pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Tipu Daya Dunia

Written By @Adimin on 09 March, 2013 | March 09, 2013




Alkisah, seekor rusa sedang melihat bayangannya dari sebuah sungai yang jernih airnya. Dia melihat tanduknya yang kokoh dan kuat. Bercabang dengan begitu indahnya. Sangat gagah. Menunjukkan status sosial yang bergengsi di kehidupan belantara.

Sang rusa beralih melihat tubuhnya. Tubuh yang atletis. Sangat serasi dengan tanduk yang menghiasi kepalanya. Rusa tersenyum. Namun sesaat kemudian senyumnya lenyap. Dia menyadari bayangan kaki yang muncul di permukaan sungai sangat tidak sepadan dengan tanduk dan tubuhnya. Sangat kecil. Senyumnya berubah rutukan. Tidak semestinya kakinya kecil seperti ini.

Tiba-tiba datanglah seekor harimau yang siap memangsa rusa. Rusa dengan gesit berlari. Kakinya yang kecil memudahkan dia untuk bergerak dengan lincah. Harimau jauh tertinggal. Rusa lega, dia selamat dari terkaman harimau.
Namun, secara tak sengaja tanduk indahnya tersangkut di ranting pohon yang menjuntai. Sekuat tenaga dia berusaha melepaskan diri. Namun gagal. Rusa menyerah, tanduk indahnya masih tersangkut. Sementara harimau sudah tepat dihadapannya. Segera menerkam rusa. (Abu Aufa Abdillah, Tamsil : 14)

Tragis. Kaki kecil rusa yang dia remehkan ternyata menyelamatkannya dari harimau. Namun justru tanduk kebanggaannya yang membuat celaka. Demikianlah tamsil sederhana dari kehidupan dunia ini. Tanduk indah rusa ibarat dunia. Penuh dengan keindahan yang menyilaukan mata. Harta, tahta, popularitas menjadi mutlak untuk diperjuangkan. 
Semakin banyak harta, tinggi kedudukan semakin banggalah manusia. Tak sedikit pula manusia yang memperjuangkan dunia dengan merugikan kawan dan sahabatnya. Menyingkirkan siapapun yang menghalangi. Padahal, kemegahan dunia sama sekali tak membantu manusia dalam kehidupan hakiki. Kehidupan akhirat.

Sementara kaki kecil rusa adalah ibarat ibadah manusia. Ibadah yang seringkali kita remehkan dan terlupakan. Sama sekali bukan prioritas. Namun itulah yang sesungguhnya menyelamatkan manusia di hari perhitungan amal.”(Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”(QS. Asy-Syu’araa’: 88-89). Dalam Kitab Tafsir Qurthubi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang dipenuhi dengan dzikr (mengingat Allah) dan terbebas dari tipu daya dunia.

Alquran telah banyak mengingatkan manusia untuk waspada dengan kehidupan dunia. Salah satunya dalam QS Al-Hadid : 20. ”Ketahuiah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak….” Di akhir ayat tersebut Allah berfirman,”Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Maka, manakah yang akan lebih kita perjuangkan? Dunia dengan segala tipu daya yang mencelakakan. Atau akhirat yang lebih baik dan kekal (QS Al-A’laa : 17). Tentu dengan ibadah dan amal sholeh yang sebanyak-banyaknya.  

Dengan berjuang mengejar akhirat maka dengan sendirinya dunia yang akan berlari mengejar kita. Itulah janji Allah.”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”(QS. Asy-Syuura : 20)

Oleh Soraya Khoirunnisa Halim
 

posted by Adimin

PKS Menang, Media Besar Malu Hingga Membungkam Informasi



Beginilah jadinya ketika PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memenangkan pertempuran dalam pertarungan politiknya di beberapa pilkada (Jabar-Sumut, red). Terasa sangat jelas ketidakproporsionalan beberapa media, bahkan sekelas media besar. 

Sepertinya memang ada agenda para pemilik media besar untuk membungkam informasi kemenangan PKS. Dibeberapa media bahkan tidak ada sama sekali tema mengenai Pilkada Sumut, bisa dilihat di Jawa Post pada hari Jum'at tanggal 8 Maret 2013. Kita tidak menemukan berita didalamnya yang memberitakan kemenangan PKS di Sumut. Padahal pilkada Sumut dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 (kemarin). 

Ada indikasi para media mencoba untuk memboikot berbagai informasi mengenai kemenangan PKS. 

Dibeberapa TV yang memfokuskan diri untuk menyiarkan berita dan pemilu pun kita hampir tidak benar-benar melihat ulasan yang jelas mengenai kemenangan PKs di Sumut. 

Media dipencundangi PKS, hingga PKS diboikot oleh berbagai media karena mereka (mungkin) malu memberitakan kemenangan PKS lantaran mereka sering memberitakan mengenai "detik-detik runtuhnya PKS", yang malah PKS tidak runtuh hingga semakin membesar dan memenangkan Pilkada di Jabar dan Sumut. 

Dua kader inti PKS ditempatkan untuk menduduki posisi Gubernur, di Jabar dan Sumut. Hingga keduanya telah memenangkan pertarungan politik pada daerah masing-masing. 

Sebelumnya mereka ramai-ramai memprediksi kehancuran PKS, media ramai mengundang para pengamat politik supaya didengar "wejangan dukun" politiknya, yang menggembar-gemborkan PKS akan hancur dan kalah, diawali dengan kekalahan di Pilgub Jabar. 

Ternyata, para "dukun politik" itu masih belum mampu menerawang jauh mengenai PKS, mereka ternyata benar-benar masih belum mengenal PKS secara keseluruhan. Bahkan tak jarang para pengamat politik itu ternyata mengambil informasi melalui dukun terhandal didunia, Google. 

Para pengamat politik mencari-cari celah untuk bisa menganalisa mengenai PKS, menganalisa kasus daging sapi, menganalisa ustad LHI, menganalisa Ahmad Fathanah. Semua dianalisa, hingga akhirnya dihasilkan analisa bahwa berbagai kasus yang mendera PKS akan menjadi awal kehancuran PKS. 

Media senang, ramai, bahkan tak jarang media rame-rame menyebut "Partai Korupsi Sapi", hingga pembawa acara berita (Metro TV) pun menyebut orang yang dihormati di PKS, Ustad LHI dengan sebutan Sapi. 

PKS di bully media dengan berbagai kasus-kasus yang dideranya. Dikait-kaitkan dengan berbagai kasus hingga tak jarang difitnah oleh media. 

Hingga akhirnya Allah Azzawajallah mendengar doa-doa kader PKS, mendengar permintaan tobat berjamaah. Dan mendengarkan doa-doa seluruh kader PKS yang merasa teraniayah oleh bullying era baru, yaitu media bul-bul. 

Kita tidak akan menemukan berita PKS yang seintensif akan membahas kemenangan PKS oleh berbagai media. Karena media sudah tidak ingin lagi kecolongan, atas ulah petinggi PKS yang malah menjadi penyulut kobaran api besar. 

Ibarat kampanye dan acara motivasi gratis, para media kaget dengan pemberitaan mereka terhadap PKS malah menyulut semangat para kader PKS dipelosok daerah. Media secara otomatis memberitakan kobaran api semangat yang terus membesar dari para kader-kader PKS. 

Para media benar-benar kecolongan, media tidak ingin hal itu terjadi lagi. Dan beberapa media malu, malu, semalu-malunya karena ramalan para jago dukun politiknya SALAH TELAK!!! Hingga mereka meredam dan membungkam kemenangan demi kemenangan yang didapatkan oleh PKS karena tentunya hal ini bisa membuat semakin semangatnya kader PKS untuk terus berjuang memenangkan PKS. 

Ibarat kemenangan perang, propaganda media yang mengabarkan kemenangan para tentara, bisa semakin menambah semangat juang dan tekat yang terus membara. 

Walaupun begitu, meskipun media telah melakukan boikot berita terhadap PKS. Kader-kader PKS akan terus bekerja, mesin politik PKS akan terus bergerak, bahkan dengan semangat yang terus bergejolak tinggi untuk terus mendukung dan memenangkan PKS. 

Ingatlah para kader PKS, Allah Azzawajallah telah berfirman: "yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS Al Fath 29)

Oleh: Abu Jaisy


posted by Adimin

Catatan Kaki buat PKS

Written By @Adimin on 08 March, 2013 | March 08, 2013




Sehari setelah mantan Presiden PKS ditahan, iseng saya bertanya tanggapan teman sekantor-seorang kader PKS-tentang peristiwa ini. “Fitnah akhir zaman. Kebenaran pasti menemukan jalannya,” begitu ucapnya yakin. Padahal, jawaban ini terucap beberapa hari sebelum pidato berapi-api Presiden Baru PKS, Anis Matta yang menyakini fitnah besar dan konspirasi tengah manghantam partai dakwah ini. “Ini baru partai kader yang solid” ucap saya dalam hati. Saya tidak perlu bertanya ke kader PKS yang lain, karena jawabannya pasti sama.

Mungkin di lingkungan kita, baik kantor maupun rumah sangat mudah mengidentifikasi keberadaan kader-kader partai berlambang bulan sabit kembar dan padi ini. Mereka hadir di tengah-tengah kita dan tanpa ragu menunjukkan identitasnya. Bahkan bangga. Hal yang jarang atau mungkin tidak akan ditemui oleh kader-kader partai lain. Coba Anda yang pekerja kantoran atau mahasiswa, apakah ada teman-teman Anda yang terang-terangan baik verbal maupun nonverbal mengatakan dirinya itu kader Demokrat, PDIP, PPP, apalagi Hanura? Saya yakin tidak ada. Kalaupun ada, segelintir.

PKS adalah partai kader. Partai yang dibangun di atas pemilih yang riil. Pemilih yang benar-benar ada, bukan diada-adakan. Partai yang dengan sungguh mencetak kader dan pemilih-pemilih yang militan. Jangan harap ini bisa ditemukan pada partai-patai lain, termasuk partai pemenang pemilu. Inilah satu-satunya partai yang mampu merengkuh banyak keluarga-keluarga di Indonesia menjadi pemilihnya. Jamak kita dengar omongan di masyarakat kalau keluarga si A atau si B itu PKS. Ini berarti mulai dari ayah, ibu, anak-anak dan mungkin bayi yang masih dalam kandungan adalah milik partai ini. Partai ini bukan hanya punya kader yang tetap, tetapi juga punya banyak calon-calon kader di masa mendatang.

Jadi jangan heran, badai korupsi yang menghantam PKS tidak akan punya pengaruh banyak terhadap militansi kader. ‘Cobaan memalukan’ ini malah memperkuat mereka, menambah rapat barisan mereka. Dua bukti baru saja terpampang. Dua jagoan mereka menang beruntun di Pilkada Jabar dan Sumut dengan suara yang cukup menyakinkan. Nada-nada optimisme para pengamat kalau PKS akan habis adalah suatu tanda kedangkalan berpikir dan bentuk ketidakpahaman seperti apa sebenarnya partai ini. Adalah salah besar mengganggap partai ini sama dengan kebanyakan partai lainnya yang di bangun di atas pondasi yang rapuh sehingga akan terberai walai badai hanya menyapu.

Fenomena PKS mengingatkan kita pada partai-partai pemenang Pemilu 1955. Saat itu, orang sangat mudah dikenali afiliasi politiknya. Tidak harus mengernyitkan dahi untuk tahu si A kader PNI, Si B aktivitis Masyumi, atau si C anggota PKI. Rakyat pada masa itu bangga berpartai dan tidak mudah pindah hati ke partai lain. Diantara partai besar saat itu, PKI adalah partai yang paling fenomenal. Bagaimana tidak, partai yang dicap ‘pengkhianat’ karena memproklamirkan berdirinya negara baru, Negera Republik Soviet Indonesia di Madiun (September 1948), tepat di saat bangsa ini sedang dihimpit Perjanjian Renville. PKI dianggap ‘menggunting dalam lipatan, menusuk dari belakang’ karena melemahkan perjuangan dengan mengadu kesatuan-kesatuan di dalam tentara nasional. Pemberontakan yang dapat ditumpas ini membuat nasib PKI diujung tanduk. Semua kebencian rakyat tercurah kepada partai Muso ini.

Tetapi siapa sangka, tujuh tahun kemudian, partai ini dipuja banyak rakyat miskin Indonesia. Perolehan suaranya mengejutkan. Kerja keras dan strategi cerdas membuatnya menjadi pemenang keempat setelah PNI, Masyumi, dan NU. Militansi kader-kadernya ternyata tidak redup walau dihantam prahara yang sangat serius, pemberontakan terhadap negara.

Jargon yang mereka tiupkan bahwa PKI adalah partai-nya rakyat, PNI partainya priayi, Masyumi dan NU partainya santri, bukan sekedar propaganda. PKI hadir di tengah-tengah masyarakat miskin. Kader-kadernya turun langsung membangun jembatan dan irigasi di desa-desa. Bahkan jika ada yang kehilangan sapi, kambing, bahkan ayam, rakyat memilih melaporkannya ke posko-posko partai ini dari pada ke polisi. Jika PNI, Masyumi, dan NU identik dengan partai massa dari pada partai kader, maka PKI adalah keduanya. Dia tidak hanya mampu mencetak kader-kader yang pintar tetapi juga mampu merengkuh rakyat menjadi pemilih setia dan mengarahkan mereka berjuang bersama menuju Indonesia tanpa kelas. Partai ini membentengi kader dan pemilihnya untuk tahan terhadap agitasi dan ancaman partai lain.

Memang seperti itulah idealnya sebuah partai politik dibangun. Partai yang mampu mencetak banyak orang yang awalnya acuh kepada kesusahan rakyat menjadi peduli dan ikhlas berjuang melalui partai untuk kemajuan bangsa, bukan semata mengejar kekuasaan. Partai yang melahirkan ‘agitator-agitator’ ulung yang mampu memengaruhi rakyat agar terus berpikir dan bertindak memajukan negara ini. Partai seperti ini tetap akan terus bertahan, tidak akan tergilas zaman walau diterjang badai sekencang apapun. Tetapi, partai seperti ini juga sekejap akan ambruk jika ternyata keringat dan perjuangan para kader di tingkat akar rumput dikhianati demi birahi para elite-nya. Seperti PKI yang hancur lebur bersama keblingernya sebagian pimpinannya.


posted by Adimin

Simpatiku buat PKS

Written By @Adimin on 07 March, 2013 | March 07, 2013


Awalnya saya hanya seorang yang apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih dikalangan teman2 ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena belum kebagian. Jadi apa istimewanya ?

Makanya ketika ketua PKS ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media2 menjadikan berita itu seakan2 sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot. 

Apanya yang menarik ? Apa yang luar biasa ?

Karena itu mungkin saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat negatif sampai positif saya dapatkan. 

Banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul pertanyaan ? masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat sekaligus sangat baik ? Rasanya mustahil. 

Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan yang saya baca : 

1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh kelompok lain yang terusik karena keberadaannya
 
Kedua dugaan itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar biasa seperti sebagian komentar2 yang melecehkan dan menghujat maka harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV. 

Ternyata tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs2 di Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan dengan raksasa seperti kompas, tempo, detik dll. Situs selain dua yang saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa diperhitungkan, sangat acak-acakan. Diantara media yang mapan, mungkin hanya republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media propaganda yang sangat bagus.

Akhirnya saya coba uji dugaan saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.

Akhirnya menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita2 tentang kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan. 

Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh2 masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh2 yang sama sekali tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati. 

Sebagai orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.

Oleh: Sri Winarni

posted by Adimin

DPD PKS Kota Padang melaksanakan Rakerda

Written By @Adimin on 05 March, 2013 | March 05, 2013



DPD PKS Kota Padang mengadakan Rakerda pada hari Ahad 3 Maret 2013 bertempat di Aula SMK 6 Padang. Mengingat tahun ini adalah tahun yang sangat krusial karena memasuki tahun politik. 


Telah kita ketahui bersama bahwa tahun 2013 adalah tahun politik, tahun dilaksanakannya pemilu kada untuk kota Padang, dimana PKS kota Padang sudah melaunching kadernya yaitu Ust. Mahyeldi, SP untuk maju menjadi kandidat calon walikota Padang periode 2013-2018. 


Rakerda kali ini diikuti oleh Pengurus inti DPD beserta Ketua dan sekretaris bidang sekaligus seluruh pengurus inti dari unsur DPC. Dalam paparannya, ketua DPD PKS Kota Padang Ust Drs. Muhidi, MM mengarahkan bahwa seluruh komponen pemenangan pemilu kada dan pemilu legislatif harus bersinergi agar lebih efektif dan efisien, mengingat pemilu kada yang dilaksanakan terlebih dahulu bisa dijadikan indikator pada pemilu legislatif tahun 2014.


Komponen-komponen pemenangan seperti struktur, BCAD, dan tim sukses harus mengacu kepada empat poin arahan dalam program unggulan yang telah dirumuskan oleh tim pemenangan pemilu melalui grup diskusi, tim konsultan dan masukan masukan dari internal partai maupun masukan dari eksternal.


Selanjutnya Ust Drs. Muhidi, MM membakar motivasi peserta rekerda agar senantiasa bersemangat dalam menjalankan program-program pemenangan karena semua kerja kerja tersebut bukan hanya sebagai bentuk pemenagn politik ansich tetapi sekaligus sebagai pemenangan dakwah ke depan sehingga cita cita kita semua meraih surga bisa tercapai....insyaALLAH 



posted by Adimin

PKS Mewabah! Kurang dari 3 jam, 578 warga Pangkalpinang bergabung PKS

Written By @Adimin on 04 March, 2013 | March 04, 2013


PANGKALPINANG - Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari 150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung dengan dalam Partai Dakwah ini.

LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar bertujuan untuk
  • Mengokohkan kematangan pemikiran kader
  • Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
  • Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
  • Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ  mempunyai pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung. "Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah. Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3 bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari peserta LT3Besar.

Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS," lanjutnya

Realitas Yang Terbalik

Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan 5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah khususnya di Pangkalpinang.

578 Formulir KTA kurang dari 3 jam

Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00 WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan siang.

Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk 766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat : 480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri :).

Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf

PANGKALPINANG - Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari 150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung dengan dalam Partai Dakwah ini.

LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar bertujuan untuk
  • Mengokohkan kematangan pemikiran kader
  • Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
  • Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
  • Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ  mempunyai pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung. "Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah. Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3 bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari peserta LT3Besar.

Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS," lanjutnya

Realitas Yang Terbalik

Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan 5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah khususnya di Pangkalpinang.

578 Formulir KTA kurang dari 3 jam

Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00 WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan siang.

Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk 766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat : 480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri :).

Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf


PANGKALPINANG - Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari 150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung dengan dalam Partai Dakwah ini.

LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar bertujuan untuk
  • Mengokohkan kematangan pemikiran kader
  • Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
  • Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
  • Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ  mempunyai pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung. "Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah. Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3 bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari peserta LT3Besar.

Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS," lanjutnya

Realitas Yang Terbalik

Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan 5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah khususnya di Pangkalpinang.

578 Formulir KTA kurang dari 3 jam
 
Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00 WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan siang.

Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk 766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat : 480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri :).
 


posted by Adimin

Inilah Bapak Robot Dunia Islam

Written By @Adimin on 01 March, 2013 | March 01, 2013


Anda tentu terkagum-kagum dengan kemajuan teknologi robot yang semakin hari semakin canggih. Buah kreativitas para ilmuan ini telah banyak membantu pekerjaan manusia, terutama untuk hal-hal yang cukup berisiko bagi keselamatan jiwa.


Kekaguman Anda saat ini atas teknologi robot, tentu cukup beralasan di zaman yang serba canggih saat ini. Namun, tahukan Anda bahwa sejak abad ke-13 dunia Islam sudah mengenal kemajuan teknologi robot. Sebuah mesin robot telah tercipta dari tangan seorang ilmuan muslim cerdas, bernama Abu al-’Iz Ibn Isma’il ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206). Ia berasal dari Utara Mesopotamia, kawasan utara Irak dan timur laut Syiria. Al Jazari juga mampu menciptakan robot yang mirip manusia. 


Ia juga menulis Kitab Fí ma’rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) tahun 1206, di mana dia menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya. 


Kemampuan menciptakan robot yang dimiliki Al Jazari lebih dulu unggul dibandingkan tokoh barat, Leonardo Da Vinci yang baru merancang pembuatan robot pada 1478. Karena itulah, Al Jazari pun dijuluki sebagai “Bapak Robot” 
 

Salah satu mesin robot terkenal buatan Al Jazari adalah mesin yang berbentuk sebuah perahu. Perahu itu terapung di sebuah danau dan ditumpangi empat robot pemain musik. 


Masing-masing robot pemain musik punya tugas penting. Ada yang berperan sebagai penabuh drum sebanyak dua orang. Ada juga yang meniup harpa dan suling. Canggih! 


Mereka semua itu diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam acara jamuan minum. 


Sebagai robot pemain musik, tentu saja, mereka pun ahli menghasilkan suara musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum ciptaannya, dapat memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain musik seperti manusia sungguhan! 


Nah, penemuan penting lainnya dari ilmuwan yang bernama lengkap Ibnu Al Jazari adalah pencuci tangan otomatis. Keran yang otomatis keluar air tanpa harus diputar, berkat penemuan bapak robot inilah cara kerja keran otmatis itu ada hingga saat ini. 


Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet moderen. Robot ini berbentuk seorang wanita yang berdiridengan sebuah baskom terisi air. 

(tribun)

posted by Adimin

Etika kepada ALLAH


Sulit membayangkan anak-anak didik kita saat ini untuk dapat beretika dengan Allah SWT, jika dalam keseharian mereka meninggalkan etika kepada sesama dan kedua orang tuanya.

Anak-anak kita dewasa ini memandang orang tua sebagai kawan, partner dan sahabat. Bersamaan dengan itu pula, dalam diri mereka tidak tumbuh pemahaman bagaimana seharusnya mereka beretika terhadap kedua orang tuanya dan sesama manusia.

Sekilas kita memperoleh kemajuan dalam mendidik anak dengan cara modern ini, karena mereka dapat bersikap egaliter, setaraf dengan orang tua, kritis dan meniadakan  sikap ewuh pakewuh. Namun jika kita tidak mengajarkan kepada mereka, bagaimana seharusnya mereka beretika dengan sesama dan orang tua, maka tidak mustahil mereka  akan tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang arogan, materialistis, dan tidak berbudi luhur.

Jika mereka tidak tahu bagaimana seyogyanya diri mereka beretika terhadap orang tuanya, maka mereka juga tidak akan tahu mengenai apa yang harus dilakukannya pada saat orang tua mereka meninggal dunia. Mereka bahkan tidak akan mengerti bagaimana beretika dengan Tuhan mereka.

Beradab dan beretika baik terhadap Allah SWT adalah perilaku para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Mereka memiliki pandangan bahwa Allah SWT adalah eksistensi dasar dan utama dalam kehidupan di dunia ini, sebab segala wujud di dunia ini berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 156). Ia adalah eksistensi yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher setiap manusia (QS. Qaaf: 16), hanya saja ia ghaib yang eksistensinya terepresentasi dalam diri dan lingkungan sekitar kita. Maka ia ada dan niscaya keberadaan-Nya.

Perhatikanlah etika dialog Isa AS pada saat Allah menegaskannya bahwa Tuhan hanya satu:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab: "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulan Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku (Isa) tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Ma'idah: 116).

Perhatikan pula etika Ibrahim AS dalam menyatakan pengakuan kekuasaan Allah SWT atas dirinya:

(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang member petunjuk kepadaku, dan Yang member makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara': 78-80).

Dua kenyataan tersebut menunjukkan bahwa Allah berada di sekitar kehidupan keseharian manusia. Ia tidak jauh, eksis, dan memengaruhi kehidupan manusia. Perhatikan juga etika Rasulullah SAW kepada-Nya pada saat Aisyah menanyakan mengapa beliau masih beribadah dengan sekuat tenaga, padahal dosanya telah dijamin akan diampuni Allah SWT:

Dari Aisyah RA berkata: Adalah Rasul SAW, apabila beliau mendirikan salat, maka beliau melakukannya hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah berkata: “Wahai Rasul, kenapa engkau lakukan yang demikian ini, padahal Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan yang akan datang?" Rasulullah SAW menjawab: "Wahai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang (pandai) bersyukur?” (HR. Bukhari).

Beretika kepada Allah SWT dengan demikian merupakan keniscayaan dan representasi kedalaman iman seseorang, bahkan Allah lebih berhak menjadi representasi etika manusia. Maka jika dalam shalat, orang tua saleh mengarahkan kepada anaknya untuk memakai pakaian terbaiknya, arahan tersebut sesungguhnya merupakan etika kepada Allah, sekaligus pengejawantahan perintah Allah (QS. Al-A'raf: 31) agar kita menggunakan pakaian bagus kita pada waktu menghadap-Nya, sebab Dia lebih berhak daripada manusia. Wallahu A'lam. 


Oleh Dr Muhammad Hariyadi MA
 
sumber : republika
 
posted by Adimin

Hati hati !!! Jangan Tertipu dengan Amalmu


Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Tujuan diciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah Ta'ala semata. ibadah ini dikerjakan sampai nyawa berpisah dari badan. Dalam pelaksanaannya dituntun yang terbaik, ahsanu amala. Yakni dengan benar-benar menjaga keikhlasan dan benar dalam pelaksanaan. Setelah itu ia berharap kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar diterima.

Namun jangan kita lengah, karena syetan tetap akan menggoda kita supaya ibadah tersebut rusak. Salah satunya adalah dengan menanamkan rasa bangga diri, kekaguman dan bangga dengan amal tersebut. Merasa bahwa ia telah menunaikan hak Allah dengan sempurna. Kesombongan boleh jadi ikut tertanam, sehingga ia melihat dirinya yang paling baik sementara ibadah orang lain banyak kekurangan.

Sikap orang shalih penghuni surga tidak demikian. Mereka sungguh-sungguh dalam ibadah kepada dan takut kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Bahkan, lebih dari itu, ia beranggapan amalnya tidak pantas diterima oleh Allah. Banyak cacat dan kekurangan dalam ibadah yang mereka tegakkan sehingga istighfar senantiasa terucap dari lisan mereka. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mukminun: 60)

Aisyah Radliyallaahu 'Anha berkata, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tentang ayat ini, apakah mereka orang-orang yang minum khamer, pezina, dan pencuri? Beliau  menjawab, “Tidak, wahai putri al-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, menunaikan shalat dan shadaqah namun mereka takut kalau amalnya tidak diterima.” (HR. Muslim, kitab al Imarah, bab Man Qatala li al-Riya wa al-Sum’ah Istahaqqa al-Naar, no. 1905)

Allah menyebutkan beberapa sifat penghuni surga dari orang-orang muttaqin,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 15-18)

Ibnu Katsir menyebutkan penafsiran sebagian ulama terhadap ayat terakhir, "Mereka shalat malam dan mengakhirkan (melanjutkannya,-red) istighfar sampaia waktu sahur (menjelang shubuh)." Jadi mereka itu adalah orang-orang yang mengisi hidupnya dengan kebaikan. Mereka banyak amal dengan harta dan fisik mereka. Tapi dipenghujung malam, selepas mengerjakan shalat malam yang panjang, mereka memohon ampun atas dosa dan kesalahan.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Puas dengan ketaatan yang telah dilakukan adalah di antara tanda kegelapan hati dan ketololan. Keraguan dan kekhawatiran dalam hati bahwa amalnya tidak diterima harus disertai dengan mengucapkan istighfar setelah melakukan ketaatan. Hal ini karena dirinya menyadari bahwa ia telah banyak melakukan dosa-dosa dan banyak meninggalkan perintah-Nya."

Allah telah memerintahkan kepada para hujjaj untuk mengucapkan istighfar setelah mereka rampung dari melaksanakan ibadah haji. Hal ini sebagai penyempurna dan kemuliaan. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ  ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah: 198-199)

Syaikh al-Sa'di rahimahullah mengatakan, "Beginilah seharusnya yang dilakukan hamba, setiap selesai dari melaksanakan ibadah dia beristighfar (meminta ampun) kepada Allah atas kealpaan dan bersyukur kepada Allah atas taufiq-Nya. Tidak seperti orang yang melihat dirinya telah menyempurnakan ibadah dan berbangga di hadapan Tuhannya."
Dalam surat lain Allah menjelaskan,
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
"(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)

Imam al-Hasan menjelaskan ayat ini, bahwa mereka adalah orang-orang yang lama dalam menjalankan shalat sampai menjelang waktu sahur (akhir malam) kemudian mereka duduk dengan mengucapkan istighfar (meminta ampunan) kepada Allah.

Dalam hadits shahih dijelaskan bahwa ketika Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam selesai mengucapkan salam dari shalatnya, maka beliau mengucapkan istighfar tiga kali. (HR. Muslim dari Tsauban)

Jangan Bersandar Pada Amal

Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala.  Orang yang melakukan amal ibadah tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar karena Allah Mahapengumpun dan Mahapenyayang.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا

"Sungguh amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga." Mereka bertanya, "tidak pula engkau ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)." (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik al-Bukhari)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah Dia memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya. Karenanya, dia wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada Allah.

Tidak layak dia bersandar kepada amalnya untuk menggapai keselamatan dan mendapatkan derajat tinggi di surga. Karena  tidaklah dia sanggup beramal kecuali dengan taufiq Allah, meninggalkan maksiat dengan perlindungan Allah, dan semua itu berkat rahmat dan karunia-Nya.

Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Mahakaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam
badrul tamam
 
posted by Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger