pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

PKS Raih 9 Kursi DPRD Sumut dan 3 untuk DPR RI

Written By Anonymous on 26 April, 2014 | April 26, 2014


Berdasarkan data sementara dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Tingkat Provinsi yang diselenggarakan KPU Sumut di Grand Angkasa hotel Medan, sampai dengan Jumat (25/04) kemarin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) berhasil memperoleh 9 kursi untuk DPRD Provinsi Sumut dari 12 Daerah Pemilihan (Dapil). Akan tetapi belum semua data masuk ke KPU, seperti Nias Selatan, mereka masih melakukan pemungutan suara ulang.

Dari 9 kursi yang berhasil diperoleh PKS itu berasal dari dapil yang berbeda. Ada hal yang menarik, tiga orang yang maju sebagai wakil PKS di DPRD Sumut adalah Badan Pengurus Harian (BPH) DPW PKS Sumut. Mereka yang terpilih diantaranya; Muhammad Hafez (Ketua Umum), Satrya Yudha Wibowo, ST (Sekretaris Umum) dan Basyir (Bendahara Umum).

Berikut ini hasil perolehan suara caleg PKS yang lolos maju menjadi wakil di DPRD Provinsi Sumut:

1. H. Muhammad Hafez (14.674 suara) Sumut 1 Medan A (Medan Kota, Medan Denai, Medan Deli, Medan Belawan, Medan Area, Medan Marelan, Medan, Labuhan, Medan Tembung, Medan Perjuangan, dan Medan Timur)

2. Ikrimah Hamidy (17.295 suara) Sumut 2 Medan B (Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Selayang)

3. Satrya Yudha Wibowo ST (11.022 suara)  Sumut 3 (Deli Serdang)

4. Zulfikar (15.958 suara) Sumut 4 (Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi)

5. Syamsul Qodri Marpaung (12.817 suara)  Sumut 5 (Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjung Balai)

6. Basyir (17.136 suara) Sumut 6 (Kabupaten Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan)

7. Hidayah Herlina Gusti (13,268 suara) Sumut 10 (Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar)

8. Khairul Anuwar (6.476 suara) Sumut 12 (Kota Binjai dan Kabupaten Langkat)

9. Burhanuddin (...) Sumut 7 (Madina, Tapsel, Palas dan Paluta)

Sementara itu, PKS Sumut juga memastikan 3 orang caleg-nya lolos ke Senayan (DPR-RI). Ketiga caleg PKS Sumut yang berhasil melenggang ke Senayan itu yakni Tifatul Sembiring, Iskan Qalba Lubis dan Anshory Siregar.

Tifatul Sembiring yang juga anggota Dewan Syuro’ DPP PKS sekaligus Menkominfo berhasil lolos dari dapil Sumut 1, Iskan Qalba Lubis dari Dapil Sumut 2, dan Anshory Siregar dari dapil Sumut 3.

Berdasarkan peringkat caleg atas perolehan suara pada masing-masing partai politik, inilah 10 nama caleg yang diprediksi menduduki kursi tersebut.

Sumut 1 (Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi)

1. Prananda Surya Paloh (Nasdem)    : 46.233 suara
2. Tifatul Sembiring (PKS)        : 74.510 suara
3. Sofyan Tan (PDIP)            : 113.716 suara
4. Irmadi Lubis (PDIP)        : 46.039 suara
5. Meutya Hafid (Golkar)        : 45.232 suara
6. Muhammad Syafii (Gerindra)        : 46.436 suara
7. Ruhut Sitompul (Demokrat)        : 34.685 suara
8. Mulfachri Harahap (PAN)        : 47.280 suara
9. Hasrul Azwar (PPP)        : 43.908 suara
10. Nurdin Tampubolon (Hanura)        : 49.859 suara

Dapil Sumut 2 (Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Nias, Labuhanbatu, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Sibolga)

1. Sahat Silaban (Nasdem)        : 64.654 suara
2. Marwan Dasopang (PKB)        : 22.451 suara
3. Iskan Qalba Lubis (PKS)        : 32.089 suara
4. Trimedya Panjaitan (PDI P)        : 90.967 suara
5. Rambe Kamarul Zaman (Golkar)    : 56.163 suara
6. Gus Irawan Pasaribu (Gerindra)    : 175.686 suara
7. Salomo P Hutabarat (Gerindra)    : 26.735 suara
8. Jhonny Allen Marbun (Demokrat)    : 47.115 suara
9. Saleh Partaonan Daulay (PAN)    : 46.992 suara
10. Rufinus H Hutauruk (Hanura)        : 52.323 suara.

Dapil Sumut 3 (Asahan, Tanjung Balai, Pematang siantar, Simalungun, Pakpak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat, dan Batubara)

1. Ali Umri (Nasdem) : 39.948 suara
2. Ansory Siregar (PKS) : 33.291 suara
3. Junimart Girsang (PDIP) : 76.819 suara
4. Delia Pratiwi Sitepu (Golkar) : 127.845 suara
5. Capt. Anton Sihombing (Golkar)  : 66.601 suara
6. Sortaman Saragih (Gerindra)        : 29.945 suara
7. RudiHartono Bangun (Demokrat)    : 49.023 suara
8. Nasril Bahar (PAN)            : 86.885 suara
9. Fadly Nurzal (PPP)        : 59.584 suara
10. Samsudin Siregar (Hanura)        : 42.850 suara

Namun, perolehan suara tersebut masih prediksi sementara, masih ada kemungkinan berubah tergantung hasil perolehan pemungutan suara ulang Nias Selatan yang baru digelar besok, Sabtu (26/4). [dm/pksnongsa/sak/pkssumut.or.id]



posted by @Adimin

Di Jawa Barat PKS Berhasil Raih 11 Kursi Untuk DPR RI


BANDUNG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempati urutan terbesar kelima dalam perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Jawa Barat untuk DPR RI. PKS meraih PKS 1.903.561 suara atau 8,98 persen.

Kalkulasi wartawan berdasarkan formulir DB1 yang dikonversikan dengan bilangan pembagi pemilih (BPP), PKS diprediksi menempatkan 11 kadernya di DPR RI.

Jika dibandingkan dengan suara Partai Demokrat di peringkat keempat yang mencapai 1.931.014 suara atau 9,11 persen, total suara PKS memang lebih kecil. Tapi jika dikalkulasikan dengan BPP, raihan kursi PKS jauh lebih banyak dari Demokrat (ini karena perolehan suara PKS merata di semua Dapil. PKS berhasil meraih kursi di tiap dapil yang ada di Jabar. Dari 11 Dapil se-Jabar, PKS berhasil meraih 11 kursi alias 1 kursi tiap Dapil -red).

Dari sederet nama yang ada, terdapat sejumlah incumbent di DPR RI di antaranya Ledia Hanifa, Mahfudz Siddik, Muhamad Sohibul Iman, dan Yudi Widiana.

Tapi untuk data pasti siapa yang lolos dari PKS baru akan ditentukan pada 13 Mei nanti berdasarkan penghitungan yang dilakukan KPU Jawa Barat.

Berikut ini daftar caleg PKS dari dapil Jawa Barat yang diprediksi lolos ke DPR RI:
(Propinsi Jawa Barat dibagi 11 Dapil untuk DPR RI) 

1. Ledia Hanifa - Jawa Barat I
2. Ma'mur Hasanudin - Jawa Barat II
3. Ecky Awal Mucharam - Jawa Barat III
4. Yudi Widiana Adia - Jawa Barat IV
5. TB Soenmandjaja - Jawa Barat V
6. Mahfudz Abdurrahman - Jawa Barat VI
7. Sa'duddin - Jawa Barat VII
8. Mahfudz Siddiq - Jawa Barat VIII
9. Nur Hasan Zadi - Jawa Barat IX
10. Surahman Hidayat - Jawa Barat X
11. Mohamad Sohibul Iman - Jawa Barat XI (ris)




posted by @Adimin

Berkat Pinjaman Data C1 PKS Wanda Hamidah Lolos ke DPRD Jakarta


Politisi perempuan dari Partai Amanat Nasional (PAN) Wanda Hamidah mengakui pernah meminjam data form C1 dari PKS saat ia terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014. Hal ini diungkapkan Wanda pada akun Twitternya @wanda_hamidah, Kamis (24/4) lalu.

Wanda menceritakan hal itu bermula ketika dirinya sempat 'bersitegang' dengan caleg incumbent dari partainya sendiri.

"5 tahun lalu hampir 'dilibas' oleh incumbent dari partai sendiri, diminta KPUD membuktikan dengan C1.. caleg mana yang punya C1 lengkap? Konyol. Alhamdulillah 5 tahun lalu dipinjamkan DPD PKS Jaksel C1 mereka. Terima kasih karena saksi partai saya bekerja untuk incumbent, bukan partai," katanya.

Menurut anggota dewan yang juga selebriti ini sangat sulit untuk mengawal suara rakyat dengan jujur.

"Sulit sekali memang mengawal suara rakyat dengan jujur. Tidak ada perbaikan penyelenggaran pemilu jurdil," lanjutnya.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya kepada para caleg yang bersih dan kredibel, yang tidak mau bermain curang, walau akhirnya mereka tersingkir.

"Prihatin kepada caleg bersih dan kredibel yang tak mau bermain curang dan akhirnya tersingkir," ujar Wanda.

Menurut Wanda, sesungguhnya politik uang bisa tak marak, jika kinerja wakil rakyat bisa terukur.

Seperti perdebatan ayam atau telur dulu. Rakyat dan (calon) wakilnya saling menyalahkan. Kata rakyat "loe sih kerja engga beneeer. korup mulu!" Kata caleg "loe sih milih yang ngasih duit!," urai Wanda.

Akankah kita yang katanya kaum "terdidik dan menengah" bisa memberikan pencerahan dan mengalahkan suara mereka yang termakan politik uang," demikian Wanda.[dm/pksnongsa.org]

_____
https://twitter.com/wanda_hamidah

posted by @Adimin

Saya Lebih Suka Dikritik... | by @Fahrihamzah







Fahri Hamzah
@Fahrihamzah





Tweet Jum'at, (25/04/14)

Saya mau refresh pemahaman Anda...saya tidak suka dipuji...

Saya lebih suka dikritik daripada dipuji...

Pujian membuatku beku dan kritik membuatku meleleh...

Aku senang menjadi cair atau menjadi angin...

Aku ini Ang the airbender.....

Pengen sih...meski gak bisa dipaksakan...

Intinya aku teman bagi yang mengucap salam...

Aku tidak punya musuh...aku anggap demikian...

Dalam hidup aku mencari sahabat. Aku merasa aku tak punya alasan mencari lawan...

Jika aku memiliki lawan..pasti bukan aku yang mau.

Jika aku memiliki lawan..Aku tak akan takut...

Aku menyayangi lawanku..

  [pkssumut]


posted by @Adimin

Nasir Djamil 'Singa Parlemen dari Aceh' Kembali ke Senayan


Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menuntaskan rekapitulasi hasil perolehan suara untuk partai politik dan calon anggota DPR-RI, Jumat sore 25 April 2014, di gedung utama DPRA, Banda Aceh.

Hasilnya, dari jatah 7 kursi DPR RI untuk Dapil Aceh I, Caleg PKS Nasir Djamil dipastikan kembali melenggang ke Senayan. Ini berarti untuk ketiga kalinya berturut-turut, 'vokalis' Komisi III DPR ini menjadi wakil rakyat mewakili masyarakat Aceh.

Mungkin belum banyak yang tahu, kalo 'kevokalan' Nasir Djamil di Komisi yang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan ini berasal dari masa remaja beliau.

Sebelum berkecimpung ke dunia politik, masa remaja Nasir sudah banyak menekuni sejumlah aktivitas. Salah satunya adalah menjadi vokalis group band aliran slow rockNyetanus (Nyentrik tapi Minus) dan sempat mengisi beberapa panggung hiburan di sekolahnya saat SMA.

Alumni SMAN 1 Langsa Aceh ini tumbuh menjadi pemuda yang mulai mencintai dunia politik. Kepeduliannya terhadap masalah-masalah yang bergolak di daerah NAD memberinya semangat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat NAD. Ia terjun secara total menjadi anggota legislatif di DPRD NAD periode 1999-2004. Sukses mengemban tugas di tingkat provinsi, Nasir dipercaya kembali untuk meluncur dan menduduki kursi DPR RI dari Fraksi PKS selama dua periode, yakni 2004- 2009 dan 2009-2014.

Sosok politisi muda yang patriotis merupakan julukannya dari NAD. Ini karena ia satu-satunya perwakilan Fraksi PKS di kursi Dewan yang menolak pesangon sebesar Rp 75 juta saat meninggalkan kursi DPRD NAD. Ia juga satu-satunya anggota dewan yang berani menolak Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Gubernur NAD, Abdullah Puteh, yang terlibat kasus korupsi APBD.

Selamat kembali ke Senayan. Jadilah wakil rakyat yang lantang menyuarakan kebenaran apapun resikonya. Karena anggota parlemen dipilih untuk menjadi juru bicara rakyat sebagaimana maksud dan pengertian Parlemen. (Parlemen -- Le Parle = To Speak!)  

Hiduplah bersahaja, dan lantanglah bersuara!

[admin @pkspiyungan]



posted by @Adimin

Makna Dibalik Ungkapan Anis Matta "PKS akan Membuat Kejutan di 9 April"

Written By Anonymous on 25 April, 2014 | April 25, 2014


Makna dibalik ungkapan @anismatta : PKS akan bikin kejutan pada 9 april

1. Degradasi moral kader pasca kasus LHI merupakan PR terbesar PKS #kejutan9april

2. Bahkan seluruh lembaga survey memprediksikan PKS tidak lolos ET dan hasil suara kisaran 2%an. #kejutan9april

3. Tampillah the right man on the right moment menyemangati kader dari keterpurukan mental. .#kejutan9april

4. Buah kerja keras organisasi dengan nahkoda Anis Matta sang pemimpin handal dengan bimbingan Allah, insyaALLAH... .#kejutan9april

5. Berhasil memulihkan kader yg terdegradasi moralnya, jadi semakin militan bak lentingan yang melesat lebih tinggi karena tekanan .#kejutan9april

6. Lentingan semangat itu bisa di ukur dengan tetap mengokohkan cita-cita menjadi 3 besar, dan nyaris menjadi sebuah keyakinan .#kejutan9april

7. Lentingan semangat itu bisa di ukur dari sedikit 'kekecewaan' melihat hasil QC lembaga survey .#kejutan9april

8. Rupanya #kejutan9april itu adalah kokohnya partai ini tetap berada atau tidak jauh dari perolehan hasil 2009.

9. Mari kita bersyukur dan sempurnakan syukur dengan mengawal suara dan sujud syukur .#kejutan9april

10. Semoga kader tetap yakin bahwa perjuangan Islam melalui partai politik tetapp kokoh .#kejutan9april

11. Meskipun mugkin banyak orang akan mengatakan bahwa ini adalah hukuman untuk PKS yang membawa2 agama dalam politik .#kejutan9april

12. Sedikit cela/cacat akan merusak citra baik partai berasaskan Islam .#kejutan9april

13. Sebagian masyarakat cemburu, kenapa agama ini seolah di klaim menjadi agama sebuah partai tertentu .#kejutan9april

14. Agama tak boleh ada cela, partai berbasis agama harus sempurna dan tak boleh salah. begitulah ungkapan hati manusia.#kejutan9april

15. Itulah tantangan partai berbasis agama, namun tidak ada kata lain kecuali partai ini menjaga kebersihan warna putih. kenapa? .#kejutan9april

16. Karena "innaka laala khuluqin adzim" sesungguhnya engkau Muhammad berada di atas akhlaq agung .#kejutan9april

17. Akhlak agung berat selalu berada dalam kondisi sempurna dan senentiasa menjaga dari yang merusaknya .#kejutan9april

18. RT"@MahfudzSiddiq: Perolehan SuaraPKS di angka 7-8% terjadi dlm situasi sulit dgn sebagian besar energi terpakai tuk konsolidasi internal

19. RT"@salimafillah @anismatta, nakhoda dalam badai. Di lapis berkah; yang kelak tumbuh & mekar lebih kokoh jika sabar melatihkan tetap & tegar

20. RT"@ustadzhilman: pidanakan dulu dengan UU kebebasan informasi publik, karena telah melakukan penyesatan opini "@AlGhuraba:#TutupLembagaSurvey""

21. Thanks untuk @anismatta @MahfudzSiddiq@ustadzhilman @salimafillah yang telah menjadi nara sumber di kulwit pg ini. .#kejutan9april


DR. Saproni M. Samin
Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Riau


[https://twitter.com/saproniriau]


posted by @Adimin

Petani Payakumbuh Puas Dengan Kinerja Walikota Riza Falepi


Nyaris tiga tahun tak turun ke sawah, akhirnya sejak Januari 2014, puluhan petani di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), kembali bergairah masuk sawah. Lebih kurang 28 hektar sawah milik petani itu, sudah dialiri air, lewat sistem pipanisasi. Sebesar Rp150 juta lebih, dana APBD dikucurka, buat mengalirkan air ke sawah ini lewat pipa berukuran 300 mm.


Ketika Walikota Riza Falepi berkunjung ke Kelurahan Sungai Durian, Senin (14/4), petani setempat, langsung menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus kepada walikota. “Terimakasih banyak pak walikota, kami sudah dapat bertanam (menanam padi, Red) kembali. Kalau tidak pertolongan pak walikota, entah bagaimana nasib kami petani kecil ini,” sebut Buyuang Bulan mewakili petani setempat.
Menurut Buyung Bulan, jika padinya menjadi, mereka berniat akan berikan beras buat keluarga walikota. “Meski tidak banyak, tapi pak walikota harus menikmati beras, dari hasil padi yang kami tanam,” kata Buyung Bulan.
Walikota Riza Falepi, di depan puluhan petani tersebut, mangaku terharu dengan pernyataan polos petani setempat. Pasalnya, sawah milik puluhan petani itu, selama ini sulit mendapatkan air. Hujan yang diharapkan pun, tak mampu menolong menyuplai air, karena tanah yang berpasir.
Melihat kondisi itu, Walikota Riza Falepi, perintahkan Kadis PU Muswendri Evites dan Kabid Pengaiaran Muslim, mencari solusi, agar petani setempat bisa turun ke sawah kembali. Solusinya diperoleh, dengan program pemasangan pipa dari saluran irigasi melewati Sungai Batang Lampasi, sepanjang 80 meter. Begitu kegiatan itu rampung Desember 2013, awal tahun 2014, petani tancap gas turun ke sawah, dan sekarang padinya sudah mulai menguning.
Menurut Muslim, program pipanisasi buat menyalurkan air ke sawah, program alternatif bagi Dinas PU untuk pengganti saluran irigasi. Program ini dilakukan, terhadap daerah yang berlembah-lembah, dan tak memungkin membuat saluran irigasi. Dibanding dengan pompanisasi yang butuh biaya operasional sangat besar, program pipa jauh lebih kecil. Tahun 2013, selain di Sungai Durian, program yang sama juga dibangun di Kelurahan Prambahan kecamatan yang sama. [rfk/pkspayakumbuh]

posted by @Adimin

Fahri Hamzah: Alhamdulillah Kembali ke DPR, Mereka Menilai Saya Vokal


JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah dipastikan kembali berkantor di Senayan setelah berhasil merebut kursi DPR-RI di daerah pemilihannya. Bermodal Rp1 miliar, Fahri meraih suara tertinggi di dapilnya Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga tanah kelahirannya.

"Alhamdulillah suara saya tertinggi di NTB, saya kembali ke DPR," ujarnya kepada VIVAnews, Jum'at 25 April 2014.

Berdasarkan rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, Fahri memperoleh suara tertinggi di 10 wilayah kampanyenya. Mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tersebut meraup 115.477 suara dari total 2.209.341 suara yang diperebutkan.

Suara terbesar Fahri berasal dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Di Sumbawa, Fahri mendulang 45.369 suara, sementara di Sumbawa Barat ia mendapat 13.779 suara. Jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu juga berjaya di Kabupaten Dompu dan Kota Bima yang juga menjadi basis pemilihnya. Fahri mengungkapkan, ia terpilih kembali karena dinilai mampu menjawab kebutuhan konstituennya.

"Mereka menilai saya ini vokal, banyak bersuara, tidak seperti banyak anggota DPR lainnya," katanya.

Fahri mengamini pernyataan banyak caleg yang mempersoalkan maraknya praktik kotor dalam pemilihan legislatif 2014. Hal tersebut menurutnya tidak terlepas dari sikap ngotot para caleg yang ingin duduk di DPR. Tak pelak, para caleg pun kemudian menghalalkan segala cara demi meraih posisi tersebut.

"Regulasinya sudah benar, namun banyak caleg yang ngotot sehingga masuk wilayah privat dan terjadi aksi saling sikut dan menghalalkan segala cara," ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun VIVAnews, selain Fahri ada dua caleg yang juga dipastikan lolos ke DPR dari NTB. Keduanya yakni HM Syamsul Luthfi dari Partai Demokrat dengan perolehan 83.030 suara dan Syamsul Mujahid dari Partai Hanura dengan jumlah perolehan suara sebesar 70.320 suara. [vivanews/pkssumut]


posted by @Adimin

Pelantikan Walikota Padang Tertunda


Pelantikan walikota dan wakil walikota Padang terpilih periode 2014-2019 tertunda. Soalnya, SK dari Mendagri baru akan diserahkan kepada Pemko pada 28 April depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretariat Daerah Kota Padang bersama DPRD sempat merencanakan pelantikan pada Selasa (29/4).

Seperti dikatakan, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Padang, Rosail kepada Singgalang, kemarin, SK tersebut diterima oleh Kepala Biro Pemerintahan Propinsi Sumbar pada Kamis (24/4), penyerahannya kepada Pemko Padang akan dilakukan pada Senin (28/4).

“Saat ini Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sumatera Barat bersama Asisten Pemerintahan Setda Kota Padang sedang berada di Jakarta untuk menjemput SK tersebut,” kata Rosail.

Setelah diterima Pemko Padang, ia mengatakan bahwa untuk selanjutnya diserahkan kepada DPRD Kota Padang. Kemudian, SK akan dibawa ke dalam Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Padang untuk menentukan jadwal pelantikan.

Menurut kabar yang beredar dari beberapa sumber di DPRD Padang dan Setda Kota Padang pelantikan direncanakan pada 8 Mei mendatang.

“Namun belum dapat dipastikan karena masih dibahas di Bamus,” kata seorang sumber di Setko Padang.

Seperti diketahui, walikota dan wakil walikota terpilih periode 2014-2019 hasil Pilkada Padang putaran kedua dan keputusan KPU Padang serta putusan Mahkamah Konstitusi, yaitu Mahyeldi Ansharullah yang berpasangan dengan Emzalmi. [hariansinggalang]


posted by @Adimin

PKS Jabar Restui Opsi Duet Prabowo-Aher

DPW PKS Jawa Barat merestui jika akhirnya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto akan meminang salah satu kandidat capres dari partainya, yakni Ahmad Heryawan (Aher) sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2014.

"Kami di DPW PKS Jabar orang yang percaya mekanisme yang ditempuh itu telah sesuai prosedur, maka semuanya akan taat," kata Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate Qomarudin, ketika dihubungi melalui telepon, Kamis.

Pihaknya membenarkan bahwa Rabu (23/4) kemarin, Prabowo yang juga capres Partai Gerindra melakukan kunjungan ke rumah Hilmi Aminuddin di Kawasan Bandung Utara (KBU) Jawa Barat.

"Jadi kemarin itu (mekanisme pertemuan antara Prabowo dengan Hilmi Aminuddin) sudah ranah DPP, jadi saya tidak diberi tahu dan saya tidak ingin mencari tahu," ujar Tate.

Menurut dia, suhu politik jelang Pemilu Presiden 2014 ialah sedang musim lamar-melamar antara tokoh partai politik.

"Ya sekarang ini kan musim lamar-melamar atau mempersiapkan calon (capres/cawapres). Ya itu (kunjungan Prabowo ke Hilmi) bagian dari itu," kata dia.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan enggan berkomentar lebih lanjut tentang pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminuddin tersebut.

Akan tetapi, dirinya mengetahui bahwa dua petinggi partai politik tersebut telah bertemu.

"Saya malah tahunya setelah baca di koran," kata Heryawan.

Ketika ditanyakan tentang pertemuan tersebut merupakan sinyal koalisi antara kedua partai, Aher tidak mengetahuinnya.

"Kalau untuk koalisi, silahkan tanya saja ke Pak Hilmi atau tanya pengurus DPP PKS. Jangan tanya saya nanti salah jawab. Yang jelas saya tahu dari koran," kata dia.

Dirinya juga belum menerima pemberitahuan dari DPP PKS tentang pertemuan antara Prabowo dan Hilmi Amuniddin.

"Mengenai pertemuan Prabowo dan Pak Hilmi seperti apa pembicaraannya saya tidak tahu hasil dari pertemuan tersebut saya tidak tahu dan belum diberi tahu. Mungkin kalau mau tahu konfirmasi ke pengurus DPP atau ke Ustad Hilmi," ujar dia.[antaranews/pksnogsa]


posted by @Adimin

Diantara Caleg PKS yang Terpilih, Ada Keturunan Kelima KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU)


Siapa mengira ternyata diantara jajaran pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ada keturunan langsung dari Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari pendiri Nadlatul Ulama (NU).

Beliau adalah Abdul Hadi Wijaya, salah satu pimpinan DPW PKS Jawa Barat yang di pemilu 2014 ini diamanahi sebagai caleg tingkat propinsi Dapil Karawang-Purwakarta.

"Anak pertama Hadratusy Syaikh bernama Choiriyah. Beliau menetap di Makkah dan melahirkan nenek saya (Abidah binti Ma'shum Ali)," tutut Abdul Hadi menyebutkan silsilah keluarganya.

"Nenek menikah dengan KH Mahfudz Anwar, pernah jadi ketua Lajnah Falakiyah PBNU. Ibu saya Hamnah adalah anak kedua mereka," lanjutnya.

Namun tak seperti umumnya keluarga Nahdliyin, Abdul Hadi Wijaya tidak dibesarkan di pesantren. Pria kelahiran Surabaya, 25 Nopembet 1967 ini mengenyam pendidikan umum sampai mendapat beasiswa luar negeri dari Habibie untuk kuliah S1 dan S2 di Delft University of Technology Belanda 1986-1995.

Menikah dengan Anak Tokoh Muhammadiyah

Uniknya juga, beliau menikah dengan anak tokoh Muhammadiyah.

"Saya menikah 1991 dengan cucu pendiri Muhammadiyah Banten yang juga mendapat beasiswa, bukan di Belanda tapi di Jerman," ujarnya. 

"Pernikahan ini asyik, semacam koalisi NU-Muhammadiyah," kelakarnya.

Dipl. Ing. Hj. Diah Nurwitasari, istri beliau, adalah aleg PKS di DPRD Propinsi Jawa Barat dua periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Kenal Tarbiyah

Bagaimana beliau bisa kenal dan menjadi kader serta pimpinan PKS?

"Saya kenal tarbiyah saat di Eropa. Saat kuliah itu kami sering undang ustad-ustad dari Indonesia. Ada Ustad Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul, Tate Qomarudin, dll. Itu sebelum ada PKS," tuturnya.

Saat beliau kuliah di Belanda, beliau aktif jadi pengurus Persatuan Pelajar Indonesia, Delft, The Netherlands, 1986-1995. Diantara kegiatannya adalah mengadakan pengajian untuk pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di Belanda.

"Pulang dari Eropa kami kerja di PT Dirgantara Indonesia. Disitu kegiatan tarbiyah berlanjut, ikut aktivitas dakwah bareng Mang Oded Muhammad Danial wakil walikota Bandung dari PKS," tuturnya.

Jadi Caleg PKS

"Di pemilu 2014 Saya yang ditugaskan jadi caleg PKS, menggantikan istri yang pensiun. Dapilnya Karawang & Purwakarta. Ternyata banyak pesantren NU," tutur beliau.

"Saya bertemu KH Abun Bunyamin ketua PCNU dan MUI Purwakarta. Atas bantuan beliau, banyak buka pintu pesantren-pesantren. Alhamdulillah saya diterima baik, bahkan jadi icon NU," sambungnya.

Karena ijin Allah dan dukungan kalangan pesantren beliau mendapat suara terbanyak di caleg PKS dapil itu. Dan PKS dapat 1 kursi DPRD Propinsi.

"Doain agar saya bisa mewarisi kebaikan Hadratusy Syaikh," tutur beliau atas amanah yang diembannya.  



___
NB: Sebagai orang teknik lulusan Belanda, pengabdian beliau ke NU diaplikasikan dengan aktif di Ma'had 'Aly Al-Mahfudz (Konsentrasi Ilmu Falak), Jombang (Jatim), dari 2012-sekarang.

Profil lengkap beliau, KLIK INI


[pyg]

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger