Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 19, 2014
posted by @Adimin
Perolehan Kursi PKS Tertinggi Diantara Parpol Islam
Written By Anonymous on 19 April, 2014 | April 19, 2014
PKS hari ini bikin arus sendiri ... menjaga suara yg telah diamanahkan kpd PKS. sekuat tenaga dipertahankan kader2nya di seluruh Indonesia.
Cara PKS menjaga amanah dr suara yg telah diamanahkan cukup berlapis ... mulai dr mengerahkan kader2nya utk jd saksi.
Kegigihan saksi2 PKS membuat Indonesia tau terjadi penggelembungan suara dimana2 secara massif.
Ada saksi PKS di bogor yg meninggal saat berjuang mempertahankan amanah ini..
Selain saksi yg lengkap, bahkan sampai hari ini masih bertarung di kecamatan, PKS juga siap dg Sistem Tabulasi Nasional nya.
PKS jadi satu2nya partai yg melakukan realcount dg menggunakan perangkat IT.
PKS satu2nya partai yg dg data realcount nya sdh punya data lengkap jumlah kursi yg di dapat.
Bahkan PKS adalah satu2nya institusi yg memanfaatkan IT utk perhitungan real count ... KPU pun tidak
Mulai 2 hari lalu, seluruh (struktur PKS) Indonesia mulai menginput data dari hasil pleno kecamatan ... alhamdulillah PKS sudah pegang data ini.
Data Tabulasi Nasional nya DPP PKS menerima input dari sms utk mendapatkan data cepat perolehan seluruh partai secara nasional.
Untuk data perolehan partai berikut data detil perolehan masing2 caleg dari seluruh partai menggunakan input XLS dan Scanning.
Input sms, xls atau scanner mengirimkan data, baik yg dari basis TPS, PPS , PPK atau KPUD ... semua dinput dikirim ke DPP.
Selesai perhitungan di TPS, PPS atau PPK saksi2 PKS langsung mengirim data ke tabulasi nasional utk data perolehan total partai.
Utk data detil caleg ... form C1 di entri ke xls atau dipindahkan ke form C1 IT nya PKS kemudian discan, data langaung masuk ke DPP.
Alhamdulillah, dr Pusat Tabulasi Nasional DPP PKS, perolehan kursi PKS masih tertinggi di antara seluruh partai Islam.
Perolehan Kursi PKS di atas PKB, PAN, PPP.
Jumlah kursi PKB kenapa lebih kecil dr PKS meski suara lebih besar? krn suara PKB terkonsentrasi di jawa timur ... berebut kursi mahal (1 kursi butuh jumlah pemilih besar)
Sedangkan suara PKS tersebar merata (di Indonesia).. bahkan ada daerah2 baru yg PKS pecah telur ... meskipun ada daerah yg lepas kursi.
Insya Allah seluruh dapil Jabar PKS msh dapat kursi senayan.
*by @hafidz_ary
('Penunggu' Pusat Tabulasi Nasional DPP PKS)
Cara PKS menjaga amanah dr suara yg telah diamanahkan cukup berlapis ... mulai dr mengerahkan kader2nya utk jd saksi.
Kegigihan saksi2 PKS membuat Indonesia tau terjadi penggelembungan suara dimana2 secara massif.
Ada saksi PKS di bogor yg meninggal saat berjuang mempertahankan amanah ini..
Selain saksi yg lengkap, bahkan sampai hari ini masih bertarung di kecamatan, PKS juga siap dg Sistem Tabulasi Nasional nya.
PKS jadi satu2nya partai yg melakukan realcount dg menggunakan perangkat IT.
PKS satu2nya partai yg dg data realcount nya sdh punya data lengkap jumlah kursi yg di dapat.
Bahkan PKS adalah satu2nya institusi yg memanfaatkan IT utk perhitungan real count ... KPU pun tidak
Mulai 2 hari lalu, seluruh (struktur PKS) Indonesia mulai menginput data dari hasil pleno kecamatan ... alhamdulillah PKS sudah pegang data ini.
Data Tabulasi Nasional nya DPP PKS menerima input dari sms utk mendapatkan data cepat perolehan seluruh partai secara nasional.
Untuk data perolehan partai berikut data detil perolehan masing2 caleg dari seluruh partai menggunakan input XLS dan Scanning.
Input sms, xls atau scanner mengirimkan data, baik yg dari basis TPS, PPS , PPK atau KPUD ... semua dinput dikirim ke DPP.
Selesai perhitungan di TPS, PPS atau PPK saksi2 PKS langsung mengirim data ke tabulasi nasional utk data perolehan total partai.
Utk data detil caleg ... form C1 di entri ke xls atau dipindahkan ke form C1 IT nya PKS kemudian discan, data langaung masuk ke DPP.
Alhamdulillah, dr Pusat Tabulasi Nasional DPP PKS, perolehan kursi PKS masih tertinggi di antara seluruh partai Islam.
Perolehan Kursi PKS di atas PKB, PAN, PPP.
Jumlah kursi PKB kenapa lebih kecil dr PKS meski suara lebih besar? krn suara PKB terkonsentrasi di jawa timur ... berebut kursi mahal (1 kursi butuh jumlah pemilih besar)
Sedangkan suara PKS tersebar merata (di Indonesia).. bahkan ada daerah2 baru yg PKS pecah telur ... meskipun ada daerah yg lepas kursi.
Insya Allah seluruh dapil Jabar PKS msh dapat kursi senayan.
*by @hafidz_ary
('Penunggu' Pusat Tabulasi Nasional DPP PKS)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 19, 2014

posted by @Adimin
Anis Matta: Masih Ada Pertemuan-pertemuan Selanjutnya
Jakarta – Tokoh-tokoh parpol dan ormas Islam menggelar pertemuan di rumah pengusaha almarhum Hasyim Ning, Cikini, Jakarta Pusat. Akan ada pertemuan lanjutan untuk menindaklanjuti pertemuan malam ini.
Presiden PKS Anis Matta menyebut pertemuan ini masih sebagai pertemuan awal untuk menyatukan persepsi, sebelum pada kesepakatan yang lebih konkret menghadapi Pilpres.
“Masih ada pertemuan-pertemuan selanjutnya, ini kan masalah yang tidak mungkin kita selesaikan dalam satu kali pertemuan saja,” ujar Anis Matta usai pertemuan di Jl Cikini Raya No 24, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014).
Anis sepakat posisi tawar parpol Islam pada pemilu 2014 saat ini sangat strategis. Namun tentu harus punya pikiran yang sama untuk koalisi.
“Jadi yang dicari sekarang ini pada dasarnya adalah suatu format koalisi baru yang memungkinkan partai-partai Islam seluruhnya, insya Allah akan tetap ada pada pemerintahan yang akan datang,” ucapnya.
Ketua MPP PAN juga sepakat dengan Anis. Dia berharap ada pertemuan lanjutan.
“Ini masih tahap awal, mudah-mudahan akan ketemu lagi,” kata Amien Rais
Pertemuan malam ini selesai sekitar pukul 22.45 WIB. Hadir perwakilan 5 partai Islam, yaitu PAN, PKS, PKB, PPP dan PBB. Sementara perwakilan ormas yang hadir dari NU, Muhammadiyah, MUI, Persis, DMI, DDI, Syarikat Islam dan lainnya. (bal/trq)
sumber: detik.com
Presiden PKS Anis Matta menyebut pertemuan ini masih sebagai pertemuan awal untuk menyatukan persepsi, sebelum pada kesepakatan yang lebih konkret menghadapi Pilpres.
“Masih ada pertemuan-pertemuan selanjutnya, ini kan masalah yang tidak mungkin kita selesaikan dalam satu kali pertemuan saja,” ujar Anis Matta usai pertemuan di Jl Cikini Raya No 24, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014).
Anis sepakat posisi tawar parpol Islam pada pemilu 2014 saat ini sangat strategis. Namun tentu harus punya pikiran yang sama untuk koalisi.
“Jadi yang dicari sekarang ini pada dasarnya adalah suatu format koalisi baru yang memungkinkan partai-partai Islam seluruhnya, insya Allah akan tetap ada pada pemerintahan yang akan datang,” ucapnya.
Ketua MPP PAN juga sepakat dengan Anis. Dia berharap ada pertemuan lanjutan.
“Ini masih tahap awal, mudah-mudahan akan ketemu lagi,” kata Amien Rais
Pertemuan malam ini selesai sekitar pukul 22.45 WIB. Hadir perwakilan 5 partai Islam, yaitu PAN, PKS, PKB, PPP dan PBB. Sementara perwakilan ormas yang hadir dari NU, Muhammadiyah, MUI, Persis, DMI, DDI, Syarikat Islam dan lainnya. (bal/trq)
sumber: detik.com
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 19, 2014
posted by @Adimin
Hidayat Optimis Koalisi Partai Islam Akan Terbentuk
Ketua
Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid mengaku optimis koalisi partai
berbasis Islam bisa terbentuk jika ada komunikasi dan kesepahaman antar
partai masing-masing. Apalagi, tujuan koalisi ini untuk memperjuangkan
aspirasi berbagai kelompok masyarakat.
Namun, Hidayat membantah jika ada yang mengatakan bahwa partai berbasis Islam tidak mempunyai sosok untuk diajukan sebagai bakal calon presiden (capres) karena menurut anggota Majelis Syuro PKS ini ada beberapa sosok yang layak diajukan sebagai capres antara lain Mahfud MD, Amien Rais, Anis Matta dan Suryadharma Ali.
"Apa salahnya partai Islam punya capres sendiri tentunya dengan berkoalisi," ujar Hidayat dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk Poros Tengah Ragu-Ragu di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (19/4/2014).
"Pertemuan di Cikini malam itu banyak sekali ormas Islam yang hadir dan mereka menyampaikan aspirasi. Wajar dong kalau aspirasi itu berusaha kita perjuangkan, kalau tidak nanti ummat bisa menyalahkan kami," jelasnya.
Politikus PKS di Senayan ini menambahkan, sekarang ada momentum tepat untuk terbentuknya koalisi partai berbasis Islam. "Ingat 9 Juli 2014 (pilpres) itu pas bulan Ramadan. Jadi suasananya sangat kondusif," ucapnya.
Sebelumnya, Kamis 17 April 2014 malam ada pertemuan perwakilan partai berbasis Islam dengan tokoh dan beberapa ormas Islam di Cikini, Jakarta Pusat.[dm/sindonews/pksnongsa]
Namun, Hidayat membantah jika ada yang mengatakan bahwa partai berbasis Islam tidak mempunyai sosok untuk diajukan sebagai bakal calon presiden (capres) karena menurut anggota Majelis Syuro PKS ini ada beberapa sosok yang layak diajukan sebagai capres antara lain Mahfud MD, Amien Rais, Anis Matta dan Suryadharma Ali.
"Apa salahnya partai Islam punya capres sendiri tentunya dengan berkoalisi," ujar Hidayat dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk Poros Tengah Ragu-Ragu di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (19/4/2014).
"Pertemuan di Cikini malam itu banyak sekali ormas Islam yang hadir dan mereka menyampaikan aspirasi. Wajar dong kalau aspirasi itu berusaha kita perjuangkan, kalau tidak nanti ummat bisa menyalahkan kami," jelasnya.
Politikus PKS di Senayan ini menambahkan, sekarang ada momentum tepat untuk terbentuknya koalisi partai berbasis Islam. "Ingat 9 Juli 2014 (pilpres) itu pas bulan Ramadan. Jadi suasananya sangat kondusif," ucapnya.
Sebelumnya, Kamis 17 April 2014 malam ada pertemuan perwakilan partai berbasis Islam dengan tokoh dan beberapa ormas Islam di Cikini, Jakarta Pusat.[dm/sindonews/pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 19, 2014
1. Segera setelah Pileg usai, ada sebuah keinginan kuat di tengah2 umat Muslim utk menyerukan #KoalisiIslam.
2. Jauh sebelum itu, sejak 1998, sudah banyak pertanyaan: mengapa parpol2 Islam tdk bersatu? #KoalisiIslam
3. Pertanyaan ini berulang setiap jelang pemilu. Mungkin ada benarnya, pertanyaan ini selalu relevan. #KoalisiIslam
4. Saya pun mengerti, banyak yg ingin mengulangi romantisme Masyumi di masa lampau. #KoalisiIslam.
5. #KoalisiIslam adalah impian kita bersama. Sayangnya, permasalahannya tidak pernah sesederhana itu.
6. Yg mengenang Masyumi mestilah pula mengingat bhw sblm Masyumi ‘dibunuh’ oleh Orla, sdh ada perpecahan. #KoalisiIslam
7. Jika ingin bangkitkan persatuan itu, kita tdk bisa begitu saja melompat pd masa2 sblm perpecahan terjadi. #KoalisiIslam
8. Apalagi, kita ketahui bersama, sepanjang masa puluhan tahun itu umat Muslim selalu dipecah-belah. #KoalisiIslam
9. Persoalan spt Qunut, yasinan, tahlilan dan maulidan saja sdh cukup utk memecah-belah kita. Apalagi politik. #KoalisiIslam
10. Oleh karena itu, persatuan adalah hal yg jauh lebih mudah diimpikan ketimbang diwujudkan. Tp tdk mustahil. #KoalisiIslam
11. Jika parpol2 Islam sulit bersatu, ketahuilah bhw masalahnya mengakar lbh jauh drpd eksistensi parpol2 itu sendiri. #KoalisiIslam
12. Tak lama setelah pileg 9 April kemarin, QC segera dihitung. #KoalisiIslam
13. Sementara yg lain sibuk dgn QC, PKS menjadi sorotan krn selalu menjadi ‘acuan’ Tabulasi Nasional. #KoalisiIslam
14. Tdk berlebihan kiranya jika dikatakan bhw Tabnas PKS lebih dipercaya ketimbang QC. http://t.co/Cz8Mz4uJXW #KoalisiIslam
15. Dgn bekal data yg akurat, PKS sejak awal telah menggagas #KoalisiIslam. http://t.co/QucoTsQTFt
16. Kita jg mendengar seruan #KoalisiIslam yg kuat dari ust Al Muzammil Yusuf, anggota DPR RI dr FPKS. http://t.co/6nvHf3YP7a
17. Sayangnya, seperti kita saksikan sendiri, bisa dikatakan gayung tdk bersambut. #KoalisiIslam
18. Amien Rais, yg dikenal sbg tokoh Islam era reformasi, justru berpendapat lain. http://t.co/DDNcbMKp6b #KoalisiIslam
19. Dari PKB, yg mengalami peningkatan signifikan di Pileg kali ini, jg tdk ada sambutan. #KoalisiIslam
20. PPP, selain dirundung konflik internal, tak lama setelah pertemuan Cikini malah bermanuver lain. #KoalisiIslam http://t.co/L9HN0uMi6I
21. Ke mana seluruh mata memandang? Jangan heran kalau semua (lagi2) mempertanyakan posisi PKS. #KoalisiIslam
22. Meski prosentase jml suara menurun, tp jml kursi PKS di DPR RI diperkirakan relatif stabil. #KoalisiIslam
23. Jauh lebih stabil, misalnya, drpd proyeksi jml kursi PD di DPR. Mari tunggu hasil real countnya! #KoalisiIslam
24. Ketika membicarakan #KoalisiIslam, mau tidak mau, memang harus memperhitungkan PKS.
25. Sementara yg lain berusaha ‘menggebuk’ gagasan #KoalisiIslam, ust HNW lantang membela. http://t.co/rF4X06X0MA
26. Dlm pertemuan di Cikini pun kita dapat melihat pendirian PKS. #KoalisiIslam http://t.co/K2C8krZRpq
27. Kehadiran Presiden, Wakil Sekjen dan Ketua Fraksi dr PKS, jelas membuktikan bhw gagasan #KoalisiIslam dianggap serius o/ PKS.
28. Kita amat menyayangkan gagasan #KoalisiIslam ini kurang mendapat sambutan dari pihak2 lain.
29. Tak putus kita berdoa, semoga di masa depan apa yg kita impi-impikan itu benar2 mjd kenyataan. #KoalisiIslam
30. Akan halnya sekarang, marilah kita hadapi kenyataan pahit bahwa umat ini mmg hatinya blm bersatu. #KoalisiIslam
31. Tdk semua parpol Islam memperjuangkan isi hati umat Muslim. Ini pun pelajaran yg pahit. #KoalisiIslam
32. Ada bara dalam sekam, ada banyak persoalan yg harus kita pecahkan sblm persatuan itu benar2 terwujud. #KoalisiIslam
33. Kita tidak boleh berputus asa, krn putus asa bukanlah sikap seorang Mu’min. #KoalisiIslam
34. Di samping itu, pertalian ukhuwwah Islamiyyah jauh lebih kuat drpd sekedar kontrak koalisi. #KoalisiIslam
35. Ada-tidaknya koalisi, masih ada ikatan persaudaraan dalam hati umat ini. Kita harus meyakini itu. #KoalisiIslam
36. Perbedaan pendapat mmg pasti ada. Akal tak bisa dipersatukan. Hati-lah yg bisa bersatu. #KoalisiIslam
37. Sementara itu, marilah kita berjuang utk segera mewujudkannya. Selama kita msh punya hati, insya Allah bs bersatu. #KoalisiIslam
38. Salam hormat sy kepada para pemimpin umat yg konsisten berupaya mewujudkan #KoalisiIslam.
39. Semoga hati kita semua dipersatukan dlm ketaatan kpd Allah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin... #KoalisiIslam
____
http://chirpstory.com/li/200860
posted by @Adimin
"Masa Depan Koalisi Islam" | By @malakmalakmal
1. Segera setelah Pileg usai, ada sebuah keinginan kuat di tengah2 umat Muslim utk menyerukan #KoalisiIslam.
2. Jauh sebelum itu, sejak 1998, sudah banyak pertanyaan: mengapa parpol2 Islam tdk bersatu? #KoalisiIslam
3. Pertanyaan ini berulang setiap jelang pemilu. Mungkin ada benarnya, pertanyaan ini selalu relevan. #KoalisiIslam
4. Saya pun mengerti, banyak yg ingin mengulangi romantisme Masyumi di masa lampau. #KoalisiIslam.
5. #KoalisiIslam adalah impian kita bersama. Sayangnya, permasalahannya tidak pernah sesederhana itu.
6. Yg mengenang Masyumi mestilah pula mengingat bhw sblm Masyumi ‘dibunuh’ oleh Orla, sdh ada perpecahan. #KoalisiIslam
7. Jika ingin bangkitkan persatuan itu, kita tdk bisa begitu saja melompat pd masa2 sblm perpecahan terjadi. #KoalisiIslam
8. Apalagi, kita ketahui bersama, sepanjang masa puluhan tahun itu umat Muslim selalu dipecah-belah. #KoalisiIslam
9. Persoalan spt Qunut, yasinan, tahlilan dan maulidan saja sdh cukup utk memecah-belah kita. Apalagi politik. #KoalisiIslam
10. Oleh karena itu, persatuan adalah hal yg jauh lebih mudah diimpikan ketimbang diwujudkan. Tp tdk mustahil. #KoalisiIslam
11. Jika parpol2 Islam sulit bersatu, ketahuilah bhw masalahnya mengakar lbh jauh drpd eksistensi parpol2 itu sendiri. #KoalisiIslam
12. Tak lama setelah pileg 9 April kemarin, QC segera dihitung. #KoalisiIslam
13. Sementara yg lain sibuk dgn QC, PKS menjadi sorotan krn selalu menjadi ‘acuan’ Tabulasi Nasional. #KoalisiIslam
14. Tdk berlebihan kiranya jika dikatakan bhw Tabnas PKS lebih dipercaya ketimbang QC. http://t.co/Cz8Mz4uJXW #KoalisiIslam
15. Dgn bekal data yg akurat, PKS sejak awal telah menggagas #KoalisiIslam. http://t.co/QucoTsQTFt
16. Kita jg mendengar seruan #KoalisiIslam yg kuat dari ust Al Muzammil Yusuf, anggota DPR RI dr FPKS. http://t.co/6nvHf3YP7a
17. Sayangnya, seperti kita saksikan sendiri, bisa dikatakan gayung tdk bersambut. #KoalisiIslam
18. Amien Rais, yg dikenal sbg tokoh Islam era reformasi, justru berpendapat lain. http://t.co/DDNcbMKp6b #KoalisiIslam
19. Dari PKB, yg mengalami peningkatan signifikan di Pileg kali ini, jg tdk ada sambutan. #KoalisiIslam
20. PPP, selain dirundung konflik internal, tak lama setelah pertemuan Cikini malah bermanuver lain. #KoalisiIslam http://t.co/L9HN0uMi6I
21. Ke mana seluruh mata memandang? Jangan heran kalau semua (lagi2) mempertanyakan posisi PKS. #KoalisiIslam
22. Meski prosentase jml suara menurun, tp jml kursi PKS di DPR RI diperkirakan relatif stabil. #KoalisiIslam
23. Jauh lebih stabil, misalnya, drpd proyeksi jml kursi PD di DPR. Mari tunggu hasil real countnya! #KoalisiIslam
24. Ketika membicarakan #KoalisiIslam, mau tidak mau, memang harus memperhitungkan PKS.
25. Sementara yg lain berusaha ‘menggebuk’ gagasan #KoalisiIslam, ust HNW lantang membela. http://t.co/rF4X06X0MA
26. Dlm pertemuan di Cikini pun kita dapat melihat pendirian PKS. #KoalisiIslam http://t.co/K2C8krZRpq
27. Kehadiran Presiden, Wakil Sekjen dan Ketua Fraksi dr PKS, jelas membuktikan bhw gagasan #KoalisiIslam dianggap serius o/ PKS.
28. Kita amat menyayangkan gagasan #KoalisiIslam ini kurang mendapat sambutan dari pihak2 lain.
29. Tak putus kita berdoa, semoga di masa depan apa yg kita impi-impikan itu benar2 mjd kenyataan. #KoalisiIslam
30. Akan halnya sekarang, marilah kita hadapi kenyataan pahit bahwa umat ini mmg hatinya blm bersatu. #KoalisiIslam
31. Tdk semua parpol Islam memperjuangkan isi hati umat Muslim. Ini pun pelajaran yg pahit. #KoalisiIslam
32. Ada bara dalam sekam, ada banyak persoalan yg harus kita pecahkan sblm persatuan itu benar2 terwujud. #KoalisiIslam
33. Kita tidak boleh berputus asa, krn putus asa bukanlah sikap seorang Mu’min. #KoalisiIslam
34. Di samping itu, pertalian ukhuwwah Islamiyyah jauh lebih kuat drpd sekedar kontrak koalisi. #KoalisiIslam
35. Ada-tidaknya koalisi, masih ada ikatan persaudaraan dalam hati umat ini. Kita harus meyakini itu. #KoalisiIslam
36. Perbedaan pendapat mmg pasti ada. Akal tak bisa dipersatukan. Hati-lah yg bisa bersatu. #KoalisiIslam
37. Sementara itu, marilah kita berjuang utk segera mewujudkannya. Selama kita msh punya hati, insya Allah bs bersatu. #KoalisiIslam
38. Salam hormat sy kepada para pemimpin umat yg konsisten berupaya mewujudkan #KoalisiIslam.
39. Semoga hati kita semua dipersatukan dlm ketaatan kpd Allah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin... #KoalisiIslam
____
http://chirpstory.com/li/200860
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 19, 2014
*by ustadz @Syukri_W
Untuk Para Saksi PKS....
Hari-harimu ….kini terasa semakin berat, wajahmu memucat jelas pertanda kurangnya darah mengalir ke arah wajahmu.
Luapan kantukmu berkali-kali, tetaplah tidak berhasil merayu matamu untuk terpejam.
Bengkoknya tulang punggungmu belumlah mampu menyeret badanmu ke atas empuknya pembaringan.
Saudaraku, ku tahu dirimu lelah, ku tahu badanmu kuyuh, ku tahu matamu sendu, ku tahu hatimu keluh, Biarlah itu semua menjadi zikir amalmu...
Saudaraku….yang sedang terjaga disana, tidak perlu kau lukiskan perasaanmu sekarang, karena tubuhmu sudah mengatakannya kepadaku..
Kini rasa lelahmu menjadi “lelah” mengejar dirimu. Lukamu kini tak berasa lagi mengalirkan darah yang tak berwarna.
Bagaikan cerita yang tak bersuara, tangisanmu ada didalam ketawa menjadi deretan syair cinta & kini rasa bosan telah pamit menjauhimu..
Saudaraku yang sedang berdiri tegap disana. Tidak perlu kau katakan semuanya apa yang sedang kau alami kepadaku..
Karena ada yang paling tepat untuk mendengarkan apa yang kau rasakan semuanya dari diriku, yaitu Allah SWT..
Dialah yang mampu mendengar semua kata yang tak kau ucapkan, Dialah yang bisa melihat semua ‘amal yg engkau kerjakan..
Karena sebab Dirinyalah engkau selalu sigap terjaga disana, dan kami sesama saudaramu hanya berharap dari hati yang dalam...
Agar kedua matamu itu, adalah mata yang dilindungi Allah SWT dari panasnya api neraka karena senantiasa terjaga di jalan Allah SWT..
posted by @Adimin
"Mereka Yang Masih Terjaga"
*by ustadz @Syukri_W
Untuk Para Saksi PKS....
Hari-harimu ….kini terasa semakin berat, wajahmu memucat jelas pertanda kurangnya darah mengalir ke arah wajahmu.
Luapan kantukmu berkali-kali, tetaplah tidak berhasil merayu matamu untuk terpejam.
Bengkoknya tulang punggungmu belumlah mampu menyeret badanmu ke atas empuknya pembaringan.
Saudaraku, ku tahu dirimu lelah, ku tahu badanmu kuyuh, ku tahu matamu sendu, ku tahu hatimu keluh, Biarlah itu semua menjadi zikir amalmu...
Saudaraku….yang sedang terjaga disana, tidak perlu kau lukiskan perasaanmu sekarang, karena tubuhmu sudah mengatakannya kepadaku..
Kini rasa lelahmu menjadi “lelah” mengejar dirimu. Lukamu kini tak berasa lagi mengalirkan darah yang tak berwarna.
Bagaikan cerita yang tak bersuara, tangisanmu ada didalam ketawa menjadi deretan syair cinta & kini rasa bosan telah pamit menjauhimu..
Saudaraku yang sedang berdiri tegap disana. Tidak perlu kau katakan semuanya apa yang sedang kau alami kepadaku..
Karena ada yang paling tepat untuk mendengarkan apa yang kau rasakan semuanya dari diriku, yaitu Allah SWT..
Dialah yang mampu mendengar semua kata yang tak kau ucapkan, Dialah yang bisa melihat semua ‘amal yg engkau kerjakan..
Karena sebab Dirinyalah engkau selalu sigap terjaga disana, dan kami sesama saudaramu hanya berharap dari hati yang dalam...
Agar kedua matamu itu, adalah mata yang dilindungi Allah SWT dari panasnya api neraka karena senantiasa terjaga di jalan Allah SWT..
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 18, 2014
posted by @Adimin
Saksi PKS di Kelurahan Sukajaya Hampir dibacok Orang Tidak Dikenal
Written By Anonymous on 18 April, 2014 | April 18, 2014
| Abdi (baju bola warna biru) bersama salah satu caleg PKS |
PALEMBANG – Sekitar pukul 17.30 WIB terjadi tindakan intimidasi dan teror terhadap Abdi saksi PKS di PPS Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang (17/4).
Menurut penuturannya, kejadian berlangsung saat dia keluar dari PPS Sukajaya. Saat itu penghitungan rekap sedang dipending dan dia berpisah dengan temannya. Ketika sedang berjalan, kemudian Abdi didatangi oleh tiga orang yang tidak dikenal sambil mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba saja salah seorang langsung mencoba membacok. Untungnya, bacokan tersebut hanya mengenai tas dan pelaku langsung kabur. Akibatnya, tas, baju dan celana korban robek.
Secara terpisah, Muhammad Ridwan Ketua Advokasi TPPW PKS Sumsel mengatakan bahwa kejadian tersebut kemungkinan buntut dari penghitungan suara.
“Kelurahan Sukajaya ini daerah rawan kecurangan yang memang jadi perhatian saksi kita, selain itu kemungkinan besar pelaku mengincar form C1 yang dibawa saksi PKS,” ungkap Ridwan yang juga Sekretaris DPD PKS Palembang ini.
Saat ini, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Sedangkan Abdi, setelah kejadian percobaan pembacokan kemarin langsung dievakuasi. DPW PKS sendiri menginstruksikan pengetatan pengamanan kepada seluruh saksi. [es/pkssumsel]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 18, 2014
posted by @Adimin
PKS: Kontrak Politik Lebih Penting dari Capres/Cawapres
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah mengatakan kontrak politik yang jelas dalam koalisi jauh lebih penting dibandingkan penentuan calon presiden dan calon wakil presiden.
"Koalisi itu bukan masalah kawin-kawinan atau orang (calon) yang harus jadi (capres-cawapres). Tapi konsepnya dulu bagaimana," kata Fahri Hamzah dijumpai saat menghadiri pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis (17/04).
Fahri mengatakan pihaknya berkaca dari pengalaman koalisi tahun lalu di mana Demokrat menentukan sepihak Boediono sebagai Wakil Presiden tanpa meminta persetujuan PKS selaku salah satu partai koalisi.
"Saya kan ngotot waktu penentuan Pak Boediono, karena kok ada wakil presiden tidak diomongin dengan kami. Saya protes, tetapi waktu itu pak Andi Mallarangeng mengatakan sudah melalui penelitian dan segala macam, akhirnya Pak Boediono tidak jadi apa-apa, dan sekarang namanya disebut dalam kasus," kata Fahri Hamzah.
Fahri menegaskan dalam menjalin komunikasi politik pihaknya selalu mengedepankan kontrak-kontrak dan pembagian tugas lebih dulu.
Menurut dia, dari pada berkoalisi dengan ketidakjelasan, maka partainya lebih baik menjadi oposisi.
Sementara itu berdasarkan keterangan Ketua Koalisi Politik Islam Bachtiar Nasir selaku salah satu penggagas pertemuan tokoh dan pimpinan parpol Islam, pertemuan itu bertujuan menggabungkan seluruh partai Islam dalam koalisi besar.
Hingga saat ini sejumlah tokoh yang sudah hadir antara lain politisi PAN Azwar Abu Bakar, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Presiden PKS Anis Matta, politisi PKS Hidayat Nur Wahid, politisi PKS Fahri Hamzah, Bendahara Umum PKB Bahruddin Anshori serta politisi PPP Emron Pangkapi. [ant/ROL]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 18, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta: Pertemuan Cikini Langkah Awal Menyatukan Persepsi
Presiden PKS Anis Matta mengatakan pertemuan para tokoh-tokoh parpol dan ormas Islam di rumah pengusaha almarhum Hasyim Ning, Cikini, Jakarta Pusat adalah sebagai pertemuan awal untuk menyatukan persepsi. Akan ada pertemuan lanjutan untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut.
"Pertemuan ini masih sebagai pertemuan awal untuk menyatukan persepsi, sebelum pada kesepakatan yang lebih konkret menghadapi Pilpres. Masih ada pertemuan-pertemuan selanjutnya, ini kan masalah yang tidak mungkin kita selesaikan dalam satu kali pertemuan saja," ujar Anis Matta usai pertemuan di Jl Cikini Raya No 24, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014) malam.
Anis sepakat posisi tawar parpol Islam pada pemilu 2014 saat ini sangat strategis. Namun tentu harus punya pikiran yang sama untuk koalisi.
"Jadi yang dicari sekarang ini pada dasarnya adalah suatu format koalisi baru yang memungkinkan partai-partai Islam seluruhnya, insya Allah akan tetap ada pada pemerintahan yang akan datang," ucapnya.
Ketua MPP PAN juga sepakat dengan Anis. Dia berharap ada pertemuan lanjutan.
"Ini masih tahap awal, mudah-mudahan akan ketemu lagi," kata Amien Rais
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan 5 partai Islam, yaitu PAN, PKS, PKB, PPP dan PBB. Sementara perwakilan ormas yang hadir dari NU, Muhammadiyah, MUI, Persis, DMI, DDI, Syarikat Islam dan lainnya.[dm/dtk]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 17, 2014
posted by @Adimin
PKS Tunggu PKB Dengungkan Poros Tengah
Written By Anonymous on 17 April, 2014 | April 17, 2014
JAKARTA -- Ekspektasi publik terhadap koalisi partai politik Islam didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Besarnya total suara parpol Islam, yakni sekitar 31 persen suara dalam hitung cepat pemilu legislatif dinilai dapat menjadi fondasi poros tengah jilid 2.
"PKS jauh-jauh hari sangat setuju dengan ide ini," ujar Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, saat berbincang dengan RoL, Rabu (16/5).
Hanya, jika mengacu pada hitung cepat, Hidayat mengaku menyerahkan inisiatif koalisi kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selaku parpol dengan perolehan suara terbanyak. "Kami serahkan kepada Pak Muhaimin Iskandar mau diapakan potensi dari capaian partai-partai Islam dalam pileg kemarin," ujarnya.
Tentang siapa calon presiden yang bisa diusung, Hidayat mengungkapkan, banyak nama beredar yang pantas untuk diajukan sebagai capres. Meski demikian, ujarnya, masih terlalu dini untuk membicarakan siapa calon presiden yang akan diajukan oleh koalisi parpol Islam.
Sumber: www.republika.co.id"PKS jauh-jauh hari sangat setuju dengan ide ini," ujar Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, saat berbincang dengan RoL, Rabu (16/5).
Hanya, jika mengacu pada hitung cepat, Hidayat mengaku menyerahkan inisiatif koalisi kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selaku parpol dengan perolehan suara terbanyak. "Kami serahkan kepada Pak Muhaimin Iskandar mau diapakan potensi dari capaian partai-partai Islam dalam pileg kemarin," ujarnya.
Tentang siapa calon presiden yang bisa diusung, Hidayat mengungkapkan, banyak nama beredar yang pantas untuk diajukan sebagai capres. Meski demikian, ujarnya, masih terlalu dini untuk membicarakan siapa calon presiden yang akan diajukan oleh koalisi parpol Islam.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 17, 2014
JAKARTA - PKS masih diam-diam melakukan pertemuan dengan sejumlah partai politik guna merangkai koalisi. Gerakan senyap PKS ini memang belum bisa ditebak, akan merapat kemana partai yang mengkampanyekan 'putihkan Indonesia' di Pileg lalu ini.
Namun bocoran dari internal PKS menyebutkan kalau bandul koalisi akan mengarah ke Gerindra yang mengusung Prabowo menjadi Capres. Arus besar PKS dikomandoi Anis Matta memang sudah hampir merapat ke Gerindra. Kabarnya, tinggal urusan Cawapres saja yang masih dirundingkan, apakah akan mengajukan calon dari PKS atau setuju yang lain.
Alasan mengarah ke Gerindra ini melihat peluang Prabowo yang paling kuat melawan Jokowi. Apalagi setelah PKS dan PDIP tak mungkin bertemu dalam urusan koalisi. PKS sebenarnya sudah membuka diri, namun PDIP seolah jual mahal, tak juga mengeluarkan sinyal-sinyal meminang. Kuat dugaan urusan ideologi jadi pertimbangan.
"Doakan saja yang terbaik," bisik pejabat PKS yang tak mau disebutkan namanya, Kamis (17/4/2014).
Sedang soal Golkar yang tak dilirik PKS karena hitung punya hitung kans Capresnya yang tak semenarik Prabowo. Gerindra memiliki sumber daya dan elektabilitas Capres yang bisa bersaing dengan Jokowi.
Tapi, selain soal merapat ke Gerindra, ada gerakan kecil di partai dakwah ini yang masih ingin merangkai kekuatan dengan partai berbasis massa Islam. Walau keputusan akhir tetap di tangan Majelis Syuro dan Anis Matta, koalisi dengan partai Islam dijajaki.
Romantisme dengan partai Islam ini bisa saja terjadi. Gabungan sejumlah partai berbasis massa Islam bisa jadi kekuatan mengusung Capres dan Cawapres, apalagi ditambah PAN dan mungkin dengan Partai Demokrat yang bisa diajak.
Terkait gerakan PKS ini, pengamat politik UGM Arie Sudjito menilai PKS akan lebih mungkin merapat ke Gerindra dibanding ke Golkar atau bergabung dalam koalisi partai Islam. Hitungan dari PKS tentu lebih mungkin melawan Capres PDIP dengan Gerindra. Patut dicatat, sejak zaman Partai Keadilan hingga menjadi PKS, partai ini selalu ikut dalam koalisi di pemerintahan. Jadi pilihannya tentu Gerindra.
"Lagipula secara chemistry akan sulit dengan partai Islam, sulit ketemu. PKB atau PAN saja kerap menyebut mereka partai inklusif," terang Arie saat berbincang, Kamis (17/04/2014).
Masa penetapan Capres masih Mei mendatang. Jadi masih amat sangat mungkin perubahan terjadi. Bisa saja ada blok baru di luar Jokowi, Ical, dan Prabowo. Mungkin juga PKS dan sejumlah partai sukses membangun koalisi baru.
"Kalau koalisi yang terbentuk banyak yang mengabaikan soal ideologi, lihatnya dari perolehan suara, yang lebih kecil semakin pragmatis. Partai golongan menengah bertumpu pada ideologi zig zag," tutup Arie. [detik]
posted by @Adimin
Pengamat Politik: Menebak Arah Koalisi PKS
JAKARTA - PKS masih diam-diam melakukan pertemuan dengan sejumlah partai politik guna merangkai koalisi. Gerakan senyap PKS ini memang belum bisa ditebak, akan merapat kemana partai yang mengkampanyekan 'putihkan Indonesia' di Pileg lalu ini.
Namun bocoran dari internal PKS menyebutkan kalau bandul koalisi akan mengarah ke Gerindra yang mengusung Prabowo menjadi Capres. Arus besar PKS dikomandoi Anis Matta memang sudah hampir merapat ke Gerindra. Kabarnya, tinggal urusan Cawapres saja yang masih dirundingkan, apakah akan mengajukan calon dari PKS atau setuju yang lain.
Alasan mengarah ke Gerindra ini melihat peluang Prabowo yang paling kuat melawan Jokowi. Apalagi setelah PKS dan PDIP tak mungkin bertemu dalam urusan koalisi. PKS sebenarnya sudah membuka diri, namun PDIP seolah jual mahal, tak juga mengeluarkan sinyal-sinyal meminang. Kuat dugaan urusan ideologi jadi pertimbangan.
"Doakan saja yang terbaik," bisik pejabat PKS yang tak mau disebutkan namanya, Kamis (17/4/2014).
Sedang soal Golkar yang tak dilirik PKS karena hitung punya hitung kans Capresnya yang tak semenarik Prabowo. Gerindra memiliki sumber daya dan elektabilitas Capres yang bisa bersaing dengan Jokowi.
Tapi, selain soal merapat ke Gerindra, ada gerakan kecil di partai dakwah ini yang masih ingin merangkai kekuatan dengan partai berbasis massa Islam. Walau keputusan akhir tetap di tangan Majelis Syuro dan Anis Matta, koalisi dengan partai Islam dijajaki.
Romantisme dengan partai Islam ini bisa saja terjadi. Gabungan sejumlah partai berbasis massa Islam bisa jadi kekuatan mengusung Capres dan Cawapres, apalagi ditambah PAN dan mungkin dengan Partai Demokrat yang bisa diajak.
Terkait gerakan PKS ini, pengamat politik UGM Arie Sudjito menilai PKS akan lebih mungkin merapat ke Gerindra dibanding ke Golkar atau bergabung dalam koalisi partai Islam. Hitungan dari PKS tentu lebih mungkin melawan Capres PDIP dengan Gerindra. Patut dicatat, sejak zaman Partai Keadilan hingga menjadi PKS, partai ini selalu ikut dalam koalisi di pemerintahan. Jadi pilihannya tentu Gerindra.
"Lagipula secara chemistry akan sulit dengan partai Islam, sulit ketemu. PKB atau PAN saja kerap menyebut mereka partai inklusif," terang Arie saat berbincang, Kamis (17/04/2014).
Masa penetapan Capres masih Mei mendatang. Jadi masih amat sangat mungkin perubahan terjadi. Bisa saja ada blok baru di luar Jokowi, Ical, dan Prabowo. Mungkin juga PKS dan sejumlah partai sukses membangun koalisi baru.
"Kalau koalisi yang terbentuk banyak yang mengabaikan soal ideologi, lihatnya dari perolehan suara, yang lebih kecil semakin pragmatis. Partai golongan menengah bertumpu pada ideologi zig zag," tutup Arie. [detik]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 17, 2014
"Bukan Tentang Uang Partai" | Oleh: Cahyadi Takariawan
Rasanya berdosa banget jika kita begitu percaya opini media, dan mengabaikan realitas kehidupan para ikhwah yang sedemikian tulus bekerja dalam jamaah dan sangat sepi dari publisitas. Kita disibukkan oleh opini yang dikembangkan media, dan kita tidak tertarik mengetahui realitas-realitas denyut dakwah di berbagai wilayah dan wajihah.
Adakah di antara kita yang mengetahui dengan detail kinerja serta prestasi ikhwah di MITI? Mungkin kita hanya mengenal Dr. Warsito dengan penyembuhan kankernya saja, namun tidak banyak mengetahui kiprah ikhwah di bidang teknologi ini.
Luar biasa keseriusan dan usaha para kader yang "pinter-pinter" untuk berkhidmat melalui jalur ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun mereka "tidak terkenal" karena pekerjaan bidang ini sepi dari publisitas dan tidak "menggoda". Sang Maestro teknologi, Kang Harna Surapranata bahkan sudah banyak dilupakan kader sendiri, karena sudah tidak menjadi menteri.
Kader tidak mengerti kiprah Kang Harna dan para doktor dan profesor dalam upaya serius mereka menggeluti dunia teknologi. Kader hanya mengerti Yuro menang di Karanganyar dan Tamsil Linrung kalah di Kota Makassar.
Kisah kemenangan politik sangat heroik, namun kisah prestasi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan seni budaya sangatlah sepi dari tepuk tangan ikhwah.
Maksud saya, dakwah ini bukan melulu soal politik, uang, perempuan, kekuasaan, dan sekitar itu. Dakwah ini adalah sebuah mahakarya syamilah mutakamilah.
Menyempitkan pembahasan dakwah hanya dengan melihat pilkada, pileg, pilpres dan politik praktis lainnya, akan membutakan mata kita dari melihat keagungan dan kesemestaan mahakarya dakwah.
Barusan kita dihadiahi prestasi Pustakawan DIY bahkan juara Nasional bidang Perpustakaan. Kita juga dihadiahi prestasi Notaris DIY dalam puncak kepemimpinan Ikatan Notaris Indonesia. Namanya Mohammad Ichwanul Muslimin, SH. Serta segudang prestasi kader dakwah lainnya di bidang masing-masing, yang tidak menimbulkan heroisme serta gegap gempita yang membahana di majelis liqa, mabit dan nadwah.
Ikhwah senang mendengar berita kemenangan politik, dan mendengarkan sepenuh antusias. Namun berita gembira di berbagai bidang lainnya, cenderung disikapi dengan "sekedar mengetahui". Seakan mereka bukan pahlawan, walau memang tidak ingin disebut sebagai pahlawan.
Kisah-kisah heroisme dakwah di pelosok-pelosok daerah, kisah-kisah para murabbi dan murabbiyah yang melakukan pembinaan dengan segala jerih payah, seakan tenggelam di balik gemerlap dunia politik. Kalah menarik dibanding menanti hasil Pilkada dan Pileg 2014 yang di-update setiap detik..
Percayalah kita akan linglung jika hanya memikirkan soal politik praktis, namun kita akan sangat bijaksana jika melihat dakwah dari segi syumuliyah mutakamilah-nya.
Kita cepat capek bahkan ingin istirahat jika hanya selalu bergumul dengan kepraktisan politik. Namun kita merasa mulia dan sangat kuat jika berada pada sisi dakwah yang syamilah dan mutakamilah.
Wallahu a'lam bish shawab.
posted by @Adimin
Adakah di antara kita yang mengetahui dengan detail kinerja serta prestasi ikhwah di MITI? Mungkin kita hanya mengenal Dr. Warsito dengan penyembuhan kankernya saja, namun tidak banyak mengetahui kiprah ikhwah di bidang teknologi ini.
Luar biasa keseriusan dan usaha para kader yang "pinter-pinter" untuk berkhidmat melalui jalur ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun mereka "tidak terkenal" karena pekerjaan bidang ini sepi dari publisitas dan tidak "menggoda". Sang Maestro teknologi, Kang Harna Surapranata bahkan sudah banyak dilupakan kader sendiri, karena sudah tidak menjadi menteri.
Kader tidak mengerti kiprah Kang Harna dan para doktor dan profesor dalam upaya serius mereka menggeluti dunia teknologi. Kader hanya mengerti Yuro menang di Karanganyar dan Tamsil Linrung kalah di Kota Makassar.
Kisah kemenangan politik sangat heroik, namun kisah prestasi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan seni budaya sangatlah sepi dari tepuk tangan ikhwah.
Maksud saya, dakwah ini bukan melulu soal politik, uang, perempuan, kekuasaan, dan sekitar itu. Dakwah ini adalah sebuah mahakarya syamilah mutakamilah.
Menyempitkan pembahasan dakwah hanya dengan melihat pilkada, pileg, pilpres dan politik praktis lainnya, akan membutakan mata kita dari melihat keagungan dan kesemestaan mahakarya dakwah.
Barusan kita dihadiahi prestasi Pustakawan DIY bahkan juara Nasional bidang Perpustakaan. Kita juga dihadiahi prestasi Notaris DIY dalam puncak kepemimpinan Ikatan Notaris Indonesia. Namanya Mohammad Ichwanul Muslimin, SH. Serta segudang prestasi kader dakwah lainnya di bidang masing-masing, yang tidak menimbulkan heroisme serta gegap gempita yang membahana di majelis liqa, mabit dan nadwah.
Ikhwah senang mendengar berita kemenangan politik, dan mendengarkan sepenuh antusias. Namun berita gembira di berbagai bidang lainnya, cenderung disikapi dengan "sekedar mengetahui". Seakan mereka bukan pahlawan, walau memang tidak ingin disebut sebagai pahlawan.
Kisah-kisah heroisme dakwah di pelosok-pelosok daerah, kisah-kisah para murabbi dan murabbiyah yang melakukan pembinaan dengan segala jerih payah, seakan tenggelam di balik gemerlap dunia politik. Kalah menarik dibanding menanti hasil Pilkada dan Pileg 2014 yang di-update setiap detik..
Percayalah kita akan linglung jika hanya memikirkan soal politik praktis, namun kita akan sangat bijaksana jika melihat dakwah dari segi syumuliyah mutakamilah-nya.
Kita cepat capek bahkan ingin istirahat jika hanya selalu bergumul dengan kepraktisan politik. Namun kita merasa mulia dan sangat kuat jika berada pada sisi dakwah yang syamilah dan mutakamilah.
Wallahu a'lam bish shawab.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN







