pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kawal Pilkada, Jangan Beri Peluang Pada Pemimpin Tidak Berkualitas

Written By @Adimin on 30 January, 2017 | January 30, 2017




Jakarta : pks.id Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menekankan agar kader partainya mengawal Pilkada DKI dari potensi kecurangan. Dia menegaskan, jangan memberi peluang kepada pemimpin tidak berkualitas.

"Mari kita bersama kawal dan awasi setiap proses pemilihan ini. Jangan sampai ada kecurangan yang dapat memberikan peluang pada pemimpin yang tidak berkualitas," ujar Sohibul Iman saat berorasi di kampanye pasangan calon Anies- Sandi di GOR Grogol, Jakarta Barat, Ahad (29/1/2017).

Pria yang akrab disapa Kang Iman ini menegaskan, peran kader sangat istimewa dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini. Ada tiga alasan keistimewaan peran kader.

"Pertama, Pilkada DKI adalah Pilkada yang memiliki perhatian dari seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, antum semua menjadi pusat perhatian seluruh rakyat Indonesia," cetusnya.

Kedua, lanjut mantan rektor Universitas Paramadina, keikutsertaan dalam Pilkada berarti ikut serta menciptakan sejarah perubahan bagi Jakarta. Ketiga, para pengusung Anies-Sandi tidak hanya PKS dan Gerindra, tapi juga beragam elemen masyarakat yang dulunya berafiliasi dalam partai lain kemudian beralih mendukung Anies Sandi.

"Antum yang memperjuangkan pemenangan Anies-Sandi adalah orang yang memiliki keistimewaan," ujar imbuh Kang Iman.


Dalam penutupan orasinya, Kang Iman mengingatkan kepada setiap kader untuk bahu membahu dalam menjemput kemenangan.
"Mari seluruh kader untuk bahu membahu memenangkan Anies-Sandi. Dan mohon awasi bersama untuk mengawasi kecurangan-kecurangan," tutup Kang Iman.


 posted by @Adimin

Letnan Jenderal dan Perintah Presiden



Jakarta : pks.id Kata-kata Sandiaga Salahuddin Uno tiba-tiba terhenti. Puluhan ribu lautan manusia di depannya sejurus ikut tercekat. Orasi lantang yang dipekikkan Sandi menemui jeda sebentar. Lantas, pandangannya tertuju ke pintu masuk VIP GOR Soemantri, Jakarta. Nampak hadir Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menuju panggung beriringan dengan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

Sandi paham kedua pimpinan partai pengusungnya bersama Anies Baswedan harus disambut. "Kita sambut pimpinan kita Bapak Prabowo," ujarnya. Langsung seruan Sandi disambut teriakan takbir puluhan ribu kader PKS yang sedang menggelar kampanye terbatas Anies-Sandi, Ahad (29/1/2017).

Prabowo lantas diberikan kesempatan berorasi. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini memang sedang menunaikan janjinya. Ia akan turun langsung mengampanyekan Anies-Sandi kepada warga Jakarta. Hari ini, ia diundang sejawatnya Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman untuk menyemangati kader-kader PKS.

Mantan Danjen Kopassus ini pun langsung memuji kedekatannya dengan Presiden PKS. Ia menyebut hanya seorang Presiden PKS yang mampu memerintah letnan jenderal untuk hadir di kampanye Anies-Sandi. "Bayangkan Letjen diperintah oleh presiden, hanya Presiden PKS. Ini semua karena kami sekutu," ujarnya.

Prabowo lantas memuji PKS sebagai sekutu. Bukan sekadar teman dekat. Bagi Prabowo, sekutu jauh lebih tinggi artinya dibandingkan teman. "PKS adalah sekutu. Jadi sekutu tingkatnya lebih tinggi dari sahabat. Kalau sekutu sampai perjuangan belum selesai tetap sekutu," ujar Prabowo.

Dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta, PKS memang hanya maju bersama dengan Partai Gerindra. Sebelumnya, PKS juga mendukung Prabowo yang mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2014. Hingga kini, kedua partai ini juga tetap setia berada di luar pemerintahan.

Prabowo lantas blak-blakan. Banyak hal yang saat ini ada di Gerindra sebagian adalah hasil mencontek PKS. "PKS ini kalau menyelenggarakan kegiatan luar biasa. Gerindra sering contek dari PKS. Nyontek boleh dong? Nyontek dalam hal kebaikan," tutur dia.

Prabowo lantas meyakinkan warga Jakarta untuk memilih Anies-Sandi. Ia menyebut pasangan nomor urut tiga ini adalah yang terbaik. Bahkan, ia sekali lagi memuji PKS yang rela tidak memajukan kadernya demi pasangan Anies-Sandi. Ia juga memuji sikap kader Gerindra Sandiaga Uno yang rela mengalah. "Pak Sandiaga Uno yang sudah satu tahun berjuang untuk gubernur rela jadi nomor dua. PKS lebih besar, wagub saja tidak menuntut," papar dia.

Prabowo juga mengaku sangat melihat semangat dan antusiasme pendukung Anies-Sandi. "Wajah kalian sudah berseri-seri, wajah penuh kemenangan. Wajah kalian wajah keadilan. Kita berjalan di jalan yg benar pasti menang pasti Menang pasti menang," ujarnya.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman juga merasakan hal yang sama. Ia merasa tanda-tanda kemenangan pasangan Anies-Sandi sudah di depan mata. "Sudah nampak cahaya kemenangan. Dengan takdir Allah SWT Anies-Sandi menang," ujar dia.

Ia pun meminta kepada seluruh kader dan simpatisan PKS untuk bekerja keras memenangkan Anies-Sandi. "Untuk itu saya minta seluruh keluarga besar PKS bahu-membahu meyakinkan masyarakat untuk memilih Anies-Sandi," ujar dia



posted by @Adimin

Mewaspadai Fitnah Penguasa di Akhir Zaman

Written By @Adimin on 23 January, 2017 | January 23, 2017



  سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ وَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ
 

“Akan ada sepeninggalku nanti sejumlah pemimpin.Barangsiapa yang masuk menemui mereka, lalu dia membenarkan kedustaan mereka, dan membantu mereka dalam kezhaliman mereka maka dia bukan bagian dariku, aku juga bukan bagian darinya, dan dia tidak akan menemuiku di telaga Surga. Barangsiapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam kezhaliman mereka maka dia adalah bagian dari diriku, aku juga bagian darinya, dan dia akan dating menemuiku di telaga Surga. [HR. At-Tirmidzi, kitab Al-Fitan, hadits no. 2360]


Inilah zaman yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana para pemimpinnya menjadikan penjahat dan preman sebagai teman dekat


DALAM Islam, masalah imamah merupakan bagian yang teramat penting untuk terjaminnya kemaslahatan manusia. Karenanya Islam memberikan perhatian yang sangat serius agar ia tidak jatuh ke tangan orang yang salah. Saat nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam wafat, maka bukan perkara jenazah nabi  yang menjadi perhatian terpenting, melainkan siapakah yang lebih berhak menjadi penggantibeliau. Baru setelah kaum muslimin sepakat atas terpilihnya Abu Bakar ra, mereka kembali merampungkan urusan jenazah nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Atas petunjuk pemimpin baru yang telah disepakati pula tempat penguburan nabi ditetapkan. Sehingga tidak ada perselisihan di antara mereka.
Saat nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menyampaikan pesan tentang munculnya model baru dalam kepemimpinan, barangkali tidak terbayang seperti apa yang akan terjadi pada manusia sepeninggal beliau. Para sahabat adalah manusia-manusia bersih yang diakui kejujuran dan ketulusannya dalam mengemban amanah.Mereka tidak memiliki ambisi duniawi atau mengejar kedudukan dan kekuasaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telahmemuji mereka di dalam kitab-Nya, juga telah meridhai mereka.

Dalam kondisi seperti itu, ternyata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah menubuwatkan akan berlangsungnya suatu zaman yang amat sangat kontras dengan apa yang disaksikan oleh para sahabat; para pemimpinnya adalah manusia-manusia jahat, bahkan lebih jahat dari kaum Majusi.

Akhir Zaman; Ketika Parameter Menilai Kebenaran Telah Berubah

Hingga datangnya era khulafaur rasyidin, apa yang beliau nubuwatkan juga masih belum terbayang. Namun, nubuwat itu terus berlanjut dan diriwayatkan secara turun-temurun.Hingga akhirnya kita –sebagai manusia akhir zaman- mendengar dan menyaksikan kebenaran nubuwat tersebut.Sebagian kita menyimpulkan, boleh jadi inilah zaman yang telah dinubuwatkan, zaman yang para penguasanya berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Bagaimana bisa disebut berilmu jika mereka menolak hukum Allah dan Rasul-Nya sebagai sumber dari segala sumber ilmu.Bukankah hanya orang yang takut kepada Allah saja yang layak mendapat predikat berilmu (ulama)?.

Nampaknya, inilah zaman yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana para pemimpinnya menjadikan penjahat dan preman sebagai teman dekat.Menjadikan pembunuh berdarah dingin sebagai backing dan pada saat yang sama menjadikan para ulama sebagai objek buruan. Mereka juga melarang yang makruf dan memerintah yang munkar; jilbab dilarang sementara minuman kerasdi legalkan.Inilah masa yang kita diingatkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menjauhi mereka. Rasul saw bersabda, ”Benar-benarakan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa menjadi penasehat mereka, pembantu mereka, dan pendukung mereka, berarti ia telah binasa dan membinasakan orang lain. “ [ HR. Ibnu Hibban, Silsilah al-Ahadits al-Shahihah no. 360]

Terjadi di era pemimpin yang menggigit atau penguasa diktator?

Banyak ulama yang menjelaskan bahwa kaum muslimin yang mengalami zaman fitnah itu hendaklah bersabar dan tetap mentaati para pemimpinnya selama bukan dalam kemaksiatan. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam riwayatSalamah bin Yazid Al-Ju‘fi, Rasulullah bersabda, “Kalian dengarkan dan taati perintah para pemimpin itu. Mereka hanya bertanggungjawab atas dosa merekadan kalian juga hanya bertanggung jawab atas dosa kalian.” [HR. Muslim, hadits no. 1846]

Ketika Umat Islam Mengadopsi Sistem Persi dan Romawi

Muncul persoalan baru tentang status penguasa saat ini, apakah mereka yang dimaksud dengan hadits-hadits di atas ataukah riwayat tersebut mengacu pada masa kepemimpinan sebelumnya? Seperti yang termuat dalam riwayat Ahmad bahwa fase kaum muslimin akan berlangsung dalam lima periode; nubuwah, khilafah rasyidah, mulkan adhan, mulkan jabriyah dan terakhir khilafah rasyidah. Kita pasti sepakat bahwa saat ini kita hidup di era mulkan jabriyah, era penguasa diktator yang tidak lagi menjalankan syari’at Islam sebagai dasar hukum bernegara.

Lebih tepatnya, para penguasanya menolak kalau negerinya disebut dengan negara Islam. Sementara para salaf yang berbicara tentang keharusan taat –dalam hal makruf- kepada penguasa dzalim, selalunya dalam kontek penguasa mulkan adhan, dimana mereka semua menjadikan syari’at Allah sebagai dasar hukum bernegaranya.

Ringkasnya, jika terhadap penguasa dzalim yang menjadikan syari’at Islam sebagai dasar negaranya kita diperintahkan untuk menjauhinya dan waspada akan bahaya fitnahnya. Lalu, bagaimana sikap seorang muslim terhadap penguasa diktator yang menolak syari’at Islam bahkan memeranginya? *
Penulis buku-buku akhir zaman
 
oleh: Abu Fatiah Al-Adnani


posted by @Adimin

Ketua Majelis Syuro : Pentingnya Ukhuwah dalam Bekhidmat Untuk Rakyat

 

Solo (21/1) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al Jufri menyampaikan bahwa pondasi utama perjuangan PKS adalah ukhuwah serta kebersamaan.


“Kita ini bukan siapa-siapa, yang menjadikan kita besar adalah karena ukhuwah dan kebersamaan kita semua,” kata Salim Segaf Al Jufri saat menghadiri acara silaturahim dengan kader di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (19/1/2017).

Salim Segaf Al Jufri Juga menambahkan bahwa berkhidmat untuk rakyat bukan hanya tagline saja, diperlukan kerja semua struktur dari tingkat pusat sampai ranting untuk dapat mewujudkanya.

“Ibarat sebuah tubuh, dari kepala hingga kaki memilki peranan penting sehingga tubuh kita bisa bekerja dengan normal, begitu juga partai ini mulai dari pimpinan tingkat pusat sampai ranting memiliki peranan yang penting dalam setiap tugasnya,” ujarnya.

Silaturahim dan bertemu langsung dengan masyarakat juga menjadi hal yang penting yang disampaikan Salim Segaf Al Jufri dalam tausiyahnya, karena menurutnya dengan bertemu langsung, masyarakat bisa menilai dan merasakan kerja-kerja kader di tengah-tengah mereka.

Acara yang diselenggarakan di rumah dinas wakil bupati Karanganyar ini dihadiri oleh Aggota DPR RI Dapil 5 Jawa  Tengah Abdul Kharis, wakil Bupati Karanganyar yang juga kader PKS Rohadi Widodo, Ketua DPD Karanganyar Joko Tri Susilo, serta ratusan kader PKS Se-Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.



posted by @Adimin

Wako Mahyeldi Bicara Padang di Seminar Internasional Wisata Syariah

Written By Anonymous on 09 January, 2017 | January 09, 2017

PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo akan bertindak sebagai pembicara dalam seminar internasional wisata syariah. Seminar yang diselenggarakan dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) itu dilaksanakan, Selasa (10/1) di Bogor.

"Ya, Bapak Walikota Padang ditunjuk sebagai pembicara dalam acara tersebut," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi membenarkan, Senin (9/1) siang.

Ditunjuknya Walikota Padang sebagai pembicara dalam seminar itu sesuai surat yang dikirimkan Ketua Umum DPP Asphurindo H Hafidz Taftazani. Surat tersebut bertanggal 14 Desember 2016 dengan nomor OB/DPPASPHURINDO/XII/2016.

"Acara seminar digelar di Ballroom Royal Tulip Hotel Gunung Geulis Bogor," sebut Medi.

Seminar internasional wisata syariah ini mengangkat tema "Wisata Syariah Sebagai Lokomotif Inbound Bagi Indonesia". Seminar dimulai pukul 08.00 Wib.

"Kita sudah siapkan materi yang akan disampaikan Bapak Walikota di acara tersebut," jelas Medi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Seminar dan Munas II Asphurindo ini akan diikuti sejumlah undangan. Termasuk 10 duta besar serta 100 travel penyelenggara haji dan umrah seluruh Indonesia.



posted by @Adimin

Walikota Resmikan Jembatan Lasuang, Mimpi Warga Menjadi Kenyataan

PADANG – Sekian lama menunggu, akhirnya mimpi warga Lasuang Kampuang Pinang jalan Akhirat Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) untuk memiliki sebuah jembatan telah menjadi kenyataan. Jembatan yang dialiri sungai Batang Timbalun itu telah selesai dibangun oleh Pemko Padang dan diresmikan Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt. Marajo, Sabtu (7/1).

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur jembatan Lasuang jalan Akhirat telah selesai dibangun. Keberadaan jembatan ini sangat penting, karena merupakan akses penghubung yang didambakan warga selama ini,” sebut Walikota pada kesempatan itu.

Mahyeldi melanjutkan, ia pun mengapresiasi dukungan dan semangat kebersamaan yang dilihatkan seluruh elemen masyarakat di daerah tersebut. Dengan semangat kegotongroyongan itulah jembatan Lasuang dapat dibangun secara baik.

“Jika kita bersama-sama membangun daerah ini tidak ada yang tidak mungkin. Dimana yang susah akan menjadi mudah dan yang berat pun pasti akan terasa ringan. Untuk itu atas nama Pemerintah Kota Padang, kita berterima kasih atas partisipasi dan kerja sama warga yang telah mendukung pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu Arpendi Dt. Tan Bagindo anggota DPRD Padang dapil setempat yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus menyampaikan, keberadaan jembatan Lasuang jalan Akhirat ini diyakini akan berdampak bagi kemajuan ekonomi di daerah tersebut ke depan. Dimana daerah yang dikelilingi persawahan dan perbukitan itu sekarang telah memiliki jembatan yang representatif, Akses transportasi yang sebelumnya terhambat pun sekarang menjadi lancar dan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

“Pembangunan jembatan ini terwujud berkat kegigihan warga semua. Alhamdulillah Pemko Padang mendukungnya,” tukas Arpendi.

Dalam peresmian jembatan Lasuang itu juga dihadiri Camat Bungus Zulkadri, unsur Forkopimka Bungtekab, lurah se-Bungtekab, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan seluruh unsur masyarakat setempat. 



posted by @Adimin

PKS Tetap di Luar Pemerintahan

Jakarta (9/1) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa partai akan tetap berada di luar pemerintahan. Hal tersebut, kata Jazuli, sesuai dengan keputusan Majelis Syuro agar tetap berada di luar pemerintahan dengan berbagai alasan.

"Alasan pertama, PKS sadar tidak ikut berkeringat dalam memenangkan pasangan Jokowi-JK sehingga rasanya tidak etis begitu Jokowi-JK menang, lalu PKS mengambil jatah teman-teman yang sudah berkeringat," ujar Jazuli di Jakarta, Senin (9/1).

Kedua, kata dia, agar tetap terjadi check and balances dalam menjalankan pemerintahan. Namun, Jazuli menegaskan bahwa PKS tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan selama kebijakannya sejalan kepentingan rakyat.

"Jika kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan keinginan rakyat terutama rakyat kecil, maka PKS akan memberikan tusiyah atau mengingatkan, bukan menganggu, demi bangsa dan Negara. Dalam konteks ini, PKS ini menjadi oposisi yang konstruktif," tandas dia.

Hal senada diungkapkan juga oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Menurut dia, di luar kabinet merupakan bagian dari demokrasi. Bila, PKS memenangkan pemilu maka berada di dalam kabinet.

"Majelis syuro sudah memutuskan, kami akan istiqomah di luar kabinet, istiqomah di luar kabinet itu bukan menjadi asal beda, asal mengkritik. Jadi, Kalau kita kalah ya di luar kabinet, kami hormati pilihan politik kawan-kawan yang lain silakan, kami sudah memutuskan itu dan hormatilah sikap kami," kata Hidayat di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (8/1).

PKS, kata Hidayat, akan mengawasi kinerja pemerintahan dalam membangun Indonesia dari luar kabinet. Hidayat menegaskan pihaknya tidak akan goyah terkait keputusan tersebut.

"Kami sudah punya pengalaman dua-duanya, zaman SBY-JK kami di dalam kabinet, era gusdur kami dalam kabinet, zaman Mega kami di luar kabinet dan baik-baik saja. Itu kan hal biasa dalam demokrasi," pungkas dia.




posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger