Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
October 15, 2012
Malah mendapat hadiah
Written By @Adimin on 15 October, 2012 | October 15, 2012
Pada suatu siang Abu Nawas berada di istana ketika Raja Harun
Ar-Rasyid sedang sibuk menerima rombongan tamu dari kerajaan sahabat. Saat itu
hanya ada dua orang pelayan. Abu Nawas diminta untuk membantu kedua pelayan
itu. Ketika Abu Nawas sedang membawa semangkuk gulai yang masih panas
untuk hidangan siang, tiba-tiba kakinya terpeleset. Gulai yang dibawanya pun
tumpah dan sebagian mengenai muka sang raja.
Sebenarnya Raja sangat marah atas kejadian tersebut. Tetapi karena
banyak tamu, ia tahan kemarahannya.
“Maafkan, Tuan-tuan, atas kelakuan pelayan kami yang kurang ajar
tadi,” kata Raja.
Dari balik pintu tiba-tiba Abu
Nawas membaca sepotong ayat Al-Qur’an, “.... Orang-orang yang bertaqwa, yaitu
mereka yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya....”
“Ya, aku memang sedang menahan amarah,” sahut sang raja.
“Dan memaafkan atas kesalahan orang...,” Abu Nawas
meneruskan pembacaan ayat.
“Baik, aku memaafkanmu atas
kesalahanmu,” sahut Raja.
“Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan (QS Ali Imran: 133-134),” Abu Nawas mengakhiri pembacaan ayat
itu.
“Hai pelayan, kemari! Ini terimalah uang lima ratus dirham sebagai
hadiah,” kata Raja. “Lain kali, tolong kamu siram lagi mukaku dengan gulai,
biar kamu bisa menerima hadiah lebih besar lagi dariku.”
***
Salah satu ibrah yang bisa kita petik dari kisah di atas adalah
kemuliaan menahan amarah.
Mungkin ada sebagian orang yang menganggap, orang yang bisa
mengumbar amarah adalah orang yang kuat. Tidak, tidak demikian.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Bukanlah kuat
itu dengan mengalahkan musuh saat bergulat, akan tetapi kuat itu adalah orang
yang bisa menguasai dirinya tatkala marah.” (HR Bukhari Muslim dan Imam Ahmad).
Pada suatu hari, Nabi melewati sekelompok kaum yang saling
bergulat, maka beliau bertanya, “Apakah ini?”
Mereka menjawab, “Dia pegulat yang kuat, tidaklah seorang pun yang
bergulat dengannya kecuali dia mengalahkannya.” Kemudian beliau berkata, “Aku tunjukkan kepada kalian orang yang
lebih kuat darinya, yaitu seorang yang dizhalimi namun ia menahan kemarahannya.
Ia mengalahkan orang yang menzhaliminya dan mengalahkan setan yang ada pada
dirinya serta mengalahkan setan yang ada pada saudaranya.” (HR Al-Bazzar).
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Tetapi orang yang bersabar
dan memaafkan, sesungguhnya hal demikian itu termasuk keteguhan yang kuat.” (QS
As-Syura’: 43).
Jelas dari kedua hadits dan surah Al-Qur’an di atas, justru orang
yang mampu menguasai dirinya saat marah adalah orang yang kuat. Bukan orang
yang mengumbar amarah dengan berteriak-teriak, mencaci maki, dan sebagainya,
misalnya. Sebagaimana yang sering kita saksikan akhir-akhir ini, yang mungkin
saja di antara pelakunya adalah saudara kita juga, umat Islam. Di jalanan,
bahkan di televisi, yang ditonton seluruh rakyat negeri ini, juga dunia.
Tentu tidak berarti kita anti demo, karena adanya demonstrasi adalah
salah satu ciri negeri yang demokratis. Hanya saja, demo yang Islami adalah
demo yang tidak mencaci maki, karena Islam tidak pernah mengajarkan kepada
umatnya hal yang demikian. Apalagi demo yang anarkis, karena Islam tidak pernah
mengajarkan kepada penganutnya untuk merusak.
Bagi mereka yang mampu menahan amarah, Allah telah menyediakan
ganjaran. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menahan kemarahannya sedangkan
ia mampu untuk melakukannya, Allah Azza wa Jalla akan menyeru dia di hadapan
seluruh manusia pada hari Kiamat untuk dipilihkan baginya bidadari yang
dikehendakinya.” (HR Abu Daud).
Rasulullah juga bersabda, “Janganlah marah, maka bagimu adalah
surga.” (Hadits shahih Al-Jami’).
Lebih dari itu semua, menahan amarah adalah perintah Nabi SAW. Dan
karena itu perintah Nabi, tentu kita semua, sebagai umatnya, mesti
melaksanakan.
Disebutkan dalam hadits, seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW,
“Berilah aku wasiat.”
Beliau berkata, “Janganlah marah.”
Tahap selanjutnya, setelah mampu menahan amarah, yaitu memaafkan.
Allah berfirman, “Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya secara sembunyi
dan terang-terangan dan orang yang menahan kemarahan serta memaafkan orang
lain, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Ali
Imran:134). “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf,
serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS Al-A’raf: 199).
Sering kita saksikan di televisi beberapa ahli mengatakan bahwa
serang-menyerang antar-rezim terjadi karena dendam sejarah.
Seseorang, atau bahkan rezim, kalau bersalah memang boleh diadili,
atau mungkin harus diadili. Tapi dasarnya mestinya adalah upaya penegakan hukum
dan keadilan, bukan dendam. Jika dendam yang dijadikan dasar, kesalahan yang
kecil pun bisa terlihat besar. Seorang bijak mengatakan, dendam itu ibarat batu
kerikil yang meluncur di lembah yang bersalju. Makin jauh, akan makin membesar. Seseorang, atau bahkan rezim, kalau bersalah memang boleh diadili,
atau mungkin harus diadili. Tapi, bukankah memaafkan itu lebih mulia?
Dalam konteks negeri ini, bisakah kita menutup semua lembaran
sejarah kelabu masa lalu? Bisakah kita cukup menjadikannya sebagai pelajaran?
Demi membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang penuh
kedamaian, bisakah kita menjadikan langkah kita sekarang ini sebagai langkah
awal yang terbebas dari segala macam konflik, atau setidaknya meminimalisir?
Kalau kita ikhlas, mau, dan mampu mengendalikan sifat marah, jawabannya jelas:
Bisa!
Mengatasi Kemarahan
Untuk mengatasi kemarahan, Islam memberikan petunjuk.
Pertama, berlindung kepada Allah dari godaan setan. Karena, di
samping nafsu yang ada dalam diri kita, peran setan juga sangat dominan dalam
membangkitkan amarah. Rasulullah SAW bersabda, “Aku mengetahui satu
kalimat yang, seandainya diucapkan, niscaya akan hilanglah gejolak yang ada
pada diri:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” (HR
Bukhari-Muslim).
Kedua, diam, tidak berbicara. “Apabila salah seorang di antara
kalian marah, hendaklah diam.” (HR Imam Ahmad).
Ketiga, tinggalkan tempat, berdirilah, lalu pergi.
Keempat, bersikap tenang, duduk apabila sedang berdiri, atau tidur
telentang bilamana sedang duduk. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah
seorang di antara kalian marah sedangkan dia berdiri, hendaklah dia duduk, agar
kemarahannya hilang. Apabila masih belum mereda, hendaklah berbaring.” (HR Abu
Daud).
Kelima, berwudhu. Nabi bersabda, “Marah itu adalah bara api, maka
padamkanlah dia dengan berwudhu’.” (HR. Al-Baihaqi).
Keenam, shalat. "Penghapus setiap perselisihan adalah dua
raka’at (shalat sunnah).” (HR Silsilah Hadits Shahihah).
Marah yang Terpuji
Pada umumnya marah memang tercela, tapi ada pula yang terpuji.
Misalnya marah karena ajaran-ajaran Allah dihinakan.
Kasus Ahmadiyah, misalnya. Dalam aqidah Islam, jelas, tidak ada
nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW. Pengakuan Ahmadiyah bahwa Mirza Ghulam
Ahmad adalah nabi dapat dikategorikan sebagai penistaan terhadap ajaran Islam.
posted by Adimin
Label:
HUMOR
October 15, 2012
posted by Adimin
Korupsi karena gaji . . ???
Baru baru ini wakapolri Nanan Sukarna menyatakan bahwa kepolisian sulit untuk keluar dari kasus kasus korupsi dikarenakan masalah gaji yang kurang mencukupi. Bahkan beliau secara pribadi menyatakan bahwa dirinya juga tidak cukup kalau hanya mengandalkan gaji saja.
Naudzubillah... mungkin itu yang bisa kita ucapkan jika mencermati pernyataan beliau, mengingat beliau adalah seorang wakapolri yang sejatinya bisa dikatakan mewakili institusi polri. Nanan adalah polisi berpangkat Komisaris Jenderal Polisi atau setingkat dengan Letnan Jenderal yang kita tahu berapa kira kira rata-rata gaji anggota Polisi berpangkat jenderal. Jika kita runut masalah pernyataan beliau, sungguh akan mempunyai dampak dahsyat terhadap para polisi yang notabene adalah anak buah beliau yang tentunya mempunyai gaji jauh lebih rendah dibanding seorang nanan, dimana seorang jenderal polisi tidak cukup hanya dengan mengandalkan gaji saja. Konsekuensinya adalah bagaimana dengan polisi yang berpangkat dibawah wakapolri...???, tentunya akan lebih merasa kekurangan . . . . . !!!!. Kita khawatir justru pernyataan wakapolri ini menjadi pembenaran untuk melakukan korupsi.
Pernyataan beliau bahwa korupsi sangat terkait dengan besar kecilnya gaji sangatlah memprihatinkan, karena sebenarnya menjauhi tindak pidana korupsi bukan
semata karena gaji, melainkan mentalitas. Terlalu banyak orang orang yang bergaji pas pasan tetapi sudah merasa cukup sehingga terhindar dari penyakit MENGHALALKAN SEGALA CARA termasuk korupsi.
"Gaji tinggi juga tidak ada jaminan orang terhindar dari korupsi. Yang utama adalah mentalitas untuk menghindari korupsi itu sendiri.
"Gaji tinggi juga tidak ada jaminan orang terhindar dari korupsi. Yang utama adalah mentalitas untuk menghindari korupsi itu sendiri.
Mudah mudahan mentalitas korupsi ini tidak merupakan penyakit masif yang sudah menyebar diseluruh lapisan birokrasi kita..... Semoga
posted by Adimin
October 11, 2012
posted by Adimin
RAPIMDA PKS Padang
Written By @Adimin on 11 October, 2012 | October 11, 2012
PKS kota padang melaksanakan
kegiatan Rapimda yang dilaksanakan pada hari Ahad 7 Oktober 2012, yang terdiri dari unsur DPC (Ketua, Sekretaris, dan
Kaderisasi) dan unsure DPD (Anggota DPH dan pleno). Kegiatan berlangsung lancer
dimulai dengan arahan dari Drs Muhidi, MM selaku ketua DPD PKS Kota Padang. Ust.
Muhidi memaparkan kondisi terkini dari jagat perpolitikan di kota padang yang
terkait dengan pilkada 2013 dan pemilu 2014, beliau memaparkan kondisi internal
PKS dan bagaimana struktur mensikapinya. Dibutuhkan rancangan dan langkah
langkah strategis mengingat agenda kedepan yang sangat berat palagi jika
melihat kondisi real internal dan eksternal.
Selanjutnya acara dikembangkan oleh ust
Muharlion selaku sekretaris umum DPD PKS padang, beliau memaparkan program-program unggulan DPD yang diturunkan dari hasil rakorda sebelumnya dan
dilanjutkan dengan pencapaian target sekaligus evaluasi capaian-capaian terhadap pelaksanaan program
tersebut. Evaluasi dibahas bersama dengan pengurus DPD dan DPC sekaligus
membahas kendala kendala yang ada dan bagaimana solusi yang harus dilakukan
Diskusi hangat terjadi ketika membahas rancangan strategis kedepan. Tanya jawab antara pengurus DPD dan DPC berlangsung hangat, apalagi ketika Ust Armadan selaku ketua DPC Lubuk Kilangan melancarkan joke joke segarnya sehingga suasana menjadi hidup. Singkat kata Rapimda ditutup dengan arahan Ketua DPD terkait dengan apa dan bagaimana seharusnya kita sebagai kader mensikapi agenda agenda dakwah kedepan, melihat seorang kader sekaligus jundi memiliki keistimewaan/tamayyus yang mestinya disalurkan dengan tepat dan terarah yang erat kaitannya dengan agenda agenda dakwah kedepan.
Dan semoga semua agenda dan langkah langkah partai dakwah ini senantiasa mendapatkan barokah dan pertolongan dari ALLAH SWT sebagai penguasa semesta alam, Amiin ya robbal alamiin
Label:
NEWS,
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 06, 2012
Allah ‘Azza wa Jalla memutarkan waktu bagi hamba-hambaNya untuk membedakan antara orang-orang yang beriman dengan yang tidak beriman. “Demikianlah hari-hari Kami pergilirkan diantara manusia, dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan yang tidak berimana)…”. (QS Ali Imran: 140).
Karenanya, orang-orang yang beriman selalu akan menggunakan waktu demi waktunya untuk meraih keredhaan Allah dan kemenangan hidup di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang-orang selain mereka tidak merasa rugi bila waktu-waktunya terbuang. Padahal membuang waktu lebih berbahaya dari pada kematian. Sebab kematian hanya memutus seseorang dari kehidupan dunia, sedangkan membuang waktu akan memutusnya dari Allah dan dari kampung akhirat.
Imam Hasan Al Bashri menyatakan: “Wahai anak adam, sesungguhnya siangmu adalah tamu bagimu. Maka sambutlah tamu itu dengan baik. Jika kamu berbuat baik kepadanya, dia akan pergi dengan memujimu. Jika kamu berbuat buruk terhadap tamu tersebut, maka dia akan berlalu dengan mencelamu. Begitu juga malammu”.
Umar bin Abdul Aziz berkata: “Sesungguhnya siang dan malam berbuat terhadap kalian. Maka berbuatlah kalian pada keduanya”.
Banyak kemulian yang dapat diraih oleh setiap mukmin dari waktu yang telah Allah berikan kepadanya di dunia ini. Bahkan dalam jangka waktu hanya satu menit saja, berbagai pilihan kebaikan dan kemulian bisa diraih oleh seorang mukmin.
Apakah kemulian yang mungkin diraih dalam SATU MENIT saja? Ini beberapa alternatif:
1. Dalam satu menit bisa digunakan untuk membaca QS Al ikhlas minimal sebanyak 12 kali. Satu kali bacaan QS Al Ikhlas sama nilainya dengan 1/3 Al Quran (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Darda’). Maka 12 kali bacaan QS Al Ikhlas sama dengan 4 kali Al Quran. Dalam satu bulan sama dengan 120 kali Al Quran, dan dalam satu tahun sama dengan 1440 kali Al Quran.
2. Dalam satu menit juga bisa digunakan untuk membaca QS Al Kaafirun sebanyak 6 kali. Satu kali bacaan QS Al Kaafirun sama nilainya dengan ¼ Al Quran (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dishahihkan oleh Albany). 6 kali bacaan sama dengan 1 ½ Al Quran. Dalam satu bulan sama dengan 45 kali Al Quran, dan dalam satu tahun sama dengan 540 kali Al Quran.
3. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca shalawat kepada Rasulullah sebanyak 50 kali dengan lafadz ( اللهم صلي على محمد ). “Barang siapa yang bershalawat kepada Rasulullah satu kali, niscaya Allah akan bershalawat (berdoa/memberikan pahala) untuknya sepuluh shalawat, dan diampuni sepuluh kesalahannya, dan diangkat sepuluh derjat”. (HR An Nasa’I dari Anas bin Malik, dishahihkan oleh Albany). Maka 50 kali shalawat akan berbuah 500 shalawat dari Allah, 500 kesalahan diampuni dan 500 derjat dinaikkan.
4. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca ( سبحان الله وبحمده ) sebanyak 100 kali. “Barang siapa yang melakukan hal tersebut niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan”. (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
5. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca ( لا حول ولا قوة إلا بالله ) sebanyak 40 kali. Dan satu kalimat tersebut merupakan harta karun sorga (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)
6. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca ( سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ) lebih dari 15 kali. Kalimat tersebut lebih disukai oleh Rasulullah saw dari pada semua tempat yang disinari oleh matahari. (HR Muslim dari Abu Hurairah)
7. Dalam satu menit dapat digunakan untuk mendoakan saudara sesama muslim tanpa sepengetahuannya. Barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, niscaya doanya dikabulkan dan malaikat akan berkata: “Aamiin” dan untukmu seperti yang kamu doakan. (HR Muslim dari Abu Darda’)
8. Dalam satu menit dapat digunakan untuk memohonkan ampun bagi mukminin dan mukminat. “Barang siapa yang memohonkan ampun bagi mukminin dan mukminah, niscaya Allah tuliskan baginya satu kebaikan pertiap mukmin”. ( Shahih Al jaami’)
Beberapa amalan di atas bisa menjadi pilihan dalam mengisi menit demi menit yang berharga dari umur yang diberikan Allah. Bahkan, semuanya bisa dikerjakan hanya dalam waktu 8 menit saja.
Ust. Irsyad Syafar
SATU MENIT YANG BERHARGA
Written By @Adimin on 06 August, 2012 | August 06, 2012
Allah ‘Azza wa Jalla memutarkan waktu bagi hamba-hambaNya untuk membedakan antara orang-orang yang beriman dengan yang tidak beriman. “Demikianlah hari-hari Kami pergilirkan diantara manusia, dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan yang tidak berimana)…”. (QS Ali Imran: 140).
Karenanya, orang-orang yang beriman selalu akan menggunakan waktu demi waktunya untuk meraih keredhaan Allah dan kemenangan hidup di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang-orang selain mereka tidak merasa rugi bila waktu-waktunya terbuang. Padahal membuang waktu lebih berbahaya dari pada kematian. Sebab kematian hanya memutus seseorang dari kehidupan dunia, sedangkan membuang waktu akan memutusnya dari Allah dan dari kampung akhirat.
Imam Hasan Al Bashri menyatakan: “Wahai anak adam, sesungguhnya siangmu adalah tamu bagimu. Maka sambutlah tamu itu dengan baik. Jika kamu berbuat baik kepadanya, dia akan pergi dengan memujimu. Jika kamu berbuat buruk terhadap tamu tersebut, maka dia akan berlalu dengan mencelamu. Begitu juga malammu”.
Umar bin Abdul Aziz berkata: “Sesungguhnya siang dan malam berbuat terhadap kalian. Maka berbuatlah kalian pada keduanya”.
Banyak kemulian yang dapat diraih oleh setiap mukmin dari waktu yang telah Allah berikan kepadanya di dunia ini. Bahkan dalam jangka waktu hanya satu menit saja, berbagai pilihan kebaikan dan kemulian bisa diraih oleh seorang mukmin.
Apakah kemulian yang mungkin diraih dalam SATU MENIT saja? Ini beberapa alternatif:
1. Dalam satu menit bisa digunakan untuk membaca QS Al ikhlas minimal sebanyak 12 kali. Satu kali bacaan QS Al Ikhlas sama nilainya dengan 1/3 Al Quran (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Darda’). Maka 12 kali bacaan QS Al Ikhlas sama dengan 4 kali Al Quran. Dalam satu bulan sama dengan 120 kali Al Quran, dan dalam satu tahun sama dengan 1440 kali Al Quran.
2. Dalam satu menit juga bisa digunakan untuk membaca QS Al Kaafirun sebanyak 6 kali. Satu kali bacaan QS Al Kaafirun sama nilainya dengan ¼ Al Quran (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dishahihkan oleh Albany). 6 kali bacaan sama dengan 1 ½ Al Quran. Dalam satu bulan sama dengan 45 kali Al Quran, dan dalam satu tahun sama dengan 540 kali Al Quran.
3. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca shalawat kepada Rasulullah sebanyak 50 kali dengan lafadz ( اللهم صلي على محمد ). “Barang siapa yang bershalawat kepada Rasulullah satu kali, niscaya Allah akan bershalawat (berdoa/memberikan pahala) untuknya sepuluh shalawat, dan diampuni sepuluh kesalahannya, dan diangkat sepuluh derjat”. (HR An Nasa’I dari Anas bin Malik, dishahihkan oleh Albany). Maka 50 kali shalawat akan berbuah 500 shalawat dari Allah, 500 kesalahan diampuni dan 500 derjat dinaikkan.
4. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca ( سبحان الله وبحمده ) sebanyak 100 kali. “Barang siapa yang melakukan hal tersebut niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan”. (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
5. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca ( لا حول ولا قوة إلا بالله ) sebanyak 40 kali. Dan satu kalimat tersebut merupakan harta karun sorga (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)
6. Dalam satu menit dapat digunakan untuk membaca ( سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ) lebih dari 15 kali. Kalimat tersebut lebih disukai oleh Rasulullah saw dari pada semua tempat yang disinari oleh matahari. (HR Muslim dari Abu Hurairah)
7. Dalam satu menit dapat digunakan untuk mendoakan saudara sesama muslim tanpa sepengetahuannya. Barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, niscaya doanya dikabulkan dan malaikat akan berkata: “Aamiin” dan untukmu seperti yang kamu doakan. (HR Muslim dari Abu Darda’)
8. Dalam satu menit dapat digunakan untuk memohonkan ampun bagi mukminin dan mukminat. “Barang siapa yang memohonkan ampun bagi mukminin dan mukminah, niscaya Allah tuliskan baginya satu kebaikan pertiap mukmin”. ( Shahih Al jaami’)
Beberapa amalan di atas bisa menjadi pilihan dalam mengisi menit demi menit yang berharga dari umur yang diberikan Allah. Bahkan, semuanya bisa dikerjakan hanya dalam waktu 8 menit saja.
Ust. Irsyad Syafar
posted by Adimin
August 06, 2012
3) HR. Bukhari (6930)
posted by Adimin
Liberal yang tidak Liberal
Semakin hari semakin nyata kejahilan kaum Liberal ini, setelah ocehan si Ulil bahwa umat islam tidak boleh protes terkait apa yg terjadi pada muslim rohingnya karena di sini umat Islam juga tidak sensitif dengan Ahmadiyah. Padahal jika kita kaji lebih jauh maka perbedaan antara peristiwa muslim rohingnya dan ahmadiyah amatlah jauh.
Ahmadiyah jelas melakukan penodaan agama dan di fonis sesat oleh para ulama, dan meski sesat tidak ada pembantaian terhadap mereka. Sementara muslim rohingnya adalah saudara seiman seaqidah yang hanya karena mereka menuhankan ALLAH, sehingga mereka diburu, diperkosa, dan dibunuh secara masif tanpa ada pembelaan sama sekali.
Sehingga semakin jelas bagi kita umat Islam, bahwa kaum Liberal ini sebenarnya bukan menjalankan HAM tetapi mereka menjalankan agenda kaum Islamphobia yang berbalut HAM dan Liberalisme, dan agenda komunitas yang bisa memberi mereka pendapatan dan uang masuk. Karena justru mereka melanggar asas liberal itu sendiri dimana unsur kemanusiaan yang lebih didahulukan tanpa memandang SARA.
Kita jadi teringat oleh sebuah hadist yg dirsampaikan oleh Imam Ali :
"Akan muncul suatu kaum di akhir zaman, usia mereka muda-muda, pikiran mereka bodoh-bodoh, mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan makhluk, tetapi keimanan mereka tidak melampaui tenggorokan, mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah yang keluar dari busur. Di mana pun kalian menjumpai mereka, bunuhlah mereka, karena pembunuhan mereka itu berpahala pada hari Kiamat bagi yang membunuh mereka.3)
posted by Adimin
August 06, 2012
Liberal VS Rohingnya
PADA 28 Juli 2012 dalam akun Twitter nya, Ulil Abshar Abdallah menulis bahwa kalau umat Islam masih menyetujui aniaya Ahmadiyah di Indonesia, maka umat Islam tak layak protes saat umat Muslim Rohingya dianiaya di Myanmar. Ia mengkritik umat Muslim Indonesia yang tidak sensitif terhadap kasus Ahmadiyah, mereka hanya sensitif terhadap umat Islam di Negara lain. [Baca: Ulil: Twit Itu Kritik terhadap 'Teman-teman Muslim]
Inkonsisten
Ulil sendiri, bergeming soal tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Islam di Myanmar. Tidak selantang ketika membela agama Ahmadiyah. Artinya, kicauan di Twitter nya itu justruf tidak sesuai dengan idelisme yang ia lontarkan ketika mengkritik kelompok yang ia sebut ‘teman-teman Muslim’ Indonesia.
Buktinya, ia mengkritik kaum Muslim Indonesia yang hanya sensitif terhadap kasus aniaya Muslim di Negara lain, namun tidak senstitif terhadap aniaya Ahmadiyah di negeri sendiri. Padahal Ulil sendiri tidak menunjukkan aksi solidaritas yang sesungguhnya terhadap nasib Muslim Rohingya. Sikap ini menunjukkan inkonsistensi Ulil sendiri. Ulil hanya sensitif terhadap kasus Ahmadiyah di dalam negeri tapi tidak sensitif terhadap kekerasan yang dialami Muslim Rohingya.
Sampai kini, Ulil tidak menunjukkan sikap dan pernyataan tegas terhadap pembantaian yang dilakukan pemerintah Junta Militer Myanmar. Sama sekali tidak ada aksi demo di jalan memprotes keras terhadap Myanmar.
Padahal, bebarapa waktu lalu Ulil membela mati-matian pelaku homoseks dan lesbian dengan turun ke jalan, agar kaum homoseks diberi kebebasan atas orientasi seksualnya. Jika Ulil konsisten dengan kicauannya di twitter, harusnya dia juga turun ke jalan bersama umat Islam lainnya memprotes penindasan terhadap Muslim Rohingya. Padahal tragedi Rohingnya sangat menyedihkan.
Jika tidak turun ke jalan, Ulil cukup menyuarakan solidaritas dengan melakukan usulan-usulan politik ke pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatis menghentikan pembantaian di Myanmar. Tapi adakah suara Ulil seperti itu?
Tidak Adil
Sikap inkonsisten juga menunjukkan sikap berat sebelah dalam menilai praktik HAM. Meski beberapa media dan politikus Indonesia mulai bersuara, Ulil dan kawan-kawan di Jaringan Islam Liberal (JIL) serta LSM HAM masih belum bersuara lantang.
Jika dibandingkan dengan kasus Ahmadiyah, aktivis Islam Liberal dan LSM liberal ngotot kepada pemerintah agar warga Ahmadiyah diberi kebebasan. Padahal, Ahmadiyah melakukan penodaan terhadap ajaran Islam. Jika merujuk kepada undang-undang Negara, agama Ahmadiyah telah melakukan pelanggaran HAM umat Islam. Mereka menodai ajaran suci dengan menambah keyakinan bahwa Ghulam Ahmad adalah seorang Nabi.
Namun, bagi Ulil dan kawan-kawan, Ahmadiyah yang menodai Islam, justru dibela. Muslim Rohingnya di Myanmar yang jelas-jelas dibantai tentara pemerintah tidak mendapatkan pembelaan seperti pembelaannya terhadap Ahmadiyah.
Umat Islam Indonesia pun juga tidak melakukan pembantaian terhadap warga Ahmadiyah ataupun sampai memperkosa para wanita pengikut Ahmadiyah. Kaum Muslim hanya meluruskan penyimpangan yang mereka lakukan. Dan menawarkan opsi untuk menyatakan diri sebagai pengikut agama Ahmadiyah, di luar Islam. Jika terjadi kasus kekerasan, itu adalah reaksi spontan masyarakat bawah atas penistaan yang dilkukan Ahmadiyah, karena provokasi Ahmadiyah sendiri dan tidak tegasnya pemerintah melindungi keyakinan umat Islam dari penodaan mereka.
Bandingkan dengan yang terjadi terhadap Muslim Rohingya. Mereka dibantai dan dianiaya secara sistematis soleh militer pemerintah. Muslim Rohingnya juga tidak melakukan penghinaan terhadap pemerintah. Mereka dibantai hanya karena pemerintah phobi terhadap Muslim.
Rohingya merupakan etnis yang tinggal di Provinsi Arakan, Myanmar Barat. Populasinya mencapai satu juta jiwa, dan dalam catatan sejarah mereka telah ada sejak abad ke-7 M -- jauh sebelum Myanmar merdeka pada 1948.
Sejak awal merdeka, etnis Rohingnya mengalami kekerasan, disksriminasi dan pemiskinan oleh pemerintah dan mayoritas rakyat yang beragama Budha. Mereka dituduh bukan etnis Myanmar asli, sehingga tidak diakui sebagai warga Negara Myanmar. Padahal, bersama 136 etnis lainnya, mereka telah mendiami negeri itu jauh sebelemu Myanmar merdeka.
Selama beberapa dekade, mereka ditindas yang menyebabkan puluhan ribu tewas, tempat tinggal dibakar, wanitanya diperkosa, dan diusir dari negaranya. Mereka dikejar-kejar di mana pun mereka lari -- seperti warga yang tidak memiliki hak kewarganegaraan. Negara-negara ASEAN sendiri, termasuk Indonesia tidak memberi suaka politik. Tidak ada alasan rasional mengapa mereka dianiaya sedemikian kejinya. Etnis mayoritas benci hanya karena etnis Rohingya Muslim.
Menodai HAM
Pernyataan Ulil seperti tersebut di atas, tidak hanya menyakiti hati kaum Muslimin sedunia, tapi juga menodai diktum HAM sedunia.
Tindakan pengusiran, pembakaran kampung halaman, pemerkosaan terhadap wanita dan pembantaian secara keji yang dialami Muslim Rohingya termasuk penggaran berat HAM. Pelakunya harus diadukan kepada peradilan Internasional PBB.
Dalam deklarasi universal pada 1948 ditulis bahwa badan HAM sedunia didirikan untuk menegakkan keadilan, kedamaian dan hak asasi manusia warga Negara dunia. Jika sekarang hak-hak Muslim Rohingnya dirampas, maka mereka harus dibela.
Pembiaran dan sikap bergeming terhadap tragedi ini jelas menyalahi diktum deklarasi universal HAM sedunia. Apalagi membuat pernyataan menyakitkan, jelas-jelas ini menodai Hak Asasi Manusia (HAM).
Pandangan Ulil yang mengkritik umat Muslim sama sekali bukan sikap yang didasarkan atas HAM yang selama ini perjuangkan. Pernyataan menyakitkan Ulil justru menista HAM warga Rohingya. Jika memang pejuang sejati HAM, harusnya ia beritindak tegas, bukan mengkritik kaum Muslim dengan membanding-bandingkan dengan kasus Ahmadiyah.
Etnis minoritas Rohingya yang harus mendapatkan pembelaan, bukan pernyataan kritis terhadap kaum Muslim. Jika Muslim Rohingya membaca kicauan Ulil, mereka pasti sakit hati. Pernyataan Ulil hanya akan menambah sakit saudara Muslim Rohingya.
Sikap seperti Ulil, hanya didasarkan atas ketidasukaan terhadap kaum Muslim Indonesia, bukan atas landasan HAM dan demokrasi. Adagium membela HAM dan demokrasi yang selama ini diperjuangkan hanyalah ilusi, jika warga minoritas Rohingya didiamkan, atau karena memang tidak ana nilai jualnya....???
posted by Adimin
July 30, 2012
Syaitan Membantu Pemuda...
Written By @Adimin on 30 July, 2012 | July 30, 2012
Syaitan Membantu Pemuda ke Masjid
Seorang pemuda bangun awl pagi untuk solat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid .
Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid . Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu. Dia menanyakan identiti lelaki tersebut, dan menjawab “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..’ Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .
Saat sampai di masjid , pemuda pertama bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan solat subuh bersamanya, lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan, lagi, jawapannya sama. Pemuda bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan solat.
lelaki itu menjawab
“Aku adalah IBLIS”
Pemuda itu terkejut dengan jawapan lelaki itu. Syaitan kemudian menjelaskan, ‘Saya melihat kamu berjalan ke masjid , dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu. Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan bahkan itupun tidak membuatmu berubah fikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid .
Kerana hal itu, Allah memaafkan dosa dosa seluruh anggota keluargamu. Saya KHUATIR jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan jangan Allah akan memaafkan dosa dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahawa anda sampai di masjid dengan selamat….’
Moral:
Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan kerana kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut .
posted by Adimin
July 30, 2012
posted by Adimin
Jumpa DR Adnan dari Palestina . . .
Temu Kader Dengan DR Adnan Hasan dari Palestina
Pada hari Sabtu 28 Juli 2012, KNRP Sumbar mengadakan temu kader dengan syaikh DR Adnan Hasan yang di adakan di gedung BK3S jl Khatib Sulaioman Padang, dalam paparannya beliau didampingi oleh Ust Abu Bakar selaku penterjemah yang dalam hal ini sering terjadi kejadian2 lucu yang menambah segarnya suasana di gedung BK3S tersebut. DR Adnan menjabarkan keadaan Palestina yang senantiasa berada dalam ancaman zioni istrael dan sekaligus beliau mengingatkan umat Islam untuk selalu mengingat pentingnya menjaga eksistensi Masjid Al Aqsa sebagai salahsatu symbol symbol utama umat Islam. Umat Islam yang hadir berkisar 500an orang yang dengan antusias mendengarkan penjelasan dari DR Adnan. Pada kesempatan kali ini DR Adnan menyerahkan selendang bendera Palestina kepada Ust Muhidi selaku Ketua DPD PKS Kota Padang sebagai tanda persaudaraan yang erat antara rakyat Palestina dan umat Islam di Padang pada umumnya dan khusunya kader PKS Kota Padang.
Beliau menyatakan umat Islam tidak perlu mengirimkan mujahidin ke palestina, karena mujahidin palestina lebih dari cukup untuk menghadapi Israel, tetapi yang diperlukan umat Islam palestina adalah bantuan financial dan doa dari kaum muslimin dunia pada umumnya dan khususnya umat Islam di Indonesia. Beliau mengingatkan umat Islam perlunya berjihad. Karena hanya dengan jihadlah maka kaum muslimin akan mendapatkan kembali kejayaannya. Khususnya momentum ramadhan inilah beliau mengajak kaum muslimin di Padang untuk kembali mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah dan mengobarkankan kembali semangat berjihad. Apalagi mengingat kondisi umat Islam palestina yang sampai saat ini sangat memerlukan support dan bantuan dari umat Islam dunia dan khususnya umat Islam Indonesia yang merupakan Negara Islam terbesar di dunia.
Dengan darah dan jiwa, umat Islam berusaha untuk mempertahanlan eksistensi bangsa palestina yang merupakan negerinya para nabi dan juga masjid al aqsa sebagai salahsatu masjid umat Islam yang terbesar setelan masjidil haram dan masjid nabawi. Acara di akhiri dengan pengumpulan dana untuk Palestina yang di pelopori oleh Ust Muhidi selaku Ketua DPD PKS Kota Padang.
posted by Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
NEWS,
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 22, 2012
posted by Adimin
Jati Diri
Written By @Adimin on 22 July, 2012 | July 22, 2012
Seekor kura-kura tampak tenang ketika merayap diantara kerumunan penghuni hutan lain, pelan tapi pasti ia menggerakkan keempat kakinya yang melangkah sangat lamban... plak... plak…!. Tingkah kura kura itupun mengundang reaksi hewan lain, ada yang mencibir, tertawa, dan ada yang mengejek. “Hei kura-kura, kamu jalan apa tidur” ucap kelinci yang terlebih dahulu berkomentar miring, spontan yang lain pun tertawa riuh.
“Hei kura-kura-kura” suara tupai ikut berkomentar, “kalau jalan jangan bawa-bawa rumah, berat tahu”! sontak hampir tak satupun hewan yang tak terbahak. Ha.. ha.. ha.. dasar kura-kura lamban! Komentar hewan-hewan lain marak. Namun yang diejek tetap saja tenang, kaki kakinya terus melangkah mantap, sesekali kura-kura menoleh ke kiri & ke kanan menyambangi wajah teman temannya sesama penghuni hutan. Ia pun tersenyum, “apa kabar rekan-rekan ?” ucap kura-kura ramah. “Teman tidakkah sebaik- nya kau simpan rumahmu selagi kamu berjalan, kamu jadi begitu lamban”, ucap kancil lebih sopan. Ucapan kancil itulah yang akhirnya menghentikan langkah kura-kura ia seperti ingin mengucapkan sesuatu. “tak mungkin aku melepas rumahku” suara kura-kura begitu tenang, inilah jatidiriku. Melepas rumahku berarti melepas jatidiriku. Inilah aku, aku akan tetap bangga sebagai kura-kura dimanapun & kapanpun, jelas si kura-kura begitu percaya diri.
Menangkap makna hidup sebagai sebuah medan pertarungan, memberikan sebuah kesimpulan bahwa merasa tanpa musuh pun kita sebenarnya sedang bertarung. Karena musuh dalam hidup ini bisa berbentuk apapun seperti godaan, bisikan setan, & berbagai stigma negatif lainnya.
Wahai pemuda....dan bagi mereka yang belum atau sudah menemukan jati diri.....
Inilah pertarungan jatidiri. Pertarungan yang bisa merongrong keaslian jatidiri sebagai muslim, sebagai orang indonesia, sebagai aktivis, sebagai da’i. Satu contoh, betapa banyaknya saudara saudara kita yang lambat laun melepaskan jati dirinya (sebagai manusia Indonesia) hanya karena silau dengan gaya hidup bangsa lain (baca barat) yang hedonis dan permisif. Mulai dari gaya hidup (valentine, idol, fasion, dll) ), gaya berpakaian, gaya pendidikan dan sebagainya. Kita jadi teringat dengan PM Malaysa Mahathir Muhammad yang jika menghadiri pertemuan resmi, selalu bangga dengan menggunakan pakaian melayunya, atau para pemimpin arab yang selalu menggunakan pakaian khas arab dengan kafiyehnya. Mereka-mereka inilah manusia yang masih mempunyai jatidiri. Sebagai sebuah bangsa, sebagai negarawan dan tentunya sebagai seorang muslim. Tidak seperti mereka yang kemana-mana menggunakan jas, padahal jas adalah pakaian khas bangsa eropa yang mempunyai nilai geografis dan historis dimana pakaian tersebut cocok dengan kawasan eropa yang bermusim dingin/salju. Mungkin kita tidak sadar atau terlena dengan sihir gaya hidup barat, sebab kita tidak atau belum bisa membedakan modernisasi dengan westernisasi. Modernisasi sesuai dengan nilai-nilai kemajuan yang universal, sedangkan westernisasi adalah produk budaya yang terkait dengan falsafah materialisme, pola hidup hedonis, pola hidup serba boleh yang banyak melanggar moral dan agama secara umum. Satu contoh kerancuan berpikir, saudara-saudara kita yang masih bertahan dengan budaya berpakaian ala kadarnya misalnya suku-suku terdalam seperti suku-suku di Afrika atau suku asmat di papua dengan kotekanya yang hanya menutupi bagian vitalnya saja dianggap Primitif, tetapi mereka yang menggunakan pakaian you can see atau pakaian minim (bikini) dan ada juga yang ( maaf)telanjang, malah dianggap modern (seharusnya sama sama primitif). Ini adalah satu hal yang rancu dan sangat naif, karena nilai kebenaran bukan dilihat dari sisi obyektifitasnya tapi dilihat dari sisi yang subyektif (siapa yang dinilai).
Sebagai seorang pemuda muslim kita dituntut untuk benar-benar bisa mem- pertahankan atau bahkan menularkan jati diri kita. Karena nilai-nilai Islam justru sangat sesuai dengan nilai-nilai kebaikan universal dan modern. Apalagi diakhir zaman ini, opini-opini dan stigma-stigma negatif yang terus menerus dilancarkan oleh musuh musuh Islam. Mulai dari fitnah terorisme yang selalu diarahkan ke Islam dan umatnya, ataupun cap fundamentalis, radikal, sektarian, tidak toleran dan sebagainya. Meskipun fakta dan kenyataan berbicara lain, sejarah telah membuktikan bahwa selama umat Islam mayoritas maka umat non muslim akan aman, dan ini tidak berlaku sebaliknya.
Mereka yang tidak memiliki atau kehilangan jati diri, hakekatnya mengalami pende- ritaan tersendiri dalam hidupnya, karena bukan dia yang menentukan keadaan, tetapi dia yang ditentukan oleh keadaan. dirinya terwarnai oleh lingkungan bukan dia yang mewarnai lingkungannya. Sehingga hidupnya terombang ambing tanpa arah yang jelas, sehingga menjadi manusia bunglon yang tidak mempunyai arti apa apa. Pertaru- ngan tanpa kekerasan ini bisa berakibat fatal dibanding terbunuh sekalipun. Karena orang-orang yang kalah dalam pertarungan jatidiri, bisa lebih dahulu mati sebelum benar-benar mati, ia menjadi mayat-mayat yang berjalan, jalan hidupnya tidak lagi memiliki prinsip, sekalipun punya dia tidak akan berdiri kokoh karena tidak ditopang oleh kepribadian yang kuat.
Bagian terhebat dari pertarungan jatidiri ini adalah orang tidak merasa kalah ketika sebenarnya ia sudah mati, mati keberanian, mati kepekaan, mati spiritual, mati kebijak- sanaan, & akhirnya mati identitas dan jati diri. Karena tidak heran jika kura-kura begitu gigih mempertahankan rumah yang membebaninya sepanjang hidup. Walaupun karena itu, ia tampak lamban. Walaupun ia diserang ejekan. Kura-kura punya satu prinsip yang terus ia perjuangkan inilah aku ..........
Saksikanlah bahwa saya seorang Muslim !!! posted by Adimin
July 18, 2012
Sumber
posted by Adimin
Hanya Fraksi PKS yang . . . . .
Written By @Adimin on 18 July, 2012 | July 18, 2012
Hanya Fraksi PKS yang
Tidak Terlibat Korupsi Kasus Suap PON
Islamedia - Dalam salah satu pemberitaanya, sebuah media lokal Riauter kini.com menyebutkan bahwa KPK telah menetapkan seorang wakil ketua dan 9 anggota DPRD Riau tersangka suap PON. Mereka berasal dari lintas fraksi, kecuali Fraksi PKS.
Fraksi PKS menjadi satu-satunya fraksi di DPRD Riau yang anggotanya tidak dinyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat dalam kasus suap PON. Sementara fraksi lainnya ada yang terlibat, bahkan ada fraksi yang sampai tiga anggotanya dijadikan KPK tersangka.
Menanggapi fakta bersih tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Riau Indra Isnaini menolak mengomentari. “Kalau itu saya tidak mau komentar, takut nanti tidak enak dengan kawan-kawan anggota Fraksi yang lain,” ujar politisi PKS yang sempat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK tersebut kepada riauterkini di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau, Selasa (17/7/12).
Di tempat terpisah, salah seorang anggota Fraksi PKS Mansyur HS mengatakan, “Kita tidak mebanggakan itu. Kita berharap bukan hanya PKS saja seperti ini tapi seluruh anggota DPRD Riau yang lain juga tidak ada yang terlibat kasus hukum satu orang pun.”
Lanjut Mansyur, “Sepanjang kita bekerja, resiko itu pasti ada apalagi kita ini berkaitan dengan dunia politik,” terang anggota Komisi B DPRD Riau ini.
Ketika disinggung jika nantinya ada anggota Fraksi PKS yang terlibat dalam kasus revisi Perda No 6 tahun 2010. Lebih lanjut Mansyur mengatakan, “kita tidak mau berandai-andai, yang jelas kita bekerja sebaik mungkin dan kalau ada juga, mari kita serahkan kepada yang Maha Kuasa saja,” tutup Mansyur.
Saat ini Fraksi PKS DPRD Riau terdiri dari 5 orang yakni, Indra Isnaini, Syafruddin Sa'an, Mansyur, Mahdinur, Darisman Ahmad.
Sebagai data tambahan, 10 wakil rakyat yang berstatus tersangka adalah Wakil Ketua Taufan Andoso Yakin dan Adrian Ali (FPAN), Faizal Aswan, Abu Bakar Siddik dan Zulfan Heri (FPG), Syarif Hidayat dan Roem Zein (FPPP), Toerechan Asyari (FPDI-P), M Dunir (F Gabungan dari PKB) dan Tengku Muhazza (FPD). Dari keseluruhan, tiga yang sudah ditahan KPK, yakni Faizal Aswan, M Dunir dan Taufan Andoso Yakin.
Fraksi PKS menjadi satu-satunya fraksi di DPRD Riau yang anggotanya tidak dinyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat dalam kasus suap PON. Sementara fraksi lainnya ada yang terlibat, bahkan ada fraksi yang sampai tiga anggotanya dijadikan KPK tersangka.
Menanggapi fakta bersih tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Riau Indra Isnaini menolak mengomentari. “Kalau itu saya tidak mau komentar, takut nanti tidak enak dengan kawan-kawan anggota Fraksi yang lain,” ujar politisi PKS yang sempat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK tersebut kepada riauterkini di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau, Selasa (17/7/12).
Di tempat terpisah, salah seorang anggota Fraksi PKS Mansyur HS mengatakan, “Kita tidak mebanggakan itu. Kita berharap bukan hanya PKS saja seperti ini tapi seluruh anggota DPRD Riau yang lain juga tidak ada yang terlibat kasus hukum satu orang pun.”
Lanjut Mansyur, “Sepanjang kita bekerja, resiko itu pasti ada apalagi kita ini berkaitan dengan dunia politik,” terang anggota Komisi B DPRD Riau ini.
Ketika disinggung jika nantinya ada anggota Fraksi PKS yang terlibat dalam kasus revisi Perda No 6 tahun 2010. Lebih lanjut Mansyur mengatakan, “kita tidak mau berandai-andai, yang jelas kita bekerja sebaik mungkin dan kalau ada juga, mari kita serahkan kepada yang Maha Kuasa saja,” tutup Mansyur.
Saat ini Fraksi PKS DPRD Riau terdiri dari 5 orang yakni, Indra Isnaini, Syafruddin Sa'an, Mansyur, Mahdinur, Darisman Ahmad.
Sebagai data tambahan, 10 wakil rakyat yang berstatus tersangka adalah Wakil Ketua Taufan Andoso Yakin dan Adrian Ali (FPAN), Faizal Aswan, Abu Bakar Siddik dan Zulfan Heri (FPG), Syarif Hidayat dan Roem Zein (FPPP), Toerechan Asyari (FPDI-P), M Dunir (F Gabungan dari PKB) dan Tengku Muhazza (FPD). Dari keseluruhan, tiga yang sudah ditahan KPK, yakni Faizal Aswan, M Dunir dan Taufan Andoso Yakin.
Sumber
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
NEWS












