Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 08, 2014
posted by @Adimin
Mahyeldi Dalam Perang Khandaq Pilkada Padang
Written By Sjam Deddy on 08 January, 2014 | January 08, 2014
Sepuluh ribu pasukan dari
kabilah-kabilah berhimpun dalam sebuah koalisi, saling dukung mendukung.
Kabilah-kabilah itu awalnya sering tidak rukun, bertengkar sesamanya
bahkan ada yang saling bunuh, tapi hari itu mereka berkumpul
mengelilingi Kota Madinah untuk sebuah tujuan yang sama.
Mengakhiri
kisah Muhammad dan pengikutnya.
Madinah tentu belum membayangkan kondisi ini sebelumnya, lalu Salman
Al-Farisi mengusulkan menggali parit besar di sekeliling Kota Madinah
untuk menghadapi pasukan musuh. Rasulullah menyetujui ide itu bahkan
Beliau pulalah yang membuat peta penggalian. Semua turun bekerja
menggali parit. Tapi ketakutan sebagian sahabat tetap ada sebagaimana
tergambar dalam Al-Quran.
“(Yaitu) ketika mereka
datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi
penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu
berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah” (Al Ahzab: 10)
Saya seakan melihat hal yang sama dengan Pilkada Kota Padang putaran
kedua yang menyisakan pasangan Mahyeldi-Emzalmi (PKS-PPP) dan Desri
Ayunda-James Hellyward (Independen). Seakan ini adalah Perang Khandaq
bagi Mahyeldi-Emzalmi, meski tidak sepenuhnya sama karena dalam perang
Khandaq pertarungan terjadi antara muslim dan kafir sementara di sini
seluruh peserta Pilkada sejak putaran pertama adalah muslim.
Namun berkoalisinya banyak partai untuk mendukung Desri-James pada
putaran kedua seolah seperti suasana “pengepungan” di Madinah dahulu.
Hari ini pasangan Desri-James telah mendapatkan dukungan tambahan dari
PDI-P, Hanura, PAN, PKPI dan Golkar. Partai-partai yang pada putaran
awal saling bertarung dengan memajukan jagoan masing-masing, kini
mendukung Desri-James. Saya tentu tidak tahu pasti apakah dukungan ini
karena pertimbangan logika atau logistik, yang jelas mereka sudah
bersatu mendukung Desri-James, pasangan yang maju melalui jalur
independen.
Dengan demikian Mahyeldi yang diusung PKS, kini harus berhadapan
dengan sebuah koalisi besar dari partai-partai besar. Sebuah
“pengepungan” yang bisa membuat takut dan meruntuhkan semangat. Namun
itu semua harus dihadapi dengan gagah, para kader PKS, tim sukses dan
para pendukung perlu mengambil kembali pelajaran dari perang Khandaq.
Menggali Parit
Pembangunan parit tidak pernah dikenal dalam ”kamus perang” orang
Arab. Mereka hanya mengenal teknik maju, mundur, gempur, atau lari. Maka
ketika pasukan koalisi melihat parit yang menganga lebar di antara
mereka dan Madinah, semua menjadi kaget dan bingung hendak berbuat apa.
Akhirnya mereka hanya duduk di tenda-tenda dan berfikir. Tidak ada
hasil.
Begitu dalam menghadapi Pilkada putaran kedua yang hanya beberapa
hari lagi, harus ada sebuah strategi yang belum pernah terpikirkan oleh
lawan. Strategi yang akan menjadi penentu kemenangan sebagaimana di
perang Khandaq. Karena sesungguhnya perang Khandaq bukanlah sepenuhnya
pertempuran kolosal di medan laga yang didominasi oleh hunusan pedang
dan tombak, tetapi Khandaq adalah perang strategi dan urat syaraf.
Kerja Keras
Setelah ide menggali parit disetujui Rasulullah maka para sahabat
langsung melaksanakannya. Dalam riwayat disebutkan bahwa setiap sepuluh
orang diwajibkan menggali parit sepanjang 40 meter (lebar 4,62 meter dan
dalam 3,234 meter). Dengan kerja keras dan kesungguhan mereka pun
berhasil menggali parit mencapai 5.544 meter.
Maka untuk meraih kemenangan setiap kader dan pendukung harus bekerja
keras sepenuh tenaga sampai batas akhir, sebagaimana dicontohkan para
prajurit Khandaq. Tidak boleh ada yang patah semangat dan menyerah
sebelum memasuki medan perang. Semua harus memberikan kontribusi
terbaiknya dalam hal apa saja untuk memperoleh kemenangan.
Optimis
Dalam perang Khandaq kita belajar tentang harapan yang tidak boleh
padam, apapun kondisinya. Dengarlah apa yang diucapkan oleh Rasulullah
saat memecahkan batu besar ketika menggali parit. Ucapan penuh
optimisme, padahal saat itu kondisinya benar-benar genting dan mencekam.
“Allahu Akbar, kunci-kunci Syam telah diberikan kepadaku, demi Allah aku tengah melihat istana-istananya yang kemerahan”
“Allahu Akbar, kunci-kunci Persia telah diberikan kepadaku, demi Allah aku tengah melihat istana kota berwarna putih”
“Allahu Akbar, kunci-kunci
Yaman telah diberikan pula kepadaku, demi Allah kini aku tengah melihat
pintu-pintu Kota Shan’a dari tempatku ini”
Maka penting bagi seluruh kader dan pendukung untuk terus bekerja dalam optimisme yang penuh akan sebuah kemenangan.
Berdoa
Dan doa tidak boleh terhenti. Teruslah memohon pertolongan kepada
Allah, sungguh pertolongan Allah itu sangat dekat. Sebagaimana
pertolongan itu telah turun di Perang Khandaq.
“Hai orang-orang yang
beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu
ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka
angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah
Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan” (Al-Ahzab: 9)
Lalu sejarah mencatat, pasukan koalisi kembali pulang dalam keadaan
yang payah, kedinginan, kekurangan makanan dan tidak bersemangat. Dan
kemenangan menjadi nyata di pihak muslim Madinah.
Tapi bukan kekalahan itu saja yang patut dikhawatirkan oleh para
musuh. Mereka perlu tahu, ketika perang Khandaq usai Rasulullah
menyampaikan bahwa, “Setelah hari ini mereka tidak akan mendatangi kita
lagi, tapi kitalah yang mendatangi mereka”. Inilah kemenangan yang agung
dan titik tolak bahwa perang yang dijalani kaum muslim tak lagi perang
bertahan, tapi tampil ke depan untuk memusnahkan kebatilan menggantinya
dengan Islam yang lurus.
Dan jika kemenangan di Pilkada Kota Padang menjadi milik Mahyeldi,
maka semoga ini juga menjadi tanda bahwa Gelombang Ketiga itu telah
dimulai.
Adrian Fetriskha, SH.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/01/07/44429/mahyeldi-dalam-perang-khandaq-pilkada-padang/#ixzz2pmDsKEaJ
posted by @Adimin
January 06, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta: Indonesia Tatap Sejarah Gelombang Ketiga
Written By Anonymous on 06 January, 2014 | January 06, 2014
MAKASSAR -- Tahun 2014 bukan semata ditandai proses pergantian kepemimpinan. Tapi sekaligus momentum peralihan sejarah Indonesia memasuki gelombang yang ketiga.
PRESIDEN Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta membagi perjalanan sejarah Indonesia menjadi tiga gelombang besar. Pertama, "menjadi Indonesia" yang berlangsung sejak abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20. Kedua, "menjadi negara modern" yang terjadi sejak merdeka sampa era Reformasi, dan ketiga adalah gelombang "sejarah baru" yang dimulai 2014 sampai waktu yang akan ditentukan oleh sikap bangsaini ke depan.
"Pemilu 2014 menjadi strategis bukan semata disebabkan peralihan kekuasaan, tapi peralihan sejarah. Pergantian kepemimpinan itu biasa dalam demokrasi. Yang lebih penting, apa maknanya bagi perjalan kita sebagai bangsa," terang Anis Matta saat tampil sebagai pembicara pada Mukernas VIII Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang, Makassar 5 Januari.
Menurutnya, jika pendorong (dirve) gelombang sebelumnya berasal dari luar; kolonialisme (gelombang I) dan Perang Dingin (gelombang II), maka drive gelombang ketiga berasal dari dalam, yaitu perubahan signifikan komposisi demografi.
Anis menyebut perubahan yang utama adalah proporsi orang di bawah 45 tahun akan mencapai lebih dari 60 persen dari populasi. Ini disebutnya "the new majority", kelompok mayoritas baru yang ada di Indonesia sekarang ini. Yang diistilahkan sejumlah ekonom dan ahli kependudukan sebagai bonus demografi atau "dividen demografi".
Anis melanjutkan, tantangan politik yang segera muncul di gelombang ini adalah perlunya kategorisasi baru yang bukan berbasis ideologi untuk mewakili kelompok. "Semua polarisasi lama dalam politik, apalagi polarisasi ideologi tidak lagi relevan. Makanya, kita harus mencari ide tentang "the next Indonesia" yang benar-benar mewakili ruh zaman, mewakili orang-orang yang berumur di bawah 45 tahun," sambung mantan wakil ketua DPR RI ini.
Pada gelombang baru ini, orang akan mengagungkan pertumbuhan, tetapi akan disandingkan dengan pertanyaan tentang kualitas hidup. Masyarakat Indonesia ke depan di-drive oleh usaha mencari bukan sekedar kesejahteraan, tetapi hidup yang lebih berkualitas.
Anis juga meyakini, di gelombang ketiga, akan lahir native democracy. Generasi yang sejak lahir hanya mengenal demokrasi. Mereka tidak melewati dan merasakan perubahan dari situasi Orde Baru ke zaman Reformasi. Makanya, memandang demokrasi sebagai given (terberi), bukan hasil perjuangan berdarah-darah.
"Karena gelombang sejarah ini di-drive oleh perubahan demografi, maka orientasi kemanusiaan menjadi utama. Tidak perlu lagi ada pertentangan antara negara dan masyarakat. Negara kembali ke makna dasar sebagai organisasi sosial yang menciptakan keteraturan.
Konsolidasi sosial akan membesarkan komunitas hingga mampu bernegosiasi dengan negara. Manusia sebagai orientasi utama ini menuntut pendekatan kepemimpinan (leadership approach) baru," tegas di depan seribuan kader Wahdah Islamiyah se-Indonesia.
Putera kelahiran Bone ini juga menjelaskan peta kekuatan Islam di masa mendatang bukan terutama pada basis teritorinya, akan tetapi pada kekuatan narasi dan ide-idenya.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin merespons positif wacana dan gagasan Anis di Muktamar Wahdah. "Pak Anis tidak hanya memiliki fikiran cemerlang tapi juga pengetahuan luas, dia aset berharga bangsa ini," tutup Zaitun Rasmin Lc.
Anggota DPRD Kota Makassar dari PKS, Iqbal Djalil LC mengaku gagasan sejarah Indonesia gelombang ketiga menyisakan tantangan bagi generasi ini. "Ulasan itu mengingatkan gerakan Islam lebih kuat pada konsep dan ide-ide yang selaras dengan gagasan bangsa ini," tambahnya. (ysd)
*http://m.fajar.co.id/politik/3081288_5964.html
PRESIDEN Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta membagi perjalanan sejarah Indonesia menjadi tiga gelombang besar. Pertama, "menjadi Indonesia" yang berlangsung sejak abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20. Kedua, "menjadi negara modern" yang terjadi sejak merdeka sampa era Reformasi, dan ketiga adalah gelombang "sejarah baru" yang dimulai 2014 sampai waktu yang akan ditentukan oleh sikap bangsaini ke depan.
"Pemilu 2014 menjadi strategis bukan semata disebabkan peralihan kekuasaan, tapi peralihan sejarah. Pergantian kepemimpinan itu biasa dalam demokrasi. Yang lebih penting, apa maknanya bagi perjalan kita sebagai bangsa," terang Anis Matta saat tampil sebagai pembicara pada Mukernas VIII Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang, Makassar 5 Januari.
Menurutnya, jika pendorong (dirve) gelombang sebelumnya berasal dari luar; kolonialisme (gelombang I) dan Perang Dingin (gelombang II), maka drive gelombang ketiga berasal dari dalam, yaitu perubahan signifikan komposisi demografi.
Anis menyebut perubahan yang utama adalah proporsi orang di bawah 45 tahun akan mencapai lebih dari 60 persen dari populasi. Ini disebutnya "the new majority", kelompok mayoritas baru yang ada di Indonesia sekarang ini. Yang diistilahkan sejumlah ekonom dan ahli kependudukan sebagai bonus demografi atau "dividen demografi".
Anis melanjutkan, tantangan politik yang segera muncul di gelombang ini adalah perlunya kategorisasi baru yang bukan berbasis ideologi untuk mewakili kelompok. "Semua polarisasi lama dalam politik, apalagi polarisasi ideologi tidak lagi relevan. Makanya, kita harus mencari ide tentang "the next Indonesia" yang benar-benar mewakili ruh zaman, mewakili orang-orang yang berumur di bawah 45 tahun," sambung mantan wakil ketua DPR RI ini.
Pada gelombang baru ini, orang akan mengagungkan pertumbuhan, tetapi akan disandingkan dengan pertanyaan tentang kualitas hidup. Masyarakat Indonesia ke depan di-drive oleh usaha mencari bukan sekedar kesejahteraan, tetapi hidup yang lebih berkualitas.
Anis juga meyakini, di gelombang ketiga, akan lahir native democracy. Generasi yang sejak lahir hanya mengenal demokrasi. Mereka tidak melewati dan merasakan perubahan dari situasi Orde Baru ke zaman Reformasi. Makanya, memandang demokrasi sebagai given (terberi), bukan hasil perjuangan berdarah-darah.
"Karena gelombang sejarah ini di-drive oleh perubahan demografi, maka orientasi kemanusiaan menjadi utama. Tidak perlu lagi ada pertentangan antara negara dan masyarakat. Negara kembali ke makna dasar sebagai organisasi sosial yang menciptakan keteraturan.
Konsolidasi sosial akan membesarkan komunitas hingga mampu bernegosiasi dengan negara. Manusia sebagai orientasi utama ini menuntut pendekatan kepemimpinan (leadership approach) baru," tegas di depan seribuan kader Wahdah Islamiyah se-Indonesia.
Putera kelahiran Bone ini juga menjelaskan peta kekuatan Islam di masa mendatang bukan terutama pada basis teritorinya, akan tetapi pada kekuatan narasi dan ide-idenya.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin merespons positif wacana dan gagasan Anis di Muktamar Wahdah. "Pak Anis tidak hanya memiliki fikiran cemerlang tapi juga pengetahuan luas, dia aset berharga bangsa ini," tutup Zaitun Rasmin Lc.
Anggota DPRD Kota Makassar dari PKS, Iqbal Djalil LC mengaku gagasan sejarah Indonesia gelombang ketiga menyisakan tantangan bagi generasi ini. "Ulasan itu mengingatkan gerakan Islam lebih kuat pada konsep dan ide-ide yang selaras dengan gagasan bangsa ini," tambahnya. (ysd)
*http://m.fajar.co.id/politik/3081288_5964.html
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 06, 2014
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid dan Presiden PKS Anis Matta saling menjagokan satu sama lain di ajang pemilihan rakyat (pemira) PKS. Hidayat mengaku menjagokan Anis ia dinilai tokoh muda yang lebih kompeten dibandingkan dirinya.
"Pak Anis tokoh yang lebih muda, energik, dan visioner," kata Hidayat di Jakarta, Sabtu, (4/1/2014).
Terpilihnya Anis sebagai bakal calon presiden PKS dapat mendorong proses regenerasi politik di PKS maupun Indonesia. Tokoh-tokoh muda seperti Anis dinilai bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara.
Dia juga mengaku mengapresiasi usulan Anis yang mengadakan Pemira. Menurutnya, hal ini mampu menciptakan demokrasi di dalam suatu partai. "Kita apresiasi partai dan Pak Anis Matta yang sudah mengadakan pemira ini, ini bukti kompetennya Pak Anis," ujar dia.
Selain Anis, Hidayat juga mengaku mendukung kandidat lainnya, Ahmad Heryawan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sama dengan Anis, menurutnya pria yang akrab disapa Aher itu juga merupakan tokoh muda yang mempunyai peluang di kancah nasional.
Sebelumnya, Anis sendri mengaku lebih suka Hidayat yang bakal calon presiden. Anis menjelaskan, karier Hidayat di dunia politik lebih mengkilap. Terlebih, sebelum menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat juga dianggapnya sukses saat menjabat sebagai Ketua MPR di periode 2004-2009.
"Sebenarnya lebih berpeluang dia (Hidayat) karena sukses pimpin MPR dan dari suku Jawa. Saya kan dari suku minoritas," kata Anis di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (3/1/2014) malam.
posted by @Adimin
Hidayat Nur Wahid-Anis Matta Saling Dukung di Pemira PKS
"Pak Anis tokoh yang lebih muda, energik, dan visioner," kata Hidayat di Jakarta, Sabtu, (4/1/2014).
Terpilihnya Anis sebagai bakal calon presiden PKS dapat mendorong proses regenerasi politik di PKS maupun Indonesia. Tokoh-tokoh muda seperti Anis dinilai bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara.
Dia juga mengaku mengapresiasi usulan Anis yang mengadakan Pemira. Menurutnya, hal ini mampu menciptakan demokrasi di dalam suatu partai. "Kita apresiasi partai dan Pak Anis Matta yang sudah mengadakan pemira ini, ini bukti kompetennya Pak Anis," ujar dia.
Selain Anis, Hidayat juga mengaku mendukung kandidat lainnya, Ahmad Heryawan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sama dengan Anis, menurutnya pria yang akrab disapa Aher itu juga merupakan tokoh muda yang mempunyai peluang di kancah nasional.
Sebelumnya, Anis sendri mengaku lebih suka Hidayat yang bakal calon presiden. Anis menjelaskan, karier Hidayat di dunia politik lebih mengkilap. Terlebih, sebelum menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat juga dianggapnya sukses saat menjabat sebagai Ketua MPR di periode 2004-2009.
"Sebenarnya lebih berpeluang dia (Hidayat) karena sukses pimpin MPR dan dari suku Jawa. Saya kan dari suku minoritas," kata Anis di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (3/1/2014) malam.
(Kompas.com)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 06, 2014
Unggul di Pemira PKS, Hidayat Nur Wahid Kaget
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengaku kaget dengan hasil Pemilihan Rakyat (Pemira). Ia menempati urutan teratas bersama empat orang lainnya, yakni Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, dan Nur Mahmudi Ismail. Dia mengaku tidak pernah memprediksi hasil seperti itu sebelumnya.
"Terus terang saya kaget dengan perolehan suara saya yang mendapatkan suara terbesar," kata Hidayat saat ditemui usai mengisi ceramah di Pondok Pesantren At-Tahiriyah, Jakarta, Sabtu, (4/1/2014).
Dia pun mengingat bahwa dirinya pernah mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta bersama pasangannya Didik J Rachbini pada tahun 2012 lalu. Saat itu, ia dan Didik dikalahkan pasangan Joko "Jokowi" Widodo dan Basuki "Ahok" Tjahja Purnama.
"Saya sudah kalah di Jakarta, kok di nasional saya bisa menang?" tanya Hidayat.
Namun menurutnya, pemira PKS ini belum selesai. Masih ada proses uji publik yang harus dilalui semua kandidat. Dia pun berharap, pemira ini dapat melahirkan tokoh terbaik yang mampu membantu PKS mendulang suara.
Sebelumnya, Hidayat unggul dalam pemilihan raya (pemira) calon presiden PKS. “Dari 22 nama yang kita calonkan, maka lima besarnya adalah Hidayat Nur Wahid dengan 55.670 suara, Anis Matta 48.153 suara, Ahmad Heryawan 46.014, Tifatul 31.714 suara, dan kelima adalah Nur Mahmudi Ismail dengan perolehan 20.429 suara,” kata Sekretaris Jenderal DPP PKS Taufik Ridho dalam jumpa pers di kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (29/12/2013).
"Terus terang saya kaget dengan perolehan suara saya yang mendapatkan suara terbesar," kata Hidayat saat ditemui usai mengisi ceramah di Pondok Pesantren At-Tahiriyah, Jakarta, Sabtu, (4/1/2014).
Dia pun mengingat bahwa dirinya pernah mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta bersama pasangannya Didik J Rachbini pada tahun 2012 lalu. Saat itu, ia dan Didik dikalahkan pasangan Joko "Jokowi" Widodo dan Basuki "Ahok" Tjahja Purnama.
"Saya sudah kalah di Jakarta, kok di nasional saya bisa menang?" tanya Hidayat.
Namun menurutnya, pemira PKS ini belum selesai. Masih ada proses uji publik yang harus dilalui semua kandidat. Dia pun berharap, pemira ini dapat melahirkan tokoh terbaik yang mampu membantu PKS mendulang suara.
Sebelumnya, Hidayat unggul dalam pemilihan raya (pemira) calon presiden PKS. “Dari 22 nama yang kita calonkan, maka lima besarnya adalah Hidayat Nur Wahid dengan 55.670 suara, Anis Matta 48.153 suara, Ahmad Heryawan 46.014, Tifatul 31.714 suara, dan kelima adalah Nur Mahmudi Ismail dengan perolehan 20.429 suara,” kata Sekretaris Jenderal DPP PKS Taufik Ridho dalam jumpa pers di kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (29/12/2013).
(Kompas.com)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 04, 2014
posted by @Adimin
Pemimpin itu Ibarat Pasar
Written By Sjam Deddy on 04 January, 2014 | January 04, 2014
MEDIA massa kita dipadati berita-berita politik yang
nyaris seragam. Seiring dengannya, penjara-penjara kita juga dipenuhi
narapidana yang ‘istimewa’. Banyak mantan menteri, kepala daerah,
perwira militer, penegak hukum, pejabat publik, konglomerat, artis, dan
anggota dewan yang sekarang justru mendekam di balik jeruji besi. Konon,
kini penjara tidak menyeramkan lagi, karena telah dijejali oleh para
priyayi dan orang-orang berpendidikan tinggi. Bagaimana bisa?
Ketika merenungkan masalah ini, kami mendapati sepucuk surat yang
pernah dikirimkan oleh ‘Abdullah bin Zubair (Sahabat Nabi) kepada Wahb
bin Kaisan (Tabi’in). Surat ini kemudian dicatat oleh al-Hafizh Abu
Nu’aim al-Ashbahani dalam karyanya, Hilyatul Awliya’. Dikatakan di dalamnya, sbb:
“Amma ba’du. Sesungguhnya orang-orang
bertakwa itu memiliki tanda-tanda yang bisa dijadikan ciri untuk
mengenali mereka, dan mereka pun bisa mengenalinya pada diri mereka
sendiri, yaitu bersabar menghadapi bencana, ridha kepada ketetapan
Allah, mensyukuri nikmat, dan tunduk kepada hukum al-Qur’an. Sungguh,
pemimpin itu ibarat pasar. Apa saja yang laris disana pasti akan
didatangkan ke dalamnya. Jika kebenaran laris di sisinya, maka kebenaran
akan didatangkan kepadanya dan para pembelanya pun akan berdatangan.
Jika kebatilan yang laris di sisinya, maka para pembela kebatilan pun
akan berdatangan kepadanya dan laris di sekitarnya.”
Sungguh benar apa yang beliau katakan. Ini pulalah
nasihat para ulama berikutnya kepada para pemimpin, seperti Imam Abul
Hasan al-Mawardi dalam kitab Tas-hilun Nazhr wa Ta’jiluzh Zhufr fi Akhlaqil Malik.
Ketika membahas bagaimana cara meluruskan rakyat, beliau menasehati
penguasa untuk lebih dahulu meluruskan dirinya sendiri. Sebab, tidaklah
mungkin meluruskan bayangan jika benda aslinya ternyata bengkok. Setelah
mengulas berbagai akhlak buruk yang mestinya dijauhi oleh seorang
pemimpin, beliau berkata, “Penguasa adalah orang yang jauh lebih utama
untuk mewaspadai dan berhati-hati dari semua itu. Sebab, ada sangat
banyak orang yang menginginkan dirinya, sebagaimana pasar yang
didatangkan kepadanya semua yang laris di dalamnya. Setiap orang yang
menemuinya pasti ingin dekat dengannya, entah melalui ucapan maupun
tindakan; entah ingin mengejar kedudukan, memanfaatkan peluang, atau
berhati-hati agar tidak terkesan melawan. Jika saja akal sehat tidak
menghalangi mereka dan agama pun tidak menahan mereka, mereka pasti
merajalela dalam kemunafikannya, lalu berkhianat dan melakukan
praktek-praktek kotor.”
Maka, jika Anda seorang pemimpin dan kebingungan menyaksikan
orang-orang di sekitar Anda, segeralah berkaca. Sadarilah, bahwa Anda
tidak ubahnya pasar. Komoditas apa pun yang laku dan mudah didapatkan di
sekitar Anda, pasti akan semakin ramai berdatangan. Semakin besar kuasa
dan pengaruh yang Anda miliki, semakin besar pula apa yang berdatangan
kepada Anda. Jika Anda seorang pemimpin yang jujur, maka para penipu
akan kehilangan pasar dan dagangannya tidak mungkin laku. Sebaliknya,
jika Anda adalah penipu, maka orang-orang jujur pasti kehilangan
pelanggan dan segera menyingkir.
Adapun bagi rakyat biasa, kaidah ini bisa menjadi metode untuk
mengenali calon-calon pemimpin dan meneropong para pemimpin yang tengah
menjabat. Sebagaimana pasar ikan pasti dipenuhi oleh pedagang dan
pembeli ikan, maka – kemungkinan besar – pemimpin yang korup juga akan
dikelilingi oleh para koruptor, atau mereka yang menyukai korupsi.
Secara psikologis, manusia cenderung berteman dengan orang yang sealiran
dan sepemikiran. Jika para koruptor telah berkumpul, mereka akan
bahu-membahu untuk memuluskan agenda korupsinya, sehingga sangat rapi
dan sulit dibuktikan. Di dekat pemimpin semacam ini, hanya sedikit orang
jujur yang lolos dari jerat-jerat mautnya. Biasanya, kelompok kecil ini
akan menghadapi aneka tekanan dan isolasi yang menyengsarakan.
Dalam konteks lebih luas, kaidah ini juga bisa menjadi bahan
muhasabah, merenung dan mengintrospeksi diri. Pada hakikatnya, para
pemimpin adalah bagian dari masyarakat kita sendiri. Sebelum tampil
berkuasa, mereka adalah orang-orang biasa seperti kita. Mengapa mereka
sangat cepat berubah? Samar-samar sebenarnya kita juga patut
menyangsikan diri kita sendiri. Bila saja posisi dan kesempatan yang ada
di tangan mereka diserahkan kepada kita, dapatkah kita selamat? Di
titik ini, setiap orang mestinya tunduk memohon perlindungan kepada
Allah, bukannya mengangkat muka dan menepuk dada.
Para ulama terdahulu berpandangan bahwa tampilnya pemimpin yang buruk
adalah hukuman Allah atas dosa dan kesalahan mereka. ‘Abdullah bin Bakr
as-Sahmi (Atba’ Tabi’in, w. 208 H) berkata, “Semoga Allah memperbaiki
kita dan para pemimpin kita, karena sesungguhnya kerusakan mereka adalah
akibat dari dosa-dosa kita sendiri.” (Riwayat al-Khatthabi dalam
al-‘Uzlah no. 232).
Artinya, kelahiran pemimpin yang buruk sebenarnya mencerminkan
kegagalan sebuah generasi dalam mendidik anak-anaknya. Untuk
menyikapinya, kewajiban amar ma’ruf nahi munkar memang tetap dijalankan
semaksimal mungkin, tetapi mereka tidak menyarankan pemberontakan.
Solusinya adalah ishlah (reformasi) masyarakat secara utuh dan simultan.
Mereka pun tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi memperbaiki diri
agar kelak bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih baik.
Bagaimana pun, pemimpin hebat seperti Shalahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad
Al-Fatih hanyalah representasi sebuah generasi yang terdidik dengan
baik, sebab di belakang mereka telah berdiri ribuan muslim-mujahid yang
berbaris rapi di bawah satu komando. Mereka tidak berarti apa-apa jika
hanya sendirian. Kini, kita telah menyaksikan semua tingkah-polah para
pemimpin kita. Belum tibakah saatnya untuk meluruskan hidup dan
memperbaiki diri? Wallahu a’lam
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
January 04, 2014
sumber : rol
posted by @Adimin
Gubernur Sumbar Ikut Antrian, urus SIM di kantor Polisi
pkspadang.com: Sudah menjadi ketentuan hukum setiap pengguna kendaraan bermotor
memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Begitu juga dengan Gubernur Sumatra
Barat (Sumbar) Irwan Prayitno yang harus datang langsung ke Polresta
Padang untuk mengurus SIM A dan C.
Kedatangan gubernur di kantor polisi, Jumat (3/1) sempat membuat kaget sejumlah petugas di jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Padang. Betapa tidak, kunjungan tersebut memang dilakukan secara mendadak usai gubernur menghadiri acara Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag yang ke-68. Kontan saja, sang gubernur berbaur dengan masyarakat lainnya yang memang sedang mengurus SIM. Termasuk menunggu antrean panggilan dari petugas untuk pendataan sidik jadi dan pemotrean.
Menurut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengurus SIM A dan C, karena dalam keseharian, dirinya sering mengenderai mobil maupun sepeda motor. Kedatangannya ke Polresta Padang juga sekaligus memantau kondisi masyarakat secara lebih dekat. Hal ini dilakukan agar lebih leluasa berdialog dan melihat kondisi yang riil apa-apa yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. " Tanpa mesti memakai atribut dan fasilitas seorang gubernu," ujarnya.
Menurutnya, tak hanya masyarakat, semua aparat termasuk seorang Gubernur mesti taat aturan lalu lintas. Santun mengendarai kendaraan di jalan raya dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. " Kita semua bertanggung jawab terhadap risiko kecelakaan dan kemacetan.Sesungguhnya telah berikhtiar menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya," tegasnya.
Kedatangan gubernur di kantor polisi, Jumat (3/1) sempat membuat kaget sejumlah petugas di jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Padang. Betapa tidak, kunjungan tersebut memang dilakukan secara mendadak usai gubernur menghadiri acara Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag yang ke-68. Kontan saja, sang gubernur berbaur dengan masyarakat lainnya yang memang sedang mengurus SIM. Termasuk menunggu antrean panggilan dari petugas untuk pendataan sidik jadi dan pemotrean.
Menurut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengurus SIM A dan C, karena dalam keseharian, dirinya sering mengenderai mobil maupun sepeda motor. Kedatangannya ke Polresta Padang juga sekaligus memantau kondisi masyarakat secara lebih dekat. Hal ini dilakukan agar lebih leluasa berdialog dan melihat kondisi yang riil apa-apa yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. " Tanpa mesti memakai atribut dan fasilitas seorang gubernu," ujarnya.
Menurutnya, tak hanya masyarakat, semua aparat termasuk seorang Gubernur mesti taat aturan lalu lintas. Santun mengendarai kendaraan di jalan raya dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. " Kita semua bertanggung jawab terhadap risiko kecelakaan dan kemacetan.Sesungguhnya telah berikhtiar menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya," tegasnya.
sumber : rol
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 03, 2014
Ka'bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah Sang Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam dalam melaksanakan shalat, dari manapun semua ibadah shalat menghadap ke kiblat ini.
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Makkah Adalah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Makkah atau Greenwich ?
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah , membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Greenwich di UK adalah tempat asal Greenwich Mean Time (GMT) sejak tahun 1884. GMT kadang disebut Greenwich Meridian Time karena diukur dari garis Greenwich Meridian Line di Institut Observatoru (the Royal Observatory) di Greenwich. Greenwich adalah patokan zona-zona waktu dunia yang saat ini masih digunakan. nah, ini tambahan dari saya, Imam Ja’far bersabda: Ka’bah diberi nama Ka’bah karena ia adalah pusat dunia.(wasail syiah- kalo ga salah, tapi yang pasti ana pernah menemukan ini) wahai umat islam harusnya penghitungan waktu kita, bukan dari greenwich, tapi dari ka’bah.
Bayangkan jika titik nol nya bukan dari greenwich tapi dari ka’bah,?!! Jelas penghitungan waktu kita tidak seperti sekarang. lebih dalam lagi, persoalan sholat jumat. jika hari ini kita sholat Jumat di Indonesia sementara di Arab saudi masih hari Kamis dalam hitungan GMT, padahal kita dilarang mendahului Imam. maka harusnya mulai sekarang kita sholat jumatnya hari sabtu dalam hitungan GMT.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, '
Angka 1.618 di dalam matematika, dikenal sebagai Bilangan Fibonacci, yang didefinisikan dengan rumus sebagai berikut:
3. Tubuh Manusia
Hubungan Makkah dan Bilangan Fibonacci, dalam Al Qur’an
1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.
Perenungan Sintesa :
Kesimpulan
Agama Islam tidak mengajarkan hal-hal yg demikian.. Semoga bermanfaat...
Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka'bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :
PERCAYA ATAU TIDAK NYA, TERGANTUNG PADA IMAN KALIAN MASING-MASING
KADANG ORANG TIDAK PERCAYA AKAN ADANYA KEBERADAAN JIN/SETAN/MAHLUK HALUS SEBELUM IA DAPAT MELIHAT ATAU MERASAKANNYA SENDIRI.
TIDAK SEMUA KEJADIAN DI ALAM SEMESTA INI DAPAT DIHITUNG DENGAN ANGKA ATAU SECARA MATEMATIS...
posted by @Adimin
FAKTA ILMIAH - Inilah Rahasia Ka'bah Yang Disembunyikan Oleh Media
Written By Sjam Deddy on 03 January, 2014 | January 03, 2014
Ka'bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah Sang Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam dalam melaksanakan shalat, dari manapun semua ibadah shalat menghadap ke kiblat ini.
Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia (QS. Al-Ma’idah: 97)
Istilah
Ka'bah adalah bahasa al quran dari kata "ka'bu" yg berarti "mata kaki"
atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. QS al-Ma'idah 5:6
dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dengan "Ka'bain" yg berarti 'dua
mata kaki' dan ayat QS al-Ma'idah 5:95-96 mengandung istilah 'ka'bah'
yang artinya nyata "mata bumi" atau "sumbu bumi" atau kutub putaran
utara bumi.
Neil
Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet
Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika
Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar
angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi
ternyata menggantung di area yg sangat gelap, siapa yang
menggantungnya ?."
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah
melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat
di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah
radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini
terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut
masih berlanjut terus.
Para
peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik
dan menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam
akhirat.

Makkah Adalah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk
tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia
mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak
masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya
untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
Setelah
dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh
program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan
variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan
apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.
Ia
menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai
titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan
pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar
benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar
Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang
sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi
lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah
menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi
terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di
sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke
arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
Studi
ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk
membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi
ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.
Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam al-Qur'an al-Karim sebagai berikut:
'Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..' (QS asy-Syura 26: 7)
Kata
'Ummul Qura' berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di
sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan
yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu
(ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.
Sebagaimana
seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan
sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian
ini. Selain itu, kata 'ibu' memberi Makkah keunggulan di atas semua kota
lain.
Makkah atau Greenwich ?
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada
banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan
wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak
melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika
mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu
Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui
waktu shalat.
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah , membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Greenwich di UK adalah tempat asal Greenwich Mean Time (GMT) sejak tahun 1884. GMT kadang disebut Greenwich Meridian Time karena diukur dari garis Greenwich Meridian Line di Institut Observatoru (the Royal Observatory) di Greenwich. Greenwich adalah patokan zona-zona waktu dunia yang saat ini masih digunakan. nah, ini tambahan dari saya, Imam Ja’far bersabda: Ka’bah diberi nama Ka’bah karena ia adalah pusat dunia.(wasail syiah- kalo ga salah, tapi yang pasti ana pernah menemukan ini) wahai umat islam harusnya penghitungan waktu kita, bukan dari greenwich, tapi dari ka’bah.
Bayangkan jika titik nol nya bukan dari greenwich tapi dari ka’bah,?!! Jelas penghitungan waktu kita tidak seperti sekarang. lebih dalam lagi, persoalan sholat jumat. jika hari ini kita sholat Jumat di Indonesia sementara di Arab saudi masih hari Kamis dalam hitungan GMT, padahal kita dilarang mendahului Imam. maka harusnya mulai sekarang kita sholat jumatnya hari sabtu dalam hitungan GMT.
GMT
merupakan perhitungan waktu yang digagas oleh para penjajah /neo
imperialis pada zaman dahulu, apabila sudah tidak sesuai dan ditemukan
fakta-fakta baru harusnya kita berubah ke arah yang benar. Seperti
halnya Teori Evolusi yang sudah sangat banyak dibantah para ahli
kebenaranya. Tetapi hal yang sulit untuk kita sebagai manusia adalah
mengakui kebenaran dan merubah ke arah yang benar....
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, '
Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.'(QS ar-Rahman 55:33)
Kata
aqthar adalah bentuk jamak dari kata 'qutr' yang berarti diameter, dan
ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari
ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter
lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi).
Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah
juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain
itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat
Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh
bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)
Letak Geografis Kota Makkah dan Misteri Bilangan Fibonacci 1.618
Jika
kita mengukur jarak Kota Makkah ke arah Kutub Utara, diperoleh angka
7631.68 km, sedangkan jika ke arah Kutub Selatan, diperoleh angka
12348.32 km. Apabila kedua angka tersebut kita diperbandingkan :
12348.32 km / 7631.68 km = 1.618
Angka 1.618 di dalam matematika, dikenal sebagai Bilangan Fibonacci, yang didefinisikan dengan rumus sebagai berikut:
Penjelasan:
Barisan ini berawal dari 0 dan 1, kemudian angka berikutnya didapat dengan cara menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya.Dengan aturan ini, maka barisan bilangan Fibonaccci diperoleh :0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946…Barisan bilangan Fibonacci dapat dinyatakan sebagai berikut:Fn = (x1n – x2n)/ sqrt(5)dimana :
- Fn adalah bilangan Fibonacci ke-n
- x1 dan x2 adalah penyelesaian persamaan x2-x-1=0
Perbandingan antara Fn+1 dengan Fnhampir selalu sama untuk
sembarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap. Perbandingan itu disebut Golden Ratio (Rasio Emas) yang nilainya mendekati 1,618.
Sumber : Keajaiban “Angka Tuhan”, Rumus Keindahan yang Diciptakan di Alam (Harun Yahya),Kebenaran Qur’an : Rahasia Ka’bah dan Golden Ratio, Bilangan Fibonacci “Misteri Angka Tuhan” dan Rahasia Mekah & Angka 1.618
Fakta-Fakta Bilangan Fibonacci
1. Jumlah Daun pada Bunga (petals)
Mungkin
sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah
bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut
deret fibonacci. contohnya:
- jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
- jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
- jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
- jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
- jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
- jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
- jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
- jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
- jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
- jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
- jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
- jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
Ingin lihat buktinya? silahkan diamati beberapa gambar berikut :
2. Pola Bunga
Pola bunga juga menunjukkan adanya pola fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari.
Dari titik tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya mengikuti deret fibonacci.
3. Tubuh Manusia
Hubungan
kesesuaian “ideal” yang dikemukakan ada pada berbagai bagian tubuh
manusia rata-rata dan yang mendekati nilai rasio emas dapat dijelaskan
dalam sebuah bagan umum sebagaimana berikut:Nilai perbandingan M/m pada
diagram berikut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618
Contoh pertama dari rasio emas pada tubuh manusia rata-rata adalah jika
antara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit, maka tinggi
seorang manusia setara dengan 1,618 unit. Beberapa rasio emas lain pada
tubuh manusia rata-rata adalah:
Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku,
Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala,
Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.
Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala,
Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.
Hubungan Makkah dan Bilangan Fibonacci, dalam Al Qur’an
Jika jumlah seluruh huruf dalam QS. Ali Imran (3) ayat 96, yang berjumlah 47, dibagi angka Fibonacci 1.618, di dapat…
47/1.618 = 29
Dimana angka 29, merupakan jumlah huruf dari pangkal ayat sampai kepada kata Bakkah (Makkah)…
Ayat
3:96 itu terdiri atas 47 huruf mati, kata Bibaka (Mekkah) pada ayat ini
berakhir di huruf ke 29, sesudah kata Bibaka masih ada 18 huruf lagi,
sehingga seluruhnya 47.
ا ء ن ن ا ء و و ل ب ي ت و ض ع ا ل ل ن ن ا س ذ ي ب ب ك ك ة م ب ا ر ك ا و ه د ى ل ل ل ع ل م ي ن
ayat
ini sering dipakai untuk menunjukkan Ka’bah di Mekkah memiliki
pendekatan ke rasio emas. Rumus fibonnaci (a+b)/a=1+(b/a), inisialkan
a=29, b=18. didapat hasil
(29+18)/29=1+(18/29) >> 1.621=1.621.
Cara
lain untuk mengetahui rasio Ka’bah di Mekah yaitu dengan dengan
menggunakan koordinat geografi: Menurut peta Google earth Ka’bah berada
di posisi 21˚,25 menit,20 detik lintang utara atau dengan kata lain:
Ka’bah berada di koordinat 21˚ (25/60)= 21,422˚LU/dari equator. Jarak
dari Ka’bah ke Kutub Utara adalah 90˚-21˚422=68,578˚. Jarak dari Ka’bah
ke Kutub selatan adalah 90˚+21˚422=111˚422.
Dari nilai ini bisa kita hitung rasio koordinat ini yaitu:
(a+b)/a=1+(b/a)
(111˚422+68,578˚)/111˚422=1+(68˚578/111˚422) >> 1,6155=1,6155
Dari
dua cara ini didapat hasil yang berbeda-beda, tetapi bisa diketahui
kalo rasionya berada di antara 1,6155 hingga 1,621. Untuk mendapat
pendekatan tunggal, ambil Nilai rata-rata kedua rasio ini adalah:
(1,6155+1,621)/2=1,61825.
Berdasarkan perhitungan matematis,
Ka’bah
yang di Makkah memang benar berada di lokasi yang memiliki pendekatan
ke rasio emas, sementara kota Mekkah sendiri berada di koordinat yang
menghasilkan rasio emas.
Yang
pernah belajar rasio emas tentu tahu bahwa rasio emas itu nilainya
memiliki pendekatan ke 1,618. Paham dong arti kata pendekatan, berarti
mendekati ya tidak mesti harus berada di angka tersebut.
Yang
pernah belajar Fibonacci tentu tahu betul bahwa sesuatu itu disebut
memiliki rasio emas jika perbandingan bagian terpanjang/bagian terpendek
itu mendekati 1,618, menurut deret rasio emas, 2/1,3/2,dan 5/3 juga
termasuk rasio emas, semakin besar angkanya, rasionya semakin mendekati
1,618.
Klaim
Ka’bah di Makkah memiliki rasio emas adalah sesuatu yang benar, karena
dihitung dengan cara apapun memang menghasilkan angka yang mendekati
rasio emas/golden ratio.
Sesungguhnya
rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah)
yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh
alam
(QS. Ali Imran (3) ayat 96)
(QS. Ali Imran (3) ayat 96)
INILAH HUBUNGAN ANTARA KA'BAH KIBLAT DAN KIAMAT
Kita Kadang bertanya kenapa sholat wajib menghadap kiblat?
trus kenapa berdoa di area Ka'bah lebih Abdol atau di ijabah.?
karena rumah ibadah yang pertama diberkahi Allah SWT adalah Ka'bah.

1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.
Gejala penyimpangan magnet jarum di sekitar arus listrik membuktikan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet.

Medan
magnet yang ditimbulkan arus listrik dapat diterangkan melalui aturan
atau kaidah berikut. Anggaplah suatu peng- hantar berarus listrik
digenggam tangan kanan. Jika arus listrik searah ibu jari, arah medan
magnet yang timbul searah keempat jari yang menggenggam. Kaidah yang
demikian disebut kaidah tangan kanan menggenggam.
2. Dengan
pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus
berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh
terbalik arah, searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat
4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi
4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi
Perenungan Sintesa :
- Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.
- Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.
- Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).
Kesimpulan
- Sholat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin
- Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).
- Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu/ Kabah seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.
- Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya, dan umat manusia adalah .
- Ingat, amalan seorang manusia pada hari akhir/perhitungan amal adalah shalatnya
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)
Ini
sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan
para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih
mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta
dengan penuh kesempurnaan tidak dengan
main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang
Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi
sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di
atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan
mendukungnya. Dan mau berpesan bwt kalian tolong jangan membawa-bawa
embel agama islam seperti memakai peci/kerudung/aksi teroris dengan
membunuh manusia lainnya, atau ketika kalian berbuat kekerasan/perilaku
negatif lainnya .
Agama Islam tidak mengajarkan hal-hal yg demikian.. Semoga bermanfaat...
Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka'bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :
- Ka'bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka'bah suatu hari nanti)
- Jika Pusat Bumi Bergeser, Akan Banyak Kekacauan di bumi seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu, waktu terasa semakin cepat berganti, dan segala dosa lainnya dimuka bumi, bencana alam.
- Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Mulai Ditinggalkan, Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama.
- Dajjal akan muncul dari Ashbahan dan akan menelusuri muka bumi. Tidak ada satu negeri pun melainkan Dajjal akan mampir di tempat tersebut. Yang dikecualikan di sini adalah Makkah dan Madinah karena malaikat akan menjaga dua kota tersebut. Dajjal tidak akan memasuki kedunya hingga akhir zaman.
- Kiamat akan semakin dekat jika Manusia tidak takut lagi akan DOSA dan tidak tertarik dengan SURGA
- Tidak peduli makanan yg dimakan halal ataukah haram
- Sudah tidak peduli dengan harta yg diperoleh untuk dirinya sendiri atau menafkahi keluarganya apakah halal/haram, tidak peduli makanan yg masuk ke tubuh halal/haram
- Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana petunjuk Allah Disempurnakan dari umat Nabi Ibrahim SAW, Nabi Musa SAW hingga Muhammad saw, Nabi Isa SAW menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Muhammad SAW menyempurnakan keduanya Dengan Al Qur'an. Hingga Kalian mengerti bahwa kita dulu adalah umat yang satu.
Masih Ragu atau Mau Bilang Hoax ?
- Bawa Kompas ke dekat Kabah, apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub. Suatu saat mungkin akan bergeser.. maka bersiap-siaplah siapkan amal ibadah kalian didunia dari sekarang.
- Ungkapin keraguan kalian tersebut didekat ka'bah, gak usah diucapkan. cukup dalam hati. Malaikat-malaikat menjaga ka'bah disana hingga hari kiamat akan tiba
- Mungkin Allah SWT akan memberikan jawabannya pada kalian disana
PERCAYA ATAU TIDAK NYA, TERGANTUNG PADA IMAN KALIAN MASING-MASING
KADANG ORANG TIDAK PERCAYA AKAN ADANYA KEBERADAAN JIN/SETAN/MAHLUK HALUS SEBELUM IA DAPAT MELIHAT ATAU MERASAKANNYA SENDIRI.
TIDAK SEMUA KEJADIAN DI ALAM SEMESTA INI DAPAT DIHITUNG DENGAN ANGKA ATAU SECARA MATEMATIS...
Wallahu A'lam Bishawab ..
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
(QS. Shad Ayat 29)
Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran
setelah beberapa waktu lagi.
(QS. Shad Ayat 87-88)
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
Ilmu dan Islam,
TOPIK PILIHAN




