Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 02, 2014
posted by @Adimin
Gen AMPM Siap Gerakkan Pemuda Dukung Anis Matta
Written By Anonymous on 02 March, 2014 | March 02, 2014
Jakarta–Di mana Anda biasa menemukan kumpulan pemuda tiap Jumat malam? Mungkin di bioskop atau mall. Tapi Jumat malam tadi (28/2), sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Gen AMPM, berdiskusi bersama Anis Matta, di Ibis Hotel, Jakarta. Para pemuda ini merupakan perwakilan AMPM dari 34 provinsi se-Indonesia.
Dalam acara bertajuk ‘Why Anis Matta?’ ini, banyak terlontar pertanyaan kritis seputar majunya Anis di bursa calon RI 1. Seorang relawan Gen AMPM bertanya tentang ‘modal’ Anis untuk nyapres, apakah yakin bisa menarik massa, mengingat PKS sedang dirundung musibah.
Anis menjawab, ada satu hal yang bisa membuat seseorang terus bekerja di bawah tekanan. Hal itu adalah keyakinan. Maka menurut Anis, jawaban atas pertanyaan itu, bisa diukur dari sebesar apa keyakinan Gen AMPM bahwa dirinya adalah pilihan yang tepat.
“Kalau orang tidak melihat keyakinan itu dalam diri Anda, bagaimana Anda bisa meyakinkan mereka?” tanya Anis retoris.
Namun Anis mengingatkan, keyakinan bukan bekal yang cukup di dunia politik. Adanya obsesi, kecintaan untuk mewujudkan obsesi itu, dan peta untuk meraih obsesi itu, adalah tiga hal yang menjadi karcis masuk ke dunia politik.
“Politik itu ibarat hutan belantara. Mudah dimasuki, namun keluarnya tidak diketahui, karena menyesatkan. Kalau masuk tanpa kesadaran, tanpa peta, dan tanpa passion, orang bisa tersesat,” tutur Anis.
Oleh karena siapa pun bisa terjun ke belantara politik, Anis yakin orang biasa pun bisa masuk dan melakukan hal-hal luar biasa untuk negeri ini. Kurang populer atau berkantong tipis, itu bukan masalah, asal dia bisa mengakalinya.
“Ada teori sederhana yang saya lakukan. Pertama, berpikir dengan cara atau hal-hal yang tidak dipikirkan orang lain. Kedua, maksimalkantools yang kita punya. Misalnya, jika dari delapan tools, kita hanya punya empat, maka maksimalkan yang empat itu,” papar Anis.
Konsep Anis ini mendapat sambutan positif dari peserta acara. Seorang peserta mengungkapkan, salah satu hal yang membuat dia bergabung menjadi Gen AMPM adalah ide-ide Anis Matta, yang meski idealis, namun logis dan terukur. Peserta lain mengungkapkan, tidak banyak politisi yang bisa masuk ke kalangan pemuda, dan Anis Matta merupakan bagian dari yang sedikit itu. Oleh karena itu, para pemuda ini menyatakan keyakinan dan kesiapan mereka untuk mendukung Anis Matta, dengan menggerakkan lini pemuda di provinsi masing-masing. [dnh/Anismatta.net]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 02, 2014
posted by @Adimin
Kisah Pembaca Buku Anis Matta: Dulu Benci, Sekarang Jatuh Hati
Dari mata turun ke hati. Dulu benci, sekarang jatuh hati. Ungkapan itu kiranya dapat mewakili kisah Andika Nafka Razak, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Anis Matta.
Mulanya Andika memang tak tertarik dengan PKS. Gencarnya pemberitaan negatif tentang politik, membuatnya punya anggapan miring tentang partai politik (parpol). Semua parpol dipukul rata, yaitu semuanya buruk.
“Dulu, di awal-awal kuliah, saya sering melihat berita negatif mengenai parpol, mulai dari tingkah di parlemen sampai dengan perilaku korup. Ini membentuk paradigma berpikir saya bahwa semua parpol tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Pandangan seperti itu bertahan sampai beberap waktu. Hingga di sebuah kegiatan kampus, Andika mendapat softcopy buku Mencari Pahlawan Indonesia karya Anis Matta. Ia pun membacanya, tanpa tahu tentang sosok Anis Matta.
Selesai membaca, pria yang berdomisili di Bandar Lampung itu mendapat pencerahan. Ternyata, orang biasa pun bisa menjadi pahlawan. Syaratnya, orang yang mau jadi pahlawan itu harus rela berkorban.
“Dari buku itu, saya mendapat gambaran tentang perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Mereka tidak kenal lelah dalam menegakkan agama Allah. Dari situ saya mendapat pelajaran bahwa menjadi pahlawan merupakan jalan yang mengorbankan waktu, harta, nyawa, jiwa, dan cinta,” jelasnya.
Sejak itu, pria yang juga hobi bela diri taekwondo ini mencari tahu tentang sosok Anis Matta. Hasil dari pencarian itu cukup mengejutkan dirinya. Ternyata, penulis buku yang menginspirasinya itu adalah orang politik. Lebih spesifik lagi, ternyata Anis Matta adalah seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Mau tidak mau, akhirnya Andika mencari tahu tentang PKS. Setelah mempelajari benar-benar tentang PKS, ia pun jatuh hati. Di matanya, PKS bukan tanpa kesalahan, namun partai ini masih relatif lebih baik dibanding yang lain. Ia pun mantap menetapkan pilihan pada PKS.
“Semoga Pak Anis terus menginspirasi anak-anak muda melalui tulisan dan tindakan yang baik. Sekarang, saya percaya pada PKS. Saya akan mendukung siapapun yang dicalonkan oleh PKS. Jika Anis Matta dicalonkan sebagai capres dari PKS, saya akan mendukungnya,” pungkasnya.[anismatta.net]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 02, 2014
posted by @Adimin
Cerita Komunitas Vespa Cegat Anis Matta di Rawamangun
Jakarta - Komunitas vespa Kalong Hideung punya cerita soal mencegat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Komunitas ini memang mendukung pencapresan Anis Matta di 2014.
Aksi 'cegat' ini dilakukan ketika Anis hendak menghadiri acara konsolidasi tim pemenangan pencapresan di IS Plaza, Jl Raya Pramuka, Jakarta Timur, kemarin (1/3). "Saat keluar tol di Rawamangun kita setop mobilnya," ujar anggota komunitas Kalong Hideung, Rasto saat dihubungi, Minggu (2/3/2014).
Anis yang saat itu menaiki Alphard langsung membuka kaca mobilnya. Seketika itu menurut Rasto, Anis bersedia naik vespa modifikasi buatan komunitas.
"Turun dari mobil dia naik vespa kita," ujarnya.
Rombongan pemotor vespa termasuk komunitas pengendara motor Thunder melaju ke lokasi acara. Rasto menyebut komunitasnya memang mendukung Anis Matta.
"Kita pernah kopi darat bersama Pak Anis, jadi ada kedekatan antara komunitas kami dengan dia," imbuh kader PKS ini.
Bagi komunitas yang bermarkas di Pademangan, Jakut ini, sosok Anis bisa dibilang merakyat. Anis menurut Rasto cukup ramah terhadap banyak orang termasuk anak muda. "Kita dukung dia secara personal," kata dia.
Rencananya Kalong Hideung dalam waktu dekat akan mengadakan touring bersama Anis. "Masih direncanakan untuk jarak dekat Bogor-Puncak. Kita sekalian sosialisasi pencapresan Anis," tuturnya. [detik]
Label:
REFLEKSI,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 28, 2014
posted by @Adimin
Antara Beras, Kotorannya dan PKS
Written By Anonymous on 28 February, 2014 | February 28, 2014
![]() |
| Ilustrasi: Ibu-Ibu Menampi Beras |
Beras adalah salah satu bahan makanan pokok di berbagai negara di Benua Asia, termasuk Indonesia. Bisa menjadi bahan penganan kue namun lebih dikenal menjadi nasi sumber energi dan segala jenis zat-zat bermanfaaat untuk kesehatan, kekuatan tubuh dalam melaksanakan berbagai aktifitas.Tapi dalam kesempatan ini, saya ingin bercerita tentang beras dari sisi filosofi.
Kami para kader dakwah yang bersatu di PKS, laksana kumpulan butir-butir beras. Siap setia bersama dan berkorban untuk menjadi satu kekuatan besar, membuat perbaikan-perbaikan di negeri ini. Menjadi Bangsa yang bermarwah. Negara Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Atau negara yang adil dan makmur yang diberkati serta diampuni Allah. Dimana yang berhak akan mendapat haqnya, yang berkewajiban akan melaksanakan kewajibannya dan yang berbuat baik akan mendapat anugerah sebesar kebaikkannya. Masyarakat minoritas pun terlindungi dengan aman.Tidak ada lagi kezholiman.
Kembali kepada beras. Saya teringat Almarhummah Emmak di kampung dahulu. Sebelum beras ditanak menjadi nasi, terlebih dahulu beras ditampih dengan tampah terbuat dari anyaman bambu. Berulang-ulang agar sekam dan sampah berterbangan keluar. Bermakna ada beberapa oknum yang terlontar keluar dengan mudah dari Jama'ah PKS.
Selanjutnya Emmak akan meletakkan tampah tersebut, lalu mengutip batu-batu halus dan sejenisnya kemudian mencampakkannya keluar. Ini bermaksud, ada juga oknum nakal yang akhirnya harus dipaksa keluar dari Jama'ah PKS dengan munculnya berbagai peristiwa bahkan diluar dugaan. Tentu semuanya cara Allah yang kadang kala kita sendiripun tidak mengerti.
Beras harus tetap bersama dengan beras. Selainnya harus terpisah dan berpisah. Termasuk juga debu-debu yang melekat pada beras. Karena setelah itu, Emmak akan mencuci beras berulang kali hingga bersih. Setelah itu baru siap untuk ditanak menjadi nasi. Menjadi sumber kekuatan mencapai Rahmatan lil 'Alamin. Tetap Istiqomah. Semoga PKS berjaya di negeri ini. Allah Akbar...!!!
Batam, 28 Februari 2014
[Antho Bandara]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 28, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta: Pemilu Ibarat Pesta, Hidangan Bervariasi Makin Asyik
Presiden PKS Anis Matta mengatakan Pemilu itu ibarat pesta, kalau hidangannya pesta jadi makin asyik dan hadirin juga makin semangat berpartisipasi.
" (Pemilu-red) saya ibaratkan pesta, kalau hidangannya bervariasi, pesta jadi makin asyik. Hadirin jadi semangat berpartisipasi. Nggak mungkin kan pesta hidangannya nasi goreng aja. Nasi goreng aja apa nasi goreng banget," ujar Anis melalui akun Twitternya@anismatta, Jum'at (28/2).
Menurut Anis, pemilu adalah pesta demokrasi. Pestanya rakyat. Perlu hidangan bervariasi, biar makin nikmat dan hadirin makin semangat.
Anis juga mengibaratkan Pemilu seperti toko yang etalasenya beranekaragam lebih menarik ketimbang toko yang polos-polos.
"Politik bukan butik, tapi karnaval. Rakyat harus bergembira," katanya.
Ibarat langit, lanjut Anis, walau bulan sudah terang, tapi bintang-bintang yang bikin indah.
"Bintang itu bisa jadi pedoman pelaut yang butuh arah. Apalagi di PKS, penetapan capres tidak elitis tapi melibatkan semua kader. Suara kader diperhitungkan, suara publik diperhatikan," ungkapnya.
Dengan tawaran yang beragam, siapa tahu yang belum punya pilihan jadi punya alternatif. Dari yang tadinya golput, bisa jadi golpil (golongan punya pilihan).
"Tugas partai menyajikan tawaran kepada publik. Namanya tawaran, tentu harus lebih dari satu, sehingga bisa dinilai dan dipertimbangkan," katanya.
Anis juga mengatakan, ada yang bertanya kenapa PKS umumkan capres sekarang di saat situasi tidak mnguntungkan. Hasil survey, posisi PKS rendah, karena masalah hukum.
"Saya optimis, saya jawab, mengapa tidak?? kader-kader bekerja terus, di beberapa pilkada PKS dapat kepercayaan menjadi gubernur, walikota atau bupati," paparnya.[dm/pksnongsa.org]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 27, 2014
Kader PKS Non Caleg Ini Ikhlas Jual Rumah Tinggalnya
Written By Anonymous on 27 February, 2014 | February 27, 2014
SEMARANG - Jual harta benda pribadi untuk modal kampanye mungkin hal biasa. Calon anggota legislatif (caleg) memang perlu modal besar untuk sosialisasikan dirinya. Namun apa jadinya jikaada kader non caleg yang sampai rela menjual rumah tempat keluarganya berteduh untuk kampanye PKS? Dia makhluk langka!
Ini kisah nyata dari Mojoroto Jatinom, Sidoharjo, Wonogiri. Sebuah kabupaten di perbatasan Jawa Tengah. Faqih (38 tahun) ikhlas menjual rumah tempat tinggalnya untuk modal kampanye meraup 3000 suara PKS. Dia ingin partai dakwah ini menang di daerah pemilihannya di Sidoharjo. Pria sederhana ini tak rela jika PKS tak dapat kursi di Dapil 2 Wonogiri hanya karena masalah dana.
Faqih, bukanlah caleg. Bukan pula petinggi elit partai. Dia hanya seorang kader biasa. Seorang wiraswasta kecil yang penghasilannya tidak menentu. Ingin dirinya berinfaq untuk kemenangan partai dakwah ini, tapi apa daya tabungan pun tak ada. Hanya rumah yang ditinggali Faqih beserta istri dan empat anak, harta paling berharga yang dimilikinya.
Setelah berunding dengan istriya, SMS pun dilayangkan Faqih kepada pimpinan partai.“Pak, njenengan sampaikan k Pak Hadi (Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Jateng, Red) atau siapa kalau berkenan. Ane lg mau jual rumah dan pkarangane u kampanye PKS Pak yg d Mojoroto Jatinom. Harga pasaran 120 jt, tp mau aku jual 80 jt aja Pak, yg separo u kampanye sidoharjo Pak. Kondisi rumah skrg lengkap sangat layak pake, tanah 430 m2. Pengin iuran kampanya tp belum ada uang, biar ada 3000 suara u sidoharjo…”
Jika hasil penjualan rumahnya telah terkumpul, Faqih berniat menginfaqkannya untuk pemenangan PKS di kecamatan Sidoharjo yang masuk dalam Dapil 2 Wonogiri (Ngadirojo, Nguntoronadi, Girimarto, Jatipuro dan Sidoharjo).
Subhanallah.Benarlah firman Allah dalam QS. Al-Kahfi : 46:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا
”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”
Catatan redaksi:
Bagi Anda yang berminat membeli rumah Faqih sekaligus berinfaq bagi kemenangan PKS di Sidoharjo Wonogiri, dapat menghubungi redaksi PKS Jateng Online ke email: humaspksjateng@yahoo.com
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 27, 2014
Geng Motocross Gubernur Irwan Prayitno Datangi Pedalaman Sumbar
Sawahlunto(25/2)- Gubernur Irwan Prayitno tidak kehabisan akal untuk mengunjungi warganya yang berada di pedalaman Sumatera Barat. Bersama dengan “geng motocross” yang dipimpinnya, Irwan mengunjungi Desa Lumindai yang masuk dalam wilayah Kota Sawahlunto. Anggota geng ini terdiri dari Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sawahlunto, serta perwakilan dari TNI dan dari Polisi. Kebersamaan mereka dalam geng tersebut demi mengunjungi secara langsung Desa Lumindai.
Desa yang dikunjungi Gubernur belum memiliki jalan beraspal dan hanya bisa diakses melalui jalan setapak. Kendaraan yang umum digunakan, seperti mobil, sulit untuk menjangkau daerah tersebut. Menggunakan motocross yang dikendarai sendiri-sendiri, Irwan Prayitno, Ali Yusuf, dan jajarannya sengaja bersama-sama hadir ke Desa Lumindai untuk menginisiasi pembangunan jalan beraspal yang dibiayai oleh APBD Kota Sawahlunto.
Irwan Prayitno mengungkapkan pembangunan jalan tersebut membutuhkan dana 600 juta rupiah, yang mencakup pembelian bahan dan peralatan saja. Sedangkan, tenaga yang menyelesaikan pembangunan tersebut adalah warga sekitar, “Selama ini kita melihat banyak waktu yang terbuang percuma oleh masyarakat, sementara mereka hidup dalam kemiskinan. Untuk meningkatkan gairah ekonomi masyarakat, perlulah masyarakat meningkatkan jumlah jam kerja, dengan kegiatan ekonomi yang produktif,” ungkap gubernur yang diusung PKS tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Ali Yusuf juga mengajak masyarakat untuk ikut membangun jalan di daerah tersebut. “Kita selalu melakukan koodinasi dengan berbagai pihak selama ini. Dengan mengikutsertakan TNI dan Polisi dalam pembangunan jalan, kita akan terus meningkatkan pembangunan dengan dana APBD Kota. Untuk membuktikan perhatian tersebut, masyarakat mesti mau berusaha dan berkerja keras,” paparnya.
Selain berinteraksi langsung dengan warga, Geng motocross ini juga menyerahkan bibit-bibit pohon yang dapat ditanam di daerah dengan 31 titik longsor tersebut. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lunto Timur untuk mengunjungi Pondok Pesantren Ababil, satu-satunya pondok pesantren di Kota Sawahlunto. Mereka juga berinteraksi dengan warga sekitar Pondok Pesantren dan menyemangati mereka untuk mendukung pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 26, 2014
Jabar dan Sumbar Raih Penghargaan Pemprov Pengelola Anggaran Terbaik
Written By Sjam Deddy on 26 February, 2014 | February 26, 2014
Tim Evaluasi dan Pengawasan
Penyerapan Anggaran (TEPPA) memberikan penghargaan bagi kementerian dan
lembaga serta pemerintah provinsi yang mampu mengelola anggarannya
dengan baik pada 2013.
Ketua TEPPA, Kuntoro Mangkusubroto di Jakarta, Senin 24 Januari 2014 mengungkapkan, penilaian yang dilakukan bukanlah berdasarkan tingkat serapan anggaran. Namun, yang utama dinilai dari efektivitas dan efisiensi organisasi pelaksana dalam mengeksekusi anggarannya. "Hal tersebut menjadi kuncinya," kata Kuntoro.
Dia memaparkan, secara garis besar, kriteria penilaian kinerja yang menjadi penilaian antara lain, deviasi antara target dan capaian, besaran pagu anggaran, besaran belanja modal, karakteristik keluaran kegiatan, sebaran geografis pekerjaan, pelaksanaan e-procurement, hingga intensitas pelapor sebagai indikator.
"Poin-poin itu diberi pembobotan berdasarkan tingkat kepentingannya," ungkap dia.
Penilaian dilakukan berdasarkan skor 1-100 persen yang didapatkan kementerian dan lembaga atas kriteria yang telah ditetapkan. Penerima penghargaan tersebut yaitu:
Kategori Kementerian dan Lembaga
1. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan skor 82,4 persen (kinerja terbaik I).
2. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dengan skor 72,56 persen (kinerja terbaik II).
3. Lembaga Sandi Negara dengan skor 72,42 persen (kinerja terbaik III).
4. Badan SAR Nasional dengan skor 71,23 persen (kinerja memuaskan I).
5. Kementerian Agama dengan skor 70,95 persen (kinerja memuaskan II).
6. Kementerian Pertahanan dengan skor 70,62 persen (kinerja memuaskan III).
Kategori Pemerintah Provinsi
1. Kalimantan Timur dengan skor 80,86 persen (kinerja terbaik I).
2. Jawa Barat dengan skor 79,33 persen (kinerja terbaik II).
3. Jawa Timur dengan skor 76,88 persen (kinerja terbaik III).
4. Kepulauan Riau dengan skor 71,71 persen (kinerja memuaskan I).
5. Nusa Tenggara Barat dengan Skor 71,48 persen (kinerja memuaskan II).
6. Sumatera Barat dengan skor 70,84 persen (kinerja memuaskan III)
Ketua TEPPA, Kuntoro Mangkusubroto di Jakarta, Senin 24 Januari 2014 mengungkapkan, penilaian yang dilakukan bukanlah berdasarkan tingkat serapan anggaran. Namun, yang utama dinilai dari efektivitas dan efisiensi organisasi pelaksana dalam mengeksekusi anggarannya. "Hal tersebut menjadi kuncinya," kata Kuntoro.
Dia memaparkan, secara garis besar, kriteria penilaian kinerja yang menjadi penilaian antara lain, deviasi antara target dan capaian, besaran pagu anggaran, besaran belanja modal, karakteristik keluaran kegiatan, sebaran geografis pekerjaan, pelaksanaan e-procurement, hingga intensitas pelapor sebagai indikator.
"Poin-poin itu diberi pembobotan berdasarkan tingkat kepentingannya," ungkap dia.
Penilaian dilakukan berdasarkan skor 1-100 persen yang didapatkan kementerian dan lembaga atas kriteria yang telah ditetapkan. Penerima penghargaan tersebut yaitu:
Kategori Kementerian dan Lembaga
1. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan skor 82,4 persen (kinerja terbaik I).
2. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dengan skor 72,56 persen (kinerja terbaik II).
3. Lembaga Sandi Negara dengan skor 72,42 persen (kinerja terbaik III).
4. Badan SAR Nasional dengan skor 71,23 persen (kinerja memuaskan I).
5. Kementerian Agama dengan skor 70,95 persen (kinerja memuaskan II).
6. Kementerian Pertahanan dengan skor 70,62 persen (kinerja memuaskan III).
Kategori Pemerintah Provinsi
1. Kalimantan Timur dengan skor 80,86 persen (kinerja terbaik I).
2. Jawa Barat dengan skor 79,33 persen (kinerja terbaik II).
3. Jawa Timur dengan skor 76,88 persen (kinerja terbaik III).
4. Kepulauan Riau dengan skor 71,71 persen (kinerja memuaskan I).
5. Nusa Tenggara Barat dengan Skor 71,48 persen (kinerja memuaskan II).
6. Sumatera Barat dengan skor 70,84 persen (kinerja memuaskan III)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 26, 2014
>
posted by @Adimin
"PKS Dimata Masyarakat" | Testimoni Yang Bikin Nangis
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN,
VID
February 26, 2014
posted by @Adimin
Gen AMPM dari 34 Provinsi Siap Antarkan Anis Matta Jadi Presiden
Jakarta – Setelah terbentuk dan melakukan operasi senyap selama sekitar sebulan, Gen AMPM akhirnya muncul ke permukaan. Hal ini terkuak di acara Election Update bertema “PKS Di Mana-Mana, Di Mana-Mana PKS”, Selasa (18/2) lalu, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Henry Baskoro, tim sukses Anis Matta, mengonfirmasi validitas desas-desus yang selama ini berkembang tentang tim pemenangan Anis Matta. “Kami sudah terbentuk sekitar sebulan. Sejak terbentuk hingga pagi tadi, sebenarnya kami melakukan operasi senyap. Hari ini, karena Pak Pres (presiden PKS –red) meminta presentasi, terpaksa kami muncul ke permukaan,” tuturnya.
Ketika ditanya perihal makna AMPM, pria asal Jakarta itu tidak langsung menjawab. “Tentang makna, nanti ada penjelasannya di akhir. Yang jelas, kami telah merancang tahapan-tahapan yang harus dilalui sampai beberapa bulan ke depan, meliputi operasi di dunia nyata dan maya, keterwakilan di seluruh indonesia, dan menganalisis perkembangan politik di tanah air. Dan sejauh ini, kami sukses di semua tahapan itu,” ungkapnya.
Sementara Irwan Indra, Koordinator Pusat Gen AMPM, menerangkan progres timnya. “Sampai saat ini, kami telah memenuhi keterwakilan di seluruh Indonesia. Per hari ini, jumlahnya sudah mencapai sekitar 3000 orang. Jumlah itu insya Allah akan terus bertambah secara eksponensial,” katanya, sambil menunjukkan daftar nama dan nomor telepon koordinator Gen AMPM seluruh Indonesia.
“Kita memang bergerak di luar struktur partai. Pak Anis memang menginginkan seperti itu, supaya struktur partai tetap fokus pada pemenangan PKS di pemilu legislatif. Maka relawan-relawan yang kami kumpulkan, mohon maaf kepada para petinggi PKS yang hadir di sini, mayoritas bukan kader. Mereka adalah masyarakat biasa yang setuju dengan gagasan Pak Anis, dan mereka disebut sebagai ‘Gen AMPM’,” beber pria asal Jogjakarta itu, yang disambut takbir oleh peserta. (DLS/MFS/Anismatta.net)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 26, 2014
Ibu Cincu, Srikandi Humas Pertama Partai Keadilan di Sulsel
Pada apel siaga kader PKS se-Sulsel di Lapangan Hertasning (22/02), Presiden PKS, Anis Matta memanggil seorang ibu muda untuk naik ke atas panggung. Anis memperkenalkan bahwa perempuan yang akrab disapa Ibu Cincu ini adalah relawannya pada pemilu 1999 lalu, perempuan yang naik panggung ditemani anak laki-lakinya itu hanya tersenyum di hadapan ribuan kader PKS Sulsel. Banyak kader PKS yang tidak menjumpai pemilu tahun 1999 bertanya-tanya siapa gerangan Ibu Cincu dan bagaimana sepak terjangnya dalam agenda pemenangan pemilu tahun 1999 lalu. Untuk menjawab pertanyaan itu, tim media PKS Sulsel melakukan wawancara langsung dengan Ibu Cincu.
Sepak Terjang Dalam Bidang Humas
Pemilu tahun 1999 adalah moment bersejarah bagi perempuan bernama lengkap Wahidah Eka Putri itu. Banyak pengalaman yang tak terlupakan, mulai pengalaman unik, suka duka dan heroiknya memperjuangkan dakwah lewat Partai Keadilan (PK). Saat itu, Ibu Cincu masih tercatat sebagai mahasiswi tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, dia sudah memangku sebuah amanah di DPW PK Sulsel sebagai anggota tim Humas. Saat itu DPW PK diketuai oleh Surya Darma, dan Humas DPW PK diketuai Ali Arifin.
Sosok peramah ini adalah satu-satunya akhwat yang menjadi anggota tim Humas di Partai Keadilan Sulsel. Menurutnya, itulah sebabnya Anis Matta mengenal dirinya. “Saat itu jumlah kader masih sedikit, kita berbagi peran, saya diamanahkan masuk ke humas, satu-satunya akhwat.” kata Ibu Cincu.
Perempuan kelahiran 03 oktober 1974 ini mengaku bahwa menjadi Humas di tahun 1999 itu sangat menantang apalagi untuk ukuran Partai Keadilan yang saat itu baru seumur jagung. “Saat itu belum ada twitter, facebook seperti sekarang, mengundang media untuk meliput kegiatan Partai keadilan itu sangat susah. Disitulah tantangannya, bagaimana humas menghadirkan wartawan surat kabar, Televisi dan radio lokal untuk meliput acara kita.” Kenang ibu Cincu.
Menanggapi perkembangan humas PKS saat ini, ibu yang juga pengguna aktif sosial media itu mengaku sangat mengapresiasi seluruh humas PKS, karena bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. “Alhamdulillah melihat geliat dakwah di sosial media itu sangat positif.” Ungkapnya. Srikandi pertama humas Partai Keadilan Sulsel ini juga berpesan kepada humas PKS agar tidak kaku dalam berinteraksi dengan orang lain. “Sebagai humas kita tidak boleh kaku, harus cair, kesan ekslusif itu harus dihapuskan.” Pesan Ibu Cincu.
Jadi Relawan Anis Matta
Perumpuan yang berdarah campuran Bugis-Tionghoa itu ikut membersamai Anis Matta dalam sosialisasi sebagai caleg DPR-RI dapil 1 Sulsel. Dia menyertai Anis dalam anjangsana ke media-media lokal. “Saat itu Anis Matta belum menjadi siapa-siapa, dia bukan pejabat publik, jadi kemana-mana kita belum dikenal, termasuk saat kami kunjungan ke media.” Kata Ibu dari 3 anak ini.
Menjabat sebagai anggota tim Humas membuat waktu perempuan berpenampilan sederhana itu banyak tersita oleh kegiatan partai. Dia mengaku sering pulang malam karena agenda humas yang sangat padat. “Kami biasa rapat untuk merumuskan isu apa yang akan kita angkat ke media sampai larut malam.” Ungkapnya.
Pada pemilu 1999 dia masih berstatus lajang, menurutnya itu juga yang membuat waktunya lowong dalam agenda pemenangan. “Waktu itu masih lajang, kalau saat ini anak sudah tiga orang, jadi waktunya tidak lowong seperti dulu lagi.” Lanjut Perempuan berkacamata itu.
Beruntung saat itu Ibu Cincu dari keluarga yang berada, ayahnya menyiapkan fasilitas kendaraan berupa mobil untuk digunakan ke kampus, dengan mobil itu pulalah Ibu Cincu melaksanakan tugas dakwahnya sebagai humas.
Kisah Anis Matta dan Pengamen Losari
Sosok yang menamai dirinya Ibu Pembelajar ini mempunyai cerita unik tentang Anis Matta dan pengamen Pantai Losari. Menurutnya, Pria kelahiran Bone itu selalu memiliki ide-ide segar, contohnya pada tahun 1999 Anis Matta mengumpulkan pengamen Pantai Losari dan mengajarinya lagu Partai Keadilan, anak-anak itu kemudian mengamen di sepanjang pantai losari dengan menyanyikan lagu Partai Keadilan. “Jadi para pengamen itu menyanyikan lagu partai keadilan, Islam cinta keadilan, takkan takut akan rintangan.” Ungkap Ibu Cincu sambil menyanyikan lagu yang berjudul Islam Cinta Keadilan. Dia juga menceritakan tentang Anis Matta yang kadang ketiduran di mobil usai sosialisasi karena kelelahan. “Kadang pak Anis ketiduran di mobil, mungkin karena kelelahan sosialisasi.” Kenangnya.
Setiap kali datang ke Makassar dan berkunjung ke kantor DPW PK yang saat itu beralamat di jalan Maccini, Anis Matta selalu mengajak tim humas untuk keluar menyapa masyarakat di sekitar kantor. “Saya melihat bagaimana Anis Matta mengetuk pintu rumah warga dan memperkenalkan diri dari Partai Keadilan. Kami mengekor di belakang beliau turut menyapa masyarakat.” Kata Ibu Cincu dengan senyum dikulum.
Bersama Akhwat-Akhwat Tangguh
Bergabung dalam Partai Keadilan di awal-awal dakwah menggeliat membuatnya merasakan perjuangan para kader dalam sosialisasi dengan dana minim. Namun dia menyaksikan ketangguhan para akhwat yang rela berkorban untuk kerja-kerja dakwah, saat minim atribut karena terkendala dana, maka para akhwat mengumpulkan jilbab warna putihnya untuk disablon dengan logo Partai Keadilan. Menurutnya atribut seperti stiker dan bendera adalah barang mahal dan sangat susah didapat. “Kalau kita dapat stiker, ya Allah senangnya. Kita tempel dengan senang hati di rumah.” Kata Ibu Cincu mengenang perjuangannya di tahun 1999.
Jika ada event partai, akhwat yang jadi panitia konsumsi berkumpul pada malam hari untuk memasak konsumsi untuk acara besok, karena dana sangat kurang. “Dulu akhwat masak sendiri, sekarang alhamdulillah kan tidak repot lagi karena tinggal pesan catering jika ada event partai.” Lanjutnya.
Walaupun Partai Keadilan tidak lolos Electoral Threshold pada pemilu 1999 dan belum berhasil mengantar Anis Matta ke senayan, namun Wahidah Eka Putri tidak berputus asa. Saat PK harus berganti nama jadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tahun 2003, Ibu Cincu tetap setia hingga saat ini.
Saat dirinya dipanggil naik ke panggung oleh Anis Matta di acara apel siaga kader PKS Sulsel, Ibu Cincu mengaku kaget dan tidak menyangka bahwa Presiden PKS masih mengenal dirinya. “Saya tidak menyangka pak Anis Matta masih kenal saya.” Pungkas Ibu Cincu menutup ceritanya.
Begitulah dakwah mengajari kita untuk selalu mengenang kebaikan saudara seperjuangan, besar atau kecil kontribusi itu tidak akan sia-sia. [MN/Tim Media PKS Sulsel]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN






.png)


