Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Robthul ‘am Jalan Menuju Kemenangan Dakwah
Written By @Adimin on 28 June, 2012 | June 28, 2012
Posted by Adimin
Kok Isinya Politik Melulu..? Kapan dakwahnya . . .
Written By @Adimin on 27 June, 2012 | June 27, 2012

Ust. Ko' akhir2 ini statusnya politik dan kampanye mlulu….?
Apa ga sebaiknya statusnya diisi dengan nilai2 dakwah saja….
Begini…..
likulli maqaamin maqaalun… Setiap tempat dan situasi ada ungkapannya (yang cocok untuk disampaikan).
Sebab, jika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam katakan, "Aku berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaraku, lebih aku suka daripada I'tikaf di masjidku sebulan." (HR. Thabrani), maka saya menganggap bahwa mendukung seorang calon pemimpin hingga terpilih, agar dengan itu diharapkan dapat membantu penyelesaian berbagai problematika masyarakat, adalah perkara yang sangat besar nilainya.
Bukankah golongan yang pertama kali disebut dari 7 golongan yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam katakan akan mendapatkan naungan di hari kiamat pada hari tidak ada naungan selain naungan Allah adalah 'Pemimpin yang adil'?
Bukankah Utsman bin Affan radhiallahu anhu pernah berkata,
"Sesungguhnya Allah mencegah (kemunkaran) lewat penguasa apa yang tidak dicegah melalui Al-Quran.."
Maksudnya adalah bahwa keputusan seorang penguasa yang berpihak kepada nilai-nilai dakwah dan agama dapat lebih efektif untuk mencegah kemunkaran ketimbang ayat-ayat dan nasehat-nasehat yang disampaikan. Perkara ini sangat jelas realitanya bagi siapa saja yang ingin merenunginya.
Bukankah para shahabat menunda pemakaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tujuannya adalah agar mereka segera mendapatkan kepastian pemimpin setelah beliau wafat agar tidak timbul fitnah. Itu semua, dan masih banyak lagi bukti lainya, tak lain kecuali menunjukkan pentingnya seorang pemimpin yang mumpuni di tengah masyarakat. Maka, hal itu semestinya berbanding lurus dengan pentingnya kita memiliki peran, sedikit atau banyak, dalam mewujudkan kepemimpinan terbaik dari yang ada.
Bahwa masih banyak kekurangan di sana sini dan masih jauh mencapai titik sempurna, itu pasti. Lagipula tidak ada yang sempurna selain Allah Ta'ala. Namun, setidaknya di sana ada usaha manusiawi yang dapat dilakukan. Disamping, para ulama telah mengajarkan kepada kita….
Jadi, jangan terlalu tabu dengan kemasan 'dunia' dan 'politik' selagi yang dituju adalah akhirat dan kebaikan umat serta tidak ada perkara prinsip yang dilanggar. Sebaliknya, jangan terlalu 'terpedaya' dan 'terbuai' dengan kemasan 'akhirat' namun dibalik itu ternyata menyimpan hasrat duniawi dan cenderung menghindar dari problematika umat terkini.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ingatkan hal tersebut dalam sabdanya
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
"Sesungguhnya seseorang (boleh jadi) tampak di hadapan manusia melakukan amal ahli surga, padahal dia adalah (calon) penghuni neraka. Dan seseorang (boleh jadi) tampak oleh manusia melakukan amal ahli neraka, padahal dia adalah (calon) penghuni surga." (HR. Muslim)
Saya tidak ingin mengatakan bahwa 'saya adalah ahli surga' meskipun itu yang selalu saya mohon. Hanya yang ingin saya katakan adalah jangan tergesa-gesa mengambil kesimpulan hanya berdasarkan tampilan luarnya saja.
Jadi, 'kampanye' yang saya lakukan melalui status saya sesungguhnya adalah bagian dari wilayah dakwah yang ingin saya geluti. Itupun saya akui tidak ada apa-apanya dibanding mereka yang langsung berjibaku di lapangan. Namun setidaknya saya ingin punya kontribusi walau sekecil apapun. Bagi saya, kalau kita memimpikan pemimpin yang baik, mengapa tidk sekalian menampakkan dukungan utk membantu mewujudkannya... ketimbang pasif menjadi penonton...
Di sisi lain, insya Allah, agenda dakwah yang sudah dijalani tdk ada yg diabaikan. Saya termasuk orang yang berpandangan bahwa politik memang bukan segala-galanya, tapi, aspek politik tidak dapat dilepaskan dari agenda dakwah, bahkan dari agenda kehidupan sosial kita!
Antum setuju?
Ahlan wa sahlan, kita dapat bergandengan tangan.
Antum tidak setuju?
Ahlan wa sahlan, kita tetap dapat saling memberi salam dan berjabat tangan… jangan sampai ada luka di antara kita …. :)
Saya tentu tidak dapat memaksa antum untuk mengikuti sikap saya, namun setidaknya kita dapat saling memahami … "Tidak harus org meyakini apa yg kau katakan, yang harus adalah engkau meyakini apa yang engkau katakan.."
Semoga Allah limpahkan kepada antum dan saya ilmu yang bermanfaat serta hidayah dan taufiq-Nya… aamiin.
Beli ikan asin di Purwakarta….
Jika dapat, bawa ke kramat jati
Jika ingin beresin Jakarta…
Nomor empat pilihan sejati…
Sehat terdidik harapan kita
Hidayat-Didik Pilihan kita..!!
Akhukum fillah…
Abdullah Haidir
Posted by Adimin
Biarkan Masa Depan Datang Sendiri
Written By @Adimin on 26 June, 2012 | June 26, 2012

"Telah pasti datangnya ketetapan Alloh, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang ) nya". (QS. An Nahl : 1)
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum terwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana bencana yang bakal ada didalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. pasalnya hal itu termasuk thuulul amal (angan angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tidak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak termakan oleh ramalan ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di "sekolah sekolah syetan".
"setan menjanjikan (menakut nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Alloh menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia." (QS. Al Baqarah : 268)
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang lain' tentu tidak akan menggadaikan untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak terwujud.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.
Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan angan yang berlebihan.
wallahu'alam
DR Aidh AlQarni
Posted by Adimin
Tips Sebelum Nonton Video Mesum

Bukan sulap, bukan sihir. Di bawah ini beberapa tips yang sangat berguna, untuk meningkatkan tensi adrenalin, khususon bagi para penyuka adegan panas dari video-video hot. (Sepanas apa ya? Sepanas cabe India gak? Ya, kurang lebih seperti itu lah).
[1] Mula-mula periksa mata Anda, “Apakah masih berfungsi normal?” Sebab bagi kaum tuna netra, mereka tidak akan bisa menikmati tontonan panas. Jika ternyata, mata Anda cukup normal, berarti Anda telah memenuhi syarat. Lebih afdhal periksa telinga juga, “Apakah masih berfungsi?” Sebab para artis video cabul sering mengeluarkan suara seperti Tarzan di hutan…Wooouuuwooooooo….
[2] Cobalah ngaca sebentar di cermin. Lihat diri Anda, “Apakah sudah 17 tahun ke atas?” Kalau sudah 17 tahun ke atas, berarti Anda sudah dewasa. Tahu tidak konsekuensinya? …ya itu tadi, dosa-dosa Anda sudah dicatat dengan sangat rapi, sangat teliti. Ada rekaman super canggih 6 dimensi di sekitar Anda (bukan hanya 3 dimensi, tapi 6 dimensi). CCTV di hotel JW. Marriot tidak ada apa-apanya dibanding “CCTV” versi ini.
[3] Oke, sampai langkah ke-2 Anda lulus, lanjutkan ke langkah selanjutnya: Siapkan makanan yang super pedas. Bisa apa saja. Bisa nasi goreng, bisa baso sapi, bisa lumpia basah, bisa soto ayam, apa saja deh. Asalkan sangat pedas. Ini untuk jaga-jaga, kalau nanti “adrenalin” Anda tidak terkontrol.
[4] Selanjutnya, persiapan memutar video mesum. Alat-alat dan fasilitas yang dibutuhkan siapkan dulu. Ya, kayak persiapan orang mau “qiyamul lail” nonton bola itulah.
[5] Sebelum memutar video, cobalah Anda memejam mata, sambil rileks. Lepaskan semua beban, memajamkan mata, suasana tenang, damai. Suara-suara berisik hindari, riuh-rendah even olahraga (World Cup) lupakan saja. Masalah tagihan hutang, masalah ditolak lamaran, masalah ketombe di kepala, ah lupakan dulu. Tenangkan pikiran Anda, rilekskan posisi tubuh Anda, bernafas pelan-pelan secara teratur, mata tetap dipejamkan. Dalam keheningan suasana, ajukan beberapa pertanyaan ke hati nurani: “Mengapa aku ada disini? Untuk apa aku melakukan semua ini? Apakah bunda melahirkan aku untuk melakukan semua ini?“
[6] Jika langkah ke-5 belum meyakinkan, masih dalam posisi memejamkan mata, ajukan pertanyaan lain: “Bagaimana jika pemain dalam video mesum itu adikku sendiri, kakakku sendiri, atau anakku sendiri? Apakah aku akan suka menyaksikan adikku, kakakku, atau anakku melakukan terlibat perbuatan seperti itu?” Jika hati Anda menolak, maka tinggalkanlah video mesum itu secepatnya. Jika Anda merasa senang menyaksikan video semacam itu, sekalipun ia terjadi pada keluarga Anda sendiri, maka kelak kejadian yang sama bisa menimpa keluarga Anda. Apa yang Anda sukai dari menonton aib-aib manusia, kelak bisa terjadi hal sebaliknya; manusia akan menyaksikan aib-aib keluarga Anda. …hindari video-video semacam itu, agar Allah selalu menjaga adik, kakak, anak-anak, dan keluarga Anda semua dalam kesucian. Allahumma amin.
[7] Jika langkah ke-6 belum efektif juga, masih sambil memejamkan mata, ingatlah saudaraku: tontonan yang penuh dosa itu akan meninggalkan TRAUMA di dasar hati dan pikiran. Trauma ini tidak mudah dihapuskan dari memori, bahkan bisa selalu teringat sepanjang hayat. Kalau pikiran Anda banyak diisi trauma-trauma, dapat dipastikan pikiran Anda akan bodoh, mudah lupa, tidak kritis, nalar analisisnya lemah. Tapi kalau pikiran Anda penuh dengan memori-memori yang baik, pikiran Anda akan sangat kuat, cerdas, brilian.
[8] Jika langkah ke-7 belum juga efektif, maka ingatlah saudaraku: tontonan penuh dosa itu akan merusak hati Anda untuk beberapa hari ke depan, bahkan beberapa minggu. Selama itu, hati Anda akan selalu gelisah, terbayang-bayang tontonan bodoh. Bahkan Anda akan menemui banyak kesulitan-kesulitan. Menonton hanya beberapa puluh menit, tapi sanksi yang diterima terasa pahit sampai sebulanan.
[9] Jika langkah ke-8 tidak juga efektif untuk menghalangi niat Anda menonton video mesum, ingatlah sebuah PRINSP BESAR wahai saudaraku: “Jika Anda suatu ketika sengaja mengambil sesuatu yang haram, maka saat itu juga Anda akan kehilangan sebagian kebaikan-kebaikan yang Anda miliki.” Bisa saja, Allah membiarkan Anda cengengesan menyaksikan video mesum. Tetapi pada saat yang sama, Allah akan mengambil kebaikan-kebaikan yang Anda miliki. Duh, ini sangat menyakitkan, kalau Anda menyadarinya. Bisa saja, tiba-tiba peluang bisnis di depan mata lenyap; atau Anda mendapat nilai ujian yang buruk; atau Anda mendapat sanksi administrasi; atau kontrak Anda diputus; atau tiba-tiba anak Anda masuk rumah sakit, dll. Sekali Anda mengambil sesuatu yang haram, maka Anda akan kehilangan sesuatu yang halal dari sisi Anda.
[10] Andaikan langkah ke-9 masih juga belum efektif, karena mungkin saking bebal-nya diri Anda, semoga tidak demikian kenyataannya. Maka sadarilah saudaraku: “Adegan ranjang. Hubungan seks. Permainan alat reproduksi. Berbagai gaya dalam sexual game. Semua itu bukan perkara yang aneh, bagi PASANGAN SUAMI-ISTERI. Bagi mereka yang sudah menikah, hubungan seksual sama sekali tidak aneh. Wong, mereka biasa melakukannya. Hal-hal demikian ini sangat lumrah sekali. Bahkan dalam hubungan suami-isteri, mereka bisa memutuskan mau memakai cara bagaimanapun, asalkan tidak cara yang haram. Mau memakai gaya kijang melompat, silakan; elang menukik, silakan; gajah menendang, silakan; mau gaya buaya berguling-guling, silakan; atau mungkin biar lebih unik, memakai gaya ‘Didier Drogba kebentur tiang gawang‘, juga silakan.” Hal-hal semacam itu sangat tidak aneh bagi yang sudah menikah. Maka itu, Anda tidak usah menyaksikan hal-hal seperti itu. Nanti kalau Anda menikah (atau bisa jadi saat ini Anda sudah berumah-tangga), adegan-adegan seperti itu akan menjadi menu hidup Anda. Jangan menjadi seperti orang dungu, yang menyukai hal-hal kecil, melupakan hal-hal besar miliknya.
[11] Jika semua saran di atas Anda mentahkan, Anda tetap maksa ingin nonton video mesum. Ya, sudahlah. Sebelum itu berdoalah dulu: “Bismillahirrahmanirrahiim. Ya Allah berikan aku kebaikan, dan jauhkan aku dari keburukan. Terutama keburukan nafsuku yang ngeyel ingin nonton video mesum. Amin.” Berdoalah dengan khusyuk, dan berharap Allah mengabulkan. (Siapa tahu, saat tangan Anda mulai bergerak untuk “klik” sebuah video mesum, tiba-tiba ada sebuah meteor jatuh ke kamar Anda, lalu seketika itu Anda mati dalam keadaan “terangsang”. Siapa tahu kan? Anda tidak bisa menjegah bahaya masuk ke kamar Anda).
[12] Sebelum acara nonton dimulai, lakukan saran ini. Jika Anda menonton di internet, atau hasil download video, maka klik tombol STAR, lalu naik sedikit saja klik bagian TURN OFF, lalu pilih sekali lagi TURN OFF, lalu tunggu barang 5 menit. Ini cara pertama. Adapun cara kedua, kalau Anda memakai CD Player, karena baru membeli VCD bajakan. Sebelum VCD diputar, coba lakukan test fisik terhadap keping VCD itu. Test ini penting, biar nanti saat menonton, hasilnya memuaskan. Caranya, Anda pegang erat-erat keping VCD itu, lalu tekuk keping itu sekitar 90 derajat. Ditekuk bolak-balik ya, cukup 10 kali saja ditekuknya. Kalau menekuknya kurang profesional, boleh dibantu dengan kaki. Nah, setelah keping VCD itu lulus test fisik, silakan Anda putar di CD Player. Kalau Anda mau menonton memakai HP atau BB, caranya justru sangat mudah. Ini lebih mudah dari cara apapun. Anda ambil rekaman video mesum itu untuk dibuka. Sebelum dibuka, pegang HP itu baik-baik, angkat ke atas, lalu…blarrrr! Banting HP itu ke lantai sekeras-kerasnya. Kehilangan HP lebih baik, daripada kehilangan kesucian nurani. Cuma gitu aja kok.
[13] Kalau sampai tahap ke-12 masih juga ingin nonton video mesum, saya sarankan Anda mengambil makanan EKSTRA PEDAS yang tadi sudah dipersiapkan itu. Kalau cabenya memakai cabe India, katanya bisa membawa seseorang ke RS. Oke juga tuh dicoba… Sebelum nonton, makan makanan pedas itu sampai habis. Nah, rasa pedas yang amat sangat bisa mengubah pikiran seseorang dari keinginan nonton video mesum ke urusan lain, yaitu menyelamatkan mulut dari rasa pedas yang menyiksa. Rasa pedas ini masih lebih ringan, ketimbang nanti di Yaumil Akhir, Anda disuruh makan potongan-potongan logam yang membara.
Nah, inilah beberapa tips praktis sebelum menonton video mesum. Video apa saja lah, apakah video di internet, VCD, atau hasil download-an. Siapa saja pelakunya, tidak peduli pelacur, tukang zina, gigolo, pelacur berkedok artis, pelacur berkedok isteri orang, pelacur berkedok penyanyi, dan sebagainya.
Semoga bermanfaat. Allahumma amin.
AMW.
NB.: Maunya komitmen dengan niat terminal. Tetapi ada saja kenyataan-kenyataan yang membuat kita “tidak boleh diam”. Kalau diam, khawatir makin merebak kerusakan yang luas. Sungguh, kenyataan ini kerap kali membuat saya “maju-mundur”. Bukannya tidak konsisten. Tetapi ini benar-benar konsekuensi dari amanah ilmu yang Allah Ta’ala titipkan. Menyembunyikan ilmu, alangkah beratnya. Ya, mohon doa dari pembaca semua, agar semua sisi urusan kami mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah As Shamad. Agar amanah yang satu tidak merugikan amanah yang lain. Wastaghfirullaha li lakum ajma’in.
Perangkat Nilai “Mesin” Dakwah
Written By @Adimin on 25 June, 2012 | June 25, 2012

Sumber
Posted by Adimin
Konsolidasi Internal DPD Padang dan Pengurus DPC
Seiring dengan berputarnya waktu dan terus bergeraknya roda dakwah Partai Keadilan Sejahtera maka kali ini DPD PKS Kota Padang mengadakan konsolidasi internal antara DPD dan DPC. Kegiatan ini dilakukan di Rumah makan Mama restu dikawasan Tarandam, turut serta struktur DPD PKS Kota Padang diantaranya Ketum DPD Padang Ust. Drs. Muhidi, MM bersama Sekum Ust. Muharlion, SPd serta beberapa Ketua-ketua DPC yang ada di kota Padang beserta Ketua Bidang Kaderisasi masing masing DPC.
Posted by Adimin
Mesir : Pertarungan Sepanjang Sejarah Antara Ikhwan dengan Militer
Written By @Adimin on 23 June, 2012 | June 23, 2012
Inilah yang menjadi persoalan besar dalam sisi kemanusiaan. Karena akan membawa dampak bagi masa depan bangsa Mesir.
Ikhwan sudah sangat akomodatif dan menyesuaikan diri ldengan kecenderungan global yaitu memanfaatkan demokrasi guna memperbaiki sistem kehidupan bangsa Mesir. Ikhwan sudah bersedia ikut dalam format Barat, yaitu demokrasi, serta pemilihan.
Lagi-lagi partisipasi Ikhwan dalam politik yang sifatnya legal itu, justeru hasilnya ditolak militer. Dengan berbagai rekayasa konstitusi, militer menghalangi Ikhwan, dan berusaha menganulir hasil pemilihan, dan bahkan ingin mengeliminir peran politik Ikhwan.
Dengan kondisi seperti itu, seperti tak pernah berubah pola hubungan antara IKhwan dengan militer, dan akan selalu berhadap-hadapan. Tentu tidak ada yang diuntungkan, dan hanya membawa kehancuran bangsa Mesir.
Militer menolak hasi pemilihan parlemen yang dimenangkan oleh Ikhwan. Militer juga kemungkinan menolak hasil pemilihan presiden yang dimenangkan calon Ikhwan, yaitu Mohammad Mursi. Militer tidak mau mengalihkan kekuasaan sepenuhnya kepada sipil, dan bersikukuh ingin tetap memegang kekuasaan.
Kondisi di Mesir sangat berbahaya. Hanya dengan dalam hitungan hari, kemungkinan akan meledak konflik terbuka antara Ikhwan dengan militer. Meskipun, secara eksplisit Wakil Mursyid 'Aam, Jamaah Ikhwanul Muslimin, Khairat al-Shater, menolak kemungkinan Mesir akan jatuh ke dalam skenario seperti yang terjadi di Aljazair. Al-Shater tetap berkomitmen akan menggunakan cara-cara yang non-kekerasan. Termasuk seperti melakukan pembangkangan sipil dalam menghadapi militer.
Ikhwan dengan dukungan kekuatan perubahan, seperti Salafi, kalangan nasionalis, sosialis, kelompok gerakan pemuda 6 Mei, dan sejumlah elemen gerakan sipil lainnya, yang ingin mengakhiri kekuasaan militer, mereka bersatu, dan bersama-sama menggalang kekuatan, serta mereka melakukan aksi protes di Tahrir Square, yang menolak campur tangan militer.
Militer tetap bersikukuh tidak mau membagi kekuasan dan menyerahkan kekuasaan kepada kalangan sipil, terutama kalangan Islamis, yang secara terbuka memenangkan pemilihan melalui proses demokrasi.
Perjuangan kaum Islamis di Mesir ini, masih sangat panjang, dan belum jelas, bagaimana akhir dari perjuangan mereka dalam menghadapi hegemoni militer. Konflik antara Ikhwan dengan para penguasa dan militer Mesir, sudah berlangsung sejak lahirnya Gerakan Ikhwan, di tahun 1928. Mulai dari Raja Farouk, Jenderal Muhammad Najib, Jenderal Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat, sampai Marsekal Hosni Mubarak. Bahkan, yang paling keras konflik antara Ikhwan dengan Jenderal Gamal Abdul Nasser. Meskipun, mulanya Nasser adalah anggota Ikhwan, yang direkrut langsung oleh Hassan al-Banna.
Tetapi, ketika Nasser berkuasa, bukan hanya meninggalkan Ikhwan, tetapi Nasser membuat makar terhadap Ikhwan, dan membumihanguskan gerakan itu, sampai dalam skala yang sangat luas. Ribuan tokoh dan anggota Ikhwan yang ditangkap dan dipenjara, dihukum mati, dan sebagian diusir dari Mesri.
Sekarang ini, kemungkinan akan berulang lagi, konflik yang paling buruk antara Ikhwan dengan militer. Di mana komisi pemilihan yang menjadi alat militer itu, bisa mengambil keputusan besok atau lusa, mengumumkan hasil pemilihan presiden dengan memberikan kemenangan kepada Marsekal Ahmed Shafiq, yang menjadi representasi dari rezim militer dan mantan Presiden Hosni Mubarak.
Apakah puncak ketegangan antara Ikhwan yang didukung seluruh kekuatan sipil di Mesir dengan militer ini, berakhir dengan konflik terbuka, dan menjadi perang terbuka antara kekuatan sipil melawan militer?
Ini hanya akan dapat dilihat dalam beberapa hari mendatang. Perang terbuka antara sipil dengan militer di Mesir, kemungkinan bisa saja terjadi, akibat puncak kekecewaan rakyat Mesir terhadap militer, yang berkuasa selama puluhan dekade.
Jum'at kemarin, ratusan ribu rakyat Mesir, melakukan unjuk rasa di Tahrir Square, yang menolak campur tangan militer, dan meminta segera militer menyerahkan kekuasaaannya kepada sipil.
Kekuatan sipil di Mesir, yang digalang Ikhwan bertekad terus melakukan protes, dan menentang kekuasaan militer, dan tidak mau memberikan konsesi politik kepada militer. Sehingga, ini menjadi suatu bencana masa depan bagi bangsa Mesir.
Kalau terjadi pemberontakan sipil, yang akan berlangsung sangat keras, maka kemungkinan akan banyak jatuh korban.
Militer sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, dan masuk ke pusat kota Cairo, mengantisipasi aksi yang bakal terjadi bersamaan dengan pengumuman hasil pemilihan presiden yang kemungkinan akan sesuai dengan skanerio militer, yaitu memberikan kemenangan kepada Marsekal Ahmed Shafiq. Sementara itu, Shafiq menjadi simbol militer dan rezim lama, dibawah Hosni Mubarak.
Militer sudah mengeluarkan pernyataan selama empat menit melalui televisi negara dengan nada yang sangat keras, Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) menegaskan tidak akan mengindahkan seruan kelompok-kelompok sipil yang sekarang berkumpul di Tahrir Square, dan menolak mencabut dekrit yang sudah dikeluarkan yang membubarkan parlemen, dan memperluas kekuasaannya.
Ikhwan dengan sangat tegas mengecam tindakan militer sebagai "tidak konstitusional". Kebuntuan antara dua kekuatan terkuat Mesir, tampaknya terus mengeras, dan membuat keraguan yang serius terhadap prospek demokrasi di Mesir.
Mohamed Beltagy, anggota senior Ikhwan, mengatakan Ikhwan akan terus menolak keputusan SCAF, di mana militer membubarkan parlemen baru. "Para pemimpin Ikhwan menyatakan kembali penolakannya terhadap deklarasi konstitusi, yang itu sendiri tidak konstitusional," tambah Beltagy. "Dewan militer tidak memiliki hak hukum mengeluarkan dekrit", tambah Beltaqy.
Pernyataan militer terbaru, menurut Hassan Nafaa, seorang analis politik, dan seorang pengecam Mubarak, mengatakan: "Pernyataan Dewan militer dimaksudkan untuk menakut-nakuti rakyat, dan memadamkan semangat revolusioner bangsa Mesir, melalui nada yang otoriter,di mana pernyataan itu disampaikan", ungkapnya.
"Ini revolusi klasik yang akan dilawan oleh kekuatan para demonstran," kata Safwat Ismail, 43, anggota Ikhwanul Muslimin yang datang dari Delta Nil. "Saya tetap tinggal di Tahrir Square ini sampai militer turun", tambahnya. mi
Sumber
Posted by Adimin
Rahasia Kemenangan Moursi
Written By @Adimin on 20 June, 2012 | June 20, 2012

Hanya 23 hari waktu yang dimiliki timses Moursi sebelum masa tenang pilpres putaran pertama. Terhitung sejak kegagalan capres ikhwan yang pertama Khaerut Shater pada proses verifikasi capres. Dengan sedikit waktu yang tersedia praktis menjadi tantangan tersendiri bagi timses Moursi untuk mengenalkan capres yang mereka usung. Berbeda dengan calon lain yang sudah melakukan sosialisai sejak awal. Namun dengan kemenangan yang diraih oleh Moursi membuat orang bertanya-tanya. Apa rahasia di balik kemenangan Moursi menjadi orang nomor satu mesir? Secara garis besar, kemenangan Moursi dalam pertarungan pilpres dapat diketahui dengan mengetahui beberapa faktor:
sumber
Posted by Adimin
MISI DAKWAH KITA: PERUBAHAN DAN PERBAIKAN
Written By @Adimin on 19 June, 2012 | June 19, 2012

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله، الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه ووالاه، أما بعد:
Urgensi Dakwah
Dakwah adalah ajakan seorang Muslim kepada orang lain, baik sesama Muslim maupun non-Muslim, untuk mengikuti perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya sebagaimana firman-Nya,
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. An-Nahl: 125).
Dakwah adalah sesuatu yang melekat pada diri Muslim sehingga tidak ada alasan sedikit pun bagi seseorang, yang bahkan hanya memiliki sedikit pengetahuan yang benar dan bermanfaat, untuk menghindar dari tugas-tugas dakwah sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (H.R Bukhari).
Dakwah dapat dilakukan dengan lisan, tulisan, perbuatan, atau sikap keteladanan. Dakwah juga dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau berkelompok, melalui organisasi sosial, partai politik, dan organisasi negara. Dakwah dapat dilakukan kepada keluarga sendiri, orang-orang di dalam negeri, di luar negeri, dan yang terpenting terhadap diri sendiri. Sedemikian luasnya arti komitmen kepada dakwah, sampai-sampai Rasulullah SAW merumuskan esensi Islam dari aspek ini. Sabdanya, “Agama adalah nasihat.” Ibnu Aus dan para sahabat bertanya, “Bagi siapa ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah SAW, “Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemuka muslimin serta rakyat mereka.” (H.R Muslim). Jabir bin Abdullah RA berkata, “Aku berbaiat kepada Rasulullah SAW untuk tetap shalat, membayar zakat dan memberi nasihat kepada setiap orang Islam.” (H.R Bukhari dan Muslim).
Pahala orang berdakwah demikian besarnya dan tak dapat ditimbang dengan ukuran-ukuran material sehingga yang menjadi ukuran keberhasilan dakwah adalah upayanya itu sendiri serta hidayah orang-orang yang mau menerimanya. Berjihad adalah dakwah, tetapi berjihad bukanlah untuk mengharapkan ghanimah, meski pengorbanan harta telah demikian besar dikeluarkan. Ali bin Abi Thalib RA yang diamanahi memimpin Perang Khaibar ketika menerima panji-panji bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya, apakah mereka langsung diperangi sampai mau (masuk Islam) seperti kami?”
Rasulullah SAW bersabda, “Berlaku tenanglah sampai di kawasan mereka, lalu dakwahilah mereka kepada Islam dan kabarkanlah kepada mereka hal-hal yang wajib mereka lakukan atas hak-hak Allah. Demi Allah, jika Allah menunjuki seseorang lewat dakwahmu, maka yang demikian itu lebih baik bagimu, melebihi hasil ghanimah besar yang terdiri dari hewan ternak terbaik.” (H.R Bukhari dan Muslim).
Perubahan ke arah perbaikan: Esensi hasil dakwah
Perubahan adalah tema utama dari proses yang dikelola dalam kerja-kerja dakwah, sebagaimana firman Allah SWT,
“…Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan pada diri mereka sendiri.” (Q.S. Ar-Ra’d: 11). Perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat atau negara tidak terlepas dari perubahan yang terjadi pada individu-individu, sehingga dakwah Islam adalah dakwah yang ditujukan kepada hati-hati dari individu itu.
Tidak sekadar perubahan-perubahan yang bersifat permukaan, sedangkan inti di dalamnya tidak terjadi perubahan apa pun. Perubahan yang hakiki itulah yang dicari dalam dakwah Islam. Kedatangan Ali bin Abi Thalib RA ke Khaibar bukanlah sekadar untuk mengubah agama mereka sehingga mereka memeluk agama Islam dengan terpaksa dan penuh ketakutan. Namun, Rasulullah SAW memerintahkan lebih dahulu untuk memberikan pengertian kepada mereka sehingga perubahan yang hakiki diharapkan terjadi.
Perubahan yang semu bukanlah sebuah fenomena yang menjadi target dalam dakwah, sebagaimana yang digambarkan Allah SWT dalam firman-Nya,
Orang-orang Arab badwi itu berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk’ karena iman itu belum lagi masuk ke dalam hati kamu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al- Hujurat: 14).
Dalam kaitan mengukur terjadinya perubahan ini, agar tidak terjebak ke dalam fatamorgana perubahan, seorang dai harus sungguh-sungguh memiliki pengetahuan tentang indikator-indikator perubahan yang benar. Dengan bekal ini ia tidak akan merasa puas dengan hasil dakwah yang sesungguhnya masih jauh dari selesai dan dia tidak akan beristirahat karena menganggap tidak ada lagi pekerjaan-pekerjaan dakwah yang harus dilakukannya, padahal sebenarnya ia belum melakukan sesuatu yang fundamental.
Inilah yang terjadi pada para sahabat Anshar ketika setelah mengikuti serangkaian perang yang panjang bersama Rasulullah SAW dan agama Islam telah tersebar kemana-mana, mereka berkata, “Alhamdulillah, kami telah dimuliakan Allah dengan Islam dan bersahabat dengan Nabi-Nya serta membelanya sehingga tersebar dan banyak pengikutnya. Sedangkan kami telah lama meninggalkan sawah ladang kami dan kini peperangan telah selesai, maka lebih baik kami kembali mengurus kebun ladang kami dan tinggal bersama keluarga kami.” Maka turunlah ayat 195 Surat Al-Baqarah, “Dan berinfaklah kalian di jalan Allah dan janganlah menjerumuskan diri kamu ke dalam kebinasaan. Dan berbuat baiklah kalian, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasai).
Ayat itu seolah-olah ingin menegaskan kembali pemahaman orang-orang Anshar, “Wahai orang-orang Anshar, memang kalian telah begitu banyak berkorban harta dan jiwa demi perjuangan Islam. Memang peperangan-peperangan kini telah bertukar haluan dengan kemenangan-kemenangan yang diraih. Memang telah begitu banyak manusia yang dengan sukarela atau terpaksa memasuki agama Islam ini. Memang untuk semua itu kalian telah meninggalkan sawah ladang dan keluarga kalian. Tetapi ingat, semua itu bukanlah ukuran-ukuran keberhasilan yang hakiki yang menandakan perjuangan dakwah telah selesai karena misi yang lebih besar telah menanti di hadapan kalian.
Dikaitkan dengan kondisi Indonesia saat ini, maka adalah keliru jika ada yang beranggapan bahwa dengan jatuhnya Soeharto dan rezim Orde Baru maka kondisinya berarti telah berubah secara hakiki. Jangankan dikaitkan dengan tujuan-tujuan dakwah Islam yang begitu tinggi, dikaitkan dengan proyek reformasi saja umumnya pengamat berpendapat hanya sedikit perubahan yang telah terjadi.
Jiwa-jiwa yang korup dan otoriter masih bergentayangan di berbagai tubuh manusia dan organisasi yang hidup pasca 21 Mei 1998. Bahkan, tokoh-tokoh baru yang muncul pada masa ini, baik di kalangan pemerintahan maupun legislatif, justru tidak sedikit yang malah ketularan virus Orde Baru sehingga tingkat korupsi Indonesia justru semakin parah di tingkat dunia dibandingkan zaman Orde Baru dahulu. Sungguh, perjalanan dakwah di Indonesia masih panjang dan barangkali kita baru bergerak belum setengah langkah pun.
Stagnasi : ciri kelemahan iman
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melihat kemunkaran maka ubahlah kemunkaran itu dengan tanganmu. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman.” (H.R. Muslim, An-Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Sabda Rasulullah SAW tersebut jelas memberikan salah satu ciri tentang kekuatan iman kaum muslimin, baik sebagai individu maupun sebagai umat, yakni pada keinginan dan kemampuannya untuk melakukan sebuah perubahan. Orang Muslim yang perasaannya tidak senang melihat kemunkaran tetapi hanya mampu menonton kemunkaran tersebut tanpa melakukan langkah apa pun, maka ia dijuluki orang yang selemah-lemah iman.
Hadits di atas juga menunjukkan bahwa pada dasarnya perubahan harus dilakukan dalam situasi tujuan-tujuan dakwah pada suatu tahapan belum tercapai. Adapun mengenai cara-cara yang dilakukan dalam proses perubahan itu pada akhirnya disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang menyertainya dalam kaitan kemampuan maupun tahapan-tahapan dakwah yang sedang dilakukannya. Dalam kaitan inilah kita berurusan dengan sebuah fenomena dakwah: dakwah dengan hati. Sebuah fenomena kelemahan iman!
Mengapa kemampuan dihubungkan dengan iman? Karena sesungguhnya keimananlah yang menjadi motivator utama perubahan pada diri seseorang. Keimanan yang kuat akan melahirkan keyakinan, semangat, kesungguh-sungguhan, dan ketekunan dalam berdakwah. Memang Rasulullah SAW pada periode Makkiyah hanya dapat menatap sedih Bilal yang tengah disiksa orang-orang kafir atau Ammar bin Yasir yang menyerah lantaran kedua orang tuanya disiksa dengan bengis. Tetapi ini bukan cerminan kelemahan iman karena keimanan Rasulullah SAW demikian kuat, demikian pula para sahabat beliau. Kekuatan iman itu tengah bekerja dan terus bekerja yang secara bertahap menghasilkan kekuatan demi kekuatan sehingga pada akhirnya tak terkalahkan lagi oleh orang-orang kafir Quraisy.
Iman yang lemah tidak akan memproses kekuatan apa pun, dan jika pun memproses kekuatan maka hanya sebuah percikan kecil yang sangat lambat berkembang menjadi kobaran api kekuatan. Kita akan menyaksikan orang-orang yang lemah imannya maka tahapan perjuangannya akan terus-menerus melalui hati dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari generasi ke generasi, tanpa ada kemajuan apapun. Bahkan, ia tidak memiliki perencanaan dan kemauan apapun untuk mengubahnya menjadi dakwah dengan lisan atau dengan tangannya. Inilah stagnasi iman yang apabila terjadi akan menyebabkan terjadinya stagnasi perubahan pada diri dan lingkungan kaum muslimin.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mati dalam keadaan tidak pernah berperang (berjuang) atau tidak pernah meniatkan pada dirinya sendiri (untuk berperang/berjuang) maka dia mati di atas satu cabang kemunafikan.” (H.R Muslim, An-Nasai dan Abu Daud). Jika niat untuk melakukan perubahan saja tidak ada niscaya orang seperti itu hanya akan menjadi penonton atas berbagai fenomena kezhaliman di sekitarnya. Dan diamnya tidak saja sekadar menunjukkan kelemahan iman, bahkan mungkin menunjukkan ketiadaan iman sama sekali.
Keadaan mereka seperti yang digambarkan Al-Qur’an, “Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan,
“Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan bagi kami.” Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya ….” (Q.S. 48/Al-Fath: 11).
Insya Allah, hal ini tidak terjadi pada aktivis dakwah kita.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ - والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

