Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Kegalauan Tarbiyah

“Adik-adik binaan ana itu, jago klo hafalan Quran dan hadits, Lail-nya juga luar biasa, tapi tiba giliran diajak kegiatan hampir semuanya pake slogan ‘afwan’ semua..” curhat seorang Murabbi pada temannya sesama Murabbi.
“Mmm… klo binaan ana sebaliknya, ukh…” temannya menanggapi. “Kegiatan aktif luar biasa…tapi mutaba’ah yaumiyahnya innalillaah…” curhatnya tak kalah sedih.
Usut punya usut, ternyata alasannya: “ana belum mampu menyeru karena tak baiknya ruh.” Dan sebaliknya, sang Mutarabbi berdalih, “ana ini kan sibuk menyeru…wajar jika perlu dispensasi khusus terkait kesehatan ruh”
Eh, ternyata masih timbul lagi keluhan dari Mutarabbi lain: “ana datang terus tiap pertemuan rutin, tapi ya itu… bahasannya tak menguatkan ruh. Apalagi klo jelang pemilu, duwhhh…jadwal liqo’at bisa berganti DS sana sini. Klo selalu pake alasan sekedar materi bisa diperoleh di luar lingkaran, lalu untuk apa ada pertemuan rutin tiap minggu itu?”
***
Ada yang sibuk menyeru tapi kehilangan ‘ruh’…
Ada yang memiliki kondisi ‘ruh’ yang luar biasa tapi kurang semangat dalam menyeru…malah terkadang menutup diri dengan alasan belum mampu…
Fenomena ‘Kegalauan tarbawiyah’ yang memang tidak sedikit dirasakan oleh para kader. Ada yang terfokus dengan isu yang dianggap sebagai problematika umat, lalu terlena hingga lupa dengan kualitas dirinya. Terbuai kesibukan eksternal hingga memangkirkan kebutuhan internal yang perlu direkonstruksi. Tentu saja hal ini akan melemahkan suatu bangunan. Nampak kokoh di depan, namun rapuh di dalam. Dan sebaliknya, ada juga mereka yang merasa kurang nya asupan nutrisi ruhiyah & tsaqafiyah yang seharusnya bisa optimal diperoleh hingga melahirkan keengganan bersegera merespon positif permasalahan eksternalnya. Sebuah kebutuhan yang wajar tentunya, namun tetap saja pengesampingan masalah eksternal rasanya juga bukan solusi yang cukup baik. Karena sekarang ini adalah era nya untuk ekspansi.
Pernah beberapa kali terdengar cerita atau dicurhati langsung via dunia maya. Ada kecenderungan yang sama di banyak daerah. Bahkan pernah ada seorang senior berkata, “kita punya banyak tenaga sebenarnya, tapi mereka layaknya macan tidur. Maka perlu prosesi khusus untuk membangunkan.” Lalu dalam hati saya bergumam, “iya klo tu macan g ngamuk-ngamuk waktu dibangunin… klo ngamuk bukannya malah buat masalah baru tu…”
“Shalih diri, shalih sekitar”
Benar. Men-shalih-kan diri baru kemudian men-shalih-kan sekitar kita. Tapi tentu saja tak menunggu kita shalih sempurna baru bersegera men-shalih-kan lingkungan kan. Ingat juga bagaimana agama ini mengajarkan untuk menyampaikan ilmu yang dipunya walau satu ayat saja. Maka sudah seharusnya tak ada lagi justifikasi sepihak yang mengatakan: saya belum mampu menyeru karena tak baiknya ruh. Atau sebaliknya: saya ini menyeru… perlu dispensasi khusus terkait kesehatan ruh.
Sungguh sebuah fenomena kesenjangan yang memprihatinkan. Namun bukan masa nya tuk saling menyalahkan. Sekarang tinggal bagaimana menyusun mekanisme yang mumpuni tanpa harus saling menyesali. Para Mutarabbi yang merasa ruhiyah belum memadai, mari bergegas menguatkan semangat untuk swadidik diri, tarbiyah dzatiyah. Bukankah sarana-sarananya sudah banyak tersedia, tinggal azzam nya yang perlu terus ditumbuhkan dan dijaga keberlangsungannya. Para Murabbi juga mohon memahami kegalauan ini. Mari saling menguatkan ikatan hati hingga tak galau lagi. Tentu saja tanpa harus mengabaikan pendistribusian maslahat kepada umat. Karena sekarang lah eranya ‘berbuat lebih banyak’.
Bukan begitu ikhwah fillaah sekalian… ^_^
***
Tetap bergerak tanpa ruhiyah apa jadinya.
Tak ada kebersamaan ridha dan pertolongan Allah.
Bertahan memperbaiki ruhiyah lupakan masalah dunia,
Akan jadi apa lingkungan sekitar yang jadi amanah kita sebagai khilafah di bumi NYA?
Terlupakah kita jika para pembawa risalah awal dakwah ini telah mengibaratkan dengan kalimat yang berkobar syarat makna:
ketika siang, mereka adalah prajurit berkuda yang pantang menyerah kalah. tiba malam menjelang, maka mereka adalah para rahib yang khusyuk tepekur dalam ibadah untuk Rabb-nya…
Wallaahu’alam…
Posted by Adimin
Kebenaran Islam Tentang Jantung Manusia Yang ada pada Al-Quran

Paper itu ditulis oleh Marios Loukas, Yousuf Saad, Shane Tubbs dan Mohamadali Shoja. Penulis pertama, Marios Loukas adalah seorang Profesor di St. George University dengan bidang riset seputar jantung, teknik dan anatomi pembedahan, arteriogenesis hingga pendidikan medis.
Pencarian dengan menggunakan portal ISIWeb Knowledge menyebutkan sekitar 280 paper ilmiah yang pernah ditulis oleh Marios Loukas di bidang jantung. Ini menunjukkan kredibilitas beliau sebagai pakar yang berkompeten untuk berbicara soal jantung, termasuk tulisannya yang membicarakan jantung di dalam Al Quran dan Hadits.
International Journal of Cardiology itu sendiri termasuk jurnal ternama di bidang jantung. Nilai Impact factor jurnal tersebut sekitar 3. Paper yang diterbitkan itu dapat dilihat di
http://www.internationaljournalofcar...566-X/abstract
Mungkin penting untuk diketahui disini, bahwa kata ?heart? dalam dunia kedokteran berarti jantung, bukan hati. Adapun ?hati? dalam kedokteran adalah liver. Karena itu kata ?qalb? dalam bahasa Arab, diterjemahkan oleh penulis paper tersebut menjadi ?heart?, yang dalam bahasa Indonesia berarti jantung.
Ada sejumlah hal menarik dari paper tersebut.
Paper tersebut dikirim dan sampai (received) ke jurnal tersebut pada tanggal 7 Mei 2009. Ternyata, hanya dalam 5 hari kemudian tanggal 12 Mei 2009, paper tersebut langsung disetujui (accepted) oleh editor jurnal tersebut. Sepanjang pengetahuan saya, proses ini sangat-sangat cepat. Rata-rata sebuah paper membutuhkan waktu satu hingga beberapa bulan untuk dapat disetujui oleh editor jurnal. Bahkan ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Lamanya proses itu salah satunya karena adanya diskusi panjang dengan reviewer atau pihak ketiga yang memberikan penilaian layak tidaknya sebuah paper untuk dapat diterbitkan di sebuah jurnal ilmiah. Dugaan saya, proses yang hanya lima hari sejak proses received hingga accepted ini disebabkan karena editor langsung setuju dengan isi paper tersebut sehingga tidak diperlukan lagi proses pengecekan oleh pihak ketiga.
Paper itu sendiri terbit secara online pada 25 Agustus 2009. Kemudian dicetak dalam edisi kertas baru-baru saja, pada 1 April 2010.
Dalam pengantarnya, penulis menjelaskan kemajuan ilmu kedokteran saat ini nampaknya melupakan kontribusi dari sejumlah teks-teks agama, salah satunya adalah Quran dan Hadits. Padahal beliau menyebut deskripsi yang akurat tentang struktur anatomi, prosedur bedah, karakteristik fisiologi dan pengobatan medis, ?Found within the Qur?an and Hadeeth are accurate descriptions of anatomical structures, surgical procedures, physiological characteristics, and medical remedies.? Paper itu ditulis sebagai review atau rangkuman untuk menyajikan secara akurat kontribusi Al Quran dan Hadits dengan fokus khusus pada sistem jantung ?to accurately present the anatomical and medical contributions of the Qur?an and Hadeeth, with specific focus on the cardiovascular system.?
Setelah menyebutkan sejarah singkat Al Quran dan Hadits, Marios Loukas menjelaskan perbedaan kontras dalam Islam dan Kristen mengenai hubungan antara agama dan sains. Dalam sejarah Kristen di abad pertengahan dan masa Renaissance, pengaruh gereja Kristen melumpuhkan (stifle) perkembangan sains, bahkan jika pengamatan sains tersebut sebenarnya didukung oleh perhitungan dan pemikiran rasional. Sementara, sains di era kejayaan Islam berkembang luas disebabkan ajaran Islam mendorong (encourage) dan mendukung riset sains. Selain itu, dalam Islam pencarian ilmu pengetahuan merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan (an act of worship to God).
Paper itu menjelaskan tentang pandangan umum tentang pengobatan dalam Al Qur?an dan Hadits. Diantaranya, Allah SWT yang menciptakan penyakit, dan setiap penyakit itu selalu ada obat dan metode penyembuhannya. Sebuah penyakit yang sembuh terjadi karena adanya ijin dari Allah SWT (permission of God). Ada dua macam perlakuan (treatment) untuk proses penyembuhan suatu penyakit, yaitu secara spiritual dan fisik. Sebab, Al Quran menyebut penyakit tidak hanya berupa penyakit fisik, namun juga penyakit yang ?tersembunyi? seperti keragu-raguan (doubt), kotoran keimanan (impurity), kemunafikan (hypocrisy) dan tidak beriman (disbelief) dan dusta (falsehood).
Selain penyakit batin tersebut, Al Quran dan Hadits juga mendiskusikan beberapa penyakit fisik seperti sakit perut (abdominal pain), mencret (diarrhea), demam (fever), penyakit kusta (leprosy), and penyakit mental. Diantara obat yang manjur adalah madu karena mengandung gula, vitamin dan anti mikroba. Selanjutnya Al Quran berbicara tentang makanan apa saja yang haram dikonsumsi, seperti bangkai, darah, daging babi serta yang disembelih tidak atas nama Allah.
Mengenai sistem jantung, darah dan sirkulasinya, penulis menyebut tentang sebuah ayat Al Quran yang menyatakan bahwa ?Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya? (Qaaf 16). Ini menunjukkan relasi antara Allah SWT dengan hamba-Nya, sekaligus mengisyaratkan pentingnya pembuluh darah di leher dan hubungannya dengan jantung.
Panjang lebar, penulis paper tersebut juga mengupas jantung, penyakit yang berkaitan dengan jantung, serta kontribusi Al Qur?an dan Hadits bagi dunia medik. Seperti, pembuluh darah aorta, diskusi seputar darah pada penyembelihan binatang. Al Quran juga menyebut ada tiga kelompok manusia berdasarkan keadaan ?heart?, yaitu orang yang beriman (believers) yang memiliki heart yang hidup, orang kafir (rejecters of faith) yang memiliki heart yang mati, dan orang munafik (the hypocrites) yang ada penyakit dalam heart. Karena itu Marios Loukas menyatakan bahwa heart memiliki dua tipe, yaitu spiritual heart dan physical heart. Tiga kategori itu termasuk ke dalam spiritual heart. Ia juga menyebutkan bahwa ulama (scholars) membagi dua jenis penyakit dalam spiritual heart, yaitu syubuhat dan syahwat.
Bagin yang juga menarik, ketika secara tidak langsung gaya hidup manusia yang dikehendaki oleh Allah SWT, membuat kemungkinan terkena penyakit jantung menjadi lebih kecil, seperti melakukan aktivitas spiritual, makan secukupnya, bekerja secara fisik, tidak marah dan iri hati, menjauhi keserakahan, serta menjauhkan diri dari makanan dan minuman yang dilarang. Termasuk dibahas pula gerakan-gerakan shalat (berdiri, sujud duduk) yang berhubungan dengan kesehatan, sampai-sampai gerakan orang shalat yang malas seperti yang dilakukan oleh orang munafik dikecam dalam Al Quran. Hingga dibahas pula, larangan Islam untuk mengkonsumsi alkohol untuk khamar yang bisa ditinjau dari segi kesehatan. Sebab, alkohol berpengaruh pada seluruh organ tubuh, seperti liver, lambung, usus, pankreas, jantung dan otak dan dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti liver cirrhosis, pancreatic insufficiency, cancer, hypertension dan heart disease.
Di bagian kesimpulan, penulis menyatakan bahwa Al Qur?an dan ucapan Nabi Muhammad merupakan teks agama, spiritual dan sekaligus saintifik, serta memberikan pengaruh (influence) bagi ilmu medik dan anatomi. Setelah panjang lebar menjelaskan, penulis menyatakan bahwa jantung (heart) sesungguhnya berisi unsur hati, kecerdasaan dan emosi, sebagaimana juga unsur fisik tubuh yang dapat mengalami sakit, seperti pembekuan darah dll. Penulis juga menyatakan bahwa saintis Eropa di abad pertengahan gagal dalam mengambil manfaat dari Islam, disebabkan oleh beberapa kemungkinan diantaranya proses penterjemahan yang buruk.
Menurut pengamatan saya, Al Quran memang bukan kitab sains, namun petunjuk hidup bagi manusia. Bagi orang yang beriman, Al Quran juga tidak butuh bukti untuk kebenaran isinya. Namun demikian, adanya sejumlah isyarat-isyarat ilmiah yang belakangan terbukti sesuai dengan perkembangan sains modern semakin menunjukkan bahwa Al Quran bukanlah sebuah kitab yang biasa, tetapi sebuah mukjizat dari Allah SWT. Inilah domain yang dimasuki oleh Marios Loukas dan partnernya. Orang seperti Marios Loukas dengan kepakarannya di bidang jantung sangat tepat untuk membahas masalah ini. Tentu, usaha ini patut mendapat apresiasi dari kita, kaum muslimin. Salah satunya, beberapa saintis Turki menulis paper di jurnal tersebut yang berjudul ?Islamic legacy of cardiology: Inspirations from the holy sources?, sebagai kelanjutan dari paper Marios Loukas tersebut.
Disamping itu pula, sudah menjadi sunnatullah jika gembong anti Islam selalu menampakkan kebenciannya terhadap setiap upaya untuk memajukan Islam. Kalangan anti Islam dari kelompok faithfreedom.org misalnya, mereka sangat tidak suka ketika jurnal Cardiology itu menerbitkan paper tersebut. Bahkan salah satunya seperti Syed Kamran Mirza sampai menulis surat kepada jurnal tersebut agar menarik paper tersebut. Tentu saja permintaan itu ditolak.
Semoga informasi ini bisa menjadi tambahan inspirasi untuk kaum muslimin, untuk selalu menjadi yang terbaik di bidang masing-masing, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan juga menjadi tambahan keimanan bagi kita, kaum muslimin.
sumber
Posted by Adimin
Allahu Akbar! 70.000 warga Italia memeluk Islam
Written By @Adimin on 12 June, 2012 | June 12, 2012

Menurut laporan Uni Komunitas Islam (Ucoi) di Italia, sekitar 70.000 orang Italia masuk Islam, ledakan nyata sebuah konversi yang meningkat di tengah krisis moral dan juga krisis ekonomi di Italia, ujar Elzir Izzedine berkomentar selama program Youtube, KlausCondicio oleh penyiar Klaus Davi yang melakukan laporan tentang pengemban Islam Italia.
Ucoi memperlihatkan beberapa data mengenai 70.000 warga Italia yang memeluk Islam serta tingginya jumlah warga Italia yang menghubungi Masjid untuk mempelajari Islam.
"Ini adalah fakta yang benar-benar positif," ujar Izzedine seperti yang dilansir AGI.
"Jika Anda menganggap bahwa sudah ada 150.000 Muslim dengan kewarganegaraan Italia dan satu juta penduduk Muslim, Anda dapat memahami bahwa ini adalah sebuah ledakan yang tidak terduga.sumber : global muslim
Posted by Adimin
DPD PKS Padang memperingati milad PKS ke 14
Written By @Adimin on 11 June, 2012 | June 11, 2012



Semoga dengan diperingatinya milad PKS ke 14 ini kiprah PKS semakin bermanfaat dan semakin mendapat dukungan dari masyarakat luas.... ALLAHU AKBAR
Posted by Adimin
Kemenangan itu telah datang........ALLAHU AKBAR
Capres Dr. Muhammad Mursi, kandidat revolusi meraup suara mayoritas di 37 negara yang sudah diumumkan resmi mengalahkan Ahmad Syafiq, kandidat yang didukung rezim Mubarak. Dr. Mursi sesuai hasil perhitungan resmi meraih 25.107 suara, setara dengan 63% suara. Sedangkan rivalnya mendapatkan 14.785 suara atau setara dengan 37% suara, sebagaimana yang dilansir Aljazeera.net.
Di negara Zionis Israel, Ahmad Syafiq mendapatkan dukungan 100% suara. Berdasarkan hasil penghitungan suara di Dubes Mesir di Israel, Syafiq meraih 11 suara, sedangkan Mursi sama sekali tidak mendapatkan dukungan suara.
Di AS. Syafiq memenangi dukungan suara sebanyak 1.777, sedangkan Mursi meraih 1.192 suara, selesih 585 suara.
Berita yang dirilis aljazeera.net juga menyatakan hampir di semua negara Mursi memenangi dukungan suara. Total panitia pemilihan suara di luar negeri ada 166 negara. Pemilih yang terdaftar atau memiliki hak suara di luar negeri sebanyak 586 ribu.
sumber al-ikhwan.net –
Posted by Adimin
Haus
Suatu hari Nasrudin mendatangi suatu pesta. Dia melihat temannya sedang menghadapi banyak makanan dan begitu lahap menyantapnya. Tapi tak sekedar itu. Tangan temannya juga asyik memasukan makanan ke saku-saku bajunya. Melihat kerakusan temannya, Nasrudin mengambil teko air. Diam-diam ia tuangkan ke saku temannya. Temannya pun kaget, lalu berkata " Apa yang kamu lakukan? Kamu telah membuat basah bajuku..." Nasrudin pun menjawab, " Aku tadi melihat bajumu telah makan banyak makanan yang ada di sini. Karena aku khawatir bajumu 'keseretan' maka aku beri minum."Posted by Adimin
Fatwa Syeikh Yusuf Qardhawi: "GOLPUT HARAM"
Written By @Adimin on 09 June, 2012 | June 09, 2012

Al-Allamah, Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Kaum Muslimin Internasional dalam khutbah Jum’at kemarin, 08 Juni 2012 di Masjid Umar bin Al-Khattab Doha Qatar berpesan kepada rakyat Mesir yang sedang melaksanakan pilpres putaran kedua, beliau berkata: “Bertakwalah kalian kepada Allah SWT dalam menggunakan hak suara kalian. Bertakwalah kepada Allah SWT dalam menentukan pilihan presiden kalian. Pilihan kalian adalah amanah. Pilihan kalian adalah persaksian kalian terhadap Allah SWT.”
“Puluhan tahun kalian menunggu kebebasan. Sekarang ini kebebasan itu kalian dapatkan karena perjuangan revolusi kalian. Di hadapan kalian hanya ada dua kandidat. Jangan kalian persoalkan kandidat yang satu dari kubu Islam atau kubu Ikhwan. Akan tetapi realitas di hadapan kalian adalah; satu dari kubu revolusi, satu lagi kubu yang memusuhi revolusi. Capres satu pejuang kebebasan, satu lagi capres pendukung tirani dan kediktatoran.
Beliau berfatwa: “Hukumnya haram dan tidak diperbolehkan secara syariat memilih kubu yang telah membuat kerusakan di muka bumi. Sungguh memalukan dan menjadi bencana bagi Mesir jika orang yang jelas-jelas memecah belah rakyat Mesir terpilih menjadi pemimpin kalian.”
Beliau juga mengingatkan kelompok Nashrani Koptik, “Wahai saudaraku umat Nashrani, jadilah kalian orang-orang yang mengedepankan akal sehat, jangan kalian bersama orang-orang yang memberdaya kalian dan memutar-balikkan fakta. Bersamalah dengan Islam, karena Islam selamanya tidak memusuhi kalian. Jangan kalian bersama pengikut-pengikut Mubarak, itu tidak akan memberi manfaat sedikit pun terhadap kalian.”
Beliau mengingatkan bagi yang mau golput;
“Bagi yang mau golput pada putaran kedua pilpres mendatang, padahal di hadapan mereka hanya ada dua kandidat; Ahmad Syafiq, perdana menteri terakhir Mubarak, pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa ‘mauqiul jamal’ saat terjadi revolusi di medan tahrir dan satu lagi adalah Dr. Muhammad Mursi, capres dari Hizbul Hurriyah wal Adalah, maka dalam kondisi seperti ini golput adalah haram, karena golput memberi peluang bagi kemenangan kebatilan dan berarti juga tidak memperjuangkan kebenaran.”
Terkait money politic, beliau menyatakan: “Uang itu halal bagi kalian. Sudah menjadi keharusan bagi kalian untuk menerimanya, akan tetapi jangan kalian pilih mereka. Pilihlah kandidat yang lebih baik dan lebih layak, bukan karena imbalan uang yang kalian terima, meskipun money politic itu disertai atau bersumpah kepada Allah SWT. Jadikan tujuan kaian adalah untuk Tuhan kalian, meskipun kalian bersumpah atas nama Allah, karena pada dasarnya itu tidak terjadi dan kalian tidak berdosa. Gunakan hak pilih kalian, karena hak pilih adalah persaksian. Dan bersaksilah untuk kebenaran, pilihlah kandidat yang memperjuangkan revolusi.”
*al-ikhwan.net
Posted by Adimin
Janji Bertemu di Surga
Written By @Adimin on 08 June, 2012 | June 08, 2012

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, "sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar." (Yunus:15)
Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburanya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"
Dia menjawaba, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."
Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."
Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."
Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.
Oleh : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Posted by Adimin
Meninggalkan Dusta Diterima Kerja
Ada seorang pria berkebangsaan Eropa yang telah memeluk Islam. Dia adalah seorang muslim yang baik Islamnya, jujur dalam tindakannya dan bersemangat untuk menampakkan ke-Islamannnya. Dia bangga dengan Islamnya di hadapan orang-orang kafir. Tidak ada perasaan minder, malau atau perasaan ragu. Bahkan tanpa ada kesempatan terlewatkan dia selalu bersemangat untuk menampakkan ke-Islaman itu.Suatu saat dia bercerita bahwa ada sebuah iklan lowongan kerja di sebuah instansi pemerintah yang kafir. Pria muslim yang bangga dengan Islamnya ini mengajukan lamaran untuk mendapat pekerjaan tersebut. tentunya dia harus menjalani tes wawancara. Selain dia banyaka juga orang orang yang ikut tes ini. Saat tiba gilirannya untuk tes wawancara, panitia khusus wawancara ini mengajukan kepadanya beberapa pertanyaan. Diantara pertanyaan itu adalah, 'Apakah Anda minum minuman keras?', dia jawab, 'Tidak, saya tidak mengkonsumsi minuman keras karena saya orang islam dan agama saya melarangnya.' Mereka bertanya lagi, 'Apakah Anda memiliki teman kencan dan pacar?', dia jawab, 'Tidak, karena agama Islam yang saya peluk ini telah mengharamkannya. Saya hanya berhubungan dengan istri yang telah saya nikahi sesuai dengan syariat Allah SWT'.
Wawancara telah usai. Dia keluar dari ruang tes, tetapi dia pesimis akan berhasil dalam persaingan ini. Ternyata di luar dugaan hasil akhir menyebutkan, semua pelamar yang jumlahnya banyak itu gagal, hanya dialah satu-satunya yang berhasil diterima. Kemdian dia pergi menemui ketua panitia tes itu dan mengatakan, 'Tadinya saya menunggu pernyataan tidak diterima untuk pekerjaan ini, sebagai balasan atas perbedaan agama antara saya dan Anda, juga karena saya memeluk Islam. Saya terkejut bisa diterima untuk bergabung dengan rekan-rekan kristen di sini. Apa rahasia dibalik itu?' Ketua Panitia menjawab, 'Sebenarnya orang yang dicalonkan untuk pekerjaan ini, syaratnya harus orang yang selalu cekatan dan perhatian penuh dalam setiap keadaan, juga tidak teler. Sementara, orang yang mengkonsumsi minuman keras tidak mungkin bisa demikian. Kami memang mencari orang yang tidak mengkonsumsi minuman keras, dan Anda terpilih untuk pekerjaan ini karena Anda memenuhi syarat.' Maka keluarlah dia dari ruangan seraya memuji dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan untuknya nikmat yang begitu besar sambil membaca firman Allah, "Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah jadikan untuknya jalan keluar." (Ath-Thalaq:2)
Oleh : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Posted by Adimin