pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Hati-Hati Dalam Menjadikan Seseorang Sebagai Rujukan Beragama

Written By NeoBee on 17 March, 2017 | March 17, 2017

Dalam situasi seperti masa-masa sekarang ini, saatnya kita super hati-hati dalam menjadikan seseorang sebagai rujukan ilmu agama.

Imam Adz-Dzahabi –rohimahulloh– mengatakan:
“Mayoritas para imam salaf.. mereka memandang bahwa hati itu lemah dan syubhat itu menyambar-nyambar” (Siyaru A’lamin Nubala‘ 7/261).

Ini di zaman mereka, apalagi di zaman kita sekarang ini.. oleh karena itu, harusnya kita selalu wasapada dan mengingat terus pesan-pesan para ulama Ahlussunnah dalam masalah ini:

Sahabat Ibnu Abbas –rodhiallohu anhuma-:
“Dahulu, jika kami mendengar orang mengatakan ‘Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda’; mata-mata kami langsung tertuju kepadanya, dan telinga-telinga kami juga langsung mendengarkannya dg seksama.

Lalu ketika orang-orang menaiki tunggangan yg liar dan jinak (yakni: menceburkan diri dalam urusan yg tidak mereka kuasai dg baik); maka kami pun tidak mengambil dari orang-orang, kecuali ilmu yg kami ketahui (sebelumnya)” (Muqoddimah Shahih Muslim 1/13).

Imam Ibnu Sirin –rohimahulloh-:
“Dahulu para ulama salaf tidak menanyakan tentang sanad, lalu ketika terjadi fitnah, mereka pun mengatakan: ‘sebutkan kepada kami orang-orang (sumber ilmu) kalian!’, maka jika dilihat orang tersebut ahlussunnah; haditsnya diterima, dan jika dilihat orang tersebut ahli bid’ah; haditsnya tidak diterima”. (Muqoddimah Shahih Muslim 1/15).

Beliau juga mengatakan dalam pesannya yang masyhur:
“Sungguh ilmu ini adalah agama kalian, maka lihatlah darimana kalian mengambil agama kalian”. (Muqoddimah Shahih Muslim 1/14).

Imam Ibrohim An-Nakho’i –rohimahulloh-:
“Dahulu, jika mereka ingin mengambil (ilmu agama) dari seseorang; mereka (lebih dahulu) melihat kepada shalatnya, kepada penampilan lahirnya, dan kepada perhatiannya terhadap sunnah”. (Al-Jarhu Wat Ta’dil libni Abi Hatim 2/29).

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua dalam menimba ilmu agama, dan semoga Allah meneguhkan kita di atas sunnah Nabi shollallohu alaihi wasallam, amin
 





posted by @Adimin

“Sinar Ramadhan” di Pelupuk Mata

Written By NeoBee on 15 March, 2017 | March 15, 2017


MUNGKIN masih terbilang jauh (masih sekitar 73 hari), namun kerinduan hati sudah mulai terasa, Kehadirannya sudah harap dinanti. Suasana manis tahun lalu seolah sudah berada di depan mata untuk terulang kembali. Momentum yang kedatangannya yang hanya satu bulan membuatnya menjadi bulan yang penuh fenomenal diantara sahabat-sahabat bulan yang lain.

Masih ingatkah kita saat detik-detik berpisah dengannya tahun lalu, haru bercampur sedih, seolah tidak ingin melepasnya. Apalagi ketika kita mulai menyadari dan memuhasasah bahwa ternyata ibadah kita masih belum maksimal. Hari-hari yang kita lewati bersamanya penuh dinamika perjuangan dan tarbiyah.

Moment itupun Allah tutup dengan kembali menghadirkan satu hari yang sangat istimewa bagi kaum muslimin yakni “Idul Fitri”. Mata berkaca-kaca dan sesekali meneteskan air mata, ada yang karena tidak kuasa menahan haru dan gembira karena berkumpul dengan keluarga, saudara dan kerabat. Namun ada juga yang karena bersedih tidak bisa menikmati udara “fitri” bersama keluarga dan kerabat. Namun nafas sedikit lega dan hati terasa riang saat tangan-tangan mulai kuat saling menjabat sesama saudara seiman, berpelukan dan saling mendoakan.

Hari-demi hari, hitungan minggu dan bulan, Ramadhanpun berlalu. Ayat كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ sudah tidak terdengar lagi di atas mimbar yang lantang. Ayat itu hidup namun karena lekatnya hukum ramadhan atau puasa kepadanya membuat ayat-ayat itu istirahat sejenak. Syawal, Muharam, safar dst.. berlalu kitapun melupakan pesona Ramadhan. Mungkin itu alamiyah.. Allahu A’lam.

Namun kini kita sudah berada di Bulan Rajab, setelah itu Sya’ban lalu Ramadhanpun hadir menyelimuti kita. Ia datang menawarkan berjuta faedah, sejuta pahala dan penghapus dosa.

Puasa, Ibadah yang Melegenda

Ibadah Puasa merupakan ibadah yang telah berlangsung lama, sebelum menjadi syari’at Muhammad. Al-Qur’an sendiri menyatakan hal tersebut dalam frasa ayat-Nya, Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”.

Ayat di atas mengindikasikan bahwa ibadah puasa (Ramadhan) merupakan titik temu antar agama yang terdahulu sebelum diutusnya Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassallam. Syeikh Yusuf Qardhawi  mengatakan bahwa syariat puasa merupakan syari’at kolektif agama samawi, yang menjadi kalimatun sawa’ antar seluruh penganutnya, sehingga tepat untuk dijadikan alat ukur keberlangsungan sebuah ibadah. (Ayat-ayat Puasa Tadabbur 30 Ayat Seputar Ramadhan, Dr.H. Atabik, Luthfi, MA)

Dalam buku itu,  Atabik,  mengutip dari Syeikh Mutawalli As-Sya’rawi mengatakan bahwa ibadah puasa merupakan rukun ta’abbudin (pondasi dan dasar ibadah) bagi seluruh agama Allah. Juga sebagai manhaj tarbiyah dan pembinaan ummat.

Kalaimatun sawa’ antar seluruh agama samawi dalam ibadah puasa selain kesamaan dalam prinsip kualitas kebaikan manusia, juga dalam tata cara pelaksanaannya.

Sebagai contoh, meninggalkan makan dan minum, serta nafsu syahwat pada beberapa waktu yang ditentukan. Namun seiring dengan waktu, nilai-nilai puasa pada ummat terdahulu (sebelum Islam) sedikit demi sedikit terkikis dan dilupakan.

Kalimatu sawa’ (puasa) terhenti begitu saja, banyaknya perubahan yang mereka lakukan termasuk syariat puasa yang secara eksplisit oleh al-qur’an atau oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sendiri dalam haditsnya mengatakan;

شَهْرَ رَمَضَانَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا
”(Puasa yang wajib bagimu adalah) puasa Ramadhan. Jika engkau menghendaki untuk melakukan puasa sunnah (maka lakukanlah).” (HR. Bukhari)

 “Puasa Ramadhan telah diwajibkan oleh Allah kepada seluruh ummat sebelum kalian.” (HR. Bukhari)

Daya Tarik Ramadhan

Ramadhan sepertinya sudah dimasukkan benang benang berkah oleh Allah, sehingga hal itu dapat terkoneksi langsung dengan umat Islam yang sedang menanti untuk merajut dan menyemai pakaian taqwa.

Bahkan Sejak bulan rajab, kita sudah mulai berpikir tentang ramadhan, padahal bulan sya’ban akan terlebih dahulu menyela sebelum datangnya ramadhan. Do’apun mulai kita panjatkan agar kita diberikan umur yang panjang dan berjumpa dengan tamu yang mulia.

Terlihat jelas bagaimana Rasulullah menggambarkan daya tarik Ramadhan, sehingga Sya’ban adalah arena pemanasan, latihan dan tarbiyah memasukinya. Seperti banyak melaksanakan puasa sunnah.

Dari Aisyah R.A berkata: dari ‘Aisyah yang menyebutkan,
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَائِمًا فِى الْعَشْرِ قَطُّ
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari bulan Dzulhijah sama sekali.” (HR. Muslim no. 1176).

Selain memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban,  juga sebagai bulan memperbanyak amal saleh.

Dalam hadits dari Usamah bin Zaid R.A, ia berkata: “Wahai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban? Beliau menjawab:

ذَلِكَشَهْرٌيَغْفِلُالنَّاسُعَنْهُوَهُوَشَهْرٌتُرْفَعُفِيهِالأَعْمَالإِلىرَبِّالعَالمِينَ،فَأُحِبُّأَنْيُرْفَعَعمليوَأَنَاصَائِمٌ
“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini)

Dan Sya’ban merupakan masa latihan sebelum naik ke ring Berkah (ramadhan) berbagai upaya bisa dilakukan: belajar tentang fiqih puasa, ilmu tentang ramadhan, persiapan mental, materi keluarga dan lain sebagainya.

Kalau misalnya ada yang interested (tertarik) kepada ramadahan karena ingin maraup materi dan untung yang banyak, panen rezeki, hal itu bukanlah tujuan utama dan juga tidak terlarang hanya jangan sampai kita jadikan tujuan utama, tetapi hal itu adalah  salah satu dari berkah dari bulan ramadhan yang penuh attractiveness (daya tarik)

Sejak bulan rajab sampai bulan Sya’ban, alampun mulai kembali ramai dengan akan datangnya tamu yang agung (Ramadhan) setelah sekian lama pergi meninggalkan kita. Lembar-lembar kertas akan mulai terlukis dengan segudang ilmu tentangnya. Serpiha-serpihan faedah akan terkumpul kembali dalam rumah yang memberikan jaminan perlindungan dunia akhirat.

Maukah kita tampil sebagai pemain terbaik yang layak mendapat tropi “Syurga”? Atau sebaliknya apakah kita akan menjadi pecundang yang tidak mampu memanfaatkan kesempatan emas, tidak gembira dengan datangnya ramadhan dan tidak tertarik dengannya, sehingga strategi melepaskan belenggu syetan tidak mampu dilakukan? Dan sertifikat “terbebas dari api neraka” pun tidak didapatkan  ‘naudzu billahi min dzalik’.

Ibarat kedatangan tamu yang mulia, maka tuan rumah yang baik tentu akan mempersiapkan sambutan yang matang. Kita semua kaum muslimin adalah tuan rumah yang akan mempersiapkan tamu ramadhan. Allahu A’lam
 

posted by @Adimin

Sejak Dulu Umat Islam Adalah Benteng Keutuhan NKRI Sejak Dulu

Written By @Adimin on 13 March, 2017 | March 13, 2017


Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan bahwa yang menjaga terwujudnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak dulu adalah umat Islam. Indonesia jika tidak ada peran umat Islam dalam menjaganya, pasti sudah runtuh.
 
Kharis mengatakan, tentara jika mau berangkat perang pasti mendekatkan diri kepada Tuhannya.

"Kalau tentara itu umat Islam dan dekat dengan Allah, yakin bahwa kematiannya membela agama adalah syahid, maka mental tentara tersebut akan semakin kuat,” ungkapnya dalam Kajian Purnama (Kapur) yang digelar di halaman kantor DPC PKS Pasar Kliwon, Ahad (12/3). 

Dalam acara yang bertemakan Peran Umat Islam dalam Menjaga NKRI tersebut, Kharis juga mengatakan bahwa dalam sejarah penjajah datang ke Indonesia selain membawa misi meraup kekayaan dan kejayaan untuk negaranya, namun mereka juga membawa misi agama juga yang dikenal dengan Gold, Glory, Gospel. "Dan itu bukan Islam, kedatangan Islam menyejahterakan,” katanya.

Ancaman terbesar sering tidak disadari adalah ancaman distorsi informasi. Misal ketika mendengar seluruh terduga teroris mempunyai jenggot. Maka persepsi yang ada dalam benak masyarakat, berjenggot mempunyai potensi menjadi teroris.

“Ini lebih berbahaya dari perang gerilya. Tentara kita adalah salah satu yang terbaik jika perang gerilya. Namun jika ancaman distorsi informasi, hal ini sulit dicegah karena ancaman ini bahkan dibawa masuk ke rumah kita,” ujarnya. 

Rahmat Abdullah menyampaikan mengenai sejarah kerajaan Islam yang pernah berjaya di Indonesia. Menurutnya, adanya kerajaan Islam tersebut menjadi benteng nusantara dalam melawan penjajahan asing.

Tak hanya mendapatkatkan pemaparan tentang materi, dalam Kapur tersebut juga disuguhkan menu susu segar dan camilan kepada peserta.


posted by @Adimin

PKS Padang Salurkan Bantuan utk Korban Banjir Lima Puluh Kota

Written By NeoBee on 12 March, 2017 | March 12, 2017


pkspadang.com : Seiring dengan musibah yang terjadi di kabupaten lima puluh kota, PKS kota Padang memberikan bantuan berupa makanan pokok dan pakaian layak pakai yang bias dimanfaatkan oleg masyarakat sekitar yang terkena bencana. Bantuan disalurkan dan dikoordinasikan melalui BKO (bidang Kepanduan dan Olahraga) yang dikomandani oleh Jhon Bahrian. Bantuan dilepas langsung oleh Ketua PKS Kota Padang yang saat ini diemban oleh Ust. Gufron, SS. Beliau dalam arahannya menitikberatkan agar bantuan bisa cepat sampai dan tepat sasaran sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terkena musibah.


Bencana kali ini cukup luas sebanyak delapan kecamatan dan 13 nagari terdampak langsung dari banjir dan longsor yang meliputi Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Harau, Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Suliki, dan Empat Barisan.


Hingga Sabtu (4/3/2017) sore korban jiwa akibat longsor di Kabupaten Limapuluh Kota adalah lima orang meninggal dunia dan Dua orang luka berat. 


Ratusan rumah terendam banjir seperti di 150 rumah di Jorong Ranah Pasar, 50 unit rumah di Jorong Ranah Baru, 50 unit rumah di Jorong Abai. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.
 

posted by @Adimin

Jadilah Muslim yang Pandai Mengambil Hikmah

Written By NeoBee on 09 March, 2017 | March 09, 2017

SESEORANG akan terus menghadapi ujian yang sama jika setiap kali ujian datang, ia tak pernah lulus dari ujian tersebut,” demikian ungkapan seorang pengusaha kala memberikan motivasi.

Ia pun menyontohkan, “Misalnya ada orang tiba-tiba sakit perut. Ia terus mencari obat, reda. Dan, tidak lama lagi, sakit perut lagi. Loh, kenapa jadi sering sakit perut,” urainya.

“Orang yang seperti itu tidak mengambil hikmah. Sebenarnya ketika sakit perut pertama, ia mestinya mengambil hikmah, cek kebiasaan makannya. Apakah makanannya berdasarkan kebutuhan atau nurutin selera, sambel yang banyak misalnya. Jika dia tidak mengambil hikmah, sampai kapanpun, sekalipun ia minum obat, sakit perut itu akan terus menimpanya. Kenapa, ia bersandar pada obat dan tidak benar-benar ingin sehat. Kalau mau sehat, ambil hikmah dan berhenti makan secara tidak sehat,” jelasnya.

Pandangan tersebut patut memantik kesadaran kita untuk melihat hidup ini dengan menemukan atau mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mewarnai kehidupan ini.

Allah Ta’ala pun memerintahkan kita untuk berpikir dengan kisah-kisah, perumpamaan yang Allah jabarkan di dalam Al-Qur’an.

“Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar merepa berpikir.” (QS. Al-A’raf: 176).

Dalam bahasa umum hikmah dipahami sebagai kebijaksanaan atau bijaksana. Dan, di dalam Al-Qur’an istilah ‘hikmah’ yang merupakan langsung dan asli dari Al-Qur’an itu disebut sebanyak 20 kali. Hamid Fahmy Zarkasy dalam artikelnya yang berjudul “Hikmah” menjelaskan bahwa Hikmah juga berkaitan dengan berpikir yang logis dan mendalam. Karena itu Ibn Rusyd menerjemahkan ‘hikmah’ dengan filsafat dan hakim dengan filosof.

Tentu saja, makna praktis yang bisa kita ambil adalah bagaimana kita senantiasa mau mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang mengitari kehidupan sekaligus mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah-kisah yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, perubahan mindset dan perilaku bisa secara perlahan diupayakan di dalam diri kita.

Sebagai contoh, mari kita pelajari mengapa Abu Bakar diberi gelar Ash-Shiddiq. Aisyah Raiyallahu ‘Anha mengatakan, “Ketika Nabi Shallallahu alayhi wasallam dalam perjalanan ke Masjid Aqsha saat Isra Mi’raj, banyak orang membicarakannya.

Beberapa orang yang telah beriman pun berbalik tidak percaya, lalu mendatangi Abu Bakar dan berkata, “Apa pendapatmu tentang cerita temanmu itu? Dia mengaku telah diperjalankan ke Baitul Maqdis semalam. Dia mengaku telah diperjalankan ke Baitul Maqdis semalam.”

Abu Bakar balik bertanya, Dia mengatakan demikian?” Mereka menjawab, “Ya.” Abu Bakar menimpali, “Kalau begitu dia benar.”

“Jika dia pergi ke Baitul Maqdis semalam dan kembali sebelum pagi hari ini, apa engkau akan membenarkannya juga?” tanya mereka lagi.

Abu Bakar menjawab, “Seandainya dia mengatakan lebih jauh lagi dari itu, aku akan membenarkannya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.” Hal inilah yang menjadikan Abu Bakar dijuluki dengan Ash-Shiddiq.

Kisah di atas memberikan petunjuk bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan segala kebenaran yang belum bisa dijangkau oleh rasio dan cara berpikir saat itu sama sekali bukan penentu untuk mengukur kebenaran dan keabsahan kerasulan Muhammad. Toh, dalam praktik keseharian, Nabi Muhammad adalah orang yang berkahlakul karimah, menghendaki hidayah bagi umatnya dan tidak pernah berpikir bagaimana mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Dengan logika sederhana bisa dipahami, “Jadi apa untungnya Nabi Muhammad berbohong dan itu sangat mustahil.” Oleh karena itu, keimanan Abu Bakar tidak pernah goyah dengan ketidaktahuan masyarakat Arab pada umumnya.

Secara lebih utuh, kisah Nabi Yusuf adalah kisah terlengkap di dalam Al-Qur’an yang terurai secara keseluruhan di dalam satu surah, yang tentu saja memudahkan kita untuk mengambil pelajaran (hikmah) di dalam kisah tersebut.
Sampai-sampai Allah Ta’ala menegaskan

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَـذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 3).

Di antara hikmah terbesar dari kisah Nabi Yusuf adalah kesabarannya dalam menghadapi cobaan hidup dan bahkan Nabi Yusuf berlapang dada dan memaafkan saudara-saudaranya saat dirinya menjadi orang yang Allah angkat derajatnya.

Secara eksplisit Allah nyatakan mengenai kisah Nabi Yusuf ini.

لَّقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِّلسَّائِلِينَ
“Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” (QS. Yusuf [12]: 7).

Bagi orang-orang yang bertanya menunjukkan bahwa apa yang ditegaskan oleh Hamid Fahmy Zarkasy bahwa hikmah bermakna pemikiran yang mendalam sangatlah relevan. Oleh karena itu, Allah banyak sekali memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berpikir, terutama untuk memahami kekuasaan Allah Ta’ala.

Di antara hikmah dari kisah Nabi Yusuf adalah jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, sekalipun rasa-rasanya hidup diterpa kesulitan secara bertubi-tubi. Kemudian, jangan pernah kompromi dengan kebatilan, sebab sekalipun harus menghadapi kesulitan karena konsisten di dalam kebenaran, Allah lah yang akan berikan jalan keluar terbaik dan membalikkan keadaan.

Selanjutnya, jangan pernah dendam, sekalipun terhadap mereka yang telah membuat hidup kita sengsara. Maafkan dan terimalah mereka kembali. Di sana ada kebahagiaan luar biasa.

Dengan demikian, sebenarnya hidup seorang Muslim tidak perlu dilanda stress dan frustasi. Sebab, apapun yang kita alami, hakikatnya solusi sudah ada di dalam Al-Qur’an.

Pertanyaannya adalah, apakah diri kita telah benar-benar mengambil pelajaran dengan sungguh-sungguh mentadabburinya atau sekedar tahu tanpa pernah melakukan perenungan dan pendalaman dari setiap ayat-ayat Allah yang terpapar di dalam Al-Qur’an.

Padahal, mengambil hikmah itu adalah perlu karena itulah sejatinya kekuatan dari setiap pembacaan yang kita lakukan. Dan, tentu saja hikmah itu datangnya dari Allah, bukan kemampuan kita semata.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
 “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

Semoga Allah bimbing kita senantiasa mampu mengambil hikmah, sehingga dapat mengambil pelajaran dan istiqomah di dalam keimanan dan kebenaran. 
Wallahu a’lam

Imam Nawawi


posted by @Adimin

DPC Lubuk Begalung adakan Kegiatan Jumat Berbagi

Written By NeoBee on 08 March, 2017 | March 08, 2017


pkspadang.com : Dalam rangka mendekatkan PKS dengan masyarakat dan lebih memaksimalkan kemanfaatan dari eksistensi PKS maka DPC Lubuk Begalung mengadakan kegiatan jumat berbagi. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap jumat sore di wilayah DPC Lubuk Begalung.

Masyarakat kurang mampu di wilayah DPC Lubuk Begalung sangat menunggu dan mengapresiasi kegiatan tersebut, bahkan berharap agar kegiatan itu semakin masif dan diadakan secara rutin dengan diupayakan dengan penambahan volume bantuan. Mensikapi apresiasi dan harapan masyarakat tersebut maka Ketua DPC Lubug Begalung yang saat ini diemban oleh Yudi Saputra, ST beliau mengharapkan juga support dan doa masyarakat Lubuk Begalung agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa mendukung seluruh kegiatan yang diadakan PKS. 

 
posted by @Adimin

Cita-cita PKS untuk Indonesia: Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghafur

Depok (7/3) - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengungkapkan cita-cita partainya untuk Indonesia. Menurutnya, PKS bercita-cita mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang aman, adil dan makmur.

"Tidak ada kendala yang dimiliki oleh PKS dalam membawa Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa robbun ghofur, negeri yang subur makmur adil dan aman," ujar Hidayat dalam sesi Leaders Talk di Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).

Menurut Hidayat, tidak ada kendala yang cukup berat bagi PKS untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Karena itu, dia menyerukan Hidayat kepada seluruh kader PKS untuk senantiasa berijtihad dalam mencapai cita-cita tersebut.

"Terus berijtihad dan berkontribusi untuk negara dan bangsa yang kita cintai. Jika itu adalah komitmen kita, maka dia juga komitmen pada umat, agama, dan Tuhan," imbuhhnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kekhasan dari partai politik adalah kemauan mereka bergerak bersama rakyat. Termasuk partai politik yang ber-platform Islam, termasuk PKS.

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, sudah banyak yang dilakukan oleh PKS dalam hal memperjuangkan kemajuan bangsa.

"Kehadiran PKS sebagai partai politik adalah proses keberlanjutan perjuangan untuk berkhidmat pada bangsa kita." jelasnya. [pks.id]


posted by @Adimin

Humas PKS Berikan Progressive Achievement Award

Written By Anonymous on 07 March, 2017 | March 07, 2017

Prosesi penyerahan Progressive Achievement Award di Rakornas PKS, Selasa (7/3) (Faruq/PKS Foto)
Depok (7/3) -- Rapat Koordinasi Nasional Partai Keadilan Sejahtera (Rakornas PKS) turut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) se-Indonesia. Wakil Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi, mengatakan Rakornas PKS juga mengumpulkan ketua bidang humas DPW se-Indonesia.
Dedi menuturkan, pada kesempatan Rakornas 2017 seluruh bidang humas DPW bersama bidang humas DPP membahas program kerja pengokohan untuk 2017. Selain itu, papar Dedi, bidang humas DPP memberikan penghargaan Progressive Achievement Award
kepada bidang humas DPW yang melakukan pertumbuhan kinerja yang progresif. "Kriterianya dinilai oleh komunitas dan pimpinan. Yang dinilai pertumbuhan atau progresivitas kinerja," ujar Dedi di sela-sela Rakornas PKS di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).
Dedi menuturkan ada tujuh kriteria penilaian yakni karya videografi PKStv, karya fotografi, karya relawan digital, karya desain grafis, karya literasi, pengelolaan website dan pengelolaan fanspage terprogresif.
Berikut daftar pemenang Progressive Achievement Award 2017 bidang humas DPP PKS
1. Karya Videografi PKStv untuk DPW Riau
2. Karya Fotografi/ PKS Foto untuk Sumatera Barat
3. Relawan Digital untuk DPW Jawa Barat
4. Karya Desain Grafis untuk DPW Jawa Tengah
5. Karya Literasi untuk DPW Kaltim
6. Pengelolaan website untuk DPW Banten
7. Pengelolaan fanpage untuk DPW Kepri

sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Doa untuk Negeri dari Rakornas PKS

Depok (6/3) - Seluruh elemen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Indonesia menghelat hajat nasional Rakornas PKS 2017 di Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017) hingga Rabu (8/3/2017). Berkumpulnya elemen PKS se-Indonesia turut diiringi kabar sejumlah bencana yang melanda Tanah Air.

Sebelum memulai sambutan, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengajak hampir 800 peserta Rakornas PKS untuk bersama mendoakan rakyat Indonesia yang sedang diuji dengan bencana. "Mari kita sama-sama memberikan rasa duka cita kepada warga masyarakat yang sampai hari ini masih mengelami bencana khususnya bencana banjir," ujar Sohibul Iman di pembukaan Rakornas PKS, Senin (7/3/2017).

Presiden PKS mendapatkan laporan beberapa laporan bencana dari Kalimantan Tengah dan Riau. Termasuk yang baru saja menelan korban jiwa adalah banjir di Kabupaten Limapuluh kota di Sumatra Barat. Sohibul meminta agar seluruh peserta Rakornas PKS mengirimkan doa terbaik untuk korban maupun pengungsi korban bencana alam.

"Kita sama-sama turut berduka dan mereka yang mendapatkan musibah banjir atau longsor diberikan ketabahan serta korban meninggal dunia mendapat tempat yang terbaik disisi Allah," tutup Sohibul sembari memimpin pembacaan al-Fatihah bersama. [pks.id]


posted by @Adimin

Pejabat Publik dari PKS Diinstruksikan Advokasi Rakyat

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan sambutan di Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (6/3). (Faruqi/PKSFoto)
Depok (6/3) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menginstruksikan kadernya yang menjadi pejabat publik untuk intensif melakukan pembelaan terhadap masyarakat. Sebab banyak kebijakan pemerintah yang harus dikoreksi.
Hal tersebut dikatakan Sohibul Iman dalam sambutannya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017).
Di depan 800-an pengurus dan anggota legislatif PKS dari tingkat pusat hingga provinsi, Sohibul Iman mengatakan, khidmat bagi PKS terdiri dari tiga level, yaitu pelayanan,  pemberdayaan dan advokasi atau pembelaan.
“Saya percaya, antum semua dalam bab pelayanan tidak perlu diajari lagi, karena itu adalah rutinitas kita semua. Seperti sekarang ketika terjadi bencana, antum semua melakukan pelayanan kepada rakyat,” ujar Sohibul Iman.
Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga mengatakan, di aspek pemberdayaan PKS juga sudah banyak bergerak. PKS menurutnya harus mengefektifkan tindak lanjut pemberdayaan tersebut.
Dia mendorong agar kader PKS belajar dari pemberdayaan yang dilakukan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Shalahuddin Uno melalui program OK Oce.
“Dari sisi advokasi, saya meminta kepada seluruh pejabat publik kita untuk melakukan ini, lakukan advokasi kebijakan dan advokasi secara hukum. Hari ini, posisi kita ada di luar pemerintahan, sehingga fungsi advokasi harus benar-benar dilakukan,” imbuhnya.
Lebih lanjut bahkan menurutnya, banyak kebijakan dari pemerintah dan hukum saat ini yang masih harus dikoreksi. “Karena itu saya meminta kepada antum semua untuk benar-benar melakukan advokasi dari ketiga level khidmat yang kita lakukan ini,” pungkas Sohibul Iman. [pks.id]


posted by @Adimin

Tiga Langkah Jika di Timpa Musibah

Written By @Adimin on 03 March, 2017 | March 03, 2017


SATU bukti manusia tak kuasa secara mutlak dalam hidup ini adalah hadirnya musibah dalam perjalanan hidup setiap manusia. Namun demikian, sebagian besar orang masih menjadikan tolok ukur akal dalam menimbang dan menentukan segala sesuatu termasuk musibah, sehingga alih-alih ingat dan kembali kepada Allah, sebagian malah semakin jauh dari ketentuan Islam.

Ketika anak secara mendadak terjatuh, luka bagian kepala dan mengucurkan darah segar begitu banyak yang membuat siapapun yang melihatnya akan shock, sebagian orang tua langsung menghardik buah hatinya. “Ya Allah, kenapa sampai seperti ini, kamu kok gak hati-hati, kan tadi sudah mama bilangin, jangan main di situ.” Padahal, musibah terjadi tanpa ada satu pun manusia akan ada yang mengetahui.

Dalam kata yang lain, tak ada gunanya menyalahkan apa dan siapapun kala musibah menimpa. Cukup kembalikan kepada Allah dengan mengucapkan “Innalillahi wainna ilayhi roji’un” sebagaimana Allah tegaskan di dalam Surah Al-Baqarah ayat 156.

Dari segi bahasa, “musibah” atau dalam dialek Arab diucapkan dengan mushabah dan mashubah, berarti “peristiwa yang dibenci yang menimpa manusia.”

Al-Qurthubi berkata, musibah sebagai semua peristiwa yang menyakiti kaum beriman. Dalam kehidupan keseharian, musibah mencakup bencana dan segala hal yang membawa kerugian dan kejelekan dalam pandangan manusia.

Dan, sebagai tempat ujian sementara, dunia tidak bisa bebas dari yang namanya musibah. Abu Al-Faraj Ibn Al-Jauzi mengatakan, “Seandainya dunia bukan medan musibah, di dalamnya tidak akan tersebar penyakit dan nestapa, takkan pernah ada kepedihan yang menimpa para Nabi dan orang-orang pilihan.”

Namun demikian, tidak berarti kehidupan dunia harus dihadapi dengan penesalan, kesedihan apalagi keputusasaan. Semua peristiwa datang dari dan diciptakan oleh Allah Ta’ala.

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid [57]: 22).

Artinya, sesuatu yang menimpa kehidupan umat manusia, terutama musibah hakikatnya telah Allah tentukan. Dan, karena itu harus disikapi dengan sabar dan lapang dada. Jangan ada ungkapan yang semakin menjerumuskan diri pada kehinaan dan kemurkaan Allah Ta’ala.

Tentu saja, sikap yang harus diusahakan adalah sabar dan lapang dada. Sayyidina Ali berkata, “Jika engkau bersabar, takdir akan tetap berlaku bagimu, dan engkau akan mendapatkan pahala. Jika engkau berkeluh kesah, takdir jug aakan tetap berlaku bagimu, dan engkau akan mendapatkan dosa.”

Lantas, apa yang harus kita lakukan saat mendapat musibah dalam kehidupan?

Pertama, Segera ambil tindakan disertai muhasabah
Kala diri ditimpa musibah, katakanlah terkilir, terluka, sakit atau apapun, maka bersegeralah mengambil tindakan pengobatan baik dengan mendatangi tempat berobat maupun ahli pengobatan. Hal ini penting karena bagian dari syariat Islam, berikhtiar menemukan solusi.

Misalnya, ketika secara tiba-tiba kaki anak atau kaki diri sendiri terkena kenalpot motor. Jangan buang momentum dengan penyesalan atau ungkapan negatif dengan menyalahkan siapapun, tapi segera dikompres dingin supaya panasnya tidak meresap ke dalam. Setelah dikompres, kemudian perawatan lukanya harus dicuci bersih tiap hari setelah itu keringkan, kemudian kasih salep untuk luka bakar. Ini jauh lebih efektif, luka tertangani, lisan terjaga dan lebih baik semua dilakukan diiringi memperbanyak doa.

Jadi, jangan sampai ada tindakan yang salah, apalagi dengan mengomel sampai akhirnya luka tidak segera ditangani, hati menjadi jengkel dan momentum menjadi berkurang bahkan hilang untuk segera melakukan penanganan yang semestinya.

Setelah penanganan usai dilakukan, barulah muhasabah, bagaimana musibah itu bisa terjadi. Oh…mungkin tadi terburu-buru, tidak fokus dan kurang hati-hati, sehingga ke depan bisa lebih hati-hati, sehingga ikhtiar menghindari kejadian buruk bisa diupayakan sedini mungkin.

Kedua, Tetap Positif Thingking
Sekalipun musibah adalah hal yang dibenci oleh manusia, dalam Islam musibah tak semata nestapa, ia juga kemuliaan yang amat dibutuhkan setiap insan beriman.

“Apabila Allah menginginkan kebaikan-kebaikan hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghenndaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah dengan musibah apapun yang dialami. Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian itu mati, kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim).

Ketiga, Jangan mengeluh dan mencela Musibah
Sebagai insan beriman, kita dituntun oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menyikapi musibah secara bijaksana, yakni dengan memandang hal tersebut secara proporsional. Sebab, musibah kadang menjadi pilihan Allah untuk mempercepat penempaan diri menjadi insan kamil, sekalipun sudah pasti di dunia ini no body is perfect.

Terlebih di balik musibah ada banyak kebaikan langsung dari Allah, seperti pengampunan dosa dan kebaikan-kebaikan lainnya.

“Tidak ada musibah yang menimpa umat Islam hingga sekecil duri menusuknya, melainkan Allah Azza wa Jalla akan menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tidak ada yang menimpa seorang Muslim dari kepenatan, sakit yang menahun, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, atau hanya tertusuk duri, kecuali dengan itu Allah hapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari).

“Janganlah engkau mencela penyakit demam, karena ia akan menghapuskan kesalahan-kesalahan anak Adam sebagaimana alat pandai besi itu dapat menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim).

Subahanalloh, demikianlah Islam menjelaskan hikmah dari musibah, derita yang mendatangkan keberkahan dari sisi-Nya. Semoga Allah kuatkan diri kita dalam menghadapi musibah apapun, sehingga kita senantiasa mendapatkan rahmat dan ridho-Nya

Admin Hidcom
 
posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger