah sainem yang hidup bersama dengan mbah sainem di gubuk tersebut " keinginan saya tidak banyak, yang penting bagaimana si mbah bisa hidup layak, itu saja" jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengungkapkan harapannya terhadap kinerja lurah serta peran masyarakat sekitar agar mempertahankan kepedulian sosial.
" kita juga mengharapkan dari lurah untuk proaktif dalam meninjau evaluasi warganya dan juga mendorong, memotivasi masyarakat untuk peduli sesama dan peduli terhadap lingkungannya."
sumber: news.klikata.com
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 28, 2016
Indonesia Merindukan Politik Adiluhung
Written By Anonymous on 28 September, 2016 | September 28, 2016
Jakarta (28/9) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menilai rakyat Indonesia saat ini sangat merindukan politik adiluhung (high politic). Meski belum terwujud hingga sekarang ini, tapi jangan sampai timbul keraguan.
"Banyak yang rindu politik adiluhung (high politic) tapi ragu bisa mewujudkan. Tak apa, ragu dan rindu tanda masih ada harapan. Yang penting tidak putus asa!" kata Sohibul melalui akun Twitternya @msi_sohibuliman, Rabu (28/09/2016).
Kang Iman, demikian ia intim disapa, menganggap adanya politik tersebut praktis akan menghadirkan dinamika dan keharmonisan.
"Politik adiluhung itu niscaya agar hadir dinamika nan harmonis. Diawali oleh elit, rakyat mencontoh. Dari cara kompetisi sampai cara kelola kekuasaan!" ujar Kang Iman.
Politik adiluhung menurut Kang Iman sangat dinamis dan harmonis. Sebab, dalam politik tersebut berlomba hadirkan kebaikan dengan takaran rasional bukan emosional.
"Tak ada caci maki dan sumpah serapah!" cetus Kang Iman. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 28, 2016
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Ajak Semua Lapisan Peduli Penyandang Disabilitas
PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengajak seluruh lapisan untuk peduli kepada penyandang disabilitas. Sebab, penyandang disabilitas setara dengan masyarakat lain tanpa dibeda-bedakan.
“Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban dan peranan yang setara demi mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas di segala bidang,” ujar Mahyeldi saat memberikan sambutan pada pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Walikota se-Indonesia ke-6 untuk Kota Inklusif di Hotel Mercure Padang, Selasa (27/9).
Lebih jauh dikatakan walikota, diperlukan pengakuan, penghormatan atas harkat dan martabat manusia yang melekat dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sehingga mendapatkan penerimaan penuh di segala lapisan masyarakat. Untuk pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas ini diperlukan sarana prasarana dan upaya yang lebih memadai, terpadu dan berkesinambungan dari para pemegang kebijakan, pemerintah dan aparaturnya serta dukungan masyarakat dan pihak swasta.
Selama ini keberadaan dan hak kaum disabilitas telah dikukuhkan ke dalam produk hukum. Indonesia telah memiliki Undang-Undang nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2011, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.
"Di Minang, falsafah dan tradisi adat begitu kuat. Maka sejatinya dalam masyarakat Minangkabau tidak mengenal adanya perlakuan diskriminasi terhadap orang-orang dengan disabilitas,” papar Mahyeldi.
Di Kota Padang, upaya pemenuhan hak-hak kaum disabilitas terus dioptimalkan. Dari sisi legalitas, Pemko Padang bersama DPRD telah melahirkan Perda Kota Padang Nomor 3 Tahun 2015.
“Perhatian kepada disabilitas cukup besar di Kota Padang. Kita salut dengan langkah yang telah dilakukan Padang dengan menerbitkan Perda bagi kesejahteraan dan perhatian kepada kaum disabilitas,” terang Menteri Sosial RI yang diwakili Fungsional Analis Kebijakan Madya Kementerian Sosial, Eva Rahmi Kasim.
Sementara, Director and Representative UNESCO Office Jakarta, Shahbaz Khan menyebut bahwa pihaknya akan membantu pemerintah maupun masyarakat Indonesia dalam mewujudkan terlaksananya prinsip-prinsip yang dipromosikan oleh PBB mengenai hak-hak penyandang disabilitas.
“Diadopsinya UU 8/2016 oleh Pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk memperkuat usaha-usaha dan pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas,” tukasnya.
Dalam pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Walikota se-Indonesia ke-6 untuk Kota Inklusif di Hotel Mercure Padang itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemko Padang dan UNESCO mengenai “Inklusi Sosial bagi Penyandang Disabilitas”. Pertemuan itu dibuka Walikota Padang dan ditandai dengan pemukulan gong. Nampak hadir di acara tersebut diantaranya Direktur ILO Indonesia Mr Francesco Di’Ovidio, Direktur Eksekutif Apeksi Pusat yang diwakili Sri Indah Wabinastiti, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril, dan sejumlah pimpinan organisasi penyandang disabilitas lainnya. Selain itu juga tampak walikota dan bupati peserta seperti Walikota Banda Aceh, dan lainnya. Termasuk Ketua DPRD Kota Padang Erisman.[humas dan protokol kota padang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN








