pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

BRAVO PKS !

Written By Anonymous on 12 April, 2014 | April 12, 2014


"BRAVO PKS"

saya bukan kader PKS bahkan bukan pengurus PKS di tingkat manapun, tapi saya akui simpati kepada perjuangan PKS

berapa banyak anak muda di social media yang berkata hal yang sama dengan saya

puluhan? ratusan? jutaan?

tengoklah dengan kejujuran, berapa banyak wall (dinding) para anak muda di social media yang dihiasi dengan hal berbau PKS

baik itu di facebook maupun di twitterland

apakah mereka lakukan itu karena ada yang meminta? apa karena ada yang memerintahkan?

nama yang mereka buat di dalam akun socmed; adalah memakai nama asli bukan nama bohongan alias bukan seperti nama akun anonim bayaran yang hama demokrasi

jadi mereka memang 'diperintahkan' hati mereka untuk PKS

hati mereka lah yang telah memilih PKS dan itu tiada ada orang atau pihak yang meminta atau memetintahkan

kalau hati yang berbicara; maka militansi adalah hal yang pasti ada

tanpa dibayar dan tanpa diperintah

mereka para hati serta jantung PKS; bersedia siap siaga, siang dan malam dalam menjaga dan mengawal surat suara yang diperoleh PKS di TPS TPS sampai ke KPU pusat

ini sama persis ketika mereka tanpa dibayar dan diperintah; melakukan advokasi serta direct selling terhadap PKS di social media

generasi macam apakah itu?

ketika demokrasi memberi tontonan ketidakdewasaan lewat kecurangan kecurangan pemilu, serta praktek politik uang

fenomena anak muda simpatisan PKS bisa dijadikan sebuah patron pendidikan politik yang baik dan benar

bersama bersatu dalam jamaah untuk sebuah nama; PKS

dan ini urusan hati

panggilan hati menyebabkan mereka ikhlas melakukan apapun juga untuk PKS

karena mereka percaya masih memiliki harapan atas nasib bangsa ke depan

toh; yang mereka bela bukan partai paling korup di indonesia

toh; yang mereka perjuangkan bukan partai yang mengkhianati rakyatnya

bagi mereka; PKS adalah solusi kebangsaan

dan saya menganggap apa yang mereka perbuat dan lakukan adalah hal yang wajar dalam sebuah pilihan kehidupan

memilih sesuatu dengan logika mana pilihan terbaik buat bangsa ke depannya

yang justru ironis adalah adanya pihak pihak yang tidak suka dengan kebersamaan dan kesolidan mereka terhadap PKS

ironis; karena terkadang memakai logika berpikir negatif; dengan membawa kalimat kalimat kasar dan nama binatang

bukankah itu justru semakin memberi tanda yang jelas sebagai pemisah

yang satu adalah kubu memperjuangkan hati nuraninya atas pilihan ke PKS dan pantas lalu mereka bersama dan mensolidkan barisan

dan kubu yang lain adalah kubu yang benci dan dengki atas kebersamaan dan kesolidan para anak muda itu kepada PKS

harusnya publik bisa melihat dengan jelas; kubu mana yang benar dan kubu yang mana yang selalu termotivasi untuk menghancurkan

bravo PKS

"membangun barisan kuat itu kunci nya terletak pada hati, dan hati lah yang memanggil dan menyatukan pemikiran dan genggaman tangan mereka menjadi satu dalam barisan yang kuat dan kokoh; saling melengkapi satu sama lain dan tidak mudah terpisahkan"

-bang dw-


posted by @Adimin

"Dia (PKS) Memang Pantas Disebut Partai Paling Tangguh" | By @MustofaNahra

PKS Nongsa - 01. Sebelum menembus kemacetan Jakarta, sedikit share ah. Judulnya "Dia Pantas Disebut Partai Paling Tangguh" #Tangguh

02. Barusan buka2 google, tak ada satupun Parpol yang sukses memenuhi targetnya. Termasuk Partainya Jokowi yg paling tragis. #Tangguh

03. Jokowi menargetkan perolehan 35% suara Partainya di Pileg 2014. Target terbesar dibanding yg lain. #Tangguh http://t.co/8hxAUkE3KC

04. Ngapusi DKI dgn berniat meninggalkan Jabatan Gubernur yg dijanjikannya selama 5 tahun mengabdi, Jokowi gagal raih target. #Tangguh

05. Partai Demokrat punya target 15% Suara Pileg 2014. Didukung SBY secara full, Demokrat juga gagal. #Tangguh http://t.co/4E5ZcicCzP

06. SBY yg menjadi pujaan ribuan Ibu2 karena kegagahannya (??) Serta menduduki Presiden 10 tahun, gak berefek positif. Gagal. #Tangguh

07. Partai Golkar narget 30% suara Pileg 2014. Didukung uang, televisi & pengalaman ORBA, ternyata gagal. #Tangguh http://t.co/8DDCCxfpRb

08. SDM yg dimiliki Golkar tidak ada yg menyangsikan. Kantor, kekayaan, dan program Golkar saling melengkapi. Hebat. Tapi gagal. #Tangguh

09. Iklan Kampanye Golkar berjubel di televisi tiap hari. Tokoh2 Golkar rata2 dikenal publik dan populer. Tapi gagal pula. #Tangguh

10. Partai Hanura. Ada Wiranto, serta Harry Tanoe konglomerat besar penguasa media. Target 20% juga gagal. #Tangguh http://t.co/ZxwCvnS9D3

11. Padahal Wiranto dan Hary Tanoe betapa all outnya menopang citra Hanura ampe pakai nyamar2 di reality show MNC Group. Gagal. #Tangguh

12. Strategi Pencitraan dan Program, ketokohan, didukung kehebatan bisnis media HT, ternyata tak menolong. Gagal. #Tangguh

13. Dan....bentar ada tamu.

14. Partai Gerindra yg mengusung Prabowo sebagai Capres juga gagal meraih target. Padahal iklan besar2an. #Tangguh http://t.co/nYBlWqtV4m

15. Ada rahasia umum yg beredar bahwa Prabowo sebagai mantan petinggi militer & ring satu ORBA, punya amunisi tak terbatas. Gagal. #Tangguh

16. Dalam Kampanye Nasionalnya di GBK, Gerindra berhasil mempercundangi Partai lain dgn bisa mengerahkan ribuan massa. Tapi gagal. #Tangguh

17. Nasdem punya target 20% suara. Didukung Televisi, SDM, & semangat restoasinya. Gagal pula raih target. #Tangguh http://t.co/qhW9TxgNbX

18. Nasibnya mirip Golkar dan Hanura yg sama-sama memiliki media massa besar, Nasdem pun tak kuasa raih target Pileg 2014. #Tangguh

19. Blow Up pidato Surya Paloh di MetroTV yg kadang overtime, pun tak kuasa meraih 20% suara. Kalah. #Tangguh

20. PKB juga gagal meraih target. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini punya target suara 20% lho. #Tangguh http://t.co/jvxeb2AT0T

21. Ada Rhoma Irama yg mau manggung di kampanye, tidak sukses mengantar PKB raih target. Disokong Rusdi Kirana juga lho. Gagal. #Tangguh

22. Andai tak bikin Iklan yg NU banget, mungkin PKB akan lebih fatal. Karena bagaimanapun, tanpa NU, PKB lain cerita. Gagal. #Tangguh

23. PAN juga gagal raih target. Meskipun dijejali selebriti & artis, PAN gagal raih target 10% nasional. #Tangguh http://t.co/YcS3UPFXWt

24. Pak HR yang menjadi besan SBY, mungkin turut menjadi sebab masyarakat tidak mendukung PAN meraih target. Gagal. #Tangguh

25. PPP dengan semboyan "Rumah Besar Umat Islam" juga gagal raih targetnya. PPP punya target 15%. Gagal. #Tangguh http://t.co/8udR3KXF2M

26. Aura Surya Darma Ali (SDA) sebagai Menteri Agama tampaknya gagal membantu Partai Hijau ini raih target suara Pileg 2014. #Tangguh

27. PBB yg Calegnya dikabarkan banyak yang Syari'ah, juga gagal rebut hati Umat Islam. Pdhl target cuma 8%. #Tangguh http://t.co/ayuqOPp34j

28. Barangkali Om Yusril kurang serius menggarap PBB hehe sehingga terindikasi PBB tak akan lolos PT malah. Gagal. #Tangguh

29. PKPI nya Bang Yos apa kabar? Target 3,5% suara Pileg tampaknya sulit bagi PKPI. Gagal. Sabar aja.#Tangguh http://t.co/sTKH9XlT8I

30. Kalau kembali mau ikutan Pemilu 2019, PKPI bisa menambah nama partainya menjadi PKPI Perjuangan... hehe.. #Tangguh

31. PKS mungkin paling fenomenal. Targetnya sih sama dengan Partai lain 20%. PKS pun juga gagal raih target. #Tangguh http://t.co/SrmurBsXcr

32. Istilah "Menang 3 Besar" dikiranya bentuk kesombongan. Padahal itu bentuk optimisme keren kan? Mau tahu kenapa? #Tangguh

33. Bukankah Target tertinggi 35% PDIP? Target Tertinggi kedua 30% Golkar? Dan tentu yg target dibawahnya itu boleh 3 besar. #Tangguh

34. Buktinya Wiranto juga bilang Hanura target Menang 3 Besar tuh..kenapa tidak pada dengar? Mungkin pada konsentrasi ke PKS ya. #Tangguh

35. Mungkin ada yg pingin beritanya, ada. Wiranto pun optimis Menang 3 Besar. #Tangguh http://t.co/8MVaGX6TLj

36. Bahkan Nasdem juga punya tagline "Menang 3 Besar" kok. Ini ada beritanya. Clear ya, BUKAN hanya PKS. #Tangguh http://t.co/qjICrm98i9

37. Selain Hanura, Nasdem & PKS, ternyata PAN juga memasang target "Menang 3 Besar". Nah, ternyata banyak. #Tangguh http://t.co/eDjjPip1MZ

38. Tapi karena saking cintanya masyarakat kepada PKS, tampaknya mereka keberatan jika PKS pakai semangat "Menang 3 Besar". #Tangguh

39. Terbukti ketika semua Partai yg pakai tagline "Menang 3 Besar" gagal raih target, hanya PKS yg disorot. Hehe lucu ya. #Tangguh

40. PKS wajar belum berhasil "Menang 3 Besar" saat ini. Sentimen negatif eksternal thdp apapun yg dilakukan PKS slhsatu penyebab. #Tangguh

41. Sentimen Negatif itulah yg mungkin menyebabkan hampir seluruh hasil Lembaga Survey Seragam jatuhkan citra PKS. #Tangguh

42. Bahkan ada kesan kalau belum merilis jebloknya Suara PKS, Lembaga Survey itu seperti belum yakin sebagai Lembaga Survey yg SAH. #Tangguh

43. PKS scr tak sengaja mempermalukan para pembuat survey itu. Terbukti meski sudah distigmakan jatuh, tak terbukti. #Tangguh

45. Isu Korupsi, isu Poligami, Jual Agama, Sok Suci, Sombong, Pamer Massa, Sok Rajin Ibadah, Dll.. tak mengurangi ketangguhan PKS. #Tangguh

46. Wah poin 44 kelewat. Tapi gak papa. Angka serba 4 itu memang agak special bagi saya. Semoga anda tahu. #Tangguh

47. PKS tidak punya TV, Koran atau Portal Berita internet seperti Partai lain. Tak punya uang berjibun seperti Partai lain. Tapi #Tangguh.

48. Hampir setiap Media tidak berpihak pada PKS, sekalipun itu Media berbasis Islam. Tapi PKS insya Allah eksis dgn cara lain. #Tangguh

49. Ribuan Akun Twitter berisi Cacian, hinaan & Makian dibuat untuk menjatuhkan PKS, tapi insya Allah tidak menggoyahkannya. #Tangguh

50. Jadi, PKS gagal meraih target "Menang 3 Besar" tidak lantas menghentikanku mendukung Partai Dakwah ini. Anda #Tangguh. Selamat Jumatan.

_______
chirpstory.com


posted by @Adimin

Anis Matta: Real Count, Suara PKS Akan Lebih Tinggi Dibanding 2009


Jakarta, GATRAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta optimistis perolehan suara partainya bisa melebihi 10% pada pemilihan legislatif kali ini. Hal tersebut mengacu kepada perhitungan real count yang dilakukan tim internal dimana untuk sementara angkanya mendekati 10%. "Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Tapi kami optimis Insya Allah perolehan suara dan kursi PKS Akan lebih tinggi dibanding pemilu 2009," ungkapnya dalam pesan singkat yang diterima wartawan Jumat, (11/4).

Dari hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, PKS hanya mampu memperoleh 7% suara. Namun hal itu tidak membuat Anis goyah. Menurutnya semua hal bisa terjadi hingga pengitungan Real Count selesai nantinya.

Dirinya pun tidak lupa memberikan sanjungan kepada kader dan simpatisan partai yang selalu mendukung visi dan misi dari PKS yang menjadikan partai ini tetap bisa eksis di dunia pilitik Indonesia. Maklum saja, belum lama ini partai Islam itu mendapatkan sorotan tajam lantaran mantan petingginya terkena kasus korupsi. "Kami sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, namun malah melecut kami untuk bekerja lebih keras," katanya. (*/WN/Gatra)





posted by @Adimin

"PKS Lega...." | Wawancara Hidayat Nurwahid


Jakarta – Partai Keadilan Sejatera (PKS) mendapatkan suara yang cukup mengejutkan di dalam hitung cepat pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014. PKS mendapat perolehan suara sebesar 7 persen.

Bekas Presiden PKS yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengaku lega dengan perolehan itu. Sebab selama ini survei menyebutkan suara PKS akan terpuruk.

Bagaimana rencana selanjutnya tentang perolehan suara PKS? Berikut wawancara Hidayat Nur Wahid dalam program Sarapan Pagi:

Anda kelihatannya agak lega ya?

Justru yang tidak lega itu rekan-rekan dari lembaga survei. Karena mereka semuanya memprediksi PKS tidak akan lebih dari 4 persen. Berkali-kali kami mengatakan bahwa kami sudah hafal dengan lembaga survei selalu salah memprediksi PKS terkait dengan pemilu dari 2004, 2009, 2014 terbukti salah lagi.

Memprediksi yang lain agak betul cuma memprediksi PKS yang susah diprediksi ya?

Saya berani mengatakan kalau mereka prediksi PKS selalu salah tapi kami enjoy saja. Tapi yang Anda sebutkan bahwa kami mengusulkan parliamentary threshold 3,5 persen sesungguhnya tidak begitu. Usulan kami rentang antara 3,5 persen sampai 4 persen kami siap saja tapi partai-partai lain menginginkan 3,5 persen.

Buat kami yang menarik adalah bahwa perolehan 6,7 persen dan kalau saja sisa suara ini kita bagi rata masih ada peluang PKS akan mendapatkan 8,5 persen dari hitung cepat ini. Sebetulnya apa yang terjadi di dalam partai? karena kita tahu pemberitaan media (seolah) banyak kasus yang menimpa kami.

Tidak banyak kasus, hanya ada satu kasus. Kalau Anda menyebut tentang kasus korupsi Anda akan tahu bahwa ternyata partai yang korupsinya paling banyak 1-3 bukan PKS, PKS adalah partai yang korupsinya paling sedikit. Kalau Anda kaitkan dengan data dari KPK yang terkait gratifikasi ternyata PKS adalah partai yang paling besar mengembalikan gratifikasi Rp 1,9 miliar dan ada partai-partai yang tidak pernah mengembalikan gratifikasi sama sekali padahal pasti mereka pernah menerima gratifikasi.

Jadi apa yang terjadi inilah sekali lagi saya katakan bahwa realita media, realita survei itu tidak sama dengan realita rakyat. Apa yang dihembuskan oleh media, diopinikan oleh media kemudian dibombardir oleh lembaga survei saya dari dulu selalu mengatakan bahwa realita yang memilih nanti adalah rakyat Indonesia bukan media dan lembaga survei.

Kembali terbukti bahwa rakyat telah memberikan kedaulatan, dari dulu saya selalu menyanggah bahwa seolah-olah PKS sudah terpuruk. Buktinya ada tiga kader PKS yang dimajukan sebagai calon gubernur 100 persen menang yaitu kader kami di Jawa Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara menang.

Peserta pilgub pasti lebih banyak daripada mereka yang menjadi sample dalam survei dan itu bagian dari realita sepanjang Februari 2013 sampai Maret 2014 itu ada tiga peristiwa pilgub dan ternyata PKS melalui kader-kadernya tetap dipercaya dan akhirnya dimenangkan. Jadi saya sepakat dengan Anda bahwa mungkin bisa sampai angka 9-10 persen. Jadi kalau kemudian ternyata capaian PKS adalah jauh di atas dari yang diperkirakan media dan lembaga survei, karena memang media dan lembaga survei salah membaca realita publik.

Strateginya apa?

Kita tidak perlu strategi yang aneh-aneh kok, itu karena kesalahan membaca media dan lembaga survei.

Kita melihat banyak aktivis PKS yang sangat agresif terutama di media sosial ya?

Kalau itu dari dulu kita sudah biasa. Anda tahu bahwa Cak Nur tahun 1998 ketika beliau menjadi ketua seleksi partai-partai beliau sangat kaget dengan fenomena hadirnya komunitas politik baru di Indonesia, anak-anak muda yang kemudian berhimpun dalam Partai Keadilan dan mereka sangat menguasai bidang teknologi dan informasi. Karena mereka tamatan dari universitas terkemuka di Eropa, Amerika, dan Australia. Tapi kemudian kenapa jadi begini sekali lagi menurut saya itu hanya karena media dan lembaga survei salah membaca tentang realita publik dan PKS.

Bagaimana kemudian langkah PKS untuk Pak Anis Matta?

Siapapun tahu bahwa Undang-undang Dasar menegaskan syarat untuk ikut dalam pencapresan syaratnya sangat jelas. Kita semua paham hal itu dan karenanya keputusan akhir daripada partai akan diputuskan oleh Majelis Syura PKS, Majelis Syura PKS pasti akan bersidang setelah definitif hasil pileg diketahui. Karena sejak dulu kami sangat realistis kalau misalnya PKS tidak mencapai di atas 10 persen ya tentu tidak mudah mencapreskan kadernya, tapi kalau kami bisa mendapatkan 13 persen pasti kader kami dicapreskan.

Jatah menteri pun tidak apa-apa ya?

Bukan masalah jatah menteri tidak apa-apa oposisi pun juga bisa. Karena Anda harus ingat bahwa PKS itu punya pengalaman di seluruh kelompok politik, pernah kami sendirian di luar kabinet menjadi oposisi ketika Ibu Megawati sebagai presiden. Kami sendiri di luar kabinet sementara seluruh partai berada di dalam kabinet dan enjoy saja tidak ada masalah.

Kami juga pernah diajak berkoalisi atau mendukung dari kelompok partai Islam ketika kami mendukung Pak Amien Rais sebagai capres tahun 2004. Kami juga pernah diajak koalisi oleh Pak SBY-JK, jadi apapun posisinya kami pernah berada dalam posisi itu.

Soal perolehan suara, sebenarnya kalau dibandingkan tahun 2009 tidak ada perkembangan atau pertambahan cukup signifikan dalam perolehan suara PKS. Artinya sebenarnya stagnan atau berkurang?

Iya tapi Anda harus perhatikan dulu riil suara sah pemilih berapa. Kan beda antara DPT dengan pemilih sah yang berapa golput, tidak sah bandingkan juga dengan 2009 setelah itu baru bisa kita bandingkan. Sekarang pun kita belum tahu persis perolehan suara PKS, berapa pula sesungguhnya suara yang sah pada tingkat nasional. Masih terlalu dini untuk bicarakan itu, bahkan di luar negeri yang tadinya DPT diperkirakan ada 2,2 juta suara, di Malaysia sekitar 212 ribu suara ternyata yang memilih tidak lebih dari 20 persen.

Jadi masih terlalu dini untuk menyebut suara PKS kali ini lebih rendah atau lebih tinggi. Karena kita harus melihat data riil tentang DPT berapa, suara sahnya berapa, kemudian dari suara sah itu PKS dapat berapa baru setelah itu kita bisa bicara apakah suara PKS naik atau turun. Tapi ada varian baru yang dicoba untuk kemudian PKS rontok yaitu kasusnya Pak Luthfi, pemberitaan media massa, dan survei yang begitu dahsyat itu tidak terjadi pada tahun 2004 dan 2009 tapi 2014 ini ada pengaruh atau tidak nanti kita lihat secara konkret dalam hasil pemilu akhir. Tapi yang jelas kalau quick count ini dijadikan rujukan ternyata upaya untuk membonsai PKS dengan kasus itu ternyata gagal.

Kawan yang kira-kira sehati dengan PKS kalau partai Islam sepertinya tidak cukup untuk menuju Juli misalnya menggandeng PPP dan PKB, kelihatannya yang paling mungkin adalah dengan partai nasionalis. Apakah itu dimungkinkan oleh PKS?

Pertama definisi partai Islam ini harus disepakati. Kalau dengan PKB berarti lebih dari 20 persen, karena kalau Anda lihat dari quick count sekarang ini PKB hampir 9 persen, PAN 7 persen, PKS 6 persen itu sudah lebih dari cukup. Jadi kalau Anda pakai logika quick count dan formula yang Anda tawarkan itu ternyata bisa gagal, ternyata partai Islam kalau mau berkoalisi bersama-sama melebihi 20 persen.

Kalau partai Islam yang sejalan dengan PKS bagaimana?

Kami dengan PAN, PKB, PPP semuanya sejalan. Kemudian tentang partai nasionalis dengan Golkar dan Demokrat tahun 2004 pada putaran kedua kami mendukung SBY-JK. Jadi apakah dengan kelompok mana kami punya latar belakang yang pernah kami kerjakan, bahkan kalau kami diputuskan untuk oposisi kami juga punya pengalaman itu. Jadi PKS mempunyai pengalaman yang lengkap karena partai politik yang punya pengalaman di dalam kekuasaan pernah dan selalu ingin berkoallisi bagi kami tidak masalah.

Jadi kalau di luar kekuasaan lagi siap ya?
Iya.


*http://portalkbr.com/berita/perbincangan/3205465_4215.html


posted by @Adimin

Antara Pemilu, PKS, Android dan Pahala

Written By Anonymous on 11 April, 2014 | April 11, 2014


Pemungutan suara sudah usai, quick count berlomba-lomba mencari pengaruh, partai-partai sedang dalam kondisi antara senang, was was dan siaga. Bahkan ada yang pasrah karena dianggap tidak bisa lagi menjadi kontestan pemilu 2019.

Komentar bertaburan dimana-mana, mulai dari sesumbar, syukur sampai koalisi. Ada yang menarik dari ungkapan presiden PKS HM Anis Matta, Lc terkait perolehan suara PKS dengan ungkapan bait kata "kader dan simpatisan effeck". Saya menganalisa dari realita dilapangan bahwa ungkapan itu 100% benar. Bagi saya terlalu luas untuk menjabarkan kalimat dari presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Saya akan menelaah dari tema diatas "Pemilu, PKS, Android dan Pahala".

Kalau saja setiap kader yang punya android menghitung, berapa kali ia sudah kirim berita via WA (Whatsapp), mungkin agak sulit mendapatkan jawaban yang pasti, yang jelas, sekian panjang kata yang memenuhi androidnya. Mulai dari info kampanye, mobilisasi massa, copas (copy paste) sampai sosialisasi cara pencoblosan pra pemilu. Belum lagi pasca pemilu dengan setumpuk berita baik dari struktur maupun luar.

Yang menarik adalah semua tidak terfokus pada berapa pulsa yang harus dikeluarkan, itu semua demi untuk dakwah, ya.. untuk dakwah dan partai dakwah. Memang hebat kader ini. Saya juga menganalisa kalau semua itu bukan sekedar ikatan emosi atau meramaikan pemilu, tapi lebih dari itu ada satu ikatan yang sangat kuat yaitu "ikatan ideologi", makanya banyak orang bilang kalau PKS adalah partai ideologi.

Partai ideologi adalah partai yang setiap aktivitasnya tidak sebatas dan tidak mencari keuntungan duniawi saja. Tidak hanya memandang dari apa yang akan dinilai oleh orang banyak terkait dengan menang dan kalah dalam pemilu. Partai ideologi menjadi motivasi bahwa setiap kader menjadikan aktivitasnya adalah ladang pahala yang akan menambah agro kebaikan serta langkat langkah menuju surga, karena surga tidak hanya didapat lewat masjid, musholla saja, tapi bisa didapat dimana mana termasuk pada aktivitas politik.

Kembali ke android, banyak hal yang bisa dihasilkan dari komunikasi ini, saking mudahnya mengoperasikan dengan fitur yang cukup lengkap, kader bisa share info baik ke seantero dunia dengan biaya pulsa yang lebih ringan. Akhirnya, kader punya satu lagi kapling surga, yang bernama android. Namun agar selalu waspada untuk selalu jaga niat, jaga info yang kontra produktif dari berita yang tidak valid sumbernya, jaga ukhuwah antara kader, karena perkataan bisa melukai dan juga jaga pulsa jangan sampai kosong.. he.. he.. he..

Selamat berjuang, terus semangat dalam memberikan yang terbaik, terus menjadi pioner dalam setiap kebaikan. Agar setiap kemenangan kita menjadi aktor, bukan menjadi komentator apalagi penonton. Ingat selalu ayat yang selalu menginspirasi dan memotivasi:

"hal jaza'ul ihsan illal ihsan" setiap kebaikan akan selalu dibalas dengan kebaikan. Wallahu a'lam. wassalam.[hs/www.pksciktim.org]

Oleh: Ustadz Adih Amin, Lc


posted by @Adimin

"Peta Politik, PKS dan Koalisi" by @Fahrihamzah



Twit @Fahrihamzah
(Kamis, 10/4/2014)

Berikut ini sekedar kelanjutan tulisan kemarin #HasilSementara

Hasil pemilu 2014 masih akan melahirkan banyak kejutan...

Karena Real count belum selesai dan karena jumlah kursi belum jelas..

Tapi yang nampak dahsyat adalah meratanya perolehan...

Akan lebih rata lagi perolehan kursi..

Partai tengah akan menggerogoti kursi 3 partai atas...

Ketergantungan kepada partai tengah sangat tinggi..

Akan banyak koalisi dan semrawut...3 atau empat pasang...

Tak akan ada koalisi besar sekali...

Kemungkinan akan jadi dua putaran...

Calon Presiden yang muncul sekitar empat:

Jokowi calon pertama jika PDIP tidak berubah rencana..

Prabowo calon kedua didukung Gerindra dan PPP...

Aburizal Bakrie kalau tidak disodok akan mulus dapatkan mitra...

Terakhir, apakah PD dan PAN akan pimpin koalisi?

Dan apakah PKB akan bisa keluar dari pelukan SBY?

Apakah Presiden SBY rela hanya nyodorin besannya?

Yang jelas, koalisi banyak dan pertandingan akan ketat..

Karena itu, Pemerintahan takkan stabil...koalisi hanya 20-an persen...

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana sikap PKS? Besok kita lanjut....


-to be continued-

*Penasaran kan? kan? tetaplah di web kesayangan anda ini... h3h3h3


posted by @Adimin

Pesan Ustadz Hilmi Aminuddin Untuk Seluruh Kader



Oleh Cahyadi Takariawan

Malam ini tadi, Kamis 10 April 2014 jam 23.00 usai rapat bersama TPN DPP PKS, saya bersama ikhwah berkesempatan silaturahim kepada Ketua Majelis Syura PKS, ustadz Hilmi Aminuddin, di MD Pasar Minggu.

Berikut pesan ustadz Hilmi Aminuddin malam ini :

1. Terus bekerja dan berkegiatan, khususnya utk penjagasn suara. Perjuangan belum selesai. Jangan lengah dan lalai. Jangan merasa Pemilu sudah usai.

2. Semua kader dan struktur terus waspada. Sudah banyak laporan kecurangan dimana-mana. Jangan dibiarkan kecurangan terjadi. Segera proses sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

3. Sampaikan apresiasi saya (ust Hilmi) kepada semua kader. Saya melihat kinerja kader pada Pemilu kali ini jauh lebih hebat daripada Pemilu sebelumnya. Semua bergerak dengan totalitas. Subhanallah.

Demikian inti pesan ustadz Hilmi malam ini.
 

posted by @Adimin

Anis Instruksikan Kader PKS Kawal Rekapitulasi Penghitungan Suara


Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menginstruksikan para kader dan simpatisan partainya mengawal dan mengawasi secara ketat rekapitulasi penghitungan suara yang saat ini berlangsung di tingkat Panitia Pemungutan Suara.

Rekapitulasi pada PPS rawan terjadinya kesalahan maupun penyimpangan. Oleh karena itu, seluruh struktur partai, kader, dan para caleg PKS harus ikut mengamankan suara sehingga penyimpangan dapat dicegah, kata Anis dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Semua bentuk kecurangan, kata Anis, harus segera dilaporkan agar pesta demokrasi yang sejauh initelah berjalan aman dan lancar tidak ternoda. Selain itu, dia menyinggung soal perolehan suara PKS berdasarkan sejumlah hitung cepat yang mencapai 7 persen, dirinya menyatakan optimistis angkanya bisa lebih tinggi.

Hal itu menurut dia berdasarkan perhitungan "real count" yang dilakukan tim internal PKS, untuk sementara angkanya mendekati 10 persen. Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Namun, pihaknya menyatakan optimistis insya Allah perolehan suara dan kursi PKS akan lebih tinggi daripada suara PKS pada Pemilu 2009.

Anis mengapresiasi soliditas kader, simpatisan, dan mesin partai yang bekerja maksimal sehingga berbagai prediksi tentang penurunan suara PKS terbantahkan. Menurut dia, prediksi yang menyebutkan penurunan suara PKS sering diungkapkan berbagai lembaga survei, tetapi hal itu malah membuat semangat kader untuk lebih bekerja keras membangun partai.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, justru melecut kader PKS untuk bekerja lebih keras. Berdasarkan tahapan pemilu 2014, rekap pada PPS akan berlangsung mulai dari 10--15 April, rekapitulasi nasional 26--6 Mei, dan penetapan hasil pemilu secara nasional 7--9 Mei. Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih nasional sampai kota/ kabupaten pada tanggal 11--18 Mei 2014.[ant/rol]


posted by @Adimin

"Saatnya Fokus Amankan Suara Sambil Tetap Menjaga Situasi" | By @anismatta

 

Menjelang tengah malam.. Saatnya melihat catatan hari ini..

Alhamdulillah, sehari setelah Pemilu, sy mendpt kabar kader2 #PKS tetap bekerja keras..

Para caleg, saksi, kader pendamping TPS, tim tabulasi di berbagai kota seantero nusantara belum istirahat sampai skrg..

Sejak awal persiapan, pasang atribut, kampanye, cabut atribut, pecoblosan, sampai penghitungan suara.. Semua adlh kerja keras..

Mari kita berdoa agar Allah mencatat semua kerja ini sebagai pahala..

Seperti saya sampaikan kemarin, kita harus terus menjaga suara kita.. Waspada.. Tapi jgn lupa tebarkan senyum damai..

Fokus!! Jangan terpancing isu, rumor, hoax.. Perlu memantau informasi tp jangan tenggelam dlm banjir informasi..

Bgtu jg soal koalisi.. Msh trlalu pagi utk bicara dgn siapa #PKS akn brkoalisi.. Mari tuntaskan thpn pnghtungan suara dl.. Tak perlu buru2..

Skrg tugas utama kita adlh menjaga hak kita: suara rakyat yg diberikan atas dasar kepercayaan.. Itu akan menjd bekal kita melangkah ke dpn..

Apa yg menjadi catatan penting dari pileg 2014 ini?? Kira2 tafsir sosialnya begini:

Pileg 2014 menandai berakhirnya era transisi demokrasi.. Kt memasuki demokrasi yg lbh stabil.. Tdk ada keluarbiasaan yg betul2 luar biasa..

Perolehan suara relatif flat dan terfragmentasi.. Hal2 yg selama ini seolah taken for granted menjd rumus kemenangan, ternyata tdk terjadi..

Pd 2004 msh ada keluarbiasaan, Demokrat 7% tp Pak SBY jd presiden.. Pd 2009, figur SBY mengerek perolehan PD..

Pd 2014, ekosistem politik sdh mampu melakukan containment.. Publik pun mmpu menyaring bombardir iklan & berita.. Tdk ada kekuatan dominan..

Efek figur yg sngt populer, pncitraan media, pmpinan parpol yg owner media, blnja iklan fantastis.. Smua itu kontribusiny proposional sj..

Semua hal itu tdk serta-merta menghasilkan kemenangan yg mudah..

Mesin partai, kader, figur, blanja iklan, kekuatan finansial, smua punya perannya masing2.. Racikan yg pas yg akn mmbuahkan hsl yg optimal..

Civil society semakin independent.. Tidak ada lagi "politik grosiran", dimana dukungan diraih dgn mempengaruhi pemimpin2 kelompok sosial..

Individu semakin menunjukkan jati dirinya.. Ingin berpartisipasi tp tidak ingin pesta demokrasi ini dibajak oleh oligarki elite..

Itu yg bisa kita baca dr maraknya ajakan utk tdk golput, sambil tetap "dgn galak" meminta pertgjwban dr partai politik..

Inilah fenomena masyarakat dlm gelombang ketiga sejarah Indonesia.. Masyarakat berubah..

Dlm konteks ini sy bersyukur dgn kinerja yg dicapai #PKS.. Di tngah terpaan badai, situasi pnh keterbatasan, kt punya satu kekuatan: kader!!

Kaderlah yg menggerakkan mesin partai, dgn semangat & kerja keras, bersama bergandeng tangan mempersembahkan yg terbaik..

#PKS telah menunjukkan jati dirinya sbg partai kader, bukan partai figur.. Mesin partai BERGERAK, bukan DIGERAKKAN..

Kalau perlu atribut "EFFECT" utk pencapaian kita hari ini, maka sy beri nama: KADER & SIMPATISAN EFFECT..

Krn merekalah, kepercayaan rakyat dpt kita raih.. Krn merekalah, #PKS tetap eksis di muka bumi Indonesia..

Cerita #PKS di 2014 adlh kisah ttg orang biasa yg melakukan hal2 luar biasa dgn cara yg tidak biasa..

Dr perspektif lain, #PKS mmenuhi syrt utk mnjd partai masa dpn: tdk trgntung figur,kaderisasi trs brjln, ttp bkrja bhkn diluar masa pemilu..

Krn itu sy ttp optimis & ingin menyebarluaskan optimisme sy kpd seluruh kader & simpatisan #PKS semua..

Skrg saatnya fokus: mengamankan suara, sambil ttp menjaga situasi agar kondusif..

Pd setiap suara yg kita raih, ada tetes keringat, doa dan senyum seluruh kader & simpatisan #PKS..

Pd setiap suara yg kita raih, ada harapan, kepercayaan dan doa rakyat Indonesia..

Sekali lagi, semoga Allah mencatat kerja keras kita semua sbg pahala..

Kobarkan semangat Indonesia!!


______
https://twitter.com/anismatta



posted by @Adimin

PKS: Kami Bertahan di Tengah Badai

Written By Anonymous on 10 April, 2014 | April 10, 2014


Partai Keadilan Sejahtera bisa berbangga dengan hasil hitung cepat atau quick count pemilu lagislatif, walau suara tidak terlalu tinggi. Namun, partai ini bersyukur karena bisa bertahan di tengah badai.

Dari hasil hitung cepat seperti Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), menempatkan PKS dengan suara 6.91%. Sementara hitung cepat Cyrus-CSIS 6.90%.

"Jadi menurut saya ada sejumlah keberkahan dari peta hasil hitung cepat Pileg 2014. Pertama, PKS mampu bertahan di tengah kesulitan," ujar Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq, dalam akun twitter miliknya @MahfudzSiddiq, Kamis (10/4/2014).

Awal 2013, PKS sempat diterpa persoalan yang rumit, setelah ditahannya Presiden partai saati itu Luthfi Hasan Ishaaq. Anis Matta yang menjabat Sekjen langsung diangkat menjadi Presiden partai.

Kasus korupsi impor daging sapi di Kementerian Pertanian, sempat membuat publik menghakimi PKS. Mahfudz mengatakan, selama kurun waktu satu tahun ke belakang, PKS sibuk konsolidasi internal. Sehingga capaian ini dianggap sudah maksimal.

"Perolehan suara PKS 2014 di angka 7-8% terjadi dlm situasi sulit dgn sebagian besar energi terpakai tuk konsolidasi internal," kata Mahfudz.

Kata Mahfudz, PKS bersyukur bisa meraih suara seperti hasil hitung cepat ini. "Jika itu terjadi artinya suara PKS 2014 tunjukkan mampu mempertahankan suara politiknya di 2009. Alhamdulillah, target minimal tercapai," katanya.

Hasil hitung cepat lembaga survei hampir sama, menempatkan PDI Perjuangan pada urutan pertama. Disusul Partai Golkar urutan kedua, dan Gerindra pada posisi ketiga. [inilah]


posted by @Adimin

"Catatan Menarik Hasil Pemilu 2014" | by @Fahrihamzah


Berikut ini catatan2 menarik soal ‪#‎HasilSementara‬ ‪#‎Pileg2014‬ :

Partai ternyata lolos semua. Atau hampir semua. Hanya PBB dan PKPI yang diprediksi gagal. 

Beda dengan analis yang mengancam PKS akan gagal lolos treshold. Alhamdulillah. Pada salah. 

Dan hasilnya relatif datar. Tipuan seolah akan ada partai yang besar sekali setelah pencapresan salah.

Tidak ada yang sangat besar. PDIP atau Golkar takkan bisa jalan sendiri. Belasan atau maksimal 20%. 

Koalisi yang terbentuk banyak. Bisa jadi 4 atau minimal 3. Capres akan ada Kuda hitam.

Kalau koalisi sempurna menciptakan 20% bisa-bisa capres ada 5 pasang. Seru sekali. 

Sementara itu, yang ngaku punya efek ternyata gak ngefek. Dan itu bisa jadi suram karena gak terbukti.

Yang orang lupa bahwa kursi dan suara beda. Suara besar tak berarti kursi (DPR) banyak. PKB kursinya kecil. 

PKB ambil kursi di basis NU (jatim) yang harganya mahal (1 kursi DPR utk propinsi Jatim butuh suara banyak, beda dengan wilayah lain spt luar jawa -red). Efeknya jika dikonversi ke kursi jadi kecil. 

Tahun 2009 suara PAN lebih besar dari PKS tapi kursinya lebih kecil 12 buah dari PKS.

Inilah hikmah dari 'strategi elektoral' yang selama ini kami lancarkan (PKS menyasar luar jawa, dll -red). Alhamdulillah. 

Saya belum bisa menyampaikan hasil riil ya. Tapi insya Allah akan menggembirakan kita semua. 

Yang mengharukan adalah bahwa ternyata kita solid bekerja dan berjuang bersama. 

Kader PKS dan seluruh masyarakat yang mendukungnya telah menunjukkan kelas dan ketangguhannya.

Telah kita tolak tertunduk dan kalah. Dan kita berani menatap masa depan dengan gagah. 

Permainan ini masih panjang. Jangan lengah dan jangan lupa diri. Tetap waspada. 

Semoga Allah terus beri kita tenaga. 


*Twit @Fahrihamzah (Rabu, 9/4/2014)



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger