pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kebijakan Pendidikan Nasional Masih Parsial

Written By NeoBee on 06 May, 2017 | May 06, 2017


Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal mempertanyakan kebijakan pemerintah terhadap dunia pendidikan di Indonesia tidak utuh dan masih setengah-setengah.
 
"Kalau setengah hati bagaimana mempercepat pembangunan. Bab niat sangat menentukan, kalau niat setengah hati hasilnya akan setengah-setengah," kata Mustafa dalam Diskusi Publik "Pendidikan Sebagai Lokomotif Pembangunan Peradaban Bangsa" di Gedung DPP PKS, Jln. TB Simatupang Jakarta Selatan, Kamis (4/5/2017).

Mustafa memberikan contoh peradaban masyarakat Indonesia yang pernah mengalami peningkatan luar biasa ketika Islam masuk ke Indonesia. "Bukan tentang Islamisasi namun tingkat peradaban yang tinggi. Masyarakat lokalnya yang ketika itu punya penerimaan luar biasa. Ulama datang bukan sebagai peminta minta namun melakukan pemberdayaan. Tidak setengah-setengah memberdayakan makanya ada akulturasi dan asimilasi. Beda dengan penjajah yang menjajah Indonesia," ungkap Mustafa.

Pendidikan itu, ujar Mustafa, merupakan bagian dari kampanye revolusi mental oleh Pemerintah. Karena itu, revolusi mental seharusnya menekankan komitmen penuh pada dunia pendidikan, tidak setengah-tengah pada sektor ini. "Karena nyawa utama pertumbuhan Indonesia adalah pendidikan," kata anggota dewan dari komisi X Fraksi PKS itu.

Dalam diskusi yang diadakan oleh Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS itu hadir pula cendekiawan Muslim Adian Husaini sebagai pembicara dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Arie Budhiman.

posted by @Adimin

Anjuran Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban

Written By NeoBee on 05 May, 2017 | May 05, 2017

“Belum pernah Nabi saw berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Dalil Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban
 
Sya’ban adalah satu bulan sebelum Ramadhan. Terdapat hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, bahkan termasuk puasa sunnah terbanyak yang beliau lakukan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Adalah sunnah memperbanyak puasa di bulan sya’ban berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,
يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Aisyah juga berkata,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban

Hikmah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban adalah karena pada bulan itu amal terangkat dan lebih baik jika amal tersebut terangkat dan kita dalam keadaan berpuasa. Sebagaimana penjelasan dari Al-Hafidz Ibnu Hajar beliau berkata,

وَالْأَوْلَى فِي ذَلِكَ مَا جَاءَ فِي حَدِيثٍ أَصَحَّ مِمَّا مضى أخرجه النسائي وأبو داود وصححه بن خُزَيْمَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وَأَنَا صَائِمٌ .
Pendapat yang benar di dalam hal ini adalah apa yang disebutkan di dalam sebuah hadits yang lebih shahih dibandingkan sebelumnya, diriwayatkan oleh An-Nasai dan Abu Daud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Usamah bin Zaid, beliau berkata: “Engkau pernah berkata: “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa (lebih banyak) dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban, kemudian beliau menjawab: “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan manusia yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan, dan ia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rabb semesta alam, maka aku menginginkan amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa” (Lihat penjelasan kitab Fathul Al Bari).

Demikian juga penjelasan dari Ibnul Qayyim, beliau berkata,
فإن عمل العام يرفع في شعبان كما أخبر به الصادق المصدوق أنه شهر ترفع فيه الأعمال فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم
Sesungguhnya amalan dalam setahun akan diangkat pada bulan Sya’ban sebagaimana yang diberitahulkan oleh Ash-Shadiq Al-Mashduq (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), dan ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan di dalamnya dan aku suka diangkat amalanku dalam keadaan aku berpuasa” (Hasyiah Ibnul Qayyim, 12/313).

Sebagai Persiapan Sebelum Puasa Ramadhan

Hikmahnya juga adalah dalam rangka persiapan puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, yaitu bulan setelah Sya’ban. Mempersiapkan diri sudah terbiasa puasa sebulan sebelumnya. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid berkata,
الصيام من شهر شعبان استعداداً لصوم شهر رمضان
“Puasa bulan Sya’ban dalam rangka persiapan puasa bulan Ramadhan” (Fatawa Jawab wa Sual no. 92748)

Beberapa Puasa yang Bisa Dilakukan di Bulan Sya’ban
  1. Puasa Daud yaitu sehari puasa dan sehari tidak berpuasa
  2. Puasa Senin dan kamis
  3. Puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan Hijriyah
Bisa dilakukan di awal bulan, di tengah bulan dan di akhir bulan. Jika dilakukan tiga hari pada tanggal 13, 14 dan 15, maka inilah yang disebut dengan puasa Ayyamul Bidh

Kombinasi Amalan Puasa di Bulan Sya’ban

Timbul pertanyaan, apakah puasa Daud bisa dikombinaasikan dengan puasa lainnya seperti puasa  senin-kamis. Ini ada dua pendapat:
  1. Tidak boleh dikombinasikan
Berdasarkan hadits mengenai Abdullah bin ‘Amr yang dinasehati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa Daud, lalu beliau menegaskan mampu melakukan lebih dari puasa Daud. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya, beliau lalu bersabda,
لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ
“Tidak ada yang lebih utama dari pada puasa Daud” (HR. Bukhari 3418, Muslim 1159).
  1. Boleh dikombinasikan
Dalam Fatawa Syabakiyah AL-Islamiyah dijelaskan,
ولكن من أحب أن يجمع بين الفضيلتين، وهو صيام يوم، وإفطار يوم، وصيام الاثنين والخميس، فقد حصَّل خيراً كثيراً…  وعليه فلا حرج في ذلك، بل هو من المسارعة في الخيرات
“Mereka yang suka menggabungkan dua puasa yang punya keutamaan yaitu puasa Daud dan Puasa Senin-Kamis, maka telah mendapatkan kebaikan yang banyak, bahkan termasuk dalam bersegera daam kebaikan” (Fatawa no. 6488)

Demikian semoga bermanfaat

@Gemawang,


posted by @Adimin

Arif dalam Perbedaan

Written By NeoBee on 04 May, 2017 | May 04, 2017


Buya sudah mengedepankan tasamuh (toleransi). Waktu itu, Hamka ikut hadir dan duduk bersebelahan dengan tokoh NU KH Idham Chalid. Hamka tak segan untuk ikut berdiri dan membacakan asrakai pada Maulud Diba.

PERBEDAAN adalah keniscayaan. Namun, ada dua perbedaan yang harus dipahami dalam fikih Islam agar tidak salah dalam menyikapinya. Pertama, tadhâdh [perbedaan kontradiktif mengenai sesuatu yang sudah final dalam Islam seperti akidah dan ibadah mahdhah]. Kedua, tanawwu’ [perbedaan cabang, multi tafsir misalnya dalam hukum fikih yang teknis] (Yasir Husain Barhami, Fiqhu al-Khilâf, 12).

Dari kedua perbedaan tersebut, memang perbedaan tadhâdh (kontradiktif), tidak ada kompromi sedikit pun. Namun, pada wilayah perbedaan tanawwu’ (cabang, multi tafsir), umat Islam diharuskan berlapang dada dan toleransi. Ironisnya, masih banyak dari kalangan umat Islam yang belum arif dalam menyikapi perbedaan furu’iyah ini. Pada tingkat yang lebih ekstrim, di antara mereka ada yang saling membid’ahkan, merasa pihaknya sendiri yang paling benar, bahkan mengkafirkan orang yang berseberangan. Hal ini tentu bisa menyulut permusuhan dan mengoyak persatuan.

Konflik semacam ini tidak akan terjadi jika perbedaan furu’iyah ini disikapi dengan kearifan. Ada banyak contoh sejak zaman Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang bisa dijadikan teladan untuk menyikapi perbedaan demikian secara arif.

Semasa nabi hidup misalnya –tanpa bermaksud membatasi- ada 3 peristiwa yang bisa diangkat dalam menyikapi perbedaan furu’iyah secara arif.

Pertama, pasca Perang Khandak (5H), Rasulullah menginstruksikan sahabat nya, “Jangan shalat Ashar, melainkan di Bani Quraidzah!” (HR. Bukhari, Muslim).

Para sahabat tebelah dua dalam memahami instruksi nabi tersebut. Ada yang memahaminya secara tekstual, sehingga tidak shalat Ashar kecuali sudah sampai lokasi. Ada juga yang memahaminya secara kontekstual, sehingga memahaminya segera melaksanakan shalat tepat waktu. Menariknya, saat kedua kelompok ini mengadu kepada nabi, beliau sikapi dengan arif dengan tidak mencela keduanya.

Kedua, Abu Qatadah menceritakan, suatu saat Nabi bertanya kepada Abu Bakar, “Kapan kamu menunaikan witir?” Abu Bakar menjawab bahwa ia menunaikan witir di awal malam. Pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada Umar. Beliau pun menjawab, “Aku menunaikan witir di akhir malam.” (HR. Abu Daud).

Sikap nabi ketika melihat perbedaan antara keduanya bukan dengan menyalahkan, tapi justru menyebutkan sisi positif masing-masing. Abu Bakar, dipuji nabi sebagai seorang yang teguh. Sedangkan Umar bin Khathab, disanjung sebagai orang yang kuat.

Ketiga, ‘Amr bin ‘Âsh bercerita, saat dirinya diutus dalam peperangan Dzâtus Salâsil, pada suatu malam yang sangat dingin, ia bermimpi hingga junub. Saat bangun pagi-pagi, beliau mengganti perintah mandi junub dengan tayamum. Pada saat itu juga, ia menjadi imam shalat Shubuh. Kejadian ini diadukan langsung kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam oleh sahabat yang tak sependapat. Ketika diklarifikasi nabi, Amru bin Ash berargumen dengan Surah An-Nisa [4]: 29, yang intinya tak boleh membunuh diri karena Allah Maha Penyayang (HR. Abu Daud, Ahmad). Setelah mendengar argumentasinya, Rasulullah pun tertawa tanpa mengatakan sesuatu apapun –sebagai taqrir (pengakuan)- bahwa apa yang dilakukan Amru ini bukan perbuatan yang salah.
Jamaluddin al-Qasimi dalam buku Qawâ’idu al-Tahdîts min Funûni Mushthalah al-Hadîts (371) menuturkan bahwa perbedaan di kalangan sahabat dan tabi’in dalam masalah furu’iyah sudah biasa. Di antara mereka ada yang membaca basmalah dalam shalat, ada pula yang tidak; ada yang mengeraskan basmalah, ada juga yang tidak’; ada yang qunut pada waktu shalat Shubuh, ada pula yang tidak melakukannya; ada yang berwudhu setelah berbekam, ada pula yang tidak berwudu. Uniknya, meski terjadi perbedaan, mereka tetap tidak menghalangi mereka shalat secara berjama’ah.

Dikisahkan, Abu Hanifah dan penganut madzhab Syafi’i serta yang lainnya shalat di belakang imam-imam Madinah yang bermadzhab Maliki (meskipun mereka tidak membaca basmallah baik secara lirih maupun keras). Harun Ar-Rasyid pernah menjadi Imam shalat –padahal ia telah berbekam- waktu itu Abu Yusuf menjadi makmumnya dan tak mengulangi shalatnya.

Dalam kisah lain disebutkan bahwa pernah Abu Yusuf dan Muhammad ketika bertakbir dalam Idul Fithri keduanya bertakbir seperti pendapat Ibnu Abbas, ini karena Harun Ar-Rasyid suka terhadap takbir kakeknya (Ibnu Abbas). Lebih dari itu, pernah Imam Syafi’i shalat Shubuh tanpa qunut dekat kuburan Abu Hanifah sebagai wujud adab beliau terhadap Abu Hanifah.

Ada kisah lain yang cukup menarik. Seusai melaksanakan shalat Jum’at, Imam Abu Yusuf diingatkan jama’ah bahwa di sumur dekat kamar mandi (yang beliau pakai mandi sebelum Jum’at), terdapat bangkai tikus. Mendengar ini beliau berkomentar, “Kalau begitu, kita mengambil pendapat saudara kita Ahli Madinah, “Jika air mencapai dua qulla, maka kotor [najis].” (HR. Ahmad).

Lihat bagaimana mereka menyikapi perbedaan furu’iyah, tidak ada yang saling mencela bahkan sinis terhadap pendapat yang berseberangan.

Di Indonesia sendiri, sejak sebelum kemerdekaan perbedaan furu’iyah memang menimbulkan selalu ketegangan. Terbelahlah umat Islam pada waktu itu dengan istilah kaum tradisionalis dan kaum modernis. Perbedaan tersebut dampaknya masih berpengaruh hingga saat ini. Padahal, kalau diamati secara cermat, perbedaan mereka kebanyakan pada masalah furu’iyah bukan prinsipil.
Melihat fenomena demikian, Tjokroaminoto dan Agus Salim  menginisiasi Kongres Islam pertama di Cirebon 1922 untuk merajut Ukhuwah Islamiah dan tidak disibukkan dengan Urusan Khilafiyah (Aji Dedi Mulawarman, Jang Oetama Jejak dan Perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto, 187).

Contoh lain dari Pahlawan Muslim Indonesia dalam menyikapi perbedaan furu’iyah ialah seperti yang dipraktikkan Buya Hamka. Dalam buku Mengenang 100 tahun Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), disebutkan bahwa Hamka adalah sosok yang mengutamakan silaturahim ketimbang meributkan perbedaan tak prinsip. Ada beberapa contoh yang menunjukkan toleransi hamka dalam menyikapi perbedaan furu’iyah.

Pertama, ketika KH Abdullah Syafi’i menunaikan shalat Jum’at di Masjid Al-Azhar. Waktu itu, Buya Hamka sudah terjadwal sebagai khatib. Melihat kedatangan KH Abdullah Syafi’i, seketika Buya “memaksa” beliau menggantikan dirinya. Buya juga meminta adzan dikumandangkan dua kalisebagaimana tradisi Nahdhiyin yang dipegang Syafi’i.

Kedua, sejak dibukanya Masjid Al-Azhar, Buya sudah mengedepankan tasamuh (toleransi). Waktu itu, Hamka ikut hadir dan duduk bersebelahan dengan tokoh NU KH Idham Chalid. Hamka tak segan untuk ikut berdiri dan membacakan asrakai pada Maulud Diba. (Shobahussurur, 2008).

Ketiga, pada saat Hamka dan Idham Chalid berada dalam satu pesawat menuju Mekah. Masing-masing bergantian menjadi imam shalat Shubuh.  Saat Idham menjadi imam, beliau tidak membaca qunut karena ada Hamka di belakangnya. Demikian juga Hamka, saat menjadi imam, beliau membaca qunut karena ada Idham Chalid di belakangnya. (Abdillah Mubarak Nurin, Islam Agama Kasih Sayang, 86).

Ada pula contoh dari tokoh nasional yang masih hidup, yaitu: Amin Rais. Tokoh yang pernah menjabat menjadi Ketua Umum Muhammadiyah ke-12 (1995-2000) ini sangat arif dalam menyikapi perbedaan furû’iyyah.

Zaim Uchrowi  dalam buku Mohammad Amien Rais: Memimpin dengan Nurani menceritakan bahwa meski lahir dari kultur Muhammadiyah, Amin dikatakan sebagai sosok yang fasih dalam membaca qunut. Ia selalu membaca doa qunut saat menjadi umam penganut Islam ‘kultural’ saat shalat Subuh (2004: 146). Bahkan, masih menurut buku yang sama, beberapa kali saat berkunjung ke pesantren tradisional, beliau diminta menjadi imam shalat Shubuh. Jika kebiasaan di tempat itu memakai doa qunut, maka belia pun juga membaca doa qunut (2004: 85).

Dari beberapa contoh di atas, perbedaan furû’iyah memang harus disikapi secara arif. Perbedaan demikian seyogianya tidak merusak persatuan. Justru umat Islam saling berlapang dada, toleran dan menyikapinya dengan kearifan. Hal ini persis yang dicontohkan nabi, para sahabat, tabiin, ulama hingga tokoh Islam negeri ini.

Sebagai penutup, pernyataan Ibnu Najim (ulama bermadzab Hanafi) berikut bisa dicamkan baik-baik dalam menyikapi perbedaan furû’iyah secara arif,  “Jika kita ditanya tentang madzhab kita oleh orang-orang yang berbeda dengan kita dalam masalah furu’ (cabang fikih), kita wajib menjawab bahwa madzhab kita shawab (benar) tapi ada kemungkinan salah, sedangkan madzhab yang menyelisihi kita bisa jadi khatha` (salah) tapi bisa jadi benar.” (al-Asybâh wa al-Nadhâir, Ibnu Najim 330). Wallâhu a’lam.

Mahmud Budi Setiawan
  
posted by @Adimin

Dalam Rangka Milad PKS Ke 19, PKS Padang selenggarakan Jalan Sehat dan Donor Darah

Written By NeoBee on 02 May, 2017 | May 02, 2017


Dalam ragka Milad PKS ke 19, DPD PKS Kota Padang menyelenggarakan jalan sehat bagi kader dan masyarakat umum. Jalan sehat yang dimulai dijalan utama MD Building Jl KIS Mangunsarkoro diikuti dengan antusias oleh kader kota Padang dan masyarakat umum, ibu ibu, bapak-bapak, anak anak, remaja. Dengan hadiah doorprize yang cukup menjanjikan, ada Sepeda, Mesin cuci, kipas angin, dispenser dan sabagainya, semakin menyeruakkan aura optimisme. 
Acara yang dimulai pada pukul 07.30 dan berakhir di pantai padang yang semasa kepemimpinan Mahyeldi menjadi pantai yang bersih dan indah. Jalan sehat di lepas dengan khidmat oleh Walikota Padang sekaligus membuka rangkaian acara milad PKS ke 19 tersebut. yang sebelumnya diawali dengan aksi bersih-bersih masjid disekitar kantor DPD PKS Kota Padang. Jalan sehat berlangsung dengan lancar, aman dan tertib. 


Meskipun kelelahan menggelayuti wajah-wajah peserta jalan sehat, masyarakat tetap setia mengikuti seluruh rangkaian acara milad PKS yang ke 19 tersebut. Meskipun suasana Kota Padang panas seperti khasnya panas pantai, tetapi panggung tempat acara puncak Milad PKS tetap dipenuhi dengan ribuan kader dan masyarakat, yang dengan harap harap cemas menunggu pembacaan nomor undian untuk mendapatkan doorprize. Hadir dipanggung acara Jajaran Pengurus DPW yang dikomandani Ust Irsyad Syafar dan Jajaran DPD Kota Padang yang di gawangi Ust Gufron. Dalam arahannya Ust Irsyad Syafar mengatakan bahwa dengan jalan sehat ini diharapkan menjadi pembiasaan bagi kader dan masyarakat agar nantinya bisa menjadi ummat yang kuat dari sisi fisik dan mental. Karena ALLAH memang lebih mencintai seorang mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah.
Selain membagi bagikan doorprize PKS juga melaksanakan donor darah bagi kader dan masyarakat, donor darah ini terselenggara berkat kerjasama DPD PKS dengan PMI Kota Padang. Dengan donor ini diharapkan akan tumbuh jiwa jiwa sosial yang senantiasa peduli dengan sesama. Singkatkata rangkaian acara Milad PKS ke 19 di Padang berakhir dengan indah diiringi dengan wajah wajah yang penuh dengan kegembiraan dan optimis dalam mensikapi kondisi saat ini dan kader tetap senantiasa siap siaga berkhidmat untuk rakyat.



posted by @Adimin

DPD PKS Kota Padang Adakan Rakorda

Written By NeoBee on 29 April, 2017 | April 29, 2017


pkspadang.com : Padang, Sabtu 29 April 2017. Dalam rangka memaksimalkan kerja kerja dakwah, DPD PKS Kota Padang melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Perangkat perangkat dan agenda agenda kerja Partai yang di sudah disusun DPP di turunkan ke DPD dan DPC DPC yang ada. Program program kerja partai dirumuskan dalam bentuk IKU (Indikator Kerja Utama) sehingga seluruh program program kerja masing masing bidang bisa terlaksana dan terukur dengan baik. Rakorda dibuka secara resmi oleh Ketua DPW Sumatera Barat yang dalam hal ini diwakili Ketua Bidang Kaderisasi Ust Ahmad Yasin, Lc.


Hadir dalam rakorda kali ini Ketua DPW Sumbar yang diwakili Ketua Bidang Kaderisasi Ust Muhammad Yasin, Lc, Ketua MPD Ust Drs. Muhidi, MM dan Ketua DPD Kota Padang Ust Gufron, SS dan seluruh pengurus DPD Kota Padang beserta seluruh Pengurus DPC Kota Padang. Tak lupa pula panitia memberikan doorprize dan penghargaan kepada DPC yang pengurusnya paling banyak dalam mengikuti rakorda dan kader yang paling tepat waktu dalam menghadiri acara, yang semuanya diraih oleh DPC Pauh. ALLAHU AKBAR....


Dalam arahannya Ust Muhammad Yasin mengingatkan betapa pentingnya komitmen terhadap agenda kerja jamaah. Karena akan semakin meningkatkan amal amal kita dengan kerja kerja berjamaah, mengingat pahala berjamaah, sama dengan pahala multi level yang dapat meningkatkan nilai dari amal kita. Begitu juga sebaliknya jika dalam berjamaah seorang kader menanamkan nilai nilai negarif, maka efeknya adalah dosa yang didapatkan juga akan berlipat ganda. Sehingga diharapkan seorang kader hendaknya berhati-hati dalam berucap dan beramal agar selamat dari dosa besar yang tak terasa. Mudah mudahan dengan adanya Rakorda ini akan menambah soliditas dan seluruh program program kerja yang sudah dirumuskan bisa terlaksana dengan baik


posted by @Adimin

Anies Sujud Syukur Bersama Ribuan Jamaah di Istiqlal

Written By NeoBee on 21 April, 2017 | April 21, 2017


Cagub DKI Anies Baswedan melaksanakan sujud syukur bersama ribuan jamaah kaum muslimin di Masjid Istiqlal. Kegiatan itu bentuk syukur atas hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berjalan aman dan lancar.
 
Cagub DKI yang diusung PKS dan Partai Gerindra tersebut hadir tanpa ditemani cawagub Sandiaga Shalahuddin Uno. Anies tiba sekitar pukul 19.00 wib, Rabu (19/4/2017).

Ikut bersama Anies, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Mereka terlebih dahulu menunaikan sholat Isya di masjid terbesar di Asia tenggara itu. Usai sholat, imam besar Front Pembela Islam FPI Habib Rizieq Shihab mengajak seluruh jamaah untuk sujud syukur.

"Mari kita sujud syukur untuk gubernur muslim kita," ujar Rizieq.

Dalam sambutannya, Prabowo mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk keberanian Habib Rizieq menegakkan kebenaran. "Habib dan masyarakat muslim sama dengan kami yang membela kepentingan rakyat indonesia dan menegakkan keadilan serta menyelamatkan demokrasi di Indonesia dan masa depan indonesia," kata Prabowo.

Anies juga turut memberikan sambutannya dalam majelis yang dihadiri para ulama dan habib itu. Mendikbud era Presiden Joko Widodo itu mengatakan sujud syukur sebenarnya bukan hanya dilakukan di Istiqlal.

"Kita tempelkan kening kita dimana seluruh Indonesia menyaksikan, dan di seluruh Indonesia sekarang juga sedang melakukan sujud syukur," tutur Anies.

Inisiator Indonesia Mengajar itu juga mengajak seluruh umat islam khususnya di Jakarta untuk menjaga kedamaian dan persatuan terlebih Jakarta merupakan kota yang sangat bhinneka. "Kita tunjukkan umat islam penjaga kedamaian dan perekat persatuan," ajaknya.

posted by @Adimin

Cukur dan Syukur untuk Kemenangan Jakarta

Written By NeoBee on 20 April, 2017 | April 20, 2017


"Partai Keadilan Sejahtera maju terus tanpa kenal lelah, kibarkan tinggi panji Allah, bangun Indonesia lebih berkah.."

Mars PKS itu membumbung tinggi menguasai lobi gedung DPP PKS di Jl. Tb Simatupang Jakarta Selatan. Dinyanyikan oleh para kader partai dan masyarakat dengan riang bersamaan pisau cukur yang mengikis habis rambut Cucu Mulyono. Pria berusia 43 tahun yang duduk di kursi 'panas' itu tampak menikmati perayaan ablasi di kepalanya. "Sudah lama nggak cukur juga. Terakhir cukur botak itu enam tahun lalu, tahun 2011 ketika pergi ibadah umroh," kata pemilik kulit khas Indonesia itu.

Cucu berani melakukan itu sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. atas kemenangan yang diperoleh paslon gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di perhelatan pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta di putaran kedua ini.

Jejen Jaelani bernasib sepenari segenderang dengan Cucu. Pria asal Pancoran Jakarta Selatan itu mau melakukan cukur botak karena sebagai wujud syukur setelah sebelumnya sujud syukur. "Ini bentuk syukur selain sujud syukur. Bangga karena kemenangan Anies-Sandi adalah kemenangan kita, kemenangan umat Islam," ujarnya.

Biasanya ia mengaku tidak mau dipotong botak. Sudah lama tak melakukannya. "Sebenarnya ingin botak, tapi nunggu dua tahun lagi. Tapi karena ada momentum akhirnya membatalkan niat untuk menunda botak," ungkap pria 42 tahun.

Total para kader yang mau dicukur botak berjumlah 25 orang. Aksi cukur itu diawali dengan aksi sujud syukur. Hampir seluruh orang di ruangan lobi DPP PKS turut sujud syukur sekaligus menggemakan asma Allah SWT.

Setelah dicukur, Cucu pun mendadak dibopong oleh para Pandu Keadilan. Ia teriak-teriak tak puguh dan akhirnya, basah kuyup sekujur badan. Dicemplungkan di kolam air mancur depan markas dakwah.

posted by @Adimin

BPKK PKS Kuranji Adakan Silaturahim Pos EKA

Written By NeoBee on 17 April, 2017 | April 17, 2017


Seiring dengan pentingnya peran kaum wanita di era millenia ini, maka BPKK DPC PKS Kuranji mengadakan silaturahim sekecamatan Kuranj. Acara yang berlangsung semarak karena mengusung tema tema kekinian yang erat kaitannya dengan wanita. BPKK Kuranji yang saat ini dinahkodai oleh Ustazah Endang Yunita senantiasa terdepan dalam ikhtiar untuk meningkatkan peran serta dan kualitas kaum wanita.

Ikut memberikan arahan dan taujih pada acara tersebut Ketua Umum DPD PKS Padang Ust. Gufronm SS. Dalam arahannya Ust Gufron memerikan poin poin penting terkait peran serta kaum wanita dalam membangun peradaban yang semakin tidak menentu ini poin poin penting tersebut adalah 

  1. Peradaban umat dimulai dari ketahanan keluarga
  2. Untuk hidup lebih baik harus dimulai dengan ilmu
  3. Keberkahan akan datang apabila umat beriman dan bertaqwa
  4. Siapkan generasi yg memiliki imtaq yg kuat
  5. PKS memberikan ilmu yg bermanfaat utk umat. Gubernur dan wali kota      sekarang sangat perhatian terhadap kesejahteraan dan keimanan umat.


Semoga dengan semakin berperannya kaum wanita PKS Khususnya dan ummat pada umumnya akan memberikan sumbangsih untuk peradaban manusia yang lebih baik... ALLAHU AKBAR

posted by @Adimin

Rumah Keluarga Indonesia, Hadirkan Semangat Kartini

Written By NeoBee on 15 April, 2017 | April 15, 2017


Kartini merupakan salah satu pahlawan perempuan Nasional yang memiliki cita-cita  mulia untuk memajukan kaumnya. Menurut Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih, perjuangan tersebut tidak boleh terhenti.
 
Salah satu masalah yang sangat disoroti oleh Kartini pada saat itu adalah isu pendidikan dan kesejahteraan kaum perempuan. Menurutnya, perjuangan tersebut masih harus diperhatikan, karena masih banyak kaum perempuan di Indonesia yang berpendidikan rendah dan hidup dalam ketidak-sejahteraan.

Dia mencontohkan masyarakat di Kampung Blok Empang yang masih memiliki kesulitan dalam mengakses pendidikan formal. Jarak antara pemukiman dengan sekolah formal cukup jauh. Hal ini cukup menyulitkan masyarakat yang akan menyekolahkan anak-anaknya.

Pada tahun 2004, PKS hadir ditengah-tengah masyarakat Muara Angke dan mendirikan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu. Sekolah ini, merupakan satu-satunya Taman Kanak-Kanak Islam yang dekat dan mudah dijangkau oleh warga.

"Kami hanya bagian kecil dari sistem negara ini, tapi kami ingin ikut serta dalam memperbaiki bangsa ini" jelas Wirianingsih saat mengunjungi Kampung Blok Empang di Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (12/4/17).

Selain berhasil mendirikan sekolah untuk rakyat, PKS juga telah berhasil menjalankan beberapa program Rumah Keluarga Indonesia (RKI), khususnya yang berhubungan dengan perempuan. Menurut Wirianingsih, semangat Kartini sejalan dengan visi dan misi dari RKI.

"Ada delapan program RKI, diantaranya adalah pembekalan kepada para Ibu mengenai cara mendidik anak. Bagaimana pada akhirnya menciptakan anak-anak yang cerdas dan unggul. Kedua, kami juga akan melakukan pembekalan kepada para remaja yang akan siap menikah, agar keluarga yang mereka bangun nantinya menjadi keluarga yang harmonis," jelasnya.

Perempuan yang biasa disapa Bu Wiwi ini juga mengajak kepada seluruh elemen untuk benar-benar memperhatikan mengenai masalah pendidikan masyarakat di Kampung Blok Empang dan di kawasan marjinal lainya. Karena, menurutnya, kemajuan perempuan adalah titik ungkit meningkatnya kualitas generasi mendatang, mengingat perempuan adalah pendidik pertama dan utama bagi putra-putri bangsa.

"Kami mendapatkan keluhan dari masyarakat diantaranya adalah masalah pendidikan. Belum ada Sekolah Negeri yang mudah dijangkau oleh masyarakat kami berharap, pemerintah lebih memperhatikan kelompok marjinal ini," lanjutnya.

Selain memberikan perhatian terhadap masalah pendidikan dan pembangunan karakter didalam keluarga. RKI juga memiliki perhatian terhadap kesejahteraan kaum perempuan. Salah satunya adalah dengan memberikan pendampingan ekonomi kepada kaum perempuan.

"Ibu-ibu di sini mayoritas bekerja sebagai pembersih kerang yang dimana penghasilannya kurang lebih Rp. 25.000,- perhari. Kami, melalui RKI akan melakukan pendampingan ekonomi dengan memberikan pelatihan kreatifitas kepada masyarakat, sehingga bisa memberikan penghasilan tambahan," terangnya.

Rumah Keluarga Indonesia (RKI) telah hadir di 34 provinsi di Indonesia. Saat ini cakupan RKI mencapai 34 propinsi dan lebih dari 50 persen kota/kabupaten di Indonesia. Para kader perempuan PKS se-Indonesia terus berjuang agar jumlah RKI meningkat dengan daya jangkau semakin mencapai pelosok kecamatan dan desa/kelurahan

posted by @Adimin

Pengadilan Langit Lebih dekat Daripada Hakim di Bumi

Written By @Adimin on 13 April, 2017 | April 13, 2017


AL QAFASHI adalah laki-laki ahli ibadah yang menetap di masjid Az Zubair di Mesir selama dua puluh tahun. Ia berasal dari Maghrib dan melakukan perjalanan haji, setelah itu memilih tinggal di Mesir. Katika ditanya kenapa ia tidak kembali ke Maghrib, ia berkata,”ayahku adalah seorang qadhi (hakim), aku takut jika kelak ada yang berkata kepadaku,’gantikan posisi ayahmu!'”

Ibnu Muyassar pernah mengirim untuknya uang sebanyak lima puluh dinar, namun Al Qafashi menolaknya dengan berkata,”sedikit sudah cukup bagiku, aku tidak membutuhkan lebih dari itu.” Dan pakaian-pakaian yang dimilikinya nilainya tidak lebih dari 19 dirham.

Suatu saat, ada seorang lelaki mendatangi Al Qafashi di masjid lalu ia mencium lutut Al Qafashi seraya berkata,”saudaraku dipenjara karena harga kapas yang tidak mampu ia lunasi, sedangkan aku tidak memiliki uang yang mencukupi. Orang-orang pun menyarankan aku untuk mendatangi tuan. Aku ingin tuan menulis pesan untuk Qadhi Al Muwaffaq.”

Al Qafashi pun menjawab,”pengadilan langit lebih dekat kepada kami daripada qadhi bumi. Semoga Allah menjadikan setiap kesusahan dan kesulitan saudaramu jalan keluar.”

Laki-laki itu pun puas dengan apa yang disampaikan Al Qafashi lalu ia pun pergi.

Pada waktu maghrib lelaki itu datang kembali ke masjid sambil tertawa. “Kenapa dengan dirimu?” Tanya Al Qafashi. Lelaki itu pun menjelaskan bahwa saudaranya telah bebas dan ia sudah berada di rumah.

Lelaki itu menceritakan, bahwa setelah kepulangannya dari Al Qafashi, Qadhi Al Muwaffaq berjalan di belakangnya dan memanggilnya, lalu memintanya agar pergi ke penjara bersama seorang utusan untuk membebaskan saudaranya, setelah sang qadhi tahu bahwa saudaranya itu tidak memiliki uang. Laki-laki itu pun lantas berkata kepada Qadhi Al Muwaffaq,”dengan doa faqih, Allah telah menjadikan bagi saudaraku jalan keluar atas kesulitan.” 
(Mursyid Az Zuwar)


posted by @Adimin

PKS Optimis Anies-Sandi Menang di Putaran Kedua

Written By NeoBee on 12 April, 2017 | April 12, 2017


Menjelang putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, dukungan terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kian menguat. Hal tersebut sangat disadari Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

"Putaran kedua semakin banyak dukungan untuk paslon Anies-Sandi. Termasuk sinergi dan dukungan yang diberikan oleh partai Perindo," kata Sohibul saat silaturahmi di gedung DPP Perindo, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

Sejumlah partai dan relawan pendukung Anies-Sandi, ungkap Sohibul, haqulyakin paslonnya akan meraih kemenangan pada putaran kedua nanti. "Kami semua optimis Anies Sandi akan meraih kemenangan," ujar pria yg kerap disapa Kang Iman.

Dalam agenda silaturahmi tersebut, Presiden PKS datang bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan disambut oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
 
posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger