Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 09, 2017
posted by @Adimin
Jadilah Muslim yang Pandai Mengambil Hikmah
Written By NeoBee on 09 March, 2017 | March 09, 2017
“SESEORANG akan terus
menghadapi ujian yang sama jika setiap kali ujian datang, ia tak pernah lulus
dari ujian tersebut,” demikian ungkapan seorang pengusaha kala memberikan
motivasi.
Ia
pun menyontohkan, “Misalnya ada orang tiba-tiba sakit perut. Ia terus mencari
obat, reda. Dan, tidak lama lagi, sakit perut lagi. Loh, kenapa jadi sering
sakit perut,” urainya.
“Orang
yang seperti itu tidak mengambil hikmah. Sebenarnya ketika sakit perut pertama,
ia mestinya mengambil hikmah, cek kebiasaan makannya. Apakah makanannya
berdasarkan kebutuhan atau nurutin selera, sambel yang banyak misalnya. Jika
dia tidak mengambil hikmah, sampai kapanpun, sekalipun ia minum obat, sakit
perut itu akan terus menimpanya. Kenapa, ia bersandar pada obat dan tidak
benar-benar ingin sehat. Kalau mau sehat, ambil hikmah dan berhenti makan
secara tidak sehat,” jelasnya.
Pandangan
tersebut patut memantik kesadaran kita untuk melihat hidup ini dengan menemukan
atau mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mewarnai kehidupan ini.
Allah
Ta’ala pun memerintahkan kita untuk berpikir dengan kisah-kisah, perumpamaan
yang Allah jabarkan di dalam Al-Qur’an.
“Maka
ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar merepa berpikir.” (QS. Al-A’raf: 176).
Dalam
bahasa umum hikmah dipahami sebagai kebijaksanaan atau bijaksana. Dan, di dalam
Al-Qur’an istilah ‘hikmah’ yang merupakan langsung dan asli dari Al-Qur’an itu
disebut sebanyak 20 kali. Hamid Fahmy Zarkasy dalam artikelnya yang berjudul
“Hikmah” menjelaskan bahwa Hikmah juga berkaitan dengan berpikir yang logis dan
mendalam. Karena itu Ibn Rusyd menerjemahkan ‘hikmah’ dengan filsafat dan hakim
dengan filosof.
Tentu
saja, makna praktis yang bisa kita ambil adalah bagaimana kita senantiasa mau
mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang mengitari kehidupan sekaligus
mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah-kisah yang ada di dalam Al-Qur’an.
Dengan demikian, perubahan mindset dan perilaku bisa secara perlahan diupayakan
di dalam diri kita.
Sebagai
contoh, mari kita pelajari mengapa Abu Bakar diberi gelar Ash-Shiddiq. Aisyah
Raiyallahu ‘Anha mengatakan, “Ketika Nabi Shallallahu alayhi wasallam dalam
perjalanan ke Masjid Aqsha saat Isra Mi’raj, banyak orang membicarakannya.
Beberapa
orang yang telah beriman pun berbalik tidak percaya, lalu mendatangi Abu Bakar
dan berkata, “Apa pendapatmu tentang cerita temanmu itu? Dia mengaku telah
diperjalankan ke Baitul Maqdis semalam. Dia mengaku telah diperjalankan ke
Baitul Maqdis semalam.”
Abu
Bakar balik bertanya, Dia mengatakan demikian?” Mereka menjawab, “Ya.” Abu
Bakar menimpali, “Kalau begitu dia benar.”
“Jika
dia pergi ke Baitul Maqdis semalam dan kembali sebelum pagi hari ini, apa
engkau akan membenarkannya juga?” tanya mereka lagi.
Abu
Bakar menjawab, “Seandainya dia mengatakan lebih jauh lagi dari itu, aku akan
membenarkannya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.” Hal inilah yang
menjadikan Abu Bakar dijuluki dengan Ash-Shiddiq.
Kisah
di atas memberikan petunjuk bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan segala
kebenaran yang belum bisa dijangkau oleh rasio dan cara berpikir saat itu sama
sekali bukan penentu untuk mengukur kebenaran dan keabsahan kerasulan Muhammad.
Toh, dalam praktik keseharian, Nabi Muhammad adalah orang yang berkahlakul
karimah, menghendaki hidayah bagi umatnya dan tidak pernah berpikir bagaimana
mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Dengan logika sederhana bisa
dipahami, “Jadi apa untungnya Nabi Muhammad berbohong dan itu sangat mustahil.”
Oleh karena itu, keimanan Abu Bakar tidak pernah goyah dengan ketidaktahuan masyarakat
Arab pada umumnya.
Secara
lebih utuh, kisah Nabi Yusuf adalah kisah terlengkap di dalam Al-Qur’an yang
terurai secara keseluruhan di dalam satu surah, yang tentu saja memudahkan kita
untuk mengambil pelajaran (hikmah) di dalam kisah tersebut.
Sampai-sampai
Allah Ta’ala menegaskan
نَحْنُ نَقُصُّ
عَلَيْكَ أَحْسَنَ
الْقَصَصِ بِمَا
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ
هَـذَا الْقُرْآنَ
وَإِن كُنتَ
مِن قَبْلِهِ
لَمِنَ الْغَافِلِينَ
“Kami
menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini
kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk
orang-orang yang belum mengetahui.”
(QS. Yusuf [12]: 3).
Di
antara hikmah terbesar dari kisah Nabi Yusuf adalah kesabarannya dalam
menghadapi cobaan hidup dan bahkan Nabi Yusuf berlapang dada dan memaafkan
saudara-saudaranya saat dirinya menjadi orang yang Allah angkat derajatnya.
Secara
eksplisit Allah nyatakan mengenai kisah Nabi Yusuf ini.
لَّقَدْ كَانَ
فِي يُوسُفَ
وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ
لِّلسَّائِلِينَ
“Sesungguhnya
ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan
saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” (QS. Yusuf [12]: 7).
Bagi
orang-orang yang bertanya menunjukkan bahwa apa yang ditegaskan oleh Hamid
Fahmy Zarkasy bahwa hikmah bermakna pemikiran yang mendalam sangatlah relevan.
Oleh karena itu, Allah banyak sekali memerintahkan umat Islam untuk senantiasa
berpikir, terutama untuk memahami kekuasaan Allah Ta’ala.
Di
antara hikmah dari kisah Nabi Yusuf adalah jangan pernah putus asa dari rahmat
Allah, sekalipun rasa-rasanya hidup diterpa kesulitan secara bertubi-tubi.
Kemudian, jangan pernah kompromi dengan kebatilan, sebab sekalipun harus
menghadapi kesulitan karena konsisten di dalam kebenaran, Allah lah yang akan
berikan jalan keluar terbaik dan membalikkan keadaan.
Selanjutnya,
jangan pernah dendam, sekalipun terhadap mereka yang telah membuat hidup kita
sengsara. Maafkan dan terimalah mereka kembali. Di sana ada kebahagiaan luar
biasa.
Dengan
demikian, sebenarnya hidup seorang Muslim tidak perlu dilanda stress dan
frustasi. Sebab, apapun yang kita alami, hakikatnya solusi sudah ada di dalam
Al-Qur’an.
Pertanyaannya
adalah, apakah diri kita telah benar-benar mengambil pelajaran dengan
sungguh-sungguh mentadabburinya atau sekedar tahu tanpa pernah melakukan perenungan
dan pendalaman dari setiap ayat-ayat Allah yang terpapar di dalam Al-Qur’an.
Padahal,
mengambil hikmah itu adalah perlu karena itulah sejatinya kekuatan dari setiap
pembacaan yang kita lakukan. Dan, tentu saja hikmah itu datangnya dari Allah,
bukan kemampuan kita semata.
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ
مَنْ يَشَاءُ
وَمَنْ يُؤْتَ
الْحِكْمَةَ فَقَدْ
أُوتِيَ خَيْرًا
كَثِيرًا وَمَا
يَذَّكَّرُ إِلَّا
أُولُو الْأَلْبَابِ
“Allah
menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang
dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan
hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman
Allah).” (QS.
Al-Baqarah [2]: 269).
Semoga
Allah bimbing kita senantiasa mampu mengambil hikmah, sehingga dapat mengambil
pelajaran dan istiqomah di dalam keimanan dan kebenaran.
Wallahu a’lam
Imam Nawawi
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
March 08, 2017
posted by @Adimin
DPC Lubuk Begalung adakan Kegiatan Jumat Berbagi
Written By NeoBee on 08 March, 2017 | March 08, 2017
pkspadang.com : Dalam rangka mendekatkan PKS dengan masyarakat dan lebih memaksimalkan kemanfaatan dari eksistensi PKS maka DPC Lubuk Begalung mengadakan kegiatan jumat berbagi. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap jumat sore di wilayah DPC Lubuk Begalung.
Masyarakat kurang mampu di wilayah DPC Lubuk Begalung sangat menunggu dan mengapresiasi kegiatan tersebut, bahkan berharap agar kegiatan itu semakin masif dan diadakan secara rutin dengan diupayakan dengan penambahan volume bantuan. Mensikapi apresiasi dan harapan masyarakat tersebut maka Ketua DPC Lubug Begalung yang saat ini diemban oleh Yudi Saputra, ST beliau mengharapkan juga support dan doa masyarakat Lubuk Begalung agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa mendukung seluruh kegiatan yang diadakan PKS.
March 08, 2017
posted by @Adimin
Cita-cita PKS untuk Indonesia: Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghafur
Depok (7/3) - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengungkapkan cita-cita partainya untuk Indonesia. Menurutnya, PKS bercita-cita mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang aman, adil dan makmur.
"Tidak ada kendala yang dimiliki oleh PKS dalam membawa Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa robbun ghofur, negeri yang subur makmur adil dan aman," ujar Hidayat dalam sesi Leaders Talk di Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).
Menurut Hidayat, tidak ada kendala yang cukup berat bagi PKS untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Karena itu, dia menyerukan Hidayat kepada seluruh kader PKS untuk senantiasa berijtihad dalam mencapai cita-cita tersebut.
"Terus berijtihad dan berkontribusi untuk negara dan bangsa yang kita cintai. Jika itu adalah komitmen kita, maka dia juga komitmen pada umat, agama, dan Tuhan," imbuhhnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kekhasan dari partai politik adalah kemauan mereka bergerak bersama rakyat. Termasuk partai politik yang ber-platform Islam, termasuk PKS.
Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, sudah banyak yang dilakukan oleh PKS dalam hal memperjuangkan kemajuan bangsa.
"Kehadiran PKS sebagai partai politik adalah proses keberlanjutan perjuangan untuk berkhidmat pada bangsa kita." jelasnya. [pks.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 07, 2017
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Humas PKS Berikan Progressive Achievement Award
Written By Anonymous on 07 March, 2017 | March 07, 2017
![]() |
| Prosesi penyerahan Progressive Achievement Award di Rakornas PKS, Selasa (7/3) (Faruq/PKS Foto) |
Depok (7/3) -- Rapat Koordinasi Nasional Partai Keadilan Sejahtera (Rakornas PKS) turut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) se-Indonesia. Wakil Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi, mengatakan Rakornas PKS juga mengumpulkan ketua bidang humas DPW se-Indonesia.
Dedi menuturkan, pada kesempatan Rakornas 2017 seluruh bidang humas DPW bersama bidang humas DPP membahas program kerja pengokohan untuk 2017. Selain itu, papar Dedi, bidang humas DPP memberikan penghargaan Progressive Achievement Award
kepada bidang humas DPW yang melakukan pertumbuhan kinerja yang progresif. "Kriterianya dinilai oleh komunitas dan pimpinan. Yang dinilai pertumbuhan atau progresivitas kinerja," ujar Dedi di sela-sela Rakornas PKS di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).
kepada bidang humas DPW yang melakukan pertumbuhan kinerja yang progresif. "Kriterianya dinilai oleh komunitas dan pimpinan. Yang dinilai pertumbuhan atau progresivitas kinerja," ujar Dedi di sela-sela Rakornas PKS di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).
Dedi menuturkan ada tujuh kriteria penilaian yakni karya videografi PKStv, karya fotografi, karya relawan digital, karya desain grafis, karya literasi, pengelolaan website dan pengelolaan fanspage terprogresif.
Berikut daftar pemenang Progressive Achievement Award 2017 bidang humas DPP PKS
1. Karya Videografi PKStv untuk DPW Riau
2. Karya Fotografi/ PKS Foto untuk Sumatera Barat
3. Relawan Digital untuk DPW Jawa Barat
4. Karya Desain Grafis untuk DPW Jawa Tengah
5. Karya Literasi untuk DPW Kaltim
6. Pengelolaan website untuk DPW Banten
7. Pengelolaan fanpage untuk DPW Kepri
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 07, 2017
Doa untuk Negeri dari Rakornas PKS
Depok (6/3) - Seluruh elemen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Indonesia menghelat hajat nasional Rakornas PKS 2017 di Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017) hingga Rabu (8/3/2017). Berkumpulnya elemen PKS se-Indonesia turut diiringi kabar sejumlah bencana yang melanda Tanah Air.
Sebelum memulai sambutan, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengajak hampir 800 peserta Rakornas PKS untuk bersama mendoakan rakyat Indonesia yang sedang diuji dengan bencana. "Mari kita sama-sama memberikan rasa duka cita kepada warga masyarakat yang sampai hari ini masih mengelami bencana khususnya bencana banjir," ujar Sohibul Iman di pembukaan Rakornas PKS, Senin (7/3/2017).
Presiden PKS mendapatkan laporan beberapa laporan bencana dari Kalimantan Tengah dan Riau. Termasuk yang baru saja menelan korban jiwa adalah banjir di Kabupaten Limapuluh kota di Sumatra Barat. Sohibul meminta agar seluruh peserta Rakornas PKS mengirimkan doa terbaik untuk korban maupun pengungsi korban bencana alam.
"Kita sama-sama turut berduka dan mereka yang mendapatkan musibah banjir atau longsor diberikan ketabahan serta korban meninggal dunia mendapat tempat yang terbaik disisi Allah," tutup Sohibul sembari memimpin pembacaan al-Fatihah bersama. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 07, 2017
posted by @Adimin
Pejabat Publik dari PKS Diinstruksikan Advokasi Rakyat
![]() |
| Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan sambutan di Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (6/3). (Faruqi/PKSFoto) |
Depok (6/3) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menginstruksikan kadernya yang menjadi pejabat publik untuk intensif melakukan pembelaan terhadap masyarakat. Sebab banyak kebijakan pemerintah yang harus dikoreksi.
Hal tersebut dikatakan Sohibul Iman dalam sambutannya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017).
Di depan 800-an pengurus dan anggota legislatif PKS dari tingkat pusat hingga provinsi, Sohibul Iman mengatakan, khidmat bagi PKS terdiri dari tiga level, yaitu pelayanan, pemberdayaan dan advokasi atau pembelaan.
“Saya percaya, antum semua dalam bab pelayanan tidak perlu diajari lagi, karena itu adalah rutinitas kita semua. Seperti sekarang ketika terjadi bencana, antum semua melakukan pelayanan kepada rakyat,” ujar Sohibul Iman.
Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga mengatakan, di aspek pemberdayaan PKS juga sudah banyak bergerak. PKS menurutnya harus mengefektifkan tindak lanjut pemberdayaan tersebut.
Dia mendorong agar kader PKS belajar dari pemberdayaan yang dilakukan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Shalahuddin Uno melalui program OK Oce.
“Dari sisi advokasi, saya meminta kepada seluruh pejabat publik kita untuk melakukan ini, lakukan advokasi kebijakan dan advokasi secara hukum. Hari ini, posisi kita ada di luar pemerintahan, sehingga fungsi advokasi harus benar-benar dilakukan,” imbuhnya.
Lebih lanjut bahkan menurutnya, banyak kebijakan dari pemerintah dan hukum saat ini yang masih harus dikoreksi. “Karena itu saya meminta kepada antum semua untuk benar-benar melakukan advokasi dari ketiga level khidmat yang kita lakukan ini,” pungkas Sohibul Iman. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 03, 2017
Tiga Langkah Jika di Timpa Musibah
Written By @Adimin on 03 March, 2017 | March 03, 2017
SATU bukti manusia tak kuasa secara mutlak dalam
hidup ini adalah hadirnya musibah dalam perjalanan hidup setiap manusia.
Namun demikian, sebagian besar orang masih menjadikan tolok ukur akal
dalam menimbang dan menentukan segala sesuatu termasuk musibah, sehingga
alih-alih ingat dan kembali kepada Allah, sebagian malah semakin jauh
dari ketentuan Islam.
Ketika anak secara mendadak terjatuh, luka bagian kepala dan
mengucurkan darah segar begitu banyak yang membuat siapapun yang
melihatnya akan shock, sebagian orang tua langsung menghardik buah
hatinya. “Ya Allah, kenapa sampai seperti ini, kamu kok gak hati-hati,
kan tadi sudah mama bilangin, jangan main di situ.” Padahal, musibah
terjadi tanpa ada satu pun manusia akan ada yang mengetahui.
Dalam kata yang lain, tak ada gunanya menyalahkan apa dan siapapun
kala musibah menimpa. Cukup kembalikan kepada Allah dengan mengucapkan “Innalillahi wainna ilayhi roji’un” sebagaimana Allah tegaskan di dalam Surah Al-Baqarah ayat 156.
Dari segi bahasa, “musibah” atau dalam dialek Arab diucapkan dengan mushabah dan mashubah, berarti “peristiwa yang dibenci yang menimpa manusia.”
Al-Qurthubi berkata, musibah sebagai semua peristiwa yang menyakiti
kaum beriman. Dalam kehidupan keseharian, musibah mencakup bencana dan
segala hal yang membawa kerugian dan kejelekan dalam pandangan manusia.
Dan, sebagai tempat ujian sementara, dunia tidak bisa bebas dari yang
namanya musibah. Abu Al-Faraj Ibn Al-Jauzi mengatakan, “Seandainya
dunia bukan medan musibah, di dalamnya tidak akan tersebar penyakit dan
nestapa, takkan pernah ada kepedihan yang menimpa para Nabi dan
orang-orang pilihan.”
Namun demikian, tidak berarti kehidupan dunia harus dihadapi dengan
penesalan, kesedihan apalagi keputusasaan. Semua peristiwa datang dari
dan diciptakan oleh Allah Ta’ala.
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا
فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ
يَسِيرٌ
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula)
pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul
Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid [57]: 22).
Artinya, sesuatu yang menimpa kehidupan umat manusia, terutama
musibah hakikatnya telah Allah tentukan. Dan, karena itu harus disikapi
dengan sabar dan lapang dada. Jangan ada ungkapan yang semakin
menjerumuskan diri pada kehinaan dan kemurkaan Allah Ta’ala.
Tentu saja, sikap yang harus diusahakan adalah sabar dan lapang dada.
Sayyidina Ali berkata, “Jika engkau bersabar, takdir akan tetap berlaku
bagimu, dan engkau akan mendapatkan pahala. Jika engkau berkeluh kesah,
takdir jug aakan tetap berlaku bagimu, dan engkau akan mendapatkan
dosa.”
Lantas, apa yang harus kita lakukan saat mendapat musibah dalam kehidupan?
Pertama, Segera ambil tindakan disertai muhasabah
Kala diri ditimpa musibah, katakanlah terkilir, terluka, sakit atau
apapun, maka bersegeralah mengambil tindakan pengobatan baik dengan
mendatangi tempat berobat maupun ahli pengobatan. Hal ini penting karena
bagian dari syariat Islam, berikhtiar menemukan solusi.
Misalnya, ketika secara tiba-tiba kaki anak atau kaki diri sendiri
terkena kenalpot motor. Jangan buang momentum dengan penyesalan atau
ungkapan negatif dengan menyalahkan siapapun, tapi segera dikompres
dingin supaya panasnya tidak meresap ke dalam. Setelah dikompres,
kemudian perawatan lukanya harus dicuci bersih tiap hari setelah itu
keringkan, kemudian kasih salep untuk luka bakar. Ini jauh lebih
efektif, luka tertangani, lisan terjaga dan lebih baik semua dilakukan
diiringi memperbanyak doa.
Jadi, jangan sampai ada tindakan yang salah, apalagi dengan mengomel
sampai akhirnya luka tidak segera ditangani, hati menjadi jengkel dan
momentum menjadi berkurang bahkan hilang untuk segera melakukan
penanganan yang semestinya.
Setelah penanganan usai dilakukan, barulah muhasabah, bagaimana
musibah itu bisa terjadi. Oh…mungkin tadi terburu-buru, tidak fokus dan
kurang hati-hati, sehingga ke depan bisa lebih hati-hati, sehingga
ikhtiar menghindari kejadian buruk bisa diupayakan sedini mungkin.
Kedua, Tetap Positif Thingking
Sekalipun musibah adalah hal yang dibenci oleh manusia, dalam Islam
musibah tak semata nestapa, ia juga kemuliaan yang amat dibutuhkan
setiap insan beriman.
“Apabila Allah menginginkan kebaikan-kebaikan hamba-Nya, maka
Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah
menghenndaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas
dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu, jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah dengan musibah apapun yang dialami. Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian itu mati, kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim).
Ketiga, Jangan mengeluh dan mencela Musibah
Sebagai insan beriman, kita dituntun oleh Allah dan Rasul-Nya untuk
menyikapi musibah secara bijaksana, yakni dengan memandang hal tersebut
secara proporsional. Sebab, musibah kadang menjadi pilihan Allah untuk
mempercepat penempaan diri menjadi insan kamil, sekalipun sudah pasti di
dunia ini no body is perfect.
Terlebih di balik musibah ada banyak kebaikan langsung dari Allah, seperti pengampunan dosa dan kebaikan-kebaikan lainnya.
“Tidak ada musibah yang menimpa umat Islam hingga sekecil duri
menusuknya, melainkan Allah Azza wa Jalla akan menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Tidak ada yang menimpa seorang Muslim dari kepenatan, sakit yang
menahun, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, atau hanya
tertusuk duri, kecuali dengan itu Allah hapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari).
“Janganlah engkau mencela penyakit demam, karena ia akan
menghapuskan kesalahan-kesalahan anak Adam sebagaimana alat pandai besi
itu dapat menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim).
Subahanalloh, demikianlah Islam menjelaskan hikmah dari musibah,
derita yang mendatangkan keberkahan dari sisi-Nya. Semoga Allah kuatkan
diri kita dalam menghadapi musibah apapun, sehingga kita senantiasa
mendapatkan rahmat dan ridho-Nya
Admin Hidcom
posted by @Adimin
Label:
OASE,
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
March 02, 2017
1. Fikrah yang jelas
Pemikiran Islami tentang tujuan-tujuan dakwah dan kehidupan keluarga merupakan unsur pentng dalam perkawinan. Ini adalah syarat utama.Keluarga islami bukanlah keluarga yang tenang tanpa gejolak. Bukan pula keluarga yang berjalan di atas ketidakjelasan tujuan sehingga melahirkan kebahagiaan semu. Kalaulah Umar bin Khattab menggebah para pedagang di pasar yang tidak memahami fiqih (perdagangan), maka layak dipandang sebagai sebuah kekeliruan besar seseorang yang menikah namun tak memahami dengan jelas apa hakekat pernikahan dalam Islam dan bagaimana kaitannya dengan kemajuan dakwah.
Kiat-kiat Membangun Keluarga Islami
Written By NeoBee on 02 March, 2017 | March 02, 2017
Bagaimanakah wujud keluarga Islami itu?
Bayangan anda tentang suami isteri yang bertingkah laku bagai malaikat
serta rahmat Allah yang senantiasa melimpahi kebutuhan hidup mereka
tentu bukanlah gambaran yang benar. Ajaran Islam sendiri merupakan
ajaran yang dirancang bagi manusia yang memiliki berbagai kelemahan dan
kekurangan dan siap diterapkan dalam berbagai keadaan yang menyertai
hidup manusia.
Jadi,
jika anda menemui goncangan-goncangan yang menyangkut diri anda dalam
masalah pribadi, hubungan dengan suami atau isteri dan anak-anak, atau
dalam berbagai kondisi yang menyertai keluarga, janganlah anda panik
dulu atau merasa dunia hampir kiamat. Sebab, justru dalam momen seperti
itulah anda dapat memperlihatkan komitmen sebagai seseorang sebelum
dibuktikannya melalui amal kehidupan.
Ada beberapa hal yang patut anda perhatikan dalam upaya menumbuhkan keluarga bahagia menurut ajaran Islam atau dalam menghadapi berbagai persoalan, diantaranya;
1. Fikrah yang jelas
Pemikiran Islami tentang tujuan-tujuan dakwah dan kehidupan keluarga merupakan unsur pentng dalam perkawinan. Ini adalah syarat utama.Keluarga islami bukanlah keluarga yang tenang tanpa gejolak. Bukan pula keluarga yang berjalan di atas ketidakjelasan tujuan sehingga melahirkan kebahagiaan semu. Kalaulah Umar bin Khattab menggebah para pedagang di pasar yang tidak memahami fiqih (perdagangan), maka layak dipandang sebagai sebuah kekeliruan besar seseorang yang menikah namun tak memahami dengan jelas apa hakekat pernikahan dalam Islam dan bagaimana kaitannya dengan kemajuan dakwah.
2. Penyatuan idealisme
Ketika ijab qobul dikumandangkan di depan wali, sebenarnya yang bersatu bukanlah sekedar jasad dua makhluk yang berlainan jenis. Pada detik itu sesungguhnya tengah terjadi pertemuan dua pemikiran, perjumpaan dua tujuan hidup dan perkawinan dua pribadi dengan tingkat keimanan masing-masing. Karena itu, penyatuan pemikiran dan idealisme akan menyempurnakan pertemuan fisik kedua insan.
Ketika ijab qobul dikumandangkan di depan wali, sebenarnya yang bersatu bukanlah sekedar jasad dua makhluk yang berlainan jenis. Pada detik itu sesungguhnya tengah terjadi pertemuan dua pemikiran, perjumpaan dua tujuan hidup dan perkawinan dua pribadi dengan tingkat keimanan masing-masing. Karena itu, penyatuan pemikiran dan idealisme akan menyempurnakan pertemuan fisik kedua insan.
3. Mengenal karakter pribadi
Kepribadian manusia ditentukan oleh berbagai unsur lingkungan: nilai yang diyakini dan pengaruh sosialisasi perilaku lingkungan terdekat serta lingkungan internal (sifat bawaan) itu sendiri. Mengenal secara jelas karakter pasangan hidup adalah bekal utama dalam upaya penyesuaian, penyeimbangan dan bahkan perbaikan. Satu catatan penting mengenai hal ini ialah anda harus menyediakan kesabaran selama proses pengenalan itu berlangsung, sebab hal itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Kepribadian manusia ditentukan oleh berbagai unsur lingkungan: nilai yang diyakini dan pengaruh sosialisasi perilaku lingkungan terdekat serta lingkungan internal (sifat bawaan) itu sendiri. Mengenal secara jelas karakter pasangan hidup adalah bekal utama dalam upaya penyesuaian, penyeimbangan dan bahkan perbaikan. Satu catatan penting mengenai hal ini ialah anda harus menyediakan kesabaran selama proses pengenalan itu berlangsung, sebab hal itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
4. Pemeliharaan kasih sayang
Sikap rahmah (kasih sayang) kepada pasangan hidup dan anak-anak merupakan tulang punggung kelangsungan keharmonisan keluarga. Rasulullah SAW menyapa Aisyah dengan panggilan yang memanjakan, dengan gelar yang menyenangkan hati. Bahkan beliau membolehkan seseorang berdiplomasi kepada pasangan hidupnya dalam rangka membangun kasih sayang. Suami atau isteri harus mampu menampilkan sosok diri dan pribadi yang dapat menumbuhkan rasa tenteram, senang kerinduan. Ingat, di atas rasa kasih sayanglah pasangan hidup dapat membagi beban, meredam kemelut dan mengurangi rasa lapar.
Sikap rahmah (kasih sayang) kepada pasangan hidup dan anak-anak merupakan tulang punggung kelangsungan keharmonisan keluarga. Rasulullah SAW menyapa Aisyah dengan panggilan yang memanjakan, dengan gelar yang menyenangkan hati. Bahkan beliau membolehkan seseorang berdiplomasi kepada pasangan hidupnya dalam rangka membangun kasih sayang. Suami atau isteri harus mampu menampilkan sosok diri dan pribadi yang dapat menumbuhkan rasa tenteram, senang kerinduan. Ingat, di atas rasa kasih sayanglah pasangan hidup dapat membagi beban, meredam kemelut dan mengurangi rasa lapar.
5. Kontinuitas tarbiyah
Tarbiyah (pendidikan) merupakan kebutuhan asasi setiap manusia. Para suami yang telah aktif dalam medan dakwah biasanya akan mudah mendapatkan hal ini. Namun, isteri juga memiliki hak yang sama. Penyelenggaraannya merupakan tanggung jawab suami khususnya, kaum lelaki muslim umumnya. Itulah sebabnya Rasulullah SAW meluluskan permintaan ta’lim (pengajaran) para wanita muslimah yang datang kepada beliau. Beliau memberikan kesempatan khusus bagi pembinaan wanita dan kaum ibu (ummahaat). Perbedaan perlakuan tarbiyah antara suami dan isteri akan membuat timpang pasangan itu dan akibatnya tentu kegoncangan rumah tangga.
Tarbiyah (pendidikan) merupakan kebutuhan asasi setiap manusia. Para suami yang telah aktif dalam medan dakwah biasanya akan mudah mendapatkan hal ini. Namun, isteri juga memiliki hak yang sama. Penyelenggaraannya merupakan tanggung jawab suami khususnya, kaum lelaki muslim umumnya. Itulah sebabnya Rasulullah SAW meluluskan permintaan ta’lim (pengajaran) para wanita muslimah yang datang kepada beliau. Beliau memberikan kesempatan khusus bagi pembinaan wanita dan kaum ibu (ummahaat). Perbedaan perlakuan tarbiyah antara suami dan isteri akan membuat timpang pasangan itu dan akibatnya tentu kegoncangan rumah tangga.
6 Penataan ekonomi
Turunnya Surat al Ahzab yang berkaitan dengan ultimatum Allah SWT kepada para isteri Nabi SAW, erat kaitannya dengan persoalan ekonomi. Islam dengan tegas telah melimpahkan tanggung jawab nafkah kepada suami, tanpa melarang isteri membantu beban ekonomi suami jika kesempatan dan peluang memang ada, dan tentu selama masih berada dalam batas-batas syari’ah. Ditengah-tengah tanggung jawab dakwahnya, suami harus bekerja keras agar dapat memberikan pelayanan fisik kepada keluarga. Sedangkan qanaah (bersyukur atas seberapa pun hasil yang diperoleh) adalah sikap yang patut ditampilkan isteri. Persoalan-persoalan teknis yang menyangkut pengelolaan ekonomi keluarga dapat dimusyawarahkan dan dibuat kesepakatan antara suami dan isteri. Kebahagiaan dan ketenangan akan lahir jika di atas kesepakatan tersebut dibangun sikap amanah (benar dan jujur).
Turunnya Surat al Ahzab yang berkaitan dengan ultimatum Allah SWT kepada para isteri Nabi SAW, erat kaitannya dengan persoalan ekonomi. Islam dengan tegas telah melimpahkan tanggung jawab nafkah kepada suami, tanpa melarang isteri membantu beban ekonomi suami jika kesempatan dan peluang memang ada, dan tentu selama masih berada dalam batas-batas syari’ah. Ditengah-tengah tanggung jawab dakwahnya, suami harus bekerja keras agar dapat memberikan pelayanan fisik kepada keluarga. Sedangkan qanaah (bersyukur atas seberapa pun hasil yang diperoleh) adalah sikap yang patut ditampilkan isteri. Persoalan-persoalan teknis yang menyangkut pengelolaan ekonomi keluarga dapat dimusyawarahkan dan dibuat kesepakatan antara suami dan isteri. Kebahagiaan dan ketenangan akan lahir jika di atas kesepakatan tersebut dibangun sikap amanah (benar dan jujur).
7. Sikap kekeluargaan
Pernikahan antara dua anak manusia sebenarnya diiringi dengan pernikahan ”antara dua keluarga besar”, dari pihak isteri dan juga suami. Selayaknyalah, dalam batas-batas yang diizinkan syari’at, sebuah pernikahan tidak menghancurkan struktur serta suasana keluarga. Pernikahan janganlah membuat suami atau isteri kehilangan perhatian pada keluarganya (ayah, ibu, adik, kakak dan seterusnya). Menurunnya frekuensi interaksi fisik (dan ini wajar) tidak boleh berarti menurun pula perhatian dan kasih sayang. Sebaliknya, perlu ditegaskan juga bahwa pernikahan adalah sebuah lembaga legal (syar’i) yang harus dihormat keberadaannya. Sebuah kesalahan serius terjadi tatkala seorang isteri atau suami menghabiskan perhatiannya hanya untuk keluarganya msing-masing sehingga tanggung jawabnya sebagai pasangan keluarga di rumahnya sendiri terbengkalai.
Pernikahan antara dua anak manusia sebenarnya diiringi dengan pernikahan ”antara dua keluarga besar”, dari pihak isteri dan juga suami. Selayaknyalah, dalam batas-batas yang diizinkan syari’at, sebuah pernikahan tidak menghancurkan struktur serta suasana keluarga. Pernikahan janganlah membuat suami atau isteri kehilangan perhatian pada keluarganya (ayah, ibu, adik, kakak dan seterusnya). Menurunnya frekuensi interaksi fisik (dan ini wajar) tidak boleh berarti menurun pula perhatian dan kasih sayang. Sebaliknya, perlu ditegaskan juga bahwa pernikahan adalah sebuah lembaga legal (syar’i) yang harus dihormat keberadaannya. Sebuah kesalahan serius terjadi tatkala seorang isteri atau suami menghabiskan perhatiannya hanya untuk keluarganya msing-masing sehingga tanggung jawabnya sebagai pasangan keluarga di rumahnya sendiri terbengkalai.
8. Pembagian beban
Meski ajaran Islam membeberkan dengan jelas fungsi dan tugas elemen keluarga (suami, isteri, anak, pembantu) namun dalam pelaksanaannya tidaklah kaku. Jika Rasulullah SAW menyatakan bahwa seorang isteri adalah pemimpin bagi rumah dan anak-anak, bukan berarti seorang suami tidak perlu terlibat dalam pengurusan rumah dan anak-anak. Ajaran Islam tentang keluarga adalah sebuah pedoman umum baku yang merupakan titik pangkal segala pemikiran tentang keluarga. Dalam tindakan sehari-hari, nilai-nilai lain, misalnya tentang itsar (memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain), ta’awun (tolong menolong), rahim (kasih sayang) dan lainnya juga harus berperan. Itu dapat dijumpai dalam riwayat yang sahih betapa Nabi SAW bercengkrama dengan anak dan cucu, menyapu rumah, menjahit baju yang koyak dan lain-lain.
Meski ajaran Islam membeberkan dengan jelas fungsi dan tugas elemen keluarga (suami, isteri, anak, pembantu) namun dalam pelaksanaannya tidaklah kaku. Jika Rasulullah SAW menyatakan bahwa seorang isteri adalah pemimpin bagi rumah dan anak-anak, bukan berarti seorang suami tidak perlu terlibat dalam pengurusan rumah dan anak-anak. Ajaran Islam tentang keluarga adalah sebuah pedoman umum baku yang merupakan titik pangkal segala pemikiran tentang keluarga. Dalam tindakan sehari-hari, nilai-nilai lain, misalnya tentang itsar (memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain), ta’awun (tolong menolong), rahim (kasih sayang) dan lainnya juga harus berperan. Itu dapat dijumpai dalam riwayat yang sahih betapa Nabi SAW bercengkrama dengan anak dan cucu, menyapu rumah, menjahit baju yang koyak dan lain-lain.
9. Penyegaran
Manusia bukanlah robot-robot logam yang mati. Manusia mempunyai hati dan otak yang dapat mengalami kelelahan dan kejenuhan. Nabi SAW mengeritik seseorang yang menamatkan Al Quran kurang dari tiga hari, yang menghabiskan waktu malamnya hanya dengan shalat, dan yang berpuasa setiap hari. Dalam ta’lim beliau SAW juga memberikan selang waktu (dalam beberapa riwayat per pekan), tidak setiap saat atau setiap hari. Variasi aktivitas dibutuhkan manusia agar jiwanya tetap segar. Dengan demikian, keluarga yang bahagia tdak akan tumbuh dari kemonotonan aktivitas keluarga. Di samping tarbiyah, keluarga membutuhkan rekreasi (perjalanan, diskusi-diskusi ringan, kemah, dll).
Manusia bukanlah robot-robot logam yang mati. Manusia mempunyai hati dan otak yang dapat mengalami kelelahan dan kejenuhan. Nabi SAW mengeritik seseorang yang menamatkan Al Quran kurang dari tiga hari, yang menghabiskan waktu malamnya hanya dengan shalat, dan yang berpuasa setiap hari. Dalam ta’lim beliau SAW juga memberikan selang waktu (dalam beberapa riwayat per pekan), tidak setiap saat atau setiap hari. Variasi aktivitas dibutuhkan manusia agar jiwanya tetap segar. Dengan demikian, keluarga yang bahagia tdak akan tumbuh dari kemonotonan aktivitas keluarga. Di samping tarbiyah, keluarga membutuhkan rekreasi (perjalanan, diskusi-diskusi ringan, kemah, dll).
10. Menata diri
Allah SWT mengisyaratkan hubungan yang erat antara ketaqwaan dan yusran (kemudahan), makhrojan (jalan keluar). Faktor kefasikan atau rendahnya iman identik dengan kesukaran, kemelut dan jalan buntu. Patutlah pasangan muslim senantiasa menata dirinya masing-masing agar jalan panjang kehidupan rumah tangganya dapat diarungi tanpa hambatan dan rintangan yang menghancurkan.
Allah SWT mengisyaratkan hubungan yang erat antara ketaqwaan dan yusran (kemudahan), makhrojan (jalan keluar). Faktor kefasikan atau rendahnya iman identik dengan kesukaran, kemelut dan jalan buntu. Patutlah pasangan muslim senantiasa menata dirinya masing-masing agar jalan panjang kehidupan rumah tangganya dapat diarungi tanpa hambatan dan rintangan yang menghancurkan.
11. Mengharapkan rahmat Allah
Ketenangan dan kasih sayang dalam keluarga merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hambaNya yang Salih. Rintangan-rintangan menuju keadaan itu datang tidak saja dari faktor internal manusia, namun juga dapat muncul dari faktor eksternal termasuk gangguan syaitan dan jin. Karena itu, hubungan vertikal dengan al Khaliq harus dijaga sebaik mungkin melalui ibadah dan doa. Nabi SAW banyak mengajarkan doa-doa yang berkaitan dengan masalah keluarga.
Ketenangan dan kasih sayang dalam keluarga merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hambaNya yang Salih. Rintangan-rintangan menuju keadaan itu datang tidak saja dari faktor internal manusia, namun juga dapat muncul dari faktor eksternal termasuk gangguan syaitan dan jin. Karena itu, hubungan vertikal dengan al Khaliq harus dijaga sebaik mungkin melalui ibadah dan doa. Nabi SAW banyak mengajarkan doa-doa yang berkaitan dengan masalah keluarga.
mudah-mudahan dengan menerapkan kiat-kiat di atas kita bisa membangun keluarga islami yang akan melahirkan juga generasi-generasi yang mempunyai komitmen kuat dalam memperjuangkan agama Islam.
Wallahu a’lamu.
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
March 02, 2017
PKS Tolak Kenaikan Tarif Pelabuhan Internasional
Partai Keadilan Sejahtera Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau,
menolak tarif Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura naik dari Rp13.000
menjadi Rp50.000 karena pelayanan yang diberikan masih minim.
Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Tanjungpinang Ismiati mengatakan, PT Pelindo belum saatnya menaikan tarif pelabuhan internasional karena masih membangun infrastruktur pelayanan.
"Seharusnya, infrastruktur dibangun terlebih dahulu, baru pungut retribusi di pelabuhan, bukan sebaliknya. Tarif pelabuhan yang buru-buru dinaikkan mulai 1 Maret 2017 menimbulkan kesan, PT Pelindo memungut uang dari pengguna pelabuhan untuk membangun insfrastruktur," katanya, Selasa (28/2/2017).
Ismiati mengingatkan prinsip retribusi atau pungutan publik yang harus ditaati PT Pelindo, seperti sosialisasi, kajian dan peningkatan kapasitas pelayanan.
PT Pelindo selama ini diberikan hak oleh negara untuk memonopoli pengelolaan pelabuhan, seharusnya menyosialisasikan setiap rencana kebijakan yang berhubungan dengan kepentingan publik, seperti menaikan tarif masuk pelabuhan.
"Secara ekonomi juga harus ada kajian, ada rumus hitungannya, bukan seenak-enaknya menetapkan tarif masuk pelabuhan yang tinggi, karena pengguna pelabuhan internasional itu bukan hanya wisman, melainkan masyarakat lokal, karena Tanjungpinang itu bertetangga dengan Malaysia dan Singapura," ungkapnya.
Sikap PKS sama seperti Fraksi Hanura DPRD Tanjungpinang. Kedua fraksi ini menolak kenaikan tarif karena pembangunan infrastrutur baru selesai dibangun Agustus 2017.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Tanjungpinang Reni mengatakan PT Pelindo tidak patut menaikkan tarif masuk pelabuhan yang mulai diberlakukan 1 Maret 2017 karena fasilitas penumpang masih minim.
"Dalam beberapa bulan terakhir banyak fasilitas penumpang yang dirobohkan sehingga tidak pantas ketika pelayanan kurang, tarif masuk pelabuhan dinaikkan," ujarnya anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang itu.
Berdasarkan hasil sidak di Pelabuhan Sri Bintan Pura sehari yang lalu, Reni menjelaskan, fasilitas pelayanan untuk penumpang tampak tidak memadai akibat perbaikan bangunan. Pembangunan infrastruktur pelabuhan sejak Agustus 2016 hingga sekarang masih berjalan dan ditargetkan tuntas Agustus 2017. "Kalau ada rencana kenaikan, seharusnya tunggu fasilitas memadai, bukan sekarang," katanya.
Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Tanjungpinang Ismiati mengatakan, PT Pelindo belum saatnya menaikan tarif pelabuhan internasional karena masih membangun infrastruktur pelayanan.
"Seharusnya, infrastruktur dibangun terlebih dahulu, baru pungut retribusi di pelabuhan, bukan sebaliknya. Tarif pelabuhan yang buru-buru dinaikkan mulai 1 Maret 2017 menimbulkan kesan, PT Pelindo memungut uang dari pengguna pelabuhan untuk membangun insfrastruktur," katanya, Selasa (28/2/2017).
Ismiati mengingatkan prinsip retribusi atau pungutan publik yang harus ditaati PT Pelindo, seperti sosialisasi, kajian dan peningkatan kapasitas pelayanan.
PT Pelindo selama ini diberikan hak oleh negara untuk memonopoli pengelolaan pelabuhan, seharusnya menyosialisasikan setiap rencana kebijakan yang berhubungan dengan kepentingan publik, seperti menaikan tarif masuk pelabuhan.
"Secara ekonomi juga harus ada kajian, ada rumus hitungannya, bukan seenak-enaknya menetapkan tarif masuk pelabuhan yang tinggi, karena pengguna pelabuhan internasional itu bukan hanya wisman, melainkan masyarakat lokal, karena Tanjungpinang itu bertetangga dengan Malaysia dan Singapura," ungkapnya.
Sikap PKS sama seperti Fraksi Hanura DPRD Tanjungpinang. Kedua fraksi ini menolak kenaikan tarif karena pembangunan infrastrutur baru selesai dibangun Agustus 2017.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Tanjungpinang Reni mengatakan PT Pelindo tidak patut menaikkan tarif masuk pelabuhan yang mulai diberlakukan 1 Maret 2017 karena fasilitas penumpang masih minim.
"Dalam beberapa bulan terakhir banyak fasilitas penumpang yang dirobohkan sehingga tidak pantas ketika pelayanan kurang, tarif masuk pelabuhan dinaikkan," ujarnya anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang itu.
Berdasarkan hasil sidak di Pelabuhan Sri Bintan Pura sehari yang lalu, Reni menjelaskan, fasilitas pelayanan untuk penumpang tampak tidak memadai akibat perbaikan bangunan. Pembangunan infrastruktur pelabuhan sejak Agustus 2016 hingga sekarang masih berjalan dan ditargetkan tuntas Agustus 2017. "Kalau ada rencana kenaikan, seharusnya tunggu fasilitas memadai, bukan sekarang," katanya.
pks.id
posted by @Adimin
March 01, 2017
posted by @Adimin
Politikus PKS: Kunjungan Raja Salman ke RI Bersejarah dan Langka
Written By Anonymous on 01 March, 2017 | March 01, 2017
Jakarta - Politikus PKS Habib Aboe Bakar Al Habsy mengapresiasi kinerja pimpinan DPR untuk mempersiapkan penyambutan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia. Ia menilai kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang langka dan bersejarah.
"Sepertinya pimpinan ingin memberikan sambutan terbaik untuk Raja Salman, mengingat ini merupakan kunjungan yang bersejarah, kesempatan yang langka dan oportunity yang bagus buat Indonesia. Oleh karenanya, Setya Novanto dan pimpinan lain sangat memperhatikan detail persiapannya, mulai dari tangga bahkan kursi yang dipakai," ujar Aboe Bakar kepada wartawan, Senin (27/2/2017).
Anggota Komisi III DPR ini menilai kunjungan Raja Salman akan memberikan dampak positif untuk Indonesia. Khususnya akan berdampak kepada investasi global Indonesia.
"Jika Raja Salman saja percaya dengan keamanan dan masa depan investasi di Indonesia dengan menanamkan dana hingga seperlima APBN, pastilah hal ini menjadi pertimbangan khusus bagi para investor lain dari luar negeri," terang Aboe Bakar.
Aboe Bakar memberikan sanjungan kepada Raja Salman yang akan bertandang ke gedung DPR sebagai bentuk penghormatan demokrasi di Indonesia. Hal ini mengingat Arab Saudi merupakan negara yang menganut sistem monarki.
"Kita semua tahu bahwa Saudi Arabia tidak menerapkan sistem demokrasi, namun Raja Salman sangat menghormati pilihan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim untuk berdemokrasi. Karenanya parlemen Indonesia pun memberikan apresiasi yang tinggi atas penghormatan Raja Salman ke lembaga demokrasi di Indonesia," tandasnya.
Sumber: detik.composted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 01, 2017
Sumber: Republika.co.id
posted by @Adimin
Wali Kota Padang Pindahkan 6.000 Pedagang tanpa Gejolak
Padang (24/2) -- Relokasi pedagang di berbagai daerah acap kali diwarnai gejolak dan bentrokan. Tapi hal seperti ini tidak berlaku bagi pedagang di kota Padang.
Pedagang justru secara sukarela pindah ke lokasi baru. Bagaimana model pendekatan yang dilakukannya? Dengan bersahaja, Wali Kota Padang H Mahyeldi Ansharullah SP membeberkan kisah di balik relokasi yang berlangsung pascagempa bumi di Padang, 2009 lalu.
"Saya ajak para pedagang untuk bicara apa keinginan dan yang menjadi tujuan. Saya juga sampaikan rencana saya untuk lokasi relokasi," kata Mahyeldi ketika menerima silaturahim Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtiaji, Rabu (22/2) di rumah dinas wali kota.
Ia melanjutkan, setelah mengetahui apa yg mereka kehendaki dan tanggapan atas rencana pemerintah kota, pedagang langsung memberikan respons positif. "Kami langsung membangun Pasa Raya empat lantai dan sekarang menampung 6.000 orang pedagang," katanya.
Menurut dia, para pedagang memang butuh bukti bukan janji. Ia juga memberikan jaminan tidak ada kepentingan pemerintah kota selain hanya ingin menata pedagang.
Setelah gempa bumi 2009 lalu, pedagang kehilangan tempat berjualan. Karena pasar maupun ruko hancur. Akhirnya mereka berjualan di tepi jalan dan menjadi masalah baik dari kemacetan maupun keindahan.
"Alhamdulillah waktu kita berembug di lokasi Pasar Raya sembari makan bersama. Ketika peresmian pun kita akhiri dengan makan bersama," ucap dia.
Dia mengakui memindahkan 6.000 pedagang bukanlah pekerjaan mudah. Namun dia mengakui yang penting dalam melaksanakan pekerjaan itu dilandasi dengan niat baik. "Jangan sampai kita membohongi rakyat atau pedagang. Kalau itu yang kita lakukan maka program apa pun yang akan dilaksanakan selalu dicurigai oleh rakyat. Kita ajak pedagang dalam proses pembangunan pasar raya, sehingga mereka pun tahu dan ikut mendukung," katanya.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN










