Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 11, 2013
Sebaliknya, dengan takaran yang sesuai untuk tubuh, kopi memberikan manfaat yang tidak kalah hebatnya bagi kesehatan. Dikutip dari LiveStrong, setidaknya ada 10 manfaat kopi bagi tubuh:
9 Alasan Minum Kopi Baik untuk Kesehatan
Written By @Adimin on 11 March, 2013 | March 11, 2013
Melewati hari dengan mengonsumsi kopi sudah menjadi kebiasaan banyak
orang. Minuman ini punya sisi buruk dan baik bagi kesehatan. Orang yang terlalu maniak minum kopi dimungkinkan mengalami peningkatan hormon kortisol
akibat banyaknya kafein yang masuk tubuh. Ketika hormon stres ini
bekerja, seseorang dapat mengalami tekanan pikiran, gelisah, dan bisa
juga mudah marah. Kopi juga menyebabkan tekanan darah naik sehingga berbahaya jika diminum tanpa kontrol.
Sebaliknya, dengan takaran yang sesuai untuk tubuh, kopi memberikan manfaat yang tidak kalah hebatnya bagi kesehatan. Dikutip dari LiveStrong, setidaknya ada 10 manfaat kopi bagi tubuh:
- Mencegah batu empedu. Penelitian di Harvard University tahun 2002 menyimpulkan, meminum empat cangkir sehari membuat seseorang mengalami penurunan risiko terkena batu empedu hingga 25persen pada pria.
- Mencegah depresi. Dengan minum 2-3 cangkir kopi per hari dapat menurunkan kemungkinan depresi sampai 15 persen. Saat minum empat cangkir, risiko dpresi turun 20 persen. Demikian menurut studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine pada tahun 2011 lalu. Namun, disarankan tidak lebih banyak dari takaran tersebut.
- Kopi membantu meningkatkan kemampuan memori jangka pendek dan panjang. Dengan minum dua cangkir kopi berkafein per hari, manfaat tersebut bisa dirasakan. Demikian hasil studi Masyarakat Radiologi Amerika Utara di tahun 2005. Selain itu, kopi membantu mencegah penyakit Alzheimer.
- Risiko diabetes menurun karena minum kopi. Dengan empat cangkir kopi per hari menurunkan risiko diabetes sampai separuhnya. Penyebabnya adalah senyawa kopi dapat menghalangi kerja hIAPP, yaitu suatu polipeptida yang menghasilkan serat protein abnormal pencetus diabetes tipe 2.
- Mencegahbeberapa jenis kanker. Studi di Swedia pada 2008 menemukan kaitan mengonsumsi kopi dengan penurunan risiko beberapa kanker yang terkait estrogen, obesitas , dan insulin. Jenis kanker tersebut yaitu kanker payudara, prostat, endometrium, dan hati.
- Meningkatkan proses metabolisme tubuh sehingga dapat menurunkan atau mempertahankan berat badan. Pada studi di tahun 2006 dikatakan, asam cholorogenic pada kopi bisa mengurangi penyerapan glukosa.
- Mencegah penyakit Parkinson. Penyakit yang ditandai gemetarnya bagian tubuh ini bisa dicegah hingga 25 persennya dengan minum 2-3 cangkir kopi per hari menurut sebuha studi di tahun 2010.
- Kopi juga punya kandungan antioksidan tinggi. Risat yang dilakukan Hardvard University mengungkap bahwa kopi punya antioksidan lebih tinggi dari kebanyakan sayuran dan buah-buahan.
- Mencegah penyakit asam urat. Studi di tahun 2007 mengungkapkan, mereka yang minum enam cangkir kopi sehari dapat menjadi alasan seseorang memiliki risiko terkena asam urat lebih rendah hingga 60 persen.
Dari berbagai sumber
posted by Adimin
Label:
Kesehatan
March 11, 2013
Rahasia Manfaat Kedelai Bagi Kesehatan
Kedelai adalah keluarga
kacang yang sangat bermanfaat. Kedelai juga mudah Anda dapatkan dengan
berbagai bentuk seperti tempe, jajanan sampai susu. Kedelai memiliki
manfaat yang sangat baik untuk tubuh kita. Susu kedelai adalah salah
satu manfaat.
Berikut manfaat kedelai bagi kesehatan :
Berikut manfaat kedelai bagi kesehatan :
- Kedelai sebagai Antioksidan
- Mengurangi resiko terkena osteoporosis
- Sebagai Zat Pembangun
- Menjaga Berat Badan
- Mencegah Kanker
- Mengurangi Gejala Menopouse
- Meringankan Diabetes
- Mencegah Atherosclerosis
posted by Adimin
Label:
Kesehatan
March 09, 2013
Tipu Daya Dunia
Written By @Adimin on 09 March, 2013 | March 09, 2013
Alkisah, seekor rusa sedang melihat bayangannya dari sebuah sungai
yang jernih airnya. Dia melihat tanduknya yang kokoh dan kuat. Bercabang
dengan begitu indahnya. Sangat gagah. Menunjukkan status sosial yang
bergengsi di kehidupan belantara.
Sang rusa beralih melihat tubuhnya. Tubuh yang atletis. Sangat serasi dengan tanduk yang menghiasi kepalanya. Rusa tersenyum. Namun sesaat kemudian senyumnya lenyap. Dia menyadari bayangan kaki yang muncul di permukaan sungai sangat tidak sepadan dengan tanduk dan tubuhnya. Sangat kecil. Senyumnya berubah rutukan. Tidak semestinya kakinya kecil seperti ini.
Tiba-tiba datanglah seekor harimau yang siap memangsa rusa. Rusa dengan gesit berlari. Kakinya yang kecil memudahkan dia untuk bergerak dengan lincah. Harimau jauh tertinggal. Rusa lega, dia selamat dari terkaman harimau.
Sang rusa beralih melihat tubuhnya. Tubuh yang atletis. Sangat serasi dengan tanduk yang menghiasi kepalanya. Rusa tersenyum. Namun sesaat kemudian senyumnya lenyap. Dia menyadari bayangan kaki yang muncul di permukaan sungai sangat tidak sepadan dengan tanduk dan tubuhnya. Sangat kecil. Senyumnya berubah rutukan. Tidak semestinya kakinya kecil seperti ini.
Tiba-tiba datanglah seekor harimau yang siap memangsa rusa. Rusa dengan gesit berlari. Kakinya yang kecil memudahkan dia untuk bergerak dengan lincah. Harimau jauh tertinggal. Rusa lega, dia selamat dari terkaman harimau.
Namun, secara tak sengaja tanduk indahnya tersangkut di ranting pohon
yang menjuntai. Sekuat tenaga dia berusaha melepaskan diri. Namun
gagal. Rusa menyerah, tanduk indahnya masih tersangkut. Sementara
harimau sudah tepat dihadapannya. Segera menerkam rusa. (Abu Aufa
Abdillah, Tamsil : 14)
Tragis. Kaki kecil rusa yang dia remehkan ternyata menyelamatkannya dari harimau. Namun justru tanduk kebanggaannya yang membuat celaka. Demikianlah tamsil sederhana dari kehidupan dunia ini. Tanduk indah rusa ibarat dunia. Penuh dengan keindahan yang menyilaukan mata. Harta, tahta, popularitas menjadi mutlak untuk diperjuangkan.
Tragis. Kaki kecil rusa yang dia remehkan ternyata menyelamatkannya dari harimau. Namun justru tanduk kebanggaannya yang membuat celaka. Demikianlah tamsil sederhana dari kehidupan dunia ini. Tanduk indah rusa ibarat dunia. Penuh dengan keindahan yang menyilaukan mata. Harta, tahta, popularitas menjadi mutlak untuk diperjuangkan.
Semakin banyak harta, tinggi kedudukan semakin banggalah manusia. Tak
sedikit pula manusia yang memperjuangkan dunia dengan merugikan kawan
dan sahabatnya. Menyingkirkan siapapun yang menghalangi. Padahal,
kemegahan dunia sama sekali tak membantu manusia dalam kehidupan hakiki.
Kehidupan akhirat.
Sementara kaki kecil rusa adalah ibarat ibadah manusia. Ibadah yang seringkali kita remehkan dan terlupakan. Sama sekali bukan prioritas. Namun itulah yang sesungguhnya menyelamatkan manusia di hari perhitungan amal.”(Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”(QS. Asy-Syu’araa’: 88-89). Dalam Kitab Tafsir Qurthubi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang dipenuhi dengan dzikr (mengingat Allah) dan terbebas dari tipu daya dunia.
Alquran telah banyak mengingatkan manusia untuk waspada dengan kehidupan dunia. Salah satunya dalam QS Al-Hadid : 20. ”Ketahuiah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak….” Di akhir ayat tersebut Allah berfirman,”Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Maka, manakah yang akan lebih kita perjuangkan? Dunia dengan segala tipu daya yang mencelakakan. Atau akhirat yang lebih baik dan kekal (QS Al-A’laa : 17). Tentu dengan ibadah dan amal sholeh yang sebanyak-banyaknya.
Dengan berjuang mengejar akhirat maka dengan sendirinya dunia yang akan berlari mengejar kita. Itulah janji Allah.”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”(QS. Asy-Syuura : 20)
Sementara kaki kecil rusa adalah ibarat ibadah manusia. Ibadah yang seringkali kita remehkan dan terlupakan. Sama sekali bukan prioritas. Namun itulah yang sesungguhnya menyelamatkan manusia di hari perhitungan amal.”(Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”(QS. Asy-Syu’araa’: 88-89). Dalam Kitab Tafsir Qurthubi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang dipenuhi dengan dzikr (mengingat Allah) dan terbebas dari tipu daya dunia.
Alquran telah banyak mengingatkan manusia untuk waspada dengan kehidupan dunia. Salah satunya dalam QS Al-Hadid : 20. ”Ketahuiah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak….” Di akhir ayat tersebut Allah berfirman,”Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Maka, manakah yang akan lebih kita perjuangkan? Dunia dengan segala tipu daya yang mencelakakan. Atau akhirat yang lebih baik dan kekal (QS Al-A’laa : 17). Tentu dengan ibadah dan amal sholeh yang sebanyak-banyaknya.
Dengan berjuang mengejar akhirat maka dengan sendirinya dunia yang akan berlari mengejar kita. Itulah janji Allah.”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”(QS. Asy-Syuura : 20)
Oleh Soraya Khoirunnisa Halim
posted by Adimin
Label:
OASE
March 09, 2013
PKS Menang, Media Besar Malu Hingga Membungkam Informasi
Beginilah jadinya ketika PKS
(Partai Keadilan Sejahtera) memenangkan pertempuran dalam pertarungan
politiknya di beberapa pilkada (Jabar-Sumut, red). Terasa sangat jelas
ketidakproporsionalan beberapa media, bahkan sekelas media besar.
Sepertinya
memang ada agenda para pemilik media besar untuk membungkam informasi
kemenangan PKS. Dibeberapa media bahkan tidak ada sama sekali tema
mengenai Pilkada Sumut, bisa dilihat di Jawa Post pada hari Jum'at
tanggal 8 Maret 2013. Kita tidak menemukan berita didalamnya yang
memberitakan kemenangan PKS di Sumut. Padahal pilkada Sumut dilaksanakan
pada tanggal 7 Maret 2013 (kemarin).
Ada indikasi para media mencoba untuk memboikot berbagai informasi mengenai kemenangan PKS.
Dibeberapa
TV yang memfokuskan diri untuk menyiarkan berita dan pemilu pun kita
hampir tidak benar-benar melihat ulasan yang jelas mengenai kemenangan
PKs di Sumut.
Media dipencundangi PKS, hingga PKS diboikot oleh
berbagai media karena mereka (mungkin) malu memberitakan kemenangan PKS
lantaran mereka sering memberitakan mengenai "detik-detik runtuhnya
PKS", yang malah PKS tidak runtuh hingga semakin membesar dan
memenangkan Pilkada di Jabar dan Sumut.
Dua kader inti PKS
ditempatkan untuk menduduki posisi Gubernur, di Jabar dan Sumut. Hingga
keduanya telah memenangkan pertarungan politik pada daerah
masing-masing.
Sebelumnya mereka ramai-ramai memprediksi
kehancuran PKS, media ramai mengundang para pengamat politik supaya
didengar "wejangan dukun" politiknya, yang menggembar-gemborkan PKS akan
hancur dan kalah, diawali dengan kekalahan di Pilgub Jabar.
Ternyata,
para "dukun politik" itu masih belum mampu menerawang jauh mengenai
PKS, mereka ternyata benar-benar masih belum mengenal PKS secara
keseluruhan. Bahkan tak jarang para pengamat politik itu ternyata
mengambil informasi melalui dukun terhandal didunia, Google.
Para
pengamat politik mencari-cari celah untuk bisa menganalisa mengenai
PKS, menganalisa kasus daging sapi, menganalisa ustad LHI, menganalisa
Ahmad Fathanah. Semua dianalisa, hingga akhirnya dihasilkan analisa bahwa berbagai kasus yang mendera PKS akan menjadi awal kehancuran PKS.
Media
senang, ramai, bahkan tak jarang media rame-rame menyebut "Partai
Korupsi Sapi", hingga pembawa acara berita (Metro TV) pun menyebut orang
yang dihormati di PKS, Ustad LHI dengan sebutan Sapi.
PKS di
bully media dengan berbagai kasus-kasus yang dideranya. Dikait-kaitkan
dengan berbagai kasus hingga tak jarang difitnah oleh media.
Hingga
akhirnya Allah Azzawajallah mendengar doa-doa kader PKS, mendengar
permintaan tobat berjamaah. Dan mendengarkan doa-doa seluruh kader PKS
yang merasa teraniayah oleh bullying era baru, yaitu media bul-bul.
Kita
tidak akan menemukan berita PKS yang seintensif akan membahas
kemenangan PKS oleh berbagai media. Karena media sudah tidak ingin lagi
kecolongan, atas ulah petinggi PKS yang malah menjadi penyulut kobaran
api besar.
Ibarat kampanye dan acara motivasi gratis, para
media kaget dengan pemberitaan mereka terhadap PKS malah menyulut
semangat para kader PKS dipelosok daerah. Media secara otomatis
memberitakan kobaran api semangat yang terus membesar dari para
kader-kader PKS.
Para media benar-benar kecolongan, media tidak
ingin hal itu terjadi lagi. Dan beberapa media malu, malu,
semalu-malunya karena ramalan para jago dukun politiknya SALAH TELAK!!!
Hingga mereka meredam dan membungkam kemenangan demi kemenangan yang
didapatkan oleh PKS karena tentunya hal ini bisa membuat semakin
semangatnya kader PKS untuk terus berjuang memenangkan PKS.
Ibarat
kemenangan perang, propaganda media yang mengabarkan kemenangan para
tentara, bisa semakin menambah semangat juang dan tekat yang terus
membara.
Walaupun begitu, meskipun media telah melakukan boikot
berita terhadap PKS. Kader-kader PKS akan terus bekerja, mesin politik
PKS akan terus bergerak, bahkan dengan semangat yang terus bergejolak
tinggi untuk terus mendukung dan memenangkan PKS.
Ingatlah para
kader PKS, Allah Azzawajallah telah berfirman: "yaitu seperti tanaman
yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat
lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu
menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan
hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah
menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang
saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS Al Fath 29)
Oleh: Abu Jaisy
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 08, 2013
Catatan Kaki buat PKS
Written By @Adimin on 08 March, 2013 | March 08, 2013
Sehari setelah mantan Presiden PKS ditahan, iseng saya bertanya
tanggapan teman sekantor-seorang kader PKS-tentang peristiwa ini.
“Fitnah akhir zaman. Kebenaran pasti menemukan jalannya,” begitu ucapnya
yakin. Padahal, jawaban ini terucap beberapa hari sebelum pidato
berapi-api Presiden Baru PKS, Anis Matta yang menyakini fitnah besar dan
konspirasi tengah manghantam partai dakwah ini. “Ini baru partai kader
yang solid” ucap saya dalam hati. Saya tidak perlu bertanya ke kader PKS
yang lain, karena jawabannya pasti sama.
Mungkin di lingkungan kita, baik kantor
maupun rumah sangat mudah mengidentifikasi keberadaan kader-kader partai
berlambang bulan sabit kembar dan padi ini. Mereka hadir di
tengah-tengah kita dan tanpa ragu menunjukkan identitasnya. Bahkan
bangga. Hal yang jarang atau mungkin tidak akan ditemui oleh kader-kader
partai lain. Coba Anda yang pekerja kantoran atau mahasiswa, apakah ada
teman-teman Anda yang terang-terangan baik verbal maupun nonverbal
mengatakan dirinya itu kader Demokrat, PDIP, PPP, apalagi Hanura? Saya
yakin tidak ada. Kalaupun ada, segelintir.
PKS adalah partai kader. Partai yang
dibangun di atas pemilih yang riil. Pemilih yang benar-benar ada, bukan
diada-adakan. Partai yang dengan sungguh mencetak kader dan
pemilih-pemilih yang militan. Jangan harap ini bisa ditemukan pada
partai-patai lain, termasuk partai pemenang pemilu. Inilah satu-satunya
partai yang mampu merengkuh banyak keluarga-keluarga di Indonesia
menjadi pemilihnya. Jamak kita dengar omongan di masyarakat kalau
keluarga si A atau si B itu PKS. Ini berarti mulai dari ayah, ibu,
anak-anak dan mungkin bayi yang masih dalam kandungan adalah milik
partai ini. Partai ini bukan hanya punya kader yang tetap, tetapi juga
punya banyak calon-calon kader di masa mendatang.
Jadi jangan heran, badai korupsi yang
menghantam PKS tidak akan punya pengaruh banyak terhadap militansi
kader. ‘Cobaan memalukan’ ini malah memperkuat mereka, menambah rapat
barisan mereka. Dua bukti baru saja terpampang. Dua jagoan mereka menang
beruntun di Pilkada Jabar dan Sumut dengan suara yang cukup
menyakinkan. Nada-nada optimisme para pengamat kalau PKS akan habis
adalah suatu tanda kedangkalan berpikir dan bentuk ketidakpahaman
seperti apa sebenarnya partai ini. Adalah salah besar mengganggap partai
ini sama dengan kebanyakan partai lainnya yang di bangun di atas
pondasi yang rapuh sehingga akan terberai walai badai hanya menyapu.
Fenomena PKS mengingatkan kita pada
partai-partai pemenang Pemilu 1955. Saat itu, orang sangat mudah
dikenali afiliasi politiknya. Tidak harus mengernyitkan dahi untuk tahu
si A kader PNI, Si B aktivitis Masyumi, atau si C anggota PKI. Rakyat
pada masa itu bangga berpartai dan tidak mudah pindah hati ke partai
lain. Diantara partai besar saat itu, PKI adalah partai yang paling
fenomenal. Bagaimana tidak, partai yang dicap ‘pengkhianat’ karena
memproklamirkan berdirinya negara baru, Negera Republik Soviet Indonesia
di Madiun (September 1948), tepat di saat bangsa ini sedang dihimpit
Perjanjian Renville. PKI dianggap ‘menggunting dalam lipatan, menusuk
dari belakang’ karena melemahkan perjuangan dengan mengadu
kesatuan-kesatuan di dalam tentara nasional. Pemberontakan yang dapat
ditumpas ini membuat nasib PKI diujung tanduk. Semua kebencian rakyat
tercurah kepada partai Muso ini.
Tetapi siapa sangka, tujuh tahun
kemudian, partai ini dipuja banyak rakyat miskin Indonesia. Perolehan
suaranya mengejutkan. Kerja keras dan strategi cerdas membuatnya menjadi
pemenang keempat setelah PNI, Masyumi, dan NU. Militansi kader-kadernya
ternyata tidak redup walau dihantam prahara yang sangat serius,
pemberontakan terhadap negara.
Jargon yang mereka tiupkan bahwa PKI
adalah partai-nya rakyat, PNI partainya priayi, Masyumi dan NU partainya
santri, bukan sekedar propaganda. PKI hadir di tengah-tengah masyarakat
miskin. Kader-kadernya turun langsung membangun jembatan dan irigasi di
desa-desa. Bahkan jika ada yang kehilangan sapi, kambing, bahkan ayam,
rakyat memilih melaporkannya ke posko-posko partai ini dari pada ke
polisi. Jika PNI, Masyumi, dan NU identik dengan partai massa dari pada
partai kader, maka PKI adalah keduanya. Dia tidak hanya mampu mencetak
kader-kader yang pintar tetapi juga mampu merengkuh rakyat menjadi
pemilih setia dan mengarahkan mereka berjuang bersama menuju Indonesia
tanpa kelas. Partai ini membentengi kader dan pemilihnya untuk tahan
terhadap agitasi dan ancaman partai lain.
Memang seperti itulah idealnya sebuah
partai politik dibangun. Partai yang mampu mencetak banyak orang yang
awalnya acuh kepada kesusahan rakyat menjadi peduli dan ikhlas berjuang
melalui partai untuk kemajuan bangsa, bukan semata mengejar kekuasaan.
Partai yang melahirkan ‘agitator-agitator’ ulung yang mampu memengaruhi
rakyat agar terus berpikir dan bertindak memajukan negara ini. Partai
seperti ini tetap akan terus bertahan, tidak akan tergilas zaman walau
diterjang badai sekencang apapun. Tetapi, partai seperti ini juga
sekejap akan ambruk jika ternyata keringat dan perjuangan para kader di
tingkat akar rumput dikhianati demi birahi para elite-nya. Seperti PKI
yang hancur lebur bersama keblingernya sebagian pimpinannya.
posted by Adimin
Label:
SEPUTAR PKS
March 07, 2013
Simpatiku buat PKS
Written By @Adimin on 07 March, 2013 | March 07, 2013
Awalnya saya hanya seorang yang
apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar
yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian
Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak
kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain
singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih
dikalangan teman2 ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai
bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan
partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi
saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap
satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian
partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena
belum kebagian. Jadi apa istimewanya ?
Makanya ketika ketua PKS
ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa
karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua
itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari
segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya
pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media2 menjadikan
berita itu seakan2 sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot.
Apanya yang menarik ? Apa yang luar biasa ?
Karena itu mungkin
saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang
PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari
dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu
berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak
hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat
negatif sampai positif saya dapatkan.
Banyak berita dan artikel
yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang
memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul
pertanyaan ? masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat
sekaligus sangat baik ? Rasanya mustahil.
Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam
ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan
yang saya baca :
1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas
hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh
kelompok lain yang terusik karena keberadaannya
Kedua dugaan
itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar
biasa seperti sebagian komentar2 yang melecehkan dan menghujat maka
harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi
keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV.
Ternyata
tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi
kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs2 di
Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya
islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa
dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan
dengan raksasa seperti kompas, tempo, detik dll. Situs selain dua yang
saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa
diperhitungkan, sangat acak-acakan. Diantara media yang mapan, mungkin
hanya republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti
bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin
PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media
propaganda yang sangat bagus.
Akhirnya saya coba uji dugaan
saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh
kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir
berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya
potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya
simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.
Akhirnya
menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari
PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata
dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita2 tentang
kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan
masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan.
Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh2
masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh2 yang sama sekali
tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS
tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati.
Sebagai
orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa
menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya
berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.
Oleh: Sri Winarni
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 05, 2013
posted by Adimin
DPD PKS Kota Padang melaksanakan Rakerda
Written By @Adimin on 05 March, 2013 | March 05, 2013
DPD PKS Kota Padang mengadakan Rakerda pada hari Ahad 3 Maret 2013 bertempat di Aula SMK 6 Padang. Mengingat tahun ini adalah tahun yang sangat krusial karena memasuki tahun politik.
Telah kita ketahui bersama bahwa tahun 2013 adalah tahun politik, tahun dilaksanakannya pemilu kada untuk kota Padang, dimana PKS kota Padang sudah melaunching kadernya yaitu Ust. Mahyeldi, SP untuk maju menjadi kandidat calon walikota Padang periode 2013-2018.
Rakerda kali ini diikuti oleh Pengurus inti DPD beserta Ketua dan sekretaris bidang sekaligus seluruh pengurus inti dari unsur DPC. Dalam paparannya, ketua DPD PKS Kota Padang Ust Drs. Muhidi, MM mengarahkan bahwa seluruh komponen pemenangan pemilu kada dan pemilu legislatif harus bersinergi agar lebih efektif dan efisien, mengingat pemilu kada yang dilaksanakan terlebih dahulu bisa dijadikan indikator pada pemilu legislatif tahun 2014.
Komponen-komponen pemenangan seperti struktur, BCAD, dan tim sukses harus mengacu kepada empat poin arahan dalam program unggulan yang telah dirumuskan oleh tim pemenangan pemilu melalui grup diskusi, tim konsultan dan masukan masukan dari internal partai maupun masukan dari eksternal.
Selanjutnya Ust Drs. Muhidi, MM membakar motivasi peserta rekerda agar senantiasa bersemangat dalam menjalankan program-program pemenangan karena semua kerja kerja tersebut bukan hanya sebagai bentuk pemenagn politik ansich tetapi sekaligus sebagai pemenangan dakwah ke depan sehingga cita cita kita semua meraih surga bisa tercapai....insyaALLAH
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
March 04, 2013
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
posted by Adimin
PKS Mewabah! Kurang dari 3 jam, 578 warga Pangkalpinang bergabung PKS
Written By @Adimin on 04 March, 2013 | March 04, 2013
PANGKALPINANG
- Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di
Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari
150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang
berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik
bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda
LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung
dengan dalam Partai Dakwah ini.
LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu
program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut
Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar
bertujuan untuk
- Mengokohkan kematangan pemikiran kader
- Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
- Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
- Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan
Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ mempunyai
pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung.
"Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan
memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah.
Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka
Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3
bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari
peserta LT3Besar.
Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat
DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi
DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara
rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS,"
lanjutnya
Realitas Yang Terbalik
Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana
operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan
terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini
terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan
5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader
PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah
khususnya di Pangkalpinang.
578 Formulir KTA kurang dari 3 jam
Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah
terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk
bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi
beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh
panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00
WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan
siang.
Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil
mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini
terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia.
Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan
terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga
merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi
terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk
766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat :
480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri
:).
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
PANGKALPINANG
- Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di
Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret 2013 ini diikuti oleh lebih dari
150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini, PKS Pangkalpinang
berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat politik
bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam agenda
LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung
dengan dalam Partai Dakwah ini.
LT3Besar ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu
program unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut
Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar
bertujuan untuk
- Mengokohkan kematangan pemikiran kader
- Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
- Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
- Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan
Thalib. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ mempunyai
pengaruh besar dalam menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung.
"Dakwah ini Milik Allah, bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan
memenangkannya hanyalah Allah. Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah.
Mari kita ulang kembali kemenangan PKS di Bangka Barat (Bupati Bangka
Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader PKS) di kota Pangkalpinang 3
bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut dengan Takbir dari
peserta LT3Besar.
Agenda LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat
DPRa (Dewan Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi
DPD Pangkalpinang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara
rutin dan berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS,"
lanjutnya
Realitas Yang Terbalik
Jika dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana
operasional untuk memenangkan partainya, namun realita ini seakan
terbalik jika kita melihat PKS. Buktinya dalam agenda LT3Besar ini
terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00 ditambah 10 ringgit Malaysia dan
5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin membuktikan bahwa kader
PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk memenangan dakwah
khususnya di Pangkalpinang.
578 Formulir KTA kurang dari 3 jam
Satu agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah
terjun ke masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk
bergabung dengan PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi
beberapa kelompok dan diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh
panitia. Peserta hanya diberi waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00
WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong dengan waktu sholat dan makan
siang.
Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil
mengajak 573 warga pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini
terlihat dari rekapitulasi hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia.
Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan
terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD PKS Pangkalpinang yang juga
merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa untuk RTD Propinsi
terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten Bangka Induk
766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka Barat :
480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya sendiri
:).
Sekian Berita Dari LT3Besar Pangkalpinang - See more at: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/pks-mewabah-kurang-dari-3-jam-578-warga.html#sthash.qHR4O4p3.dpuf
PANGKALPINANG - Acara LT3Besar (Liqo Tansiqi
Tarbawi Tiga Besar) yang dilaksanakan di Markas Dakwah Tua Tunu tanggal 3 Maret
2013 ini diikuti oleh lebih dari 150 kader PKS Pangkalpinang. Dalam Acara ini,
PKS Pangkalpinang berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan oleh pengamat
politik bahwa PKS akan terjun bebas suaranya tidak benar. Buktinya, dalam
agenda LT3Besar ini, kader PKS berhasil merangkul 578 warga untuk bergabung
dengan dalam Partai Dakwah ini.
LT3Besar
ini merupakan kelanjutan RTD (Regu Tangguh Dakwah) , salah satu program
unggulan yang dilaksanakan di Wilayah Dakwah Sumatera. Menurut Ketua Bidang
Kaderisasi DPW PKS Babel Ust. Suhaib Junaidi, LT3Besar bertujuan untuk
- Mengokohkan kematangan pemikiran kader
- Memperkokoh Maknawiyah pada diri setiap kader
- Menguatkan Soliditas Kader, dan yang terakhid
- Memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah.
Hadir
juga dalam acara ini Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Ust. Ridwan Thalib. Beliau
menyampaikan bahwa kemenangan AHER-DEMIZ mempunyai pengaruh besar dalam
menyemangati kader khususnya di Bangka Belitung. "Dakwah ini Milik Allah,
bukan milik kita. Sehingga yang melindungi dan memenangkannya hanyalah Allah.
Tugas kita adalah bekerja dalam dakwah. Mari kita ulang kembali kemenangan PKS
di Bangka Barat (Bupati Bangka Barat sekarang : Ust. Zuhri M Syazali, kader
PKS) di kota Pangkalpinang 3 bulan kedepan," lanjut Ust Ridwan yang disambut
dengan Takbir dari peserta LT3Besar.
Agenda
LT3Besar ini juga mengukuhkan pengurus PKS sampai dengan tingkat DPRa (Dewan
Perwakilan Ranting/Desa). Abu Amar, Ketua Bidang Kaderisasi DPD Pangkalpinang
menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan
berkesinambungan. "Tidak Ada Waktu Tidur untuk kader PKS," lanjutnya
Realitas
Yang Terbalik
Jika
dalam PILKADA tim sukses selalu mendapatkan suntikan dana operasional untuk
memenangkan partainya, namun realita ini seakan terbalik jika kita melihat PKS.
Buktinya dalam agenda LT3Besar ini terkumpul infaq sebesar Rp.6.119.000,00
ditambah 10 ringgit Malaysia dan 5 Real Arab Saudi. Infaq sukarela ini semakin
membuktikan bahwa kader PKS siap mengorbankan waktu dan hartanya untuk
memenangan dakwah khususnya di Pangkalpinang.
578
Formulir KTA kurang dari 3 jam
Satu
agenda utama yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh peserta adalah terjun ke
masyarakat untuk sosialisasi PKS dan mengajak masyarakat untuk bergabung dengan
PKS. Dalam acara ini peserta dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan
diterjunkan ke daerah yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta hanya diberi
waktu mulai dari pukul 11.00 s.d 14.00 WIB, tentunya waktu ini sudah terpotong
dengan waktu sholat dan makan siang.
Alhamdulillah
dalam waktu kurang dari 3 jam. Peserta LT3Besar berhasil mengajak 573 warga
pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS. Hal ini terlihat dari rekapitulasi
hasil Formulir KTA yang terkumpul di panitia. Jumlah ini masih sedikit
dibandingkan dengan hasil RTD satu bulan terakhir di Bangka Belitung. Ketua DPD
PKS Pangkalpinang yang juga merangkap panitia RTD Babel, menyampaikan bahwa
untuk RTD Propinsi terkumpul 1013 KTA, Kota Pangkalpinang 1142 KTA, Kabupaten
Bangka Induk 766 KTA, Kabupaten Bangka Selatan : 647 KTA, Kabupaten Bangka
Barat : 480 KTA, dan Belitung 358 KTA. Silahkan dihitung jumlah totalnya
sendiri :).
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita
March 01, 2013
Inilah Bapak Robot Dunia Islam
Written By @Adimin on 01 March, 2013 | March 01, 2013
Anda tentu terkagum-kagum dengan
kemajuan teknologi robot yang semakin hari semakin canggih. Buah
kreativitas para ilmuan ini telah banyak membantu pekerjaan manusia,
terutama untuk hal-hal yang cukup berisiko bagi keselamatan jiwa.
Kekaguman
Anda saat ini atas teknologi robot, tentu cukup beralasan di zaman yang
serba canggih saat ini. Namun, tahukan Anda bahwa sejak abad ke-13
dunia Islam sudah mengenal kemajuan teknologi robot. Sebuah mesin robot
telah tercipta dari tangan seorang ilmuan muslim cerdas, bernama Abu
al-’Iz Ibn Isma’il ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206). Ia berasal dari
Utara Mesopotamia, kawasan utara Irak dan timur laut Syiria. Al Jazari
juga mampu menciptakan robot yang mirip manusia.
Ia juga
menulis Kitab Fí ma’rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu
Mekanik) tahun 1206, di mana dia menjelaskan lima puluh peralatan
mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya.
Kemampuan menciptakan robot yang dimiliki Al Jazari lebih dulu unggul dibandingkan tokoh barat, Leonardo Da Vinci yang baru
merancang pembuatan robot pada 1478. Karena itulah, Al Jazari pun
dijuluki sebagai “Bapak Robot”
Salah satu mesin robot
terkenal buatan Al Jazari adalah mesin yang berbentuk sebuah perahu.
Perahu itu terapung di sebuah danau dan ditumpangi empat robot pemain
musik.
Masing-masing robot pemain musik punya tugas penting.
Ada yang berperan sebagai penabuh drum sebanyak dua orang. Ada juga yang
meniup harpa dan suling. Canggih!
Mereka semua itu diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam acara jamuan minum.
Sebagai
robot pemain musik, tentu saja, mereka pun ahli menghasilkan suara
musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum ciptaannya, dapat
memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain
musik seperti manusia sungguhan!
Nah, penemuan penting lainnya
dari ilmuwan yang bernama lengkap Ibnu Al Jazari adalah pencuci tangan
otomatis. Keran yang otomatis keluar air tanpa harus diputar, berkat
penemuan bapak robot inilah cara kerja keran otmatis itu ada hingga saat
ini.
Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu
juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet moderen. Robot ini
berbentuk seorang wanita yang berdiridengan sebuah baskom terisi air.
(tribun)
posted by Adimin
Label:
Ilmu dan Islam,
Saint,
TOKOH
March 01, 2013
Etika kepada ALLAH
Sulit membayangkan anak-anak didik kita saat ini untuk dapat beretika
dengan Allah SWT, jika dalam keseharian mereka meninggalkan etika
kepada sesama dan kedua orang tuanya.
Anak-anak kita dewasa ini memandang orang tua sebagai kawan, partner dan sahabat. Bersamaan dengan itu pula, dalam diri mereka tidak tumbuh pemahaman bagaimana seharusnya mereka beretika terhadap kedua orang tuanya dan sesama manusia.
Sekilas kita memperoleh kemajuan dalam mendidik anak dengan cara modern ini, karena mereka dapat bersikap egaliter, setaraf dengan orang tua, kritis dan meniadakan sikap ewuh pakewuh. Namun jika kita tidak mengajarkan kepada mereka, bagaimana seharusnya mereka beretika dengan sesama dan orang tua, maka tidak mustahil mereka akan tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang arogan, materialistis, dan tidak berbudi luhur.
Jika mereka tidak tahu bagaimana seyogyanya diri mereka beretika terhadap orang tuanya, maka mereka juga tidak akan tahu mengenai apa yang harus dilakukannya pada saat orang tua mereka meninggal dunia. Mereka bahkan tidak akan mengerti bagaimana beretika dengan Tuhan mereka.
Beradab dan beretika baik terhadap Allah SWT adalah perilaku para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Mereka memiliki pandangan bahwa Allah SWT adalah eksistensi dasar dan utama dalam kehidupan di dunia ini, sebab segala wujud di dunia ini berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 156). Ia adalah eksistensi yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher setiap manusia (QS. Qaaf: 16), hanya saja ia ghaib yang eksistensinya terepresentasi dalam diri dan lingkungan sekitar kita. Maka ia ada dan niscaya keberadaan-Nya.
Perhatikanlah etika dialog Isa AS pada saat Allah menegaskannya bahwa Tuhan hanya satu:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab: "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulan Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku (Isa) tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Ma'idah: 116).
Perhatikan pula etika Ibrahim AS dalam menyatakan pengakuan kekuasaan Allah SWT atas dirinya:
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang member petunjuk kepadaku, dan Yang member makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara': 78-80).
Dua kenyataan tersebut menunjukkan bahwa Allah berada di sekitar kehidupan keseharian manusia. Ia tidak jauh, eksis, dan memengaruhi kehidupan manusia. Perhatikan juga etika Rasulullah SAW kepada-Nya pada saat Aisyah menanyakan mengapa beliau masih beribadah dengan sekuat tenaga, padahal dosanya telah dijamin akan diampuni Allah SWT:
Dari Aisyah RA berkata: Adalah Rasul SAW, apabila beliau mendirikan salat, maka beliau melakukannya hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah berkata: “Wahai Rasul, kenapa engkau lakukan yang demikian ini, padahal Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan yang akan datang?" Rasulullah SAW menjawab: "Wahai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang (pandai) bersyukur?” (HR. Bukhari).
Beretika kepada Allah SWT dengan demikian merupakan keniscayaan dan representasi kedalaman iman seseorang, bahkan Allah lebih berhak menjadi representasi etika manusia. Maka jika dalam shalat, orang tua saleh mengarahkan kepada anaknya untuk memakai pakaian terbaiknya, arahan tersebut sesungguhnya merupakan etika kepada Allah, sekaligus pengejawantahan perintah Allah (QS. Al-A'raf: 31) agar kita menggunakan pakaian bagus kita pada waktu menghadap-Nya, sebab Dia lebih berhak daripada manusia. Wallahu A'lam.
Anak-anak kita dewasa ini memandang orang tua sebagai kawan, partner dan sahabat. Bersamaan dengan itu pula, dalam diri mereka tidak tumbuh pemahaman bagaimana seharusnya mereka beretika terhadap kedua orang tuanya dan sesama manusia.
Sekilas kita memperoleh kemajuan dalam mendidik anak dengan cara modern ini, karena mereka dapat bersikap egaliter, setaraf dengan orang tua, kritis dan meniadakan sikap ewuh pakewuh. Namun jika kita tidak mengajarkan kepada mereka, bagaimana seharusnya mereka beretika dengan sesama dan orang tua, maka tidak mustahil mereka akan tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang arogan, materialistis, dan tidak berbudi luhur.
Jika mereka tidak tahu bagaimana seyogyanya diri mereka beretika terhadap orang tuanya, maka mereka juga tidak akan tahu mengenai apa yang harus dilakukannya pada saat orang tua mereka meninggal dunia. Mereka bahkan tidak akan mengerti bagaimana beretika dengan Tuhan mereka.
Beradab dan beretika baik terhadap Allah SWT adalah perilaku para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Mereka memiliki pandangan bahwa Allah SWT adalah eksistensi dasar dan utama dalam kehidupan di dunia ini, sebab segala wujud di dunia ini berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 156). Ia adalah eksistensi yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher setiap manusia (QS. Qaaf: 16), hanya saja ia ghaib yang eksistensinya terepresentasi dalam diri dan lingkungan sekitar kita. Maka ia ada dan niscaya keberadaan-Nya.
Perhatikanlah etika dialog Isa AS pada saat Allah menegaskannya bahwa Tuhan hanya satu:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab: "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulan Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku (Isa) tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Ma'idah: 116).
Perhatikan pula etika Ibrahim AS dalam menyatakan pengakuan kekuasaan Allah SWT atas dirinya:
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang member petunjuk kepadaku, dan Yang member makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara': 78-80).
Dua kenyataan tersebut menunjukkan bahwa Allah berada di sekitar kehidupan keseharian manusia. Ia tidak jauh, eksis, dan memengaruhi kehidupan manusia. Perhatikan juga etika Rasulullah SAW kepada-Nya pada saat Aisyah menanyakan mengapa beliau masih beribadah dengan sekuat tenaga, padahal dosanya telah dijamin akan diampuni Allah SWT:
Dari Aisyah RA berkata: Adalah Rasul SAW, apabila beliau mendirikan salat, maka beliau melakukannya hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah berkata: “Wahai Rasul, kenapa engkau lakukan yang demikian ini, padahal Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan yang akan datang?" Rasulullah SAW menjawab: "Wahai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang (pandai) bersyukur?” (HR. Bukhari).
Beretika kepada Allah SWT dengan demikian merupakan keniscayaan dan representasi kedalaman iman seseorang, bahkan Allah lebih berhak menjadi representasi etika manusia. Maka jika dalam shalat, orang tua saleh mengarahkan kepada anaknya untuk memakai pakaian terbaiknya, arahan tersebut sesungguhnya merupakan etika kepada Allah, sekaligus pengejawantahan perintah Allah (QS. Al-A'raf: 31) agar kita menggunakan pakaian bagus kita pada waktu menghadap-Nya, sebab Dia lebih berhak daripada manusia. Wallahu A'lam.
Oleh Dr Muhammad Hariyadi MA
sumber : republika
posted by Adimin
Label:
MUHASABAH
March 01, 2013
Seorang hamba tidak pantas membanggakan
amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan
usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan
amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Mahakaya, tidak butuh kepada
makhluk-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam
badrul tamam
posted by Adimin
Hati hati !!! Jangan Tertipu dengan Amalmu
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah,
Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu
'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Tujuan diciptakan manusia untuk
beribadah kepada Allah Ta'ala semata. ibadah ini dikerjakan sampai nyawa
berpisah dari badan. Dalam pelaksanaannya dituntun yang terbaik, ahsanu amala.
Yakni dengan benar-benar menjaga keikhlasan dan benar dalam
pelaksanaan. Setelah itu ia berharap kepada Allah dengan sungguh-sungguh
agar diterima.
Namun jangan kita lengah, karena syetan
tetap akan menggoda kita supaya ibadah tersebut rusak. Salah satunya
adalah dengan menanamkan rasa bangga diri, kekaguman dan bangga dengan
amal tersebut. Merasa bahwa ia telah menunaikan hak Allah dengan
sempurna. Kesombongan boleh jadi ikut tertanam, sehingga ia melihat
dirinya yang paling baik sementara ibadah orang lain banyak kekurangan.
Sikap orang shalih penghuni surga tidak
demikian. Mereka sungguh-sungguh dalam ibadah kepada dan takut
kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Bahkan, lebih dari itu, ia
beranggapan amalnya tidak pantas diterima oleh Allah. Banyak cacat dan
kekurangan dalam ibadah yang mereka tegakkan sehingga istighfar
senantiasa terucap dari lisan mereka. Allah Ta’ala berfirman tentang
mereka,
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
"Dan orang-orang yang memberikan apa
yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu
bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mukminun: 60)
Aisyah Radliyallaahu 'Anha berkata, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tentang ayat ini, apakah mereka orang-orang yang minum khamer, pezina, dan pencuri? Beliau menjawab, “Tidak,
wahai putri al-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa,
menunaikan shalat dan shadaqah namun mereka takut kalau amalnya tidak
diterima.” (HR. Muslim, kitab al Imarah, bab Man Qatala li al-Riya wa al-Sum’ah Istahaqqa al-Naar, no. 1905)
Allah menyebutkan beberapa sifat penghuni surga dari orang-orang muttaqin,
إِنَّ
الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِنَ
اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil
mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat
baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 15-18)
Ibnu Katsir menyebutkan penafsiran
sebagian ulama terhadap ayat terakhir, "Mereka shalat malam dan
mengakhirkan (melanjutkannya,-red) istighfar sampaia waktu sahur
(menjelang shubuh)." Jadi mereka itu adalah orang-orang yang mengisi
hidupnya dengan kebaikan. Mereka banyak amal dengan harta dan fisik
mereka. Tapi dipenghujung malam, selepas mengerjakan shalat malam yang
panjang, mereka memohon ampun atas dosa dan kesalahan.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Puas dengan
ketaatan yang telah dilakukan adalah di antara tanda kegelapan hati dan
ketololan. Keraguan dan kekhawatiran dalam hati bahwa amalnya tidak
diterima harus disertai dengan mengucapkan istighfar setelah melakukan
ketaatan. Hal ini karena dirinya menyadari bahwa ia telah banyak
melakukan dosa-dosa dan banyak meninggalkan perintah-Nya."
Allah telah memerintahkan kepada para
hujjaj untuk mengucapkan istighfar setelah mereka rampung dari
melaksanakan ibadah haji. Hal ini sebagai penyempurna dan kemuliaan.
Allah Ta’ala berfirman:
فَإِذَا
أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ
الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ
لَمِنَ الضَّالِّينَ ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Maka apabila kamu telah bertolak
dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah
(dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan
sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang
sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang
banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah: 198-199)
Syaikh al-Sa'di rahimahullah mengatakan,
"Beginilah seharusnya yang dilakukan hamba, setiap selesai dari
melaksanakan ibadah dia beristighfar (meminta ampun) kepada Allah atas
kealpaan dan bersyukur kepada Allah atas taufiq-Nya. Tidak seperti orang
yang melihat dirinya telah menyempurnakan ibadah dan berbangga di
hadapan Tuhannya."
Dalam surat lain Allah menjelaskan,
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
"(Yaitu) orang-orang yang sabar,
yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah),
dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)
Imam al-Hasan menjelaskan ayat ini,
bahwa mereka adalah orang-orang yang lama dalam menjalankan shalat
sampai menjelang waktu sahur (akhir malam) kemudian mereka duduk dengan
mengucapkan istighfar (meminta ampunan) kepada Allah.
Dalam hadits shahih dijelaskan bahwa ketika Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam selesai mengucapkan salam dari shalatnya, maka beliau mengucapkan istighfar tiga kali. (HR. Muslim dari Tsauban)
Jangan Bersandar Pada Amal
Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap
bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan,
kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala. Orang yang melakukan
amal ibadah tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka tidak
tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah
amalnya bernilai keikhlasan atau tidak. Oleh karena itu, mereka
dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar
karena Allah Mahapengumpun dan Mahapenyayang.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
لَنْ
يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ
بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا
"Sungguh amal seseorang tidak akan
memasukkannya ke dalam surga." Mereka bertanya, "tidak pula engkau ya
Rasulallah?" Beliau menjawab, "Tidak pula saya. Hanya saja Allah
meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar
(beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan
dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)." (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik al-Bukhari)
Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk
surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah Dia
memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya.
Karenanya, dia wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada
Allah.
Tidak layak dia bersandar kepada amalnya
untuk menggapai keselamatan dan mendapatkan derajat tinggi di surga.
Karena tidaklah dia sanggup beramal kecuali dengan taufiq Allah,
meninggalkan maksiat dengan perlindungan Allah, dan semua itu berkat
rahmat dan karunia-Nya.
badrul tamam
posted by Adimin
Label:
OASE












